warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin wa sholatu Wassalamualaikum para pemirsa Rodja TV di manapun Anda berada kami hadirkan untuk anda semua dan keluarga anda satu kajian ilmiah secara langsung mudah-mudahan apa yang kita simak bersama ini bermanfaat untuk kita dan juga untuk keluarga kita dan studio akan mengucapkan selamat menyimak kajian berikut ini jazakumullah Khairan Barakallah fiikum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu warosuluh ya ayyuhalladzirallah ya ayyuhan [Tertawa] Sallallahu Alaihi Wasallam Hari ini adalah hari Kamis tanggal 3 Zulhijah 1444 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 22 Juni 2023 masehi kita akan melanjutkan kembali pembahasan dari hadis Al Arbain nawawiyah sekarang kita sampai kepada hadis yang ketiga hadits yang ketiga yaitu hadis Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhuma kita baca terlebih dahulu hadis yang ketiga ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] artinya dari sahabat Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar semoga Allah meridhoi keduanya ia berkata Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Islam dibangun di atas 5 pilar yang pertama persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah pilar yang kedua mendirikan salat gelar yang ketiga menunaikan zakat pilar yang keempat pergi haji dan pilar yang kelima shaum Romadhon jadi puasa di bulan Ramadan hadis riwayat Bukhari dan Muslim Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelum kita melihat keterangan para ahli ilmu tentang hadis yang mulia ini hadis Ibnu Umar hadits yang ketiga dari Al Arbain nawiyah ini maka saya ingatkan kepada diri saya pribadi dan seluruh jamaah bahwa kita berada pada hari-hari yang mulia hari-hari yang sangat istimewa sekali Artinya bahwa seluruh amal-amal Saleh amal-amal baik apa saja yang dikerjakan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini adalah sangat-sangat dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada kita dalam hadis yang shahih minha kata nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada hari-hari apabila amal saleh dikerjakan padanya maka lebih dicintai oleh Allah melainkan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah Ini kata nabi kemudian di antara sahabat bertanya kepada nabi yang mulia kaifal jihad fisabilillah Al jihadu fisabilillah Ya Rasulullah Bagaimana dengan jihad fisabilillah kata nabi yang mulia Wal jihad fisabilillah tidak pula dengan jihad fisabilillah dengan jiwa dan hartanya dan tidak kembali lagi dalam kehidupannya di dunia yakni alias mati syahid dalam jihad fisabilillah inilah keterangan nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam tentang keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini marilah kita meningkatkan dan meningkatkan amal-amal Saleh kita pada hari-hari yang mulia ini pada hari-hari yang istimewa ini dengan memperbanyak amal-amal Saleh perbuatan-perbuatan baik dan semuanya itu sangat-sangat dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali kita kembali kepada hadis yang mulia tadi hadis yang ketiga hadis Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhuma semoga Allah meridhoi keduanya Di mana Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan kepada kita tentang lima rukun agama Islam di sini kita akan membacakan keterangan dari Syekh Abdul Muhsin dalam kitabnya Fathul qawi Beliau rahimahullah mengatakan Islam itu dibangun di atas 5 pilar Islam dibangun di atas 5 pilar kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka di sini dikatakan di dalamnya menjelaskan tentang Agungnya perkara Agungnya kelima pilar tersebut dan bahwasanya agama Islam ini dibangun di atas 5 pilar itu di dalamnya ada penyerupaan antara agama Islam dengan sebuah bangunan yang dapat dilihat yang dapat di indra atau dapat dilihat Al hijri bahwa bangunan atau sebuah bangunan yang seperti rumah ataupun yang lainnya yang tidak dapat berdiri kokoh kecuali dengan tiang-tiangnya dengan pilar-pilarnya Islam demikian pula dengan agama yang mulia ini agama Islam tidak akan dapat tegak kecuali dengan pilar-pilarnya dengan pilar-pilarnya yang lima tadi Ilham dan mencukupkan untuk penyebutan 5 pilar tadi karena 5 pilar tersebut sebagai pondasi atau sebagai dasar bagi kewajiban-kewajiban yang lainnya yakni bagi ajaran-ajaran Islam lainnya jadi ajaran-ajaran Islam lainnya syariat-syarat Islam lainnya itu mengikut kepada lima pilar yang Nabi sebutkan tadi inilah keterangan dari Syekh di sini Hafiz Allah bahwa nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan sebuah permisalan sebuah perumpamaan kepada kita semua bahwa agama Islam itu bagaikan sebuah bangunan yang memiliki pilar-pilar yang memiliki tiang-tiang atau penyangga-penyangga artinya dengan pilar-pilar tersebutlah bangunan dapat dibangun dengan kokoh begitu pula dengan agama Islam Ia memiliki 5 pilar atau 5 rukun yang tadi telah dijelaskan inilah keterangan dari nabi yang mulia dalam rangka mendekatkan pemahaman kita kepada agama yang mulia ini bahwa tanpa tiang-tiang tersebut tentu tidak akan tegak yakni agama seorang hamba kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lihat kembali di sini keterangan lebih lanjut imam nawawi membawakan hadis Ibnu Umar ini setelah beliau membawakan hadis yang kedua yaitu hadis Jibril wahuwa mustami Luna yang mana hadis Jibril juga mencakup keterangan dari nabi tentang 5 rukun Islam [Musik] yang mana hadis ini mencakup pembahasan 5 rukun Islam tentang pentingnya pentingnya 5 pilar tersebut merupakan pondasi bagi bangunan agama Islam ini Jibril bahwa hadis Ibnu Umar ini memiliki tambahan makna yang tidak ada pada hadis Jibril yaitu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis Ibnu Umar ini memberikan tambahan berupa permisalan perumpamaan bahwa agama Islam itu seperti sebuah bangunan Ia memiliki pilar-pilar atau tiang-tiang yang menyangga bangunan tersebut inilah berkaitan dengan tambahan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jadi dengan kata lain bahwa hadis Ibnu Umar ini tidak atau bukanlah Pengulangan dari hadis sebelumnya bukanlah ya hadis yang diulang-ulang dari hadis sebelumnya itu Hadits Jibril melainkan hadis ini memberikan keterangan tambahan bahwa agama Islam itu bagaikan sebuah bangunan yang memiliki pilar-pilar yang harus dijaga jadi kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu muslim baik pria maupun maupun wanita baik Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali kita lihat di sini keterangan dari Syekh hafizahullah ta’ala hadir arkanul Hamzah alati Bunny Alaihissalam berkaitan dengan rukun Islam yang lima ini yang agama Islam dibangun di atasnya rukun yang pertama dari rukun-rukun agama Islam adalah dua kalimat syahadat bahwa dua kalimat syahadat ini adalah pokok dari semua pokok-pokok yang disebutkan setelahnya ini merupakan pokok dari 4 pokok jadi dari empat rukun setelahnya itu jadi 4 rukun yang disebutkan setelahnya ini salat zakat siam dan haji ini semua ikut kepada rukun Islam yang pertama mengikuti rukun Islam yang pertama fana tanpa ini tidaklah bermanfaat rukun-rukun tersebut dan amal-amal lainnya jika tidak dibangun di atas dua kalimat syahadat artinya ketika seorang mengerjakan salat mengerjakan zakat mengeluarkan zakat siap Romadhon atau pergi haji namun tidak beres syahadatnya tidak beres tauhidnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka tidak tidak berguna amal-amalnya tersebut tidaklah bermanfaat amal ibadah yang tersebut tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena jelas tauhidnya tidak benar tauhidnya tidak beres Dan inilah pentingnya kita untuk kembali memahami tauhid kita untuk kembali mempelajari tauhid memahaminya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari agar amal-amal Apa saja yang kita kerjakan diterima oleh Allah subhanahu wa taala karena dasarnya adalah keikhlasan beribadah itu karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lihat di sini kembali wahuma mutalazimatan labuda Min syahadati Anna muhammadan Rasulullah masahadati ala ilaha illallah dua kalimat tersebut dua kalimat tersebut sangat berkaitan satu dengan yang lain Artinya bahwa persaksian bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah maka bersama dengan persaksian bahwa tidak ada ilah tidak ada sembahan yang disembah dengan benar melainkan Allah jadi dua kalimat ini dua kalimat syahadat ini haruslah Berjalan seiring haruslah berjalan dengan seiring ya ini ketika seorang bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengikhlaskan semua bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dia juga harus yakni tauhidul ittiba betul-betul ittiba kepada nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam dalam amal-amalnya tersebut karena dua hal ini merupakan syarat diterimanya amal ibadah syarat diterimanya amal ibadah banyak dalil-dalil yang menyebutkan hal ini di antara dalilnya bisa kita lihat dalam surat al-kahfi ayat yang terakhir dari surat al-kahfi Arab artinya barangsiapa yang berharap berjumpa dengan rabb-nya kelak di negeri akhirat hendaknya dia beramal saleh dan tidak berbuat Syirik kepada Allah dengan apapun juga yakni dikatakan amal saleh apabila amal tersebut muwafiq kan oleh sunnah sesuai dengan sunnah nabi shallallahu alaihi wasallam dan tentunya tidak berbuat Syirik artinya dia betul-betul ikhlas mengerjakan amal ibadah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian kita kembali di sini dan kandungan dari Syahadah dari persaksian Allah ilaha illallah tidak ada sembahan yang berada disembah dengan benar melainkan Allah yaitu adalah tidak beribadah melainkan hanya kepada Allah saja tidak kita beribadah melainkan hanya kepada rabbul alamin kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala muhammadan Rasulullah dan kandungan dari persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah Anta Kun Anta abihi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Yang hendaknya suatu ibadah haruslah cocok dengan contoh Rasul sesuai dengan contoh nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam Dan inilah dua pokok yang harus ada jika amal ibadah ingin diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang siapapun yang hendak beramal ibadah siapapun yang hendak beramal saleh maka harus ya yakni berdiri diantara berdiri pada dua syarat ini yaitu ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala dan sesuai dengan contoh nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam maka wajib betul-betul mengikhlaskan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengikhlaskan amal ibadah hanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun juga diharuskan mengikuti contoh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ayat yang menjelaskan hal ini juga banyak sekali di antaranya dari surat al-imran ayat 31 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kul Katakanlah wahai Muhammad kepada manusia seandainya jika kalian mengklai mencintai Allah jika kalian mengklaim mencintai Allah maka Ikutilah aku ini ikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalian akan dihapus oleh Allah dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang inilah berkaitan dengan ayyatul imtihan ayat yang menguji yang mengetes Siapa saja yang mengaku cinta kepada nabi cinta kepada Allah dan rasulnya maka harus dibuktikan dengan ittiba Yaitu mengikuti contoh Nabi dalam beragama sesuai dengan contoh rasul dalam beragama ini dan tidak yakni melenceng dari contoh Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam daripada dasarnya dalam beragama Islam ini sangat mudah sekali yakni ada contohnya dari nabi kita ikuti tidak ada contohnya dari nabi jangan diikuti inilah keterangan dari ayat yang mulia tadi jika kita ingin dicintai oleh Allah dosa-dosa kita akan dihapus oleh Allah subhanahu wa taala maka ikuti oleh Rasulullah dalam beragama contohlah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam beragama Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala ini keterangan dari penulis kemudian di sini penulis membawakan keterangan dari al-hafir dalam kitabnya al-fath dikatakan Fain Qila 5 lam yudzkar Al Iman Malaikat Jibril alaihi salam kalau ada orang yang berkata atau ada orang yang bertanya Mengapa dalam hadis ini tidak disebutkan beriman kepada para nabi beriman kepada para malaikat dan yang lain yang lainnya sebagaimana yang bisa kita lihat dari pertanyaan Malaikat Jibril dalam hadis Jibril murah di sini bahwa maksud dari Syahadah atau persaksian ya bahwa Muhammad adalah utusan Allah yaitu membenarkan Rasulullah SAW dari apa-apa yang beliau bawa membenarkan Seluruh ajaran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka [Musik] sudah beruntung tercakup padanya yakni beriman kepada nabi itu membenarkan seluruh ajarannya diantaranya adalah membenarkan dan meyakini atau beriman kepada seluruh hal-hal yang menjadi keyakinan yang merupakan akidah yang merupakan bagian dari keyakinan seorang muslim akidah seorang muslim [Musik] berkata Al Ismail ini berkaitan dengan hal ini bahwa yang seperti ini adalah seperti menyebutkan yakni sebagian ya dari yang lainnya Artinya bahwa mencukupkan untuk menyebutkan satu saja maka sudah terwakili seluruhnya sudah terwakili seluruhnya karena takut sebagaimana Anda berucap Alhamdulillah saya membaca alhamdulillah al-fatihah dan yang engkau masuk adalah bahwa engkau membaca surat al-fatihah sekali lagi ketika seorang mengatakan saya membaca alhamdulillah saya membaca surat al-fatihah itu birisa latin Muhammadin demikian pula Ketika anda berucap saya bersaksi ya saya bersaksi tentang Risalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yakni meyakini atau bersaksi tentang semua yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini makna dari ya syahadat atau persaksian bahwa yakni Muhammad adalah utusan Allah subhanahu wa ta’ala wallahualam jadi kalau kita lihat ya dari makna persaksian Muhammadur Rasulullah Ya yang pertama Ya tentunya adalah pasti kufume Akbar membenarkan apa-apa yang beliau Kabarkan ya kemudian yakni menerima apa-apa yang beliau perintahkan kemudian menjauhi larangan-larangan beliau dan tidaklah kita beribadah kecuali dengan petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jadi sekali lagi berkaitan dengan persaksian atau syahadat Muhammad Rasulullah terkandung empat hal tadi yakni pertama mentaati apa yang beliau perintah ya menjauhi apa yang beliau larang membenarkan semua kabar-kabar dari beliau dan yang keempat tidaklah kita beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang di syariatkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala inilah berkaitan dengan yakni dua kalimat syahadat ya dua kalimat syahadat Lailahaillallah kemudian Muhammad Rasulullah Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentu ini harus dipelajari kembali diulang-ulang kembali berkaitan dua dengan dua kalimat syahadat ini karena dua kalimat syahadat ini memiliki makna memiliki kandungan memiliki konsekuensi jika seorang telah mengucapkan kalimat Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah maka benar-benar dia Buktikan dalam kehidupan sehari-hari dari kalimat Lailahaillallah betul-betul keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala ya sebagaimana Allah Nyatakan dalam surat al-an’am misalnya ayat 162 163 cool Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin artinya Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka Sungguhnya salatku ibadahku hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah alam semesta alam semesta tidak ada sekutu baginya dengan demikianlah kode perintah dan Aku adalah orang yang pertama kali Berserah diri kepada Allah dengan Tauhid inilah berkaitan dengan yakni perwujudan dari kalimat Lailahaillallah Lailahaillallah tidak ada ilah tidak ada sembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah Adapun kalimat Muhammad Rasulullah betul-betul kita dibuktikan dalam kehidupan ini dalam beribadah kepada Allah bahwa semua bentuk ibadah harus sesuai dengan contoh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Karena nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan peringatan kepada siapa saja apabila amal ibadah tidak sesuai dengan contoh beliau maka tertolak dalam hadis yang mulia Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Man Amil amalan Laisa Alaihi Amru Naa fahuwaron Barang siapa mengamalkan suatu amalan atau sebuah amalan yang tidak ada contohnya dalam agama kami maka tertolak dia kata nabi tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan inilah kerugian yang sangat apabila seorang beribadah tanpa contoh dari nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam marilah kita kembali melihat kepada tauhid kita masing-masing Apakah sudah baik apakah sudah semakin baik kita dalam bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Apakah sudah semakin baik kita dalam mencontoh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dalam beribadah kepada Allah maka hendaknya kita mengevaluasi kembali mengevaluasi kembali tauhid kita selama ini mengevaluasi kembali yakni ittiba kita kepada nabi mencontoh kita kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam agar kita semakin ee maksimal dalam bertauhid kepada Allah mengikhlaskan amal ibadah kepada Allah dan semakin maksimal pula ittiba kita kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lanjut sekarang kepada rukun iman yang berikutnya keterangan dari Syekh Abdul Muhsin disini hafizahullah ta’ala Beliau mengatakan ahammu arkanal islamil Hamzah rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat adalah salat kata beliau Islam dan Rasulullah SAW telah mensifati salat itu sebagai tiang agama tiyang agama bayangkan artinya ketika seorang tidak mengerjakan salat misalnya meninggalkan salat misalnya kesengsaraan bagi si hamba kebinasaan bagi saya hamba Karena nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam selalu mengingatkan agar umat ini mengerjakan Ibadah salat dan tentunya nabi yang mulia sampai akhir hayatnya sampai di penghujung kehidupannya sebelum nyawa nabi dicabut oleh malakul maut nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam ingatkan kepada kita semua Assala Assala wama malaikat aimanukum salat salat dan apa yang menjadi kewajiban kalian terhadap hamba sahaya kalian inilah berkaitan dengan Pesan Terakhir nabi yang mulia kepada kita semua umat Islam agar kita perhatikan tentang salat tentang ibadah salat kita ibadah salat kita Artinya bahwa dalam beragama ini sangat mudah sekali Coba kita perhatikan berkaitan ini kembali agak mundur sedikit dari keterangan berkaitan dengan 5 Rukun agama Islam bahwa dalam beragama Islam kalau kita lihat 5 rukun Islam ini yakni dua kalimat syahadat salat zakat siap Ramadan dan pergi haji maka semuanya ini Mudah dikerjakan semuanya ini mudah dilaksanakan tentunya apabila seorang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan contoh nabi yang mulia shallallahu alaihi wasallam yang pertama adalah tadi dua kalimat syahadat yang telah kita Jelaskan ini akan mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala Jika dia betul-betul berkeinginan kuat untuk bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala maka semuanya akan dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala Kemudian yang kedua berkaitan dengan ibadah salat ini sehari semalam hanya lima waktu saja sehari semalam hanya 5 waktu saja biasa kita bayangkan ya kita bandingkan dengan umat-umat terdahulu ya salat mereka itu lebih dari 5 waktu dalam sehari semalam makanya Ketika Nabi Shallallahu alaihi wasallam pada saat Mi’raj ke langit nabi yang mulia Shallallahu salam mendapatkan perintah dari Allah salat 50 waktu sehari semalam maka akhirnya singkatnya dikurangi dan dikurangi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan akhirnya menjadi lima waktu sehari semalam yang pahalanya itu sama dengan 50 waktu sehari semalam Coba kita lihat salat yang sehari semalam hanya 5 waktu saja masih banyak di antara umat Islam ini yang menyepelekan salat tidak mengerjakan Ibadah salat bayangkan ya kita perhatikan sejenak firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkaitan dengan penghuni neraka sakor masalah [Musik] penduduk neraka sakor ketika ditanya mereka ini apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka sakor Apa yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka sakor para penghuni neraka sakor menjawab mereka mengatakan apain kami tidak mengerjakan Ibadah salat kami tidak mengerjakan Ibadah salat Jadi kami meninggalkan salat inilah berkaitan dengan peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ancaman dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi siapa saja yang dengan sengaja meninggalkan ya meninggalkan salat lima waktu maka diancam oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan neraka sakor hendaknya ketika hendaknya kita perhatikan lagi Bagaimana Salat kita apa yang kita kerjakan dari salat hendaknya betul-betul sesuai dengan contoh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ini berkaitan dengan salat kemudian yang ketiga berkaitan dengan yakni zakat ini pun sangat mudah sekali Bagi Muzakki bagi orang-orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat hanya dua setengah persen saja sangat kecil sekali sangat kecil sekali dan ini menunjukkan kemudahan dalam beragama Islam menunjukkan apa kemudahan dalam beragama Islam Itu pun kalau sudah memenuhi syarat-syaratnya yakni mencapai nisabnya yakni minimal ya senilai 85 gram emas dan sudah yakni mengendap setahun ini haul artinya bertanya bahwa ini sangat mudah sekali sangat mudah sekali dan hanya dua setengah persen saja Kemudian yang keempat adalah ibadah siang ibadah Siang pun sangat mudah karena kewajiban ini sekali dalam setahun saja yakni sebulan dalam 12 bulan itu hanya sebulan ini bulan Ramadan yang diwajibkan untuk siang jadi wajib untuk ibadah Syam adapun yang kelima ibadah haji ini pun hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu bagi mereka yang yang mampu Yang jelas intinya Kesimpulannya adalah bahwa lima rukun agama Islam ini adalah mudah yakni Mudah dikerjakan mudah dipelajari mudah dipahami dan mudah pula dilaksanakan dalam kehidupan kita Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentunya Hal ini berdasarkan hadis nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam nabi mengatakan kepada kita innaddina Yusron kata Nabi Sesungguhnya agama Islam ini mudah Inna Dina Yusron sesungguhnya agama Islam ini mudah ya Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga dalam ayat Alquran banyak menjelaskan kepada kita tentang kemudahan agama Islam ya tentang kemudahan-kemudahan agama yang mulia ini para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali di sini kita lanjutkan lagi kita dengarkan keterangan dari Syekh hafizahullah dimana Beliau mengatakan kepada kita gamafi hadifi wasiatihi Shallallahu Alaihi Wasallam disifati oleh Rasulullah SAW sebagai tiang agama Islam sebagaimana dalam hadis yang merupakan wasiat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat Muad Bin Jabal yaitu hadis yang ke-29 dalam kitab Al Arbain nawiyah ini di mana Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan berkaitan dengan apa yang akan hilang dari agama ini yang terakhir yaitu salat yaitu salat dan salat merupakan amalan yang pertama kali yang akan dihisab oleh Allah subhanahu wa ta’ala kelak di negeri akhirat pada diri seorang hamba terima katakan kepada kita salat yang artinya amalan yang pertama kali amalan yang pertama kali ia akan dihisab oleh Allah pada diri seorang hamba nanti di akhirat adalah salatnya apabila salatnya beres beres pulalah amal-amal yang lainnya dan jika salatnya sudah tidak beres maka Bagaimana dengan amal yang lainnya di sini bisa kita ya Mulia Shallallahu Alaihi Wasallam nabi mengatakan tadi apabila salatnya beres maka beres pula amalan yang lainnya maknanya apabila salat yang dikerjakan betul-betul sesuai dengan contoh rasul ya Sesuai dengan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka amal-amal yang lain pun akan diusahakan sesuai pula dengan contoh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam namun kebalikannya jika salat yang dikerjakan tidak beres yakni tidak sesuai dengan contoh Rasul maka Bagaimana dengan amal yang lainnya kata nabi Nah di sini bisa kita lihat bahwa salat merupakan barometer sebagai amal-amal yang lain salat merupakan barometer bagi amal-amal yang lainnya artinya kita bisa menilai ibadah seorang itu dari salatnya cukup kita lihat seorang dari belakang begitu ketika orang ini atau Si Fulan ini Salat kita bisa perhatikan salat orang ini dari arah belakang dari mulai diatur oleh ihram bertakbir takbir oleh ihram sampai salam Apakah salat yang dikerjakannya sesuai dengan contoh Rasul atau tidak Ini bisa kita saksikan bisa kita lihat sendiri Langsung kita buktikan artinya ketika Si Fulan ini mengerjakan salatnya mulai dari Takbiratul ihramnya sampai salamnya betul-betul dia usahakan sesuai dengan contoh Rasul ya sebagaimana nabi mengatakan Shollu kamaroitumuni usali salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat ya diupayakan salatnya dari Takbiratul ihramnya dari rukuknya dari i’tidalnya dari sujudnya dari duduknya dari tasyahudnya sampai kepada salamnya betul-betul diusahakan sesuai dengan contoh Rasul maka berarti orang ini memiliki perhatian terhadap sunnah nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga orang ini atau Fulan ini akan berusaha pula ya mengikuti contoh rasul dalam amal-amalnya yang lain yang di dalam setiap Ramadan menyediakan sesuai dengan contoh rasul dalam hajinya dalam umrohnya di sesuai dengan contoh Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dalam ibadah-ibadah yang lainnya kurbannya dan lain-lainnya betul-betul dia usahakan sesuai dengan contoh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam jadi salat yang merupakan Barometer bagi amal-amal yang lain sebagai tolak ukur bagi amal-amal yang lain tidak salat jika salatnya beres maka beres pulalah amal-amal yang lain dan jika salatnya tidak beres maka tidak beres pula amal-amal yang lain Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala ini berkaitan dengan ibadah yang agung ibadah yang sangat mulia sekali ibadah salat kemudian dikatakan pula di sini Wal kafir salat ini sebagai pembeda antara muslim dan kafir muslim dalam hadis imam muslim dikatakan seperti itu dan untuk pengerjaan salat ini bisa dilihat dalam dua yakni keadaan atau dua bentuk yang pertama adalah wajib adalah wajib yaitu dikerjakan ya dengan perbuatan-perbuatan ya yang memang dikategorikan dia sebagai salat yang wajib dan yang kedua adalah mustahab yakni sunat salat yang sunat begitu wallah yaitu sebagai pelengkap atau penyempurna bagi salat yang wajib tadi penyempurna bagi salat yang wajib Jadi kalau seorang sudah mengerjakan soal salat yang wajib ya salat lima waktu tadi maka dia berupaya untuk mengerjakan salat ya qobliyah dan ba’diyahnya untuk menyempurnakan salat wajibnya tersebut dengan mengerjakan perbuatan-perbuatannya atau pekerjaannya yakni dia menyelesaikan salat sunatnya itu dengan sempurna agar salat sunatnya ini sebagai penyempurna ya atau sebagai ya penambah atau penyempurna bagi salat wajibnya tersebut Nah inilah berkaitan dengan ibadah salat kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lanjut sekarang kepada zakat ya kepada ibadah yang kedua atau rukun yakni yang berikutnya yaitu berkaitan dengan zakat dikatakan oleh penulis Shallallahu Alaihi Wasallam zakat adalah di sini yakni yang terus ya menemani atau yang mendampingi ya ibadah salat yang terdapat dalam Alquran dan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana contohnya di sini dibawakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat at-taubah ayat 5 dalam surah at-taubat 5 Allah berfirman Fain tabu waqqa musholah maka Apabila mereka bertaubat mendirikan salat menunaikan zakat maka ya Lepaskanlah mereka Biarkanlah mereka Nah inilah berkaitan dengan ibadah salat dan zakat digandengkan di sini jadi disebutkan pertama ibadah salat Kemudian yang kedua disebutkan ibadah zakat artinya kalau salat jelas hubungan Hamba dengan rabbul alamin Adapun zakat antara sama manusia habluminannas salah disebutkan dalam ayat yang mulia ini yang artinya maka Apabila mereka bertaubat mendirikan salat dan menunaikan zakat maka mereka adalah saudara kalian dalam agama inilah yang berkaitan dengan ibadah yang mulia ini ibadah zakat ibadah harta makanya ketika Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu taala Anhu Semoga Allah meridainya menjadi khalifah ya maka terjadi yakni peristiwa besar di zaman itu munculnya orang-orang yang murtad dan orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat maka di sini khalifah memiliki sikap yang tegas memerangi orang-orang yang murtad dan memerangi orang-orang yang tidak mau bayar zakat ketika itu di mana orang-orang Itu ya mereka tidak mau bayar zakat karena mereka beralasan bahwa zakat itu dikeluarkan ketika nabi masih hidup dan ketika nabi sudah wafat mereka beranggapan dan berkeyakinan tidak ada zakat lagi Nah inilah yang menjadi masalah besar ketika itu sehingga Abu Bakar As Siddiq ya dan disetujui oleh seluruh para sahabat mengerahkan kekuatannya untuk memberikan pelajaran kepada orang-orang yang murtad ketika itu dan orang-orang yang tidak bayar zakat Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lihat di sini kembali mualaf menulis membawakan ayat lagi dalam surat al-bayyinah [Musik] Artinya Dan tidaklah mereka diperintah kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas lurus ya Dan mereka mendirikan salat menunaikan zakat itulah agama yang lurus itulah agama yang benar Jadi ibadah zakat ini adalah ibadah harta yang memang dari sisi kemanfaatannya ini banyak sekali dan tentunya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mewajibkan zakat bagi orang-orang yang kaya yang tentunya kemanfaatannya akan tertuju kepada orang-orang fakir dan tidak membahayakan bagi orang-orang kaya tersebut karena zakat ini hanyalah ya dua setengah persen saja dari harta orang kaya yang melimpah itu dari harta orang kaya yang banyak itu jadi Hanya dua setengah persen Hanya dua setengah persen jadi inilah berkaitan dengan ibadah harta itu zakat yang diterangkan di sini oleh penulis hafizahullahu ta’ala baik Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lanjut kepada Syekh Ramadan Ya saya yang Ramadan di mana mualaf yang mengatakan kepada kita di sini Ramadan ibadah nih ya Adapun siang Ramadan merupakan ibadah fisik ya ibadah fisik wahai Yasirun bainal Abdi wabaini Rabbi ibadah puasa ini tergolong ibadah yang bersifat rahasia antara seorang hamba dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak dapat dilihat tidak dapat diketahui oleh Allah subhanahu wa ta’ala kecuali oleh Allah subhanahu wa ta’ala di antara manusia pada bulan Ramadan sebenarnya ya bahwa dia adalah berbuka begitu ya di sana dia berbuka namun Sebenarnya dia berpuasa ya dia berpuasa atau kebalikannya ataupun kebalikannya jadi ketika seorang kok dikira dia yakni berpuasa namun pada dasarnya dia tidak berpuasa jadi orang ya tidak menyangka ketika Si Fulan itu berpuasa ya maka yakni disangkanya tidak berpuasa atau kebalikannya begitu pokoknya qunul Insan Soimah bin navlin An Nahl muftir Wali Haza fil hadis sahih Alal insana Yu jaza alamani Al hasanub Al hasannatubi ashri hamsaliha di dalam hadis yang shahih disebutkan bahwa amalan seorang hamba akan dibalas oleh Allah subhanahu wa ta’ala satu kebaikan bisa berlipat pahalanya menjadi 10 ini sampai kepada sampai kepada 700 kali lipat maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Dalam Hadis Qudsi kecuali puasa kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya Puasa itu adalah bagiku dan akulah yang akan mengganjarnya akulah yang akan memberikan balasan kepadanya kata Allah subhanahu wa taala Raul Bukhari Muslim hadis riwayat Bukhari dan Muslim maknanya adalah bahwa ganjarannya pahalanya Tanpa Batas hanya Allah yang tahu hanya Allah yang tahu seberapa banyaknya balasan atau pahala yang akan didapat oleh seorang hamba kemudian dikatakan sini Wal A’malu kuluha lillahi Azza Wa Jalla [Musik] dan seluruh amal-amal itu dikerjakan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana dua ayat ini menjelaskan ya yang artinya Katakanlah wahai Muhammad kepada manusia sesungguhnya salatku ibadahku hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb alam semesta tidak ada sekutu baginya dengan demikian aku diperintahkan dan Aku adalah orang yang pertama kali Berserah diri kepada Allah dengan Tauhid wa innamahusaum bihalal hadits Bi annahu lillahi minhafa hadzil ibadah tentunya disebutkan dalam hadis tadi bahwa bahwasanya puasa itu hanyalah untuk Allah karena di dalamnya ada kerahasiaan ada kerahasiaan ini sifat ibadah puasa ini adalah rahasia antara seorang hamba dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan ibadah siang ini tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya tadi dikatakan oleh rabbul alamin sesungguhnya Puasa itu adalah untukku dan akulah yang akan mengganjarnya ia akan memberikan pahala kepadanya inilah sifat dari ibadah puasa yaitu rahasia antara seorang hamba dengan Allah subhanahu wa ta’ala baik para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lanjut kepada rukun iman yang kelima pembahasan yang terakhir dikatakan di sini oleh penulis hafizahullahu taala Haji baitilail haram ibadah Adapun ibadah haji ke Baitullah adalah ibadah harta dan ibadah fisik sekaligus yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah wajibkan sekali seumur hidup sekali seumur hidup dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan dalam hadis-hadis beliau diantaranya Barang siapa berhaji ke Baitullah tidak berbuat wafat yakni berkata yang kotor dan tidak berbuat kefasikan maka dia akan kembali bersih sebagaimana dia dilahirkan oleh ibunya yang dibersih dari dosa-dosa sebagaimana dia lahir dari perut ibunya tidak memiliki dosa hadis bin Bukhari Muslim wakauli Sallallahu Alaihi Wasallam dan juga Saudara Nabi yang lain Sallallahu Alaihi Wasallam Al umrotu Ilal umrah 5 bainahuma Wal hajul mabrur lain saja nabi Mulia bersabda yang artinya antara umroh dengan umroh berikutnya adalah sebagai pelebur dosa di antara keduanya itu dan haji yang mabrur tiada baginya balasan kecuali surga kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kita di sini kembali hadis ini dengan lafaz seperti ini yaitu mendahulukan Haji terlebih dahulu atau menyebutkan Haji terlebih dahulu ya atas ibadah siang maka lafal seperti ini dibawakan oleh Imam Bukhari pada kitab para kitabnya kita beriman dalam kitab shahihnya dan beliau membangun atau beliau menulis Kitab Shahih ini dengan tertib seperti itu ya dengan susunan seperti itu ya dalam kitabnya Al Jami’ah Shahih maka beliau mendahulukan kitabul Hajj pembahasan tentang haji daripada pembahasan kedua adalah [Musik] dan telah terdapat hadis dalam Kitab Shahih Muslim dengan mendahulukan penyebutan siam terlebih dahulu atas ibadah haji kemudian juga ada yang mendahulukan Ibadah Haji atau Syam maka pada jalan yang pertama yaitu dalam hadis Ibnu Umar ini di mana beliau mendengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam langsung tentang mendahulukan penyebutan ibadah Syam dari ibadah haji dari ibadah haji kemudian berkaitan dengan riwayat ya yang mendahulukan penyebutan ibadah haji kemudian setelah itu ibadah siang ya pada sebagian riwayat maka ini adalah perbuatan-perbuatan sebagian Rawi ya atau meriwayatkan secara makna atau mereka secara secara makna ya kemudian wasiat muslim Shallallahu Alaihi Wasallam adapun dalam susunan ya dalam riwayat Imam muslim dari sahabat Ibnu Umar dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam nabi bersabda bahwa Islam dibangun di atas lima pilar yaitu yang pertama adalah agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala di tauhidkan kemudian mendirikan salat menunaikan zakat siap Ramadan dan pergi haji artinya susunannya ini jelas seperti yang kita ketahui ada lima yakni haji yang terakhir disebutkan Haji ini yang terakhir ya adapun yang tadi dalam Shahih Bukhari ya dalam riwayat Ibnu Umar bahwa disebutkan Haji terlebih dahulu ini yang keempat baru yang rukun yang kelima adalah ibadah siang artinya bahwa ini adalah kesalahan pada sebagian Rawi hadis ya menyebutkan seperti itu ya sebelumnya ya ketika Ibnu Umar menyebutkan yakni rukun Islam yang seperti ini maka seorang bertanya kepada Ibnu umar al hajju wasiyam Ramadan Apakah disebutkan oleh Nabi Haji terlebih dahulu setelah itu siang Ramadan Enggak seperti itu kata Ibnu Umar tidak seperti itu siamu Ramadan Wal Haji nabi menyebutkan siang Ramadan dulu baru ibadah haji inilah yang Saya dengar dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah Berkaitan dengan keterangan di sini tentang hadis yang ketiga hadis Ibnu Umar yang jelas 5 rukun Islam ini kalau kita lihat secara zaman atau waktu ini berurutan ini secara zaman atau waktu ini secara berurutan yang pertama disebutkan syahadat terlebih dahulu karena inilah tauhid yang pertama kali nabi dakwahkan dari tahun pertama sampai tahun yang ke-10 dari kenabian beliau Shallallahu Alaihi Wasallam baru yang kedua tentang ibadah salat diwajibkan ya beberapa tahun sebelum Nabi Hijrah Ke Negeri Madinah Ketika Nabi Mi’raj ke langit mendapatkan kewajiban salat lima waktu Adapun kewajiban zakat dan siam ini ada 5 tahun setelah kewajiban salat lima waktu yaitu pada tahun kedua pada tahun kedua Hijriyah tahun kedua Hijriyah baru ada kewajiban zakat dan salat kemudian kewajiban ibadah haji ini yang terakhir ada pada tahun yang ke-9 jadi kalau secara zaman ya bisa kita Urutkan itu kewajiban bertauhid sudah dimulai dari tahun pertama kenabian sampai tahun ke-10 kenabian kemudian ibadah salat pada tahun berikutnya yakni beberapa tahun atau 3 tahun kurang lebih sebelum Nabi Hijrah Ke Negeri Madinah saat nabi saat ke langit kemudian 5 tahun berikutnya yaitu tahun kedua Hijriyah ada kewajiban zakat dan salat ya kewajiban zakat dan kewajiban zakat dan siap begitu ya kewajiban pejabat zakat dan dan Kemudian pada tahun ke-9 Nah ini baru ada kewajiban ibadah-ibadah Haji Nah inilah berkata dengan urutan secara yakni zaman atau waktu jadi 5 rukun ini ya telah dijelaskan ya oleh Rasulullah salam semuanya dan kita semua ya Insyaallah mudah mengerjakannya ya mudah Insyaallah mengerjakannya ya tentunya dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentu tidak yakni bisa kita Jelaskan secara panjang lebar karena waktu yang tidak memungkinkan kita untuk menjelaskan panjang lebar lebih-lebih kita sekarang ini berada pada bulan Zulhijjah di mana mayoritas jamaah haji dari negeri kita ini sudah berada di Tanah Suci semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan mereka beribadah di Tanah Suci semoga ibadah mereka di terima oleh Allah subhanahu wa taala datang dan kembali ke tanah air menjadi atau mendapatkan predikat Haji Mabrur di sisi allah subhanahu wa ta’ala amin amin ya robbal alamin Saya kira sampai di sini kajian kita pada sore hari ini berkaitan dengan hadis yang ketiga hadis Ibnu Umar tentang 5 pilar agama Islam yakni 5 Rukun agama Islam syahadat salat zakat syem Ramadan dan pergi haji bila mampu Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala mudah-mudahan yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua lebih kurang saya mohon maaf Alhamdulillah rabbil alamin Subhanallah ilaha illa Anta Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply