secara langsung Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin washolatu wassalamu ala asrohim dimanapun anda berada Barakallah fiikum jazakallahu Khairan Terima kasih atas kebersamaan Antum semuanya di kesempatan pagi hari ini bersama kami di Alquran dan kajian Islam untuk mengikuti kajian dan bimbingan ilmiah Insyaallah akan disampaikan oleh guru kita Ustad Dr Muhammad Syafi’i Jember kita memuji Saya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semuanya sholawat dan salam Semoga senantiasa terlimpah dan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti dan kita akan melanjutkan dari pembahasan Manhaj Imam Malik aqidah bagi Anda yang bertanya seputar pembahasan ini silahkan di layanan Telepon 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 selanjutnya waroes rohmanirrohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar yang senantiasa dirahmati oleh Allah tabaraka wa ta’ala Alhamdulillah Budi dan syukur kita haturkan kehadirat Allah Azza wa Jalla yang memuliakan kita dengan Islam mengangkat derajat kita dengan sunnah Sayyidul Anam dan memberikan kemuliaan keberkahan kepada kita di dalam menjalani hidup ini berdasarkan Wahyu dari Allah yaitu Alquran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala shalawat dan salam Mari kita senantiasa bershalawat kepada nabi Alaihi sholatu Wassalam bahkan hendaklah senantiasa kita memperbanyak shalawat untuk Nabi yang mulia Alaihi sholatu Wassalam terutama di hari yang mulia ini Sayyidul ayyam Yaumul jumah Allahumma sholli wasallim Muhammad para pemirsa dan juga Para pendengar yang Semoga senantiasa dirahmati oleh Allah tabaraka wa ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memuliakan kita semua sehingga diberi kesempatan untuk hidup bersama 10 pertama di hari-hari yang mulia di bulan Dzulhijjah ini Alhamdulillah kita berdoa sebelum masuk bulan Dzulhijjah dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memperkenankan dan mengabulkan doa kita sehingga kita diberi kesempatan untuk hidup untuk melanjutkan sisa-sisa kehidupan di bulan atau di awal 10 pertama bulan Dzulhijjah ini hari-hari yang spesial di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala pantas kita mengingat senantiasa nikmat Allah Azza wa Jalla kemudian wajib bagi kita untuk mensyukurinya oleh karena itu apabila kita mendengar hadis nabi Alaihi sholatu Wassalam yang menjelaskan Tidak ada hari-hari yang lebih mulia beramal sholeh tidak ada hari-hari dimana beramal melakukan amal saleh di hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla dari 10 atau dari hari-hari 10 ini yaitu 10 pertama bulan Dzulhijjah bahkan jihad yang begitu Mulia disisi Allah dan begitu besar pahalanya tidak akan menyamai keutamaan beribadah di bulan atau di 10 pertama Dzulhijjah ini kecuali seorang yang berjihad membawa dirinya dan hartanya keluar di jalan Allah untuk berjihad kemudian dia mati syahid tidak kembali lagi dengan harta dan jiwanya ma’ashul muslimin rahimakumullah tatkala kita mendengar hadis nabi yang mulia tadi maka pastilah orang-orang yang di hatinya ada keimanan yang di hatinya ada kecintaan kepada Rasulullah dan di hatinya ada keinginan untuk meraih kemuliaan dan keberkahan di sisi Allah sebagai bekal menuju Allah Azza wa Jalla pastilah orang tersebut akan termotivasi akan bersemangat di dalam memanfaatkan hari-hari waktu-waktu Detik demi detik menit demi menit jam demi jam yang kita lewati di 10 pertama bulan Dzulhijjah ini Kenapa tidak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan tidak ada amal saleh tidak ada amalan apapun bentuk amalannya baik yang wajib atau yang sunnah baik dalam bentuk perkataan perbuatan amalan fisik amalan hati semuanya mendapatkan kedudukan yang spesial di sisi Allah lebih dicintai oleh Allah Azza wa Jalla di beramal ya di 10 pertama hari-hari bulan Dzulhijjah ini oleh karena saya mengingatkan dari pribadi dan kita semuanya marilah kita berlomba-lomba mari kita bersemangat untuk meraih keberkahan kebaikan kemuliaan yang dijanjikan oleh Allah Azza wa Jalla ada tiga hal yang harus menjadi perhatian kita agar kita lebih bersemangat untuk melakukan ibadah yang pertama bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita untuk beribadah dan ibadah yang kita kerjakan ibadah yang kita lakukan adalah sebagai bentuk kesyukuran kita kepada Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskanlah Alquran wahai keluarga Daud beramal lah sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah nikmat yang tidak terhitung banyaknya karunia yang tidak ada yang tidak ada tanahnya karunia yang tidak bisa dinilai harganya Allah curahkan kepada kita Allah limpahkan kepada kita wajib bagi kita untuk bersyukur maka ketaatan yang kita lakukan ibadah yang kita kerjakan merupakan bentuk kesyukuran kita kepada Allah Yang kedua kita mengetahui bahwa dunia ini tempat kita bercocok tanam tempat kita bercocok tanam melakukan berbagai kebaikan yang akan kita panen hasilnya nanti di akhirat dunia bukan tempat kita tinggal selama-lamanya dunia akan berakhir dunia akan Fana dan yang akan kita bawa menuju Allah adalah ketaatan dan amal ibadah kita semua akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Perlihatkan kepada hambanya yang berbuat baik akan mendapatkan kebaikan dan juga yang melakukan kejahatan akan melihat kejahatan tersebut maka oleh karena itu apa yang telah kita persiapkan menuju Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya akan memberikan kepada setiap jiwa apa yang telah dilakukan di dunia pada hari tersebut Setiap jiwa akan mendapatkan balasan ya terhadap apa yang mereka kerjakan di dunia yang ketiga yang harus kita perhatikan bahwa semua yang kita kerjakan di dunia ini akan dicatat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada yang luput dari ilmu Allah Malaikat akan mencatat semuanya maka hendaklah kita bersungguh-sungguh agar kita nanti melihat tatkala disuguhkan kepada kita catatan-catatan Amalan kita kita dapatkan di sana amal saleh catatan yang mulia yang akan diberikan kepada kita dari arah kanan dan arah depan yang demikian itu tentu menjadi Sebab utama dimudahkan hisab kita di sisi allah subhanahu wa ta’ala maka bersemangatlah kaum muslimin hari-hari yang mulia dan pada hari ini kita berada pada hari keempat atau jika mengikuti wukuf di Arafah sesuai dengan kalender atau di pelaksanaan ibadah haji maka hari kelima maka bersungguh-sungguhlah wahai kaum muslimin untuk melakukan kebaikan untuk melakukan berbagai ketaatan yang mampu kita lakukan dari tentunya yang pertama melaksanakan amalan-amalan yang wajib salat lima waktu dijaga pada waktunya dengan rukun dan syarat-syaratnya Jika seorang berpuasa silahkan dia berpuasa baru sedekah jika diberi kesempatan untuk Haji maka manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih haji yang mabruk dan amalan-amalan yang lain membaca Alquran berdzikir amalan yang ringan tapi sangat besar pahalanya di sisi allah subhanahu wa ta’ala ini hal yang perlu diingatkan di awal kajian kita Pada kesempatan kali ini yang kedua di hotel Iman para pemirsa rahimakumullah kita hidup di zaman penuh dengan berbagai fitnah fitnah syahwat yang lebih dahsyat lagi yang lebih berbahaya adalah fitnah pemikiran pemahaman ya ideologi yang sesat menyesatkan pemahaman yang menyimpang begitu beraninya orang-orang yang berterus terang menjelaskan atau menyampaikan kebatilan menyebarkan kebatilan ya atas namakan Islam atas namakan Islam itu berpakaian seperti kaum muslimin dia juga melakukan ritual-ritual ibadah syaradhohir Apa yang dilakukan kaum muslimin identitasnya muslim tapi begitu banyak muncul dari pernyataan mereka perkataan mereka pemahaman-pemahaman akidah-akidah pemikiran-pemikiran yang tidak berkaitan dengan Islam sama sekali bertolak belakang dengan qanallah dan apa yang dipahami oleh generasi terbaik umat ini dan perlu diketahui kaum muslimin bahwa semua pemikiran pemahaman tata cara ibadah dalam memahami Alquran yang menyimpang dari perkataan Allah perkataan rasulnya dan juga apa yang telah disepakati dipahami oleh generasi terbaik umat ini para Salafus Shaleh dari sahabat tabiin dan imam-imam ahli Sunnah secara turun-temurun Sampai detik ini barang siapa yang menyelisi hal itu barang siapa yang menyimpang dari jalan kebenaran itu sungguh dia telah sesat-sesatnya sungguh dia tahu terjerumus dan jurang kesesatan sedalam-dalamnya tidak ada sesuatu yang baru dalam Islam tidak ada suatu pemahaman yang baru dalam Islam tidak ada satu mazhab yang baru dalam Islam tidak ada sebuah ideologi yang baru dalam Islam tidak ada tata cara ibadah yang baru dalam Islam semua telah jelas apa yang tidak menjadi agama di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan juga tidak diamalkan oleh para sahabat Muhajirin Wal Anshor dan tidak juga diamalkan dan tidak pernah dinuki oleh imam-imam ahli Sunnah dari lintas mazhab yang empat tersebut dan tidak pernah mereka wariskan mereka sampaikan dalam karya-karya tulis mereka yang dinukil yang diterima oleh generasi setelah mereka secara turun temurun jelas sumbernya tidak ada hal-hal yang baru yang nyeleneh yang aneh pemikiran akidah lalu muncul sebagian manusia ingin membuat suatu pemikiran ingin menampilkan suatu pemahaman sesuai dengan pemahamannya sesuai dengan pemikirannya yang jauh dari bimbingan ilmu para ulama yang jauh dari pemahaman yang benar yang tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh generasi terbaik umat ini maka Yakinlah muslimin tanpa ada keraguan sedikitpun itu adalah kesesatan itu adalah kebatilan yang tidak boleh kita ragu untuk menilai kebatilannya yang tidak perlu ada kompromi dalam menilai kebatilannya ada hal-hal prinsip dasar di dalam agama ini yang tidak ada toleransi dalam hal itu di dalam akidah keyakinan kita bahwa Alquran kalamullah itu hal yang prinsip bukan kalamu Rasul disampaikan oleh Jibril dengan oleh Jibril dari Allah langsung kemudian disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad langsung wahyu kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikannya kepada kita sebagaimana yang difirmankan oleh Allah jadi Alquran bukan perkataan Muhammad tapi kalamullah jika ada seorang musyrikin yang ingin ya minta keamanan darimu maka amankan dia berikan kepadanya keamanan tersebut sampai dia mendengarkan jadi itu kalamu Allah rabbul alamin tapi Rasul hanya menyampaikan di kota begitu juga dalam tata cara salat misalnya dalam salat itu dirapatkan ya dan kaum wanita adalah sosok yang belakang bukan saja dengan kaum lelaki bukan wanita menjadi imam kau lelaki karena dalam salat diperintahkan luruskan tarasuh dirapatkan bahu dengan juga mata kaki kita itu dalil yang menjelaskan sunnah Nabi SAW jangan ada setelah itu orang mengatakan Allah memerintahkan padakan perlonggar-longgar dalam ya berlapang-lapang dalam majelis maka berlapang-lapanglah itu bukan konteks dalam salat barangsiapa yang menggunakan ayat tersebut untuk sebagai dalil yang menjelaskan bahwa dalam salat kita harus merenggangkan sungguh dia telah sesat dalam memahami ayat Alquran tidak bisa memahami ayat Alquran hanya dengan kotak semata dengan akal logika semata harus kembali kepada Alquran harus kembali kepada hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kita hidup di zaman fitnah fitnah pemikiran fitnah pemahaman yang harus Kita waspadai dan tidak ada cara untuk bisa menyelamatkan diri dari kesesatan-kesesatan yang muncul setiap saat ya yang aneh dan nyeleneh kecuali dengan membentengi dengan ilmu agama terutama memahami aqidah yang benar akidah yang telah diwariskan oleh Rasul kepada para sahabatnya kemudian sahabat pada tabiin tabiin pada ulama-ulama Islam secara turun-temurun sampai saat ini kita harus belajar tidak yang benar cara beragama yang benar cara beragama yang benar kembali kepada rasul memahami qalallah cara beragama yang benar tidak mengada-ngada pemikiran pemahaman yang aneh nyeleneh yang bertentangan dengan tidak membuat pemahaman-pemahaman yang nyeleneh yang aneh yang baru yang bertentangan dengan tidak membuat tata cara ibadah-ibadah yang baru pelaksanaan ibadah yang baru yang tidak ada landasannya dari tidak ada mazhab yang baru Ahlussunnah Wal Jamaah setelah sepakat bahwa mazhab yang diakui di dunia Islam di dalam memahami agama ini ya sampai saat ini adalah 4 mazhab mazhab Abu Hanifah mazhab Malik Mazhab Syafi’i mazhab yang lain dan itupun perlu kita mengetahui bahwa semua mazhab yang empat tersebut adalah sunnah mereka memiliki akidah ahli sunnah wal jamaah dan mereka menjunjung tinggi Dalil dan mereka mengagungkan Rasul bukan sesuai dengan pemikiran pendapat mereka masing-masing adanya perbedaan di kalangan mereka dalam para masalah Ijtihad yang diperbolehkan ya di dalam beristihat Adapun permasalahan akidah ya itu tidak ada perbedaan di antara mereka ini harus dipahami harus Taslim pasrah Berserah diri kepada Allah mengagungkan Alquran mengharukan mengagungkan sunah-sunah nabi Ini prinsip seorang muslim yang beragama tidak semena-mena dengan segala kejahilan kebodohan ya segala keterbatasan ilmu Dia berbicara tentang agama siapapun dia siapapun namanya apapun jabatannya ya apabila dia telah menyatakan suatu pernyataan yang bertentangan dengan tidak ada nilai dari perkataan tersebut apabila ada suatu pemahaman-paham yang baru aliran yang boleh menyimpang dari tidak ada nilainya maka tidak perlu kaum muslimin ragu menyikapi hal itu Katakan sesuatu kebatilan Imam Malik pernah mengatakan malam akidah ibadah tidak pernah hal itu menjadi ibadah agama di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka tidak akan pernah menjadi agama ya tidak akan pernah menjadi agama Islam ajaran Islam sampai hari kiamat kehendaki orang-orang yang berbuat kebatilan dan kesesatan menisbatkan pada Islam maka Islam berlepas diri pemahaman para pemirsa rahimakumullah ini hal yang perlu kita sampaikan karena kita di zaman sekarang ini zaman dengan bermunculnya berbagai pemikiran pembukaan aneh yang leleh semakin beraninya manusia menentang Allah menentang rasulnya menentang agama ini semakin ahlinya manusia di dalam bersilat lidah untuk menebarkan kebatilan Oleh karena itu rahimakumullah kaum muslimin harus waspada berhati-hati memilih pendidikan sekolah jangan sampai memasukkan anak mereka ke sekolah-sekolah yang menyebarkan kesesatan dan kebatilan bapak ibu jika tidak waspada akan menyesal Bapak Ibu juga tidak waspada masukkan anak pada sekolah-sekolah yang tidak jelas pemahamannya pemikirannya aqidahnya ya maka akan menyesal oleh karena itu anak kita adalah tanggung jawab kita Mas kuliah di sisi Allah amanah di sisi Allah maka harus kita betul memilih pendidikan yang betul-betul mengajarkan akidah yang benar akidah yang berlandas dan ahlussunnati Wal Jamaah tidak melandaskan Alquran dan Sunnah pemikiran yang benar jangan sampai anak kita akan menjadi musuh kita menjadi orang-orang yang menebarkan kebatilan kesehatan di kemudian hari tatkala Mereka salah dalam memilih atau orang tua salah dalam memilih sekolah yang di dalamnya ya ternyata mengajarkan pemikiran-pemilikan yang aneh yang lainnya Subhanallah kita tidak pernah selalu mendengar pernyataan ya anak-anak sekolah atau santri yang mereka adalah generasi mereka adalah kader ya dari agama Islam ini mengatakan kalau Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti itu Alquran bukan perkataan nabi Muhammad Alquran perkataan Allah maka Bila seorang ingin mengutip dari Alquran mengatakan ini harus diperhatikan kaum muslimin ya ini adalah modal hidup kita aqidah kita modal hidup kita bila akidah telah rusak akidah telah dicopot akidah telah menyimpang maka kita akan merugi menjadi orang yang bangkrut men para pemirsa Para pendengar rahimakumullah kemudian kita akan melanjutkan pembahasan yang berkaitan dengan Akidah Imam Malik rahimahullah akidah salah seorang ulama ahli Sunnah Wal Jamaah Yang menjadi panutan umat ini ya jadi seorang imam yang Tidak diragukan lagi keilmuannya Yang Tidak diragukan dan ketakwaan dan kewaraannya dan benar pemahamannya dan beliau adalah guru dari Imam Syafi’i rahimahullah pembahasan kali ini berkaitan dengan ta’lim rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam pengagungan beliau terhadap Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengagungkan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini merupakan salah satu prinsip dari prinsip-prinsip dasar seorang muslim di dalam beragama mengagungkan memuliakan menghormati hadis-hadis nabi Alaihi sholatu Wassalam dan kita mengetahui hadis nabi apa yang dinukil dari nabi Alaihi sholatu Wassalam perkataan perbuatan yang ketetapan dan termasuk dalam hal ini ya sunnah nabi adalah yaitu sifat beliau sifat akhlak dan perilakunya atau sifat fisiknya itu termasuk dalam hadis nabi atau sunnah nabi Alaihissalam bila disampaikan kepada kita bila dinukilkan dengan riwayat-riwayat yang shahih dan jelas sumbernya diriwayatkan oleh para imam-imam Ahlul hadits maka wajib bagi kita untuk menerima hadis tersebut untuk mengagungkan hadis-hadis nabi Alaihi sholatu Wassalam ya memuliakan yang demikian itu termasuk ke dalam makna firman Allah bahwa sesungguhnya mengagungkan syiar-syiar agama Allah yaitu agama Allah semua itu merupakan bagian dari ketakwaan hati seorang muslim dan syiar-syiar Allah adalah simbol-simbol agama Islam ini Alquran hadis dan perintah-perintah Allah larangan-larangan Allah yang wajib tinggalkan perintah yang wajib dilaksanakan ya Quran wajib diagungkan dimulia itu juga hadis nabi Alaihi sholatu Wassalam dan seluruh yang berkaitan dengan agama ini pilar agama Islam itu semua ya wajib diagungkan dan itu merupakan konsekuensi dari keimanan kepada Allah dan rasulnya dan juga merupakan makna dari ketakwaan hati kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka mengagungkan sunnah nabi Alaihi sholatu Wassalam merupakan makna dari keimanan kita kepada Rasulullah merupakan bagian dari makna persaksian kita asyhadu anna muhammadar rasulullah aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan apa yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pada beliau itu merupakan Wahyu yang langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala lewat perantara Jibril Hawa Dan tidaklah dia yaitu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berbicara berdasarkan hawa nafsu tiada lain kecuali illa Wahyuni yang diturunkan kepadanya nah kata Nabi Sesungguhnya aku diberikan Alquran diwahyukan diturunkan kepada Alquran diberikan kepadaku Alquran yaitu sunnah maka apa yang disampaikan nabi yang wajib diagungkan dimuliakan itu kebenaran yang mutlak kebenaran ya Absolut sebagaimana Alquran kalamullah kebenaran yang tiada keraguan di dalamnya yaitulah Wahyu bagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ikuti apa yang diwahyukan padamu dari rabbmu ya Muhammad alquranul Karim kemudian Allah Menjelaskan kedudukan sunnah Wahyu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tidaklah berbicara dengan hawa nafsu kecuali dengan apa yang diturunkan kepadanya itu Wahyu diturunkan kepadanya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kita untuk mengikuti apa yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada nabinya apa yang datang dari Rasul yang dibawa oleh Rasul pada kalian maka amalkan terima ya tinggalkan dan barangsiapa yang tidak menerima apa yang diturunkan oleh Allah kepada nabinya maka sungguh tidaklah keimanannya begitu juga barang siapa yang menentang apa yang diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dipertanyakan keimanannya pada warobbik na yu’minun tidaklah mereka beriman sampai mereka wahai Muhammad menjadikanmu sebagai Hakim yang memutuskan perkara yang mereka perselisihkan di antara mereka kemudian mereka tidak mendapatkan di dalam hati mereka rasa tidak senang haram terasa atau keberatan dalam menerima keputusan apa yang telah dijelaskan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Oleh karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan warning memperingatkan kita tentang bahaya menyelisihi Rasul dan menolak Apa yang dibawa oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul hadits rasul Sunnah Rasul mereka fitnah kesesatan Penyimpangan di dunia mereka disesatkan oleh Allah dimurkai dan di akhirat mereka mendapatkan azab yang sangat pedih dalam ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan Barang siapa yang mendurhakai Rasul menentang Rasul Setelah datang Al Huda telah jelas datang petunjuk kepada mereka mereka berpaling untuk hargai menyelisihi menentang dan mengikuti selain jalan orang-orang yang beriman sahabat nabi Alaihi sholatu Wassalam ya dan orang-orang mengikuti mereka maka kata Rasulullah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] dan di akhirat masukkan kenaka jahanam maka semua orang-orang yang membuat pemikiran yang aneh dan pernyataan yang menyimpang yang tidak sesuai dengan sungguh mereka telah menentang Allah dan rasulnya sungguh mereka telah menentang Allah dan rasulnya maka mereka akan binasa dan celana Kendati mereka mengatasnamakan Islam beri identitas Islam tatkala mereka telah berbuat kesesatan penyimpangan dan terang-terangan berani ya menyebarkan kebatilan yang bertentangan dengan dan menyelisihi apa yang telah disepakati oleh para sahabat nabi maka mereka adalah orang yang telah terjerumus ke dalam kesesatan dan masuk pada golongan orang-orang yang menentang Allah raih menentang Allah para nabi durhakai Allah wa rasulah dan mereka adalah orang-orang yang Sesungguhnya telah memusuhi Allah dan rasulnya Imam Malik rahimahullah salah seorang yang sangat mengagungkan sunnah nabi Alaihissalam sampai beliau di dalam memberikan hadis meriwayatkan hadis kepada murid-muridnya beliau dalam kondisi yang betul-betul kondisi yang sempurna Mari kita lihat Bagaimana sikap Imam Malik dalam meriwayatkan hadis kepada murid-muridnya beliau dalam kondisi memakai pakaian yang bersih yang rapi pakai wangi-wangian bersuci berwudhu akan mandi sebelumnya memakai pakaian yang ramping ya kemudian duduk dengan rapi tidak bersandar ya betul dalam keadaan ya kondisi yang terbaik sebagai bentuk pengagungan kepada sunnah nabi Alaihissalam keadaan berdiri duduk dalam keadaan fokus dan konsentrasi tidak pernah menyampaikan hadis kecuali dalam keadaan berwudhu Mari kita baca sebagian riwayat yang menjelaskan kondisi Imam Malik rahimahullah dengan demikian karena Allah beliau Imam Malik ya mengagungkan syiar-syiar agama Allah mengagungkan sunnah-sunnah nabi Alaihi sholatu wasallam maka Allah memuliakan beliau diangkat derajatnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga menjadi panutan umat ya menjadi tauladan bagi umat Islam ya sampai saat ini kalau Abu Mushab Zuhri salah seorang dari murid beliau Abu Musa Zuhri menceritakan karena Malik Imam Malik tidak akan menyampaikan tidak akan menyampaikan hadits dalam keadaan sebagai bentuk pengagungan dari beliau kepada Hadis Rasulullah Shallallahu karena sesungguhnya Apabila seseorang telah bersemi di hatinya ketakwaan cintaan kepada Allah Intan pada rasul telah bersemi di hatinya maka sungguh akan tampak akan muncul dari perilakunya dari sikapnya ada perkataannya semua hal yang menterjemahkan ya mengungkapkan bentuk pengagungan dan kecintaan kepada apa yang dia cintai lihat bagaimana Imam Malik tidak akan menyampaikan suatu hadis kepada murid-muridnya meriwayatkan suatu hadis kecil dalam keadaan ala wudhu’in dalam keadaan berwudhu dalam keadaan suci ya Subhanallah Kenapa beliau lakukan hal itu sebagai bentuk pengagungan terhadap hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini dari sisi penyampaian Belumlah Bagaimana sikap beliau dan menerima hadis apabila tidak ada pilihan lain semua tunduk pemikiran kita pemahaman kita ya semua tunduk pada hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbeda orang-orang zaman sekarang ini karena kejahilan mereka ya mereka berani menentang ya Bahkan tidak ada bentuk pengagungan pada sunnah nabi Bagaimana dengan sikap orang-orang yang suka menentang hadis nabi mentaawil ya memahami hadis sesuai dengan pemahaman masing-masing Apakah ini bentuk pengagungan kepada sunnah nabi pada hadis nabi Bahkan mereka berani menentang hadis berisi Hadits kita berlindung kepada Allah dari kesesatan dari berbagai fitnah syubhat dan syahwat kemudian meriwayatkan menceritakan Malik bin Anas apabila beliau ingin keluar mariwayatkan hadis menyampaikan hadis maka beliau berwudhu terlebih dahulu ingin keluar dari rumahnya masjid Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam beliau berwudhu terlebih dahulu seperti beliau berwudhu ingin melakukan salat dan memakai pakaian yang terbaik dan memakai pecinya ya mereka juga memakai peci penutup kepalanya kepadanya Kenapa kamu lakukan hal itu saya ingin memuliakan ingin mengagungkan hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka di sini juga kita mengambil faedah pelajaran Bila kita ingin datang ke majelis ilmu Maka persiapkan diri pakailah mempersiapkan diri karena kita akan mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan demikian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan bagi kita untuk mendapatkan ilmu tadi karena kita memiliki adab di dalam belajar apalagi akan kita dengar kalau Allah tiada perkataannya perkataan Allah kemudian tiada perkataan manusia yang lebih mulia perkataan Rasulullah kalau Rasulullah nah ini yang dilakukan Imam Malik menceritakan karena Malik bin Anas ilah I Sallallahu Alaihi Wasallam apabila ingin meriwayatkan hadis maka dia berwudhu terlebih dahulu kemudian duduk di majelis di majelis yang paling depan dia rapikan jenggotnya keagungan dengan betul-betul duduk yang betul mempersiapkan diri untuk duduk sempurna dan dengan segala Haibah keagungan kepadanya tentang hal itu kenapa kamu lakukan hal itu kalau hiburan saya ingin mengagungkan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidak pernah saya tidak mau meriwayatkan hadis illa antaharotin kecil dalam keadaan Thaharah dalam keadaan suci mutamatkinan duduk dalam keadaan rapi dan tidak bersandar beliau atau mengangkat salah satu dari kakinya tidak bodoh dalam keadaan begitu beliau ingin mengagungkan hadis nabi dalam segala disebutkan dari jalur ibunya yaitu Imam Malik tidak menyampaikan hadits kecuali menyampaikan hadis dari Rasulullah kecuali dalam keadaan Toha dalam keadaan bersuci dalam keadaan berwudhu bukan Malik apabila hadas apabila melayatkan hadis dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang baru menyampaikan hadits meriwayatkan hadis yang demikian itu beliau lakukan sebagai bentuk pengagungan kepada Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam apabila ya disuguhkan kepadanya kitab yaitu untuk membaca kitab kitab muwatta adalah karya Imam Malik yang mengumpulkan hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kita yang paling Shahih tapi setelah itu datang Imam Bukhari Muslim menulis Kitab Shahih Bukhari dan Muslim di zaman Imam Malik kita yang paling Shahih adalah kitab sehingga Imam Syafi’i rahimahullah sebelum berjumpa dengan Imam Malik itu beliau masih di Mekah kemudian ingin ke Madinah maka beliau terlebih dahulu ya menghafal kita ngotot begitu Imam Syafi’i membacakan hadis-hadis beliau begitu indah bacaannya masih bacaannya dan beliau hafal semua kitab Subhanallah beliau berumur kurang lebih ya antara 10-11 tahun telah hafal kitab muwatta Imam Syafi’i menghafal Alquran berumur 7 tahun Subhanallah nah begitu disuguhkan pada Imam Malik membaca kitab yang telah boleh kumpulkan di sana hati-hati memakai pakaian beliau yang akhirnya yang terbaru nya memainkan sesuatu Dia kemudian dia membacakan tidak akan pernah sambil membaca dia memainkan atau memegang mungkin merapikan jenggotnya tidak sampai ya selesai membaca kitab sebagai bentuk pengagungan pada Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadi bila datang muridnya yang membacakan muwatta kepadanya atau dia ingin membacakan muwatta Kepada murid-muridnya beliau mempersiapkan diri dari begitu beliau datang untuk melaksanakan Haji kemudian kembalinya beliau mampu di Madinah atau sebelumnya sementara untuk ya tidak menerima tidak langsung menerima semua pertama Rasyid ingin masuk menjumpaimu beliau tutup pintu terlebih dahulu tidak membuka pintu tidak mengizinkan langsung kemudian diizinkan kemudian Imam Malik keluar menjumpai Harun Rasyid bersuara bertemu dengan Mbah Malik Kenapa kamu terlambat menyambut kedatanganku sementara engkau mengetahui kedudukan usia Khalifah Kenapa tidak langsung dibukakan pintu Subhanallah tidak lebih dari apa yang aku lakukan kecuali aku hanya berwudhu mengetahui kamu datang ke sini tiada lain kecuali untuk mendengar hadis Nabi Rasulullah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ingin mendengarkan ya ilmu ingin mendengarkan kebaikan untaian hikmah dan sebagai bentuk kebaikan dan kemudian sebagai bentuk pertanda kebaikan apabila seorang pemimpin yang jauh dari ulama maka dia akan terjerumuskan berbagai berbagai penyimpangan kezaliman ya makanya pelajaran bagi para pemimpin jangan menjauh dari ulama ambil hikmah belajar dari mereka ilmu yang disampaikan dengarkan hikmah yang mereka sampaikan maka ada yang membuat saya terlambat ya membukakan pintu mempersilahkan untuk masuk kecuali saya berwudhu terlebih dahulu sebelum saya mengetahui mukminin engkau datang ke sini tiada lain kecuali ingin mendengar hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka saya ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu bakala kata alimtu anallaha ma’rufah setelah mengetahui tidak ada Allah mengangkat derajatmu sia-sia belaka inilah menyebabkan Imam Malik kemudian membalik tatkala beliau memuliakan syiar-syiar agama Allah hadits-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Allah angkat kedudukannya dunia dan akhirat kita melihat bagaimana orang-orang yang menghinakan hadis nabi merendahkan hadis nabi dihinakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagainya orang-orang mengagungkan agama Allah mengagumkan Alquran mengagungkan sunnah Nabi SAW menjunjung tinggi hadis diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena mereka telah memuliakan Allah memuliakan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memuliakan Alquran maka tidak ada ahli ilmu ahlil Quran ahli ilmu orang yang hina mereka orang yang mulia kehendaki dalam pandangan manusia mereka dihinakan tapi Apalah arti penghinaan manusia tidak akan menambah penghinaan kehinaan tapi Apalah arti pujian manusia tidak akan menambah kemuliaan di sisi Allah ini yang harus kita pahami eh kota Iman para pemirsa rahimakumullah [Tepuk tangan] sampai beliau pun dalam keadaan berdiri tidak mau meriwayatkan hadis beliau ingin duduk ya betul-betul duduk dalam kondisi siap ya dalam merayakan hadis suatu ketika Malik bin Anas melewati Abi Hazim sementara Abu HAM tersebut duhadis menyampaikan hadits salah seorang ulama ya hadis menyampaikan hadis Pak jayasa tidak mampir mendengar apa yang disampaikan ya Abu Hasan Saya tidak mendapatkan tempat duduk di majelis tersebut Saya tidak menginginkan tidak senang mengambil hadis nabi mendengar hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam keadaan berdiri ya Subhanallah beliau melihat bahwa berdirinya beliau begitu mendengar hadis ingin menghormati mengagungkan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau menghadirkan dirinya ya seolah-olah yang sedang berbicara Nabi Isa pantaskan dia hanya berdiri di hadapan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tanpa ada sebab dan alasan kemudian mendengarkan sementara para sahabat yang lain duduk dalam keadaan dia mendengar duduk dengan sopan di hadapan nabi maka beliau menghadirkan makna itu dalam dirinya ini Tentunya tidaklah mampu melakukan itu kecuali orang-orang yang telah bersemi dalamnya Iman Intan pada Allah dan kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam para pemirsa rahimakumullah yaitu diantara ya dari perkataan atau riwayat yang menjelaskan Bagaimana sikap Imam Malik sebagai bentuk pengagungan beliau terhadap Rasulullah terhadap hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang tentunya yang demikian itu dilakukan oleh Beliau sebagai bentuk pengagungan pada Rasulullah pada hadis-hadis beliau ya semoga riwayat yang kita bacakan tadi menjadi pelajaran dan Ibra bagi kita jika mungkin tidak mampu kita seperti Imam Malik tapi kurangnya yang harus kita lakukan begitu kita hadir di majelis ilmu duduk yang sopan datang ke majelis ilmu pakaian yang rapi ya duduk yang sopan begitu juga duit begitu duduk Jangan sibuk dengan hal yang lain Masih sempat juga membuka mungkin gadget kita masing-masing juga meladen mungkin ya menjawab pesan-pesan mungkin dari mungkin wa-nya atau mungkin telegramnya sibuk dengan yang lain sementara hadis nabi dibacakan di hadapan kita tidak pantas ya maka Mari kita ya menghadiri introspeksi diri Bagaimana pengagungan kita kepada hadis-hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang lebih ya berbahaya lagi tatkala hadis nabi sampaikan Shahih benar maka digunakan akalnya ini benar atau tidak Ini kok bisa diterima akal ini ya Subhanallah akal anda yang rusak tidak semua yang disampaikan itu bisa dicerna akal tapi yakin bahwa semua disampaikan rasul tidak benar jika itu Shahih riwayat di sinilah diuji seorang muslim dia pasrah menerima atau masih juga menggunakan logika oleh logika dia yang sesat yang terbatas untuk menolak dengan berbagai alasan ini dan itunya maka seorang mukmin apabila telah mendengar hadis rasulullah benda tidak memahami hikmahnya karena anda kita semua siapapun diwajibkan menerima bukan memahami hikmahnya kebenaran iman kita bukan tergantung kepada memahami hikmahnya tapi kebenaran iman kita tergantung kepada menerima apa yang kita dengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini prinsip dalam beragama yang harus kita pahami mungkin demikian bisa dibacakan dari sebagian riwayat Menjelaskan sikap memilih terhadap hadis nabi pengagungan beliau terhadap hadis nabi Alaihissalam masih tersisa berapa bila kita masih ya berumur di pekan yang akan datang kita lanjutkan pembahasan tentang riwayat atau membaca riwayat yang lainnya Menjelaskan sikap yang baik terhadap hadis nabi Alaihissalam demikian mudah dan bermanfaat kepada Ustadz yang telah menyampaikan pelajaran dan bimbingan yang bermanfaat untuk kita semuanya Semoga Allah memberikan Taufik untuk kita bisa memahaminya dan bisa mengamalkannya dalam rangka kita mengagungkan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam khususnya dalam ibadah dan keseharian kita Selanjutnya kami berikan kesempatan untuk Antum semua yang bertanya di 021823 6543 via telepon Kemudian untuk pesan singkat yang nomor 808 1983 Silahkan telepon yang pertama halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh di Sumatera Utara Silahkan Bapak pertanyaannya Saya pernah mendengar seorang Ustadz yang menyatakan bahwasanya Imam Syafi’i menyatakan membolehkan membaca Alquran di kuburan bahkan menghantamkannya Apakah benar demikian pernyataan Imam Syafi’i pencerahannya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih kepada bapak yang bertanya di Sumatera Utara Barakallah jadi Apakah benar Imam Syafi’i membolehkan baca Alquran di kuburan kemudian menghatamkannya pertama yang perlu diperhatikan banyak di zaman sekarang ini penisbatan kepada imam-imam ahli Sunnah Wal Jamaah pendapat-pendapat pernyataan yang tidak benar penisbatan tersebut kepada para imam-imam tersebut maka dalam hal ini ya seorang yang ingin mengetahui langsung perkataan Imam Syafi’i maka kembalilah yang merupakan pembela mazhabnya jadi tidak langsung ia menerima pernyataan sebagian menisbatkan kepada Imam Syafi’i kemudian setelah itu tanpa menyebutkan referensinya ya atau sumbernya maka ini jelas sikap yang keliru Imam Syafi’i Imam Ahlussunnah Wal Jamaah ah dan beliau ya adalah ulama yang setia mengikuti sunnah yang setia mengikuti sunnah dan beliau memahami betul bahwa kuburan bukanlah tempat beribadah bukan tempat salat bukan tempat berdzikir bukan tempat membaca Alquran tempat mengingat kematian berziarah kubur hanya untuk pertama mengikuti sunnah nabi mendoakan ya penghuni kubur dan yang ketiga adalah mengingat kematian bukan untuk beribadah bukan untuk berdzikir bukan untuk berdoa bukan tempat membaca Alquran apalagi menghatamkan Alquran ya Membaca Alquran tempatnya ya di rumah Allah di rumah kita makanya dan sebagainya disebutkan bahwa nabi mengatakan la tajwid Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan Kenapa memang kuburan bukan tempat ibadah ya bukan tempat berdoa artinya doa itu mengatakan bahwa di sana ada tempat yang utama berdoa sampai pun kuburan nabi yang kau kuburan yang paling mulia di dunia kuburan nabi Alaihissalam bukan tempat berdoa bukan tempat ibadah bukan jadikan sebagai Masjid tempat ibadah masjid dalam bentuk membuat bangunan tempat salat ibadah di sana atau menjadikan Pancasila sebagai ibadah kuburan bukan tempat itu Oleh karena itu tidak benar penisbahan bahwa Imam Syafi’i untuk menghatamkan tempat mengkhatamkan orang kuburan tidak bahkan beliau melarang mengagungkan meninggikan kuburan ya oleh kuburan orang-orang yang sholeh kan demikian itu akan menjerumuskan kata beliau kepada pengagungan dan menjerumuskan kepada pengkultusan kepada penghuninya maka ini yang tidak benar penisbatan tersebut pada Imam Syafi’i rahimahullah cek yang memastikan terlebih dahulu apa yang dinukilkan pada Imam tersebut benar atau tidaknya dari riwayatnya ya bukan sederhana nukilan-nukilan dari kitab mutakhir tapi tidak jelas sumbernya Ya sampai sebagian menisbatkan pada sapi bahwa Imam Syafi’i Allah tidak semua tidak berada di tinggi di atas arasnya perkataan yang dusta dan disebarkan kepada Imam Syafi’i banyak hal yang seperti itu di kalangan mutakhir maka kita tanyakan Mana buktinya dari sumbernya mana jadi Sebagian ulama karena banyak kedustaan dan disebabkan pada imannya maka begitu ada yang mengukir suatu perkataan minta kepadanya mana sumbernya preferensinya mana dalam kitab apa jika tidak bisa mendatangkan referensi berarti dia dusta maka tidak pantas mengenai ilmu dari para Pendusta demikianlah fikum yang telah masuk dari bapak Jaja di Kalideres yang bertanya Ustadz Apakah boleh sebelum kita membuka Kitab Ulama atau kita menghadiri kajian ilmiah bersiwak terlebih dahulu jazakallah terima kasih ya jika menanyakan boleh ya boleh-boleh saja tidak ada mas kita membersihkan ya bersiap ya tapi tentunya sebelum hal itu dilakukan karena itu salah satu bentuk dari ya mempersiapkan diri membersihkannya mulut karena sebagian juga dinukilkan dan sebagian para ulama hadis dalam hal itu ya Jadi boleh boleh saja tapi bukan hal yang wajib ya kalau kita melihat ya pada Imam Malik tadi kita mengatakan memang itulah ya sebagai adab dalam belajar Apakah wajib Ustad yah untuk mengatakan sesuatu yang wajib itu hal yang sulit kecuali ada dalil yang memerintahkan hal itu tapi kita mengetahui bahwa begitulah yang harus dilakukan seorang tolibul ilmiah sebagai bentuk pengagungan kepada syiar-syiar agama Allah karena tidak ada yang lebih mulia dari perkataan Rasulullah begitu juga menuntut ilmu persiapkan diri persiapkan diri tentunya dalam salat dan salat-salat saja bersiwak ya tentu sebelum salat itu disunahkan bukan hal yang diwajibkan laulana jika tidak memberatkan umatku maka Aku perintahkan mereka untuk bersiwak ya sebelum salat maka dalam kajian jika seandainya ingin kita membersihkan mulut kita dengan bersih tidak ada masalah tapi jangan begitu mulai kajian terus sibuk berjiwa tidak boleh karena yang utama dalam kondisi seperti itu bila mulai kajian maka kita Perhatian Kepada kajian dan fokus mendengar adik-adik yang disampaikan Nah demikian Terima kasih atas nasehat dan jawabannya Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali Silahkan di layanan Telepon 0218236543 halo Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi Apakah boleh Ustadz atau Bagaimanakah kita bersikap dengan seseorang yang main HP ketika mulai pengajian sampai pengajian berakhir kita melihat dia itu tertawa dengan HPnya itu dan kita bisa duduk di sampingnya itu agak terganggu juga terima kasih kepada Ibu hamba Allah di Riau jadi beliau menyampaikan ya fenomena di sebagian majelis ilmu ta’lim ya begitu hadir di majelis taklim tapi malah dia punya majelis tersendiri majelis dunia mayanya nah Bagaimana sikap kita sibuk Ustad telah menyampaikan kajian sibuk ya ini hukum masalah ini ini hukum masalah itu dan seharusnya sibuk HP disebut dengan gadgetnya ya tawa-ketiwi Atau mungkin senyum ya makanya jelas suul adat orang yang seperti itu tidak akan mendapatkan hikmah dalam pelajaran tadi maka lebih baik dia tidak menghadiri majelis tadi jika hal yang sangat mendesak di keluar sampaikan bahwa nanti mungkin kalau hanya bukan mendesak ya bisa mungkin ditunda Kalau mungkin satu jam baru mungkin komunikasi adapun dalam majelis dia datang untuk mendengar hadits Nabi mendengar Alquran dia sebut dengan gadgetnya hp-nya ya makanya orang yang Sule ada tidak memuliakan ilmu mana ilmu tidak akan memuliakan tidak memuliakan ilmu Maka ilmu tidak akan memuliakan dia artinya dia tidak akan mendapatkan ilmu yang dia inginkan maka tidak akan berubah sikapnya belajar belajar tapi ternyata juga perkataan tidak tambah baik Perilaku tidak bertambah Elok dan juga yang tidak ada perubahan dalam hidupnya Kenapa dia ngajinya seperti itu maka hilang keberkahan ilmu jadi Oleh karena itu sikap kita sikap ibu jika mendapatkan seperti nasihat dia nasehati bisa disampaikan sebagian Bagaimana sikap Imam Malik Imam ahli sunnah yang lain itulah sebagai bentuk pengagungan kepada ilmu maka perlu kita pelajari Adab Adab Kenapa para ulama kita dahulu mereka sungguh jadi muliakan oleh Allah dengan ilmu kita membaca perkataan mereka diberkahi majelis-majelis ilmu dan juga karya tulisnya karena begitu mereka menuntut ilmu dimudahkan oleh Allah karena mereka mengagungkan ilmu mengagungkan gurunya yang memuliakan bukan mengkultuskan mengagungkan ada-adab ini majelis untuk ilmu bukan majelis untuk bermain HP atau mungkin kerja dan yang lainnya maka sikap kita disampaikan nasehati tidak boleh ya muliakanlah ilmu nasehat menghitung suatu kemungkaran di majelis ilmu maka tugas kita mengingkari dengan cara yang baik ya kemudian menasehati dia untuk tidak melakukan seperti itu Walaupun dia terpaksa dia menjawab maka lebih baik ya mungkin keluar dulu ya kemudian menjawab apa yang mungkin ingin disampaikan dari dari medianya media sosialnya nah seperti itu demikian wallahu anhu memberikan kesempatan kembali Silahkan di layanan Telepon 0218236543 halo ada juga bisa mengirimkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896543 silahkan halo Assalamualaikum Ustadz Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak dengan siapa Ramadhon di Prabumulih Saya mau bertanya ini Ustadz untuk dalam penentuan hari raya ini kan di Indonesia terdapat perbedaan Ustad Nah jadi kami sebagai orang awam ini kan bingung ini sedangkan kedua-duanya terdapat hardisk Jadi kami harus mengikuti hadis yang mana Ini Ustad mohon penjelasannya Ustad terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ya terima kasih bapak yang di Prabumulih ya pertanyaan Barakallah ini kaum muslimin para pemirsa memang permasalahan yang dalam merana ya di kalangan para ulama jadi pembahasannya itu apakah Penentuan hari Arafah itu itu ditinjau dari bahwa hari Arafah itulah waktu atau tempat Kalau waktu berarti tanggal 9 Zulhijah Kalau tempat berarti hukumnya jamaah haji di di Arafah tersebut Nah apakah puasa hari Arafah itu ya itu pertama sesuai dengan waktu royatul Hilal ya di setiap negara atau sesuai dengan royatul Hilal di tempat pelaksanaan ibadah haji tersebut Nah maka demikian tentu akan terjadi perbedaan ya berlebarannya berhari rayanya seperti penting selama standarnya itu adalah rukyatul Hilal maka dalam hal ini Paling perbedaan hal yang klasik nah kemudian bila suatu pemerintahan ya satu kedaulatan pemerintah mereka menentukan dengan cara sistem ternyata melihat bahwa ada perbedaan maka dalam hal ini allahualam maka bagi kaum muslimin yang ada di suatu kedaulatan dan pemerintah menentukan maka dalam hal ini lebih utama mereka mengikuti tentunya apa yang telah ditentukan oleh pemerintah tapi dengan catatan juga jika ada saudara kita yang lainnya maka saya menyatakan bahwa tidak terlampau perlu dipermasalahkan ya jadi memang ada khilavia selama mereka mungkin ya berpendapat bahwa matanya satu karena di Saudi mungkin telah terlihat Hilal sehingga dia hari Arafah dan akhirnya lebih dahulu Alhamdulillah lebih dahuluan maka silahkan tapi seandainya Bapak berada di komunitas yang mungkin mereka semua memilih ya untuk semua yang memilih pada hari itu mungkin cukup Saudi saja Misalnya ya maka kesulitan bila waktu tidak ikut salat dengan mereka Maka kesulitan untuk salatnya tidak ada masalah ikuti tapi dengan catatan mereka dengan kemudian bila Seandainya di tempat yang mayoritas kaum muslimin dan mengikuti apa yang menjelaskan pemerintah maka itu yang lebih utama diikuti Karena tujuan diantara juga pelaksanaan lebaran itu bukan sekedar hanya kita melaksanakan ibadah saja tapi bagaimana adalah sebagai media untuk menjalin kebersamaan kesatuan Apalagi kita berada di suatu negara yang sama ada pemerintah ada ya badan yang bertanggung jawab untuk menentukan ya hal-hal yang seperti itu oleh karena itu lebih baik dalam hal ini kita ya ikut apa yang telah dijelaskan pemerintah tapi dengan tidak juga menyalahkan ya saudara kita yang lain yang memilih mungkin pendapat yang lain Terima kasih atas Jawabannya kembali memberikan kesempatan silahkan 0218236543 halo silahkan Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana ini ini Ibu Yani dari perangin Jambi Ustad Silahkan ibu Assalamualaikum Ustadz Ustaz saya ini seorang ibu yang mempunyai anak 4 orang Ustad tapi anak-anak saya itu yang hidup satu perempuan jadi yang saya tanyakan itu kayak gini Ustad sedangkan yang semuanya yang ketiga-tiganya sudah meninggal waktu kecil Ustadz yang anak saya itu meninggal umur sekitar 24 25 tahun kurang lebihnya sudah punya suami menikah umur 4 bulan umur pernikahan 4 bulan setengah beliau hamil dalam keadaan 2 bulan tapi qodarullah Ustadz dia meninggal kecelakaan di saat dia mau ngambil nomor waktu saat kelulusan CPNS Ustad di tahun 2014 pertanyaannya ibu saat itu saya ini baru kami ini belum mengenal sunnah masih awam Jadi pertanyaan saya itu ini Ustad masalah salat kami salat puasa puasa zakat semuanya cuman sunnahnya Belum Kami pahami Kami merasa sedih dengan keadaan anak saya yang telah meninggal belum tahu sunnahnya saya nih sedih gitu Ustaz setelah mendengar ceramah-ceramah ustadz dan Ustadz yang lain-lainnya ternyata banyak kekurangan kami ini Ustad gimana caranya ya ustad karena saya ini sedih terus setelah mengingat anak saya sudah meninggal Saya tidak bisa mendidik seperti yang sunnah Maaf lama Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bisa ditangkap Ustad pertanyaan dari Jambi ya pertama kita berdoa semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala ibu yang telah meninggal mungkin saudara-saudara kita telah meninggal mendahului kita ya Semoga Allah merahmati mereka dan menempatkan mereka di tempat yang mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kemudian yang kedua ya Alhamdulillah Ibu Yani tadi diungkapkan Alhamdulillah Allah Subhanahu Wa Ta’ala muliakan dengan mengenal sunnah nabi Alaihi sholatu Wassalam sehingga bisa berbenah diri dan introspeksi diri memperbaiki diri sehingga kekurangan yang ada sebelumnya ya bisa mulai dilengkapkan ya disempurnakan Alhamdulillah nikmat ini harus dijaga dan nikmat sunnah ini nikmat Islam yang mulia ini kita jaga Bagaimana tata cara beragama praqidah beribadah berakhlak ya kemudian terutama dalam amalan-amalan rutinitas harian kita salat kita ya berzikirnya dan hal-hal yang berkaitan dengan segala amal ibadah yang keseharian kita maka teruslah belajar mendengar bertanya ya adapun yang berkaitan dengan kondisi yang dialami ibu saya sering bersedih karena anak-anak saya meninggal sebelum mereka mengenal sunnah ya yang demikian itu ya Ibu tentunya pertama ya pasrah dan menerima takdir yang telah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Ya Allah telah mentakdirkan hal itu terjadi kemudian ya Bila kekurangan-kekurangan yang pernah dilakukan mungkin yang atau mungkin yang pernah dilakukan oleh anak-anak ibu yang sebelumnya karena mungkin keterbatasan atau belum mengetahui belum ada orang yang menyampaikan hal itu maka mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya memaafkan kekurangan tersebut yang penting yang perlu dilakukan ya oleh ibu saat ini dan seterusnya memperbanyak Ya berdoa kepada Allah anda mohon keampunan untuk anak-anak ibu ya dan memaafkan kesalahan mereka mengampuni dosa-dosa mereka dan ya bila mereka ya meninggal dalam keadaan Islam dalam keadaan bertauhid dalam keadaan beriman maka Insya Allah rahmat Allah akan senantiasa menyertai orang yang beriman ya maka Bila seorang betul-betul memahami sesuatu melakukan suatu masalah atau mungkin tidak melakukan karena terbatasan ilmunya mudah-mudahan itu menjadi ya sebab Allah mengampuni ya dosa-dosanya Oleh karena itu yang harus dilakukan bukan terus bersedih karena kalau ibu terus bersedih juga tidak menambah kebaikan ya tapi yang harus dilakukan ibu banyak berdoa kepada Allah berdoa baikkan bagi anak-anak ibu yang telah meninggal bukan kerahmatan keampunan jika Ibu bersedekah atas namakan anak telah sampai pahalanya jika Ibu mungkin melihat harta untuk menghajikan mereka ya atau mungkin mengumrohkan mereka sampai pahalanya maka kita harus lakukan seringlah berdoa kepada Allah mohon keampunan karena sesungguhnya itu yang sangat dibutuhkan mereka dalam kondisi sekarang ini jadi tidak jangan larut terus dalam kondisi sedih akan mengganggu ya mengganggu kehidupan kita memang itu Allah terletakdirkan kita menerima maka diantara hikmah beriman kepada takdir kita menerima dengan segala lapang dada dengan segala ya ridho dan pasrah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian apa yang telah terjadi ya memang kalau kita masih dalam keadaan hidup ya kita tinggalkan kita bertobat dari kesalahan kita bagi saudara-saudara kami telah melakukan sesuatu yang mungkin tidak sampai pada batas kekufuran maka mereka masih berada dalam ya harapan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka telah banyak berdoa untuk mereka selamatan kerahmatan keampunan di sisi allah subhanahu wa ta’ala jangan terus hidup dalam kondisi kesedihan karena itu akan mengganggu konsentrasi beribadah ya konsentrasi kehusukan ya terus membayangkan yang demikian itu sebab telah terjadi ya telah terjadi dengan izin dan takdir Allah Subhanahu Semoga ibu senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala diberkahi hidupnya diberi keberkahan juga anak-anak yang atau cucunya ya dan juga dalam setiap langkah-langkah dan juga perjalanan ibu dalam ya melanjutkan sisa-sisa kehidupan di alam yang fana ini Nah demikian wallahualam para pemirsa dan juga Para pendengar mungkin itu yang bisa disampaikan pada kesempatan hari yang mulia ini semoga kita dalam senantiasa diberi kemudahan pertolongan untuk beribadah berzikir dan melakukan ya mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allahumma Amin demikian Wassalam Muhammad Wa Alaihi Wasallam Terima kasih atas kesediaannya untuk menyampaikan pelajaran serta menyampaikan bimbingan dan jawaban pada kesempatan pagi hari ini semoga Allah senantiasa melimpahkan Taufik Rahmat keberkahan dan kesehatan dan menjaga ustadz dan keluarga juga memberikan kesempatan kembali untuk kita mengambil ilmu di Jumat pagi yang akan datang jazakumullah kepada pemerhati Roger manapun Anda berada Semoga pertemuan kita diberkahi Allah dan mendapatkan kebaikan untuk kita semuanya Kami menyebut kan pamit undur diri Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan | Manhaj Imam Malik fi Isbatil Aqidah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply