{"id":4065,"date":"2026-07-13T14:49:38","date_gmt":"2026-07-13T07:49:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4065"},"modified":"2026-07-13T14:49:39","modified_gmt":"2026-07-13T07:49:39","slug":"penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/","title":{"rendered":"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udd34[LIVE] Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/VZholhkc0r0?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">asalamualaikum warahmatullahi wabarakat innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh W naubillahi minuri anfusina waminiatialinaahdihillahu Fala mudillalah W yudlil Fala hadialah waadu allaahaillallah wahdahuarikalah wau ya ainaah wuna waantum muslimun ya [Musik] auhumums wahah wah w ahakumakumfirakumumahuqan<br><br>[Musik] alhamdulillah ikw akw rahimakumullah alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala kita senantiasa memuji dan menyanjungnya atas semuapahan nikmat dan karunanya alhamdulillah kitaersyukur kepada Allah subhu wa ta pagi hari ini di masjid al-ikhlas yang Mubarak yang penuh berkah ini kita dipertemukan di dalam majelis ilmu yang mulia di lanjutan pembahasan kajian kitab kecil yang sangat bermanfaat attudihu Wal<br><br>bayanuajartil Iman penjelasan tentang pohon iman karya dari asyekh alallamah almufassir asyekh Abdurrahman Bin Nasir assdi rahimahullahu taala barakallahu fikum jemaah sekalian rahimakumullah pembahasan tentang iman dan mengusahakan pertumbuhan pohon iman agar buah-buahnya senantiasa kita rasakan dalam praktik ibadah kita tentu ini merupakan pembahasan yang paling penting di dalam agama kita karena iman itu sendiri Kita tahu adalah syarat diterimanya amal kemudian iman itu sendiri adalah sebab yang ketika dia sempurna maka maka akan<br><br>menyempurnakan keikhlasan kita menyempurnakan khusyuk kita dalam ibadah kemudian juga akan menyempurnakan kecintaan rasa takut pengharapan tawakal dan semua amalan-amalan hati yang utama maka tentu saja mengusahakan hal ini adalah perkara yang paling wajib untuk diusahakan oleh seorang hamba sebelum dia menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti Karena itulah syaratnya amal-amal kita diterima dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala makanya seharusnya pelajaran tentang iman ini yang banyak kita berikan waktu<br><br>kita dan setelah pelajari pun kita memurajaah atau mengulanginya kembali di rumah kemudian tentu kita berusaha mempraktikkannya sewaktu kita membaca al-qur&#8217;an sewaktu kita berzikir kepada Allah subhanahu wa taala berdoa dan mengamalkan ibadah-ibadah yang yang lain karena buah dari keimanan tentu kita akan rasakan manfaatnya dan sekaligus kita akan sempurnakan kita akan tambah kebaikan-kebaikannya waktu kita membaca ayat-ayat al-qur&#8217;an waktu kita membaca hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kita membaca al-qur&#8217;an dan merenungkan<br><br>isinya dan waktu kita mengamalkan amal-amal ibadah di rumah kita ya jadi jemaah sekalian rahimakumullah keimanan itu akan semakin kuat dengan kita membaca al-qur&#8217;an dan selalu merenungkan isinya Ya kita ingat penjelasan tentang firman Allah subhanahu wa taala di surah Annur yang menyebutkan tentang cahaya yang Allah subhanahu wa taala jadikan di hati manusia yaitu cahaya al-qur&#8217;an dan cahaya Iman kedua-duanya saling berkaitan kedua-duanya saling berhubungan satu sama lainnya ketika Allah subhanahu wa taala berfirman<br><br>azubillahiminasyaitanirrajim Allahu Nurus samawati Wal ARD matsalu nurihi kamiskatin fiha Misbah almbahu Fi zujajah azzujajatu kaaha kaukabun durri yqjar mubara zaituna laarq W gbiah yak Nurun Nur Allah subhanahu wa taala dialah yang memberikan cahaya di langit dan di bumi perumpamaan cahaya Allah itu seperti sebuah miskah miskah ini yang dipakai oleh orang-orang Zaman Dahulu ketika ingin menyalakan api dengan dibuat semacam lubang di<br><br>dinding ya di dalam miskah ini terdapat lampu terdapat Pelita almisbah kemudian Lampu ini terletak di dalam kaca biasanya diberikan kaca untuk supaya tidak tertiup angin supaya tetap menyala azzujajatu kaca ini sendiri berkilauan mengkilat seperti bintang yang sangat terang yang dinyala ak kan apinya ya dari minyak yang pohonnya pohon zaitun yang dipenuhi dengan berkah yang penuh berkah yang tidak di barat dan tidak di timur tumbuhnya tidak di barat dan tidak di Timur ya karena tumbuhnya di tengah-tengah maka dia selalu<br><br>mendapatkan siraman cahaya matahari di waktu pagi maupun di waktu sore terbitnya maupun terbenamnya sampai disebutkan di dalam ayat iniadit ya hampir-hampir minyaknya saja saking beningnya itu bisa mengeluarkan cahaya meskipun belum disentuh oleh api inilah cahaya di atas cahaya Nurun Al Nur yang Allah subhanahu wa taala berikan cahaya ini hidayah untuk mendapatkan cahaya ini bagi Siapa yang dikehendakinya di sini diterangkan oleh para ulama cahaya yang dimaksud di sini cahaya di atas cahaya itu adalah cahaya Iman atau cahaya al-qur&#8217;an di atas<br><br>cahaya Iman yakni sewaktu kita belajar sewaktu kita mengenal agama kita mendapatkan hidayah Allah subhanahu wa taala telah memberikan cahaya di hati seorang hamba yang beriman maka cahaya ini perlu disempurnakan oleh karena itu Allah menurunkan Alquran dengan petunjuknya yang sempurna Tentu juga hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menjelaskan makna Alquran kemudian pemahaman para sahabat penjelasan dari para sahabat penjelasan dari para ulama ahlusunah Wal Jamaah jadi dengan Inilah kita mengetahui cara<br><br>kita menyempurnakan iman itu adalah kita belajar kita ulangi kembali pelajaran tersebut kita praktikkan ya ketika ada hal-hal yang kurang kita berdoa kembali kepada Allah memohon ampun atas kekurangan kita memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar menyempurnakan kelemahan-kelemahan pada diri kita terus seperti itu dengan usaha ini kita akan menambah dan terus meningkatkan petunjuk allah pada diri kita sehingga kita meraih kebaikan yang sempurna makanya Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surat Muhammad<br><br>Sallallahu Alaihi Wasallam Hud Waw dan orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk allah meni tahapan-tahapan mengikuti petunjuk tadi ya dia belajar dia paham dia amalkan dia praktikan dengan baca Alquran dia prakkkan dalam ibadahnya orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk allah ini maka Allah tambahkan baginya petunjuk Lalu Allah berikan kepadanya ketakwaannya jadi ada prosesnya dan kita bersabar meniti proses ini dan ingat kalau kita ikuti tahapan ini dengan benar maka pasti Allah subhanahu wa taala yang telah menjanjikan dan kita<br><br>Yakin janji Allah tidak mungkin diselisihinya ya kita akan dapatkan Hasil tersebut ya tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan langsung sempurna imannya Dia memiliki Hidayah asal tapi dia perlu menyempurnakan Hidayah tersebut inilah sebabnya al-qur&#8217;an diturunkan waidza tuliat alaihim ayatuhu zadthum imanan dan ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah bertambahlah keimanan mereka jadi iman ini untuk sempurna perlu terus ditambah perlu perlu terus kita melatih diri kita dalam mengamalkannya harus dan wajib setelah<br><br>minta pertolongan kepada Allah kita menundukkan hawa nafsu semua ini proses yang kita lakukan Tahapan yang harus kita tempuh agar kita meraih hasil sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa taala di dalam ayatayat al-qur&#8217;an tentang hamba-hamba yang iman mereka sempurna tentang pohon iman yang sudah kita bacakan di awal pembahasan kitab ini yang menjadi landasan ditulisnya kitab ini bahwa pohon iman itu ketika akarnya menancap kuat di dalam tanah cabang-cabangnya tumbuh menjulang ke langit maka dia akan<br><br>mengeluarkanuk dia akan mengeluarkan buah-buahnya yang indah dan manis setiap saat dengan izin Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu Ya kita perlu bersabar dalam belajar tentang iman perlu bersabar dalam mempraktikkannya karena ini adalah perkara yang mau tidak mau kita harus lakukan karena tidak ada seorang pun di antara kita yang dijamin masuk surga dijamin imannya benar dan sempurna kecuali para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain yang ada jaminan dalam Alqur&#8217;an dari hadis-hadis Rasulullah sahu Alaihi Wasallam adapun orang-orang<br><br>yang datang belakangan haruslah orang-orang yangsan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dalam ilmu dan amal mengikuti seperti yang mereka lakukan ya prosesnya harus ditumuh agar kita bisa meraih seperti yang Allah subhanahu wa taala Berikan berikan kepada mereka oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah ya sudah kita kaji Dan berkali-kali Kita membaca penjelasan di dalam kitab ini bahwa iman itu meliputi semua perkara-perkara dalam Islam lahir maupun batin berarti Semakin banyak kita belajar Semakin banyak kita tahu Semakin<br><br>banyak kita praktikkan iman kita semakin kuat tapi kita juga harus ingat pada saat yang bersamaan kan setan selalu berusaha merusak keimanan kita dia adalah pencuri yang selalu mengintai harta yang paling berharga yang ada pada diri kita kita sehingga ya kita sudah berusaha meningkatkan setan akan datang lagi untuk mengganggu menyebutkan bisikan-bisikan atau was-was kita berusaha lagi meningkatkannya Nah makanya di sini seharusnya kita bisa membandingkan dalam kehidupan kita lebih banyak mana kita disibukkan dengan urusan dunia atau<br><br>Urusan Agama kita kan ternyata kebanyakan kita lebih banyak mengurus urusan dunia mungkin kita dalam sehari kita mengikuti berapa kali kajian mungkin saja belum lagi kita melaksanakan salat l waktu salat sunah dan seterusnya tapi tetap kalau kita simpulkan kita total jumlah waktu kita untuk urusan dunia kita lebih banyak dibandingkan untuk agama kita maka kalau kondisinya seperti ini harusnya kita waj nilai wajar kalau pertumbuhan iman kita mungkin lambat karena mungkin kita serius memperhatikan masalah ini di<br><br>dalam pengajian saja ya kemudian waktu kita mempraktikkannya di rumah mungkin jarang-jarang kita lakukan sampai saat ini waktu kita baca al-qur&#8217;an kan seperti bacaan kita yang kemarin-kemarin belum berusaha untuk merenungkannya belum berusaha untuk mengambil keberkahan dan kebaikan-kebaikannya ini permasalahan kita jadi ilmu itu harus dipraktikkan supaya kita dapatkan apa yang disebutkan di ayat tadi Nurun Al Nur Cahaya di atas cahaya ya kata sebagian dari para ulama Salaf yakadul mminu yantiqu Bil hikmati wa lam yasma fiha bilar Fain Sami<br><br>bilarana Nur Al Nur seorang mukmin itu hampir-hampir dia mengucapkan kalimat hikmah sebelum dia mendengarkan asar atau dalil maka ketika dia telah mendengarkan dalilnya berarti itu adalah cahaya di atas cahaya dia sudah punya pemahaman ya yang benar sebelum dia mendengarkan dalil Karena dia sudah punya Hidayah secara umum setelah itu dia mendengarkan dalil dia lebih paham lagi dalil maka itu yang menjadi cahaya di atas cahaya pada dirinya maka ini merupakan ya hidayah yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada<br><br>hamba-hamba yang dipilihnya jemaah sekalian rahimakumullah Allah subhanahu wa taala ingin mengetahui dan Dia Maha Tahu atas segala sesuatu Allah subhanahu wa taala menginginkan dari hambanya kesungguhan karena kemuliaan agama ini hanya diberikan kepada hamba-hamba yang terpilih kalau yang telah mendapatkannya adalah orang-orang Mulia sebelum kita para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam kemudian para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain mereka adalah orang-orang yang mulia lihat Bagaimana perjuangan mereka<br><br>terhadap Islam Bagaimana kesungguhan mereka dalam beribadah Bagaimana pengorbanan mereka dalam membela dakwah dakwah Islam dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pantas mereka mendapatkan kemuliaan tersebut maka kita yang ingin mendapatkannya maka harus benar-benar kita bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah subhanahu wa taala bersungguh-sungguh dalam mempelajari agama ini memahami kemudian mempraktikkannya termasuk mengulang-ulanginya ketika di rumah kita dan mempraktikkan apa yang telah kita<br><br>pahami sewaktu kita membaca Alquran dan membaca sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam serta menjalankan ibadah-ibadah yang lain barakallahikum Jah sekalian rahimakumullah kita pembahasan yang terakhir sampai yang terakhir di pernyataan Imam alhan albashri ya betul ya Iya sudah kita baca kemarin pernyataan beliau yang mengatakan laisal imanuu bukanlah iman itu dengan angan-angan sekedar kita berkhayal Oh imanku ingin begini langsung tiba-tiba imannya jadi sempurna ya orang yang mengatakan Oh saya ingin menjadi seperti Abu Bakar<br><br>asiddiq Umar Ibnu Khattab radhiallahu taala anhuma kita semua ingin seperti itu tapi tidak dicapai dengan angan-angan iman itu bukan juga dengan tahali sekedar menghiasi diri dengan pengakuan tapi iman itu adalah sesuatu yang waqara yang apa menancap kuat di dalam hati dan dibuktikan dengan amal-amal perbuatan ya jadi harus ada proses memasukkan iman supaya kuat di hati dan proses ini kan ya kita sudah tahu butuh kesungguhan dalam berdoa kepada Allah Karena hati itu Allah Yang Maha Kuasa membolak-balik ya tahapan ini juga butuh apa<br><br>membersihkan hati dari kotoran karena sudah pernah kita Jelaskan hati itu adalah wadah kalau kita ingin isi dengan kebaikan Kalau sudah terlanjur ada isi sebelumnya ya kita harus bersihkan dulu inilah pentingnya kita banyak beristigfar memohon ampun kepada Allah membaca Alquran merenungkan isinya karena itu akan menghilangkan syubhat di hati kita yang ada sebelumnya menghilangkan penyakit-penyakit kesalahpahaman keragu-raguan dalam agama ini supaya hilang tersingkir syubhat dan syahwat setelah kosong baru bisa<br><br>diisi kalau sudah bisa diisi kemudian dia dominan di hati itulah yang akan menjadi sebab amal-amal perbuatan pada anggota badan akan mudah dilakukan karena hati itu kalau baik maka semua anggota akan menjadi anggota badan akan menjadi jadiadi menjadi baik nah tib lanjut kata beliau di sinialohiroti falalohiratu Wal batinatu tusodquul imana wabiha yatahaqok maka amal-amal Saleh yang dilaksanakan oleh anggota badan azzahirah yang nampak juga amal-amal batin ya yakni cinta takut berharap tawakal Rida dan seterusnya inilah yang akan<br><br>membenarkan iman menjadi bukti iman dan dengan amal-amal iman amal-amal anggota badan maupun amal-amal hati inilah iman itu akan yatahqqq akan semakin terwujud semakin kuat semakin tumbuh jadi ada dua hal di sini iman itu keberadaannya atau benarnya di hati kita dibuktikan dengan amalan Saleh maka Pasti orang yang imannya benar pasti dia semangat Melakukan amal-amal kebaikan dan semangat meninggalkan keburukan Itu sudah pasti karena iman yang benar itu menjadikan seseorang merasakan nikmat beribadah apalagi iman yang benar<br><br>intinya adalah cinta kepada Allah orang yang cinta kepada Allah pasti senang dekat dengannya selalu mengingatnya selalu berzikir menyebutnya memuji-muji dan menyanjungnya jadi amal saleh itu merupakan bukti benarnya Iman di hati sekaligus amalan Saleh itu yang akan menumbuhkan dan menguatkan menyempurnakan Iman di hati kita ya Jadi dua-duanya ini saling berkaitan kalau iman itu benar Buktinya adalah amalan Saleh amalan Saleh pun dikerjakan itu menumpuhkan iman ya Oleh karena itu ketika seseorang mengerjakan amalan-amalan Saleh misalnya<br><br>pada anggota badannya disertai dengan perenungan iman yang kuat di dalam hatinya disertai dengan dia menghadirkan hatinya ini yang akan luar biasa pengaruhnya dalam menumbuhkan iman itu yang selalu kita Ingatkan baca al-qur&#8217;an Jangan cuma di lisan waktu berzikir Jangan cuma diucapkan oleh lidah Jangan cuma dilafazkan di bibir ya tapi harus ada perenungan dalam hati karena yang mau ditumbuhkan ini Iman di dalam hati dan sebab yang paling kuat untuk menumbuhkan Iman termasuk di antaranya adalah amalan-amalan yang kita<br><br>lakukan pada anggota badan kita termasuk yang kita ucapkan pada lisan kita atau kita lafazkan di bibir kita ini yang paling kuat termasuk yang paling kuat pengaruhnya dalam menumbuhkan keimanan dan menyempurnakannya makanya kedua-duanya ini harus di apa disesuaikan disinkronkan kedua-duanya supaya setiap kita beramal terus akan menumbuhkan keimanan kita dan semakin menyempurnakannya Kama qala taala sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala di surah attagabun ayat ke-11 Ma asoba musibatin illa biidnillah w y Billahi Yahdi<br><br>qolbah tidaklah tidaklah menimpa satu musibah kecuali dengan izin Allah dan barang siapa yang beriman kepada Allah maka Allah akan berikan Hidayah ke dalam hatinya Hidayah hati Asal Hidayah di ayat ini disebutkan seseorang yang ditimpa musibah kemudian dia menyikapi musibah itu dengan benar itu menjadi sebab dia mendapatkan hidayah yang merupakan asal Hidayah Allah berikan Hidayah ke dalam hatinya ya kata beliau Fal Abdu asabathul musibatu faamana annaha minillahi wa anallaha hakimun rahimun fi takdiriha wau AB hadallahuahu hidayatan Khan lir<br><br>wasriaslimi maka seorang hamba ketika ditimpa musibah ya kemudian dia beriman bahwa musibah itu adalah dari sisi Allah dan apa yang Allah berasal dari Sisinya pasti semua adalah Maha Baik semua adalah kebaikan karena bersumber dari berasal dari perbuatan-perbuatan sifat-sifat Allah yang Maha Baik Yang Maha terpuji yang Maha maha sempurna Maha Tinggi dan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala Hakim Maha Sempurna hikmahnya yakni menempatkan musibah ini pasti sesuai dengan kebutuhan dan tepat pada tempatnya rahim Allah maha<br><br>penyayang dalam menakdirkan musibah ini dan dia meyakini Bahwasanya Allah subhanahu wa taala lebih mengetahui kemaslahatan-kemaslahatan untuk hambanya ini siapa yang meyakini seperti ini Allah berikan Hidayah ke dalam hatinya dengan Hidayah yang khusus agar dia agar hamba ini Rida bersabar dengan ketentuan Allah tunduk dan merasakan ketenangan jadi dari sisi musibah saja ketika orang menghadapinya dengan amalan hatinya ya dengan merenungkan sifat-sifat Allah yang maha sempurna seperti yang diterangkan di sini itu<br><br>bisa menjadi sebab kebaikan yang merupakan asal kebaikan yang bermanfaat untuk dirinya dunia dan akhirat hanya karena musibah ya makanya sikap yang ini merupakan wujud cahaya iman seseorang hamba sikap-sikap ini sangat tinggi kedudukannya dalam Islam orang yang menghadapi musibah ya pada saat yang bersamaan yang satu bisa mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah yang satu bisa sangat jatuh karena dia tidak Rida karena dia tidak terima dia tidak bersabar padahal musibah tersebut tidak akan berubah dengan sikap orang ini seperti<br><br>ini sikap yang kedua seperti ini tetap musibah pasti akan berlaku nah orang yang beriman itu dia bisa ya mendapatkan sebab kemuliaan dari sisi Allah dalam semua keadaan yang Allah berlakukan dalam hidupnya termasuk ketika dia mendapatkan musibah makanya dengan sebab seperti ini kan kita merenungkan hal ini kita jadi mensyukuri musibah tidak kita mencari-cari musibah karena karena kita belum tentu bisa menghadapinya tapi ketika terjadi kita Yakin Allah pilihkan Hal ini untuk kita dan dia adalah sifat-sifatnya Maha<br><br>Sempurna paling tahu tentang kemaslahatan hambanya dia adalah Hakim sempurna hikmahnya pasti menempatkan musibah ini sesuai dengan kebutuhan dan tempat pada tempatnya dengan hal ini saja Allah subhanahu wa taala berikan bagi seorang hamba itu Hidayah hati yang merupakan asal dari segala kebaikan nah kq taala di ayat yang lain Allah subhanahu wa taala berfirman ya di surat yang ke-10 ayat ke9 innalladina amanu wailus sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh Allah subhanahu wa taala memberikan Hidayah<br><br>kepada mereka dengan keimanan mereka berarti Hidayah dari Allah tergantung dari keimanan di hati kita ya jemaah sekalian rahimakumullah memang yang namanya mengusahakan kebaikan ini kita tekankan berkali-kali itu kita lakukan sepanjang hidup kita jadi jangan pernah muncul dalam pikiran kita ya bahwa seolah-olah kebaikan itu kita targetkan saya akan menjadi baik saya menjadi orang yang sempurna imannya sempurna ikhlasnya 5 tahun kemudian tidak ada yang bisa mentarget seperti ini kita belajar terus sampai di akhir hayat<br><br>kita Semoga Allah Subhanahu Wa Ta taala mudahkan kita sudah meraih hasilnya sebelum akhir hayat kita tapi kalaupun tidak Alhamdulillah selama kita mengikuti prosesnya mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala mengetahui kesungguhan kita dan mengampuni kekurangan kekurangan dan kelemahan-kelemahan diri kita itu yang kita harapkan karena selalu kita mengatakan hamba itu penuh dengan kelemahan dan kekurangan bahkan di anara makna ubudiah penghambaan diri yang sempurna adalah hamba yang selalu menghadirkan pada dirinya dua hal ini<br><br>juga sudah pernah kita Jelaskan yaitu Selalu mempersaksikan musyahadatul minnah namanya mempersaksikan besarnya nikmat karunia kebaikan-kebaikan dan limpahan anugerah yang Allah selalu berikan kepada kita jadi semua kebaikan pujian selalu kita tujukan kepada Allah kemudian yang kedua musyahadatu uyubin uyubin nafs mempersaksikan bahwa hamba itu selalu penuh dengan kekurangan banyak kelemahan sampaiun dia telah menunaikan ibadah dengan sungguh-sungguh tetap saja penuh dengan kekurangan dan kelemahan dari sinilah Kenapa Rasulullah<br><br>Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ya bahwa tidak ada seorang pun yang masuk surga atau diselamatkan dari neraka dengan amal-amal mereka sendiri ya laanj ahadumi tidak ada seorang pun di antara kamu yang selamat dari neraka dalam riwayat lain yang masuk surga dengan amal-amalnya semata-mata karena amal-amal kita penuh dengan kekurangan sampai ada sahabat yang bertanya wala Anta Ya Rasulullah tidak juga engkau sendiri wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana sempurnanya amal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam<br><br>iya kan maka beliau apa apa Sabda beliau ketika menjawab pertanyaan ini beliau Sallallahu alh wasallam bersabda wala Ana illa Allahu birahmatin minhu wa tidak juga saya akan tetapi Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan atau melimpahkan kepadaku rahmat dan karunianya Jadi kalau Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam saja yang sempurna amalnya amal-amalnya tetap tidak bisa menjadi semacam Apa alat tukar untuk surga atau selamat dari neraka tetap kita butuhkan rahmat Allah dan karunia itulah yang menentukan apalagi<br><br>orang-orang yang seperti kita yang tentu lebih banyak kekurangan dan kelemahan dalam dalam amal-amal kita Nah jadi di ayat tadi ininaanuah sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh Allah Subhanahu wa taala memberikan Hidayah kepada mereka dengan Imannya fahfal mutaall di sini Allah menghafuz tidak menyebutkan keterkaitan Hidayah di sini Hidayah dalam apa Allah berikan Hidayah sesuai dengan iman mereka Hidayah dalam apa Hidayah dalam ilmu dalam amal tidak disebutkan Supaya apa meliputi semua Hidayah dalam<br><br>kebaikan dan dijauhkan dari segala keburukan di dalam bahasa Arab itu ada ya bentuk kalimat seperti ini kalau disebutkan secara mutlak secara umum tidak disebutkan keterkaitannya ini berarti memberikan faedah umum contoh seperti ketika Rasulullah Sallallahu Ali wasallam menyebutkan tentang para sahabatir sebaik-baik generasi adalah sebaik-baik manusia adalah generasiku tidak disebutkan sebaik-baik dalam hal apa dalam ilmu dalam amal dalam salatnya dalam zikirnya Supaya apa menunjukkan kebaikan mereka itu mutlak<br><br>semua perkara agama mereka adalah yang terbaik karena tidak disebutkan dengan ikatan tertentu supaya meliputi semua kebaikan sama dengan ayat ini kata beliau supaya cakupannya itu umum mereka mendapatkan hidayah untuk semua kebaikan juga hidayah untuk meninggalkan semua keburukan dan ini dengan sebab keimanan mereka jadi jemah sekalian rahimakumullah Apa sebabnya kita perlu untuk bersungguh-sungguh di awal kita mengusahakan iman kita supaya tumbuh dengan benar Apa sebabnya kita harus banyak berdoa karena di ayat ini<br><br>menyebutkan Hidayah dari Allah tergantung dari iman orang yang pertama kali ada keinginan dalam dirinya untuk Iman Setelah dia imannya lemah kalau imannya lemah berarti Hidayah dari Allah juga akan I kan sesuai dengan kelemahan imannya maka hamba ini terus berdoa terus belajar terus mengulangi pelajaran terus mprakkkan meningkatlah imannya maka Hidayah Allah juga semakin bertambah untuk dirinya tapi masih proses terus dia tingkatkan lagi semakin sempurna semakin sempurna lamaelamaan sempurna semua karena pertolan dari Allah Hidayah<br><br>darinyagant dari sebnya usaha selalu meningkatkan iman kita ada yang kurang kita berdoa kepada Allah supaya terus pertolongan dari allah subhanahu wa taala Hidayah yang bertambah pada diri kita jadi ini yang menjadikan kita harus bersabar ya kita harus bersabar menghadapi keadaan-keadaan seperti ini supaya iman kita terus meningkat dan seiring dengan itu Hidayah dari Allah subhanahu wa taala juga semakin besar diberikannya kepada kita J maka beliau mengatakan amal-amal Saleh itu adalah termasuk Iman dari satu sisi<br><br>dari satu segi sekaligus dia adalah termasuk buah-buah iman dan konsekuensinya dari sisi yang lain ya maka kedua-duanya saling berkaitan amal-amal Saleh itu akan menumbuhkan iman iman itu sendiri Kalau benar akan memotivasi orang untuk semangat beramal saleh makanya dua hal ini tidak bisa kita tinggalkan ya kita belajar ikhlas kita belajar iman supaya menyempurnakan ikhlas supaya menyempurnakan khusyukb jangan ada yang menyimpulkan berarti kalau kita kita belum khusyuk jangan salat dulu kalau kita belum ikhlas jangan<br><br>beramal dulu ini kan salah tetap kita beramal dengan segala kekurangan sambil kita memperbaikinya dengan semakin kita memperbaiki amalan-amalan kita semakin kita banyak berdoa kepada Allah meminta disempurnakan kekurangan-kekurangan kita ini kan akan semakin menguatkan iman dan iman semakin kuat berarti juga akan semakin memperbaiki amal-amal tersebut jadi dua-duanya ini harus terus kita lakukan bersamaan tib wallahul muwafi dan Allah subhanahu wa taala dialah yang memberikan Taufik kepada hamba-hambanya dalam segala<br><br>kebaikan-kebaikan Ini nah jadi ini jemaah sekalian rahimakumullah ya belajar tentang iman memang merupakan pelajaran yang paling berharga berarti paling banyak tantangan-tantangannya Paling banyak godaan setan untuk memalingkan kita darinya Dan Allah subhanahu wa taala ya berfirman dalam al-qur&#8217;anika fadlullahi ytihi Yasya wallahu Dul fadlilim itu adalah karunia Allah yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada siapa yang dikehendakinya dan Allah subhanahu wa taala Maha memiliki karunia yang agung Maka jangan berputus asa<br><br>terus berdoa ingat kita minta kepada zat yang maha pemurah maha pengasih lagi maha penyayang yang dia lebih sayang kepada kita dibandingkan sayangnya ibu kepada anak bayinya ini yang menjadikan kita optimis ya kemudian kalau bukan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh mengusahakan kebaikan ini Allah berikan kemudahan bagi mereka lantas kepada siapa Allah berikan sudah pernah kita sebutkan Allah subhanahu wa taala memiliki nama-nama Yang Maha indah yang berhubungan dengan kebaikan-kebaikan agama arq Maha Pemberi rezeki rezeki yang<br><br>paling utama adalah Iman ya orang-orang kafir mendapatkan bagian rezeki dalam urusan dunia tidak istimewa orang-orang yang beriman meminta kepada Allah dengan namanya arrazq meminta rezeki yang paling utama Allah subhanahu wa taala memiliki nama asyakur asyakur artinya Maha bersyukur dalam terjemahan kita kandungannya adalah orang berbuat baik pasti Allah berikan asan tidak seperti tidak sekedar sama dengan perbuatan baiknya tapi lebih daripada Apa yang dilakukan Jadi kalau orang sungguh sungguh berikan balasan yang<br><br>lebih ya itu namanya itu makna namanya asyakur Allah subhanahu wa taala alwadud mencintai hamba-hamba yang beriman dan mereka pun mencintainya itu maknanya namanya alwadud diantara kandungannya kata para ulama adalah dengan ini Allah subhanahu wa taala akan memudahkan bagi orang-orang yang beriman sebab-sebab agar mereka bisa mencintai Allah jadi semua kemudahan Allah berikan dalam agama ini yang penting kita bersabar terus kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala terus kita belajar mengikuti petunjuknya memperbaiki diri<br><br>menundukkan hawa nafsu di jalan Allah subhanahu wa taala dan yang paling penting adalah mempelajari kemahaindahan nama-nama Allah dan kemahatinggian kemahasempurnaan sifat-sifatnya dengan sebab inilah Insyaallah Allah Subhanahu taala akan menyempurnakan kebaikan-kebaikan dalam diri kita baik Barakallah fikum Cukup sampai di sini Insyaallah kajian kita di kesempatan pagi hari ini Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat dan menjadi motivasi kebaikan bagi kita yang selalu kita syukuri nikmat kemudahan menuntut ilmu<br><br>yang Semoga Allah subhanahu wa taala tetapkan pada diri kita sampai di akhir hayat kita tib barakallahu fikum Sebelum kita akhiri mungkin kalau ada pertanyaan yang ingin Anto sampaikan ya Ikhwan bisa bertanya langsung mungkin akhwat lewat silakan disampaikan Barakallah fikum Ya silakan pak bim Iya Barakallah Fik pertanyaan sangat baik sekali dari beliau yang bertanya Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa<br><br>melimpahkan keberkahan dan rahmatnya serta Taufik kebaikan bagi beliau yang pertanya dan juga bagi kita semua ya konsepnya tentu semua sudah diterangkan secara lengkap di dalam ayat-ayat al-qur&#8217;an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya maka yang perlu kita lakukan saat ini adalah banyak berdoa kepada Allah untuk membentuk karakter atau kepribadian yang baik pada diri kita terus kita menuntut ilmu belajar agama belajar al-quran membaca dan merenungkannya demikian pula hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam<br><br>mengambil panutan dari sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain serta para ulama ahlusunah Wal Jamaah kita bersabar belajar agama ini ya pembahasan dari kitab yang sedang kita kaji ini adalah mengambil dasar dari ayat yang tadi disebutkan tentang perumpamaan pohon iman di Surah Ibrahim tadi ya sudah kita baca di mukadimah alam Bim allahembuumpamaan kalimat yang baik yakni kalimat Iman kalimat takwa kalimat ikhlas kalimatuh perump se ak angnya tumbuh menjulang ke langit<br><br>pohon ini akan mengeluarkan buah-buah yang indah setiap saat dengan izin Allah subhanahu wa taala jadi sebagaimana pohon untuk dibentuk ya harus dipertimbangkan semua mulai dari tanahnya dalam halhal ini hati kita tanah itu tempat menanam pohon jadi hati kita harus bersih supaya nanti akarnya ketika akan ditancapkan semakin kuat masuk ke dalam ya Pohonnya itu keimanan itu sendiri adalah kita harus memilih bibitnya untuk tanaman pohon kita harus memilih bibit yang baik maka keimanan kita sudah ada kita berusaha memperbaikinya<br><br>menghilangkannya dari sebab-sebab yang melemahkannya atau menjadikannya ragu ya Itulah sebabnya kita menghilangkan penyakit syahwat penyakit syubhat kita belajar akidah yang benar menghilangkan kesalahpahaman apalagi dalam hal-hal yang berhubungan dengan Tauhid prinsip-prinsip dasar keimanan ini akan menguat pertumbuhan akar pohon tersebut supaya semakin menancap ke dalam ke dalam tanah akhirnya tumbuhlah cabang-cabangnya nanti akan dibahas di sini Apa yang dimaksud dengan cabang-cabang di sini Apa yang dimaksud dengan buah-buah iman<br><br>ya akan ada pembahasannya selanjutnya Insyaallah ini dengan kita usahakan dengan selalu berdoa kepada Allah subhanahu wa taala maka akan tumbuhlah kebaikan-kebaikan sebagaimana yang disebutkan tentang perumpamaan pohon iman itu nah Ustaz Bagaimana cara menerima takdir yang buruk dengan cara ikhlas I menerima takdir yang buruk dengan cara ikhlas pertama pengertian dari anqir kamu beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk keburukan di sini berhubungan dengan masalah almadur yang Allah takdir kan yakni makhluk karena perbuatan Allah<br><br>menakdirkan pasti baik Iya kan kan semua perbuatan Allah bersumber dari sifat-sifatnya yang Maha Tinggi karena sifat-sifatnya maha sempurna maka tidak mungkin ada perbuatan Allah yang buruk makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam doa yang kita baca di antara doa istiftah yang kita baca menyebutkan di sebuah lafaz dalam sebuah doa yang panjang walhairuu fiadaika Ya Allah kebaikan itu semua ada di tanganmu dan keburukan tidak dinisbatkan kepadamu jadi ini tidak bertentangan Kenapa ada takdir yang buruk artinya<br><br>buruk itu berhubungan dengan apa yang Allah takdirkan itu pun dalam pandangan makhluk kayak tadi musibah manusia kan menganggapnya buruk karena tidak sesuai dengan keinginannya Iya kan orang ditakdirkan misalnya kena bencana ya semoga Allah menjaga kita dalam melindungi kita dari segala keburukan orang ditakdirkan kena bencana atau tabrakan atau sakit kemudian meninggal dunia kan keluarganya sedih maka mereka mengatakan ini buruk orang ditakdirkan usahanya bangkrut misalnya kan menurut dia buruk tapi Allah subhanahu wa taala<br><br>ternyata menjadikan Di balik semua ini kan banyak hikmah seperti misalnya pengampunan dosa-dosa Iya kan seperti bencana tujuannya untuk apa mengingatkan manusia supaya Allah menjadikan mereka merasakan akibat dari perbuatan dosa mereka supaya mereka mau kembali kembali kepada Allah bertobat kepada Allah kan begitu Jadi ini maknanya takdir yang buruk Nah dengan cara kita menyikapinya dengan benar kita menyikapinya dengan benar dengan kita meyakini tadi Allah memiliki sifat hikmah Allah subhahu maha penyayang bahkan lebih sayang<br><br>dibandingkan ya seorang ibu kepada anak bayinya maka kita akan menerimanya dengan ikhlas sekarang seperti saya per ya kita selalu ingat waktu masih kecil Ibu melarang kita melakukan hal-hal yang Padahal kita suka untuk melakukannya sampai setelah besar kita dewasa kita berpikir saat ini apakah ketika ibu kita melarang kita dulu karena jahat atau karena ingin menghalangi Dari kesenangan kita atau karena sayangnya kepada kita pasti karena Sayangnya kita ingat sekarang Kita Renungkan sekarang meskipun dia melarang kita bahkan kadang-kadang ada<br><br>anak yang ya dijubit supaya tidak melakukan perbuatan tersebut kita semua sekarang yakin ibu kita melakukan itu karena sayang sama kita padahal Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya dibandingkan sayangnya ibu kepada anak bayinya itu dalam Sahih Muslim lallahu arhamu biibadii biwadiha sungguh Allah subhanahu wa taala lebih sayang kepada hamba-hambanya dibandingkan sayangnya Ibu ini kepadanya nah kalau sama orang saja kita bisa bersangka baik seperti itu padahal terbatas kasih sayangnya Bagaimana kepada Allah subhanahu wa taala yang<br><br>Maha Sempurna kita tidak bisa menerima takdirnya dengan ikhlas padahal takdirnya itu penuh dengan hikmah dan kebaikan untuk kita ya kalau manusia melakukan sesuatu tujuannya baik belum tentu itu akan mendatangkan kebaikan Karena manusia terbatas kemampuannya tapi Allah subhanahu wa taala ketika dia janjikan hikmah-hikmah yang sempurna maka itu pasti sesuai dengan segala ketentuan yang diberlakukannya perenungan seperti ini yang akan menjadikan kita ikhlas dan mudah menerima segala ketentuan Allah tersebut nah Bagaimana cara agar anak mau<br><br>melaksanakan salat dengan baik tanpa harus dikejar-kejar sebatas apa orang perintahkan untuk salat bagi anak yaalah yang terjadi ketika ya banyak hal-hal yang memalingkan manusia dari Fitrah kita sudah tahu kayak salat bahkan iman yang benar tauhid itu adalah fitrah manusia Iya kan di dalam hadis qusi riwayat Imam muslim Allah Subhanahu berfirmanu Sesungguhnya aku menciptakan hamba-hambaku dalam keadaan Hanif lurus ya cenderung kepada tauhid kemudian setan mendatangi mereka dan malingkan mereka dari Fitrah yang lurus<br><br>itu jadi hukum asalnya anak-anak masih dekat dengan Fit harusnya mudah kita perintahkan ibadah mudah diperintahkan salat tap pada kenyataannya sekarang Iya karena setan malingkan mereka dari Fitrah tersebut pengaruh lingkungan dan seterusnya jadinya anak anak kita sebagian susah untuk kita suruh melaksanakan salat cuma jangan kita putus asa kita berusaha berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar kita mudah untuk mengarahkan anak kita kembali kepada fitrahnya kemudian mulailah dengan apa yang dimulai oleh para nabi dan para rasul alaihiatu<br><br>wasalam kenalkan mereka kepada rabbnya kenalkan mereka kepada Allah Allah itu maha Indah sifat-sifatnya Maha terpuji Maha Tinggi dan Maha Agung sebutkan bahwa semua kebaikan-kebaikan dari Sisinya Sebutkan semua sifat-sifat kesempurnaannya karena ini akan menumbuhkan rasa cinta di hati anak tadi apalagi ini masih dekat dengan fitrahnya rasa cinta kepada Allah kalau sudah cinta kepada Allah mereka akan mudah untuk melakukan kebaikan-kebaikan karena orang yang mencintai sesuatu pasti senang dekat dengannya senang melakukan<br><br>hal-hal yang mendatangkan keridaan dari pihak yang dicintainya itu maka ini yang paling terbaik dakwah kepada tauhid mengenalkan kepada anak-anak kita tentang makna nama-nama dan sifat-sifat Allah ini akan memudahkan mereka untuk bisa bersemangat menjalankan ibadah ya E dalam sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang sahihkan kita diperintahkan anak-anak itu untuk melaksanakan salat ya ketika berumur 7 tahun perintahkanlah anakmu untuk melaksanakan salat ketika berumur 7 tahun dan pukurah mereka ketika meninggalkan salat ketika<br><br>berumur 10 tahun jadi kita mulai perintahkan sejak kecil ya biasakan dan yang paling penting tadi diingatkan tentang wa taala dikenalkan tentang kemaha indahan nama-nama dan sifat-sifatnya agar tumbuh kecintaan dan pengagungan kepada Allah di hati mereka Bagaimana pendapat Ustaz dengan pernyataan bahwa penyakit mental disebabkan akibat kurangnya ibadah dikarenakan beberapa kasus pada orang yang dengan penyakit mental justru terkena kepada orang-orang yang amal ibadahnya sudah bagus I secara umum semua penyakit Ya semua penyakit secara umum itu<br><br>disebabkan karena kurangnya keimanan dan ibadah kita kepada Allah termasuk penyakit mental kalau ada pernyataan bahwasanya ada orang yang bagus ibadahnya kena penyakit mental berarti ibadahnya tidak bagus karena belum tentu orang yang menampakkan ibadah seolah-olah dia beribadah dengan benar itu adalah ibadah yang baik karena belum tentu sesuai dengan sunah belum tentu dengan ikhlas ada sebagian orang yang saat ini dia mengikuti pemahaman tertentu kemudian dia mengamalkan ibadah setelah itu jadi kayak orang gila karena<br><br>yang diikutinya bukan pemahaman yang benar bukan ibadah yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain maka akan menimbulkan permasalahan mental yang parah dan itu pasti karena kesalahan dalam iman dan ibadah yang dilaksanakan oleh orang tersebut nah bagaimana caranya untuk tetap bersyukur dan Rida dengan ujian Allah dan bagaimana caranya supaya saya tetap bersabar dan ikhlas dengan ujian tadi sudah kita Jawab ya pertanyaannya mirip dengan yang sebelumnya<br><br>Ustaz Kenapa banyak kelompok-kelompok dalam kaum muslimin padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sudah memberikan petunjuk untuk mengikuti generasi para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam radhiallahu taala anhum ajmain ya sebagai ujian dan kan sudah diberitakan di dalam hadis-hadis yang sahih tentang banyaknya perpecahan di akhir zaman faainnahu yais minkum fastilafan kair siapa yang akan hidup panjang umurnya di kalangan kalian dia akan melihat banyak perselisihan di akhir zaman sebagai ujian karena Rasulullah<br><br>Sallallahu Alaihi Wasallam Bahkan dalam Alqur&#8217;an telah disebutkan tentang petunjuk kebaikan tapi sekarang siapa yangu mempelajari hal itu apakah semua orang belajar Alquran belajar sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sama dengan pertanyaan Kenapa perempuan menjadi kebanyakan penghuni neraka padahal sudah ada petunjuk Islam pertanyaannya sekarang apakah kebanyakan mereka mau mempelajari petunjuk Islam ya ketika Rasulullah wasam bersabda diliatkan kepadakueraka ter kebanakan minya adalah kaum perempuan ini menyebutkan tentang<br><br>Ketentuan takdir Allah yang pasti akan terjadi makanya bagi kaum perempuan berusaha untuk menghindari keburukan ini dengan cara mengikuti petunjuk di dalam hadis tersebut supaya terhindar dari yang menjadi kebanyakan penghuni neraka ini yaitu hendaknya dia berusaha untuk tidak mengingkari kebaikan suaminya taat kepada suaminya tentu setelah menunaikan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala dan rasulnya sama dengan permasalahan tadi banyak kelompok-kelompok Kita harus hindari sudah merupakan takdir Allah karena manusia banyak meninggalkan agama<br><br>di akhir zaman akhirnya banyak pemahaman-pemahaman yang menyimpang yang mereka yakini maka kita diperintahkan untuk berpegang teguh dengan al-qur&#8217;an dan Sunah Dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain karena inilah yang akan selamat dari perpecahan yang ada di akhir zaman tersebut nah satu lagi pertanyaan qadarullah suami saya sudah meninggal ya Ucapkan rahimahullah taala Semoga Allah merahmatinya sudah punya anak satu yang sekarang sedang belajar di pondok Akhirnya saya tinggal di rumah sendiri Alhamdulillah Pondok tempat anak<br><br>saya belajar sudah mulai ada program PP pulang pergi pertanyaannya Bolehkah saya menyuruh anak saya tidak mukim tapi pulang pergi di pondok yang sama Terkadang saya sakit Saya butuh orang untuk menemani saya ya Tidak mengapa kalau itu sesuai dengan kemaslahatan supaya anak itu juga terbiasa mengurusi berbakti kepada orang tua tidak mengapa kalau seandainya seperti itu cuma tentu perlu di Awas anak tersebut ketika tidak banyak ya berinteraksi dengan urusan-urusan dunia yangikan dia seperti main handphone dan seterusnya dari orang tuanya kalau ainya<br><br>anak anak tersebut adalah anak yang bisa diarahkan untuk ini dan kemaslahatannya ketika dia pulang besar juga tidak mempengaruhi misalnya hafalannya tidak mempengaruhi semangatnya dia menuntut ilmu maka tidak mengapa mudah-mudahan dia semakin dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala kebaikan dan ditolong untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat karena dia selalu tetap e menuntut ilmu dan juga tetap berbuat baik kepada ibunya menjaga Ibunya dan membantu membantu orang tuanya nah tiik Barakallah fikum Cukup sampai di sini Insyaallah kajian<br><br>kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri shallallallahu wasallam warak ala Nabina Muhammad wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bisanin yaumiddin waakirulillahbil alamin subhanakallah wabihamdika as ilahailla wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4065","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T07:49:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-13T07:49:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/\",\"name\":\"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T07:49:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T07:49:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T07:49:38+00:00","article_modified_time":"2026-07-13T07:49:39+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/","name":"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T07:49:38+00:00","dateModified":"2026-07-13T07:49:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/penjelasan-pohon-keimanan-lanjutan-ustadz-abdullah-taslim-m-a\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penjelasan Pohon Keimanan (Lanjutan) | USTADZ ABDULLAH TASLIM, M.A"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4065"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4065"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4066,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4065\/revisions\/4066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}