Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

satu FM dan Radio Rodja Bandung 104.3f dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya sunnah tengkram Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada di layar kaca Anda program saya insyaallah jazakumullah [Musik] bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati rojaah dimanapun anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustad Dr musyafah dari nihafizahullah dari stdi Imam Syafi’i Jember pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan Kitab Shahih fiqih ibadah setelah penyampaian materi seperti biasa anda dapat bertanya secara langsung Dilan telepon 021 82365 43 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di nomor whatsApp 081 989 6543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada alustrad Valeri Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh [Tepuk tangan] kitabullah [Tepuk tangan] Shallallahu Alaihi Wasallam para jamaah sekalian [Musik] pada kesempatan yang baik ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan kita kembali untuk meneruskan kajian ilmiah ini mudah-mudahan niat kita dalam belajar ilmu agama ini benar-benar ikhlas hanya untuk mengharapkan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala dan mudah-mudahan dengan keikhlasan tersebut Amalan kita dari lipat gandakan pahalanya oleh Allah dan kita mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat yang akan sangat berguna bagi kita di dunia hingga di akhirat amin amin ya robbal alamin shalawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti jamaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimah Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salat yang bukan rawatib yang jumlahnya sangat banyak dan kita akan memulai pembahasan kita dengan salat witir dan pembahasan salat Witir ini juga akan lumayan panjang karena ada banyak masalah yang berkaitan dengan salat witir Apa yang dimaksud dengan Witir Kenapa dinamakan salat witir Witir jamaah secara bahasa adalah ganjil ya Witir secara bahasa itu ganjil dia lawannya lawannya genap sehingga Witir itu bisa satu bisa tiga bisa 5 bisa 7 bisa 9 dan bilangan-bilangan ganjil setelahnya Adapun Witir ketika dijadikan nama salat ya salat witir maka maksudnya adalah salat yang dilakukan antara salat Isya sampai terbitnya Fajar Shodiq yang dengannya salat malam ditutup dan dilakukan dengan ganjil shalat yang dilakukan antara salat isya sampai terbitnya Fajar Shodiq ya yang bilangannya ganjil dan biasanya digunakan untuk menutup shalat malam inilah ya Witir ketika dijadikan sebagai nama salat ini definisinya seperti itu jadi tidak ada salat Witir misalnya setelah sholat Maghrib atau setelah sholat subuh ya kecuali kalau Qadha itu nanti pembahasannya lain karena salat Witir itu waktunya setelah salat isya sampai terbitnya Fajar Shodiq Apa hukum salat Witir ini para ulama berbeda pendapat di sini ada yang mengatakan salat Witir itu wajib salat Witir itu wajib diantara yang berpendapat seperti ini adalah Imam Abu Hanifah Beliau mengatakan salat Witir itu wajib kalau ditinggalkan berdosa Tapi beliau tidak mengatakan salat Witir itu fardhu karena di dalam mazhab Hanafi ada perbedaan antara fardhu dengan wajib ya Apa perbedaannya perbedaannya kalau fardu itu kewajiban yang ditetapkan dengan dalil yang qath’i kewajiban yang ditetapkan dengan dalil yang atau kewajiban yang ada dalilnya itu dalil yang tidak ada kemungkinan salahnya bisa dipastikan benarnya misalnya ya dia dijelaskan di dalam ayat secara tegas atau dijelaskan dalam Hadis Mutawatir secara tegas ini dalil yang qath jadi tidak ada kemungkinan salahnya karena ayat itu Mutawatir kemudian dijelaskan dengan tegas ya tidak ada kemungkinan lainnya ini dalil mereka mengatakan salat lima waktu itu salat fardhu karena dalilnya ada Hadis Mutawatir menjelaskan salat lima waktu ya di sana juga ada ya ayat-ayat yang mengisyaratkan salat lima waktu kalau dikumpulkan semuanya dalilnya menjelaskan tentang salat lima waktu maka salat lima waktu itu salat fardhu ya dia tingkatan di atas tingkatan wajib sedangkan wajib dalam mazhab Hanafi adalah kewajiban yang ditetapkan dengan dalil yang zoni kewajiban yang dalilnya itu dalil yang masih ada kemungkinan salahnya walaupun lebih kecil kemungkinan salahnya lebih kecil jadi kemungkinan besarnya adalah benar seperti misalnya ketika ada suatu ibadah dalilnya adalah hadis yang Ahad ya bukan hadis yang Mutawatir maka kalau menunjukkan kewajiban maka dalam mazhab Hanafi ini disebut sebagai wajib bukan fardhu salat Witir dalam mazhab Hanafi masuknya ke sini dia ibadah yang wajib tapi yang mewajibkannya bukan dalil Adapun menurut jumhur ulama tidak ada perbedaan antara fardhu dengan wajib ya tidak ada perbedaan antara fardhu dengan wajib ya ini hanya perbedaan istilah saja tapi kita harus memahami istilah-istilah ini agar kita tidak salah paham karena memahami istilah ini sangat penting dalam memahami pendapat seseorang jangan sampai ketika kita mengatakan Imam Abu Hanifah mengatakan salat Witir itu wajib kemudian kita memahami Oh berarti salat Witir fardhu juga menurut mereka ini anggapan yang salah ini pemahaman yang keliru jadi dalam mazhab Hanafi salat Witir dengan salat fardhu itu beda tingkatan salat fardhu tingkatannya paling tinggi karena dia fardhu dalilnya salat Witir ya di bawahnya walaupun dua-duanya ketika ditinggalkan berdosa tapi dosanya berbeda coba sekalian tadi kita katakan pendapat yang pertama tentang hukum salat Witir adalah wajib dan ini dikemukakan oleh imam besar yaitu Imam Abu Hanifah rahimahullah Apa dalil yang menguatkan pendapat ini diantaranya hadis saya ambil yang shahih saja ya dari Abu Bakar Sesungguhnya Allah memberikan tambahan untuk kalian satu salat dan dia adalah salat witir maka salatlah kalian dengan salat tersebut yaitu salat witir antara salat isya sampai terbitnya Fajar Shodiq ya di sini disebutkan Sesungguhnya Allah memberikan tambahan kepada kalian satu salat dan salat itu adalah salat Witir lakukanlah salat tersebut antara salat Isya sampai terbitnya Fajar ketika dikatakan Sesungguhnya Allah memberikan tambahan salat untuk kalian berarti ini tambahan atas shalat lima waktu sholat 5 waktunya wajib maka tambahannya juga wajib hanya saja tingkatannya berbeda karena salat lima waktu dalilnya maka jadi fardhu sedangkan salat Witir dalilnya seperti hadis ini ya maka jadinya wajib hadits lain yang menunjukkan bahwa salat Witir itu wajib hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum subuh witirlah kalian sebelum ini redaksinya perintah dan pada asalnya perintah itu menunjukkan hukum wajib berarti salat Witir wajib karena dia diperintahkan oleh syariat hadis lain ini juga Hadits yang Shahih hadits dari ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala beliau Shallallahu Alaihi Wasallam pernah salat di malam hari atau Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam biasa salat di malam hari maka apabila beliau salat Witir ya Aisyah Ya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah sesuatu witir beliau membangunkan istrinya ibunda Aisyah bangunlah witir sholatlah Witir ini juga redaksinya perintah dan pada asalnya perintah menunjukkan hukum wajib ini diantara dalil yang menunjukkan wajibnya salat witir pendapat yang kedua pendapat mayoritas ulama mayoritas ulama mengatakan bahwa salat Witir tidak sampai derajat wajib salat Witir hukumnya sunnah muakkadah sunnah yang sangat ditekankan sekali sangat tidak baik apabila ditinggalkan bahkan [Musik] di zaman Salaf dulu orang yang meninggalkan salat Witir itu persaksiannya tidak diterima ini menunjukkan bahwa tidak pantas bagi seorang muslim yang sholeh seorang muslim yang baik yang tidak fasik meninggalkan salat witir Apa dalil dari pendapat mayoritas ulama [Tepuk tangan] yang mengatakan bahwa salat Witir itu sunnah muakkadah tidak sampai pada derajat wajib mereka mendatangkan banyak dalil yang menjelaskan hal ini diantaranya hadits dari talhah IBN Ubaidillah radhiyallahu ta’ala Anhu yang menjelaskan tentang adanya seorang Arab Badui yang datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan bertanya bertanya tentang kewajiban yang diwajibkan oleh Allah kepadanya maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab HAM solawat 5 waktu dalam sehari semalam kemudian orang ini bertanya Apakah ada yang lain yang diwajibkan kepadaku maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan la [Tepuk tangan] kecuali kalau kamu salat sunnah kecuali kalau kamu mau salat sunnah ini menunjukkan yang wajib itu hanya lima yang lain salat sunnah dan setelah mendengar jawaban ini orang tersebut mengatakan wallah demi Allah aku tidak akan menambah dari yang disebutkan aku juga tidak akan mengurangi dari yang disebutkan maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika itu mengatakan orang tersebut akan selamat kalau dia jujur dengan perkataannya kalau dia benar-benar mempraktekkan apa yang diucapkannya dia selamat Rasulullah membenarkan membenarkan orang tersebut untuk salat lima waktu saja ini menunjukkan yang lain tidaklah wajib dan termasuk selain salat lima waktu salat witir diantara dalilnya adalah Hadits Mu’adz hadis yang menjelaskan tentang pesan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kepada beliau ketika akan diutus ke Yaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada sahabat Sesungguhnya engkau wahai muat akan mendatangi sebuah kaum yang mereka adalah Ahlul kitab maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepadanya adalah ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Apabila mereka telah mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala sholawatin kabarkan kepada mereka bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mewajibkan kepada mereka 5 salat dalam sehari semalam Sampai Akhir yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis ini hanya 5 salat hanya 5 sholat Allah mewajibkan kepada mereka 5 salat dalam sehari semalam ini menunjukkan bahwa salat Witir tidak wajib salat Witir tidak wajib karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di sini hanya menyebutkan 5 salat baik yang menunjukkan bahwa salat Witir itu tidak wajib Hadits Ibnu Umar radhiyallahu Ta’ala anhuma Beliau pernah mengatakan Inna Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu pernah salat Witir di atas untanya di atas unta ini menunjukkan bahwa salat Witir itu bukan sholat wajib kenapa karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau salat wajib itu beliau berhenti dan turun dari tunggangannya selalu seperti itu kalau suatu wajib beliau itu selalu turun dari tunggangan dan salat di atas tanah Adapun selain sholat wajib beliau biasa salat di atas tunggangan ketika dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat Witir juga di atas kendaraan di atas untanya maka salat Witir tidak seperti salat wajib berarti salat Witir bukan salat wajib dia seperti salat sunnah yang lain seperti salat sunnah berarti salat Witir itu salat Sunnah bukan salat wajib [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] kalau kita lihat ya itu lebih kuat daripada dalil Imam Abu Hanifah rahimahullah seperti misalnya tadi di antara dalil yang disebutkan oleh pendapat Imam Abu Hanifah bahwa ini perintah-perintah pada asalnya menunjukkan hukum wajib ya jadi Rasulullah memerintahkan ibunda Aisyah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk salat Witir dan pada akhirnya perintah menunjukkan hukum wajib ini kurang kuat untuk mengatakan bahwa salat Witir itu wajib Kenapa karena terlalu umum dan perintah di sini itu Zahir dia bukan yang berakhir itu dalil yang masih ada kemungkinan lainnya makanya perintah itu bisa jadi maknanya anjuran bukan wajib Terutama ketika ada Dalil yang menunjukkan hal tersebut dan di sini ada banyak Dalil yang menunjukkan bahwa perintah yang ada di surat Witir itu bukan perintah wajib ya tapi perintah anjuran ya Sehingga di sini ya pendapat mayoritas ulama itu lebih kuat pendapat mayoritas Ulama di sini lebih kuat walaupun jamaah sekalian harusnya menjadikan kita sangat perhatian terhadap salat witir adanya khilaf ini menunjukkan bahwa salat Witir itu salat yang sangat dicintai oleh Allah karena sampai ada yang mengatakan salat Witir itu wajib berarti salat Witir itu sangat ditekankan di dalam Islam kalau salat Witir ini tidak sangat ditekankan di dalam Islam maka tentunya tidak ada yang mengatakan bahwa itu wajib kenyataan adanya pendapat wajibnya salat Witir itu menunjukkan bahwa salat Witir ini kedudukannya sangat tinggi di dalam Islam Maka jangan sampai kita remehkan Jangan sampai kita remehkan berusahalah untuk melakukannya walaupun sebelum tidur walaupun di awal malam makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sampai memberikan wasiat kepada beberapa sahabatnya untuk Witir sebelum tidur wasiat khusus untuk beberapa sahabat beliau untuk Witir sebelum tidur ini menunjukkan Betapa betapa pentingnya salat witir kalau itu tidak penting untuk apa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sebutkan pesan khusus itu kepada beberapa sahabatnya makanya Tadi saya sudah singgung di zaman awal Islam orang-orang yang meninggalkan salat Witir itu dicap fasik makanya persaksiannya tidak diterima itu di awal Islam Kalau orang sekarang jamaah lebih banyak yang meninggalkan salat Witir daripada yang menjalankan dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperbaiki keadaan kita semuanya menjadikan kita semangat untuk menghidupkan sunnah salat Witir ini pembahasan yang berikutnya jamaah sekalian rahimaan adalah pembahasan tentang waktu salat witir waktu salat Witir telah disepakati oleh para ulama antara [Tepuk tangan] salat Isya sampai terbitnya Fajar Shodiq antara salat isya sampai terbitnya Fajar Shodiq saya katakan antara salat Isya bukan antara waktu Isya Karena beda antara waktu Isya dengan salat Isya sholat witir itu bukan antara waktu isya sampai subuh tidak tapi antara salat isya sampai subuh jadi bisa jadi seseorang tidak boleh salat Witir padahal sudah jam 9 Kenapa karena dia belum salat Isya Jadi tidak boleh ada sholat witir sebelum salat Isya walaupun sudah masuk waktu Isya kemudian para ulama berbeda pendapat tentang bolehkah salat witir setelah masuk waktu subuh Bolehkah salat Witir setelah masuk waktu subuh ada dua pendapat yang masyhur di sini pendapat yang pertama pendapat yang mengatakan tidak boleh sama sekali pendapat yang pertama pendapat yang mengatakan tidak boleh sama sekali dan dari mereka juga banyak dalam masalah ini [Tepuk tangan] diantaranya tadi sudah kita sebutkan ya di permasalahan yang pertama kalian sebelum subuh kemudian ada hadits lain Man adrokasubha walam yutir barangsiapa yang kedatangan subuh tapi belum berwitir maka tidak ada Witir baginya hadits lain bersegeralah salat Witir sebelum datang waktu subuh ini hadis-hadis yang menunjukkan bahwa tidak boleh salat Witir setelah waktu subuh datang pendapat yang kedua pendapat yang mengatakan bahwa boleh salat Witir sebelum salat subuh boleh salat Witir sebelum salat subuh dan ini pendapatnya Imam Malik Imam Syafi’i dan Imam Ahmad ya ini berarti pendapatnya mayoritas ulama mayoritas Imam 4 ya berpendapat dengan pendapat ini boleh sholat witir selama belum sholat subuh mereka berdalil dengan beberapa Ashar yang datang dari para sahabat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa mereka berwitir setelah Fajar sadiq di antara mereka sahabat Ibnu Mas’ud sahabat Ibnu Abbas sahabat Abu Darda sahabat dan Ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala anhuma dan tidak ada yang menyelisihi mereka sama sekali kalau kita lihat dari sisi [Musik] kekuatan pendapat ya maka pendapat dua pendapat ini kita bisa anggap berimbang pendapat yang pertama banyak berdalil Dengan hadis pendapat yang kedua banyak berdalil dengan Ashar dari banyak sahabat nabi dan tidak ada yang menyelisihi bisa kita katakan hadisnya lebih kita dahulukan karena hadis itu lebih kuat daripada pendapat sahabat kalau kita katakan Demikian maka pendapat yang pertama yang kita kuatkan bisa juga kita lihat Dengan mengatakan bahwa Apa yang dilakukan oleh para sahabat itu adalah pengecualian ya Apa yang dilakukan oleh para sahabat itu adalah pengecualian keadaan tertentu bukan semua keadaan Jadi mereka sebenarnya ingin shalat witir sebelum subuh tapi kan mereka tidak tahu kapan subuhnya secara pasti di zaman mereka tidak ada jamnya seperti di zaman kita saat ini kita tahu kapan subuhnya dengan batasan menit 5 menit sebelum subuh kita tahu 2 menit sebelum subuh kita tahu di zaman dulu tidak seperti itu ya sehingga bisa jadi para sahabat tersebut salat witirnya bukan dengan sengaja ketika ya setelah Subuh ya tidak tidak mereka tidak menyengaja seperti itu tapi karena mereka tadinya salat malam dan terdengar adzan subuh kemudian mereka juga belum Witir akhirnya mereka Langsung Witir setelah itu sehingga jamaah anda lebih melihat ya bahwa Apa yang dilakukan oleh para sahabat itu bisa dimaknai sebagai mengqadha Witir ini lebih lebih bisa mengompromikan antara hadis-hadis yang menunjukkan bahwa waktu salat Witir itu antara salat isya sampai terbitnya Fajar sadiq dengan apa yang dilakukan oleh beberapa sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mereka mengqadhanya karena sebenarnya mereka ingin salat Witir itu di malam hari tapi karena ternyata ya keduluan masuk waktu subuh akhirnya mereka bersegera untuk mengqadhanya waktu itu juga wallahualam dan ini yang disampaikan oleh Ibnu mengatakan bahwa asal-asal dari syahadat yang menunjukkan bahwa mereka salat Witir setelah terbit fajar shadiq ya ini dimaknai dengan pemaknaan bahwa itu salat Witir yang diqadha bukan salat Witir yang dilakukan secara ada baik pembahasan yang berikutnya jamaah sekalian masih tentang waktu salat witir kapan waktu yang paling Afdal untuk salat witir karena salat Witir ini termasuk shalat malam maka yang paling Afdal untuk sholat malam adalah sepertiga Malam Terakhir yang paling Afdal untuk sholat malam adalah sepertiga Malam Terakhir maka shalat witir juga demikian waktu yang paling Afdal untuk salat Witir adalah sepertiga Malam Terakhir Hal ini berdasarkan [Tepuk tangan] hadis dari ibunda Aisyah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di setiap malam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu salat witir ya Dan ini juga menunjukkan betapa pentingnya salat Witir Rasulullah mendawamkan merutinkan salat witir bahkan salat Witir ini jamaah termasuk di antara salat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam baik ketika beliau dalam keadaan mukim ataupun beliau dalam keadaan Safar tidak pernah beliau meninggalkan salat Witir sebagaimana salat qobliyah subuh salat qobliyah subuh dua rakaat itu juga demikian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam rutin melakukannya tidak pernah meninggalkannya baik dalam keadaan mukim ataupun dalam keadaan musafir menunjukkan betapa pentingnya ya salat tersebut baik ibunda Aisyah mengatakan di setiap malam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat witir Laili di sini artinya di semua malam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan suatu witir ya tidak pandang bulu Rasulullah pernah salat Witir di awal malam pernah salat Witir di pertengahan malam pernah salat Witir di akhir malam tapi akhirnya witirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu di waktu sahur jadi akhir malam tapi akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu di waktu sahur ya ini menunjukkan bahwa sebaiknya salat Witir itu di akhir malam Dan dianjurkan juga untuk salat Witir setelah selesai salat malam bukan salat Witir dulu baru salat malam tapi sangat dianjurkan untuk salat malam kemudian ditutup dengan salat witir tapi bukan berarti ada keharaman untuk mendahulukan salat witir atas shalat malam tidak ada keharaman untuk itu Jadi kalau misalnya ada orang dia Sebelum tidur sholat witir kemudian tidur di malam hari dia terbangun misalnya terbangun satu jam sebelum subuh kemudian dia ingin sholat malam tidak ada masalah ya tidak makruh sama sekali tapi yang lebih dia salat malam dulu baru salat witir Dalil yang menunjukkan bahwa salat Witir itu lebih Afdal setelah salat malam hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang redaksinya akhir salat malam kalian itu salat witir sholatikum jadikan akhir sholat malam kalian itu witir menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kita untuk menjadikan Witir sebagai penutup salat malam tentunya ya ini bagi mereka yang punya kemungkinan kuat bisa bangun di akhir malam kalau misalnya mereka sulit untuk bangun di akhir malam ya Dan kalau di akhir kan di akhir malam sering ya tidak bisa bangun orang-orang yang seperti ini lebih baik slot witirnya di awal malam jadi gini jamaah standarnya hukum asalnya salat Witir itu afdalnya di akhir malam sepertiga malam terakhir dan setelah sholat malam ini yang standar tapi ada orang-orang yang tidak memenuhi standar ini karena dia sulit untuk bangun di akhir malam kalau dia sudah tidur sudah sampai bablas subuh adzan baru dia bangun Biasanya seperti itu orang yang tidak memenuhi standar yang pertama tadi lebih baik bagi dia untuk salat witirnya sebelum tidur di awal malam kenapa karena daripada tidak salat malam daripada tidak sholat witir sama sekali lebih baik dia salat Witir di awal di awal malam dan ini ya dikuatkan oleh hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menyabdakan Siapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam maka hendaklah dia salat witir di awalnya kemudian setelah itu tidurlah setelah itu tidur ini barang siapa yang dia khawatir tidak bisa bangun di akhir malam perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian tidur menonton Barang siapa yang punya harapan kuat untuk bangun di akhir malam maka hendaklah dia witirnya di akhir malam karena salat yang dilakukan di akhir malam itu dihadiri oleh para malaikat sangat terang benderang yang menjelaskan tentang keadaan orang yang berbeda ada orang yang dia bisa bangun malam maka bagi yang demikian dia salat witirnya setelah selesai salat malam di akhir malam dan ini yang paling after sholatnya dihadiri oleh para malaikat tapi ada orang yang tidak bisa demikian ada orang yang tidak bisa demikian maka dia ya dianjurkan untuk tetap salat Witir walaupun di awal di awal malam demikian jamaah yang bisa kita bahas tentang salat Witir Pada kesempatan kali ini Insya Allah kita di pertemuan yang berikutnya masih akan membahas tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan salat Witir karena waktu maka kita akhiri kajian sampai di sini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah bergai amin amin ya robbal alamin atas penjelasan materi yang sangat bermanfaat sekali di kesempatan ini berkaitan dengan salat Witir kota Islam mozakumullah silahkan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di Line telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 081 9896543 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat dari Pak Iyan di Bogor Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Apakah boleh sholat malam dan salat Witir dikerjakan rutin berjamaah bersama keluarga anak dan istri dan di sepertiga malam Allah turun ke langit dunia kalau di Indonesia sepertiga malam itu jam berapa Ustad mohon nasehat dan penjelasannya ya bolehkah sholat malam dan salat witir dilakukan secara berjamaah secara rutin dan terus-menerus wallahu ta’ala alam ini Sebaiknya tidak dilakukan jamaah ini sebaiknya tidak dilakukan Karena nabi kita Shallallahu Alaihi Wasallam tidak melakukannya ya nabi kita Shallallahu Alaihi Wasallam tidak melakukannya walaupun untuk mengharamkannya juga ya agak berat untuk mengharamkan hal ini agak berat ada ya sebagian orang-orang di zaman dulu yang melakukannya yaitu salat malam secara berjamaah tapi tidak ada yang lebih baik daripada petunjuknya nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam salat malam sebaiknya sendiri-sendiri ya karena hajat setiap orang juga sendiri-sendiri tidak [Musik] diukir juga ya dari sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tentang jamaah salat malam dan Witir ini saya tidak pernah mendengar atau membaca ada sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang salat malam dan salat witirnya dilakukan secara berjamaah terus-menerus Ya intinya yang seperti itu sebaiknya ditinggalkan salat malamnya Iya lakukan salat witirnya Iya lakukan tapi lakukan secara sendiri-sendiri kalau misalnya ingin semangat Ya sudah tidak apa-apa lakukan di satu tempat tapi secara sendiri-sendiri untuk berjamaah sesekali Insya Allah tidak ada masalah ya karena dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah salat malam secara sendiri kemudian ada ya sahabat beliau yang menjadikan beliau sebagai imamnya dan beliau tidak mengingkarinya tapi ini terjadi sekali Bukan setiap malam padahal sebenarnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bisa mengondisikan keluarganya untuk salat malam secara berjamaah tapi itu juga tidak beliau lakukan tidak beliau lakukan dan tidak ada yang lebih afdol dan lebih baik daripada tuntunan nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian pertanyaan tentang Kapan sepertiga Malam Terakhir ya sepertiga Malam Terakhir malam dimulai dari terbenamnya matahari dan diakhiri dengan terbitnya Fajar Shodiq antara dua waktu ini kita bagi menjadi 3 maka sepertiga bagian terakhir itulah sepertiga malam yang terakhir ada yang mengatakan seperti ini ada yang mengatakan pembagiannya dimulai ya setelah masuknya waktu Isya setelah masuknya waktu Isya jadi selisihnya mungkin yang satu setengah jam sampai 2 jam ya dari cara penghitungan yang pertama tadi karena waktu maghrib itu biasanya satu setengah jam atau mungkin kalau lebih ya ndak sampai 2 jam lah dimulai dari waktu salat Isya sampai terbitnya Fajar itu dibagi menjadi tiga maka sepertiga yang terakhir itulah sepertiga Malam Terakhir tidak bisa ditentukan jamnya secara detail karena bisa berubah-ubah ya Bisa berubah-ubah waktunya Karena pergeseran waktu ya seperti jadwal salat kita berubah-ubah kadang cepet kadang mundur karena memang ada perubahan waktu sehingga sepertiga malam terakhir ini juga dipengaruhi oleh perubahan-perubahan tersebut Ya intinya tadi Apabila kita ingin yang lebih hati-hati pilih cara yang kedua tadi jadi dimulai waktunya adalah setelah masuk waktu Isya masuk waktu Isya jam berapa kemudian Fajar sodiknya jam berapa subuhnya jam berapa kemudian kita bagi 3 kita bagi 3 yang sepertiga terakhir itulah sepertiga Malam Terakhir yang bisa kita bahas bersama Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan apa yang kita bahas bersama Pada kesempatan kali ini bermanfaat untuk kita semuanya mudah-mudahan Allah berkahi ilmu kita Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan taufiknya kepada kita semuanya untuk bisa mengamalkan dan menyebarkan semua ilmu yang sampai kepada kita dengan baik dan mudah amin amin ya rabbal alamin Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustad Doktor musafah dari nihafizahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian tadi Kharisma program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin Kitab Shahih ibadah Semoga apa yang telah kita simak dan akan bersama pembahasan berkaitan dengan salat Witir dapat kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh Allahumma Amin kami yang bertugas melawan pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullah Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda apabila taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *