bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam [Musik] asyhadu alla ilaha illallah wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu warosuluh ya ayyuhalladzina illa Wanto muslimun ya ayyuhan [Tertawa] aziman Sallallahu Alaihi Wasallam [Tertawa] kita lanjutkan kembali pada hari ini gamis 27 juli 2023 atau yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1445 Hijriyah kita akan melanjutkan kembali pembahasan tentang Al Arbain nawiyah [Musik] Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita masuk kepada hadis yang keempat pada sore hari ini hadis dari sahabat Abdullah bin Mas’ud kita baca terlebih dahulu hadits yang keempat hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Bukhari dan Muslim Abi Abdurrahman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kita dengarkan arti dari hadis yang mulia ini hadis yang keempat dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud Semoga Allah meridainya ia berkata telah mengabarkan kepada kami Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan nabi bersabda Sesungguhnya Sungguhnya salah seorang Di Antara Kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari pertama berupa nutfah kemudian 40 hari berikutnya berupa alat kemudian 40 hari berikutnya kemudian diutuslah satu malaikat kepadanya dan ditiupkan padanya ruh kemudian dituliskan kemudian diperintahkan kepadanya untuk menuliskan empat hal yang pertama tentang rezekinya yang kedua tentang ajal atau umurnya yang ketiga tentang amal perbuatannya dan yang keempat tentang sengsara atau bahagianya ia kelak maka demi Allah yang tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selainnya Sungguhnya salah seorang diantara kalian benar-benar mengamalkan amalan menurut surga sampai antara dirinya dengan surga tinggal satu Hasta kemudian ia didahului oleh Alkitab kemudian ia mengamalkan amalan penghuni neraka lalu ia masuk ke dalam neraka dan sungguh ada di antara kalian mengamalkan amalan penghuni neraka hingga antara dirinya dengan neraka tinggallah suatu Hasta maka ia didahului oleh Alkitab kemudian ia mengamalkan amalan penghuni surga dan ia masuk ke dalam surga hadis Bukhari dan Muslim Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah hadis yang sangat mulia hadis dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ta’ala Anhu yang pertama menjelaskan kepada kita tentang proses dari penciptaan manusia dan ini merupakan perkara gaib apalagi di zaman nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam belum ada perkembangan teknologi canggih seperti zaman kita sekarang ini beliau 14 abad yang silam telah mengabarkan tentang proses dari penciptaan manusia Kemudian yang kedua berkaitan dengan Takdir manusia apa yang menjadi takdir manusia mulai dari rezekinya umurnya amal perbuatannya sampai bahagia atau sengsaranya ia kelak kemudian yang terakhir berkaitan dengan akhir kehidupan manusia akhir amal perjalanan hidup manusia Apakah diakhiri dengan Husnul Khotimah ataukah kebalikannya naudzubillah minzalik suul Khotimah akhir kehidupan yang buruk Rasulullah selamatan inilah yang akan kita lihat dalam hadis yang mulia ini dengan penjelasan dari kitab Fathul qawil matiin Fisher Hilal Arbain Abdul Muhsin bin Muhammad Al Abbad Al Badr yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita langsung kepada penjelasan dari hadis yang mulia ini Syarah dari kitab Fathul Fathul qawil matiin berkata Syekh Abdul Muhsin [Musik] Adapun ucapan sahabat yang mulia Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud bahwa nabi itu adalah nabi adalah orang yang benar lagi dibenarkan makna hu maknanya adalah orang yang benar dalam ucapannya orang yang dibenarkan tentang apa yang apa yang dibawanya dari Wahyu [Tepuk tangan] mengatakan dalam hadis atau riwayat yang mulia ini bahwa nabi adalah assabiqul masduk dikarenakan hadis ini berbicara tentang perkara gaib saudara tertentu tadi telah dijelaskan bahwa di zaman Nabi 14 atau 15 abad yang silam nabi berbicara di hadapan para sahabat tentang Proses penciptaan manusia yang ketika itu tentunya tidak ada yang mengetahui dan ini merupakan perkara gaib dan belum ada kemajuan teknologi seperti ini zaman kita sekarang ini yang bisa menjelaskan tentang proses tahapan demi tahapan proses demi proses dari penciptaan manusia itu sendiri yang tidak diketahui kecuali dari Jalan Wahyu tentu karena Allah subhanahu wa ta’ala yang mencipta manusia Allah subhanahu wa ta’ala yang maha mengetahui tentang proses yakni proses dari penciptaan manusia maka Allah subhanahu wa taala banyak menjelaskan dalam Alquran dari ayat-ayat Alquran tentang penciptaan manusia begitu juga dalam hadis nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam di antaranya hadis Ibnu Mas ini kemudian penjelasan berikutnya lagi kau loh ucapan nabi yang mulia atau sabda Nabi yang mulia dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya yang manusia ketika dicipta oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam perut ibunya itu dikatakan atau ada yang mengatakan yujma’un yaitu berkumpulnya yakni sel sperma dengan telur yang ada pada rahim wanita dari keduanyalah tercipta manusia sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dari surat At Thariq ayat 6 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dicipta manusia dari air yang terpancar yakni air mani wakana dan Allah berfirman dalam surat al-mursalat ayat 20 sampai 21 dalam surat al-mursalat ayat 20 sampai 21 dimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman alam nahlukum [Musik] Tidakkah kami telah menjadikan engkau atau kalian dari air yang hina ya Tidakkah kalian mengetahui bahwa kami telah menciptakan kalian dari air yang hina Kemudian kami Letakkan air yang hina tersebut pada tempat yang kokoh walmurah maksud dari penciptaan di sini adalah penciptaan manusia dalam hadis yang shahih dalam Shahih Muslim hadis nomor 1438 apa kata nabi yang mulia tidak seluruh sel-sel sperma itu akan menjadi anak kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Lihatlah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan 14 abad yang silam atau 15 abad yang silam bahwa Dari sekian juta selmani itu tidak semuanya kata nabi membuahi Yani ovum tidak semuanya membuahi telur yang ada pada rahim wanita itu hanya satu sel saja dari sekian banyak sel itu yang dapat membuahinya maka ini merupakan keterangan dari nabi yang mulia shallallahu alaihi wasallam yang ketika itu belum ada teknologi seperti di zaman kita sekarang ini sekali lagi nabi mengatakan Ma Min kullil nayyi yaqunul waladu tidak semua sel ya money itu dapat menjadikan anak kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian dikatakan di sini oleh Syekh Abdul Muhsin hafizahullah Ta’ala hadis Zikra Insan dalam hadis yang mulia ini disebutkan tentang tahapan-tahapan dari Proses penciptaan manusia wahiya awalan yang pertama adalah nutfah an nutfah tuh air yang sedikit artinya nutfah ini tadi telah dijelaskan yakni selmani berjumpa dengan ovum wanita ini berlangsung selama 40 hari pertama dan yang kedua dikataan Disini ala alaqah yaitu segumpal darah yang mengental di situ atau darah yang membeku di situ atau darah yang mengental di situ yang terdapat pada rahim wanita dan ini pun proses yang kedua 40 hari yang kedua setelah lisan yang ketiga atau tahapan yang ketiga adalah Al mudhotu segumpal daging atau sepotong daging yang biasa dimakan oleh seorang artinya ya ini berkaitan dengan penjelasan saja mengenai Al mudhah segumpal daging dan ini proses yang ketiga ini 40 hari yang ketiga dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjelaskan tiga tahapan ini pada FirmanNya yaitu yang tertera dalam surat al-hajj ayat 5 di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ya ayyuhannas ing kuntum firabi Minal bakhi bak Inna kholaqna Min not Fatin Summa Min alakotin Muhammad yang artinya wahai segenap manusia jika kalian ragu dari hari kebangkitan maka sungguh kami telah menciptakan diri kalian dari tanah Kemudian dari status mani kemudian menjadi Alaq Yani darah kemudian menjadi mudhah yang segumpal daging ada yang mukhalaqah dan ada yang tidak mukhalaq disebutkan di sini Muhammad ada yang sudah berbentuk Ada pula yang tidak berbentuk whatsar Lumajang dan diantara ayat yang banyak menjelaskan tentang tahapan-tahapan dari Proses penciptaan manusia adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu terdapat dalam surat al-mu’minun ayat 12-14 di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman [Tertawa] [Tepuk tangan] [Musik] Rahman Summa ansha anhu [Musik] artinya dan sungguh kami telah menciptakan manusia dari tanah ini awal percepatan manusia yang dari Nabi Adam alaihissalam Kemudian kami jadikan manusia itu yakni berupa nutfah dari nutfah yang kami tempatkan di tempat yang kokoh yaitu rahim Kemudian kami ciptakan dari nunfak tersebut tulang belulang yakni tulang-tulangnya Allah bentuk kemudian bungkus tulang-tulang tersebut dengan daging kata Allah subhanahu wa taala Kemudian kami jadikan ia bentuk yang lain ini manusia fatamor Allah subhanahu wa ta’ala sebaik-baik yang mencipta inilah keterangan dari rabbul alamin dari ayat-ayat yang mulia ini dari surat al-mu’minun ayat 12 sampai 14 bisa kita bayangkan 15 abad yang selam Allah subhanahu wa taala dalam Alquran Al Karim telah menjelaskan Proses penciptaan manusia secara detail seperti ini dan juga nabi yang mulia shallallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam hadis yang kita baca ini maka ini menunjukkan tentang kebenaran dakwah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kebenaran ajaran Islam kebenaran ajaran Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita dengarkan kembali penjelasan dari Syekh Abdul Muhsin ini di sini dalam hadis ini setelah kita mengetahui tiga tahapan proses manusia ini Atun Yaman dan telah genap ya telah genap 120 hari ya jadi 40 hari pertama berupa nutfah 40 hari kedua berupa alat langsung membawa darah 40 hari ketiga berupa Motu Rasulullah daging genap sudah menjadi 120 hari Tun fahu fihiruf maka ditiupkan pada janin tersebut pada yakni makhluk tersebut ruh Fayakun Insan maka detik itulah ya ia menjadi manusia yang hidup jadi menjadi makhluk yakni insana Hayya manusia yang hidup waqaf Lazada Dika humayyid namun sebelumnya dia adalah mayit dia adalah mati yang tidak ee hidup karena belum ditiupkan ruh padanya disebutkan dalam alquranul Karim bahwa manusia itu memiliki dua kehidupan dan dua kematian ingat kita ini memiliki dua kehidupan dan dua kematian Apa itu sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang orang-orang kafir yaitu dalam surat Ghafir ayat 11 dalam surat 11 Allah berfirman [Musik] mereka berkata ini orang-orang kafir ini berkata Rabb kami atau wahai RAB kami sungguh kami dimatikan dua kali dan kami pun hidupkan dua kali Adapun kematian yang pertama adalah makalah yaitu sebelum ruh ditiupkan pada janin nah ini adalah kematian yang pertama jadi janin tersebut sebelum genap 120 hari dia mati yakni belum ditiupkan ruh berarti dia masih mati ketika itu Nah inilah Al mauthatul ulama kematian yang pertama Adapun kehidupan yang pertama ini kebalikannya kehidupan yang pertama menafsir ruhi labulu ajal semenjak janin itu ditiupkan ruh padanya yakni setelah genap berusia 120 hari maka ditiupkanlah ruh ke dalam gen tersebut dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala Itulah kehidupan yang pertama sampai manusia dilahirkan ke dunia ini sampai ia mendapatkan ajalnya kedatangan kematiannya di dunia atau dalam kehidupan dunianya Wal maut atau tsaniyah Adapun kematian yang kedua adalah mim ba’dil mauti Ilal Bakti yaitu setelah nyawanya dicabut oleh malakul maut sampai hari dibangkitkan sampai hari ini dibangkitkan wahadil mautatuh la tuna Fi Al Hayatul barzakhiyah assabitabir kitabi wa sunnah kematian yang kedua ini tidak yakni menutupi kehidupan alam barzah yang di kehidupan di alam kubur yang telah tetap keterangannya dalam Alquran dan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam artinya kematian yang kedua ini tidaklah ya menutupi tentang adanya kehidupan di alam barzah yakni kehidupan di alam kubur yang telah dijelaskan dalam Alquran dan hadis nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam Adapun kehidupan yang kedua AL hayatubasi yaitu kehidupan setelah hari kebangkitan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala seluruh jin dan manusia dari alam kubur mereka dengan tiupan yang kedua dari tiupan sangkakala maka hiduplah kembali manusia untuk kehidupannya yang kedua kali yaitu kehidupan setelah adanya kebangkitan yaitu kehidupan yang terus-menerus tanpa ada batasnya tanpa ada akhirannya inilah keadaan kehidupan inilah keadaan manusia yang akan dilewatinya yaitu dua kematian dan dua kehidupan yang akan dilewatinya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam Alquran yaitu dalam surat al-hajj ayat 66 di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman allahkumham [Musik] Allah yang telah menghidupkan kalian kemudian mematikan kalian kemudian menghidupkan kalian lagi sungguh manusia amatlah kufur kepada Allah dan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terdapat dalam surat al-baqarah ayat 28 yang artinya Bagaimana kalian bisa kufur kepada Allah sedangkan kalian dahulu adalah mati kemudian Allah hidupkan kemudian Allah Matikan lagi Kemudian Allah hidupkan kembali kemudian kepadanya lah kalian dikembalikan apabila janin itu sempat dilahirkan jadi janin atau bayi itu dilahirkan ke dunia ini yakni setelah ditiupkan ruh setelah ditiupkan ruh janin tersebut keluar dari perut ibunya kemudian ia dalam keadaan mati dalam keadaan mati maka maka berlakulah baginya hukum-hukum wiladah hukum-hukum masalah kelahiran Ya seperti janin tersebut dimandikan disalatkan ya kemudian juga ibu yang melahirkan janin tersebut atau ya ibu yang melahirkan tersebut mengalami masa iddahnya dan ibu tersebut adalah ibu dari anak tersebut yang dilahirkan dan ia pun mengalami nifasnya namun jika keguguran sebelum 120 hari ya ini masih berupa janin yang belum ada ruhnya begitu maka tidak berlaku hukum-hukum yang tadi ya tidak berlaku hukum-hukum tersebut di atas ya berkaitan dengan nifas berkaitan dengan masa ya yang lain yang lainnya ya maka tidak berlaku inilah berkaitan dengan masalah hukum dalam hal ini yang dibahas oleh Syekh Abdul Muhsin Kemudian beliau pun mengatakan lagi kepada kita ba’da kita Rasulullah setelah ditulis oleh malaikat tentang kepada janin tersebut tentang rezekinya umurnya ya kemudian ee jenis kelaminnya kemudian bahagia atau tidaknya dia maka untuk mengetahui apakah janin tersebut ya berkelahi berjenis kelamin laki-laki atau perempuan maka ini bukan lagi termasuk dari perkara gaib yang dimiliki oleh Allah subhanahu wa ta’ala dikarenakan malaikat telah mengetahuinya dikarenakan apa malaikat telah mengetahuinya artinya setelah janin ini diberi ruh dimasukkan ruh oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian malaikat diperintah untuk menuliskan empat hal yang tadi telah disebutkan untuk janin tersebut maka telah diketahui pula jenis kelamin dari janin itu apakah kelaminnya laki-laki atau perempuan telah diketahui maka setelah diketahui oleh malaikat tersebut tidak lagi dikatakan sebagai perkara gaib karena telah diketahui oleh malaikat juga karena kalau disebutkan perkara gaib hanya Allah yang mengetahui Namun karena malaikat telah mengetahuinya maka tidak lagi dikatakan sebagai perkara gaib dan hal ini bisa diketahui oleh teknologi di zaman sekarang berupa USG misalnya kemajuan teknologi dapat mengetahui jenis kelamin dari janin tersebut Apakah jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan dapat diketahui dengan alat yang canggih yang ada di zaman kita sekarang ini Karena malaikat telah mengetahui hal tersebut dimungkinkan atau memungkinkan manusia untuk mengetahui jenis kelamin janin tadi Apakah jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita kembali di sini keterangan dari Syekh di sini bahwa takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah ditentukannya atas seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini dan berkaitan dengan bahagianya seorang hamba atau sengsaranya ia ketika hidup ini maka akan diketahui ketika dia akan meninggal yakni di akhir kehidupannya di akhir kehidupannya Apakah si hamba itu yakni mengalami Khusnul Khotimah akhir kehidupan yang baik ataukah kebalikannya yaitu suul Khotimah akhir kehidupan yang buruk Rasulullah SAW Kemudian beliau hafidzahullah ta’ala mengatakan kembali di sini ahwal keadaan manusia berkaitan dengan kehidupannya diri awal sampai akhir ada 4 ada 4 keadaan yang pertama Al Ula Man bidayatul Hasanah yang pertama adalah ini golongan manusia yang pertama yaitu orang-orang yang dari awal kehidupannya dihiasi dengan amal-amal Saleh sampai akhir dari kehidupannya juga diakhiri dengan amal-amal Saleh ditutup kehidupannya dengan Khusnul Khotimah ini golongan manusia yang pertama yang kedua dari manusia ada di antara manusia dari awal kehidupannya amal-amal buruk yang menghiasi kehidupannya sampai kepada akhir dari kehidupannya juga sama amal-amal buruk yang menghiasi kehidupannya Artinya bahwa kehidupannya akhir kehidupannya ditutup dengan suul Khotimah akhir kehidupan yang buruk naudzubillah Min dzalik kemudian golongan yang ketiga assalisah Man kanat bidayatul Hasanah wanita golongan manusia yang ketiga adalah orang-orang yang di awal-awal kehidupannya dihiasi kehidupannya dengan amal-amal Saleh amal-amal baik namun di akhir kehidupannya dihiasi dengan amal buruk yakni suul Khotimah seperti orang yang di awal-awal kehidupannya selalu dalam ketaatan kepada Allah namun ketika dia wafat naudzubillah Min dzalik dia murtad dari agama Islam wafat di atas agama yang barunya agama di luar agama Islam yakni alias murtad naudzubillah Min dzalik Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Arabiah golongan manusia yang keempat Man bidayatul husaiah wanita golongan manusia yang keempat adalah orang-orang yang awal-awal kehidupannya menghiasi kehidupannya dengan amal-amal buruk amal-amal buruk ee kemudian di akhir kehidupannya dihiasi dengan amal-amal baik kemudian mengakhiri kehidupan di dunia dengan Husnul Khotimah akhir kehidupan yang baik ya seperti diberikan contoh di sini para tukang sihir Firaun para tukang sihir Firaun yang ada di zaman Nabi Musa ketika para Firaun para tukang sihir Firaun ini melihat tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular yang sebenarnya Dan inilah kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang dapat merubah benda mati seperti tongkat Nabi Musa menjadi ular yang sebenar-benarnya ular yang hidup maka jelaslah para tukang sihir Firaun mereka mengakui apa yang Allah berikan kepada Nabi Musa Alaihi Salam berupa mukjizat maka segera mereka beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengikuti ajaran Nabi Musa Alaihissalam akhir kehidupan mereka dibunuh oleh Firaun akhir kehidupan mereka dibunuh oleh Firaun namun mereka mengalami Khusnul Khotimah akhir kehidupan yang baik karena mereka wafat di atas tauhid bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah mereka sebelumnya adalah para tukang sihir orang-orang musyrikin orang-orang kafirin orang-orang musyrikin kemudian mereka beriman kepada ajaran Nabi Musa bertauhid kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan akhir kehidupan mereka adalah Khusnul Khotimah walaupun mereka dibunuh oleh Firaun namun dalam keadaan bertauhid nyawa mereka dicabut oleh malakul maut dalam keadaan bertauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] dan juga seperti seorang pemuda Yahudi diberikan contoh yang kedua di sini seperti seorang pemuda Yahudi yang dahulu sering membantu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Pemuda Yahudi ini qadarullah sakit keras lalu dijenguk oleh Rasulullah SAW dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendakwahkannya agar pemuda Yahudi ini masuk agama Islam dalam riwayat yang lain pemuda ini menoleh kepada ayahandanya terlebih dahulu dan sang Ayahanda berkata kepada anaknya ini abal qasim tatilah olehmu Abul qasim yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu Pemuda Yahudi ini masuk agama Islam mengucapkan syahadat di hadapan nabi dan tidak lama ia wafat dalam keadaan sudah masuk kepada agama Islam bertauhid kepada Allah subhanahu wa taala dan akhir kehidupannya adalah mengucapkan kalimat syahadat di hadapan nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga nabi keluar dari rumah anak muda itu dengan hati yang gembira dan nabi bersabda Alhamdulillah [Musik] segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak itu pemuda tersebut dari siksa neraka inilah keterangan dari nabi yang mulia wasallam di mana ada di antara orang-orang akhir kehidupannya adalah Khusnul Khotimah akhir kehidupan yang baik Semoga kita semua mendapatkan nikmat seperti ini yaitu akhir kehidupan kita kita tutup dengan kalimat tauhid Lailahaillallah berarti kita mendapatkan Husnul Khotimah amin amin ya rabbal alamin Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kembali di sini keterangan dari Syekh Abdul Muhsin hafizahullah ta’ala Beliau mengatakan Wal halantani al-akhirotani dan โalaihim hadis dua golongan manusia yang terakhir inilah yang ditunjukkan oleh hadis Ibnu Mas’ud tersebut hadis yang kita kaji ini dan Al Hadis ala annal Insani ya’malu amalan syahadat tuh ausakawatuhu Bima Si atihiradatihi hadis ini menunjukkan bahwa manusia dapat beramal yang mengantarkannya kepada kebahagiaannya atau kepada kesengsaraannya dengan kehendaknya Namun demikian apa yang dikerjakan manusia di dunia ini dari perbuatan-perbuatannya itu dari amal-amalnya itu apakah amal baik atau amal buruk maka itu semua tidak lepas dari kehendaknya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman wamata alamin tidaklah kalian berkehendak kecuali atas kehendak Allah RAB malam semesta Nah inilah berkaitan dengan masih Abdullah kehendak Allah subhanahu wa ta’ala betul satu sisi Manusia dalam kehidupannya memiliki kehendak namun ingat kehendak Manusia masih di bawah dari kehendak Allah subhanahu wa ta’ala maka ada ungkapan yang mengatakan manusia boleh berencana namun Allah lah yang menentukan kemudian dikatakan di sini wahuwa mukhayyar dan manusia memiliki pilihan dalam hidupnya yaitu dengan maksud bahwa dia dapat memilih apa yang akan dia pilih dalam kehidupannya seperti dia bisa saya yakni memilih Mau makan apa Mau minum apa ya mau eee berbuat apa dan seterusnya dia bisa memilih dalam kehidupannya dalam kehidupannya wa musayyar dan Sisi yang lain manusia dalam keadaan terpaksa gimana manusia tidak akan mencapai apa yang diinginkannya kecuali apa yang telah dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini apa yang telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yakni tentunya diantara kehidupan manusia manusia tidak punya pilihan Seperti contohnya manusia mau lahir dari perut siapa dari perut wanita yang mana ya atau manusia yakni ee e tidak bisa memilih di mana dia akan wafat Kapan dan di mana dia akan wafat maka semuanya itu adalah Rasul Allah urusan dari Allah subhanahu wa taala [Musik] dan telah ditentukan dan telah dijelaskan dalam hadis yang mulia ini tentang dua perkara tersebut di atas bahwa ketika seorang akan wafat dia tidak mengetahui amal apa yang akan dikerjakannya Apakah amal penghuni surga Ini amal saleh ataukah amal penghuni Neraka itu amal tholik amal buruk yang akan dikerjakannya Yakni dengan kata lain manusia tidak mengetahui akhir kehidupannya nanti Apakah ditutup kehidupannya atau akhir kehidupannya dengan Khusnul Khotimah ataukah dengan su’ul Khotimah maka tidak ada yang mengetahui ketika Manusia dalam kehidupannya ini atau masih dia hidup dan akhir kehidupannya hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya bahwa manusia dalam kehidupannya ini haruslah memiliki dua sikap dua sikap yang jelas sikap khauf takut dan raja yakni berharap takut kalau-kalau amalnya tidak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan berharap yakni Raja kalau-kalau amalnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala berharap jika amalnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala di antara manusia ada yang melakukan kebaikan dalam kehidupannya namun naudzubillah Min dzalik di akhir kehidupannya ditutup dengan akhir kehidupan yang buruk yaitu suul Khotimah dan tidak boleh baginya untuk yakni berlepas dari Rodja berlepas dari sikap berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala manusia yang seluruh kehidupannya seluruh atau sepanjang hidupnya dihiasi dengan amal-amal maksiat dengan amal-amal buruknya Summa yamullah kemudian di akhir kehidupannya Allah berhidayah atau petunjuk lalu diberikan petunjuk oleh Allah di akhir kehidupannya dan akhirnya mengalami Khusnul Khotimah imam nawawi rahimahullah ta’ala menjelaskan dalam hadis yang mulia ini jika dikatakan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat al-kahfi ayat 30 dari surat al-kahfi ayat 30 yang artinya sungguh orang-orang yang beriman dan beramal saleh Kami tidak akan menyia-nyiakan balasan dari apa yang diperbuatnya dari amal baiknya itu yakni dikatakan di sini [Musik] adalah yang dilakukan oleh orang yang ikhlas akan diterima amal salehnya oleh Allah apabila diterima amal ibadahnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka dia akan selamat dari yang namanya suul Khotimah akhir kehidupan yang buruk Fajar ini maka berkaitan dengan ayat yang mulia ini dapat dijelaskan secara rinci dari dua sisi yang pertama adalah kata beliau Khotimah yang demikian itu tergantung dengan syarat-syarat diterimanya amal ibadah dan Khusnul Khotimah artinya Kalau amal saleh yang dikerjakan itu betul-betul memiliki syarat-syarat diterimanya amal ibadah yakni sesuai dengan contoh Rasul kemudian juga ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ya diharapkan akan mendapatkan husnulkhatimah atau boleh jadi orang yang beriman dan mengikhlaskan amalnya maka tidak akan diakhiri kehidupannya kecuali dengan kebaikan kecuali dengan kebaikan Nah inilah ya dua Hal inilah yang bisa kita lihat bahwa apabila seorang melakukan amal-amal Saleh kemudian dia ikhlas karena Allah subhanahu wa taala terus istiqomah dalam hal ini maka akhir kehidupannya adalah Khusnul Khotimah atau ya penjelasan yang lain juga adalah yakni orang yang beriman kemudian beramal saleh mengikhlaskan semua amalnya karena Allah subhanahu wa taala maka akan diakhiri kehidupannya dengan amal saleh akan di akhir kehidupannya dengan apa dengan amal saleh atau kebaikan ini yang pertama kemudian pengertian yang kedua adalah Anna Khotimah mata kulu fiihaqi Man asaa al-amal yang namanya suul Khotimah atau akhir kehidupan yang buruk adalah yakni Jika seorang betul-betul dalam kehidupannya itu melakukan keburukan-keburukan kemaksiatan-kemaksiatan atau ada pula diantara manusia yang terlihat oleh manusia lain oleh orang lain amal-amalnya adalah baik amal-amalnya adalah amal saleh Namun sayang dinodai oleh Riya dinodai oleh penyakit Ria atau summahar dan hal ini ditunjukkan oleh hadis yang lain apa bunyinya kata nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam Inna ahadakum laa ya’malu Bi Amali ahlil Jannah [Musik] kata Nabi Sungguh ada di antara kalian kata nabi yang mengamalkan amalan penghuni surga yakni mengamalkan amal saleh yang terlihat oleh manusia terlihat oleh penglihatan manusia secara zahirnya amal saleh namun hatinya naudzubillah Min dzalik sudah dihiasi dengan Riya sudah dihiasi dengan sumah sehingga gugurlah dari amal gugurlah pahala dari amalnya ini sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat yang mulia Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan lain asroqta layahbatonna amaluka wa la takunan dan jika engkau berbuat Syirik maka gugurlah pahala dari amalmu dan engkau kelak tergolong dari orang-orang yang merugi di negeri akhirat naudzubillah Min dzalik Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam inilah berkaitan dengan yakni pengertian eee yang kedua disertakan Dengan hadis yang tadi bahwa dari penglihatan manusia seolah-olah Si Fulan mengamalkan amal-amal Saleh Namun sayang hatinya tidak ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala ini maknanya yang terlihat pada pandangan manusia adalah amal saleh namun hatinya busuk hatinya buruk yakni tidak ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah keterangan dari Syekh Abdul Muhsin dari hadis Ibnu Mas’ud berkaitan dengan Proses penciptaan manusia sampai kepada akhir kehidupan manusia Apakah di akhir dengan Khusnul Khotimah atau Khotimah maka terakhir dari pembahasan kita di sore hari ini saya akan bacakan apa yang menjadi pelajaran-pelajaran berharga dari hadis yang keempat ini Syekh Hafiz Allah Taala menjelaskan ada 10 poin di sini saya akan Jelaskan 10 poin ini sebagai penutup dari penjelasan hadis yang keempat di sore hari ini atau dari kajian kita di sore hari ini pelajaran yang pertama [Musik] penjelasan tentang tahapan-tahapan dari Proses penciptaan manusia di perut ibunya ya dari mulai nutfah 40 hari pertama hari kedua kemudian 40 hari yang ketiga Lalu setelah itu ditiupkan ruh padanya dan seterusnya Kemudian yang kedua Ana nafkah kemudian setelah genap janin berusia 120 hari ditiupkan ruh padanya maka setelah janin ini memiliki ruh maka disebut sebagai insan yakni manusia janin yang hidup jadi manusia ya menjadi makhluk yang yang berbeda dari yang sebelumnya kemudian pelajaran yang ketiga Ana Minal malaikat yang Allah tugaskan untuk menjaga rahim wanita yakni melihat ya apa yang terjadi pada rahim wanita dari perkembangan-perkembangan hari demi hari bulan demi bulan dari kehamilan wanita tersebut maka para malaikat ini yakni mengawasi rahim tersebut dan selalu melapor kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini melapor selalu kepada rabbul alamin ya Rob nutfah wahai RAB sekarang menjadi nutfah sekarang menjadi kemudian malaikat bertanya azakkar am Ulfa Apakah engkau akan memberikan jenis kelamin laki-laki atau perempuan terus perkembangan demi perkembangan jika ada di antara janin itu tidak berkembang maka itu pun akan dilaporkan kepada Allah dan Allah maha tahu Allah subhanahu wa taala maha tahu dan ini merupakan yakni eee kebesaran Allah subhanahu wa taala kemampuan dan kemaha sempurnaan Allah subhanahu wa taala kemudian yang keempat dan ini juga menunjukkan tentang tentunya yakni ee rahimnya rahimnya Allah subhanahu wa taala mahaka sayangnya Allah subhanahu wa taala kepada wanita yakni perkembangan janin itu sampai 9 bulan umumnya kehamilan itu sampai 9 bulan ya ini merupakan sayangnya Allah subhanahu wa taala kepada kaum wanita Ya bisa saja Ya Allah subhanahu wa taala Maha mampu untuk menjadikan kehamilan itu lebih cepat dari 9 bulan ya lebih cepat dari 9 bulan namun dibuat seperti itu tahapan demi tahapan terus tanpa ya yakni yakni disadari atau tanpa dirasakan oleh wanita tersebut tiba-tiba sudah sekian bulan dan seterusnya dan seterusnya dan ini merupakan yakni sayangnya Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada wanita kemudian yang berikutnya lagi disebutkan di sini yang keempat wujudul Iman Bil ghaibi wajibnya beriman kepada perkara gaib kepada apa-apa yang tidak diketahui hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahui maka kita wajib untuk mengimaninya yang kelima wujudul Iman Bil qadari wajib beriman kepada takdir Allah subhanahu wa ta’ala dan takdir Allah subhanahu wa ta’ala ini telah yakni berlaku bagi seluruh makhluk hidup seluruh alam semesta ini kemudian yang keenam jawazul khaliknya bersumpah untuk menekankan pembicaraan kemudian yang ke-7 bawa amal-amal amal-amal manusia itu tergantung dengan akhir kehidupannya akhir kehidupannya Apakah diakhiri dengan Abdul Khotimah ataukah kebalikannya naudzubillah min dzalik itu su’ul Khotimah kemudian yang ke-8 Al jama’u bainal khaufi waroja’i yang di penggabungan dua sikap sikap khauf takut yang ditakutkan kalau-kalau amal selama ini nggak diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala sikap berharap agar amal-amal kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala su al-fatimah dan orang yang selama ini berbuat kebaikan selama hidup di dunia hendaknya dia takut kalau-kalau akhir dari kehidupannya di dunia adalah suul Khotimah akhir kehidupan yang buruk wa annaman dan kebalikannya orang yang selama hidupnya selalu berbuat keburukan dosa dan maksiat Janganlah berputus asa dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian yang ke-9 bahwa amal perbuatan manusia ini sebagai sebab masuknya ia ke dalam surga atau neraka dan yang terakhir yang ke-10 annaman kutiba syakie yang bahwa hamba yang telah ditulis oleh Allah ditakdirkan oleh Allah bahagia atau sengsaranya kelak di akhir kehidupannya tidak diketahui dalam proses perjalanan manusia ini Dan ya hendaknya kita selalu memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar kehidupan kita diakhiri dengan Husnul Khotimah akhir kehidupan yang baik yaitu dengan mengucapkan kalimat tauhid Lailahaillallah sebagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada kita makana akhirukalami Hila ilaha illallah ada khal Jannah Barang siapa akhir dari kehidupannya di dunia mengucapkan kalimat tauhid Lailahaillallah dijamin surga maka kita semua hendaknya selalu mau anda memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar akhir dari kehidupan kita di dunia ini diakhiri dengan kalimat tauhid Lailahaillallah wafatnya kita di atas tauhid dan di atas sunnah nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam amin ya rabbal alamin Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah eee akhir dari penjelasan kita pada sore hari ini dari kajian syarah dari hadis Arbain nawawiyah Semoga kita bisa memahaminya Semoga kita bisa mengamalkannya dan semoga kita semua mendapatkan anugerah dari Allah berupa Khusnul Khotimah amin ya rabbal alamin kita akhiri kajian singkat ini di sore hari ini dengan doa untuk majelis Subhan Allahumma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply