Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pemirsa TV Rodja dimanapun anda berada Anda masih bersama kami saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam TV Rodja yang kami Panjar luaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi Bogor dan Islam sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung dari Masjid Al Barkah kami yang bertugas mengucapkan selamat mengikuti Alquran dan kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] kita masuk ke bab tayamum untuk menjawab salam tadi 167 [Musik] Akbar Rahman [Musik] [Musik] Ibnu Abbas bahwasanya ia mendengarnya berkata aku bersama Abdurrahman Bin yasar Maula Maimunah istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam datang hingga kami pun masuklah kepada Abu Jahal bin Al Haris binmah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah datang dari arah sumur Jamal lalu bertemu dengan seorang laki-laki kalau laki-laki ini mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam namun nabi tidak menjawab salamnya sehingga beliau pun menuju tembok lalu Beliau pun mengusap wajahnya dan dua tangannya Lalu setelah itu beliau pun menjawab salam ya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Mbak ketika ada orang yang mengucapkan padanya salam maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tayamum dulu baru Kemudian beliau pun menjawab apa dan hadisnya kita ambil faedah saudaraku sekalian kaidah yang pertama kan bersuci untuk berzikir kepada Allah dari mana kita katakan ini sunnah karena ini perbuatan sedangkan kaidah Ushul fiqih mengatakan mujarratul Feli yang dulu sebatas perbuatan Nabi saja hanya menunjukkan kepada sunnah tidak sampai kepada apa wajib kecuali kalau memang ada perintah dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ini dari ituan Azhar Allah Allah dalam keadaan tidak di atas kesucian dan para ulama sepakat bahwa apa boleh berzikir dalam keadaan tidak di atas kesucian Artinya kita mengucapkan subhanallah alhamdulillah Lailahaillallah wallahu akbar dalam keadaan kita berhadas nggak apa-apa namun di sunnahkan kita di atas apa karena perbuatan Nabi di sini sampai Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mau menjawab salam saja tayamum dulu dan juga hadis yang sudah saya sampaikan tadi aku tidak suka berdzikir kepada Allah dalam keadaan tidak di atas apa kesucian kemudian hadis ini juga Ikhwatul Islam dijadikan dalil yaitu tentang permasalahan kalau misalnya apabila kita mencari air mengakibatkan terluput dari waktu apabila kita mencari air mengakibatkan terluput dari waktu yang wajib atau luput dari kewajiban waktunya maka itu diperbolehkan untuk bertayamum Islam Adapun musafir apabila ia sampai kepada air sementara waktunya sudah sempit sekali maka ia boleh salat dengan tayamum atas pendapat jumhur ulama demikian pula kalau ia sampai kepada sumur tapi tidak ada tambang untuk mengambil air kalau ia kalau ia bikin dulu tambangnya dan nyari dulu akhirnya terluput waktunya sampai keluar atau mungkin untuk menggali air tapi kalau dia gali dulu menyebabkan apa keluar waktunya yang indah mengatakan bahwa ia mandi dan sholat walaupun telah keluar waktu Kenapa karena dia harus melaksanakan syaratnya tadi karena masalahnya ya syaratnya adalah harus berwudhu atau mandi dengan air Namun kata ibtimnya ini pendapat yang lemah itu diperintahkan untuk salat sesuai dengan waktunya sesuai kemampuan Al musafir idzalimaan seseorang yang sedang Safar Jika ia tahu bahwa ia tidak mendapatkan air sampai keluar waktunya maka dia wajib salat dengan tayamum dengan kesepakatan seluruh ulama ingat ya musafir kalau dia tidak menemukan apa air Kalau dia cari Air malah dikhawatirkan keluar waktu yang seperti ini seluruh ulama sepakat dia boleh tayamum dan tidak perlu dia mengakhirkan salat sampai ia mendapatkan air sementara waktunya sudah sempit baik sehingga tidak memungkinkan ia mandi dan sholat sehingga akhirnya keluar waktunya bahkan kalau dia harus nyari-nyari dulu ke sana kemari akhirnya ya habis waktunya maka ia telah berbuat maksiat dengan kesepakatan ulama maka pada waktu itu kata beliau apabila ia sampai kepada air sementara waktunya sudah sangat sempit sekali maka kewajibannya adalah salat dengan tayamum di waktu tersebut boleh semua dan ia tidak diperintahkan untuk menggunakannya yang menyebabkan akhirnya waktunya habis beda dengan orang yang ada di akhir waktu dan ia sadar dan air pun ada di hadir di hadapannya maka yang seperti ini dia diperintahkan untuk mandi dan sholat dan waktunya yaitu ketika ia bangun dari tidurnya ya bukan dari terbitnya Fajar Beliau juga berkata dalam majmu fatawa jilid 22 halaman 35 berbicara tentang orang yang apa namanya bangun tidur [Musik] [Musik] Siapa yang bangun dari tidur ya dan ternyata airnya jauh dan tidak mungkin ia dapatkan kecuali setelah keluarnya waktu maka pada waktu itu ia boleh salat dengan tayamum dengan kesepakatan seluruh ulama demikian pula kalau dinginnya sangat dingin kalau game nanti pakai air dingin ini akan berdampak mudarat buat dirinya dan tidak mungkin juga pergi ke tempat pemandian air hangat atau tidak mungkin juga untuk menghangatkan air memasak air sebab kalau dia masak air dulu Waktunya habis maka pada waktu itu ia salat dengan tayamum laki-laki dan wanita dalam masalah ini sama saja berkata ditanya Alia jujur Insan Bolehkah seorang insan mengakhirkan salat untuk melaksanakan syarat-syaratnya seperti orang yang sibuk mengeluarkan air dari tanah maka beliau menjawab kata syek pendapat yang benar dia tidak boleh mengakhirkan salat dari waktunya secara mutlak dan apabila seorang insan khawatir waktunya keluar maka hendaklah ia salat sesuai dengan keadaannya jika mungkin untuk mendapatkan syarat itu dalam waktu dekat akan tetapi masalahnya mengakibatkan waktunya habis mana dasarnya dasarnya firman Allah Inna sholatakalal mukminin sesungguhnya shalat itu tas kaum mukminin ya telah ditentukan waktunya oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi ini ada beberapa keadaan ya apa ada dua keadaan keadaan yang pertama waktunya sudah mau apa habis dan di hadapan kita tidak ada air Pak dihadapan kita tidak ada apa air kalau kita cari air dulu mengakibatkan keluar dari waktu maka yang seperti ini boleh tayamum dengan kesepakatan dan yang kedua ada air cuman kalau menggunakan air wudhu ini mengakibatkan waktunya habis karena waktunya tinggal beberapa menit lagi misalnya nah ini yang menjadi ikhtilaf para ulama Iya Apakah pada waktu itu dia tetap berwudhu walaupun habis waktunya atau boleh dia tayamum ulama mengatakan tetap dia wajib berwudhu dengan air walaupun Wahab waktunya apa habis dalilnya ayat Kalau kalian tidak mendapatkan air maka apa air dan ada air maka kewajiban dia menggunakan air walaupun konsekuensinya sudah keluar dari apa sementara Sebagian ulama mengatakan gak masalah ya boleh dia bertayamum kalau dia menggunakan air tersebut menyebabkan waktu apa habis kepada hadis yang sedang kita bahas ini pak ketemu sama seseorang lalu dia mengucapkan salam Assalamualaikum maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam segera menuju apa tembok segera tayamum kata mereka di situ nabi tayamum karena takut terlukutnya waktu namun allahu alam pendapat yang paling kuat mendapat jumhur Adapun perbuatan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam itu dalam keadaan tidak ada air mas masalahnya Iya tidak ada apa air dengan nabi langsung menghadap ke tembok apa menuju ke tembok dan tayamum dengan apa tembok di sini kita ambil faedah yang ketiga bahwa tayamum itu tidak harus dengan tanah berbeda dengan mazhab Imam Ahmad kalau Imam Ahmad ya mewajibkan tayamum itu harus dengan apa tanah Jadi kalau misalnya nggak ada tanah gimana Misalnya Antum sok Antum berada diatas pesawat nggak ada tanah nggak ada air kata mereka salat dalam keadaan tidak berwudhu tidak tayamum Kenapa karena air nggak ada tanah nggak ada sedangkan menurut mereka tayamum itu harus dengan tanah sedangkan sumur mengatakan bahwa tayamum itu dengan segala sesuatu yang tampak di muka bumi baik tanah atau batu atau dinding dalam hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tayamum dengan tembok dengan tembok bukan dengan tanah ini pendapat yang paling kuat itulah makna Said yang disebutkan oleh Allah katanya dengan Said yang toyib Allahu Akbar kita masuk ke bab selanjutnya bab Al Mu’min la Yan juz mukmin itu tidak najis tadi 168 Hanabi Hurairah [Musik] pernah bertemu dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di salah satu jalan kota Madinah dalam keadaan Abu Hurairah sedang junub dan belum sempat mandi lalu Abu Hurairah pun pergi diam-diam Pak tansalah Insya Allah itu artinya dzahaba khofiyah pergi diam diam jam seperti yang lain dengan lafadzan sama artinya ya maka aku pun pergi diam-diam padahal apa faktasan lalu Pulanglah Dan mandi RI maka Nabi Shallallahu salam pun kehilangan beliau Abu Hurairah rokok tiba-tiba hilang ketika aburi laut datang Rasulullah bertanya Rasulullah engkau bertemu denganku dalam keadaan aku sedang junub dan aku tidak suka duduk bersamamu sampai aku mandi dulu mukmin itu tidak apa tidak najis ini akhi kita ambil faedahnya kaidah yang pertama yang bisa kita petik dari hadits ini jawazul bolehnya orang yang junub menunda mandi junub dan boleh ia keluar dari rumahnya karena ada hajat dalam keadaan belum mandi belum sempat apa mandi kenapa Karena di sini Abu Hurairah bertemu dengan Rasulullah SAW di jalan Pak dalam keadaan Abu Hurairah belum sempat mandi masih junub dan ternyata nabi pun tidak mengingkari Abu Hurairah ya sangat dianjurkan kita untuk segera apa mandi yang kedua berkata imam nawawi dari hadis ini diambil faedah istahabbal ulama penyunahkan untuk para penuntut ilmu untuk memperbagus keadaannya saat duduk di majelisnya memperbaiki keadaannya dari sisi bajunya dan yang lainnya ketika ia mau duduk di majelis apa salah satu adab ya dan sampai duduk di majelis taklim pakai baju oblong jangan ya Kenapa karena kita ini sedang menuntut ilmu kita sedang ingin meraih sesuatu yang mulia Antum saja kalau cari duit pergi ke kantor tak berani pakai pakai kaos oblong ya Antum aja kalau mau pergi ke demi untuk dapat dunia Antum pakai baju rapi masa Pak pergi ke masjid pakaiannya seenaknya Ya Allah ta’ala berfirman Ya Bani Adam [Musik] masjid wahai anak Adam diambillah perhiasan kalian di setiap bawah pergi ke masjid al-hadi sudah lilin ala thoharotul muslim dari sini menunjukkan bahwa badan seorang muslim atau mukmin itu tidak najis Pak suci berkata Imam an-nawawi dalam Syarah Shahih Muslim halaman 288 hadis ini merupakan dalil yang agung yang menunjukkan bahwa muslim itu badannya Suci baik ketika masih hidup maupun sudah meninggal dunia pendapat sebagian masyarakat ya bahwa mayat itu najis mayat seorang muslim itu telah meninggal najis dia pendapat yang bertabrakan dengan hadis ini seorang muslim suci-suci Karena nabi mengatakan muslim itu tidak apa tidak najis Muslimin Adapun orang yang masih hidup maka seluruh ulama maka ya badannya Suci walaupun itu janin yang keguguran [Musik] demikian pula Ketika sudah meninggal dunia sudah jadi mayat maka itu pun suci tidak bisa disamakan dengan mayat kambing nggak bisa dibayar samakan dengan mayat binatang Kenapa Karena manusia itu terhormat Allah berfirman walau sungguh kami telah memuliakan anak Adam maka diantara kemuliaan anak Adam setelah meninggal dunia tetap badannya pun apa oleh karena itulah ketika Rasulullah SAW meninggal dunia maka Abu Bakar pun mencium apa wajah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam demikian pula semua muslim maka badannya itu suci baik baik masih hidup maupun sudah apa meninggal dunia sekarang apakah orang kafir najis atau tidak badannya para ulama tentang firman Allah Innamal musyrikuna najas surat at-taubah sesungguhnya orang-orang musyrikin itu najis Apa makna najis dalam ayat ini jumhur ulama mengatakan jumhur itu artinya mayoritas ya bahwa yang dimaksud dengan najis dalam ayat ini najis secara maknawi tentu najis keyakinannya sementara di hotel islam Sebagian ulama dari pendapat Imam Malik bahwa orang kafir itu najis badannya dasarnya ayat Inna Mal musyrik pendapat yang paling kuat dalam hal ini pendapat jumhur bahwasanya orang musyrik itu badannya tidak najis dan bahwasanya najis yang dimaksud dalam ayat tadi itu najis secara maknawi apa hujannya yang pertama bahwa Allah membolehkan laki-laki kaum muslimin menikahi wanita ahli kitab dalam surat apa itu surat al-maidah dan Allah menghalalkan untuk kalian wanita-wanita yang baik-baik dari kaum mukminat demikian pula wanita-wanita yang baik-baik dari ahli kitab apabila kalian memberikan kepada mereka maharnya sementara ahli kitab sudah berubah nggak Pak mereka berbuat Syirik tidak Pak Iya orang Nasrani mengatakan Allah mengatakan Allah itu tiga dari yang tiga musrik orang Yahudi berkata orang Yahudi uzair Anak Allah tapi ternyata Allah membolehkan menikahi wanita ahli kitab khusus laki-laki Adapun wanita muslimah haram dengan ijma para ulama untuk menikah dengan selain laki-laki muslim yang menunjukkan bolehnya Pak menunjukkan bahwa badannya orang musyrik itu tidak najis bahwa Nabi SAW mengikat seorang musyrik di masjid dia kan tawanan kalaulah badannya najis tentu nabi tidak akan apa memasukkan orang ini ke masjid dan diikat di situ kucing yang ketiga yang menunjukkan bahwa orang musyrik itu badannya tidak najis [Musik] Allah membolehkan sembelihan ahli kitab Allah menghalalkan sembelihan ahli kitab untuk kita selama mereka membaca Bismillah tentunya ya padahal kebiasaannya pastinya ya kata para ulama makanan mereka atau bejana mereka tidak lepas dari apa najis demikian pula Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berwudhu dari bejananya orang seorang wanita -wajah yang lainnya yang akhi yang menunjukkan bahwa badannya orang kafir tidak najis Adapun ayat tadiin sesungguhnya kaum musyrikin itu najis maksudnya najis secara maknawi yaitu najis akidahnya najis pemikirannya najis keyakinannya Dimana mereka meyakini adanya sekutu bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu ucapan Subhanallah itu fungsinya dua pak fungsi yang pertama kita ajub untuk tetap melihat pemandangan yang sangat indah sekali dan Antum takjub maka kita ucapkan apa sebagian orang ketika melihat pemandangan indah mengucapkan apa Masya Allah salah ya yang benar kita ucapkan apa Adapun Masya Allah kita ucapkan kalau kita kagum kepada harta milik sendiri Antum misalnya masuk Kebun Antum dan Antum merasa kagum dengan Kebun Antum ucapkan Masya Allah kenapa engkau ketika masuk ke kebunmu kamu tidak mengucapkan Masya Allah maka dari itu Ya Masya Allah itu kita ucapkan ketika melihat barang harta kita dan kita merasa kagum gitu Pak Antum beli mobil bagus melihat mobil Antum Oh bagus banget ucapkan Masya Allah Adapun kalau kita melihat pemandangan yang indah yang mengagumkan takjub maka kita ucapkan Subhanallah ucapan seseorang yang Masya Allah kita ucapkan Subhanallah boleh juga Allahu Akbar kemudian fungsi yang kedua Subhanallah itu Subhanallah ya diucapkan saat mengingkari ucapan seseorang yang mengucapkan kata-kata yang mungkar maka kita ucapkan apa Subhanallah ini dimana Abu Hurairah mengatakan apa aku tadi pergi ya Rasulullah karena aku sedang junub dan aku tidak suka ya untuk duduk bersamamu dalam keadaan apa kata Rasulullah Subhanallah mereka berkata Allah mengambil anak Subhanallah mengingkari Lalu bagaimana dengan Masya Allah tabarakallah saya belum dapat dalilnya Adapun hadis yang menyebutkan Kenapa kamu tidak Ya doakan keberkahan untuknya itu untuk kalau kita melihat melihat barang orang lain maka yang lebih baik kita ucapkan Barakallah Kenapa Karena nabi mengatakan Kenapa kamu tidak ucapkan tidak doakan apa keberkahan buat dia iya Adapun itu sifat untuk Allah itu sifat untuk apa Allah ya Makanya lebih baik kalau kita melihat barang orang lain kita ucapkan Barakallah fiik atau melihat nih teman Antum baru beli mobil bagus Antum bilang kepada siapa Barakallah ucapkan supaya diberkahi itu dia barangnya itu Allahu Akbar saudara kita masuk ke hadis berikutnya bab dzikir kepada Allah di setiap keadaan [Musik] dari Aisyah Semoga Allah [Musik] ia berkata adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berzikir kepada Allah pada setiap keadaannya menentukan Jawa nya berzikir kepada Allah dalam setiap keadaan baik ya Suci ataupun berhadas atau dia dalam keadaan junub baik itu dzikir subhanallah walhamdulillah Lailahaillallah Allahu akbar Astaghfirullahaladzim ya subhanallah wabihamdihi subhanallah hiladzim ataupun membaca Alquran karena kenapa karena hadis ini umum akhi kata Aisyah radhiyallahu anha adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala pada setiap apa keadaan namun sudah kita sebutkan tadi bahwa yang paling utama adalah berdzikir itu di atas kesucian karena kita sudah sebutkan tadi hadisnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Aku tidak suka berzikir kepada Allah dalam keadaan tidak apa tidak suci ada keadaan-keadaan yang para ulama mengatakan dan pendapat sumur tidak disyariatkan untuk berdzikir yang pertama saat buang air yang pertama saat apa ia buang air maka pada waktu itu tidak disyariatkan dalam hadis bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu kemudian ada orang yang datang dan mengucapkan salam Assalamualaikum maka Rasulullah tidak menjawab salamnya setelah selesai buang air beliau pun berwudhu setelah itu beliau mengucapkan Waalaikumsalam itu menunjukkan bahwa orang yang sedang buang air apa tidak boleh apa dzikir masa Antum pengantin sampai mengucapkan Subhanallah u Akbar dan syariatkan atas pendapat yang paling kuat Kemudian yang kedua orang yang sedang junub pendapat jumhur mengatakan tidak disyariatkan baca Quran dalilnya jumhur adalah hadis Ali Bin Abi Thalib Anda Rasulullah SAW tidak ada yang menghalangi untuk membaca Alquran sesuatupun kecuali janabah namun mengatakan bahwa hadis tidak bisa dijadikan apa ini adalah sebatas apa ya perbuatan sedangkan perbuatan itu tidak menunjukkan kepada haram Ali Bin Abi Thalib hanya mengatakan tidak ada yang menghalangi nabi untuk baca Quran sesuatupun kecuali apa janabat ini hanya sebatas hikayat sedang menjelaskan atau menghikayatkan menceritakan perbuatan bukan sedang menunjukkan bahwa itu hukumnya haram karena bisa jadi pada waktu itu nabi tidak lakukan karena misalnya beliau tidak suka atau yang lainnya bukan karena keharaman maka dari itulah Sebagian ulama seperti Syekh Albani dan yang lainnya mengatakan bahwa orang yang junub boleh baca Alquran masalahnya Apakah orang yang junub boleh memegang mushaf mazhab yang empat mengatakan tidak boleh hati-hati faedah yang kedua dari hadis ini [Musik] di sini menunjukkan bahwa Nabi SAW itu selalu berdzikir kepada Allah dan Nabi SAW juga Memang menganjurkan Pak agar kita banyak berzikir Allah juga menganjurkan Allah berfirman [Musik] orang-orang yang beriman berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak ya suruh kita untuk berzikir dengan dzikir yang banyak dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menganjurkan agar lisan kita ini Pak senantiasa apa basah dengan dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kata Rasulullah hendaknya lisanmu senantiasa dibasahi dengan dzikir kepada Allah karena orang yang lisannya selalu zikir Pak Insya Allah itu dijauhkan oleh Allah dari ucapan yang tidak baik Antum lihat orang yang suka ghibah itu pasti nggak jarang zikir kalau dia banyak dzikir Insya Allah dia tidak akan ghibah orang yang suka nyakitin tetangga orang kalau ngomong dia sukanyakitin orang lain itu biasanya akibat jarang dzikir Tapi orang yang selalu zikir pada Allah dzikir kepada Allah misalnya terjaga Islam ini penting untuk membiasakan lisan kita banyak kezikir apalagi sekarang nih Pak nih sekarang kita berada di 10 awal bulan Dzulhijjah ini amalan yang sangat utama di hari-hari ini memperbanyak dzikir Allah berfirman dan mereka pun mengingat Allah di hari-hari yang telah diketahui dengan Abbas mengatakan maksudnya itu 10 awal bulan Dzulhijjah dan juga [Musik] tidak ada hari-hari yang paling Agung di sisi Allah dan paling dicintai oleh Allah untuk beramal saleh dari hari-hari ini apa kata rasulullah Perbanyaklah di hari-hari ini takbir tahlil Tahmid Allah bagaimana seperti kita ucapkan ketika takbiran Allahu Akbar Allahu Akbar La ilaha illallah wallahu akbar Allahu Akbar Walillah cuma itu Pak kita ini sering kali lupa Kenapa karena banyak banyak pikiran ya pikirannya tentang dunia pikiran tentang makanan pikiran tentang hobi pikiran tentang macam-macam bahwa hati seorang mukmin itu ya dengan dzikir akan hidup bahkan hati seorang mukmin itu hendaknya seperti ikan yang apabila diangkat dari air klepek-klepek hati seorang mukmin senantiasa dzikir kepada Allah apabila ia lepas dari dzikir hatinya tidak tentram tidak tenang Kenapa karena seorang mukmin ketentraman hatinya adalah dengan dzikir kepada Allah mengingat Allah Azza wa Jalla Allah berfirman ketahuilah dengan dzikir kepada Allah hati itu menjadi apa tenang tentram Kenapa sih ada orang Pak mudah stress intinya jarang zikir Kenapa sih ada orang yang ya cepat galau Intinya satu jarang mengingat Allah Yang dia ingat dunia dunia kalau dia mengingat Allah berfikir kepada Allah tentu Subhanallah Allah pasti akan memberikan kepada dia apa ketenangan kebahagiaan ketentraman Bagaimana tidak ya orang yang ingat kepada Allah Allah Ingat kepada dia Ingatlah aku niscaya aku akan ingat kamu kalau Allah ingat kita Allah akan berikan kepada kita taufiknya inayahnya pertolongannya Subhanallah sebaliknya orang yang lupa kepada Allah Allah jadikan lupa kepada dirinya sendiri Allah beriman walau jangan kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah maka Allah jadikan Ia lupa kepada dirinya sendiri Maksudnya lupa kepada maslahat maslahat dirinya dan orang kalau kapan seseorang itu mau memperbaiki diri Pak saat dia ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini kita berusaha ya mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya kata para ulama dengan lisan dan dengan apa hati menuntut ilmu termasuk dzikir tidak Pak Oh termasuk ia seagung-agungnya zikir Antum ngobrol aja sama teman-teman nih tentang Islam tentang nikmat Allah yang Allah berikan kepada kita berupa sunnah nabi dan yang lainnya itu sendiri sudah termasuk dzikir kata para ulama sama teman-teman termasuk dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ta’ala jangan sampai majelis kita ini sepi dari dzikir karena majelis yang sepi dari dzikir ini diancam sama Rasulullah SAW kata Rasulullah tidaklah suatu kaum duduk di suatu majelis dan mereka tidak berdzikir kepada Allah dan tidak pula bersama untuk Rasulullah kecuali akan menjadi penyesalan pada hari kiamat Kecuali mereka bangkit dari majelis itu seperti bangkai keledai demikian kita lanjutkan setelah adzan dengan tanya jawab Bagaimana bila ada pertanyaannya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh di kota Islam untuk selanjutnya kita simak dukumandangkannya adzan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Laha Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad wa ala ali Muhammad Apa hukum jual barang KW kalau barang KW ini ada tulisan barang asli padahal bukan haram hukumnya tanpa misalnya Antum bikin barang KW kemudian ditempel nama yang udah Masyur itu sepatu misalnya satu luka nggak boleh Antum ngibulin orang tuh tapi kalau misalnya tidak ada tulisan sama sekali atau Antum pakai merk sendiri nggak masalah yang masalah itu kalau pakai nama orang lain tanpa izin hijrah Apakah bacaan salat harus diganti semua dari doa iftitah sampai tahiyat akhir lah Oke jadi masalah doa yang Antum baca yang kayak gimana [Musik] ya yang perlu Antum periksa itu doa yang Antum baca ini ada nggak dalilnya itu yang Antum lakukan kalau ada dalilnya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetap baca kalau nggak ada sama sekali dalilnya dan Rasulullah SAW adalah dibuat-buat Jangan dibaca karena Dzikir itu tahu tv-nya Dzikir itu ibadah sedangkan ibadah itu sifatnya taufiyah ya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah Bagaimana cara melawan sifat riya cara melawannya pertama wajib kita sadari bahwa Riya itu dosa yang lebih besar dari dosa besar pria itu lebih besar daripada zina riba lebih besar daripada membunuh Kenapa ia termasuk Syirik masalahnya walaupun Syirik kecil maka Antum sadari bahwa Riya itu lebih besar daripada dosa besar amalan yang terkena Riya walaupun itu amalan besar berubah menjadi amalan yang paling buruk di sisi Allah sebagaimana Antum sudah tahu hadisnya ya tiga orang yang pertama kali dilempar ke dalam api neraka itu Kalau antum pikirkan kalau saya Ria dan saya mati saat itu saya mati kemudian Antum pikirkan Apa manfaatnya kita mengharapkan pujian manusia Apakah dengan manusia memuji kita mereka bisa memberikan pahala tidak apa keuntungannya dipuji manusia Apakah dengan dipuji manusia kita akan tidak akan masuk neraka tidak sama sekali tidak makanya Allah akan mengusir orang-orang yang Ria itu di hari kiamat Allah berfirman kepada orang-orang yang kalian harapkan pujiannya waktu di dunia sana lihat oleh kamu apakah mereka bisa memberikan balasan pahala buat kamu Coba kita pikirkan buat apa kita mengharapkan pujian manusia dari ibadah kita nggak ada manfaatnya ibadah ini untuk Allah jangan sampai ada kita masukkan Syirik mempersekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pulang pergi memakai angkutan umum pada jam pulang karena sering sekali ke magriban di jalan di sisi lain anak ingin sekali sholat di awal waktu tapi karena keadaan macet gimana di tol tidak mungkin untuk turun Bagaimana ya Ustaz Alhamdulillah agama kita mudah ya kalau memang Antum tidak mungkin turun di tol maka ya udah Antum bisa jamak takhir di waktu Isya kalau memang keadaannya seperti itu atau opsi yang kedua Antum Pulangnya setelah maghrib jadi setelah keluar kantor langsung pergi aja ke masjid nanti masjid bacain Banyakin baca Quran dan yang lain sambil nunggu apa salat magrib habis salat magrib baru dia jalan Iya itu opsinya Bolehkah orang kafir masuk ke dalam masjid boleh dengan syarat ya dia tidak menghinakan masjid sebagian orang kafir terkadang masuk masjid dan pakai sepatu memperlihatkan kepunahannya tidak ya kalau keadaannya seperti itu nggak boleh iya mana yang lebih utama bagi tenaga medis dalam tugasnya jika masuk waktu salat maka untuk berwudhu perlu waktu yang prosesnya panjang bisa sampai keluar waktu atau keadaannya sedang darurat seperti menangani pasien yang sedang operasi atau yang lainnya kalau memang keadaannya seperti tadi ya dimana dia operasinya bakalan panjang maka pada waktu itu boleh menjamak dua salat boleh menjamak dua salat Bagaimana tingkatan-tingkatan menuntut ilmu kita menuntut ilmu hendaknya mulai dari kitab-kitab dasar dulu kitab dasar itu maksudnya kitab-kitab ringkasan ya dalam masalah akidah kita pelajari dulu yang ringkasan dulu Kenapa para ulama itu meringkas ilmu itu Pak bukan karena nggak ada tujuan nggak para ulama itu meringkas ilmu karena dalam ringkasan itu terdapat dasar-dasarnya dan kuncinya makanya kita peringkasan itu justru kuncinya ya untuk kita bisa masuk ke tingkat yang lebih tinggi Nah kalau misalnya yang ringkasan yang istilahnya kuncinya belum kita pegang di mana kita akan bisa naik kepada yang lebih apa tinggi dari itu mulai dari dasar kita mulai misalnya dari kitab ya [Musik] atau dari Kitab Ibnu Hajar asqalani rahimahullah iya kalau ilmu apa namanya fiqih misalnya bisa dimulai dari kitab yang ringkas dulu Pak seperti bukunya Syekh Abdurrahman baik lagi terus ke atas naik lagi seperti itu bertahap Pak kalau seperti itu insya Allah Antum akan berhasil Apa sih pengertian sunnah itu Ustadz sunnah itu Pak ada makna secara umum dan ada makna secara khusus secara umum artinya semua yang diajarkan oleh Rasulullah Adapun makna secara khusus maka ini sesuai dengan disiplin ilmu Sunnah menurut ilmu Hadis Sunnah menurut ilmu fiqih sunnah menurut ilmu aqidah beda-beda ternyata definisinya menurut ilmu Hadis sunnah sama dengan hadis itu semua yang berasal dari Rasulullah SAW menurut ilmu fiqih sunnah artinya di bawah wajib menurut ilmu aqidah sunnah artinya lawan daripada bid’ah jadi kita sedang berbicara dalam dalam masalah apa dulu nih ya kalau kita sedang berbicara tentang fiqih berarti kata sunnah itu dibawa kepada makna secara apa ilmu fiqih jangan dibawa kepada makna sunnah secara ilmu akidah tapi kalau kita sedang berbicara tentang akidah maka Pahamilah sunnah itu sesuai dengan ilmu apa akidah sesuai dengan apa Sedang ilmu apa yang sedang dibahas Kapankah makmum berdiri saat iqomah sedangkan Imam ada di dalam masjid kalau Imam ada di dalam masjid maka wallahualam saat muadzin mengatakan qodqol Matius baru kemudian apa berdiri demikian dalam sebuah riwayat tapi kalau misalnya dia mau berdiri langsung dari semenjak awal itupun boleh nggak masalah Apa yang dimaksud dengan larangan di antara salat diantara dua tiang Maksudnya apa Ini Tiang ya sebelah sana ada saf sebelah sini ada shaf sehingga terputus oleh tiang itu yang dilarang Adapun antara dua kalau misalnya tidak terputus silakan yang tidak boleh berarti yang baliknya tuh dibalik tiangnya itu yang tidak boleh kenapa Alasannya karena terputus makanya Anas bin Malik berkata apa pun di zaman Rasulullah kami menghindari ini menghindari apa Tiang boleh nggak dzikir dalam toilet tapi di hati saja ya zikir di hati saja kalau cuma di hati saja nggak masalah kalau selama tidak diucapkan Mbak Iya Allah makanya Sebagian ulama hadis sampai tidak ingin waktunya itu terbuang percuma Pak diantara mereka ada yang ketika buang air dia suruh anaknya bacain hadis jadi ketika buang air dia dengerin hadis ya Subhanallah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Mukhtasar Shahih Muslim
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply