Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya sunnah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin washolatu wassalamu ala asrofil anbiya’il mursalin Terima kasih atas kesediaan Antum semuanya untuk bersama kami di Kamis pagi hari ini guna mengikuti program dan kajian ilmiah bimbingan yang akan disampaikan secara langsung oleh guru kita Ustadz Abdullah nisan kita senantiasa menguji Saya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan kepada kita semuanya seolah dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam untuk keluarganya untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti senang sekali kami dapat menghadirkan program dan bimbingan ilmiah bersama Ustadz Abdullah Taslim yang ada di kota Kendari dari pembahasan Alfa Wahid dan bagi Anda yang ingin memperdalam seputar pembahasan ini nanti Silahkan di 021823 6543 atau pesan singkat di 0819896543 baiklah kepada Ustaz kami dimanapun Antum berada Alhamdulillah di pagi hari yang berbahagia ini kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang senantiasa melimpahkan kebaikan-kebaikan dan memudahkan taufiknya bagi kita untuk selalu bisa berpegang teguh dengan agama yang agung ini agama Islam bisa merasakan Nikmatnya Iman nikmatnya mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang Semoga Allah senantiasa dan selalu menetapkan nikmat-nikmat ini pada diri kita sampai di akhir hayat kita Barakallah fikum kita bertemu kembali di dalam lanjutan pengajian pembahasan kitab yang sangat bermanfaat kitab al-fawaid Syamsudin Abu Abdillah kita masih melanjutkan pembahasan tentang masalah tauhid dan Aqidah ya di pasal yang ke-7 saat ini kita akan melangkah di pembahasan makrifatullah antara iman orang-orang yang selalu bertauhid mengesakan Allah dalam beribadah dan iman orang-orang yang melakukan perbuatan syirik ini pembahasan yang sangat penting sekali karena bagaimanapun juga ya iman yang dibenarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang diridhoinya adalah iman orang-orang yang benar-benar mentauhidkannya mengesakannya dalam beribadah yang ini merupakan buah dari mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengenal kemahaindahan nama-namanya dan kemaha sempurnaan sifat-sifatnya Ibnu qayyim Allah ta’ala berkata makrifatullah mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala itu ada dua macam mengenal Allah dengan sekedar menetapkan ya dengan sekedar menetapkan Allah Maha Pencipta Allah Maha mengatur segala sesuatu di alam semesta inilah mengenal Allah yang dimiliki oleh semua manusia baik yang taat maupun yang durhaka orang yang selalu mengamalkan ibadah maupun orang yang selalu berbuat maksiat yakni sampai orang musyrik pun mengakui hal ini ya sebagaimana ayat-ayat Alquran yang menyebutkan bahwa mereka mengakui Allah pencipta alam semesta pencipta manusia pengatur pemerintah Rizki dan seterusnya misalnya dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau kamu tanyakan kepada mereka orang-orang musyrik itu Siapakah yang menciptakan langit-langit dan bumi mereka akan mengatakan Allah yang menciptakannya yang jelas ini mengenal Allah sekedar Fitrah menetapkan ya ini Belumlah menyelamatkan seseorang Belumlah menjadikan Dia kemudian menetapkan tauhid kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ini sesuatu yang harus diperkuat dengan mempelajari ayat-ayat Alquran dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menguatkan pengenalan dan keyakinan kita tentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang kesempurnaan sifat-sifatnya jenis yang kedua mengenal Allah yang akan melahirkan rasa malu kepadanya Mencintainya selalu mengaitkan hati kita dengannya menyandarkan hati kita kepadanya melahirkan rasa rindu untuk bertemu dengan Allah rasa takut selalu kembali kepadanya selalu damai ketika dekat dengannya serta Berpaling Dari semua makhluk untuk hanya menghadapkan diri kepadanya tentu inilah mengenal Allah yang dituntut di dalam Islam inilah yang dipuji semakin seorang hamba mengenal Allah dia semakin tunduk dia semakin takut kepada Allah sebagaimana makna firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat Fatir innama sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambanya hanyalah orang-orang yang berilmu kayak Al ulama tafsir beliau yaitu orang yang mengenal dan mengetahui tentang Allah orang yang semakin mendalami sifat-sifat kesempurnaannya pasti dia akan semakin mencintai Allah semakin tunduk semakin hanya berharap semakin takut kepada Allah Karena segala sesuatu yang dibutuhkan hamba ada di tangannya dan semua yang ditakutkan menimpa hamba hanya Allah yang maha kuasa untuk menimpakannya kalau dia menghendakinya atau mencegahnya Jika dia juga menghendakinya jadi inilah pengenalan Allah yang disebutkan di ayat tadi yang takut kepada Allah dengan sebenarnya hanyalah orang-orang yang mengenal Allah yakni mengenal keagungan sifat-sifatnya kemaha besaran nama-nama dan sifat-sifat kesempurnaannya makanya inilah pengenalan Allah yang khusus yang selalu disebutkan dalam pernyataan orang-orang yang soleh sebelum kita orang-orang yang ahli zuhud orang-orang yang tekun beribadah sebelum kita ya inilah yang dipuji inilah mengenal Allah yang setelah fitrah manusia Allah ciptakan di atasnya maka dia semakin memperkuat pengenalan terhadap Allah dengan membaca ayat-ayat Alquran dan hadis-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam inilah yang terpuji baik kemudian perbedaan tingkatan-tingkatan manusia dalam mengenal Allah ini tidak bisa dihitung ya tidak bisa dibatasi Kecuali Kecuali oleh Allah subhanahu wa ta’ala zat yang memperkenalkan dirinya kepada manusia Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah yang membukakan ilmu yang agung ini bagi hati hamba-hambanya supaya mereka mengenal Allah yang itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak bukan kepada selain mereka maka masing-masing dari hamba-hamba Allah mengisyaratkan tentang mengenal Allah ini sesuai dengan kedudukannya sesuai dengan tingkat yang telah dicapainya dan sesuai dengan bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyingkap rahasia ilmu itu bagi mereka dan kita perlu ingat di sini jamaah sekalian rahimakumullah pernyataan beliau ini maksudnya bertingkat-tingkat di sini bukan didapatkan lewat mimpi atau lewat kata orang-orang tersingkapnya tapir Setelah dia merenungkan Setelah dia bertapa Setelah dia meninggalkan ibadah-ibadah Setelah dia mencapai kedudukan tertentu bukan dengan belajar agama bukan dengan membaca dan merenungkan Alquran dan hadits-hadit Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan mereka-mereka ini mengatakan justru sebagian mereka bahkan mengatakan justru Alquran yang akan menghalangi kedudukan ini semua ini pernyataan batil pernyataan yang rusak seseorang meraih tingkatan yang mulia dalam agama semakin dia semangat belajar agama semoga semangat dan banyak dia membaca Alquran dan menurunkan isinya Apalagi sudah kita pernah Terangkan berkali-kali mayoritas kandungan dan isi ayat-ayat Alquran adalah menjelaskan tentang Allah nama-namanya yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan perbuatan-perbuatannya yang maha terpuji Maha Sempurna Nah jadi ketika sebagian dari ulama mengungkapkan tentang ilmu yang agung ini maka dia mengungkapkan sesuai dengan pengetahuan yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hamba Allah yang paling mengenal Allah bersabda dalam hadis yang shahih riwayat Imam muslim aku tidak mampu membatasi tidak mampu membatasi pujian atau Sanjungan bagimu Ya Allah engkau sebagaimana pujian yang engkau peruntukan bagi dirimu sendiri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa kita tidak mampu membatasi pujian yang pantas bagi Allah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala sifat-sifat terpujinya Maha Tinggi dan Maha Sempurna dan makhluk tidak bisa menjangkaunya selain dari apa yang Allah berikan beritahukan kepada mereka yang Allah ajarkan kepada mereka kemudian di dalam hadis yang shahih juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam hadis syafaat yang terkenal ketika semua manusia di padang mahsyar menanti keputusan Allah subhanahu wa ta’ala yang mereka mengalami kondisi yang sangat susah matahari yang sangat panas orang-orang yang ditenggelamkan dengan keringat mereka Sesuai dengan dosa Mereka di dunia ketika itu intinya ringkasnya ketika semua para nabi yang didatangi tidak mampu maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberikan syafaat tersebut di sini Rasulullah SAW mengabarkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala membukakan bagi beliau Pada hari kiamat di padang mahsyar nanti ini membukakan bagi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pujian-pujian bagi Allah yang saat ini beliau tidak mengingatnya tidak tidak mengetahui pujian tersebut Nanti pada hari kiamat Allah bukakan bagi beliau ini berarti ada pujian-pujian dan Sanjungan bagi Allah yang memang tidak bisa dijangkau dengan pikiran manusia ya ini menunjukkan kepada kita bahwa mengenal Allah itu bertingkat-tingkat dan tentu yang paling sempurna dalam mengenal Allah adalah para nabi dan para rasul alaihimusholatu Wassalam dengan penghulu mereka nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam makanya mengenal Allah ini tidak seperti yang dinyatakan oleh sebagian orang-orang yang memahami agama dengan cara yang salah yakni mereka mengatakan kita mengenal Allah hanya lewat mimpi atau tersingkap nya tabir tanpa Belajar Alquran tanpa belajar sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam demi Allah ini bukanlah mengenal Allah Bagaimana mungkin ada petunjuk selain dari petunjuk yang sempurna yang Allah turunkan di dalam ayat-ayat Alquran dan hadits-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Apa manfaatnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di surat al-maidah ayat kemampuan pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu telah aku jadikan cukup lengkap nikmatku atasmu wahai kaum muslimin dan telah aku ridhoi agama Islam ini sebagai agamamu tidak ada yang diridhoi oleh Allah selain dari petunjuk yang sempurna yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian abu-abu lemarifah pintu-pintu mengenal Allah Bagaimana caranya agar kita bisa mengenal Allah dengan benar apalagi dalam hal ini banyak orang-orang yang mengaku menawarkan metode padahal menyimpang dari petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya kita harus ingat Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mungkin menjadikan satu kedudukan yang sangat tinggi dan mulia bahkan paling tinggi dan paling mulia dalam Islam kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menjelaskan caranya cara untuk meraihnya di dalam petunjuk yang sempurna dalam ayat-ayat Alquran dan hadir hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang shahih sehingga orang mencari dengan sendirinya ada yang bertapa tadi ada yang menghayal saja ada yang mempelajari dengan ritual-ritual tertentu semua ini Kalau tidak ada bimbingannya dari petunjuk allah dan rasulnya maka semua tidak akan membawa kepada kedudukan Mulia ini karena tidak ada yang lebih sempurna dalam memahami dan mempraktekkan agama melebihi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam setelah itu para sahabat radhiyallahu Ta’ala anhuma pintu-pintu mengenal Allah kita lihat yang pertama kata beliau lihat Untuk mengenal Allah ini mengenal Allah yang benar ini ada dua pintu yang terbentang Al Babul awal yang pertama merenungkan memikirkan dan merenungkan ayat-ayat Alquran secara keseluruhan kemudian memahami Dengan pemahaman yang khusus dari petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada yang melebihi kedudukan Alquran bagi orang yang merenungkannya tidak ada yang melebihi kebaikan-kebaikan yang Allah limpahkan kepada hamba yang melakukan hal ini Lihatlah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kita pun Kitab Alquran yang kami turunkan kepadamu wahai Rasulullah penuh dengan keberkahan kebaikan yang berlimpah agar manusia merenungkan isinya dan agar orang-orang yang berakal bisa mengambil pelajaran darinya jadi Alquran yang memang isinya mayoritas adalah mengenalkan tentang Allah tentang menetapkan tauhid menetapkan iman Dan inilah isi kandungan Alquran yang paling utama di dalam Alquran penjelasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah lebih banyak daripada penjelasan tentang kenikmatan di surga makanan minuman pernikahan di surga kemudian ayat-ayat yang menjelaskan tentang kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah lebih tinggi kedudukannya dibandingkan ayat-ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan hari kiamat tentang surga dan neraka Subhanallah karena pentingnya merenungkan Alquran secara keseluruhan kemudian memahaminya dengan benar sesuai dengan keridhaan Allah dan rasulnya ini adalah bab pertama dan termasuk yang utama untuk bisa menyempurnakan pengenalan kita terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang ini merupakan ciri kesempurnaan iman Al Hani kemudian bab yang kedua pintu yang kedua memikirkan tentang ayat-ayat Allah yang bisa disaksikan alam semesta merenungkan Agungnya ciptaan Allah memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta ini merenungkan hikmahnya dalam penciptaan alam semesta ini memikirkan kemahakuasaannya kelembutannya kebaikan-kebaikannya keadilan keadilannya dan penegakan kebenaran yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tegakkan bagi makhlukNya Masya Allah jadi kita melihat tanda-tanda kekuasaan Allah keteraturan alam semesta kita berdalil berarti alam semesta yang demikian teratur maka pasti zat yang menciptakannya Maha Sempurna ilmunya Maha Sempurna kekuasaannya Maha Sempurna hikmahnya karena dia menempatkan segala sesuatu secara tepat pada tempatnya ini perenungan terhadap makhluk ciptaan Allah yang sangat penting untuk menguatkan dan menumbuhkan tauhid di hati kita yang menghimpunkan semua ini memahami kandungan makna nama-nama Allah yang Maha Indah memahami keagungan dan kemahasempurnaannya ini yang Allah perintahkan di dalam Alquran walillahil Asmaul Husna dan Allah memiliki nama-nama Yang Maha indah maka berdoalah beribadahlah kalian kepada Allah dengan memahami kandungan makna nama-namanya yang maha Indah makanya ini kata para ulama orang yang paling sempurna ibadahnya adalah orang yang beribadah dengan merenungkan kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang Maha Tinggi Imam Ibnu qayyim Allah ta’ala mengatakan dirinya kepada Allah adalah yang beribadah kepada Allah dengan memahami kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang bisa dipahami oleh manusia Allah dalam hal ini bahwa cuma dia yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan nama-nama Yang Maha Indah kemudian memahami keterikatan antara keterikatan nama-nama dan sifat-sifat Allah dengan penciptaan dan perintah yang diturunkan dalam syariatnya maka hamba ini menjadi seorang yang Faqih memiliki ilmu pemahaman yang benar tentang perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dia harus menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangannya dia sekaligus menjadi hamba yang memahami mengetahui fiqih pemahaman tentang takdir Allah dan ketentuannya serta dia memahami memiliki fiqih ilmu pemahaman tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya dalam kitab fiqull Asmaul Husna dan ya beliau menulis Kitab yang judulnya fikul Asmaul Husna fiqih nama-nama Allah yang Maha indah ini adalah fikih yang paling besar dibandingkan fikih dan tentang hukum-hukum agama meskipun semuanya penting tapi fikih tentang Allah tentang nama-nama dan sifat-sifatnya adalah fikih yang paling tinggi kata Syekh Abdul razaq inilah yang pertama kali masuk dalam makna sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim Man yuridillah yang Allah kehendaki baginya kebaikan Allah Jadikan Dia Faqih paham dalam urusan agamanya yang pertama kali masuk adalah memahami aqidah yang benar memahami tentang pemahaman nama-nama Allah dan maha tinggian sifat-sifatnya nah faqihan Dia adalah seorang hamba yang memahami memiliki ilmu fiqih tentang hukum-hukum agama yang sesuai dengan syariat sebagaimana dia memahami hukum yang berhubungan dengan takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap semua makhlukNya di alam semesta ini dan itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki karunia yang agung Masya Allah ini pembahasan yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan kita dalam upaya memperbaiki iman kita memperbaiki ikhlas kita menyempurnakan tawakal Kita cinta takut dan berharap kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari pintu mana kita akan bisa meraih kemuliaan-kemuliaan yang merupakan inti kebaikan agama ini tentu dari pintu mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan Taufik kepada hambaNya Allah buka hatinya untuk menerima dan mengenal kemahaindahan nama-nama dan sifat-sifatnya dengan sebab inilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan baginya untuk bisa meraih kedudukan-kedudukan yang tertinggi di dalam Islam Imam Imam syaikhul Islam Imam Ibnu qayyim Allah ta’ala mengatakan orang yang melakukan perjalanan mencari keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala melalui jalur mengenal nama-nama Allah yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi ini keadaannya sangat mengagumkan sangat luar biasa Kemudian pembukaan pintu-pintu kebaikan melalui jalur ini sangat indah dan sangat mengagumkan Oleh karena itu ilmu yang agung ini anaknya kita berusaha mempelajarinya kitab yang saya sebutkan tadi fikul Asmaul Husna fiqih nama-nama Allah yang Maha indah yang ditulis oleh guru kita Syekh Abdul Razak Al Badar yang kitab ini sudah diterjemahkan ini sangat bermanfaat untuk kita baca untuk kita kaji dan kita pelajari karena akan menguatkan pengenalan Allah pengenalan kita terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang ini akan menjadi sebab sempurnanya keimanan tauhid dan penghambaan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Barakallah fiikum masyinal muslimin ma’asyrol Ikhwan kaum muslimin para pemerhati Rojak TV dan radio Rodja di manapun Antum berada maka demikianlah kajian yang bisa kami sampaikan di kesempatan pagi hari menjelang siang hari ini semoga bermanfaat dan insya Allah akan ada kelanjutan pembahasan-pembahasan yang sangat menarik dari penjelasan Imam Ibnu qoirim rahimahullah ta’ala dalam kitab al-fawaid ini yang insya Allah kita akan lanjutkan di pertemuan berikutnya Barakallah fiikum Semoga apa yang kita bahas di pagi hari ini bermanfaat dan menjadi sebaik-baik bekal untuk kebaikan dunia dan akhirat kita demikianlah kita masih ada waktu untuk saling bertanya jawab di sisi waktu yang masih ada maka kami cukupkanlah jazakallahu Khairan Terima kasih atas kesediaannya untuk menyampaikan pelajaran serta bimbingan yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini semoga Allah senantiasa menimpakan Taufik rahmat dan keberkahan untuk kita semuanya untuk bisa memahami dan mengamalkannya dalam rangka ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Selanjutnya kami akan membacakan dari pesan singkat yang telah masuk dari hamba Allah izin bertanya Ustad Apakah boleh ketika kita di dalam sujud membaca atau mengucapkan Asmaul Husna saja membaca Asmaul husna asmaul husna saja tanpa permintaan lain atau tanpa doa-doa yang lain karena kita sudah tahu arti dan makna dari Asmaul Husna tersebut jazakallah sangat baik sekali dari beliau yang bertanya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan dan rahmatnya bagi beliau dan juga bagi kita semua ya sebaik-baik yang kita lakukan dalam ibadah kita adalah yang sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya waktu kita sujud ya di dalam sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kan kita diperintahkan di situ ada kita memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya kemudian kita berdoa kepada Allah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda seorang hamba dengan Allah subhanahu wa ta’ala keadaannya yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia sujud maka Perbanyaklah doa padanya jadi kita menyebut asmaul husna saja kalau tidak mengandung pujian tidak dirangkaikan dalam kalimat yang sempurna maka ini tentu bukan merupakan pujian kita diperintahkan untuk sujudkan umatnya zikir Subhanallah yang Maha Tinggi dan segala puji baginya ada di situ penyebutan nama Allah ya kemudian nama Rabb Al A’la yang Maha Tinggi ada Sebutkan nama-nama Allah maka pujian-pujian ini sudah mengandung nama-nama Allah yang Maha indah ya yang Maha Tinggi maka yang paling bagus kita praktekkan kemudian setelah itu kita berdoa kepada Allah ini yang terbaik karena inilah yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk kita memperbanyak doa ketika sujud karena saat-saat itu kita sangat dekat dengan Allah Maka insya Allah doa-doa kita mudah untuk dikabulkannya 6 Barakallah saya terima kasih atas Jawabannya selanjutnya kalian bacakan dari hamba Allah Ustadz pernah diajarkan oleh salah satu guru-guru kami berkaitan dengan memahami Asmaul Husna diucapkan untuk mendapatkan kebaikan misalnya Al Hadid supaya mendapatkan kekebalan dan lain sebagainya diucapkan berkali-kali Apakah hal itu yang dulu saya pelajari itu dibenarkan atau tidak silahkan seperti yang sangat baik dan sangat bermanfaat sekali dari beliau yang bertanya Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan balasan kebaikan bagi beliau dan juga untuk kita semua ya ini termasuk yang saya baca penjelasan dari para ulama kita tentang perbuatan seperti ini ini justru merupakan contoh penyelewengan dalam memahami nama-nama Allah yang diingatkan di dalam Alquran tadi di kelanjutan ayat tadi ya walillahil Asmaul Husna dan Allah memiliki nama-nama Yang Maha indah maka berdoalah beribadahlah kepada Allah dengan nama-nama itu dan Tinggalkanlah orang-orang yang yulhidun melakukan penyelewengan dalam memahami nama-namanya sungguh mereka akan mendapatkan balasan yang pedih dari apa yang mereka lakukan dijadikan nama-nama Allah itu untuk hajat seseorang contoh misalnya orang ingin ada sakit di telinganya dia baca Assami Allah maha mendengar Allah maha mendengar ini tidak benar nama-nama Allah itu Maha Tinggi dan maha Mulia perintahnya di ayat tadi kita gunakan untuk apa berdoa Kita berdoa kepada Allah menyebutkan nama-namanya yang sesuai dengan permintaan kita agar doa kita mudah dikabulkan kita praktekkan dalam ibadah kita tahu Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Penerima tobat kita ucapkan istighfar memohon ampun dan bertobat kepada Allah kita tahu Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mendengar kita selalu berdzikir kepada Allah meskipun dengan suara yang pelan kita berdoa dengan suara yang direndahkan karena kita tahu Allah maha mendengar itu maksudnya adapun yang seperti tadi merupakan contoh penyelewengan apalagi tadi yang disebut al-hadid artinya besi tujuannya untuk menguatkan Misalnya ini tidak benar karena al-hadit bukan nama Allah Al Hadid ini artinya bersih bukan nama Allah ya Ada surat dalam Alquran Surat Al Hadid tapi bukan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala nama Allah itu adalah yang disebutkan di dalam ayat-ayat al-quran dan hadits-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang mengandung makna Maha Tinggi ya disebut dengan Al Asmaul Husna nama-nama yang maha Indah artinya mencapai puncak dalam kemahaannya Jadi tidak boleh sembarangan jadi alhadid ya bersih Annur cahaya menurut pendapat yang ah misalnya adahar waktu ya Ini bukan merupakan nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya Jadi ada nama-nama Allah yang disebutkan dalam ayat-ayat Alquran yang disifati sebagai Al Husna nama-nama yang maha indah ini Yang hendaknya kita merujuk kepada penjelasan para ulama agar kita mengetahui nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala yang maha Indah itu pun kemudian kita praktekkan dengan cara yang benar yang sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam nah Barakallah fiikum Terima kasih atas nasihat dan jawabannya selanjutnya akan memberikan kesempatan Silahkan di layanan Telepon 021 8236543 untuk Anda yang bertanya langsung kepada Ustadz kesempatan kali ini halo Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Saya pernah membaca buku Tafsir Alquran dimana dalam buku tafsir Surah al-baqarah itu Alif Lam Mim adalah singkatan dari Alif adalah Allah lam tingkatan dari Jibril singkatan dari Muhammad yang berarti bahwa Alquran itu datangnya dari Allah disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Apakah buku tafsir itu benar Ustaz dan Bolehkah dipelajari dan jika salah buku tafsir benar yang yang seperti apa Ustaz Mohon bimbingannya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Sumbawa tadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga beliau dalam kebaikan melimpahkan keberkahan bagi beliau keluarga dan juga bagi kita semua ya penafsiran seperti tadi ini penafsiran yang tidak dikenal dari para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dari kalangan para sahabat para tabiin dan para ulama yang mengikuti mereka yang kita tahu para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah ketika menafsirkan huruf-huruf yang ada di awal ayat Alquran baik itu Alif Lam Mim atau qof ataupun yang lainnya ya kamim ataupun yang lainnya itu mereka mengatakan Allah yang lebih mengetahui maknanya atau mereka mengatakan bahwa ini adalah huruf-huruf dalam bahasa Arab yang merupakan dalil bahwa Alquran diturunkan dalam bahasa Arab Adapun penjelasan seperti tadi singkatan dari ini dan seterusnya nanti huruf-huruf yang lain mau diartikan apalagi dan tidak ada penjelasan dari para sahabat yang menyebutkan tentang Makna tersebut tidak ada nukilan dari hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam atau pernyataan para sahabat atau para imam tabiin tabiin misalnya Imam Syafi’i Imam Malik Ibnu apa tidak ada seperti itu kita ketahui ini bukan dari para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang menafsirkan seperti itu maka ini termasuk penafsiran yang salah kalau ingin merujuk kepada kitab tafsir yang Alhamdulillah saat ini banyak ada Kitab Tafsir Ibnu jarir at Thabari tafsir Ibnu Katsir kemudian ada tafsir tafsir yang belakangan seperti Rahman banyak yang sudah ada terjemahannya saat ini ada ringkasan tafsir Ibnu Katsir ada terjemahannya kemudian tafsir Syeikh Abdurrahman juga ada bisa kita jadikan sebagai rujukan karena kitab tafsir ini merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang mereka Sebutkan penafsiran dari setiap ayat yang tentu ini menjadikan kita lebih tenang dalam mempelajari kitab-kitab tafsir tersebut halo silakan Assalamualaikum Ustad Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa ini di mana Ibu Sri yang tadi bukan ya begini Pak Ustad di dalam masyarakat ada beredar buku Asmaul Husna dari 99 Asmaul Husna itu mempunyai keutamaan-keutamaan seperti misalnya membaca ya rosok itu akan mendatangkan rezeki yang berlimpah ruah katanya begitu tapi jika kami tanya kepada hutan kan tidak tidak ada dalilnya tidak sumbernya Jadi pertanyaan kami itu dari mana asal sumbernya para perkara yang seperti ini atau perkara-perkara yang dimasukkan dalam agama itu tapi tidak ada dalilnya begitu Pak Ustadz Kemudian yang kedua Pak Ustad Apakah ada dalil jika seseorang itu berpikir dengan setiap tarik nafasnya itu Allahu Allahu katanya begitu terus Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ya Barakallah fiik ya pertanyaan yang sangat baik juga dari ibu ya yang berikutnya yang ada dari Sumbawa ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan kebaikan limpahan rahmat dan keberkahan bagi beliau keluarganya juga bagi kita semua ya Adapun menanyakan tentang dari mana sumbernya keterangan-keterangan yang tidak berdaya tersebut kita juga tidak tahu yang jelas ini pastinya dari akal pikiran manusia semata-mata dari perasaannya dari bisikan hawa nafsunya ya Yang jelas sebab utamanya karena mereka tidak merasa al-quran dan hadir hadir Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena kalau dia mau belajar al-quran dan hadir hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam Dengan pemahaman yang benar mestinya dia akan melihat kecukupan cukup semua kebaikan-kebaikan keutamaan-keutamaan besar yang diterangkan di dalam hadits-hadit yang shahih apalagi belajar tentang Asmaul Husna keutamaannya demikian besar dalil-dalilnya yang shahih banyak maka Harusnya kita mencukupkan diri tetapi karena orang tidak belajar akhirnya yang muncul adalah bagaimana dia ingin memotivasi dirinya akhirnya ambil dari perasaannya dari pikirannya atau dari sumber yang tidak jelas ada bacaan langsung dia ambil ada bisikan-bisikan dalam hawa nafsunya padahal langsung diikutinya adalah orang-orang yang dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala orang-orang yang selalu setia mempelajari petunjuk allah dan petunjuk Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang kedua tadi zikir dengan tarikan nafas tadi mengucapkan Allah Allah ini juga tidak ada dalilnya bahkan syaikhul Islam menjelaskan bahwa dzikir mengucapkan Allah Allah atau nama Allah saja yang lain tanpa dalam kalimat sempurna ini tidak ada tuntunannya di dalam petunjuk allah dan rasulnya maupun pemahaman para sahabat semua dzikir dalam Islam itu dalam kalimat yang sempurna contoh kita mengucapkan Subhanallah maha suci Allah ini pujian bagi Allah Alhamdulillah Segala Pujian puji bagi Allah jelas ini saya juga Lailahaillallah tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah Allahu Akbar Allah Maha Besar lahaula wala quwwata illa Billah tidak ada daya dan kekuatan Pertolongan Allah Hasbi Allah sebagai penolong dan dia sebaik-baik Pemilu sebaik-baik pelindung subhanallah subhanallah segala puji baginya maha suci Allah yang Maha Agung Ini semua adalah dzikir-zikir yang cukup kita baca istighfar kepada Allah Astaghfirullah alazim atau Istighfar dalam bentuk yang lain yang disebutkan dalam hadis yang shahih ini yang harusnya kita cukup baca untuk zikir-zikir yang benar-benar terkandung pujian bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan seperti dzikir yang diadakan tadi Terima kasih atas Jawabannya satu lagi kami berikan kesempatan untuk nelpon yang terakhir Silahkan di 0218236543 halo Halo silahkan iya mohon maaf dengan siapa dengan siapa Di mana ibu begini Ustadz Ibu terputus-putus Ya halo iya silakan di media sosial yang menyampaikan ilmu agamanya bagi Anda yang baru hijrah baru mengenal sunnah ini kan tidak tahu mana yang syubhat atau tidak selama ini Ana mempelajari atau mengikuti ustad-ustaz Salafi hanya saja Mungkin beberapa unsur yang lewat di media sosial atau Masuk ke halaman media sosial saya itu kadang-kadang memang terdengar baik tapi banyak juga yang bilang syubhat atau emaknya malah ada yang saat ini malah mengajarkan syiah seperti itu saya sendiri Memang merasa takut kalau saya salah mengambil ilmu bagaimana sebaiknya cara membedakan Ustadz yang memang sesuai dengan sunnah atau memang yang mengajarkan syubhat jazakumullah Khairan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pertanyaan sangat baik dari ibu yang ada di Purwakarta tadi Kalau tidak salah ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing beliau dalam kebaikan memberikan hidayah untuk menyempurnakan hijrahnya dan selalu berpegang teguh dengan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai-sampai kita bertemu dengan Allah pada hari kiamat nanti semoga Allah limpahkan ini Kepada beliau dan juga untuk kita semua Barakallah cara yang ibu lakukan selalu berdoa kepada Allah meminta pertolongannya dan meminta agar dilindungi dari segala bentuk keburukan dan kesesatan kemudian lihat penyampaian agama itu selalu ada dalilnya ayat Alquran di dibacakan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dibawakan hadits yang kemudian ada nukilan penjelasan dari para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dia akan mengukir penjelasan dari misalnya para tabiin ada Muhammad Ibnu Sirin ada Al Hasan al-bashri ada penjelasan Kemudian dari imam Malik bin Anas Sufyan Ibnu ada Abdullah kemudian ada nukilan-nukilan dari pernyataan para ulama setelahnya Imam Ahmad kemudian ada pernyataan dari ulama yang berikutnya lagi syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ada Ibnu qayyim ada Imam Ibnu kafir Masya Allah kita akan lihat nukilan-nukilan yang seperti ini akan selalu dibawakan oleh para ustaz-ustaz Yang benar-benar berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengikuti pemahaman para sahabat radhiyallahu ta’ala anhumain Adapun kalau sekedar dibacakan dibawakan pengajian hanya dari akal pikiran atau dibawakan ayat Alquran ditafsirkan sendiri maka ini bukanlah yang merujuk kepada pemahaman para Salaf jadi Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan ya Ibu untuk selalu bisa belajar agama dengan benar Ya seperti yang saat ini Ibu ikuti media Rojak TV atau mungkin dengarkan Radio Rodja Alhamdulillah ya yang kita ketahui dengan segala kekurangannya ustad-ustad yang sampaikan kajian di sini adalah ustad-ustaz yang Insya Allah ya selalu berusaha mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan pemahaman para sahabat radhiallahu ta’ala anhum wajma’in tentu kita katakan kita tidak boleh mensucikan seseorang dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala itu yang bisa kita pesankan untuk hal ini yang Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan kita untuk selalu menempuh jalannya yang lurus sampai kita sampai di akhir hayat kita maka pada kalau fikum demikian adalah Ini pertanyaan yang terakhir sekaligus jawabannya mudah-mudahan bermanfaat dan untuk kajian kita di kesempatan hari ini ya kita cukupkan mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Shallallahu Alaihi Wasallam wabarakallah Muhammad wa ala alihi wa shahbi ajma’in alhamdulillahirobbilalamin Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih atas kesediaannya untuk meluangkan waktunya guna menyampaikan bimbingan pelajaran dan pembahasan kitab Alfa Wahid di kesempatan pagi menjelang siang hari ini semoga pertemuan kita diberkahi Allah dan mendapatkan kebaikan serta ilmunya bisa kita amalkan dalam rangka ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Islam Terima kasih atas kebersamaan kami yang bertugas mohon pamit undur diri Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *