{"id":4148,"date":"2026-07-28T13:49:51","date_gmt":"2026-07-28T06:49:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4148"},"modified":"2026-07-28T13:49:51","modified_gmt":"2026-07-28T06:49:51","slug":"ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/","title":{"rendered":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hBG03QfO-f4?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>bisa memberikannya kecuali dengan kebaikan yang memang Allah telah takdirkan kamu akan dapatkan. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Roja TV [musik] dan kajian Islam. Pemirsa Raja TVAM para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Insyaallah kami akan hadirkan di layar KCA akan jazakumullahu bagi Anda para pemirsa Roja TV yang telah saat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung.<\/li>\n\n\n\n<li>Roja TV, saluran tilawah Al-Qur&#8217;an dan kajian Islam. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahbil alamin hamdan mubarokan fibunaard wasatu wasalamu asil mursalin waa alihi wa ajab iklaniakum para pendengar pemerhati dan sahabat raja di mana pun antum berada di pagi hari ini tentunya kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan menjelang pagi hingga waktu ini.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan kita pun mohon kepada Allah subhanahu wa taala semoga Allah memberikan keberkahan dan karuniaanya hingga menjelang malam nanti. Dan kita juga bersyukur p Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi hari ini kembali kita diberikan kesempatan untuk menyimak satu kajian ilmiah yang penuh dengan faedah mengambil kitab pembahasan dari pembahasan kitab Fawaidul Fawaid yang insyaallah kembali akan disampaikan dan dipaparkan oleh guru kita ya kita Al Ustaz Alfadil Abdullah Taslim MA hafidullahu Taala dan alhamdulillah kami telah terbung dengan beliau yang saat<\/li>\n\n\n\n<li>ini berada di studio Roja Kandari sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini, kami informasikan kepada Anda semuanya nya setelah kajian disampaikan oleh beliau, kami membuka sesi interaktif soal jawab dalam rangka memperdalam materi yang telah beliau sampaikan. Kita simak bersama dan kepada Ustaz kami persilakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Falyatafadul maskur. [berdehem] Barakallahu fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wafiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhumma sholli wasallim wabarik ala nabina muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin.<\/li>\n\n\n\n<li>Amma ba&#8217;du. Alhamdulillah. [berdehem] MaaSyiral muslimin, maasyiral ikhwa wal akhwat fiddin hafidakumullah. Kaum muslimin, para pemerhati Rajak TV dan Radio Rajak di mana pun antum berada. Barakallahu fikum. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya.<\/li>\n\n\n\n<li>Alhamdulillah. Kita mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa taala yang memudahkan kembali kita untuk mengadakan majelis ilmu yang mulia di pagi hari ini. Ya, meskipun secara online dari lanjutan pembahasan kitab yang sangat bermanfaat, kitab Alfawaid buah karya dari Al Imam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu Qayyim Jauziyah rahimahullahu taala.<\/li>\n\n\n\n<li>[berdehem] Ya, kita akan meneruskan pembahasan dari ee pembahasan di bab Al-Qur&#8217;an w tafsir ya. Jadi, kitab Al-Fawaid yang kita baca adalah yang di susun oleh Syekh Ali Hasan Alabi Hafid rahimahullahu taala. Sekarang dipanggil di pembahasan yang berjudul Al-Qur&#8217;an dan Tafsir. Kita akan lanjutkan pembahasan yang lalu.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekarang kita masuki di judul yang baru, Al-Huda wan Nikmah. Huda petunjuk Allah Subhanahu wa taala dan nikmat. Sebagaimana sebelumnya telah kita bahas ya, petunjuk dan rahmat digandingkan di dalam banyak ayat-ayat Al-Qur&#8217;an. Kemudian petunjuk dan karunia Allah digandengkan di dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an.<\/li>\n\n\n\n<li>Maka demikian pula al-huda w nikmah ya petunjuk dan nikmat. Keduanya ini merupakan hal yang selalu saling bersama, saling bergandingan satu sama lainnya. Kita akan baca penjelasan dari Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Beliau berkata, &#8220;Fal huda wal fadlu wikmatu warahmatu mutalazimat la yanfaqu ba&#8217;duha ba&#8217;duha an ba&#8217;.<\/li>\n\n\n\n<li>&#8221; Maka al-huda petunjuk Allah, alfadl karunianya, nikmat-Nya serta rahmatnya. Semua ini merupakan hal yang mutalazimat yang saling bergandengan satu sama lainnya. tidak akan terpisah satu dari yang lainnya. wasq mutalazimani ahadumil ak sebagaimana yang namanya adolal kebalikannya yakni kesesatan dan kesengsaraan kecelakaan ya dua hal yang saling berkaitan yang [berdehem] selalu bersama tidak akan terpisah satu dari lainnya yakni orang yang mendapatkan hidayah petunjuk dari Allah, maka berarti dia akan selalu mendapatkan karunianya,<\/li>\n\n\n\n<li>mendapatkan nikmatnya. Dia dekat dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana orang yang tersesat, jauh dari petunjuk Allah, maka otomatis menjadikan dia dekat dengan sebab-sebab kebinasaan dan kecelakaan kalau dia tidak segera kembali kepada Allah Subhanahu wa taala, tidak segera untuk berpegang teguh dengan agama Allah Subhanahu wa taala dengan cara mempelajari dan mengamalkannya untuk menghilangkan kesesatan pada dirinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Tib qala taala. Allah Subhanahu wa taala berfirman, contoh dibawakan di sini firman Allah di surah al-Qamar ayat 47. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Innal mujriina fi dolali wa su&#8217;ur. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu dalam kesesatan dan azab yang pedih. Jadi kesesatan digandingkan dengan kesengsaraan.<\/li>\n\n\n\n<li>Karena azab mestinya akan menjadikan orang sengsara. Naudubillah minzalik. Ya. Jadi sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu dalam kesesatan dan azab yang pedih. Ya, suur jamak dari sair. Wahual adzabulladzi hua gayatus syaqa. Ya. Danir itu adalah azab. Yang azab ini jelas merupakan puncak dari kesengsaraan atau kecelakaan. Berarti orang yang tersesat dari jalan Allah Subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Yakni orang-orang yang durhaka tadi diancam dengan selalu dalam kesesatan dan kesengsaraan sebagaimana disebutkan dalam ayat ini. TB [berdehem] waqala taala. Di ayat lain di surah Al-A&#8217;raf ayat 179 Allah azza wa jalla berfirman, &#8220;Walaqodna lijhannama katirom minal jinni wal ins lahum qulubun la yafqohuna biha walahum aun la yubsiruna biha walahumun la yasmauna biha kalami Sungguh-sungguh telah kami jadikan [berdehem] untuk menghuni neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia.<\/li>\n\n\n\n<li>Karena mereka itu memiliki hati tidak digunakan untuk memahami petunjuk Allah. Mereka [berdehem] memiliki mata tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Dan mereka memiliki telinga tidak digunakan untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka ini seperti binatang ternak. Bahkan mereka lebih tersesat lagi.<\/li>\n\n\n\n<li>Merekalah orang-orang yang lalai. Lihat orang yang tersesat yang dikatakan lebih tersesat daripada binatang-binatang ternak mereka disebutkan sebagai penghuni neraka jahanam. disebabkan [berdehem] karena mereka berpaling dari petunjuk Allah dan petunjuk rasulnya sallallahu alaihi wasallam sehingga mereka tersesat dan mendapatkan kesengsaraan yaitu azab neraka jahanam.<\/li>\n\n\n\n<li>Berarti kesesatan, kesengsaraan, dan kecelakaan selalu saling menyertai satu sama lainnya. Wali iyadzubillah. Waqala taala anhum. [berdehem] Di surah Almulk ayat ke-10 Allah berfirman juga tentang penghuni neraka. Naudubillah minzalik. Waqolu la kunna nasm naqilu ma kunna fi ashabisir. Dan mereka berkata, &#8220;Seandainya sekiranya kami dulu waktu di dunia mau mendengarkan ya ayat-ayat Allah dan mau memahaminya, maka mestinya kami tidak termasuk ke dalam penghuni neraka yang menyala-nyala.<\/li>\n\n\n\n<li>&#8221; Ya, jadi mereka dulu berpaling dari petunjuk, akhirnya tersesat. Akhirnya menjadi penghuni neraka di akhirat nanti. Digandingkan antara kesesatan dan kesengsaraan di dalam azab Allah Subhanahu wa taala. Seperti yang diterangkan di dalam ayat ini Almulk ayat yang ke-10. Jadi jemaah sekalian hafidakumullah kita perhatikan ini ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap orang yang berusaha mengikuti petunjuk Allah dengan sungguh-sungguh dengan niat yang ikhlas dengan niat untuk mencari sebab-sebab rahmat Allah dan keselamatannya maka dia akan dekat dengan karunia Allah, dekat dengan nikmat Allah, dekat dengan rahmat-Nya. Ketika petunjuk itu Allah mudahkan baginya, maka sebab-sebab rahmat dan nikmat dari Allah juga Allah akan mudahkan baginya.<\/li>\n\n\n\n<li>Ini sesuatu yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Sebagaimana tadi kesesatan dekat dengan kesengsaraan atau kecelakaan. Naudubillah minzalik. Wamin hadza [berdehem] annahu subhanahu yajmau bainal huda wirahri wal hayati thyibah. Dan termasuk makna ini yaitu ketika Allah Subhanahu wa taala mengumpulkan [berdehem] antara petunjuk dan kelapangan dada menerima kebenaran serta kehidupan yang baik, kehidupan yang indah. Allah gandengkan ini.<\/li>\n\n\n\n<li>[berdehem] Sebagaimana juga wabainadali wqri wal mais wal maisq. Allah menggandengkan atau mengumpulkan antara kesesatan, kesempitan di dada, [berdehem] dan kehidupan yang penuh dengan kesusahan ini tidak akan terpisah. Ya, sebagaimana petunjuk dan kelapangan hati tidak akan terpisah, kehidupan yang baik tidak akan terpisah.<\/li>\n\n\n\n<li>Demikian pula kesesatan, kesempitan hati, dan kehidupan yang susah. Qala taala. Allah Subhanahu wa taala berfirman di surah Al-An&#8217;am ayat 125. Fam yuridillahu ay yahdiahu yasroh yasroh shodrahu lil islam wam yurid ay yudillahu yaj&#8217;al shodrohuqon harojaqon harojan kaama yas&#8217;adu fisama. Ya, barang siapa yang Allah kehendaki untuk Allah berikan hidayah kepadanya.<\/li>\n\n\n\n<li>Perhatikan. Jadi hidayah seorang mendapatkan hidayah, Allah berikan balasan apa? Allah akan jadikan lapang hatinya menerima Islam, lapang hatinya menghadapi Islam. Dia gembira dengan Islam, senang dengan agamanya. Dan barang siapa yang Allah kehendaki untuk Allah jadikan dia tersesat, Allah akan jadikan hatinya sempit, berat menerima Islam seolah-olah dia naik ke atas langit.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, ini orang yang paling celaka. Agama Islam adalah karunia terbesar yang Allah turunkan kepada manusia. Berarti orang yang menerimanya dengan lapang, gembira dengan agamanya, dia telah mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang paling besar. Oleh karena itu, orang yang disesatkan, tersesat dari jalan Islam, tidak mau menerima Islam, berat dengan Islam, ini adalah orang yang paling celaka dan paling sengsara hidupnya di dunia.<\/li>\n\n\n\n<li>Naudubillah minzalik. Jadi ayat ini jelas menyebutkan keterkaitan antara dua hal ini dan tidak akan bisa dipisahkan. Waqala di ayat lain surat azzumar ayat 22. Afaman syarhallahu shodrahu lil islami fahua ala nurimbih. Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya, Allah bukakan hatinya terhadap untuk menerima Islam, maka dia berada di atas petunjuk dari Rabbnya, dari Allah Subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, di atas cahaya petunjuk dari Allah Subhanahu wa taala. Jadi petunjuk cahaya itu selalu bergandengan dengan kelapangan hati dan kehidupan yang penuh dengan keindahan dan kedamaian. Maka ini benar-benar merupakan ya perkara yang kalau kita renungkan dan kita hayati, kita tadaburi makna ayat-ayat ini, kita akan dapati bahwa semua permasalahan kita ya kesusahan-kesusahan dalam hidup kita sebabnya adalah karena kita jauh dari petunjuk dan bimbingan Islam.<\/li>\n\n\n\n<li>yang Allah Subhanahu wa taala turunkan kepada nabi kita yang mulia Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Tib kata beliau selanjutnya rahimahullah taala waladalika yajmau bainal huda wal inabati wainadolali waqoswatil qolbi. Demikian pula Allah menghimpunkan mengumpulkan antara petunjuk dan inabah sifat selalu kembali kepada Allah, selalu bertobat kepada Allah.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, karena perbuatan dosa yang tadinya setan ingin menggoda manusia, menggoda seorang hamba agar jauh dari limpahan nikmat Allah. Maka digoda hamba ini untuk berdosa. Ternyata Allah berikan solusi dengan cara kembali dan bertobat kepada Allah. Maka [berdehem] Allah gandingkan petunjuk dengan selalu inabah, selalu kembali kepadanya.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagaimana Allah gandengkan antara kesesatan dan hati yang membatu, hati yang tertutup. Naudubillah minzalik. Qala taala. Allah Subhanahu wa taala berfirman di surah Asyura ayat 13. Allahu yajtabi ilaihi may yasyau wa yahdi ilaihi may yunib. Allah dialah yang memilih siapa yang dikehendakinya dan memberikan hidayah kepadanya orang-orang yang selalu inabah, yang selalu kembali, yang selalu mengingat Allah subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, ini petunjuk dekat dengan orang-orang yang selalu kembali dan ingat kepada Allah Subhanahu wa taala. Di ayat lain di surat Azzumar ayat 22 Allah Subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Fawailul lilatiubuhum minikrillah ulaika fiolim mubiyin.&#8221; Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang hatinya telah membatu, tertutup karena mereka lalai dari mengingat Allah.<\/li>\n\n\n\n<li>Mereka inilah orang-orang yang berada dalam kesesatan yang nyata. Berarti kesesatan itu selalu berkaitan atau bergandengan dengan hati yang tertutup, hati yang membatu, yang tidak bisa menerima kebaikan dan kebenaran dari sisi Allah Subhanahu wa taala. Nauzubillah minzalik. Jadi inilah kelapangan hati yang sesungguhnya. Kelapangan menerima Islam.<\/li>\n\n\n\n<li>Orang yang hatinya lapang menerima Islam, maka dia akan mudah dilapangkan dengan hal-hal yang lain. Karena urusan-urusan dunia dia akan dapat, akan hadapi dengan kelapangan hatinya. Ya, ketika dia berbolak-balik dalam nikmat Allah, kadang-kadang diberikan ujian. Kita tahu dia akan menghadapi nikmat dengan syukur, menghadapi ujian dengan sabar.<\/li>\n\n\n\n<li>Maka dengan sebab itu dia tetap dan selalu berbolak-balik dalam kebaikan. Sebagaimana yang kita tahu dari sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat Imam Muslim. Ajaban li amril mukmin inna amru kullahuirun waisaika liahadin illa limukmin. Alangkah indah dan mengagumkan hidupnya orang yang beriman karena semua urusannya mendatangkan kebaikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan ini tidak akan didapatkan kecuali oleh orang yang beriman saja. Yakni ketika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur. Ketika dia ditimpa kesusahan atau musibah, dia bersabar. Maka itu akan berbalik untuk kebaikan bagi dirinya. Jadi berbolak-bolaknya, berbolak-baliknya perubahan dalam kehidupan tidak mempengaruhi.<\/li>\n\n\n\n<li>Selama dia selalu dekat dengan petunjuk Allah, ya, selalu berpegang teguh dengan agamanya, maka Allah Subhanahu wa taala akan jadikan kebaikan dalam semua keadaan hamba tersebut. Nam. Kemudian bainalai wal man antara karunia pemberian dari Allah dan almanah terhalanginya dari karunia tersebut. Kata beliau, Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala kemudian menyebutkan kesimpulan dari pembahasan ini.<\/li>\n\n\n\n<li>Wal huda warahmatu watwabiuha watawabiuma min fadli wal inam. Minal fadli wal in&#8217;am. Petunjuk Allah dan rahmatnya dan hal-hal yang berkaitan dengan keduanya. Ya, tadi termasuk kelapangan hati, kebaikan-kebaikan, kenikmatan, ketenangan hidup. Ini adalah termasuk karunia dan limpahan nikmat dari Allah Subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Kuluhu min sifatil. Semua ini adalah termasuk sifat Allah Subhanahu wa taala yang selalu memberikan karunia kepada hamba-hambnya. Alat Allah Subhanahu wa taala. Dialah yang maha memberikan kebaikan. Alwahab maha memberikan karunia. Almanan maha memberikan anugerah. Ya, [berdehem] Dialah yang maha melimpahkan berbagai macam nikmat bagi hamba-hambnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Maka ketika Allah berikan huda, petunjuk, rahmat, dan hal-hal yang berkaitan dengan keduanya ini, ini semua termasuk ya makna dari sifat Allah Subhanahu wa taala selalu memberi kebaikan kepada hamba-hambanya. Sebaliknya wal idlalu walabu wa tawabiuma min sifatil mani dan kesesatan azab dari Allah subhanahu wa taala dan hal-hal yang berhubungan dengan keduanya ini termasuk sifat alman Allah tidak berikan kebaikan untuk hamba-hambnya dan tentu karena sifat Allah Subhanahu wa taala maha sempurna kita selalu yakin<\/li>\n\n\n\n<li>ketika Allah memberikan itu adalah murni karena rahmat dan karunianya ketika Allah tidak memberikan maka itu karena hikmah dan keadilannya yang sempurna. Karena perbuatan Allah Subhanahu wa taala bersumber dari sifat-sifatnya yang maha tinggi lagi maha sempurna. Sehingga tidak perlu kita tanyakan tentang pasti sesuai dengan keadaannya, sesuai dengan hikmah yang maha tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, hikmah artinya wadus fi maudi ala wajhil itq. Allah selalu meletakkan segala sesuatu secara persis pada tempatnya. Ya la yus&#8217;alu amma yaf&#8217;alu wahum yus&#8217;alun. Wahum yus&#8217;alun. Allah Subhanahu wa taala tidak ditanyakan tentang apa yang diperbuatnya. Karena perbuatannya bersumber dari sifat-sifatnya yang maha tinggi, maha indah, maha sempurna.<\/li>\n\n\n\n<li>Sedangkan manusia yang akan ditanyai, dimintai pertanggungjawaban tentang perbuatan mereka. Kata beliau, wahua subhanahu yusifu khqahu baikirinulin wamdin tamin fala ilahaillallah. Maka dia Allah Subhanahu wa taala yusorifu khalqahu membolak-balikkan hambnya memberlakukan bagi hambanya bagi makhluknya antara pemberiannya terkadang Allah tidak berikan antara pemberian karunia kemudian terkadang juga Allah halangi mereka dari hal itu. Ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan semua itu, semua itu bersumber dari hikmah Allah yang maha tinggi. mulk kekuasaan Allah yang maha sempurna serta pujiannya pujiannya yang maha agung falahaillallah maka tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah subhanahu wa taala semata-mata masyaallah ini pembahasan yang menjadikan orang-orang yang beriman selalu optimis ketika dia berusaha dekat dengan agama Allah Subhanahu wa taala berusaha setia untuk mempelajari petunjuknya mendengarkan kajian-kajian yang bermanfaat karena itu adalah pembuka bagi hidupnya pintu-pintu rahmat<\/li>\n\n\n\n<li>dan karunia Allah, pintu-pintu kebaikan dari sisinya yang berlimpah. Karena siapa lagi yang akan mendapatkan karunia Allah yang berlimpah yang sempurna kalau bukan orang-orang yang selalu taat mengikuti petunjuknya? Inna rahmatallahi qoribun minal muhsinin. Sesungguhnya rahmat Allah Subhanahu wa taala dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.<\/li>\n\n\n\n<li>Wattaqulaha laallakum turhamun. Bertakwalah kamu kepada Allah agar [berdehem] kamu menjadi orang-orang yang selalu mendapatkan limpahan rahmatnya. Barakallahu fikum. MaaSyiral muslimin, para pemerhati Rajak TV dan Radio Rajak di mana pun antum berada. Maka selesai pembahasan ini dari ayat-ayat Al-Qur&#8217;an yang bisa kita ambil faedahnya dari pembahasan awal tentang surah Qaf kemudian sampai pembahasan tentang bagaimana Allah menggandingkan petunjuk dan rahmatnya, karunianya, nikmatnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Semoga kita bisa mengambil manfaat dan semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang selalu dekat dengan petunjuknya dan dimudahkan untuk mendapatkan nikmat dan karunia yang sempurna dari sisinya. Semoga kajian kita bermanfaat dan kita teruskan dengan menjawab pertanyaan yang insyaallah antum sampaikan dan semoga ini menjadi pelajaran bermanfaat bagi kita untuk kebaikan dunia dan akhirat kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Barakallah fikum. shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin waa wa ala alihi wasbihi ajmain walhamdulillahiabbil alamin. Nam ustaz jazakumullah khairan barakallah fikum atas mat yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini. Dan al islamakum. Untuk berikutnya kami ajak Anda semuanya untuk bersoal jawab.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan kepada Anda semuanya yang ingin bertanya bisa menghubung kami di 021 8236543. Untuk Anda yang bertanya secara langsung ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan Anda melalui chat WA di 0218236543. Untuk yang pertama kita angkat mulai telepon terlebih dahulu ya. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung. Baik, terputus.<\/li>\n\n\n\n<li>Kami tunggu kembali kepada Anda semuanya khulal Islam. Azaniallahu waakum ya. Silakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan kepada Anda yang telah terhubung. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. untuk mohon maaf umum mohon dimatikan saja televisi ataupun radionya biar tidak bingung karena memang ada jeda ketika di televisi jadi biar bisa fokus dan langsung menyimak atau memberikan pertanyaan melalui telepon saja ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Silakan. Baik. Ee Afan siapa? Warahmatullahi wabarakatuh. Ana Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Dengan Umu siapa, Ummu? Mohon maaf dengan Umu Nafkama. I silakan Nafkama. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee barakallahu fikum. Izin bertanya, Ustaz. Fikum. Barakallah. Ee apakah saat kita berdoa kepada Allah dalam sujud kita, kita memohon petunjuk akan suatu urusan ee kita di apa ya? Di diharuskan melalui salat istikharah dulu.<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah salat biasa juga kita Allah akan memberikan petunjuk dalam bentuk ee apapun apakah harus melakukan salat istikharah dulu atau hanya cukup dengan doa-doa pada saat salat sujud ee saat sujud salat wajib. Dan yang kedua, apakah setelah salat wajib itu kan kita disunahkan untuk membaca ayat kursi. Nah, apakah boleh? Karena kalau misalnya kita sedang ada urusan lain yang terburu-buru setelah salat salat ee setelah selesai salat kita itu baca ayat kursinya sambil berjalan gitu, Ustaz.<\/li>\n\n\n\n<li>Mohon pencerahannya. Jazakumullahu khairon. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wazakillah khairan. Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Iya. Barakallah fik. Pertanyaan sangat bermanfaat dari Ibu tadi yang bertanya. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan rahmat dan kebaikan bagi beliau dan bagi kita semua.<\/li>\n\n\n\n<li>Iya. Ya, pertanyaan yang berhubungan dengan yang pertama tadi, masalah ee berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Jawabannya kalau kita punya satu urusan tentu yang terbaik kalau kita ingin dapatkan pilihan dari Allah Subhanahu wa taala yang terbaik adalah kita meminta kepada Allah melalui salat istikharah.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, yang sudah kita ketahui kita salat dua rakaat kemudian kita minta kepada Allah Subhanahu wa taala agar dimudahkan pilihan yang terbaik yang lebih [berdehem] dekat dengan sebab-sebab kebaikan dunia dan akhirat kita. Ya, kalau di kalau tidak maka kita dijauhkan darinya. Ah, tapi apakah harus dengan istikharah? Jawabannya tidak. Tapi lebih utama.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih [berdehem] utama dengan istikharah. Kalaupun tidak kita lakukan istikharah, misalnya kayak tadi kita berdoa di waktu sujud ya. Kemudian setelah tahiyat dan selawat kita juga dianjurkan banyak berdoa ketika itu. Dan ini berlaku untuk salat yang wajib dan salat yang sunah juga berlaku. Dan sujud di sini bukan hanya sujud terakhir, semua sujud.<\/li>\n\n\n\n<li>Karena kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim, maakuldu minihi wahua sajiduni. Sedekat-dekatnya keadaan seorang hamba dari Allah, dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa padanya pada waktu sujud. Jadi setelah kita membaca zikir sujud, kita baca subhana rabbiyal a&#8217;la atau subhana rabbiyal a&#8217;la wabihamdih misalnya tiga kali baru kita berdoa. Ini boleh.<\/li>\n\n\n\n<li>Jadi kita lakukan ya. Kalaupun tanpa melakukan salat istikharah tetap boleh kita lakukan. Dan ini termasuk baik karena banyak kesempatan kita waktu salat kita minta agar dimudahkan petunjuk kita. Kalau membawa kepada kebaikan semoga Allah mudahkan. Kalau membawa kepada selain itu maka semoga Allah menjauhkan kita darinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Itu yang kita minta kepada Allah. Dan ini ya tidak hanya kita lakukan di salat istikharah meskipun yang lebih utama dengan salat istikharah ya sama seperti masalah bertobat kepada Allah kan tidak harus kita ya yang lebih utama kita lakukan dengan salat tobat misalnya salat tobat dua rakaat baru kita bertobat kepada Allah mohon ampun kepadanya tapi kalaupun kita tidak lakukan salat tobat tetap kita segera bertobat ya istigfar kepada Allah bisa juga kita baca permohonan ampun dalam salat kita, waktu sujud kita jadi kita manfaatkan<\/li>\n\n\n\n<li>waktu kita yang ada untuk sebanyak-banyaknya memohon pengampunan dari Allah Subhanahu wa taala. Artinya tidak mesti kita menunggu sampai kita sempat melaksanakan salat ketika bertobat kepada Allah. Meskipun dengan salat tbat tentu lebih utama, lebih baik. Nah, kemudian yang kedua tadi masalahnya berhubungan dengan zikir.<\/li>\n\n\n\n<li>Seseorang akan dianjurkan ketika selesai salat. Ya, zikirnya bukan cuma membaca ayat kursi saja kan. Istigfar tiga kali kemudian Allahumma antasalam winkasam tabarokta ya dalal jalal wal ikram. Ada beberapa yang disunahkan sampai membaca ayat kursi, membaca tiga qul, kemudian membaca itu ya subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, kemudian lailahaillallahu wahdahu la syarikalah sampai selesai jadi 100.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalau tidak sempat diperbolehkan kita baca misalnya ada hadis yang sahih yang menyebutkan membaca subhanallah 10 kali, alhamdulillah 10 kali, Allahu Akbar 10 kali. [berdehem] Ya, ada yang ringkas. Bagaimana caranya kalau seandainya apakah diperbolehkan kalau kita membaca sambil berjalan, maka tidak mengapa ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Asal jangan sampai menjadikan kita mengucapkan ini misalnya keliru mengucapkan atau salah, tetap kita mungkin sambil berjalan atau mungkin kita ada rombongan sama-sama naik kendaraan kita di belakang kita sambil baca. Tidak mengapa ya. Yang jelas ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan ya perintahnya setelah selesai salat, &#8220;Faidza qoditumus fadkurullaha qiama wa quudah waa junubikum.<\/li>\n\n\n\n<li>&#8221; Dan jika kalian telah selesai menunaikan salat, maka berzikirlah kepada Allah kiaman, baik dalam keadaan berdiri atau duduk bahkan sambil berbaring. Jadi diperbolehkan kita selesaikan zikir kita sambil kita berjalan ketika ada urusan yang penting. Yang penting ya jangan sampai menyebabkan kita kemudian ya asal-asalan mengucapkan zikir tersebut atau bacaan tersebut tidak sesuai lagi dengan bacaan yang benar.<\/li>\n\n\n\n<li>selama kita bisa membacanya dengan benar ya yang [berdehem] tentu saja kita katakan ya seharusnya kita berikan waktu untuk berzikir kita dengan tenang agar kita bisa benar-benar mendapatkan faedah daripada zikir yang di situ kita berusaha merenungkan maknanya agar mendapatkan keutamaan yang lebih sempurna di sisi Allah subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Meskipun kalau dalam kondisi tadi terpaksa ya diperbolehkan atau ada hajat diperbolehkan yang seperti itu. Barakallahu fikum. Namam. Nah, Ustaz jazakumullah khairan atas jawaban yang telah diberikan Ustaz. Kita akan angkat kembali pertanyaan berikutnya di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan ya silakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Baik terputus. Baik Ustaz terputus. Kita akan tunggukan eh kita akan tunggu kembali kepada Anda yang telah ee terhubung. Kami akan angkat angkat pertanyaan pertama, Ustaz, dari pesan singkat yang sudah masuk. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Saya izin bertanya tentang keutamaan salat tahajud dan salat duha, Ustaz.<\/li>\n\n\n\n<li>Langsung berikan penjelasannya, Ustaz. Syukran. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum. Silakan, Ustaz. Tentang keutamaan salat duha. Ya, dua. Tahajud dan salat duha, Ustaz. Salat salat tahajud dan salat duha. Ya. Iya. Barakallahu [berdehem] fikum. Yang berhubungan dengan salat tahajud atau ya salat malam secara umum kan keutamaannya sangat banyak disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih.<\/li>\n\n\n\n<li>Seperti misalnya ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis riwayat Imam Muslim bersabda, &#8220;afdalus shati ba&#8217;da ba&#8217;dal faridah shaatul lail.&#8221; Seutama-utama salat setelah salat yang wajib adalah salat malam. Ya. Kemudian tentu saja salat malam ini [berdehem] disebutkan juga di dalam salat di dalam hadis yang sahih yang dinyatakan juga sahih oleh Syekh Albani rahimahullah taala sebagai kebiasaannya orang-orang yang saleh sebelum kita.<\/li>\n\n\n\n<li>Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;Alaikum biqiamulil fnahu daabusihina qlakum.&#8221; hendaknya kalian melaksanakan salat malam karena itu adalah kebiasaannya orang-orang saleh sebelummu. Ya, ini jelas menunjukkan keutamaan dan kemuliaan orang yang mengamalkan salat malam.<\/li>\n\n\n\n<li>Apalagi ketika dia mengamalkannya di sepertiga malam yang terakhir. Di situ dia berdoa kepada Allah di saat-saat pengabulan doa. Karena Allah Subhanahu wa taala turun ke langit dunia di sepertiga malam yang terakhir sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang sahih riwayat Bukhari dan Muslim. Kemudian Allah akan mengabulkan doa orang yang berdoa kepadanya, memberikan pengampunan doa ee apa ini? Permohonan pengampunan dari seorang hamba atau istigfar seorang hamba kepada Allah.<\/li>\n\n\n\n<li>Maka ini jelas merupakan keutamaan keutamaan yang besar. Kemudian untuk salat duha sendiri itu juga disebutkan keutamaannya di dalam hadis-hadis yang sahih. Bagaimana pahalanya juga sangat besar di sisi Allah Subhanahu wa taala. Orang yang selalu melaksanakan salat duha. Dan salat duha yang paling utama adalah yang dikerjakan ketika sudah ee sudah agak panas ya, matahari sudah sudah agak tinggi mungkin sekitar jam 10.30.<\/li>\n\n\n\n<li>Yakni kan salat duha diperbolehkan dari sejak matahari terbit sekitar 15 menit setelahnya sudah boleh. itu awal waktu dhha ya bersamaan dengan waktu salat isyraq setelah matahari terbit kemudian sekitar 15 menit [berdehem] tapi yang paling utama diakhirkan karena kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim shatul awwabina hina tarmadul fisal salatnya orang-orang yang selalu awab kembali kepada Allah yang selalu ingat kepada Allah ketika orang lain lalai adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan<\/li>\n\n\n\n<li>maka inilah salat duha yang paling utama dan disifati di sini sebagai orang yang melakukannya sebagai orang yang awab, selalu kembali, selalu ingat kepada Allah, selalu ee apa ini tidak dilalaikan ya. Karena di waktu-waktu ini orang-orang banyak sibuk dengan urusan dunianya. Ketika dia sempatkan diri untuk ingat kepada Allah Subhanahu wa taala, maka insyaallah dia termasuk hamba yang awab yang selalu kembali dan selalu ingat kepada Allah subhanahu wa taala ketika orang lain lalai. Maka ini termasuk adalah waktu<\/li>\n\n\n\n<li>salat duha yang paling utama dan termasuk hal yang menunjukkan keutamaan yang besar dari salat sunah ini. Barakallahu fikum. Nam ustaz barakallah jazakumullah khairan atas jawaban yang telah diberikan ustaz. Dan kita akan memberikan kesempatan kembali kepada penanya telepon di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Silakan ya. Silakan. Baik, terputus. Kita akan angkat kembali pertanyaan melalui pesan singkat. Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Ustaz, bagaimanakah bagi mereka yaitu orang yang penyuka sesama jenis, Ustaz? Apakah orang yang tidak pernah meninggalkan salat walaupun dia penyuka sesama jenis, salatnya tetap diterima atau tidak, Ustaz? Ustaz mohon memberikan penjelasannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Iya. Barakallahu fikum. Pertanyaan sangat baik sekali dari beliau yang bertanya, &#8220;Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan kebaikan dan keberkahan bagi antum semua yang bertanya dan bagi kita semua juga. Iya, penyakit seperti ini menyukai sesama jenis jelas merupakan penyakit yang sangat buruk yang hendaknya kita bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala agar dihilangkan penyakit yang buruk ini pada diri kita ya.<\/li>\n\n\n\n<li>pada diri orang yang ditimpa diuji dengan penyakit ini kemudian bersungguh-sungguh melakukan sebab-sebab yang menjauhkan kita darinya. Adapun [mendengus] masalah yang berhubungan dengan salatnya ya selama salatnya itu memenuhi syarat ya maksudnya memenuhi syarat-syaratnya, rukun-rukunnya diterima oleh Allah subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Akan tetapi tentu di antara ya bukti yang menjadikan salat itu diterima oleh Allah Subhanahu wa taala adalah keutamaan salat itu benar-benar terwujud pada diri orang yang melakukannya. Seperti misalnya Allah berfirman dalam Al-Qur&#8217;an, waqimata inata tanha anil fahsya wal munkar. Ya. Dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.<\/li>\n\n\n\n<li>perbuatan yang buruk dan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Termasuk penyakit ini menyukai sesama jenis ini. Kalau dia benar-benar melaksanakan salat dengan sungguh-sungguh, dia berdoa dalam salatnya dan salatnya benar-benar diterima dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala, maka dengan sebab salat ini Allah akan jauhkan dia dari perbuatan keji dan mungkar termasuk penyakit yang tadi kita sebutkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, maka insyaallah untuk salatnya diterima oleh Allah selama memenuhi tadi syarat rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya. Cuman ya tadi kalau memang ya dia yakin tentang kebenaran janji Allah Subhanahu wa taala di antaranya yang berhubungan dengan ee manfaat dari salat tadi, maka hendaknya dia laksanakan salat dengan sebenarnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Mohon kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit-penyakit yang buruk seperti ini dengan izin Allah Subhanahu wa taala. Kalau dia sungguh-sungguh, Allah akan berikan kepadanya kebaikan. Kebaikan sebagaimana yang Allah janjikan tersebut. Barakallahu fikum. Nam Ustaz Taufik. Barakallah. Terima kasih Ustaz atas jawaban yang telah diberikan Ustaz.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan kita akan angkat kembali pertanyaan melaifon di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan. Asalamualaikum Pak Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Ibu dan berada di mana? dengan Bu As Pak Ustaz dari Pekanbaru. I silakan Ibu. Ini Pak Ustaz saya mohon mohon petunjuk Pak Ustaz saya kalau salat itu kan waktu sujud yang paling dekat pernah dengar dengan dengan Allah tahu di tengah-tengahnya saya lupa bahasa Arabnya sambung setia boleh Ustaz.<\/li>\n\n\n\n<li>Baik cukup Ibu ya. Terima kasih Ibu atas atas pertanyaannya. kita simak melalui telepon dan eh melalui televisi. Dan kepada Ustaz kami persilakan tam jawab. Silakan, Ustaz. Ya. Eh, barakallahu fik. Pertanyaan sangat baik sekali dari Ibu yang ada di Pekanbaru tadi. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan kebaikan, [berdehem] melimpahkan taufiknya bagi beliau dan bagi kita semua.<\/li>\n\n\n\n<li>yang saya dengar tadi dari pertanyaan yang saya pahami bahwa ketika salat dia berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala kemudian dia lupa bahasa Arabnya apakah boleh dengan bahasa Indonesia? Jawabannya boleh saja ya. Tentu saja doa yang terbaik adalah doa yang bersumber dari Al-Qur&#8217;an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang tentu kita ucapkan dalam bahasa Arab.<\/li>\n\n\n\n<li>Tapi kalau kita lupa bahasa Arabnya atau tidak mengerti bahasa Arabnya, masa kita tidak boleh berdoa? Jawabannya boleh tetap berdoa. Yang penting kita menggunakan bahasa yang santun. Karena kita sedang meminta kepada Allah Subhanahu wa taala. Tentu kita menggunakan yakni kalimat yang sebaik-baiknya dalam rangka meminta karunia Allah Subhanahu wa taala. Nam.<\/li>\n\n\n\n<li>Barakallahu fikum. N Ustaz Taufik barakallah. Jazakumullah khairan atas jawaban yang telah diberikan, Ustaz. Dan kita angkat kembali pertanyaan menelepon di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan. Asalamualaikum, Pak Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Dengan siapa Bapak dan berada di mana? Dengan Abah di Bogor. Sebut aja kata Abah di Bogor gitu, Pak Ustaz. Oh, baik. Terima kasih ya. Silakan Abah mau tanya apa? Hanya ini saya menghilangkan sifat ego, emosi dari dua belah pihak itu ee enggak mau ada yang ngalah dari pihak saya pribadi, suaminya, istri juga gitu. Sifat ego.<\/li>\n\n\n\n<li>Jadi saya untuk mengalah untuk menang apa memang ego saya ee supaya hilang gitu, emosi saya harus gimana gitu, Pak Ustaz? Minta jalan keluarnya gitu, Pak Ustaz. Cuman gitu aja, Pak Ustaz. Baik, baik Pak. Baik, Abah. Terima kasih pertanyaannya, Abah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Iya. Barakallahu fik. Hayakallah. [berdehem] Pertanyaan yang sangat baik sekali dari Abah yang ada di Bogor, ya. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau dan keluarga beliau dalam kebaikan dan dihindarkan dari segala keburukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Demikian pula untuk kita semua. Iya. masalah yang berhubungan dengan ya menjauhkan diri dari sifat egois ini tentu ya merupakan perkara yang Allah Subhanahu wa taala maha kuasa untuk menghindarkan kita dari segala keburukan. Maka berdoalah dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Kemudian jadikan ibadah kita seperti salat tadi sebagai sebab untuk menjauhkan kita dari perbuatan yang keji dan mungkar.<\/li>\n\n\n\n<li>Ya, kita salat dengan benar, dengan ikhlas, berusaha untuk ee ee apa ini? Mengusahakan khusyuk dalam salat kita, maka niscaya dengan sebab itu Allah Subhanahu wa taala akan menolong kita untuk dihindarkan dari sifat-sifat yang buruk. Ya, karena innata tanhail fahsya wal munkar. Sesungguhnya salat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.<\/li>\n\n\n\n<li>Yang berhubungan dengan tadi egois yang tumbuh dari dua-duanya, suami dan istri ya. [berdehem] Maka tentu saja dalam hal ini kita diperintahkan ketika yang satunya melakukan perbuatan salah, jangan yang lain juga membalas dengan kesalahan. Kan dalam Islam kita diperintahkan idfa billati hiya ahsan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tolaklah dengan cara yang baik. Ketiga, yang satu melanggar, yang lain berusaha untuk tidak melanggar. Ya, yang lain berusaha untuk mengalah. Setelah itu baru kalau kita ingin nasihati ketika suasana sudah tenang, bukan ketika sedang bertengkar. Karena biasanya mereka tidak akan mau kedua-duanya tidak akan mau menerima nasihat.<\/li>\n\n\n\n<li>Yang satu mengalah dulu nanti dalam keadaan suasana tenang, suasana tenang baru menyampaikan nasihat yang baik. Ya, seharusnya jika kedua-duanya sama-sama orang-orang yang menginginkan kebaikan, maka mestinya ya [berdehem] dengan sikap yang satunya tidak tidak mau membalas misalnya sikap keras, yang satunya kemudian akan diam.<\/li>\n\n\n\n<li>Karena kita diperintahkan untuk ya saling memahami seperti ini. Apalagi dua orang yang saling mencintai karena Allah yang bahkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tentang suami istri. Apa? Lan yur lil mutahabain mlun nikah. Mlun nikah. Tidak pernah dilihat dua orang yang saling mencintai seperti orang yang menikah.<\/li>\n\n\n\n<li>Suami istri itu punya ikatan cinta yang sangat kuat sehingga memudahkan mereka untuk saling memaafkan. Kemudian ketika yang satu lupa, yang satunya diam. Kemudian yang satunya hendaknya juga mengambil ee pelajaran dari sikap ya pasangannya yang ternyata mengalah ketika dia sedang marah.<\/li>\n\n\n\n<li>Di dalam hadis yang lainnya yang juga hadis yang sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, &#8220;La ya mukminun mukminatan inha minha khuq minha ak.&#8221; Tidak boleh seorang mukmin perempuan atau laki-laki membenci seorang mukmin perempuan atau sebaliknya. Karena kalau dia membenci satu akhlaknya, maka dia bisa menyukai akhlak yang lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan secara umum kan laki-laki dan perempuan, suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan cara yang baik. Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Alqur&#8217;an, waasirunna bil maruf. Dan pergaulilah keluargamu dengan cara yang baik. Aluli hal yang jelas ketika terjadi yang satu ya marah, maka yang lainnya hendaknya mengalah untuk meredakan suasana.<\/li>\n\n\n\n<li>Dan tentu lebih ditekankan lagi di sini ya, seorang perempuan, seorang istri yang harusnya ketika suaminya marah, dialah yang mengalah, dialah yang meminta maaf terlebih dahulu. Karena itu yang disebutkan di dalam hadis yang sahih dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika beliau menyebutkan sifat seorang perempuan yang ee yang salehah.<\/li>\n\n\n\n<li>Itu di antara ciri-cirinya disebutkan di dalam hadis yang derajatnya hasan. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, yaqat, [berdehem] yaitu perempuan yang ketika suaminya sedang marah kepadanya, maka dia akan datang kemudian meletakkan tangannya di tangan suaminya dan dia berkata, &#8220;Inilah tanganku ada di tanganmu.<\/li>\n\n\n\n<li>Aku tidak akan bisa memejamkan mata sampai kamu rida kepadaku.&#8221; Maka semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan keberkahan dan kebaikan kepada Abah yang ada di Bogor dan keluarganya dan semua kaum muslimin untuk selalu bisa ya merasakan kebaikan dan kedamaian dalam rumah tangganya. Dan semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan mereka ya suami istri untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala sehingga Allah mudahkan mereka semua untuk berkumpul di dalam surganya. Barakallahu fikum. Enam<\/li>\n\n\n\n<li>enam ustaz fiq barakallah jazakumullah khairan atas jawaban yang telah disampaikan ustaz dan kita akan simak kembali pertanyaan melai telepon di 0218236543 kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Ya, silakan. Baik kita angkat pertanyaan Ustaz mulai pesan singkat kembali Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Ustaz, Ustaz, ana berkali-kali ingin menunaikan salat taubat, tetapi saya tidak tahu bagaimana tata caranya, Ustaz. Apakah ada bacaan yang dianjurkan atau hanya dengan niat saja, Ustaz? Syukran. Barakallah fik. Silakan, Ustaz. Iya. [berdehem] Barakallahu fikum. Salat taubat kan disebutkan di dalam hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.<\/li>\n\n\n\n<li>yakni ketika orang berbuat dosa kemudian dia melaksanakan salat dua rakaat dia mohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala. Meskipun ini tidak wajib tapi jelas dianjurkan dan lebih utama ya karena yang namanya istigfar dan mohon ampun kepada Allah kan kita tidak menunggu sampai waktu salat taubat kita terus kita beristigfar atas dosa-dosa kita, dosa yang besar yang kecil, dosa yang kita ingat maupun tidak ingat dan semuanya ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagaimana yang dicontohkan dalam sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang beliau selalu bertobat dan beristigfar kepada Allah dalam sehari ee lebih dari 70 kali atau 100 kali seperti yang disebutkan di dalam riwayat yang lain. Cara untuk melaksanakan salat taubat ya tidak mesti dengan bacaan tertentu sama dengan salat yang lain dua rakaat ya baca alfatihah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemudian ya untuk rakaat yang yang apa ini bacaan setelah al-Fatihah yang pertama kita bisa membaca surah Alkafirun. Ya, di rakaat kedua setelah al-Fatihah surah al-Ikhlas. Ini pun tidak wajib hukumnya. Kita bisa baca surat yang lain. Yang penting di dalam sujud kita, kita memperbanyak bertobat kepada Allah subhanahu wa taala.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalau perlu kita sebutkan dosa yang kita lakukan kita mohon kepada Allah agar dijauhkan, diampuni dosa-dosa kita dan dijauhkan dari sebab-sebab terjadinya dosa itu maupun dosa-dosa yang lainnya. Itu yang kita lakukan dua rakaat ya. Kita mohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala. Ini menjadi sebab Allah subhanahu wa taala mengampuni dosa-dosa kita insyaallah.<\/li>\n\n\n\n<li>Nah, nam ustaz jazakumullah khairan barakallahu fikum atas jawaban yang telah disampaikan ustaz. Dan kita akan angkat pertanyaan kembali melai telepon di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung. 21. Iya, silakan kepada yang telah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum. Baik, Ibu.<\/li>\n\n\n\n<li>Ibu mohon dimatikan saja, Ibu salat televisinya, Ibu. Biar Ibu tidak bingung dimatikan saja salat televisinya karena memang ada delay, ada jeda. Jadi, biar tidak bingung apakah sudah terhubung atau belum. Mohon dimatikan saja suara televisinya ataupun suara radionya ya. Silakan, Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Ibu dan berada di mana? Ibu Juju di Saranten, Pak. Ibu Juju di Banten. Saranteng kita mohon ya. Silakan Ibu Ustaz dia Ustaz kan di saya sudah hampir 4 tahun gitu enggak bisa jadi salatnya dina kursi aja gitu jadi enggak bisa sujud gitu ya. Heeh.<\/li>\n\n\n\n<li>Tapi gimana kita kalau berdoa itu kan kita sebenarnya kan harus sujud, tapi kan saya enggak bisa cepat saya mah kalau berdoa kan sebelumnya ee salam gitu loh, Ustaz. Gimana itu? Dan saya kalau menggunakan apa ee doa-doa itu diambilnya dari hadis dan dengan dalil Quran gitu Ustaz. Gimana itu? Ada ada keterangannya enggak, Pak Ustaz? Saya mohon penjelasannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bu Juju dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. [mendengus] Iya. Barakallahu fik. Pertanyaan yang sangat baik dari Ibu Jujuk tadi. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa memudahkan kebaikan, memudahkan limpahan rahmat dan keberkahan dari sisinya untuk beliau dan untuk kita semua.<\/li>\n\n\n\n<li>Iya. Yang saya pahami dari pertanyaan tadi, Ibu Juju mungkin sudah berapa tahun ini katanya salatnya mungkin karena ada halangan tertentu sehingga beliau tidak bisa sujud dengan sempurna begitu ya. Maka tidak mengapa kalau seorang tidak mampu misalnya dia salat di atas kursi dia tidak bisa sujud maka dia isyarat itu sudah di sudah dihukumi sebagai sujud. Tentu isyarat rukuk ya.<\/li>\n\n\n\n<li>Kalaupun juga rukuk dia tidak bisa, berarti rukuknya lebih rendah, lebih [berdehem] tinggi, kemudian sujudnya lebih rendah. Ah, itu saya sudah cukup. Tidak perlu dengan misalnya meletakkan papan di atas kita untuk sujud. Tidak perlu. Cukup dengan isyarat tadi. Karena itu yang dicontohkan di dalam sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.<\/li>\n\n\n\n<li>Sewaktu kita isyarat sujud, itulah kita baca doa-doa tadi, Bu. Ya, kalau kita bisa lebih bagus dari doa dari Al-Qur&#8217;an dan sunah. Banyak doa-doa yang bisa kita hafal. Rbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaabanar atau ya muqibal qulubbit qolbi ala dinik atau doa minta ampun kepada Allah rbighfirli wat alaiya innaka ant tawwabur rahim banyak doa-doa yang bisa kita baca kalaupun tidak bisa [berdehem] ya tentu lebih utama bahasa Arab kalau tidak bisa bahasa Arab dengan bahasa kita yang penting bahasanya santun mohon ampun kepada Allah minta<\/li>\n\n\n\n<li>kebaikan dunia akhirat minta istikamah di atas Islam minta agar disempurnakan keimanan kita. Masyaallah, banyak kebaikan-kebaikan yang bisa kita minta. Jadi cukup dengan waktu tadi kita isyarat sujud. Itulah hukumnya yang dihukumi kita sedang sujud. Maka kita perbanyak doa kepada Allah subhanahu wa taala ketika itu setelah kita membaca zikir sujud misalnya subhana rabbiyal a&#8217;la atau subhana rabbiyal a&#8217;la wabihamdih. Namam. Barakallahu fikum.<\/li>\n\n\n\n<li>[mendengus] Nam ustaz wafiq. Barakallah jazakumullah khairan atas jawaban yang telah disampaikan Ustaz. Dan pertanyaan dari Bu Juju adalah pertanyaan terakhir di perjumpaan kita pagi hari ini, Ustaz. Tentunya sebelum kita akhiri perjumpaan yang penuh dengan faedah ini, kami minta kepada Ustaz menyampaikan iktitam.<\/li>\n\n\n\n<li>Silakan, Ustaz. Iya. Barakallahu fikum. pelajaran yang kita pelajari di hari ini ya dari faedah yang disebutkan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala dalam kitab Alfawaid tentang yang berhubungan dengan bagaimana Allah selalu menggandengkan petunjuk, rahmat, nikmat dan karunianya sebagaimana kesesatan Allah selalu gandengkan dengan kecelakaan, kebinasaan, azab dan keburukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Ini harusnya menjadi motivasi bagi kita semua untuk bersemangat selalu dekat dengan sebab-sebab petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Semangat belajar agamanya selama semangat mendengarkan kajian-kajian yang bermanfaat yang menukil ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain.<\/li>\n\n\n\n<li>Inilah yang akan menjadikan kita selalu dekat dengan kebaikan, selalu dekat dengan petunjuk dan bimbingan Allah Subhanahu wa taala. sehingga kita dekat dengan sebab-sebab limpahan rahmat, keberkahan dan karunia di sisinya. Kita akan terus simak insyaallah ya pembahasan-pembahasan berikutnya dari faedah-faedah yang dibawakan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala dalam kitab beliau yang sangat bermanfaat ini.<\/li>\n\n\n\n<li>Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa mudahkan selalu kebaikan bagi kita untuk dunia dan akhirat kita. Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. Kita akhiri shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi washbihi waman tabiahum bisanin yaumiddin. Walhamdulillahiabbil alamin. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik.<\/li>\n\n\n\n<li>Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada ustaz yang telah menyampaikan materi di kesempatan pagi hari ini dan juga telah memberikan jawaban-jawaban untuk kita semuanya dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau di sana dan juga meluaskan keiman beliau sehingga semakin banyak faeda ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau insyaallah. Amin.<\/li>\n\n\n\n<li>Kami ucapkan jazakumullah khairan barakallah fikum. dan juga rekan-rekan kami celengsi dan juga rekan-rekan kami atas kerja samamanya dan kemudahan yang Allah berikan kepada kita semuanya dapat kita hadirkan kajian di tengah-tengah kalangan kaum muslimin. Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan kembali bagi kita untuk menghadirkan kajian di tengah-tengah kalangan kaum muslimin di waktu-waktu berikutnya. Insyaallah.<\/li>\n\n\n\n<li>Allahuma amin. Dan kami ucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan kami semuanya. Jazakumullah khairan barakallah fikum. Untuk Anda semuanya ikhwat Islam azani Allahu wyakum yang telah bersama kami dari awal hingga akhir acara di pagi hari ini. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Jazakumullah khairan barakallahu fikum. Dan nantikan kembali kajian beliau insyaallah pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan pembahasan kitab Fawaidul Fawaid yang insyaallah akan kita simak pembahasan-bahasan lainnya. Dan tentunya untuk Anda semuanya di pagi hari ini semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan aktivitas Anda dalam bekerja dan memudahkan serta memberikan keberkahan dalam usaha yang Anda jalani.<\/li>\n\n\n\n<li>Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga kita semuanya dan tetap menjaga kesehatan. Barakallah fikum. Billahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Roja TV saluran.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4148","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-28T06:49:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"31 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/\",\"name\":\"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-28T06:49:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-28T06:49:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-28T06:49:51+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"31 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/","name":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-28T06:49:51+00:00","dateModified":"2026-07-28T06:49:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustaz-abdullah-taslim-m-a-fawaidul-fawaid-3\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustaz Abdullah Taslim, M.A. | Fawaidul Fawaid"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4148"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4149,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148\/revisions\/4149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}