Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

100 poin 1 FM dan Radio Rodja Bandung 104.3 MM radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya Sunda Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk anak program acara kajian ilmiah secara langsung Alquran dan kajian Islam Alhamdulillah kembali bersama anda di bulan yang penuh keagungan dan kemuliaan di bulan Dzulhijjah dan di kesempatan pagi ini kembali kita betul bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan alfawid atau fawaidul Fawaid yang disampaikan secara langsung oleh Taslim dan insya Allah akan menyampaikan faedah-faedah bermanfaat dari kajian kita pagi ini kami berikan kesempatan yang luas bagi para pendengar dan pemirsa untuk bisa bersoal jawab dalam sesi tanya jawab Nanti dia ada yang telepon 021 823 6543 dan seperti biasa pertanyaan via chat WhatsApp 81989 6543 langsung saja kita mulai kajian dan pembahasan pagi ini dan kepada ustadzah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas semua limpahan nikmat dan karunianya di pagi hari yang berbahagia ini kita dipertemukan kembali di dalam majelis ilmu yang mulia secara online melalui media kita untuk melanjutkan kembali pembahasan kajian kitab yang sangat bermanfaat kitab al-fawaid karya dari Al Imam Abu Abdillah Syamsudin Ibnu qayyim Al jauziyah dengan membaca susunan yang telah di susun oleh Syekh Ali Hasan Al halabi rahimahullah kita melanjutkan pembahasan tentang makrifatullah bijamalihi mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kemahandaannya kemahaindahan nama-namanya sifat-sifatnya perbuatan-perbuatannya untuk kita menetapkan kemahaindahan zat Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Tinggi lagi Maha Agung Alhamdulillah ma’asyiral muslimin para pemerhati Rojak TV rendah dimanapun Antum berada saat ini kita akan membahas kembali melanjutkan pembahasan yang diterangkan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala bagaimana agar kita bisa mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha indah dalam semua nama-nama sifat-sifat perbuatan-perbuatan dan dzatnya yang dengan sebab ini kita akan selalu mencintai Allah dalam semuanya dan kita akan selalu memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan selalu mengagungkan dan membesarkannya apalagi sekarang ini sehubungan dengan keberadaan kita saat ini di 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang disyariatkan kita untuk memperbanyak dzikir memperbanyak takdir memperbanyak memuji dan mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama kita Barakallah fiikum para pemerhati raja ATV dan radio dimanapun Antum berada diterangkan di sini selanjutnya kita akan memahami sebagian dari makna-makna kemahanan pada zat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kenapa orang yang semakin mengenal Allah pasti akan semakin mencintai Allah pasti akan selalu memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan senang mendekatkan diri kepadanya karena semakin mengenal Allah dia semakin mengetahui kemaha ini kemahagunya dengan ini dia tidak akan berhenti lisannya untuk memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengagungkan dan membesarkannya selain karena sungguh seorang hamba dia akan naik dari tingkatan mengenal perbuatan-perbuatan Allah yang Maha terpuji untuk kemudian dia mengenal dan menetapkan sifat-sifat Allah yang Maha Tinggi Maha Agung dan Maha mulia dan dari dia mengenal sifat-sifat Allah yang Maha mulia yang Maha Sempurna Maha Tinggi kemudian dia mengenal Dzat Allah subhanahu wa ta’ala yang maha indah yang Maha Agung dan Maha mulia jadi perbuatan-perbuatan Allah subhanahu wa ta’ala selalu Maha terpuji selalu mengandung hikmah yang sempurna Kenapa sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Tinggi dan Maha Sempurna berarti Dzat Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Maha Agung Maha Tinggi dan Maha Sempurna faedah syahada syaitan maka ketika seorang hamba mempersaksikan sesuatu dari kemahaindahan perbuatan-perbuatan Allah Ternyata apa yang Allah perlakukan selalu ada hikmah besar selalu mendatangkan kebaikan bagi kita meskipun dari arah yang kita tidak sangka-sangka karena diantara nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah menyampaikan kebaikan kepada hamba-hambanya dari arah yang halus yang mereka tidak sangka maka jika seorang hamba mempersaksikan sesuatu dari kemahaindahan perbuatan Allah dengan itu dia mengambil dalil untuk menetapkan kemahaindahan sifat-sifat Allah setelah itu dia akan berdalil dengan sifat-sifat Allah untuk menetapkan kemahaindahan zatnya Masya Allah ini jelas sekali menggambarkan kepada kita Bagaimana seorang hamba ketika dia mengenal Allah dia akan menyempurnakan imannya menyempurnakan cintanya kepada Allah menyempurnakan sikapnya selalu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan lisannya tidak pernah berhenti dari memuji dan mengagungkannya sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi Wasallam ketika ditanyakan tentang satu amal yang sangat besar keutamaannya dalam Islam maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda laa yazalul Lisa hendaknya kamu jadikan lidahmu senantiasa basah dengan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari sinilah jelas bagi kita Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Miliknya lah Segala pujian dalam urusan dunia Allah berikan kepada kita dengan ini kita memujinya apalagi dalam urusan agama bahkan ketika kita mensyukuri nikmat Allah memuji Allah subhanahu wa ta’ala itu juga dengan nikmat Allah dengan Taufik dari Allah yang mengharuskan kita memuji Allah untuk berikutnya lagi dan seterusnya tidak akan terputus ini karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala nikmatnya tidak pernah lepas dari kita dan kemahaan pada nama-nama sifat-sifat dan perbuatan-perbuatannya adalah kemahandaan yang sangat tinggi yang semakin kita mengenal Allah pasti selalu kita memujinya makanya Oleh karena itu segala pujian pasti hanya milik Allah semuanya dan bahwasanya salah seorang dari hambanya tidak akan bisa membatasi pujian atau Sanjungan bagi Allah ya Bahkan dia adalah sebagaimana pujian yang diperuntukkan bagi dirinya sendiri yang Maha Tinggi tidak ada yang bisa membatasi pujian dan Sanjungan bagi Allah ketika Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Imam muslim saja pernah berdoa ya Allah aku tidak mampu membatasi pujian dan Sanjungan bagimu karena engkau adalah sebagaimana yang engkau Puji dirimu dengannya kalau Rasulullah SAW saja mengatakan saya tidak mampu Apalagi selain beliau ya maka pujian bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang mampu kita ungkapkan ini belum mewakili semua kemahaindahan yang sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala satu-satunya Dzat yang berhak untuk disembah pada zatnya dicintai pada dzatnya kita mensyukuri nikmat pada zatnya Subhanallah dan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai dirinya sendiri memuji dirinya dan menyanjungnya Alhamdulillah kecintaan Allah subhanahu wa ta’ala pada dirinya pujiannya bagi dirinya sanjungannya bagi dirinya serta ketika Allah mentauhidkannya mentauhidkan dirinya ini menurut ini pada hakekatnya merupakan inilah yang merupakan hakikat pujian dan Sanjungan serta kecintaan dan tauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya disini jamaah sekalian rahimakumullah Kenapa kita bersemangat mempelajari tentang memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama Kenapa kita harus semangat untuk selalu mempelajari tentang penjelasan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang membahas dan menyebutkan secara detail makna dari kemahandaan nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala dan kemaha tinggian sifat-sifatnya karena dengan sebab inilah hati kita akan tersentuh dengan sebab Inilah kita akan mengenal Yang Maha indah yang menjadikan semua keindahan di dunia lainnya akan menjadi rendah Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala benar-benar Maha indah pada dzatnya nama-namanya sifat-sifatnya dan semua perbuatan-perbuatannya ini yang kita inginkan kita ingin untuk yakinkan pada hati kita agar kita benar-benar bisa menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dengan penyembahan dan penghambaan diri yang utuh dan benar karena ibadah kita akan disertai dengan Apa Dengan Cinta takut dan berharap selalu merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan inilah hakikat dari ubudiyah penghambaan diri dan peribadatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata dan dengan ini pun kita tahu tidak mungkin kita akan menyerahkan ibadah kepada selain Allah karena selain Allah tidak ada yang memiliki sifat kesempurnaan seperti ini mustahil untuk memiliki sifat kesempurnaan sehingga pantas ya untuk kita tidak serahkan ibadah kepada makhluk ini sedikitpun karena yang pantas mendapatkannya hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ibadah dalam artian kita tunduk dan cinta kepada Allah hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang pantas untuk kita selalu tunduk merendahkan diri di hadapannya hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang pantas untuk kita cintai pada zatnya nama-namanya sifat-sifatnya dan perbuatan-perbuatannya kemudian dalam bentuk ibadah-ibadah yang lain juga hanya pantas kita serahkan dan tunjukkan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata tidak ada sekutu baginya maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana dia mencintai memuji dirinya sendiri dan pujian Allah tentu lebih daripada pujian di atas dari semua pujian dan Sanjungan yang diungkapkan oleh makhlukNya maka dia Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana dia mencintainya sendiri mencintai sifat-sifatnya dan perbuatan-perbuatannya maka semua perbuatan Allah hasanun mahbuh baik dan dicintai meskipun ada pada sebagian mafulat ya hal-hal yang dari yang Allah perbuat ya objek dari apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala lakukan yakni makhlukNya ada hal-hal yang tidak dicintai dan ada hal-hal yang dibenci dan dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala ada hal-hal yang dibenci dan tidak disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala akan tetapi pada perbuatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada sesuatu yang dibenci atau yang mendatangkan kemurkaan kita harus ingat berbeda antara Allah Subhanahu Wa Ta’ala berbuat kemudian hasil dari objek dari perbuatannya itu makhluk yang mungkin ini ada hal-hal yang tidak disukai tetapi tetap saja Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki hikmah yang besar di balik semua itu ini sudah pernah mungkin kita dengar penjelasan ketika para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah menjelaskan makna yang disebutkan di dalam rukun iman yang terakhir waktu dan kau beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk orang akan bertanya kan takdir Allah itu perbuatan Allah menakdirkan menetapkan ketentuan Kenapa ada yang baik ada yang buruk sementara perbuatan Allah pasti semuanya baik bahkan dipertegas di dalam doa qunut yang diajarkan oleh Rasulullah SAW atau Ya Allah jagalah kami dari keburukan ketentuan takdir yang engkau tetapkan Berarti ada yang buruk sementara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menegaskan semua kebaikan itu ada pada Allah dan keburukan tidak dinisbatkan kepadanya kebaikan itu semua ada di tanganmu Ya Allah dan keburukan tidak disebabkan kepadamu Bagaimana caranya kita menjawab ini seperti diterangkan oleh sebagian dari para ulama maksudnya padahal hal-hal yang ditakdirkan oleh Allah yakni makhluk yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perlakukan padanya sesuai dengan hikmahnya yang Maha Tinggi ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan makhluk contohnya Allah menakdirkan sakit orang sakit orang tentu tidak suka sakit dan yang menjadikan dia lemas menjadikan dia tidak enak perasaannya menjadikan dia tidak bisa beraktivitas dan seterusnya Allah menakdirkan kematian Allah menciptakan misalnya makhluk-makhluk yang buruk Allah menciptakan iblis dan seterusnya ya ini tidak disukai dalam Islam tentu saja tetapi tetap kita katakan perbuatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika dia menciptakan itu perbuatan yang baik dan Maha Sempurna Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai melakukan perbuatan-perbuatan tersebut dengan hikmah yang sempurna contoh tadi untuk masalah sakit misalnya atau kematian supaya orang bersabar sakit menjadi sebab dosa-dosa diangkatnya derajat dengan adanya iblis Laknatullah Alaihi menjadikan kita selalu berlindung kepada Allah tidak Bersandar kepada kemampuan diri kita sendiri menjadikan ketika orang berbuat dosa dia bertobat kepada Allah dan Allah mencintai hamba-hamba yang bertobat karena diantara namanya adalah at-tawab Maha Penerima tobat Al Ghofur maha pengampun al-afu maha pemaaf Masya Allah ini memiliki hikmah yang tinggi jadi tidak ada pada perbuatan Allah itu yang buruk kalau yang ada itu ada pada makhluk sebagian yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan objek dari perbuatannya Yang Maha Sempurna ada hal-hal yang tidak disukai oleh makhluk Itupun kalau direnungkan ternyata terdapat banyak hikmah dan kebaikan-kebaikan yang Allah inginkan pada hamba-hamba yang beriman dibalik apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala lakukan tersebut yang ada di alam semesta ini tidak ada satupun yang bisa dicintai pada dzatnya yang dipuji pada zatnya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan semua yang dicintai selain Allah kalau kecintaan itu adalah mengikuti kecintaan kepada Allah yaitu kita mencintai makhluk tersebut karena Allah maka inilah kecintaan yang benar kalau tidak demikian kita mencintainya bukan karena Allah maka itu adalah kecintaan yang batil Masya Allah inilah Bagaimana seorang hamba ya tahapan-tahapan dia menyempurnakan imannya karena cinta kepada Allah kita tahu kata para ulama ini adalah Ruhul iman inilah hakikatnya tauhid Ya seperti yang dijelaskan oleh Syekh Abdurrahman jadi begini kita menyempurnakan cinta kita kepada Allah kita jadikan cinta kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala harus mengikuti dan kita lakukan cinta ini karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka inilah yang merupakan hakikat dari penghambaan diri menetapkan sifat-sifat hak peribadatan untuk Allah inilah hakikatnya Karena yang namanya ilah sembahan itu sembahan yang benar dialah yang dicintai pada zatnya dan tidak akan bisa kita beribadah kepada Allah kalau tidak dengan Cinta Tidak dengan ketundukan tidak dengan pengagungan dan kepada Allah menetapkan hak untuk badai hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata yang benar itu adalah Dzat yang dicintai pada dzatnya dan dipuji padatnya jadi tidaklah namanya ibadah itu orang hanya sekedar melakukan gerakan sujud ruku tapi dalam hatinya tidak ada sikap mencintai Allah mengagungkan Allah memujinya serta merendahkan diri di hadapannya ini bukan sembahan yang benar namanya kalau diperlakukan seperti itu bagaimana lagi kalau ditamu ada sifat-sifatnya Maha Tinggi dan maha purna ditambah lagi Ehsan kebaikan-kebaikannya Yang Maha Sempurna limpahan nikmatnya kelembutan Allah ehsannya dan kebaikan-kebaikan serta serta rahmatnya Masya Allah sudah di demikian sifat-sifat kesempurnaan yang menjadikan manusia pasti akan mencintai Allah semakin dia mengenal Allah Ditambah lagi dengan merenungkan kebaikan-kebaikannya rahmatnya limpahan nikmatnya pengampunan dan pemaafan bagi kesalahan yang dilakukan manusia maka Subhanallah dengan ini kita semakin yakin untuk mencintai Allah subhanahu wa ta’ala semata-mata dan menjadikannya hanya sembahan kita satu-satunya tidak maka hendaknya bagi seorang hamba wajib untuk dia mengetahui bahwa tidak ada sembahan yang benar selain Allah sehingga hamba ini mencintai Allah memuji Allah pada dratnya dan karena kesempurnaannya mencintai dan memuji Allah karena zatnya dan karena sifat-sifat kemaha sempurnaannya dan hendaknya hamba ini mengetahui bahwasanya tidak ada pelaku Kebaikan tidak ada yang berbuat baik pada hakekatnya untuk dirinya dengan melimpahkan berbagai macam niat berbagai macam nikmat yang lahir dan batin tidak ada yang melakukan semua ini selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala satu-satunya hamba akan mencintai Allah karena limpahan kebaikan dan limpahan nikmatnya dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ini sehingga hamba ini akan mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari dua sisi Ini pertama ACC mengenal kesempurnaan karena tinggian dan kemaha agungan sifat-sifat Allah yang kedua mengenal limpahan kebaikan mengenai limpahan nikmat dan berbagai macam karunia yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala limpahkan pada hamba ini inilah cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari dua sisi sebagaimana yang beliau jelaskan dalam penjelasan ini oleh karena itu kaum muslimin para pemerhati Rojak TV dan radio Rodja di manapun Antum berada ya mencintai Allah itu sesuai dengan tabiat manusia yang mencintai sesuatu karena keindahan maka pasti kalau dia mengenal Allah itu maha Indah Maha Tinggi dan Maha Sempurna secara asal manusia melihat sesuatu yang punya daya tarik saja padahal tidak sempurna makhluk pasti banyak kekurangannya dia mencintai menyukainya apalagi kalau mengenal Yang Maha Indah Maha Tinggi Maha Agung Maha Sempurna Maha mulia dan satu sisi dari sisi yang kedua mengenal kebaikan secara tabiat manusia pihak yang berbuat baik kepada kita kita akan selalu ingat kita akan selalu suka bertemu orang tersebut dan kita akan memujinya karena kebaikannya Padahal dia berbuat baik satu kali dua kali tiga kali tebak terbatas tetap makhluk bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kebaikannya selalu dicurahkan kepada kita kasih sayangnya limpahan nikmatnya semakin kita mengenal Allah pasti kita akan semakin mencintainya semakin kita mengenal nikmat dan limpahan kebaikannya kita akan semakin mencintai dan selalu memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari dua sisi inilah yang menjadikan seseorang hamba ketika mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dia akan mengenalnya dengan dengan sempurna dan semakin menguatkan dan menyempurnakan keimanan di hati di hati hamba tersebut dimanapun Antum berada Insya Allah cukup sampai disini kajian kita kita akan teruskan kembali membaca keterangan bagian terakhir Tentang pembahasan yang sangat menarik ini tentang bagaimana kita menyempurnakan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengenal kemahaindahannya dan mengenal sempurnanya kebaikan-kebaikan yang selalu dilimpahkan kepada hamba-hambanya Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji di kesempatan pagi hari yang cerah ini ya bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita kita persilahkan bagi Antum yang ingin menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ingin ditanyakan sehubungan dengan materi atau di luar materi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menolong kita untuk bisa menjawabnya Muhammad Alhamdulillah Allah dari keindahan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala dan juga berikan kepada hamba-hambanya dan pertanyaan TV kita berikan kesempatan bagi anda untuk sekolah jawab dia dan telepon 021 823 6543 dan pertanyaan saya jadwal 8198 terlebih dahulu dari pertanyaan para penilaian TV di persilahkan baik kita angkat telepon yang pertama halo Iya silahkan sudah masuk silahkan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di Tanjungpinang mohon monitor via telepon saja dan jika dulu volume suara TV ada radiator Apakah salah satu kita Untuk mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala memohon petunjuk kepada Allah agar kita mensyukuri semua nikmat yang dilimpahkan ada diri kita bahwa dari mulai kita belum ada di dunia ini sampai akhir hayat nanti Apakah itu bisa kita lakukan salah satu hal yang baik untuk kita mengenal Allah dan mencintainya baik yang memberi kita takdir baik maupun tabir buruk Allah berikan dengan kesabaran itu Ustaz mohon penjelasannya terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Barakallah FII bertanya yang sangat baik tadi dari Ummu Dimas ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan kebaikan dan Taufik bagi beliau dan keluarganya juga untuk kita semua Ya tentu saja kalau kita merenungkan dan selalu mengingat nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti yang diterangkan tadi sejak kecil bahkan sebelum kita lahir di dunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memudahkan banyak kebaikan bagi kita ya kemudian kita dimudahkan lahir sebagai seorang muslim kemudian kita mengenal agama kita bisa mengenal sunnah Masya Allah ini nikmat yang kalau Kita Renungkan satu atau dua saja diantaranya demikian besar apalagi ini nikmat yang tidak terputus belum lagi bukan hanya Urusan Agama urusan dunia kita Allah mudahkan bagi kita semakin kita selalu merenungkan nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala pasti kita akan semakin mencintainya kemudian Tadi masalah yang berhubungan dengan menghadapi takdir Allah subhanahu wa ta’ala yang baik dan yang buruk kalau kita sikapi dengan benar bahwa dibalik sesuatu yang kita anggap buruk itu banyak hikmahnya banyak kebaikan-kebaikan yang Allah inginkan seperti tadi Allah ingin menyempurnakan kesabaran kita kemudian musibah kita hadapi dengan sabar juga kita akan dapatkan pahala kemudian juga semakin kita kuatkan kesabaran kita menjadi Ridho maka semakin tinggi lagi tingkatannya ya Belum lagi yang berhubungan dengan hikmah-hikmah yang lain Dengan adanya ujian kita akan semakin ingat akhirat kita tahu hakikat dunia yang sementara dan ternyata kesenangannya tidak murni Masya Allah demikian banyak hikmahnya semakin Kita Renungkan ini kita akan semakin mensyukuri memuji dan selalu mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala melebihi dari kecintaan kita kepada kepada siapapun nah jawabannya semoga bermanfaat Barakallah masih via telepon 236543 dan kita akan kembali penanya berikutnya halo silakan sudah masuk kita pakai terputus kami sampaikan kembali di lain telepon 021 823 6543 bagi pendengar dan pemirsa mungkin baru bergabung dalam pembahasan al-fawaid bersama Ustadz Abdullah dan kita sapa kembali penanya yang kedua via telepon silahkan halo type baik Ustaz sambil menunggu kami akan ada pertanyaan yang masuk via chat WhatsApp Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Barakallah pertanyaan dari kita saya mendapatkan ilmu dan mengenal Sunnah untuk menjaga atau memelihara dan memanjangkan jenggot dan alhamdulillah saya bisa Istiqomah menjalankannya yang menjadi pertanyaan Apakah pengetahuan dan pemahaman ini termasuk salah satu indikator bahwa Allah sayang kepada hambaNya atau kepada saya pribadi saja kalau kalian mau nasehatnya sangat baik sekali dari beliau yang bertanya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menyempurnakan limpahan taufiknya Kepada beliau dan ditambahkan keberkahan serta semangat untuk mengamalkan sunnah bagi beliau dan bagi kita semua ya ciri-ciri seperti tadi merupakan ciri-ciri kebaikan seseorang yang diberikan Hidayah mengenal sunnah kemudian dia mengenal hukum-hukum dalam Islam termasuk masalah jenggot kemudian dia amalkan ini kan semua Taufik dari Allah kebaikan yang Allah berikan termasuk dia mengenal Islam ya kita sudah tahu ini merupakan ciri-ciri kebaikan Man yuridillah kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan Allah jadikan dia paham dalam agama maka yang diterangkan tadi merupakan ciri-ciri kebaikan cuman kita syukuri kebaikan ini dengan cara kita menerimanya kita mensyukuri nikmat Allah kemudian kita tambah dan terus bersemangat mempelajari petunjuknya supaya nanti ada hal-hal yang lain yang belum kita ketahui kita pahami kemudian kita amalkan lagi maka semakin menjadikan kita selalu bersyukur nikmat Allah menjadikan menjadikan kita selalu semangat mengamalkan petunjuknya dan mensyukuri petunjuk tersebut dengan cara yang benar insyaallah dan jawabannya yang disampaikan demikian yang bertanya semoga bermanfaat kami angkat kembali masih via chat WhatsApp dari kita Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakallah karena penyakit stroke dan Bapak tidak bisa melakukan salat Jumat Apakah ada uzur bagi bapaknya untuk tidak melaksanakan salat Jumat karena sakitnya ini yang bertanya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan limpahan kebaikan dan taufiknya bagi beliau dan juga bagi kita semua ya orang yang kondisinya seperti ini tentu saja Dia memiliki udzur untuk tidak melaksanakan salat berjamaah di Masjid kecuali kalau Mungkin dia dalam keadaan Rumahnya dekat kemudian ada yang bisa mengantarnya ya kemudian ada yang bisa mengantarnya ke masjid untuk bisa melaksanakan salat berjamaah di masjid ya tentu ini kondisinya akan dilihat nanti dipertimbangkan maka di konsultasi kepada seorang dokter muslim yang bisa dipercayai Apakah penyakitnya ini tidak tidak menjadi semakin parah misalnya kalau dia tetap diantar ke masjid misalnya dia menggunakan kursi roda tidak semakin menambah para penyakitnya kalau seandainya tidak semakin menambah parah kemudian juga jaraknya dekat dan ada yang bisa mengantarnya maka tentu lebih baik untuk diantar ke masjid untuk bisa melaksanakan sholat berjamaah apalagi salat Jumat karena kita tahu di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dulu orang di papah ya untuk kemudian dimasukkan ke dalam soft agar dia bisa melaksanakan salat salat berjamaah sebagaimana yang disebutkan di dalam beberapa akar yang shahih Barakallah jawaban dan penjelasannya demikian pendengar yang bertanya dan semoga Allah berikan kesembuhan dan juga keistimewaan kepada bapak dan keluarga Barakallah 218236543 kita angkat kembali halo silakan sudah masuk ya ya Assalamualaikum Bapak ini Pak Dengan siapa Bapak mohon maaf dengan siapa Di mana Pak Budi di Rantau Prapat silahkan Pak pertanyaannya itu menjalankan ibadah puasa senin kamis dan satu lagi apakah ada puasa memperingati hari kelahiran apa ada sunnahnya gitu baik biasanya sangat baik dari pak Budi tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan rahmat dan keberkahan bagi beliau keluarga dan bagi kita semua ya puasa Senin dan Kamis disebutkan di dalam hadis yang shahih dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan ini dianjurkan bagi umatnya untuk mengamalkannya karena hadis-hadis yang menyebutkan anjuran tentang hal tersebut Adapun berpuasa untuk memperingati kelahiran ini tidak ada dalilnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika menyebutkan tentang puasa hari Senin tidak menjadikan itu sebabnya karena kelahirannya Buktinya apa para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma ini tidak mempengaruhi hari tersebut Abu Bakar As Siddiq tidak melakukannya Umar Bin Khattab kemudian mereka masing-masing juga tidak berpuasa ketika di hari kelahirannya seandainya ini kebaikan pasti telah diamalkan oleh sahabat-sahabat yang utama para ulama juga tidak menjelaskan Demikian Ya para sahabat para tabiin generasi terbaik umat ini tidak menyebutkan bahwasanya hari kelahiran diperingati dengan puasa ini tidak ada dalilnya tidak ada tuntunannya maka kita berpuasa sesuai dengan hal sesuai dengan apa yang disyariatkan di dalam Islam banyak puasa-puasa sunnah kayak tadi puasa senin kamis ada puasa 3 hari setiap bulan ada lagi yang lebih utama puasa ayyamul bidh 3 hari 3 hari-hari ketika bulan terang bulan purnama tanggal kemudian nanti ada puasa Arafah tanggal 9 Dzulhijjah yang keutamaannya menggugurkan dosa-dosa di tahun yang lalu dan tahun yang berikutnya Masya Allah ini banyak sekali bahkan disyariatkan berpuasa selama 9 hari awal bulan Dzulhijjah ini sampai tanggal 9 Zulhijah yaitu hari Arafah banyak puasa-puasa yang bisa kita kerjakan maka itu cukup Alhamdulillah dan itulah yang sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya Adapun puasa ketika hari kelahiran memperingati hari lahir apalagi ini tidak ada tuntunannya di dalam syariat ini adalah perbuatan yang mengada-ngada naudzubillahimindzalik jawabannya demikian bapak yang bertanya semoga bermanfaat Barakallah kami berikan kesempatan masih via telepon 236543 kita sampai kembali padanya berikutnya halo Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa umur di mana dari Ibu Sri Wahyu di Sumbawa Barat mengucapkan kita sebagai seorang istri sudah mengenal sunnah dan mulai menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan rasulnya Terus bagaimana sikap kita kepada suami yang belum mengenal sunnah ketika sebagai istri memberitahu kami suami belum mau menerimanya Bagaimana apa kita tetap untuk memberitahu suami atau kita memutuskan untuk mempelajari sunnah sendirian nasihatnya Ustaz Baik Ibu Sri Barakallah yang sangat baik sekali dari Ibu tadi ya yang ada di Sumbawa Barat tadi Kalau tidak salah Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan kebaikan bagi beliau keluarga dan bagi kita semua ya tetap kita berusaha menasehatinya bahkan ketika seorang istri ingin menasihati suaminya yang belum mengikuti kajian atau belum tertarik sama agama Ya seperti yang dilakukan istrinya maka ini merupakan bentuk Bakti yang terbaik seorang istri kepada suaminya ketaatan kepada suaminya tentu dalam bukan hanya ditujukan dalam urusan-urusan dunia ketika dia bisa mengajak suaminya dalam kebaikan Mas maka ini nilai dan keutamaannya sangat besar makanya dia berusaha dengan sungguh-sungguh karena ini pahala dan keutamaannya besar ya kalau dia berbuat baik kepada suaminya dalam misalnya melayaninya dalam hal makanan dalam hal mengurus rumah kemudian mengurus anak-anaknya ini pahalanya keutamaannya besar di sisi Allah apalagi kalau dia berbuat baik kepada suaminya dalam hal menjadi sebab suaminya mendapatkan hidayah kebaikan Maka jangan bosan-bosan dinasehati mungkin pertama kali nasehati belum menerima atau kadang-kadang suami merasa gengsi dia merasa lebih pintar dibandingkan istrinya Tidak mengapa kalau dia punya teman yang sudah berkeluarga ajak temannya undang dengan suaminya yang mungkin sudah mengikuti kajian agar bisa menasehati suaminya atau bisa ada teman yang menjadi Sebab Dia akan terpengaruh dalam kebaikan Masyaallah ini kita merupakan usaha yang sangat-sangat disyukuri dan sangat Insya Allah bernilai keutamaan besar di sisi allah subhanahu wa ta’ala Maka jangan putus asa terus berusaha menasehatinya terus berusaha untuk mengingatkannya tentang akhirat tentang kewajibannya sebagai kepala rumah tangga yang mudah-mudahan dengan sebab dia mengikuti pengajian akan memudahkan dia untuk mendidik keluarganya dengan sebaik-baiknya sehingga menjadikan dia dimudahkan untuk bisa melaksanakan tanggung jawabnya ketika bertanggung jawabnya ketika menghadap Allah subhanahu wa ta’ala pada kiamat nanti Barakallah kita angkat kembali halo saya akan sudah masuk Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Abu Hafsah di Riau silahkan silahkan pertanyaannya Pak mengikuti taklimnya Isra Mi’raj yang dilakukan oleh kaum muslimin yang biasa melakukan Isra Mi’raj tetapi diajak Pondok Salaf untuk mengikutinya sehingga Pondok Salafi ikut dengan alasan kita harus ikut karena ini pemerintah yang melakukannya alasannya kalau nggak ikut nanti kita tidak dapat bantuan dari pemerintah Apakah boleh kita mengikuti teknik kajian seperti itu yang dilakukan oleh seperti itu [Musik] pertanyaannya insya Allah kita akan sampaikan sangat baik tadi dari Abu Hafsah di Riau Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan kebaikan dan taufiknya bagi beliau dan bagi kita semua ya hal-hal yang seperti ini tidak boleh kita ikuti kita punya ketentuan di dalam Islam segala sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat Allah apalagi ini perbuatan yang mengada-ngada tidak dicontohkan di dalam sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga tidak sunnah para sahabat atau para tabiin dan tidak boleh kita mengikutinya dan setelah yang kita ketahui pemerintah pun tidak mewajibkan kita untuk melakukannya mereka juga tidak mewajibkan kita untuk melakukannya sampai pun kalau disuruh maka kita punya kaidah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda atau tidak ada ketaatan kepada seorangpun dalam berbuat maksiat kepada Allah ketaatan itu dalam hal kebaikan saja memang kita tidak berdakwah dengan cara yang keras dan kasar atau mengingkari sampai mengatakan orang yang berbuat ini kita langsung neraka tidak Terangkan bahwa perbuatan seperti ini perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan dalam hadis yang shahih riwayat al-bukhari dan Muslim mana amalan Siapa yang mengamalkan satu amalan orang yang tidak ada contohnya dari kami itu tertolak bahkan perbuatan Bid’ah diancam neraka ya walaupun sesat dan semua sesat diancam dalam neraka tapi ini bersifat ancaman tidak kita pastikan menimpa mereka mudah-mudahan mereka mendapatkan hidayah dan kembali kepada petunjuk allah subhanahu wa ta’ala yang benar tidak kita dakwahi mereka dengan cara yang keras dan kasar tapi tidak boleh juga ikuti sampai melaksanakan seperti yang dilaksanakan tersebut Apa bedanya orang-orang yang paham sunnah dan yang tidak paham sunnah kalau sampai harus ikut-ikutan dalam masalah ini Ini semua tidak benar apalagi hanya karena alasan bantuan saja alhamdulillah banyak ikhwan-ikhwan kita ataupun pondok-pondok yang tidak melaksanakan hal ini tetap dapat bantuan juga lagi pula bantuan yang kita tahu pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala kita dapatkan adalah dengan mengikuti ketentuan agamanya bukan dengan melanggar ketentuan agamanya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan berikan kemudahan selama kita berpegang teguh dengan petunjuknya dan petunjuk rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam nasihatnya demikian Abu Hafsah ya bahasa di Riau semoga bermanfaat dan menjadi pencerahan dan semoga kita berikan keistimewaan di atas sunnah kami akan kembali pertanyaan berikutnya Bagaimanakah hukumnya Ketika seseorang menyuruh kepada kebaikan dan Mengingatkan untuk menjauhi kemungkaran namun dia masih melakukan kemungkaran tersebut Ustadz Apakah dan belum bisa istiqomah dalam meninggalkannya Apakah orang seperti ini masuk dalam kategori orang-orang yang munafik Ustaz dan apakah tercela seseorang yang memerintahkan yang Ma’ruf atau menjaga kemungkaran tapi dia masih melakukannya mohon nasehatnya sangat baik sekali Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan balasan kebaikan bagi beliau yang bertanya dan juga untuk kita semua tentu saja bagi orang yang melakukan perbuatan seperti yang disebutkan dalam pertanyaan tadi kan disebutkan di dalam Alquran Wahai orang-orang yang beriman Kenapa kamu mengucapkan apa yang kamu tidak lakukan sangat besar kebencian di sisi Allah kamu mengatakan sesuatu yang kamu tidak lakukan sekarang ini jelas perbuatan yang tercela dia menasehati tapi dia sendiri melanggar bahkan melanggarnya dengan sengaja tetapi ketika ada seseorang yang mengetahui dirinya melakukan sesuatu kesalahan bersamaan dengan itu dia melihat orang melakukan kesalahan maka wajib dia mengingkari kesalahan tersebut bukan berarti dia berbuat salah ada orang berbuat salah dihadapannya maka dia menambah kesalahannya dengan membiarkan kemungkaran tersebut kita harus ingat kita punya kewajiban satu menjalankan hal-hal yang diperintahkan dalam agama kedua kita punya kewajiban mengingkari kemungkaran yang terjadi di hadapan kita jadi sampai pun kita sendiri atau orang itu sendiri melakukan pelanggaran dia wajib untuk mengingkari orang yang melakukan pelanggaran yang ada di hadapannya jangan sampai dua-duanya dia salah Sudah Dia berbuat melanggar ada orang berbuat salah dia tidak tegur itu penjelasan dari para ulama kita Oleh karena itu kalau ada orang yang merasa dirinya belum mampu melaksanakan satu kewajiban tapi dia dapatkan kesempatan atau dia punya mungkin dia punya pengaruh di masyarakatnya untuk menasehati hendaknya dia menasehati masyarakatnya untuk melaksanakan kewajiban tersebut mudah-mudahan dengan sebab ini Allah membuka hatinya untuk bisa mengamalkannya sepanjang dia tidak dia menolak kebaikan itu bukan karena mengingkari bukan karena dia sendiri tidak mau melakukannya tapi dia merasa dirinya lemah imannya masih lemah mudah-mudahan dengan Sebab Dia menegur atau menasehati masyarakatnya Allah akan bukakan hidayah bagi dirinya untuk menguatkan dia mengamalkan kebaikan tersebut apalagi jelas seseorang yang punya iman pasti ketika dia menasehati orang lain ucapannya itu akan kembali kepada dirinya sendiri ya maka yang seperti ini jelas tidak bisa dikatakan sebagai orang munafik orang munafik itu kan artinya orang yang menyembunyikan kekufuran di dalam hatinya menampakkan keislaman jadi beda keadaannya orang munafik itu misalnya dia menyebutkan seolah-olah beriman kepada Allah dan hari akhir padahal hatinya benci orang ini tidak membencinya jelas kalau dia benci kepada Allah dan rasul tidak jadi hatinya berarti dia munafik tapi kalau dia cuma tadi dikatakan pertanyaannya dia lemah dia belum mampu lakukan ada kemungkaran yang Dia larang orang Lakukan ternyata dia masih lakukan ya tanpa dia membenci atau tidak tanpa dia mengingkari pelaksanaan kewajiban Atau meninggalkan kemungkaran tersebut bukan dia menentang hukumnya tapi karena dia merasa dirinya lemah maka ini jelas bukan orang munafik kita katakan dengan sebab dia melakukan ini mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukakan hatinya kuatkan dirinya untuk melaksanakan hal yang belum bisa diamalkannya tersebut dan meninggalkan kemungkaran yang belum bisa ditinggalkan ditinggalkannya tersebut nah Barakallah jawabannya nasib yang disampaikan dan sebagainya menjadi jawaban yang bermanfaat bagi pendengar dan juga bagi kita semua jazakumullah dan ini merupakan pertanyaan kami terakhir di kesempatan pagi ini sebagai ikhtiar dan kesimpulan kajian pasti akan pembahasan kita kali ini tentang lanjutan dari bagaimana kita mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kemahandaannya kemudian mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala dengan merenungkan kebaikan-kebaikan dan limpahan nikmatnya dua arah ini menjadikan kita semakin mengenal Allah semakin mencintai Allah dan semakin selalu memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam semua keadaan kita kalau ini bisa kita lakukan dan kita sempurnakan maka kita akan benar-benar meraih kedudukan yang mulia di sisi Allah bisa menyempurnakan penghambaan diri kita beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan benar disertai cinta selalu memuji Allah selalu mengagungkan Allah disertai dengan sikap selalu merendahkan diri takut dan berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga Allah mudahkan itu bagi kita semua Insya Allah akan ada kelanjutan kajian ini dipertemuan berikutnya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mudahkan Barakallah fikum mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Salallahu Wassalam warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh dan kami mengucapkan jazakumullah kita akan Sambung kembali kesempatan pertama akan datang Jasa Keuangan kepada kru di Kendari yang membantu melaksanakan kajian ini Barakallah demikian pembahasan dan kajian di pagi ini kami mohon maaf ada beberapa pertanyaan tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada dan kajian al-faid kita akan simak kembali di kesempatan Kamis yang akan datang demikian dan semoga Allah berikan Taufik dan hidayah bagi kita untuk memahami kajian dan pelajaran di pagi ini dan memudahkan bagi kita untuk mengamalkannya dan kami akhiri dengan cover atau majelis Subhana Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh allahu akbar allahu akbar allahu akbar lallah Allah u Akbar Allahu Akbar Walillah

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *