Ringkasan Daurah Syar’iyyah Ke-2 (Sesi 7)

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran di bawah Alquran dan kajian Islam warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini kembali kami akan hadirkan di ruang dengar anda dan juga layar televisi Anda satu ringkasan materi dari pembahasan dalam pertemuan daurah secara Ibrahim bin Amir dan insya Allah Pada kesempatan kali ini akan disampaikan sesi ke-8 dan ke-9 yang akan disampaikan oleh Al Ustadz Al fadhillohuda dan Kepada beliau kami persilakan valid Quran Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kaum muslimin dan kaum muslimat para pemirsa Rodja TV dan pendengar Radio Rodja di manapun Anda berada Alhamdulillah Kita masih dalam rangkaian daurah Asy syar’iyah walman hajiyah bersama fadhilati Syekh Al Ustadz untuk tour Ibrahim bin Amir dalam pembahasan Kitab Hadis yang ditulis oleh Abu Bakar Ismail rahimahullah Berikut kita akan membahas ringkasan dari majelis kita yang kelima dan yang keenam yaitu terkait dengan salat salat Jumat di belakang Imam baik imamnya imam yang bertakwa yang sholeh ataupun imam yang fasik atau imam yang memang suka melakukan dosa-dosa besar dalam iktikad Al Hadits bahwasanya sah salat di belakang semua jenis Imam ini ya bahwasanya salat Jumat atau salat yang lima waktu termasuk juga salat dua hari raya sah dilakukan di belakang Imam baik imamnya imam yang muttaqii imam yang sholeh maupun imamnya imam yang fajir yang suka melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kemudian Syekh Ibrahim bahwasanya ada beberapa jenis imam salat ya pertama yaitu imam yang yang sholeh imam yang muttaqih yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tentunya semua kaum muslimin sepakat bahwasanya sah salat di belakang imam yang seperti ini dan ini yang terbaik ya dan ini yang terbaik yang kedua yaitu salat di belakang imam yang fasik atau termasuk juga imam yang mudah yang melakukan perbuatan-perbuatan bid’ah untuk imam yang fasik atau imam yang dia punya dua kriteria yang pertama apabila fasiknya ataupun bid’ahnya muka firoh atau yang dia melakukan perbuatan fasik atau Bid’ah yang sampai mengeluarkan dia dari Islam alias murtad ia tentunya tidak sah salat di belakang mereka karena sama saja artinya salat di belakang seorang yang kafir Adapun kalau fasiknya ataupun bid’ahnya eee atau dia termasuk orang yang menyuruh pada bid’ahnya apabila tidak sampai kepada mukafiroh maka iktikad Ahlul hadits menyatakan keyakinan alhadits menyatakan bahwasanya sah salat di belakang mereka yang tentunya ikhwah apabila ada imam yang yang lebih baik tentunya itu akan itu akan lebih baik apabila imamnya di sana ada yang imam yang tidak fasik tentunya akan lebih baik namun secara secara hukum sah salat di belakang di belakang orang-orang fasik imam yang fasik maksud kita imam salat ya Imam fasik atau imam yang bidah atau yang menyuruh pada ketidakanya yang bukan yang bukan yang tidak sampai pada batas muka firoh dan ini sah salat di belakangnya kemudian Syekh juga menambahkan bahwasanya termasuk juga sah sah salat di belakang seorang yang masturhat Mastur hal ini artinya tidak kita ketahui aqidahnya apa karena memang kita sebagai makmum ya tidak diwajibkan ketika kita salat di belakang seseorang kita tidak diwajibkan untuk harus mengetahui harus menyelidiki apa apa aqidah si Imam ya tidak tidak harus seperti itu intinya salat saja di belakang dia yang kita lihat Sepertinya dia dia zahirnya dia muslim maka sah salat di belakang di belakang imamnya seperti ini jadi tidak perlu harus mencari-cari meneliti menyelidiki apa sebenarnya aqidah Imam ini tidak diperlukan demikian juga Syekh Ibrahim Allah menjelaskan memberikan tambahan bahwasanya termasuk juga sah salat di belakang imam yang menurut keyakinan makmum yang menurut keyakinan makmum itu salat si Imam Ini tidak sah namun si Imam meyakini salatnya sah Mungkin ada satu apakah terkait dengan masalah pembahasan wudhu misalnya ya Misalnya atau yang pembatal wudhu di Imam bermazhab bahwasanya kalau hanya bersentuhan dengan wanita itu tidak membatalkan misalnya sementara makmum meyakini bahwasanya kalau seorang laki-laki bersentuhan dengan wanita itu batal maka makmum yang berbeda keyakinan dengan si Imam ini boleh menjadi makmum si Imam walaupun si makmum meyakini bahwasanya si Imam ini menyentuh wanita yang membatalkan wudhunya tapi si Imam sendiri tidak meyakini hal itu dia punya mazhab lain apabila ini terjadi ikhwah maka sah seorang makmum beriman dengan imam yang seperti ini ya sebagaimana dalam sebuah kaidah Syekh Ibrahim menyebutkan sebuah kaidah yaitu manshah sholatuhu nafsu Shahih barangsiapa yang menurut menurut si yang salat itu sah apa yang dia yakini salatnya maka sah juga boleh juga sah juga kita salat di belakang Imam seperti itu walaupun kita meyakini bahwasanya menurut mazhab kita sholat si Imam ini tidak tidak sah demikian Ikhwan kemudian termasuk dalam iktikad ahli hadits yaitu jihad bersama para imam jihad bersama para imam yaitu para pemimpin pemimpin pemimpin sebuah negara Pemimpin kaum muslimin Ya baik Imam ini maksudnya imam Kalau tadi yaitu imam salat ini Imam Imam pemerintahan pemimpin pemerintah maka Apabila ada jihad maka jihad bersama mereka ini tidak bisa kita jihad itu sendiri-sendiri atau jamaah-jamaah sendiri tidak bisa ya harus menyatakan bahwasanya jihad itu bersama Imam ya jihad itu bersama pemerintah baik pemerintah itu pemerintah yang fasik maupun pemerintah itu adalah seorang yang yang Mukmin demikian ikhwah rahimanillah ketika ketika kaum muslimin berjihad memerangi orang-orang kafir ya jika memang sudah ada perintah ataupun panggilan dari pemimpin-pemimpin seorang muslim ya maka bagi kaum muslimin untuk mengikuti perintah tersebut ya tentunya memang pemimpin itu pemimpin yang kurang baik atau tidak sholeh maka bagi seorang muslim itu di sangat dianjurkan untuk mendoakannya ya untuk mendoakan si Mimin seperti ini agar dia menjadi seorang pemimpin yang Saleh mendapat Hidayah kemudian didoakan agar mendapat keampunan dari Allah mendoakan juga agar pemimpin Ini mendapat rahmat Allah dari Allah subhanahu wa ta’ala dan perlu kita ketahui bahwasanya bahwasanya kelompok muktazilah mereka mengatakan bahwasanya pemimpin seperti ini ya pemimpin seperti ini Apabila pemimpin-pemimpin yang fajir pemimpin-pemimpin yang memang suka melakukan kemaksiatan ya suka melakukan kemaksiatan bahwasanya pemimpin seperti ini hanya boleh didoakan Semoga dapat Hidayah tidak boleh yang lain dan ini ikhwah jelas tidak sesuai dengan Ahlussunnah Wal Jamaah Kenapa demikian karena apabila eh Apabila ada yang berkeyakinan bahwasanya pemimpin seperti ini tidak boleh didoakan kecuali hanya doa dapat Hidayah ini sama artinya dia itu sedang mengkafirkan pemimpin Kenapa karena dalam Islam bahwasanya seorang kafir itu tidak boleh kita doakan agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa dia agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmati dia tidak ya hanya untuk orang kafir kita hanya boleh mendoakan semoga dia dapat Hidayah jadi kalau kalau mau mengatakan pemimpin-pemimpin yang fajir ini hanya boleh doakan hidayah itu artinya dia secara tidak langsung telah mengkafirkan pemimpin tersebut demikian termasuk etika bahwasanya tidak boleh memberontak ya tidak boleh memberontak melawan pemimpin-pemimpin seperti ini kemudian dan juga tidak juga boleh berperang dengan kita fitnah kita ikut perang fitnah ini yaitu perang yang di mana tidak diketahui ini tujuannya Apa benar atau tidak ya artinya kalau seandainya si pemimpin ini eh apa namanya menyuruh uchihab misalnya tapi kita tidak tahu ini ini Ke mana arahnya misalnya ya kemana arahnya kemana apa namanya kemana tujuannya apa misalnya begitu ikhwah maka dalam masalah ini ya dalam masalah ini maka kita fitnah bukan kita Fitnah Tidak peperangan fitnah fitnah ini seperti yang kita katakan tadi bahwasannya enggak diketahui ini Apa sisi sisi benarnya sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya bahwasanya di akhir zaman nanti bahwasanya Seorang akan membunuh orang lain sehingga si pembunuh tidak tahu kenapa dia bunuh yang terbunuh juga tidak mengetahui Kenapa dia dibunuh Inilah yang disebut dengan kita Al fitnah salah satu contoh fitnah si pembunuh enggak tahu apa tujuannya membunuh untuk apa dia membunuh sementara yang terbunuh juga enggak tahu kenapa dia dibunuh itu disebut dengan kital fitnah kemudian ikhwah juga menyatakan bahwasanya bahwasanya berperang bersama pemimpin pemimpin muslim ya dalam dalam memerangi para pemberontak-pemberontak bahwasanya ya Al Hadits bahwasanya bahwasanya berperang bersama pemimpin dalam memerangi para para pemberontak dengan tentunya dengan catatan bahwasanya pemimpin ini pemimpin yang memang sudah sah Ya sudah dinyatakan sah sebagai sebagai pemimpin demikian selanjutnya ikhwah kemudian buku ini membahas terkait dengan Darul Islam apa yang dikatakan Darul Islam adalah yang di mana Di sana terdapat mayoritas kaum muslimin dan dan kaum muslimin bisa melaksanakan rukun Islam bisa melaksanakan rukun Islam ya secara bebas adzan berkumandang seperti kita di Indonesia salat yang lima waktu tidak ada yang menghalangi kemudian salat berjamaah juga adzan dikumandangkan juga tidak ada yang tidak ada yang menghalang-halangi demikian juga pelaksanaan zakat Haji bahkan haji di koordinir oleh pemerintah ya puasa juga demikian ya eh maka seperti Indonesia ini termasuk dalam kriteria Darul Islam ya Darul Islam beda halnya Ikhwan rahimahullah wa iyyakum dengan orang-orang muktazilah ya orang-orang mengatasilah menyatakan bahwasanya apabila di sana banyak maksiat apabila di sana banyak maksiat maka dikatakan itu bukan Darul Islam tapi Darul kufah ya dikatakan Darul kufur bukan Darul Islam Mengapa demikian karena dasar mereka mengatakan bahwasanya mu’tazilah ini bahwasanya pelaku-pelaku dosa besar itu kufur tidak kursi tapi manzilah lain bagi mereka ya Al manzilah Baina manzilaten tidak dikatakan dia muslim juga tidak dikatakan dia kafir Makanya bagi mereka bahwasanya yang dikatakan apabila di sana banyak kemaksiatan maka ini dikatakan Darul cover ya Darul kufur beda halnya dengan orang-orang murjiah orang murjiah meyakini apabila di satu negara memang bebas melakukan kemaksiatan maka bagi mereka itu dikatakan Darul Iman Darul Iman ya karena bagi mereka bagi orang-orang murji’ah itu apabila seorang itu apabila melakukan dosa besar maka tidak berpengaruh sedikit pun terhadap keimanannya seperti yang sering kita dengar bahwasanya orang-orang murji’ah meyakini bahwasanya imannya Abu Bakar imannya malaikat itu sama seperti imannya para penzina para pelaku-pelaku dosa besar naudzubillah Min dzalik oleh karena atau hadis keyakinan apabila di sana terdapat mayoritas kaum muslimin dan dan pelaksanaan rukun Iman rukun Islam itu dengan Masih jelas masih tidak ada yang menghalangi maka ini dikatakan Darul Islam ya negeri-negeri Islam ya Adapun kalau di sana kaum muslimin minoritas kemudian juga tidak kalaupun dibolehkan adzan namun memang tidak di tidak apa namanya tidak terdengar karena sangkir minoritasnya maka maka ini dikatakan Darul kufur ya Darul kufur ya Jadi kalau di Indonesia Masyaallah ketika masuk waktu adzan berkumandang di mana-mana Masya Allah itulah ikhwah terkait dengan keyakinan ahlussunnah keyakinan Al hadis terhadap yang disebut dengan Darul Islam yaitu negeri Islam kemudian ikhwah selanjutnya terkait dengan keyakinan Al hadits terkait dengan bahwasanya bahwasanya seorang hamba itu masuk surga itu bukan dikarenakan amalannya ya seorang hamba itu masuk surga bukan dikarenakan amalannya tapi dikarenakan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian Ibrahim sebuah kisah satu riwayat bahwasanya ada seorang seorang lelaki di mana Dia memang Masya Allah dia dia apa namanya terjauh dari pergaulannya dia bersama dia ada kebun-kebun delimanya Masya Allah berikan keberkahan pada kebunnya sehingga dia sehingga dia fokus untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala hingga dia wafat dalam keadaan sujud dia wafat dalam keadaan sujud kemudian ikhwah lantas Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika membangkitkannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan pada malaikat malaikat masukkan dia ke surga karena rahmatku Allah Subhanahu Wa Ta’ala tapi orang ini mengatakan nggak ya Allah tapi aku masuk surga dikarenakan amalanku lantas Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh malaikat untuk coba hitung amalannya coba hitung amalan yang sudah dia lakukan dibandingkan dengan nikmat yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya lantaslah dihitung-hitung ikhwah ternyata amalan yang dia sudah fokus sudah fokus dia melakukan amalannya ketika dia hidup dia tidak terganggu dengan yang lain fokus Bahkan dia meninggalnya dalam keadaan sujud ternyata amalan yang dia lakukan selama dia hidup tidak cukup untuk menebus hanya nikmat pandangan amalan yang sudah dia lakukan sedemikian fokusnya sampai meninggal pun dalam keadaan sujud ternyata ya tidak bisa menebus nikmat yang nikmat pandangan yang Allah berikan kepadanya mengatakan kalau begitu masukkan dia ke dalam api neraka karena tadi laki-laki tadi mengatakan kalau kalau mau dimasukkan surga dimasukkan karena amalannya ternyata amalannya nggak cukup ternyata sedemikian banyak amalnya itu tidak cukup untuk menebus satu nikmat saja yaitu nikmat pandangan yang Allah berikan kepada dia kemudian si laki-laki ini mengatakan enggak ya Allah ya jangan masukkan ke neraka tapi masukkan ke surga karena rahmatmu akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala untuk memasukkan orang ini ke dalam surganya ya dikarenakan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian ikhwah jadi iktikad Al Hadis atau iktikad Ahlussunnah Wal Jamaah misalnya menyatakan bahwasanya seorang itu masuk surga bukan dikarenakan amalannya bukan dikarenakan amalnya tapi dikarenakan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga ketika ditanya masuk surganya beliau apakah karena amalannya tidak juga karena rahmat Allah subhanahu wa ta’ala ini bukan berarti kita itu enggak perlu beramal ya bukan berarti tidak perlu beramal ikhwah rahmat Allah kasih sayang Allah itu diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh ya diberikan kepada orang yang sungguh-sungguh kalau kita tidak ada amalan terus gimana caranya Allah memberikan kita Rahmat demikian jadi amalan yang kita lakukan sesungguh-sungguhan yang kita lakukan ketika beribadah berbuat baik kepada sesama Akhlak Yang Mulia dan lain-lainnya yaitu itu merupakan harapan kita kepada Allah agar kita Rahmat dapat Rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala demikian para pemirsa menjadi intinya bahwa jamaah menyatakan meyakini bahwasanya masuknya seorang hamba ke dalam surganya Allah subhanahu wa ta’ala itu dikarenakan rahmat Allah bukan dikarenakan sebagai sebagai ganjaran atas amalan perbuatan ibadah yang pernah dilakukan seseorang di semasa dia di dunia kemudian kemudian Abu Bakar Ismail melanjutkan pembahasan terkait dengan ajal terkait dengan eee batas umur seseorang manusia bahwasanya ajal manusia itu sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala setiap makhluk itu ajalnya sudah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala apabila sudah sampai ajalnya maka tidak akan bisa dipercepat dan juga tidak akan bisa diperlambat ya tidak akan bisa dipercepat dan juga tidak akan bisa diperlambat jadi ikhwah di dalam di dalam takdir Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah tetapkan takdir setiap manusia itu ketika dia berada dalam rahim ibunya ya sebagaimana hadis yang sudah masyhur yang sudah sering kita dengar Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kejadian manusia itu di dalam rahim rahim ibunya yaitu 40 hari berupa nutfah nutfah itu sperma kemudian berubah menjadi segumpal darah supaya kuno semuanya berubah menjadi segumpal darah ya supaya kono semuanya berubah menjadi segumpal daging juga dengan waktu yang sama setelah itu fayur Salu wilayah kemudian diutuslah malaikat kemudian ditiupkan ruh bagi si janin ini yang masih dalam kandungan ibunya kemudian kayu kalimat dan diperintahkan si malaikat untuk menetapkan 4 permasalahan pikat bir rezeki dituliskan rezekinya wa amalhi amalannya Apakah dia seorang yang nanti bahagia ataukah Dia seorang yang sengsara jadi di dalamnya ajal manusia itu sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian Abu Bakar Al Ismail melanjutkan dengan pembicaraan masalah rezeki artinya disini menyatakan bahwasanya apabila Allah Subhanahu Wa Ta’ala belum menyampaikan seorang itu pada ajalnya itu artinya Allah sekaligus telah menjamin rezekinya menjamin rezekinya dan seorang tidak akan meninggal atau tidak akan sampai pada ajalnya kecuali rezekinya juga sudah habis jadi seorang yang masih hidup itu pasti Allah tetap akan jamin rezekinya sekali lagi bahwasanya selama manusia itu masih hidup ini adalah Hadits selama manusia itu masih hidup maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menetap menjamin rezekinya dan tidak akan putus rezekinya kecuali Setelah dia kecuali setelah sampai pada ajalnya demikian ikhwah rahimahullah Bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala yang memberikan rezeki setiap setiap makhluk baik rezeki tersebut rezeki yang haram maupun rezeki tersebut rezeki yang yang halal demikian hanya saja orang-orang muktazilah mengatakan bahwa ini tambahan dari Syekh Ibrahim bahwasanya seorang yang seorang yang mendapatkan rezeki yang haram itu yang harum itu itu mereka mengatakan itu bukan rezeki ya rezeki yang didapati dari cara yang halal atau Rezeki itu rezeki yang rezeki yang didapat dengan cara yang tidak halal atau rezeki yang memang haram maka itu tidak dikatakan rezeki ya tidak dikatakan Rezeki itu yang diyakini oleh kelompok muktazilah Saya ulangi bahwasanya orang-orang muktazilah meyakini bahwasanya yang dikatakan rezeki dari Allah itu hanya rezeki yang halal Adapun rezeki yang haram itu tidak dari Allah subhanahu wa ta’ala jelas bertentangan dengan dengan jamaah Mengapa demikian seperti ini yang terjadi pada kelompok muktazilah karena itu muncul kesimpulan itu muncul kesimpulan mereka yang mengatakan bahwasanya rezeki yang haram itu tidak berasal dari Allah itu muncul dari apa dari dari keyakinan mereka bahwasanya makhluk itu tidak Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak tidak apa tidak ikut campur dalam perbuatan makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala tahu Setelah makhluk itu melakukan perbuatannya Jadi bagi mereka bahwasanya makhluk itu ya menciptakan perbuatannya sendiri Sementara dalam Alquran dikatakan Allah Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan mereka dan sekaligus menciptakan perbuatan-perbuatan mereka itulah keyakinan orang-orang muktazilah yang sangat bertentangan dengan dengan keyakinan ataupun hadis hanya ikhwah hanya saja memang di dalam hadis bahwa kalaupun ada seorang hamba mendapatkan hartanya dengan cara yang haram ini memang juga termasuk rezeki dari Allah subhanahu wa ta’ala tapi ini terkait dengan iradah kauniyah tapi Adapun kalau dia mendapatkan rezekinya dengan cara yang halal maka itu termasuk dalam iradah syar’iyah artinya apabila Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila seorang hamba mendapatkan rezekinya dari cara yang haram tapi kalau Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak inginkan maka itu tidak akan terjadi ya tidak akan terjadi itu tetap ada hubungannya dengan kehendak Allah subhanahu wa ta’ala tapi kehendak yang memang tidak disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanya Ridho dengan para hamba yang mendapatkan rezekinya dari cara yang dihalalkan Demian selanjutnya beliau membahas terkait dengan Bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan setan dan was-wasnya Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan setan yang menciptakan iblis ya Di mana iblis inilah ataupun dengan tentaranya inilah yang membuat was-was di kalangan umat manusia dan memang iblis sudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan pada kita merupakan musuh kalian itu merupakan musuh kalian maka jadikan setan itu sebagai musuh jadikan setan sebagai musuh bukan hanya sekedar pengetahuan bahwasanya syaiton itu musuh tidak tapi jadikan Shelton itu sebagai musuh sebagaimana seorang yang jika dia punya musuh dia tidak akan mungkin mentaati mengikuti musuhnya dia pasti antipati dengan musuhnya demikian juga Seharusnya manusia Kita sebagai manusia dengan setan dengan iblis jangan ikuti dia demikian ikhwah oleh karena itu Allah menyebutkan dua pertama wawasan berupa ilmu kata Allah firman Allah ini manusia setan itu musuh kalian jadikan dia sebagai musuh Kenapa demikian Allah menyebutkan ini namanya setan ini mengajak teman-teman dia mengajak para pengikut-pengikutnya agar bersama dia menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala demikian kita tidak ingin menjadi penghuni neraka jahanam jadi dalam masalah ini bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan iblis ya untuk menggoda manusia sebagai cobaan Ya sebagai sebagai cobaan dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah mewanti-wanti makanya si syaiton ini ataupun si iblis ini ketika dia apa namanya menggoda anak ada menggoda Kita sebagai manusia Dia hanya bisa menggoda dia tidak bisa memaksa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyelesaikan permasalahan nanti di hari akhirat yang ke surga ke surga yang ke neraka udah berarti dia akan ke neraka maka sisa tahun ini berkata Innallaha wa ala koma adalah Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah memberikan kalian janji yang benar sementara aku juga memberikan janji akhlak tokoh janjiku itu hanyalah janji-janji yang janji semangat janji bohong Allah memberikan janji kalian janji yang benar dan aku juga memberikan janji tapi janjiku itu janji palsu kemudian kata si setan makanan setan namanya Memang apa kata setan aku dulu tak pernah makan aku sedikitpun Tidak pernah memaksa-maksa kalian dan aku juga tidak punya kuasa untuk mengajak kalian memaksa kalian melakukan kemaksiatan aku hanya ya merayu menggoda kan hanya itu tapi ternyata kalian ikut dengan godaan yang aku berikan demikian sekali aku sesali diri kalian sendiri itulah pernyataan ya jadi dalam masalah ini Ahlussunnah Wal Jamaah meyakini Bahwasanya Allah yang menciptakan ya iblis ya sedikit masukkan bahwasanya beda antara setan dengan iblis ini ikhwah iblis ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan dari kalangan jin dan iblis ini ya iblis ini memang satu hanya satu dia kita katakan satu orang lah satu iblis dia diciptakan Allah dari jin dan dia hanya satu ya dan dia ciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelum Allah menciptakan manusia yaitu Nabi Adam alaihissalam Adapun syaiton ini sifat ya sifat artinya dari kalangan Jin Apabila mereka menghalang-halangi orang-orang ataupun jin dari menempuh jalan menuju Allah demikian juga manusia yang menghalang-halangi manusia dari menuju Allah maka kedua-duanya ini dikatakan siapa Allah mengatakan bagi setiap nabi itu ada musuh-musuh yaitu setan dari jin dan manusia jadi setan itu ya sifat ada setan ini setan jin ya Ada Setan Ini dari kalangan manusia Siapa saja yang menghalang-halangi orang seseorang untuk menuju jalan Allah maka setan lah dia ikhwah jadi setan ini yang menggoda dia yang membisik-bisikkan Dan syeton ini juga yang apa namanya yang memang berupaya untuk menyesatkan manusia setan ini dari mulai manusia lahir sampai di penghujung usianya terus di digoda dirayu dan seterusnya ya ketika manusia lahir Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwasanya tidak ada satupun anak yang lahir kecuali itu dijamah kecuali Maryam dan anaknya itu begitu lahir manusia sudah diganggu sampai nanti di akhir ajalnya ya sampai di akhir ajalnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa diantara doa beliau Allahumma inni a’udzubika minhayat Ya Allah aku berlindung kepadamu dari gangguan syaiton godaan syaiton ketika akan meninggal dunia Jadi Shelton tidak meninggalkan kesempatan apapun dalam merusak manusia dalam menggoda manusia dalam merayu manusia agar mereka jatuh pada durhaka menjadi insan yang durhaka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita dari godaan-goda setan ini kemudian ikhwah Aziz Allah selanjutnya terkait dengan sihir selanjutnya terkait dengan dengan sihir ikhwah meyakini bahwasanya sihir itu ada ya hadis meyakini bahwasanya sihir itu ada dan Hakiki hanya tidak boleh dipelajari kufur mereka yang mempelajari sihir itu bisa jatuh pada kekufuran apalagi kalau dia menyakini bahwasanya sihir ini bisa memberi manfaat dan mudharat tanpa ada izin sama sekali dari Allah subhanahu wa ta’ala jadi seolah tidak ada sedikitpun urusan Allah di situ Allah tidak bisa bercampur tangan dengan masalah sihir ini jelas murtadnya dari Islam dan dengan ikhwah Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan soal Baqarah Sulaiman wallakinasai bukan Sulaiman yang kafir tapi syaiton lah yang kafir Kenapa demikian karena mereka mengajarkan ilmu sihir jadi seorang mukmin bahwasanya sihir itu Hakiki sihir itu ada ya bukan hanya sekedar omong-omongan belaka Dan kita sebagai Ahlussunnah Wal Jamaah wajib untuk mengimani akan adanya sihir demikian tapi itu dia dilarang untuk mempelajari sihir karena bisa jatuh pada ke kuburan demikian harus menjauhkan diri dari perbuatan bid’ah ya Bid’ah ini Baik Bid’ah idhofi maupun Bid’ah yang Hakiki demikian juga dari berbagai macam jenis dosa dosa kecil apalagi dosa dosa-dosa besar kemudian juga tidak membenarkan adanya faktor-faktor mengatakan beliau memberikan fatwa pastinya kita tidak boleh mengatakan saya Salafi dan Saya bangga dengan ini nggak dibolehkan karena apa ikhwah Karena itu nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala Jadi bukan yang dibangga-banggakan Rasulullah SAW sendiri menyatakan bahwasanya Ana sayyidu waladi Adam Aku adalah pemimpin anak Adam dan aku tidak membanggakan diri tentang masalah itu oleh karena itu dekat Al Hadits mengatakan bahwasanya tidak boleh bangga tidak boleh bangga tapi bersyukur kalau dia sebagai orang-orang yang mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka dia bahasanya bersyukur bukan bangga dengan ikhwah rahimahullah kemudian ya termasuk juga tidak boleh berbangga-bangga dengan terkait dengan harta Allah harta yang Allah berikan kepada kita nikmat Harta Ya dia seorang yang kaya dia bangga karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala beri dia harta yang banyak sehingga dia menjadi orang yang membanggakan diri nggak dibolehkan termasuk juga bangga terhadap apa namanya bangga terhadap suku ya suku bangsa nggak dibolehkan kemudian ikhwah juga dekat Al Hadits melarang kita takabur takabur kabur ini sombong Rasulullah mengatakan tidak masuk surga seorang yang apabila dalam hatinya ada sombong walaupun hanya sebesar semut sebesar Ya Rasulullah Gimana kalau seandainya ini kalau seandainya seorang itu suka Bajunya bagus dia suka dengan sendal yang bagus artinya Apakah ini termasuk dalam kategori takabur Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab yang dikatakan takabur itu adalah meremehkan manusia meremehkan orang lain dan menolak kebenaran memang ketika seorang merasa lebih dibandingkan yang lainnya ini akan muncul sulitnya menerima kebenaran ketika seorang sudah mulai meremehkan orang lain dia akan sulit menerima kebenaran dari orang tersebut kita lihat Bagaimana history antara Adam alaihissalam dengan iblis ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh iblis untuk sujud kepada Nabi Adam kemudian Allah mengatakan kepada si iblis Mama kenapa kamu nggak mau sujud kepada Adam Padahal aku yang suruh apa kata si iblis dengan mantap dengan bangga dia mengatakan Lebih baik ketimbang masih Adam Alasannya kenapa Kenapa dia menyatakan dirinya merasa dirinya lebih baik dibandingkan Adam merasa dia tak pantas sujud kepada Adam Alasannya karena engkau ciptakan aku dari api dan engkau ciptakan dari kau ciptakan si Adam dari tanah ini gara-gara takabur merasa diri lebih hebat lebih hebat dibandingkan orang lain sehingga sulit untuk menerima kebenaran ya makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan loh ini kan aku yang perintahkan jadi di situ bukan masalahnya masalah bahwasanya iblis lebih bagus dibandingkan Adam Adam lebih bagus dibandingkan iblis Allah mengangkat loh ini kan aku yang perintah bukan masalah lebih mulia dan tidak Mulia apa yang ngasih perintah makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala marah kepada si iblis masalah pertama terjadi yang durhakai Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu masalah masalah takabur kemudian ikhwannya tidak boleh ujub ujub itu ikhwah apa ya bangga dengan diri sendiri Wah saya ini sepertinya orang yang lebih Soleh dibanding yang lain Saya memang Sepertinya saya orang rajin Sepertinya saya adalah orang yang baik begitu bangga ini iblis ya sebagaimana dikatakan oleh si oleh Syekh Ibrahim mengatakan bahwasanya iblis akan menyesatkan seseorang dengan cara ini pertama dibisikkan pada dia supaya muncul rasa bangga ya muncul rasa bangga Wah saya ini ada ujub saya ini begini saya memang orang soleh memang orang yang berjasa memang saya beginian begitu semuanya karena saya ya semuanya saya jadi dia bangga dengan dirinya sendiri kemudian iblis akan memberikan apa namanya me- membersihkan memang kamu Cocok jadi pemimpin jadi imam dia pun kemudian kalau dia tergoda maka dia akan mendakwahkan bahwasanya Dia seorang pemimpin dia cocok pemimpin dikatakan pemimpin ini karena atas dasar dia itu tadi dibisikkan kebanggaan terhadap dirinya dia memang pantas untuk jadi pemimpin terakhir iblis akan membisikan memang Anda cocok jadi Imam Mahdi begitulah pintarnya iblis ini setan ini memang kalau nggak pinter nggak setan namanya kemudian ikhwah kita melarang kita menyia-nyiakan amanah itu berkhianat Ya baik amanah itu amanah itu sesuatu yang sifatnya konkret seperti harta harta ataupun sifatnya maknawiyah seperti Majelis Ya majelis misalnya kita bicara berdua kemudian kita tidak ingin didengar oleh orang lain ini berarti amanah ndak boleh kita bocorkan ke orang lain karena ini sifatnya rahasia jadi amanah itu ada ada dua sebagaimana dikatakan oleh Syekh Ibrahim ruhailillah bahwasanya amanah itu ada amanah yang yang yang konkret yang jelas ya juga ada amanah yang berupa maknawiyah kemudian ikhwah kita juga dilarang yaitu membuat kerusakan membuat Namimah yang mengadu domba dan dan juga iktikad Al Hadits melihat bahwasanya harus jaga jaga lisan kita jaga perbuatan kita Jangan sampai mengganggu mengganggu orang lain termasuk tarku ghibah termasuk harus meninggalkan ghibah gunjing yang Rasulullah selalu mengatakan bahwasanya yang dikatakan menggunjing engkau menyebutkan tentang saudaramu sesuatu yang dia tak suka pokoknya apa saja yang dia tidak suka maka tidak boleh kita sebutkan Walaupun mungkin kalau kita ini salah satu yang bisa kita ambil faedah dari Syekh Ibrahim kemarin dalam masalah ini kata beliau walaupun seorang itu yang namanya yang dikatakan biasanya ndak suka itu kan kalau dia pendek ya ini orangnya panjang tinggi kalau dia tidak suka disebut-sebut tingginya maka kita juga tidak boleh menyebutkan masalah tingginya engkau menyebutkan tentang saudaramu yang tidak dia suka termasuk juga ikhwah rahimahullah termasuk masalah ya dalam masalah termasuk dalam masalah ghibah ini yaitu apabila kita menyebutkan di sini kan Rasulullah mengatakan dzikir engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang dia tidak suka itu gimana ketika salah seorang peserta daurah bertanya apakah yang dikatakan gunjing itu kalau kita menyebutkan tentang saudara kita yang tidak dia sukai Apakah saudara kita ini maksudnya hanya muslim Terus bagaimana kalau kita menggunjing orang kafir jadi Beliau mengatakan bahwasanya termasuk karena karena disebutkan ahoka di sini saudaramu di sini karena memang pada waktu itu yang terjadi itu banyak di kalangan kaum muslimin jadi termasuk dalam itu beliau Sebutkan karena umumnya seperti itu bukan berarti kalau nggak muslim kalau muslim nggak boleh kalau nggak muslim kalau nggak muslim boleh bukan begitu Dan ini juga kata beliau termasuk dalam hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam makaniumil akhir barangsiapa yang beriman terhadap Allah dari akhirat hendaklah dia ucapkan yang baik atau hendaklah dia diam demikian ikhwah kemudian hukum dasarnya bahwasanya ghibah gunjing itu haram hukumnya kemudian kecuali kalau orang-orang yang Bid’ah para mubut tadi ahlu Bid’ah yang mengajak orang lain untuk melakukan kebidahannya maka dalam masalah ini boleh boleh kita sebutkan kesalahan-kesalahannya karena apa Karena dia sudah menunjukkan bahkan mengajak orang lain untuk kebidahan kemungkaran yang yang dia yakini kemungkaran yang dia lakukan udah mengajak orang maka kita boleh menyebutkan ini beda jangan sampai kaum muslimin tertipu dengan kebidahan yang dia lakukan jadi ini tidak termasuk dalam dalam masalah ghibah yang dilarang ya tidak termasuk tapi ingat ikhwah dan tetap batasan yang dibolehkan yang disebut hanya bidahnya saja yang mungkarnya saja tidak tidak merembet pada personal-personalnya demikian Ikhwan Barang siapa yang merembet pada personalnya dia Mungkin orangnya agak pendek itu disebut-sebut maka ini kembali pada hukum yang haram ini kembali pada hukum yang haram kemudian juga menyebutkan sebuah hadis ketika ketika Aisyah menyebutkan tentang salah seorang istri beliau yang pendek Allah mengatakan Kamu sudah menyebutkan satu kalimat low low mukjizat kalau diletak dicelupkan ke air laut niscaya air laut ini akan akan kotor nama sajadhu jadi begitulah sangat menjijikkan yang namanya eee yang namanya ghibah atau bergunjing ya kalau kita sekarang Allah musta’an sudah menjadi seperti sarapan pagi makan siang dan makan malam sudah seperti kebiasaan yang dianggap tidak lagi satu hal yang tabu bukanlah lagi satu hal yang menjadi dosa demikian ikhwah yang nggak laki-lakinya nggak emak-emaknya nggak papa bapaknya kalau sudah nongkrong sudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menjaga kita dari dosa yang yang tidak disadari ini ya dosa yang tidak kita sadari lahaula wala quwwata illa Billah kemudian mengajak ataupun wajibkan agar senantiasa menuntut ilmu senantiasa menuntut ilmu dari sumbernya dari Alquran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk ilmu mempelajari Alquran mempelajari Ulumul Quran mempelajari Alquran demikian juga mendengar sunah-sunnah hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengumpulkan hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan memahami serta tafakuh hadits dari hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam sehingga kita bisa ambil faedah faedah dari hadis tersebut kita ambil istimbat dari hukum-hukum hadis tersebut dan demikian juga mengumpulkan apa namanya riwayat-riwayat ucapan-ucapan atau fatwanya dari para sahabat kemudian kemudian Abu Bakar Ismail rahimahullah juga menyebutkan dekat Al Hadits yaitu tidak bicara tidak tidak apa namanya tidak mencela sahabat ya tidak boleh mencela sahabat karena Rasulullah pernah mengatakan atas subuh ashabi jangan kalian mencela sahabatku bahwa Seandainya kalian berinfak emas sebesar gunung uhud maka tidak akan bisa menyamai infaq mereka walaupun hanya satu mood walaupun hanya sekedar satu makanya hadis melarang keras mencela para para sahabat dan kalaupun ada hal-hal yang yang mungkin di sana ada berupa aib maka harus mentakwilnya dengan cara yang terbaik dan Tidak berkomentar sedikitpun terhadap kejadian yang terjadi di antara para sahabat seperti terjadinya perang shiffin terjadinya perang Jamal dan seterusnya ya Tidak berkomentar karena ini dua-dua sahabat Ya seperti perang shiffin yaitu terjadi pertempuran antara pasukan muawiyah bin Abi Sofyan rahim dan pasukan Ali Bin Abi Thalib radhiallahu Anhu demikian juga perang Jamal Pasukan yang dipimpin oleh Aisyah dan pasukan berperang bertempur melawan pasukan Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu Anhu mereka adalah para sahabat mereka para mujtahid tidak akhlak Falah Apabila mereka benar mereka dapat dua pahala falahu ajrun Wahid apabila dia salah dia dapat satu satu pahala jadi tidak mengomentari apa yang terjadi di antara di antara mereka demikian ikhwah rahimahullah kemudian yang terakhir Abu Bakar Ismail rahimahullah menyebutkan tentang wajibnya kaum muslimin ya kaum muslimin luzumul jamaah tetap bersama jamaah kaum muslimin ya jangan sampai menyempal dari Jamaah kaum muslimin bersama imamnya lantas menjaga diri dari makanan yang menjaga diri menjauhkan diri dari hal-hal yang haram seperti tidak makan yang haram minum yang haram juga tidak memakan memakai pakaian dari yang haram kemudian memang senantiasa berupaya untuk melakukan kebaikan-kebaikan Amar ma’ruf nahi mungkar ya Ini juga sebuah kewajiban yang memang harus mau tidak mau harus dilakukan sesuai dengan kemampuannya Terutama ketika kita eee mengajak orang untuk kebaikan demikian juga apa namanya mencegah kemungkaran sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Siapa yang melihat kemungkaran ya u Bah dengan tangannya dengan kuasanya kalau dia punya kuasa maka silahkan dia rubah kalau enggak sanggup silahkan dia dengan lisannya kalau enggak sanggup dengan hatinya itu cara Amar ma’ruf nahi mungkar kemudian udah haruslah artinya kalau komentar-komentar orang jahil itu enggak usah dikomentari tak usah ditanggapin menjauhkan diri dari orang-orang jahil apalagi ikhwah sekarang ini zaman media sosial orang-orang jahil banyak yang berkomentar Maka jangan tanggapin ya jangan tanggapin Jadi bagaimana ajarkan Mereka jangan celaan di balaskan celaan dibalas dengan cercaan Makian dibahasan jangan orang-orang jahil memang begitu ya dalam hadis bahwasanya yang jahil-jahil seperti ini tidak boleh tanggapi dengan seperti itu tapi gimana diajarkan dengan sabar walaupun mendidih darah kita melihat komentar-komentar mereka tapi tetap sabar untuk mengajarkan mereka dengan cara yang baik dengan sabar penjelasan ya penjelasan yang benar tuh bagaimana Masya Allah luar biasa perlu kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi orang-orang jahil-jahil seperti ini ya yang terkadang terlepas kontrol juga tapi ya istigfar pada Allah terus tetap sabar menghadapi orang-orang yang seperti ini kemudian ikhwah kalau sudah kalau sudah diingkari perbuatan kejahilan mereka atau sudah dijelaskan ya setelah itu bagi yang punya kuasa dia boleh boleh memberikan hukuman ya Tapi itu semua setelah diberikan penjelasan Demikian ikhwah Ya setelah beri penjelasan kalau memang memungkinkan untuk dijatuhkan sebuah hukuman tentunya ini bagi orang-orang yang punya kuasa dalam masalah hal itu Itulah ikhwah rahimahullah wa iyyakum kemudian di akhir kitabnya Abu Bakar Al Ismail rahimahullah menyebutkan bahwasanya itulah itikad Al Hadits yang disebutkan sejak dari secara ringkas dari awal kitab sampai akhir kitab yang harusnya kita sebagai seorang muslim berpegang dengan Keyakinan itu dan itulah merupakan firqotun najiyah itu merupakan firqotunnajah dan itulah cara untuk kita mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimana tentunya setiap setiap kaum muslimin hendaklah dia mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah menyebutkan apabila kamu mencintaiku kata Allah apabila engkau mencintai Allah maka Ikuti aku maksudnya ikuti Rasulullah Allah akan mencintaimu menyebutkan sebuah ungkapan yang jadi permasalahannya bukan masalah engkau mencintai tapi engkau itu dicintai apa tidak semua kita kalau ditanya Apakah anda mencintai Allah semua kita mengatakan kita itu mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala semua kita menyatakan kita cinta dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi permasalahannya Apakah Cinta Kita itu benar-benar cinta apakah Cinta itu cinta yang kita berikan itu cinta yang berbalas ini permasalahannya makanya kita harus berupaya untuk Bagaimana caranya agar kita mencintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala ya tentunya harus terus belajar dengan ilmu yang kita dapati kita terus mendekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjauhkan larangan-larangannya melaksanakan perintahnya dan menjawabkan larangan-larangannya melaksanakan perintah dan menjauhkan larangan ini tidak akan mungkin kita lakukan kecuali dengan ilmu kecuali dengan dengan belajar Oleh karena itu Ya kita terus menuntut ilmu terus berupaya semaksimal mungkin agar kita melaksanakan seluruh perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhkan seluruh larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala harapannya agar kita dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan itulah orang yang bertakwa karena di sisi allah subhanahu wa ta’ala hanya ada orang yang paling mulia adalah in akromakum indallah hukum Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara kalian para pemirsa sekalian para pemirsa pemerhati eee Rodja TV dan pendengar radio Jadi manapun Anda berada itulah eee ringkasan majelis yang dua majelis terakhir yang dalam yang saya hitung yaitu majelis ke majelis kelima dan keenam ya yaitu majelis kelima dan keenam yang dimulai dari kemarin yaitu di hari apa namanya di hari Selasa ya di hari Selasa yaitu tanggal tanggal 21 Muharram 1445 Hijriyah Al muwafiq yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2023 masehi demikian yang bisa saya sampaikan dalam penjelasan ataupun ringkasan dari majelis majelis yang ke-6 yang kelima dan majelis yang keenam ini allahualam itu saja mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan saya undur diri aku lupa lihat Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Barakallah fiikum wa jazakumullah Khairan kepada Ustaz Ali Nur Syifa abdullahu ta’ala atas penyampaian ringkasan materi dalam pembahasan daurah as syar’iyah bersama faridho Syekh Al Ustadz Dr Ibrahim bin Amir rahili haruhullahu ta’ala yang merupakan sesi kelima dan keenam dari pembahasan daurah tersebut dan juga merupakan sesi terakhir dalam pembahasan kitab tersebut Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kepada kita faedah ilmu dan juga memudahkan bagi kita mengamalkan ilmu dari pembahasan materi yang telah disampaikan oleh Beliau dan juga oleh Syekh dalam kesempatan daurah ini dan pada Anda semuanya kepada Islam untuk bisa menyimak pembahasan dalam ilmu bersama akhir kalam kami mohon undur diri bila Billahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *