Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan | Manhaj Imam Malik fi Isbatil Aqidah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran di bawah Alquran dan kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin washolatu wassalamu ala asrofil Anbiya Iwal mursalin wa’ala alihi wa ashabihi wa man tabihubisan dimanapun anda berada jazakumullah Terima kasih masih atau masih bersama kami di kesempatan pagi hari ini di saluran Tilawah Alquran dan kejadian Islam TV dan radio Rodja kita memuji dan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan kepada kita semuanya sehingga kita dapat kembali berjumpa untuk mengikuti bimbingan dan pelajaran yang insya Allah akan disampaikan oleh guru kita Ustadz Muhammad dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan tercurahkan kepada nabi Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti senang sekali kami dapat melanjutkan kembali untuk mengikuti pelajaran yang akan disampaikan oleh ustad dari lanjutan Manhaj Imam Malik vs batil aqidah langsung dari studio Mini Sekolah Tinggi dirosa Islamnya Imam Syafi’i Jember untuk anime bertanya seputar pembahasan ini nanti Silahkan di layanan Telepon 021 8236543 atau melalui pesan singkat di 081 989 6543 Baiklah selanjutnya para ustad pempers Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin rohmatan kaum muslimin dan muslimat para pemirsa dan juga Para pendengar yang Semoga senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah puji dan syukur kita haturkan kehadirat Allah tabaraka wa ta’ala atas nikmat Iman nikmat Islam nikmat sunnah nikmat tholabul Ilmi dan kesempatan serta kemudahan pertolongan dari Allah Azza wa Jalla dalam menjalani kehidupan dunia dan juga melakukan berbagai aktivitas serta membudidaya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita masih diberi kesempatan oleh Allah Azza wa Jalla untuk melanjutkan sisa-sisa kehidupan ini sehingga kita sekarang telah masuk ke tahun atau berpindah ke tahun 1445 Hijriyah dan kita masih di awal bulan Muharram Semoga Allah senantiasa membimbing kita memberikan kekuatan pertolongan Taufik dan hidayah dalam menjalani hidup ini Allahumma Amin sholawat dan salam untuk nabi yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam terutama di hari yang mulia ini Sayyidul ayyam Yaumul Jumah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan bershalawat kepadanya 10 kali sholawat Allah kepada hambaNya adalah karena Allah memuji para hamba di sisi malaikat yang ada atau yang dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali kita melanjutkan pembahasan tentang aqidah Imam Malik rahimahullah akan tetapi sebelumnya ya sebagai takdir bagi diri pribadi dan kita semua ada baiknya di awal pembahasan ini kita mengingatkan diri kita semua tentang nikmat kesempatan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada kita sehingga [Musik] Subhanallah Setahun Telah Berlalu dalam kehidupan kita ini semoga ibadah yang kita laksanakan setahun yang berlalu diterima oleh Allah Azza wa Jalla semoga juga dosa kesalahan kita diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan kita memohon kepada Allah Semoga di tahun baru Hijriyah ini kita selalu bimbang oleh selalu dibimbing oleh Allah selalu mendapatkan kemudahan dan bimbingan untuk melakukan yang terbaik sebagai bekal menuju Allah Subhanahu Wa Ta’ala 6 tidak ada tentunya ya syariat atau anjuran untuk memperingati kedatangan tahun baru Hijriyah tapi sudah selayaknya kita kaum muslimin untuk selalu ya mengambil pelajaran dari pertukaran waktu pertukaran waktu silih bergantinya Waktu demi waktu ya hari demi hari bulan demi bulan tahun demi tahun itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla yang di dalamnya terdapat berbagai pelajaran nasehat peringatan agar kita tidak terjerumus ke dalam kelalaian agar kita sadar bahwa hidup ini terus akan ya untuk perjalanan waktu sungguh sangat cepat sekali dan kita menjalani sisa kehidupan yang semua akan berakhir dengan kematian maka seorang yang cerdas seorang yang bahagia yang selalu mengintrospeksi diri dan setelah itu melakukan perbaikan atau bekerja berusaha bersungguh-sungguh untuk melakukan perbaikan atau meningkatkan kebaikan nama di bulan Muharram ini Tentunya sebagaimana yang juga para pemirsa dan para pendengar ketahui bahwa bulan Muharram salah satu bulan haram salah satu dari bulan haram yaitu tulkada Dzulhijjah kemudian Muharram kemudian Rajab berlalu bulan Dzulhijjah yang pahala berpuasa di bulan Dzulhijjah terutama di hari Arafah yaitu kata Nabi SAW menghapuskan dosa yang setahun yang berlalu dan setahun yang akan datang kemudian di bulan Muharram ini ada hari yang juga mendapatkan kemuliaan memiliki kemuliaan dan keagungan pada hari tersebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan Musa dan kaumnya Bani Israil Dari bala tentara Firaun atau Firaun dan bala tentaranya dan pada hari Rasulullah menenggelamkan Firaun dan pasukannya dan bala tentaranya maka kaum Yahudi atau Bani Israil atau orang-orang Yahudi di waktu Nabi Shallallahu alaihi wasallam sampai ke Madinah Rasul mendapatkan mereka berpuasa pada hari Asyura kemudian nabi bertanya Ayo hari apa ini menjumpai kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura Yesus 10 bulan Muharram kemudian nabi bertanya hari apa ini mereka mengatakan ini hari yang baik pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari Firaun dan bala tentaranya maka Musa berpuasa sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Nabi SAW telah Mendengar hal itu mengatakan pada Musa dari kalian Nah maka Nabi SAW berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa ini syariatnya kemudian juga di hadis yang lain diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berniat seandainya beliau tahun yang akan datang masih hidup maka beliau akan berpuasa di tanggal 9 dan 2 tanggal 10 lain begitu seandainya aku masih hidup di tahun yang akan datang maka aku akan berkuasa tanggal 9 ya dalam sebuah riwayat Ibnu Abbas Jelaskan bahwa Nabi SAW untuk berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya Oleh karena itu para ulama menjelaskan bahwa diantara ibadah yang spesial di bulan Muharram ini adalah puasa di hari Asyura dan dalam hal ini ada tiga tingkatan yang pertama adalah berpuasa pada hari Asyura saja yaitu tanggal 10 Muharram yang kedua berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 dan yang ketiga ya berkuasa tanggal 9 atau tanggal 10 atau tanggal 10 dan tanggal 11 Adapun ya berbagai ya mitos yang ada di masyarakat bahwa bulan ini bulan Sial ya atau bulan Asyura atau ya berbagai mitos yang berkembang atau yang diyakini sebagian masyarakat bahwa ini bulan sial maka ini jelas tidak ada landasannya tidak ada landasannya sama sekali karena sesungguhnya semua hari yang kita lewati hari yang baik bulan yang kita lewati bulan yang baik ya tidak ada kesialan dalam hal itu yang sial itu adalah orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang menyelisihi syariat Allah yang menjadi menyebabkan komukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan berbagai dosa dan maksiat jadi hari yang sial hari atau bulan yang sial tahun yang sial dalam kehidupan seseorang adalah hari atau bulan dan tahun yang dia bermaksiat melakukan dosa ya menentang Allah mengisi agamanya Adapun seorang yang terus memakmurkan ya hidupnya harinya bulannya tahunnya dengan ketaatan kepada Allah maka semua adalah hari yang baik bulan yang baik tahun yang baik dan yang harus kita pahami ya karena kita hidup bukan berdasarkan mitos bukan berdasarkan ya sebuah persepsi atau keyakinan tertentu di masyarakat yang berkembang secara turun-temurun tidak kita beragama kita memiliki keyakinan berdasarkan dalil yang shahih dalil yang benar ya Seandainya ya bulan Muharram termasuk bulan yang sial sebagaimana mitos yang berkembang di masyarakat tentu Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menjadikan salah satu bulan haram tentu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak akan mengutamakan Bulan Muharram ya sangat bersungguh untuk berpuasa di bulan Ramadan oleh karena itu pemirsa dan para pendengar rahimakumullah Mari dalam rangka meneladani nabi Alaihi sholatu wasallam kita berpuasa Nantinya di bulan atau di hari Asyura atau sebelumnya dan juga memperbanyak juga puasa di bulan ini karena sesungguh Dalam Hadis disebutkan bahwa puasa yang utama Setelah puasa Ra adalah puasa di bulan Allah Al Muharram dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat qiyamulai atau Sholatullah itu mungkin ya sedikit yang bisa disampaikan dari tentang keutamaan bulan Muharram sebagai peringatan bagi kita semua mudah-mudahan kita menjadi orang-orang yang senantiasa mendapatkan kebaikan dan diberi kekuatan untuk mengamalkannya Allahumma Amin para pemirsa kaum muslimin Para pendengar yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kembali kita melanjutkan pembahasan tentang aqidah Imam Malik rahimahullah Jelaskan sebelumnya sikap Imam Malik terhadap ya hadis-hadis nabi Alaihissalam yang dalam hal ini tentu berkaitan dengan iman kepada para Rasul kemudian secara khusus kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan sebagainya implementasi dan konsekuensi dari keimanan kepada nabi Alaihissalam adalah seorang mukmin ya umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang mengagungkan sunnahnya memuliakan sunnah itu hadis-hadis nabi Alaihissalam ya dan itu yang dilakukan oleh Imam Malik rahimahullahu ta’ala sebagaimana yang pernah kita Jelaskan bagaimana beliau Imam Malik rahimahullah ya sebelum beliau meriwayatkan hadis menyampaikan hadis-hadis kepada murid-muridnya tentunya di Masjid Nabawi beliau mempersiapkan diri bersuci berwudhu memakai pakaian yang rapi ya dalam kondisi yang betul-betul siap untuk menyampaikan ilmu dan duduk dengan rapi tidak berdiri ini adalah salah satu dari bentuk pengagungan beliau terhadap Hadits Nabi yang itu merupakan konsekuensi dari atau sebagai bentuk implementasi pengagungan kepada nabi Alaihissalam bahkan sampai beliau ya Imam Malik rahimahullah tidak atau tidak suka meriwayatkan hadits dengan makna beliau termasuk orang yang tidak menyukai ulama yang tidak menyukai meriwayatkan hadis dengan makna beliau sangat berhati-hati menyampaikan lafaz nabi Alaihissalam nah dalam hal ini para ulama berbeda pendapat Bolehkah merayakan hadis dengan makna dengan catatan bahwa Makna tersebut tidak melenceng atau lafaz yang tidak keluar dari maksud atau makna dari lafal hadis nabi Alaihissalam maka dalam hal ini kita harus Ya berusaha untuk bersungguh-sungguh untuk mengimplementasikan untuk melaksanakan ya apa yang menjadi konsekuensi dari keimanan kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya adalah mengagungkan sunnah-sunah nabi Alaihissalam mencintai hadis-hadis nabi Alaihi sholatu Wassalam memuliakan hadis-hadis Nabi Alaihissalam apabila kita mendengar kita mendapatkan disampaikan kepada kita hadits-hadis Nabi Alaihissalam maka Sikap seorang mukmin Pengikut Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang cinta Kepada beliau dan cinta kepada sunnahnya maka hendaklah atau sudah sepantasnya dia itu memperhatikan mendengar ya merenungi mencermati dan menghadirkan dalam dirinya ya seolah-olah yang sedang berbicara di depannya adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam secara langsung menyebutkan dia dengan yang lain Pantaskah dia menoleh ke kanan dan ke kiri tidak memperhatikan apa yang disampaikan Pantaskah dia menyebutkan dia dengan yang lain tidak fokus mendengar apa yang disampaikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam nah ini yang ada pada diri para ulama ini yang ada pada diri para tholabul Ilmi yang menuntut hadits Nabi alaihissalatu Wassalam yang mencari hadis Nabi SAW mempelajari sunah-sunah nabi Alaihi sholatu Wassalam maka Begitulah Ya sepatutnya sikap seorang muslim yang cinta kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang duduk di majelis ilmu untuk memperhatikan ya mendengar merenungi mencermati konsentrasi dalam mendengar nasihat yang terkandung dalam hadis-hadis nabi Alaihissalam ya dan tidak menolaknya dengan berbagai logikanya dan berbagai petakwilan ya tapi yang dia lakukan adalah mendengar mengikuti Samia tidak ada pilihan lain dia tidak akan lagi ya menimbang-nimbang hadits tersebut dengan akalnya bila sesuai dengan akalnya akan diterima bila tidak sesuai ditolak Kendati hadisnya Shahih tidak mungkin hal yang seperti itu ada atau keyakinan atau sikap itu ada pada diri seorang muslim yang sejati Islam yang cinta pada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dibuktikan dengan mengagungkan sunnahnya dengan mengikuti sunnahnya bukan melakukan hal-hal yang menyimpang dari sunnah nabi Alaihissalam tidaklah bermanfaat sekedar pengakuan ya pernyataan tapi tidak ada bukti ya Semua orang bisa berbicara Semua orang bisa berkata Semua orang bisa menyampaikan mengungkapkan tapi yang sulit membuktikan sebab yang sudah melakukan apa yang menjadi bukti terhadap pernyataan itu para pemirsa rahimakumullah termasuk dalam hal ini sikap Imam Malik rahimahullah ya agar jangan sampai terjerumus ya atau seorang jangan sampai terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang menyelisihi sunnah nabi Alaihissalam ya dalam rangka menjaga tauhid dalam rangka menjaga keimanan seseorang maka Imam Malik rahimahullah menyikapi atau memiliki sikap yang tegas atau yang jelas terhadap orang-orang yang terjerumus ke dalam perilaku pengkultusan terhadap kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam maka dalam hal ini Imam Malik rahimahullah Subhanahu Wa Ta’ala mengingkari bahwa di dalam berdoa maka seorang menghadap ke kiblat bukan menghadap ke kuburan nabi Alaihissalam jadi bila seseorang datang ke Kota Madinah datang ke Kota Madinah kemudian dia mendapatkan kesempatan untuk menziarah Kubur nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Bila seseorang mendapatkan kesempatan ya datangi kota Madinah dan memiliki kesempatan untuk bisa menjadi kuburan nabi Alaihissalam begitu sampai di Madinah maka Apa yang dilakukan apakah di tatkalia berdoa dia menghadap ke kuburan atau menghadap ke kiblat Nah Imam Malik rahimahullah memberikan kepada kita panduan ya memberikan kepada kita panduan Apabila seseorang datang ke Madinah kemudian dengan tujuan tentunya beribadah di masjid nabi Alaihi sholatu Wassalam ya kemudian saya itu mendapatkan kesempatan untuk ya berziarah untuk mengucapkan salam kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam udah Abu Bakar dan Umar yang dilakukan adalah 6 melewati kuburan kemudian Ucapkan salam pada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Jika dia ingin berdoa bukan menghadap ke kuburan tapi menghadap ke kiblat dan juga tidak ada keutamaan berdoa di sisi kuburan nabi Alaihissalam kuburan bukanlah tempat beribadah bukanlah tempat berdoa Nah maka sikap Imam Malik dalam haid sangat jelas sekali ya Ini Salah satu bukti bahwa beliau adalah orang yang sungguh sangat mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi kecintaan pada rasul SAW adalah dengan mengikuti sunnahnya tidak terjerumus dalam praktik-praktek ya pengkultusan atau hulu berlebihan di dalam menyikapi kuburan nabi Alaihissalam di Sebutkan oleh Imam qadih riwayat dari Imam Malik Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Saya tidak aroh yaitu mengatakan atau tidak melihat ada ya atau diperbolehkan untuk berdiri di sisi atau di kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam kemudian berdoa akan tetapi kata beliau Assalamualaikum Ya Rasulallah kemudian setelah itu pada dua sahabatnya Assalamualaikum kemudian terus ya berjalan tidak berlama-lama berdiri di sana Apalagi banyak menangis meratap ya Atau mungkin mengusap-usap ya dinding kuburan tersebut Nah apalagi yang mungkin berdoa minta kepada Nabi semua itu adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan ia telah menyimpang dari tuntunan nabi Alaihissalam Madinah yang menyampaikan ilmu di kota Madinah di masjid nabi Alaihissalam pendapat beliau ya bahwa saya tidak ya bahwa seorang apabila mendatangi kuburan nabi Alaihissalam kemudian berdiri di sana berdoa menghadap ke kuburan tapi dia cukup hanya melewati sembari mengucapkan salam kemudian terus mengucapkan salam kepada dua sahabat nabi Abu Bakar dan Umar kemudian dia terus berjalan Nah itu adalah syariat itu adalah panduan tatkala seorang ya menjerit kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam dan perlu diketahui para pemirsa dan juga kaum muslimin buah kuburan bukanlah kiblat untuk berdoa kiblat Berdoa adalah ya Ka’bah dan juga kuburan bukanlah tempat yang mustajabah dalam berdoa sampai kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam kuburan yang paling atau yang paling mulia di permukaan bumi ini dan yang bisa dipastikan secara yakin bahwa itulah kuburan nabi adapun nabi-nabi yang lain yang masih secara umum atau tidak temukan kuburan mereka kecuali mungkin ya juga Sebutkan Ibrahim itu Palestina Adapun selebihnya tidak ya bisa dipastikan dipastikan bahwa kuburan mereka tidak ya diketahui dimana tempatnya nah secara yakin Adapun kuburan Nabi SAW adalah kuburan yang paling mulia ya dan jasad Nabi Alaihissalam utuh seperti biasa ya tidak dimakan tanah tidak hancur maka karena demikian nabi adalah orang yang paling mulia dan kuburan yang dipermukaan bumi ini yang paling mudah kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam dan para nabi jasad mereka tidak hancur karena Allah mengharamkan hal itu ya Bagi bumi untuk memakan jasad para nabi seorang maka tidak ada keutamaan yang berdoa beribadah di kuburan jika di kuburan nabi Alaihissalam tidak ada keutamaannya Ya bukanlah tempat yang mustajabah untuk berdoa apalagi di kuburan selain kuburan nabi Alaihissalam diperlukan bumi ini ini perlu kita pahami karena Subhanallah di zaman sekarang ini terjadi penyimpangan dan kesalahpahaman di dalam memahami hakikat dari kesalehan dan kewalian bukan berarti kesalehan seseorang kewalian seseorang berarti kuburannya kuburan yang agung dimuliakan dikhususkan didatangi untuk beribadah dan seterusnya tidak ya apalagi beribadah bermunajat atau bernazar di sana atau mungkin ya memohon kepada penghuni kubur tidak itu semua adalah hal yang menyimpang dari tuntunan nabi Alaihissalam karena doa adalah ibadah doa diperuntukkan hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika seandainya diperbolehkan dalam berdoa atau kuburan ada tempat yang spesial untuk berdoa atau dalam berdoa menghadap kepada kuburan maka tentu nabi Alaihissalam telah menyampaikan nanti bila aku telah meninggal Jika kalian ingin berdoa Berdoa dari kuburanku jika telah mendapatkan kesulitan baca klik kemarau dan yang lainnya berdoalah di sisi kuburanku maka akan dikabulkan tapi ternyata hal itu tidak ada sama sekali ya Oleh karena itu rahimakumullah Imam Malik rahimahullah memberikan kepada kita panduan ya Penjelasan bahwa tatkala seorang melewati Kubur nabi atau mendapatkan kesempatan untuk menjadi kuburan nabi adalah dia hanya melewati kemudian mengucapkan salam melewati berjalan kemudian begitu juga melangkah setelah itu kemudian berlanjut salam kepada Abu Bakar dan Umar kemudian dia pergi itu panduan yang sangat simpel sekali kemudian ya dalam riwayat lain jadi apabila seorang mengucapkan salam kepada nabi ya Ucapan salam kepada nabi Assalamualaikum ya Rasulullah dan berdoa untuk Nabi Alaihissalam tapi begitu dia berdoa seorang berdoa ya maka bukan menghadap ke kiblat jadi Assalamualaikum tentunya bagi mereka yang mendapatkan kesempatan datang ke Madinah tujuan awalnya untuk beribadah di masjid nabi Alaihi sholatu Wassalam bukan untuk ziarah kubur nabi harus dibedakan bahwa niat awal kedatangan ke Madinah baik yang mau Haji atau umroh ya maka tujuannya datang untuk beribadah di Masjid Nabawi itu tujuan dunianya tentu keutamaannya ya sangat besar sekali dibandingkan tempat-tempat yang lain kemudian ada kesempatan untuk Ucapkan salam kepada nabi berziarah kuburannya Nah inilah panduannya seorang mendekat kemudian mengucapkan salam setelah itu dia berjalan dan tidak mau kuburan yang tidak melemparkan sesuatu ke dalamnya apa jeruji yang menutupi kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam Ya ini yang dilakukan dan boleh yang tidak mau para pemirsa Para pendengar rahimakumullah tidak ada di dunia ini tempat yang diagungkan yang disyariatkan ya disyariatkan untuk diusap ya dengan tangan kita kecuali hanya Ka’bah dan itupun pertama kemudian Hajar Aswad selebihnya tidak disyariatkan apalagi kuburan ya makam semua hal itu adalah ya dengan tujuan mungkin itu semua menyelisihi ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika kuburan nabi sebagai kata Imam Malik ya tidak akan mungkin seorang bisa mengusap hubungan karena kuburan nabi yang dilihat itu yang dibatasi ditutupi ya dengan pagar besi tersebut tidak ada lubang atau yang bisa melihat itu adalah kuburan nabi dan di dalamnya masih ada bangunan di dalamnya tidak bisa dilihat itu hanya bangunan yang menutupi kuburan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka satu kekeliruan dan kesalahan yang kita lihat mungkin sebagian kaum muslimin Bahkan mereka yang datang untuk Haji atau umroh datang ke sana kemudian mendekat kebakaran pagar besi tersebut ya kemudian mengusap-usap bahkan mungkin menangis maka semua hal itu adalah hal yang Dilarang tidak ada tuntunannya maka yang hanya disyariatkan untuk diusap di permukaan bumi ini hanya ya Ka’bah yaitu yang lainnya makam Ibrahim atau pintu masjid atau barugai sudut tiang masjid ya tidak mungkin pintu masjid Nabawi sebagian ya siapa namanya melihat sebagian jemaah gitu datang Masjid Nabawi jadi ini adalah panduan yang disampaikan oleh Imam Malik rahimahullah tatkala seorang ya mendapatkan kesempatan untuk bisa berkunjung ke Madinah kemudian setelah itu bisa menyempatkan diri untuk menjaga kuburan nabi Alaihi sholatu Wassalam jadi yang perlu diperhatikan bagaimana kita dalam setiap sikap dan perilaku ibadah dan ketaatan sesuai dengan tuntunan nabi Alaihi sholatu Wassalam kemudian setiap yang masuk ke Masjid Nabawi kemudian Madinah Penduduk Madinah keluar dari Madinah untuk suatu keperluan untuk bisnis yang lainnya ya tidak mesti kata beliau begitu masuk masjid kemudian begitu masuk masjid datang harus datang ke kuburan berdiri di depan kuburan tidak mesti kata Imam Malik artinya tidak syariatkan jadi yang dimaksud oleh Beliau Penduduk Madinah misalnya begitu mereka masuk masjid apakah begitu mereka sebelum keluar masjid datang masuk ke kuburan Nabi dulu mengucapkan salam begitu dilakukan setiap mereka masuk masjid Nabawi ya kata Imam Malik yang demikian itu bagi seorang yang orang yang asing datang Kota Madinah dia tidak berdomisi di Madinah datang Kota Madinah untuk haji untuk umroh ya kemudian dapatkan kesempatan salat kemudian dia memiliki kesempatan untuk menziarah kuburan Nabi kemudian mengucapkan salam itu kata Imam Malik kata beliau ia tidak ada masalah bagi seorang yang datang pulang dari Safar perjalanan keluar ya keluar Safar ingin pulang atau keluar untuk bepergian dan yakibah berdiri di depan ya sholawat dan salam yang mendoakan nabi Alaihi sholatu Wassalam ya Wali Abu Bakar Assalamualaikum Madinah kata Imam Malik kan ada sebagian dari Penduduk Madinah mereka tidaklah datang kembali dari bepergian dari Safar dan juga tidaklah Mereka menginginkan ingin bepergian ya Kecuali mereka datang terlebih dahulu ke kuburan nabi Alaihissalam nah baik itu mungkin dari jumat atau yang lainnya atau pada hari Jumat waktu mereka datang untuk melaksanakan salat Jumat ya mereka melakukan itu sekali atau dua kali atau lebih lebih dari itu indah kobrin Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berdiri di sana ya itu kebiasaan dilakukan Kemudian uselimun Kemudian mereka mengucapkan salam Assalamualaikum Rasulullah kemudian berdoa sejenak kata Imam Malik kebiasaan seperti itu ya Apakah ada tuntunannya tradisi yang seperti itu kebiasaan yang seperti itu tidak saya ketahui ya dari ahli fitnah dari ulama yang ada di negeri kita ini di ahli Madinah di kalangan tabiin ya Imam Ali tidak mendapatkan contoh dan penjelasan ya pembahasan tentang hal itu dari para ulama ahlil yang ada di Madinah pada zaman beliau dan yang sebelumnya teh guru-gurunya Imam Malik saja yang begitu keilmuannya tidak rukun lagi yang menulis Kitab ya tidak mendapatkan riwayat penjelasan dari para ulama bahwa demikian itu disyariatkan nah meninggalkan itu adalah tulang yang lebih hal yang luas artinya hal yang lebih utama dilakukan kemudian kata beliau tidaklah akan baik ya kondisi akhir umat ini umat Islam ini apa yang memperbaiki mereka sebelumnya Subhanallah ini kaidah yang bersyukur dari Imam Malik para pemirsa kaum muslimin rahimakumullah kita umat Islam ini sekarang hidup di akhir zaman 1400 tahun ya sepeninggal nabi Alaihissalam kita pada tahun 1445 Hijriyah nih tahun baru jadi begitu telah lama Nabi SAW meninggalkan kita Shallallahu Alaihi Wasallam tatkala ada sebuah kebiasaan yang muncul di Penduduk Madinah begitu Mereka ingin bepergian atau datang daripada mereka datang kuburan Nabi SAW berjudul mengucapkan salam kemudian berdoa sejenak ya ini mengatakan hal yang seperti ini terasinya seperti ini tidak Pernah saya dengar tidak saya dapatkan penjelasan atau hal demikian itu dari para ulama yang ada di negeri kita ini yaitu di Madinah Kemudian beliau memberikan satu penjelasan yakni merupakan prinsip dan ini merupakan prinsip dalam kita beragama yang juga menjelaskan kepada kita kewajiban untuk mengikuti generasi pertama yang terbaik dari umat ini ya apa kata beliau tidaklah akan baik menjadi baik Ya perihal kondisi akhir umat ini nah kecuali apa yang menjembak menyebabkan kebaikan kondisi mereka sebelumnya kita ingin bertanya pada diri kita dan seluruh kaum muslimin para pemirsa dan para pendengar zaman yang terbaik periode yang terbaik dalam perjalanan umat Islam ini Apakah di zaman terdahulu atau di zaman mutakhir ini Tidak diragukan bahwa zaman keemasan Islam itu kejayaan Islam yang sesungguhnya adalah zaman-zaman yang pertama generasi yang terbaik dari umat Islam ini adalah generasi sahabat tapi indah dan itu adalah rekomendasi dari Allah dan rasulnya yang pertama masuk ke dalam redaksi ayat itu adalah maksudnya adalah para sahabat Nabiku dan mengikuti mereka dengan baik mengikuti mereka dengan baik kaum Muhajirin Wal Anshar yang generasi pertama dan yang awal dari umat Islam ini kaum Muhajirin kemudian juga Nabi mengatakan di zamanku kemudian setelah itu kemudian setelah itu Subhanallah itulah ya zaman yang umat Islam yang termulia menjadi pertanyaan para ustad rahimakumullah Apa yang menyebabkan mereka mendapatkan kemuliaan itu apa kunci kemuliaan kesuksesan mereka itu sehingga mereka mendapatkan pujian rekomendasi dari Allah dan rasulnya kuncinya satu yaitu tiba mereka mengikuti Alquran dan Sunnah itu mereka amalkan ya bukan tradisi bukan budaya ya bukan warisan para leluhur atau nenek moyang tidak mengikuti Alquran mengikuti sunnah nabi Alaihissalam itu kunci kemuliaan mereka Maka kata Imam Malik akhir umat Islam ini kondisi umat Islam di zaman mutakhir ini sampai nanti terjadinya kiamat tidak akan mungkin baik tentu baik dalam pandangan apa dari sisi agama masa urusan dunia ya manusia tentunya terus berkembang manusia terus berinovasi berkreasi terus melakukan ya penemuan-penemuan baru untuk kesempurnaan dunia hidup dunia ini terus Kenapa belum sempurna terus seperti itu berkembang tapi agama yang dimaksud Imam Malik kondisi agama umat Islam ini kondisi beragama umat Islam ini perihal mereka dalam melaksanakan syariat dalam melaksanakan ajaran Alquran dan Sunnah kata beliau tidak akan baik tidak akan menjadi baik akhir umat ini kondisi akhir umat ini kecuali Apa yang menyebabkan kebaikan umat yang sebelumnya yang menjadikan umat Islam para sahabat nabi tabiin menjadi baik dalam segala Lini kehidupan adalah mengikuti Alquran mengikuti sunnah tidak membuat hal-hal yang baru mengada-ngada perbuatan beda khurafat dan yang lainnya maka jika umat ini ingin berjaya umat ini ingin meraih kemuliaannya kejayaannya kekuatannya umat yang disegani oleh musuh-musuh Islam maka rahasia kekuatan mereka kejayaan mereka Izzah mereka dalam berpegang teguh dengan Alquran dan Sunnah itu yang disampaikan Imam Malik rahimahullah ini perkataan yang menjadi ya prinsip di dalam beragam maka bersungguh-sungguhlah kita untuk kembali kepada ajar Rasulullah kita berkoar-koar kadang merata menangis menangisi kondisi umat ini kok begini perpecahan di sana masih bermacam penyimpangan semua mengatakan dia umat atau mungkin umat Islam tapi jadi permusuhan masing-masing memiliki pemahaman yang berbeda ya fanatisme yang terjadi terkotak-kotak semua lebih baik ya kenyataannya begitu banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi Apakah itu Islam yang diturunkan Allah kepada nabinya Apakah itu Islam diajarkan Rasul pada sahabatnya sahabat mendatabiin tabiin pada tabiin kemudian diwarisi kepada generasi setelahnya Sampai Akhir Zaman ini maka wahai kaum muslimin ya di dalam menerapkan Islam tidak perlu lagi ada metode yang baru di dalam menyalatkan menjalankan syariat Islam tidak perlu lagi ada ya panduan yang baru panduannya telah jelas Yaitu mengikuti apa yang disampaikan nabi Alaihissalam itulah sumber kebaikan kita terlebih lagi zaman sekarang ini zaman zaman mutakhir bahwa semakin ya terus bertambah zaman demi zaman berakhir semakin bertambah maka zaman yang setelahnya semakin jelek kata nabi Alaihi sholatu wasallam tidaklah datang suatu masa dan waktu kecuali yang setelahnya akan lebih jelek dan tidak pernah saya mendapatkan ya mengetahui dari generasi pertama umat ini bahwa mereka melakukan demikian apabila Mereka ingin pergi bersabar atau datang dari perjalanan mereka datang kuburan dulu mengucapkan salam kepada nabi yang demikian itu kata Imam Malik tidak pernah saya temukan Imam Malik Siapa yang meragukan keilmuannya tentang hadis dan riwayat ilmu dari sahabat tabiin beliau mengatakan lam Miyabi tidak sampai kepadaku Saya tidak mengetahui dari ulama dari generasi pertama umat ini ya tentang hal itu bahwa mereka melakukan hal itu apabila ingin keluar satu perjalanan ya mereka ke masjid Nabi dulu ke kuburan dulu ucapkan salam kepada nabi begitu pulang nanti juga mengucapkan salam dan berjarak Alquran lebih tidak dilakukan hal itu Dan mereka orang yang paling cinta kepada nabi Alaihi sholatu Wassalam mereka yang paling memahami agama yang cinta kepada nabi Alaihi sholatu Wassalam ya Siapa yang melakukan kecintaan sahabat pada nabi tabiin mereka juga melakukan pedang keluar dari kota Madinah untuk ya berbagai hal ya berjihad tidak ibadah kemudian kembali dari perjalanan mereka tapi mereka tidak melakukan tidak melakukan Oh datang kuburan Nabi dulu ya Ucapkan salam dulu sholawat dulu ucapkan salam dan pergi begitu datang nanti juga mengucapkan salam juga kemudian baru kembali ke rumahnya tidak seperti itu ya adalah ya hal yang tidak disukai kecuali limanja Min Syaban Allah Adapun sengaja terus-menerus dari kota Madinah ada Penduduk Madinah melakukan hal itu maka ini tentu tidak disyariatkan lah malaikat Ya Allah jangan jadikan kuburanku sebagai berhala yang diibadati bagaimana Kok bisa di kuburan berhala ya dengan mendatangi secara ya rutin terus berdoa di sana melakukan berbagai ritual ibadah di sana meyakini tempat Istijabah kemudian ia berdoa mungkin sampai kepada tingkat ya tawasul dengan Nabi kemudian Lebih bahaya lagi sampai pada tingkat meminta keberkahan dari nabi atau dan seterusnya yang jelas perbuatan syirik nah bila dilakukan secara rutin secara kontinu dalam waktu-waktu tertentu ini telah menjadikan kubertus sebagai berhala ini ditakutkan oleh Nabi Alaihi sholatu wasallam Ya Allah jangan jadikan kuburanku sebagai berhala yang diibadati maka Bila Nabi SAW yang memohon kepada Allah agar memohon kepada Allah untuk tidak menjadikan kuburan sebagai hal yang dipadati dan ini berlaku jika Nabi SAW berarti kuburan itu akan bisa menjadi berhala diibadati dengan cara apa ya jadikan sebagai tempat ibadah berbagai ritual-ritual di sana bacaan-bacaan kemudian dia ibadah-ibadah yang dilakukan Ya berdoa ya dan khusyuk dan belajar dan yang sejenisnya ya atau meminta kepada penghuni kubur atau menjadikan pohonnya kubur sebagai wasilah untuk mendapatkan sesuatu pada Allah atau meminta keberkahannya pohon ini telah menjadikan kuburan tersebut sebagai Berhala ini yang dilarang karena itulah perbuatan yang menyimpang dari sunnah nabi Alaihissalam Kenapa demikian karena itu Perilaku Ahlul kita bukan perilaku umat Islam Siapa yang melakukan yang demikian itu adalah kaum Yahudi dan nasabah bukan tradisi bukan perbuatan Ahlul Islam makanya nabi Alaihi sholatu Wassalam menjelaskan istana sangat marah ya kepada kaum yang mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid ada dua penafsiran tambah nama masjid di sini bisa bermakna masjid membangun di atas kuburan masjid ya jadi kuburan kemudian jadikan sebagai masjid bangunan atau kuburan jadikan sebagai tempat ibadah karena masjid untuk beribadah dan nanti mungkin tidak dibangun tapi didatangi untuk beribadah ini semua masuk ke dalam makna hadis dan itu adalah hal yang diharamkan itu bukan perilaku kaum muslimin tapi ala Ahlul kitab ya maka tatkala ya Ummu Salamah waktu itu mereka dan di habasyah melihat mereka masuk ke sebuah gereja di habasyah dan mulia di sana ada gambar-gambar ya dari tokoh-tokoh mereka ulama mereka digantungkan di penuh dengan gambar-gambar yang ada di gereja tersebut ya dan keindahan gereja tersebut apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mereka meninggal mereka ya buat fotonya difoto gambar-gambarnya kemudian setelah itu kuburan mereka di agungkan jadikan tempat masjid atau tempat beribadah kata Rasul mereka adalah orang-orang yang ya sangat jelek Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian juga Nabi ya menjelaskan padalih 6 jadi jangan jadikan ya kuburan sebagai tempat beribadah dan aku melarang keluar dari hal yang demikian itu nah kemudian kata Nabi SAW dan Jangan jadikan kuburanku sebagai it Bagaimana kuburan bisa menjadi Iin kalimat istilah yang berarti kembali terulang terus-menerus secara kontinu maka dinamakan Idul Fitri dan terjemahan kita hari raya karena kedua hari tersebut selalu terulang di setiap tahun Setelah puasa Idul Fitri dan setelah Haji wukuf di Arafah Idul Adha yang terjemahan kita hari raya maka dalam Islam hanya ada dua hari lah yang terulang setiap tahun ya yaitu berkaitan dengan ibadah begitu juga ini pertemuan kaum muslimin di setiap pekan yaitu hari Jumat maka Idul usbuah satu pekan itu hari umur Jumat dalam satu tahun ada dua Idul Adha maka maksud nabi Alaihissalam Ya Allah jadikan kuburan data jangan kalian jadikan kuburanku kata Rasulullah itu tempat yang terus Kalian datangi secara rutin ya berkala datang terus-menerus kalian datang di sana beribadah di sana berdoa di sana berita baru di sana dan seterusnya ini adalah hal yang dilarang begitu juga kalau mau rutinkan seperti seorang misalnya setiap hari Jumat saya harus ziarah kubur nabi nah perbuatan yang seperti itu yang terus kontinyu secara continue terus-menerus dilakukan maka ini telah termasuk dalam larangan ini dia telah menjadikan kuburan sebagai yang itu nah begitu jika kuburan nabi tidak boleh tidak diperbolehkan melakukannya seperti Lalu bagaimana dengan kuburan-kuburan yang lain apakah kuburan yang lebih mudah nabi tentunya tidak kuburan nabi yang lebih mulia tidak diperbolehkan oleh Nabi Alaihissalam untuk terus menjadikan sebagai it yang didatangi untuk melakukan berbagai ritual-ritual ya secara kontinu berkala dan di waktu-waktu yang ditentukan di hari-hari yang ditentukan apalagi kuburan-kuburan sebelum kuburan nabi Alaihissalam jika nabi Alaihissalam ya menjelaskan bahwa Bani Israil Yahudi setelah perbuatan pengkultusan terhadap orang-orang sholeh mereka dan juga menjadikan kuburan-kuburan mereka sebagai masjid tentu yang demikian itu adalah perbuatan yang terlarang kita dilarang menyerupai Ahlul kitab ya dilarang menyerupai perilaku ahli kitab ibadahnya tradisinya dan yang lain-lainnya jadi dari apa yang disampaikan tadi menjelaskan kepada kita bagaimana Imam Malik rahimahullah seorang ulama yang sungguh sangat membenci perbuatan-perbuatan yang mengandung makna pengkultusan kepada kuburan yang baik itu dengan bentuk mengusap kuburan atau dengan berdoa menghadap kuburan yaitu dengan dalam berdoa atau ya dengan cara yang lain jadikan sebagai fasilitas ibadah atau dengan mengusap-ngusaknya atau ya dengan mendatangi secara rutin untuk melakukan berbagai ritual-ritual Ya begitu juga ya memohon kepada penghuni kubur dan yang lain-lainnya semua itu adalah perbuatan yang terlarang yang diharamkan dalam syariat Islam Karena akan merusak akidah atau akan menundai keimanan atau aqidah seseorang maka waspadalah kaum muslimin ikhlaskan ibadah kepada Allah dan tuluskan loyalitas kita kepada sunnah nabi Alaihi sholatu Wassalam demikian mudah-mudahan bermanfaat wallahualam jazakallahu Khairan Terima kasih atas pelajaran serta bimbingan yang telah Ustaz sampaikan di kesempatan pagi hari ini semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya dan Allah berikan Taufik untuk kita bisa memahami serta mengamalkannya Selanjutnya kami berikan kesempatan dan waktu untuk bertanya secara langsung via telepon di 021 8236543 Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh Mohon maaf Bapak sebelum dilanjutkan kembali untuk bertanya kami himbau Bapak untuk mengecilkan volume dari televisi atau radionya sudah silahkan Pak Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ada ajaran mengatakan tidak bisa orang yang mati mendoakan orang yang hidup saya sudah pergi ziarahin mengunjungi kuburan nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Saya memberi Salam Assalamualaikum ya Rasulullah Apakah dijawab nabi itu salam saya itu karena di dalam Alquran surah Ali Imran ayat 169 [Tepuk tangan] dengan sebenarnya apakah Memang betul tidak bisa nabi kita menjawab salam kita terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh terima kasih kepada bapak di Mandailing ya Mandailing Natal di Sumatera Utara tentunya Barakallah ya semoga ibadah bapak yang bertanya dan kita semua yang telah menyempatkan diri sampai ke tanah suci mungkin Haji atau umroh dan bisa berziarah ya kuburan nabi Alaihissalam diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala hukum asal bahwa ya orang yang telah meninggal ke penghuni kubur itu mereka tidak bisa ya mendoakan orang yang hidup tidak bisa memberikan keselamatan kepada orang yang hidup sampai ya nabi sendiri Kendati jasadnya karena ya kita meyakini nabi telah meninggal kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan bagi tanah untuk memakan jasad para Anbiya itu kita yakini jadi jasad Nabi dalam kuburnya utuh tidak satupun yang kurang kemudian mengucapkan salam kepada nabi Alaihissalam sebagai dalam sebagai Riwayat Hidup Nabi kepada desanya kemudian nabi menjawab salam tersebut hanya sebatas itu ucapkan salam tersebut dan ini khusus bagi nabi itu Maha Kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu juga Di mana saja kita mengucapkan salam-salam dan nabi maka akan ada malaikat yang menyampaikan salam dan shalawat kita kepada nabi Alaihissalam Adapun selain nabi merasakan Sampai Kapan Sampai Nanti terjadi kiamat jadi ayah pun di sini ya tentu bukan hidup seperti alam dunia tapi ahya’un sesuai dengan alam barzah untuk alam gaib alam gaib Kendati mereka seperti dijelaskan adalah mereka mendapatkan rezeki yang Allah berikan bukan berarti mereka bisa mendoakan Ya doakan orang yang hidup jadi harus dibedakan Ayat tersebut benar menjelaskan kondisi dan keadaan para syuhada orang-orang yang berjihad dan Allah mati syahid Allah berikan kemuliaan kepada mereka Adapun nabi Alaihi sholatu wasallam dan khusus bagi nabi bahwa begitu umat Islam menjawab salam tersebut hanya sebatas itu Jadi intinya orang yang telah mati tidak bisa mendoakan orang yang hidup Adapun apa yang Allah berikan kepada nabi kembalikan rohnya untuk menjawab salam umatnya ini khusus spesial bagi nabi Alaihi sholatu Wassalam karena beliau ya jasad beliau masih utuh di berada dalam kuburannya Sallallahu Alaihi Wasallam Terima kasih Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali silahkan masih di layanan Telepon 0218236543 halo iya terputus kami berikan kesempatan kembali Silahkan di 0218236543 halo halo Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh agama mempengaruhi [Musik] Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh Semoga bisa dipahami pertanyaan terima kasih kepada bapak yang bertanya di Padang ya pertama yang perlu kita pahami istilah penamaan kuburan-kuburan keramat ini adalah Pembodohan terhadap kita semua merusak akidah tidak ada kuburan yang keramat bahkan kuburan nabi Apakah dengan orang yang dikuburkan ya kemudian setelah itu kuburannya menjadi Karomah Mulia tidak betul kita katakan bahwa tidak ada kuburan yang lebih agung lebih mulia di dunia ini di dunia ini selain di kuburan nabi Alaihissalam kenapa nabi ya yang jasad beliau utuh dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjaganya karena tidak mikir tidak menjadikan kuburan tersebut dalam artian Karomah sehingga memiliki kelebihan sehingga disana ada ritual-ritual khusus ya ibadah-ibadah khusus karena Karomah kemudian tadi maka istilah kuburan keramat ini adalah sesungguhnya istilah yang keliru Adapun kesalehan seseorang dia menjadi orang yang sholeh udah meninggal dikuburkan Apakah kesalahan itu akan merubah kuburannya menjadi kuburan yang Karomah tidak maka kuburan tersebut tidak boleh dibangun di atasnya berbagai macam bangunan hanya berikan tanda ya batu nisan atau mungkin ya sebagai tanda ini kuburan tidak perlu juga untuk ditulis Namanya tidak perlu dikeramik atau dibangun di atap dan seterusnya tidak sama hukumnya lihat kuburan para sahabat di bangkit ya tidak ada keistimewaan secara khusus harus dibangun keramatkan kemudian karena ini misalnya atau mungkin penghulu dan yang macam-macam dan ulama tokoh masyarakat kemudian meninggal kubanya di Karomah didatangi sana untuk bersemedi untuk berbagai ritual-ritual mencari keyakinan dan suluk dan yang macam-macam ya tidak ini jelas hal yang menyelisihi syariat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan termasuk ke dalam larangan dia menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah tapi ini yang pertama maka ini jelas amalan yang keliru ya bukan dari ajaran Rasulullah bukan ajaran Islam tidak ada yang namanya kuburan yang Karomah ya Karomah itu kalaupun ada seorang yang Wali memiliki Karomah Karomah itu Istiqomah kemuliaan itu dengan Istiqomah di atas agama Allah dengan ketakwaan Inna akromakum yang mulia disisi Allah di antara orang yang bertakwa sebagai ulama mengatakan dunia seorang hamba Istiqomah maka seorang yang sholeh begitu dikuburkan maka tidak merubah statusnya menjadi kuburannya menjadi kuburan yang Karomah ya maka yang jelas istilahnya seperti itu adalah Pembodohan dan juga merusak akidah nah kemudian Bila seorang mendatangi harus secara rutin terus menerus satu pekan sekali Jumat misalnya ya inilah kembali kepada makna hadis dan Nabi SAW berarti menjadikan kuburan itu sebagai berhala jika kuburan nabi dilarang menjadikan sebagai bahan apa lagi kuburan selain kuburan nabi Alaihi Wasallam sebagai tua yang didatangi untuk beribadah secara kontinyu ya terulang terus-menerus ini masuk ke dalam larangan hadis nabi dan Jangan jadikan Gubernur sebagai it ya waktu atau tempat untuk terus didatangi secara rutin secara berkala kontinyu pada waktu itu tertentu jika kuburan nabi tidak boleh dilakukan seperti itu apalagi kuburan nabi Alaihissalam Jika dia mendatangi kuburan tersebut dan meminta kepada penghuni kubur meminta ya pada pohon ini kubur dan meyakini penghuni kubur itu bisa memberikan berkah memberikan ya sesuatu kepadanya menyelamatkan Dia Dan Dia bernazar ke sana Nazar ibadah dan berdoa ya maka kita katakan perbuatan Syirik bila itu terbukti bila itu terbukti terbukti dan melakukan ritual yang seperti itu maka tidak boleh bermakmun di belakangnya karena perbuatan-perbuatan telah ya perbuatan Syirik ya tapi bila mungkin hanya ya tidak sampai ke batasan seperti itu berarti keislamannya masih sah dan seorang yang sah keislamannya masih salatnya sah dan bermakmum sah begitu Kendati mungkin tidak sempurna tapi Bila terbukti saya katakan Bila terbukti dia di sana meminta-minta pada penghuni kubur meyakini bahwa bisa ya menolak mudarat kemudian datangkan manfaat ini adalah keyakinan Syirik yang membatalkan keislaman seseorang hendak boleh bertobat kepada Allah jika tidak bertobat dalam kondisi seperti itu maka naudzubillah dia bila mati dalam kondisi mati dalam keadaan musyrik maka seorang yang dalam keadaan mustik ya tidak boleh bermakmum di belakangnya karena tidak sah salatnya dia musyrik dia harus kembali bertobat kepada Allah Azza wa Jalla dari perbuatan-perbuatan yang seperti itu Nah demikian wallahu baik saat Barakallah fiikum Terima kasih atas Jawabannya Selanjutnya kami akan bacakan dari pesan singkat dari saudara kita yang bertanya dari marlis di Bandung yang sepertinya Assalamualaikum Ustadz berkaitan dengan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagian khatib Jumat di daerah kami Ketika berkhotbah memberikan nada intonasi dengan gaya bertanya kepada jamaah sebagian jamaah ada yang menjawabnya nah Apa hukumnya dalam khutbah Jumat melakukan seperti ini apakah ada akar atau petunjuk dari Rasulullah Wasallam berkaitan dengan hal tersebut silahkan ya terima kasih pertama yang perlu dipahami bahwa tujuan berkhotbah tersebut dalam memberikan nasihat ya agar tentang hukum berbagai yang memberikan tafkhim Mengingatkan untuk ketakwaan kepada Allah kemudian ya tentang mengingatkan tentang syariat Islam secara hukum dan Islam ya mengingatkan pada Allah kepada akhirat kepada kematian dan mengajak pada kebaikan 6 tengkir maulah Nabi SAW memberikan suara yang lantang dan suara yang tegas yang menyampaikan Adapun ya memaksakan diri atau dengan lampu memaksakan untuk berintonasi atau dengan berbagai ya apa namanya itu cara yang mungkin membuat apa namanya itu sebagian dari Jamaah atau intinya adalah berlebihan dalam hal yang seperti itu maka tidak diperbolehkan karena keluar dari tujuan khotbah Tadi khotbah itu adalah mengingatkan ketakwaan kepada Allah mengingatkan kepada kematian kepada akhirat ya Antum mengingatkan dari jangan sampai lalai begitu ya kemudian jika ada suatu kemungkaran di menjelaskan penyimpangannya di masyarakat Jelaskan dengan dalil Jadi butuh 6 kemudian bila ada yang khotir dengan redaksi mungkin intonasi bertanya ya tidak mesti dijawab ya Karena itu adalah jawaban atau pertanyaan yang tidak mau terkadang ya Khatimah bertanya kemudian setelah itu ada jawaban yang langsung dia sampaikan jika hanya sebatas itu tidak ada masalah ya kemudian juga tidak mesti dijau oleh makmum kenapa ya karena di dalam berkhotbah maka makmum atau jamaah diperintahkan untuk mendengar mencermati sampai pun dalam berdoa di penghujung khutbah ya makmum tidak mengaminkan dengan suara keras tidak ya tidak dengan suara keras tapi pun juga dia memainkan dalam hatinya tidak ada masalah tapi dengan bukan dengan bersuara keras sampai terdengar ya dengan di jamaah yang ada di sekitarnya maka dalam hal ini ya dalam hal ini fleksibel saja tidak mesti harus berlebih-lebihan tapi jika ada yang bertanya dari khotib maka makmum tidak menjawab pertanyaan tersebut cukup mendengar nah demikianlah Terima kasih atas Jawabannya selanjutnya akan berikan kesempatan kembali Silahkan di Line telepon 0218236543 halo dengan siapa Di mana ini Assalamualaikum pada hari Jumat saya mendengarkan kajian alangkah lebih baiknya kita bershalawat atas nabi bahkan dianjurkan Apakah memang saya juga belum pernah ketemu hadisnya cuman Saya pernah dengar kajian bahwasanya begitu di hari Jumat kita perbanyak berselawat selama sebanyak 80 kali karena dituturkan ke 80 kali ini ini yang saya kurang paham bahkan sholawatnya itu apakah Allahumma Sholli Ala Muhammad ada juga di situ Allahumma sholli ala Muhammad dengan ganjaran dihapuskan dosa-dosanya selama 80 tahun ini yang saya agak kebingungan mohon penjelasannya semoga bermanfaat bagi anak dan juga bagi ikon yang lain sebagainya terima kasih kepada Pak Hadi di Kisaran Barakallah Barakallah FII dan semoga Allah memberkahi para pemirsa dan juga Para pendengar di mana saja berada tidak dilakukan bahwa hari Jumat adalah hari yang termulia dalam satu pekan pada hari tersebut diciptakan Adam dan juga diturunkan bersama kemudian pada hari tersebut manusia akan terjadi kiamat nahdlim kemudian dan juga dalam ini terdapat perintah khusus dan nabi Alaihissalam memperbanyak shalawat kepadaku pada hari tersebut Nah jadi tidak dilakukan bahwa dalam hadis yang shohih tidak dibatasi 80 kali pada hari Jumat ya tidak dibatasi tidak dibatasi dan juga tidak ada Penjelasan bahwa barang siapa yang membatasi dengan atau membaca 80 kali di hari Jumat maka terhapus dosa 80 tahun Subhanallah kata para ulama diantara indikator yang menjelaskan Kepalsuan sebuah riwayat hadits adalah amalan yang ringan kemudian pahalanya begitu besar 80 tahun berdosa buat dosa terhapus dan hanya berselawat 80 kali hari Jumat dalam hadis satu kali bersholawat pada nabi Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menghapus dosanya sekian banyaknya ya Oleh karena itu jelas ini tidak benar Adapun redaksi bersolawat pada nabi ya sebagaimana kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sesungguhnya Allah dan Malaikat Allah bersalah dan Malaikat bersorak kepada nabi maka orang beriman Wahai orang beriman jadi dalam hal ini Ya dengan redaksi mengucapkan Allahumma sholli wasallim ala Muhammad [Musik] yang redaksi lebih panjang dari ndak ada masalah ya atau dengan Sallallahu Alaihi Wasallam atau dengan salat Ibrahim Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad Ibrahim yang lebih singkat lagi ya Sallallahu Alaihi Wasallam atau dengan ucapannya Allahumma sholli wasallim Muhammad tidak ada masalah Muhammad semua itu telah ya mencakup Apa yang diperintahkan oleh Allah Shallallahu Alaihi Wasallam maka cukuplah dengan seperti itu jangan berlebih-lebihan dalam membuat redaksi-daksi salawat yang kadang mengandung makna-makna yang menyimpang ya kalau kita perhatikan banyak sebagian shalawat yang dibuat-buat yang Bahkan itu masyudi Kelangan sebagai kaum muslimin bila dicermati ada di Sumatera yang menyimpang ya Kenapa kita menggunakan makna-makna redaksi-reksi yang ada makna yang Bila ditinjau lagi itu menyimpang maknanya ya Bahkan jelas juga maknanya Penyimpangan di situ kemudian kita meninggalkan pesawatnya jelas-jelas diajarkan nabi Alaihi sholatu Wassalam ya makanya mencukupkan dia dengan sholawat yang diajarkan nabi dan yang sesuai dengan perintah Allah Shollu Alaihi Wasallam diperbanyak mengucapkannya pada hari Jumat ini dan tidak perlu dibatasi dengan 80 kali sekuat kemampuan kita mempunyai kita berapa mau 100 kali mau 1000 kali ibadah ini dari pagi kita bersama pada nabi sampai sore silahkan tanpa dibatasi ya seperti itu mudah-mudahan bermanfaat wallahu Alaihi Wasallam Terima kasih kami ucapkan atas kesediaan Ustadz untuk kembali menyampaikan pelajaran dan bimbingan yang bernama di kesempatan Jumat pagi hari ini khususnya di tengah kesibukan Ustad di dalam menyampaikan pelajaran atau pengajaran Islam kepada kaum muslim dan muslimat pada umumnya terima kasih kepada pemirsa dan memperhatikan manapun Anda berada atas perhatian anda di kesempatan kali ini Semoga Allah memberikan Taufik dan kemudahan untuk kita bisa memahami pelajaran dan mengamalkannya kami yang bertugas mohon maaf dan pamit undur diri Subhanahu Wa Ta’ala

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *