Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Rodja TV Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah washolatu Wassalamualaikum anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengan anda dan keluarga anda kajian yang kami pancaluaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi atau Komplek Radio Rodja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat dan kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirohmanirohim [Musik] innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’in [Musik] asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh n [Musik] ya ayyuhan [Musik] [Musik] [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] pada hari ini hari Sabtu malam Ahad 21 Zulkaidah 144 Hijriyah kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk duduk bersama mengkaji ayat-ayat suci Alquran dan hadis-hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam sholawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang mulia kita berdoa allahumma inna Nas aluka Ilman jamaah Masjid Al Barkah dan juga para pemirsa Rodja TV para pendengar radio Rodja dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada pada malam ini kita memulai membaca buku terbaru dari silsilah pengajian Islam ilmiah insyaallahu ta’ala di setiap Sabtu malam Ahad pekan kedua dan buku atau kitab yang kita baca yaitu diberi judul oleh penulisnya yaitu buku dengan judul pengagungan terhadap sunnah dan sikap para ulama Salaf terhadap orang yang menentangnya atau menghina sesuatu darinya buku ini ditulis oleh [Musik] Syekh kita apabila dan beliau adalah seorang dosen pengajar kita di fakultas hadits Universitas Islam Madinah sampai sekarang dan Beliau memiliki banyak tulisan diantaranya yaitu ahamiyatuhu aja ibuhu thoriqotuhu asbabu menghafal urgensinya keajaiban-keajaiban padanya tata cara menghafal dan juga sebab-sebab menghafal begitu juga beliau banyak tulisan diantara tulisan-tulisan beliau ya Allah wahai kaum muslimin salatlah kemudian [Musik] juga tulisan berjudul arihna bisolah Tenangkan hati kita dengan salat kemudian juga tulisan berjudul halummah artinya larilah dari api neraka kemudian Al muraqabah yaitu mawas diri kemudian juga tulisan beliau Kama takunullah sebagaimana sikapmu terhadap hamba-hamba Allah maka begitulah Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memperlakukan begitu juga tulisan afdalud doa-doa u yaumi Arafah doa paling utama adalah berdoa pada hari Arafah kemudian juga tulisan al-husyur salah khusyuk di dalam salat dan lain-lainnya dari tulisan-tulisan beliau masih ingat saat mengajar kita di kelas beliau senantiasa lisannya tidak lepas dari berzikir La Ilaha Illallah Setiap kali mau berbicara lailahaillallah Oke ini sesuatu yang membekas di dalam diri para murid-muridnya Kemudian pada ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala kita langsung membaca mukadimah yang disebutkan oleh penulis beliau menuliskan khotbatul Hajah saya bacakan al-muqaddimah hal antum muslimun kemudian Beliau mengatakan wakala taala ya ayyuhalladzina amanu taqullah qaulan haji haji Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam ini yang disebut dengan khutbatul Hajah para ulama rahimahullahu ta’ala berbeda pendapat di dalam permasalahan khutbatul Hajah dalam perkara Apakah disyariatkan di dalam penulisan buku atau penulisan surat diantara seseorang kepada orang lain untuk mengawalinya dengan khutbatul Hajah terjadi dua pendapat pendapat yang pertama bahwa bukan sunnah nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam penulisan khutbatul Hajah di dalam penulisan kitab atau buku dan ini dikatakan oleh Ibnu Allan dalam kitab Al futuhat Ar Rabbani khotbah yang dikenal dari khotbah Jumat khotbah ID dan yang semisal dari keduanya dan khotbah Hajah dan yang semisalnya karena dia yang dikenal di dalam pencarian saat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam duna khut up bukan khotbah pada buku jadi terkenalnya pada khutbah Jumat khotbah atau khotbah-khotbah yang lainnya bukan pada buku dan Imam Tirmidzi rahimahullah di dalam Kitab beliau Muhammadiyah tidak menyebutkan khotbatul Hajah demikian pula Imam Abu Daud padahal imam at-tirmidzi dan Imam Abu Daud mereka berdualah yang meriwayatkan hadis tentang khotbatul Hajah maka ini menunjukkan perbuatan mereka berdua ini bahwa khotbatul Hajah khusus hanya untuk khotbah khotbah jumat atau khotbah atau yang semisalnya begitu juga perkataan Al mula Ali al-khoriq di dalam Kitab beliau ketika seluruh yang menulis Kitab meninggalkan mengamalkan hadis ini itu yang berbunyi setiap khotbah yang di dalamnya tidak ada tasyahud karena di dalam khotbah di dalam maka dia seperti tangan yang buntung bahwa hal yang nampak dari hadis tersebut bukan yang dimaksud maka diberikan penafsiran-penafsiran yang lain yang jelas pendapat yang pertama para ulama mengatakan khutbatul Hajah tidak disunahkan saat menulis buku-buku yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahkan Al Hafiz Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullah di dalam Kitab beliau wafathul Bari berkata Jamak itu kutuban Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam aku mengumpulkan surat-surat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang beliau Kirim kepada para raja-raja dan kepada selain mereka Paham yakoh Alhamdulillah maka tidak terdapat pada surat-surat tersebut walau satupun dimulai dengan alhamdulillahnya dimulai dengan innalhamdalillah tetapi dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim pendapat yang kedua yaitu para penulis Kitab di dalam kitab-kitab hadis seperti Imam Al Bukhari imam muslim Imam Ahmad Ibnu hambal kemudian juga kitab-kitab fiqih seperti Imam Syafi’i dan juga kitab-kitab tafsir atau Ulumul Quran maka seluruhnya juga tidak Affan ini bukan pendapat yang kedua tetapi penjelasan lebih dalam bahwa seluruhnya juga tidak menunjukkan bahwa mereka Memulai Dengan khutbatul Hajah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian di sana terdapat pendapat yang kedua yaitu Bahwa khutbatul Hajah adalah di sunnahkan sunnatun mustahabbat mustahabbah di dalam segala macam buku-buku yang ditulis dan juga surat-surat ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan ini adalah pendapat Al Imam Abu Ja’far at-tahawi ulama Islam abad ke-3 Hijriyah wafat pada tahun 229 Hijriyah ini juga pendapat Syaikh khul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala makanya beliau memulai kitab-kitab beliau yang sangat banyak dengan khutbatul Hajah ini terdapat dalam kitab majmu al-fatawa kemudian juga demikian pula murid beliau Imam Ibnu qayyim al-jauziyah rahimahullahu ta’ala memulai kitab beliau atur mukmiyah Assalatu Ahwa ahkamu talikiha dengan khutbatul Hajah intinya terjadi ikhtilaf di antara para ulama rahimahullahu Ta’ala dan yang jelas khotbatul Hajah adalah ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abdullah radhiyallahu Anhu Beliau berkata alamana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajari kita bertasyahud di dalam salat dan bertasahut saat ingin punya hajat baik tulisan ataupun khotbah thoib kemudian penulis hafidzahullah adalah istilah orang Arab untuk memutus perkataan sebelumnya dan memulai perkataan yang baru manusia jadi cara kita mempelajari buku ini adalah dengan membaca kata perkata kalimat per kalimat Beliau berkata para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala Sesungguhnya Allah telah mengutus rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam kepada seluruh manusia agar menerangkan apa yang diwahyukan kepada mereka mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya memberikan petunjuk bagi mereka kepada jalan yang lurus dan Allah mewajibkan kepada mereka agar taat kepadanya mencintainya menghormatinya dan memuliakannya ini perlu penjelasan di paragraf ini kalau saya katakan penulis berarti beliau Syekh Abdul qoyyumnya Habiballah penulis ingin menyampaikan sebuah pesan kepada kita bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengutus Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tujuan diutus Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah menjelaskan Alquran menjelaskan syariat yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala itu satu tujuan diutusnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah untuk menjelaskan Alquran atau syariat yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk manusia yang kedua mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dari penyimpangan-penyimpangan dalam aqidah ibadah muamalah atau adab dan akhlak kepada jalan yang lurus yang ditunjuki oleh Alquran dan hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam itu tugas yang kedua Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Kemudian oleh karena itu kemudian yang ketiga adalah menunjuki jalan yang lurus menunjuki jalan yang lurus sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Alquran Sesungguhnya engkau wahai Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus surat asy-syura ayat 52 tiga tugas Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam paragraf ini yaitu menjelaskan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengeluarkan manusia dari penyimpangan-penyimpangan kepada jalan yang lurus dari kesyirikan kepada tauhid dari Bid’ah kepada sunnah dari riba kepada sedekah dari penipuan kepada kejujuran dan yang ketiga menunjukki mereka jalan yang lurus yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam surah asy-syura ayat 52 Kemudian beliau menyebutkan sebuah statement pernyataan penting kata beliau Allah mewajibkan atas manusia ketaatan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketaatan mutlak tanpa alasan ketaatan mutlak dan ini yang dipraktekkan oleh para sahabat nabi radhiallahu Anhu ketaatan mutlak Al mutlaqah ketaatan mutlak Antum kalau perhatikan sejarah-sejarah para sahabat nabi radhiyallahu Anhu benar-benar ketaatan mutlak dan semestinya seorang Salafi seperti itu taat mutlak kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tanpa mengimple tanpa bertanya Mengapa atau Kenapa Apa hikmahnya enggak Coba bayangkan para sahabat nabi radhiyallahu anhu melepas sandal mereka ketika mereka melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam salat saat memakai sendal melepas sendalnya dan meletakkannya di samping kiri kemudian Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kata beliau Mengapa kalian tanggalkan sendal-sendal kalian apa jawab para sahabat jawaban yang menunjukkan kepada ketaatan mutlak yaitu ro Aina kami melihat engkau melepaskan kedua sendalmu maka kami pun melepaskan kedua sendal Kami selesai ketaatan mutlak pengikutan mutlak tanpa alasan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam makanya dia wajib ya penulis mengatakan Allah mewajibkan atas manusia taat kepada Allah kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan ini banyak ayat di dalam Alquran Allah subhanahu wa ta’ala berfirman waatiru Allah Rasul dan taatilah oleh kalian seluruhnya Allah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam surat Ali Imran ayat 132 begitu juga dalam ayat yang lain taatilah oleh kalian seluruhnya Allah dan taatilah oleh kalian seluruhnya Rasulullah dan pemimpin kalian surat an-nisa ayat 52 begitu juga dalam surat al-maidah ayat 92 taatilah Allah oleh kalian seluruhnya taatilah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam surat al-anfal ayat 1 Allah Subhanahu Wa Ta’ala inikum kuntum mukminin taatilah Allah dan rasulnya jika kalian beriman syarat mutlak keimanan taat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan banyak ayat Antum silakan kalau ingin tahu ayat-ayat tersebut Buka aplikasi Alquran tulis itu ada ayat sekitar 14 ayat yang menunjukkan taat kepada Allah dan Rasulullah SAW maka ini perintah dari Allah dan Al asylum asal hukum perintah menunjukkan kepada kewajiban Allah juga mewajibkan atas manusia untuk mencintai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ada pelajaran menarik para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala pada dua pekan yang lalu kita mengikuti daurah syar’iyah yang dihadiri oleh Allah salah satu hal saya baru pertama kali bertemu dengan beliau salah satu yang menarik dari beliau adalah ketika menyebutkan nama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pasti beliau berselawat dan shalawatnya melebihkan daripada yang lain bukan hanya Sallallahu Alaihi Wasallam ini contoh yang baik agar kita mengamalkan hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam orang yang disebutkan Aku di depannya dan dia tidak bershalawat atas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atas manusia mencintai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mewajibkan atas manusia takziah memuliakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghormati Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian setelah itu penulis membawakan dalil-dalil apa yang beliau Nyatakan tadi wajib taat wajib Cinta Wajib memuliakan wajib menghormati dalilnya kata beliau salah satunya surah an-nisa ayat 59 yang saya sebutkan tadi ya ayyuhalladzina amanu ‘ati Allah [Musik] wahai orang-orang yang beriman ada pelajaran menarik dari Abdullah amrun amarakallah jika engkau mendengar Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Wahai orang-orang yang beriman maka Letakkan pendengaranmu baik-baik karena pasti di dalamnya ada perintah yang Allah perintahkan kamu atasnya atau ada larangan yang Allah larang kamu darinya maka Lihatlah ada perintah ternyata taatilah kalian seluruhnya Allah dan taatilah kalian seluruhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan ulil amri dari kalian ini ayat Annisa ayat 59 di dalamnya terdapat pelajaran wajib mentaati Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan taatnya apa tadi saya katakan atta’ah Al mutlaqah ketaatan yang mutlak tanpa alasan taat saja kalau diperintah taat Meskipun tidak tahu Apa maksud dari perintah tersebut Apa hikmah dari perintah tersebut kalau kita tahu maksud dan hikmah lebih Hawa nikmat itu Alhamdulillah lebih menambah keyakinan Meskipun tidak tahu maka yang dituntut dari kita saat mendengar ini artinya Islam Itulah bukti kita bersyahadat asyhadu anna muhammadan Rasulullah taat yang mutlak tanpa ada alasan tanpa harus bertanya tadi siang saya mengisi kajian dengan judul bukti cinta nabi ada buku yang menarik judulnya habbun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Cinta Nabi dan tanda-tandanya salah satu bukti cinta Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah mengerjakan apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang Saya akan menyebutkan beberapa contoh bagaimana para sahabat nabi radhiyallahu Anhu sangat taat kepada perintah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam untuk dikerjakan dan taat kepada larangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk dijauhi diantaranya pada ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala para perempuan kita di akhir zaman ini Sirah bainal bertentangan Perkalian antara hak dan batil yang hak yang menutup aurat dan berperang dengan kebatilan yang membuka aurat coba perhatikan bagaimana para sahabat nabi perempuan mereka sangat taat dengan ketaatan mutlak kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tanpa harus memasukkan ke dalam logikanya kemudian dia Putar otaknya untuk mempertanyakan perintah tersebut atau larangan tersebut di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud an Abi usaid Al Anshari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat keluar dari masjid faktalah tari jalun ma’anisa bercampur laki-laki dan perempuan di jalan di jalan apalagi di ruangan di jalan takala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda wahai para perempuan minggir kalian tidak berhak bagi kalian untuk berada di tengah-tengah Jalan hendaknya kalian di samping-samping jalan lihat apa yang dilakukan oleh para perempuan apakah mereka kemudian mengeluh kemudian memuro ja’ah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam berdemo terhadap Sabda Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam disebutkan dalam hadis tersebut maka para perempuan menempel dengan dinding-dinding sampai kain pakaian mereka terkait dengan dinding-dinding tersebut saking menempelnya mereka yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kalau mungkin ada orang dengan logikanya mereka akan mengatakan Kenapa perempuan harus di seperti itu kan ini dasar otak laki-laki yang para perempuan tidak berkata seperti itu di zaman Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mereka taat dengan ketaatan yang mutlak dan pelajaran yang menarik dari para pencari hadits ini salah satu penyebabnya adalah agar para laki-laki mudah untuk menundukkan pandangan agar para laki-laki mudah untuk menundukkan pandangan karena perempuannya di samping itu yang pertama yang kedua untuk lebih menjaga kesucian wanita muslimah di saat di zaman ini di akhir zaman ini keperawanan kegadisan kesucian kemaluan sudah tidak ada harganya di mata sebagian wanita-wanita muslimah bahkan ada sebagian yang heran kok di zaman sekarang ada perempuan yang masih Suci masih perawan saat SMP maka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala inilah yang namanya ketaatan mutlak dan itu wajib dari kita kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada para perempuan bahwa wahai wanita muslimah tidak ada sesuatu yang paling berharga dalam dirimu setelah akidahmu kecuali kesucian kemaluanmu Kecuali keperawananmu Kecuali ketertutupanmu dari laki-laki yang bukan mahram dan laki-laki yang ada di hadapan saya sekarang mereka adalah laki-laki yang paling bertanggung jawab atas kesucian kemaluan para keluarga perempuannya keperawanan ke gadisan keluarga perempuannya kita yang akan paling pertama kali ditanya setiap dari kalian pemimpin dan setiap dari kalian penanggung jawab atas yang dipimpinnya seorang lelaki pertama kali lelaki pemimpin atas keluarganya dan dia bertanggung jawab atas mereka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala ketaatan mutlak tanpa bertanya apa hikmahnya Rasulullah Kenapa kami harus ini penghinaan terhadap wanita yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala para sahabat nabi radhiyallahu anhu mereka ketika berperang kemudian disebutkan di dalam hadis kami dalam keadaan sangat lapar besok perang kemudian mereka menyembelih keledai peliharaan lalu dikuliti dimasak dan siap dibagikan disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dari Anas bin Malik Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dan melapor daging daging keledai piaraan akan dimakan lalu nabi diam kemudian didatangi lagi orang yang kedua daging-daging keledai piaraan akan dimakan beliau diam menunjukkan belum ada wahyu lalu datang lagi orang yang ketiga lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Artinya diharamkan daging-daging keledai piaraan maka Beliau menyuruh seseorang untuk berseru di hadapan manusia lalu orang tersebut berkata Innallaha wa Rasulallah Sesungguhnya Allah dan Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam melarang kalian memakai memakan daging daging keledai piaraan Apa yang terjadi Apakah mereka demo terhadap Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam menanyakan bagaimana Kenapa Mengapa ada apa apa hikmahnya yang ada maka dibalikkan panci-panci tersebut dan mengeluarkan daging daging yang begitu banyak wajib taat kepada Rasul Shallallahu alaihi wasallam dan taatnya dengan ketaatan yang mutlak yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian penulis berkata hal yang kedua adalah wajib mencintai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi kita lanjut dalam hadis penulis riwayat Bukhari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] yang artinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak beriman salah seorang dari kalian sampai aku yaitu Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam lebih ia cintai daripada orang tuanya anaknya dan seluruh manusia penjelasan terhadap hadis ini tidak beriman maksudnya adalah tidak beriman dengan Al Iman al-kamil al-wajib dengan keimanan yang sempurna yang wajib yang apabila seseorang tidak memiliki keimanan sempurna yang wajib ini diancam dengan neraka maka wajib bagi kita mencintai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lebih daripada apapun siapapun Di Dalam Hadis disebutkan orang tua dan anak saya masih ingat bahkan seakan-akan kita sedang berhadapan dengan Syekh Al alamah Abdul Muhsin bin Muhammad yang kita duduk di majelis beliau hampir 5 tahun membaca kitab Sunan Abi Daud Sunan tirmid beliau ketika menjelaskan hadis ini dan ini beliau juga saya dengar ceramah beliau ketika di fakultas hadis Universitas Muhammadiyah beliau menjelaskan hadis ini kata beliau Kenapa disebutkan dalam hadis itu orang tua dan anak karena tidak ada bagi seorang manusia manusia yang lebih dicintai dibandingkan orang tuanya dan anaknya kalau begitu apabila orang tua dan anak kalah kedudukannya di dalam cinta daripada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka apalagi manusia-manusia lainnya maka wajib hukumnya mencintai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berdasarkan hadis ini dan berdasarkan hadis-hadis yang lain mungkin kita lanjutkan setelah salat Isya wallahualam Wassalam untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya adzan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *