Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

radio Raja Bogor dan Radio Rodja bando menebar cahaya Sunda Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada jazakumullah [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berada di kesempatan pagi hari ini yang Semoga Allah memberikan kepada kita keberkahan di pagi hari ini Tentunya kita banyak-banyak memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar di hari ini kita bisa melakukan ketaatan kepada Allah dan juga semoga Allah mudahkan kita dalam rangka menuntut ilmu syar’i yang merupakan bagian dari kewajiban sebagai setiap muslim pada kesempatan pagi hari ini kami akan hadirkan di ruang dengar anda dan layar televisi Anda satu bagian ilmiah dari pembahasan Kitab fawaidul Fawaid buah Islam Ibnu qayyim al-jauziyah dan sebagaimana biasanya yang Hotel Islam adzan Ya Allah akan disampaikan dan dipaparkan secara mendalam bersama guru kita Al Ustad Al Fadil Abdullah Taslim MMA Hafiz dan alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau yang saat ini berada di Kendari sebelum kita simak faedah yang akan disampaikan oleh Beliau dari pembahasan kitab ini kami informasikan kepada Antum semua setelah kajian ini kami membuka sesi interaktif soal jawab dalam rangka memperdalam materi telah disampaikan oleh Beliau dan bagi Antum yang ingin bertanya secara langsung bisa menghubungi di 021 8236543 ataupun Anda dapat bertanya mulai chat wa di 0819 896543 kita simak bersama dan kepada Ustadz kami persilahkan valid al-fatul Mas Kulon Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dimanapun Antum berada Barakallah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas semua limpahan nikmat dan karunianya Alhamdulillah di pagi hari ini kita dipertemukan kembali di dalam majelis ilmu yang mulia secara online dalam lanjutan kajian kitab yang sangat bermanfaat kita al-fawaid karya dari Al Imam Syamsudin Abu Abdillah saat ini kita masih melanjutkan pembahasan dari hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang telah kita sebutkan di pertemuan lalu yaitu Innallaha jamilun yuhibbul Jamal Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha indah dan dia mencintai keindahan Barakallah fiikum setelah kita membahas pertemuan yang lalu tentang keindahan Allah subhanahu wa ta’ala yang ini merupakan salah satu diantara cara kita mengenal Allah yang paling utama kita mengenal kemahaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam perbuatan-perbuatannya sifat-sifatnya nama-namanya kemudian Allah subhanahu wa ta’ala pada zatnya kemudian diterangkan di dalam hadis yang telah kita baca tersebut Hadis Shahih riwayat Imam muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha indah dan dia mencintai keindahan yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai keindahan maka hal-hal yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala pasti menjadikan Indah keadaan seorang hamba hal-hal yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala pasti akan menjadi sebab keburukan sebab kehinaan dan hilangnya kemuliaan pada diri seorang hamba sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam ini diterangkan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala dalam pembahasan ini ini meliputi semua keindahan meliputi keindahan pakaian yang ditanyakan di dalam hadis ini yakni Ketika ada seorang sahabat yang mendengar hadis ini bertanya Ya Rasulullah Ya Rasulullah masing-masing Kami senang memakai pakaian yang indah alas kaki sendal atau sepatu yang indah maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan hal-hal ini kalau digunakan untuk dalam rangka mensyukuri nikmat Allah pakaian yang indah digunakan dalam rangka memperindah penampilan ketika kita beribadah menghadapkan diri kepada Allah misalnya ketika salat berjamaah salat Jumat salat Ied ya ini adalah ketaatan yang dicintai oleh Allah Tapi tentu kalau digunakan untuk tujuan buruk maksiat kepada Allah maka akan menjadi sebab keburukan naudzubillahimindzalik Itu jawaban Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika ditanya tentang ini berarti ini meliputi keindahan pakaian yang ditanyakan di dalam hadits ini sendiri dan juga masuk ke dalamnya secara umum keindahan dalam segala sesuatu ya yang disyariatkan di dalam Islam karena filhadi fil ahor sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang lain beberapa hadis yang shahih yang menyebutkan lafadz seperti Innallaha maghribhun yuhibbun Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha bersih dan mencintai kebersihan ya cuman lafadz ini lafadznya ini hadisnya Dhaif bahkan sangat lemah sangat baik ya sangat lemah tidak kemudian dalam hadis yang shahih riwayat Imam muslim Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dia Maha baik maka dia tidak menerima sedekah kecuali dari harta yang baik harta yang halal Tidak menerima sumbangan untuk kebaikan kecuali dari harta yang bersih harta yang halal kemudian di dalam hadis yang lain yang diriwayatkan Dalam susunan yang lainnya Rasulullah SAW bersabda Innallaha yuhibbu anniyaro apa Roni Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala suka melihat atau mencintai melihat ketika melihat bekas-bekas nikmat yang dilimpahkan kepada hambaNya yakni kalau orang memakai pakaian ini dalam rangka mensyukuri nikmat Allah dia gunakan untuk ibadah dia gunakan untuk misalnya menyambut atau menghadapi para penuntut ilmu ketika ada orang yang berilmu datang kita menghadiri kajian dengan pakaian yang indah dalam rangka menghargai ilmu Masya Allah ini dipuji dan dicintai oleh Allah ingat hadis Jibril Alaihi sholawat yang disebutkan dalam hadis riwayat Imam muslim yang diriwayatkan oleh sahabat Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu ketika datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Malaikat Jibril yang menyerupakan diri seperti seorang Arab badui ketika datang menghadap Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memakai pakaian yang sangat indah penampilannya pakaiannya warnanya sangat putih dan rambutnya sangat hitam yakni rapi beliau menghadap Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan penampilan yang rapi penampilan yang menarik sampai disebutkan tidak terlihat tanda-tanda perjalanan tidak terlihat kusut atau tidak terlihat pakaiannya itu berdebu ini menunjukkan penghargaan terhadap ilmu penghargaan terhadap orang yang berilmu dalam hal ini Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang beliau jumpai untuk menanyakan tentang masalah-masalah Islam untuk diajarkan kepada kaum muslimin ini dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala berarti ini dianjurkan di dalam Islam kemudian hadis yang berikutnya ini yang hadir di dalam Sunan juga Sunan yang lainnya dari seorang sahabat yang mulia Beliau berkata Roan nabiyu Shallallahu Alaihi Wasallam rohani melihatku ketika aku memakai pakaian yang lusuh pakaian yang lusuh maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepadaku memiliki harta Apakah kamu memiliki harta aku katakan iya saya memiliki harta wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda apa yang kamu miliki dari harta jenis harta apa yang kamu miliki Ya semua harta yang Allah berikan yang Allah anugerahkan yakni ternak unta dan ternak kambing yang memiliki peternakan unta dan peternakan kambing kalau begitu hendaknya jejak nikmat dan kemuliaan yang Allah berikan kepadamu engkau Perlihatkan hendaknya diperlihatkan hal tersebut yakni jangan terlihat menampung ilmu seperti ini dengan pakaian yang usang atau lusuh Padahal kalau memiliki harta Ya tentu beda kalau dia tidak memiliki harta kalau dia memiliki harta harusnya dia menampakan rasa syukurnya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan memakai pakaian yang baik tentu Bukan maksudnya pakaian yang berlebihan tapi pakaian yang baik pakaian yang tidak menunjukkan kerendahan selama dia masih memiliki harta maka dianjurkan untuk menampakan bekas atau jejak nikmat tersebut yang Allah limpahkan kepada kepada hambaNya itu makna dari hadis tersebut bahwa Subhanallah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai nampaknya jejak atau bekas nikmat yang dilimpahkan kepada hambanya maka ini termasuk keindahan yang Allah cintai pastinya kalau orang menampakan pakaian yang indah hanya sekedar untuk kesombongan atau untuk merendahkan orang lain untuk menampakan dia punya kelebihan harta semata-mata Karena tujuan ini ini tercela karena kesombongan di dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala tapi kalau untuk tujuan tadi untuk tujuan memperlihatkan atau mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan tujuannya untuk kesombongan atau mencela orang lain merendahkan orang lain maka inilah yang terpuji karena tujuannya adalah dalam rangka mensyukuri memperlihatkan jejak nikmat yang Allah berikan kepadanya yang ini termasuk sikap bersyukur kepada Allah atas limpahan nikmatnya dan ini adalah keindahan batin keindahan batin dengan apa dengan mensyukuri nikmat menisbatkan nikmat tersebut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji Allah atas limpahan nikmatnya ini keindahan batin kita maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai suka untuk menyaksikan pada diri hambanya ada keindahan dhohir dan nikmat yang Allah limpahkan yaitu dengan dia menampakkan pakaian yang indah atau penampilan yang indah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah ini penampilan dhohirnya keindahan pada lahirnya dan Allah mencintai hambanya mencintai melihat hambanya menghiasi diri dengan keindahan batin yaitu dengan mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut bersyukuri nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya tersebut Subhanallah jadi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya mencintai hal-hal yang seperti ini oleh karena itu kita sudah sering juga jelas kan di kajian-kajian yang umumnya kita sampaikan bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menginginkan seseorang itu harus terus-menerus dengan penampilan yang lusuh penampilan yang tidak baik meskipun terus-menerus juga dalam keadaan memakai pakaian yang mewah memakai pakaian yang indah ini juga tidak disyariatkan ada hadits-hadit yang Shahih yang menyebutkan keutamaan dan anjuran kita untuk ya kadang-kadang meninggalkan sesuatu yang berlebihan dalam rangka merendahkan sendiri dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda Al badril Iman sikap Sederhana itu termasuk bagian dari Iman artinya berlebih-lebihan dan kurang dalam hal ini dua-duanya tercela yang terbaik adalah sikap moderat di tengah-tengah ya kita kadang-kadang menampakkan ah penampilan yang indah dalam rangka mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala di lain pihak kita juga tidak berlebih-lebihan kita kadang-kadang atau kita juga menampilkan sikap sederhana atau sikap merendahkan diri dalam hal penampilan kita karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Abdullah tidaklah seorang hamba merendahkan diri di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan meninggikan derajatnya makanya kita ketahui ya zuhud yang merupakan sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala tidaklah diwujudkan dengan penampilan harus dengan penampilan buruk dengan pakaian yang lusuh sampai mungkin kita pernah dengar sebuah akar yang dipimpin oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah melihat beberapa orang pemuda yang berjalan sekelompok pemuda yang berjalan di siang hari dalam keadaan badan mereka lemas menunjukkan tenaga mereka yang tidak kuat loyo penampilan mereka yang lusuh ketika melihat ini Aisyah Siapa mereka ini maka orang-orang menjawab Haula inlusak mereka adalah ahli ibadah ya mereka lemas itu karena di malam hari mereka salat tahajud siang hari mereka berpuasa sehingga lemas dan tenaganya tenaganya lemah ketika melihat ini Aisyah sahabat yang mulia sahabat yang paling utama setelah sahabat Abu Bakar As Siddiq ahli ibadah yang sesungguhnya orang zuhud yang sejati kalau beliau berjalan itu dengan cepat menunjukkan tenaganya kuat ya kalau berbicara dengan suara yang keras menunjukkan kondisi fisiknya prima dan kalau dia Memukul orang ketika menegakkan hukum Allah itu pukulannya benar-benar menyakitkan Yakni pukulannya benar-benar dengan tenaga yang kuat padahal dia adalah ahli ibadah yang sesungguhnya Allah ta’ala menunjukkan kepada kita bahwa tidaklah secara mutlak dikatakan ya menampakkan penampilan yang indah itu berarti melanggar sifat zuhud melanggar sifat merendahkan diri sebagaimana tidaklah terpuji secara mutlak orang yang menampakan seolah-olah dirinya Yakni dengan pakaian lusuh dengan penampilannya yang acak-acakan ya tidaklah ini merupakan pujian secara mutlak tentu ketika orang tidak memiliki harta memang dia keadaannya pas-pasan kemudian yang memakai sesuai dengan kondisinya ini bukanlah yang tercela ya malah kalau berlebih-lebihan sampai dia harus menghutang misalnya sampai dia harus memaksakan diri secara berlebihan maka yang indah Padahal dia tidak mampu malah ini tercela Dalam Islam kita ketahui Tetapi kalau seorang hamba ya dengan harta yang dimilikinya dia berpenampilan indah ketika menyampaikan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika menghadiri ibadah-ibadah yang disyariatkan dalam Islam dengan penampilan yang indah ini yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala selama tidak dengan tujuan untuk menyombongkan diri dan juga tidak terus-menerus dilakukannya yakni kadang-kadang dia lakukan maka tentu inilah yang dicintai dan disyariatkan di dalam di dalam Islam baik kata beliau selanjutnya [Musik] Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai keindahan maka Allah menurunkan kepada hamba-hambanya pakaian dan perhiasan untuk menghiasi lahir mereka fisik mereka sebagaimana ketakwaan yang harusnya menghiasi batin mereka vokal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di surat al-a’raf ayat 26 Audzubillahiminasyaitonirrojim ya abani manusia sungguh telah kami turunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan juga perhiasan untuk memperindah dirimu dan pakaian Taqwa itulah yang lebih baik Subhanallah ini salah satu diantara keindahan petunjuk Alquran ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan petunjuk Alquran dalam hal-hal yang tidak nampak contoh ketakwaan kan di dalam hati bagaimana kita mengetahui takwa ini adalah pakaian terindah yang harusnya menghiasi hati manusia Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuat perumpamaan untuk mendekatkan pemahaman kita dengan sesuatu yang tampak pakaian yang kita pakai untuk tubuh kita kita ingin menutupi aurat kita juga ingin memperbaiki penampilan kita Ketika dilihat orang lain ketika di hadapan orang lain maka Allah ingatkan dengan ini bahwa ada yang lebih indah lagi untuk diberikan pakaian dan perhiasan yaitu hati kita dengan pakaian apa pakaian Taqwa Wali basut Taqwa dzalika air dan pakaian Taqwa itulah yang lebih baik untuk diusahakan baik jadi di sini Allah menggambarkan keindahan lahir dan batin juga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang penghuni surga di surat al-insan ayat ke-11 sampai ke-12 maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaga memelihara mereka penghuni surga dari keburukan azab pada hari kiamat dan Allah anugerahkan kepada mereka keindahan dan kegembiraan di hatinya wajah zahum dan Allah berikan balasan kepada mereka dikarenakan kesabaran mereka di dunia Allah berikan surga dan hadir dan pakaian Sutra Subhanallah dijadikan Indah lahir dan batin mereka sebagaimana mereka sewaktu di dunia selalu memperindah lahir dan batin mereka di ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan Indah wajah-wajib mereka dengan apa kecerahan di wajahnya keelokan pada para pemuda Allah menjadikan Indah wajah mereka paras muka mereka dengan nadroh keindahan keelokan batin mereka dengan kegembiraan serta tubuh-tubuh mereka diperindah dengan memakai pakaian Sutra pakaian Sutra di surga nanti ini mengabarkan kepada kita bahwa hal ini yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka dia Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana dia mencintai keindahan dalam ucapan perbuatan dalam pakaian dalam penampilan maka dia juga membenci hal-hal yang buruk keburukan dalam ucapan perbuatan pakaian penampilan maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala membenci keburukan dan pelakunya serta mencintai keindahan dan orang-orang yang melakukannya makanya di sini sudah sering kita Jelaskan kecintaan keindahan yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang diberi Gambarkan di hadas ini harus ukurannya adalah syariat Islam apa yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai keindahan atau Seni ketika misalnya ada perempuan yang memakai model pakaian tertentu yang menampakkan auratnya atau ketat mereka katakan ini seni atau keindahan ini semua jelas Bakti dan pemahaman yang rusak karena ini melanggar syariat Allah subhanahu wa ta’ala ini penampilan yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahkan ini merupakan dosa yang sangat besar fitnah ya maka tidak mungkin hal ini yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala tapi yang dicintai oleh Allah adalah hal-hal yang mendukung syariat ucapan yang baik berzikir kepada Allah membaca Alquran selalu berdoa kemudian pakaian yang kayak tadi ya pakaian indah yang digunakan untuk mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala untuk memuliakan syiar-syiar Allah ketika menuntut ilmu ketika menunaikan ibadah ibadah yang Allah wajibkan atau yang Allah syariatkan dalam Islam demikian pula perbuatan-perbuatan yang lain penampilan dan seterusnya ya ini semua dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan Adapun perbuatan yang buruk menampakkan aurat atau melanggar syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengundang fitnah dan seterusnya tentu ini dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan pelakunya dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi disini kita harus memahami makna ini dengan benar karena tidak mungkin Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan sesuatu indah kalau melanggar syariatnya Padahal kita tahu Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah yang Maha indah semua keindahan yang ada pada makhluk adalah karunia darinya dan syariat Islam adalah puncak dari keindahan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan untuk hamba-hambanya yang beriman maka tidak mungkin ketika ada hal-hal yang melanggar syariat itu kemudian dinilai oleh sebagian orang sebagai keindahan padahal ini pastinya keburukan karena segala keindahan itu adalah yang sesuai dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana segala keburukan adalah yang menyimpang dari syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian di sini juga ada penjelasan yang ingin disampaikan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala tentang kesalahpahaman dua golongan besar dalam memahami makna hadis ini walaupun akan tetapi ada dua golongan manusia yang tersesat dalam memahami pembahasan ini salah ada yang berlebihan dan kurang selalu dua kelompok ini yang akan memahami Islam dengan keliru ada kelompok yang pertama mereka berkata kelompok yang pertama berkata semua yang Allah ciptakan adalah indah maka karena dia mencintai maka dia mencintai semua yang diciptakannya dan kita mencintai semua yang diciptakan oleh Allah jadi jelas tersesat iblis pun akhirnya nanti dicintai karena diciptakan oleh Allah pelaku-pelaku keburukan perbuatan-perbuatan jahat semua dicintai karena ini adalah ciptaan Allah jelas tidak benar Allah membenci perbuatan-perbuatan tersebut ditegaskan di dalam ayat-ayat Alquran dan Hadits yang Shahih Allah Subhanahu Wa Ta’ala membenci bagi kalian tiga perkarahim bukanlah orang-orang yang dimurkai jadi ada orang yang dimurkai dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala sangat besar kebencian di sisi Allah orang yang mengatakan apa yang dia tidak lakukan ada perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Allah meskipun itu adalah ciptaan Allah kata mereka maka kita tidak boleh membenci sesuatu pun tidak boleh membenci apapun dari makhluk ciptaan Allah kalau mereka berkata barangsiapa yang melihat alam ini dan seisinya maka dia akan melihat semuanya adalah Indah sampai salah seorang diantara mereka mendendangkan bait syair Pak Jami Umayyah dan jika kamu melihat semua yang ada di alam semesta ini dengan pandangan mereka Maka semua yang ada di alam ini adalah indah ini berarti akan membatalkan syariat karena kekufuran kefasikan menurut mereka berarti Indah pelaku-pelaku kejahatan yang paling buruk pun semuanya indah karena semua adalah ciptaan Allah jelas ini penyimpangan yang sangat sangat bodoh sekali mereka berdalil dengan argumentasi yang lemah pakai Alquran pakai ayat-ayat Allah tapi diselewengkan maknanya jadi kita perhatikan Alquran bisa diseret maknanya kepada keinginan hawa nafsu sebagian manusia tapi Tentu saja Ini bukan merupakan makna yang benar ya Coba bagi orang-orang yang bodoh tentu akan Mudah terpengaruh dengan penggunaan dalil yang rusak seperti ini mereka berdalil dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala diantaranya di surat As Sajadah ayat ke-7 alladzi Ahsan dialah Allah yang menjadikan Indah segala sesuatu yang diciptakannya juga firman Allah di ayat lain surat an-naml ayat 88 ciptaan Allah yang cermat menciptakan segala sesuatu di surat al-mulk ayat yang ketiga matarofil Rahmani Kamu tidak akan melihat dalam ciptaan Allah ada kekeliruan orang yang dianggap paling berilmu diantara mereka menegaskan bahwa semua yang ada itu adalah indah dan dia tidak melihat di alam semesta ini sesuatu yang buruk sedikitpun orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang hilang kecemburuannya karena Allah di hati mereka mereka tidak akan mengingkari kemungkaran ada perbuatan buruk orang yang mencuri minum khamar berzina naudzubillahimindzalik mereka akan katakan ini ciptaan Allah ini kehendak Allah berarti ini indah hilang kecumburuan di hati terhadap Syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sikap benci karena Allah memusuhi karena Allah yang padahal ini merupakan ikatan iman yang paling kuat kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci Karena Allah dari hati mereka mengingkari kemungkaran Allah menegakkan batasan-batasan hukum syariatnya dan mereka melihat keindahan rupa dari laki-laki maupun perempuan yang terlihat indah ini termasuk hal yang dicintai oleh Allah mereka beribadah kepada Allah dengan kefasikan yang mereka lakukan yakni mencintai orang yang cantik orang yang tampan karena ini mereka anggap keindahan yang dicintai oleh Allah maka mereka menjadikan itu sebagai ibadah sampai pun terjerumus ke dalam perbuatan maksiat mereka akan berdalil itu adalah keindahan yang dicintai oleh Allah naudzubillahimindzalik bahkan terkadang orang-orang yang ekstrem di kalangan mereka berbuat ekstrim orang ada sebagian orang-orang di antara mereka yang melakukan sikap melampaui batas ekstrim sampai dia menyangka bahwa sembahannya menurut dia Allah Subhanahu Wa Ta’ala menampakan diri dalam bentuk rupa yang indah tersebut dan menipis pada makhluk tadi jadi meyakini adanya penyatuan Allah dengan makhluk jadi ketika ada makhluk yang indah cantik atau tanpa mereka anggap itulah wujud dari Allah yang menitis pada tubuh tersebut naudzubillahimindzalik ini bahkan keyakinan kufur ya yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam naudzubillah jamaliyah kalau dia punya keyakinan meyakini Allah dengan makhluk dia akan mengatakan ini adalah satu penampilan penampakan dari penampakan-penampakan Allah jadi wujud yang dilihatnya itu adalah wujud dari Allah yang sesungguhnya naudzubillah dan mereka dan dia akan menamakan hal itu sebagai jamaah penampakan-penampakan kemahaan dari Allah subhanahu wa ta’ala jelas ini merupakan pemahaman yang sangat rusak yang diyakini oleh sebagian dari mereka jelas ini merupakan salah lahpahaman yang sangat fatal dalam memahami hadis-hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang telah kita sebutkan di atas tadi kemudian ada golongan yang kedua Insya Allah untuk golongan yang kedua ini kita akan Jelaskan di pertemuan yang berikutnya ya karena mengingat waktu juga kita masih eee memberikan kesempatan mungkin diantara Antum yang ada yang ingin menanyakan hal-hal yang ingin ditanyakan sehubungan dengan materi untuk memperdalamnya Barakallah fiikum Insya Allah kajian kita cukup sampai di sini apa yang bisa kita Terangkan dan kita baca dari penjelasan Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala dalam kitab Alfa waid ini Barakallah fikum yang telah Antum sampaikan di kesempatan pagi hari ini dan kota Islam adzan Ya Allah akan membuka sesi interaktif soal jawab bagi Anda yang bertanya secara langsung terhadap penghubung kami di 021 8236543 ataupun Anda bertanya mulai chat wa di 0819 8965 43 kita akan angkat pertanyaan yang pertama mau telepon terlebih dahulu silahkan Assalamualaikum pak Ustad Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa ibu yang berada di mana saya Ibu Sri saya Ibu Sri pak ustad di daerah Jakarta utaranya ada pertanyaan yang mengganjal ya begini Pak Ustad di lingkungan RT kita kan ada pengajian pengajian itu pengajian ibu-ibu khusus ibu-ibu tetapi Nanti sebelum berkumpul tuh ya Nanti dibaca surat-surat surat-surat seperti Surat Yasin surat-surat al-mulk pokoknya surat-surat pendek [Musik] baru kalau gurunya datang baru mengaji nah terus itu selain itu juga kalau misalnya ada acara-acara khusus seperti peringatan Maulid Nabi dan lain-lainnya itu suka make apa sih Maulid Nabi seperti berjanji buku-buku berjanji Nah itu kan dalam apa namanya di dalam apa di dalam islam itu tidak disunahkan takutnya nah jadinya saya jadi jarang apa tuh mau menghadiri pengajiannya tuh jadi nggak berani karena kayaknya kan kayak shalawat yang dibacakan ibu-ibu itu yang disebut dengan perjanjian-perjanjian itu kan yang yang saya info dari Saya dengar dari Raja itu kan buatan manusia bukan yang diajarkan oleh Nabi jadi saya enggak berani pertanyaannya apakah apakah tindakan saya benar kalau saya menghindari pengajian yang di dalamnya ada membacakan buku-buku perjanjian atau syarat-syarat buatan manusia seperti itu Jadi saya menghindari saya nggak berani datang melakukan cuman ngaji lewat YouTube lewat TV gitu aja sekarang ini Demikian pertanyaan saya mohon Perkiraannya dan mohon maaf karena tidak sesuai dengan yang dikajikan hari ini begitu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan kepada Ustadz kami persilahkan untuk menjawab silahkan ya Barakallah FII pertanyaan sangat bermanfaat sekali dari Ibu Sri ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan bagi beliau dan keluarganya juga untuk kita semua seperti yang ditanyakan tadi bacaan-bacaan tersebut Ya sebagian besar diantaranya memang tidak ada syariatnya kayak tadi bacaan sholawat yang dibuat-buat oleh manusia jelas ini tidak ada syariatnya ya Rasulullah SAW ketika ditanya Bagaimana cara bershalawat kepadamu wahai Rasulullah di dalam hadis Shaheer riwayat Imam muslim maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakanlah Allahumma sholli ala Muhammad Ibrahim seterusnya seperti shalawat yang kita baca di dalam tahiyat kita itulah shalawat yang disyariatkan atau kita baca dengan ringkas Allahumma sholli ala Muhammad atau shallallahu alaihi wasallam yang jelas ini yang disyariatkan adapun shalawat-shalawat yang dibuat-buat apalagi di dalamnya terdapat pujian-pujian yang berlebihan ini tidak disyariatkan di dalam Islam tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak juga diajarkan oleh para sahabat radhiyallahu ta’ala anhumain ada sebagian dari apa yang ditanyakan tadi misalnya kita sambil menunggu guru kita membaca beberapa surat tertentu asal tidak ditentukan suratnya apa saja kita Indonesia itu boleh misalnya sambil kita membaca kita menunggu guru Coba kita ada salah seorang yang membaca misalnya surat al-mulk ya tanpa ditentukan kadang-kadang kita baca surat al-mulk kadang-kadang kita baca surat al-qiyamah kadang-kadang misalnya kita baca surat al-qalam kadang-kadang kita baca surat ar-rahman tidak mengapa ya kalau sekedar kita ingin membaca salah seorang membaca yang lain mendengarkannya maka ini tidak mengapa kita membaca Alquran dan mendengarkannya disyariatkan di dalam Islam bahkan disebutkan dalam sebagian riwayat yang para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma’in ketika dalam pertemuan kadang-kadang mereka saling membacakan surat Al Ashr ya maka tidak mengapa kalau di dalam sebuah pertemuan ada pengajian misalnya gurunya belum datang kita saling membaca Alquran dulu satu sama lain tidak mengapa yang salah satu membaca yang layak mendengarkannya kalau cuma sekedarnya yang lain yang disebutkan dalam pertanyaan tadi Seperti yang Ibu katakan tadi betul ini adalah tidak disyariatkan tidak ada tuntunannya di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maupun petunjuk para sahabat radhiyallahu ta’ala anhu jazakumullah dan kami angkat berikutnya melalui telepon kembali di 021 82365436 silahkan Ya silahkan ya [Tepuk tangan] ya Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dengan Pak Jaja di Kalideres Pak jajah di kalires 6 silahkan Pak jajah pertanyaannya [Musik] saya orang biasa gitu ya sebagai penuntut ilmu gitu tapi ada temen saya biasa sama kayak saya gitu Kayaknya kayak orang berilmu gitu kayak pakai Imamah gamis yang bagus itu diperbolehkan apa tidak Terima kasih banyak Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pada saat kami persilahkan menjawab saat silakan Barakallah fiik pertanyaan yang sangat baik dari Pak jajah yang ada di Kalideres Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan keberkahan kebaikan bagi beliau bagi keluarga dan bagi kita semua ya Pertanyaan beliau tadi sehubungan dengan seorang temannya yang dianggap penuntut ilmu seperti dirinya tapi penampilannya berpenampilan seperti orang yang berilmu kadang-kadang memakai gamis yang bagus atau jubah atau mungkin sorban dan seterusnya kita katakan Ya seperti ini tidak mengapa Pak Jaya selama dia tidak ngaku-ngaku atau menyombongkan dirinya Dia memakai untuk merendahkan orang lain atau menampakan dirinya seolah-olah berilmu kadang-kadang kan orang diketahui dari penampilannya seperti itu sebenarnya orang biar memakai pakaian yang jubah sebagus apapun mungkin jubah Arab dengan penampilan sorban seperti orang Yaman seperti orang Arab atau yang lainnya tidak mengapa asal dia menampakkan sikap-sikap yang santun tidak terkesan meremehkan orang tidak terkesan kalaupun menasehati tidak kayak menggurui orang dia menjaga sikapnya menjaga bahasanya menjaga sikap merendahkan dirinya ini tidak mengapa ya jadi hukum asalnya kalau memakai pakaian seperti ini bukan menunjukkan Oh dia memakai pakaian yang lebih kapasitasnya tidak ya memang ada di kalangan orang Arab misalnya Seperti penjelasan dari Sebagian ulama kita ada pakaian tertentu yang itu merupakan pakaian kebesaran orang-orang yang berilmu seperti yang ada di Arab Saudi misalnya ketika para ulama itu mengajar menyampaikan pengajaran agama di Masjid Nabawi atau ketika berkhotbah Jumat mereka memakai semacam pakaian yang namanya misslah ya pakaian luar itu yang warnanya agak kecoklatan kadang-kadang agak warnanya hitam itu memang khusus untuk orang-orang yang berilmu tapi yang lainnya sekedar pakai sorban kemudian pakai help atau jubah itu tidak mengapa kita pakai tidak mengapa kita pakai ya selamat tadi sikap-sikapnya tidak menunjukkan dia seolah-olah menampakkan dirinya punya kelebihan dibandingkan orang lain Jadi sekedar pakaian ini tidak mengapa dipakai ya Meskipun juga tentu tidak berlebihan Apalagi kita gunakan di waktu-waktu salat Jumat di waktu-waktu salat tidak mengapa sama sekali digunakan pakaian seperti ini ya Barakallah jazakumullah 182365436 silahkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dengan Pak Sulaiman dibawa Pak Sulaiman di Bogor silahkan Pak Sulaiman Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh hampir 2 tahun ini terkadang kalau misalkan ingat itu saya juga menyesal sendiri yang pernah saya lakukan terhadap anak sangat baik dari bapak yang bertanya tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan petunjuk Taufik kebaikan bagi beliau dan keluarganya dan untuk kita semua ya sesuatu yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan baik itu berupa musibah ataupun kesenangan yang telah terjadi kalau itu merupakan musibah tidak boleh kita sesali Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits riwayat Imam muslim bersabdarullah kamu ditimpa sesuatu musibah maka janganlah kamu mengatakan Seandainya aku berbuat seperti ini seandainya seperti makanya maka mestinya seperti ini tapi Katakanlah ini adalah takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki maka dia melakukannya Dia Maha Kuasa melakukannya jadi peristiwa seperti yang terjadi sama Bapak Insya Allah ini adalah kebaikan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala inginkan hikmah yang besar dibalik semua itu ya Bapak tidak perlu menyesali kejadian yang lalu lagi pula tidak mungkin asalnya seorang tua itu tega akan mencelakakan anaknya sendiri Insya Allah maka kalau terjadi sesuatu yang lalai Maka mohon ampun kepada Allah tapi kita katakan ini adalah takdir Allah dan kita tidak menyangka yaitu tidak akan menduga misalnya ada seorang tua yang ingin mencelakakan anaknya sendiri maka yang terbaik adalah saat ini kita mohon ampun kepada Allah kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita bersangka baik kepada Allah Allah menginginkan hikmah yang sangat besar di balik peristiwa ini maka dengan sebab ini semua urusan kita akan menjadi menjadi baik sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam Dalam Hadis Shahih riwayat Imam Muslim lainnya dan jika seorang hamba yang beriman ditimpa satu musibah maka dia akan bersabar maka itu akan berganti menjadi kebaikan bagi dirinya mukmin dan ini tidak akan bisa dirasakan oleh siapapun kecuali bagi orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan dan hari kemudian Barakallah jazakumullah kita angkat pertanyaan berikutnya para penengah penghasil di manapun Antum berada melalui chat wa di 081989543 dan seorang hamba Allah saat di Kuningan beliau bertanya Ustad Saya sedang melakukan hijrah dan ingin belajar ilmu syar’i yang dengan benar untuk bagi saya apa kira-kira buku yang bisa Saya baca Ustaz dan bagaimanakah caranya membedakan antara amalan dan sunnah dan bidah atas Jawabannya silahkan Ustaz dari beliau yang bertanya melalui pesan chat di sini ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan taufiknya bagi beliau untuk selalu menempuh jalan yang benar jalan yang lurus bagaimana kita mohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk melimpahkan itu kepada kita semua ya keinginan yang sangat baik sekali dari beliau tadi ya bagaimana apa buku-buku yang harus dipelajarinya atau dibaca di awal maka Alhamdulillah banyaknya buku-buku yang bermanfaat tentang masalah-masalah aqidah masalah-masalah yang menjelaskan tentang Manhaj metode beragama yang benar buku-buku yang membahas tentang masalah ini kalau untuk masalah-masalah akidah mungkin buku-buku yang ada terjemahan dalam bahasa Indonesia seperti misalnya 3 landasan utama yang ditulis oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab ya kemudian menyingkap kerancuan dalam masalah tauhid kitab ada terjemahannya kitab Al Aqidatul Islam yang sangat baik kalau yang ingin penjelasan tentang Manhaj secara umum metode pemahaman Ahlussunnah Wal Jamaah agar kita bisa mengenal bagaimana metode mereka dalam beragama dalam beraqidah dalam berdakwah dan seterusnya seperti kita jalan golongan yang selamat Minhajul firq Muhammad ya kemudian kitab-kitab bahasa Indonesia juga yang ditulis oleh para Ustaz kita Alhamdulillah kitab-kitab dalam masalah akidah juga banyak ya seperti kitab-kitab atau tulisan-tulisan yang ditulis oleh guru kita Ustadz Abdul Hakim abdad yang lainnya ini banyak Alhamdulillah bisa kita ambil faedah dari buku-buku tersebut yang Alhamdulillah di toko-tokoh buku juga bisa kita dapatkan ini kita jadikan sebagai bacaan kita dan tentu kita terus mengikuti kajian-kajian yang disampaikan oleh para Ustaz kita yang bisa kita saksikan hadirin langsung atau mungkin melalui media Rojak TV atau radio Rodja ini sangat bermanfaat sekali pertanyaan yang kedua Bagaimana caranya kita mengenal satu amalan Apakah ini atau sunnah kita lihat dari dalilnya amalan yang sunnah selalu ada dalilnya dari Alquran dan Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan akan dijelaskan oleh para ulama ahlussunnah Adapun amalan yang bidah yang tidak ada dalilnya hanya diciptakan oleh manusia atau disimpulkan dengan pemikiran sendiri tanpa ada sandaran yang jelas dari ayat-ayat Alquran dan Hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sampaikan Ustaz kita akan angkat satu pertanyaan terakhir saya di kesempatan pagi hari ini dari pendengar kita Ustadz di Bogor dengan Pak Ari beliau bertanya Ustadz ayah saya sakit stroke tidak bisa bergerak dan berbicara Hanya berbaring saja di tempat tidur Masih adakah kewajiban saya untuk ayah saya Ustaz atau Adakah amalan pengganti yang bisa saya lakukan untuk menggantikan kewajiban salat yang tidak bisa dilakukan oleh ayah saya Ustaz jazakallah Terima kasih banyak silakan Ustaz Barakallah dari Pak Ari ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan kebaikan bagi beliau memberikan pahala yang sempurna atas kesabarannya merawat ayahnya dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan kesembuhan bagi ayahnya dan dosa-dosa penguburan dosa-dosa penghapusan dosa-dosa karena sakit yang dideritanya yang dia sabar untuk menghadapinya yang saya ketahui sebatas ilmu pengetahuan saya yang pendek tentang masalah kondisi yang menimpa ayahnya ini selama dia masih punya ingatan Selama masih dia orang punya ingatan maka dia tetap wajib untuk melaksanakan salat meskipun dengan isyarat meskipun dengan isyarat ya mungkin untuk berwudhu bisa dibantu untuk oleh anaknya kemudian dia melaksanakan salat meskipun cuma dengan sekedar isyarat saja selama masa ingatannya masih waras dia masih mengingat bacaan-bacaan dalam salat kemudian dia masih bisa misalnya mendengar ketika diingatkan untuk melaksanakan salat sehingga dia bisa melaksanakan salat meskipun dengan isyarat isyarat saja isyarat untuk rukuk isyarat untuk sujud maka dia tetap punya kewajiban untuk melaksanakan kewajiban salat tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian dari para ulama kita itu yang saya ketahui Barakallah fiikum semoga jawaban ini bermanfaat inilah jawaban yang dari pertanyaan terakhir di pertemuan kita di kesempatan pagi hari ini Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji menjadi sebab menambah ilmu yang bermanfaat yang mewariskan amalan Saleh untuk kebagian kebaikan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat kita demikianlah perjumpaan kita di kesempatan pagi hari ini mohon maaf sekali lagi atas yang salah dan kurang kami cukupkan Sallallahu Wasallam wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih banyak ustadz kami ucapkan jazakumullah Khairan wabarakallah fiikum atas waktu yang telah antumkan mata yang teratur sampaikan saja banjir yang telah Antum paparkan untuk kami semua di kesempatan pagi hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga Antum di sana Dan juga keluarga Antum serta meluaskan keilmuan ilmu bagi Antum semuanya sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kami ambil dari setiap perjumpaan bersama Anto Insya Allah Allahumma Amin dan tanpa pula kami ucapkan terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami yang ada di Rodja Cileungsi dan juga Raja Kendari kami ucapkan terima kasih banyak jazakumullah sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar dengan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala dan kami juga mengucapkan terima kasih banyak untuk Anda semuanya para pemirsa pemerhati Roja di manapun Antum berada atas kebersamaan Antum di pagi hari ini dari awal gajian hingga akhir kalau ucapkan terima kasih banyak nantikan kembali kajian beliau Insya Allah pada hari Kamis akan datang untuk kita simak kembali pembahasan-pembahasan yang penuh dengan faedah yang dapat kita simak bersama dari pembahasan kitab allah Idul Fawaid tentunya kita mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala apa yang telah kita dapatkan ilmu ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan bagi kita untuk mengamalkannya dan menjadikan amalan yang akan memberatkan kita Nanti insya Allah di yaumul hisab akhir kalam kami mengucapkan mohon maaf apabila dalam penyajian acara ini masih terdapat kekurangan mohon dibukakan pintu maaf untuk kami semuanya dan untuk Anda yang sudah beraktifitas semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemudahan dan menjaga kita semua dalam aktivitas pagi hari ini hingga menjelang malam nanti Barakallah fiikum jazakumullah Khairan lillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *