{"id":4044,"date":"2026-07-13T14:43:35","date_gmt":"2026-07-13T07:43:35","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4044"},"modified":"2026-07-13T14:43:35","modified_gmt":"2026-07-13T07:43:35","slug":"ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/","title":{"rendered":"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udd34[LIVE] USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/g8I79YV8N-g?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nahmaduhu wanasta&#8217;inuhu wanastaghfiruh kita bersyukur kita senantiasa memuji<\/li>\n\n\n\n<li>dan menyanjung Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala atas Taufik kebaikan yang senantiasa dimudahkannya bagi kita termasuk kebaikan besar yang Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memudahkan bagi kita di pagi hari ini untuk kita kembali mengadakan majelis ilmu yang mulia di masjid al-ikhlas ini dan kita akan kembali melanjutkan pembahasan kitab yang sangat bermanfaat kitab kecil yang berjudul at-taudi Wal Bayan lisajarotil iman penjelasan tentang pohon iman pohon iman yang kita tanam di hati kita tulisan atau karya dari Imam Al mufassir<\/li>\n\n\n\n<li>Abdurrahman Bin nafsir assadi rahimahullah di pertemuan kita yang terakhir kita telah membaca sebuah hadis yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan tentang penghuni surga yang Semoga Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memudahkan kita semua termasuk ke dalam golongan mereka dengan rahmat dan karunianya penduduk surga nanti di akhirat akan memandang kagum<\/li>\n\n\n\n<li>kepada sekelompok penghuni surga yang menempati kamar-kamar yang indah yang lebih tinggi yang mereka penghuni surga lainnya memandangnya seperti kita di dunia ini memandang bintang yang sangat terang di ufuk timur atau barat ketika mendengarkan ini para sahabat radhiyallahu Ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in berkomentar Ya Rasulullah itu kan tempat atau kedudukan yang akan ditempati oleh para nabi Alaihi Wasallam tidak mungkin dicapai oleh selain mereka yakni sudah di surga tempatnya tinggi<\/li>\n\n\n\n<li>lagi dan membuat kagum penghuni surga yang lainnya wajar kalau para sahabat berkomentar seperti itu wahai Rasulullah Bukankah itu Bukankah itu adalah Tingkat atau tempat tinggi kedudukan yang hanya akan ditempati oleh para nabi Alaihi musalatu Wassalam tidak akan bisa dicapai oleh selain mereka ternyata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membantah hal tersebut beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda balak tidak demikian tidak demikian demi Allah yang jiwaku ada di tangannya rijalul amanu Billahi mereka yang menempatinya<\/li>\n\n\n\n<li>adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul jadi yang akan menempati tempat yang tertinggi tersebut atau tempat yang sangat tinggi di surga tersebut adalah orang-orang yang membenarkan imannya yang membenarkan pertumbuhan pohon iman di hatinya dan selalu membenarkan mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dunia maka ini kabar gembira ternyata dengan iman yang benar kemudian dengan ittiba yang benar kepada sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kedudukan yang mulia ini Allah Subhanahu<\/li>\n\n\n\n<li>Wa Ta&#8217;ala janjikan bagi hamba-hambanya yang mengamalkan hal tersebut Oleh karena itu ini jelas menunjukkan kepada kita kedudukan-kedudukan yang mulia di dalam Islam itu memang didapatkan dengan Taufik dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala melalui sebab membenarkan iman kita ya membenarkan ketaatan kita ketundukan kita untuk mengikuti syariat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala artinya untuk memperbaiki iman kita itu ya tidak ada lagi hal baru yang kita harus cari karena semua sudah ada dalam Islam yakni Alquran petunjuk yang Allah turunkan di dalam<\/li>\n\n\n\n<li>ayat-ayat Alquran dan Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam petunjuk yang sempurna cuman Bagaimana caranya kita mengamalkannya dengan benar kita membenarkan Iman di hati kita kemudian sewaktu kita mengamalkan amalan-amalan tersebut benar-benar lahir dan batin kita beramal sehingga ini menjadikan amal yang kita kerjakan sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan rasulnya di hati kita keikhlasan kecintaan kepada Allah rasa takut dan pengharapan kepadanya itu yang menjadi motivasi kita dalam beramal dan kepada<\/li>\n\n\n\n<li>sudah pernah kita Jelaskan keunggulan yang dimiliki oleh Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta&#8217;ala Anhu dibandingkan para sahabat yang lain bukanlah dalam hal kuantitas banyaknya amal karena kalau dalam masalah banyak-banyak amal para sahabat yang lain rata-rata semua banyak beramal mereka adalah orang-orang yang semangat berlomba dalam kebaikan tanya perbedaan tingkatan-tingkatan mereka di sisi Allah ternyata kembali kepada kuatnya Iman di hati jadi pernyataan yang pernah kita sebutkan didukung oleh Imam Ibnu qayyim Di dalam<\/li>\n\n\n\n<li>kitab miftahu dari Saadah dari seorang tabiin yang mulia Bakar bin Abdullah Al muzani rahimahullah ta&#8217;ala yang mengatakan masa baqahum Abu bakrin bikafroatia tidaklah Abu Bakar As Siddiq mendahului atau mengungguli keutamaan para sahabat yang lain dengan banyaknya sholat banyaknya sedekah atau banyaknya puasa ya ini semua dibutuhkan Tapi semua sahabat banyak dalam masalah amal-amal kebaikan tersebut semua rajin semua semangat Tapi beliau mengungguli mereka adalah sesuatu yang menancap kuat di hati beliau yaitu Iman<\/li>\n\n\n\n<li>kecintaan kepada Allah kuatnya keyakinan terhadap Islam terhadap petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jadi inilah sebenarnya yang Harusnya kita usahakan untuk peningkatan iman kita kita harus membiasakan diri kita ketika belajar sekaligus bahkan ini yang kita fokuskan perbaikan untuk hati kita menjadikan ilmu sebagai sebab yang menghidupkan hati kita dan menumbuhkan kebaikan-kebaikan Iman di dalam hati kita ini tujuannya makanya kita belajar kita dengarkan kita mencatat atau kita ingat<\/li>\n\n\n\n<li>kemudian kita ulangi waktu kita membaca ayat-ayat Alquran kita praktekkan Jangan hanya kita baca huruf-hurufnya kita berusaha renungkan kandungan maknanya ya kita berusaha Renungkan kandungan maknanya yang indah disitulah kita mempraktekkan ilmu kita sewaktu kita membaca ayat-ayat Alquran Kita pernah belajar tentang iman Oh ini ternyata maksudnya sewaktu kita membaca ayat-ayat Alquran yang memuat perkara yang paling penting dalam agama kita tauhid kemudian menjelaskan tentang kemahaindahan nama-nama Allah dan kemaha<\/li>\n\n\n\n<li>tinggian sifat-sifatnya Kita Renungkan Makna tersebut untuk semakin meyakinkan hati kita Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Maha indah dengan sebab kita mengenal kemahaan Allah kemaha sempurnaan sifat-sifatnya pasti kita akan semakin mencintainya semakin tunduk mengagungkannya semakin takut dan berharap hanya kepadanya ini semua sebab yang menguatkan iman Dan inilah ilmu yang benar inilah ilmu yang bermanfaat dengan sebab inilah ilmu akan meningkatkan keimanan di hati kita menumbuhkan kebaikan-kebaikan pada diri<\/li>\n\n\n\n<li>kita kan sudah pernah kita sebut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memper umpamakan petunjuk yang beliau bawa dari sisi allah subhanahu wa ta&#8217;ala seperti apa seperti hujan yang baik sesungguhnya perumpamaan permisalan dari petunjuk dan ilmu yang Allah turunkan kepadaku adalah seperti perumpamaan hujan yang baik yang diturunkan ke muka bumi jadi kita semua harus memikirkan ya kita sudah belajar berapa lama mengkaji pembahasan masalah agama dari berbagai masalah Sudah berapa banyak tapi kenapa pengaruhnya terhadap<\/li>\n\n\n\n<li>perbaikan Amalan kita kurang khusyuk dalam ibadah keikhlasan kemudian kecintaan kepada akhirat ini kan semua buah-buah iman kita sudah pernah Sebutkan di awal kajian kitab ini ya yang menjadi dasar pembahasan kitab ini firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala di surat Ibrahim tentang pohon iman Tidakkah kamu melihat Bagaimana Allah membuat permisalan kalimat-kalimat yang baik permisalan kalimat yang baik kalimat yang indah kata Syekh Abdurrahman adalah kalimat Iman kalimat ikhlas kalimat tauhid kalimat cinta kepada Islam ini kalimat-kalimat yang baik ya<\/li>\n\n\n\n<li>Ini kalimat Iman kesimpulannya seperti pohon yang baik yang pohon yang baik itu ciri-cirinya akarnya menancap kuat ke dalam tanah cabang-cabangnya menjulang ke langit kemudian pohon ini tuh akan mengeluarkan buah-buahnya setiap saat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Jadi kalau pertumbuhan pohon iman di hati kita ya harusnya seperti ini nanti hasilnya buahnya akan selalu keluar maksudnya setiap kita salat khusyuk akan mudah kita dapatkan setiap kita beramal Ikhlas itu akan mudah Allah mudahkan bagi kita sewaktu kita menghadapi fitnah<\/li>\n\n\n\n<li>penjagaan dari Allah Allah akan senantiasa turunkan yakni menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan Allah mudahkan karena ini adalah karunia terbesar yang Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman Seandainya keimanannya di hatinya benar akan membuahkan buah yang seperti ini Oleh karena itu yang saya katakan Fokus utama kita dalam hidup Bahkan dalam menuntut ilmu inilah sebab yang akan menyelamatkan kita apalagi kita yang hidup di akhir zaman penuh dengan fitnah banyak godaan-godaan yang memalingkan kita dari iman<\/li>\n\n\n\n<li>ya jadi belajar tentang iman itu adalah belajar memperbaiki diri kita dengan ilmu yang kita pelajari ya ini saat ini kita alhamdulillah ada kemauan mempelajari ilmu agama cuman sayangnya mungkin sebagian dari kita menganggap belajar ilmu itu ya sudah sekedar kita hadir kita dengarkan setelah itu pulang ya nanti apa saja yang masuk itu yang masuk lebih banyak mungkin yang keluar ya kita kurang peduli padahal ini adalah karunia Allah yang sudah Allah mudahkan bagi kita kita butuh perjuangan lagi setelah itu bagaimana agar ilmu ini bermanfaat bagi<\/li>\n\n\n\n<li>kita bagaimana kita jadikan ilmu ini sebagai pembersih kotoran di hati kita agar kebaikan-kebaikan setelah itu mudah masuknya yakni sekarang kenyataan yang kita alami ya kan Salat kita masih merasa berat khusyuk masih susah semangat dalam beramal belum kita miliki ini kan semua bukti bahwa keimanan kita lemah kecintaan kita kepada Islam lemah karena kalau kecintaan kita kepada Islam benar pasti kita semangat mengamalkannya karena orang yang mencintai sesuatu pasti merasa gembira bahkan merasa nikmat dengan sesuatu itu<\/li>\n\n\n\n<li>dalam kaidah tentang masalah ini mahabbah kelezatan itu mengikuti rasa cinta kalau kita mencintai sesuatu pasti kita akan senang mengerjakannya Itulah sebabnya orang-orang yang beriman disebut berlomba-lomba dalam kebaikan karena mereka merasa nikmat merasa merasakan kelezatannya kelezatan Iman kelezatan amal-amal ketaatan disebabkan karena mereka mencintai Allah mencintai agama Islam ini dan cinta itu kita tahu sumbernya dari hati maka inilah iman yang sesungguhnya yang harusnya kita tumbuhkan di hati kita berarti dalam belajar agama dalam<\/li>\n\n\n\n<li>mengamalkan Islam kita harus banyak melibatkan hati kita supaya tumbuh kebaikan dan perbaikan-perbaikan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memudahkan bagi kita karena kita sudah terbiasa membiasakan diri kita sewaktu membaca Alquran meskipun sedikit tapi Kita Renungkan isinya sebagian dari para ulama bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian dipraktekkan oleh para sahabat para ulama Salaf yang datang setelah mereka sebagian dari mereka ketika membaca Alquran semalaman diulang-ulang satu ayat sampai subuh sampai menjelang subuh<\/li>\n\n\n\n<li>Kenapa karena dia ingin merenungkan isinya karena dia ingin mengambil Ayat tersebut sebagai sebab yang mengobati penyakit hatinya dan menumbuhkan Iman di hatinya ini adalah orang-orang yang benar-benar mentadaburi Alquran yang inilah tujuan utama Alquran diturunkan demikian pula waktu kita berdzikir ketika kita melaksanakan salat alangkah banyaknya amal-amal yang kita laksanakan dalam keseharian Kita harusnya amal-amal ini menjadi sebaik-baik sebab untuk menumbuhkan menguatkan dan membenarkan pertumbuhan Iman di hati kita daripada<\/li>\n\n\n\n<li>kalau saya akan lanjutkan membaca penjelasan dari Syekh Abdurrahman Allah ta&#8217;ala dalam kitab ini Kitab Tauhid Wal Bayan ini penjelasan beliau memang masih panjang untuk pembahasan mengenai definisi dan batasan iman karena seperti yang saya pernah jelaskan metode beliau ketika menjelaskan masalah yang berhubungan dengan batasan Iman ini beliau menukil banyak ayat Alquran kemudian hadits-hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan menjelaskannya baru setelah itu di bab berikutnya beliau akan membahas dengan rinci lagi<\/li>\n\n\n\n<li>tentang sebab-sebab yang menguatkan iman menumbuhkan Iman baru pembahasan terakhir tentang buah-buah dari dari keimanan Nah jadi kita berusaha untuk mengikuti pembahasan yang beliau cantumkan di dalam Kitab beliau yang sangat bermanfaat ini sungguh Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala telah memerintahkan di dalam Alquran dengan keimanan yang menyeluruh<\/li>\n\n\n\n<li>dan hal-hal yang merupakan konsekuensinya yaitu al-inqiyad ketundukan ketaatan dan ketundukan kepada Allah dan Allah memuji orang yang menegakkan hal ini sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam firmannya di dalam ayat iman yang paling Agung ya ini firman Allah di surat al-baqarah ayat 136 Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman Hulu [Musik]<\/li>\n\n\n\n<li>kami beriman kepada Allah dan kepada petunjuk yang diturunkan kepada kami juga kami beriman kepada petunjuk yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim Nabi Ismail nabi Ishaq Nabi Yakub dan anak cucunya dan beriman kepada apa yang Allah berikan kepada Nabi Musa Nabi Isa dan apa yang Allah turunkan kepada nabi-nabi yang lain dari sisi Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala kami tidak membeda-bedakan di antara mereka dan kami selalu tunduk kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala semata-mata ini menunjukkan keimanan kepada Allah dan mengimani perkara-perkara yang disebutkan dalam<\/li>\n\n\n\n<li>rukun iman jelas ini merupakan landasan iman yang paling utama dan dengan inilah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memuji orang-orang yang beriman di dalam ayat-ayat seperti ini Wal iman maka Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memerintahkan hamba-hambanya untuk beriman untuk mengimani semua dasar-dasar Islam yang agung ini ya dasar-dasar agama yang agung ini yaitu keimanan<\/li>\n\n\n\n<li>yang Syamil yang meliputi keimanan terhadap setiap kitab yang Allah turunkan kitab suci yang Allah turunkan tentu sebelum dirubah ya kita wajib mengimaninya kemudian mengimani semua rasul yang Allah utus kemudian Allah memerintahkan kita untuk mengikhlaskan agama serta istislam tunduk taat hanya kepadanya semata-mata yang disebutkan di hadis di ayat ini dan kami hanya taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala satu-satunya tidak menyekutukannya ini perintah di dalam Alquran dan perintah seperti ini artinya menunjukkan<\/li>\n\n\n\n<li>bahwa keimanan tidak akan mungkin dicapai kalau tidak melalui keimanan terhadap prinsip-prinsip dasar ini jadi Disini ketika kita belajar agama dan ini sudah sering kita pelajari mungkin di dalam kajian-kajian yang kita hadirin langsung atau mungkin kita saksikan kita dengarkan di YouTube atau rekaman atau di manapun kita baca mungkin tentang rukun iman kita juga belajar tentang rukun Islam kemudian rukun iman ya berarti kita sudah punya landasan setelah kita belajar tauhid kita mengkaji tauhid Masya Allah ini semakin menguatkan karena<\/li>\n\n\n\n<li>tentu diantara rukun iman yang paling penting dan paling utama adalah yang pertama iman kepada Allah yang termasuk makna utamanya adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah kepadanya semata-mata tauhidul ibadah kemudian tauhid rububiyah kemudian tauhid asma wa sifat yang semuanya ini saling melengkapi dan saling terikat satu sama lainnya kita sudah belajar berarti kita sudah punya landasan iman yang benar setelah itu harusnya pembahasan-pembahasan ilmu lainnya waktu kita misalnya belajar tentang fiqih salat fiqih puasa<\/li>\n\n\n\n<li>fiqih zakat bermuamalah yang sesuai dengan Islam kemudian waktu kita membahas amal-amal yang lain di dalam Islam termasuk mungkin hak-hak suami dan istri dan seterusnya karena kita sudah punya landasan semua ini akan semakin menyempurnakan keimanan di hati kita sehingga Semakin banyak kita belajar Apalagi kita praktekkan juga dalam kehidupan kita sehari-hari salat ya kita juga puasa puasa sunnah juga kita kerjakan dzikir juga tidak kurang kita kerjakan kemudian ibadah-ibadah membaca Alquran berdoa kita amalkan juga Masya Allah ini<\/li>\n\n\n\n<li>sudah banyak sekali sudah ada dasarnya kemudian sudah ada sebab yang menumbuhkannya harusnya keimanan yang kita miliki saat ini sudah bisa kita ya dengan sebab itu menjadikan kita khusyuk dalam salat menjadikan kita mencintai kebaikan selalu mendapatkan penjagaan dari Allah artinya buah-buahnya Harusnya kita sudah rasakan Kenapa sedikit yang kita rasakan ini yang selalu menjadi pertanyaan semacam ada benang merah yang harus kita kaitkan untuk menghubungkan antara ilmu ini dengan kemanfaatannya pada diri kita ingat firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala<\/li>\n\n\n\n<li>di akhir-akhir surat al-hujurat yang juga saya pernah Jelaskan tentang orang-orang Arab Badui yang mengaku kami sudah beriman qolatil a&#8217;rabu amana kullamna orang-orang Arab badui datang dan berkata kami telah beriman kami telah beriman artinya kami sudah benar Iman kami sudah sempurna iman kami Allah berfirman cool katakan kepada mereka wahai Rasulullah kalian belum beriman Apakah mereka kafir tidak mereka sudah masuk Islam tapi untuk mengaku imannya sudah benar mereka belum capek itu Katakanlah kalian belum beriman artinya<\/li>\n\n\n\n<li>belum sempurna imannya tapi Katakanlah kami baru Islam masih mengamalkan secara dhohir saja agama dia beramal yang mengucapkan kalimat syahadat salat Iya tapi belum sampai menyentuh hakikat Iman di hatinya walakin Kullu aslamna walammayaduhul iman dan Belumlah itu masuk ke dalam hatimu jadi di sini tidak antara lahir dan batin itu belum disatukan amal-amalnya belum sampai kepada perbaikan hati dan Ini kebanyakan yang menjadi kendala Karena manusia perhatian hanya ah Saya sudah beramal Saya sudah datang pengajian saya sudah melaksanakan salat tidak ragu<\/li>\n\n\n\n<li>lagi jelas ini semua kebaikan tapi kenapa ketika sudah kita lakukan tahapan awal kebaikan tersebut kita tidak teruskan Apakah kita tidak mau menjadi seperti para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in kita semua pasti pengen menjadi seperti itu seperti para tabiin yang mereka selalu semangat berlomba-lomba dalam kebaikan dan ini tidak ada paksaan karena iman itu nikmat hakekatnya kemudian apa yang mereka dapatkan itu adalah karunia dari Allah yang Allah tidak khususkan mereka saja yang dapatkan yakni sahabat jelas punya<\/li>\n\n\n\n<li>keistimewaan yang tidak mungkin dicapai oleh generasi yang setelah mereka Tetapi apakah Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menyebutkan bahwa iman yang benar cuma untuk mereka saja kan tidak semua yang mengikuti jalan yang benar semua yang mempelajari agama beriman kepada Allah dan membenarkan petunjuk para nabinya selama dia belajarnya benar memperbaiki lahir dan batinnya dia akan meraih keutamaan tersebut jadi ada sesuatu yang belum kita sungguh-sungguh maksimal lakukan Taruhlah kalau bisa kita katakan amalan-amalan dhohir kita sudah berusaha<\/li>\n\n\n\n<li>Praktekkan tapi Sultan menggoda kita untuk mengesankan kamu sudah cukup Itu masalahnya kamu sudah banyak belajar kamu sudah beramal Kamu sudah puasa sunnah Setelah puasa yang wajib kamu juga sudah salat malam kamu sudah banyak begini begitu sudah banyak baca Alquran jadi saat dia merasa cukup padahal bukti-bukti keimanan yaitu bacaan Alquran yang menyentuh hati kemudian setiap dia membaca Alquran Dia merasakan tenang merasakan nikmat salat itu sebagai Qurrotul Ain penyejuk hati yang disebutkan dalam hadis yang shahih ini<\/li>\n\n\n\n<li>dia tidak rasakan terbukti ketika mengerjakan urusan dunia dia bisa lebih senang dibandingkan ketika mengerjakan agamanya berlomba-lomba dalam kebaikan ini jauh kebaikan-kebaikan yang banyak kita amalkan dalam kehidupan kita masih terasa berat dan terpaksa berarti ini bukti bahwasanya ada yang belum nyambung ada yang belum kita usahakan dari kebaikan-kebaikan yang sudah kita mulai ini ini yang dimaksud ya dengan penjelasan ini bahwa harusnya kebaikan-kebaikan iman yang sudah kita pernah pelajari yang sudah kita yakini<\/li>\n\n\n\n<li>ini benar-benar memperlihatkan buah sebagai bukti bahwa pertumbuhan Iman di hati kita itu benar maka oleh karena itu ikhwan dan rahimakumullah ya Sekali lagi kita ingatkan kepada Antum semua tentu kepada saya sendiri juga kita mengikuti manhaj salaf kan bukan sekedar pengakuan kita tahu inilah metode pemahaman beragama yang benar metode beragama yang benar dalam pemahaman dan Pengamalan dalam teori dan praktek dalam akidah dalam Ibadah dalam akhlak dalam muamalah dalam semua masalah ini yang benar dan kita semua<\/li>\n\n\n\n<li>yakin agama ini Allah mudahkan ada tipu daya setan memang yang harus kita berusaha melawannya dan minta pertolongan kepada Allah untuk menghadapinya tapi kita yakini Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman di dalam Alquran sebagai peringatan Apakah ada orang yang mau mengambil pelajaran darinya karunia Allah itu tidak susah ya karena sudah pernah Jelaskan kalau ada pertanyaan mengikhlaskan agama itu susah atau gampang Kalau yang ada yang mengatakan susah benar karena ada pernyataan para ulama Salaf kelas itu paling susah<\/li>\n\n\n\n<li>diusahakan tapi kalau tinjauannya dari sisi lain karunia Allah kebaikannya masa Allah persusah persulit bagi hamba-hamba yang beriman sementara Allah itu adalah ar-rahman ar-rahim maha pengasih lagi maha penyayang maha banyak kebaikan-kebaikannya Al Muhsin Maha berbuat baik Al wahhab Maha Pemberi karunia masa yang seperti ini nama dan sifat-sifatnya mempersulit kebaikan dan tidak mungkin jadi bagi orang yang menempuh jalan yang benar mengikuti petunjuk allah dan rasulnya itu tidak dipersulit Allah akan mudahkan<\/li>\n\n\n\n<li>jadi kalau kita sudah menempuh jalan para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in Belajar Alquran dan Sunnah Dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in kita bersabar meniti agama ini mengamalkannya maka Allah akan mudahkan bagi kita kebaikan-kebaikan tersebut ya tapi kita tidak boleh hanya mengamalkan sebagian kemudian meninggalkan yang lain tidak boleh kita merasa cukup dengan apa yang sudah kita miliki ilmu agama ini kita pelajari tidak ada tamatnya sampai kita menghadap Allah di atas jalan ilmu<\/li>\n\n\n\n<li>ya sampai kita menghadap Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dalam keadaan kita selalu menuntut ilmu kita berharap ketika menghadap Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dengan niat di hati kita untuk terus memperbaiki diri kalaupun ada yang kurang mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menyempurnakan dan memaafkan kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan kita ini yang kita harapkan dari pelajaran iman sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memuji orang-orang yang beriman di akhir surat al-baqarah dalam firmannya ya bilqiyam bidzalika ketika mereka<\/li>\n\n\n\n<li>mengamalkan semua ini dalam firmannya amanah Rasulullah beriman kepada apa yang Allah turunkan kepadanya kepada apa yang diturunkan kepadanya dari rabbnya demikian pula orang-orang yang beriman semua mereka beriman kepada Allah kepada malaikatnya kepada kitab-kitabnya rasul-rasulnya mereka mengatakan Kami tidak akan membeda-bedakan antara seorang pun dari rasul-rasul utusan Allah dan mereka selalu berkata kami<\/li>\n\n\n\n<li>mendengarkan dan kami mentaati kayak mohon pengampunanmu ya Allah kami dan hanya kepadamulah kami semua akan dikembalikan iman maka Allah Kabarkan beritakan di dalam<\/li>\n\n\n\n<li>ayat ini bahwa Rasul Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan kaum mukminin yang bersama beliau yakni para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhu majma&#8217;in mereka telah mengimani dasar-dasar keyakinan ini dan mereka tidak membedakan antara keimanan seorang rasul dengan yang lainnya akan tetapi mereka beriman kepada mereka semua kepada semua Rasul dan mengimani kitab-kitab yang Allah turunkan kepada mereka atau petunjuk yang Allah turunkan kepada mereka kemudian mereka berusaha berpegang dengan ketaatan kepada Allah mereka mengatakan<\/li>\n\n\n\n<li>Kami selalu dengar dan selalu mentaati Allah dan mereka meminta kepada Allah untuk mewujudkan hal itu pada diri mereka serta mereka memohon agar Allah memaafkan kekurangan-kekurangan mereka dalam menunaikan hak-hak atau konsekuensi iman dan mereka mengakui bahwa tempat kembali semua makhluk tempat berkumpulnya tempat dikumpulkan mereka nanti kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala pada hari kiamat yang ketika itu Allah akan membalas mereka Sesuai dengan apa yang mereka tegakkan dari konsekuensi iman dan hal-hal yang mereka<\/li>\n\n\n\n<li>lalaikan juga akan mendapatkan balasan sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam surat Ali Imron ayat ke 53 tentang pengikut para nabi Alaihi salatu Wassalam pengikutnya Nabi Isa dan yang lainnya mereka mengatakan wahai RAB kami Robbana amana kami telah beriman dengan apa yang engkau turunkan dan kami telah mengikuti rasulmu maka Tuliskanlah kami bersama orang-orang yang selalu mempersaksikan kebenaran ini maka mereka beriman dengan hati mereka berpegang teguh berkomitmen dengan hati mereka dan mengamalkan ketaatan dengan anggota<\/li>\n\n\n\n<li>badan mereka Wassalam dan mereka memohon kepada Allah agar menuliskan mereka bersama orang-orang yang mempersaksikan tauhid kepada Allah dan mereka memohon kepada Allah agar mewujudkan memudahkan bagi mereka untuk mengamalkan hal itu dalam ucapan perbuatan dan keyakinan ini kabar yang Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala perintahkan di dalam Alquran tentu sebaik-baik pelajaran bagi kita untuk kita mengambil sebab yang menguatkan iman kita mungkin Antum ingat disebutkan dalam hadis riwayat Imam muslim tentang sebab atau kejadian yang ada di masa<\/li>\n\n\n\n<li>Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika turunnya ayat-ayat terakhir di surat al-baqarah ini dan bagaimana sikap sahabat yang menjadi sebab Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menguatkan iman mereka yakni ketika turun ayat sebelum ayat ini lillahi Ma fissamawati wama fil ardhi wa into bihillah milik Allahlah apa yang ada di langit-langit dan di bumi kalau kamu menampakan apa yang ada di dalam jiwamu bisikan-bisikan di dalam hatimu atau kamu sembunyikan pun Allah akan menghisapnya maka Allah akan mengampuni siapa yang<\/li>\n\n\n\n<li>dikehendakinya dan mengazab siapa yang dikehendakinya dan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Maha Kuasa atas segala sesuatu ayat ini ketika turunnya meresahkan hati sebagian dari para sahabat radhiyallahu Ta&#8217;ala anhum ajmain karena para sahabat mereka ini ketika turun Alquran mereka selalu memikirkan apakah kita mendapatkan kebaikan dari ayat ini atau pelanggaran mungkin jangan-jangan kita lakukan ini kan berbeda sama kita kan kita kalau kita baca satu ayat kita kadang-kadang tidak paham tidak perduli Harusnya kalau orang yang beriman dia<\/li>\n\n\n\n<li>harus memeriksa dirinya Apakah saya sudah mengamalkan ayat ini kalau ayat ini berupa kabar gembira Apakah saya sudah memiliki ciri-ciri orang yang mendapatkan kabar gembira ini kalau ancaman jangan-jangan Saya terkena ancaman tersebut ternyata ayat ini Antum tahu kandungan isinya adalah Penjelasan bahwa bisikan hati itu dihisap oleh Allah coba Antum bayangkan Siapa orang yang bisa menjaga bisikan di hatinya dan tidak ada ya Meskipun nanti di ayat yang menjelaskan bahwa ini setelah itu Allah hapuskan Allah berikan keringanan ini adalah<\/li>\n\n\n\n<li>sesuatu yang Allah bebankan kepada umat-umat sebelum kita Alhamdulillah umat Islam dihapuskan bisikan hati selama belum menjadi ucapan lisan atau perbuatan anggota badan itu maka tidak diperhitungkan oleh Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang jelas ketika turun ayat ini bisikan di hatimu atau bisikan dalam jiwamu kalau kamu tanpakan yakni kamu lakukan atau kamu ucapkan ataupun tidak tetap Allah hisab maka Allah mengampuni Siapa yang dikehendaki akan diazab Siapa yang dikehendaki jelas ini memberatkan para sahabat akhirnya mereka datang<\/li>\n\n\n\n<li>kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah kami kita diperintahkan melaksanakan diperintahkan Salat kita berusaha mengamalkan diperintahkan puasa diperintahkan berjihad bahkan kita berusaha kerjakan tapi ayat ini memerintahkan kepada kami hal yang kami tidak mampu memerintahkan kepada kami hal yang kami tidak mampu yaitu menjaga bisikan hati kita padahal Siapa yang bisa melakukan new sylton membersihkan hati dengan bisikan-bisikan buruk setiap saat ketika mendengarkan ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab<\/li>\n\n\n\n<li>kepada mereka aturi dunia Apakah kalian ingin menjawab seperti pernyataan Bani Israil sami&#8217;na wa ashaina kami dengar Kemudian kami durhaka hanya dengar tapi tidak mengamalkannya tapi Katakanlah ya Allah kami tetap dengar dan taat kayak mohon pengampunanmu Ya Allah dan hanya kepadamu kami semua akan dikembalikan Antum perhatikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab mereka itu dengan jawaban yang akan mudah diterima oleh orang-orang yang beriman yaitu apa beliau ingin mengingatkan Allah tidak mungkin membebani hambanya melebihi kemampuannya<\/li>\n\n\n\n<li>yang penting Antum sikapi dengan benar perintah Allah tersebut kalau tidak mampu jangan ah Saya tidak mampu Saya tidak mau kerjakan ya ini kita menentang padahal ini perintah dari Allah ya Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan semua yang kita butuhkan ada di tangannya jangan menentang Antum harus bersikap seperti seorang hamba maka Rasulullah SAW membimbing jangan seperti Bani Israil ketika mereka menghadapi perintah Allah setiap ada yang mereka tidak mampu Ah kami dengar Kami tidak mau taat tapi tunduklah kepada Allah katakan<\/li>\n\n\n\n<li>kami dengar dan kami taat Bagaimana kalau tidak mampu kita lakukan ada hal-hal yang kita kurang mohon ampun kepada Allah Gufron Ya Allah ampunilah kekurangan-kekurangan Kami memang ini yang kami mampu lakukan dan akhirnya setelah mendengarkan ini mereka kemudian mengulang-ulangi ucapan tersebut dan ini keistimewaan para sahabat radhiyallahu Ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in kemudahan mereka untuk mendengarkan perintah Allah dan rasulnya mereka tidak berpikir lagi nanti bagaimana kalau kami tidak mampu lakukan Sudah sudah ada<\/li>\n\n\n\n<li>perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dan inilah solusi yang terbaik maka dengan sebab itu akhirnya disebutkan dalam hadis tersebut palama ketika mereka kemudian mengucapkannya ya lisan mereka sudah mengulang-ulanginya Allah turunkan di ayat berikutnya untuk keringanan menghapuskan hal tersebut ya makanya ini menunjukkan kepada kita ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dan rasulnya ketundukan hati kita tidak menentang tidak merasa sombong tidak merasa cukup kalau terus kita merasa diri kita kurang sehingga kita<\/li>\n\n\n\n<li>ingin meminta rahmat Allah dan taufiknya untuk perbaikan diri kita ini menjadi sebab kemudahan yang Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala berikan sebagaimana yang ini ditunjukkan di dalam kisah tadi para sahabat radhiyallahu Ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in dengan sebab Sikap mereka Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala turunkan ayat-ayat Alquran yang di situ Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala mengampuni dosa dari hal-hal yang tidak mampu kita lakukan atau di luar dari kesanggupan kita seperti yang disebutkan di ayat-ayat terakhir dari surat al-baqarah ya yang merupakan kelanjutan<\/li>\n\n\n\n<li>kelanjutan dari ayat ini ala kulli hal ini semua adalah sikap orang yang beriman ketika kita meyakini Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala maha pengasih lagi maha penyayang dan akan memudahkan limpahan karunianya kepada hamba-hamba yang beriman yang selalu tunduk dan berpegang teguh dengan agamanya tapi Barakallah mudah-mudahan apa yang kita bahas dan Kaji di kesempatan pagi hari ini bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan bagi kita semua cukup sampai di sini Sebelum kita akhiri kita lanjutkan dengan tanya jawab di waktu yang masih ada pada<\/li>\n\n\n\n<li>ya ada pertanyaan pak ustad di surat Ibrahim ayat 25 yang menjadi inti pembahasan kita ya yang tadi kita bacakan tentang pohon iman apa yang Apakah yang dimaksud dengan pohon tersebut adalah pohon nahlah pohon kurma artinya pohon kurma contoh pohon yang pertumbuhannya sempurna itu adalah pohon kurma karena pohon kurma itu semua bagian-bagian darinya bisa dimanfaatkan itulah yang dicontohkan sebagai pohon iman yang akarnya menancap kuat kemudian batangnya menjulang ke langit kemudian buah-buahnya setiap saat keluar dengan izin Allah<\/li>\n\n\n\n<li>Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Bolehkah kita mengambil ilmu dari kedua Ustaz sunnah Salaf yang terpecah belah atau saling mentah hadir kalau dua-duanya sunnah boleh diambil ilmu darinya ahlussunnah itu kita ambil kebaikannya Kita buang keburukannya karena asalnya dia masih di atas sunnah Jadi kalau yang terpecah belah atau saling mentah hati ini dipastikan dulu apakah benar-benar asalnya mereka sama-sama sunnah dan cara kita memastikannya kita nilai keadaannya sebelum terjadi perpecahan karena kalau sudah di zaman fitnah kita<\/li>\n\n\n\n<li>akan sulit menilai ya kita lihat asalnya kita bertanya kepada orang yang mengenalnya tentang pemahaman dasarnya itu cara kita menilai kalau mereka saling mentaatir saat ini karena kadang-kadang kata para ulama al-qalam pembicaraan diantara sesama sampai pun misalnya sama ulama yang seangkatan yang sebaya itu ada hal-hal yang tidak perlu kita dengarkan YouTube digulung dan tidak perlu kita riwayatkan yakni kadang-kadang ada ulama mengkritik ulama lain belum tentu itu karena benar-benar kesalahan yang pantas dikritik ada<\/li>\n\n\n\n<li>mungkin karena masalah-masalah pribadi saja terjadi di kalangan para ulama apalagi di kalangan Ustadz yang tentu kedudukannya dibawa para ulama yang seperti ini makanya kita nilai kalau betul-betul mereka asalnya dua-duanya adalah sunnah maka seperti tadi kita ambil kebaikan tinggalkan keburukannya kalau kita tahu ada kesalahannya jangan kita ikuti kesalahan tersebut misalnya ada Ustadz sunnah kerjanya suka mentahr ya yang seperti ini jangan kita ambil kehadirannya kalau dia sudah sering mentaati dalam majelisnya ya tidak perlu<\/li>\n\n\n\n<li>kita menghadiri majelisnya karena bukan tidak mau mengambil ilmunya tapi karena khawatir karena kita hadir nanti di majelisnya yang kemudian mencela Ustaz lain Dan kita tidak bisa mencegahnya maka kita cukupkan mungkin kalau kita perlu mengambil ilmu darinya kita dengarkan saja rekamannya atau kita bisa mengambil dengan cara yang lain ala kulli hal kadang-kadang ada yang kita tinggalkan bukan karena tidak mau mengambil ilmu darinya tapi karena menghindari fitnah yang lebih besar dengan menghadiri majelis orang tersebut<\/li>\n\n\n\n<li>Bagaimana cara menumbuhkan iman yang kuat agar kita dimudahkan dapat bersedekah setiap harinya bukan hanya bersedekah kebaikan-kebaikan yang lain berzikir membaca Alquran dan seterusnya ya cara menumbuhkan iman yang berdoa kepada Allah kemudian melakukan sebabnya yang sedang kita bahas ini adalah upaya untuk itu yakni ketika membaca Alquran jadikan bacaan kita menyentuh di hati kita karena yang ditanam pohon iman ditanam di hati kita maka Bagaimana mungkin kita akan bisa menumbuhkan keimanan di hati kita Waktu kita membaca<\/li>\n\n\n\n<li>Alquran tidak pernah kita sentuhkan kandungannya kepada hati kita inilah tujuannya Kenapa kita diperintahkan membaca Alquran dengan tadabur memahami maknanya supaya menyentuh kebaikan di hati kita Waktu kita berdzikir juga seperti itu beribadah seperti itu dan ibadah-ibadah yang lain Apa hukumnya jualan gelang kaki wanita yang ada bunyinya ring ring dan yang tidak ada bunyinya gelang tangan wanita ya hukum asalnya kalau itu perhiasan yang biasa dipakai maka boleh-boleh saja ya selama tidak<\/li>\n\n\n\n<li>nanti tidak ditampakkan Karena yang namanya gelang kaki dulu kan juga disembunyikan cuman yang ada bunyinya mungkin dilarang untuk diperdengarkan karena Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman dalam Alquran tentang perempuan wala yadribna dan janganlah mereka perempuan memukulkan kaki mereka ketika berjalan sehingga diketahui perhiasan yang disembunyikannya ya ini perhiasan di kaki tadi itu semacam gelang kaki itu dia berjalan dengan keras supaya didengar suaranya oleh laki-laki ini tidak boleh apalagi ditampakkan tentu<\/li>\n\n\n\n<li>lebih tidak boleh lagi maka hukum asalnya kalau itu perhiasan boleh dipakai dan biasa dipakai perempuan boleh kita jual dan kita Ingatkan supaya tidak ditampakkan tentu saja ketika perempuan memakainya ketika kita jual kepada orang-orang yang sudah biasa ikut kajian maka ini Insya Allah tidak mengapa karena mereka akan berusaha menjaga memakai perhiasan tersebut di tempat yang dibolehkan dalam syariat kok beliau Jumat ada apa tidak salat qobliyah Jumat seperti qobliyah Dhuhur atau salat qobliyah lainnya yang disyariatkan<\/li>\n\n\n\n<li>itu tidak ada qobliyah khusus dikatakan qobliyah Jumat yang ada itu salat sunnah sebelum Khatib naik mimbar dan itu tidak terbatas rakaatnya dua rakaat 2 rakaat terus sampai Khatib naik mimbar itu disebutkan di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang Shahih dan ini termasuk sunnah yang ditinggalkan di zaman sekarang yang harusnya kita berusaha menghidupkannya jadi ketika kita datang ke masjid kita salat dua rakaat duduk lagi dua rakaat terus sampai khotib datang itu ada sunnahnya yang salat seperti ini<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah hadits untuk menyayangi kucing riwayatnya Shahih Saya bertanya karena saya tidak suka hewan tidak mengapa tidak dilarang juga selama kita bisa memelihara hewan tersebut dan tidak menzaliminya yakni bisa memberi makan kemudian tentu kalau yang berhubungan dengan kucing kan menjaga najisnya Rasulullah SAW ketika menyebutkan tentang kucing dalam hadis yang shahih beliau bersabda innaha minat ini hewan yang selalu ada di sekitarmu yakni termasuk hewan yang hidup di dekat dengan manusia maksudnya ini diperbolehkan menunjukkan<\/li>\n\n\n\n<li>diperbolehkan kucing itu di rumah kita atau kita pelihara asal kita kasih makan dan seterusnya itu diperbolehkan sebagaimana hewan yang lain juga boleh tapi tidak harus kita lakukan kalau kita tidak suka ya Tidak mengapa kalau tidak menyukainya baik Apakah membaca surat al-mulk setiap akan tidur termasuk membaca Alquran meskipun tanpa membacanya langsung dengan baca Alquran hanya dengan hafalan boleh-boleh saja dan termasuk dapatkan keutamaannya kalau kita baca dari hafalan kita ya Tidak mengapa kalau kita sudah hafal dengan benar kita baca<\/li>\n\n\n\n<li>dengan hafalan kita tentu termasuk membaca Alquran tidak mesti kita harus baca dari mushaf ya dan tentu dia akan mendapatkan keutamaan yang berhubungan dengan membaca surat tersebut Cukup sampai di sini kajian kita mudah-mudahan apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Salallahu Wassalam warahmatullahi wabarakatuh<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4044","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-pokok-pohon-keimanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-pokok-pohon-keimanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T07:43:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"24 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/\",\"name\":\"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T07:43:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T07:43:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-pokok-pohon-keimanan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-pokok-pohon-keimanan\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T07:43:35+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"24 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/","name":"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T07:43:35+00:00","dateModified":"2026-07-13T07:43:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 | POKOK POHON KEIMANAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4044"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4044"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4045,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4044\/revisions\/4045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}