bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustad Abu Ihsan Al Asy’ari al-maidani Ma fidzahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis Nah berikut kita akan simak penjelasan dari kitab yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Allah Ustadz Abdul masyross Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah harap semesta alam sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu kita masih membahas buku yang ditulis oleh Ibnu jauzi yang berjudul talbis iblis kita akan melanjutkan pokok-pokok bahasan yang ada di dalam buku ini pembahasan terakhir berkaitan dengan sikap kaum Sufi ataupun orang-orang yang menjalani kehidupan tasawuf yang meninggalkan ikhtiar dengan dalih tawakal diantaranya juga adalah mereka meninggalkan berobat dengan dalih tawakal dan itu sudah kita Jelaskan bahwa bertawakal tanpa ikhtiar itu bukan tawakal tawakal tidak akan sempurna tanpa ikhtiar maka misalkan keduanya adalah kejahilan dan menunjukkan bahwa pelakunya tidak mengerti syariat tawakal Apa itu tawakal dan lanjutannya adalah pada kesempatan siang ini menyinggung tentang menyendiri atau uzlah ini salah satu talbis iblis terhadap mereka ya meninggalkan [Musik] kewajiban yaitu salat Jumat salat berjamaah dengan alasan mereka menyendiri mereka sedang melakukan para Salaf memang memilih uzlah atau menjauhkan diri dari manusia agar mereka dapat menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah akan tetapi uzlah atau menyendiri ini tidak sampai membuat mereka meninggalkan salat Jumat dan salat berjamaah atau kewajiban-kewajiban agama lainnya atau tuntutan hidup seperti mencari nafkah saudara yang sakit menghadiri jenazah atau menjalankan berbagai kewajiban-kewajiban dunia maupun agama ini menjelaskan kepada kita bahwa uzla itu memang ada tapi tidak seperti yang dilakukan ataupun yang diamalkan oleh kaum Sufi dengan alasan itu mereka meninggalkan kewajiban-kewajiban maka dikatakan bahwa uzlah Yaitu terdiri dari dan huzlah tanpa menjadi penyakit musibah malapetaka ya maka tentunya kuzla itu harus dengan ilmu dan tujuannya kezuhudan ya tanpa ilmu itu menjadi salah seperti kaum Sufi ini mereka berujlah tanpa ilmu ya Sehingga ya mereka mengabaikan kewajiban-kewajiban mereka di lain pihak ada orang yang uzlah tanpa zuhud maka menyendiri mereka adalah untuk berbuat maksiat Ahlussunnah memiliki keduanya para Salaf para ulama para sahabat yang beruzlah mereka memiliki keduanya yaitu dengan ilmu sehingga tidak menjadi salah kekeliruan kesalahan penyimpangan kesesatan dan mereka juga memiliki syarat yang kedua atau perkara yang faktor yang kedua yaitu zuhud jadi menjadi mereka itu bukan untuk maksiat karena ada juga yang menyendiri tapi menyendiri supaya nggak diganggu buat maksiat atau memang menyendirinya itu untuk berbuat maksiat maka dari itu kita diperintahkan untuk bertakwa kita dan kita karena setan maal Wahid kata nabi setan bersama orang yang sendiri Maka kalau zuhud ini tanpa zuhud menjadi Illah penyakit musibah malah Petaka banyak orang-orang yang uzlah tanpa peluang bagi dirinya untuk berbuat dosa dan maksiat karena sendiri ya ada yang dengan zuhud tapi tidak punya ilmu itulah kaum sufi yang di singgung oleh Ibnu jauzi Di Sini orang-orang yang beruzza tanpa Ainul Ilmi ya maka akhirnya dengan menyendiri ini mereka meninggalkan Memang mereka nggak buat maksiat mereka mungkin berzikir mereka mungkin salat di kesendirian mereka tapi tanpa ilmu akhirnya mereka mengabaikan kewajiban tidak mencari nafkah mengabaikan kewajiban menafkahi anak istri dia mengabaikan kewajiban bahkan kewajiban agama seperti salat Jumat dan salat berjamaah dan mengabaikan kewajiban hak-hak sama muslim misalnya menjenguk orang yang sakit menghadiri jenazah dan lain-lain sebagainya sehingga dia meninggalkan banyak tuntutan dan kewajiban baik itu untuk kewajiban dunia agama maupun kewajiban-kewajiban duniawi nah ini teruslah yang mereka lakukan tidak lebih dari sekedar menjauhkan diri dari keburukan dan menjauhkan diri dari para pelaku keburukan ya namun ya di lain pihak mereka justru melakukan suatu kesalahan yaitu meninggalkan kewajiban-kewajiban ya yang meninggalkan kewajiban-kewajiban mereka di iblis telah menipu mereka sehingga sebagian dari mereka mengucilkan diri di gunung ini seperti layaknya para Rahim ya Sehingga Bahkan mereka mengabaikan kewajiban tuntutan kewajiban terhadap hak-hak diri dari bab ini adalah salah satu talbis iblis terhadap konsumsi adalah mereka meninggalkan menikah salah satu alat ya Nah demikian mereka menyendiri sepanjang hari sampai-sampai meninggalkan salat Jumat salat berjamaah dan tidak berbaur dengan manusia dan mereka meninggalkan kewajiban yang penting yaitu menuntut ilmu ya kepada ahli ilmu ya seberapapun banyak ilmu kita kita tetap harus menuntut ilmu para ulama dahulu saling menuntut ilmu satu sama lainnya Imam Ahmad berkata ilmiah alat tulis ini akan dibawa sampai ke liang lahat Artinya mereka menuntut ilmu walaupun mereka sudah jadi imam itu salah satu kebutuhan kebutuhan diri dan salah satu kewajiban syar’i menuntut ilmu nah kaum Sufi ini mereka berujlah dan meninggalkan kewajiban tersebut ya kewajiban menuntut cepat apalagi ya padahal sebagian besar dari mereka itu ya perlu bahkan wajib untuk menuntut ilmu karena kejahilan dan kebodohan mereka ya umumnya mereka mengujilkan diri di tempat-tempat yang khusus bagi mereka ya perkumpulan mereka ya semacam Padepokan gitu ya kalau sekarang ini nggak ke gunung ya sedulu awal-awal mereka ke gunung ke gua Ya seperti yang petilasan ya Padepokan tempat-tempat yang kita katakan Sepi Nah kemudian berkembang hingga mereka membuat Padepokan pada pokan dan mereka mengurung diri di situ yang hakikatnya sama yaitu demikian sehingga mereka tidak pergi ke masjid ya tetap berada di tempat mereka ya dan mengatakan juga di sini mereka juga tidak bekerja itu meninggalkan tuntutan hidup sebenarnya mereka perlu makan minum dan akhirnya mereka hidup dari belas kasih orang lain ya Nah demikian wallahualam Abu Hamid Al Ghazali menerangkan di dalam kitab Ihya Ulumuddin tujuan olah jiwa atau riyadatun Nufus yaitu mengosongkan hati dan ini hanya bisa dilakukan di tempat gelap ya sebelum Al Ghazali Abu Hamid Al Ghazali ya bertaubat dan meninggalkan hal-hal semacam ini ya maka kita pihakmuddin itu salah satu kitab yang berisi banyak hal-hal yang juga keliru dan perlu diwaspadai ya kalau tidak mengetahui ya bahwa ini adalah sebenarnya salah satu kita katakan ritual-ritual kaum Sufi ya beribadah di tempat gelap misalnya ya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya tidak pernah menganjurkan agar kita bisa salat di tempat yang gelap yang tidak ada cahaya misalnya supaya dengan tujuan lebih khusyuk tidak ada ketentuan seperti itu untuk mencapai khusyukan kita harus mengerjakan salat misalnya di tempat gelap atau berzikir di tempat gelap yang gak ada cahaya dan konsumsi melakukan itu sebagian ritual mereka adalah mereka mengerjakan salat di tempat gelap kalau di masjid bisa dimatikan lampunya ditutup jendela dan pintu supaya gelap dengan alasan untuk mencapai kekhusyukan ya demikian juga ketika mereka beruzlah di kamar-kamar dan di tempat-tempat di kemah-kemah mereka ya tanpa cahaya ya tanpa ada sinar dan cahaya sedikitpun dengan tentunya ya mencapai kekhusyukan ya tentunya antara salat di tempat gelap dengan menutup mata ya tentunya lebih sedikit gangguannya Menutup Mata
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply