Ustadz Ali Nur – Menuju Negeri Abadi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah anda program acara kajian ilmiah secara langsung Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulillah asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan Abdullah Islam kaum muslimin dan muslimat para pemerhati roja yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimanapun anda berada Alhamdulillah pada kesempatan Senin pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan waktu luang oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali bersama-sama menyimak sebuah program kajian Islam ilmiah Selasa salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Insya Allah pada kesempatan pagi hari ini kita masih melanjutkan pembahasan kita berkaitan tentang menuju negeri Abadi masih melanjutkan dari pertemuan sebelumnya yaitu ter hanya orang mukmin dengan orang munafik yang Insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustadz Ali Nur hafidho Allah ta’ala secara langsung dari Medan Sumatera Utara setelah pemaparan materi Anda dapat bertanya seputar bahasan pada kesempatan pagi hari ini melalui telepon di 021 8236543 atau mulai pesan singkat di 081989 6543 muslimat Mari kita sama-sama simak pemaparan materi kepada Ustadz Ali Nur Hafidz Allah Ta’ala kami persilahkan valettafatul Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] kaum muslimin dan kaum muslimat para pemerhati Rodja TV dan pendengar Radio Rodja di manapun Anda berada Alhamdulillah kembali di pagi hari ini kita bertemu dalam pembahasan menuju negeri Abadi [Musik] yang subtemanya yaitu terpisahnya orang-orang munafik dari orang-orang Mukmin kita sudah bacakan hadis dalil yang menyebutkan bahwasanya di hari kiamat nanti ya di hari kiamat nanti orang-orang Mukmin akan diberi Allah Subhanahu Wa Ta’ala di saat mereka berada di suatu tempat yang sangat gelap gulita Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi orang-orang Mukmin cahaya dimana dengan cahaya ini mereka bisa melintas melintasi dengan cahaya ini mereka bisa melintasi ada yang diberi cahaya sebesar seperang gunung ada yang lebih ada yang sebesar pohon kurma bahkan sampai ada cahaya itu hanya sebesar jempol kakinya yang memancar dari jempol kakinya ibu jari kakinya ya Terkadang hidup Terkadang mati setiap kali cahaya itu muncul Mereka pun mulai melangkah dan disaat cahaya itu tidak ada hilang dan mereka pun berhenti kemudian disaat seperti itulah mereka melintasi mereka minta sesuatu Adapun orang-orang munafik pada waktu itu dengan sendirinya terpisah dari kaum muslimin sebagaimana yang sudah kita Jelaskan bahwasanya nanti orang-orang kafir mereka akan mengikuti mereka akan mengikuti tuhan-tuhan yang mereka semua mereka yang menyembah Firaun akan mengikuti fraud dan Pak Aura dan benar Firaun akan menjerumuskan mereka ke dalam neraka mereka menyembah matahari akan mengikuti semuanya dan seterusnya sehingga yang tersisa itu hanyalah orang-orang Mukmin hanya diantara orang-orang Mukmin ini termasuk di dalamnya orang-orang yang berpura-pura masuk Islam atau orang-orang munafik Bagaimana cara Allah Subhanahu Wa Ta’ala memisahkan antara orang-orang yang pura-pura mengaku beriman dengan orang yang beriman Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan cahaya dengan cahaya inilah akan tereliminir tereliminasi orang-orang munafik dari orang-orang Mukmin dimana orang-orang Mukmin akan terus maju ya akan terus maju melangkah menuju surga sementara orang munafik tidak bisa maju karena apa karena mereka tidak diberi cahaya oleh Allah subhanahu wa ta’ala orang mukmin walaupun dengan keimanan yang sangat lemah masih Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan cahayanya dan mereka masih tetap bisa maju orang munafik sama sekali tidak diberi ya Adapun orang munafik sama sekali tidak diberi cahaya makanya mereka mengatakan kepada orang-orang Mukmin yaumi yaqulul munafiqunal pada hari orang-orang munafik ya pada hari orang-orang munafik berkata kepada orang-orang yang beriman tunggulah kami agar kami juga bisa berangkat maju dengan dengan cahaya kalian nah kata bismillah kemudian dikatakan kepada mereka ndak kalian balik ke belakang kalian kembali ke belakang Fals cari di sana carilah di sana cahaya kalian demikian dengan demikian orang munafik akan berbalik ke belakang orang-orang Mukmin akan terus maju ke depan setelah terbagi antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik kemudian faturi babaina [Musik] Kemudian Allah Allah letakkan dinding ya setelah terpisah antara mukmin dan orang munafik Allah letakkan sehingga terpisahlah orang-orang munafik dari orang mukmin dan di dinding ini ada pintu pintu ini orang-orang munafik melihat bahwasanya di pintu itu dibalik pintu itu ada padahal itu merupakan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala orang-orang mukmin yang ada di balik pintu merasakan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sementara orang-orang munafik melihat pintu tersebut ya melihat pintu tersebut dibaliknya merupakan adab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapkan makanya mereka tidak berani masuk pintu tersebut Padahal di situlah tempat orang-orang Mukmin para pemirsa ingat ada yang pernah membaca atau ingat Bagaimana Dajjal [Musik] ketika dia menangkap seorang pemuda lantas pemuda ini diajak oleh dajjal untuk mengakui dirinya sebagai Tuhan pemuda ini tidak mau mengakui Dajjal itu Tuhan lantas Dajjal itu membelah laki-laki ini hingga peninggalan laki-laki ini kemudian Dajal mengatakan Dajjal Satukan lagi dua potong tubuh laki-laki ini kemudian si Dajjal mengatakan kum Bangkitlah maka Bangkitlah laki-laki ini lantas Dajjal kembali bertanya Bagaimana Apakah sekarang engkau masih tidak percaya aku ini Tuhanmu kata si laki-laki ini semakin mantap demi Allah ente Kamu adalah Dajjal sebagaimana yang pernah diceritakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadisnya semakin yakin laki-laki ini akhirnya melihat laki-laki ini tidak tetap bersikukuh tidak mau mengakui Dajjal sebagai Tuhannya akhirnya Dajjal pun ingin menyembelih laki-laki ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan lehernya keras bagaikan tembaga Dajal gak bisa membunuhnya akhirnya Dajjal lemparkan lemparkan laki-laki ini ke dalam nerakanya sesungguhnya nerakanya dajjal itu adalah surga dan surga yang Dajjal itu adalah neraka Jadi bagi pengikut-pengikut Dajjal melihat bahwasanya orang ini dilemparkan si Dajjal ke dalam nerakanya ke dalam apinya padahal tidak itu sesungguhnya adalah surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti ini orang-orang munafik melihat di balik pintu itu azab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapkan makanya mereka ketika terpisah antara mereka dengan orang-orang Mukmin mereka nggak berani melewati pintu karena menurut prasangkaan mereka dan penglihatan mereka di situ dibalik pintu itu ada azab Padahal di situ adalah orang-orang beriman yang berasal dari iman Allah subhanahu wa ta’ala dan dengan [Musik] Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabarkan kepada kita mengabarkan bahwasanya orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan mereka yang senantiasa mencari cahaya agama ini agama yang agung ini semasa dia di dunia dan mereka hidup semasa di dunia dengan cahaya agama ini maka nanti di hari kiamat mereka akan diberi cahaya oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk apa cahaya ini dengan cahaya ini dia dapat mengetahui kemana jalan menuju surga dia mengetahui kemana dan surga karena yang kau suasana pada waktu itu gelap gulita orang-orang berjalan sesuai dengan apa yang mereka perkirakan tapi orang-orang Mukmin tidak demikian orang mungkin tahu kemana mereka berjalan Kemana mereka menuju Kenapa demikian karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan mereka cahaya kalau kita Rumah tiba-tiba mati lampu sementara kita mau ke dapur tentu kita nggak bisa kita meraba-raba mungkin kita ke kanan atau ke kiri ya kita berjalan ke depan atau ke belakang menurut perkiraan kita ke sanalah dapur Bisa saja ketika kita meraba ketika kita berjalan ke kiri ternyata tersandung meja misalnya Ternyata bukan jalan ke dapur namanya juga nggak bisa dilihat demikian tapi kalau mereka yang punya senter dia bisa melihat Kemana dia harus pergi ya lihat ya gunakan cahayanya kemana arah menuju dapur orang-orang Mukmin nanti demikian Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi mereka cahaya Adapun mereka yang Allah beri cahaya yang besar dan sangat terang langsung mereka dengan mudah mengetahui kemana jalannya adapun yang Allah berikan sinarnya orang-orang mukmin yang diberi sinar yang redup yang mereka jangan pelan-pelan perginya melangkah Demi Langkah Setapak demi Setapak menuju ke surga namun mereka tetap melangkah ke depan karena mereka mengetahui kemana arah menuju surga tapi itu dia kecepatan mereka menuju surga itu tergantung dengan cahaya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan mereka akan meniti surat makanya di hadis yang lalu Rasulullah SAW menyebutkan bahwasanya ada yang secepat kilat sampai ke seberang ada yang ada yang secepat angin sekencang angin ada yang sekencang kuda yang berlari ada yang sekencang seorang laki-laki yang benar dikencang ada yang merangkak dan seterusnya itu semua tergantung dengan dengan cahaya seberapa besar cahaya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan almuhim orang-orang Mukmin baik yang cepat maupun yang lambat mereka tetap maju menuju arah ke surga karena mereka mengetahui Kemana arahnya Adapun orang munafik Allah pisahkan mereka dari orang mukmin dan mereka berada dalam kegelapan dan tidak mengetahui Kemana mereka harus menuju dan berikan orang-orang mukmin yang semasa hidupnya Memang mereka mempelajari agama mempelajari agama Islam ini mereka mempelajari ibadah kepada Allah itu bagaimana kemudian mereka tekkan mereka salat mereka taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka melakukan Birrul Walidain mereka berinfak bersedekah baca Quran shalat malam itu semua mereka pelajari ya atas dasar panduan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena mereka tahu bahwasanya mereka tidak akan bisa menyembah Allah kecuali atas dasar Dalil dari AlQuran dan Sunnah kita tidak bisa asal menyembah pada Allah harus kita ketahui Bagaimana caranya dan Rasulullah lah yang telah mengajarkan kita Bagaimana cara kita menghambakan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah cahaya tadi itu Ikhwan sehingga kita mengetahui bagaimana kita menghambakan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian juga ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberi kita cahaya nanti sebagai ganjaran bagi orang-orang mukmin yang mereka tadinya kurang begitu giat beribadah dia penyakit keimanan tapi kurang kuat beribadah atau sangat minim sekali ibadahnya Karena bagaimanapun iman itu sangat terkait dengan perbuatan Al Iman itu berkata dan berkurang ya hidup itu akan meningkat dengan ketaatan kepada Allah dan akan berkurang dengan mentaati syaiton ada keimanannya Ada keimanannya Dia seorang beriman tapi juga dia berzina yang telah mengatakan pernah mengatakan layak la Yula yasrikussaribumin tidaklah seorang yang sedang mencuri itu dia dikatakan beriman di saat Dia sedang mencuri berkurang keimanannya Ya kurang keimanannya Oleh karena itu semakin minim keimanan seseorang tapi ada loh tetap ada keimanannya semakin tipis keimanan seseorang maka semakin kecil nanti cahaya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya semakin kuat keimanan kokoh menghujam di dadanya tokoh maka semakin besar pulalah keimanan Semar semakin besar juga semakin terang juga cahayanya yang nanti akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan dihancuran jadi kalau kita ingin mendapatkan cahaya bagaikan cahaya cahaya sebesar gunung ya maka Sekarang saatnya karena Sebesar apapun cahaya kita nanti dari akhirat yang diberi Allah itu tergantung dengan kita sekarang ini semasa kita di dunia makanya penulis mengatakan ya mereka akan diberi oleh Allah subhanahu wa ta’ala cahaya di hari kiamat ya yang akan menyampaikan mereka ke surganya Allah subhanahu wa ta’ala dan itu sesuai dengan seberapa besar mereka menjadikan agama ini sebagai cahaya kehidupan mereka semasa mereka di dunia dan dengan cahaya ini mereka bisa terhindar ya mereka bisa terhindar dari tergelinciran karena jalan yang sedang ditempuh adalah jalan yang sangat licin ibaratnya kalau kita sedang menempuh jalan gimana jalan ini belum diaspal masih tanah hujan lebat dalam keadaan hujan atau baru turun hujan sehingga jalan ini kan ikhwah kalau kita pada siang hari kita bisa memilih-milih kita bisa memilih-milih mana jalan yang tidak licin kita bisa memilih-milih Mana yang tidak berlubang Tetapi kalau malam hari Bagaimana tidak ada lampu jalan juga saat itu tidaklah bukanlah malam yang terang bulan bagaimana caranya ya kita hanya bisa meraba-raba dengan sangat mudah tergelincir dan sangat mudah masuk ke lobang Kenapa kita nggak tahu jalan ini mereka yang punya cahaya yang sangat terang mereka bisa memilih bagaikan mereka sedang berjalan di siang hari tapi bagaimana mereka yang punya cahaya redup dia menggunakan sebatang lilin untuk berjalan paling hanya berapa meter mungkin hanya radius 1 meter setengah yang bisa dia Terangkan setelah itu akan terlihat gelap makanya dia harus hati-hati beda dengan orang yang punya lampu sorot yang sangat terang dimana dia bisa menerangi jalan ini sampai sampai puluhan meter ke depan jadi dia tidak ragu-ragu melangkah jadi dalam masalah ini ya dalam masalah ini dengan adanya cahaya yang Allah berikan kepada orang-orang Mukmin di situlah mereka akan terhindar dari ketergelinciran mereka tahu kemana arah menuju surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Mukmin akan diberi kabar yang membuat mereka bahagia yaitu akan dimasukkan ke dalam neraka ke dalam surga dan surganya Allah mukminin dan Adapun orang-orang Mukmin Adapun orang-orang mukmin yang telah menggembor-gemborkan semasa di dunia bahwasanya mereka termasuk orang-orang Mukmin akan tidak akan diberikan cahaya ini ketika bertemu dengan orang mukmin mereka akan katakan kami beriman sama seperti kalian kami beriman kepada Allah kami juga beriman kepada Rasulullah beriman kepada kitab Allah kalau mereka bertemu dengan orang beriman mereka katakan eh kami itu beriman sama seperti kalian tapi kalau mereka bersama setan-setan mereka sama-sama orang kafir sama-sama orang munafik yang berpura-pura masuk Islam jadi dalam orang yang seperti ini ya Allah tidak akan berikan cahaya makanya dia tidak bisa maju ke depan mereka berharap akan maju dengan apa namanya memanfaatkan cahayanya orang mukmin ternyata tidak diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian bahwasanya mereka ada termasuk orang mukmin walauum hakikatnya mereka berbeda dengan orang-orang Mukmin mereka tidak meniti hidayahnya orang mukmin tidak tidak meniti cahaya yang digunakan oleh orang-orang Mukmin sebagaimana mereka orang-orang munafik telah menghalangi diri mereka untuk mendapatkan cahaya Quranul adzim cahaya Quran yang mulia semasa di dunia maka saya perlu Iman Jadi mereka ini mereka tidak akan tidak akan diberi cahaya oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kenapa karena sebagaimana mereka di dunia mereka itu sendiri yang telah mengharamkan diri mereka untuk mendapatkan cahaya Quran mereka sendiri yang telah menghalangi diri mereka untuk mendapatkan cahaya sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mereka enggak mereka enggak Malah mereka membohongi orang-orang Mukmin orang-orang munafik ini ya mereka minta kepada orang-orang Mukmin supaya menunggu mereka Untuk apa Agar mereka bisa memanfaatkan cahaya yang Allah berikan kepada orang-orang Mukmin Jadi mereka kepinginnya nih orang-orang munafik mereka berjalan di belakang orang-orang Mukmin karena orang mukmin itu punya cahaya ibaratnya gini ikhwah kita naik sepeda motor nih sepeda motor kita tak punya cahaya lampunya mati atau lampunya putus sementara jalan gelap di depan kita ada sepeda motor yang cahayanya terang demikian kita katakan kepada yang punya sepeda motor di depan eh Bang pelan-pelan ya Nggak punya sepeda motor supaya saya bisa juga bisa melihat jalan mana yang berlubang mana yang tidak begitu yang di belakang ini sepeda motor yang punya yang punya lampu bisa belok kiri belok kanan dia bisa apa namanya menghindari lubang dia bisa menghindari ke tergelinciran dia bisa menghindari tempat-tempat jalan-jalan yang jalur-jalur yang licin orang-orang munafik ini kepingin memanfaatkan cahaya yang Allah berikan kepada orang-orang Mukmin demikian orang-orang munafik ingin membohongi orang-orang Mukmin tak makan di dunia sebagaimana mereka pernah menipu membohongi orang-orang Mukmin semasa di dunia Jadi mereka Katanya kita tunggu sebentar ya kita bareng padahal sebenarnya mereka ingin memanfaatkan cahaya orang-orang Mukmin karena mereka tidak punya cahaya ingin membohongi ingin mengolok-olok ingin menipu orang-orang Mukmin sebagaimana mereka di dunia dahulu [Musik] Allah tidak mengizinkan Allah Katakan kalian balik ke belakang kalian balik ke belakang cari-cari cahaya kalian di sana jangan ikuti orang-orang Mukmin karena mereka sudah punya cahayanya sendiri-sendiri apabila perintah itu ke belakang sementara orang-orang Mukmin terus mereka maju ke depan ketika Sudah terpisah dua kelompok ini kelompok momen dan kelompok orang munafikna Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun membuat batas mereka dengan berupa tembok dinding ya yang berpintu yang pintunya itu di dalamnya Rahmat di luarnya ada ada Seperti apa kita Jelaskan sebelumnya dengan demikian orang mukmin terus maju ke depan menuju surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun jalan yang Allah berikan kepada orang munafik yaitu ke nerakanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala ta’ala [Musik] juga memberitahukan kepada kita tentang doa isi doa orang-orang Mukmin pada waktu itu disaat mereka berjalan menggunakan cahaya mereka yang ada di hadapan mereka mereka sudah lihat mereka sudah lihat ya ada yang cahayanya kelap-kelip mereka sudah lihat ada yang tak diberi cahaya oleh Allah subhanahu wa ta’ala di saat itulah orang-orang Mukmin berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Apa itu sempurnakanlah cahaya kami agar mereka bisa sampai ke dalam ke surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah berfirman dalam suatu Tahrim ayat 8 Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan ganjaran kepada para nabi dan orang-orang mukmin bersama beliau sungguh cahaya mereka tuh memancar dari depan mereka dan dari sebelah kanan mereka cahaya orang-orang Mukmin akan memancar dari depan mereka dan dari sebelah kanan mereka ini berkata saya mereka ini orang-orang Mukmin ini berdoa jadi Allah berikan cahaya mereka terus maju menuju surga Seraya mereka berdoa Masya Allah apa doanya ikhwah ya Allah sempurnakanlah cahaya kami ya dan ampunlah Dosakah mereka khawatir jangan-jangan cahaya ini hanya sampai tengah jalan belum sampai ke surga cahaya sudah habis cahaya sudah mati ini yang mereka khawatirkan makanya doanya ya Allah sempurnakanlah cahaya kami Ya Allah sempurnakanlah cahaya kami maksudnya agar sampai tetap ada cahaya ini sehingga mereka mencapai surga kemudian waghfirlana ampunlah dosa kami Kenapa mereka mengatakan Robbana admin mana Ya Allah sempurnakanlah cahaya kami Dan Dan ampunlah dosa kami mereka tahu persis dosa-dosa ini yang membuat cahaya itu menjadi redup dosa-dosa ini yang membuat cahaya itu semakin kecil makanya mereka mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala harapannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dengan demikian cahaya ini akan sempurna bisa mereka gunakan hingga sampai ke surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghilangkan cahaya menghilangkan cahaya di hati motor di hati makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan sesungguhnya sesungguhnya hati mereka hati mereka kotor para pelaku-pelaku maksiat pelaku dosa Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita para pelaku-pelaku dosa itu membuat hatinya kotor makan yang sibuk akibat ulah mereka sendiri akibat dosa maksiat yang mereka buat sendiri kotor hati mereka tidak percaya dalam sebuah hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebutkan apabila seorang hamba membuat maksiat Maka akan muncul satu noda hitam di hatinya kalau dia tambah lagi maksiat maka bertambahlah titik titik hitam Jadi kalau bertambah bertambah tambah maksiat tambah titik tambah maksiat tambah titik Ya kalau semakin banyak informasi semakin hitam tidak ada lagi cahayanya bintik-bintik maksiat ini yang juga akan mempengaruhi cahaya kita di hari akhir apabila dia tobat kalau dia tobat dari dosa tersebut maka Allah akan hilangkan bintik tersebut Oleh karena itu Ikhwan rahimahullah tips untuk menghilangkan bintik-bintik hitam di hati banyak-banyak tobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala banyak-banyak istighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Siapa di antara kita yang tidak ada dosa hanya rasulullah yang tidak ada dosa kita pasti punya dosa dan itu yang disebutkan Rasulullah kullubangi semua anak Adam itu pasti bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah dan bertobat salah di sini dikaitkan dengan tobat berarti salah yang dimaksud adalah dosa yang perlu kita Mohon tobat pada Allah subhanahu wa ta’ala untuk menjernihkan dan membandingkan hati kita di hari akhir orang mukmin Masya Allah Sama apa yang mereka lakukan di dunia begitu juga yang mereka dapati dan mereka lakukan di akhirat semasa di dunia ketika mereka tahu mereka telah melanggar aturan Allah ketika mereka tahu mereka telah berbuat maksiat ketika mereka tahu mereka telah berbuat dosa Mereka mohon ampun pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di akhir juga seperti itu ternyata ketika mereka mendapatkan cahaya mereka khawatir jangan-jangan cahaya ini akan mati sebelum sampai ke tujuan makanya doa mereka Ya Allah sempurnakan sempurnakan cahaya kami ampuni dosa kami ampuni maksiat yang pernah kami lakukan berarti ikhwah maksiat itu bisa bisa meredupkan cahaya hati kita dan bisa menirukan cahaya kita nanti di hari akhir Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa kita semua kemudian menurut pendapat Mujahid nih seorang tabir juga demikian Hasan al-bashri dan lain mereka katakan Kenapa orang-orang Mukmin doanya Robbana admin Maulana Mengapa orang-orang mukmin doanya ya Allah sempurnakanlah sempurnakanlah cahaya kami dan ampunilah kami Kenapa demikian ucapan ini setelah orang-orang Mukmin melihat di hari kiamat ternyata cahaya orang munafik dihilangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalau kita lihat pendapat Mujahid dhaha berarti Allah Subhanahu Wa Ta’ala tadinya memberikan cahaya kepada orang munafik tapi lantas Allah Matikan cahaya tersebut Allah angkat cahaya tersebut sehingga mereka tetap berada dalam kegelapan orang mukmin yang masih memiliki cahaya melihat fenomena seperti itu orang munafik Allah Matikan cahaya-cahaya mereka sehingga mereka tidak punya cahaya sama sekali sementara mereka masih punya cahaya makanya doanya ya Allah sempurnakan cahaya kami dan ampun dosa kami mereka khawatir kejadian-kejadian orang munafik itu terjadi pada diri mereka ini yang sangat berakhwatirkan Jadi intinya bahwasanya ya bahwasanya orang-orang yang beriman akan terpisah dari orang-orang munafik dengan cahaya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada mereka Ini kisah ini berita ini yang disampaikan Allah kepada kita melalui lisan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tujuannya agar kita menjadi agar bisa kita jadikan sebagai pelajar agar kita bisa jadikan ini sebagai pelajaran bahwasanya semakin taat kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semakin kita jauhkan diri kita dari maksiat ya walaupun satu dua terbuat juga maka kita harus banyak Istigfar kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mempersiapkan cahaya nanti di hari kiamat untuk mempersiapkan cahaya kita nanti di hari kiamat apabila kita senantiasa semasa di dunia menggunakan cahaya agama Islam dalam menjalani kehidupan untuk menerangi setiap Lini dan sendi kehidupan kita dan mohon banyak mohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah akan berikan cahaya yang sempurna Adapun maksiat yang kita lakukan yang pasti dilakukan oleh setiap anak-anak Adam maka terapinya adalah banyak-banyak istighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Allah sehari sebanyak 100 kali bayangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang diampuni dosanya yang lalu dan akan datang mohon ampun kepada Allah itu 100 kali minimal itu beliau terus kita gimana yang hari-hari berbuat maksiat maksiat mata maksiat telinga dan maksiat-maksiat yang lain yang bergelimang dengan dosa seringnya kita istighfar hanya sedikit itupun terkadang istighfar hanya main-main hanya sekedar di bibir saja Allah Subhanahu Wa Ta’ala belum lagi istighfar ini merupakan banyak keistimewaannya ya istighfar kita kepada Allah itu banyak keistimewaannya seperti yang dikatakan oleh Nabi Nuh Alaihissalam kepada kaumnya fakultas aku katakan kepada Tuhan kalian itu Maha Penerima Maha memberi ampunan diurus kalau kalian beristighfar Allah akan turunkan hujan dari langit dengan lebat Allah akan perbanyak harta dan anak-anak kalian wajib kebun yang subur dan Allah akan alirkan sungai-sungai kalian itu dengan istighfar Masya Allah ya sesuatu yang mungkin kita anggap remeh padahal luar biasa di sisi allah subhanahu wa ta’ala termasuk juga ikhwah untuk cahaya kita nanti di hari kiamat oleh karena di 10 hari di awal bulan Dzulhijjah ini Di mana Rasulullah SAW mengatakan tidak ada tidak ada hari-hari di mana Allah lebih suka seorang itu melakukan amal sholeh di hari itu kecuali amalan Saleh yang dilakukan di 10 hari di awal ini tanggal 7 tanggal 7 7 8 9 10 4 hari lagi para sahabat bertanya ya Rasulullah Apakah bahkan lebih hebat ketimbang seperti misalnya amalan Saleh Apa contohnya ya amalan Soleh kita baca Quran baik kita baca Quran di 10 hari di awal bulan Dzulhijjah dan tanggal 1 sampai tanggal 10 amal sholeh baca Quran sesungguhnya baca Alquran ini lebih afdol lebih besar pahalanya ketimbang jihad fisabilillah dan Puncak Islam itu jihad jadi yang paling besar pahalanya Kenapa orang pergi berperang dengan hartanya menyambung hartanya bahkan menyabung jiwanya nyawanya mungkin mungkin hilang di sana luar biasa Kalau harta yang kita korbankan kita bisa cari lagi tapi kalau nyawa yang kita korbankan ke mana mau kita cari lagi milik kita yang paling berharga yang nyawa dia hanya satu nggak punya stok yang lain demikian itulah jihad yang Rasulullah SAW mengatakan sesungguhnya seorang yang pergi jihad perang ketika sesungguhnya dosa Mereka diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala ketika melihat kelebatan pedang diampuni oleh Allah perhatikan sungguh amalan Soleh di 10 hari di awal bulan dzul Apakah kita mau sia-siakan kesempatan ini kita abaikan bahkan lebih hebat lebih besar pahalanya ketimbang jihad fisabilillah bahkan lebih besar pahala amalan sholeh 10 hari di awal berhijjah ketimbang jihad illa rojun kecuali kalau seorang yang keluar jihad kemudian dia pulang tak bawa apa-apa tidak bawa hatagonimah dan juga tidak membawa dirinya artinya dia tewas di sana itu tidak bisa dilawan itu luar biasa tidak bisa dibandingkan dengan amal saleh di 10 hari di awal bandara Termasuk amal saleh berarti istighfar kita yang kita lakukan kita buat ampun kepada Allah yang kita panjatkan kepada Allah di 10 hari di awal Dzulhijjah ini lebih afdol ketimbang di hari-hari yang lain makanya para ulama mengatakan sebaik-baik hari dunia ini 10 hari di awal bulan oleh karena Ikhwan mendapatkan cahaya kita dari akhir namanya istighfar kita dekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya Semoga apa yang kita bahas bermanfaat apa yang kita pelajari sekali lagi untuk menambah wawasan kita bagaimana kondisi kita nanti di hari kiamat kondisi kita di sana tergantung dengan kita di sini baik kita disini insya Allah akan baik di sana tak peduli kita di sini maka Allah tidak akan mempedulikan kita juga nanti di hari kiamat demikian sekalian Semoga apa yang kita bahas sedikit yang kita sampaikan tadi Semoga bermanfaat ya semoga hati kita agar kita bisa mempersiapkan diri atas pembahasannya pada kesempatan pagi hari ini selanjutnya bagi Anda yang bertanya seputar bahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 021 8236543 atau mode pesan singkat di 0819896543 pertanyaan pertama akan kita coba angka terlebih dahulu dari layanan Telepon halo Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakatuh masalah ini kita ada hadisnya kita beramal dengan amalan Ahli Surga Tetapi setelah ditakdirkan kita masuk neraka kita beramal satu sejengkal lagi mau masuk surga tapi kita ditakdirkan melaksanakan kita dimasukkan ke dalam neraka gitu Jadi pertanyaan Ibu jadi gimana tuh anu Ustad gimana Tuhan yang mengantarkan kita sejengkal lagi masuk surga gitu Jadi sebelum akhir hayatnya kita melakukan amalan yang buruk seperti itu ya Bu ya sehingga dapat memasukkan kita ke dalam neraka Jadi jika kita beramal dengan amalan Ahli Surga katanya gitu kan sehingga kita sejengkal lagi masuk surga lalu kita ditakdirkan maksudnya neraka gitu Jadi kita masukkan dan neraka begitu juga sebaliknya gitu Jadi bagaimana Amalan kita yang sebelumnya tuh [Musik] pencerahan coba ini banyak menjadikan menjadi hujjah kalau sudah ditakdirkan masuk neraka gitu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Jadi pertanyaan Ustad jika kita beramal dengan amalan Ahli Surga sedangkan kita sejengkal lagi masuk ke dalam surga akan tetapi Allah takdirkan kita untuk masuk ke dalam neraka Bagaimana malam kita sebelumnya Ustadz begitu pula juga sebaliknya jika kita sudah ditakdirkan masuk neraka tapi kita Allah takdirkan kita untuk masuk ke dalam surga Bagaimanakah Amalan kita yang sebelumnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Inna rojolan sesungguhnya ada orang-orang yang melakukan amalan penduduk surga hingga antara dia dan surga hanya tinggal sehasta antara dia dan surga hanya tinggal sesat artinya dikit lagi dan masuk surga tetapi takdirnya menyatakan lain sahasta ini ternyata di akhir kehidupannya dia mengisi mengisi mohon maaf ada terjadi gangguan teknis insya Allah kita akan coba sambungkan kembali dengan Ustadz Ali Nur kembali silahkan Ustadz untuk melanjutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha illallah Inna roji’un seorang laki-laki berbuat perbuatan penduduk surga hingga antara dia dan surga hanya tersisa satu Hasta Facebook yang ternyata takdirnya beda ternyata sisa-sisa yang satu Hasta ini dia isi dengan perbuatan amalan penduduk neraka akhirnya dia masuk ke dalam nerakallah ada juga sebaliknya seorang yang berbuat perbuatan penduduk neraka hingga antara dia dan neraka itu tinggal hanya sahasta dikit lagi dia masuk neraka tapi ternyata kitabnya takdirnya menyatakan B lain bahwasanya yang sedikit ini ternyata dia habiskan di akhir dengan melakukan perbuatan amalan orang-orang penduduk surga hingga Dia pun akhirnya masuk surga ini bagaimana ikhwah rahimahullah perlu kita ketahui dalam riwayat yang lain ada disebutkan sesungguhnya seorang itu ada melakukan satu amalan-amalan penduduk surga sepengetahuan sepengetahuan orang-orang dia melakukan amalan penduduk surga hingga antara dia dan surga tinggal kemudian dia dia lakukan amalan-amalan penduduk neraka akhirnya masuk neraka Demikian juga sebaliknya seorang yang melakukan amalan penduduk neraka sepengetahuan orang jadi yang sebenarnya dia nggak tahu Jadi yang dikatakan dia melakukan amalan penduduk surga sepengetahuan orang pada sebaliknya orang nggak tahu seorang sepertinya terlihat melakukan melakukan amalan penduduk neraka sepengat Tuhan orang-orang padahal sebaliknya orang nggak tahu jaminan Ikhwan jadi dalam masalah ini Rasulullah SAW mengatakan al-a’malu khawatir Amalan kita itu tergantung dengan akhir daripada Amalan kita sampai Rasulullah mengatakan lailallah maka dia masuk dalam surga Jadi bagaimana sebenarnya amalan yang kita lakukan ternyata bisa saja seorang itu ketika tinggal sahasta lagi dia melakukan kesyirikan sehingga Allah habiskan ini semua gara-gara kesyirikan yang dia lakukan dosa Syirik yang dia lakukan Allah hapuskan semua kebaikan-kebaikannya Bukankah Allah mengatakan kalau kamu berbuat Syirik kami akan hapuskan semua aman kebaikanmu Adapun orang yang tadi yang melakukan amalan yang buruk kemudian dia bertobat Tuhan bertobat Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menggantikan kebaikan keburukannya dengan kebaikan Ketika kita bicara takdir kalau ada yang mengatakan Lantas kenapa Allah takdirkan seperti itu ikhwah salah satu cara kita beriman dengan takdir yaitu kita beriman dengan ketetapan baik dan ketetapan buruk dari Allah subhanahu wa ta’ala takdir baik tentang Rasulullah mengatakan bahwasanya setiap manusia itu menciptakan neraka dan Allah juga menciptakan penduduknya Allah menciptakan surga dan Allah ciptakan penduduknya masing-masing kita ini sudah tahu bagaimana tempatnya di surga tapi kan kita nggak tahu kita tidak tahu takdir kita kemana Kita nggak tahu hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya Ali Bin Abi Thalib mengatakan penjelasannya singkatnya begini Bukankah ya bukankah kita sudah tahu bahwasanya rezeki kita sudah ditakdirkan sudah ditetapkan Berapa jumlahnya tiap hari tiap detik Allah sudah tentukan nggak akan bertambah dan tidak akan berkurang Lantas apa yang kita lakukan Bukankah ketika kita berjualan kita berdagang kita buka Kedai Kita sampai jam 8 belum juga ada yang pembeli Padahal kita tahu bahwasanya Rezeki itu sudah ditentukan bukankah kita masih akan membuka hingga zuhur harapannya apa harapan Semoga akan datang pembeli Nanti sebelum dzuhur ternyata sampai Zuhur tengah hari juga belum datang pembeli kan kita masih punya harapan masih punya harapan bagaimana kita harus berusaha tetap kita harus sampai asap harapan tetap ada dengan keyakinan bahwasanya Rezeki itu sudah ditetapkan tapi kita Tetap berharap kita tetap berusaha berupaya untuk mendapatkan rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala Mana tahu Mana tahu ada rezekinya ternyata sampai asar belum juga ada kita masih berharap semoga sampai sebelum maghrib akan datang pembeli begitulah ikhwah rahimahullah ketika kita berusaha untuk mencari rezeki sebanyak-banyaknya itu dengan keyakinan rezeki kita sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bayangkan mengharapkan mencari rezeki sebanyak-banyaknya dengan keyakinan rezeki surat ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi di sini kita diperintahkan oleh Allah untuk berupaya hasil itu Allah yang menentukan setelah kita maksimal setelah kita maksimal melakukannya barulah kita tahu Oh ternyata memang sampai segini saja rezeki kita setelah kita maksimal bayangkan kita mencari rezeki dengan keyakinan rezeki kita pakai saja Udahlah nggak usah kita berusaha Kenapa Allah sudah tentukan rezeki kita demikian juga dalam mencari surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita diperintahkan berupaya dengan semaksimal mungkin untuk mendapatkan surga tidak bisa kita hanya berpangku tangan dengan mengatakan tekan sudah ditetapan Allah masuk surga dan masuk neraka ya kalau Allah tetapkan masuk surga ya kita masuk surga kalau Allah kita masuk neraka tidak seperti itu konsepnya ini konsepnya sendiri Bukankah ketika sudah ada makanan di hadapan kita kita harus berupaya bahwasanya makan itu sampai ke mulut kita Apakah kita hanya berpangku tangan dengan melihat makanan yang ada di hadapan kita dengan keyakinan kalau makanan ini kalau makanan ini jadi rezeki kita maka makanan ini akan sampai ke mulut kita tanpa ada usaha nggak akan ada seorangpun yang waras yang berpikiran seperti ini harus diusahakan dulu kita angkat tangan kita kita ambil makanan tersebut kemudian kita upayakan masuk ke mulut sampai ke mulut kita punya kita kita upayakan kemudian diupayakan lagi untuk itupun belum tentu menjadi rezeki kita terkadang kita muntahkan kembali tapi upaya makanya ikhwah Rasulullah katakan berupaya dan mendekat berupaya dan mendekat itulah tugas kita kita tidak ditugaskan untuk meneliti meneliti hasil bukan kita diperintahkan untuk berupaya hasil itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menentukan semua aktivitas hidup kita kita diperintahkan untuk berupaya berusaha hanya itu hak hanya itu tugas kita hasil Allah subhanahu wa ta’ala yang menentukan Anda diperintahkan untuk bertanggung jawab selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka tidak diperintahkan untuk maksimal melakukannya hasilnya Apakah pasti kalau sudah maksimal kita lakukan pastikan anak kita akan menjadi anak yang sholeh belum tentu juga Nabi Nuh Alaihissalam tidak maksimal bagaimana dia ternyata ketentuan takdir anaknya tidak masuk Islam agar ayahnya Nabi Ibrahim seorang pengrajin patung Dia seorang musyrik ternyata Allah anugerahkan Dia seorang anak yang Rasul demikian jadi kita diperintahkan berusaha berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala hasil serahkan kepada Allah kepada Allah di situlah Allah akan melihat bagaimana kita yang berupaya maksimal di jalan kami kami akan beri mereka petunjuk di jalan kami maksimalkan Ikhwan maksimalkan demikian demikian juga untuk menuju surga maksimalkan masalah hasil itu urusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari Allah bahwasanya kita akan mendapatkan surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga kita semua ya Allah kumpulkan di hari akhirat demikian sekalian mohon maaf atas segala kekurangan ya dan waktu kita sebenarnya sudah habis ya sangat terbatas Semoga apa yang telah kita dapatkan tadi ya walaupun hanya sedikit Nda apalah itu sebagai wawasan dan persiapan kita untuk menuju akhirat perjalanan kita panjang kita sekarang kita sekarang masih di awal perjalanan kita sekarang ini ada yang hidup pada saat ini itu masih di awal perjalanan kita masih terlalu jauh panjang luar biasa kita persiapkan sekarang kesiapan kita dalam menempuh perjalanan yang panjang itu tergantung dengan di awal-awal perjalanan kita sekarang Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan kita untuk beramal sholeh mendekati diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita demikian lebih mohon maaf aku lupa lihat assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh syukuran atas penyampaian materi pada kesempatan pagi hari ini dan nasehat-nasehatnya semoga bisa menjadi bekal kita nanti dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan kepada Ustadz beserta keluarga dan kami mohon maaf untuk pertanyaan-pertanyaan sudah masuk belum dapat kami bacakan secara seluruhnya karena keterbatasan waktu mengucapkan Syukron jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segenap guru yang bertugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri Subhanallah Assalamualaikum warahmatullahi

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *