Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pada kesempatan yang berbahagia kali ini hari Senin tanggal 6 Muharram 1445 Hijriyah atau yang bertepatan dengan tanggal 24 Juli 2023 kita masih kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah SWT sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa kedungwuluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah Azza wa Jalla berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla wa ala Allahumma Amin salat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya Setia mengikuti tuntunannya hingga akhirnya para hadirin dan hadirat sekalian dan juga segenap mendengar serta pemirsa rahimani wa rahimakumullah Alhamdulillah kita bisa kembali melanjutkan pembahasan tentang fiqih pendidikan anak kali ini memasuki serial nomor 174 eh 179 dengan mengangkat tema tidak memisahkan anak dari orang tuanya salah satu prinsip dasar dalam pendidikan anak adalah memahami apa hak anak atas orang tua sehingga orang tua tahu apa kewajiban yang harus dia tunaikan salah satu prinsip dasar mendidik anak adalah memahami apa haknya anak atas orang tuanya sehingga orang tua jadi tahu apa saja kewajiban yang harus dia tunaikan terhadap anak-anaknya Salah satu hak anak atas orang tuanya adalah hak untuk berdekatan hak untuk apa berdekatan berdekatan secara fisik bukan hanya kedekatan dengan komunikasi lewat telepon tapi anak punya hak untuk berdekatan dengan orang tuanya secara fisik Kenapa demikian karena anak-anak terutama anak kecil itu sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari siapa orang tuanya jadi kasih sayang orang tua Itu haknya anak perhatian orang tua itu adalah haknya anak maka ketika hak itu tidak dipenuhi akan mengakibatkan efek-efek negatif dalam perkembangan anak terutama kondisi psikologisnya Kita sedang berbicara tentang kondisi normal bukan sedang berbicara kondisi yang mungkin kadang-kadang terjadi dan itu tidak normal dalam arti jarang terjadi misal ketika ibunya meninggal dunia saat anaknya masih kecil itu kan kondisi jarang kita berbicara kondisi normal Bapak ibunya masih ada masih hidup kok kemudian ibunya atau bapaknya dipisahkan dari siapa dari orang tuanya ini sama saja tidak menunaikan haknya anak berupa apa berupa kedekatan dengan orang tuanya pusat Anaknya ya alhamdulillah nangis tapi kan nggak lama seminggu kemudian sudah ceria lagi kita tidak tahu cerianya anak itu karena terpaksa sehingga dia itu memendam perasaan kecewa di dalam hatinya atau tidak berapa kali kita bertemu kami bertemu dengan para orang tua yang mengeluhkan anak ini kok perilakunya jadi kayak gini padahal saat masih kecil itu kelihatan nurut manut kepada Mbahnya tapi begitu besar dikit kenapa anak ini jadi pola seperti ini suka melawan suka protes ada apa ternyata dalam beberapa kasus ketika kami mendalami lebih lanjut keluhan-keluhan tadi ternyata anak ini saat kecil sudah dipisahkan dari siapa orang tuanya sehingga luka di masa kecil itu dipendam dipendam dipendam dan saat dia masih kecil belum mampu untuk melampiaskannya saat dia besar baru dialambiaskan luka tersebut dalam perilaku-perilaku yang negatif maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini Hasan sedangkan Syekh Albani menyatakan hadis ini Hasan kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam manfaat Barang siapa yang memisahkan antara anak dengan ibunya disebutkan Ibu karena memang kebutuhan atau kebutuhan anak kepada ibu anak kecil kepada ibu itu lebih lebih besar dibandingkan kebutuhan anak kecil kepada Siapa bapaknya soalnya bapaknya juga bisa nyusul tetap berbeda antara susu sambung dengan susu asli tetap berbeda karena ketika anak nyusu kepada ibunya itu bukan sekedar dia mendapatkan asupan gizi tapi dia juga bisa merasakan Kapan kasih sayangnya Siapa ibu yang itu tidak ada dalam [Tertawa] sehingga sekali itu ketika anak saya yang nomor 4 itu lahir kemudian harus dimasukkan dalam inkubator karena layarnya prematur itu termasuk penghuni paling lama di ruang perina karena masuk inkubator Kalau nggak salah 2 bulan atau lebih Walaupun dia dimasukkan ke dalam inkubator karena belum saatnya keluar tapi sudah harus keluar tapi tetep dalam sehari itu harus ada waktu anak itu di dekat oleh siapa ibunya [Musik] Jadi kalau boleh saya katakan inkubator itu adalah tiruan ruang tiruan buat anak seakan-akan kayak di dalam perut siapa ibunya jadi ahli kesehatan para dokter para pakar kesehatan membuat sebuah ruang membuat sebuah ruang kecil ya kayak kotak gitu ya yang di ruang itu dibikin suhunya kira-kira mirip ketika anak itu berada di dalam perut ibunya ia berhasil Alhamdulillah banyak yang berhasil karena anak itu kan harusnya keluarnya umur berapa 9 bulan karena satu dan lain hal prematur berarti harus keluar di umur ada yang 7 bulan ada yang 8 bulan berarti kan harusnya masih di perut ibunya berapa bulan lagi 2 bulan lagi sudah dikeluarin maka diciptakanlah ruangan tiruan dari kandungan Iya dia bisa meniru suhunya tapi tidak bisa meniru detak jantungnya nggak bisa meniru kasih sayangnya Karena bagaimanapun juga inkubator itu benda mati apa benda hidup benda mati maka dalam sehari ada berapa menit ada berapa jam anak itu harus dipangku di dekat sama ibunya supaya merasakan detak jantungnya siapa ibunya merasakan kehangatan ibunya jadi disebutkan Ibu di sini dalam hadis ini barang siapa yang memisahkan antara ibu dan anaknya disebutkan Ibu di sini secara khusus karena Ibu itu memang kebutuhan anak kepada ibu itu lebih besar anak kecil dibandingkan kebutuhannya kepada Siapa bapaknya barangsiapa yang memisahkan antara ibu dan anaknya soroqollah maka Allah akan hukum orang yang memisahkan itu dengan cara Allah pisahkan orang tersebut dengan manusia-manusia yang dicintainya pada hari kiamat naudzubillahimin siapa sekarang di dunia ini bapak ibu siapa lagi anak siapa lagi suami gitu loh bu suaminya istrinya itu kan orang-orang yang kita cintai bayangkan di hari kiamat nanti orang yang memisahkan antara anak dengan ibunya akan dipisahkan oleh Allah antara dia dengan orang-orang yang disayanginya naudzubillahmin dari pagi sampai kapan Bu sampai sore sing lebih parah maning istrinya kemudian anaknya ditinggal di rumah [Musik] siapa Bu yang kerja Bu Ibunya atau bapaknya harusnya bapak dipisahkan antara ibu dengan anaknya padahal anak ini lagi butuh butuhnya mendapatkan kasih sayang dari ibunya dari orang tua Ustaz tapi kan ini demi masa depan anak Ibu ini bekerja Kan demi masa depan anaknya biar anak bisa sekolah yang setinggi-tingginya loh kalau anak ini nggak punya Pondasi yang kuat nggak mendapatkan kasih sayang dari ibunya Bagaimana mungkin dia akan kokoh belajar sampai jenjang yang setinggi-tingginya nomor satu yang dibutuhkan oleh anak adalah kasih sayang kasih sayang dari orang tuanya berarti ini adalah dalilnya yang menunjukkan bahwa anak tidak boleh dipisahkan dari siapa Dari orang tuanya apalagi anak itu masih kecil kalau anak itu mau di pondok kan Bagaimana Ustaz yang namanya anak di pondokkan itu kan berarti pisah napa berarti ya bisa Bagaimana Ustaz boleh nggak anak itu di pondokkan sekarang kan kita melihat sekolah-sekolah di luar sini ya itu mengerikan ustad pergaulannya kita khawatir anak-anak kita nanti rusak kalau nggak di pondokkan tapi di waktu yang sama kalau di pondokkan berarti akan memisahkan anak dengan siapa dengan orang tuanya itu bagaimana apakah masih bisa ditoleri dengan tujuan pendidikan kalau tadi kan tujuan mencari nafkah jadi tujuannya adalah pendidikan anak Bagaimana Ustaz boleh atau tidak maka jawabannya adalah boleh tapi nunggu anaknya nunggu anaknya balik ya kira-kira kalau umuran sekarang di negeri kita ya ketika anak itu sudah seumuran SMP ya nyari gampangnya jadi balik itu kan bukan ditandai tamat SMP atau bukan tamat SD ya umur balik anak balik itu ditandai dari kalau perempuan sudah sudah haid ya kalau anak laki-laki sudah mimpi basah itu aturan fiqihnya seperti itu cuman untuk menggampangkan saja dan gampang bae anak SD berarti anak tamat SD berarti umur berapa ya kira-kira ya 12 kayaknya sih anak 12 tahun sekarang sudah pada balik semakin ke sini itu baliknya tambah cepet ya karena faktor makanan faktor tontonan faktor pergaulan akhirnya semakin ke sini anak itu semakin cepat balik berarti kalau akan di pondokkan maka pondokkanlah anak itu setelah balik setelah opo balik nanti kita akan Jelaskan kenapa nunggu balik dalilnya adalah Kenapa kok nunggu sampai balik dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam ad-darah dan sanadnya dinilai Shahih oleh Imam Al Hakim kata ibadah Ibnu samit radhiyallahu Anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang anak dipisahkan dari ibunya Rasulullah SAW melarang anak dipisahkan dari siapa ibunya Shakila begitu para sahabat mendengar larangan tersebut maka ada yang bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Ya Rasulullah maksudnya Sampai kapan apanya nggak boleh dipisahnya itu sampai umur berapa anak ndak boleh dipisahkan dari ibunya itu sampai kapan qolak Nabi SAW kata Nabi Shallallahu alaihi wasallam sampai anak itu balik kalau laki-laki atau sampai anak perempuan itu datang bulan kalau itu perempuan alias kalau sudah balik maka setelah itu boleh anak itu dipisah boleh anak itu dipisah Ustadz hadis ini tuh lagi ngomongin apa sih sebenarnya hadis ini aslinya itu lagi ngomongin masalah Apa itu Havana itu adalah pengasuhan anak ketika suami istri cerai ketika suami istri cerai anak ini diasuh oleh siapa oleh ibunya atau oleh bapaknya jadi hadis ini aslinya lagi membahas tentang masalah pengasuhan anak akan tetapi hadis ini juga mengandung pelajaran tadi yang saya sampaikan bahwa anak boleh dipisahkan dari orang tuanya kapan Bu ketika anaknya sudah balik Kenapa kok nunggu balik karena biasanya anak yang belum balik kemandiriannya belum [Musik] belum terbangun [Musik] maka Pringsewu ada sebagian orang tua yang mungkin semangat sekali pengen anaknya ini Belajar Alquran sejak dini mempelajari ajaran Islam sejak dini bagus semangatnya akan tetapi kemudian saking semangatnya anak baru SD sudah di pondok jadi anak baru umur 6 tahun atau baru umur berapa 7 tahun sudah di pondok dan yang lebih tragisnya adalah selama di pondokkan itu ndak pernah di tengok waduh sehingga betul-betul kehilangan kasih sayang dari siapa orang tua kan di pondok kan ada ada pengawasnya kalau istilah pesantrennya ada musyriknya ada bagian kesatriannya Iya bagian Pesantren itu berapa orang misalnya kalau rasionya anak 20 misal 20 anak pengasuhnya cuma satu berarti kan rasio 1 ngurusin berapa 20 coba bandingkan Bu kalau di rumah berarti satu anak diurusi berapa orang dua orang siapa Bapak dan ibunya belum Kalau punya Mamas Mamas ya Katakanlah Dia belum punya Mamas belum punya kakak cuma anak tunggal baru anak tunggal maka satu anak diurus oleh dua orang kalau di pondok 20 anak diurus satu orang maksimal mungkin ya ini kejadian nyata ada seorang yang pernah ditugasi jadi musyrik jadi pengasuh anak-anak kecil kayak gitu yang di pondokkan beliau cerita ada satu anak ada satu anak masih kecil umur SD bajunya kotor [Musik] maka dipanggil sama musyrif ini kamu ini bajunya dicuci apa nggak toh karena di pondok itu anak-anak disuruh nyuci sendiri nggak ada laundry-nya disuruh nyuci sendiri ditanya Sini nak kamu ini bajumu kok kotor banget kamu cuci nggak sih dicuci rutin coba-coba Kok bisa sudah dicuci kok masih kotor kayak gini coba Ustad pengen tahu Kamu nyucinya gimana ini kan caranya diambil ya ember terus dituangkan diterjen ya terus dimasukkan air di apa namanya diaduk ya diaduk airnya campur dengan deterjen Terus bajunya dimasukin terus habis itu kamu apain Ya sudah setelah direndam terus dijemur jadi baju yang masih bersabun belum diapain belum di boro-boro dibilas dikucek aja belum setelah dikucek kan harusnya diapain Bu dibilas baru dijemur anak itu nggak tahu caranya nyuci baju jadi selama berbulan-bulan bertahun-tahun bajunya Ya seperti itu makanya kotor satu contoh Bagaimana anak itu ketika belum Mandiri sudah dimasukkan ke contoh yang lain nyata juga ini juga diceritakan oleh orang yang salah satu Ustadz yang pernah ditugasi jadi apa namanya pengawas anak-anak kecil ada salah satu santri anak kecil itu di kelas garuk-garuk di masjid garuk-garuk ada laki-laki Wah ini Ada apa ini kayaknya ini ada sesuatunya apa sesuatunya Bu cuma ada kutunya karena sudah terlampau susah untuk di petani akhirnya Apa yang dilakukan gundul [Musik] apa yang terjadi Bu ketika di gundul kata Ustaz itu saya menemukan bukan puluhan kutu ratusan Kutuh bayangkan itu baru dua cerita ya dan Masih Mungkin banyak cerita-cerita yang lain jadi anak seumuran SD itu belum saatnya untuk diapakan untuk di pondok kira-kira yo idealnya itu anak sudah tamat SD baru di pondokkan Ustaz tapi anak Saya tamat SD belum Mandiri Lho berarti tugas orang tua kalau pengen anaknya di pondokkan berarti sejak dini sudah dilatih untuk Mandiri Mandi sendiri jadi perlu ada program program apa anak diajari mandi sendiri setelah selesai anak diajari nyuci sendiri setelah itu diajari anak ngelipet baju sendiri setelah itu diajarin anak untuk tepat waktu dalam makan jadi di pondok itu makan itu tidak semau sendiri nggak kayak di mana di rumah kalau di rumah makan jam 10 mau makan jam 9 makan jam 10.00 ada nasi ada laut di pondok enggak bisa gitu di pondok itu makan di jadwal Pagi misalnya makan pagi jam berapa 6 sampai 7 misalnya habis dzuhur sampai jam setengah dua misalnya nanti makan malam bisa sebelum maghrib bisa habis maghrib bisa habis Isya dibatasi misalnya sampai jam 8 Lha kalau dia mau makan setelah itu setelah jadi itu berarti dia nggak akan dapet wong sudah habis dapurnya sudah di apa sudah ditutup itu bagian dari pendidikan kedisiplinan dan kedisiplinan makan itu menguntungkan atau merugikan Apa untungnya Iya tepat waktu keuntungannya apa Iya jadi Apa untungnya sehat karena apa Karena perut teratur jadi tahu kapan dia menggiling makanan kapan dia beristirahat sehingga rata-rata anak-anak yang sering ada gangguan pencernaan biar rata-rata anak sing makannya sekarang maunya makan jajan nanti kebanyakan jajan waktunya makan ndak mau sudah kenyang gara-gara itu akhirnya nggak di pondok ini betul-betul didisiplin karena anak kalau mau di pondokkan sejak SD dia sudah dilatih nak nih makan jam segini sekian pagi nanti siang makan jam sekian malam makan jam sekian dibiasakan sehingga saat anak masuk Pondok dia tidak kaget baik berarti anak mulai di pondok kan kapan setelah balik setelah balik lah Ustaz kalau belum balik bagaimana kalau belum balik ya di sekolah kan di sekolahan yang dekat dengan rumah resiko resiko kalau jadi orang tua ya salah satu resikonya anak diantar jemput ke sekolah bisa saya nggak mau antar jemput ya sudah bikin homeschooling bikin home schooling jenengan bisa ngajar apa nggak punya kemampuan untuk itu atau tidak punya waktu untuk itu atau tidak jadi ada kemampuan ada kesempatan ada orang punya kemampuan tapi nggak punya kesempatan ada orang punya kesempatan tapi nggak punya kemampuan ada orang nggak punya kemampuan dan tidak punya kesempatan Ya udah di sekolahkan di sekolah yang dekat dengan rumah cuman ada cumannya ini ketika kita memasukkan anak ke sekolah dan itu sekolah yang dekat dengan rumah maka di situ kita harus selektif selektif untuk apa selektif untuk memilih sekolah Jangan sampai kita memilih sekolah yang menganak dirikan pelajaran agama ada nggak sekolah yang anak didirikan pelajaran agama banyak mempelajaran agama cuma dikasih berapa jam 2 jam seminggu Anak Tiri temenan pelajaran agama sebagai basic sebagai dasar pendidikan anak kita harus di nomor Satukan harus di nomor Satukan ilmu-ilmu yang lainnya Insyaallah bisa dikejar tapi pondasinya adalah pelajaran agama yang Insyaallah akan sangat membantu membangun karakter anak ya aqidahnya ya akhlaknya ya ibadahnya ya kepribadiannya itu harus di nomor Satukan Cukup nggak cukup setelah anak di sekolah kan di sekolahan pilihan yang memprioritaskan pelajaran agama orang tua harus terus mengawasi anak tersebut karena bisa jadi sekolah hanya baik akan tetapi pergaulan di luarnya tidak baik maka Orang tua harus mengawasi sampai saatnya nanti anak itu sudah bisa di pondokkan ini adalah materi yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini masih sisa beberapa menit kalau ada pertanyaan silahkan bisa disampaikan terima kasih assalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam Bagaimana kalau anak terpisahkan karena perceraian dan anak dibawa oleh ayahnya karena ibunya memiliki sifat yang kurang baik ini berarti kondisi yang [Musik] tidak normal kondisi yang tidak normal kalau memang kondisinya seperti tadi itu ibunya perilakunya nggak baik ya Bahkan nggak perhatian dengan pendidikan anaknya hari-harinya sibuk mainan mainan apa Bu mainan hp anake nangis kalau orang tuanya ibunya dalam kondisi seperti itu maka tidak masalah maka tidak masalah nanti diikutkan sama bapaknya syukur-syukur bapaknya segera mencari ibu yang baru ya segera mencari ibu yang baru karena sudah cerai kalau laki-laki itu ndak ada masa iddah kalau perempuan ada masa iddah Kenapa Ustaz kok laki-laki nggak ada masa iddah perempuan ada masa iddah Kenapa Bu karena perempuan hamil laki-laki nggak hamil bahkan nggak perlu masa iddah maka si suami ini supaya anaknya bisa segera mendapatkan perhatian maksimal segera menikah tapi ketika menikah itu cari wanita yang penyayang cari wanita yang penyayang karena kadang-kadang ada seorang wanita karena saking mudanya saking mudanya sampai dia itu masih kekanak-kanakan apa saking kecilnya ya Jangan Kalau Anda barunya maka cari Ibu yang dewasa subhanallah Bu saya lupa ada seorang sahabat Nabi SAW Kalau nggak salah namanya Jabir atau jarir saya lupa antara dua sahabatnya istrinya meninggal istrinya meninggal atau cerai pokoknya pisah lah entah istrinya meninggal atau cerai meninggalkan anak yang masih kecil-kecil meninggalkan anak yang masih kecil-kecil ya namanya bapak itu kan yo Nggak setelah ten siapa itu walaupun secara fisik kuat tapi ketelatenan jelas kalah dengan siapa ibu akhirnya karena dia tahu persis kondisi itu maka dia pun segera menikah kembali segera menikah kembali ketemu sama Rasul saw orang habis nikah itu kelihatan ceria maka kemudian ditanya baru nikah Iya Rasul saya baru nikah Alhamdulillah setelah didoakan sama Nabi SAW terus ditanya kamu nikah dengan janda apa nikah dengan perawan kata sahabat tersebut saya nikah dengan janda Loh kenapa nikah sama janda Kenapa nggak sama perawan saja karena kalau kamu nikah dengan perawan akan lebih lebih nyaman buat kamu sendiri dan buat wanita itu kata si Jabir atau jarir Ya Rasulullah di rumah saya banyak anak-anak kecil Saya membutuhkan sosok ibu yang dewasa yang bisa merawat anak-anak kecil tersebut Masya Allah itu suami yang pengorbanan demi Siapa Demi anak-anaknya Jadi kalau njenengan punya anak masih kecil cerai dari istri atau istri meninggal dunia maka Carilah wanita yang dewasa Saya tidak mengatakan harus janda tidak kalau ada perawan tapi perawan yang dewasa yang keibuan keibuan itu maksudnya dia bisa ngerawat anak dandan ya nggak mesti Wong Sing pinter dandan itu pinter merawat anak nya kurang apa kurang ngejreng ndak apa-apa bersolek apalagi buat suami ya bersolek itu buat jadi nah saya saya nggak papa kalau kondisinya seperti tadi tapi segera Anda menikah agar anak itu bisa segera mendapatkan Ibu baru yang bisa memberikan kasih sayang ya silakan Terima kasih pertanyaan berikutnya Ustadz saya dikaruniai anak tunggal yang Alhamdulillah sekarang sudah berusia SMA dan kami berencana setelah lulus SMA untuk memondokkan anak tersebut Namun jawaban dari anak biarpun tidak mondok yang penting ikut kajian rutin dan katanya tidak mau jauh dari orang tua Alhamdulillah memang anak kami sejak kecil sudah diajak ikut kajian rutin pertanyaannya bagaimana solusinya Ustadz agar anak kami mau mondok jasamullah Khairan solusinya anak dijelaskan bahwa ikut kajian dengan mondok itu beda beda dari sisi Apa beda dari sisi kualitas pembelajarannya yang namanya mondok itu belajarnya tersistem belajarnya karena apa tersistem dan belajarnya rutin belajarnya rugi kalau di pondok itu kalau di Tunas Ilmu misalnya memang untuk dewasa ya untuk tamatan SMA itu jam 7 sudah masuk nanti dzuhur istirahat Nanti sore ada kegiatan ba’da maghrib ada kegiatan pada Isya ada kegiatan nanti ibadah subuh udah kegiatan lagi jadi betul-betul full untuk apa untuk belajar nggak lama kok paling cuma 3 tahun kemudian setelah itu 1 tahun ngajar untuk pemantapan untuk pematangan jadi belajar ilmu agama melalui pesantren dengan belajar ilmu agama lewat pengajian itu berbeda kualitasnya ini Sadarkan kepada anak Sadarkan juga kepada anak bahwa yang dibutuhkan oleh anak itu bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan tapi kemandirian kalau anaknya itu anak laki-laki maka dia harus siap untuk menjadi pemimpin buat siapa istri dan anak-anaknya jangan sampai calon bapak itu keibuan apa ya masih manja anak Mami ya jadi jelas kan sama anak kamu tuh perlu Mandiri nak kalau dulu ya orang dulu itu memberikan perumpamaan antara ayam kampung dengan ayam ayam negeri ayam kampung sama ayam negeri ayam kampung dengan ayam negeri mahal mana ayam kampung Kenapa karena dia lebih biasanya relatif lebih sehat lebih kokoh dagingnya juga lebih enak kenapa karena dia itu Mandiri ayam kampung itu Mandiri pagi dikeluarkan dia cari makan ke sana kemari lebih tahan dengan cuaca ya lebih kreatif untuk mencari makanan beda dengan ayam Negeri Ayam lehor ayam lehor itu kurma turu manga turu mangap turu jadi dia itu nggak ada tantangan untuk mencari apa makanan sendiri sehingga harganya wajar lebih murah daripada ayam kampung jadi anak ini perlu untuk latihan Merantau latihan Merantau latihan pisah dengan bapak dan ibunya harapannya anak ini lebih tangguh ketika menghadapi ujian-ujian hidup kemandirian yang kedua sosial kemasyarakatan sosial kemasyarakatan di pondok itu akan dilatih untuk ketemu dengan begitu banyak jenis manusia dari suku yang berbeda-beda dari karakter yang berbeda-beda sehingga mau tidak mau anak harus Survive untuk menyesuaikan cara berinteraksi dengan komunitas baru dan ini penting sebagai bekal anak Nanti kalau dia sudah berumah tangga dan harus pisah dari ibunya dari bapaknya ini adalah sosial kemasyarakatan keuntungan yang lainnya kalau mondok apa anak jadi Terlatih untuk mencari solusi sendiri tidak selalu apa-apa tanya kepada siapa ibunya tanya kepada Bapaknya mau tidak mau ketika di pesantren anak akan menghadapi masalah-masalah masalah dengan temannya masalah dengan peraturan Pondok masalah dengan ustad akhirnya dia dilatih untuk berpikir mencari solusi dari masalah-masalah yang dihadapi [Musik] ini kembali lagi kepada kemandirian tadi oke Ini solusi pertama memberikan penyadaran kepada anak solusi yang berikutnya anak enggak mau mondok jauh-jauh dari orang tuanya ya sudah carikan Pondok yang deket deket itu ya bukan nggak mesti satu desa pondokan ke beda Kabupaten misalnya kan masih terjangkau orang tua masih bisa jenguk jadi itu salah satu solusinya mudah-mudahan bermanfaat udah habis ya waktunya mudah-mudahan bermanfaat apa yang kita pelajari terima kasih atas perhatiannya menetas segala kepunahannya kita akhiri dengan doa kafaratul majelis Subhanallah Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Fiqih Pendidikan Anak No: 179
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply