TV bismillah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah Bismillahi wasallam Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkahi kita semua di kesempatan hari ini Insya Allah kami akan hadirkan ke layar kaca Anda program variatif yang insya Allah kita akan lebih menarik menyimaknya dari tangkaian acara yang kami hadirkan ke layar kaca anda dari studio kami ucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat [Musik] dan kajian Islam sesungguhnya diantara tujuan dan maksud melaksanakan ibadah haji yang agung ini merupakan diantara salah satunya mewujudkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan berlepas diri dari hal-hal yang bisa membatalkan tauhid tersebut yaitu kesyirikan kepada Allah bagaimana kita berusaha untuk mengikhlaskan semua ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan ini merupakan diantara tujuan yang paling mulia diantara visi dan misi yang paling Agung yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena tauhid itu merupakan pondasi Allah menciptakan hambanya dan itu merupakan diantara bentuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita bersama ketika kita melaksanakan manasik haji yang mulia ini dan syiar-syiar yang sangat jelas Mas syair yang telah disebutkan oleh Allah keberkahannya maka jelaslah dengan sejelas-jelasnya Bagaimana kedudukan tauhid yang sangat mulia dan posisinya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Ia merupakan Pondasi yang agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala dibangun di atasnya dan semua ketaatan yang mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga dibina di atasnya bahkan semua ketaatan dan ibadah yang tidak berdiri di atas mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dan melakukan kesyirikan maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan pernah menerima dari mereka yang melakukannya Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] dibawakan di dalam Shahih Muslim Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melaksanakan Haji Wada maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memulai ibadahnya dengan mengucapkan kalimat tauhid Labbaik Labbaik kalimat-kalimat yang mulia ini merupakan kalimat tauhid dan mengikhlaskan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam semua ibadah berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orang yang melakukan kesyirikan mereka dengan mensyurikan Allah subhanahu wa ta’ala sehingga mereka tidak mentakdirkan atau tidak mewujudkan apa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk dilakukan dalam bentuk mentauhidkan Allah dan berpas dari kesyirikan tapi Shahih Muslim Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam sebuah riwayat yang dikeluarkan oleh imam muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ta’ala Anhu bahwa sesungguhnya orang-orang musyrik pun dikala mereka mengucapkan kalimat Talbiyah mereka menyebutkan kebaikan ketika mendengarkan yang demikian tentunya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan celaka kalian cukup sampai di situ cukup sampai di situ maknanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam masih menyetujui apa yang mereka ucapkan tapi setelahnya mereka melanjutkan kalimat Talbiyah yaitu kecuali Syarikat yang mana itu milikmu Ya Allah yang engkau memiliki mereka dan apa yang kau miliki kemudian mereka mengatakan yang demikian mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan mereka sedang melakukan tawaf di Ka’bah Al musyarrofah bahwa di dalam sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak ada Serikat dan sekutu untukmu Ya Allah dan kalimat ini berulang dua kali di dalam mengucapkan kalimat Talbiyah yang pertama ucapkan Kemudian yang kedua juga diucapkan dengan yang demikian sedangkan yang pertama diucapkan setelah kita mengucapkan labbaika sedangkan yang kedua diucapkan setelah kita mengucapkan innalhamda wa ni’matilah yang pertama bahwa terdapat di dalamnya bahwa kita tidak akan pernah mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika kita menjawab seruan Allah Subhanahu Wa Ta’ala melaksanakan ibadah yang mulia ini sedangkan yang kedua terkandung di dalamnya bahwa kita tidak akan pernah menserikatkan dan mensekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap semua nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada hambaNya di dalam bentuk kalimat Talbiyah ini adalah bentuk mengikhlaskan semua ibadah mengikhlaskan semua bagian daripada tauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik itu Tauhid yang bersifat pengetahuan ataupun yang bersifat pengamalan yang bersifat pengamalan dapat di dalam perkataan Labbaik Allahumma Labbaik Ya Allah Sesungguhnya kami menjawab seruanmu Ya Allah kami menjawab seruanmu Sedangkan di dalam masalah pengetahuan terdapat di dalam perkataan innalhamda wa ni’mata laka walmul kulla syarikalah sesungguhnya Segala Pujian nikmat kekuasaan hanyalah milikmu dan Kami tidak akan pernah mensyarikatkan dengan sesuatu apapun Alhamdulillah apabila telah jelas bagi kita semuanya bahwa sesungguhnya semua pujian hanyalah milik Allah subhanahu wa ta’ala dan semua nikmat bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala semua kekuasaan hanyalah punya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak satupun yang menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap sisi daripada Sisi yang tadi telah kita Jelaskan maka hendaklah seorang hamba mereka mengikhlaskan dan hanya memberikan kalimat Talbiyah kepada Dzat Yang Maha Rahman mereka senantiasa tunduk kepada Allah mencintai kemudian menerima taat dan betul-betul merintih hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala Bagaimana mungkin dijadikan untuk Allah subhanahu wa ta’ala sekutu di dalam ibadah mereka yang tidak punya sesuatu yang ada di dunia walaupun hanya setipis kulit kurma saja dan tidak ada satupun serikat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam kekuasaan yang tidak memiliki manfaat ataupun tidak bisa menghilangkan mudarat dan tidak ada mereka yang bisa memberikan atau juga mereka yang melarang dan maha suci Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari sifat tersebut akan tetapi semua urusan adalah milik Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak ada Serikat baginya dan ini merupakan diantara dalil yang sangat jelas Bagaimana rusaknya kesyirikan dan orang-orang yang melakukannya merupakan manusia yang paling jahil dan mereka yang kesasar dari jalan yang sebenarnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika sampai di miqat dan ingin melaksanakan ibadah haji salah satu yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ya Allah Sesungguhnya kami melaksanakan Haji ini tidak ada ria di dalamnya dan juga tidak ada sumah kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bertolak menuju Mekkah sambil mengucapkan kalimat Talbiyah yang terkandung di dalamnya kalimat-kalimat tauhid yang sangat Agung yang terdapat di dalam kalimat Tarbiyah tersebut Bagaimana mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dan mewujudkan keinginan daripada tauhid tersebut kemudian berlepas diri daripada lawan daripada kalimat tauhid Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa mengulang mengulang kalimat Talbiyah Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan perjalanan dari Madinah menuju Mekkah kemudian dikala Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berpindah dari [Musik] kemudian kalau seandainya kita perhatikan dikala kita melaksanakan thawaf di Ka’bah kemudian sya’i diantara sofa dan Marwah wukuf di Padang Arafah kemudian Madrid di Muzdalifah kemudian melaksanakan amalan-amalan ibadah haji yang lainnya semua ibadah tersebut merupakan ketaatan kepada Allah yang berdiri di atas tauhid wajib bagi setiap mereka yang melaksanakan ibadah haji untuk melakukan semua amalan-amalan ketaatan ini Semuanya hanyalah mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah tidak akan pernah menerima amalan seseorang yang beramal kalau seandainya tidak berdiri pondasinya di atas mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala oleh karenanya Di Dalam Hadis Qudsi bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Sesungguhnya aku tidak butuh kesyirikan dari mereka yang melakukannya menaamila amalan Barang siapa yang melakukan sebuah amalan yang mana mereka menserikatkan aku dengan yang lainnya maka aku akan meninggalkan amalannya dan kesyirikan yang ia lakukan hadis ini dikeluarkan oleh imam muslim bagi mereka yang mengucapkan kalimat Talbiyah yang mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemuliaan kepada mereka dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang mulia ini untuk menghadirkan maknanya mengetahui tujuannya dan berusaha untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-harinya sehingga dia senantiasa ikhlas di dalam agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidaklah ia meminta kecuali kepada allah tidaklah ia beristigasah kecuali kepada allah tidaklah dia bertawakal kecuali kepada allah tidaklah menyubligh kecuali untuk allah tidaklah ia bernazar kecuali untuk Allah dan dia tidak akan pernah menyelewengkan semua bentuk ibadah kecuali hanya semata-mata untuk Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkanlah sesungguhnya salatku hidup dan matiku lillahi rabbil alamin hanya semata-mata untuk Allah dan aku tidak akan mensyurikan Allah dengan sesuatu apapun dan yang demikianlah Allah perintahkan diriku dan Aku adalah orang yang pertama kali Berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga dengannya seorang hamba senantiasa memegang kalimat tauhid mereka menjaganya mengetahui hukum-hukumnya mengetahui kewajiban yang harus mereka lakukan kemudian menjauhi hal-hal yang bisa membatalkan dalam bentuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka senantiasa berhati-hati agar tidak terjatuh ke dalamnya atau sesuatu yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalamnya begitu juga hal-hal perantara yang bisa menyampaikan seseorang ke dalam kesyirikan tersebut mereka benar-benar menjadikan tauhid merupakan tujuan yang paling mulia tujuan yang paling Agung mereka menjaganya mereka mengetahuinya Bahkan mereka betul-betul berusaha untuk melakukan hal-hal yang bisa mewujudkan kalimat tauhid tersebut oleh karenanya di atas tauhidlah seorang hamba mereka hidup dan di atas tauhid tersebut pulalah mereka akan meninggal dan di atas tauhid itu pulalah mereka akan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala muslim maka hendaklah bagi kita untuk memperhatikan Bagaimana seorang hamba mereka memulai ibadahnya dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala mereka mengucapkan Labbaik Allahumma Labbaik Labbaik sesungguhnya mereka mewujudkan impian yang dicita-citakan oleh kalimat tauhid dan mereka berusaha untuk menjauhi hal-hal yang bisa membatalkan kalimat tauhid tersebut bagaimana sebagaimana seorang hamba mereka mengakui semua nikmat yang ada bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala maka hendaklah dikala mereka beribadah juga mengakui semua ibadah itu semata-mata untuk Allah subhanahu wa ta’ala mereka tidak berdoa kecuali kepada Allah mereka tidak bertawakal kecuali kepada Allah mereka juga tidak meminta kecuali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah zat yang maha esa dikala mereka betul-betul mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengembalikan semua nikmat kepada Allah maka mereka juga dituntut untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dan mewujudkan dalam setiap ibadah yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari penumpang Karena barangsiapa yang menyelewengkan suatu ibadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan pernah menerima dari ibadah yang mereka lakukan dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak membutuhkan apa yang mereka lakukan dan tentunya itu tidak kita inginkan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menerima daripada ibadah yang di dalamnya ada kesyirikan sesungguhnya Islam dia sudah membawa sesuatu yang akan mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhkan seseorang dari hal-hal yang bisa membatalkan tauhid tersebut baik yang kecil ataupun yang besar yang tampak ataupun yang kurang maka Islam sudah betul-betul membawanya dan itu tidak sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Kun ketika mereka mengucapkan kalimat Talbiyah sebagaimana yang tadi telah kita Jelaskan di awal mereka mensyrikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sambil mengucapkan Labbaik Allahumma Labbaik Labbaik Ya Allah kami menjawab seruanmu dan Kami tidak akan mensyurikanmu dengan apapun kecuali Syarikat yang itu merupakan milikmu Ya Allah dan itu merupakan ucapan mereka yang tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala ketika mereka mengucapkan kalimat tauhid mereka menjadikan ilahilah yang mereka sembah di dalam kalimat Talbiyah mereka memasukkan tuhan-tuhan mereka tersebut Di dalam kalimat yang mereka bacakan dan itulah makna dari pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka beriman kebanyakannya Kecuali mereka melakukan kesyirikan maksud dari pada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidaklah mereka beriman yaitu dikala mereka mengetahui Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan dan yang menjadikan namun mereka tidak memberikan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka tahu akan itu semua namun mereka menyelewengkan ibadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka memberikan ibadah tersebut kepada patung-patung kepada sembahan-sembahan yang tidak mereka bisa melakukan apapun tidak bisa memberikan tidak bisa melarang dan tidak bisa melakukan apapun namun itulah yang mereka lakukan mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Anhu makan Allah di dalam riwayat yang dibawakan oleh Imam Ibnu jarir dari Abdullah ketika ditanya Siapa yang menciptakan langit Siapa yang menciptakan mereka Siapa yang menciptakan semuanya maka mereka akan mengatakan Allah begitu juga di dalam riwayat yang dibawakan oleh anak 5 apabila ditanya Siapa yang menciptakan langit dan bumi Siapa yang menciptakan mereka Maka mereka mengatakan Allah Walaupun demikian mereka mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam bentuk peribadatan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari Mujahid disebutkan bahwa sesungguhnya iman mereka dikala mereka meyakini bahwa yang menciptakan Allah subhanahu wa ta’ala bahwa yang memberikan rezeki juga Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu juga dari Ibnu Zaid dia menyebutkan bahwa sesungguhnya keimanan mereka itu dikala mereka mengakui semuanya kembali kepada Allah namun mereka juga mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terlebih dahulu sesungguhnya mereka meyakini Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala yang melakukan semuanya Walaupun demikian mereka tetap mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ibadah sebagaimana yang berlaku kepada Nabi Ibrahim oleh Nabi Ibrahim menyebutkan Tidakkah kalian memperhatikan apa yang kalian sembah apa yang kalian ibadatimun kalian dan orang tua kalian atau pakai nenek kalian kakek moyang nenek moyang kalian semuanya yang mana kalian menyembah dan sama-sama menyembahnya selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala maknanya mereka mengetahui Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala yang melakukan semuanya Walaupun demikian mereka tetap mensyirikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah peribadatan musik Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya orang-orang musyrikhun di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mereka meyakini bahwa semua-semuanya adalah Allah subhanahu wa ta’ala yang melakukannya Allah menciptakan Allah memberikan namun Walaupun demikian mereka tetap mengucapkan Labbaik Ya Allah kami menjawab suruhan mu dan Kami tidak akan memberikan sekutu kepadamu kecuali sekutu yang itu merupakan milikmu mereka meyakini bahwa semuanya Allah subhanahu wa ta’ala yang melakukannya namun mereka tidak mengikhlaskan ibadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka tidak mengikhlaskan ibadah kepada Allah mereka tetap melakukan kesyirikan meminta kepada Allah meminta kepada pohon-pohon meminta kepada batu-batu dan meminta kepada tuhan-tuhan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjelaskan perkara ini di dalam Alquran dengan sejelas-jelasnya ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam FirmanNya wala Insyaallah Seandainya kalian bertanya Siapa yang menciptakan langit dan bumi siapa yang mengatur alam semesta Siapa yang mengatur semuanya mereka akan tetap senantiasa mengatakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun Walaupun demikian mereka tidak menjadikan ibadah semata-mata untuk Allah subhanahu wa ta’ala fil Quran sesungguhnya ayat-ayat yang serupa sangat banyak sekali di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan hujjah kepada mereka semua dikala mereka mengakui bahwa ia menciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka wajib bagi mereka untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sesuatu apapun wanita oleh karenanya diantara hujjah yang bisa disampaikan kepada mereka ketika mereka meyakini yang menciptakan adalah Allah dan mereka mentauhidkan tentang rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka mengikrarkan itu semua maka mesti bagi mereka untuk hanya beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saja dan namanya oleh karenanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan celaan kepada mereka semua ketika mereka mengakui dan meyakini tentang rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang penciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian mereka tidak mau beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga dari sini jelaslah bagi kita bersama bahwa sesungguhnya mereka yang mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah rububiyah Namun mereka tidak mau beribadah kepada Allah maknanya mereka belum memberikan hak yang sempurna di dalam mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena apabila meyakini tentang rububiyah Allah maka wajib untuk meyakini Al lazim untuk beribadah semata-mata untuk Allah subhanahu wa ta’ala saja wanita Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menerima dari seorang hamba dikala mereka hanya mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dengan rububiyah tanpa mengikrarkan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka tidak menyandarkan semua kepada Allah tidak bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga dari sini kita ambil pelajaran bahwa sesungguhnya mereka yang mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah rububiyah maka wajib bagi mereka untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al uluhiyah sebagaimana mereka mengakui semuanya penciptaan Allah yang menjadikan alam semesta juga Allah maka mesti bagi mereka untuk juga mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah ibadah sesungguhnya nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada kaum muslimin merupakan nikmat yang luar biasa ketika mereka mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah rububiyah kemudian mereka juga mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah uluhiyah dan mereka juga mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam masalah asma’i wa sifat sehingga ketika orang-orang musyrik Kun mereka melecehkan kalimat tauhid tersebut Namun mereka diberikan kalimat dan diberikan nikmat yang luar biasa oleh Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan Semuanya hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka tentunya kita senantiasa memuji Allah subhanahu wa ta’ala dengan pujian yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyukainya dengan pujian yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala meridainya terhadap semua nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada kita bersama dalam bentuk mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala dan pujian-pujian dengan pujian-pujian yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan kita senantiasa berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik dan hidayah kepada kita bersama memberikan kemudahan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tempat kita meminta sebagaimana kita juga hanya berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam semua ibadah karena Allah subhanahu wa ta’ala yang punya kuasa akan itu semua dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemudahan dalam setiap urusan kita demikian naik kota Islam Raja dimanapun anda berada sajian yang telah kami hadirkan dari program variatif yang insya Allah mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan
Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin – Tujuan-Tujuan Haji
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply