{"id":4126,"date":"2026-07-28T13:45:33","date_gmt":"2026-07-28T06:45:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4126"},"modified":"2026-07-28T13:45:34","modified_gmt":"2026-07-28T06:45:34","slug":"fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/","title":{"rendered":"Fadhlul Islam &#8211; Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. &#8211; YouTube"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A.\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/wweeA2uyyq4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p>Transcript:<br>(00:03) Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi wasamawat wabarazu lillahil wahidil qahhar wataral mujriminina yaumaidzin muqarina fil asfad farabiluhum wujuha [berdehem]<br>(05:22) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyalah wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan dan abduhu waasuluh.<br>(06:02) [berdehem] Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqq tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah walaqo minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallahaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waulu quadida faq faza fauzanima.<br>(06:54) Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba&#8217;du. Alhamdulillah, Ibu-ibu, Bapak-bapak, Ikhwan dan Akhwat fiddin aazakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya.<br>(07:22) Kita memuji Allah subhanahu wa taala yang memudahkan taufik kebaikan bagi kita di malam hari ini sehingga kita bisa kembali bertemu dan berkumpul di Masjid Assf yang mubarak yang penuh berkah ini. Di dalam majelis ilmu yang mulia di pembahasan kitab yang sangat bermanfaat. Kitab Fadlul Islam, keutamaan atau kemuliaan Islam karya [berdehem] dari Al Imam Syaikhul Islam AlMujaddid As Syekh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullahu taala.<br>(08:01) Alhamdulillah kita mempelajari kitab seperti ini mengenal keutamaan dan kemuliaan Islam. Tentu tujuan terbesar kita ya memohon taufik kepada Allah Subhanahu wa taala agar kita semakin kuat berpegang teguh dengan agama ini. Tentu dengan pengharapan besar kita mohon kepada Allah Subhanahu wa taala agar kita diwafatkan sebagai seorang muslim yang berpegang teguh dengan agama ini.<br>(08:36) Sebagai seorang muslim yang merasa bangga dan merasa mulia dengan agamanya. [berdehem] Ya, karena kematian sebagai seorang muslim tentu saja ini yang merupakan pesan yang diwasiatkan oleh para nabi dan para rasul alaihiusalatu wasalam kepada keturunan mereka. [mendengus] Karena kematian sebagai seorang muslim artinya wafat sebagai orang yang selalu tunduk dan berserah diri kepada Allah subhanahu wa taala.<br>(09:16) Sebagaimana wasiat dari Nabi Ibrahim alaihialatu wasalam kepada anak keturunannya. Ya bunayya innallahasofa lakumuddina fala tamutunna illa wa antum muslimun. Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala telah memilih agama ini untukmu. Maka janganlah kalian wafat kecuali dalam keadaan dia muslim. Ya, dalam keadaan dia tunduk dan berserah diri kepada Allah subhanahu wa taala.<br>(09:53) Tentu saja dengan mengenal keutamaan dan kemuliaan Islam, keistimewaan agama yang agung ini menjadikan kita akan semakin mencintainya, semakin berpegang teguh, kuat untuk memahami dan mengamalkannya. Yang ini sudah merupakan ciri utama benarnya keimanan di hati seorang hamba. Kita pernah jelaskan makna sabda Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam dalam Sahih Muslim dari paman beliau Al Abbin Abdul Muthalib radhiallahu taala anhu.<br>(10:37) Samiu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yaakul. Aku pernah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda, dzaq tamal iman man rodiya billahi rban wabil islami dinan wabiuhammadin shallallallahu alaihi wasallam rasula akan merasakan kelezatan iman kenikmatan iman orang yang rida kepada Allah sebagai Rabb-Nya yakni rida artinya nya bukan cuma menerima tapi menerima dengan lapang hati dengan gembira dengan senang.<br>(11:17) Menjadikan Allah sebagai Rabb, sebagai sembahan satu-satunya. Kita tahu ini adalah prinsip dasar utama Islam. Ya, inti dari makna kalimat asyhadu alla ilahaillallah. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah yang disembah dengan benar selain Allah subhanahu wa taala.<br>(11:40) Jadi sifat yang pertama, orang yang rida gembira menerima dengan lapang bahwa Allah azza wa jalla adalah satu-satunya sembahannya tidak ada sekutu baginya. Ya, [berdehem] tempat dia mengarahkan semua ibadah dan penghambaan diri hanya kepadanya semata-mata lahir dan batin. Tidak ada sekutu baginya. Yang kedua, wabil islami dinan. Orang yang rida menerima dengan lapang dan gembira ya agama Islam sebagai agamanya.<br>(12:17) Menerima Islam sebagai agamanya. Merasa bangga dengan Islam. Merasa mulia ketika mengamalkan, memahami dan mengamalkan Islam. merasa gembira ketika mempelajari apalagi mengenal keindahan dan keutamaan agama ini. Kemudian wabi Muhammadin shallallahu alaihi wasallam rasula. Ciri yang ketiga yaitu seseorang yang mengenal Nabi Muhammad sallallahu alaihi yang menerima rida gembira dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam sebagai rasulnya sehingga dia akan selalu berusaha meneladani kebaikan beliau hanya mengambil petunjuk dari sunah Nabi<br>(13:05) Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam menjalankan ibadah ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala. Jemaah sekalian hafidakumullah, tentu ini semua akan semakin tumbuh, semakin kuat di hati kita. ya keridaan ini akan semakin kuat di hati kita dengan ya setelah taufik dari Allah Subhanahu wa taala dengan semakin kita mengenal keindahan agama ini.<br>(13:34) Dan inilah sebab utama yang Allah Subhanahu wa taala jadikan untuk meneguhkan hati seorang hamba agar tidak goyah dengan sebab atau tawaran apapun untuk berpaling dari agama ini, untuk berpaling dari tauhid, mengesakan Allah Subhanahu wa taala dalam beribadah untuk berpaling dari ittiba, selalu setia mengikuti sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam keadaan apapun.<br>(14:09) Makanya memahami dan mengamalkan ya prinsip dasar Islam ini apalagi dengan keyakinan akan keutamaannya, kemuliaannya kita sudah tahu ini adalah sebab utama yang akan meneguhkan keimanan seseorang yang kita semua tahu banyak godaan-godaan dan fitnah di akhir zaman. Karena informasi yang demikian cepat dan mudah sampai ke kita sehingga fitnah-fitnah itu ya sering tanpa kita sadari sampai kepada kita makan mungkin kita sempat baca atau keluarga kita, anak-anak kita membacanya.<br>(14:50) Siapa yang akan menjaga mereka? Siapa yang akan menjamin mereka tidak terpengaruh kemudian bisa merusak pemahaman agamanya kalau bukan dengan penjagaan Allah Subhanahu wa taala yang sempurna? Ingatlah makna firman Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur&#8217;an di surat Ibrahim Alaihissalam. Yutsabbitullahzina amanu bilqul tsabiti fil hayatid dunya wafil akhirah.<br>(15:21) Allah akan meneguhkan keimanan, meneguhkan hati orang-orang yang beriman. yakni meneguhkannya di atas agama ini. Menjadikannya tidak berubah, menjadikannya istiqamah, selalu lurus, tidak bengkok ke kiri maupun ke kanan. Allah akan meneguhkan hati orang yang beriman dengan ucapan yang teguh, ucapan yang kokoh, yakni dua kalimat syahadat yang dipahami dan diamalkan dengan benar.<br>(15:53) Ini seperti yang ditafsirkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim. Dengan ini Allah meneguhkan hati mereka fil hayatid dunia wafil akhirah. Dalam kehidupan di dunia sampai di akhirat nanti. Ya, tidak ada seorang pun dari orang-orang yang mengenal keindahan dan kemuliaan agama ini.<br>(16:21) yang mengenal bahwa agama ini satu-satunya jalan keselamatan untuk mencapai rida Allah Subhanahu wa taala dan untuk terbimbing agar meniti jalan menuju surganya. Tidak ada seorang pun yang tentu ingin ya dalam perjalanannya kemudian dia dipalingkan dari jalan Allah Subhanahu wa taala yang lurus. Tapi kan kita juga harus mengakui kenyataan bahwa ada orang-orang yang berpaling.<br>(16:52) Bahkan ada orang-orang yang berubah dalam sesaat. Ini sudah pernah kita terangkan dalam hadis riwayat Imam Muslim ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam mengingatkan dahsyatnya fitnah di akhir zaman yang datangnya silih berganti. Badiru bil a&#8217;mali fitanan. Kaqil lailil mudlim kit lailil mudlim yusbihurulu mukminan waumsi kafiran waumsi mukminan wausbihu kafiron al hadis hendaknya kalian segera melakukan amal-amal kebaikan sebelum kalian didahului dengan munculnya fitnah-fitnah yakni fitnah ini godaan-godaan bisikan-bisikan setan yang merusak<br>(17:41) keimanan Bukan cuma satu dikatakan fitan, yakni banyak fitnah, bermacam-macam. Mungkin orang bisa lolos dari yang pertama, tapi ada datang yang kedua, yang ketiga, silih berganti datangnya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, bentuknya fitnah itu adalah seperti bagian malam yang sangat gelap. Yakni malamnya sudah gelap, apalagi yang paling gelapnya.<br>(18:10) Dan akibatnya apa? Ketika muncul fitnah ini karena banyak orang tidak sadar telah terjerumus ke dalamnya. Naudubillah minzalik. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa menjaga kita dan menjauhkan kita dari segala keburukan ini. Ya. Akibatnya apa? Ada seseorang yang di pagi hari masih beriman, sore harinya dia telah menjadi kafir.<br>(18:32) Kita sudah ingatkan ya, bukan berkurang imannya, bukan menjadi lemah imannya. Ini pun sudah buruk. Orang yang tadinya beriman dengan benar jadi imannya lemah. Ya, ini kan buruk. Tapi di sini lebih parah lagi. Hilang sama sekali imannya hanya dalam waktu antara pagi sampai sore. Hanya berapa jam? Tidak sampai 24 jam.<br>(18:57) terjadi seperti ini. Seseorang ada seseorang yang di pagi hari masih beriman, sore hari dia telah menjadi kafir. Ya, [mendengus] berarti bukan sekedar maksiat yang biasa yang dilakukannya, tapi pembatal keislaman yang dilakukannya. [mendengus] Sebaliknya ada orang yang di sore hari masih beriman, besok paginya dia telah menjadi kafir.<br>(19:25) Ini kenyataan yang akan terjadi yang menjadikan seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir harusnya waspada menjaga keimanannya yang merupakan barang paling berharga yang kita miliki. sesuatu yang paling mahal yang kita miliki. Eh, yang mana sesuatu yang paling mahal ini tentu akan selalu diintai oleh setan yang ingin mencurinya dan ingin merusaknya.<br>(19:59) Innama yad&#8217;u hizbahu liyakunu min ashabis sair. Karena setan itu hanyalah ingin mengajak golongannya agar bersama-sama menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Nauzubillahimiz minzalik. Oleh karena itu, jemaah sekalian rahimakumullah, kita harus mengenal keindahan Islam. Kita harus mengenal kemuliaan agama ini, kemuliaan iman yang dengan sebab ini kita mengetahui kemuliaan agama ini tiada taranya dibandingkan apapun dari urusan dunia.<br>(20:38) Ini kan yang Allah perintahkan dalam Al-Qur&#8217;an. qul bifadlillahi wabirahmatihi fabidzalika falyafrahu hua khairum mimma yajmaun. Katakanlah dengan karunia Allah. Karunia Allah itu kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala artinya adalah dengan keimanan wabirahmatihi dan dengan rahmatnya yaitu Al-Qur&#8217;an dengan iman dan dengan Al-Qur&#8217;an. Fabidzalika falyafrahu.<br>(21:12) Maka dengan itulah hendaknya mereka orang-orang yang beriman itu merasa gembira, yakni merasa bangga, merasa mulia. Hua khairum mimma yajmaun. Karena karunia Allah ini pasti lebih baik daripada apa yang berlomba-lomba dikumpulkan oleh manusia dari kesenangan dunia. Karena kesenangan dunia akan hancur dan binasa, tidak akan dibawa mati.<br>(21:41) Adapun kebaikan agama ini, karunia dan rahmat Allah, iman dan Al-Qur&#8217;an, kita akan bawa dan akan menjadi sebab keselamatan kita dengan izin Allah sampai kita menghadapnya nanti. Makanya kita butuh sebab yang meneguhkan iman kita. Kemarin sudah pernah kita nukilkan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, kisah tentang dialognya antara Abu Sufyan yang belum masuk Islam saat itu dengan raja Romawi Heraklius.<br>(22:14) Di antara yang disebutkannya atau yang ditanyakannya tentang ciri Nabi sallallahu alaihi wasallam dan pengikutnya yang kemudian dia tanyakan kepada Abu Sufyan ternyata dibenarkan setelah itu. Wahal yartadu ahadun minhum sakhtan lidinihi ba&#8217;da dakala fihi. Apakah ada salah seorang dari pengikut Nabi ini? Ya, jni para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain yang setelah masuk Islam kemudian dia murtad meninggalkan agama ini karena membencinya.<br>(22:54) Ternyata dijawab oleh Abu Sufyan, &#8220;La tidak ada.&#8221; Tidak ada yang murtad. Yakni orang yang telah mengenal Islam dengan benar, hatinya telah menyatu dengan Islam, selama-lamanya dia tidak akan mau meninggalkannya. Masyaallah. Ini hadis sahih dalam Sahih Bukhari. Ketika itu dijawab oleh raja Romawi ini yang mengenal ciri-ciri nabi dan pengikutnya sesuai dengan kitab Injil yang asli yang dipelajarinya.<br>(23:21) Dia mengatakan apa? Kadzalikal imanu hina tukitu basyasyatuhul qulub. Memang seperti itu keadaan iman. Memang demikianlah gambaran keadaan iman ketika kemanisan iman itu, kelezatan iman itu, keindahan agama ini telah mukhalath, bercampur merasuk ke dalam hati manusia. Kalau sudah menyatu dengan hati, selama-lamanya hati ini tidak akan meninggalkannya.<br>(23:53) Inilah kunci istiqamah yang sesungguhnya. Ah, ya. Setelah seorang hamba mengenal keindahan agama ini, merasakan agama ini adalah anugerah terbesar, kenikmatan tertinggi yang Allah turunkan kepada kita dan ini benar-benar dirasakan di dalam hatinya, maka tawaran apapun untuk berpaling dari agama ini mereka tidak akan terima.<br>(24:24) [berdehem] Kalau kita ingat kisah ketika tiga tiga orang sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang tidak ikut perang Tabuk ya, Ka&#8217;ab bin Malik, Hilal Ibnu Umayyah [berdehem] dan Murarah Ibnu Rabiah Ibnu Rabi Radhiallahu taala anhum yang ketika mereka kemudian setelah Setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan kaum muslimin untuk memboikot mereka karena mereka tidak mengajukan alasan sama sekali, tidak ikut perang Tabuk yang itu adalah kewajiban.<br>(25:08) Di saat-saat mereka terombang-ambing, tidak ditegur, Nabi sallallahu alaihi wasallam juga tidak menampakkan menjawab salam mereka, yakni sebagai hukuman [berdehem] ya yang diperintahkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika itu disebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an, mereka merasakan hidup ini sempit. Hatta idot alaihimul ardu wqat alaihim anfusuhum.<br>(25:38) Sampai ketika itu mereka merasakan dunia ini menjadi sempit. Bima rohubat ya. Padahal dunia ini lapang. WQ alaihim anfusuhum. dan mereka merasakan kesempitan, kesumpekan di dalam hati, di dalam diri mereka. Yakni maksudnya mereka itu ketika mengalami hal-hal yang menjauhkan dari Islam ya mendapati teguran dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam, mereka merasakan rasa sempit yang sesungguhnya.<br>(26:13) Dan kita tahu kan disebutkan dalam riwayat yang sahih tersebut ketika itu orang kafir menamarkan mereka untuk mengikuti agama ya meninggalkan Islam karena mendapatkan perlakuan yang seperti ini. Mereka tidak menggubri sama sekali tawaran tersebut karena Islam inilah keindahan sejati yang mereka rasakan. Yakni luar biasa keadaan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br>(26:38) bagaimana agama Islam ini ya ini menjadi bukti seperti apa yang disebutkan di dalam hadis sahih Bukhari tadi bahwa keimanan itu ketika manisnya telah kita rasakan, keindahan Islam ini benar-benar kita yakini di dalam hati kita, telah merasuk ke dalam hati kita, maka selama-lamanya agama ini tidak akan kita tinggalkan.<br>(27:02) [berdehem] Ya, oleh karena itu memang kita harus selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala untuk menjaga hati kita yang lemah agar dikuatkan dengan selalu mempelajari petunjuknya ya. [berdehem] dan petunjuk rasulnya sallallahu alaihi wa alihi wasallam mengenal keindahan dan keutamaan agama ini sehingga menjadikan kita semakin teguh dan semakin kuat berpegang teguh dengannya.<br>(27:33) Barakallahu fikum. Bab jemaah sekalian rahimakumullah, kita akan lanjutkan kembali pembahasan dari kitab [berdehem] atau risalah ya, kitab kecil ya, kitab ringkas yang berjudul Fadlul Islam tulisan As Syekh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullahu taala. Saat ini kita akan memasuki pembahasan di bab yang baru. Bismillah.<br>(28:09) [berdehem] Babud dukhuli fil Islam. Bab kewajiban untuk masuk Islam. Ya, kita semua bersyukur dengan karunia Allah Subhanahu wa taala. Kita dimudahkan untuk ya atau kebanyakan kita terlahir sebagai seorang muslim mengikuti agama orang tua kita. Ya. Kemudian kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala dimudahkan untuk bisa belajar agama Islam ini dengan pemahaman yang benar.<br>(28:47) Wallahi banyak orang-orang yang tidak mendapatkan satu saja dari nikmat ini. Ya kan sudah pernah kita sebutkan nikmat yang paling besar itu yang ketika telah Allah berikan kepada seorang hamba ya dua macam nikmat ini berarti telah terkumpul semua nikmat pada dirinya. [berdehem] Kata Imam Abul Ali Arryahi rahimahullahu taala. Nikmatani lillahi alya la adri ayyuhuma.<br>(29:17) Ada dua nikmat yang Allah berikan kepadaku yang aku tidak tahu mana di antara nikmat ini yang paling besar karena dua-duanya besar. Anadaniallahu lil islam wa all yajalani min haulairwafid. [mendengus] Pertama, Allah memberikan aku hidayah masuk Islam dan aku dengan Allah tidak menjadikan aku sebagai orang-orang yang menyimpang dari sunah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.<br>(29:48) Yakni ini hidayah yang sempurna. Yang pertama hidayatun ilat thariq atau il sirat. Yang kedua hidayatun fisirat. Ini seperti istilah yang disebutkan oleh Syekh Abdurrahman Ass&#8217;di rahimahullah taala dalam tafsir beliau. Hidayah itu ada dua. Hidayah untuk mengenal jalan yang benar, jalan yang lurus. Setelah itu kita butuh lagi hidayah agar bisa menempuh jalan yang lurus.<br>(30:15) Kita mengenal dulu ini jalan yang lurus. Sekarang kita butuh menjalaninya. Nah, ketika seseorang telah mendapatkan dua hidayah ini, telah terkumpul pada dirinya semua hidayah secara sempurna, nikmat dan karunia Allah secara lengkap dan sempurna pada dirinya. Ya, makanya ini nikmat yang besar yang harusnya kita syukuri dengan sebaik-baiknya.<br>(30:40) Kita manfaatkan karunia Allah ini karena Allah Subhanahu wa taala memilih kita yang berarti Allah Subhanahu wa taala mengistimewakan dan mengkhususkan hamba-hamba yang mendapatkan karunia yang agung ini. Dalika fadlullahi yutihi may yasya wallahu dul fadlil adzim. Itu adalah karunia Allah yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendakinya.<br>(31:06) Yakni siapa yang dipilihnya. Dan Allah Subhanahu wa taala maha memiliki karunia yang agung. Tib. Jadi babud dukhuli fil Islam, bab kewajiban untuk masuk Islam. dibawakan bab ini setelah sebelumnya kan diterangkan dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan kemuliaan Islam dibandingkan agama-agama yang lain. Ya, [berdehem] sudah agama Islam satu-satunya agama yang benar juga ini keutamaannya sangat tinggi.<br>(31:36) Maka pantas kalau kita berusaha untuk ya masuk Islam ini dengan benar dan bagi yang sudah masuk Islam ya benar-benar memperbaiki dirinya untuk bisa memahami dan mengamalkan Islam dengan benar. Berpegang teguh dengan Islam yang benar. Tib. dibawakan [berdehem] di sini beberapa ayat atau dalil dari ayat Al-Qur&#8217;an yang pertama seperti biasa ya metode penulisan dari beliau ya As Syekh at-Tamimi ini selalu setiap bab langsung dia mencantumkan ayat Al-Qur&#8217;an atau hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.<br>(32:18) Kemudian setelah itu ucapan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain. Dia hanya menyebutkan judul bab saja ya. Karena ya beliau yakin sebaik-baik yang menjelaskan agama ini, sebaik-baik yang menjadi sebab petunjuk yang mengarahkan hati manusia kebenaran adalah firman Allah. Kemudian sabda Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Ayat pertama yang dibawakan adalah firman Allah Subhanahu wa taala.<br>(32:45) di surah Ali Imran ayat 85. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wam yabirol islami dinan falay yuqbala min falay yuqbala minhu wahua fil akhirati minal khasirin. Ya, ini ayat yang kita kenal bersama yang menunjukkan hanya agama Islam satu-satunya yang diterima oleh Allah. Dan barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agamanya adin ya bisa ee disebutkan pengertiannya itu ada dua.<br>(33:33) Kadang-kadang diartikan adin ya agama mengamalkan agama ini kadang-kadang juga diartikan din aljaza balasan seperti maiki yaumiddin. Allah yang maha menguasai hari adin, yakni hari pembalasan. Di sini tentu artinya adalah agama. Jadi barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.<br>(34:07) [berdehem] Ya, ini dengan tegas menunjukkan kepada kita bahwa agama Islam ini agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa ali wasallam. adalah satu-satunya agama yang benar. Ya. Jadi jangan sampai ada yang mengatakan Islam ini adalah agama yang paling benar. Tidak benar kalimat ini. Karena kalau ini paling benar berarti ada yang lain yang benar.<br>(34:34) Cuman ini paling utama saja. Tidak. Satu-satunya yang benar. Semuanya batil. Semua agama selain Islam adalah tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, meskipun itu agama yang dikatakan asalnya dari wahyu yang Allah Subhanahu wa taala turunkan dari sisinya, tapi kita tahu setelah turunnya Islam, agama-agama itu telah dihapuskan ya dengan datangnya petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam.<br>(35:04) Kan kita ingat hadis yang pernah kita juga sering sebutkan ya dalam Sahih Bukhari. Kata Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam, [berdehem] walladzi nafsi biyadi la yasma bi rulun minil umti yahudiyun wala nasraniun tumma lam ymin billadzi ursiltu bihi illa illaana min ahlinar. Demi Allah yang jiwaku di tangannya tidaklah mendengarkan petunjuk yang aku bawa seorang pun dari umat ini.<br>(35:35) Baik itu orang Yahudi ataupun orang Nasrani. Kemudian dia tidak beriman dengan petunjuk yang aku bawa kecuali dia akan termasuk penghuni neraka. Ya, orang yang masuk Islam saja tapi tidak mengikuti petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam dengan benar terancam masuk neraka.<br>(35:58) kita tahu apalagi yang sama sekali tidak mengikuti asal agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini ya. Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang tadi riwayat Imam Muslim ya sebelumnya. Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda, &#8220;Kullu umati yadkulunal jannata illa man ab.<br>(36:24) &#8221; Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan yang tidak mau. Maka ada yang bertanya, &#8220;Waman ya&#8217;ba ya Rasulullah?&#8221; Wahai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, siapakah orang yang enggan masuk surga itu? Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda, &#8220;Man ahoani dakalal jannata waman asoni faqodaba aba.<br>(36:48) &#8221; Barang siapa yang taat kepadaku, dia akan masuk surga. Dan barang siapa yang durhaka berpaling dari petunjukku, tidak mau mengikutiku, maka dialah yang enggan masuk surga. Nauzubillah minzalik. [mendengus] Jadi ayat ini menegaskan ya bahwa [berdehem] petunjuk selain yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam dalam agama Islam itu tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala.<br>(37:17) Ya, karena satu-satunya agama yang diterima oleh Allah Subhanahu wa taala hanyalah agama Islam. Tib. Sebagaimana yang dibawakan di dalil yang kedua ya, ayat yang semakna. Firman Allah Subhanahu wa taala juga di surah Ali Imran ayat ke 19. Ya Allah subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Innaddina indallahi alislam.&#8221; Sesungguhnya adin agama satu-satunya yang diridai, yang diterima di sisi Allah Subhanahu wa taala hanyalah agama Islam.<br>(38:02) Ya, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam. agama yang merupakan penutup agama-agama yang sebelumnya yang menghapuskan agama-agama yang sebelumnya. Inilah satu-satunya agama yang diridai di sisi Allah Subhanahu wa taala. Tayib. Kemudian setelah itu dibawakan firman Allah Subhanahu wa taala.<br>(38:36) Dalil yang ketiga, firman Allah Subhanahu wa taala di surah Al-An&#8217;am ayat 1003. Ya, [berdehem] ini yang menjelaskan tentang tadi kalau yang pertama yang dua ayat tadi menjelaskan tentang apa? hidayah kepada jalan. [berdehem] Hidayah untuk mengenal jalan yang benar. Setelah itu kita butuh hidayah lagi untuk menempuhnya, menempuh jalan yang benar.<br>(39:04) Ya, seperti pernah kita perumpamakan kalau kita ingin menempuh perjalanan jauh ya, kita butuh kita butuh mengenal map-nya ya, jalur perjalanan tersebut secara umum. Oh, kita akan lewat sini. Nanti waktu kita jalani langsung secara praktik nyata kan kita butuh hidayah untuk menghindari tempat-tempat yang mungkin macet atau tempat-tempat yang jalannya rusak atau tempat-tempat yang mungkin berbahaya.<br>(39:33) Jadi hidayah kita butuhkan untuk mengenal jalan kemudian ketika menjalani jalan tersebut. Inilah yang diistilahkan oleh para ulama dengan hidayah Islam dan hidayah sunah. Mengenal Islam kemudian mengenal sunah. yakni ketika menjalankan agama ini agar selamat. Ini adalah dalilnya. Dibawakan di sini firman Allah tadi di surah Al-An&#8217;am ayat 153.<br>(39:59) Allah azza wa jalla berfirman, wa anna hadza sirati mustaqiman fattabiu wala tattabius subula fatafarraqo bikum sabilih dalalikum wasquum bihi la&#8217;allakum tattaquun. Allah azza wa jalla berfirman, &#8220;Ya, dan sesungguhnya inilah jalanku yang lurus, yakni satu jalan, satu-satunya jalanku yang lurus.&#8221; Assirat disebutkan dalam bentuk tunggal.<br>(40:44) Inilah satu-satunya jalanku yang lurus. Maka ikutilah jalan ini dan janganlah kalian mengikuti asyubul jalan yang banyak. Ikuti yang satu. Jangan mengikuti yang banyak. Jalan-jalan yang menyimpang. Ya, [berdehem] jalan-jalan yang akan menjauhkan kita dari rida Allah. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain yang menyimpang sehingga kalian akan terpisah dari jalan Allah.<br>(41:17) Demikianlah Allah perintahkan kepadamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa. [berdehem] Ya, tentu saja di dalam Islam kan banyak jalan yang ditawarkan atas nama agama Islam. Tapi ternyata disebutkan di ayat ini hanya satu yang merupakan jalan Allah yang lurus. Yaitu tentu saja ini adalah jalan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.<br>(41:44) Inilah jalan yang Allah azza wa jalla turunkan dalam petunjuk Al-Qur&#8217;an, petunjuk Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis-hadis beliau. Jalan yang kemudian ditempuh oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain. [berdehem] Ya, makanya ada pernyataan dari Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala yang menyebutkan tentang hal ini.<br>(42:06) Kata beliau, kullut turuqi ilallahi masdudatun. Semua jalan yang akan menyampaikan kepada Allah Subhanahu wa taala semua tertutup kecuali hanya satu jalan, yaitu jalan yang ditempuh oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jalan yang petunjuknya diambil dari petunjuk Al-Qur&#8217;an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang dipahami dengan pemahaman yang benar.<br>(42:35) Barakallahu fikum. Ya, ini kita kumandangkan azan dulu baru kita teruskan sedikit setelah itu insyaallah ya. Silakan. Allahu [berteriak] Akbar. Allahu [berteriak] Akbar. Allahu [berteriak] Akbar. Allahu [berteriak] Akbar. Ashadu alla ilahaillallah. [berteriak]<br>(43:52) ashadu alla ilahaillallah [musik] [berteriak] ashadu anna muhammadar rasulullah ashadu anna muhammadar rasulullah Hayya alas shah.<br>(45:06) [berteriak] Hayya alas shah. Hayya alal falah. [berteriak] Hayya alal falah. [berteriak]<br>(46:47) Allahu Akbar. Allahu [berteriak] Akbar. Lailahaillallah. [berteriak] [berteriak][menangis] Lailahaillallah. Laahau Muhammadin alam Allah shi ala Muhammad. [berdehem] [berdehem]<br>(47:58) Barakallahu fikum. Kita tambahkan sedikit penjelasan yang berhubungan dengan ayat tadi. Ee ayat ini kita ketahui ya diterangkan langsung maknanya oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam di dalam sebuah hadis yang sahih. Hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya juga oleh Imam Abu Daud dalam sunannya.<br>(48:21) Dari sahabat yang mulia Abdullah bin Mas&#8217;ud radhiallahu taala anhu. Ibnu Mas&#8217;ud radhiallahu taala anhu berkata, &#8220;Khat lana Rasulullah shallallallahu alaihi wasallam khatan biyadih faqal hadza sabilullahi mustaqiman.&#8221; Suatu hari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam membuat satu garis di tanah. Garis yang lurus [berdehem] ya dengan tangannya.<br>(48:49) Kemudian beliau bersabda, &#8220;Inilah satu-satunya jalan Allah yang lurus.&#8221; Ya, disebutkan dalam riwayat lain itu jalannya panjang, lurus. Kemudian tumma khuton yaminihi wasimalihi faqal hadhi subul. Setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam membuat lagi garis-garis yang pendek di samping kiri dan kanan garis yang lurus tadi.<br>(49:17) Banyak garis apa ini? garis-garis yang pendek di kiri dan kanannya. Kemudian beliau bersabda, &#8220;Hadi subulun.&#8221; Inilah jalan-jalan lain, jalan-jalan yang menyimpang. Laaisa minha sabilun illa alaihi situn yad&#8217;u ilaih. Tidak ada satuun dari jalan ini kecuali ada setan yang mengajak manusia untuk mengikutinya. Setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam membaca firman Allah di surah Al-An&#8217;am ini.<br>(49:46) Berarti ini merupakan penjelasan bahwa jalan Allah yang lurus itu hanya satu, sedangkan jalan yang menyimpang itu banyak dan selalu ada setan yang yakni mempromosikan jalan tersebut mengajak manusia untuk mengikutinya. Naudubillah minzalik. Sehingga menjadikan jalan ini banyak peminatnya kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala.<br>(50:12) Ya sudah kita katakan tadi orang yang mengaku jalannya Islam menawarkan bahwa inilah Islam yang keutamaannya seperti ini, kemuliaannya seperti ini. Semua orang bisa mengaku. Tetapi apakah setiap pengakuan itu diterima? Ya harus ada bukti tentu saja. Karena kalimat-kalimat yang benar sudah pernah kita terangkan tentang orang-orang Khawarij.<br>(50:34) Mereka mengucapkan kalimat yang benar, tapi disembunyikan di balik itu kebatilan. Dan ini terjadi ya. Maka ini menunjukkan kepada kita bahwa agama Islam ini agar kita mengetahui jalan satu-satunya yang benar ini perlu setelah berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala kita harus bersungguh-sungguh mempelajarinya, memahaminya.<br>(50:59) Yang pasti Al-Qur&#8217;an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan semua ini dengan penjelasan yang sangat terang dan gamblang. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika mensifati dan ini salah satu di antara hal yang menunjukkan kemuliaan Islam, Nabi sallallahu alaihi wasallam mensifati agama ini di dalam hadis sahih yang juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan yang lainnya dinyatakan sahih oleh Syekh Albani rahimahullahu taala.<br>(51:25) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Laq tarqukum alil baid lailuha kahariha la yaha ba&#8217;di illaik. Sungguh aku telah tinggalkan kalian wahai umatku di atas petunjuk yang putih bersih, di atas petunjuk yang terang benerang. Saking terangnya bahkan disebutkan lailuha kanahariha. malamnya seperti siangnya.<br>(51:55) Tidaklah menyimpang dari petunjuk yang terang ini kecuali orang itu akan binasa. Jadi ini menunjukkan kepada kita kalau kita sungguh-sungguh mempelajari agama ini, kita benar-benar merujuk dengan penjelasan ya Al-Qur&#8217;an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain, kita akan selamat dari kesesatan dan penyimpangan penyimpangan jalan-jalan yang disebutkan tadi.<br>(52:21) Jumlahnya banyak tapi selalu ada setan yang mengajak untuk mengikutinya agar menyesatkan manusia dari jalan Allah. Subhanahu wa taala. Nauzubillah minzalik. Tib. Dibawakan di sini penafsiran dari Imam Mujahid. Qala Mujahid rahimahullahu taala, assubulu albidau wasyubhat. Imam Mujahid ini adalah imam besar dari kalangan tabiin yang mulia, penduduk Makkah. Ya, Mujahid Ibnu Jabar Al-Makki.<br>(52:52) [mendengus] Yang beliau ini berguru kepada sahabat-sahabat yang mulia Abdullah bin Abbas, Abu Hurairah dan yang lainnya. radhiallahu taala anhum ya, seorang ee tabiin yang sangat terpercaya juga dalam masalah riwayat hadis ya, sangat terpercaya dan sangat kuat hafalannya. Dia berkata, &#8220;Arti asubul, jalan-jalan yang menyimpang yang disebutkan di ayat ini adalah albidau wasyubuhat.<br>(53:21) &#8221; Ya, jalan-jalan bida. yakni jalan-jalan yang tidak mengikuti jalan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain. Ibadah-ibadah yang tidak bersumber dari petunjuk Al-Qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian asyubuhat, kerancuan ya pemahaman yang menyimpang dari pemahaman Islam yang benar.<br>(53:55) Inilah jalan-jalan yang menyimpang. Oleh karena itu sudah kita katakan tadi mengaku mengajak kepada Islam kalau tidak sesuai dengan dalil yang benar, dengan pemahaman yang benar berarti termasuk ajakan kepada jalan-jalan yang menyimpang ini. Eh, nauzubillah minzalik. Ya, oleh karena itu ini semakin menegaskan kepada kita tentang pentingnya untuk selalu memohon kepada Allah Subhanahu wa taala agar dimudahkan istikamah di atas jalan yang benar.<br>(54:26) Kemudian mempelajari agama ini agar kita mengenal jalan yang benar ini. Kita bayangkan satu berbanding banyak ya secara peluang untuk selamat sedikit sekali kecuali orang-orang yang ditolong oleh Allah Subhanahu wa taala dan dipilih olehnya. Maka ini yang menjadikan kita bersungguh-sungguh. mempelajari agama ini, mengenal jalan yang lurus ini agar Allah Subhanahu wa taala menyelamatkan kita dari jalan-jalan yang menyimpang dengan taufik dan penjagaannya.<br>(54:56) Barakallahu fikum. Tib. Cukup sampai di sini. Insyaallah apa yang bisa kita bahas dan kita kaji di kesempatan malam hari ini semoga bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita. Mungkin sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan yang ingin disampaikan, satu pertanyaan saja saya persilakan. Barakallahu fikum.<br>(55:36) Bab, kalau tidak ada pertanyaan maka kita cukupkan sampai di sini kajian kita. Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. Kita akhiri shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Walhamdulillahiabbil alamin. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik.<br>(56:01) Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Liyajziallahu kulla nafsim maa kasabat. Innallaha sariul hisab<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transcript:(00:03) Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi wasamawat wabarazu lillahil wahidil qahhar wataral mujriminina yaumaidzin muqarina fil asfad farabiluhum wujuha [berdehem](05:22) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyalah wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4126","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. - YouTube - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. - YouTube - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Transcript:(00:03) Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi wasamawat wabarazu lillahil wahidil qahhar wataral mujriminina yaumaidzin muqarina fil asfad farabiluhum wujuha [berdehem](05:22) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyalah wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-28T06:45:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-28T06:45:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"22 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/\",\"name\":\"Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. - YouTube - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-28T06:45:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-28T06:45:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fadhlul Islam &#8211; Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. &#8211; YouTube\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. - YouTube - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. - YouTube - Transkrip","og_description":"Transcript:(00:03) Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi wasamawat wabarazu lillahil wahidil qahhar wataral mujriminina yaumaidzin muqarina fil asfad farabiluhum wujuha [berdehem](05:22) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyalah wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna [&hellip;]","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-28T06:45:33+00:00","article_modified_time":"2026-07-28T06:45:34+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"22 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/","name":"Fadhlul Islam - Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. - YouTube - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-28T06:45:33+00:00","dateModified":"2026-07-28T06:45:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/fadhlul-islam-peretmuan-keenam-ustadz-abdullah-taslim-m-a-youtube\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fadhlul Islam &#8211; Peretmuan Keenam | Ustadz Abdullah Taslim, M.A. &#8211; YouTube"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4126"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4126"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4126\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4127,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4126\/revisions\/4127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}