anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa mantabiyah para pemerhati Roja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustad Dr musyafah dari stdi Imam Syafi’i Jember pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan Kitab Shahih Fiqi sunnah fiqih ibadah seperti biasa setelah penyampaian materi silahkan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di lantal v021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di chart WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya mengampuni persilakan kepada Al Ustadz falettafadhol masyro ustadz 6 Bismillahirrahmanirrahim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah Shallallahu Alaihi Wasallam para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat rahim segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kenikmatan kenikmatannya kepada kita Alhamdulillah Allah mudahkan kita untuk terus menuntut ilmu agama mudah-mudahan kita menjadi hambanya yang pandai mensyukuri nikmatnya sehingga nikmat ini terus Allah jaga untuk kita dan Allah berikan tambahan kepada kita dengan kenikmatan yang lainnya amin amin tidak lupa shalawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi yang sangat kita cintai nabi yang sangat kita Junjung tinggi nabi yang selalu kita teladani nabi Agung Muhammad shallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti para jamaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat rahim mana pembahasan kita Pada kesempatan kali ini masih tentang salat witir ada banyak masalah dalam surat Witir yang belum kita bahas masalah yang berkaitan dengan salat Witir diantaranya adalah bolehkah kita salat Sunnah lagi setelah selesai salat witir Apakah kita harus mengulang salat witirnya kalau kita ingin shalat sunnah setelahnya ini permasalahan yang diperselisihkan oleh para ulama ada yang mengatakan kalau kita sudah salat witir maka kita tidak boleh salat Sunnah lagi setelahnya kecuali apabila kita salat Witir lagi untuk yang kedua kali agar Witir yang sebelumnya menjadi genap kemudian baru setelah itu salat sunnah dua rakaat misalnya atau 4 rakaat atau 6 rakaat terserah salat malam yang rajih yang lebih kuat tidak ada batasan rakaatnya kemudian setelah itu salat witir jadi pendapat yang pertama ini mengatakan kalau ingin shalat sunnah setelah salat Witir maka harus ada tiga witir jadi Witir yang pertama yang telah dilakukan Witir yang kedua Untuk membatalkan Witir yang pertama sehingga sholatnya menjadi genap kemudian baru salat Sunnah 2 rakaat dua rakaat terserah salat genap kemudian setelah itu salat Witir Di akhirnya ini pendapat yang pertama pendapat ini kurang kuat karena tidak adanya Dalil yang menunjukkan hal tersebut atau dalil yang menunjukkannya kurang kuat dan kurang jelas petunjuknya terhadap praktek yang seperti ini pendapat yang kedua jamaah adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan bolehnya sholat sunnah setelah salat witir bolehnya salat Sunnah setelah salat witir dan pendapat yang kedua ini ditunjukkan oleh banyak dalil Dan inilah pendapat yang paling kuat dalam masalah ini jadi tidak perlu membatalkan Witir yang pertama kalau misalnya ada orang dia tidak punya kemungkinan besar untuk salat di akhir malam akhirnya dia salat Witir di awal malam sebelum tidur kemudian Alhamdulillah orang ini bisa bangun di akhir malam maka apabila orang ini ingin salat tahajud silahkan sholat tahajud 2 rakaat dua rakaat dua rakaat tidak ada sholat witir lagi dan ini dibolehkan mana dalilnya dalilnya diantaranya adalah hadis dari ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala Beliau mengatakan bahwa Alaihi Wasallam mengucapkan salam di akhir salatnya dengan suara yang kami dengar jadi salamnya ini dengan suara yang agak keras makanya ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala dan ini salam di akhir shalat malam dan akhir shalat malam beliau adalah salat witir Kemudian beliau setelah itu salat dua rakaat ba’da mayus setelah beliau salam dalam keadaan beliau duduk menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setelah salat Witir beliau salat dua rakaat lagi hadis ini kurang begitu jelas karena di sini tidak ada penyebutan shalat witir tapi yang kita pahami Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di akhir salat malamnya beliau salam dengan suara yang didengar oleh ibunda dan kebiasaan beliau adalah menutup salat malamnya dengan salat witir ternyata setelah itu beliau salat dua rakaat lagi hadis yang lebih jelas hadits dari ibunda umum Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu biasa salat dua rakaat setelah Witir dalam keadaan beliau duduk salat dua rakaat setelah Witir dalam keadaan beliau ini menunjukkan bahwa boleh menjalankan salat Sunnah setelah salat witir jamaah hadits ini menunjukkan bahwa perintah yang ada dalam hadis lain jadikanlah akhir salat malam kalian adalah salat witir perintah dalam hadis ini adalah perintah yang mensunahkan bukan perintah yang mewajibkan inilah yang paling Afdal namun boleh salat Sunnah setelah salat Witir karena adanya hadis dari ibunda Ummu Salamah radhiyallahu ta’ala anha begitu pula hadis dari ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala bagaimana Ini masalah yang pertama bahwa kita dibolehkan untuk salat sunnah walaupun kita sudah salat witir dan tidak perlu kita mengulang sholat witir kita ya ini dalam bahasa fiqih biasa disebut sebagai anak membatalkan Witir ini tidak perlu dan tidak ada jelas yang menunjukkan hukum tersebut mengatakan tidak perlu kita membatalkan Witir dulu kemudian salat malam tidak perlu kita boleh langsung untuk salat sunnah tapi tanpa ada witirnya lagi karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan dalam hadis yang lain lawi tidak ada dua salat Witir dalam satu malam tidak ada dua salat Witir dalam satu malam sehingga apabila kita ingin shalat sunnah setelah salat witir tanpa ditutup dengan salat Witir lagi masalah yang berikutnya Jamaah adalah berapa rakaat salat Witir dan bagaimana kita melakukan salat witir jamaah sekalian rahimakumullah sholat witir yang disebutkan di dalam hadis-hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jumlahnya ada yang satu ada yang 3 ada yang 5 ada yang 7 ada yang 9 ini yang disebutkan di dalam hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam namun para ulama ya mungkin karena mereka menganggap salat Witir ini salat malam dan salat malam itu tidak ada batasannya maka boleh salat Witir 11 rakaat bahkan boleh sholat witir 13 rakaat sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi rahimahullah tapi kalau kita melihat hadits-hadit yang menjelaskan salat Witir maka kita hanya mendapatkan penjelasan tentang salat Witir satu rakaat 3 rakaat 5 rakaat 7 rakaat dan 9 rakaat yang paling banyak yang disebutkan di dalam hadis-hadits Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tentang jumlah rakaat Witir adalah 9 rakaat [Tepuk tangan] ini dibolehkan jamaah sekalian menurut pendapatnya jumhur ulama dalilnya adalah hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam salat malam itu 2 rakaat 2 rakaat faedah hasyiyah maka Apabila salah seorang dari kalian khawatir dengan datangnya waktu subuh maka dia salat satu rakaat salah satu rakaat itu menjadikan salat-salat yang sebelumnya menjadi ganjil salat yang satu rakaat itu menjadikan salat-salat sebelumnya menjadi ganjil ya Misalnya dua rakaat dua rakaat dua rakaat dua rakaat sampai 10 rakaat maka ketika dia salat satu rakaat karena khawatir waktu subuh datang maka rakaatnya menjadi 11 rakaat menjadi rakaat yang ganjil ini menunjukkan bahwa salat witirnya hanya satu rakaat itu dibolehkan hadits lain yang menunjukkan salat Witir dengan satu rakaat adalah Hadits dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah menyabdakan bahwa salat Witir itu satu rakaat di akhir malam satu rakaat di akhir malam menunjukkan bahwa salat Witir boleh dengan satu rakaat hadis lain yang menunjukkan hal ini dari ibunda Aisyah Nabi Shallallahu Alaihi kita teruskan kembali diantara hadis yang menunjukkan bolehnya salat Witir dengan satu rakaat adalah hadis dari ibunda Aisyah radhiyallahu ta’alalaihi Wasallam bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu biasa salat malam 11 rakaat dan beliau salat Witir satu rakaat ya dari 11 rakaat itu menunjukkan salat witirnya cuma satu rakaat ya Jadi yang 10 rakaat salat malam Kemudian beliau menutupnya dengan satu rekan yang berikutnya salat Witir dengan tiga rakaat salat Witir dengan tiga Raka at salat itu dengan tiga rakaat ini juga dibolehkan bahkan ada dua cara untuk menjalankan salat Witir yang jumlahnya 3 rakaat Cara yang pertama jamaah sekalian rahim dan cara ini lebih sesuai dengan namanya yaitu salat ganjil dengan melakukannya menjadi satu tanpa dipisah dengan salam jadi tiga rakaat satu tasyahud dan satu salam satu tasyahud dan ya satu salam Maksudnya ya salam yang di paling akhir itu ada dua ya salam ke kanan Salam ke kiri ini yang paling sesuai dengan nama salat Witir yaitu salat ganjil cara ini disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu tidak pernah menambah salat malamnya melebihi 11 rakaat baik di bulan Ramadan ataupun di bulan yang lainnya Bagaimana beliau salat malam Maka jangan tanya lagi bagaimana bagusnya 4 rakaat itu dan bagaimana panjangnya 4 rakaat itu Kemudian beliau sholat 4 rakaat lagi Jangan tanya tentang bagaimana bagusnya salat itu dan bagaimana panjangnya salat itu Kemudian beliau salat tiga rakaat Kemudian beliau rakaat ini tanpa dipisah oleh salam ya jadi salamnya hanya di akhir sholat dan kita tidak boleh ya tasyahud dua kali ketika kita salat witirnya tiga rakaat seperti ini kenapa Karena kalau kita tasyahudnya dua kali maka salat ini akan menyerupai salat magrib ya salat ini akan menyerupai sholat maghrib padahal ada larangan yang menunjukkan hal tersebut kita tidak boleh menjadikan salat Witir kita menyerupai salat magrib Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Tepuk tangan] dahulu pernah bersabda hu bisolatil maghrib jangan kalian menyamakannya dengan salat magrib jangan kalian menyamakannya dengan salat magrib salat Maghrib itu tiga rakaat ada dua tasyahud maka salat Witir yang tiga rakaat tidak boleh seperti itu ketika kita ingin salat Witir 3 rakaat kita teruskan cara yang kedua ketika salat Witir kita tiga rakaat adalah dengan memisahnya dengan salam Jadi dua rakaat salam kemudian satu Raka dua rakaat salam kemudian satu rakaat Bagaimana niatnya kita meniatkan dua rakaat ini bagian dari salat Witir yang 3 Raka Kita niatnya seperti itu bahwa ketika kita salat dua rakaat untuk Witir ya Kita niatnya salat dua rakaat yang merupakan bagian dari salat witir karena salat Witir itu salat ganjil sekarang baik jemaah sekalian gimana Rahmatullah cara yang kedua dalam beberapa riwayat diantaranya riwayat dari sahabat Ibnu Umar mengatakan dahulu sahabat Ibnu Umar radhiallahu ta’ala anhuma biasa salam antara dua rakaatnya dan witirnya sampai-sampai ya kadang-kadang beliau meminta sesuatu yang beliau butuhkan Jadi dua rakaat Kemudian beliau salam kemudian setelah itu beliau salat satu rakaat baik ini menunjukkan bahwa salat Witir 3 rakaat boleh dipisah dengan salam [Tepuk tangan] ini dari perbuatan sahabat Ibnu Umar radhiyallahu Ta’ala dan kita boleh berdalil dengan perbuatan sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan tiga syarat syarat yang pertama riwayatnya Shahih dari sahabat tersebut syarat yang kedua tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para sahabat tentang hal tersebut Syarat yang ketiga tidak menyelisihi dalil lain yang lebih kuat ya seperti misalnya hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam atau Alquran ya kalau misalnya ada perbuatan sahabat nabi yang menjadi hadits ya maka kita dahulukan hadisnya kalau misalnya ada perbuatan sahabat nabi yang menyelisihi Alquran maka kita dahulukan Alquran ini kalau misalnya ada ya karena Alquran dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam derajatnya lebih tinggi daripada perbuatan sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalil yang kedua yang membolehkan salat Witir 3 rakaat dengan dipisah dengan salam dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ta’ala anhuma Beliau mengatakan karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memisahkan antara rakaat genapnya dengan witir memisahkannya dengan apa dengan salam yang kami dengar jadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengucapkan salam dengan suara yang agak tinggi sehingga didengar oleh sahabat Ibnu Umar radhiyallahu Ta’ala jadi ibu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu membaca di dua rakaat yang setelahnya beliau witir dengan surat dan beliau membaca di rakaat witirnya dengan Ul huwallahu Ahad ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat witirnya tiga rakaat dan beliau memisahkannya dengan salam di rakaat yang pertama beliau membaca ketika menyebutkan hadits ini ya beliau memasukkannya ke dalam Bab yang beliau-beliau judul dzikrul khabar adalah menyebutkan kabar atau hadis yang menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu memisah salat Witir 3 rakaatnya dengan salam dua rakaat salam kemudian rakaat yang ketiga baik ini dalil-dalil yang menunjukkan bahwa kita boleh salat Witir 3 rakaat dan memisahkannya dengan dengan salam intinya ketika kita salat witirnya tiga rakaat kita boleh menggunakan dua cara cara yang pertama yang lebih sesuai dengan nama salat Witir dengan salat tiga rakaat tanpa dipisah oleh salam ya tanpa dipisah oleh salam cara yang kedua ya kita salat dua rakaat salam kemudian ya kita salat untuk rakaat yang ketiga dari salat Witir kita yang berikutnya salat Witir dengan 5 rakaat salat Witir dengan 5 rakaat ini dibolehkan dan yang lebih Afdal ketika kita salat Witir dengan 5 rakaat tidak melakukan tasyahud kecuali di akhir rakaat ya ini disunahkan kalau misalnya kita tasyahud di rakaat yang keempat kemudian di rakaat yang kelima tasyahud lagi maka tidak ada masalah kenapa Karena sudah tidak seperti salat magrib kalau yang salat tiga rakaat tidak tidak boleh kita tasyahudi rakaat kedua kemudian tasyahud lagi di dekat ketiga Kenapa tidak boleh karena adanya larangan menjadikan sholat witir itu seperti salat magrib dan hal ini tidak terjadi pada salat Witir yang 5 rakaat karena walaupun di rakaat yang keempat tasyahud kemudian tasyahud lagi di rakaat yang kelima maka tidak sama tetap tidak sama dengan salat magrib maka ini dibolehkan tapi yang lebih afdol yang lebih afdol tasyahudnya di rakaat yang kelima saja Hal ini karena adanya hadits yang menjelaskan hal ini dari ibunda Aisyah beliau Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah salat malam 13 rakaat menunjukkan bahwa salat malam itu boleh lebih dari 11 rakaat karena ibunda Aisyah radhiyallahu ta’ala anha mengatakan sendiri bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah salat malam 13 rakaat dan beliau di dalam shalat malam 13 rakaat itu berwitir dengan lima rakaat beliau katakan beliau tidak duduk di 5rnya itu kecuali di akhir rakaatnya beliau tidak duduk tasyahud di 5 rakaat witirnya itu kecuali di akhir rakaatnya ini menunjukkan bahwa sunnahnya demikian yang lebih afdol ketika kita salat Witir 5 rakaat secara berturut-turut tanpa dipisah maka kita tasyahudnya hanya di akhirnya saja [Tepuk tangan] Bagaimana kalau kita salat witirnya 7 rakaat atau 9 rakaat salat Witir dengan 7 rakaat atau 9 rakaat ini dibolehkan [Musik] dan yang lebih afdol ketika shalatnya 7 rakaat atau 9 rakaat kita tasyahudnya dua kali yang lebih afdol kita tasyahudnya dua kali tasyahud di paling di rakaat yang paling akhir dan tasyahud di rakaat sebelum akhir Jadi kalau misalnya salat witirnya 7 rakaat maka kita disunahkan untuk tasyahud di rakaat yang keenam kemudian tasyahud lagi rakaat yang ketujuh kalau kita misalnya salat witirnya 9 rakaat maka kita disunahkan untuk tasyahud di rakaat yang ke-8 kemudian tasyahud lagi dari rakaat yang ke-9 Hal ini berdasarkan hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan dari ibunda Aisyah radhiyallahu Ta’ala dahulu Kami mempersiapkan siwaknya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka Allah membangunkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di sebagian waktu malam yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka ketika beliau bangun beliau bersiwak dan berwudhu beliau bersiwak dan berwudhu ini menunjukkan bahwa siwak itu dianjurkan sebelum wudhu sebagaimana beliau lakukan di sini kemudian ibunda Aisyah radhiyallahu ta’ala mengatakan setelah beliau bersiwak dan beliau berwudhu beliau salat 9 rakaat dalam 9 rakaat ini beliau tidak duduk kecuali di rakaat ke-8 di rakaat ke-8 tersebut beliau berzikir kepada Allah beliau memujinya beliau berdoa kepadanya Ya maksudnya adalah tasyahud ya tahiyat kemudian tasyahud kemudian berdoa sembahyang Kemudian beliau berdiri lagi dan beliau tidak salam beliau berdiri untuk ke rakaat ke-9 nya setelah itu beliau duduk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala memujinya dan berdoa kepadanya setelah itu beliau mengucapkan salam dengan suara yang kami dengar kami mendengar suara salamnya itu berarti beliau mengangkat suaranya ketika ketika salam ya ini di sini disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika itu salatnya 9 rakaat dan beliau tidak duduk kecuali didekatkan Kemudian beliau tahiyat kemudian berdoa setelah itu beliau berdiri lagi tidak salam Kemudian beliau berdoa di situ Kemudian beliau bersalam dengan salam yang didengar oleh ibunda Aisyah Kemudian beliau salat dua rakaat lagi setelah salam dalam keadaan beliau duduk ini yang tadi disebutkan bahwa bisa jadi atau boleh saja seseorang salat Sunnah lagi setelah sholat kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Fatil ga ihda asyrata rakayabunayya maka itu adalah 11 rakaat 9 ditambah 2 11 film ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah berusia lanjut dan beliau agak gemuk ya beliau sholat witirnya dengan 7 rakaat salat witirnya dengan 7 rakaat dan beliau melakukan di luar rakaat terakhir seperti yang beliau lakukan di sholat witir yang sebelumnya berarti beliau duduk di rakaat yang keenam beliau salat witirnya 7 rakaat beliau duduk di rakaat yang ke-6 beliau bertasyahud berdoa di situ Kemudian beliau tidak salam beliau bangkit lagi untuk rakaat yang ketujuh kemudian setelah itu beliau berdoa dan beliau salam thoib setelah itu beliau salat dua rakaat lagi dan beliau katakan itu adalah 9 rakaat itu adalah hadis yang paling banyak menunjukan jumlah rakaat Witir yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana saya sampaikan tadi banyak ulama yang mengatakan salat Witir boleh lebih dari 9 rakaat karena salat Witir itu termasuk salat malam ya dan sholat malam itu tidak terbatas rakaatnya sampai sana imam nawawi rahimahullah membolehkan salat Witir dengan 11 rakaat bahkan dengan 13 rakaat permasalahan yang berikutnya jamaah sekalian rahimaan rahimakumullah Apakah kalau kita salat witir diharuskan ada salat genap sebelumnya Apakah kalau kita salat Witir harus ada salat genap sebelumnya Ini masalah yang diperselisihkan oleh para ulama ada yang mengatakan Iya Misalnya dalam mazhab Maliki Dan ini juga pendapat Sebagian ulama Syafi’i mereka mengatakan bahwa salat Witir dengan satu rakaat itu tidak boleh dilakukan kecuali apabila telah shalat genap sebelumnya telah shalat malam dengan rakaat genap sebelumnya kalau kita atau menurut pendapat ini berarti tidak boleh salat Witir hanya satu rakaat tidak boleh salat Witir hanya satu rakaat kecuali apabila ada salat genap sebelumnya dari mereka hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam salat malam itu 2 rakaat dua rakaat Apabila salah seorang dari kalian khawatir akan datangnya waktu subuh maka dia salat satu rakaat yang menjadikan ganjil bilangan salat yang sebelumnya ini menunjukkan bahwa salat Witir itu setelah salat genap salat Witir itu setelah salat genap dan minimal salat genap itu dua rakaat jadi kalau ingin salat Witir satu rakaat harus sholat genap 2 rakaat minimal itu ini pendapat yang pertama dan ini pendapatnya para ulama dalam mazhab Maliki dan Sebagian ulama dalam Mazhab Syafi’i pendapat yang kedua pendapat yang mengatakan boleh salat Witir satu rakaat tanpa didahului oleh salat genap sama sekali tanpa didahului oleh salat genap sama sekali dan pendapat ini lebih kuat ya pendapat ini lebih kuat ini pendapatnya para ulama dalam Mazhab Syafi’i ini juga pendapatnya para ulama dalam mazhab Hambali Kenapa lebih kuat karena adanya dalil khusus yang menunjukkan hal ini jadi ibunda Aisyah beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam salat malam dan aku dalam keadaan tidur dan Posisiku melintang di atas ranjang jadi ibunda Aisyah tidur di atas Alas ya tidak ada keranjang dalam keadaan melintang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat menghadap ranjang tersebut maka apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ingin salat Witir beliau membangunkan aku maka aku pun sholat witir maka aku pun salat Witir hadis ini ya atau yang tampak dari hadits ini bahwa ibunda Aisyah radhiyallahu ta’ala Anhu ketika itu belum salat genap tapi langsung salat witir dan ini diketahui langsung oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan beliau tidak mengingkarinya sama sekali taik adik lain yang menunjukkan hal ini juga hadits dari ibunda Aisyah radhiyallahu ta’ala anha yang belum lama kita sebutkan tadi ketika beliau Alaihi sholatu Wassalam salat witir 9 rakaat kemudian setelah beliau lanjut usia Beliau salat witirnya 7 rakaat dan di dalam hadis tersebut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendahulukan salat witirnya kemudian baru salat dua rakaat setelahnya dan tidak disebutkan di situ ya tidak disebutkan di situ Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat genap jadi yang 9 rakaat ya beliau salat Witir 9 rakaat tanpa salam tapi dua tasyahud Kemudian beliau setelah itu salat dua rakaat dan mengatakan inilah 11 rakaat berarti di sini ya salat witirnya didahulukan tanpa didahului oleh salat genap begitu pula lanjutannya ketika beliau sudah lanjut usia dan agak gemuk ya maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam salat witirnya yang keenam tapi tanpa salam kemudian tasyahud lagi di dekat ketujuh setelah itu baru salat dua rakaat ini witirnya tanpa didahului oleh salat genap walaupun di sini ya salatnya 7 Raka tapi yang jelas ini sholat witir dan tidak didahului oleh salat genap sebelumnya menunjukkan bahwa boleh melakukan yang seperti itu tapi masih tersisa beberapa masalah yang berkaitan dengan salat Witir tapi karena waktu maka kita akan bahas permasalahan-permasalahan tersebut di kesempatan yang berikutnya Insya Allah demikian yang bisa anda sampaikan dalam kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya robbal alamin penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan salat Witir kota Islam bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung dalam telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di That’s WhatsApp di nomor 081 9896543 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat di kesempatan ini dari Pak Soleh haji di Bengkulu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad Bila seseorang terbiasa melakukan salat Witir dengan jumlah rakaat yang tidak menentu kadang satu rakaat 3 rakaat 5 rakaat 7 9 sampai 11 rakaat bila mengqadha jumlah rakaat yang mana yang harus dilakukan Syukron nah silahkan apabila ya seseorang tidak punya keinginan untuk salat Witir di malam harinya ya tidak punya keinginan untuk salat Witir di malam harinya kemudian setelah itu dia bangun di waktu dimana shalat witir tidak [Musik] di syariatkan lagi maka dia tidak ada kesempatan atau tidak diberi kesempatan untuk mengqadha salat witirnya dia tidak diberikan kesempatan untuk mengqada salat Witir kenapa ya karena dia tidak punya keinginan untuk salat Witir di malam tersebut kalau misalnya dia punya keinginan untuk salat Witir di malam tersebut Tapi qodarullah ketiduran sampai waktu subuh maka Ya silahkan dia salat Witir segera sebagaimana dilakukan oleh sebagian sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam karena waktu subuh datang mereka belum salat Witir akhirnya mereka salat Witir ya kalau keadaannya seperti itu salat Witir satu rakaat butir suatu rakaat karena memang waktunya sudah sudah lewat ya dan dengan salat Witir satu rakaat maka dia berarti mengqadha salat Witir yang tadinya ingin dia lakukan atau bisa juga dia di waktu Dhuha bisa juga dia di waktu Dhuha dengan menggenapkan bilangan yang biasa dia lakukan ya dengan menggenapkan bilangan yang biasa dia lakukan Lalu bagaimana apabila salat witirnya tidak menentu kadang satu rakaat kadang 3 rakaat kadang 5 rakaat kadang 7 rakaat kadang 9 rakaat misalnya kadang 11 rakaat apabila keadaannya Demikian maka wallahu ta’ala alam karena melihat dia boleh memilih dia boleh memilih berapa yang dia inginkan kalau misalnya ya dia ingin salat empat rakaat Ya silahkan setelah tempat rakaat dia ingin salat dua rakaat saja silahkan karena dia tidak punya kebiasaan yang menentu tentang bilangan salat witirnya wallahu Ta’ala sekarang dia dzakallah Barakallah jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk bertanya Pak Soleh haji yang berada di Bengkulu Nami kota silahkan masih kami buka kesempatan bagi anda yang ingin bertanya secara langsung dalam telepon 021 8236543 Ya silahkan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana dengan keadaan dari Cianjur Assalamualaikum yang saya tanyakan batasan bacaan itu sampai mana Apakah hanya tahu saja atau dilanjut dengan sholawat kemudian doa sebagai penonton ini sholat malam ya pak atau salat ini salat Witir baik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh silahkan Ustaz tadi disebutkan ya di dalam hadis tersebut bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam duduk di rakaat ke-8 ya disebutkan di situ bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berzikir Kemudian beliau memujinya dan berdoa ya tadi kata-katanya beliau berpikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala beliau dan berdoa kepadanya ini menunjukkan ya bahwa ketika itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca tahiyat yaitu membaca tasyahud asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh kemudian membaca shalawat kemudian setelah itu membaca doa ya karena di sini disebutkan sampai doa dan rangkaian sampai doa itu ya tahiyat tasyahud shalawat kemudian doa kemudian di rakaat yang ke-9 beliau melakukan hal yang sama disebutkan di situ fayakurullah berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala memujinya dan berdoa ya berarti rangkaiannya sama dengan yang rakaat yang sebelumnya begitu pula Ketika salatnya 7 rakaat di rakaat yang keenam beliau melakukan hal yang sama beliau tahiyat sholawat kemudian berdoa di rakaat ketujuhnya juga demikian kemudian salah demikian wallahu Ta’ala Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya apa keadaan yang berada di Cianjur kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari ibu Tuti Ustad Bolehkah salat Witir setelah sholat Isya tanpa didahului salat malam dan dilakukan sebelum tidur mohon nasehatnya tadi sudah disampaikan bahwa salat Witir itu bisa dengan satu rakaat dan tidak harus didahului dengan salat yang genap ya tidak harus didahului oleh salat yang benar namun jamaah sekalian masalah ini masalah yang diperselisihkan oleh para ulama dan para ulama menyebutkan kaidah dalam masalah-masalah yang diperselisihkan seperti ini al-khuruzu Minal khilafi mustahab kita dianjurkan untuk keluar dari perbedaan pendapat para ulama kalau kita ingin salat Witir sebelum tidur ya maka sebaiknya Minimal kita sholat tiga rakaat sebaiknya Minimal kita salat tiga rakaat salat dua rakaat ya yang itu bukan sholat witir ya kemudian setelah itu kita salat Witir dan setelah itu tidur minimal ini sangat dianjurkan ya untuk keluar dari perbedaan pendapat para ulama kalau kita melakukan yang seperti itu tidak ada satupun ulama yang melarangnya tapi kalau kita hanya salat satu rakaat saja ya atau kita salat Witir saja Misalnya tiga rakaat saja maka ini diperselisihkan oleh para ulama sebaiknya kita keluar dari masalah-masalah yang seperti ini salat dua rakaat yang bukan Witir kemudian salat satu rakaat Witir kalau kita melakukan yang seperti itu tidak ada satupun ulama yang melarangnya demikian jamaah sekalian pertemuan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan apa yang kita bahas bermanfaat untuk kita semuanya mudah-mudahan Allah berkahi ilmu kita Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan taufiknya kepada kita semuanya untuk bisa menyebarkan dan mengamalkan semua ilmu yang sampai kepada kita dengan baik dan mudah amin amin ya robbal alamin Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum pada guru kita Ustad Dr Mustafa dari ini hafizahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat Namun demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin Kitab Shahih ibadah berkaitan dengan penjelasan sholat witir Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkannya nah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala ke-8 Terima kasih atas kebersamaan anda jazakumullahu Khairan Barakallah fikum
Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply