{"id":4162,"date":"2026-07-28T13:53:07","date_gmt":"2026-07-28T06:53:07","guid":{"rendered":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?p=4162"},"modified":"2026-07-28T13:53:07","modified_gmt":"2026-07-28T06:53:07","slug":"ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/","title":{"rendered":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"[LIVE] Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/m9s9FKRWy0Y?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><figcaption class=\"wp-element-caption\">dengan Anda dan kelar kaca Anda. Kajian yang kami pancarluaskan dari Masjid Albarkah, Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau komplek Radi Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat. Roja Nah, bagi Anda para pemirsa TV. [berdehem] Asalamualaikum<br><br>warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a&#8217;malina may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyaalah wa asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu ya ayyuhalladina amanutaqulaha haqq tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah walaqo minha zaujaha w minhuma rijalan waisa<br><br>wattaqulah inikum ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waulu qulan sadida yuslih lakum a&#8217;malakum waagfir lakum dunubakum wamay yutiillaha wa rasulahu faqod faza fauzan adzima amma ba&#8217;du fainna asdaqal hadis Kitabullahir had Muhammadin shallallahu alaihi wa alihi wasallam umuri muhdaha wa muhda bidah waulla bidatin dolalah wa dolatin finar wa ba&#8217;du. Alhamdulillah.<br><br>MaaSyiral muslimin, [berdehem] maasyiral ikhwa wal akhwat fiddin aazakumullah. Alhamdulillah ikhwan dan akhwat fiddin, kaum muslimin para pemerhati Raja TV dan Radio Raj di mana pun antum berada. Juga para ikhwah dan akhwat yang hadir di masjid yang mubarak, Masjid Albarkah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya atas taufik yang dimudahkannya bagi kita untuk kembali kita mengadakan majelis ilmu yang mulia di malam hari ini.<br><br>Di masjid yang mulia ini. Diilanjutan kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat Minhajul Firqatin Najia Wathifatil Mansurah. metode beragama atau jalan golongan yang selamat yang selalu mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa taala. Karya dari As Syekh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullahu taala.<br><br>Alhamdulillah kitab Minhajul Firqatin Najiah yang menjelaskan tentang prinsip-prinsip dasar dari akidah golongan yang selamat ini. Alfirqatun najiah yang menjelaskan bagaimana mereka beragama, mereka memahami dan mengamalkan Islam. Ya, tentu saja ini adalah kitab yang sangat bermanfaat untuk dibahas dan dikaji orang-orang yang menginginkan keselamatan dirinya, dunia dan di akhirat.<br><br>Apalagi di akhir zaman yang penuh dengan fitnah, yang sangat mudah merusak pemahaman seseorang kalau bukan karena pertolongan dan penjagaan dari Allah Subhanahu wa taala. Barakallahu fikum. MaaSyiral muslimin, ikhwan wal akhwat fiddin aazakumullah. Mengkaji kitab-kitab seperti ini dengan izin Allah Subhanahu wa taala akan memudahkan kita untuk lebih teguh dan istiqamah berpegang teguh dengan manhaj salaf.<br><br>Ya, sebagian dari para ulama menjelaskan di antara mumayizat manhaj salaf, keistimewaan manhaj salaf seperti yang diterangkan misalnya oleh Syekh Abdus Salam Assuhaimi hafidahullahu taala dalam kitab Kun Salafian Alal Jaddah, yaitu sabatu ahliha alal haq. Orang yang berpegang teguh dengan manhaj salaf itu dengan izin Allah, dengan taufik dari Allah, lebih mudah untuk istiqamah di atas jalan kebenaran.<br><br>Lebih mudah untuk kuat berpegang teguh dengan pemahaman yang benar. Yakni mereka tidak mudah berubah. Beda dengan orang yang tidak kenal manhaj, mereka akan bisa berpindah dari satu pemahaman ke pemahaman yang lain. [berdehem] Ya, karena ibaratnya seperti sesuatu yang tidak punya landasan yang kuat, tidak punya pegangan, ya mudah berbolak-balik, dia akan mudah berpindah dari satu bidah ke bidah berikutnya.<br><br>[berdehem] Karena antum sudah tahu ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan di dalam Al-Qur&#8217;an tentang perumpamaan kalimatun khabitah, kalimat yang buruk, yakni kalimat kufur, kalimat syirik, kalimat bidah itu Allah azza wa jalla sebutkan perumpamaannya di dalam ayat Al-Qur&#8217;an di surah Ibrahim Alaihissalam.<br><br>Azubillahiminasyaitanirrajim. Walu kalimatin khobitatinajarin khitat min fauqil ardhi maaha min qor dan perumpamaan kalimat yang buruk, kalimat kufur, kalimat syirik, ya kalimat bidah, penyimpangan dari pemahaman Islam yang benar itu seperti pohon yang buruk yang dia mengambang di atas permukaan bumi tidak punya keteguhan, yakni karena tidak punya akar yang kuat menancap di dalam tanah.<br><br>Hanya seperti benalu ya, tumbuhan yang menumpang di pohon [berdehem] lain, tidak punya kekuatan. Itu perumpamaannya. Jadi, seseorang yang menginginkan istiqamah di atas jalan kebenaran, dia harus selalu memohon kepada Allah Subhanahu wa taala. harus harus berdoa bersungguh-sungguh kepada Allah azza waalla karena hanya Dialah yang maha kuasa untuk menetapkan hati hamba-Nya yang kita tahu hati itu mudah berbolak-balik sehingga [mendengus] disebut dalam bahasa Arab dengan alqalbu karena min taqallubihi karena mudahnya berbolak-balik. Hanya Allah azza wa<br><br>jalla yang maha kuasa untuk meneguhkannya. Makanya setelah ayat ini kan Allah berfirman di surat Ibrahim tadi di ayat berikutnya apa? Yusabbitullahzina amanu bilquli tsabiti fil hayatid dunya wafil akhirah. Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. Yakni dua kalimat syahadat. Prinsip utama, landasan utama agama Islam.<br><br>Kalimat syahadat lailahaillallah. Tidak ada sembahan yang benar selain Allah. Tidak ada yang pantas disembah dengan benar selain Allah. Satu-satunya tidak ada sekutu baginya. Dan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah utusan Allah. Inilah landasan akidah kita yang sesuai dengan namanya akidah.<br><br>Berarti dia akan mengikat hati kita untuk teguh di atas jalan yang benar. Makanya sudah pernah kita sebutkan juga pernyataan dari Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala ketika menafsirkan asiratal mustaqim jalan yang lurus ya dengan dua tauhid tauhidul ibadah dan tauhidul mutabaah mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam beribadah kepadanya semata-mata tidak menyekutukannya kemudian hanya mengkhususkan ittiba kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam dan tidak mengikuti petunjuk selainnya nya. Coba antum perhatikan ini<br><br>yang menjadikan kita harus memberikan perhatian besar kepada pembahasan masalah akidah, pembahasan masalah manhaj, prinsip dasar ahlusunah wal jamaah. Kenapa Syekh rahimahullahu taala mengulang-ulang pembahasan tentang tauhid, hal-hal yang membatalkan tauhid, kemudian syirik, kekufuran yang kecil maupun yang besar.<br><br>yang sekarang kita masih bahas ini tentang jenis-jenis syirik besar. Ini kan beberapa kali disebutkan ya. Karena kita semua menginginkan bahwa kita beragama mengenal manhaj salaf dan kita ingin terus di atasnya sampai kita menghadap Allah Subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti. Kita tidak ingin berubah karena kita tahu inilah jalan kebenaran dengan dalil yang yakin yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa taala agar diwafatkan di atas kebenaran ini.<br><br>Seperti yang sering kita ulang-ulangi doa dari Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu taala. Allahumma amitni alal islami wasunah. Ya Allah wafatkanlah aku di atas Islam dan di atas sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Akidah yang juga sudah pernah kita bahas yang meneguhkan keimanan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain.<br><br>Ini di antara dalil yang dibawakan oleh sebagian ulama kita. Kenapa orang yang belajar akidah yang benar, yang mengenal prinsip dasar manhaj yang benar, ya keimanan mereka lebih teguh atau istiqamah mereka lebih kuat, keteguhan mereka di atas pemahaman yang benar tidak mudah berubah. Dalil yang mereka gunakan di antaranya adalah hadis yang kita kenal tentang dialog antara Abu Sufyan dengan raja Romawi yang menyebutkan bahwa para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak ada seorang pun yang murtad meninggalkan<br><br>agamanya setelah mereka masuk Islam. Ketika Raja Romawi ini bertanya kepada Abu Sufyan yang waktu itu belum masuk Islam. Wahal yartadu ahadun minhum saktotan lidinihi ba&#8217;da dakala fihi. Apakah ada salah seorang di antara pengikut nabi ini yang murtad meninggalkan agamanya dengan dalam keadaan benci kepada agama ini setelah masuk Islam? Beliau mengatakan lak tidak ada.<br><br>Dijawab oleh raja Romawi ini kembali, kadalikal imanu tukitu basyatuhul qulub. Memang demikian gambaran iman ketika kemanisannya telah merasuk bercampur di dalam hati manusia. Kebaikan dan keindahan iman, kebaikan akidah yang lurus ketika telah merasuk di dalam hati, dia akan menyatu dengan hati dan tidak mau terpisah selama-lamanya digantikan dengan apapun.<br><br>Seperti itu orang yang mengenal akidah yang benar. Jadi, ikhwani wa akhwati fiddin aakumullah, kaum muslimin, para pemerhati Rajak TV dan Radio Rajak di mana pun antum berada. Barakallahu fikum. Siapa yang menginginkan istiqamah di atas agama ini, teguh di atas pemahaman yang benar, maka perdalam ya setelah berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala, perdalam pembahasan masalah akidah, masalah prinsip dasar agama, manhaj ahlusunah wal jamaah.<br><br>Karena ini yang merupakan sebab utama yang akan memudahkan kita menghadapi syubhat, syahwat, fitnah-fitnah yang akan menyesatkan manusia dari jalan Allah Subhanahu wa taala. Apalagi yang kita sudah tahu di akhir zaman itu semakin banyak, semakin mudah sampai kepada kita dengan adanya yakni media sosial, dengan adanya internet yang saat ini sangat mudah sampai berita di tangan kita.<br><br>Maka tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Itulah yang kita selalu berusaha mengusahakan tetap mengkaji kitab-kitab para ulama ahlusunah wal jamaah yang menjelaskan prinsip-prinsip dasar agama Islam yang agung ini. Barakallahu fikum. Bab kita akan lanjutkan kembali pembahasan yang disampaikan oleh As Syekh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullahu taala di kitab ini ya.<br><br>Kita masih melanjutkan pembahasan anwaus syiril akbar, jenis-jenis syirik besar. Sekarang kita sampai di yang kelima. Alkhamis jenis yang kelima yaitu syirkul hulul. Syirik alhulul huliyah yakni menitis ke [berdehem] dalam sesuatu. Ini keyakinan kufur tentu saja ya. Makanya termasuk syirik besar. Wahuwaltiqadu bianallaha halla fi makhluqatihi.<br><br>yaitu keyakinan [berdehem] bahwasanya Allah naudubillah minzalik Allah kata mereka bisa menitis ke dalam makhluknya ke dalam diri makhluk-makhluknya yang ini kekufuran yang sangat nyata Ya. Dan keyakinan yang sangat rusak karena Allah azza wa jalla yang maha mulia, maha sempurna. Kata para ulama salaf, ba&#8217;in min khalqihi.<br><br>Terpisah dari makhluknya. Tidak mungkin menyatu dengan makhluknya yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan. Allah Subhanahu wa taala maha besar, maha agung, maha mulia. Maka ini merupakan keyakinan yang sangat rusak. Wadi akidatu ibni Arabi asufil madfuni bidashk. Ini adalah keyakinan akidah seseorang yang bernama Ibnu Arabi yang menganut pemahaman sufi yang ekstrem yang dikuburkan di Damaskus.<br><br>Ya. Hatta qala sampai dia pernah mengatakan ini [berdehem] kalimat sebenarnya kalimat-kalimat yang mereka ucapkan ini seperti kata para ulama nahnu nahnu nahqi kalamal aljahmiyah [berdehem] wal muktazilah wala nasati anahqi kalama haula anahqiya kalama haula. Kita bisa menceritakan ucapan ee kalam al yahuda wan nasara.<br><br>Kita bisa menceritakan ucapan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tapi kita tidak mampu menceritakan ucapan-ucapan mereka ini tentang Allah. Ini orang-orang Jahmiah, orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah, orang-orang yang punya keyakinan rusak seperti ini. Naudubillah minzalik ya. Sangat rusak keyakinannya. Dia berkata dalam bait-bait syairnya, arrobbu abdun wal abdu rbu ya laita syi&#8217;ri manil mukallaf.<br><br>Ya naudubillah minzalik. Rabb atau tuhan itu adalah hamba dan hamba itu adalah rab Tuhan. Duhai kiranya kalau begitu siapa yang dikenahi beban syariat? Karena dua-duanya Tuhan dan hamba menurut dia satu saling menyatu. Berikutnya ada penyair lain dari kalangan mereka. Naudubillah minzalik. Waqala syairun akhar sufiyun yaqidul hulul.<br><br>Ada penya-penyair lain yang berkata ya dari kalangan orang-orang yang mengikuti [berdehem] pemahaman sufi yang ekstrem tadi yang meyakini alhulul menitisnya Allah di tubuh manusia. Naudubillah minzalik taalallahu amma yaquuluna uluwan kabir. Maha tinggi Allah subhanahu wa taala dari apa yang mereka ucapkan dengan kemaha tinggian yang besar.<br><br>Kabur kalimatan takuju min afwahihim. illa kad sangat besar keburukan kalimat yang keluar dari mulut-mulut mereka tidak lain yang mereka ucapkan kecuali adalah kedustaan. Ya, ini lebih parah lagi. Dia berkata apa? Wamal kalbu wal khinziru illa ilahuna. Ya, tidak lain anjing dan babi itu kecuali adalah Tuhan kita.<br><br>Ya, tuhannya dia. Bukan Tuhan kita. Alhamdulillah. Tuhannya dia sendiri ya. Karena sama dengan orang dan yang dipertuhankannya. Jadi katanya wamal kalbu wal khinziru illa ilahuna. Tidak lain [berdehem] anjing dan babi itu kecuali dialah sembahannya. Ya sembahan kita sembahannya dia maksudnya tuhan kita. Wamallahu illa rohibun fi kanisah.<br><br>Fi kanisati. Dan Allah Subhanahu wa taala tidak lain kecuali dialah pendeta yang ada di dalam gereja. Yakni keyakinan yang sangat kufur. Naudubillah minzalik. [berdehem] Ya. Sampai hewan-hewan disamakan dengan Allah Subhanahu wa taala. Ini jelas sekali merupakan keyakinan kufur, syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari agama Islam yang tentu saja agama Islam ini berlepas diri dari keyakinan yang buruk seperti ini.<br><br>Ya, kita semua meyakini Allah Subhanahu wa taala alat yang memiliki sifat-sifat maha tinggi, maha agung, maha sempurna. [berdehem] Walillahil matsalul a&#8217;la. Dan Allah Subhanahu wa taala memiliki sifat-sifat yang maha tinggi. Adapun makhluk penuh dengan kelemahan dan kekurangan, tidak mungkin menyatu dengan Allah Subhanahu wa taala yang maha tinggi lagi maha agung, maha besar.<br><br>[mendengus] Tib. Dan keyakinan seperti ini masih ada saja yang meyakininya ya. Karena kesesatan itu bagaimanapun buruknya tetap ada yang mengikutinya. Wali iyadzubillah ya. Nauzubillah minzalik. Tib assadis yang keenam. Jenis kesyirikan besar yang keenam adalah syirkut tasaruf. Kesyirikan dalam meyakini sebagian makhluk punya tasaruf.<br><br>Ini kemampuan apa ini? berbuat atau mengatur sesuatu di alam semesta ini. Ini diyakini oleh sebagian orang-orang yang punya pemahaman sesat. Ada wali-wali atau orang-orang yang mereka tokohkan bisa mengatur sebagian yang ada di alam semesta ini. Bisa mengatur kematian seseorang, hidupnya seseorang, mengatur alam ini dan yang lainnya.<br><br>Ini jelas-jelas kesyirikan [berdehem] ya. Syrirkut tasaruf wahuaqadu anna ba&#8217;al auliya lahum tasarufatun fil yudabbiruna umurah yaitu keyakinan bahwa sebagian dari wali-wali orang-orang yang mereka anggap sebagai wali itu punya kemampuan tasaruf berbuat atau mengatur alka di alam semesta ini [berdehem] ya mengatur hal-hal yang berlangsung di alam semesta ini.<br><br>Berbuat terhadap hal-hal yang ada di alam semesta ini dan mengatur urusan-urusannya. Yusammunahum al-aqtab yang mereka namakan dengan al-qtab. Jamak dari kutub. Yakni wali kutub yang mereka namakan wali kutub. [berdehem] Makanya kalau orang yang dianggap wali seperti ini akan dinisbatkan kepadanya sifat-sifat yang hanya pantas bagi Allah Subhanahu wa taala semata-mata.<br><br>Yakni mengetahui yang gaib, mengetahui kapan dia mati, mengetahui urusan-urusan di alam semesta ini. [berdehem] Ma annallaha taala yasalul musyrikinal aqdamina qilan. Padahal Allah Subhanahu wa taala menyebutkan dalam Al-Qur&#8217;an di surat Yunus ketika ditanyakan kepada orang-orang musyrik saja ya, siapa yang memberikan rezeki di langit dan di bumi? Terakhirnya wam yudabbirul amr.<br><br>Dan siapakah yang mengatur urusan di alam semesta ini? Fasayaquulunallah. Mereka akan menjawab, &#8220;Allah yang melakukannya.&#8221; Orang musyrik di zaman jahiliyah menjawabnya seperti ini. Berarti pelaku-pelaku kesyirikan di zaman sekarang lebih parah dan lebih buruk keyakinannya. Naudubillah minzalik. [berdehem] Ya. Wama qodarullaha haqqo qadri.<br><br>Sungguh mereka tidak memuliakan Allah, tidak mengagungkan Allah subhanahu wa taala dengan sebenar-benar pengagungan dengan keyakinan yang sangat buruk dan rusak seperti ini. Naudubillah minzalik. Nam. Tib itu yang keenam. Kemudian asabi&#8217; yang ketujuh [berdehem] syirk khauf. Syirik dalam hal ketakutan. Menempatkan rasa takut.<br><br>Ya. Jadi kemarin ada mahabbah, ada rasa takut. Jadi di sini sudah kita katakan berkali-kali rasa takut yang ada di hati kita tidak boleh kita biarkan. Kalau itu ditujukan kepada selain Allah Subhanahu wa taala, maka [berdehem] setan akan berusaha untuk menjadikannya besar sehingga dominan di hati kita.<br><br>maka itu akan bisa menjadi sebab kesyirikan dan sebab kerugian dan kecelakaan bagi hamba itu sendiri. Naudubillah minzalik. Jadi ada syirik alkhauf kata Syekh di sini rahimahullah taala wahtiqadu bi libail auliyail amwatifan yusib yusabbibul khaufa minhum yaitu keyakinan [berdehem] bahwa sebagian dari wali-wali yang sudah mati atau yang tidak nampak atau atau yang jauh [berdehem] ya punya kemampuan melakukan sesuatu atau memberikan madarat kepada orang lain yang menjadikan yang menjadi sebab harusnya kita takut kepada mereka ya. Padahal kita tahu makhluk tidak akan<br><br>bisa melakukan hal yang seperti ini. Apalagi yang sudah mati, yang sudah jauh, yang jauh mendengar saya tidak bisa apalagi bisa menimpakan madarat kepada orang lain. Ini cuma milik Allah Subhanahu wa taala semata-mata. Yang maha kuasa, maha mendengar semua, maha mengetahui semua keadaan hamb-nya. Maha mendengar semua apa yang diucapkan oleh hamb-Nya di mana pun mereka berada.<br><br>Wahadul musyrikina alladzi hadzaro minhul Quran. Yang ini merupakan keyakinan orang-orang musyrik [berdehem] yang diperingatkan di dalam Al-Qur&#8217;an di surah Az-Zumar ketika Allah Subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Alaisallahu bikafin abdah. Waukhawifunaka billadzina min dunih. Bukankah Allah dialah yang menjamin kecukupan bagi hamba-Nya? Yakni semakin seorang itu menghambakan diri kepada Allah, menyempurnakan tauhidnya, Allah yang mencukupinya.<br><br>Dan ketika Allah yang mencukupi seorang hamba, tidak ada seorang pun yang bisa mencelakakannya. Tidak ada seorang pun yang bisa menimpakan keburukan baginya. Dan mereka menakut-nakutimu dengan berhala-berhala selain Allah Subhanahu wa taala. Kan sudah kita ketahui ini termasuk kerjaannya setan. Menakut-nakuti manusia dengan wali-wali mereka supaya melemahkan iman.<br><br>Innamazalikumus yukifu auliyaahu fala takofuhum wfuni intum mukminin. Itu adalah [berdehem] perbuatan setan yang ingin menakut-nakuti kalian agar takut kepada wali-wali mereka, yakni para dukun tukang sihir agar kita takut karena seolah-olah mereka nanti bisa mencelakakan kita dan seterusnya. Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tapi takutlah kepadaku jika kamu adalah orang-orang yang beriman.<br><br>Jadi kalau sampai rasa takut ini menjadikan seseorang punya keyakinan rusak seperti apa yang disebutkan di ayat ini, apalagi sampai menjadikan dia meninggalkan perintah Allah, tidak melaksanakan ibadah, ketakutan yang berlebihan seperti ini yang bisa menjadikan seseorang terjerumus ke dalam perbuatan syirik besar.<br><br>Karena ini takut yang tidak wajar [berdehem] ya. takut yang tidak dibenarkan di dalam agama ini. Makanya beliau terangkan di sini, amal khaufu minal minal hawanil muftaris wimil hayi fajizun waaisa bisyirkin. Adapun rasa takut yang wajar, takut yang bersifat thabi&#8217;i seperti takut dari binatang buas misalnya, itu pun rasa takut ini kan tidak disertai dengan ketundukan, tidak disertai dengan pengagungan.<br><br>Karena kita bisa lari, bisa melawan, bisa menggunakan senjata melawannya ya. [berdehem] Atau dari orang zalim yang hidup kita takut dengan kezalimannya, maka ini rasa takut yang boleh tidak sampai pada tingkatan tidak sampai pada tingkatan kesyirikan. Jadi, takut tadi yang disertai dengan pengagungan, disertai dengan ketundukan yang karena rasa takutnya dia tidak berani melakukan apa-apa.<br><br>[berdehem] Ya, meskipun di tempat yang jauh orang tersebut yang ditakutinya jauh. Ini ketakutan yang disertai ketundukan dan pengagungan seperti ini yang akan membawa kepada perbuatan syirik yang besar. Naudubillah minzalik. Ya, ini yang selalu kita ingatkan jemaah sekalian hafidakumullah, maairal muslimin, para pemerhati Raja TV dan Radio Raja di mana pun antum berada juga ikhwan dan akhwat yang hadir di Masjid Albarkah ini. Barakallahu fikum.<br><br>Ini yang selalu kita ingatkan bahwa rasa takut sebagaimana rasa cinta di hati kita, kita harus jaga. Harus diusahakan semaksimal semaksimal mungkin untuk yang ditambah itu adalah rasa cinta, rasa takut, pengharapan kepada Allah. Selalu bergantung kepada Allah supaya tidak dijadikan celah itu bagi setan untuk melemahkan keimanan kita tanpa kita sadari.<br><br>Ya, [berdehem] karena ada berita, ada tontonan, ada cerita-cerita yang masuk menjadikan orang-orang yang lemah imannya semakin tumbuh rasa takutnya kepada makhluk berlebihan atau ketika itu hal-hal yang menarik semakin bertambah cintanya kepada makhluk secara berlebihan sehingga melemahkan memperkecil ruang di dalam hatinya yang harusnya diisi dengan kecintaan kepada Allah, rasa takut kepada Allah, bersandar kepada Allah dan hal-hal yang lain yang merupakan konsekuensi atau sifat-sifat yang mendukung tauhid ya<br><br>keimanan yang benar kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi kehidupan kita sehari-hari jelas sangat mempengaruhi tauhid kita dari sisi ini. Kalau kita tidak ya segera berusaha memperbaiki diri dalam masalah ini. Dan kita tahu rasa takut yang berlebihan ini yang justru menjadikan kita akan dikuasai oleh yang kita takuti selain Allah Subhanahu wa taala tersebut.<br><br>Waman khofa girahu. Waman khofa giraallahi alaih. Dan barang siapa yang takut kepada selain Allah Subhanahu wa taala, maka sesuatu itu akan dijadikan menguasai dirinya. Justru menjadikan kita semakin [berdehem] tidak berdaya di hadapan sesuatu itu, makhluk itu. Tapi kalau kita takut kepada Allah Subhanahu wa taala semata-mata, maka Allah akan jadikan kita kuat dan berani untuk menghadapi ya [berdehem] makhluk-makhluk selain Allah Subhanahu wa taala selama kita di atas kebenaran.<br><br>Ini yang harus diyakini oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa taala dan hari akhir diyakini oleh setiap orang yang bertauhid dengan benar. Barakallahu fikum. [berdehem] Tib atsamin. Kemudian yang kedelapan, syirkul hakimiyah, kesyirikan dalam penetapan hukum. [berdehem] Ya, yang tentu ini harus dengan keyakinan. Tidak sekedar misalnya seorang itu berhukum dan selain hukum Allah dikatakan sampai terjerumus.<br><br>Tidak harus ada keyakinan di dalam hatinya. Seperti yang diterangkan di sini wahualladzi yusdirul qwinal mukhalifata lil islami wujizuhayati hukmil islam. yaitu [berdehem] seorang yang membuat undang-undang, aturan-aturan yang menyelisihi Islam dan membolehkannya atau dia menganggap hukum Islam itu tidak salahiah, tidak cocok, tidak pantas diterapkan di zaman sekarang.<br><br>Ya. Dan ini wasmalul hakima wal mahkum. meliputi hakim yang memberikan hukum ataupun orang yang ditimpakan padanya hukum tersebut. Walika taqodal mahkumu war bihi. Yaitu jika orang yang ditimpakan padanya hukum ini meyakininya atau rida dengannya. Ini sudah pernah [berdehem] kita jelaskan bahwa belum tentu orang yang berhukum dengan selain hukum Allah Subhanahu wa taala dikatakan kafir atau syirik.<br><br>Karena belum tentu keyakinannya seperti itu. Bisa jadi dia mengakui dirinya bersalah. Bisa jadi dia hanya sekedar mengikuti hawa nafsunya meskipun jelas ini dosa bahkan dosa besar. Ya, sudah pernah kita jelaskan makna firman Allah Subhanahu wa taala yang disebutkan di surah Al-Maidah.<br><br>Waman yahkum bima anzalallahu faulaika humul kafirun. Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka dialah orang-orang yang kafir. Kan disebutkan ada yang kafir, ada yang zalim, ada yang fasik. Berbeda-beda keyakinannya. Kalau dia meyakini hukum selain Allah itu lebih baik atau bahkan disamakan dengan hukum Allah, ini bisa kafir.<br><br>Tapi kalau dia mengakui hukum Allah itu yang terbaik, tapi dia berbuat karena mungkin mempurutkan hawa nafsunya atau mungkin disogo atau ada hal yang lain, maka dia [berdehem] bisa kena kezaliman atau kena kefasikan. Ya. Jadi di sini harus ada keyakinan di dalam hatinya yang dia menyamakan atau menganggap hukum yang lain lebih baik baru akan kena ancaman seperti yang dijelaskan di sini.<br><br>Ya, oleh karena itu jelas sekali sudah kita jelaskan juga sebelumnya bahwasanya penerapan hukum Allah Subhanahu wa taala ini harus ya [berdehem] dilakukan di atas pemahaman tauhid yang benar. Ya, apalagi sudah kita pernah sebutkan bahwa mereka-mereka yang menggembar-gemborkan kembali kepada hukum Allah ini, justru mereka sendiri yang banyak melanggar penerapan hukum Allah ini, yaitu dalam masalah dakwah, dalam masalah apa yang harusnya kita utamakan dalam mengajak manusia kembali kepada agama yang mulia ini.<br><br>Barakallahu fikum. [berdehem] atasi. Kemudian yang kesembilan ya, penjelasan tambahan yang berhubungan dengan syirik besar. Asyirkul akbaru yuhbitul amal. Asyirkul asyirkul akbaru yahbit yah yahbatul amal. liquihi taala asirkul akbaru yuhbitul amala taala wqika waallina minqlika lain astaahbatna amaluka takunanna minal khirin.<br><br>Syirik besar itu bisa menggugurkan amal semua amal. Kalau syirik kecil, dia hanya menggugurkan amal yang tercampur syirik itu. Dan tentu syirik kecil tidak menyebabkan orang keluar dari Islam. Meskipun itu dosa yang sangat besar, sangat parah, dan lebih besar dibandingkan dosa-dosa besar yang lain. Ya, tapi dia tidak sampai menggugurkan amal-amal yang lain.<br><br>Adapun syirik besar di sini menggugurkan semua amal. Dibawakan di sini dalilnya firman Allah di surat azzumar. Walaq uya ilaika waalladina minqoblika lain asrtabna amaluka takunan minal khirin. Sungguh telah diwahyukan kepadamu wahai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan kepada nabi-nabi sebelummu bahwa sungguh jika kamu melakukan syirik akan gugurlah amal-amalmu semua dan sungguh-sungguh kamu akan termasuk orang-orang yang merugi.<br><br>Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Walau asraku lahabitahum mau y&#8217;malun.&#8221; Kalau mereka melakukan perbuatan syirik, maka sungguh akan gugurlah amal-amal yang mereka lakukan. Binasa, batal semua amal-amal yang mereka lakukan. Jadi ini perbedaannya dengan syirik kecil ya.<br><br>Syirik kecil tidak menggugurkan semua amal cuma amal yang tercampur padanya. Kemudian syirik kecil jelas tidak mengeluarkan dari Islam. Adapun syirik besar [berdehem] menjadikan orang keluar dari Islam kemudian syirik kecil tidak menjadikan pelakunya kekal di neraka. Syirik besar menjadikan pelakunya kekal di neraka.<br><br>Sudah pernah kita sebutkan juga syirik kecil itu. Kalau syirik besar itu ada tandid menjadikan sekutu yang sempurna bagi Allah. Adapun syirik kecil tidak demikian. Meskipun dia perantara sarana yang bisa mengantarkan kepada syirik yang besar. Yang jelas ini merupakan perkara yang harus kita waspadai. Apalagi tadi sebab terjerumus ke dalam kesyirikan bisa jadi disebabkan karena masalah-masalah tadi yang kita temukan dalam kehidupan kita.<br><br>Hal-hal yang membuat kita takut yang kemudian semakin besar, semakin menguasai hati kita. Tahu-tahu orang tersebut telah terjerumus ke dalam perbuatan syirik tanpa disadarinya. Naudubillah minzalik. Tib al-Asyir yang ke-10 atau Asyir yang ke-10. [berdehem] Asyirkul akbaru la yagfiruhullahu illa bitubati wa tarki syirki kullihi.<br><br>Syirik yang besar itu tidak diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala kecuali dengan tobat. Tobat yang sungguh-sungguh. Karena tobat itu menggugurkan apa? Menghapuskan semua dosa. Kalau sungguh-sungguh ya innallaha yagfirudzunuba jamian. Qul ya ibadina asro anfusihim la taqnatu mir rahmatillah innallaha yagfirudzunuba jamian.<br><br>Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampai batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa bagi orang yang bertobat sungguh-sungguh darinya. Termasuk syirik, kekufuran. Kalau mereka bertobat, maka akan diterima tobatnya. bahkan amal-amal kebaikannya yang lalu dikembalikan lagi yang sempat gugur karena syirik atau kekufuran tersebut.<br><br>Ya, oleh karena itu misalnya sebagian dari sahabat yang pernah murtad ada ketika dia kembali dan baik keislamannya bertobat sungguh-sungguh maka dia tetap dinamakan sebagai sahabat. Keutamaannya sebagai sahabat kembali dengan dia bertobat dan kembali bertobat dengan sungguh-sungguh dan kembali kepada Allah subhanahu wa taala.<br><br>Ya, [berdehem] karena tobat yang sungguh-sungguh itu menjadikan seseorang dihapuskan semua [berdehem] dosa-dosanya. Bahkan kebaikan-kebaikannya yang lalu yang pernah dilakukannya akan kembali diperhitungkan di sisi Allah Subhanahu wa taala sebagai wujud dari luasnya karunia dan rahmat Allah Subhanahu wa taala.<br><br>Tib [berdehem] qala taala. Allah Subhanahu wa taala berfirman, &#8220;Innallaha la yagfiru ay yusyroka bihi waagfiru ma dunazalika limay yasya wamay yusyrik billahi faqod dolla dolalan ba&#8217;ida.&#8221; Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala tidak mengampuni ya dosa perbuatan syirik menyekutukannya dan mengampuni yang selain itu bagi siapa yang dikehendakinya.<br><br>Dan barang siapa yang menyekutukan Allah maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya. Ingat ayat ini berlaku bagi orang yang berbuat syirik mati dalam keadaan tidak bertobat. Kalau [berdehem] syirik besar yang dilakukannya tidak akan diampuni dan gugur semua amal-amalnya. Adapun kalau selain perbuatan syirik itu masih dibawa kehendak Allah.<br><br>Kalau Allah menghendaki Allah mengampuninya. Kalau tidak maka dia dimasukkan ke dalam neraka itu pun tidak kekal sampai bersih dosanya kemudian dimasukkan ke dalam surga. Selama dia masih punya keimanan, tidak membatalkannya dengan kesyirikan besar. Makanya kita harus ingat ayat ini berlaku untuk yang berbuat syirik, yang tidak bertobat.<br><br>Mak ayat yang tadi kita baca, innallaha yagfirudzunuba jamian. Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengampuni semua dosa. Ini berlaku untuk orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh dari dosa-dosanya. Maka semua perbuatan dosa diampuni oleh Allah subhanahu wa taala bagi orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh. Nam sudah azan kita kumandangkan azan dulu silakan.<br><br>Barakallah fikhwatan Islam, kita simak dikumenangkannya azan salat Isya untuk wilayah Jakarta. dan sekitarnya. Allahu Akbar. Allahu [berteriak] Akbar. Allahu Akbar. Allahuakbar. Ashadu alla ilahaillallah. Ashhadu alla ilahaillallah. Ashadu anna muhammadar rasulullah.<br><br>[berteriak] Ashadu anna muhammadar [bernyanyi] rasulullah. Hayya alah hayya alas shah. [berteriak] Hayya [berteriak] alal falah. Hayya alal falah. [berteriak] Allahu Akbar. Allahuakbar. Lailahaillallah. [berteriak] Allahumma salli ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama shaita ala ali Ibrahim<br><br>innaka hamidum majid. Allahumma barik ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama barakta ala ali ibrahim innaka hamid majid allahum rabwah wasatilqimah ati muhammadan wasil wal fadilah wabu maqaman mahmudan Alhamdulillahiabbilamin arahmanirahim ayat-ayat Al-Qur&#8217;an ayat Auzubillahiminasyaitanirrajim. Ya ayyuhalladina amanutaqulaha haqqa tuqatihi<br><br>wala tamutunna illa wa antum muslimun. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadanya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam ayat-ayat Alquran ayat alhamdulillahiabbilamin. ayat-ayat Alquran ayat Simak Radio Roja Bogor 100.1 1 FM, Radio<br><br>Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Rojalu 111,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menebar cahaya sunah. Bab. Barakallahu [berdehem] fikum. Kita teruskan di poin yang ke-11 atau yang terakhir dari pembahasan ini. [berdehem] Tib alhadi asyar yang ke-11.<br><br>Walisyirki anwaun katsiratun minhal akbaru wal asghar. Ya, jenis-jenis kesyirikan itu sangat banyak. [mendengus] Di antaranya ada syirik besar, ada yang syirik kecil. Yajibul hadaru minha. Wajib untuk kita waspada dan berusaha menjauhinya. Sudah kita ingatkan berkali-kali disebut syirik kecil bukan berarti sesuatu yang diremehkan.<br><br>Karena syirik kecil lebih besar dibandingkan dosa-dosa besar yang lainnya. Ya. Dan menurut sebagian pendapat syirik kecil ini dosanya tidak akan diampuni oleh Allah subhanahu wa taala dalam artian dia tetap ditimbang diamal dijadikan diamal keburukan manusia. Dan antum bisa bayangkan ketika perbuatan syirik seperti ini ditimbangan, maka tentunya akan berat untuk diseimbangi atau ya dijadikan kalah beratnya ya dibandingkan dengan amal-amal saleh yang dilakukan manusia kecuali amal-amal saleh yang kuat keikhlasannya. Ya tentu [berdehem]<br><br>dengan taufik dari Allah Subhanahu wa taala. Yang jelas syirik besar maupun kecil kita harus berusaha menghindarinya. Karena ini keburukan yang sangat besar yang [berdehem] menjadi sebab seseorang itu bisa ya terancam dengan azab Allah Subhanahu wa taala. Naudubillah minzalik. Ya. Apalagi syirik yang besar ya.<br><br>Waliyadubillah. Waqod alamar rasul shallallallahu alaihi wasallam annaqul. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita doa yang kita ucapkan. Ya, tentu doa ini kita harus sungguh-sungguh sering ulang-ulangi. Dan kita ingat doa adalah miftahu kulli khairin, kunci pembuka segala kebaikan.<br><br>Kalau kita ketahui kesyirikan itu bisa menimpa siapa saja, apalagi di tengah banyaknya fitnah di akhir zaman, maka harusnya doa ini sering kita ucapkan dalam permohonan-permohonan kita. Apalagi di waktu-waktu yang dikabulkan doa. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada kita untuk membaca dalam doa kita.<br><br>Allahumma inna naudubika min an nusyrika bika syaian na&#8217;lamuhu wa nastagfiruka lima la na&#8217;lam. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu [mendengus] dari melakukan perbuatan syirik, menyekutukanmu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami mohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik yang kami tidak ketahui. Rawahu Ahmad bisanadin hasan.<br><br>Hadis dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam musnadnya dengan sanad yang hasan. Ya, hadis ini juga dihasankan atau dinyatakan sahih oleh As Syekh Albani rahimahumullahu taala. Maka ini [berdehem] termasuk doa ya di samping dengan doa-doa yang lainnya. Tentu saja doa meminta keteguhan iman, meminta dijauhkan dari segala keburukan termasuk perbuatan syirik.<br><br>Ini [berdehem] harus kita baca dan sering kita ulang-ulangi. Sekali lagi, sesuatu yang kita tahu kedudukannya tinggi, kedudukannya mulia, pasti sesuatu itu kita akan jaga sebaik-baiknya dalam diri kita. Apalagi tidak ada yang lebih berharga, tidak ada yang lebih bunia dibandingkan keimanan dan tauhid seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa taala. Barakallahu fikum.<br><br>Tib. Selesai pembahasan jenis-jenis kesyirikan yang besar ini. Semoga kita bisa mengambil faedah dan manfaat dari apa yang dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Jamil Zainu dalam pembahasan ini. Dan tentu kita bisa pahami dengan baik. Kemudian kita praktikkan kebaikan-kebaikannya dan kita jauhkan dari keburukan, jauhkan diri kita dari keburukan-keburukannya.<br><br>Barakallah fikum. Cukup sampai di sini kajian kita di malam hari ini. Semoga bermanfaat dan kita lanjutkan di waktu yang masih ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang antum sampaikan. Shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain. Walhamdulillahi rabbil alamin. Tib.<br><br>Ada pertanyaan di sini? Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullah. Bagaimana sikap kita? Ada orang yang mengkhawatirkan masa depan rezeki ketika apa ini? Ketika cari solusinya kepada manusia dan berharap bantuan dari manusia. Apakah ini termasuk syirik khauf? Ya, [berdehem] ini tetap. Ini jelas merupakan [batuk] ciri-ciri kelemahan iman dan bahkan disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an ini adalah perbuatan dari orang-orang yang [berdehem] lemah iman atau bahkan orang-orang yang tidak beriman yang mengkhawatirkan rezeki dan seterusnya.<br><br>Kita tahu sedangkan binatang saja dijamin rezekinya oleh Allah subhanahu wa taala ya tidak ada satuun [berdehem] di muka bumi ini kecuali alallahi rizqu. Waha Allah yang menjamin rezekinya. Yang jelas keyakinan seperti ini keyakinan yang menunjukkan kelemahan iman. Kalau orang orang kafir saja Allah Subhanahu wa taala berikan rezeki kepada mereka, maka tidak mungkin orang yang beriman Allah subhanahu wa taala tidak cukupkan rezeki mereka. Ya.<br><br>Dan yang anehnya orang yang seperti ini biasanya dia mengkhawatirkan rezeki dalam urusan dunia. Tapi ketika ada kekurangan dalam ibadahnya, kekurangan dalam ngajinya, memahami agamanya, membaca Al-Qur&#8217;annya, ini tidak dirasakan sebagai sesuatu kekurangan yang mendatangkan keburukan bagi dirinya. Ya, nauzubillah minzalik.<br><br>Makanya pemahaman seperti ini sangat berbahaya ya dan bisa jelas menjerumuskan di dalam penyimpangan yang berhubungan dengan keimanan ya. [berdehem] Apalagi kalau sampai ketakutannya itu berlebihan atau bersandarnya kepada makhluk tadi berlebihan bisa bisa jadi akan menjerumuskan ke dalam perbuatan syirik di antara jenis-jenis syirik yang sudah kita sudah kita bahas tersebut.<br><br>Barakallahu fikum. Nam. Asalamualaikum, Ustaz. yang bagaimanakah definisi akhlak yang mulia itu? Ya, waalaikumsalam warahmatullah ya. Semoga Allah subhanahu wa taala menganugerahkan kepada kita semua akhlak yang mulia dan menjauhkan kita dari akhlak yang tercela. Ya, akhlak yang mulia. Sebagian dari para ulama ada yang menyebutkan definisinya ringkas seperti ee Syekh Muhammad bin Shh Al-Utsimin rahimahullahu taala yaitu apa ini? Badlun nada wa kafful wa tholaqatul wajhi.<br><br>Itu ringkasnya makna akhlak yang mulia. Badlun nada mencurahkan kebaikan kepada orang lain, kepada orang yang membutuhkannya. Kemudian kafulza mencegah menjaga diri kita agar tidak menyakiti orang lain, menjauhkan gangguan kita dari orang lain. Dan yang ketiga thaqatul wajhi. senantiasa menampilkan wajah berseri-seri ya menampilkan wajah yang ramah kepada orang lain itu.<br><br>[berdehem] Sebagian dari para ulama menyebutkan demikian. Yang jelas akhlak yang mulia tentu saja kalau kita artikan akhlak itu dengan pengertian yang kita ketahui yakni sikap kita kepada orang lain ya. Karena kalau dalam pengertian akhlak sendiri secara umum adalah semua yang disyariatkan dalam Islam. Ya, kata sebagian dari para ulama, adinu khulukun. Agama ini semua adalah akhlak.<br><br>Maka barang siapa yang melebihimu dalam akhlaknya, berarti dia melebihimu dalam urusan kebaikan agamanya. Ya, jadi agama ini semua adalah akhlak. Ikhlas itu adalah akhlak kepada Allah. Khusyuk itu adalah akhlak kepada Allah. Kan begitu. Kemudian ada akhlak kepada orang lain. Cuma dalam pengertian akhlak tadi, bagaimana kita bermuamalah sama manusia adalah seperti tadi yang didefinisikan oleh sebagian dari para ulama seperti yang tadi kita nukilkan dari penjelasan As Syekh Muhammad bin Shh Al-Utsimin rahimahullahu taala.<br><br>Masih ada yang lain? ya. Kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi, maka kita cukupkan sampai di sini kajian kita. Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. Shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasbihi ajmain.<br><br>Wa akiru dawanahamdulillahiabbil alamin. Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Roja TV. Demikianlah ikhwat Islam. Para pemisa dan pendengar Raja di mana pun Anda berada. kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancarluaskan dari Masjid Albarah, Jalan Pahlawan<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4162","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-rodjatv"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah - Transkrip<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah - Transkrip\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Transkrip\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-28T06:53:07+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/\",\"name\":\"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah - Transkrip\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-07-28T06:53:07+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-28T06:53:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/\",\"name\":\"Transkrip\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/ngaji.id\/tran\"],\"url\":\"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah - Transkrip","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah - Transkrip","og_url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/","og_site_name":"Transkrip","article_published_time":"2026-07-28T06:53:07+00:00","author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/","name":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah - Transkrip","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website"},"datePublished":"2026-07-28T06:53:07+00:00","dateModified":"2026-07-28T06:53:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/2026\/07\/28\/ustadz-abdullah-taslim-m-a-minhajul-firqatin-naajiyah-18\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#website","url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/","name":"Transkrip","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/73c6e0c1689bb54491a01c778ea5d818","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9d161f9b85bb4a0affd060f64c3f2802?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["https:\/\/ngaji.id\/tran"],"url":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/author\/dedi73-sck\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4162"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4163,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4162\/revisions\/4163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ngaji.id\/tran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}