Ustadz Mahfudz Umri, Lc. | Ensiklopedia Larangan

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio rodjalin adalah sebaik-baiknya umat kuntum Khairu Ummah yang diturunkan atau dikeluarkan oleh Allah ta’ala untuk manusia tugasnya tak tahu kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengerjakan perintah adalah sebuah kewajiban meninggalkan larangan perkara yang diharamkan dan meninggalkan perintah lebih besar resikonya dihadapan Allah dibandingkan melanggar larangan contoh iblis meninggalkan perintah sujud kepada Nabi Adam kemudian diusir dan surga Nabi Adam melanggar larangan mendekati pohon beliau mohon ampun diterima tobatnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala Namun demikian larangan jangan sampai diremehkan ya Kenapa karena tentu kebaikan dan keburukan itu bisa saling menghilangkan bisa saling menghilangkan baik kita sampai kepada poin 81 yaitu larangan dia itu larangan duduk-duduk ya di tempat atau di meja yang di atasnya terdapat sesuatu yang haram seperti khamr khimar khimar itu adalah judi ya lotre atau apapun dari perkara yang diharamkan ya duduk di meja yang disediakan perkara yang haram seperti Former atau apapun bentuk perkara yang diharamkan tidak boleh meskipun di sini hadis yang dibawa adalah hadis larangan duduk di meja makan atau di meja yang di situ disediakan Homer yaitu kalau di sini penulis langsung mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disini beliau membawa hadis langsung mengatakan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir jangan bawa istrinya masuk ke tempat pemandian umum ya Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir Jangan membawa istrinya masuk ke dalam tempat pemandian umum dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir jangan masuk ke pemandian umum di sini ada pemilihan umum kecuali menggunakan sarung dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir jangan duduk ya di tempat ya atau di sekitar meja Yudha yang dikelilingkan di situ Homer alias disediakan minum minuman keras hadits ini penulis mengatakan yang lain ya di dalam sohihul Jamil [Musik] 56 Jabir bin Abdillah riwayat Imam at-tirmidzi dan Al Hakim hadis Jabir bin Abdillah dan beliau mengatakan derajatnya Hasan kemudian ada beberapa sawah dari hadis ini diantaranya hadis Umar Bin Khattab di mana bunyinya maka sebagai syahidnya ya Barang siapa beriman kepada Allah dan dari akhir jangan duduk di sekitar meja yang diedar di situ minum-minuman keras artinya yang disediakan di situ Komer ya khomer itu adalah sesuatu yang bisa merusak akal bisa merusakkan menghilangkan apa namanya alkohomer Bisa terbuat dari jagung jadi Hal pertama hadis yang dibawa hadis Jabir bin Abdillah Ibnu Umar Abdullah Ibnu Umar Billah Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir jangan duduk di meja yang disediakan minuman keras kemudian jadi kalau kita lihat di sini ya berupa hadis tersebut adalah memberikan keterangan kepada kita tentang larangan duduk di atas meja yang disediakan di atasnya minuman-minuman keras dan berarti di sini ada beberapa hadis ada hadits Jabir bin Abdillah ada hadis Umar yang dibawa adalah hadis Jabir bin Abdillah dimana di dalam shahil Jami nomor 656 memang disebut tiga perkara meskipun yang dibahas satu persoalan satu masalah yang pertama tidak boleh ya masuk ke dalam Hamam Kalau yang di Sahil Jami bunyinya adalah terbalik dengan yang ada di kitab ini ya maka nabi Ibnu Billah yang artinya barangsiapa beriman kepada Allah dan area cair jangan masuk pemandian umum Hamam itu kemudian umum yang bisa sungai Di mana Di situ ada lagi perempuan atau kolam renang ya atau tulis-tulisan umum yang berseliweran lagi perempuan tanpa pisah Kemudian yang kedua barangsiapa yang beriman kepada Allah dan akhir jangan memasukkan istrinya tempat-tempat pemilihan umum yang ketiga barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir jangan duduk di sekitar meja yang di situ diedarkan disediakan minum minuman keras ya hadir riwayat Imam at-tirmidzi dan Al Hakim dari siapa Jabir bin Abdillah dalam shohibul jami’ nomor 656 menjadi pembahasan kita adalah sebenarnya hadits bagian akhir namun hadis-hadis sebelum dia siap sebelumnya perhatikan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau mengulang tiga kali maka Dengan hadis Billah tentu pengulangan pengulangan seperti itu bukan tidak ada makna tidak ada tujuan ya berapa kali diulang ini para Jemaat ini menunjukkan penekanan dan beda-beda isi dari penekanan itu sebagai takdir Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir orang yang beriman kepada Allah belum tentu beriman kepada hari akhir kalau orang beriman kepada hari akhir sudah pasti beriman kepada kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala hanya orang-orang beriman kepada Allah banyak mereka tidak beriman kepada hari akhir [Musik] kami juga tidak memberi makan kepada fakir miskin kami juga bersama dengan orang-orang yang mempelo-olok agama ini dan kami tidak beriman mendustakan apa hari hari akhir hari kiamat walaupun tanyakan kepada mereka Siapa yang telah menciptakan langit dan bumi jadi kata beliau ini disambung iman kepada Allah dan hari akhir padahal ada iman kepada malaikat kitab-kitabnya rasul-rasulnya banyak maka ini karena apa ketika orang itu beriman kepada hari akhir sudah pasti beriman kepada Allah kenapa Karena Allah yang menguasai hari akhir dan di situ orang akan diadili disilakan dibalas yang baik dengan kebaikan yang buruk dengan keburukan ini ya di banyak yang hadis yang menjelaskan mengenai menunjukkan bahwa yang diberikan khabar setelahnya itu adalah perkara penting dan kebetulan dalam hadis Jabir bin Abdillah ini khabarnya adalah memang terkait dengan larangan-larangan dia bicara yang baik Kalau nggak Bisa diam apa itu larangan atau perintah-perintah para sahabat beriman kepada Allah dan hari akhir salam labul Amr muliakan tentang hendaklah dia memuliakan tetangganya beriman kepada Allah agar memuliakan tamunya ini perintah berarti isinya setelah Allah Nabi Menyampaikan barang siapa beriman kepada Allah dari akhir isinya itu selalu perkara yang penting entah perintah maupun larangan nah kebetulan kita bahas adalah larangan yang menjadi Syahid adalah bagian akhir dari hadis dari situ ada syahidnya tadi siapa Umar dan juga Abdullah Ibnu Umar yang isinya orang Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir jangan duduk di sekitar meja yang di situ Di eder dan di sediakan minuman keras kita lihat dhohir hadits dulu Ustadz minum kerasnya tidak di meja banyak di mana itu kalau kadang-kadang ada di atas ya itu sudah nampak sediakan termasuk ke dalam sehingga di sini dikembangkan ya itu Apa larangan duduk tadi terjemahannya itu larangan duduk di meja yang ada perkara haram minuman keras terjemahannya apa di sini disebutkan yaitu yang di atasnya disuguhkan makanan haram seperti khamar judi dan barang haram lainnya Nah sekarang kalau kita lihat yang haram lainnya itu yang seperti apa ini perlu menjadi perhatian kita supaya kita tidak kena semua ini penting ya Meskipun dhohir hadisnya di sini adalah yang diedarkan atau disediakan minum-minuman keras khamr itu sesuatu yang bisa merusak akal itu khamar kenapa kenapa sih ketika ada orang puasa dia duduk-duduk dengan orang minum minuman keras dilaporkan kepada Umar bin Abdul Aziz rahimahullah dan Umar bin Abdul Aziz menyuruh agar orang yang puasa tadi yaitu hukuman ya kalau di masa nabi 40 dicampur dengan pelepah daun kurma di masa Abu Bakar juga 40 di masa umur 80 ini yaitu hadis Anas bin Malik bahwa orang minum-minuman keras di masa nabi di dengan pelepah daun kurma dan juga dengan dengan sendal dengan sendal di dalam riwayat yang lain juga hadits bahwa Nabi Muhammad Abu Bakar melakukan yang sama ketika di masa Khalifah Umar Bin Khattab beliau musyawarah dengan para sahabat lalu Abdurrahman mengatakan paling ringan ya hukum cambuknya berapa 80 kali Umar bin Abdul Aziz ketika dibawa Kepada beliau atau dilaporkan kepada beliau ada orang puasa duduk-duduk bersama orang yang minum minuman keras maka yang puasa ini dihukum sama dengan yang minum-minuman keras lalu Beliau membaca ayat an-nisa 140 ayat sungguh Allah telah menurunkan di dalam alkitab dalam Alquran atas kalian apa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah dikusuri diingkari dan diperoleh Maka jangan duduk bersama mereka sampai mereka berganti dengan pembicaraan yang lain kalau kalian tetap maka kalian sama dengan mereka dan Sesungguhnya Allah mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam neraka jahanam semuanya itu dijadikan sebagai hujjah oleh Umar bin Abdul Aziz ya berarti ini para jamaah bukan perkara remeh kalau kita duduk-duduk bersama orang-orang yang berbuat maksiat kecuali kita mengingkarinya ya kita mencarinya Kenapa demikian karena resiko ditanggung semua Allah Subhanahu Wa Ta’ala coba lihat yang tidak hanya menimpa kepada orang yang berbuat zalim saja fitnah yang tidak hanya menimpa kepada orang-orang yang berbuat zalim saja sehingga ketika kita duduk di situ di tempat orang yang sedang berbuat maksiat fitnah bencana itu bisa menimpa minimal Kalau tidak ada bencana fisik Ya seperti yang nabi bersabda ada pasukan gajah yang ingin menyerang dan merobohkan Ka’bah Bukankah yang di kemungkaran besar ketika mereka berada di Tanah Lapang artinya ketika dia berangkat berada di dataran yang luas kemudian apa Allah hancurkan mereka semuanya dari awal sampai akhir tanpa kecuali kalau musnahnya kalau kita lihat surat apa yang terjadi semuanya dihancurkan makanya saya berkata aku bertanya bagaimana ya rasul semuanya dihancurkan dari awal sampai akhir dimusnahkan padahal ada orang yang tidak ada orang yang tidak ada niat Tang dan keinginan untuk menghancurkan Ka’bah dan juga ada orang-orang yang berjualan saja di situ apa kata beliau semuanya dihancurkan dimusnahkan tapi kelak dibangkitkan sesuai dengan niat mereka ya tapi sudah mendapatkan adat para jamaah di dunia ini ya hati tidak mengingkari kemungkaran itu fitnah tidak ada kegalauan dan kegelisahan ketika ada maksiat itu fitnah ya dan disebutkan di dalam beberapa hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika orang-orang itu ya membiarkan yang namanya perbuatan dosa Pak mintazim Ya tidaklah satu tahun di mana Di situ ada maksiat kemudian mereka mampu untuk merubah maksiat itu kemudian mereka tidak melakukan kecuali hampir Allah ta’ala meratakan mereka dengan azabnya ini Minimal kita berteman dengan mereka pertama hati sudah kena fitnah apa kok tidak ada rasa galau dalam hati tidak ada rasa gundah malah kok sedang bersenang-senang Ini pertama karena sudah hatinya yang kedua kalau ada pesta narkoba berada di situ Lalu ada operasi razia kira-kira apa Oh ini nggak minum iya saja apa begitu semua diambil karena fisik juga ya makanya di sini kita bisa melihat apa ya hikmah kadang ulama membedakan antara hikmah kalau inilah memang dari mansus seperti ini tidak boleh duduk berarti apa Karena yang namanya dosa itu mudah sekali nular duduk bersama orang yang minum-minuman keras bisa makan restoran atau pesta pernikahan kemudian karena sama-sama kenal gak nyaman penghormatan coba ada tidak orang yang gak biasa minum somer dia minum karena tidak nyaman sama temannya ada tidak para jamaah ada tidak kehormatan dan rasulnya melarang sesuatu pasti ada hikmahnya seandainya tidak ada pengaruh apapun kepada fisik kita tidak ditangkap polisi karena tidak ada razia atau ditangkap tapi tidak terbukti Apa karena urinenya tidak mengandung narkoba tapi itu karena apa Karena kita itu manusia ini lebih cenderung merasa kalau ada yang kena fisiknya paham ya ketika kita males salat berjamaah ke masjid itu fitnah tapi yang kena apa arti pasti itu ada apa ada sebab ya sebabnya tidak lain mohon Amri hati-hati orang yang menyelisihi perintah Rasulullah tertimpa fitnah atau adab yang pedih Nah itu sasarannya hati -hati Syekh Muhammad ketika menjelaskan Ayat tersebut Beliau mengatakan bahwa Fitnah Tidak lebih dahsyat dibandingkan Adapun Alim makanya di sini ya Allah menyebut fitnah dulu surat an-nur ayat berapa itu ayat 63 hati-hati orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul tertimpa fitnah atau azab yang pedih nah fitnah itu sasarannya hati para Jerman ketika kita malas ibadah itu fitnah dan Pasti karena ada sebab Adapun juga ada ketika kita duduk di tempat yang anda maksiat di sini wabil khusus disebut khomer maka kita harus meninggalkan banyak mungkin di restoran mungkin saudara dengan keluarga di kantor karena kebetulan bersama dengan orang asing atau juga mungkin pesta pernikahan teman dan lain sebagainya ini para jamaah ini mudah-mudahan kita diberikan penjagaan ya dan surat an-nisa 10040 dijadiin sebagai hujjah oleh Umar bin Abdul Aziz yatillah ya telah Allah telah menurunkan kepada kalian dalam Alquran apabila ayat-ayat Allah diingkari dan diperoleh Maka jangan duduk bersama dengan mereka sampai mereka pindah kepada pembicaraan yang lain jika kalian tidak mau pindah maka kalian sama dengan mereka Nah karena sama dengan mereka Umar bin Abdul Aziz apa hukum sama orang ini puasa orang ibadah tapi Dodo bersama orang minum-minuman keras dan Al Imam atau tafsirnya mengatakan ya jangan duduk bersama dengan Ahlul Bid’ah sama apa Ahlul orang-orang fasik saya apa namanya tafsir ataubari dalam ini menunjukkan perkara yang serius para jemaah jangan kita anggap mudah apa kata beliau ketika Al imam at-thabari dan tafsirnya ketika menjelaskan tentang itu dan kitabnya beliau tentang masalah mauqis terhadap alur bidah apa kata Imam thorinah ayat di dalam ayat ini mengandung bukti yang nyata petunjuk yang jelas atas larangan duduk-duduk bersama Ahlul batil dalam segala jenisnya ya diantaranya Ahlul bidah termasuk musik Di sini masih ada pembicaraan kita bicara bukan bicara Roger tidak rojek jelas kesalahan Ibnu hazm abdulhiri yang mengatakan hadisnya mengkopi hadis insya Allah nanti akan kita Jelaskan bagaimana kedudukan hadits tersebut dan bentuk-bentuk maksiat apa saja meskipun disini disebut yaitu khomer insya Allah kita akan lanjutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *