dan Radio Rodja Bandung 104.3 FM radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah Rodja TV Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dimanapun anda berada Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati kita semua Insya Allah beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke layar kaca anda dan ke ruang dengar anda kajian secara langsung yang akan menemani kita semua yang mudah-mudahan ini memberikan sedekah ilmu bagi kita yang tentunya ilmu yang bermanfaat bagi kita di dunia maupun di akhirat dan kami ucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahirobbil alamin assalamualaikum assalamualaikum [Musik] [Musik] kedua ini kita membahas kita bersih nasihati Indonesia khusus kajian muslimah yang asalnya diadakan oleh Radio Cileungsi saya ya ke sana sekarang dipindah kajiannya di sini tapi tetap dihadiri oleh jamaah Masjid Al Barkah di radio Rodja Cileungsi pertemuan bulan yang lalu kita sudah menjelaskan tentang bahaya ghibah sekarang kita masuk poin berikutnya bahaya tentang Namimah bahasa kitanya ngadu domba Apa itu Namimah Namimah adalah menaklukan perkataan seseorang kepada orang lain dalam rangka merusak hubungan antara kedua orang tersebut ini memberi komentar yang sedikit miring tentang CB kepada kita oleh kita disampaikan ke sini kamu kata si atuh ini gini gini otomatis nggak enak tersinggung akhirnya dia ngomong membalas nyiyiran sih Ya sampaikan ke kita oleh kita disampaikan lagi akhirnya A dan B yang tadinya baik hubungannya menjadi rusak karena kita kita ambil ucapan Syiah yang jelek tentang si B lalu disampaikan ke sini dan juga sebaliknya akhirnya rusaklah hubungan itu Namimah bahasa kitanya ngadu domba orang yang karakternya seperti ini dicela oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan dilarang kita mendengar omongan orang yang ngadu domba antara kita dengan orang lain yang paling parah adalah yang diadu domba itu antar ustad bukan Ustad ngomong Jelek tentang Ustadz lain tapi pendapat dua Ustadz yang berbeda dibenturkan secara terbuka di media sosial kalimat Ustadz terus dibantah dengan omongan Ustadz lain Padahal mereka tidak sedang saling bantah-bantahan ketemu juga tidak tapi dibenturkan ada yang begitu banyak jadi seolah-olah antar ustad ini berbentuk Allah mencela nggak boleh didengar orang seperti itu omongannya kata Allah dalam surah al-qalam ayat 10 sampai 12 kata Allah jangan kalian taati setiap orang yang banyak Sumpah dan hina Siapa Mereka Hamas yang suka mencela orang lain yang suka berjalan ke sana kemari untuk ngadu domba untuk melakukan Namimah orang-orang dari kebaikan [Musik] berkata Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini yang dimaksud orang yang sering jalan-jalan tapi sekedar untuk menyebarkan nabi domba antara ini dengan itu pihaksono dengan pihak ini diadu domba kata Imam Ibnu Katsir bayi itu permusuhan saling kebencian dua orang yang tadinya tidak ada apa-apa Jadi saling benci jadi saling memusuhi jadi saling dengki maka ini celaan Allah kepada orang itu nabi baik ini termasuk dosa besar tapi dianggap enteng dianggap kecil dianggap remeh oleh orang dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim sebuah hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma [Musik] vokal suatu saat Nabi SAW melewati dua kuburan lalu Beliau bersabda kedua penghuni kubur ini sedang di Arab kedua-duanya Tidak Dianggap karena dosa yang mereka anggap besar ini dosanya besar makanya diazab di alam kuburnya Imam adzan kitab Al kabair ketika menjelaskan batasan dosa besar adalah salah satunya setiap dosa yang diancam dengan azab baik di alam kubur apalagi di neraka ini dosa besar bukan karena dosa yang dianggap besar oleh pelakunya bala innahu Kabir padahal Iya ini dosa besar adapun yang pertama dia suka berjalan untuk melakukan Namimah ketemu sini ngomong tentang si itu disampaikan ke situ dalam rangka merusak hubungannya maka rusak satu lagi orang itu tidak bersuci setelah buang air kecil dan ini dianggap tidak merupakan dosa orang gitu ya kebelet di jalan cari pohon berlindung sebentar kemudian kencing di sana tidak bersuci tidak dicuci Sudah gitu saja cuma digibrik sudah ini terkena azab kubur dianggap hal sepele tapi sesuatu yang sangat besar yang dimaksud dengan kedua-duanya tidak diazab karena dosa yang dianggap besar maksudnya Namimah dan tidak bersuci setelah buang air kecil 2 perbuatan yang sering kali dianggap dosa kecil bahkan dianggap tak berdosa padahal dua-duanya dosa besar makanya diazab dengan azab yang sangat dahsyat berkata Imam Bukhari dalam Kitab Shahih Bukhari beliau meriwayatkan perkataan dari Ibrahim dari Hamam Dia berkata Amam ini seorang tabiin dia bertemu dengan para sahabat nabi Alaihi sholatu Wasallam bertemu dengan para sahabat di antara Sallallahu Alaihi Wasallam dia kata Hamam kami saat itu bersama-sama dengan hudzaifah tapi tidak tahu hadis illa Usman ada orang yang lapor ke hudzaifah kalau ada seseorang yang menyampaikan Omongan dia kepada Utsman maka berkata aku mendengar Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam tidak akan masuk surga orang yang khotbah makna kata adalah tukang ngadu domba kalau meriwayat lain riwayat Imam muslim tidak akan masuk surga orang yang suka ngadu domba Apa yang dimaksud tidak akan masuk surga Apakah kekal dalam neraka selama-lamanya ini memang pemahaman yang berupa syubhatnya kaum khawarij khawarij itu orang-orang yang mengkafirkan para pelaku dosa besar di kalangan kaum muslimin ahli maksiat kafir kata khawarij di dunianya dianggap kafir di akhiratnya dia Neraka selama-lamanya itu kata siapa khawarij berdasarkan hadis ini salah satunya tidak akan masuk surga orang yang ngaruh domba tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun sekecil debu maksud tidak akan masuk surga Abadi kekal di dalamnya selama-lama kata khawarij ini maksiat pelaku maksiat pelaku dosa besar kafir keluar dari Islam dan kekal dalam neraka sekali lagi ini kaum khawarij bukan ahlussunnah bukan saya juga Saya khawatir kalimat saya dipenggal oh Bu Haidar menganggap pelaku dosa besar kafir ini saya mengutip ucapan khawarij sekalipun kata khawatir Dia ahli tauhid tapi terjerumus dalam dosa besar yang lahir karena kebodohan ketidaktahuan kalau kekeliruan kesalahan dosa yang lahir pada tahun itu dosa itu syahwat para pelaku dosa besar rata-rata syahwat orang berdusta itu dosa orang berghibah itu dosa ya orang mencuri orang mabuk orang berjudi orang berzina pelakunya tahu nggak bahwa itu dosa tahu syahwat khawatir dosa kesalahan penyimpangan pernah dia tahu itu dosa Kenapa dilakukan hawa nafsu ada kesenangan lisan tapi kalau kesalahan yang dilakukan karena kebodohan ketidaktahuan inilah sifat dia merasa benar dengan kesalahan Maka terdapat kalangan khawarij yang mengkafirkan para pelaku dosa besar dijawab oleh para ulama diantaranya mereka para ulama ahlussunnah menyatakan Allah berfirman dalam Annisa 116 Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kalau orang musyrik terbawa mati tidak tobat nggak akan diampuni gagal neraka selama-lamanya iya Allah mengampuni dosa selain syirik walaupun terbawa mati termasuk dosa besar iya asal selain Syirik Allah akan ampuni walaupun tidak tobat dan terbawa mati Enak dong Apakah semua orang yang berdosa besar akan diampuni walaupun tidak tobat tidak lima ya sya kata Allah hanya bagi orang-orang yang Allah kehendaki ketika menerangkan ayat ini para ulama ahlussunnah menyatakan fajaala dzunubal Farah ini menjelaskan bahwa Allah menjadikan dosa-dosa besar selain syirik tergantung kehendak Allah kalau Allah mau mengampuni Allah ampuni kalau Allah mau mengazab Allah Azab sesuai dengan kadar dosanya setelah dosanya lunas habis oleh azab dia akan dikembalikan ke surga karena pelaku dosa besar betul akan diangkat kalau dia tidak tobat tapi tidak selama-lama setelah lunas oleh Arabnya Dia diangkat dan dimasukkan ke dalam surga kecuali Syirik besar pelakunya kekal di dalam neraka selama-lamanya di sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya dari ibadah salah seorang pemimpin bangsa salah satu suku bangsanya termasuk salah satu diantara pemimpin yang berbaiat di Baitul aqabah ketika di Mekah Dia berkata bahwa Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam di hadapan sekelompok para sahabatnya berkata kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di hadapan para sahabat berbaiatlah kalian kepadaku dengan isi baiat pertama janganlah kalian menyekutukan Allah dengan suatu pun kedua janganlah kalian mencuri ketiga janganlah kalian berzina keempat jangan kalian bunuh anak-anak kalian kelima Jangan melakukan bukhan yang kalian ada-adakan baik di depan kalian yang kalian lakukan dengan anggota badan itu bahasa kita fitnah yaitu apa membicarakan kejelekan orang pada kejelekan itu tidak ada pada dirinya itu bukan kalau kejelekan itu ada pada diri orang itu namanya ghibah kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hibah itu kamu berbicara tentang saudaramu yang tidak dia sukai membicarakan kejelekannya atau apapun yang dia dengar nggak suka itu seorang sahabat bertanya Rasulullah Apa pendapatmu jika dalam diri saudaraku itu ada kejelekan yang aku omongkan omonganku itu sesuai fakta memang dia sejelek yang saya omongkan apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kalau dalam diri saudaramu ada kejelekan yang kamu omongkan Berarti kamu sudah mengibahi ghibah itu sesuai fakta nggak boleh kalau kita tahu orang lain buruk jelek Tutup mulut kita tutupi aibnya kesalahan jangan sampai keluar dari mulut kita Tapi kalau dalam diri saudaramu tidak terdapat keburukan yang kamu omongkan kamu telah berbuat buatan terhadap diri dosanya lebih besar ya menjelekkan orang ya berdusta karena Omongan dia bohong kan tapi besar dosanya daripada jadi kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pertama jangan kalian Syirik kepada Allah kedua jangan mencuri ketika jangan berzina keempat jangan membunuh anak-anak kelima jangan berbuat bosan jangan memaksimati kebaikan jangan durhaka pokoknya Siapa orang yang menunaikan semua ini Di Antara Kalian pahalanya tanggungan Allah tapi waman asal Siapa yang melakukan salah satu sebagian diantara 6 tadi 6 larangan-larangan Syirik larangan mencuri larangan berzina larangan membunuh anak-anak larangan buatan larangan maksiat Siapa yang melakukan salah satu dunia lalu dia di Arab di dunia apapun bentuk azab yang penderitaan musibah gitu ya sakit atau penderitaan lainnya bahwa kasar adalah maka itu menjadi penghapus dosa baginya dia tidak tobat dari dosa-dosa tadi tapi dihapus dosanya oleh apa oleh azab yang Allah turunkan kepada dia berupa musibah termasuk berupa sakit Siapa orang yang melakukan dosa-dosa tadi mungkin satu atau dua diantara 6 dosa tadi sebelum [Musik] Allah tutupi dosanya tidak Allah bongkar tidak Allah ada di dunia bahwa illallah maka itu urusannya terserah Allah kalau Allah berkehendak Allah maafkan dia wa Insyaallah Allah berkehendak Allah akan ada dia di akhirat nanti jadi ada orang berbuat dosa di dunia oleh Allah dosanya ditutup tidak diketahui oleh orang banyak di akhirat dimaafkan diampuni Tidak Dianggap itu yang disebut dengan Maghfirah sering kita bahas tapi ada juga yang di azab di akhirat ini 6 isi banyak yang Allah Rasul saw menawarkan dibayar Kemudian kami semua berbaiat dalam hal itu Kepada beliau hadits ini Shahih riwayat Imam Bukhari ketika menerangkan hadis ini para ulama menyatakan bahwa dalam hadis ini nabi menjelaskan bahwa orang yang berdosa melanggar isi baiatnya melakukan dosa-dosa besar bukan dosa kecil Coba aja 6 poin itu tadi selain Syirik ya mencuri berzina membunuh anak-anak berbuat Bohr itu semua dosa besar kalau Syirik yang terbesar Nah di sini dikatakan kalau Allah berkehendak Allah akan ampuni kalau Allah berkehendak kalau ada di akhirat disiksa Iya tapi tidak Abadi ini menunjukkan pelaku dosa besar tidak murtad tidak keluar dari Islam dan tidak abadi di neraka maka dalil-dalil yang berisi ancaman [Musik] kepada pelaku sebuah kemaksiatan isi ancaman yang nggak akan masuk surga maknanya bukan kekal di dalam neraka selama-lamanya tapi di sini ada kata yang makhzum itu artinya ada kata yang dibuang maknanya annahulayadhul Janna taduhun maknanya orang itu tidak akan masuk surga langsung pertama kali dihisab setelah itu beres langsung masuk surga tapi you [Musik] allamuhi dia akan diazab dulu sesuai dengan kadar dosanya kemudian setelah itu dimasukkan ke dalam surga ini makna yang pertama tidak akan masuk surga orang yang tukang ngadu domba maksudnya tidak akan langsung dia pasti masuk surga tapi nggak langsung apa boleh buat di azab dulu di neraka selama berapa lama tergantung kadar dosanya mungkin dosanya tidak hanya Namimah ada memutuskan silaturahmi ada takabur juga ada dosa ghibah ada dosa masam dikalkulasi di azab sesuai dengan kadar dosanya setelah beres baru diangkat dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga jadi maksud mereka yang akan masuk surga maksudnya langsung masuk surga nggak maksudnya ada kata yang tercakup tapi tidak dicantumkan tidak dikatakan langsung masuk ke dalam surga orang yang dalam hatinya ada kabur walaupun sekecil dan yang pertama yang kedua atau yang kedua ya dia bisa masuk ke dalam neraka Abadi selama-lamanya murtad keluar dari Islam kalau dia menganggap halal terhadap perbuatan itu orang berdosa Kenapa berdosa dia anggap halal ini nggak Haram ke nggak dosa halal aja maka dia mendustakan nasal Alquran atau Hadis yang Shahih tentang haramnya hal itu ya Ini bisa kufur karena bukan karena perbuatan dosa tapi karena mendustakan ayat tentang haramnya tersebut kamu kok ghibah melulu eh halal kok ghibah apa dosanya Apa salahnya publik berhak tahu tentang keburukan orang itu Nah berarti dia mendustakan ayat Allah melarang Walau Kenapa kamu menghina banyak orang-orang apa salahnya menghina ini bagus kok ini halal umpamanya berarti dia mendustakan ayat lah yashar kaum yang kawin dianggap halal berarti mendustakan ayatnya dia kufur itu karena mendustakan ayat baik dia melakukan itu ataupun tidak orang yang menghalalkan zina dia kufur dengan hal itu Walaupun dia tidak berzina orang yang menghalalkan umpamanya judi mabuk mencuri dia kufur karena penghalalan terhadap perbuatan yang nyatanya tak haramnya Walaupun dia tidak berbuat nah ini yang dimaksud tidak akan masuk surga berdasarkan hal itulah maka terbantahlah galangan khawarij yang menyatakan kufur orang yang melakukan dosa besar dan gagal di dalam neraka selama-lamanya jadi dalil lain banyak tidak hanya satu kalau ubah kita hanya mengambil satu dari lalu disimpulkan dari satu tanpa melihat dalil yang lainnya ya keliru kesimpulannya nanti seperti kalangan khawarij yang menyatakan pelaku dosa besar kafir kekal dalam neraka karena melihat suatu hadis ini dia tidak melihat hadis lain dia tidak melihat ayat padahal agama tidak diambil tidak didasarkan hanya kepada satu dalil tapi diambil dari seluruh dalil yang ada tentang masalah itu Allah berfirman Ya ayyuhalladzina aman Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara Kafa secara keseluruhan artinya yang ada dalam Islam itu pakai lalu baru simpulkan setelah menelaah seluruh dan itu tidak oleh sembarang orang harus oleh ahli segala sesuatu yang tidak dilakukan oleh alinea rusak tidak usah kalau suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya tunggulah kehancuran apapun dalam urusan dunia begitu motor mobil rusak dibongkar bukan oleh montir rusak tambah parah orang yang sakit untuk ada keluhan diobati bukan oleh dokter tambah parah gitu itu urusan dunia apalagi Urusan Agama ini Oleh karena itu ketika kalangan khawarij mengambil nas-nas yang berisi ancaman dia mengabaikan meninggalkan nanas-nas yang berisi Roja bukan nama radio Harapan maka dia berakibat sesat dan menyesatkan menyatakan para pelaku dosa besar di dunianya dianggap kafir halal darahnya halal hartanya di akhirat kekal di dalam neraka selama-lamanya ini yang mendasari kalangan khawarij Mengapa kafir pemerintah dzalim Walaupun dia muslim kezalimannya itu dianggap kekafiran makanya harus berontak makanya boleh hartanya dirampas kalau umpa adanya yang diambil halal lalu mengadakan pemboman mengadakan perampokan atau selama jihad fisabilillah itulah nah Adapun muktazilah sedikit berbeda dengan khawarij yaitu ketika di dunia pelaku dosa besar itu Tidak Muslim Tidak kafir tapi tengah-tengah disebut Al manzilah bainal manzilatain itu di dunianya Adapun di akhirat mereka sepakat dengan khawarij yang menyatakan orang muslim yang melakukan dosa besar kekal dalam neraka selama-lamanya khawarij dengan muktazilah sepakat untuk nasib pelaku dosa besar di akhirat yaitu kekal hanya berbeda di dunia kata khawarij kufur kata muktazilah nggak kufur nggak Islam tadi tapi di tengah-tengah Adapun ahlussunnah wa sopo ahlussunnah memandang orang muslim yang berdosa besar sebesar apapun dosanya dia tetap muslim tapi muslim yang berdosa besar tapi dosa besarnya tidak mengeluarkan dia dari Islam sebagai seorang muslim walaupun berdosa besar dia tetap memperoleh hak-hak seperti kaum muslimin pada umumnya kalau dia Kalau bertemu salam kalau dia apa namanya sakit tetap ditengok kalau dia mati dalam keadaan berdosa besar tetap disalatkan dimintakan ampun dimandikan dikuburkan di pekuburan kaum muslimin dan dimintakan ampunan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ada orang mati bunuh diri kata beliau walaupun beliau tidak menyalatkan beliau tidak menyolatkan sebagai takzir sanksi dan peringatan kepada orang yang masih hidup tapi Beliau menyuruh sahabat salatkan oleh karena menunjukkan dia masih muslim tuh muslim yang berdosa besar kalau dia menjadi imam selama salatnya sah sah juga keimanannya boleh kita bermakmum kepada imam yang pelaku dosa besar pelaku kebidahan selama salatnya benar dan dosa besarnya tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam tetap boleh walaupun tidak Absolut tapi sah Salat kita baik jadi imam jadi pemimpin RT RW Camat Lurah Camat atau presiden orang fasik orang zalim wajib ditaati dalam hal yang ma’rufnya dalam hal yang baiknya dalam hal yang tidak menyimpang dari syariatnya dan tidak boleh memberontak selama dia muslim inilah sudut pandang Ahlussunnah jadi perbedaan khawarij dan muktazilah kepada pelaku dosa besar hanya di dunia saja pelaku dosa besar tidak kafir tidak muslim tapi tengah-tengah menurut ahlussunnah dia tetap muslim tapi muslim yang berdosa besar gimana di akhiratnya orang ini kalau Allah menghendaki Allah ampuni tidak akan masuk neraka langsung ke surga Ya tapi kalau Allah menghendaki Allah Azab dulu di akhirat tapi tidak abadi Sementara Lalu setelah itu dimasukkan ke dalam surga kita sering mengungkapkan satu Hadis Shahih dan ini dibahas oleh para ulama dalam kitab waktu itu akan menyelamatkan salah satu dari hamba umatku di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat orang itu dipanggil lalu ditutupkan shutter penutup semacam gorden Allah bertanya kepada orang itu kamu melakukan dosa ini ini di hari ini terus sampai dosa besar sampai orang itu mengakui bala Ya Robbi saya melakukan semua dosa itu dia menyangka Aduh binasa nih Saya pasti di azab dosa-dosa besar ini aku aku tutupi dosa-dosamu itu ketika di dunia maka pada hari ini aku ampuni dosa-dosamu tersebut tidak dianggap di dunia ditutup di akhirat diampuni yang dimaksud Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik kalau kebawa mati tapi selain Syirik Allah ampuni di hadisnya yang tadi tapi nggak semua orang lima bagi orang-orang yang Allah kehendaki dari sinilah kita mengetahui kenapa orang-orang baik khawarij ataupun muktazilah keliru Di dalam memvonis pelaku dosa besar karena mereka kesimpulan akhirnya bertolak belakang dengan Nash Alquran ataupun hadis yang shahih Adapun ahlussunnah Allah tuntun kepada sikap Tengah inilah yang Allah maksud dua kata kisah demikianlah kami jadikan kalian sebagai umat pertengahan Agar kalian menjadi saksi atas manusia dan rasul menjadi saksi atas kalian umat pertengahan maknanya adalah kalangan ahlussunnah yang tengah-tengah mereka memadukan mengumpulkan seluruh dalil dan mereka merasa takut terhadap azab yang akan menimpa orang-orang yang berbuat salah berbuat dosa tapi tetap memiliki harapan untuk Rahmat ampunan dan surga Allah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan ya berdasarkan hal itulah maka yang dimaksud tidak akan masuk surga orang yang Namimah maksudnya adalah tidak akan langsung masuk surga ya pelaku Namimah ini tetap muslim tapi muslim yang berdosa besar sebagai Muslim keislamannya menyebabkan dia berhak memperhak-hak seperti umumnya kaum muslimin kalau salamnya wajib dijawab kalau dia jadi imam tukang Namimah nih maka sah keimanannya karena dia muslim syarat imam tidak harus bersih dari dosa nggak ada orang yang bersih dari dosa nggak ada yang masuk ya selama salatnya sah untuk dirinya sah keimanannya dan kita sah bermakmun bermakmum di belakang tapi karena namimahnya adalah dosa besar mungkin dia akan oleh azab baik di dunia ataupun di akhirat Mungkin dia akan memperoleh ampunan dari Allah Azza wa Jalla tapi yang jelas Namimah adalah merusak dan menimbulkan permusuhan dan mengadakan kerusakan di muka bumi minimalnya rusaknya tatanan sosial hubungan orang menjadi rusak kenyamanan bersosialisasi berinteraksi bermasyarakat menjadi tidak nyaman dan Allah melarang hal itu dalam FirmanNya yang umum dalam al-a’raf 74 wala ta’arium jangan kalian mengadakan kerusakan di muka bumi Allah benci kepada orang yang mengadakan kerusakan di muka bumi termasuk merusak tatanan sosial tadi hubungan sesama manusia rusak karena Namimah Allah berfirman dalam al-qasas 77 janganlah kalian mengadakan kerusakan di muka bumi karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang mengadakan kerusakan yang Allah perintahkan adalah Islam mengakurkan dua orang yang berselisih menjadi akur memberi maslahat kepada semua pihak dalam al-anfal ayat yang pertama Allah menyatakan bertakwalah kalian semuanya kepada Allah dan islahkan hubungan diantara kalian yang tanya berselisih Damaikan di mediasi diluruskan kesalahpahamannya yang bersalah disuruh minta maaf yang menjadi korban kesalahannya disuruh untuk memaafkan diterangkan dalil keutamaan kedua-duanya keutamaan orang yang mengaku kesalahan mengakui kesalahannya keutamaan orang yang memberi Maaf diterangkan sehingga kabita lalu dua-duanya Islam Allah berfirman dalam al-hujurat ayat 9 wa into ifati Minal mukminin kalau ada dua kelompok Mukmin saling berperang nih memadukan banyak dalil untuk menghukumi sebuah perbuatan Bagaimana hukum membunuh sesama muslim Jelas haram tapi apakah kafir apa tidak menurut satu Hadis kafir menurut hadis lain bahkan ayat masih Mukmin Hadis yang menyatakan membunuh itu kafir Umpama Nabi Shallallahu salam menyatakan latarnya janganlah kalian kembali ke kuff kepada kekufuran sepeninggalku yaitu sebagian kalian memenggal kepala sebagian lain membunuh itu kufur kata beliau membunuh sesama muslim fasik membunuhnya adalah kafir hadis ayat ini surah al-mu’minun eh surah al-hujurat ayat 9 menyatakan [Musik] kalau perang pasti bunuh-bunuhan bukan satu dua yang dibunuhnya loh puluhan ratusan ribuan apalagi zaman sekarang satu alat bisa membunuh ribuan orang dengan malah jutaan bom atom kayak gitu seperti yang terjadi perang dunia ke-2 Nah kalau perang namanya bunuh pulang tapi walaupun berperang bunuh-bunuhan Allah masih menyebut dua-duanya dengan Mukmin antara kedua-duanya akur kan disuruh di Alquran kata hadits kafir kata ayat ini mukmin yang benar bagaimana terus realita para sahabat bunuh-bunuhan menjadi khalifah timbul peperangan sahabat Pro ke sini Pro ke sana bunuh-bunuhan tapi kan hadis menyatakan kafir tapi ayat menyatakan tidak bagaimana itu bertolak belakang tidak bertolak belakang Tapi didudukan secara proporsional makanya para umat ulama memadukan dua dalil yang seolah-olah saling bertolak belakang ini dengan cara proporsional Oh kafir dalam hadits tadi kufur kecil bukan kufur besar kufur kecil itu adalah kekufuran yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam orangnya tetap muslim tapi berdosa suara sama dengan syirik syirik ada Syirik besar ada Syirik kecil Syirik besar yang menyembah kepada selain Allah ya Syirik kecil Contohnya apa Ria ya takabur pergi ke dukun meramal itu semua Syirik kecil dan pelakunya tetap muslim tapi muslim yang berdosa besar ada Syirik kecil ada Syirik besar ada kufur kecil ada kufur besar ada nifaq kecil ada nifaq besar Syirik besar nifaq besar itu kafir keluar dari Islam tapi muslim yang berdosa besar tapi tidak murtad besar itu munafik yang hatinya ingkar kepada Allah rasulnya dan ada Islam tapi lahirnya menunjukkan keislaman pura-pura Islam masuk Islam syahadat salat saum gitu tapi hatinya enggak itu nifak besar orang ini hakekatnya kufur nah munafik ini yang lebih berbahaya yang diancam dengan ayat orang munafik itu berada di neraka yang paling bawah lebih bawah daripada orang kafir karena sama kafir tapi lebih berbahaya Adapun lifah kecil ayatul munafik tanda munafik 3 di hadis lain riwayat Bukhari Muslim 4 kalau berbicara dusta kalau janji lingkar kalau di amanah yang lain kalau dia bertengkar berselisih dia curang 4 Tanda Munafik ada dilakukan oleh kaum muslimin yang suka dusta ya orang itu munafik tapi munafik kecil beda dengan Abdullah bin Ubay bin salul itu dimaksud ini diperkecil masih muslim tapi muslim yang berdosa besar begitu juga Syirik begitu juga kufur Jadi maksudnya empat ini ada empat karakter yang umumnya dimiliki oleh orang-orang munafik kamu jangan memilikinya kalau kamu memiliki kamu memiliki salah satu karakter nih fakta tapi tetap muslim tapi ini dosa besar salah satu karakter khas orang kafir membunuh loh Kamu jangan lakukan kalau kamu lakukan dosa besar tak walaupun kau masih muslim tidak keluar dari Islam dipadukanlah ayat dan hadis yang shahih oleh para ulama sehingga apa sehingga proporsional maknanya ya jadi yang diperintah oleh Allah kepada kita mendamaikan mengakurkan mengislahkan bukan merusak hubungan sampai-sampai dalam rangka mengistilahkan hubungan kita berbisik-bisik juga boleh hukum asal berbisik itu tidak boleh ada tiga orang kita berbisik berdua yang satu tidak dilibatkan nggak boleh apalagi banyak kan gitu kita berdua bertiga berbisik nggak boleh haram Alquran mengharamkan hadis mengharamkan bahkan orang-orang Mukmin sedih dengan bisik-bisikmu itu Al Hadits menyatakan demikian Allah berfirman dalam Alquran surah an-nisa 114 tidak ada kebaikan bagi di dalam kebanyakan bisik-bisik mereka kecuali tiga boleh bisik-bisik di 3 Ini pertama orang yang memerintahkan untuk bersedekah kita kasih uang sejuta atau orang itu boleh atau di Ma’ruf melakukan perbuatan Ma’ruf atau mengislahkan antara sama manusia Siapa yang bisik-bisik di ketiga hal ini dalam rangka mencari keridhaan Allah kami akan berikan pahala yang besar kepadanya sebuah hadis yang diterima dari Abu Darda diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam kitab sunannya berkata Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Mau nggak aku kabarkan kepada kalian sebuah amalan yang lebih utama dibanding pahala Saung pahala salat pahala shodaqoh lihat para sahabat kita tahu segede gimana tuh pahalanya tapi ada amalan yang lebih gede lagi mau nggak aku kabarkan Halo para sahabat menyebala Ya Rasulullah mau ya Rasulullah beliau menjawab islahuzatil Bain mengislamkan hubungan dua orang yang saling berselisih itu sebaliknya merusak hubungan antara dua orang itu khalifah khalifah itu tukang cukur kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam aku tidak berkata yang dimaksud dengan perkataan ketukan cukur itu mencukur rambut enggak Tapi maksudnya mencukur agama rusak terfoto baik agama dalam diri kita termasuk pengamalan agama yang sudah kita lakukan terbuang tuh dengan khaliqoh dengan Namimah tadi dengan kezaliman kepada orang lain pahala-pahala dari ibadah kita kan nanti di over kepada korban kezaliman kita makanya ini menunjukkan keburukan dari Namimah Allah Azza wa Jalla telah memberikan Anugerah kepada kaum muslimin dengan cara disatukan hati-hati mereka lalu jadilah mereka berkawan bersahabat bahkan bersaudara diikat oleh tali iman dan itu anugerah kalau sudah disatukan hatinya oleh Allah jangan kalian rusak hubungan mereka Allah berfirman buat guru nikmat Allah ta’ala Ingatlah atas nikmat Allah yang Allah berikan kepada kalian ketika dulu kalian bermusuh-musuh para sahabat kaum Aus dan karena oleh Allah disatukan hati-hati kalian sehingga atas nikmat Allah itu jadilah kalian ini menjadi bersaudara itu surah Ali Imran 103 karunia Allah nikmat Allah persatuan ini persaudaraan juga dalam surah al-anfal ayat 62 63 Allah menyatakan dialah Allah yang telah menguatkan engkau hai Muhammad dengan pertolongan Allah dan juga kaum mukminin Allah lah yang menyatukan hati-hati mereka Seandainya kamu menginfakkan seluruh harta yang ada di dunia ini untuk menyatukan hati-hati mereka kamu enggak bisa menyatukan hati mereka dengan uang dengan harta dengan dunia tapi Allah yang menyatukan hati-hati mereka jadi persaudaraan itu anugerah nikmat Allah yang Allah berikan kepada orang-orang yang merasakannya sudah diikat hatinya di saudara kan eh dirusak oleh orang dengan cara Namimah maka kebayang besar dosanya termasuk apalagi hubungan umpamanya kedekatan suami dengan istri lalu dirusak dipengaruhi serai aja ini orang tidak diakui oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai umatnya sebagaimana salah satu Sabda beliau Dari Abu Hurairah seorang istri untuk benci ke suaminya untuk cerai dengan suami tanpa umur syar’i tanpa alasan syar’i maka dia bukan dari umatku kecuali kalau ada unsur syar’i ya umpamanya suaminya zalim suaminya tidak menunaikan kewajibannya sebagai suami padahal mampu hak-hak isinya nafkah lahir batinnya tidak terpenuhi malah sebaliknya suami yang menuntut istrinya untuk membiayai dirinya dengan hujjah wajib isi tunduk patuh kepada suami taat kepada semua harta istri dalam bahasa Sunda disebut Nyalindung ka Gelung istrinya kaya suaminya kere yang membiayai istri nah hak istrinya tidak tunaikan baru boleh menuntut karena tidak tertunainya hak istri dari suami ya itu bukan memberi fatwa dalam arti menjelaskan hukum tentang sesuatu hukum bolehnya istri mengajukan gugatan cerai kepada suaminya Bila Bila Maka kalau tidak ada unsur syar’i dipengaruhi servisi untuk bertengkar untuk bercerai Felis maka orang itu tidak diakui sebagai umat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari sinilah kita mengetahui betapa jahatnya Namimah ngadu domba dan ini merupakan dosa besar yang wajib dihindari oleh kita semua ya inilah penjelasan kita tentang bahayanya dan hukum Namimah Cukup sampai di sini dan kita masih punya sisa waktu untuk bertanya jawab pertanyaan pertama Ustadz tadi ana mendengar Allah akan mengampuni dosa selain Syirik bagi orang yang dikehendakinya ya tidak bagi semua orang Lalu bagaimana dengan dosa hutang yang belum terbayarkan dikarenakan lupa jumlah dan lupa dengan siapa berhutangnya kebangetan Makanya kalau berhutang catat loh ternyata Alquran beriman kalau ya Diantara Kalian saling melakukan transaksi utang piutang sampai waktu yang ditentukan ini untuk menghindari lupa dan ada dua saksi yang mencatatkan kalau satu Ingkar yang berhutang biasa Ingkar ada catatan ada dua saksi kalau satu saksi lupa satu saksi lagi mengingatkan ada catatan maka ini nggak akan lupa kalau ayat ini dilanggar lahir ini lupa berapa lupa ke siapa saking banyaknya rusa siapa aja ya yang Saya pinjamin terlalu banyak maka pintar kalau berhutang catat ya memegang Catat itu memegang catatan tanda tangan dan ada dua saksi Insya Allah ini tidak akan lupa ya Nah kalau benar-benar lupa ya ingat-ingat semaksimal Dia sampai berapa hutangnya rasa-rasanya cuma 100.000 apa 100 juta bayar selebihnya lebih itu lebih selamat daripada hutangnya 100 juta dibayar Rp100.000 Saya mau tanya pelaku dosa besar menurut ahlussunnah masih mendapatkan hak-haknya Lalu bagaimana yang meninggalkan salat apa dia pelaku dosa besar atau sudah kafir orang yang tidak sholat Apakah dia kafir atau tidak tergantung pertama kalau dia tidak salat karena mengingkari kewajiban salatnya dia kufur dia murtad ya keluar dari Islam kalau dia mati tidak boleh disalatkan tidak boleh dikuburkan di kuburan kaum muslimin dan tidak boleh di doakan doakan ampunan atau Rahmat kalau dia mengingkari bahkan Walaupun dia salat Kenapa kamu salat Kan kata kamu nggak wajib kan mau pemilu biar dicoblos Walaupun dia salat dia kufur kalau mengingkari kewajiban salat semangat itu bukan dosa besar lagi tapi murtad dan hal itulah yang dimaksud dengan hadis bahwa pembeda antara seorang muslim dan kafirlah tarkus salah meninggalkan salat maksudnya meninggalkan karena mengingkari kewajiban Nah sekarang orang tidak Salat tapi masih mengakui kewajiban salat dan dia merasa berdosa Ya saya tahu mudah-mudahan anak saya mah nggak makanya anaknya disuruh salat Kalaupun dia tidak dia masih mengakui kewajiban Salat tapi dia tidak salat karena Malas karena hawa nafsu bagaimana orang seperti ini ulama ikhtilaf Sebagian ulama menyatakan kufur diantara Syekh Al utsaimin rahimahullah menyatakan dia masih muslim tapi muslim yang berdosa sangat besar jangankan tidak sholat sholat tapi riya dan sahunnah jadi azab Iya nggak bahwa apalagi tidak salat sama sekali azabnya lebih dahsyat lagi bagaimana kalau berada diantara orang yang sedang bermusuhan tapi saya tidak mendamaikan karena tidak enak hati orang ghibah mau mau menasihati nggak enak pasti marah Sok suci kan gitu ya perasaan tidak enak kepada sesama manusia tapi kok enak-enak aja kepada Allah melanggar syariat Allah gitu berarti menganggap orang itu lebih tinggi kedudukannya dalam pandangan kita dibanding Allah nah itu tuh lebih baik tidak enak kepada Allah dibanding tidak enak kepada manusia saya tahu ini mereka akan ngambek kalau saya larang kalau saya tegur tapi nggak enak kepada Allah kalau saya diam aja makanya daripada dimurkai oleh Allah lebih baik dimarahi oleh mereka lalu ditegur mereka itu yang harusnya kita lakukan tapi saya tidak mendamaikan karena tidak enak hati pada keduanya karena teman karena teman tapi tahu saya kalau itu salah berdosakah saya Iya karena itu perintah Damaikan diantara kedua kawanmu yang berselisih di mediasi Bagaimana dengan sharing antar teman dengan teman yang saling mengingatkan kekurangan dan memberi masukan agar menjadi lebih baik apa itu termasuk ghibah kalau langsung ke orangnya tidak termasuk ghibah ghibah itu di belakang orang kalau di hadapan orangnya tapi berdua itu nasehat umpamanya kita tarik dari keramaian orang berdua dosa Afwan saya cinta kepada Ukhti atau akhi karena Allah dan Allah dan rasulnya memerintahkan untuk mengingatkan kesalahan saudaranya Nah itu bagus itu nasihat Jangan lakukan itu di hadapan umum dihadapan orang baik Oh kamu Salah begini Itu mencela bukan menasihati menasihati seseorang dihadapan banyak orang itu mencela jangan salahkan dia kalau dia ternyata bela diri kalau dia ternyata berargumentasi berapologi kalau dia membantah karena harga dirinya merasa dijatuhkan di hadapan orang banyak itu perbedaan antara manasik haji dengan mencela kalau menasehati hanya berdua kalau di hadapan banyak orang-orang yang nggak tahu jadi tahu itu mencela kalau di belakang orangnya itu menggibah ini sampaikan ya oleh Antum kepada Si Fulan si fulannya tidak ada tapi di hadapan orang lain yang tadinya tidak tahu Si Fulan tuh jelek itu ghibah ghibah massal karena di hadapan banyak orang bukan begitu menasehati tarik berdua-dua itu nasihati kalau di hadapan orang-orangnya ada tapi dihadapan orang banyak itu mencela kalau orangnya nggak ada terus dihadapan orang banyak itu menggibahi namanya ya itu yang ditanyakan sharing antara teman dengan teman saling mengingatkan kekurangan nah ini berdua kan tidak di hadapan orang banyak bagus itu saling menasehati saling mengingatkan tidak termasuk ghibah Saya mau tanya tentang syahadatain bahwa ada yang menyebut tidak termasuk golongan muslim yang belum melaksanakan syahadatain syahadatain di sini artinya bukan dalam ritual sholat namun dalam arti baiat Benarkah benar benar salah ini khawarij yang nyata-nyata lagi ini sekarang kelompok takfiri termasuk NII KW berapa aja KW 9 * 10 kw 1 2 mereka begitu kalau saya tahu mantan bukan mantan mereka tapi memiliki pola pikir yang sama dengan mereka dahulu karena kebodohan setelah tahu belajar belajar Oh tahu itu keliru ya berlepas diri Jelaskan kekeliruan Jadi kalau rukun Islam yang pertama apa syahadat ya nggak Nah sekarang orang langsung salat zakat saum Haji syahadatnya kapan padahal masuk Islam syahadat kalau dijawabkan di dalam salat juga ada syahadat itu mah syahadat dalam salat bukan dengan niat masuk Islam [Musik] hanya ritual saja belum ada kafirman saya syahadat di hadapan akhirnya begitu akhirnya dia syahadat orang tuanya dikafirkan imamnya di masjid dikafirkan nggak mau bermakmum kepada Imam itu selain diri dan kelompoknya kafir kelompok takfiri yang seperti siapa salah satu TNI ini karena sudah masuk kalau ada diantara yang hadir di sini golongan itu mau diskusi Toyib saya kasih dulu apa namanya dalilnya dimana kekeliruannya banyak pertama yang dimaksud rukun Islam pertama syahadat itu adalah bagi orang yang di luar Islam orang kafir memasuki Islam nggak boleh langsung salat langsung saum tapi harus syahadat dulu Tapi orang yang sudah dalam Islam ngapain bersyahadat lagi dan seluruh bayi lahir dalam keadaan Islam kita Islam sejak lahir Kata siapa Kata Qur’an kata hadis yang shahih kata para sahabat kata para ulama nih Alquran surah ar-rum ayat 30 Allah menyatakan wajahmu kepada agama ini secara lurus itulah fitrah Allah agama inilah fitrah Allah maksud agama Islam oleh Fitrah yang seluruh manusia diciptakan di atas Fitrah ini seluruh manusia lahir Islam dia makanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada baik yang lahir kecuali lahir di atas fitrah jadi diterima dari Abu Hurairah Apa yang dimaksud dengan fitrah di sini Islam maka ma’min Mauludin illa yulla tidak ada yang lahir kecuali lahir di atas Islam walaupun orang tuanya kafir baaballah orang tuanyalah yang meyahudikan dia mengasranikan atau memajukan dia kalau orang tuanya Nasrani anak ini lahir dalam keadaan Islam Nanti kalau udah gede di baptis murtad Yahudi juga begitu Nasrani majusi atau agama lain juga begitu murtad keluar dari Islam Makanya kalau tapas mereka mau masuk Islam karena sudah ada di luar Islam wajib syahadat tapi kalau ada anak orang kafir dari bayi diserahkan kepada keluarga muslim langsung dididik salat ngaji dan seterusnya Ya sudah Islam dia lahir dalam keadaan Islam karena tidak sempat keluar menjadi Yahudi Nasrani di Yahudi ikan oleh orang tua karena langsung diserahkan kepada keluarga muslim sudah muslim jadi kewajiban dua kali masyarakat adalah untuk orang yang non muslim mau masuk Islam kalau sudah Islam dan kita sudah Islam dari lahir enggak perlu syahadat lagi makanya tidak pernah ada riwayat nabi mengislamkan mensyahadatkan Hasan Husein cucunya tidak ada riwayat para sahabat ya para sahabat mengislamkan syahadatkan anak-anaknya pas Bali nabi tidak pernah memerintahkan syahadatkan anakmu ketika baliknya yang ada sini perintahkan anak-anakmu salat ketika usianya 7 tahun pukul mereka kalau sudah 10 tahun enggak mau salat enggak ada hadis menyatakan syahadatkan mereka ketika balik enggak ada karena memang anak-anak sudah Islam dari awal dari lahir walaupun orang tuanya kafir Oh kalau begitu Islam agama turunan bukan walaupun orang tua yang kafir Anak dicolong kalau umpamanya makan di warung muslim Darmaji dia dahar lima lahir perampokan dengan dengan atas nama jihad hasil perampokannya Fai disebutnya dibagi-bagi ini bahaya nggak bahaya Kalau hari ini bahaya kelompok syahadatain ini bahaya merusak agama dan berakibat mengkafirkan orang di luar mereka dan yang paling berbayarlah cara mereka memahami ayat dan hadis serta menerapkan ini yang berbahaya oleh otaknya karena otaknya bukan dalil coba apa Rukun Islam pertama syahadat Kamu kapan syahadat kan dalam salat dalam salat bukan dalam rangka masuk Islam kan begitu pakai logika gitu kayak masuk Islam nanti saya pikir-pikir dulu kalau nanti di jalan pulang ketabrak mati kan gitu ya Apa salahnya sekarang syahadat nggak perlu mikir-mikir dulu akhirnya mau syahadat merasa dari Islam selain dirinya selain begitu ya dulu yang begini tuh Eni tokoh-tokoh ini hayo datang ke saya kata dia loh kita diskusi kalau ada pokoknya bawah kitab apapun mereka menemukan suatu dan mereka hanya artinya lafadz yang harus ada berapa lafal yang ditambahkan mereka nggak paham hadits nggak ngerti bahasa Arab memahami ayat dan hadis saya dengan Whatsapp dan menyesatkan ya dan implikasinya tadi bahayanya itu adalah mereka mengkafirkan orang di luar mereka ini berbahaya ya jadi nggak ada kewajiban bersyahadat karena kita sudah Islam jika umat Islam wajib berbaiat untuk zaman ini kita harus berbaiat kepada siapa baik itu kepada Imam kepada Ulil Amri dan sekarang tidak harus semuanya 200-300 juta Bayar satu-satu atuh 5 tahun Teh habis untuk itu cukup perwakilan ya itu saja dan bagaimana Kalau pemimpinnya fasik selama dia muslim nggak apa-apa walaupun fasik udah nggak ada atuh mencari pemimpin yang Islam benar-benar sholeh untuk zaman sekarang karena rakyatnya gitu kata Imam Ibnu qayyim pemimpin cermin dari kondisi rakyatnya Jangan berharap kita memiliki pemimpin sekalipun sekali berkhulafaur Rasyidin kalau umat Islamnya masih Syirik masih kuformasi bidah masih maksiat masih melanggar aturan Islam nggak bahkan ke durhakaan rakyat oleh Allah di azab dengan cara diberi pemimpin dzalim yang akan menyengsarakan mereka adanya pemimpin yang zalim dalam sebuah negeri itu azab atas kedurhakaan rakyatnya kepada Allah ya cukup ya sampai di sini saja Insya Allah kita akan jumpa kembali sebulan yang akan datang dan besok kita tetap Ada kajian di sini melanjutkan Kitab Tauhid Subhanallah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Haidar As-Sundawy – Nashihati Lin-Nisa
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply