Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

DVD manapun Anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran TV Alquran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustad Dabu Ihsan al-ashari al-maidani mafidallahu ta’ala dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis nahzakumullah dan di kesempatan ini pembahasan berkaitan dengan perintah Salaf agar kita bekerja keras Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilakan kepada Al Ustad Falah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh na mayadihillah wala model muslimun para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama-tama kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala pada kesempatan siang ini kita dapat bertemu kembali kita akan melanjutkan pembicaraan kita berkenaan dengan buku televisi pada kesempatan siang ini kita akan melanjutkan pembahasannya shalawat dan salam sebelumnya kita tidak lupa limpahkan untuk nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat-sahabat beliau dan siapa saja yang meniti sunnah beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat rahimani wa rahimakumullah kita sampai pada poin ya perintah Salaf untuk bekerja keras sebelumnya beberapa penukilan dari para Salaf sudah kita sampaikan pandangan-pandangan mereka ya bahwa mereka juga mencari mengais rezeki dengan melakukan berbagai macam profesi ya pekerjaan ya usaha baik itu menjual jasa atau Berniaga ada yang berkebun ada yang Berdagang di pasar ada yang menjual jasa sebagai tukang kayu tukang kain bahkan tukang bekam ya karena mereka mengerti arti tawakal yang sebenarnya ya bahwa tawakal itu tidak akan sempurna tanpa usaha dan [Musik] para Salaf juga demikian ya mereka juga bekerja ya menggeluti berbagai macam profesi juga ya bermacam-macam itu berbeda-beda dan mereka juga untuk meraih suatu maslahat atau manfaat atau tujuan mereka menempuh sebabnya ya karena tidak ada akibat kalau tidak dijalani sebabnya ya Nah demikian kita lanjutkan apa yang ditulis oleh Ibnu jauzi Di Sini Ibnu jauzi menukil perkataan Ibnu Aqil ia berkata bekerja atau berusaha tidak mengurangi nilai tawakal karena usaha ataupun upaya untuk menggapai kedudukan di atas para nabi itu termasuk kekurangan dalam agama ini perkataan harus di garis atasi ya bahwa tidak mungkin ya bagaimanapun ibadah kita tidak akan bisa menyamai amal para nabi tidak akan bisa menyaingi melebihi bahkan menyamai ya ibadah-ibadah dan amal-amal para nabi kedudukan para nabi karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah istimewakan mereka mereka adalah hamba yang Maksum mereka diberi ilmu mereka diberi keistiqomahan ya ada jaminan dari langit mereka tidak akan menyimpang mereka dijaga dari dosa-dosa dan keburukan jadi tidak akan mungkin ya kita melewati kedudukan mereka bahkan menyamainya bahkan mungkin mendekatinya saja susah Maka kalau ada orang yang berusaha untuk meraih kedudukan di atas para nabi ya Dia kira dengan amalnya itu dia bisa meraih kedudukan lebih daripada nabi atau bahkan menyamainya maka apa kata Ibnu Aqil di sini itu termasuk kekurangan dalam agama yaitu cacat dalam agama ada kekurangan pada agamanya ada cacat pada agamanya artinya dia bukan orang yang baik agamanya dia bukan orang yang bener agamanya karena ada juga orang yang berusaha untuk menyaingi ibadah amal para nabi atau mungkin dia merasa hebat lebih hebat daripada nabi menyamainya aja tidak boleh Wah amal saya ini bisa sama dengan nabi seperti ada tiga orang yang datang kepada nabi Mereka bertanya tentang amal nabi kepada Aisyah ya kebetulan mereka tidak bertemu nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka Aisyah pun menceritakan amal nabi maka mereka merasa itu sedikit ya mereka merasa amal mereka sedikit dan mereka ingin menyamai amal nabi Mereka ingin menyamai amal nabi yang satu berkata aku akan salat terus-menerus tidak tidur yang satu mengatakan Aku puasa terus-menerus tidak akan berbuka yang satu mengatakan Aku tidak akan menikahi wanita itu memujang selama-lamanya ya mereka ingin kedudukan yang mungkin sama sejajar atau bahkan lebih dari nabi maka mendengar perkataan itu ya ketika disampaikan kepada nabi perkataan itu nabi berkata mabaluamin Kenapa ada orang yang mengatakan begini begitu yaitu perkataan mereka tadi ya Apa ini sesungguhnya aku ini ini sesungguhnya aku ini adalah orang yang paling taqwa kepada Allah dan yang paling mengetahui tentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun namun aku salat aku juga tidur aku berpuasa aku juga berbuka dan aku menikahi wanita yang berlebih-lebihan dan ingin meraih kedudukan menyamai kedudukan Nabi atau bahkan lebih ini adalah kekurangan cacat dalam agama ya Nah demikian nah ketika ada yang berkata kepada Musa Nabi Musa ya ini para Nabi Ya apalagi nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam nabi-nabi yang lainnya juga tidak boleh seorang itu merasa dia lebih daripada kita katakan Seorang nabi ya di sini beliau membawakan beberapa keterangan ya dari Alquran ketika ada yang berkata kepada Musa lihat dulu sesungguhnya para pembesar Negeri sedang berunding tentang engkau untuk membunuhmu itu mereka akan merencanakan ya pembunuhan terhadap Nabi Musa sampai berita itu kepada Nabi Musa ya Nah surat al-qasas ayat 20 itu maka Apa yang dilakukan Nabi Musa apakah tetap di situ bertawakal tawakal saja kalau sudah ajarnya ya hajar kalau tidak kalau belum ajalnya ya nggak akan nggak akan kemana artinya yang nggak akan ada yang bisa mencelakai nggak ada bisa membunuh ya Nah Nabi Musa tidak mengambil prinsip seperti itu ya walaupun ada alasan kuat bagi beliau untuk berpendirian seperti itu ya Ya sudah tetap di situ saja di Mesir saja Walaupun ada orang yang merencanakan pembunuhan atas beliau tawakal Allah ya bertawakal kepada Allah kalau Allah berkehendak mati ya mati kalau tidak ya tidak ada alasan kuat bagi Nabi Musa untuk mengambil pendirian seperti itu tapi tidak dilakukan ya tidak dilakukan oleh Nabi Musa Nabi Musa ketika mendengar berita itu apa yang ia lakukan beliau pergi meninggalkan Mesir ya beliau pergi meninggalkan negeri Mesir karena beliau tidak aman di situ belum melakukan ikhtiar sebab supaya Selamat ya bukan mengandalkan Iman kemudian tawakal kemudian terjadi nanti apa yang tidak diinginkan kadang-kadang sebagian orang yang meninggalkan sebab dan merasa tawakal ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya dia tidak bisa terima juga ya dia tawakal kepada Allah ya kalau celaka ya celaka gitu ya kalau tidak ya tidak Ya misalnya dia melanggar aturan Jalan Raya Jalan Tol misalnya ya kemudian dia berkata Ya kalau celaka ya celaka kalau tidak ya tidak tawakal kepada Allah karena kita harus mengambil sebab seperti di sini ya ya ada alasan kuat tadi Nabi Musa untuk mengambil sikap ya tetap aja di Mesir tidak usah pergi kemana-mana ya karena beliau adalah seorang nabi pasti dapat pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala untuk apa takut ya matikan di tangan Allah tapi Nabi Musa tidak mengambil pendirian seperti itu bukan karena takut tapi Abdul asbab menjalani sebab ya menjalani sebab ada sebagian orang ya dia merasa kuat imannya mungkin lebih daripada Nabi Musa ya Nah lalu meninggalkan ikhtiar dan asbab usaha lalu Bersandar kepada imannya ya khawatirnya orang seperti ini ya yang pura-pura tawakal ini yang tawakal bukan tawakal karena tanpa usaha ketika terjadi atau menimpa dirinya sesuatu yang tidak diinginkannya dia nggak siap juga Bahkan dia memberontak padahal Awalnya dia percaya yakin kali dengan imannya lalu dia bertawakal tanpa Ahlul asbab Nah kalau terjadi apa-apa yang tidak diinginkannya Ternyata dia juga siap untuk menerimanya kalau dia siap menerimanya mungkin ya masih bisa diterima lah ya walaupun itu tidak benar ya ya masih bisa diterima walaupun itu tidak benar itu tapi yang anehnya adalah ketika terjadi menimpa dirinya sesuatu yang tidak diinginkan dengan alasan dia bertawakal dia juga nggak siap menerimanya ya sebenarnya kita sampaikan ya seorang Arab badui yang datang seorang yang datang ke masjid nabi ya lalu dia meninggalkan untanya di luar masuk ke masjid lalu nabi berkata kepadanya Kamu naik apa dia menjawab nih onta di mana untamu di luar sana Sudahkah kamu ikat Belum katanya maka nabi berkata kepadanya ikatlah ya Dia berkata aku tawakal kepada Allah maka nabi berkata kepadanya ikatlah lalu tawakal karena nggak bener ya tawakal sebelum melakukan sebab yaitu mengikatnya ya kita tahu itu di Madinah Ya di zaman Nabi ya ya mungkin berat kemungkinan Ya aman kan di Masjid Nabawi di zaman Nabi masa hilang unta di situ Ya nggak mungkin hilang Mungkin dia beberapa ya kita katakan berpendapat seperti itu mana mungkin hilang ini kota nabi masjid Nabi di zaman Nabi juga ya penghuni Madinah itu adalah para sahabat Muhajirin dan Anshar ya Nah demikian kalaupun ada waktu itu orang-orang Yahudi itu segelintir mayoritasnya ya kaum muslimin dulu untuk apa takut meninggalkan unta di luar tanpa diikat Mungkin dia punya pandangan seperti itu tapi tidak nabi memandangnya itu salah ya nabi berkata kepadanya baru tawakal ikat dulu ontamu baru tawakal Jadi apa yang dikatakan oleh Ibnu Aqil tadi ya Barang siapa yang berusaha meraih kedudukan di atas para nabi ya mungkin dia melakukan ibadah-ibadah yang luar biasa yang hebat maka itu termasuk kekurangan dalam agamanya Ya Nabi Musa saja mengambil sebab ya demikian tidak mengandalkan imannya pada saat beliau lapar dan perlu menjaga keselamatan diri ya karena bila keluar dari Mesir ya beliau bekerja Nabi Musa bekerja selama 8 tahun sebagai pegawai ya buruh ya pada seseorang Nah demikian ini menunjukkan bahwa ya para nabi itu juga bekerja dan berusaha ya tidak mengandalkan iman mereka tidak mengandalkan pertolongan dari allah ya kalau Allah menolong ya Iya sih Allah menolong hambanya tapi hamba yang Ya Allah kehendaki juga ya yang Allah tidak kehendaki dapat pertolongan dia tidak Allah tolong juga Nah demikian maka kita jangan terlalu pede ya bahwa Allah menolong kita lalu kita meninggalkan sebab-sebabnya baik ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman di dalam surat al-mulk ayat 15 maka jelajahilah di segala penjuru-penjuru dunia ini Abdullah bumi Allah ini lapang kamu bisa bergerak ke sana kemari ya berpindah-pindah ke sana kemari mengais rezeki mencari rezeki Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya masih banyak peluang untuk ya bisa mendapatkan ya rezeki dengan cara berusaha bukan dengan meminta-minta atau Bersandar kepada belas kasih orang lain ya baik nah Allah mengatakan itu dalam surat al-mulk kali ayat 15 ya nah maka dari itu ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya memudahkan Ya bagi manusia untuk ya mengais rezeki di muka bumi Allah ini Allah buka pintu-pintu rezeki jalan-jalan rezeki dimudahkan untuk manusia ya dimudahkan untuk manusia ya maka hukum asalnya kan ibahah kecuali yang dilarang Allah subhanahu wa ta’ala itu hukum asal hukum dasar muamalah hukum asalnya adalah mubah Boleh silakan ya ya Ya carilah dari karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya bergeraklah Kamu di muka bumi ya untuk mengais rezeki karena menjelajah ya bergerak ya ke sana kemari untuk meraih ridho Allah atau rezeki Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah itu adalah bentuk menggunakan nikmat Allah ya salah satu nikmat Allah itu kan Allah kasih kekuatan kita kekuatan fisik kehendak akal pikiran ya maka tidak ada yang menghalangi Rezeki itu sampai kepada seorang hamba melainkan kemalasannya ya satu itu yang kedua karena kesalahpahamannya tentang ya terutama tentang tawakal ya atau tentang takdir ada orang yang menyerah kepada takdir dan mengatakan ya kalau ditakdirkan dapat duit hari ini dapat kalau tidak ya tidak lalu dia berpangku tangan Nah jadi ya kita katakan Ya kita diberikan ya perangkat alat-alat untuk mendapatkan rezeki Allah tidak ada yang menghalanginya kecuali dua hal itu tadi yaitu penyakit malas dan kesalahpahaman terutama di dalam memahami takdir dan tawakal hingga membuat dia berpangku tangan menunggu ya bersandar ya kepada kalem dia ya kemahaku murahan Allah tapi sebenarnya dia ya dia itu ya Bersandar kepada belas kasih manusia ya belas kasih manusia bukan belas kasih Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau dia mengharapkan menanti belas kasih Allah Subhanahu Wa Ta’ala harusnya dia berusaha ya Nah demikian allahualam maka gunakanlah kekuatan yang kita miliki itu kekuatan akal kekuatan fisik ya kekuatan jiwa yang Allah berikan kepada manusia ya untuk ya berikhtiar ya mengais rezeki di muka bumi Allah ini kuncinya satu saja sebenarnya ya kunci untuk meraih rezeki Allah subhanahu wa ta’ala dan terhindar dari kefakiran adalah Jangan malas jangan jadi orang malas itu kuncinya ya kalau sudah malas sudah kena penyakit malas itu gak ada obat sudah ya susah ya banyak mudharat yang akan menimpa dirinya baik menimpa dunianya maupun akhiratnya baik yang menimpa jasmaninya maupun rohaninya orang malas itu terkikis rohaninya apa namanya jiwanya mentalnya ya sebagaimana juga orang malas itu terkikis rezekinya ya Nah coba lihat ya hewan Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberi kepada mereka kemampuan untuk mencari rezeki mereka dengan cara mereka masing-masing burung pergi pagi dalam kondisi perutnya kosong pulang sore hari dalam keadaan perutnya sudah terisi penuh yaitu sudah kenyang ya Nah lalu kemudian Mintalah hasil terbaik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala barulah kita berdoa kepada Allah Bersandar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah Dia momennya tawakal itu ya momennya tawakal itu Karena kalaupun kita sudah berusaha tetap kita menantikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kun Fayakun kalau tidak kehendaki tidak akan terjadi walaupun kita sudah berusaha Nah demikian kita pun mohon kepada Allah berdoa kepada Allah agar diberi hasil yang terbaik ya dari Allah subhanahu wa ta’ala Nah demikian maka ya usaha itu tidak akan menghianati hasil Nah demikian wallahualam ya Nah maka orang muslim itu kaum muslimin orang islam itu tidak boleh malas ya tidak boleh malas maka kemarin kita sampaikan ya penukilan dari Umar Bin Khattab ya beliau setiap kali beliau melihat pemuda Yang kayaknya punya potensi ya punya bakat dan masa depannya cerah beliau bertanya tentang pemuda itu Apakah dia punya pekerjaan apabila dijawab tidak maka Umar berkata runtuhlah reputasinya di mataku ya runtuhlah reputasinya di mataku Dalam pandanganku ya karena dia masih muda anak muda tapi bermalas-malasan tidak mau kerja keras ya Ibu mohon bertanya apa pekerjaannya apa apa dia punya pekerjaan ya para Salaf dulu juga kadang-kadang bertanya tentang pekerjaan dan mereka juga membicarakan tentang pekerjaan ya profesi yang kita katakan Ya untuk menunjang dan menopang hidup Nah demikian seorang muslim ya harus memiliki kemampuan untuk itu apalagi anak laki-laki ya kalau kita punya anak laki-laki itu harus dilatih untuk bisa mencari kehidupan mencari rezeki karena dia bakal menjadi kepala keluarga dia punya tanggung jawab yang besar maka dilatih ya untuk ya bisa mengais mencari rezeki dengan cara yang halal kan begitu ya Nah anak muda itu satu juga ya jangan jadi anak muda yang malas malas-malasan ya opportunis ya ya segala hidup macam gambling saja macam main judi ya kalau untung Ya untung kalau buntung Ya sudah nggak seperti itu ya pemuda Muslim Tidak seperti itu pemuda Islam tidak seperti itu mereka berusaha ya sesuai dengan kemampuan ilmu kekuatan yang Allah berikan kepada mereka Maka buanglah jauh-jauh rasa malas itu memang musuh yang sangat berbahaya dan setan ya iblis juga tahu maka yang dihembuskan iblis ke telinga kita adalah malas malas bermalas-malasan mager ya malas gerak salah satu indikasi malas itu adalah banyak tidur kalau orang kebanyakan tidur itu bisa dikatakan dia pemalas karena ada ya masa tidur yang normal bagi seorang anak manusia atau seorang manusia ya kita bicara manusia dewasa ya remaja dewasa ya kalau bayi ya memang banyak waktu juga untuk tidur yang namanya juga masih bayi ya tapi orang dewasa tentunya Ada apa namanya batas maksimal dia tidur dalam sehari ya di sebagian orang mengatakan ya ahli-ahli kesehatan mengatakan maksimal itu tidur itu 5 jam itu sudah maksimal sehari ya itu sudah malam dan siang itu ya lebih dari itu itu termasuk tidak baik untuk kesehatan itu kita bicara kesehatan kesehatan jasmani kesehatan rohani penyakit malas seperti ini akan menumbuhkan ya benih-benih penyakit apa namanya penyakit malas tadi dan penyakit malas ini akan menggerogoti mentalnya sehingga dia menjadi orang yang lemah Ajas orang yang lemah ya orang yang lemah tidak punya kekuatan hidup macam tidak punya motivasi bermalas-malasan ya Nah demikian wallahualam mengatakan kalau dia tidak punya pekerjaan nggak ada yang dikerjakannya ya ada uang anak muda sekarang ini kerjanya nongkrong-nongkrong ya main handphone ya seharian kadang-kadang ya nggak gerak dari tempatnya dalam waktu yang lama itu juga tidak baik sebenarnya ya Nah ini kita katakan perkara yang akan membawa keburukan ya ya bisa jadi kemelaratan dan yang lain sebagainya seorang kadang meminta sesuatu kepada Allah namun merupakan potensi-potensi pribadi yang terpendam Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebenarnya menanamkan kepada setiap manusia itu kelebihan-kelebihan potensi-potensi gak ada orang yang kurang semuanya nggak ada lebihnya pasti ada lebihnya yang di mana itu kalau di explornya itu menjadi suatu kekuatan ya Maka manusia itu dikatakan kurang lebih aja Ustaz Saya kayaknya kurang ajar karena kita tidak mengeksplor diri kita hingga kita tidak tahu lebihnya kita di mana ya itu juga tugas para pendidik itu ya pada anak-anak didiknya untuk mengeksplor mereka kira-kira di mana lebih mereka ya Di mana kelebihan mereka karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menanamkan potensi-potensi yang terpendam pada setiap pribadi setiap jiwa maka nabi tahu itu ketika melihat ya seorang bocah yang punya potensi ya yang lebih nabi mendorongnya untuk dia mengarahkannya kepada potensi itu bakat itu contohnya Zaid Bin Tsabit yang memiliki kemampuan hafalan yang luar biasa dan daya Nalar juga yang luar biasa nabi menyuruhnya untuk mendalami bahasa asing dan terbukti ya Nah demikian jadi ada potensi-potensi yang terpendam nah orang itu yang harus mengenali dirinya ya kalau kita katakan anak remaja atau anak-anak itu perlu dibimbing atau dibantu oleh ya orang tuanya dan guru-gurunya di kita katakan di support ya Nah demikian nah saat permintaannya tidak kunjung terwujud Dia malah marah ada yang punya rumah serta berbagai perabotan kemudian kesulitan rezeki datang dan hutang makin menumpuk lalu seorang menyarankan jual saja rumahmu namun dia menyahut Bagaimana mungkin aku menjual rumah dan menjatuhkan martabatku di mata orang ya artinya lakukan langkah yang masuk akal kalau kita dia kekurangan ya juallah aset yang kita miliki ya agar kita memiliki kekuatan lagi untuk misalnya untuk diputar untuk berusaha ya hanya orang-orang bodoh ya membiasakan amalan yang tidak produktif ya jangan jadi orang yang ya kita katakan tidak produktif ya tidak ada sesuatu yang bisa dilakukannya satu dan tidak ada yang dilakukannya dua tidak ada yang bisa dilakukan ini ini parah ya orang yang mengabaikan potensinya sehingga ini jadi orang yang lemah ya mungkin generasi yang zuriatan di apa kata Alquran yaitu generasi yang lemah nggak bisa apa-apa ya tidak ada lebihnya Padahal dia punya lebih tapi tidak dikembangkannya ini juga kesalahan pada orang tua dan para pendidik juga ya saya katakan tadi Setiap anak kita harus dieksplor kelebihannya ya ada orang yang nggak bisa buat apa-apa ya dan ya ada orang yang bisa tapi tidak buat apa-apa itu beda Itu ya ada orang yang tidak bisa buat apa-apa dia tidak punya keahlian ya Kosong lah istilahnya kosongan sudah ya mungkin diabaikan masa muda yang mana masa muda itu adalah masa untuk belajar ya menyiapkan amunisi dan bekal ya modal dalam hidup sehingga ketika dia sudah memikul tanggung jawab dia nggak tahu apa yang mau dilakukannya nggak bisa apa-apa ada yang seperti itu ya nggak bisa apa-apa pedagang enggak bisa ya menjual jasa juga nggak bisa karena dia tidak punya keahlian ya dan tidak ada yang bisa dilakukannya ya ini pasti tidak produktif ini ya tidak produktif nah di sana ada orang yang punya potensi Sebenarnya dia bisa banyak bukan sedikit dia bisa banyak Bisa ini bisa itu nah ini tapi tidak ada yang dilakukannya tidak ada yang dilakukannya Padahal dia punya potensi dia punya kemampuan bukan nggak bisa ya maka Jadilah orang yang produktif ya Coba tanya sama pada diri kita kira-kira apa yang sudah karya yang sudah saya lahirkan apa yang sudah saya buat sebelum keburu meninggalkan dunia ini ya maka ada sesuatu yang kita torehkan ya sebagai buah tangan lah yang akan kita tinggalkan nanti ya kita hidup gak lama di muka bumi ini sementara sebentar saja ya sangat cepat ya kalau kita sedang berlomba dengan waktu sebenarnya terpacu dengan waktu waktu terus mengejar kita ya Nah apabila Tiba Waktunya selesai selesai Urusan kita dengan dunia tinggallah apa yang kita sudah buat ya maka ada pepatah yang berbunyi gajah mati meninggalkan Gading Harimau mati meninggalkan belang manusia mati meninggalkan nama yaitu karya yang telah dibuatnya semasa hidupnya Ya hanya orang-orang bodoh ya jahil ya mungkin juga idiot yang membiasakan amalan yang tidak produktif mereka enggan bekerja dikarenakan ya apa namanya sikap malas tadi atau kepedean ya Yang merasa disayang Allah akan sebagian orang dia merasa disayang Allah ya lalu dia yakin betul Allah akan mengasihinya Ya Allah maha pengasih Ya Allah Maha Penyayang ya tapi Allah tidak akan memberikan kecuali ya setelah manusia itu berikhtiar berusaha ya contohnya Nabi Zakaria Nabi Ibrahim yang tidak kunjung dapat keturunan sampai masa tua sampai masa tua ya tapi mereka tidak pernah putus asa untuk berusaha salah satu ikhtiar yang mereka lakukan usai mereka berdoa maka Nabi Zakaria mengatakan walam akun syakia dan aku tidak pernah kecewa putus asa untuk memohon berdoa kepadamu ya Artinya mereka terus berusaha ya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan yaitu anak keturunan dan pada akhirnya terjawab doa mereka ya Nah demikian jadi tidak menyerah kepada takdir saja kemudian merasa Allah akan memberi Nah itu perasaan aja atau sikap malas memang ya sikap malas Nah itu malas penyakit yang gak ada obat itu ya susah itu kalau sudah kena penyakit malas susah ya maka ada doa ya setiap pagi agar kita terhindar ya dari penyakit malas Allah aku berlindung kepadamu dari penyakit kasar yaitu penyakit malas setiap pagi dan petang ya tidak tiap pagi dan petang wallahualam orang itu ada diantara dua keburukan kata beliau di sini orang yang mengabaikan mencari nafkah Ya berusaha itu diantara dua keburukan kata beliau yang pertama adalah dia menelantarkan keluarga mengabaikan kewajiban mencari rezeki itu keburukan pertama yang kedua adalah menghiasi diri atas nama orang ya mengklaim diri bahwa dia adalah orang yang amat tawakal tapi ternyata apa dia hidup dari belas kasih iba orang lain kepadanya ya Nah demikian ya Bahkan membuat orang-orang yang bekerja tadi mengetatkan anggaran dana untuk keluarga demi memberikan sesuatu untuk membantunya ya orang lain yang berkorban untuk membantunya kan ya kalau ada orang yang Melarat lalu ya karena malasnya Mungkin dia Melarat hidupnya ya kita melihatnya kondisinya mengenaskan mungkin ya ya kita juga nggak tega lah ya ya meminta atau tidak diminta ya kadang-kadang kita bantu juga lah tapi Kita terpaksa mengetatkan anggaran dia belanja kita juga karena orang ini begitu sementara dia tidak pernah berpikir untuk itu ya Nah ini keburukan yang kedua kata beliau ya Nah demikian dan ini adalah suatu hal yang ya hina ya Nah demikian ya karena tangan di atas itu pasti lebih mulai daripada tangan di bawah makanya kita tidak dibenarkan tidak dibolehkan mengemis atau meminta-minta ya wallahualam Nah demikian ya Para pembalati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya berikutnya kita akan lanjutkan lagi ya alasan kenapa kaum Sufi ini Malas dan tidak mau bekerja itu kenapa Apa alasan mereka nanti akan kita bahas pada pertemuannya akan datang Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Ustadz jazakallah penyampaian dari penjelasan kitab talbis iblis tipu daya iblis berkaitan dengan perintah Salaf untuk bekerja keras nah nikmat Islam program kajian ilmiah telah kita simak dengarkan bersama Semoga menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat Dan kita pun bisa mengaplikasikan dari ilmu kebaikan dalam kehidupan kita sehari-hari nah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala ke-8 Terima kasih atas kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah Subhanahu Wa Ta’ala wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *