Ustadz Mas’ud Mahmud, Lc. – Al-Khulashoh Al-Asasiyyah Fil Qawaidin Nahwiyyah (2)

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

inilah jalan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat yang Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada di layar kaca Anda program saya akan jazakumullah [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran dan kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati Roja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Rabu malam yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah bimbingan pelajaran bahasa Arab dari kitab Al khulafa assassiyah di Jilid kedua disampaikan oleh guru kita Ustadz Mas’ud dan di kesempatan ini pembahasan di halaman 76 bagian yang memiliki kitab dapat membuka di buku atau kitab halaman 76 setelah penyampaian materi silahkan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di lantai 236543 atau Anda dapat praktek membaca kitab atau Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Abdul assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh [Musik] berada azan ya Allah di malam hari ini kita bisa bertatap muka kembali dalam kajian rutin kita yaitu kajian ilmu alat yaitu ilmu Nahwu malam ini masih berkaitan dengan Inna wa akhwatuha yaitu amalnya atau ibarat ukhrah ungkapan lain karena masuk kepada jumlah ismiyah dan sibul mubtada rfa’u khobar Roha itu menasabkan mubtada sehingga menjadi isimnya dan meropakkan menjadi khabarnya itu amal Adapun malam ini adalah berkaitan dengan yang masuk kepada baik daripada kabarnya itulah pembahasannya perlu diketahui lam ini asalnya adalah sebelum Inna masuk asalnya adalah yang masuk kepada mubtada fungsinya adalah Litak Kid Al Kalam itu menegaskan kalimat menegaskan kalimat nah ketika Inna masuk maka tidak boleh Inna dan tidak bergandengan masuk di situ berarti harus harus lamnya dipindahkan saya kasih contoh yang mudah jumlah ismiyah sahabat yang adil ini jumlah ismiyah ini [Musik] ini jumlah biasa tidak ada kata penegasan di sini informasi adalah sahabat yang adil ketika kita ingin menegaskan kalimat ini ya Sehingga kalimat itu menjadi kuat dan menggigit kuat maka masukkan lam namanya lamun tidak masuk pada adil Apa artinya sungguh Umar itu sahabat yang adil jadi di situ ada kata penegasan sungguh Umar itu itu masuk pada jumlah ismiyah juga fungsinya untuk menegaskan Bisakah Inna masuk di sini sudah ada Bisakah masuk Inna Inna nah ini tidak boleh tidak boleh ada dua kata penegasan Yang bergandengan yang apa bergandengan Nah karena tidak boleh maka pindahkan lam ini harus dipindahkan tentulahnya pindahkan karena masuk ya kalau Inna dibuang berarti tidak ada tidak ada pembahasan ini harus dipindahkan ke mana tindakan kepada khabar jadilah apa tentu hukum sudah berubah ini karena ini tentu lebih kuat lagi daripada yang kedua karena di situ ada dua kata penegasan sesungguhnya Umar sungguh-sungguh sahabat yang adil barangkali itulah terjemahan lebih kurangnya jadi ada dua kata penegasan di situ sesungguhnya Umar sahabat yang adil jadi hari dipindahkan mana pindahkan pindahkan kepada khabar itu namanya apa namanya lamun Tidak kenapa dia tidak karena dia masuk pada tidak nah ketika dipindahkan maka istilahnya adalah itu berpindah yaitu lemnya berpindah atau menggelinding dari atas menggelinding ke bawah Iya dari atas pindah ke bawah kepada kabarnya maka dikatakan mushalliqah itu diistilahkan oleh para ahli asalnya tidak jadi Adakalanya dia masuk kepada khabar Adakah bahkan nanti bisa masuk pada Isim Tapi ada syaratnya Iya tapi ada syaratnya bahkan juga bisa masuk pada yang sudah kita pelajari berkaitan dengan kabar inilah pembahasan kita pada malam ini Insyaallah pembahasan ringan sebagaimana biasa ya kita minta kepada apa para pemirsa untuk membaca di halaman tersebut Ya silakan atas penjelasannya silakan bagi Anda yang bergabung bersama kami untuk membaca kitab Bahasa Arab kedua halaman 76 Silahkan di dalam telepon 021 8236543 ya Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana [Musik] [Musik] terputus untuk kaki mujiburrahman yang ada di kota Mataram bisa mencoba tersambung kembali silahkan bagi Anda yang ingin bergabung bersama kami untuk membaca Kitab bahasa Arab di Line telepon 021 8236543 ya silakan masih Kami tunggu bagi Anda yang ingin bergabung bersama kami untuk praktek membaca kitab Al khulafasia di jilid yang kedua ini jalan telepon 021 8236543 ya Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Fatimah atas partisipasinya dalam membaca kitab al-khulafah di jilid yang kedua halaman 76 Di belakang umum Fatimah silahkan masih kami buka kesempatan bagi anda yang ingin bergabung bersama kami untuk membaca Jalan telepon 021 8236543 ya [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakillah Khairan Barakallah yang berada di Solo atas partisipasinya buka kesempatan Dilan telepon 021 8236543 bagi Anda yang ingin praktek membaca kita bahasa Arab al-khulafa Assassin warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] mungkin kita kasih yang ada status untuk ikhwan yang berada di studio Abu Ibrahim [Musik] [Musik] [Musik] Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pada ikan yang berada di studio kita lanjut pada penjelasannya dan juga masuk kepada isimnya Isim Inna wa makmuli habariha dan masuk kepada makmul khobarnya Makmur khobar yang sudah kita bahas ya pada itu mayata’ala berkaitan khabar Nah sekarang kita berarti ada tiga ya jadi dalam ini bisa masuk kepada Khabar inna bisa masuk pada Isim Ina bisa masuk kepada makmum khabarnya lam ini asli tidak tadi sudah dijelaskan ya tidak ada lam yang masuk pada kata penegasannya akan tetapi kepada khabar setelah masuknya Inna Alal mubtada atas mubtada Kenapa berpindah tidak disukai tidak disukai permulaan kalam itu dengan dua taukid di muaqidahin dengan dua taukid jadi kalau nggak pindah berarti Bagaimana bacaannya di situ ada dua taukid di awal apa kalimat dan itu makruh tidak menyukai itu yaitu yang tadinya lamun tidak namanya fasomia maka dinamakan yang berpindah atau menggelinding dari mubtada kepada khabarnya kemudian ada jumlah ismiyah ada simbol jumlah di sini Alhamdulillah di ada contoh masing-masing diuraikan satu persatu masuk kepada kabar Indah al Mufrad ya mofra ini sudah termasuk humor kan Apa contoh di sini Terkadang ada yang baru ngikut ya kalau nggak ditulis terkadang kurang paham nggak usah kan dengan media begini langsung ngajar aja kadang berkali-kali nggak paham paham itu pengalaman ngajar anak-anak apa Rasulullah atau Rasulullah Apa artinya sungguh-sungguh Muhammad itu utusan Allah kalau tanpa lam Muhammadun Rasulullah Muhammad adalah utusan Allah ada kata penegasan di sini tidak ada kita ingin menegaskan dalam rangka mendoktrin dokter Rabbani doktrin yang kuat karena itu hak Muhammad Rasulullah sungguh-sungguh Muhammad itu adalah utusan Allah supaya dia yakin atau masukan enak kalau mau dua kata penegasan kalau sudah innama masuk nggak bisa lem bergandengan di situ nah muhammadan nah dia berubah Muhammad jadi Muhammad dan lamnya pindah bukan dalam ini bukan dalam hal fujar nah pindah dari sini pindah kepada khobar itulah Katakanlah yang berpindah atau menggelinding dari karena kita tidak mau apa tidak Tidak mau dibuang Pokoknya harus ada lam berarti dua kata penegasan di sini dua kata penegasan lebih kuat lagi daya yang kedua sesungguhnya Muhammad sungguh-sungguh utusan Allah nah ini masuk kabar apa karena tapi bentuk apa dua suku kata dua suku kata karena kata gabung ya idhofa itu dianggap khabar Mufrad Kenapa karena Rasulullah itu bukan kalimat sempurna bukan kalimat itu kata cuma dalam bentuk apa dua suku kata yaitu penggabungan apa perhatikan Masya Allah Yang ngomong ini siapa ini yang bicara ini Allah dalam konteks 2 kata penegasan adalah orang yang santun Halim hatinya lembut itu Halim di situ ada kabar Ada ada beberapa kabar ini kabar yang kedua nih ini kabar pertama kabar yang kedua sama-sama kata sifat nih Halim itu apa sifat ini juga kata sifat kemudian apa munib ini juga kata sifat nanti kalau mau tahu makna yang lebih apa Yang jelas Ya silakan di situ ada footnote di situ iya kita bukan kajian Tafsir tapi ini Asik sebetulnya nih Masya Allah Allah menjelaskan apa ada tiga sifat Ibrahim di sini Masya Allah tiga kabar sekalipun mengandung sifat ini yang ketiga Masya Allah nah kita bicara di sini ini kabar Apa kabar Mufrad karena Halim itu bukan kalimat itu kata nah santun kalau dia santun baru kalimat ini santun kabarnya Alim Allah munib ini apa ya apa kabar bukan atom nggak ada huruf atau Afwan kalau ada Wow berarti ya hubungkan ke sana tapi nggak ada huruf apa berarti apa kabar pertama untuk Inna khabar kedua kabar ketiga nah Ibrahim Inna mansuk Ila khabar Mufrad yang mana masuk lam di sini namanya Terus yang kedua kabar apa jumlah kita tahu jumlah itu ada berapa 2 ya jumlah alismi jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah Apa contohnya ini kalimat biasa ya itu ibarah konteks desa terus nih lam ini bukan lam Huruf apa untuk Safar bukan inilah fathah maka dalam pasti jumlah kenapa jumlah karena kalimat itu minimal 2 kata iya setiap fi’il mesti ada file Nah mana file di sini bukan mudir kita sudah belajar ini terletak di mana Kalau tidak ada partisi marfu Kalau tidak ada isi marfu setelah bentuk dhamir kata ganti dhamir ada dhamir yang nyata ada mereka sembunyi musatir di sini adanya kalimat jumlah apa ini jumlah fi’liyah tambah dengan dhomir fa’il nah Berarti jumlah fi’liyah sesungguhnya mudir pimpinan layusa firo sungguh dia Safar ilamat hari ini Nah tambah lagi mau panjang untuk menunaikan haji Nah ini apa jumlah Terus situ contoh lagi Alquran [Tepuk tangan] terus bainakum itu sudah cukup ya Sebagai contoh aja lah ini kan yah dia beda kalau Isim ya kalau Isim tidak ada file ya ini sudah ada fail Nah kalau ada file berarti apa kalimat sempurna Iya kembali kepada rabbaknya masuk lam ke bentuk kabarnya jumlah fi’liyah sesungguhnya Tuhanmu lah yakumu sungguh dia menghukum memutuskan baik nah ini contoh jumlah fi’liyah tinggal dikembangkan ini tinggal dikembangkan Nah inilah perlu kalau sudah kita menguasai kaedah tinggal dikembangkan contoh nya sesungguhnya anak laki-laki apa tumbuh mereka bermain di lapangan Terus sekarang jam berapa alismia Apa contoh yang dia bukan iklan nah ini kalimat yang di atas juga [Musik] laki-lakinya musafir juga berangkat juga berarti bersama mudirnya sesungguhnya mudir pimpinan itu apa saudara laki-lakinya musafir juga ke Mekah hari ini Nah mana kabarnya mana kabar Inna ini ahuhu musafirun bentuk Apa itu jumlah ismiyah ini asalnya ini modelnya bukan ini jumlah ismiyah jumlah mubtada gabung dengan kabarnya jadi apa kabar maksudnya kemudian kita lihat Alquran yang jumlahnya ini sebetulnya ada dua ini ya tapi saya mengambil satu aja nah ini adalah Kenapa sama-sama kata sifat Iya dan juga dan kabarnya jadilah khabar Apa kabar Inna fimahal ini kalau huanya adalah mubtada tapi ada yang kedua ini juga kuat ya ini lebih kuat lagi Hua itu adalah dhomir untuk memisahkan dia masuk kepada antara mubtada dan khobar antara mubtada dan khobar sama juga antara SMK Nah dengan khabar Kana antara Isim Kana juga sama antara SMA dan khabar itu masuk di situ nah kenapa masuk situ tujuannya apa untuk menghilangkan sangkaan bahwa setelah dhomir itu adalah adalah Apa sifat Kalau tidak ada konfir masuk bisa saja itu disangka itu sifat Makanya kalau kabarnya bentuk kata sifat disitulah rata-rata masuk apa kan Coba kita apa Allah u allahul adzim ini bisa saja ini Kenapa ini kata sifat Ini kata sifat bisa saja ini sempurna untuk menghilangkan apa kesabaran bahwa ini bisa kata sifat Padahal kita ingin itu apa kabar maka masukkan dhomir jadi apa Allah maka ini dianggap dia huruf dianggap apa tidak ada dalam kalimat Kenapa itu tadi untuk menghilangkan Allah yang Maha Aziz Maha Mulia Kenapa kita inginkan bahwa ini adalah khabar pelengkap supaya tidak ada kesamaan masukkan dhomir Nah itulah tidak mungkin ini di Eropa itu mesti apa langsung kepada manusia tapi kalau tanpa dhomir bisa saja ini bisa saja kabar untuk menghilangkan apa kesabaran maka masukkan dhomir Allah maka jadilah apa sudah kedua Nah kalau di Arab kalau jadi jumlah ismiyah kalau dia tidak di eropada Nanti bisa lihat sebelumnya ya Inna harfu tolong [Musik] yang kedua berarti apa berarti ini kalau sudah berfoto namanya bukan masuk kepada khabar jumlah ya bisa dikatakan masuk pada Mufrad kabar Mufrad ini kalau kemarin Nah tinggal di apa dikembangkan ingat kalau dia kata sifat kalau bukan kata sifat jelas itu mubtada kita ambil contoh ya baik contohnya Inna Ibrahim Anta Ibrahim lahuwa kalau nakira berarti apa nggak mungkin ini na’at daripada Ibrahim itu pertama yang kedua tajir bukan kata sifat di sini ini profesi mau kita bikin Nakirah bisa orang pedagang yang besar nah ini tentu apa ini tentu di mubtada ya karena ini bentuknya ini khabar kalau pakai makrifah bisa seperti apa seperti ini profesi di sini semua ibrahi Sungai Ibrahim ada sesungguhnya Ibrahim sungguh dia Pedagang pedagang besar dan besar bukan pedagang kecil nah ini juga kabar ini ya mau pakai level tidak sama saja ini jadi khabar Kenapa karena ini profesi ya profesi kalau nggak pakai lem jelas itu korban Mukti ada nggak mungkin naat yang kedua kalaupun pakai alif lam juga tidak mungkin apa taat karena ini apa aja itu profesi walaupun berasal dari kata sifat kata sifat profesi ya sampai seperti Al mudarris walaupun kata sifat asalnya kan tapi sudah jatuh pada apa profesi Nah ini nah ini yang bukan apa Kata sifat nah itu jelas ini tidak mungkin apa Karena ini profesi bukan kata sifat di sini Nah tinggal dikembangkan Apa contoh di situ contoh biasa saja sesungguhnya anak-anak itu berapa lafal masjidi l atau sungguh di depan masjid yang kedua ini kabarnya masuknya mau apakah kabarnya apa Mufrad mau khabar jumlah fi’liyah mau kabar jumlah engkau ya Muhammad ini pujian Allah kepada hambaNya yaitu rasulnya Mulia Masya Allah ini dua kata penegasan Sesungguhnya engkau yang Muhammad sungguh-sungguh di atas akhlak yang agung Masya Allah begitu Agungnya akhlak nabi Alaihissalam tidak ada yang bisa menyamai dan nantinya nah ini Mas ini masuk lam namanya lam mushalliqoh ini yang apa Aisyah radhiyallahu anha wafat meninggal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] hakinati nih meninggal sedangkan beliau masih berada antara zakinah antara perutku dan Rasulullah kepalanya antara apa Dago Aisyah dengan enggak perutnya di sini nah ini maksudnya adalah labaina masuk lam lam mushalliq di sini wainna berarti apa beliau ingin betul-betul menegaskan Bagaimana keadaan rasulullah wafat di pangkuan di dada Aisyah radhiyallahu anha ketika sakratul maut Nah tinggal dikembangkan itu dengan takbir kalau kita ingin apa menggunakan dua taukid ya enak dan setelahnya tinggal dikembangkan dengan takbir-takbir ini perlu apa perlu pembiasaan ya dalam berbahasa kalau tidak kita biasakan maka sulit untuk berbicara ya nah ini selesai apa masuk kepada khabar indah yang tadinya dia kan tadinya tidak masuk ketika masuk tidak masuk pada pembahasannya Insya Allah pembahasannya ringan ini Silakan baca kelahiran atas penjelasannya yang ingin bergabung bersama kami untuk praktek membaca Kitab bahasa Arab Al kholas yang kedua halaman 77 Silahkan di Line telepon 0218236543 halo silakan Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh dengan Ibu siapa di mana tadi bisa dipahami penjelasannya [Musik] yang ini kalau misalnya Al Hakim ini nggak boleh sebagian Maaf gitu dari mana makanya jadi karena itu atau yang kata sifat itu mensifati adalah yang bukan kata sifat kata sifat nggak disifati jadi Lumajang ada Isim waspin ada Isim mausuf itu apapun Ismail atau juga pola isi mubalallah ya itu lebih sangat ya tapi masuk juga masuk kepada sepatu mussabah itu kan sudah jelas bukan bukan hakimun tapi saya Hakim Nah ini nah yaitu kalau kata waspun kata sifat ya juga sedangkan yang mausuf itu yang disifati adalah Isim apa Isim jamid Iya Isim jamid adalah kata benda ya atau juga Ismu Dzat ya Ismu Dzat ada masdar ya ada masdar masdar itu masuk kepada Isim Dzat karena bukan kata sifat contoh Al Islam Nah itu kan bisa dijadikan musuh kan al-islamu apa alhanifu jadi kata sifat kemudian juga kapan Selain masdar itu isim jamid atau kata benda kan kata benda kalau Al Azizah Ini kata sifat nggak bisa disifati sama eropahim di situ ada dua nama Allah sekaligus mengandung sifat itu Allah bismillahirrohmani kan kenapa untuk nggak bisa apa untuk kata na’at untuk kata Ar Rahman nya berbilang lebih satu bahkan bahkan bisa bisa tiga bisa empat Kalau tidak ada ya kalau ada khotos tidak dikatakan khabar yang berada di Padang Sumatera Barat atas partisipasinya kalau nanti terlalu banyak ya muntah sehat pelan-pelan ya masih buka kesempatan bagi anda yang ingin praktek membaca di kitab al-khulafah Jilid kedua halaman 77 Jalan telepon 021 8236543 Ya halo Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh dengan bapak siapa di mana Sumatera Utara ya [Musik] dan berada di Bekasi atas partisipasinya Nah masih kami buat kesempatan Dilan telepon 021 8236543 bagi Anda yang ingin membaca kitab al-khulafa assassin yang kedua ini ya halo silakan ya Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh [Musik] Sepertinya harus ditunda ini Iya Insya Allah di pekan depan ya Insya Allah karena ada dua pembahasan Insya Allah ini ringan sekali pembahasannya Jadi diharapkan pembahasan yang pertama yaitu masuknya [Musik] masuk kepada khabar ya Ada berapa macam itu ada kabarnya Mufrad khabar jumlah fi’liyah jumlah ismiyah kemudian contoh baik takbir biasa maupun contoh berupa Alquran maupun hadis nabi Alaihi sholatu Wassalam itu perkataan syaratnya sebagai apa penguat Ya baik mungkin ada pertanyaan ada satu pertanyaan dari hamba Allah di Cikarang Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Assalamualaikum mau tanya tapi di luar tema Apa artinya Ikhwan dengan ikhwah Apakah perbedaannya dan kedudukannya dalam ilmu Nahwu terima kasih [Tertawa] lebih kepada makna ya ikhwan dan Ikhwan mufradnya sama yaitu akun ya akun untuk mufradnya jamaknya ada dua ada Ikhwan ada Ikhwan nah Ikhwan itu lebih digunakan adalah saudara yang ada hubungan keimanan tidak ada hubungan darah itu digunakan Ikhwan Masa saya teringat ada hadisnya yaitu Hadis yaitu nanti beberapa orang mukmin melihat saudaranya di neraka mereka mengadakan Mujadalah semacam apa debat dengan Allah Rabbal Alamin [Musik] engkau masukkan mereka ada api neraka coba membela itu berusaha untuk apa menyelamatkan saudaranya nah pakai Ikhwan apa kata Allah izhabu Pergilah pergi ke neraka sana akhiri kau kenal itu ada yang sudah kebakar sampai apa sampai ke mata kaki ada betis [Musik] ini menunjukkan betapa sedikitnya betapa pentingnya persaudaraan jangan sekali-kali kita apa merendahkan saudara bisa jadi yang kita rendahkan adalah orang yang Allah berikan nanti hari kiamat memberikan syafaat untuk yang lainnya Insya Allah berarti orang yang salat belum tentu masuk surga apa nggak masuk neraka bisa saja masuk neraka karena faktor lain kan di antara satu kezaliman dilakukan pada saudaranya Nah maksudnya mereka sana Ini pakai Ikhwan jadi Ikhwan itu lebih digunakan kepada hubungan Apa hubungan keimanan tidak ada hubungan darah maka dia Ikhwanul Muslimin apa yang ada hubungan darah itu asalnya nah Terkadang ketika Allah mengatakan apa ini apa tentang ikhwah Kenapa Allah gunakan kata ikhwa seolah-olah itu ada hubungan darah kan allah minta seperti bersama seperti ada hubungan darah berarti di situlah perlu apa Di sini perlu menguasai memahami kalimat itu Masya Allah Allah menghendaki persoalan itu seperti saudara kandung surat Ayah seperti seorang yang ada hubungan darah itu allah minta nah Allah di situ nah di situ ada maksudnya apa diminta betul-betul bersaudara sepersen yang kuat seperti saudara yang ada hubungan darah wallahualam kaidah itu mesti diulang-ulang ya mesti diulang-ulang kalau nggak diulang maka saya pun kalau nggak saya ngajar itu lupa itu penjelasan materi dan jawaban yang telah disampaikan demikian program kajian ilmiah bimbingan pelajaran bahasa Arab dari kitab al-khula so assassiyah fil qowaidanawiyah Jilid kedua disampaikan oleh guru kita Ustadz maksud Mahmud LCD Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam mempelajari dan memahami bahasa Arab dengan baik dan benar Allah Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala ke-8 Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda semua wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Radio Rodja ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *