akan hadirkan ke layar kaca Anda semoga kalian bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam kajian Islam sebagai orang yang paling alim atau yang paling pintar yang pernah beliau temui di seluruh dunia Islam bahkan Al hafizzi rahimahullah ta’ala pernah mengatakan bahwasanya tidak pernah terlihat ada orang atau tokoh sekaligus Ibnu Taimiyah sejak 400 tahun kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja Alhamdulillah segala puji bagi Allah sholawat dan salam Semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarga beliau dan segenap sahabatnya dan orang-orang yang meniti sunnahnya dan alhamdulillah di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu dengan kajian ilmiah dalam pembahasan salah satu risalah atau kitab yang sangat bermanfaat dari Kitab yang ditulis oleh Islam dari stdi Jember dan Alhamdulillah kita telah terhubung bersama beliau dan kita berikan kesempatan bagi para pendengar untuk soal jawab dalam pembahasan ini anda bisa menyampaikan pertanyaan terkait dengan pembahasan tentunya telepon 0218236543 pertanyaan via chat WhatsApp di 08 1989 6543 langsung sudah kita mulai pembahasan dan kajian di sore hari ini dan kepada ustadzah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kembali kita memanjatkan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat Taufik anugerah dan pilihannya sehingga Pada kesempatan kali ini hati kita kembali bergerak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam bentuk tholabul Ilmi mendalami agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui kitab yang kita telah memulai mengkajinya bersama sejak beberapa bulan terakhir yakni kitab Al wasiyah kecil karya syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim Ibnu zainiyah rahimahullah yang wafat pada tahun 728 Hijriyah pada sesi yang ke-8 kita telah memulai bersama penjelasan tentang jawaban Ibnu Taimiyah untuk pertanyaan tentang Apakah amalan yang paling utama untuk dikerjakan setelah amalan-amalan fardhu atau yang wajib menjelaskan bahwasanya jawaban untuk pertanyaan ini berbeda dari orang ke orang berdasarkan kemampuan mereka berdasarkan kondisi mereka Maka tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga memberikan jawaban yang berbeda-beda kepada para sahabat yang bertanya beliau yang bertanya kepada beliau jadi ada yang dijawab salat pada awal waktu ada yang jawab Lailahaillallah ada yang dijawab jihad di jalan Allah dan berbagi jawaban yang lain namun Beliau juga menjelaskan bahwasanya diantara jawaban yang hampir disepakati oleh para ulama adalah bahwasanya amalan terbaik setelah yang fardhu adalah dzikir yakni mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala Dan ini juga yang telah dinus oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits shahih dari beliau bahwasanya amalan yang lebih daripada menginfakkan emas dan perak lebih daripada berjihad di jalan Allah juga yang paling suci di sisi allah subhanahu wa ta’ala dan paling mengangkat derajat adalah berdzikir memuji dan menyebut atau memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingat dan memuji atau menyebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan pada sesi yang lalu pada khalafah Nomor 8 kita juga sudah bahas tentang waktunya seperti dzikir pagi dan sore Kemudian dzikir sebelum tidur dan saat bangun tidur juga dzikir setelah sholat fardhu nah pada sesi yang kesembilan ini ini adalah halaqah kita yang nomor 9 dari kajian kitab ini kita akan mengkaji tentang dzikir-zikir yang muqoid dzikir-zikir yang terkait dengan amalan-amalan tertentu atau kondisi-kondisi tertentu dan juga ada waktu yang masih tersesat kita bisa juga berpindah kepada al-azhar al-mut berpikir yang tidak terikat tidak terkait Tapi dia bisa diucapkan kapan saja dalam kondisi apa saja jadi Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala menyebutkan ada tiga macam dzikir yang pertama muakkatah yang ditentukan waktunya yang kedua adalah yang terkait dengan amalan atau kondisi tertentu sedangkan yang ketiga adalah mutlak yang tidak terkait atau terikat dengan waktu atau kondisi sebagai ulama membagi dzikir menjadi dua saja mutlaqah dan muqayyadah mutlak adalah yang bebas tidak terikat sedangkan adalah yang terikat atau terkait dengan waktu atau kondisi atau amalan ini adalah pembagian yang dilakukan oleh para ulama ya Jadi kadang-kadang ada perbedaan dalam mengklasifikasi ini sesuatu yang wajar kadang-kadang ada yang membaginya menjadi dua kadang-kadang membaginya menjadi 3 tapi maknanya sama maknanya mereka tidak berselisih yang beda adalah cara mengklasifikasi saja walhamdulillah jadi jenis yang kedua menurut klasifikasi adalah Ibnu Taimiyah maka beliau mengatakan yang paling utama adalah mengingat Allah dan memujinya dengan dzikir yang muqayyadah yaitu yang terkait atau dikaitkan dengan amalan-amalan atau kondisi-kondisi tertentu seperti yang kita biasa ucapkan saat makan dan minum apa yang kita ucapkan saat kita makan atau minum yang kita ucapkan adalah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Umar bin Abi Salamah sebagaimana diriwayatkan oleh al-bukhari dan Muslim bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada Umar bin Abi Salamah radhiyallahu anhu ucapkan Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa yang dekat darimu ini adalah ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk sahabat Umar bin Abi Salamah radhiyallahu anhu di sini beliau mengatakan samillah terjemahan tapi yang dimaksud beliau adalah mengucapkan Bismillah dan ini sudah dikenal di kalangan ahli bahasa dikenal para ulama syariat bahwasanya atau menyebut nama Allah maksudnya adalah Bismillah bukan menyebut nama Allah dengan dzikir yang lain jadi jangan kita memahami Oh berarti menyebut asma Allah apa saja bisa al-jabbar bisa Al Karim Al Mannan tidak tidak seperti itu maksudnya ini maksud dengan samilah atau tasmiyah adalah mengucapkan bismillah maka dzikir yang Shahih yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat kita akan makan atau minum adalah mengucapkan Bismillah difikasikan lagi oleh hadis Aisyah radhiyallahu Anhu oleh Aisyah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud rahimahullah bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda adalah Jika seorang diantara kalian makan suatu makanan hendaklah dia mengucapkan Bismillah Ini sama redaksinya juga adalah dia menyebut asma Allah tapi yang dimaksud dengan menyebut asma Allah atau tasbih adalah mengucapkan Bismillah dan pada hadis riwayat Aisyah ini ada tambahan faedah di mana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menambahkan di akhir hadis hukum dan jika seorang diantara kalian lupa untuk mengucapkan bismillah di awal makan atau minumnya hendaklah dia mengucapkan Bismillahi ala alihi wa akhiri bismillah pada awalnya dan pada akhirnya nah ini adalah tambahan faedah alangkah baiknya kalau kita memulai makan dan minum kita dengan mengucapkan bismillah tapi kalau kita lupa Dan ini juga kadang-kadang terjadi pada seorang muslim maka sunnahnya adalah mengucapkan bismillah saat kita ingat hal tersebut di tengah-tengah makan atau minum kita dan dalam salah satu riwayat yang lain pada awalnya dan akhirnya nah ini adalah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jadi ucapkan bismillah Kalau lupa di tengah-tengah makan atau minum kita mengucapkan ada sebuah dzikir yang juga masyhur di kalangan masyarakat Indonesia di kalangan umat Islam di Indonesia yaitu allahumma bariklana Fima rozaktana Ya Allah berikanlah kami Barokah pada makanan yang telah engkau rezekikan kepada kami Allah memabarkan dari api neraka lindungi kami dari azab neraka nah ini adalah yang saya baca memang ada diriwayatkan oleh Al Imam Nawawi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Jika seorang diantara kalian makan suatu makanan hendaknya dia mengucapkan Allahumma Ya Allah berkahilah untuk kami makanan ini dan berikanlah kami ganti yang lebih baik nah ini adalah render jadi yang Saya pernah baca sejauh yang saya pelajari memang ada riwayat dalam Sunan Abi Dawud dan juga Sunan tirmili tapi redaksinya tidak seperti redaksi yang masyhur di kalangan masyarakat kita Allahumma tapi Allahumma bariklananya dihukum Dhaif oleh para ulama hadis redaksi yang masyhur di masyarakat kita itu dari mana Saya tidak menemukan ada hadis yang mendasari redaksi ini atau lafadz zikir yang masyhur ini namun dia jenisbatkan kepada Ibnu Abdul bar ini kebiasaan beliau adalah mengucapkan bismillah di awal makan seperti yang dijelaskan dalam hadis Aisyah juga dalam hadis Umar bin Abi Salamah Tapi beliau mengucapkan Allah mengucapkan allahumma bariklana ini justru ketika selesai makan jadi ini yang ditakrir oleh Ibnu Abdul bar salah satu ulama hadis dari kalangan mazhab Maliki jadi inilah kedudukan dzikir yang masyhur di masyarakat kita Allahumma bariklana Fima rozaktana jadi yang di Abu Daud dan tirmili redaksinya tidak sama persis seperti itu tapi Allahumma tapi ini pun sanadnya lemah oleh para ulama dihukumilah oleh para ulama hadis dan yang di takdir oleh Ibnu Abdul bar rahimahullah ta’ala ini saya belum menemukan ada di Kitab Hadis yang mana Allahu ta’ala maka yang lebih yakin yang jelas shahihnya adalah mengucapkan bismillah saat kita akan makan Adapun setelah makan maka sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah juga Al Imam Ahmad bahwasanya berikutnya setelah makan adalah Alhamdulillah dzikir yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka mengamalkan dzikir yang shahih yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah bentuk kehati-hatian bagi seorang muslim jadi ini contoh yang pertama contoh untuk dzikir yang muqayyad jadi apa yang kita ucapkan saat kita akan makan dan juga setelah kita makan atau minum kemudian Syekh Islam memakai pakaian apa yang kita ucapkan saat kita memakai pakaian salah satu dzikir yang masyhur adalah mengucapkan Alhamdulillah Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya pakaian ini dan memberikannya sebagai rezeki tanpa ada daya dan kekuatan dari saya ini makna dzikir ini sebuah pengakuan bahwasanya nikmat pakaian dari Allah subhanahu wa ta’ala dan kita adalah hamba yang lemah yang tidak punya daya dan kekuatan kecuali dengan izin dari Allah subhanahu wa ta’ala Alhamdulillah dan sanadnya adalah sanad yang disebutkan [Musik] hadits ini juga menunjukkan keutamaan orang yang mengucapkan dzikir ini ya ini bahwasanya dosanya akan diampuni baik yang telah lalu maupun yang akan datang Allahu akbar Ini adalah sebuah dzikir yang sederhana ringkas tapi keutamaannya luar biasa jadi bisa menggugurkan dosa-dosa kita maka jangan kita mengabaikan zikir-zikir seperti ini barangkali banyak dari kita yang sudah pernah mendengar sebelumnya bahkan mungkin sudah hafal juga banyak juga yang masih terbiasa untuk mengamalkannya namun ada sebagian dari kita yang mungkin sudah lama tidak mengamalkannya maka kajian ini adalah sebagai pengingat untuk kita semuanya kita ingat lagi kita lihat shahihnya apakah layak untuk dijadikan landasan hukum atau tidak landasan beramal atau tidak kemudian kalau ada contohnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka kita segera mengamalkannya dan kalau kita mungkin barangkali untuk beberapa waktu lalu tidak mengamalkannya Ayo kita amalkan lagi karena inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan kita selalu mengaku cinta kepada beliau maka dalam kondisi-kondisi seperti ini kita diuji tentang kecintaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala apalagi sebagian amalan dan dzikir yang disebutkan memiliki keutamaan menggugurkan dosa dan yang lain seperti dan Sebagai tambahan untuk kaidah bahwasanya keutamaan yang sama juga didapatkan bagi mereka yang mengucapkan Alhamdulillah ini juga memiliki keutamaan yang sama diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang dengan dzikir yang sederhana yang kita ucapkan saat kita sudah selesai makan jadi saat selesai makan kita mengucapkan Alhamdulillah dan saat kita memakai pakaian kita mengucapkan Alhamdulillah mirip redaksinya yang beda adalah kondisinya kapan diucapkan dan keutamaannya juga sama-sama besar Alhamdulillah selain dzikir ini ada juga dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Sa’id al-khudri radhiyallahu anhu bahwasannya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jika beliau memakai suatu pakaian maka beliau menyebutkan namanya maksudnya menyebutkan namanya dalam doa atau zikir yang beliau ucapkan baik itu sorban ataupun gamis ataupun Rida gamis adalah pakaian yang di zaman kita kita kenal sebagaian yang menutup badan dari atas sampai bawah jadi yang Terusan yang biasa dipakai kaum pria itu namanya adalah yang dalam istilah hadis-hadis Rasulullah SAW disebut sebagai komis atau gamis sedangkan Rida adalah pakaian yang menutupi bagian atas baik berupa kaos atau hem atau jaket atau yang semacamnya ini disebut sebagai Rida yang menutupi bagian atas badan kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Menyebutkan jenis pakaiannya saat beliau mengucapkan dzikir yang beliau ajarkan yaitu apa Allahumma lakal Ya Allah segala puji bagimu engkau yang memberikan pakaian maksudnya atau kita memberikan kepadaku sorban ini antar memberikan kepadaku pakaian yang dipakai di bagian atas ini jadi Nabi Muhammad menyebutkan nama pakaiannya bersama dzikir yang beliau ajarkan jadi redaksi zikirnya akan berbeda tergantung pakaian yang kita pakai nah ini yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat Abu Dawud dan tirmili kemudian di akhir hadist nabi Muhammad SAW juga berdoa untuk bisa mendapatkan kebaikan pakaian tersebut dengan mengatakan Ya Allah aku meminta kebaikannya dan kebaikan perkara yang pakaian ini dibuat untuknya dipakai untuk apa dipakai untuk melindungi dari panas melindungi dari dingin dipakai untuk salat dipakai untuk berhias saat kita menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kita meminta juga kebaikan perkara-perkara itu yang pakaian yang kita pakai ini diciptakan atau dibuat untuknya dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan perkara yang ia dibuat untuknya jadi inilah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau dzikir yang kedua yang beliau Contohkan saat seseorang memakai pakaiannya Allahumma Khairan ini adalah redaksi yang kedua dari zikir yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat kita berpakaian contoh yang ketiga untuk dzikir yang muqayyad adalah dzikir yang diucapkan saat seseorang bersenggama atau berhubungan intim Masya Allah Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan segala sesuatu bahkan saat seseorang bersenggama atau berhubungan intim dengan pasangannya ada dzikir yang diajarkan di situ yang selayaknya setiap muslim mengetahuinya kemudian mengamalkannya sebagai wujud cintanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga untuk bisa mendapatkan sebuah keutamaan dan rahasia yang ada di balik bank syariatan zikir yang agung ini apa itu Mari kita simak penjelasan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-bukhari dan muslim dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Kum [Musik] yang artinya adalah kalau seandainya seorang dari umatku jika ingin berhubungan intim mengucapkan Bismillah Jadi yang pertama mengucapkan bismillah meminta pertolongan kepada Allah Nah kalau seseorang dalam segala urusannya termasuk dalam urusan kenikmatan dunia ini meminta pertolongan kepada Allah kita sekarang mendengar ada orang-orang yang tidak mampu untuk melakukannya karena penyakit karena impoten atau yang lain maka selayaknya dia mencoba zikir ini ingat bahwasanya bismillah adalah permintaan pertolongan kepada Allah di situ ada unsur meminta pertolongan kepada Allah Bismillah Dengan nama Allah Allahumma syaiton ya Allah hindarkanlah setan dari kami dan hindarkanlah setan dari anak yang engkau berikan dan hindarkanlah setan dari anak yang engkau rezekikan kepada kami dari hubungan ini jadi Masya Allah ada unsur meminta pertolongan kepada Allah ada unsur minta perlindungan dari setan untuk kita untuk kedua pasangan dan juga ada unsur meminta pertolongan berupa perlindungan dari Allah untuk anak yang akan dilahirkan dari hubungan tersebut jadi ini doanya visioner doanya meminta pertolongan untuk urusan yang sangat luas untuk masa depan anak-anak kita maka apa janji Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau kita mengucapkan zikir ini saat kita akan berhubungan jawabannya adalah bahwasanya anak yang dilahirkan dari hubungan itu tidak akan dibahayakan oleh setan dan ini adalah harapan dari kita semuanya kita semuanya takut setan kita semuanya takut godaannya kita semuanya takut untuk disesatkan olehnya termasuk kita takut anak-anak kita diganggu dan disesatkan oleh mereka Nah kalau kita terbiasa mengucapkan dzikir ini saat akan berhubungan maka faedahnya adalah anak-anak kita akan terhindar dari dari dibahayakan oleh setan Nah ini disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dan kita sebagai seorang muslim ketika mendengar Hadits yang Shahih seperti ini kita harus mengimaninya Jadi sebelum mengamalkan kita harus ini ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kita imani kabar yang ada di dalamnya berupa janji dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya anak-anak kita tidak akan dibahayakan oleh setan untuk selamanya nah kemudian dimensi yang ketiga adalah dimensi amal kita amalkan dzikir ini sebelum kita berhubungan dengan pasangan kita tapi perlu juga kita mengetahui bahwa Apa arti dari tidak dibahayakan oleh setan nah ini sudah disyarah dan dijelaskan oleh para ulama bahwasanya maksudnya adalah tidak dikuasai artinya adalah tidak dikuasai sepenuhnya jadi Insyaallah anak-anak kita kalaupun masih diganggu oleh setan maka setan tidak bisa menguasai dia tidak sampai mendominasi anak-anak kita ya Adapun gangguan was-was ya maka tidak ada seorangpun anak Adam yang tidak diganggu oleh setan maka setan Asia akan mengganggu mereka tapi Insya Allah kalau kita membiasakan diri maka mereka tidak akan bisa dikuasai oleh setan mereka tidak akan bisa didominasi oleh setan maka ini adalah sebuah perlindungan yang luar biasa dari Allah subhanahu wa ta’ala Maka jangan diabaikan ada sebuah faedah Yang Pernah saya dengar dari guru kita menceritakan ada seseorang yang Awam dia bukan salah seorang ulama yang dikenal tapi orang-orang merasa heran dengan anak-anaknya yang sholeh Jadi mereka kemudian takjub dan bertanya kepada Bapak ini maka jawaban Bapak ini adalah bahwasanya saya tidak mengetahui ada satu ikhtiar yang besar yang saya lakukan dalam mendidik anak-anak saya atau melindungi mereka dari godaan setan tapi saya ingat bahwasanya setiap akan berhubungan intim saya tidak pernah lupa Mengucapkan dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam inilah rahasia kesalehan Putra dan keturunan dari bapak yang diceritakan oleh Syekh Abdul razaq ini ini selaras dengan janji Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam karena beliau menjanjikan dalam hadis yang barusan kita bahas bahwasanya jika kita membiasakan diri dengan dzikir yang agung ini Maka insya Allah kita akan dijaga dari setan dan anak-anak keturunan kita akan dijaga dan tidak dibahayakan atau dikuasai oleh setan Ya baik ini adalah contoh yang keempat dari dzikir muayyid Kemudian beliau menyebutkan contoh yang kelima yaitu yang selanjutnya adalah dzikir yang dicontohkan dan biasa diucapkan ketika kita masuk rumah apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat kita masuk rumah jawabannya adalah hadis riwayat Abu Dawud dari Abu Malik radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kalau seorang diantara kalian masuk rumahnya hendaklah dia mengatakan Allahumma Ya Allah sungguh aku meminta kepadaMu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar bismillahilladzina wa bismillahirrojina wa alallahi robbinata Dengan nama Allah kami masuk dan Dengan nama Allah kami keluar dan hanya kepada Allah Tuhan kami kami bertawakal Allahu akbar ini sebuah dzikir yang memiliki kandungan yang sangat Agung jadi kita meminta tempat-tempat terbaik untuk dimasuki tempat-tempat terbaik yang kita keluar darinya kemudian di sini kita mengamalkan sebuah amalan hati yang Agung itu tawakal mesrakan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kalau seseorang sudah tawakal kepada Allah maka Allah yang akan menjaganya meskipun ini adalah rumah kita sendiri kita tidak tahu selama kita tinggal di rumah ini ada apa Adakah maling yang masuk perampok yang mengancam kita begal atau binatang-binatang yang membahayakan kita maka kita butuh perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala kita butuh pertolongan dari maka itu ucapkan Allahumma Khairul Bukhari Maka insya Allah karena kita sudah meminta pertolongan Meminta perlindungan bertawakal kepada Allah maka yang menunggu adalah hal-hal yang positif penjagaan dari Allah Barokah untuk rumah kita keamanan untuk rumah kita maka Sebenarnya ini adalah semacam ruqyah semacam perlindungan membuat tameng untuk rumah kita yang merupakan tempat yang paling banyak Kita tinggali lebih banyak dari masjid lebih banyak dari kantor kita lebih banyak dari sawah dan ladang kita atau pasar kita maka alangkah butuhnya kita untuk mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala dan perlindungan darinya dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan untuk kita doa yang agung ini jadi kita selalu ingat Allah kita selalu meminta pertolongan kepadanya perlindungan dari dalam segala kondisi apalagi di rumah yang paling banyak Kita tempati betapa banyak orang-orang yang sekarang mengeluh ada gangguan binatang melata atau binatang-binatang yang membahayakan atau juga adanya perampokan di sana-sini maka dzikir ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk membuat perlindungan dari perkara-perkara yang mengancam kita itu kemudian di akhir hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Allahumma Khairan untuk mengucapkan salam kepada orang-orang yang ada di dalam rumah mengucapkan salam kepada keluarga kita yang ada di rumah kita ucapkan assalamualaikum warahmatullah atau Assalamualaikum atau Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang paling lengkap dan panjang jadi inilah dzikir yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Saat kita memasuki rumah masjid juga Saat kita memasuki masjid ini contoh yang ke-6 berarti contoh yang keenam adalah Saat kita memasuki masjid apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Saat kita memasuki masjid jawabannya adalah Apa yang dijelaskan oleh Beliau dalam hadis riwayat Muslim bersabdadi Jika seorang diantara kalian masuk masjid hendaknya dia mengucapkan Allahumma rohmatik Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatmu dan kalau dia keluar dari masjid maka hendaknya dia mengucapkan Allahumma inni as’aluka Ya Allah sungguh aku meminta kepadaMu Anugerah darimu jadi ini yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat kita masuk masjid kita mendahulukan kaki kanan kita kemudian meminta kepada Allah agar dibukakan pintu-pintu Rahmat untuk kita sedangkan saat kita keluar dari masjid kita mendahulukan kaki kiri kita kemudian mengucapkan Allah ini ya Allah sungguh aku meminta Anugerah darimu maka Mari kita amalkan sunnah yang agung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini dan dalam sebagian riwayat ada tambahan Bismillah Assalamualaikum dimulai dengan Bismillah Dengan nama Allah di sini kita meminta pertolongan kepada Allah kemudian ada sholawat dan salam kepada Rasulullah wassalatu Wasallam semoga terlimpah kepada Rasulullah Allahumma Ya Allah ampunilah dosa-dosaku Rahmatika dan bukakanlah untukku pintu-pintu Rahmat kenapa kita meminta Rahmat saat masuk masjid dan minta atau Anugerah saat kita keluar dari masjid ini juga dikaji oleh para ulama Mereka mencoba mencari Hikmah di balik pembedaan ini kok ketika masuk masjid kita minta rahmatnya karena ketaatan dan amal sholeh adalah sebab yang membuat kita bisa masuk ke dalam surga Masjid adalah tempat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam rangka menambah bekal kita agar bisa masuk surga sedangkan kita masuk surga itu dengan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana hadis yang sungguh kalian tidak akan masuk surga dengan amalan-amalan kalian para sahabat bertanya tidak juga engkau wahai Rasulullah tidak juga aku kecuali kalau Allah mencurahkan rahmatnya untukku itulah yang akan membuat aku bisa masuk surga jadi kata para ulama masuk surga itu dengan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan Amalan kita itu yang menentukan tingkat surga mana kita akan menempati maka tidak heran kalau Nabi Muhammad SAW mengajarkan hal ini kepada kita saat kita masuk masjid yang kita minta adalah dibukakannya pintu-pintu Rahmat karena Rahmat itu yang akan membuat kita bisa masuk surga sedangkan saat kita keluar dari masjid maka kita akan kembali kepada urusan dunia kita kita akan kembali ke sawah ladang pasar kantor kita sekolah kita maka yang diajarkan adalah meminta anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala minta Karunia yang berupa keberhasilan dalam urusan dunia dan profesi kita sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun jika salat sudah ditunaikan maka menyebarlah di atas muka bumi dan carilah Anugerah atau karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala jadi ini ada kaitannya dengan ayat ini Maka yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat kita keluar dari masjid adalah meminta Anugerah Allahumma Ya Allah sungguh aku meminta anugerahmu baik kemudian juga saat kita masuk kamar mandi atau toilet dan keluar darinya jadi saat kita masuk ke dalam toilet dan keluar darinya saat kita masuk toilet maka yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah kita mengucapkan Allahumma inni a’udzubika sebagaimana hadits riwayat al-bukhari dan muslim dari Anas bin Malik bahwasanya beliau mengatakan karena Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam jika beliau masuk ke dalam toilet maka Beliau mengatakan Allahumma Aku meminta kepadaMu perlindungan dari setan-setan laki-laki maupun setan-setan perempuan setan-setan jantan atau setan-setan betina ini menunjukkan bahwasanya setan-setan ini ada Jin ini ada mereka hidup di sekitar kita Mereka ada di barangkali ada di pojok-pojok rumah kita Mereka ada di kamar mandi ada di toilet itu disyaratkan oleh hadis ini karena sebagaimana penjelasan para ulama kita hidup berdampingan dengan mereka di alam yang berbeda maka kita tidak bisa menghindar sama sekali kita tidak bisa menjauh dari mereka sama sekali tapi kita bisa terlindung dari godaan dan gangguan mereka bagaimana caranya dengan zikir-zikir seperti ini Allahumma shoy Allahumma inni audzubika Ya Allah sungguh aku berlindung kepadamu dari setan-setan laki-laki maupun setan-setan perempuan nah ini dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat al-bukhari dan muslim dari Anas bin Malik Adapun saat kita keluar maka yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah aku meminta ampunan darimu Maka sekali lagi Insya Allah dzikir ini sudah masyhur kita sering mengucapkannya tapi barangkali ada diantara kita yang sudah lama tidak mengamalkannya lagi maka ayo kita hafal lagi kita amalkan lagi jangan lupa Mengucapkan Allahumma inni A’udzubillah karena ini tempat yang biasanya kotor tempat yang ada najisnya maka kita dahulukan kaki kiri di situ saat kita keluar kita dahulukan kaki kanan kita kemudian yang artinya Ya Allah ampunilah aku Ya Allah aku meminta ampunan darimu berada dalam toilet maka kita tidak bisa berdzikir menyebut asma Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena itu makruh selama kita dan juga Sebagian ulama mengatakan karena buang hajat Itu adalah sebuah nikmat yang mohon maaf [Musik] diantara hal yang dijelaskan oleh para ulama tentang hikmah Kenapa dzikirnya adalah huruf adalah bahwasanya karena bisa buang hajat baik itu buang air besar atau buang air kecil ataupun kentut sekalipun ini adalah nikmat yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala yang kita barangkali baru sadar kalau kita diuji dengan tidak bisa melakukan hal-hal itu orang yang tidak bisa kentut seperti orang yang habis operasi [Musik] mereka menunggu kapan bisa kentut dan itu adalah tanda bahwasanya operasinya berhasil demikian juga orang yang tidak bisa buang air kecil atau buang air besar maka mereka membutuhkan penanganan atau tindakan medis yang barangkali harganya sangat mahal nah saat kita bisa buang hajat maka itu adalah nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala dan kita tidak bisa mensyukuri dan memenuhi hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat yang besar itu maka kita disunahkan untuk mengucapkan Sebesar apapun ibadah dan sebaik apapun ibadah kita maka itu tidak akan bisa memenuhi hak besar Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kita sebagai hamba-hambanya Nah itu adalah beberapa penjelasan dari para ulama tentang Kenapa dzikirnya adalah huruf selanjutnya terkait dengan kondisi dan amalan adalah saat turunnya hujan dan dzikir yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam saat hujan adalah sebagaimana diriwayatkan oleh al-bukhari dari Aisyah radhiyallahu anha Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melihat hujan turun Beliau mengatakan Allahumma shoyyiban Ya Allah jadikanlah ini hujan yang bermanfaat Allahu akbar begitu bagus dan betapa Nabi Muhammad SAW memilih redaksi ini karena hujan itu ada yang menjadi masalah hujan itu kadang-kadang membawa bencana maka ketika hujan turun Nabi Muhammad SAW meminta hujan yang bermanfaat Allahumma shoyyiban Ya Allah jadikan ini sebagai hujan yang bermanfaat maka ini juga adalah salah satu sunnah yang hendaknya kita pelajari kemudian kita pahami dan amalkan saat kita melihat hujan turun kemudian selanjutnya juga ketika ada petir ketika ada halilintar yang menyambar maka kita dicontohkan untuk mengucapkan yang artinya maha suci Allah yang petir Bertasbih untuknya dengan memujinya dan Malaikat ikut Bertasbih karena takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi kita memuji Allah subhanahu wa ta’ala yang petir Bertasbih untuk ya berarti ini mengandung hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kita mengimani hal gaib ini kemudian juga kita memuji Allah mensucikan dia yaitu Allah subhanahu wa ta’ala yang para malaikat Bertasbih karena takut kepadanya para malaikat Bertasbih kepada Allah Mereka takut kepada Allah maka kita pun juga Seharusnya takut kepada Allah dan banyak Bertasbih untuknya maka ketika mendengar petir kita ikut mengucapkan tasbih Dengan mengatakan Subhanallah [Tepuk tangan] kemudian setelah menyebutkan contoh-contoh ini syaikhul Islam berupa dzikir-zikir yang terkait dengan amalan atau kondisi tertentu dan para ulama telah menuliskan literatur-literatur khusus untuk dzikir-zikir seperti ini pada kitab yang dikenal sebagai ada model penulisan di kalangan para ulama Salaf yaitu model penulisan tentang dzikir yang mengumpulkan dzikir-zikir yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam berbagai kondisi yang dikenal sebagai kitab contohnya adalah kitab malu beliau berbicara tentang dzikir yang masyhur di Indonesia saat orang akan makan kita sebutkan riwayat itu ada di kita karya Imam Nawawi ini juga ada kitab karya penulis Kitab al-lusiah yang sedang kita kaji yaitu juga kita perlu sayyib Minal kalimi thoyyib karya murid beliau yaitu Ibnu qayyim ya ini adalah beberapa referensi zaman kita ini juga ada banyak ulama dan Ustadz yang menulis kitab-kitab khusus untuk dzikir maka silahkan anda pelajari itu baca kembali dan insya Allah yang seperti ini lebih membuat kita mantap karena ini adalah dzikir-zikir yang diriwayatkan langsung dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan sebagian malah mensyaratkan hanya menyebutkan dzikir-zikir yang shahih saja maka kitab-kitab seperti ini layak untuk kita pelajari untuk kita perhatikan sehingga ibadah kita semakin berkualitas dan semakin sesuai dengan tata cara ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam baik barang kali ini yang bisa kami sampaikan pada kesempatan sore hari ini kita sudah membahas bersama tentang jenis dzikir yang kedua yaitu zikir yang muqayyid yakni dzikir yang terkait dengan amalan atau kondisi tertentu dan insya Allah pada sesi yang ke-10 atau halaqah yang ke-10 insya Allah kita akan membahas bersama tentang lfkar al-mutlaq dzikir yang mutlak yang tidak terkait waktu atau amalan tertentu insya Allah kita akan berjumpa lagi di kesempatan yang lain masih bersama kitab Al wasiah karya Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala Rasulullah memberikan syarat dan penjelasan terkait dengan doa dan dzikir yang masyroh atau disyariatkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kami berikan kesempatan bagi para pendengar yang ingin bertanya via telepon di 021 8236543 dan pertanyaan 96543 dan kami harap pertanyaan terkait dengan pembahasan sore hari ini dan bagian yang baru bergabung dalam pembahasan berkaitan dengan masalah doa dan kita terima Untuk Tuhan yang pertama silahkan halo silakan sudah masuk Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Apa perbedaannya doa dan dzikir Bagaimana setan selalu menggoda orang mau berzikir atau berdoa Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala saat kita ingat Allah ketika kita berdosa kemudian kita ingat dia sadar maka itu adalah Dzikir itu yang disebut sebagai dzikir hati ada juga dzikir yang berupa ucapan lisan saat kita mengucapkan subhanallah alhamdulillah Allahu akbar Astagfirullah maka ini semuanya adalah dzikir yaitu berupa menyebut asma Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau sifat-sifatnya jadi ada dzikir di hati ada dzikir di mulut jadi intisari adalah memuji Allah subhanahu wa ta’ala dengan menyebut nama-namanya atau sifat-sifatnya yang agung dan indah sedangkan doa artinya adalah permintaan Ya permintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka saat kita meminta diberikan keturunan atau kita meminta diberikan rezeki yang halal kita meminta jalan yang lurus maka itu adalah doa jadi doa pada dasarnya dimaksudkan sebagai meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun kadang-kadang antara dzikir dan doa ini ya kadang-kadang ada selingkuh ada ada keterkaitan juga bahkan keterkaitan yang cukup erat karena sebagian dzikir adalah doa jadi saat kita mengucapkan Astagfirullah setelah salat itu sebenarnya ada kandungan doanya karena Astagfirullah artinya adalah Ya Allah ampunilah aku Aku meminta ampunan kepada Allah astagfirullah astagfirullah astagfirullah saat kita mengucapkan dalam sujud kita misalnya kita mengucapkan Subhanallah ini yang masyhur atau kita mengucapkan subhanallah subhanallah Maha Suci engkau ya Allah Robbana wahai tuhan kami wabihamdika dan dengan memujimu Allahumma Ya Allah ampunilah jadi ini adalah dzikir dalam sujud tapi ada kandungan doanya jadi dzikir tapi juga tidak lepas dari kandungan doa yaitu permintaan agar kita diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala demikian juga para ulama menyebutkan bahwasanya doa itu ada dua macam yang pertama adalah doa masalah yaitu doa berupa permintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala misalnya saat kita meminta pekerjaan yang baik meminta penghasilan yang halal meminta anak-anak yang sholeh yang meminta dimasukkan surga dan neraka itu semuanya adalah doa masalah atau doa berupa permintaan nah jenis doa yang kedua adalah doa ibadah doa tapi bukan berupa permintaan doa yang bukan ibadah adalah Dzikir itu sendiri jadi saat kita mengucapkan subhanallah alhamdulillah Allahu Akbar La Ilaha Illallah La haula wala quwwata illa Billah maka ini semuanya adalah dzikir tapi dzikir ini juga di istilahkan sebagai doa ibadah maka intisarinya agar ibu juga tidak malah bingung ya saya sampaikan di awal bahwasanya zikir itu artinya adalah mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala sementara doa itu adalah meminta kepada Allah namun kadang-kadang dalam pemakaian ya di buku-buku para ulama kadang-kadang dzikir juga tidak lepas dari kandungan doa dan doa juga ada yang berupa dzikir nah jadi itu saling terkait namun secara global kita bisa katakan bahwasanya dzikir adalah mengingat dan menyebut atau memuji Allah sedangkan Berdoa adalah meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga bisa dipahami dengan baik dan setan akan mengganggu kita dari dzikir dan doa Kenapa karena zikir dan doa adalah dua ibadah yang sangat Agung kedua diantara pintu-pintu pahala yang paling Agung maka karena keduanya berbahaya besar keduanya sangat Agung maka setan tidak akan ridho dan tidak akan membiarkan kita untuk banyak berpikir atau banyak meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala caranya bagaimana caranya dengan menyembuhkan kita dengan selain dzikir menyembuhkan kita dengan dunia menyebutkan kita dengan pekerjaan kita menyebutkan kita dengan maksiat-maksiat yang memang lezat dan berisi kenikmatan semua jadi setan menyembuhkan kita dengan apa saja yang membuat kita berpaling dari dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga hal-hal yang membuat kita berpaling dari doa agar kita tidak banyak berdoa misalnya dengan bisikan-bisikan bahwasanya kamu sudah sering berdoa tapi belum dijawab juga Sudahlah tinggalkan saja kadang-kadang ada bisikan setan seperti itu dan setan tidak akan diamkan kita karena dua ibadah yang sangat Agung pada pertemuan sebelumnya kita sudah bahas bahwasanya zikir adalah amal sholeh yang paling afdol yang bisa dikerjakan setelah amalan-amalan yang wajib maka setan tidak akan Biarkan kita maka waspada selalu banyak berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seringlah meminta kepada Allah dan berdoa kepadanya dan jangan jatuh dalam rangka-perangkap setan bisikan-bisikannya yang membuat kita berpaling dari dua amal sholeh yang agung ini Barakallah Semoga bisa dipahami dengan baik Allah ta’ala dan juga pertanyaan bagi yang lain dan menjadi jawaban semoga ini bermanfaat dan mohon maaf karena keterbatasan waktu yang ada kami tidak bisa Ajukan pertanyaan dari pengingat kita dari bapak RW jadi di Lampung pendengar kita dan pemirsa di Tanjung Pinang dan ada sebagian yang di Sumatera mohon maaf silahkan bisa anda sampaikan kembali pada kajian berikutnya dan sebagai iftitam serta kesimpulan kajian di sore hari ini silahkan kita bahwasanya diantara dzikir yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam terkait dengan kondisi dan amalan tertentu dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah mencontohkan berbagai dzikir dalam banyak kondisi dan sendi kehidupan kita maka hendaknya kita sebagai muslim yang mencintai beliau berusaha untuk menggali Khazanah warisan beliau berupa dzikir-zikir yang agung ini kemudian mengamalkannya dan kita yang sudah pernah mempelajarinya tapi kemudian jarang mengamalkannya Ayo kita amalkan lagi agar tidak tambah lupa lagi Barakallah fiikum semoga bermanfaat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh karir pada semua crew yang terlibat dengan membantu terlaksananya kajian ini Barakallah dalam berkaitan bab doa secara host dan dzikir kami mohon maaf ada begitu banyak pertanyaan tidak sampai tidak sempat kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada Anda bisa ikuti kembali kajian ini di kesempatan dua pertanyaan yang akan datang dan bisa disimak rekamannya semoga bermanfaat dan kami akhiri kajian dan pembahasan sehari-hari ini dari kitab Al wasiat Ashadu anna ilaha illa Anta milik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh berikut ini [Musik] Rasulullah Shallallahu Alaihi
Ustadz Anas Burhanudin, M.A. – Wasiyat Shughra Ibnu Taimiyyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply