[Musik] bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam pada kesempatan [Musik] pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini tanggal 7 Dzulhijjah 1444 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 26 juni 2023 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta topik dari Allah SWT sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa kedungwuluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah Azza wa Jalla berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla wa ala Allahumma Amin salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya istri yang mengikuti tuntunannya para hadirin dan hadirat sekalian dan juga segenap pendengar serta pemirsa rahimani wa rahimakumullah Alhamdulillah kita bisa kembali menghadiri pengajian Senin pagi dengan tema fikih pendidikan anak kali ini memasuki seri nomor 178 mengangkat sebuah tema bermain adalah kebutuhan anak bermain adalah kebutuhan anak panjenengan pernah nggak merasa jenuh pernah nggak pernah pernah ibu-ibu pernah jenuh nggak Bu pernah menang apa Bu yang bapak-bapaknya juga Sama kadang-kadang juga merasa Kapan Biasanya kita merasa jenuh ketika aktivitas rutin harian kita itu saja Apa artinya itu itu saja biasanya ketika kita menjalani aktivitas yang itu itu saja maka kita akan merasa jenuh karena kita mengabaikan sesuatu yang namanya racing apa namanya refreshing apa sih refreshing [Musik] refreshing refresh artinya dengan cara apa dengan cara menghibur diri dengan cara menghibur diri bayangkan ya padahal kita ini kan sudah dewasa akal orang dewasa itu sudah sempurna makanya kita mendapatkan beban-beban syariat namanya taklif orang yang akalnya sudah sempurna saja bisa merasa bosan dan jenuh apalagi orang yang akalnya belum sempurna siapa anak-anak kalau orang dewasa yang akalnya sudah sempurna saja sangat mungkin terjangkiti kejenuhan dan kebosanan apalagi anak-anak kecil yang asalnya belum sempurna mereka lebih berpotensi untuk mengalami kejenuhan anak kecil Kalau lagi ngamuk namanya apa itu apa istilahnya itu bisa jadi anak kecil yang tantrum ngamuk nangis guling-guling teriak-teriak mukul-mukul itu bisa jadi adalah ekspresi dari sebuah kejenuhan dan kebosanan juga akalnya sudah sempurna karena anak kecil itu akalnya belum sempurna maka dia belum bisa mengekspresikan kebosanannya itu dengan cara yang lebih elegan bisanya adalah dengan teriak-teriak bisanya adalah dengan ngamuk-ngamuk dan sayangnya sebagian orang tua ketika anaknya ngamuk-ngamuk ya wong tuanya bahwa anak itu punya potensi untuk bosan dan jenuh Kapan Terutama ketika kebutuhannya tidak terpenuhi kebutuhan anak itu macam-macam anak kecil bayi atau sudah agak besar sedikit 2 tahun gitu ya itu kebutuhannya makan minum BAB ketika kebutuhannya itu tidak terpenuhi dengan baik maka dia akan rewel sehingga anak kecil itu tangisannya bisa bermakna macam-macam ada saatnya anak kecil nangis karena karena lapar bisa jadi anak menangis karena haus bisa jadi anak menangis karena ngantuk bisa jadi anak nangis karena Kenapa Bu pokoknya dia merasa risih bisa jadi anak menangis karena seperti itu maka orang tua yang cerdas adalah orang tua yang bisa menangkap pesan yang dibawakan Dan disampaikan oleh anak-anaknya salah satu kebutuhan anak yang kalau tidak dipenuhi maka anak bisa jenuh bosan bahkan tantrum adalah kebutuhan jadi mainan dan bermain itu kebutuhan anak sehingga jangan-jangan katakan bocah dolanan baik Raman ayahnya ibunya kerjaannya cuma bermain dolanan [Tepuk tangan] waktu untuk bermain sedangkan kita sudah dewasa itu yang nggak bener Tapi kalau anak kecil kerjaannya bermain ya memang itu masanya bermain walaupun nanti kita akan Jelaskan tentunya ada aturannya apa buktinya bahwa bermain itu adalah merupakan kebutuhan anak buktinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam nabi kita yang mulia sangat memperhatikan terpenuhinya kebutuhan itu pada anak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sangat memperhatikan terpenuhinya kebutuhan bermain pada anak dalam hadis-hadis yang shahih atau yang Hasan kita bisa temukan dua sisi yang pertama adalah mainan yang kedua adalah bermain apa yang pertama Bu mainan yang kedua mainan itu ya alatnya Bendanya itu mainan bermain berarti aktivitasnya dua sisi ini mainan dan bermain itu ada dalam hadis-hadisnya bisa mari kita mulai dengan masalah mainan dulu Aisyah radhiyallahu anha istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bercerita Pada suatu hari angin berhembus Aisyah punya rak yang raknya itu ditutup kain ditutup kain ketika angin itu berhembus maka kayunya terbuka dan kelihatan lah Apa isi dari rak itu begitu tersingkap maka Rasulullah SAW melihat bahwa di rak itu ada boneka bukan satu tapi beberapa boneka-boneka punya siapa punya siapa punya nama maka Rasulullah kata Aisyah itu boneka bonekaku itu boneka ngelihatin bonekanya ternyata ada satu boneka yang aneh Ada boneka bentuknya kuda tapi ada sayapnya mencandai Aisyah mencandai Aisyah Rasul saw bertanya itu yang di tengah apa itu yang di tengah boneka apa makanya nah itu yang di situ Kok ada apanya itu ada sayapnya Kata siapa Kata Aisyah maka Nabi SAW bertanya loh kok kuda Punya Sayap kuda kok ada apanya ada sayapnya maka Aisyah pun wanita yang begitu cerdasnya mengatakan wahai Rasul Apakah engkau tidak pernah mendengar cerita bahwa Nabi Sulaiman punya kuda yang punya dua sayap begitu mendapat jawaban dari Aisyah seperti itu maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun tertawa dan tertawa lebar sampai terlihat gigi geraham beliau hadits riwayat Abu Daud dan menerangkan Shahih oleh Apa yang perlu digarisbawahi di sini yang perlu digaris Bagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membiarkan Aisyah punya boneka yo wajar karena wanita kalau laki-laki biasanya mobil-mobilan motor-motoran kalau wanita nek ora boneka masak-masakan ya wajar sesuai dengan jendelanya sesuai dengan jenis kelaminnya kalau laki-laki ya sukanya bola terus apalagi mobil-mobilan kalau perempuan ya sukanya seperti itu ya boneka kemudian alat-alat masak atau masak-masakan wajar dan membiarkan anak itu melakukan itu bahkan Rasulullah SAW bukan hanya membiarkan mainan yang terbuat dari benda mati boneka itu kan Benda mati yang dipakai oleh Aisyah itu dari kain bekas gitu kemudian dibentuk menjadi seperti kuda bukan hanya mainan yang dari benda mati yang dibiarkan oleh Rasul saw bahkan mainan dari makhluk hidup juga dibiarkan oleh Rasul SAW yang biasa diserahkan dengan kela kelak Klangenan hewan apa hewan piaraan Siapa yang dibiarkan oleh Nabi SAW banyak salah satunya dalam Shahih Bukhari dan Muslim Ada seorang sahabat yang biasa dipanggil dengan Abu Umayyah ini punya burung kecil biasa bermain dengan burung waktunya dikasih makannya dikasih makan suatu hari burungnya ini mati maka Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam pun menghibur Si Anak kecil itu dengan mengatakan ya ada Bagaimana kabar burungmu yang kecil itu ya suka hewan piaraan kucing apalagi ikan ikan apa biasanya Bu cupang cupang punya kolam ikan entah itu ikan cupang atau itu ikan hias atau itu ikan yang bisa dikonsumsi atau punya ayam atau punya burung merpati boleh nggak burung merpati boleh yang penting bukan untuk totoan-totoan itu apa sih bukan untuk judi kemudian mainannya tidak sampai mengganggu waktu salat karena anak itu Butuh hiburan entah itu barang-barang yang bentuknya benda mati seperti boneka mobil-mobilan kemudian sepeda kemudian bola atau sekarang itu yang apa yang disusun-susun namanya itu apa [Musik] Lego atau balok ya atau apa yang dipasang-pasang itu yang dipasang-pasang [Musik] puzzle nggak masalah ini yang bener mati yang makhluk hidup tadi hewan-hewan peliharaan yang penting jangan yang aneh-aneh apa hewan piara nih ular Ular apa ular kobra apalagi macan lah jangan yang berbahaya Ini bukti bahwa Nabi SAW memperhatikan hak bermain anak yaitu ketika anak-anak kecil oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dibiarkan punya mainan Ternyata bukan hanya itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukan hanya membiarkan anak-anak kecil punya mainan bahkan Beliau juga ikut bermain karena tidak setiap orang tua yang membelikan mainan untuk anaknya mau ikut bermain dengan anaknya yo macam-macam itu yang dosen nanti yang ustadz ustad kok nanti yang kyai-kiai Kok Masa dolanan dalam Rasulullah SAW saja bermain dengan anak kecil Kenapa Ustaz dan Kyai enggak boleh bermain sama anak kecil Mari kita lihat apa yang dituturkan oleh yang murah radhiyallahu Anhu beliau bercerita Pada suatu hari kami yaitu para sahabat keluar bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah keperluan tahu-tahu di jalan kami diundang makan wahai Rasul mampir maka Rasul saw pun mendapatkan undangan itu beliau pun bergegas untuk memenuhi undangan itu bersama para sahabatnya nah dalam perjalanan untuk ke rumah orang yang ngundang tadi ternyata Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ketemu sama cucunya Rasul SAW putrane Fatimah yang nikah sama Ali Bin Abi Thalib di jalan ada yang dilakukan oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam maka beliau pun segera mendahului kami kami dan Rasulullah SAW lagi jalan dengan para sahabatnya lagi ramai bareng-bareng sama para sahabat begitu Rasulullah sahabatnya kemudian bergegas membentangkan kedua tangannya benteng benteng anak sekarang berusaha untuk menghalangi pengen nangkap siapa lari ke kiri Rasulullah SAW manusia yang paling mulia kira-kira anak Kenapa bisa ada komentar seperti itu karena sing komentar jarang karena yang komentar itu [Musik] tahu bagaimana sih nama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan ikatan orang di luar rumah dan kelihatan sama sahabat-sahabat makanya direkam dan diceritakan sama yang lebih murah karena itu kejadian terjadi di luar Rasulullah SAW pun mencandai dosen dosen dari ke sana Rasul Jangan lari kesana muslim dari ke sini Rasul saw lari ke sini sampai akhirnya berhasil ditangkap oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian dipeluk oleh Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dan Beliau berkata Husein adalah bagian dari diriku hadis diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab beliau adabul Mufrad dan dinyatakan Hasan oleh Bani dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya dimana Rasulullah SAW bermain dengan anak-anak dari sini kita bisa mengambil kesimpulan apa bahwa Rasul saw sangat memperhatikan hak anak berupa pertanyaannya Kita sebagai orang tua Apakah sudah menunaikan hak anak tersebut atau belum gede-gede Iya siapa berarti sama cucu berarti main kelereng sama anu cucunya mau nggak nih tahu-tahu Mbah putrinya diajak apa Bu kalau Mbah Putri biasanya [Tertawa] [Musik] menemani anak main sepeda ya anaknya naik sepeda jenengan juga ikut naik sepeda atau menemani anak bermain di taman kota atau di tempat bermain ya entah itu mainan ayun-ayunan atau mainan apa ini namanya yang jungkat-jungkit namanya apa njot-njotan siapa bahasa Indonesianya jungkat-jungkit Ya jungkat-jungkit intinya adalah kita perlu mempraktekkan apa yang dipraktekkan oleh anak-anaknya Ustad berarti anak itu biarin bermain iya biarin bermain tapi ada catatannya ya ada catatannya di sini saya bawakan dua catatan yang pertama pilih permainan yang minim dampak negatifnya apa yang pertama pilih permainan yang minim dampak negatifnya Kenapa ini perlu kita sampaikan karena di zaman ini banyak sekali macam-macam permainan Tapi sayangnya permainan-permainan itu sebagian lebih besar efek buruknya daripada efek positifnya contohnya PS PlayStation putra-putrinya jenengan punya HP nggak Bu punya setiap hari mainannya berapa menit Bu oh salah pertanyaannya salah bukan berapa menit tapi berapa jam Lebih enak mana lebih bermanfaat mana kita Biarkan anak-anak kita mainan HP atau kita Biarkan anak-anak kita mainan bola lebih bermanfaat mana mainan bola lebih bermanfaat mana kita Biarkan anak kita main playstation atau kita Biarkan anak kita mainan sepeda lebih bermanfaat karena lebih menyehatkan menyehatkan apa menyehatkan fisik apa dompet game online butuh [Musik] pulsa dan biasanya membuat kecan kecanduan yang namanya game itu kan selalu ada level-level pertama level kedua level ketiga kalau sudah tamat level pertama naik level kedua terus begitu nanti begitu selesai akan naik ke game yang lainnya membuat anak kecanduan dan membuat anak akan duduk berjam-jam di hadapan layar entah itu layar HP entah itu layar komputer entah itu layar laptop sehingga yang akan rusak bukan hanya otak anak itu termasuk juga tubuhnya akan ikut rusak Bagaimana tidak rusak duduk terus seperti ini dia mending kalau duduknya sehat Kalau duduknya kayak gini [Tepuk tangan] sekarang banyak sekali karena anak-anak kecil belum apa-apa Sudah pakai kacamata gara-gara Apa gara-gara kutu buku karena sering baca buku gara-gara HP gara-gara radiasi layar entah itu layar komputer atau laptop atau hp atau Tab atau yang lainnya anak-anak itu kita biarkan mainan misalnya mainan sepeda mainan bola atau anaknya suka basket mainan Basket itu lebih bermanfaat Makanya sekarang itu mulai lagi dihidupkan itu permainan-permainan zaman dahulu itu Contohnya apa Bu permainan zaman dulu apa yang lompat-lompat pakai kotak-kotak itu apa namanya Sunda Sunda Manda Terus apa lagi ya ya ya pakai bambu itu itu luar biasa itu lebih menyehatkan HP terus gak ada interaksi dengan orang lain Kalau kayak tadi kan ada interaksi ada keseruan di situ maka kita berupaya untuk membuat anak ini Terlupa Terlupakan dari main HP dengan cara menyediakan alternatif permainan yang mendidik anak kita kalau kita perhatikan permainan-permainan zaman dahulu sebelum ada HP itu bukan hanya permainan yang menyehatkan fisik tapi di situ biasanya ada tim [Musik] kayak benteng-bentengan gitu harus sepakat kan ya antara satu orang dengan satu tim yang lainnya harus sepakat Harus ada kerjasama Cuma sekarang mainan HP [Tepuk tangan] [Musik] kita temukan ada anak ngumpul Iya betul anak-anak [Tepuk tangan] sibuk dengan dunianya masing-masing Iya kalau sesuatu yang positif yang dilihat tapi ternyata kebanyakan adalah sesuatu yang negatif Ya ini yang pertama jadi milih permainan yang menginginkan dampak negatifnya yang kedua ada saatnya bermain ada saatnya belajar alias bisa-bisa pinter-pinter bagi waktu betul anak itu butuh bermain tapi bukan berarti anak itu dibiarkan bermain terus mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali dari pagi sampai malam Enggak juga atau sebaliknya enggak juga anak itu kita paksa untuk belajar tuh sampai nggak ada waktu untuk bermain akhirnya anak masih kecil sudah stress bayangkan anak kecil bisa stress itu gimana itu maka yang betul adalah ada saatnya anak itu bermain ada saatnya anak itu belajar biasakan anak itu bisa membagi waktu kita kasih tahu anak-anak sekarang waktunya kamu bermain silahkan bermain Biarkan anak itu bermain nggak usah diganggu nggak usah dibubarkan kecuali kalau ada hal-hal yang melanggar aturan agama atau berbahaya Biarkan anak waktunya bermain dia bermain tapi begitu sudah masuk waktu belajar maka panggil anak ayo nak Sekarang waktunya belajar waktunya belajar yang serius belajarnya sehingga anak itu bisa tahu Oh ini waktunya belajar ini waktunya bermain begitu anak itu sudah belajar kemudian kelihatan jenuh ada namanya jeda ada namanya istirahat makanya di sekolah-sekolah itu kan ada pergantian jam pelajaran yang pertama jam kedua ya Misalnya ada 5 menit atau 10 menit nanti ada istirahat pertama ada istirahat kedua memang itu adalah waktu saat anak diberi kesempatan untuk melampiaskan keinginannya bermain udah biarin aja bermain nanti begitu masuk kelas dipanggil masuk kelas lagi ya Jadi ini adalah hal yang perlu disampaikan akan sangat baik sekali Kalau misalnya orang tua menyediakan mainan buat anaknya dan juga ikut bermain bersama anak-anaknya Karena itulah yang dipraktekkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam semoga bermanfaat masih tersisa waktu sekitar seperempat jam silakan kalau ada pertanyaan bisa disampaikan Baik terima kasih Assalamualaikum Waalaikumsalam bagaimana menyikapi fenomena saat ini ketika libur panjang Ustaz ketika libur panjang sehingga anak-anak tuh kadang merasa bosan dan orang tua tidak dalam keadaan libur orang tua baru menemani anak itu hanya di waktu sore saja sementara mainan yang tersedia itu seperti gadget disitulah perlu satu adanya bagi tugas antara suami dengan siapa dengan istri mau tidak mau ketika anak sedang libur Kita sebagai orang tua mau tidak mau harus berkorban harus berkorban selama ini kita merasa nyaman karena anak kita di pagi hari atau bahkan yang mondok ya yang mondok anaknya 24 jam kali 6 bulan dia terbebas dalam tanda kutip dari gangguan dalam tanda kutip anak ya ketika anak libur cuma dua pekan anak libur cuma satu bulan atau cuma 3 pekan maka di situlah kita harus mengorbankan harus mengorbankan tenaga kita Waktu kita untuk anak-anak kita jangan kita mencari jalan pintas jalan pintas itu adalah HP [Tepuk tangan] ada sebagian orang tua daripada repot ngurusi bocah Tuh kan HP kasih sudah betul anaknya dia tapi jangan sampai anak itu diam dan sedang dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab maka kita sebagai orang tua harus berkorban dosa berarti nggak kerja Bukankah kerja bagi waktu bagi waktu antara suami dengan istri diobrolin kalau pagi hari Biasanya waktunya Suami kerja berarti bagian yang menggoni menemani anak bermain siapa kan waktunya masa Ustaz ya masak-masa sampai 5 jam paling masaknya cuma berapa Bu 1 jam 4 jam berikutnya apa ya Nah waktu itu mendingan buat bermain sama anak-anak nanti begitu sore hari waktunya istri istirahat nanti gantian si suami yang bermain dengan anak-anaknya jadi perlu ada pembagian tugas yang kedua perlu untuk menyediakan alternatif bermain yang macem-macem di rumahnya kalau jenengan termasuk orang yang punya kelebihan harta maksudnya masih punya spare harta yang Masya Allah spacenya masih lumayan belikan mainan buat anak-anak kita sudah Banyak mainan ya daripada anak itu terpikir HP terus mendingan kita sediakan mainan yang lainnya namanya mainan aja ya itu kalau cuma satu jenis anak akan bosen akhirnya diberikan mobil-mobilan yang lainnya atau yang lainnya Setelah bosan mainan mobil-mobilan pasang apa tadi Balok itu bikin istana kah bikin ini kah bosen di rumah anak kita ajak keluar misalnya ada pasir di situ mainan pasir ya nanti bosan kita ajak ke Sungai mainan air kalau memang ada duit lebih diajak ke mana ke kolam renang jadi coba ketika anak itu liburan kita itu mengagendakan oh kira-kira Apa saja aktivitas anak yang membuat dia nggak jenuh Ia nggak mesti harus selalu berbentuk mainan bisa juga berbentuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang contoh anak diajak untuk anu jualan misalnya kita beli makanan bal-balan ya makanan dalam skala besar kemudian setelah itu kita bungkus kecil-kecil kemudian anak disuruh bikin labelnya terus diajak mampir ke warung dititipkan di situ Itu kan sebuah alternatif atau misalnya anak diajak untuk berkebun saya ingat itu sebelum ini kan anak lagi pada liburan itu satu bulan satu bulan sebelum liburan saya udah berusaha menyiapkan apa ya supaya berkebunnya berarti disediakan tanahnya disediakan bibitnya disediakan medianya disediakan wadahnya begitu anak pula sudah siap ayo nak ya hari pertama kita ajari ini inilah caranya campur ee campur antara pupuk dengan tanah skalanya seperti ini pupuknya sekian tanahnya sekian ini nak diaduk ya setelah itu kemudian Bagaimana menata tanah itu di pot Ya dikasih apa dulu di bawahnya ya kemudian diletakkan setelah dikasih kayu-kayu kemudian dikasih daun-daunan dikasih tanah di atasnya kemudian disirami enak Nanti kalau sudah mulai tumbuh rumput-rumput kecil itu berarti kira-kira tanahnya ini sudah siap untuk untuk ditanami begitu diajarin saya itu besoknya kita lihat gimana nak sudah dilanjutkan atau belum misalnya ada tiga pot misalnya kita garap satu pot bareng-bareng besoknya dia enggak dapat yang kedua sehingga ada aktivitas anak itu enggak jenuh di rumah ya misalnya punya Ikan dia suruh mancing ikan nggak masalah Nanti suruh bersihin ikan makan bareng Intinya kita harus kreatif cari aktivitas buat anak-anak kita jadi yang pertama harus berkorban waktu pembagian waktu antara suami dengan istri yang kedua kita harus menyediakan alternatif permainan atau aktivitas yang bermanfaat buat anak-anak kita itu beberapa tips mudah-mudahan bermanfaat ya terima kasih Waalaikumsalam bagaimana menyikapi dan solusi untuk anak karena ketika berada di lingkungan bersama dengan keluarga besar agar tidak terpengaruh dengan saudara-saudaranya yang bermain gadget sementara saudara-saudaranya memang difasilitasi orang tuanya dengan gadget mohon nasehatnya kalau tinggalnya satu rumah itu yang Agak repot Tapi kalau tinggalnya beda rumah itu lebih mudah misalnya ya satu lingkungan satu lingkungan ada rumah kita ada rumah anu Pakde kita ada rumah kakak kita misalnya ya itu lebih mudah daripada kalau misalnya Tinggal satu rumah satu rumah besar di situ ada banyak orang itu memang agak susah ya tapi bukan berarti tidak mungkin Saya pernah ada acara keluarga saya pernah ada acara keluarga keluarga besar semuanya kumpul Ada Pakde Bude ada ponakan ponakan ngumpul semua dan saya tahu bahwa saudara-saudara kami ini anak-anak mereka dibiarkan megang apa gadget dengan bebas dan saya punya aturan sama anak-anak gadget itu boleh dipakai tapi tidak bebas ada pembatasan waktu ada pembahasan tempat nah saya tahu ini nanti besok beberapa hari dia akan ketemu dengan keluarga besar yang rata-rata mereka semuanya pada bawa gadget maka sebelum berangkat acara itu kita sudah beri semacam briefing kepada anak-anak kita kita sampaikan banggalah banggalah dengan sesuatu yang layak dibanggakan banggalah dengan sesuatu yang layak dibanggakan jadi kita kita bangun mindset ya pemahaman yang benar sekarang itu kan anak bangga Kalau megang apa gadget anak minder kalau ini kan mindset yang harus diubah apa bangganya punya gadget uang gadget itu juga dikasih sama siapa orang tuanya apa tangganya punya gadget lah wong gadget itu sama anak-anak nggak menghasilkan duit Hanya Untuk membuang-buang apa duit apa bangganya ketika gadget itu lebih sering digunakan untuk merusak diri daripada menambah ilmu pengetahuan jadi enggak perlu bangga dengan gadget kecuali kalau gadget itu memang betul-betul bermanfaat buat anak dan enggak usah minder kalau nggak punya gadget karena sejatinya harga diri seseorang itu bukan diukur dari barang yang dimilikinya itu kita Jelaskan kepada anak kita kumpulkan anak-anak Nah besok kita akan silaturahim dengan keluarga besar kita dan kemungkinan besar akan terjadi kalian akan ketemu dengan saudara-saudara dengan sepupu dengan ipar ya yang mereka itu rata-rata pegang gadget maka nggak usah minder ketika kamu nggak pegang gadget pada saat itu karena sejatinya abi umi lebih bangga dengan kamu yang punya hafalan Alquran dengan kamu yang perilakunya baik dengan kamu yang tutur katanya halus dengan kamu yang suka bantu Abi Umi Abi lebih bangga dengan itu semua dan itu nanti yang akan bermanfaat buat kamu di dunia dan di akhirat jadi itu bukan itu dalam diri anak bukan perasaan itu dalam diri anda beli beli misalnya alternatif yang lain yang membuat dia bisa bangga dengan barang misalnya Nggak masalah kayak kemarin pas lagi acara itu acara kumpul keluarga itu saya kasih anu anak Nina kamu nanti yang nyuting ya kan Keren ya megang tripod kemudian megang HP ngepasin itu kan keren nggak masalah tapi itu sebagai bentuk pendidikan kepada anak kita bahwa gadget ini bisa bermanfaat untuk kepentingan agama nilai pengajian orang tuanya ya kemudian mengatur tata letaknya nggak masalah kita beri seperti itu kepada anak-anak kita jadi anak perlu dilatih mensetnya pola pikirnya yang baik yang kedua kalau kita bisa beri masukan kepada saudara-saudara kita itu akan lebih baik lagi kita beri masukan kepada saudara-saudara kita kepada Budi kita kepada ipar kita kepada sepupu kita kita kasih masukan betapa banyak efek negatif yang akan ditimbulkan ketika anak dibebaskan megang apa megang HP sampaikan kepada mereka siapa tahu ada diantara mereka yang belum mengerti atau yang sudah ngerti tapi cuek maka tugas kita sesama saudara mengingatkan mereka dan saya ingat saat itu ketika saya diberi kesempatan untuk memberikan tausiyah dalam pertemuan itu saya sampaikan itu masalah masalah Bagaimana efek negatifnya HP kepada diri kita dan kepada anak-anak kita ketika tidak dibatasi dengan batasan-batasan agama saya sampaikan Jadi dua sisi dari diri kita sendiri anak-anak kita kita bentengi kemudian orang lain keluarga kita berikan masukan dan kita sampaikan nasehat dan ini yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini sebelumnya kami ingin menyampaikan Terima kasih jazakumullah Khairan kepada seluruh jamaah pengajian yang telah berpartisipasi dalam acara kerja bakti kemarin pengecoran alhamdulillah lancar selancar-lancarnya kalau kerja bakti yang pertama Dulu selesainya menjelang Ashar Kalau nggak salah jam setengah tiga baru selesai kalau kemarin Masyaallah jam 11 sudah selesai ini betul-betul karunia dari siapa dari Allah subhanahu wa ta’ala kemudian peran dari jamaah sekalian yang kemarin hadir ikut ngecor mengejar pahala amal sholeh di di 10 awal bulan Dzulhijjah kemudian juga Bagi bapak-bapak ibu-ibu yang ikut menyediakan makanan minuman buah-buahan nasi snack jazakumullah Khairan yang juga ikut menyumbangkan atau semen ada pasir ada split juga kami ucapkan jazakumullah Khairan mudah-mudahan itu menjadi amal jariyah kita semuanya dan yang belum sempat berpartisipasi Insya Allah masih ada kesempatan di kerja bakti kerja bakti berikutnya dan kita akan umumkan Insya Allah begitu yang bisa kami sampaikan kalau ada yang kemarin apa namanya menitipkan barang atau loyang atau apa wadah gitu ya itu Insya Allah ada di pondok nanti tinggal bisa diambil di pondok Insya Allah dan sudah dicuci Insya Allah ya cuman mungkin isinya ndak ada karena isinya sudah habis dikonsumsi oleh jamaah yang ikut kerja bakti kemarin ini yang bisa kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya mohon maaf atas segala kekurangannya kita akhiri dengan doa kafaratul majelis Subhanallah Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Fiqih Pendidikan Anak No: 178
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply