{"id":4054,"date":"2026-07-13T14:47:18","date_gmt":"2026-07-13T07:47:18","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4054"},"modified":"2026-07-13T14:47:18","modified_gmt":"2026-07-13T07:47:18","slug":"pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/","title":{"rendered":"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udd34[LIVE] POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/azYYUP9bLx4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]<br><br>Waalaikumsalam [Musik] ah wudlil Fala hadialah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasuluh ya [Musik] aumums wahah w ya<br><br>ausakumakumfirakum dunakumahu faqanq kitabah Wir had had muhammadinallahu alaihii wasam alhamdulillahahumullah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunanya Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan taufiknya dijidikhlid yang mulia ini dalam lanjutan kajian kita membahas permasalahan yang paling penting dalam agama kita tentang keimanan Bagaimana menumbuhkannya di hati kita menguatkannya di hati kita dengan mengkaji kitab kecil yang sangat<br><br>bermanfaat kitab attaudihu Wal bayanu lajaratil Iman penjelasan tentang pohon iman buah karya dari Al Imam almufassir As Syekh Abdurrahman Bin nashir ass&#8217;di rahimahullahu taala Barakallah fikum jemaah sekalian rahimakumullah iman kita ketahui bersama adalah karunia terbesar yang Allah subhanahu wa taala limpahkan kepada hamba-hamba yang dikehendakinya hamba-hamba yang beriman yang dipilihnya tentu ini lebih mulia dari urusan-urusan dunia yang justru dikejar oleh kebanyakan manusia padahal bukan itu keutamaan dan<br><br>kemuliaan yang pantas dibanggakan di sisi allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Alquran azubillahiminasyaitanirrajim Qul bifadlillahi wirahmatihi fabidzalikarahu huirum mimma yajmaun Katakanlah dengan karunia Allah dan dengan rahmatnya maka dengan itu hendaknya mereka orang-orang yang beriman yafrahu merasa gembira merasa senang merasa bangga karena karunia Allah itu lebih mulia lebih baik dari kesenangan dunia yang berlomba-lomba dikumpulkan oleh manusia karunia Allah dan rahmatnya itu ditafsirkan oleh para<br><br>ulama salf sebagaimana penjelasan Imam Ibnu qayum rahimahullah taala sebagai Alquran dan iman ya karunia Allah yang kita diperintahkan untuk merasa bangga dan merasa Mulia dengannya adalah Alquran dan keimanan jelas AlQuran merupakan sumber utama yang menumbuhkan Iman maka inilah kebanggaan yang sejati inilah kemuliaan yang sesungguhnya inilah karunia Allah yang harusnya kita berlomba lomba untuk mengumpulkannya karena ini benar-benar kemuliaan kita bahkan di sinilah kebahagiaan hidup kita yang sesungguhnya inilah keberuntungan<br><br>kita di dunia dan di akhirat Oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah kita Ingatkan Kembali bahwa perkara Iman ini Allah subhanahu wa taala berikan kepada hamba-hamba yang terpilih kita ingat riwayat yang sahih dari ta perkaun terhadap orang yangcya Maun orang yang tidakcya tapi Allah subhahu wa taal Mik keberhasilan dalam mendapatkan fasilitas duniawi sama sekali bukan ukuran kemuliaan di sisi Allah meskipun kebanyakan manusia salah paham ketika mereka mendapati<br><br>urusan-urusan dunianya dipermudah ketika mereka mendapati banyak jalan-jalan yang terbuka dalam keuntungan dunia lantas dia merasa Oh ini sebagai wujud Allah memberikan pertolongan kepadanya ini sebagai tanda bahwa Allah Rida kepadanya ini tidak benar pemahaman seperti ini ini pemahaman justru disebutkan sebagai pemahaman yang tercela di dalam al-qur&#8217;an orang yang menjadikan ukuran keberhasilan dalam urusan duniawi sebagai bukti keridaan Allah sebaliknya kalau dia gagal dalam urusan dunianya berarti Allah murka kepadanya<br><br>ini sama sekali pemahaman yang rusak jauh dari kebenaran ya Allah subhanahu wa taala menyebutkan di dalam al-qur&#8217;an di surah sewaktu menjelaskan di surat alfajr ya faammal insanu mabtalahubuhu faakrahu waamahu fayquulubi AKR wa Amma mabtalahu faqar Alaihi rizohuqubi ahanan Adapun seorang manusia seorang hamba ketika dia diuji oleh rabnya oleh Allah subhanahu wa taala kemudian dimuliakan diberikan berbagai maam nikmat dalam urusan duniawi maka dia akan mengatakan Allah subhahu wa taa muliu berarti ini menun Allah Mer tapi ketika dia<br><br>diiji kesan dijadek it rezekinya maka sebaliknya dia akan mengatakan rabku Allah subhanahu wa taala merendahkanku tidak mencintaiku langsung Allah balas di ayat setelahnya ka sama sekali tidak ya itu bukan ukuran kemuliaan ya Jadi kita harus ingat ini kemuliaan dan kerendahan seseorang adalah kembali kepada semangatnya belajar tentang iman semangatnya memperbaiki dirinya semangatnya memikirkan Bagaimana salatnya bisa khusyuk bagaimana dia bisa semangat berlomba-lomba dalam kebaikan Bagaimana tetap dia bisa istikamah dalam semua<br><br>keadaannya itu baru namanya bukti keridaan Allah subhanahu wa taala ya jadi seseorang diuji kadang dengan kelapangan dan kesempitan bisa jadi ketika seseorang misalnya sedang mengusahakan satu ususan dunia ternyata dipermudah dapatnya ini justru bisa jadi merupakan ujian yang bisa melemahkan imannya kalau dia tidak pandai mensyukuri nikmat tersebut artinya ini belum tentu tanda kebaikan atau keburukan Ya sudah pernah kita Jelaskan juga urusan dunia itu bukan menjadi ukuran kebaikan atau keburukan kecuali kalau kita bisa bertakwa kepada Allah<br><br>subhanahu wa taala dalam menyikapi keadaan tersebut itu baru merupakan tanda atau bukti kebaikan bukti keridaan Allah subhanahu wa taala yang jelas Ikhwan akw fidin rahimakumullah orang yang beriman orang yang berilmu menilai segala sesuatu dengan dalil dengan ilmu bukan dengan perasaan bukan hanya sekedar dengan pertimbangan-pertimbangan yang tanpa dalil sebagaimana kebiasaan dari orang-orang awam yang tidak paham agama Allah subhanahu wa taala jadi kalau kita mendapati diri kita semangat dalam menuntut ilmu ada keinginan untuk<br><br>memperbaiki diri semangat untuk belajar tauhid selalu merindukan ya saat-saat tentang kajian keimanan kajian tentang Tauhid kajian tentang mengenal nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi kita selalu gembira ketika membaca Alquran kita selalu merasakan senang ketika berik kepada Allah ini Insyaallah merupakan pertanda keridaan Allah subhanahu wa taala kepada kita karena ini merupakan ciri-ciri kebaikan dalam iman kita ya masih ingat pernyataan dari sahabat yang mulia Utsman IBN Affan<br><br>radhiallahu taala Anhu laubat kalamillah seandainya hati kita bersih maka mestinya dia tidak akan pernah merasa puas untuk terus membaca membaca firman Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah ya termasuk semangat kita belajar semangat kita memperbaiki diri kita ingat menuntut ilmu itu sampai mati kemarin bulan Ramadan berakhir dengan segala kemuliaan dan keutamaannya dengan segala keberkahannya tempat kita beramal musim kebaikan yang terbaik yang terbesar di dalam Islam ya semoga Allah subhanahu wa taala<br><br>menerima amal-amal ibadah kita dan memberikan balasan yang sempurna Semoga kita mendapatkan pengampunan dari Allah pbebasan dari api neraka dan kebaikan-kebaikan serta keberkahan bulan Ramadan lainnya Setelah itu apa lanjut lagi belajar lanjut beramal memang dunia ini adalah tempat kita beramal tidak ada istirahat istirahatnya orang yang beriman adalah ketika dia salat istirahatnya orang yang beriman adalah ketika dia telah menapakkan salah satu dari kedua kakinya di surga itu pernyataan Imam Ahmad bin hambbal<br><br>rahimahullah taala waktu ditanya mata yastarihul Mukmin Kapan orang yang beriman itu beristirahat maka Beliau mengatakan qamaii Jannah ketika dia sudah meletakkan salah satu dari kedua kakinya di surga ini baru kita beristirahat dan memang di dunia ini istirahat kita adalah sewaktu kita beribadah di dalam majelis ilmu ini adalah taman-taman surga masa kita ingin istirahat menjauhi taman surga pasti kita justru merasa senang di dalam taman surga ya justru kehidupan dunia kita atau Ambisi kita mengejar dunia itulah<br><br>tempat kita capek tempat hati kita tersiksa kalau kita tidak iringi dengan sebab-sebab yang mendekatkan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala jadi jangan kita mengikuti angan-angan kita yang panjang hawa nafsu kita yang ditunggangi oleh setan untuk mengesankan bahwa belajar agama itu seolah-olah kita menghabiskan waktu kita kita memperpayah diri kita sehingga kita perlu istirahat dulu ya ketika ada yang ditanya tidak ada pengajian Oh kita libur dulu sementara karena kita perlu beristirahat dulu sejenak bagaimana mungkin anda beristirahat dari<br><br>sebab yang menenangkan jiwa sebab yang mendamaikan hati justru kita beristirahat dari urusan dunia ya kalau kerja ada liburnya karena kita capek jiwa kita terus mengejar dunia tetapi orang yang beriman di saat-saat kemarin bulan Ramadan disyariatkan dia beribadah itulah saat-saat dia mengumpulkan kebaikan untuk dirinya itulah saat-saat dia mengistirahatkan hatinya Antum ketahui di akhir bulan Ramadan ada pensyariatan ikkaf kata Imam IBN qim hakikat daripada ikkaf itu adalah ikkafnya hati ya W terhimpunnya hati untuk hanya<br><br>menghadapkan diri kepada Allah kenapa Karena hati kita sepanjang tahun itu capek terus sibuk dengan mengurus makhluk dengan menghitung harta dengan mengejar materi ini yang bikin hati kita capek selama ini maka Allah subhanahu wa taala yang Maha Sempurna rahmat dan karunianya mengetahui hamba ini kalau dia tidak beristirahat hatinya tidak dihimpun kembali serakan atau serpihan-serpihan hatinya yang selama ini terpecah konsentrasi hatinya karena sibuk urus makhluk tanpa ini hamba ini tidak akan bisa menjadi baik dalam<br><br>hidupnya jadi ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah pemikiran kita kita harus Arahkan kepada pemahaman Islam kita harus bawa kepada penjelasan dari dalil al-qur&#8217;an dan Sunah jangan seperti orang awam ya jangan seperti orang awam yang mengikuti keinginan hawa nafsunya Oh kamu tidak akan tenang karena kamu belum punya uang Karena kamu belum punya ini karena kamu belum mendapatkan ini dari urusan dunia tidak ada ini justru yang mempersulit yang menambah penderitaan di hati kita jadi permasalahan kita saat ini Sebab utama yang menjadikan kita<br><br>belum bahagia sampai saat ini secara maksimal ketahuilah itu adalah masalah yang berhubungan dengan iman kita masalah yang berhubungan dengan ketakwaan di hati kita inilah yang harusnya kita kejar inilah yang seharusnya selalu kita usahakan sampai kita menghadap Allah subhanahu wa taala sampai di akhir hayat kita Oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah ya kita menuntut ilmu kembali dan kata para ulama thaabul Ilmi hatalamat menuntut ilmu itu sampai kita meninggal dunia kita ingin dapatkan kemuliaan yang sesungguhnya kalaupun tidak kita<br><br>dapatkan paling tidak kita sudah berusaha dan Allah subhanahu wa taala yang maha luas karunianya akan melihat usaha kita akan melihat kesungguhan kita dalam upaya untuk memperbaiki diri dalam upaya untuk mengejar apa yang kita yakini bahwasanya kemuliaan yang sesungguhnya ketenangan dan Kedamaian Hati Yang Sesungguhnya kebahagiaan yang Hakiki yang sesungguhnya adalah ketika seseorang telah bisa memperbaiki keimanannya menc keikhlasan dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala ketika hatinya telah dipenuhi<br><br>dengan kecintaan rasa takut dan pengharapan pengharapan kepada Allah subhanahu wa taala makanya kita akan terus belajar kita akan terus menuntut ilmu sebagaimana orang-orang yang mulia sebelum kita sampai sampai kita menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti Oleh karena itu jalan ilmu ini jangan kita sia-siakan inilah jalan yang akan menghubungkan kita selalu dengan Allah subhanahu wa taala ya al-qur&#8217;an adalah hablullahil mamdud bainamaai Wal ARD tali Allah yang terbentang di antara langit dan bumi<br><br>inilah yang akan selama kita berpegang teguh dengannya yang akan selalu menghubungkan kita dengan Allah subhanahu wa taala menjadi sebab penjagaannya menjadi sebab limpahan rahmat dan karunianya maka menuntut ilmu Jangan sampai kita tinggalkan inilah Bekal terbaik yang kita miliki yang harusnya terus kita berpegang teguh dengannya sampai kita menghadap Allah subhanahu wa taala agar kita senantiasa dibimbing menempuh jalan yang lurus Wim Billahi FAQ hudiyaatim mustaqim dan barang siapa yang selalu berpegang teguh dengan<br><br>petunjuk Allah maka dialah yang akan senantiasa terbimbing untuk menempuh jalan Allah yang lurus oleh karena itu jemah sekalian [Musik] rahimakumullah tempatkan agama ini sebagai sesuatu yang paling mulia dalam hidup kita niscaya dengan itu Allah subhanahu wa taala akan memuliakan kita ya ibadah kalau kita utamakan kalau kita perhatikan maka Allah subhanahu wa taala juga akan memberikan perhatian kepada kita jadi keinginan hawa nafsu untuk mengejar dunia ini sudah harus kita singkirkan seiring dengan semakin kita<br><br>belajar agama kan di antara ciri-ciri ilmu yang bermanfaat ya di antara ciri-ciri warisan dari ulama Salaf dalam memandang dunia dan bahkan Ini yang menjadikan para sahabat lebih mulia dibandingkan generasi yang datang setelah mereka adalah pandangan terhadap dunia menjadikan mereka zuhud karena mereka tahu dunia ini tidak ada nilainya tidak membahagiakan justru melalaikan ya kemudian kesenangannya juga kalau ada ada kesenangan yang tidak murni kemudian dunia ini Ketika seseorang sedang berambisi mengejarnya dia juga tidak akan dapatkan karena<br><br>Allah tidak akan berikan kepada seorang manusia kecuali bagian yang telah Allah Tentukan sudah seperti itu tiba-tiba dia sedang sibuk mengejarnya kematian datang menjemputnya dia belum siap rugi dunia dan akhirat ya itulah keadaan dunia jadi seperti ini harusnya orang yang telah mengenal agama sudah memahami dan memperbaiki sikapnya ada Ar yang juga pernah kita nukilkan kalau tidak salelah di kajian kita yang lalu dari Ibnu Mas&#8217;ud radhiallahu taala Anhu waktu dia mengatakan di depan murid-muridnya inakum lawalatan wa<br><br>akarhadan Min ashabi rasulillah Shallallahu Alaihi wasam [Musik] wum kalian salatnya kelihatan lebih panjang ibadahnya kelihatan lebih sungguh-sungguh dibandingkan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain tapi mereka tetap lebih utama dibandingkan kalian maka bertanya murid-muridnya walim kenapa seperti itu maka beliau menjawabun ak karena mereka lebih zuhud dalam kehidupan dunia dan lebih cinta kepada [Musik] akhirat yakni ilmu kalau tidak membimbing kita untuk lebih semangat mengejar akhirat kemudian lebih zuhud dalam dunia<br><br>Berarti ilmu tersebut tidak bermanfaat bukan ini yang kita dapatkan dari warisan para ulama Salaf ya orang yang mengejar kenikmatan tertinggi di dunia tapi pikirannya masih terfokus pada dunia Dia adalah orang yang paling miskin dia akan meninggalkan dunia dalam keadaan terus menderita dan dan belum mendapatkan kenikmatan tertinggi di dunia ini ini juga pernah kita nukilkan pernyataan salah seorang ulama Salaf yang disebutkan oleh Imam Ibnu qayyim dalam beberapa kitab beliau masakinu ahli Dun KH masak ahl Dun orang-orang yang<br><br>mengejar dunia itu miskin ya adalah orang-orang yang paling miskin ketika mereka meninggalkan dunia ini mereka tidak akan merasakan kenikmatan tertinggi yang ada di dunia ditanya ulama ini Apa itu kenikan ter keindahan tertinggi yang ada di dunia maka Ul salf ini [Musik] nikatuindu tentang indahnya Iman mungkin saat ini baru gambarannya yang kita dengarkan dari ayat-ayat al-qur&#8217;an dari hadis-hadis yang sahih dari nukilan para ulama Salaf tapi inilah arah yang harus kita tuju arah yang harus kita tuju inilah target utama yang harus kita capai dalam<br><br>kehidupan kita jadi bukan kita mengejar angan-angan kita yang dibisikkan oleh setan dengan menunggangi hawa nafsu kita tapi yang kita kejar adalah apa yang disebutkan di dalam dalil Apa yang dijelaskan oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah tentang hakikat kebahagiaan hidup yang sesungguhnya hakikat kenikmatan yang sejati yang inilah yang akan menjadi sebab kemuliaan dan keselamatan kita ketika kita menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti nah oleh karena itulah jemaah sekalian rahimakumullah kita ingin<br><br>Ingatkan belajar tentang iman perlu bersabar ingat orang-orang yang dipilih yang akan bisa mendapatkan Taufik untuk terus mengejarnya godaan setan pasti banyak karena ini merupakan pilihan dari Allah subhanahu wa taalaikaadlullahihiasya wallahuuladlilim itu adalah karunia dari Allah subhanahu wa taala yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendakinya dan Allah subhanahu wa taala Maha memiliki karunia yang agung jadi perlu bersabar perlu mengulangi dan perlu mempraktikkan perlu mempraktikkan waktu kita membaca al-qur&#8217;an kita sudah harus<br><br>latihan memahami kandungan isinya agar keindahan Alqur&#8217;an menyentuh hati kita Waktu kita berzikir kita harus latihan berzikir Dengan memahami ungan maknanya ini cara kita belajar cara kita memperbaiki thaabul Ilmi kita agar kita bisa rasakan manfaatnya semakin kita belajar semakin menguatkan dan menumbuhkan keimanan di hati kita Barakallah fikum tib jemaah sekalian rahimakumullah pembahasan kitab ataudihu Wal bayanajaratil iman yang sedang kita kaji masih menjelaskan tentang eh definisi dan penjabaran makna Iman dari ayat-ayat<br><br>al-qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi W Ali wasallam dan ini sudah kita katakan termasuk sebaik-baik yang menjelaskan petunjuk di dalam Islam apalagi yang berhubungan dengan masalah keimanan selanjutnya di sini oleh Syekh Abdurahman rahimahullah taala akan dibawakan penjelasan dari sebuah hadis yang sahih hadis sahih riwayat Imam muslim Beliau berkata Wafi shahihi muslimin Min hadisi Sufyan IBN Abdillah ataqafi radhiallahu taala Anhu di dalam sebuah hadis yang sahih dari riwayat sahabat sufan IBN<br><br>abdillahqfi [Musik] radhiallahu Anhu qala Beliau berkata [Musik] klu aku pernah bertanya ya Rasulullah kulli fil Islami qulan la as&#8217;alu anhu ahadan ba&#8217;daka aku bertanya wahai Rasulullah Sampaikanlah kepadaku di dalam Islam ini satu ucapan yang aku tidak akan bertanya tentangnya kepada seorang pun setelahmu qala maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Qul amantu Billahi tummastaqim Qul katakanlah aku beriman kepada Allah<br><br>kemudian istikamahlah di atasnya Iman ya beriman kepada Allah kemudian istikamah inilah keberuntungan yang sejati inilah inti kebaikan di dalam Islam ya keimanan dan istikamah di atas nya kita semua yakin hal-hal yang seperti ini meskipun banyak godaan setan yang berusaha memalingkan kita darinya tapi kita yakin kalau kita selalu meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala akan dimudahkan di dalam agama Islam kita tahu Allah subhanahu wa taala mensyariatkan banyak kebaikan-kebaikan yang bertujuan untuk memudahkan kita<br><br>istikamah di atas Islam ya seperti misalnya kenapa kita selalu disuruh berdoa di dalam surat Alfatihah Artinya kita baca di setiap rakaat salat kita diwajibkan kita membaca ihdinatal mustaqim Ya Allah tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus ya kita wajib membaca ayat ini setiap rakaat dalam salat 5 waktu kita bahkan juga termasuk salat-salat sunah menunjukkan doa ini paling penting kandungan isinya karena kita selalu minta kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus yang terkandung juga di dalamnya makna agar<br><br>kita diteguhkan di atas jalan yang lurus istikamah di atas jalan yang lurus berarti menunjukkan ini sempurnanya rahmat Allah karena dia mewajibkan kita meminta sesuatu yang paling penting dalam hidup kita Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada sahabat yang bertanya ini berarti juga pengajaran bagi semua umatnya tentu saja ya bahwa beriman dan istikamah di atasnya inilah kebaikan yang paling besar di dalam Islam yang tidak perlu kita tanyakan kepada atau mencari kebaikan yang lain karena intilah inilah inti kebaikan dari<br><br>dari semua kebaikan di dalam Islam kita lihat penjelasan dari Syekh assa&#8217;di rahimahullah taala tentang hadis ini ini hadis sahih riwayat Imam muslim Beliau berkata ahu Alaihi wasam AB imaniir wanq Alaihi quan waalan wanqul Amru wastaqtil Mustaqim [Musik] maka di hadis ini Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam menjelaskan Rasulullah S wasam menjelaskan dengan wasiat beliau wasiat yang alah wasiat yang benar-benar menghimpun segala<br><br>kebaikan di dalam hadis ini bahwa seorang hamba Jika dia telah mengakui keanak lahir dan batin kemudian dia istikamah di atasnya dalam ucapan dan perbuatannya dalam melakukan perintah Allah dan meninggalkan larangannya maka sungguh dia telah sempurna urusannya sempurna kebaikan pada dirinya dan sungguh dia benar-benar istikamah di atas jalan yang lurus dan diharapkan dia termasuk orang-orang yang Allah sebutkan tentang mereka ya di dalam al-qur&#8217;an Allah subhanahu wa taala berfirman innalladzinaqu rbunallahu tummaastaqomu tatanazzalu alaihimul<br><br>malaikatu Alla takhofu wala tahzanu um nahnu aumun nah surat Ibrahim surah [Musik] ke-41 ayat ke-30 sampai ke-32 surat fusilat ayat ke-30 sampai ke-32 ini orang yang beriman dan<br><br>Istiqamah dapatkan jaminan seperti yang disebutkan di dalam ayat ini bagaimana Mulianya kemuliaan yang didapatkan hamba ini coba kita perhatikan sesungguhnya orang-orang yang berkata rabbunallah Rabb Kami adalah Allah yakni dia meyakini dengan iman yang kuat keimanan kepada AllAh dia beribadah kepada Allah semata-mata dan tidak menyekutukannya kemudian dia istikamah di atasnya maka ketika dia akan meninggal dunia Para Malaikat akan turun memberikan kabar gembira kepadanya janganlah kamu takut dan janganlah kamu<br><br>bersedih hati sudah pernah kita sebutkan Kenapa digandengkan antara bertakut dan bersedih hati karena takut itu untuk hal-hal yang akan datang yni diberikan jaminan kamu tidak perlu khawatir untuk masa depanmu telah dijaminleh Allah kamu akan selamat dari kengerian dahsyatnya hari kiamaers lalu dosa-dosamu yang lalu keburukan-keburukanmu yang lalu telah dihapuskan oleh Allah jadi dia Selamat ya ke depan dan ke belakang semuanya aman ya Wa absyiru dan bergembiralah dengan surga yang dijanjikan kepadamu Kami adalah wali-wali yang<br><br>menolongmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat nanti dan kalian akan mendapatkan di dalam surga apa yang diinginkan oleh jiwamu dan apa yang kalian minta itu sebagai nuzulan Min gofurur rahim Min gfurir rahim sebagai hidangan pemberian dari Allah subhanahu wa taala yang maha pengampun lagi maha penyayang Masyaallah ini kabar gembira yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada orang-orang yang beriman dan istikamah di atasnya inilah kemuliaan yang paling besar ya oleh karena itu Ini yang menjadikan orang-orang yang<br><br>beriman ketika dia menghadap hidupnya hidupnya tenang kita tahu bahkan juga mungkin saya pernah Jelaskan sebagian dari para ulama ahlusunah Wal Jamaah mengungkapkan pernyataan-pernyataan bahwa mereka itu di dalam hidupnya telah merasakan gambaran kabar gembira yang Allah berikan kepada mereka di dunia apa hikmahnya kata Imam Ibnu qay ini supaya menjadikan mereka itu benar-benar bersabar dan terus yakin untuk mengusahakan sebab-sebab kemuliaan Iman tersebut yakni gambaran dia kenikmatan surga Allah jadikan mereka rasakan<br><br>gambarannya di dunia ketika mereka beribadah ketika mereka berzikir ketika mereka mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala itu ada beberapa pernyataan dari ulama Salaf yang dinukil oleh Imam Ibnu qayyim bahwa mereka merasakan hal ini Ba bisa kita bayangkan ya seseorang yang merasakan gambaran kenikmatan surga di akhirat sementara dia di dunia pasti akan membangkitkan semangatnya untuk terus mengejarnya kabar gembiranya dia sudah rasakan di dunia Subhanallah ini di antara wujud karunia Allah dan rahmatnya<br><br>ketika dia menghendaki kebaikan bagi bagi seorang hambanya makanya kemuliaan seperti ini sekali lagi jangan kita ragu-ragu untuk terus meminta kepada Allah untuk terus berdoa kepada Allah agar kita mendapatkan bagian kenikmatan ini di dunia supaya kita benar-benar bisa bersabar menghadapi cobaan-cobaan dunia ini supaya kita tetap bisa meneguhkan hati kita menguatkan jiwa kita agar terus berusaha untuk meraih dan mencapainya dan tentu ini merupakan Karunia yang diberikan kepada Allah oleh Allah subhanahu wa taala kepada<br><br>orang-orang yang dikehendakinya ya jadi inilah tentang beriman kemudian istikamah ya Istiqamah itu artinya tentu sudah pernah kita sebutkan di dalam Kitab jamiul ulumi Wal Hikam Imam Ibnu Rajab alhambali rahimahullah taala menyebutkan definisi istikqamah itu adalah sulukusatil Mustaqim dunawijinu yamnatan W Yas menempuh jalan yang lurus tanpa berpaling darinya tanpa berbelok darinya ke kiri maupun ke kanan yakni selalu lurus ya pastinya kita tahu seseorang tidak mungkin akan terus berada dalam kebaikan tidak pernah<br><br>berbuat salah sama sekali ini jelas manusia tidak mampu melakukannya tetapi yang dituntut di sini adalah kesungguhan kita dan upaya kita untuk mendekati keadaan ini yakni paling tidak hati kita terus istikamah di atas pemahaman yang benar ada godaan setan kita berusaha menepisnya selalu minta pertolongan kepada Allah ada bisikan-bisikan jiwa untuk menggoda kita maka terus kita tepis dan kita berusaha untuk melangkah bahkan Kalaupun kita terjatuh atau terhenti sebentar kita bangkit lagi mohon ampun kepada Allah<br><br>beristigfar kemudian terus menempuhnya ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan di dalam hadis yang sahih bahwa orang tidak mampu untuk terus-menerus di atas kebaikan maka beliau Sallallahu alhi Wasallam bersabda saddidu waqibu luruskanlah jalanmu dan qibu Dekatkanlah yakni paling tidak kita berusaha terus mendekat dan bukan sesuatu yang merupakan celaan bagi seorang hamba yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan kalau kadang-kadang ada bisikan dalam jiwanya untuk Mungkin Berpaling tapi kemudian dia berusaha<br><br>menundukkannya berusaha untuk meluruskannya kembali karena ini adalah tabiat manusia yang tidak mungkin luput dari kesalahan hanya para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam yang dijaga oleh Allah subhanahu wa taala bahkan disebutkan di dalam sebuah Ar ya yang dijelaskan oleh Imam Ibnu qayyim Di dalam kitab alfawaid sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa taala di dalam surah al-hujurat ya ketika Allah subhanahu wa taala menyebutkan inina sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah Sallallahu<br><br>Alaihi Wasallam merekalah orang-orang yang Allah uji hatinya supaya dia meraih ketakwaan mereka akan mendapatkan pengampunan dan pahala yang agung bagaimana orang diuji hatinya hatinya diuji Justru untuk diberikan ketakwaan kepadanya ini disebutkan oleh Imam Ibnu qayyim tadi ada sebuah arar dari sahabat Umar Ibnu Khattab radhiallahu taala Anhu ketika beliau ditanya tentang perbandingan dua golongan manusia atau dua orang ya ada dua orang yang melakukan perjalanan menuju Allah yang satu dia berjalan lurus-lurus saja tidak ada<br><br>cobaan ibaratnya kalau dia berjalan tidak ada rintangan jalannya mulus-mulus saja sementara orang yang kedua dia berjalan banyak rintangan banyak cobaan sampai dia kadang-kadang terjatuh dia bangkit lagi jalan lagi terus dia berusaha untuk menempuh perjalanannya mana yang lebih utama di antara kedua orang ini sepintas kita akan mengatakan orang yang pertama Iya kan karena dia lurus Yani cepat sampai orang yang kedua jatuh ya akan lambat perjalanannya tapi Umar Ibnu Khattab radhiallahu taala Anhu Dengan pemahaman<br><br>beliau tentang agama yang tinggi tentu saja sahabat yang mulia ya mengatakan orang yang kedua lebih utama Kenapa dia termasuk orang yang disebutkan di ayat tadi minalladahanallahulubahum lqwa lahum magfiratu Wa ajrunim dia termasuk orang-orang yang Allah uji hatinya untuk Allah berikan ketakwaan kepadanya dia akan mendapatkan pengampunan dan pahala yang agung dari Allah bagaimana diuji hatinya ya dia diuji dengan godaan-godaan Iman tapi dia berusaha untuk bangkit lagi minta pertolongan kepada Allah bangkit lagi orang yang<br><br>seperti ini lama-kelamaan dia akan tahan ujian ya sedangkan orang yang pertama kelihatannya dia mulus tapi ketika ada ujian dia akan cepat jatuh dan kan tidak mungkin orang yang menempuh jalan Allah tanpa ujian Iya kan para nabi saja diuji bahkan orang semakin kuat imannya semakin keras cobaannya asadunialaan alyaal itu hadis sahih dalam musnad Imam Ahmad dalam Sunan at-tirmidzi orang yang paling keras cobaannya di jalan Allah adalah para Nabi kemudian yang setelah mereka dan setelah mereka masing-masing manusia akan diuji<br><br>sesuai dengan kekuatan agamanya kekuatan imannya orang yang kedua Justru lebih utama jadi kesabaran kita dalam menundukkan hawa nafsu perjuangan kita dalam mengejar target Iman ini kalau kita sungguh-sungguh minta pertolongan kepada Allah kita jatuh kita bangkit lagi selama pikiran kita dan fokus kita kita sudah tahu ini yang kita ingin capai kadang-kadang ada yang melemahkan kita bangkit lagi ini justru merupakan proses yang akan menguatkan hamba ini maka dengan pertolongan Allah dia akan bisa menempuh menempuh jalan<br><br>kebaikan ya Yang yang penting kita bersabar yang penting kita terus berjuang menundukkan hawa nafsu kita sampai kita menghadap Allah subhanahu wa taala sampai di akhir hayat kita Nah maksudnya di sini inilah yang namanya Istiqamah itu bukan berarti seseorang tidak pernah berbuat salah sama sekali bukan berarti juga kita kita menyengaja untuk berbuat salah supaya istikamah ya tidak mengaja itu berarti kita meremehkan ya syariat Allah subhanahu wa taala yang penting di hati kita kita sudah berusaha sungguh-sungguh<br><br>kita benar-benar mengagungkan agama ini dan terus kita berusaha menempuh sebab-sebabnya kita minta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala tapi bersamaan dengan itu kita Yakin ya Ada godaan setan Ada tarikan hawa nafsu kalau orang-orang yang Saleh sebelum kita saja bisa terjerumus apalagi kita yang keimanan kita lemah dengan sebab kita terus berusaha seperti ini maka Allah subhanahu wa taala akan memudahkan pertolongannya bagi kita dengan rahmat dan taufiknya nah BB kita lanjut di sini kemudian dibawakan lagi hadis yang<br><br>berikutnya [Musik] Wai had Ibni abbasin almuttafaqi Alaihi Fi wafdi Abdil Qais H wafadu Al Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hau murnarinlin Janah kemudian di hadis yang lain hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim tentang kisah utusan dari kabilah Abdul Qais ketika mereka datang sebagai utusan kepada Nabi Sallallahu Alaihi wasam dan Mereka bertanya kepada beliau Sallahu Alaihi wasam perintahkanlah kepada kami wahai Rasulullah satu perintah yang menghimpun kebaikan secara keseluruhan yang kami beritakan kami<br><br>akan kabarkan kepada orang-orang di belakang kami yang mengutus kami dan itu kami masuk surga wasaluil asribah dan juga Mereka bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tentang minuman ya tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai wadah untuk minuman mereka faamarahum biarbain waahahum an Arba ketika itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kepada mereka empat perkara dan melarang mereka dari empat perkara ini juga penjabaran tentang iman disebutkan di dalam hadis ini ya nabiuhi waskan kepada merekauk beran<br><br>kepada Allah semataes dan menyek [Musik] semata-mata Allah mereka berkata Allah dan rasulnya yang lebih tahu maka Rasulullah wasam bersabdaahahaallah wa muhamm iman kepada Allah semata-mata itu ternyata ditafsirkan dengan amalamalir rukun Islam ya yaitu mersaksikan bahwa ada yang Ben kecuali Allah dan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba Allah dan rasulnya menunikan mayar zakat jadi Ini perkara-perkara Zahir menunjukkan bahwasanya ini berkaitan dengan iman<br><br>melaksanakan Islam secara keseluruhan ini berkaitan dengan imanamadan dan berpuasa di bulan Ramadan [Musik] dan hendaknya kalian memberikan dari harta rampasan perang seperlimnya ya Kenapa disebutkan yang kelima seperti ini karena ada yang mengatakan para ulama ketika itu belum diwajibkan Haji ada juga yang mengatakan ini berhubungan dengan kondisi mereka yang selalu berperang maka diingatkan tentang kewajiban yang berhubungan dengan harta rampasan perangudi larang mereka dari empat perkara yang berhubungan dengan<br><br>kebutuhan mereka saat itu yaitu wadah untuk minuman untuk apa ini menyimpan air minum atau minuman merekailant wiri wti mereka dilarang dari wadah-wadah yang bisa mempercepat apa ini proses apa fermentasi ya Misalnya disimpan rendaman kurma begitu ya atau rendaman air air yang mereka jadikan sebagai tempat minum ya seperti alhantam ya semacam buah yang di apa ini dihilangkan kemudian dijadikan sebagai tempat atau dubba yakni semacam labu ya labu yang dijadikan sebagai tempat untuk wadah mereka tentu di zaman di zaman itu<br><br>ya tidak seperti sekarang yang kita gampang untuk mendapatkan wadah untuk menyimpan minuman Misalnya annaqir annaqir ini diambil dari pelepah kurma kemudian dihilangkan bagian dalamnya untuk menyimpan menyimpan hal-hal yang seperti mereka buat ketika itu seperti Nab yang tadi rendaman air kurma itu ini kan eh untuk juga minuman enak kemudian juga untuk obat dan seterusnya di tempat disimpan di tempat yang seperti ini akan bisa mempercepat nanti bisa memabukkan begitu maka itu dilarang oleh Nabi Sallallahu Alaihi<br><br>Wasallam Sama dengan almuzaffat juga seperti itu ya wadah yang seperti itu keadaannya waqala kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ya jagalah atau hafallah apa yang saya sampaikan ini kemudian sampaikanlah kepada orang-orang di belakangmu yang mengutusmu intinya di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengaitkan iman dengan apa dengan syariat Islam yang yang Zahir jadi keimanan tidak boleh dijauhkan dari pengamalan syariat Islam secara Zahir bukti orang yang beriman artinya<br><br>adalah dia semangat ketika dia mendengarkan oh ada Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menybutkan keutamaan ini dia semangat mengerjakannya ya ada hadis rasulullah S menjelaskan tentang masalah salat misalnya ada sunah seperti dalam salat tentang masalah ini dia berusaha mengetahui kemudian mengamalkannya itu bukti keimanan dan semangat ini semangat mengamalkan hal ini akan menguatkan keimanannya berarti di dalam hadis ini dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan sebab yang menguatkan iman makanya syh Abdah<br><br>menjelaskan di [Musik] maka hadis ini juga tegas atau jelas menyebutkan tentang rasulullahasukkan syariat syariat secarair di dalam Islam termasuk di dalam iman seperti salat membayar zakat berpuasa mikan seper darita rasan perang maka semua ini juga menjelaskan tentang makna<br><br>Iman menjabarkan tentang makna iman dengan penjabaran yang berarti masuk ke dalam iman semua amalan-amalan anggota badan maka semua yang mendekatkan diri kita kepada Allah baik itu ucapan perbuatan atau keyakinan maka itu termasuk di dalam keimanan makanya amal-amal Saleh termasuk Iman ya ada yang merupakan asal iman ada yang merupakan penyempurna Iman Makanya kalau ada pertanyaan Apakah amalan termasuk Iman ya Apakah amal itu syarat penyempurna Iman atau syarat sahnya iman kita katakan jawabannya seperti jawaban<br><br>para ulama Salaf amal termasuk Iman cuma amal bertingkat-tingkat ada yang menyempurnakan iman ada yang merupakan syaratnya iman ada yang kalau tidak dikerjakan bisa membatalkan iman ya maka ini penjelasan yang diambil dari hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang kita baca yang menjelaskan tentang makna dan penjabaran iman yang termasuk di dalamnya mengamalkan amalan-amalan syariat secara Zahir yang tentu semakin kita amalkan semakin Kita Renungkan dengan hati kita ini akan semakin menguatkan keimanan di hati<br><br>kita Barakallah fikum Insyaallah Cukup sampai di sini kajian kita di pagi hari ini lanjutan dari pembahasan kitabihayan Iman penjelasan tentang pohon iman karya dari Syekh Abdurahman bin Nasir ass rahimahullah taala mudah-mudahan kita bisa mengambilkan faedah dan mengambil faedah dan manfaat dari kajian kita di kesempatan pagi hari ini dan Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan saya persilakan Barakallah fikum nah ya Ada pertanyaan di sini Ustaz<br><br>Bagaimana cara tetap istikamah duduk dalam bermajelis ilmu seperti ini ya berdoa kepada Allah karena dialah yang mampu untuk yang maha kuasa untuk menggerakkan hati kita untuk selalu mencintai ilmu mencintai majelis ilmu kemudian berteman dengan orang-orang yang baik karena orang-orang yang baik akan selalu mengingatkan kita tentang majelis ilmu ya berteman dengan orang-orang yang semangat ngaji kemudian sahabat-sahabat dekat kita kita pilih dari orang-orang yang semangat ngaji dan kita selalu menyampaikan kepada mereka bahwa kalau<br><br>kamu melihat saya malas mendatangi majelis ilmu Tolong saya ditegur Tolong saya diingatkan tolong saya untuk selalu dinasihati Insyaallah dengan sebab seperti ini kita akan selalu ee istikamah untuk duduk di dalam majelis ilmu ketika Allah Taala sedang meninggikan derajat seorang hamba di dunia misal dalam kedudukan pekerjaan dan hal keduniaan lainnya apakah termasuk orang yang sukses ya belum tentu kan sudah kita sebutkan kelapangan dalam urusan dunia itu bisa merupakan ujian cobaan yang merusak iman bisa juga mendukung<br><br>imannya setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala tergantung dari hamba itu bagaimana menyikapinya ingat Rasulullah wasam pernah bersabda dalam hadis yangahih sesunggnyamas umat adaitahnya danitag umatku adalah harta kemudian khusus tentang harta dan kedudukan di dalam hadis sahih yang lainnya Rasulullah Sallallahu alhi wasalam memperumpamakannya seperti apa seperti dua ekor Serigala kelaparan yang dilepaskan kepada kambing begitulah fitnah dari kedudukan dan harta dalam hal bisa menggorogoti iman kita jadi iman itu seperti kambing<br><br>kecintaan dan Ambisi terhadap harta dan kedudukan seperti dua ekor ser [Musik] ek serala k yangil kepada kambing lebih bisa merusak kambing tersebut dibandingkan isi atau rakusnya seorang manusia terhadap harta dan kedudukan merusak Agam jadi kitaiki seper Mak kita ada ya kita perhatikan kesuksesan dalam urusan dunia kalau itu ternyata mempengaruhi agama kita Jangan diterima jangan kita ikuti artinya misalnya seesorang ada usaha ternyata ada tawaran untuk meningkatkan hasil usahanya dipertimbangkan Apakah dengan ini dia akan semakin lalai Apakah<br><br>semakin ini makin banyak kesibukannya semakin mengurangi jatah kebaikan agamanya harus dia tinggalkan jangan diikuti ya demikian pula kedudukan dan seterusnya agama yang menjadi pertimbangan pertimbangan utama kita bagaimana hukumnya musik dan nyanyian menurut para ulama haram dan bahkan menumbuhkan kemunafikan di hati kalau musikan sudah kita ketahui hadis-hadis yang sahih banyak yang menyebutkan larangannya seperti hadis yang terkenal dalam sahih Bukhari hadis sahih riwayat Imam Bukhari wasda sungguh-sungguh akan ada di umatku<br><br>orang-orang yang akan menghalalkan sesuatu yang haram mereka halalkan yaitu perbuatan zinaillah memakai Sutra bagi laki-laki minumam dan alat-alat musik ini digandingkan dengan perkara yang kita ketahui haramnya jelas nyanyian itu disebutkan di dalam banyak penafsiran para ulama Abdullah Bin Masud Ibnu Abbas seperti lahwal had Wah ya di antara manusia ada yang menggunakan lahwal hadis ucapan yang sia-sia yaitu nyanyian kata para ulama Salaf bahkan Ibnu Masud dalam sebuah riwayat yang sahih dinukil juga oleh Imam Ibnu qayyim dalam Kitab<br><br>An menegas sesungguhnya nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan di hati sebagaimana air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan jelas ya kita ketahui para ulama jelas-jelas mengharamkan Maka kalau ada orang yang menganggapnya halal ya apalagi mengatakan ada dalil yang membolehkannya ini adalah orang yang jahil terhadap terhadap agama Apakah benar ada seorang Dai yang menyatakan nyanyian apa ini turun berasal dari salah satu dalam surat al-quran ini kebohongan ya tidak benar Meskipun saya tidak pernah dengar juga apa pernyataan ini ya tapi ini<br><br>tidak benar kalau ada yang mengatakan demikian siapapun tidak ada tidak ada dalil yang menyebutkan hal tersebut seseorang yang banyak melakukan amal saleh dan kebaikan tetap tapi bermasalah apa ini dalam akidah bagaimana status amal saleh tersebut amal saleh diterima dengan Akidah yang benar dengan keimanan karena Allah menyebutkan dalam al-qur&#8217;an orang yang imannya rusak ya amalnya gugur kalau sampai rusaknya itu rusak yang menjadikan dia keluar dari Islam Allah berfirman di surat almaidahang Siapa yang mengingkari<br><br>keimanan maka sungguh gugur amal-amalnya dan di akhirat nanti dia termasuk orang-orang yang merugi misalnya orang yang mengingkari takdir meragukan takdir Allah subhanahu wa taala orang yang melakukan perbuatan Syirik menjadikan perantara dalam beribadah kepada Allah orang yang tidak membenarkan kenabian Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam gugur amalnya meskipun dia mengamwarkan sebanyak apapun karena ini pembatal pembatal keislaman naudubillahimalik kalau seandainya ada kesalahan dalam masalah akidahnya tidak<br><br>sampai menggugurkan keislamannya pasti mengurangi kualitas dari amalnya sesuai dengan kurangnya hal-hal yang berkaitan dengan Akidah yang benar tersebut dalam pemahamannya Pada suatu hari saya mengalami musibah kecil berkali-kali Apakah Kejadian ini sebagai ujian atau apakah teguran atas dosa-dosa saya Padahal saya juga ikhtiar tidak melakukan dosa dan kesalahan Iya ini bisa jadi merupakan teguran atau ujian sama saja kalau kita merasa tidak melakukan kesalahan ya kan ini belum tentu pada kenyataannya mungkin karena<br><br>kejahilan ada yang menjadikan kita berbuat salah kadang-kadang seseorang dia tidak merasa salah tapi ada hubungan yang berhubungan dengan kesalahannya atau bukan dalam masalah usaha tersebut bisa jadi Allah tegur kita ada kesalahan yang lain misalnya sama keluarga kita sama istri kita sama anak kita bukan berhubungan dengan masalah usaha itu bisa jadi kan tidak mesti kesalahan yang ada hubungannya dengan dengan usaha kita tersebut bisa jadi dari dari arah yang lain alakuli hal kita ketika menghadapi seperti ini kita berdoa kepada Allah<br><br>agar dimudahkan ya menghadapi ujian-ujian tetap bersabar tetap bersangka baik kepada Allah dan memohon ampun kepada Allah jika ada dosa-dosa yang kita ketahui maupun tidak kita [Musik] ketahui Mohon diberikan nasihat untuk orang yang tidak pernah membaca al-qur&#8217;an tidak mempelajari Tahsin [Musik] dan seterusnya padahal sudah diajak sudah diingatkan ya ini keliru bagaimana dia bisa membaca al-qur&#8217;an dengan benar yang dengan sebab itu dia akan memperbaiki penyakit hatinya dengan merenungkan kandungannya kalau dia tidak<br><br>belajar mempelajari membaca al-qur&#8217;an dengan benar karena ini sarana untuk Kita paham kita harus membaca al-quran dengan benar kita harus pahami kandungan maknanya supaya kita bisa mendapatkan keberkahan dari sebaik-baik petunjuk di dalam ayat-ayat al-qur&#8217;an kita harus belajar al-quran belajar tentang cara membacanya alhamdulillah juga ini dimudahkan dan sewaktu kita sudah benar membacanya Jangan hanya cukupkan di situ tapi kita berusaha untuk memahami kandungan maknanya nah selesai Idul Fitri Biasanya banyak<br><br>yang mengadakan istilah halal bilhal reuni teman sekolah karena masih banyak dilakukan orang-orang yang sudah mengaji dan bahkan banyak terjadi apa clpk iya kalau jelas-jelas banyak kerusakannya seperti ini ya tidak boleh dilakukan ya hal-hal yang dikhususkan seperti ini halal bilhal Maksudnya apa apakah saling bermaaf-maafan ya kita bermaaf-maafan setiap saat tidak dikhususkan di Idul Fitri tidak dikhususkan di waktu yang lain ya kalau kita hanya menunggu Idul Fitri baru maaf-maafan bagaimana kalau kita tidak ketemu orang tersebut<br><br>harusnya pas ada kesalahan kita minta maaf ya kita saling meminta maaf tidak dikhususkan dengan waktu tertentu apalagi kalau banyak kerusakan-kerusakan seperti ini ya ada acara-acara seperti ini ada salam saling berjabat tangan yang laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram kemudian apalagi muncul yang kayak tadi CLBK tadi ini jelas menunjukkan hal ini membawa kepada kemudaratan dan tidak boleh untuk dilakukan mohon arahan terkait Menjaga Iman Iya ya ketika kita sakit dan harus minum obat dokter dengan kandungan yang<br><br>ada alkoholnya ya kandungan alkohol kalau dalam persentase yang tidak sampai memabukkan itu tidak sampai dikatakan sesuatu yang haram ya Jadi kalau ada obat yang disebutkan di situ katanya mengandung alkohol tapi tidak sampai padaentase yang memabukkan itu menurut sebagian dari para ulama tidak mengapa tidak sampai dikatakan itu adalah obat yang diharamkan karena banyak dari bahkan makanan-makanan kita juga mengandung hal tersebut misalnya Cum sekianen misalnya itu tidak samp dikatakan mabukkan jadi hadis rasulahahuaii was yang menyebkan<br><br>sesuatu yang memabukkan dalam jumlah banyaknya maka jumlah sedikitnya pun haram itu bukan kadar alkoholnya Tapi maksudnya kalau ada minuman memabukkan itu diminum satu botol atau satu t sama hukumnya Kalau sudah sampai kadar tersebut Jadi bukan dilihat dari alkoholnya tapi kalau dia sudah secara ukuran ini memabukkan baik itu diminum satu botol atau Satu Tetes sama sama hukumnya itu maksudnya Nah jadi bukan dipertimbangkan di sini masalah yang berhubungan dengan alkoholnya karena kalau alkohol dalam jumlah sedikit artinya di makanan tertentu<br><br>bukan juga disengaja untuk minum alkoholnya ya ini di makanan tertentu ada kandungan tersebut Tapi tidak sampai Pada tahapan memabukkan Ya seperti kita tahu seperti eh minuman-minuman yang dibuat dari fermentasi tadi kita ketahu kan ada kandungannya tapi tidak sampai Pada tahapan maabukan itu boleh diminum seperti rendaman atau yang lainnya Iya kan kalau tidak sampai pada tingkatan tersebut itu yang dilarang untuk kita meminumnya dalam jumlah banyak ataupun ataupun sedikit nah Barakallah fikum Cukup sampai di sini Insyaallah<br><br>kajian kita semoga bermanfaat mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiriahu was muhammamillaham wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalikumsam<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4054","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T07:47:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/\",\"name\":\"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T07:47:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T07:47:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-3\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-\u062d\u0641\u0638\u0647-\u0627\u0644\u0644\u0647-3\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T07:47:18+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/","name":"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647 - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T07:47:18+00:00","dateModified":"2026-07-13T07:47:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/pokok-pohon-iman-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a-%d8%ad%d9%81%d8%b8%d9%87-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"POKOK POHON IMAN (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A \u200e\u062d\u0641\u0638\u0647 \u0627\u0644\u0644\u0647"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4054"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4055,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054\/revisions\/4055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}