wabarakatuh pemirsa TV Rodja dimanapun anda berada Anda masih bersama kami saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam TV Rodja yang kami pelajar luaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi Bogor dan hotel islam sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung dari Masjid Al Barkah kami yang bertugas mengucapkan selamat mengikuti Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah [Musik] wajibnya mandi itu karena keluarnya air mani dan wajibnya mandi karena Bertemunya dua khitan hadis 152 kemarin sudah kita bacakan dari Abu Musa Semoga Allah merabanya ia berkata ikhta lavarin bahwa Muhajirin dan kaum Anshar berselisih pendapat tentang masalah ini tidak wajib kecuali apabila keluar air mani artinya walaupun kemaluan 2 kemaluan sudah bertemu tapi kalau tidak keluar air mani menurut mereka tidak wajib mandi wajib mandi itu kapan kalau keluar air mani berkata kaum Muhajirin [Musik] apa ia kata mereka justru apabila dua kemaluan Telah bertemu ya maka dia wajib mandi walaupun belum walaupun tidak keluar air mani jadi ini ada dua perbedaan di pada waktu itu makalah Abu Musa berkata Abu Musa tentang masalah ini aku aku pun Bangkitlah dan aku minta izin ya untuk bertanya kepada Aisyah Wahai ibu Aku ingin bertanya kepadamu tentang sesuatu tapi aku malu padamu Jangan malu untuk kamu bertanya tentang pertanyaan yang kamu hendak tanyakan kepada ibumu ya yang telah melahirkan kamu Aku ini adalah ibumu kultum apa yang mewajibkan mandi maka Aisyah berkata kamu sudah mengajukan pertanyaan kepada orang yang ia memiliki ilmunya kalau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda apabila seorang suami telah duduk diantara cabangnya yang 4 yaitu tangan dan kaki dan khitan telah masuk ke dalam khitan kemaluan dengan kemaluan maka telah wajib mandi habis ini akhi ya adalah merupakan nasib yang menghapus hukum dalam hadis sebelumnya yang sudah kita sebutkan gimana nabi mengatakan wajibnya mandi itu kalau keluar air mani Adapun kalau tidak keluar air mani maka tidak wajib mandi tapi Itu sudah dimansuk makanya dalam riwayat Abu Daud disebutkan bahwa itu di awal-awal islam dimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan rukhsah kemudian setelah itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menghapusnya di sini kita ambil faedah kemarin kita sudah Sebutkan tentang terjadinya perselisihan di kalangan para sahabat tapi bukan dalam masalah Ushuluddin Bukan bukan dalam masalah akidah kalau masalah akidah seluruh Sahabat tidak tidak pernah berselisih perselisihan mereka itu adalah masalah-masalah ijtihadiyah h dalam masalah-masalah apa makanya akhlak Islam saudaraku seiman para ulama membedakan masalah-masalah yang telah menjadi ijma dengan masalah-masalah yang masih sifatnya ijtihadyah yang tidak ada nanasnya yang shahih Adapun masalah ijma tidak boleh diselisih karena menyelisihi ijma itu hukumnya apa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengancam orang yang menyelisihi hijrah dengan api neraka Allah berfirman Siapa yang menyelisihi Rasul setelah jelas kepadanya apa petunjuk dan tidak mengikuti jalan selain jalan Kaum mukminin Al Imam Syafi’i berhuca dengan ayat ini yang dimaksud dengan mengikuti selain jalan ke mukminin artinya [Musik] apa balasannya kami akan biarkan ia leluasa di dalam kesesatannya itu manusia jahannam dan kami akan bakar ia dalam neraka saat masih dan itu seburuk-buruknya tempat kembali makanya ya perselisihan perselisihan para ulama itu apa kebanyakan dalam masa dalam perkara-perkara yang nasnya itu tidak sorry dinasnya tidak apa Sorry Adapun kalau nasnya sudah sore maka para ulama mengingkari orang yang menyelisihinya seperti misalnya para ulama mengingkari pendapat Abu Hanifah yang mengatakan bahwa yang namanya arak itu hanya yang terbuat dari anggur saja diingkari oleh para ulama Kenapa mendapat Abu Hanifah ini bertabrakan dengan yang nasi yang yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Kullu muskirin khomrun setiap yang memabukkan itu arak dan setiap arak itu apa haram ini nasinya Sorry saudara Iya makanya dalam ilmu Ushul Fiqh itu ada dalil itu dibagi-bagi Pak sesuai dengan keshan atau tidaknya ada yang disebut dengan Nash artinya dalil yang hanya yang apa memiliki makna satu aja tidak memiliki makna yang lain maka yang namanya sorry sudah arak itu setiap memabukkan itu apa tidak ada makna yang lain sudah ini namanya ada lagi dalil yang memiliki dua makna namun salah satunya lebih kuat daripada yang lainnya ya dalil mempunyai dua Apa makna salah satunya lebih kuat daripada makna yang lainnya ini disebut dalam Ushul fiqih dengan istilah apa dzahir itu artinya makna yang paling kuat dibandingkan makna yang tersembunyi contoh misalnya kalau kata-kata singa makna yang dhohir yang mutabadir yang langsung kita pahami oleh akal kita Singa adalah apa seorang apa bukan seorang apa binatang buas yang sudah kita ketahui itu namanya apa tapi ada makna yang lain tapi itu lemah itu seorang lelaki apa pemberani makna yang kuat yang Zahir ini terkadang tidak bisa kita pakai dan kita memakai makna yang lemah kalau ternyata ada indikasi yang menunjukkan kepadanya contoh misalnya singa mengendarai kuda mungkin kan dibawa kepada makna sehingga beneran berarti yang dimaksud di dalam hak bapak ucapan ini adalah maknanya apa seorang lelaki yang pemberani itu Pak makna yang Zahir ini tidak bisa kita pakai karena adanya qorinah adanya indikasi yang menguatkan makna yang lemah tersebut nah dalam dalil yang seperti inilah terjadi apa perselisihan karena yang satu melihat bahwa makna yang paling kuat yang bisa diambil adalah maknanya yang lemah misalnya yang satu mengatakan tidak maknanya yang kuat contoh misalnya tidak ada itikaf kecuali tiga masjid kata-kata Latifah makna yang dzahir apa tapi makna yang tersembunyi apa meniadakan apa kesempurnaan adalah itu Pak Nafia itu ada tiga yang pertama ini yang paling dhohir yang paling kuat [Musik] tidak ada seorangpun di dalam rumah Iya kalau meniadakan keberadaan tidak mungkin dibawa yang kedua yaitu naffi ahlus sehat menyediakan apa keabsahan kalau yang kedua tidak mungkin baru dibawa kepada yang apa yang ketiga nafiyah Del Kamal meniadakan apa kesempurnaan seperti tidak ada itikaf kecuali ada tiga masjid kalau dibawa kepada makna yang pertama yaitu tidak ada ini tidak mungkin karena iktikaf ada Berarti dibawa kepada makna yang kedua yang paling kuat apa itu meniadakan keabsahan berarti tidak sah itikaf kecuali tiga masjid kalau tidak mungkin dibawa yang ketiga Nafiah di kamar ya meniadakan kesempurnaan Artinya bahwa iktikaf yang paling sempurna itu di tiga masjid dan iktikaf di masjid-masjid lainnya Nah di sini terjadi kemudian perselisihan Apakah la di sini maknanya meniadakan keabsahan dan ini pendapatnya Syaikh Albani dan murid-muridnya kata mereka tidak boleh dibawa kepada nabi ahlil Kamal kecuali kalau ada dalil mengatakan Nafiah di sini Lil Kamal meniadakan ke absahan kesempurnaan dalilnya apa bahwa itikaf itu adalah ibadah di mana tujuan kita beritikaf bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar dan ini tidak khusus hanya di tiga masjid kata mereka sehingga tidak mungkin dibawa kepada makna meniadakan keabsahan harus dibawa kepada menindakkan kesempurnaan terjadi perselisihan makanya yang sering terjadi itu dalam masalah ini Pak ya dalil-dalil yang berbentuk dhohir ini ya Nah kalau seperti ini berarti masih masih masuk di dalam kategori apa ikhtilaf yang Said yang boleh selama Memang mereka memalingkan makna itu dengan adanya dalil yang kuat juga bukan karena hawa nafsu nggak bukan seperti kaum muaklah ya orangnya menolak sifat ya Di mana mereka memalingkan makna kepada mereka yang mereka inginkan tanpa dalil sama sekali hanya karena menurut mereka nggak masuk di akal aja seperti misalnya yang sudah kita sering tahu orang-orang sifat Allah beristiwa di atas kalau mereka mentakwil makna istawa ala itu dengan apa istawula menguasai sama sekali hanya karena menurut mereka mustahil Allah peristiwa di atas Aras menurut akal akan mereka inilah kebatilan mereka tanpa dalil sama sekali nah ini akal Islam adzan Ya Allah makanya memalingkan makna yang kuat kepada makna yang lemah kita lihat Apakah dia memalingkannya karena berdasarkan hujjah dan Dalil ataukah sama sekali Bukan karena apa dalil kalau misalnya dia memalingkannya karena hujjah dan Dalil lagi kita terima perselisihan dalam masalah ini Said boleh nggak masalah tapi kalau ternyata memalingkannya bukan karena apa dalil hanya karena akal-akalan yang lemah saja maka ini tidak bisa kita terima akal Islam saudara kita bisa melihat mana perselisihan yang bisa kita terima asap mana perselisihan yang bisa kita tolak Berapa banyak sudah kita kemarin Sebutkan ya Yang perselisihan-presien yang muktabar yang boleh tapi kemudian di kalangan para penuntut ilmu dianggap ini nggak bisa terima akhirnya saling takdir saling nyerang saling bully lahaula wala quwwata illa Billah itulah memang sumber perpecahan di situ Iya sering terjadinya perpecahan itu di kalangan para penuntut ilmu gara-gara menganggap suatu permasalahan yang sebetulnya khilafnya khilaf mu’tabar dianggap sebagai pokok-pokok agama yang tidak boleh diselidiki dimana dianggap pelakunya sudah keluar dari ahlussunnah sehingga akhirnya ditabti dianggap ahli bidah dicap sesat ini musibah ya nggak Qunut subuh itu Wahabi padahal Imam Syafi’i sendiri mengatakan tanyain ke mereka sunnah itu hukumnya Gimana kalau masyarakat awal apa sunnah itu kalau dilakukan dapat pahala kau tinggalin nggak berdosa tapi kenapa kita dianggap berdosa seakan-akan ini ya wajib begitu inilah saudaraku sekalian adzan Ya Allah ya kemudian faedah selanjutnya yang bisa kita petik dari hadits ini itu rujuk bila ahli hendaknya kita merujuk ahli ilmu Pak saat kita berselisih lihat Abu Musa Al Asy’ari ketika melihat kaum Muhajirin dan Anshor berselisih dalam masalah ini apa kata Abu Musa aku akan cukupi Pergilah Abu Musa kepada Aisyah minta izin untuk bertanya maka Aisyah pun kemudian menyebutkan apa dalilnya hujannya maka Aisyah pun menjelaskan setelah dapat dalil baru selesai perselisihan itu akan selesai pak kapan kalau kedua belah pihak tunduk kepada dalil tapi kalau kedua apa salah satu pihak nggak mau tunduk kepada Dalil dan lebih ngikutin hawa nafsu bakalan terus terjadi perselisihan makanya yang paling susah itu kalau orang tersesat karena ngikutin Hawa hawa nafsu orang Kalau tersesat karena nggak tahu dikasih dalil Insya Allah kembali tapi kalau orang tersesat karena ngikutin hawa nafsu Antum tegakkan 1000 dalil tetap aja nggak mau balik Kenapa Soalnya sandarannya hawa hawa nafsu itu yang paling susah makanya Allah mengatakan Muhammad Siapakah orang yang paling sesat dari orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tanpa petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala [Musik] jadi ini penting akhi ya pertama kalau kita para penuntut ilmu saat terjadi perselisihan udah nanya aja kepada Syekh yang kita ketahui mereka Masya Allah cuma masalah terkadang penyakitnya kita itu nanyanya sama Syekh yang kira-kira ini jawabannya kok nggak sesuai ini tanya lagi ke saya yang lain sesuai ini Terus nyari yang sampai dapat yang sesuai kalau dapat sesuai Nah ini nih saya juga berujar dengan saya kok ini ngikutin hawa nafsu namanya saya kenyataan terkadang seperti itu maka di sini penting ya kalau terjadi perselisihan kita rujuk kepada para alim ulama beda selanjutnya yang tidak baik malu untuk bertanya tidak baik malu untuk bertanya dalam perkara yang dibutuhkan makanya Aisyah radhiyallahu anha memuji para wanita ansor nikmat Nisa Nisa sebaik-baik perempuan itu perempuan ansor wanita-wanita ansor rasa malu mereka tidak mencegah mereka untuk apa bertanya kalau kita pundi orang Indonesia punya peribahasa lalu bertanya sesat di jalan [Musik] tanya aja cuma nanyanya jangan malu-maluin [Musik] iya kadang kita itu nanyanya dalam perkara yang gak ada manfaatnya apa saat itu disebutkan bahwa Ashabul Kahfi itu yang ketujuhnya anjing tuh anjing apa Ustad ya kayak gini yang ditanyain ngapain gitu loh Ketika Nabi Adam makan buah yang dilarang kemudian terlihatlah auratnya maka Nabi Adam berusaha menutupi tubuhnya dengan dedaunan surga Itu daun apa Ini pertanyaan yang malu-maluin namanya yang seperti ini makruh tidak menyukai pertanyaan sesuatu yang belum terjadi Umar Bin Khattab pernah ditanya tentang suatu permasalahan-permasalahan apa kata beliau sudah terjadi belum belum biarkan sampai terjadi dulu baru kamu tanya Imam Ahmad juga tidak menyukai pertanyaan seperti itu ini kita terkadang nanya-nanya Ustad Kalau babi sama kambing kawin anaknya gimana Ustad makan bingung gitu ya belum terjadi nggak usah ditanya ini akal Islam saudaraku seiman hadisnya kita ambil faedahnya mau apabila 2 kemaluan Telah bertemu dan batasan bertemu itu adalah masuknya kepala kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan wanita Adapun sebatas nempel saja nggak masuk alias pel2 nempel metu ya maka ini kalau cuma menempel saja tidak keluar air mani maka tidak wajib Tapi kalau air keluar air mani tetap wajib mandi sebagian orang begitu Pak tapi kalau misalnya Iya Antum bercumbu dengan istri nggak kuat keluar Nani wajib nggak wajib keluar wajib mandi maka pada waktu itu akhi hadits Innamal Ma’u Minal Ma itu tetap berlaku Sesungguhnya air mandi itu karena keluar air mani ini tetap berlaku walaupun tidak bertemu demikian ala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari Jabir bin Abdillah dari Ummu Kulsum dari Aisyah istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ia berkata ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang seorang laki-laki yang menjimai istrinya kemudian setelah itu dia malas Apakah wajib mandi artinya dia tidak keluar air mani ya dan saat itu Aisyah sedang duduk maka Rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya aku melakukan perbuatan itu aku dan ini itu Aisyah Kemudian kami pun mandi di sini ada footnote kata Syekh Albani Zubair and Jaber Ibnu Abdillah hadis ini berasal dari periwayatan Abu Zubair dari Jabir bin Abdillah dan kamu sudah tahu pembicaraan tentang masalah ini karena Abu Zubair itu seorang mudalis Abdillah dari Abu Zubair ayat ini adalah bin Abdillah terdapat padanya kelembekan selain Dia meriwayatkan secara maukuf kepada Aisyah artinya tidak sampai kepada Rasulullah SAW tapi ini dari perkataan siapa Dan inilah yang benar karena bagian tubuh sebagaimana aku sudah jelaskan dalam kitab silsilah hadits artinya hadis ini maukuf dari ucapan Aisyah tidak sampai kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Iya kan ini Inilah yang disebut dengan Ilal illatul Hadits jadi hadits itu kalau melihat secara sanadnya kelihatannya bersih gitu Pak tapi pas dikumpulkan semua periwayatannya ternyata terjadi perselisihan ada yang meriwayatkannya secara marfud ada yang meriwayatkannya secara apa mauku dan ternyata yang meriwayatkan secara maukuf lebih kuat periwayatannya lebih sirkah dibandingkan orang yang meriwayatkan secara apa marfu maka dihukumi oleh para ulama yang marah itu sedangkan yang Mahfud yang shahih itu yang apa yang maukufkan maukuf bukan dari sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam Adapun makna hadits ini sudah jelas ya Di mana orang yang bersetubuh dengan istrinya di mana kemaluan bertemu dengan kemaluan dan sudah kita sebutkan tadi batasannya maka itu tetap mewajibkan mandi walaupun tidak keluar air wallahualam tentang wanita yang bermimpi basah ya saat tidurnya seperti seorang laki-laki yang bermimpi dan ia mandi Artinya bahwa hukumnya tidak ada bedanya antara laki-laki dan apa wanita kalau ia bermimpi basah dan keluar air mani maka wajib apa mandi anak-anak [Musik] Malik berkata datang Ummu sulaim Ia adalah nenek Ishak kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau ia berkata dan Aisyah waktu itu berada di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana seorang wanita yang bermimpi basah sebagaimana laki-laki yang bermimpi dalam tidurnya bagaimana itu apa kata Aisyah kamu sudah membuka rahasia wanita celaka kamu yang nggak baik ya Iya Hendaklah ia mandi apabila ia melihat air nya di sini Rasulullah mengingkari perbuatan apa Aisyah muslim bertanya tentang permasalahan yang penting dalam masalah agama tapi Aisyah menganggap ini pertanyaan ini malu-maluin perempuan nih gitu kan kamu malah membuka rahasia wanita sih tapi Rasulullah ternyata malah mengingkari siapa Aisyah radhiyallahu anhu ini menunjukkan Pak orang yang ingin mengingkari itu harus punya ilmu Terkadang seseorang mengingkari orang lain dianggap itu mungkar padahal justru yang mungkar dia sering terjadi sering terjadi ketika seseorang mengingkari ya suatu perbuatan yang dianggap ini tidak sunnah gitu kamu kok ya apa namanya enggak melakukan yang dianggap sunnah padahal ini apa tidak sunnah ternyata itu apa sunnah seperti ada orang tidak tahu hukum Qunut witir ya kira Qunut Witir hukumnya sama dengan kuno subuh nggak boleh akhirnya ketika ada orang melihat dia gitu kan ada orang yang mengingkari orang yang berjenggot kamu nggak apa-apa nggak apa-apaan berjenggot jenggot teroris itu ya cukur dia mengingkari padahal itu sunnah jelas ya kalau dia mengingkari dan dia tahu itu sunnah Rasulullah SAW dan dia mengingkari karena kebenciannya kepada sunnah ini bisa menjadi kufur tapi kalau dia mengingkarinya karena ketidaktahuannya kebodohannya ya Atau dia menganggap Ah ini cuma sunah-sunah aja maka pelakunya tidak apa Islam bahwa wanita itu tidak ada tidak ada bedanya dengan laki-laki wanita itu sama dengan laki-laki hukumnya pada asalnya hukum wanita dengan laki-laki sama kecuali kalau ada dalil yang membedakannya maka wanita kalau bermimpi basah dan keluar air maninya maka dia wajib apa mandi tapi kalau bermimpi basah tapi ternyata nggak keluar air mani gimana maka nggak wajib mandi sama dengan laki-laki dalam hal ini bab sifat mandi janabat hadis 155 an maimut atau [Musik] salah satu Sumatera istri Nabi SAW yang berkata aku mendekatkan kepada Rasulullah SAW air mandinya untuk mandi janabat maka beliau pertama mencuci dua telapak tangannya dua atau tiga kali itu di luar bejana dengan cara mengambil apa menciduk air cucinya dua tangannya ya telapak tangannya dua kali atau tiga kali Kemudian beliau memasukkan airnya di tangannya ke Dalam bejana Kemudian beliau ya mengucurkan air ke kemaluannya dan mencuci kemaluannya dengan tangan kirinya Kemudian beliau memukulkan tangan kirinya tersebut ke bumi lalu Beliau gosok-gosok dengan kuat Kemudian beliau pun berwudhulah seperti wudhunya untuk salat kecuali kaki ya Kemudian beliau pun mengguyurkan air ke kepalanya 3 Havana ya setiap hafnah itu sepenuh Kaf jadi tiga kali ciduk tapi dengan di situ pakai ini pak telapak tangan jadi ya setelah berwudhu selesai kita ambil pakai tangan dalam satu riwayat kanan dulu kiri dulu perut Tengah jadi kanan kiri berapa Tengah sambil digosok-gosok sampai supaya sampai ke akar-akarnya Kemudian beliau pun mencuci seluruh jasadnya Kemudian beliau menjauh dari tempatnya lalu Beliau mencuci dua kakinya kemudian aku mendatangkan Min Dil handuk maka beliau pun menolaknya Iya tubuhnya dengan apa tangannya di sini kita ambil faedah yang pertama yaitu Hikmatul zaujah kepada suaminya sebagaimana halnya disini Maimunah yang membawakan air mandi untuk Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan membawakan handuk kita ambil faedah yang kedua tentang tata cara mandi junub caranya apa yang pertama cuci 2 telapak tangan dulu di luar bejana setelah itu baru masukkan tangan kanan ke bejana lalu ambil air cuci kemaluan dengan tangan kiri ngambil airnya pakai tangan kanan Iya setelah dicuci lalu tangan kirinya itu Pak dipukul kan ke tanah atau ke tembok kalau ada sabun sabun lalu dicuci kemudian setelah itu berwudhu setelah itu apa berwudhu seperti wudhunya untuk salat namun Apakah wudhu saat itu masuk padanya mencuci kaki atau tidak sebagian mengatakan masuk sebagian mengatakan tidak dan pada periode yang mengatakan tidak itu yang lebih kuat kalau pendapatnya adalah bahwa kalau tergantung tempatnya kalau tempatnya bersih maka dicuci pada waktu itu Tapi kalau tempatnya kotor maka cuci kakinya nanti belakangan kemudian akan Islam caranya Selanjutnya apa ambil air dengan telapak tangan kanan [Musik] ya lalu kemudian guyur kepala tiga kali sebagaimana sudah kita sebutkan tadi kemudian ya baru mencuci atau mengguyur seluruh tubuh dengan mulai yang kanan dulu baru yang kiri baru kemudian Rasulullah SAW menjauh sedikit lalu mencuci apa dua kakinya ya hari ini akhirnya dijadikan dalil oleh sebagian ulama sebagai penuntut ilmu tidak disunahkan memakai handuk setelah mandi akan tetapi kata Syekh musaimin pendalilan Ini lemah menunjukkan bahwa nabi kebiasaannya pakai handuk cuman pada waktu itu beliau menolaknya Buktinya kenapa Maimunah membawakan handuk berarti itu memberikan makna pesan bahwa kebiasaan beliau memberikan membawakan apa handuk cuman pada waktu itu beliau menolaknya sehingga tidak bisa dipahami hadis ini tidak disunahkan untuk pakai apa ya apa namanya kedalaman kefakihan Syekh utsaimin rahimahullah dalam memahami hadis ya Subhanallah ada kalaupun Antum misalnya mandi junub dengan cara nyebur ke sungai jebur udah selesai udah cukup sebetulnya ditambah dengan berkumur-kumur dan menghirup ke hidung secara selengkap seperti ini dari awal tadi sampai akhir ini hukumnya apa sunnah yang wajib itu adalah mengguyur seluruh tubuh kita udah yang mau bertanya setelah adzan Insya Allah di kota Islam untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya adzan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar Allahu Akbar [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Ana sudah berniat qurban tahun ini dengan cara menolong menabung sendiri qadarlah tabungan tersebut dipakai istri Ustad tanpa sepengetahuan Ana mohon nasehat Antum pelit kali Kayak Abu Sufyan yang istrinya mengadukan Rasulullah Ya Rasulullah Abu Sufyan itu pelit banget tidak memberikan kepada kami nafkah yang cukup boleh nggak kami aku ambil sembunyi-sembunyi Tanpa Pesan motong dia atau Rasulullah gara-gara Antum pelit jadi istri ngambil tuh yang jelas ya Antum tanya kenapa kamu ambil untuk urusan apa kalau memang itu sifatnya sangat urgent sekali Dia sangat butuh dan memang Antum gak peduli ya berarti kesalahan dari Antum dong yang jelas ya kalau memang keadaannya seperti itu ya sudahlah berlapang Dada aja Pak mudah-mudahan Allah gantikan dengan yang lebih baik hari ini kita banyak mendengar tentang perceraian bukan ke iblis sangat senang ketika terjadi perceraian betul sekali makanya syekhlis Islam temanya adalah majmu fatawa mengatakan Kenapa karena talak itu sesuatu yang disukai oleh iblis Terus bagaimana jika yang baca itu orang non muslim ustad Apakah iblis tetap senang Ya senang Pak karena dengan cara itulah iblis bisa menyebarkan perzinahan ya kan orang kafir juga tetap diazab akibat daripada tidak melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala di hari kiamat nanti Apakah cara menentukan puasa Ramadan di dua hari raya permasalahan ijtihadiyah setahu anak itu ijma setahu anak ya harus dengan rukyatul Hilal yang kedua dalil-dalil tentang melihat Hilal juga sorry kok tegas kalau ada orang yang berkata kan mereka yang mengatakan pakai hisab alasannya apa Pak menyuruh melihat Hilal itu karena Rasulullah memberikan alasan Iya bahwa mereka para rasul dan para sahabat rata-rata orang-orang yang ummi yang tidak bisa menulis ya dan tidak bisa menghitung maka kita jawab bahwa kalau itu hukumnya harus pakai hisab tentu Rasulullah akan menugaskan seorang sahabat ya untuk belajar menghitung dan Hisab sebagaimana Rasulullah menugaskan seorang sahabat untuk belajar bahasa Suryani ada seorang sahabat yang ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk belajar apa bahasa Suryani supaya tidak tertipu Oleh mereka Maka kalau itu hukumnya wajib pasti Rasul akan wajibkan seorang sahabat untuk mempelajarinya karena itu hukumnya fardhu kifayah kalau misalnya ya ditinggalkan seluruhnya maka seluruhnya berdosa dan perhitungan Hisab sudah ada di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kencing kemudian ada lagi yang menetes kalau mati itu saat syahwat keluarnya kalau mani itu biasanya keluarnya dengan lezat dan memancar dan ya mani itu berwarna putih kalau mau kalau mati itu warnanya bening Bolehkah berwudhu Membasuh anggota wudhu sekali saja boleh memang itu yang wajib Adapun lebih dari sekali itu hukumnya apa sunnah tapi yang lebih Yang lebih utama tentu yang tiga kali sesuai dengan ya yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Imam Ahmad pendapatnya sampai sedangkan Imam Syafi’i dalam riwayat yang paling kuat tidak sampai Imam Syafi’i dalam satu riwayat dan itu yang dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir itu riwayat yang paling kuat itu tidak sampai dalam satu hari yang lain sampai dan ibu Katsir dalam tafsirnya merojihkan pendapat imam Syafi’i yang mengatakan tidak sampai alasannya apa pertama tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW tidak pernah ada satupun riwayat yang shahih Rasulullah SAW mengirimkan apa ya pahala Alquran kecuali dalam riwayat-riwayat yang lemah sekali bahkan palsu yang kedua tidak pula para sahabat kecuali dalam riwayat-riwayat Yang Lemah juga seperti perbuatan Ibnu Umar yang mengatakan kalau aku meninggal bacakan al-baqarah di sisi kuburanku itupun riwayatnya lemah dalam syaratnya ada perahu yang maju hujannya Imam Ahmad apa kias Biasanya apa bahwa menghajikan orang sedekahkan orang mayat itu sampai sedekah untuk mayat itu apa sampai dengan ijmak para ulama demikian pula umroh untuk orang lain sampai Haji juga dan ini sama-sama ibadah di kiaskan jadi kata mereka mendapati Imam Ahmad karena ini sama-sama ibadahnya Apa bedanya tidak ada bedanya berarti sampai sedangkan ibu kasir apa kalau qiyas ini benar tentu yang paling pertama kali memahaminya siapa dan para sahabatnya maka Beliau mengatakan [Musik] kalau itu baik tentu akan didahulu oleh mereka yang paling paham tentang ke siapa rasulullah yang paling paham kaya tentang kias setelahnya siapa para sahabat Rasulullah ternyata tidak ada kita pernah mendengar bahwa Rasulullah dan para sahabatnya menghadiahkan ini Pak sebab perselisihannya adalah itu Apakah ini bisa dikiaskan kepada ibadah yang lain atau tidak bisa dihias Imam Ahmad menganggap Dan ini juga yang dirajikan oleh Ibnu Taimiyah sampai dan bahwasanya itu bisa dikiaskan sedangkan ibu kasir mengikuti riwayat Imam Syafi’i yang paling kuat mengatakan tidak sampai Kenapa karena kalau qiyas itu benar tentu yang petapat pertama kali mengkiaskannya Rasulullah dan para sahabatnya dan itulah yang paling kuat tapi dalam masalah ini tidak bisa kita cap pelakunya ahli bidah kami masalah khilafiyah dia masing-masing punya hujah yang ya cukup kuat walaupun pendapat yang mengatakan tidak sampai itu yang paling kuat Bolehkah Qurban kambing patungan gak boleh yang boleh dibolehkan patungan cuma sapi dan unta Adapun kambing tidak demikian apabila Taufik Subhanallah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Rodja TV demikian pemirsa TV Rodja dimanapun anda berada kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari masjid
Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Mukhtasar Shahih Muslim
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply