Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah kitab Minhajul firqotin najiyah tentang metode beragama golongan yang selamat ini di pembahasan tentang macam-macam jihad tadi sekarang Afani jenis yang kedua ini dilakukan dengan cara berinfak menyumbangkan harta untuk menyebarkan Islam yakni baik dengan buku-buku tulisan-tulisan yang menjelaskan Islam yang benar atau rekaman-rekaman ceramah ya juga mencetak kitab-kitab yang mengajak kepada Islam dengan cara yang benar ini manfaatnya sangat besar apalagi ketika dibagi-bagi kepada kaum muslimin di waktu-waktu mereka berkumpul misalnya ya seperti ketika di musim haji orang-orang yang datang melaksanakan umroh di Mekah dan Madinah misalnya atau di waktu-waktu perayaan-perayaan tertentu seperti ketika ada pengajian atau mungkin Ketika orang melaksanakan walimahan ya pernikahan bagi-bagikan buku-buku yang bermanfaat maka ini termasuk berdakwah dengan berjihad dengan harta ilmu [Musik] dan juga bisa dilakukan dengan cara membagikan membagi-bagikan harta kepada orang-orang yang sedang ditundukkan hatinya dijinakkan hatinya dari karangan orang-orang yang lemah atau orang-orang yang miskin dari kalangan di kalangan kaum muslimin untuk meneguhkan hati mereka kita tahu orang-orang yang lemah orang-orang yang miskin seperti ini itu bisa menjadi sebab pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala turun kepada kita dengan doa-doa mereka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang shahih pernah bersabda Inna matun ya hanyalah kalian akan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan orang-orang yang lemah orang-orang miskin di antara kamu ini dengan doa-doa mereka dengan keikhlasan mereka kesungguhan mereka dalam beribadah kepada Allah ini menjadi sebab ya kebaikan bagi kaum muslimin [Musik] juga dilakukan dengan cara memproduksi atau membeli persenjataan dan persiapan-persiapan perlengkapan untuk orang-orang yang berjihad di medan perang dan hal-hal yang ah merupakan kebutuhan atau hajat mereka yang wajib dipenuhi seperti makanan pakaian dan yang lainnya Ya sebagian dari kaum muslimin yang mungkin di Serang oleh orang-orang kafir atau Negeri mereka diduduki oleh orang-orang kafir maka mereka butuh senjata untuk melawan orang-orang kafir tersebut maka termasuk berjihad dengan harta adalah menyiapkan perlengkapan-perlengkapan mereka dalam kebutuhan tersebut [Musik] dengan diri walaupun ini dilakukan dengan cara berperang melawan orang-orang kafir tentu dengan syarat-syarat seperti yang diterangkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dalam kitab-kitab fiqih yang membahas masalah ini dan juga ikut serta di dalam Medan Medan pertempuran dalam rangka membela Islam dan untuk menjadikan kalimat Allah yang paling tinggi sedangkan kalimat orang-orang kafir itulah yang paling rendah Ya tentu ini berjihad dengan senjata ini kita ketahui adalah berjihad yang sesuai dengan syariat Islam ini adalah kedudukannya sangat tinggi dalam Islam disebut dalam hadis yang saya sebagai Islam puncak dari punuknya Islam kalau dilakukan sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan petunjuk rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam ketika macam jihad ini ketika jihad ini jenis jihad ini jenis berjihad ini diisyaratkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang shahih dari Anas bin Malik radhiyallahu ta’ala Anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda jahidhul musyrikin jahil musyrikin nabi amwalikum berjihadlah kamu melawan orang-orang musyrik dengan hartamu jiwamu dan lisan lisanmu ini jelas hadis ini menyebutkan tentang tiga jenis ini hadis ini diriwayatkan dalam Sunan Abu Daud dan dinyatakan Shahih oleh para ulama seperti imam nawawi kemudian Syekh Albani juga rahimahullah baik kemudian tambahan dari penjelasan Allah juga ini bermacam-macam ya pertama awalan fardhu jihad yang fardhu ini dilakukan dengan cara melawan musuh yang menyerang ya atau menjajah sebagian dari negeri-negeri kaum muslimin seperti Palestina misalnya [Musik] orang-orang Yahudi yang durhaka [Musik] orang-orang muslim yang punya kemampuan mereka berdosa sampai mengeluarkan orang-orang Yahudi dari negeri tersebut dan mengembalikan Masjidil Aqsa di pangkuan kaum muslimin sesuai dengan kemampuan mereka yang mereka sanggup untuk cerahkan dari harta maupun jiwa mereka jadi kondisi-kondisi ketika kaum muslimin diserang oleh orang-orang kafir dan Negeri mereka direbut atau dijajah Ya tentu yang pertama kali paling wajib adalah kaum muslimin yang tinggal di negeri itu sendiri wajib bagi mereka untuk membela diri dan untuk membela negerinya kemudian kaum muslimin yang berada di luar tentu saja dengan syarat-syarat ya termasuk ada izin dari pemerintahnya ketika dikoordinir oleh pemerintah kaum muslimin sendiri maka yang seperti ini keadaannya bagi yang punya kemampuan seperti yang diterangkan di sini Mereka wajib untuk melakukannya sesuai dengan kesanggupan mereka fanian yang kedua fardhu kifayah kewajiban yang bersifat fardhu kifayah ini maknanya fardhu kifayah jika hal ini kewajiban ini telah ditegakkan oleh sebagian kaum muslimin maka gugur kewajiban dari yang lain tidak wajib lagi bagi yang lain [Musik] yaitu dilakukan dengan cara apa menyebarkan menyampaikan dan menyebarkan dakwah Islam di semua negeri Hatta yah kumahal Islam hattayaku mahal Islami sehingga negeri-negeri ini ah akan dihukumi dengan hukum Islam akan mengikuti syariat Islam [Musik] adapun orang-orang yang menghalangi di jalan penyebaran dakwah ini maka mereka diperangi supaya dakwah itu bisa berjalan di negeri-negeri tersebut Ya tentu saja ada hal-hal yang seperti ini dengan bekerja sama dengan pemerintah kaum muslimin yang ada di setiap negeri-negeri tersebut untuk dalam rangka penyebaran dakwah dalam rangka menyebarkan Islam yang benar ini fardhu kifayah jika telah ditegakkan oleh sebagian dari kaum muslimin maka yang lain tidak wajib lagi untuk melakukannya kalau itu sudah mencukupi dalam rangka penyebaran dakwah ini Nah inilah ya penjelasan [Musik] dari metode berdakwah golongan yang disebut dengan al-firqotunnajah golongan yang selalu mendapat pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala sampai di poin yang terakhir yaitu poin yang ke-12 maka cukup sampai disini Insyaallah kajian kita di malam hari ini Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat menjadikan kita semakin bersemangat untuk berpegang teguh dengan Islam yang benar sesuai dengan Dalil dari AlQuran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma’in semakin semangat kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar kita dijadikan Istiqomah di atas Islam dan di atas sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sampai di akhir hayat kita tapi Barakallah fikum Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan seputar tema kajian ataupun di luar tema maka saya persilahkan Barakallah Assalamualaikum Ustaz Bagaimana apabila Puasa Daud ketemu dengan puasa sunnah seperti puasa Arafah Muharram dan puasa-puasa lainnya mana yang lebih didahulukan bisa digabungkan niatnya tidak ada masalah sama-sama puasa sunnah tidak saling bertentangan ya kedudukannya juga sama bisa digabungkan yang seperti ini para ulama kita tahu membolehkan kita menggabungkan niat jika tidak ada pertentangan dan ibadah tersebut kedudukannya setingkat seperti kita masuk di masjid ya pada saat misalnya adzan telah dikumandangkan kita bisa menggabungkan antara apa ini salat tahiyatul masjid dengan misalnya qobliyah atau sunnah Setelah wudhu misalnya diperbolehkan maka Kalau bertemu dengan puasa Daud tidak mengapa kita gabungkan niatnya atau misalnya hari ini jadwal puasa Daud kita besok bertepatan dengan puasa Arafah misalnya kita puasa lagi tidak mengapa dengan niat puasa Arafah kalau kita ingin Lanjutkan besok lagi dengan puasa Daud tidak mengapa atau kita selingi matahari tidak mengapa ya ini semua kebaikan-kebaikan yang Alhamdulillah bagi seorang yang diberikan kemampuan melakukannya maka dia dapatkan keutamaan di atas keutamaan ya Dan apabila jadwal puasa Daud hari Senin kemudian hari Selasa pas puasa Arafah kita katakan puasa saja Arafah karena masing-masing dihukumi dengan niatnya hari rabunya jadwal puasa Daud lagi Bolehkah boleh atau antum mau Langkai dulu hari rabunya juga tidak mengapa kan sesuai dengan niat kita apa dicukupkan Puasa Daud saja tanpa harus puasa sunnah yang lainnya semua kalau seandainya kita bisa dapat kesempatan Kenapa kita mencukupkan kalau kita punya kemampuan untuk itu ya asal jangan kita memaksakan diri secara berlebihan sampai membuat kita merasa terbebani dengan puasa kita itu yang jadi masalah kalau misalnya kita punya kemampuan kita lakukan puasa-puasa tersebut Masyaallah maka ini keutamaan yang sangat besar apalagi bertepatan dengan hari-hari 10 hari awal Dzulhijjah yang kita tahu amalan Saleh paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada hari-hari yang ketika itu amalan Saleh paling dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala melebihi 10 hari awal Dzulhijjah saya sudah ngaji sunnah tapi saya masih suka pelit untuk mengucapkan salam kepada saudara Muslim dan masih suka pelit untuk senyum Sementara saya sudah tahu kalau itu termasuk sunnah Kenapa dalam masalah ini ini tidak mengeluarkan biaya juga tidak begitu banyak mengeluarkan tenaga ya kita dapat pahala sendiri Kita pelit untuk diri kita sendiri namanya seperti ini ya naudzubillahimindzalik kalau kita tahu keutamaannya ucapkan salam termasuk yang diperintahkan dalam sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengucapkan salam kepada orang yang kita kenal maupun tidak kita kenal asal kita tahu dia muslim ucapkan salam ya hadis-hadis yang Shahih yang menyebutkan tentang keutamaan salam sebagai sebab kita saling mencintai sebab masuk surga kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diantara kamu ya itu di antara hadis yang Shahih yang menyebutkan hal ini kemudian juga masalah senyum hadis yang kita kenal bahkan sejak anak-anak kita ajarkan kepada anak-anak kita bahwa senyummu di hadapan saudaramu itu bernilai sedekah baginya karena ini memasukkan kesenangan di hatinya orang muslim itu adalah kebaikan maka kita tahu dalam sedekah harta kita kurang maka tentu hal-hal yang seperti ini Kita harusnya bersemangat melakukannya untuk bernilai sedekah dan keutamaan bagi kita yang diminta pertolongan kepada Allah agar dimudahkan untuk tidak pelit dalam mengamalkan amal-amal tersebut karena Allah subhanahu wa ta’ala yang maha kuasa untuk membukakan hati kita agar semangat mengerjakan kebaikan hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih Pondok yang baik untuk anak Apakah Pesantren Tahfidz modern atau yang tradisional yang lebih mengajarkan dasar akidah tidak menargetkan hafalan ya untuk hal-hal yang seperti ini kita bisa bertanya kepada orang-orang yang mungkin kita ketahui punya pengalaman di pondok tersebut atau Ustadz yang mungkin bisa memberikan penilaian karena bukan kembali kepada masalah modern atau tradisionalnya atau masalah fasilitasnya misalnya tapi kembali kepada setelah Taufik dari Allah metode pengajarannya kemudian komitmen dari guru-gurunya Ah ya yang jelas kita lihat kalau Pondok tersebut pertama manhajnya mengikuti pemahaman Ahlussunnah Wal Jamaah guru-guru yang dipilih juga orang yang kita percaya kemudian mereka menerapkan metode dari para ulama Salaf mengajarkan misalnya Tahfidz Alquran ada bahasa Arab tapi juga Alquran dipahamkan kandungan maknanya bukan sekedar hafalan saja maka ini adalah Pondok yang baik mengajarkan dasar-dasar aqidah kepada anak-anak kita misalnya akhlak yang baik ini juga dibutuhkan Karena bagaimanapun jangan sampai dia hanya fokus menghafal tapi tidak belajar aqidah kata Sebagian ulama Salaf Robbal Qori in Lil Quran baca Alquran tapi Alquran justru melakna dia bahkan hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam Shahih Muslim Innallaha Yaman Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala meninggikan derajat beberapa kaum dengan Alquran dan merendahkan derajat kaum-kaum yang lain yang mengamalkannya yang paham mempraktikkannya maka dia yang diangkat derajatnya adapun yang tidak mengamalkannya maka dialah yang direndahkan naudzubillahimindzalik nah Insya Allah cukup kalau tidak ada kepercayaan kita cukupkan sampai di sini Barakallah fiikum di Arafah di Saudi misal hari ini di tanggal 9 Zulhijjah sedangkan di Indonesia tanggal 9 Zulhijjah besok lantas Kapan kita puasa Arafah Bukankah puasa di Arafah patokannya wukuf di Arafah salah pemahaman ini Antum sekarang salat Isya Antum mengikuti waktu Saudi atau waktu Indonesia masih 4 jam lebih cepat ya kemudian kata para ulama berpuasa Arafah bukan patokannya wukuf di Arafah ya karena dicontohkan oleh para ulama kalau terjadi satu kondisi Semoga Allah senantiasa menjaga tanah haram ya tanah haromain dengan dengan penjagaan dan melindungi dari segala keburukan Kalau tidak salah satu kondisi misalnya ada peperangan besar atau hal-hal yang menjadi sebab tidak terlaksananya pelaksanaan ibadah haji dan dulu pernah terjadi seperti itu apakah kita katakan tidak boleh berpuasa seluruh dunia kaum muslimin karena tidak ada wukuf di Arafah jawabannya tidak Meskipun tidak ada Wukuf tetap disyariatkan berpuasa tanggal 9 Zulhijjah karena ini berhubungan dengan puasa yang berkenaan dengan tanggal 9 Dzulhijjah ya jadi pelaksanaan Puasa di negeri kita berdasarkan waktu yang kita lihat di negeri ini sebagaimana pelaksanaan salat kita laksanakan di negeri kita bukan berdasarkan waktu yang ada di Arab saudikum Cukup sampai di sini Insyaallah kajian kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Salallahu Wassalam wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Rodja TV demikianlah para pemirsa dan pendengar Rodja dimanapun anda
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply