{"id":4097,"date":"2026-07-13T14:56:52","date_gmt":"2026-07-13T07:56:52","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4097"},"modified":"2026-07-13T14:56:52","modified_gmt":"2026-07-13T07:56:52","slug":"ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/","title":{"rendered":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"\ud83d\udd34[LIVE] Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN |\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tSTSVVM1S8k?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala atas semua limpahan nikmat dan karunianya di pagi hari ini kita dipertemukan di masjid yang mulia ini masjid al-ikhlas untuk kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala nikmat Hidayah taufiknya dalam kebaikan kemudian juga dengan taufiknya kita dimudahkan bertemu di pagi hari ini untuk mengadakan majelis ilmu yang mulia sesuai dengan apa yang kita pernah kaji dan kita akan lanjutkan Insya Allah di kesempatan pagi hari ini mengkaji kitab<br><br>yang sangat bermanfaat kitab atau Iman penjelasan tentang pohon iman tulisan dari Al Imam Syeikh Al mufassir Abdurrahman Allah Hu Ta&#8217;ala ya saya Ingatkan Kembali pembahasan tentang pohon iman bagaimana menumbuhkan keimanan di hati berdasarkan apa yang disebutkan di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala di Surah Ibrahim Alaihissalam Kalimantan Tidakkah kamu melihat bagaimana Allah<br><br>Subhanahu Wa Ta&#8217;ala membuat perumpamaan kalimat yang baik kalimat thayyibah kalimat tauhid kalimat iman seperti pohon yang baik yang pohon ini ciri-cirinya menancap kuat di dalam tanah kemudian batangnya atau cabang-cabangnya menjulang ke langit kemudian pohon ini Tuti ukulaha akan mengeluarkan menghasilkan buah-buahnya setiap saat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala ini perumpamaan yang sangat indah tentang iman memberikan gambaran kepada kita dengan jelas bahwa iman itu ternyata di perumpamakan demikian gamblang demikian indah di dalam Alquran<br><br>agar kita bisa memahami Bagaimana cara menumbuhkan Iman ini dan pastinya ini adalah perkara yang paling penting dalam agama kita sehingga Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjelaskan dengan sejelas-jelasnya demikian pula nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam karena tentu kita tahu iman adalah landasan utama agama kita sebab diterimanya amal orang yang menghadap Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tanpa ada landasan keimanan yang benar kita tahu nasib amal-amalnya akan gugur dan ditolak di hadapan Allah subhanahu wa<br><br>ta&#8217;ala yang mengingkari keimanan maka akan gugur amal-amalnya dan di akhirat nanti dia termasuk orang-orang yang merugi [Musik] pembahasan tentang iman ini juga menjadi landasan beramal dari segi penyemangat kita dalam Amal sekarang kita menghadapi kendala kita banyak mengetahui keutamaan Amal kita banyak mengetahui kemuliaan amal pahala yang tinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tapi ketika kita ingin mengamalkan kita dapati motivasi pada diri kita kurang motivasi pada diri kita tidak besar<br><br>ya padahal kita ingin mengamalkan amal tersebut ini juga diantara faedahnya kita mengusahakan sebab-sebab yang memperbaiki Iman Kenapa karena iman itu menjadikan iman yang benar menjadikan amal itu terasa indah terasa nikmat ya karena kita tahu diantara landasan utama iman adalah cinta kepada Allah ya takut berharap bahkan ini merupakan tiga Raka Izul ubudiyah tiang-tiang utama penopang ubudiyah penghambaan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala kenapa kita tidak begitu semangat beramal karena cinta kita kepada Allah kurang<br><br>rasa takut dan pengharapan kita kepada Allah kurang kalau kita mencintai sesuatu otomatis kita akan senang mendekatkan diri dengannya ya sesuatu yang dilandasi dengan cinta akan terasa nikmat waktu kita lakukan beda dengan sesuatu yang tidak kita cintai akhirnya kita lakukan dengan terpaksa di dalam Kitab al-fawaid menyebutkan kaidah alladhatu tabiatul Lil Mahabbah kelezatan itu kenikmatan itu mengikuti rasa cinta kalau kita mencintai sesuatu Ridho dengan sesuatu kita akan rasakan nikmatnya makanya sudah pernah kita Jelaskan<br><br>Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa menggambarkan iman yang Hakiki itu sebagai sesuatu yang manis sesuatu yang lezat di dalam hadits riwayat Imam muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Iman Man rodia Billahi robban wabil Islami Dinan wabi Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah akan merasakan kelezatan Iman orang yang ridho Kepada Allah sebagai rabbnya sebagai sembahan satu-satunya kepada Islam sebagai agamanya dan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai rasulnya<br><br>di hadis yang lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ta&#8217;ala Anhu riwayat Bukhari Muslim juga terkenal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda falaatun nafihi wajah nabihina halawatan iman ada tiga perkara barangsiapa yang memilikinya dia akan merasakan kemanisan iman Nah di sini termasuk kendala terbesar ya Yang banyak dihadapi oleh kaum muslimin adalah bagaimana caranya agar mereka bisa berpegang teguh dengan agama ini tidak dengan terpaksa berpegang teguh yang benar pasti kita tahu artinya kita suka Melakukan<br><br>amal-amal kebaikan tanpa perlu dipaksa kita butuh dengan amal-amal ini kita terikat karena kita merasakan nikmatnya kita merasakan ketenangan ketika berdzikir kepada Allah ini kan bukan cuma sekedar Teori ini satu kenyataan untuk inilah agama Islam diturunkan ya untuk menjadikan kita merasakan agama Islam ini adalah sebagai karunia terbesar yang memang itu adalah hakikatnya kenyataan yang sesungguhnya ini adalah kenikmatan terbesar keindahan yang paling tinggi dibandingkan apapun yang ada di dunia ini Nah sekarang kenyataannya<br><br>masih banyak kita yang belum merasakan hal tersebut kita masih merasakan urusan-urusan dunia lebih dicintai oleh hati kita lebih disenangi oleh nafsu kita berarti di sini ada yang tidak beres pada Iman di hati kita Ya Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjanjikan orang yang beriman dengan benar dan beramal saleh dia akan merasakan hidupnya indah di dalam naungan iman dengan beriman dan beramal saleh Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman mana Amila sholihami zakarin Siapa yang mengamalkan amalan Saleh dari kalangan laki-laki maupun perempuan<br><br>dalam keadaan dia beriman maka sungguh-sungguh kami akan berikan untuknya kehidupan yang indah yang penuh dengan kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti kami akan berikan untuknya balasan yang lebih baik daripada apa yang dikerjakannya di dunia jadi ikhwan dan ya kendala dalam amal ini sudah jelas merupakan bukti terbesar bahwa Iman dari kebanyakan kita sedang bermasalah karena belum kita rasakan nikmatnya kita belum merasakan Islam ini sesuai dengan hakikatnya sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala turunkan<br><br>Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika bersabda di dalam hadis yang Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad an-nasa&#8217;i dan yang lainnya wajib salat dijadikan kesejukan hatiku penghibur bagi jiwaku ketika aku menunaikan salat ini jelas salat perbedaan dalam mengamalkannya kalau sekedar mengamalkan orang-orang munafik juga mengamalkannya tapi ketika mereka mengamalkannya bagaimana ketika berdiri melaksanakan salat mereka lakukan dengan malas-malasan Adapun orang yang beriman kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat itu<br><br>adalah Qurrotul Ain penyejuk hati penghibur bagi jiwa ini yang kita ingin capai Ini sebabnya perbaikan iman itu adalah perkara yang paling penting karena ini sebab keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala ketika kita menghadapnya di samping itu ini juga merupakan bukti bahwa pohon iman di hati kita tumbuhnya dengan benar ya buah-buah Iman selain dari kita merasakan nikmatnya ibadah nanti akan kita bahas dalam kitab ini khusyuk ikhlas dalam beramal tawakal yang benar kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala Ridho kepada Allah<br><br>Ridho kepada agama Ridho kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai Rasul ini semua disebutkan di dalam ayat tadi Kalau pohon iman itu pertumbuhannya benar maka buah-buah ini akan akan selalu dihasilkan dari pohon iman ini setiap saat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala oleh karena itu ciri-ciri dari iman yang bermasalah ini kita rasakan semua contoh saja salat yang khusyuk ya salat yang khusyuk shalat sunnah kita atau salat wajib kita kita bisa bayangkan sendiri berapa kali kita merasakan salat yang khusyuk padahal<br><br>Alquran di surat al-mu&#8217;minun menyebutkan ciri yang pertama orang yang beriman adalah kode aflah Al Mu&#8217;minun alladzina sungguh beruntung orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya ciri yang pertama ini saja kita rasakan susah Dan harusnya khusyuk ini kalau iman seseorang benar dia akan rasakan terus bukan sekali-sekali kadang-kadang khusyuk kadang-kadang tidak ini berarti ada yang tidak beres karena disebutkan di ayat tadi mengeluarkan buah-buahnya setiap saat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala<br><br>jadi ini semua ya menjadi gambaran bagi kita bahwa konsekuensi dari iman yang benar itu harus buah-buahnya selalu kita rasakan Maka kalau tidak kita rasakan Hal tersebut berarti ada yang tidak beres dalam iman kita yang harus kita segera perbaiki dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala agar dibenahi dan diperbaiki kalau tidak ya kita khawatir ketika menghadap Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dalam keadaan membawa keimanan yang tidak diridhoinya naudzubillahimindzalik mungkin saya pernah nukilkan ada pernyataan dari<br><br>syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Ta&#8217;ala di dalam majemuk Beliau pernah mengatakan di dalam tajwid Lil Amali halawatan Jika kamu beramal tidak merasakan nikmat tidak merasakan ketenangan dengan amal apa kata beliau fatahimhu maka curigailah amalmu curigailah imanmu kata beliau yakni musibah ala amalihi Min halawatin kata beliau Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta&#8217;ala itu adalah syukur Maha bersyukur Maha berterima kasih ini Nama Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan kalau<br><br>nama Allah berarti Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala senantiasa ya memiliki sifat demikian dia akan selalu membalas kebaikan hamba lebih daripada apa yang diamalkan oleh hamba tersebut akan memberikan balasan bagi orang yang beramal dengan balasan yang sempurna bahkan lebih daripada apa yang diamalkannya yaitu pasti Allah akan berikan balasan dengan amal saleh yang dikerjakan seorang hamba ini Allah jadikan halawah ada rasa manis nikmat di dalam hatinya halawatan yang dia rasakan di dalam hatinya ketenangan dalam jiwanya<br><br>ya kedamaian Insyirah ke lapangan ya dan keyakinan ini pasti ini balasan yang pasti Kalau amal kita benar balasan yang tidak mungkin ditunda ya kata beliau kata Ibnu Taimiyah maka jika seorang hamba ketika beramal tidak merasakan hal ini berarti amal atau imannya sedang bermasalah sedang rusak jadi menggambarkan kepada kita ikhwan dan rahimakumullah setelah kita belajar agama memang kita harus mengoreksi agama ini tidak ada kurangnya ilmu tidak ada kurangnya artinya ilmu yang bersumber dari Alquran hadits-hadit yang shahih berdasarkan<br><br>pemahaman Salaf ini kan sebaik-baik ilmu ya ilmu ini harusnya berbuah berbuah amat bahkan ilmu itu sendiri ada yang dituju pada zatnya ilmu tentang Allah mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah ilmu tauhid ini adalah ilmu yang dituju pada dzatnya yakni ilmu yang merupakan goyah tujuan bukan sekedar sarana bukan sekedar sarana amal sholeh atau amal perbuatan itu juga ada yang dituju pada zatnya ada yang sekedar sarana misalnya amalan anggota badan kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta&#8217;ala amal kalau sekedar hanya<br><br>dilakukan pada anggota badan berarti dia belum mencapai tujuan Karena tujuan dari amal itu harusnya memperbaiki hati menguatkan keikhlasan menumbuhkan cinta takut dan berharap ya jadi kebanyakan kita saat ini hanya mencukupkan diri dengan perhatian terhadap amalan anggota badan padahal ini sarana belum sampai kepada tujuan waktu kita menuntut ilmu waktu kita baca Alquran juga kita mencukupkan dengan sarana saja kita memperindah bacaan kita tapi kita tidak mengusahakan memahami isi alquran apalagi menyentuhkannya dengan hati kita<br><br>padahal hati kita ini yang kita ingin tumbuhkan Iman di dalamnya ini yang sedang bermasalah Alquran adalah sebaik-baik pengobatan terhadap penyakit hati manusia ini yang jarang kita tentukan ke hati kita ini semua membutuhkan perbaikan dari kita kalau kita ingin iman kita tumbuh ya kajian-kajian tauhid kajian-kajian tentang iman termasuk kajian-kajian tentang fikih tata cara salat tata cara berzikir membaca Alquran dan ibadah-ibadah yang lain Masya Allah ini semua Sebab utama yang harusnya menumbuhkan Iman di hati kita<br><br>jadi kita ingin menyambungkan mengkoneksikan antara ilmu supaya menyentuh hati akhirnya ilmu ini bermanfaat menumbuhkan Iman demikian pula waktu kita beramal Nah inilah yang akan dibahas di dalam kitab ini ya bagaimana caranya keimanan itu kita pahami kemudian kita berusaha amalkan kita praktekkan dalam kehidupan kita supaya benar-benar keimanan ini menjadi sesuatu yang kita rasakan paling berharga paling nikmat karunia terbesar Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dalam hidup kita yang kemudian buahnya kita rasakan setiap saat dengan<br><br>izin Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang dengan sebab ini kita akan mendapatkan keridaannya ketika kita menghadap menghadap Allah subhanahu wa ta&#8217;ala pada hari kiamat nanti inilah iman yang benar-benar bisa memberikan keistiqomahan bagi seorang hamba ketika dia menghadapi cobaan Coba ya dikhawatirkan kalau seseorang masih merasakan beramal itu berat ya hatinya belum merasakan tenang dengan ibadah dikhawatirkan karena ketika ada goncangan sedikit dia akan meninggalkannya dia akan berpaling daripadanya daripada Islam naudzubillahimindzalik kan Ini<br><br>cobaan-cobaan mesti dihadapi oleh seorang dalam hidupnya Sebab utama yang menjadikan dia Istiqomah setelah Taufik dari Allah adalah karena dia merasakan Iman merasakan amal saleh yang dikerjakannya lebih nikmat dari apapun maka dia tidak akan gantikan dengan apapun nah ini rahasia Istiqomah yang dirasakan oleh para sahabat radhiyallahu ta&#8217;ala anhum ajma&#8217;in sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari ketika ditanyakan Apakah ada salah seorang diantara sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam<br><br>yang murtad meninggalkan agamanya setelah masuk Islam ternyata jawabannya tidak ada tidak ada seorangpun yang murtad ini menunjukkan Rasulullah SAW perhatian ketika mendidik para sahabat radhiallahu ta&#8217;ala anhuma&#8217;in adalah yang paling utama difokus tentang masalah Iman sehingga terbukti ketika ada guncangan-guncangan cobaan cobaan yang kuat ya sampai berhijrah meninggalkan semua harta kelaparan penyiksaan mereka semua alami kita tahu sendiri dalam sejarah Islam kita sering baca tapi tidak ada yang murtad ini Istiqomah yang sesungguhnya<br><br>terjadi disebutkan alasannya Dalam Hadis Shahih Bukhari Ini hubungannya dengan masalah iman ya apa Rahasianya disebutkan dalam hadis ini kadzalikal Iman demikianlah gambaran keadaan Iman memang demikianlah gambaran Iman ketika kemanisannya telah merasuk dan menyatu dalam hati manusia kalau kemanisan Iman telah merasuk dalam hati kita sudah Apapun yang terjadi kita tidak akan meninggalkan amal kita tidak akan melalaikan kita tidak akan menukarnya dengan apapun dalam kondisi apapun kita tidak akan dipaksa bahkan<br><br>kita sendiri yang mencarinya inilah gambaran faedah iman yang sangat besar dalam hubungannya dengan menjadi sebab dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjadikan seseorang selalu Istiqomah di atas Allah di atas agamanya di atas keimanan sampai menghadap Allah subhanahu wa ta&#8217;ala pada hari kiamat nanti Oleh karena itu perkara iman adalah perkara yang paling penting untuk kita perbaiki dalam hidup kita rahimakumullah masalah ini sudah pernah saya jelaskan juga cuman Saya ulang kembali karena sudah lama liburnya ya<br><br>kita sudah pernah membahas di kitab ini sampai masih baru pasal yang pertama Ya tentang batasan dan definisi iman Ya intinya iman itu sebagaimana pernyataan dari para ulama Salaf ya amalun ucapan lisan amal perbuatan anggota badan dan keyakinan di dalam hati bertambah dengan ketaatan berkurang dengan perbuatan maksiat jadi iman itu akan selalu bertambah setiap kita mengamalkan ketaatan makanya kita harus bertanya setiap hari kita laksanakan salat lima waktu ya kan<br><br>kemudian nanti setiap tahun juga ada puasa belum amal-amal sunnah bacaan Alquran berdzikir ini kan banyak sekali amal yang kita lakukan tapi sekarang pengaruhnya dalam menambah iman bagaimana kalau bertambah terus kan lama-kelamaan akan sempurna walladzina dan orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk allah allah tambahkan bagi mereka petunjuk kemudian Allah berikan ketakwaan jadi Hidayah Iman selalu bertambah harusnya ya kita akan rasakan semakin sempurna Allah berikan ketakwaan Nah kalau amal-amal yang kita kerjakan<br><br>tidak menambah berarti amalnya yang tidak beres amal yang kita kerjakan tidak sesuai dengan apa yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan rasulnya jadi keimanan itu bahkan disebutkan meliputi semua permasalahan agama kita baik itu masalah yang berhubungan dengan Akidah ibadah masalah muamalah masalah akhlak Siapa yang paling banyak memahami dan mengamalkan agama ini harusnya dia yang paling sempurna imannya paling kuat imannya ya cuman di sini pengamalannya harus dibenarkan ketika dia mengamalkan Jangan<br><br>hanya melibatkan anggota badannya hatinya juga harus terlibat harus diikutkan harus disentuh karena tadi sudah kita sebutkan iman itu ucapan lisan keyakinan di hati dan amal perbuatan anggota badan sudah kita baca kemarin beberapa ya yang merupakan landasan utama Iman seperti ilmu tentang nama-nama Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang maha indah sifat-sifatnya yang maha terpuji kemudian mengakui dan meyakini hak-hak Allah yang khusus yaitu untuk menyerahkan ibadah hanya kepadaNya semata-mata tidak ada sekutu baginya<br><br>kemudian juga yang disebutkan di dalam rukun iman iman kepada para malaikat ya iman kepada peristiwa-peristiwa pada hari kiamat ini semua termasuk dasar-dasar Iman kemudian iman kepada para Rasul alaihimusholatu Wassalam kemudian iman kepada kitab-kitab Allah dan semua kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk yang disebutkan dalam rukun iman sekarang sampai ditutup pembahasan kita kita lanjutkan di sini kata Syekh Abdurrahman sebagaimana termasuk dasar iman yang paling Agung adalah mengakui meyakini<br><br>kemahaesaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dan uluhiyah hak untuk diibadahi semata-mata ya beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala semata-mata tidak ada sekutu baginya mengikhlaskan agama untuknya walkiyamubisyarol Islam serta menegakkan semua syariat Islam secara dhohir dan mengamalkan hakikatnya di dalam batin kita dalam hati kita kulluha Min usulil Iman semua ini adalah termasuk landasan-landasan Islam jadi tidak ada dalam Islam itu tidak ada yang namanya orang yang semakin tinggi tingkatan imannya berarti semakin<br><br>jauh dari mengamalkan agama Islam yang lahir maupun batin tidak ada orang yang meninggalkan syariat Islam pasti imannya rusak apalagi meyakini tidak wajib mengamalkan syariat Islam ini bisa kufur hukumnya Ya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam hamba Allah yang paling sempurna imannya beliau adalah yang paling sempurna menegakkan hukum-hukum Allah ya sampai kata Aisyah tentang akhlak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena Alquran akhlak beliau adalah Alquran berarti yang paling sempurna dalam menegakkan<br><br>hukum-hukum Allah syariatnya petunjuk Alquran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam petunjuk allah subhanahu wa ta&#8217;ala adalah nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tentang sifat Wahdaniyah kemahaesaan Allah kemudian uluhiyah hak untuk diserahkan segala bentuk ibadah hanya kepadanya sesuai dengan nama Allah sendiri Kenapa nama Allah itu adalah menurut pendapat sebagian dari para ulama Allah yang paling Agung ya nama Allah yang paling Agung yang disebutkan di dalam beberapa hadis yang shahih yaitu<br><br>nama yang jika seorang hamba berdoa dengannya pasti Allah kabulkan doanya jika meminta dengannya pasti Allah penuhi permintaannya Allah sesuai dengan maknanya jadi nama Allah itu mengandung sifat seperti kata Ibnu Abbas radhiyallahu Ta&#8217;ala anhuma dzul jami&#8217;an dia yang memiliki uluhiyah hak untuk disembah walaupun bagi semua makhlukNya inilah Kenapa nama Allah itu mencakup semua kandungan makna dari Asmaul Husna nama-nama Allah yang Maha indah lainnya serta sifat-sifat kesempurnaan lainnya jadi kita harus yakini ibadah kepada<br><br>Allah itu adalah sesuatu yang memang hak Allah karena semua sifat-sifat kesempurnaan ada pada zatnya ya kita beribadah kepada Allah Karena Dia Pencipta satu-satunya makhluk tidak ada yang bisa menciptakan sesuatu yang kecil sekalipun maka tidak pantas diberikan ibadah kita beribadah meminta hanya berdoa kepada Allah karena semua kebutuhan kita ada di tangannya Dia ar-razzaq Maha Pemberi rezeki Dia al-khadir Maha Kuasa atas segala sesuatu Dia alghani Maha kaya kemudian Dia al-qawi al-matin Maha Kuat Maha kokoh al-aziz<br><br>maha perkasa maka kita hanya berlindung kepadanya jadi dari semua segi apapun yang kita butuhkan ya Dari semua segi apa yang menjadikan kita tunduk Apa yang menjadikan kita bergantung Apa yang menjadikan kita takut dan berharap semua ada pada Allah jadi ini kita harus yakini sehingga ibadah itu waktu kita lakukan tidak ada keterpaksaan waktu kita beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala kita yakini memang ini sesuatu yang sangat pantas sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah Adapun ibadah kepada makhluk ini<br><br>yang sama sekali tidak masuk akal ini sesuatu yang menunjukkan kebodohan ya ini sesuatu yang tidak pantas ini meyakini sifat Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang memiliki uluhiyah dan ubudiyah ini merupakan termasuk landasan Iman landasan iman yang paling yang paling utama ya oleh karena itu meyakini akan hal ini menjadikan seorang hamba ketika dia beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memang itu adalah sesuatu yang diinginkan dan dibutuhkan oleh oleh manusia dibutuhkan oleh hatinya yang dia meyakini ya tanpa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa<br><br>Ta&#8217;ala maka dia akan akan celaka makanya dari sini pernah kita bahas perbuatan Syirik itu inti dan hakikatnya adalah bergantung kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala sesungguhnya asal dasar kesyirikan dan pondasinya yang semua bangunan Syirik dibangun di atasnya adalah ketergantungan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala inilah landasan utama Syirik atau perhatikan di dalam Alquran itu paling banyak pembahasan masalah tauhid paling banyak bantahan terhadap Syirik dan kata para ulama kesyirikan yang paling banyak dibantah dan dijelaskan di<br><br>dalam Alquran tentang kebatilannya adalah Syirik dalam hal apa berdoa meminta kepada selain Allah subhanahu wa ta&#8217;ala ini menunjukkan kepada kita bahwa manusia itu dalam urusan pemenuhan hajat benar-benar ini adalah perkara yang mesti dicari oleh semua orang Maka kalau dia tidak mengenal Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tidak mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dia akan menyerahkan ketergantungan dirinya ini kepada makhluk ya mungkin meskipun kecil awalnya lama-kelamaan menjadi besar dan ketika inilah ya bibit kesyirikan akan<br><br>ada pada orang tersebut yang kemudian bisa menjerumuskannya kepada kesyirikan yang sesungguhnya kalau dia tidak segera memperbaiki ketergantungannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala baik kata Syekh selanjutnya di sini waliharatabullah oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjadikan balasan dari keimanan adalah masuk surga dan selamat dari neraka masuk surga dan selamat dari neraka [Musik] kemudian<br><br>Allah sebutkan balasannya adalah keridhaannya keberuntungan dan kebahagiaan dan ini tidak akan dicapai oleh seorang hamba kecuali dengan perkara-perkara yang sudah kami Sebutkan dalam penjelasan di sini ya bahwa keimanan itu mencakup akidah keyakinan karena ini berhak berhubungan dengan amalan hati berhubungan dengan amalan-amalan hati yang lain jadi di hati itu harus ada ikhlas cinta takut berharap Ridho ini semua harus ditumbuhkan karena ini adalah amalan hati bahkan ini adalah inti dari Semua amalan iya kan di dalam hati itu adalah diri manusia<br><br>segumpal daging kalau baik semua anggota badan baik Kalau buruk semuanya buruk jadi ini harus benar-benar ditumbuhkan supaya baik amalan anggota badan kita amalan-amalan anggota badan dikarenakan kalau ada yang luput dari hal-hal ini maka ini menjadikan kekurangan dalam iman kalau ada yang luput dari amalan hatinya atau amalan anggota badannya atau hal-hal yang berhubungan dengan amalan lisannya akan menjadikan kurang pada imannya luput dari pahala yang sempurna yang Allah janjikan ya akan mengurangi pahalanya dan akan<br><br>terancam dengan azab Allah sesuai dengan kekurangan-kekurangan yang dilakukan oleh hamba tersebut jadi di sini ikhwan dan rahimakumullah ya pengamalan terhadap Syariat Islam itu kita harus lakukan dengan benar makanya dalam Islam itu amal yang sedikit lebih baik daripada amal yang banyak tapi tidak berkualitas amal yang sedikit kita laksanakan dengan benar dengan cinta kepada Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala dengan pengharapan dengan rasa takut ya lebih baik dibandingkan dengan amal yang banyak kan sudah pernah kita sebutkan Abu Bakar As<br><br>Siddiq radhiyallahu ta&#8217;ala anhu mengungguli keutamaan para sahabat yang lain bukan sekedar dengan banyaknya amalan kayak salat puasa berjihad sebagian sahabat yang lain dalam masalah jihad ada yang melebihi beliau radhiyallahu ta&#8217;ala Anhu tapi kenapa Abu Bakar As Siddiq lebih tinggi keutamaan ya diterangkan oleh salah seorang ulama Salaf Bakar Bin Abdul Al muzani atau Imam Abu Bakar As Siddiq ya mengungguli para sahabat yang lain hanya dengan banyaknya salat banyaknya sedekah banyaknya puasa tetapi karena kuatnya iman yang ada di hati<br><br>jadi amal yang sedikit ketika dilakukan dengan hati dengan rasa takut di hati keikhlasan di hati ini menjadikan amal sedikit menjadi besar Oleh karena itu kenapa Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala paling mencintai amal yang dilakukan dengan terus-menerus kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang dilakukan dengan langgeng aduang ya paling terus-menerus meskipun sedikit kenapa Karena yang dilakukan dengan terus-menerus menunjukkan kita mencintai amal tersebut tidak terpaksa<br><br>berarti kita laksanakan dengan hati kita Ini amal yang dicintai di dalam Islam Ini yang menjadikan sebab kedudukan dan kemuliaan yang akan diraih oleh seorang hamba dengan memperbaiki cara dia beramal Setelah dia memahami agama dia mengetahui apa yang Perlu diperbaiki sehingga ketika dia beramal benar-benar beramal dengan anggota badannya disertai dengan perenungan di dalam hatinya kata saya selanjutnya bal akbar allahu ta&#8217;ala annal Iman bahkan di dalam Alquran Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala mengabarkan bahwa iman yang mutlak<br><br>ya iman yang benar iman yang sempurna itu menjadikan seorang hamba bisa meraih kedudukan yang paling tinggi di dunia dan tingkatan yang paling tinggi di akhirat jadi Iman saja seperti itu balasannya firman Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya mereka ini adalah orang-orang Siddiq sedikit itu adalah tingkatan yang tertinggi setelah tingkatan para nabi dicapai dengan beriman kepada Allah dan rasulnya berdasarkan ayat ini orang-orang yang sangat kuat dalam keimanannya Sidik itu artinya monso duka<br><br>fiimanihi Wafi ikhlas orang-orang yang jujur yang benar dalam imannya dalam keyakinannya dalam ikhlasnya dalam amal dan perbuatannya mereka ini adalah orang-orang manusia yang paling tinggi derajatnya setelah derajat para nabi alaihi salatu wasallam di dunia maupun dalam kedudukan-kedudukan di akhirat dan di dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala mengabarkan bahwa barangsiapa yang mewujudkan dengan benar iman kepada Allah dan kepada rasul-rasulnya dia akan meraih tingkatan ini ya bila tingkatan Sidiq bahkan tingkatan Sidiq ini disebutkan<br><br>oleh para ulama itu hubungannya dengan ilmu agama ya semakin kita belajar sunnah dengan benar kita amalkan maka ini akan memudahkan kita untuk meraih tingkatan Sidiq sampai di dalam Kitab Miftahul dari Saadah Imam Ibnu qayyim Allah ta&#8217;ala mengatakan barangsiapa yang menuntut ilmu untuk menegakkan agama untuk menghidupkan Islam maka dia termasuk orang orang yang Sidik yang kedudukannya setelah kedudukan para nabi alaihimus sholatu wasallam jadi semua berhubungan dengan memahami dan berusaha mengamalkan agama ini dengan benar<br><br>itulah pembahasan tentang kedudukan yang paling tinggi di dunia dan derajat yang paling tinggi di akhirat nanti kita perhatikan ya memang pembahasan tentang keutamaan dalam agama ini tidak ada yang baru tidak ada amal yang perlu kita cari kemana naik ke gunung atau bertapa tidak ada semua ada dalam Islam petunjuknya sudah lengkap dalam Islam cuman ada permasalahan kita adalah bagaimana kita mengamalkannya dengan benar Kita pelajari kita pahami kemudian kita Praktekkan ya anggota badan kita beramal lisan kita<br><br>berdzikir atau membaca Alquran hati kita juga merenungkan maka dengan sebab ini yang akan memperbaiki Amalan kita lahir dan batin juga akan meningkatkan kualitas iman kita Ya seperti yang dijadikan di dalam ayat tadi yang kemudian akan menghasilkan buah-buahnya setiap saat dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala tab inilah ya pembahasan tentang iman yang bisa kita tambahkan di kesempatan pagi hari ini di kajian kita ini semoga bermanfaat ya Cukup sampai di sini Insya Allah kita lanjutkan dengan pertanyaan kalau ada yang Antum ingin<br><br>tanyakan mudah-mudahan apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat dan bisa membangkitkan motivasi kita untuk semakin meningkatkan dan membenarkan keimanan di hati kita Karena itulah sebab yang menjadikan keselamatan kita di dunia dan di akhirat nanti daripada kalau fikum Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan yang mau disampaikan Shallallahu Alaihi Wasallam mendatangi Majelis Dzikir atau taman surga hadisnya itu Idam horor tumbirial Bil jannati fardhu aja kalian melewati taman-taman surga maka<br><br>bersenang-senanglah padanya yaitu yang benar pasti semua dalam agama itu ketika disebutkan keutamaan Dirikanlah salat artinya salat yang benar yang sesuai dengan contoh yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW demikian pula majelis ilmu majelis dzikir kalau Apakah Majelis Dzikir ini diberkahi oleh Allah bagaimana ketika kita duduk di dalamnya banyak syubhat diajarkan ini berarti bukan Majelis Dzikir majelis syubhat namanya ya sesuai dengan apa yang diajarkan di situ jadi istilah-istilah yang disebutkan di dalam agama<br><br>itu adalah istilah yang syar&#8217;i ketika diucapkan oleh orang-orang saat ini misalnya tapi tidak sesuai dengan petunjuk allah dan rasulnya maka itu cuma penamaan dari mereka tapi tidak sesuai dengan hakikatnya dan tidak mendapatkan keutamaan seperti yang disebutkan di dalam dalil tersebut itu kaidahnya saya itu semua orang melaksanakan salat tapi salatnya menurut keinginan dia ya dia akan mendapatkan dia tidak akan dapatkan pahala seperti yang dijanjikan dalam salat tersebut makanya orang yang melaksanakan salat<br><br>karena bertingkat-tingkat pahala yang didapatkan karena pengamalan salatnya ya tidak mesti sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam jadi sesuai dengan kesesuaian sesuai dengan jauh dekatnya pengamalan Salat kita dengan contoh yang dipraktekkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seperti itulah balasan pahala yang kita dapatkan Oleh karena itu kalau di dalam dzikir tadi banyak syubhat maka akan menjadikan keutamaannya berkurang semakin banyak semakin berkurang bahkan bisa sampai<br><br>habis jadi keutamaan yang disebutkan tentang majelis dzikir keutamaan salat keutamaan puasa itu berhubungan dengan pelaksanaan ibadah tersebut sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta&#8217;ala dan rasulnya Oleh karena itu Majelis Dzikir yang seperti ini kalau sudah parah ya harus ditinggalkan bahkan kita diwajibkan untuk meninggalkannya ya duduk di majelis yang di situ misalnya ada orang membahas membicarakan satu amalan yang tidak ada dalilnya atau membahas agama tidak sesuai dengan pemahaman para sahabat ini wajib kita<br><br>tinggalkan menjadi seperti ini disebutkan dalam Alquran sungguh telah turun kepadamu di dalam Alquran bahwa kamu ketika mendengarkan ayat-ayat Allah diingkari atau diperolok-olokkan termasuk ditafsirkan tidak sesuai dengan penafsiran yang benar maka jangan duduk bersama mereka itu Allah yang melarangnya di dalam beberapa ayat Alquran apakah perubahan<br><br>atau penurunan kebutuhan minyak dunia atas Saudi berpengaruh pada sikap pemerintah Saudi terhadap prinsip-prinsip misalnya dipegangnya dan terhadap dakwah sunnah dakwah sunnah itu yang mempengaruhinya adalah bagaimana kita memahami dan mengamalkannya dengan benar dia tidak perlu khawatir dengan apa yang terjadi di dunia ini karena dunia ini Allah subhanahu wa ta&#8217;ala yang mengaturnya dan dunia ini kebaikannya itu Allah jadikan dengan sejauh mana kita beramal ketaatan jadi apapun perubahan yang terjadi harga turun naik dan seterusnya Ini<br><br>semua adalah karena Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala memberikan balasan akibat perbuatan yang dilakukan oleh manusia apa saja yang menimpa kamu itu akan itu adalah akibat dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh tangan-tanganmu sendiri Imam Abul Aliyah dari kalangan tabiin Abul Ali Ariyah rahimahullah ta&#8217;ala pernah mengatakan maaf Siapa yang berbuat maksiat di muka bumi berarti dia telah merusak di muka bumi ini karena kebaikan di langit-langit dan bumi adalah dengan taat jadi tidak perlu khawatir Apapun yang terjadi yang<br><br>penting kita perbaiki diri kita perbaiki pemahaman kita kemudian amalkan dakwahkan dengan baik tetap berpegang dengan Tauhid dengan sunnah Rasulullah SAW kalau kita amalkan ini yang akan menjadi sebab kebaikan untuk diri kita masyarakat kita dan semua kaum muslimin ini harusnya kita perhatikan jadi kita tidak terlalu terpengaruh dengan apa yang terjadi di luar sana ya yang paling penting adalah kita tetap berpegang teguh dengan Islam maka ketika orang saat ini sudah banyak yang memusuhi pemahaman Islam yang benar ini yang<br><br>pasti akan menimbulkan banyak masalah ya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala menjaga dan melindungi kita dari segala keburukan di tempat kami tinggal diminta iuran Rp50.000 untuk acara Maulid Bagaimana cara menolaknya karena Iran ini diwajibkan ke warga kalau ada hal-hal yang seperti ini kita bisa Jelaskan kepada yang memungut iuran tersebut ya Terangkan dengan cara yang baik lemah lembut tentang sikap kita sampaikan misalnya acara ini yang saya ketahui tidak sesuai dengan syariat ya Maka kalau acara-acara yang sesuai<br><br>dengan syariat saya akan menyumbang jadi kalaupun misalnya terpaksa kita menyumbang kita katakan Saya ingin sumbangan saya ini digunakan untuk acara yang sesuai dengan syar&#8217;i ya maka terserah mereka yang penting kita sudah pesankan demikian itu boleh kita lakukan demikian Maksudnya kita memberikan tapi kita ada penjelasan mudah-mudahan untuk kesempatan berikutnya mereka akan memahami ya kalau untuk hal-hal yang seperti ini kita tidak ingin ikut melakukannya karena sesuai dengan keyakinan kita itu yang bisa kita<br><br>lakukan seandainya kita bisa menghindar kita menghindar kalau terpaksa kita lakukan maka kita sampaikan dengan cara seperti ini karena ini mudah-mudahan mengandung nasehat sehingga kita bisa terlepas dari eee hukum ikut membantu dalam pelaksanaan acara tersebut Bagaimana menghadapi Resesi ekonomi di tahun depan sebagai seorang muslim Antum belum tentu hidup Tahun depan yang dihadapi amal kita yang lalu dulu yang banyak dosa kita harus mohon ampun kepada Allah terus memperbaiki yang sekarang ya yang tahun depan ini belum<br><br>tentu kita temui kita atau siapapun tidak ada yang memastikan jangan tahun depan Besok saja kita tidak bisa Tentukan apakah masih hidup dalam semua keadaan ya kita banyak mendekatkan diri kepada Allah beristighfar kita tetap belajar mengamalkan tauhid mengajak keluarga kita mendakwahi kaum muslimin itu yang kita lakukan karena inilah yang menjadi sebab penjagaan Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala bagi kita dalam semua keadaan jagalah Allah maka Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala akan menjagamu kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam nah<br><br>ada yang lain ya kalau tidak ada pertanyaan lagi kita cukupkan sampai di sini mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Salallahu Wassalam warahmatullahi wabarakatuh<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4097","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T07:56:52+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/\",\"name\":\"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-13T07:56:52+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-13T07:56:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-13T07:56:52+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/","name":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-13T07:56:52+00:00","dateModified":"2026-07-13T07:56:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/13\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-pokok-pohon-keimanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A | POKOK POHON KEIMANAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4097"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4097"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4097\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4098,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4097\/revisions\/4098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4097"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4097"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}