Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | Ta’liqah ‘ala Syarhissunnah lil Imam Al-Muzani

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

masa Ilal aqidah Ardan mukhtasor Imam muzani memaparkan pembahasan-pembahasan aqidah dengan ringkas lah ujian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja Bogor 100 poin 1 FM dan Radio Rodja Bandung 104 poin 3 MM radio rujak Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya Sunda dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] jazakumullah [Musik] secara langsung para pemerhati Roja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang di pekan pertama yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita ustadz Abdurrahman thoib Al Siah fidzahullah dari kota Surabaya pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kita takliko ala syarhi sunnah Lil imami al-muzani yang ditulis oleh fadilatul Syekh Profesor Doktor Abdul Razak bin Abdul Muhsin Al Badar fidzahullah seperti biasa setelah penyampaian materi silahkan nanti anda dapat bertanya secara langsung di Line telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di charge WhatsApp di Nomor 08198965 43 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al ustadzkuro Ustadz Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] muslimin pemirsa TV raja dan pendengar Radio Rodja di mana saja berada rahim Lani wa rahimakumullah Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab taklid Katon ala Syari sunnah Lil Imam al-muzani rahimahullah ta’ala atau Syarah aqidah Imam muzani oleh Fadilah bin Abdul Muhsin al-habbat Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita ke istikamahan dalam belajar aqidah Salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti bahasan muslimin pemirsa TV raja dan pendengar adzwa sekarang kita sampai halaman 117 tentang akidah ahli sunnah yang berkaitan dengan waliyul Ammar Pemimpin kaum muslimin kita baca ucapan Imam Al muzani as-syafir rahimahullah dan wajib mentaati Pemimpin kaum muslimin dalam hal-hal yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang menjauhkan diri dari yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak boleh mengkudeta memberontak terhadap Pemimpin kaum muslimin ketika mereka berbuat kezaliman ataupun kecurangan atau batu illallah bagi rakyat untuk bertobat kepada Allah agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik Hidayah kasih sayang kepada mereka terhadap rakyat mereka ini adalah salah satu akidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang hampir ada dalam setiap kitab-kitab akidah karena memang pentingnya pemasangan-permasalahan ini karena sangat luar biasa berharganya masalah yang satu ini kalau ada penyimpangan Maka sangat berbahaya terutama bagi kaum muslimin dan dalam sejarah kaum muslimin perpecahan pertama penyimpangan pertama diantaranya adalah masalah yang satu ini yaitu masalah memberontak terhadap Pemimpin kaum muslimin tidak mau menelan dan taat kepada pemimpin kaum muslimin itulah sejarah kelompok Al khawarij yang muncul di antara kaum muslimin diantara kesesatan mereka masalah yang satu ini mereka itulah setiap muslim muslimah wajib memahami aqidah ahlussunnah khususnya yang berkaitan dengan Pemimpin kaum muslimin kita baca Syarah dari Syekh Abdul Razak bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr Beliau berkata syaro’ah rahimahullah penulis yaitu Imam Al muzani murid dari Imam asy-syafi’i rahimahullah ta’ala berkata memulai penjelasan dalam kaitan masalah wajibnya mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal yang makruh yang tidak bermaksiat kepada Allah dan menasehati mereka seperti yang telah dijelaskan di dalam Alquran dan Sunnah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya Allah berfirman ya ayyuhalladzina amanu Ati Allah wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri minkum pemimpin Diantara Kalian kata sebagian para ulama kata-kata ulil amri dalam ayat ini menunjukkan yang wajib didengar ditaati adalah Pemimpin kaum muslimin yang mereka memiliki kekuasaan kekuatan di negeri kaum muslimin maka tidak boleh ada baiat asam urat kecuali kepada pemimpin tertinggi di negeri tersebut bukan pemimpin gerakan bawah tanah bukan pemimpin kelompok pengajian bukan namun pemimpin yang dikatakan oleh Allah Ulil Amri padahal ada sinonim dari ulil amri seperti Al Imam ataupun asultan tapi kata ulama Allah menggunakan istilah Ulil Amri untuk menunjukkan yang berhak dengan ditaati adalah pemimpin yang punya al-amr kekuasaan kekuatan di negeri kaum muslimin ya Ini juga membantah kelompok teroris misalnya ISIS yang mereka punya khalifah namun khalifah mereka dompleng di negeri orang tidak punya kekuasaan sendiri Ini adalah pemimpin yang palsu bukan yang dimaksud dengan ulil amri yang wajib di dengan dan ditaati perintahnya ya sebagaimana dalam ayat tadi ayat ini kata para ulama dalil wajibnya mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin namun dalam hal yang tadi Al Ma’ruf yang tidak bermaksiat kepada Allah makanya Allah tidak menggunakan kata-kata wa Ati ulil amri dalam ayat ini Adapun Allah dan rasulnya Ati Allah ada kata-kata atiu Allah atiu Ar Rasul Kenapa demikian kata para ulama karena ketaatan kepada Allah itu mutlak karena setiap perintah Allah pasti hak wajib ditaati Adapun Ulil Amri Kenapa kok tidak pakai hati Ulil am di dalam ayat ini karena ketaatan kepada pemimpin terikat dengan hati Allahu Ati Rasul kalau perintahnya tidak melanggar arti Allah atau Rasul maka wajib didengar dan ulama [Tepuk tangan] banyak membahas masa ini dalam kitab-kitab akidah mereka contoh misalnya dalam kitab ushulus Sunnah Imam Ahmad bin hamba rahimahullah kitab syarrus Sunnah Imam Bahari rahimahullah kitab syar’us Imam asabuni dan masih banyak yang lainnya karena pentingnya pembahasan ini maka setiap muslim muslimah wajib memahami dan ini juga pembahasan yang membedakan antara ahlussunnah dengan ahlil beda terutama dari kelompok Al khawarij tadi kata Syekh para ulama banyak membahas masalah ini dalam karya-karya mereka tentang masalah akidah dalam kitab-kitab Al Hadits Wamin Ahsan mazumi Afiza yang terbaik dalam menyusun pembahasan ini Dalam kitab-kitab Hadis yaitu Kitab Shahih Muslim Ada bab yang berkaitan dengan Al Imam kepemimpinan silahkan yang punya Kitab Shahih Muslim entah yang bahasa Arabnya atau terjemahannya lihat Babul imaroh atau kitabul Iman hadis yang berkaitan dengan masalah menyikapi bersikap terhadap Pemimpin kaum muslimin dari mulai wajibnya membaiat Pemimpin kaum muslimin tersebut ya Sekali lagi baik hanya untuk Pemimpin kaum muslim yang punya al-amr kekuasaan di negeri kaum muslimin bukan ketua pengajian ataupun Ustadz ataupun yang lainnya namun Siapa yang mati di lehernya tidak ada baiat yaitu terhadap Pemimpin kaum muslimin maka dia mati dalam keadaan jahiliyah dalam Shahih Muslim juga ada perintah bersabar terhadap kezaliman Pemimpin kaum muslimin kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang melihat dari pemimpinnya sesuatu yang tidak dia sukai maka bersabar di dalam Saya muslim juga ada hadis yang mewajibkan kita mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin alalmar ilmu muslim Asyam watho’ah Bima ahabbawa kariha ilaan wajib bagi setiap muslim mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal yang dia sukai atau yang tidak dia sukai kecuali kalau diperintah untuk berbuat maksiat maka tidak ada kewajiban menengah dan dan bahkan juga dalam Shahih Muslim ada hadis yang membantah orang-orang yang mengatakan kita hanya mendengar dan taat kepada pemimpin yang Saleh yang adil yang berhukum dengan Hukum Allah adapun yang tidak berhukum dan hukum Allah kata mereka tidak wajib dan mengatakan saya Kuno kata Rasul saw kalau saya muslim akan muncul sepeninggal aku nanti pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku tidak tiba kepada sunnahku puasa dan akan muncul pemimpin-pemimpin yang berarti setan dalam jasad manusia pemimpin yang zalim pemimpin yang tidak berhukum dengan Hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala ta’ala Bagaimana sikapku Ya Rasulullah kalau mendapati pemimpin yang seperti itu yang tidak berhukum dengan Hukum Allah dan rasulnya tidak mengikuti sunnahnya Rasul bahkan zalim apa kata Rasul Apakah kita disuruh memberontak mencaci-maki mengkritiknya di hadapan umum tetap engkau dengar engkau taati Ismawati ini hadis rasul saw petunjuk Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ini perintah Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam untuk tetap mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun dzalim Meskipun tidak mengikuti sunnah rasul tidak berhukum dengan Hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala selama perintahnya itu tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala wajib didengar dan dan ini sekali lagi bantahan kepada yang mengatakan kewajiban mendengar dan taat hanya untuk pemimpin yang berhukum dengan Hukum Allah ataupun yang hadir adapun kata-kata dalam Shahih Muslim Ada sebuah riwayat pemimpin yang ditaati Ya sifatnya menyuruh kalian kepada Alquran Ini kata para ulama ketika dikompromikan Dengan hadis tadi menunjukkan kata-kata yakudo begitu menyeru kalian kepada hal yang Ma’ruf yang tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maka sekali lagi seorang muslim muslimah wajib meyakini selama pemimpin itu muslim perintahnya tidak bermaksiat kepada Allah maka wajib didengar dan ditaati perintahnya ya Sekali lagi selama tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala banyak syubhat sebetulnya dalam masalah bab asam urat terhadap Pemimpin kaum muslimin yang dilontarkan oleh kelompok-kelompok harokin atau yang semisal dengan mereka diantaranya juga mereka mengatakan kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin itu Kalau pemimpinnya dipilih lewat jalur yang syar’i Kalau pemimpinnya tidak dipilih lewat jalur tidak sah tidak boleh didengar dan kita maka kata para ulama ini telah dibantah langsung oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang dikenal dengan hadis al-irbat bin Syariah aquaskan kalian kata Rasul untuk bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun dari Budak itu dia dalam riwayat Abdul habas kata-kata meskipun dari budak itupia ini kata para ulama ada makna yang tersirat yaitu seandainya Budak itu memberontak kepada khalifah kemudian dia berhasil mengkudeta maka kata para ulama wajib didengar dan ditaati perintahnya sebagaimana kata Rasul dari caranya dia menggapai kekuasaan tidak syar’i yaitu dengan kudeta tapi kalau sudah menguasai menang kudeta wajib dengan dan ditaati kata Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dan ini yang juga ditegaskan oleh Imam Ahmad rahimahullah dalam kitab beliau tadi usul sunnah Beliau mengatakan kepada Pemimpin kaum muslimin yang baik maupun yang wajib dan pemimpin tersebut dipilih oleh kaum muslimin dan mereka ridho terhadap mereka atau dan mereka Ridha kepadanya dan kata Imam Ahmad lagi dan juga wajib mendengar dan taat kepada pemimpin yang berkuasa lewat pedang lewat kudeta Ini kata Imam Ahmad rahimahullah Meskipun cara proses dalam pemilihannya Dalam menggapai kekuasaannya tidak puasa sesat yang mengatakan selama pemilihannya tidak secara tidak boleh didengar dan ditaati nauzubillahimindzalik ini sekali lagi pembahasan WhatsApp luar biasa diperhatikan oleh para ulama entah dalam kitab aqidah atau dalam kitab Hadits kemudian dibahas di sini oleh Imam atau Syekh Abdur razaq bin Abdul Muhsin Al abad Al Badr ucapan Imam Al muzani ulil amri Azza Wa Jalla wajib mendengar kepada Pemimpin kaum muslimin dalam hal-hal yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala atau alias yang tidak bermaksiat kepada Allah Apa yang disebut dijelaskan tadi oleh Imam Al muzani itu adalah makna hadis Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Inna matoatu Fil Ma’ruf sesungguhnya ketaatan kepada pemimpin dalam hal yang makruh yang tidak bermaksiat kepada Allah dan itu pula makna hadis tadi di dalam Saya muslim pemimpin yang Yakub Kompi kita Billah yang menggiring kalian kepada Alquran yaitu yang menyuruh kalian kepada yang yang Ma’ruf yang tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan itu yang juga tersirat dalam ayat tadi ya ayyuhalladzina amanu Ati Allah Wati Rasul wa ulil amri minkum dan masih banyak hadis-hadis tentang wajibnya mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin maka Rasul mengatakan Siapa yang taat kepada pemimpin maka dia taat kepadaku atau Allah dan barangsiapa yang taat kepadaku kata Rasul dia taat kepada Allah Azza wa Jalla Adapun ucapan Imam Al muzani setelah tadi wasinabu makan dan meninggalkan perintah pemimpin yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala apa yang bermaksiat kepada Allah itu makna sabda Nabi makhluk tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam menasehati Al Khalik Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada tidak wajib mentaati makhluk siapapun itu entah pemimpin Anta itu orang tua entah itu guru entah itu Ustad atau siapapun kalau menyuruh kepada kemaksiatan yang bertentangan dengan Alquran dan Sunnah Rasul saw tidak ada kewajiban mentaatinya atau pemimpin dalam hal-hal yang tidak bermaksiat kepada Allah karena Allah Ta’ala sebagaimana firman Allah tadi surat an-nisa ayat 59 ya ayyuhalladzina amanu Ati Allah Dan ini juga berdasarkan hadis yang sudah kita sebutkan tentang wajibnya mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin entah itu pemimpin yang dzalim ataupun yang adil pemimpin yang Saleh maupun yang Saleh yang berhukum dengan Hukum Allah atau yang tidak yang dzalim ataupun yang hadir yang sholeh ataupun yang Saleh selama dia muslim perintahnya tidak bermaksud kepada Allah wajib Samina sihati apabila seorang pemimpin menyeru kepada kemaksiatan tidak ada kewajiban mendengarnya bahkan wajib perintahnya yang bermaksiat tersebut untuk dilanggar tidak boleh didengar dan ditaati ya karena sekali lagi atau atuh Bil Ma’ruf ketaatan hanya dalam hal yang tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan diantara yang tidak bermaksiat yaitu hal-hal yang mubah hal-hal yang asalnya mubah kalau ada perintah dari Pemimpin kaum muslimin wajib mendengar dan tak kepada contoh kata para ulama masalah aturan rambu lalu lintas lampu merah harus berhenti ini semuanya wajib didengar dan ditaati Kenapa karena ini bagian dari taat kepada Allah dan Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam memang asalnya mubah yang penting tadi syaratnya tadi tidak bermaksiat kepada Allah kata para ulama diantaranya tadi maka salah peraturan rambu-rambu lalu lintas ini asalnya Muba namun ketika ada perintah wajib dari pemimpin maka statusnya menjadi wajib ditaati sebagaimana kata Imam al-qurthubi rahimallah al Amrul Jaiz idl Amru Minal al-imam Amir sarawajiban kalau ada perkara yang Jaiz yang mubah itu ada perintah wajib dari Pemimpin kaum muslimin maka statusnya menjadi wajib dan tidak boleh menyelisihinya ini sekali lagi dalam rangka tadi berdasarkan arti Allah dan sebetulnya seorang muslim muslimah ketika memahami aqidah seperti ini ini sebagai ladang pahala baginya ketika dia misalnya melaksanakan perintah pemimpin berhenti di lampu merah misalnya maka ini bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul ini bernilai pahala niatkan dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul sebagaimana juga kata Imam atau murid dari Imam muzani dan juga keponakan Imam Al muzani Imam at-tahayu mengatakan wa Naroto attahu Minto dan kami berpendapat taat kepada pemimpin bagian dari taat kepada Allah yang hukumnya kata beliau dan tidak boleh membangkang mengkudeta Pemimpin kaum muslimin gara-gara perintahnya yang maksiat tersebut ya seandainya ada perintah pemimpin yang bermaksiat kepada Allah maka tidak boleh memberontak tidak boleh ya dan kata para ulama kata-kata al-khuruj terhadap Pemimpin kaum muslimin memberontak terhadap Pemimpin kaum muslimin itu ada dua ada al-khuruj Al qauli memberontak dengan lisan dan pemberontak dengan kekuatan dengan perbuatan dengan senja Adapun Alquran ini seperti yang diisyaratkan oleh hadits tentang salah satu nenek moyang yang pernah memprotes Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu yang dikenal dengan Muhammad kepada rasul dengan kau dengan ucapan maka hati-hati mencaci maki Pemimpin kaum muslimin ini adalah salah satu bentuk al-khuruj al-kauli ini sangat berbahaya makanya haram mencaci maki pemimpin kamu mencela Pemimpin kaum muslimin dan ini yang diduga di Sebutkan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka haramnya adalah Pemimpin kaum muslimin bahkan Rasul mengatakan Allah barangsiapa menghinakan Pemimpin kaum muslimin maka dia akan dihinakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bukan seperti yang dilakukan oleh sebagian orang-orang yang ketika melihat ada seseorang yang berani mencaci ya mencela Pemimpin kaum muslimin di mesos misalnya atau yang kerjaannya mencaci maki pemimpin terus dianggap sebagai pahlawan naudzubillahiminta Barang siapa menghina Pemimpin kaum muslimin Allah akan hinakanya dan Abu Darda adalah seorang sahabat rasul bersab berkata awalun kemunafikan pertama pada diri seorang hamba ketika dia mencaci maki Pemimpin kaum muslim itu nifaq kata sahabat rasul yang bernama Abu Darda bukan malah dipuji bukan malah di tokohkan orang yang mencaci maki pemimpin kalau di mata para sahabat itu adalah ciri kemunafikan dahulu para pembesar-pembesar sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang kami diantaranya pemimpin kalian pemimpin kamu sejarah kaum muslimin dan diantara pelopor yang mencaci maki Pemimpin kaum muslimin adalah Abdullah bin Saba Ali Yahudi ya Dia pernah berwasiat kepada para pengikutnya mulailah kalian mencaci-maki pemimpin-pemimpin kaum muslimin ini ya petunjuknya wasiatnya perintahnya ajarannya Abdullah bin sabaan Yahudi yang sangat berjauhan yang sangat berlainan dengan wasiat petunjuk ajaran para sahabat rasul yang melarang mencela Pemimpin kaum muslimin maka anda ikut siapa ikut Abdullah para sahabat Rasul pernah mengangkat seorang sahabat sebagai pemimpin perang yaitu dari kaum Al ansharto dan hasil perintahkan para sahabat yang dikirim untuk berperang tadi mentaati sang Panglima yang telah diangkat oleh Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam Panglima ini memerintahkan mereka untuk mentaatinya lalu dia murka faqolah Aisyah ketika ada sebagian prajuritnya nggak mau taat dia pun berkata Bukankah nabi yang memerintahkan kalian untuk mentaati diriku kalau para prajuritnya sahabat mengatakan balap betul kalah maka sang Panglima mengatakan kumpulkan untukku kayu bakar Pak Jawa mereka pun mengumpulkan kayu bakar nyalakanlah api di kayu bakar tersebut Mereka pun menyalakannya sang Panglima mengatakan kepada para prajuritnya tadi masuklah kalian ke dalam api tersebut Mereka pun kebingungan sebagian mereka apa mencegah yang lainnya masuk ke dalam api tersebut kita ini berlari menuju kepada nabi untuk kita mentaati nabi agar kita terjauh dari api neraka lho kok ini malah disuruh masuk api Ramadan Mereka pun nggak mau mentaati pemimpin tadi sampai apinya itu habis rasakan apa tidak lagi marah Maka hal itu pun sampai kepada Nabi SAW Rasul pun bersabda Lauda kholuha Ma khoroju minha Ila Yaumil seandainya mereka mau masuk ke api itu mereka tidak akan keluar dari api tersebut sampai hari kiamat atau atau fill Ma’ruf ketaatan hanya dalam hal yang Ma’ruf yang tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ini menunjukkan tadi tidak semua perintah pemimpin itu benar tidak sama pemerintah pemimpin wajib Diingat dan ditaati yang wajib didengar dari ditaati kalau tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah kemudian kata Imam al-muzani rahimahullah tidak boleh mengkudeta Pemimpin kaum muslimin ketika mereka berbuat zalim berbuat dalil-dalil tentang larangan mengkudeta Pemimpin kaum muslimin sangat banyak kasir atau bahkan ada di internet sebuah makalah yang ditulis oleh salah satu masehi Negeri Yaman yang berjudul kurang lebihnya akshar Min Miati hadisin lebih dari 100 hadits yang mengharamkan yang melarang mengkudeta pemimpin yang muslim kalau Ahlus Sunnah satu hari saja yang shahih apalagi lebih dari 100 hadits yang melarang mengharamkan kudeta terhadap Pemimpin kaum Musli Min minha diantara hadisnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Sabda Rasul sebaik-baik pemimpin kalian yang kalian mencintai mereka mereka mencintai kalian mereka mendoakan kalian juga mendoakan Mereka dengan kebaikan kalian yang mereka yang kalian membenci mereka mereka membenci kalian Wa Ta’ala gila Ya Rasulullah Ya Rasulullah bolehkah kami menguruskan pedang kepada mereka mengkudeta mereka tidak boleh selama mereka masih mendirikan salat di tengah kalian [Musik] apabila kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian tidak sukai yang kalian benci maka benci apa yang dia perbuat yaitu dari kezaliman kemaksiatan misalnya Namun kata Rasulullah jangan memberontak jangan mengkudeta jangan melengserkan Pemimpin kaum muslimin Bahkan dalam hadist Ibadah dalam Shahih Muslim Rasul mengatakan atau ibadah misalnya kami dahulu pernah membaiat Rasul untuk mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin dalam waktu eh kesulitan maupun dalam waktu ke lapangan dalam waktu semangat Mengapa malas dan kami diwajibkan mendahulukan hak pemimpin atas hak kami kemudian kata ubadah dan kami dilarang oleh Rasul memberontak terhadap Pemimpin kaum muslimin kecuali kalau kalian melihat kekafiran yang nyata dari pemimpin tersebut dan kalian memiliki bukti di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini jelas-jelas ya rasul mengharamkan kudeta terhadap Pemimpin kaum muslimin bagaimanapun kauzalimannya bagaimanapun ya kemaksiatannya Selama masih muslim haram dan ini ijma ahlussunnah sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim ketika menshar hadis tadi kata Imam an-nawawi rahimahullah mengatakan pemimpin yang dzalim yang fasik tidak boleh di kudeta tidak boleh dilengserkan ya maka sesat yang membolehkan kudeta terhadap Pemimpin kaum muslimin yaitu salah satu kelompok Salah satu ciri khas kelompok Al khawarij diantara sebab mengapa mereka ini karena mereka memberontak terhadap Pemimpin kaum muslimin makanya Imam Al barbahari rahimahullah di kitab beliau barangsiapa yang mengkudeta Pemimpin kaum muslimin maka dia pengikut kelompok Al khawarij mahal muslimin pemirsa TV raja dan pendengar raja di mana saja berada ini adalah sekali lagi akidah ahlussunnah yang wajib dipegang erat sampai akhir hayat kita nanti ya haramnya mengkudeta Pemimpin kaum muslimin dan sebab kenapa Nabi SAW melarang umat beliau dari memberontak terhadap pemimpin yang zalim karena kerusakan yang akan ditimbulkan oleh pemberontakan ini sangat luar biasa Biasanya sangat luar biasa ke madharatanya dan Islam datang untuk apa mencegah hal tersebut ini sekali lagi yang dikatakan para ulama Kenapa kok diharamkan di kudeta karena kerusakan ke mahabharatanya lebih banyak dari ini adalah wakik adalah fakta yang ada di lapangan ya Ada beberapa negeri di Timur Tengah sana berapa tahun yang lalu terjadi kudeta pemberontakan Apa akibatnya kekacauan tidak adanya keamanan amburadul negeri-negeri tersebut Sampai detik ini maka seorang muslim muslimah harus betul-betul menyadari kesesatan penyimpangan orang-orang yang menyuruh kepada kudeta ataupun pemberontakan terhadap Pemimpin kaum muslimin kerusakannya tentunya pertumpahan darah Berapa darah kaum muslimin akan berceceran hancurnya dunia ini masih lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim makanya Imam Ahmad rahimahullah Imam ahlussunnah ketika beliau di kriminalisasi oleh tiga khulafah mulai dari zaman Al Khalifah Al Makmun Al muktasim dan Al wasit karena mereka mewajibkan memaksa orang-orang untuk mengatakan Alquran makhluk namun Imam Ahmad tetap dengan akidahnya Alquran kalamullah ya itu perintah yang bermaksiat kepada Allah bahkan kufur Akbar Imam Ahmad tidak mau mengikuti perintah pemimpin pada waktu itu untuk mengatakan Alquran makhluk sampai berada di penjara sempat bila dicampur sampai pingsan namun ketika ada sebagian orang datang kepada beliau Minta pendapat beliau minta fatwa Kepada beliau Bolehkah mengkudeta pemimpin pada waktu itu maka kata Imam Ahmad rahimahullah pemimpin ya kalian ingkari kezaliman pemimpin kalian dengan hati-hati kalian jangan memberontak suku asal muslimin jangan memecah belah barisan kaum muslimin [Tepuk tangan] jangan kalian menumpahkan darah kalian dengan darah kaum muslimin sikap ya Ahlussunnah Wal Jamaah inilah akidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang sebenarnya kalau terjadi pemberontakan orang nggak bisa beribadah dengan nyaman ya bagaimana bisa beribadah dengan nyaman ketika ada pemberontakan Semoga Allah menjauhkan dari kita yang kita cintai dari pemberontakan dan ya kekacauan ya semoga Allah memberkahi negeri kita yang kita cintai dan memberikan keamanan orang muslim tidak akan bisa merasa aman terhadap kehormatannya hartanya bahkan jiwanya akan terjadi kekacauan yang luar biasa di negeri yang ada pemberontakan makanya Imam Al Hasan al-bashri rahimahullah pernah berkata seandainya manusia ketika ditimpa ujian berupa pemimpin yang zalim lalu mereka bersabar maka Allah akan segera entas musibah itu dari mereka namun Kebanyakan orang suka menguruskan pedang kudeta memberontak maka apa kata Imam Al Hasan al-basi bahwa mereka tidak akan bisa mendatangkan hari yang lebih baik daripada sebelumnya para sahabat termasuk orang yang paling sangat amat antusias melaksanakan perintah Nabi SAW untuk mendengar dan taat tidak memberontak dan mereka sangat amat menjauh dari perbuatan yang mendatangkan kerusakan yang lebih besar daripada dan maslahatan bahkan dahulu Abdullah ta’ala anhuma ketika terjadi kudeta pada waktu itu di zaman itu beliau mengumpulkan sebagian keluarga beliau orang-orang dekat Beliau saya Beliau berkata Yun Rasul bersabda Yoon sabuk kata beliau akan ditancapkan bendera bagi setiap para penghianat pada hari kiamat dan juga beliau membawakan Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang mencabut ketaatan kepada Pemimpin kaum muslimin berontak maka dia bertemu dengan Allah pada hari kiamat tidak memiliki hujjah sama sekali kata Abdullah bin Mas’ud ketika ada sebagian orang mengeluhkan tentang kau zaliman Al Walid Bin uqbah pada waktu itu beliau Abdullah Bersabarlah karena kezaliman pemimpin selama 50 tahun ya itu masih lebih baik daripada pemberontakan satu bulan ini pandangan jauh para ulama-ulama asalah diantaranya para sahabat Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kata beliau pemimpin yang dzalim itu masih lebih baik daripada pemberontakan kudeta 1 bulan lamanya Kenapa demikian ya kita bisa melihat sendiri kalau ada pemberontakan kudeta akan banyak kekacauan orang tidak mungkin bisa mencari nafkah dengannya tidak mungkin bisa beribadah di masjid dengan Yaman dan seterusnya Maka sekali lagi wajib bersabar ini sekali lagi dalam rangka juga melaksanakan Sabda Rasul tadi maroamin Amin Barang siapa melihat dari pemimpinnya sesuatu yang tidak dia sukai maka bersabarlah dan kata Rasul fainnahu manfaat Karena barangsiapa yang mengkudeta memisahkan diri dari barisan Pemimpin kaum muslimin lalu dia mati-mati dalam keadaan jahiliyah kemudian didatangi oleh sebagian orang yang mengeluhkan tentang kepemimpinan hajat bin Yusuf yang zalim maka apa kata Anas bin Malik Bersabarlah ini sekali lagi sikap ulama Salaf ketika menghadapi pemimpin yang zalim asabar asabar jaga lisan jaga anggota badan ya Adapun mengingkari kezaliman mereka dalam hati wajib namun mengingkari cukup kata Imam Ahmad tadi dengan hati mengingkari kezaliman pemimpin bukan dengan caci Makian bukan dengan pemberontakan bahkan Al Hasan al-basir rahimallah ketika juga sama dikeluhi masalah hajat bin Yusuf beliau mengatakan bahwasanya ini seberatnya adalah kalian sendiri dosa kalian sendiri adanya pemimpin yang zalim karena dosa rakyat yang dzolim kata Anas bin Malik radhiallahu Anhu is biru Bersabarlah karena tidak datang kepada kalian suatu zaman kecuali setelahnya lebih jelek daripada sebelumnya hatatal sampai kalian berjumpa dengan Rabb kalian saat itu kata Anas bin Malik aku mendengar hal ini dari nabi kalian kemudian ucapan Imam Al Muzan yang terakhir tadi buat tahu batu ilallah khaima yaktivo bihim wajib bagi rakyat untuk bertaubat kepada Allah agar Allah memberikan rasa kasih sayang kepada pemimpin atas atau terhadap rakyat mereka ini solusi dari kezaliman pemimpin di atas namun rakyat harus introspeksi diri dan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana kata penulis atau Syekh Abdul Rozak Bayana al-musani Imam al-muzani dalam ucapannya tadi ingin menjelaskan jalan keluar solusi dari keadaan pemimpin yang zalim kepada tauhi D dari kekafiran kepada keimanan dari sunnah dari kemaksiatan kepada atau ketaatan karena adanya pemimpin yang zalim itu sebabnya adalah dosa manusia Allah berfirman Wali Minato demikianlah kami kuasakan sebagian orang yang zalim atas yang lainnya karena perbuatan mereka Al jazakh menjelma balasan sesuai dengan amal perbuatan Maka kalau kita sudah tahu sebab adanya pemimpin yang dzalim adalah kezaliman rakyat itu sendiri maka kewajiban mereka bertobat kepada Allah Azza wajalla memperbaiki keadaan mereka dan juga mau perbaiki keadaan masyarakat dengan apa berdakwah kepada Allah di antaranya dakwah kepada At Tauhid yang paling utama ya untuk apa menjauhkan umat dari kezaliman yang paling dzalim yaitu kesyirikan kepada Allah kalau kezaliman secara umum bisa menyebabkan adanya pemimpin yang zalim apalagi kezaliman yang sangat besar yaitu kesyirikan maka cara ya diantara cara untuk merubah keadaan yaitu keadaan pemimpin yang zalim dengan dakwah kepada ikhlas dan melarang manusia jadi segala bentuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka reformasi yang paling benar dalam Islam adalah dari bawah sebagaimana dahulu Rasul Ya memperbaiki manusia dari dakwah dengan dakwah kepada tauhid melarang mereka dari kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan kebaikan itu menyebar maka dengannya Allah akan berlama lembut kepada mereka dan akan menjauhkan umat dari kezaliman pemimpin yang dzalim atau mengganti mereka dengan yang lebih baik semuanya ditangan Allah Azza wa Jalla Allah berfirman tasyain Qadir katakan wahai Nabi Muhammad Ya Allah rajanya Haji Raja engkau memberikan kekuasaan kepada siapa yang kau kehendaki engkau mencabut kekuasaan dari yang Engkau kehendaki engkau memuliakan orang yang engkau u kehendaki engkau menghinakan orang yang kau kehendaki di tanganmu lah segala kebaikan dan engkau maha kuasa atas segala sesuatu kita lanjutkan ya sedikit lagi ucapan Syekh Abdul Razak yang menguatkan apa yang kita bahas tadi watarik fibrotun azimah sejarah itu sangat aman banyak memberikan kepada kita Ibrah Bagi yang mau merenungkannya engkau melihat Kebanyakan orang yang mereka menyelisihi perintah nabi untuk bersabar untuk tidak kudeta ketika mereka mengkudeta pemimpin mereka tidak mau mengikuti jalan yang syar’i yang ada adalah kerusakan yang besar terhadap negeri-negeri kaum muslimin dan juga terhadap hamba-hamba Allah tidak atau hampir-hampir tidak diketahui sekelompok manusia yang memberontak terhadap pemimpin kecuali pada pemberontakan itu ada kerusakan yang lebih besar daripada kezaliman pemimpin tersebut Ahlussunnah Wal Jamaah konsisten istikamah tidak mau ikut memberontak terhadap Pemimpin kaum muslimin dalam fitnah mengikuti hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang shahih tadi dan mereka menyebutkan pembahasan dalam kitab-kitab akidah mereka mereka perintahkan bersabar terhadap kezaliman Pemimpin kaum muslimin dan yang terakhir dibawakan ucapan yang sangat indah dari Imam Ibnu Abil Izzi Al Hanafi dalam Syarah aqidah thahawiyah Beliau berkata wa ammaluzumu tho’atin wa injaru falial Adapun Kenapa kok kita tetap diwajibkan taat kepada pemimpin kaum muslimin Meskipun mereka zalim Meskipun mereka curang karena kalau memberontak ya terhadap mereka akan menimbulkan kerusakan yang sangat dahsyat yang lebih ya banyak daripada kezaliman mereka bahkan kalau kita bersabar terhadap kezaliman mereka itu bisa menghapuskan dosa-dosa kita ada pahala yang berlipat janda karena tidaklah Allah menguasakan mereka atas kita kecuali karena kerusakan perbuatan kita Wal jaza Min jinsil amal dan balasan sesuai dengan amal perbuatan fa’ala maka kewajiban rakyat kita semuanya berusaha bersungguh-sungguh untuk memohon ampun kepada Allah bertobat kepada Allah dan memperbaiki amal perbuatan kita faedah maka kesimpulannya apabila Rakyat ingin terbebas dari kezaliman pemimpin yang zalim mereka yang harus meninggalkan kezaliman Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik Hidayah kepada kaum muslimin kepada kita semuanya untuk tiba mengikuti ajaran Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam terutama dalam masalah bersikap terhadap Pemimpin kaum muslimin dan kita doakan Allahumma aslinya muslimin Semoga Allah memperbaiki keadaan Pemimpin kaum muslimin terutama di negeri yang kita cintai wallahu ta’ala alam Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan mentaati Pemimpin kaum muslimin namun bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung Dilan telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di charge WhatsApp di nomor 081983 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat yang sudah masuk di kesempatan ini dari Pak Iyan di Bogor Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Apa saja kriteria pemimpin yang ideal dalam Islam mohon penjelasannya Syukron tentunya pemimpin yang dia assaleh ya taat kepada Allah dan taat kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam ya pemimpin yang punya al-amanah pemimpin yang betul-betul dia mengayomi rakyat pemimpin yang penuh dengan kasih sayang yang dia berhukum dengan kalallah wa qolla Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam itu yang ideal ya nama sekali lagi seandainya itu tidak tidak didapati pada seorang pemimpin di suatu Negeri kaum muslimin maka tetap didengar dan ditaati perintahnya yang tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah bedakan kata ulama antara waktu ikhtiar dan waktu istirahat waktu ada pilihan dengan waktu tidak ada pilihan alias kalau sudah ada pemimpin seperti itu keadaan yang zalim dan sebagainya maka tetap ya diwajibkan bersabar mendengar dan tak dalam hal yang tidak bermaksiat kepada Allah dan diharamkan untuk kudeta diharamkan untuk mencaci maki mengkritiknya di hadapan umum karena Rasul bersabda Man aroda barangsiapa ingin menasehati pemimpinnya dengan suatu nasehat falayubadi ala niatan Maka jangan di hadapan Allah jangan di pengajian-pengajian di khotbah-khotbah ataupun di medsos Haram atau mengkritik pemimpin dengan ya atau di medsos di hadapan umum ini bukan sikap Ahlussunnah Wal Jamaah maka berhati-hatilah dari orang-orang yang suka mencaci maki pemimpin mengkritik pemimpin diadakan di hadapan Allah ini jelas-jelas menyelisi akidah Ahlussunnah Wal Jamaah jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari hamba Allah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Bagaimana cara yang tepat untuk menegur pemimpin ketika melakukan kesalahan Apakah kita boleh ikut berkomentar di medsos terhadap kesalahan tersebut mohon penjelasannya Syukron sudah kita sampaikan tadi haram menasehati mengkritik pemimpin dihadapan umum entah di pengajian-pengajian khutbah-khotbah ataupun di mimbar-mimbar ataupun di medsos tidak boleh mengkritik pemimpin di dunia nyata maupun di dunia maya dalilnya tadi Man aroda siapa ingin menasehati pemimpinnya jangan dihadapan umum jelas rasul dalam kitab As Sunnah oleh Imam Ibnu nabi Hasyim dan yang lainnya dan para sahabat ketika mereka diminta untuk menasehati pemimpin diantaranya Usama bin Z Beliau mengatakan aku telah menasehati Usman Antara Aku dan beliau saja Aku tidak ingin membuka pintu-pintu fitnah yaitu dengan mengkritik di hadapan di hadapan umum yang mengkritik pemimpin hadapan umum diantaranya Abdullah maka tidak boleh mengkritik pemimpin tadi dengan komentar di medsos haram hukumnya tidak sesuai dengan sabda Rasul tadi dan juga diantara cara menasehati pemimpin yaitu dengan ucapan lemah lembut bukan dengan caci maki ya dalilnya kisah Nabi Musa yang Allah perintahkan bersama Nabi Harun untuk menasehati Firaun dengan lembaga Firaun karena dia melampaui batas Sampaikanlah kepadanya ucapan yang lain yang lemah lembut ini pemimpin yang paling kafir Firaun diperintahkan Nabi Musa nabi Allah menasehati dengan lemah lembut apalagi pemimpin yang masih muslim maka cara yang terbaik ya dengan cara rahasia sebagaimana dalamnya tadi Sabda Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian dengan cara apa Ucapan yang lemah dan yang paling berhak menasehati pemimpin para ulama ya bukan sembarang orang mereka para ulama yang menasihati kalau memang tidak ada kalau memang tidak diterima maka fatakullah masata atau bertakwalah serta kemampuan gugur kewajiban layu kalifallah Jangan mengambil jalan pintas Wah karena saya nggak bisa bertemu langsung dengan pemimpin kita kritik di medsos misalnya naudzubillah memang enggak bisa sudah gugur kewajiban ada kisah pemimpin yang ketika itu mau mendahulukan ya khotbah salat Ied ya sebelum sebelum salat maka kata pola nggak dijawab yang pertama Khairul hati-hati Nabi Muhammad SAW petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu lagi puasalah ya ayyuhalladzina amanu latuconsi mobile orang beriman jangan mendahulukan ucapan siapapun di atas firman Allah dan sabda Arab kemudian kata para ulama kisah tersebut itu kalau mau dipraktekkan syaratnya yang pertama mengkritiknya langsung di hadapan pemimpin bukan di medsos bukan di pinggir jalan teriak-teriak namun langsung ya di depan pemimpin sebagaimana dusta kalau ada orang yang memutlakkan mengkritik pemimpin ya di hadapan umum secara mutlak tidak Beliau mengatakan kalaupun mengkritik di hadapan umum langsung di hadapan pemimpin bukan di luar mereka namun pasti hadapan mereka sebagaimana kisah kemudian juga kata para ulama kisah menunjukkan yang mengkritik menasehati bukan sama orang-orang ini sahabat orang-orang jahil bukan orang-orang awam bukan orang-orang yang ya naudzubillah Min dzalik itu syaratnya kalau mau di hadapan umum langsung ada pemimpin di situ dan juga apa orangnya Siapa yang menasihati nggak sembarang orang Maka sekali lagi tidak bisa dibiaskan dengan orang-orang yang demo teriak-teriak di pinggir jalan di tengah jalan ataupun di mimbar bebas mencaci maki pemimpin naudzubillahimindzalik hati-hati jangan orang-orang yang ya salah menggunakan fatwa para ulama untuk digunakan melegalkan kesesatan mereka mengkritik pemimpin di hadapan umum wallahu Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Doa apa yang paling bagus dipanjatkan kepada Allah untuk keamanan negeri ini dan kebaikan untuk pemimpin kita Mohon penjelasannya diantara doa yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam ya agar negeri kita menjadi negeri yang aman negeri yang makmur ya diantaranya yang Allah sebutkan dalam Alquran Insya Allah kalau ingat kita sebutkan ya doa Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk diberikan keamanan di negeri ya Negeri kaum muslimin dan itu pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini mungkin ada sebagai Iftitah ataupun nutup silahkan Ustaz muslimin pemirsa TV raja dan pendengar hadroraja dimana saja berada seorang ahli Sunnah harus betul-betul menunjukkan ciri khasnya diantaranya berpegang teguh dengan usul sunnah dan diantara unsur-unsur yaitu menengah dan taat kepada pemimpin kaum muslimin bersabar atas kezaliman mereka tidak mencaci-maki Pemimpin kaum muslimin tidak mengkudeta terhadap Pemimpin kaum muslim menghormati Pemimpin kaum muslimin yang selayaknya ya Maka kalau ada yang mencaci maki Pemimpin kaum muslimin atau bahkan membolehkan kudeta terhadap Pemimpin kaum muslimin mendoakan Pemimpin kaum muslimin dengan kejelekan maka ini adalah ciri ya orang yang di luar ahli Sunnah Wal Jamaah sebagaimana kata Imam al barbae rahimahullah apabila anda melihat seseorang mendoakan pemimpinnya dengan kejelekan maka ketahuilah dia pengekor pengekor hawa nafsu ya ini sekali lagi harus foto-foto dipahami terutama yang mengaku sebagai ahlussunnah ya pengikut dakwah Assalafiyah ya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Taufik Hidayah kepada kita semuanya untuk berpegang teguh dengan Ushul sunnah aqidah Salaf Ashabul hadits sampai akhir hayat kita nanti dan semoga Allah menjauhkan kita dan segala bentuk syubhat dari segala bentuk penyimpangan terutama dalam masalah usulul sunnah akul kalian wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan wabarakallah fiikum kepada guru kitabullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab Ta’lim maksud kami kita takliko Syar ala syarhi sunnah Lil imami almuzani yang ditulis oleh fadilatus Syech Profesor Doktor Abdul razaq bin Abdul Muhsin Al Badar fidho Allah semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam meraih Hidayah dan petunjuknya Allahumma Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fiikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta subhanaka aktivitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *