anda berada Anda masih bersama kami saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam TV Rodja yang kami Panjar luaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi Bogor dan hotel islam sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung dari Masjid Al Barkah kami yang bertugas mengucapkan selamat mengikuti dan kajian Islam warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] sekarang kita masuk hadis 188 [Musik] berkata aku pernah singgah ya kepada Aisyah radhiyallahu anha lalu aku bermimpi maksudnya mimpi basah pada dua bajuku lalu kemudian aku celupkan dua bajuku itu ke dalam air rupanya ada budak wanita milik Aisyah melihat perbuatanku itu maka ia pun melaporkan kepada Aisyah radhiyallahu anha tentang apa yang aku lakukan makanya mengutus ya Jariyah tersebut budak tersebut kepadaku ia berkata Apa yang membuat kamu melakukan perbuatan tersebut dengan mencelupkan atau memasukkan dua bajumu ke dalam air aku bermimpi dalam tidurku itu mimpi basah kemudian Aisyah bertanya Apakah kamu melihat di bajumu itu sesuatu artinya kamu lihat nggak ada air mani di bajumu itu aku berkata tidak aku tidak melihat maka Isa berkata Kalau engkau tidak melihat sesuatu lalu kamu cuci sungguh aku melihat diriku sendiri di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam aku mengerik air mani yang kering dengan kuku di baju Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menunjukkan orang yang bermimpi basah lalu kemudian ia tidak melihat air mani di bajunya atau di celananya [Musik] maka dia tidak ada kewajiban untuk mandi tapi kalau misalnya ia melihat maka dia wajib apa mandi kalau memang itu air mani karena tidak setiap basah Saat mimpi itu air mani Pak terkadang itu air Nazi kalau ternyata itu hanya air mani saja bukan air mani maka tidak ada kewajiban untuk apa mandi faedah yang kedua yang bisa kita petik dari hadits ini Apakah hadits ini menunjukkan bahwa air mani itu najis jawabnya tidak menegur orang tersebut dan menceritakan bahwa dahulu mencuci atau namanya mengerik ya mani yang kering di baju Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan kukunya dan ini dalil yang dijadikan hujjah oleh pendapat yang mengatakan bahwasanya air mani itu tidak najis karena memang ikhtiar para ulama Apakah air mani itu najis atau tidak lama tapi Imam Malik Abu Hanifah mengatakan bahwa air mani itu najis dalilnya apa adanya Dalil yang menunjukkan bahwa Aisyah pernah mencucinya sementara Imam Syafi’i yang masyhur demikian pula Imam Ahmad berpendapat bahwa air mani tidak najis dan itulah pendapat yang paling kuat dalilnya diantaranya hadits ini ya Coba kalau itu najis maka tidak cukup untuk apa dikerik saja kalau itu hukumnya najis maka itu tidak cukup hanya sebatas harus di apa dicuci maka dari itulah Islam ketika membahas tentang masalah ini Beliau berkata Muamal maniu Thohir Adapun mani maka yang shahih Ia adalah suci Alquran sebagaimana itu adalah mazhab Imam Syafi’i dan Imam Ahmad yang masyhur darinya lagi berpendapat bahwa air mani itu najis namun boleh untuk dikerik itu pendapat Imam Abu Hanifah Okelah yang berpendapat bahwa mani itu wajib dicuci dan itu pendapat Imam Malik yang pertama yaitu yang mengatakan bahwa mani itu suci itulah yang benar sesuatu yang maklum telah diketahui pastinya di zaman Nabi SAW para sahabat banyak yang mimpi basah dan bahwasanya maniknya itu pasti akan menimpa badannya dan ini perkara yang sifatnya mimma tahumu sering terjadi tentu kewajiban Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah memerintahkan para sahabat untuk apa untuk mencucinya dari badan dan baju mereka karena amarah mobil istinja sebagaimana halnya Nabi memerintahkan mereka untuk istinja juga sebagaimana Nabi memerintahkan wanita haid untuk mencuci baju yang terkena darah haid Bani kasir bahkan ya terkena air mani itu Pak lebih sering terjadi dibandingkan wanita haid wanita setiap hari tapi ternyata tidak ada satupun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan para sahabat untuk mencuci apa air mani meyakinan dan ini menunjukkan bahwa tidak wajib untuk mencuci air mani Adapun dalil yang menyebutkan ya bahwa nabi atau Aisyah pernah mencucinya itu tidak menunjukkan hukumnya najis Karena yang namanya mencuci itu terkadang itu bukan karena apa namanya menjijikan Antum kena ludah orang ludan najis apa kalau misalnya antum ada kena ludah terus Antum Biarin aja dengan alasan suci anak yakin tidak mungkin juga Antum pasti akan mencucinya Kenapa Antum cuci Apakah najis ya nggak makanya tidak setiap yang dicuci itu menunjukkan hukumnya apa najis berikutnya mencuci darah haid yang menempel di baju tentara haid najis dengan seluruh ulama Alaihi Wasallam Semoga Allah menerimanya ia berkata ada seorang wanita datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu wanita ini berkata salah seorang dari kami bajunya terkena darah haid bagaimana ia melakukan terhadap bajunya itu ya Rasulullah kemudian ia apa rezeki dengan air atau disiram dengan air itu di apa namanya diguyur dikit-dikit semacam bahu kemudian kamu cuci dia nah mempunyai makna di sini yaitu mencucinya kemudian kamu salat dengan menggunakan baju tersebut sini Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan bagaimana cara mencuci apa darah haid gimana Nabi SAW tidak hanya mengatakan cuci aja dengan air dah selesai tapi nabi menyebutkan tahun [Musik] ya kamu bersihkan dulu ya darah haidnya itu dengan dikerik entah itu dengan batang kayu atau apa baru kemudian dibilas sedikit demi sedikit ya Sambil di kucek-kucek kemudian baru apa namanya dicuci dengan air kalau misalnya sudah berusaha dicuci masih ada tersisa apa namanya warna gitu Pak dan sulit sekali untuk dihilangkan Bagaimana kaidah mengatakan almasyaqah yang sulit mendatangkan apa kemudahan Islam bahwa darah haid itu hukumnya najis kita masuk ke kita secara bahasa artinya doa sedangkan secara istilah yaitu perbuatan dan ucapan yang dilakukan secara dengan cara-cara yang khusus dan di waktu-waktu yang telah ditentukan disertai dengan niat jangan disamakan Pak antara makna salat secara bahasa dengan salat secara istilah Apa yang dilakukan oleh orang-orang liberal di zaman sekarang mereka di antara mereka ada yang mengatakan saya udah 3 bulan nggak salat karena kan salat yang namanya sholat kan doa yang penting saya berdoa saya sudah salat makanya mereka menyamakan salat secara bahasa dengan salat secara Apa istilah syariat ini jelas akhlak Islam perkara yang aneh yang tidak tidak ada satupun ulama yang memahami demikian Maka kalau bertabrakan antara makna bahasa dengan makna syariat mana Yang dahulukan tentu makna syariat yang lebih didahulukan maka ketika Antum mendengar dalam Alquran atau Hadis kata-kata salat maka yang harus ke Antum pahami dahulu adalah salat secara makna syariat kecuali kalau redaksinya menunjukkan bahwa makna salat di sini secara bahasa contoh misalnya Allah berfirman Ambillah dari harta mereka sedekah itu zakat yang bisa mensucikan harta mereka untuk mereka Maksudnya apa kata para ulama doakan mereka salatmu itu ketenangan buat mereka salat yang dimaksud dalam ayat ini apa apa doa bukan salat dua rakaat atau yang lainnya bukan tapi pada asalnya Pak kata salat itu harus dipahami dulu sesuai dengan makna apa syariat tidak boleh dipahami secara makna bahasa kecuali dengan apa ada bukti atau ada redaksi yang menunjukkan kepada hal itu kemudian di sini beliau membuka kita bersolah dengan bab bab bab permulaan adzan Kapan dimulainya adzan itu dan bagaimana cara memulai Pak bagaimana dimulainya hadis 190 an Abdillah [Musik] ia berkata dahulu kaum muslimin ketika datang ke Kota Madinah mereka berkumpul dan mereka ya memperkirakan waktu salat mereka berusaha untuk apa namanya menunggu waktu sholat dan saat itu tidak ada seorangpun yang memanggil orang untuk salat karena belum disyariatkan padanya apa suatu hari mereka pun berbicara tentang masalah itu artinya Bagaimana supaya bisa memanggil orang Untuk apa salat sebagian mereka berkata Ayo kita ambil lonceng seperti loncengnya orang Nasrani namun Rasulullah tidak suka sebagian lagi mereka berkata Bagaimana kalau kita tiup terompet seperti terompetnya orang Yahudi maka Rasulullah pun tidak suka lalu Umar berkata Kenapa kalian tidak mengutus seseorang untuk memanggil sholat Rasulullah SAW bersabda berdirilah dan panggilah orang untuk salat ini ya hadis secara ringkas sementara dalam riwayat yang lain dikelola Abu Daud disebutkan secara lengkap untuk bahwasanya ada seorang sahabat Nabi SAW setelah Rasulullah berbincang-bincang dengan para sahabat kira-kira memanggil orang salat dengan apa ada yang mengatakan pakai tadi ya lonceng kemudian mengatakan pakai terompet ada yang mengatakan pakai api tapi semua harus ditolak oleh Rasulullah tidak suka Aku kemudian di malam harinya ada seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Zaid bermimpi dalam mimpinya ia bertemu dengan seorang laki-laki yang berpakaian warna hijau dan membawa lonceng dalam mimpi itu Allah berkata kepada orang itu ya Abdullah maka aku beli lonceng kamu itu kata dia buat apa kata Allah bin Zaid untuk aku panggil orang adzan untuk aku panggil orang untuk salat maka kemudian orang ini berkata Maukah aku ajarkan yang lebih baik dari itu Apa itu itu kamu ucapkan Allahu akbar allahu akbar allahu akbar allahu akbar asyhadu alla ilaha illallah asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah asyhadu anna muhammadar rasulullah sampai akhirnya yang kemudian ini masyhur dengan disebut adzannya Bilal Pergilah Di Pagi harinya Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan dalam mimpi itu orang tersebut telah mengajarkan azan dia pun mundur sebentar lalu mengajarkan menceritakan kepada Rasulullah tentang mimpinya tersebut apa kata rasulullah ini Mimpi yang benar Insya Allah ya lalu kemudian Rasulullah menyuruh Abdullah bin Zaid agar mengajarkannya kepada Bilal Bin ya lalu Bilal pun adzan terdengarlah oleh Umar pokoknya Umar pun mimpi yang sama dengan kota Islam saudaraku sekalian [Musik] disini kita ambil faedah faedah yang pertama Rasulullah tidak masuk tidak suka untuk menyerupai orang Yahudi orang Nasrani orang majusi demikian pula orang-orang kafir Rasulullah enggak suka tapi ketika ada yang mengusulkan Bagaimana kalau kita pukul lonceng nggak suka Rasulullah ada yang mengusulkan Bagaimana tiap terompet enggak suka semua ditolak sama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ternyata Allah syariatkan apa terus bedug ada nggak nggak ada padahal Antum cari hadisnya nggak ada pada dalilnya jadi nggak perlu bentuk nggak perlu bedug cukup dengan apa karena itu akan Islam ini menunjukkan menyerupai orang kafir itu tidak boleh pernah saya jelaskan di sini juga bahwa larangan menyerupai orang kafir itu dalam perkara-perkara yang itu khusus untuk mereka Adapun Kalau itu bukan khusus mereka semua orang memakainya misalnya maka itu boleh nggak masalah seperti misalnya Kecamatan orang kafir pakai kacamata semua orang pakai kacamata Apakah itu kacamata itu kekhususan orang kafir tidak boleh pakai kacamata boleh nggak masalah pakai jaket misalnya pakai jas dan yang lain boleh nggak masalah kenapa karena itu bukan kekhususan mereka di sini kita ambil faedah akhi yang kedua di sini menunjukkan bahwa hendaknya muadzin itu sifatnya soyitan lantang suaranya Kenapa karena ternyata rasul tidak menyuruh Abdullah bin Zaid untuk azan Abdullah maka nabi menyuruh Abdullah mengajarkan kepada siapa bila l dan nabi menyebutkan alasannya dalam ayat yang lain sesungguhnya Bilal lebih lantang suaranya dari kamu makanya muadzin itu hendaknya yang lantang suaranya bukan yang lembek Allahu akbar Allah orang jadi nggak bangun Nanti Pak tambah lelap tidurnya ya ya yang kuat habis ini juga kita ambil faedah akal Islam yang bisa kita petik bahwa mimpi para sahabat yang dibenarkan oleh Rasulullah itu menjadi hujjah karena Rasulullah tidak mungkin membenarkan kecuali melalui Wahyu kami itu mimpi yang benar kata Rasulullah sedangkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mungkin berbicara dari hawa nafsu makan tetapi itu adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadanya juga yaitu disyariatkan adanya muadzin disyariatkan adanya muadzin makanya Iya yang namanya muadzin itu harus ditentukan Jangan semua orang berebut dengan apa adzan tetap harus Tentukan supaya nggak ini di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu ada dua ada tiga sahabat yang yang biasa adzan yang pertama bila yang kedua Ibnu Ummi maktum dan yang ketiga abu mahdhah dan akan sebutkan nanti ya adzannya yang akan datang karena adanya Abu mahdharah itu Pak agak berbeda dengan adanya Bilal yang kita dengar sekarang ini itu adanya Bilal itu 15 kata allahu akbar allahu akbar allahu akbar allahu akbar asyhadu alla ilaha illallah asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah asyhadu anna muhammadarrasulullah itu semua jadi 15 kata kalimat kalau adzannya abu mahdhoroh ada 19 kalimat kan ada tarji sebagai nanti akan disebutkan kita masuk hadis berikutnya 191 bab sifat Maaf sifat adzan allahu akbar allahu akbar asyhadu alla ilaha illallah asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah asyhadu anna muhammadar rasulullah asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah asyhadu anna muhammadarrasulullah ada yang bisa membedakan kalau azan abu mahdhoroh dalam hadis ini Allahu Akbar Allahu Akbar kemudian ketika ucapan dua kalimat syahadat yang pertama disirkan tidak keras asyhadualla ilaha illallah asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah asyhadu anna muhammadar rasulullah kemudian balik lagi baru dikeraskan asyhadu alla ilaha illallah asyhadu alla ilaha illallah seperti itu selebihnya sama Iya kan kalau antum lakukan di sini orang pada heran apa lagi ini adzan tapi di Kalau nggak salah pernah tuh dipraktekan di Rawalumbu itu ada yang mempraktekkan itu itu adzan Abu mahluk hadis ini akan Islam menunjukkan bahwa lafadz adzan ada dua ada lafadz adzan Bilal adalah kita sebutkan tadi sedangkan lafadznya Abu mahdhoroh yang ini dan boleh dua-duanya boleh namun kalau dikhawatirkan ketika Antum adzan dengan adzannya Abu mahdharah malah menimbulkan fitnah yang lebih baik nggak hujangan karena memang agak beda dengan adzan yang biasa didengar orang-orang di sini beliau tidak tidak disebutkan ya tentang Bagaimana sifat adzan dari sisi Tata caranya nanti akan disebutkan kita masuk ke BAB menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqomah hari 192 anak-anak dari Anas Semoga Allah meridhoinya ia berkata Bilal diperintahkan untuk menggenapkan azan dan mengganjilkan iqomah kecuali lafaz Islam bahwa adzan dengan iqomah dimana adzan itu genap sedangkan iqomah itu ganjil namun tentunya Pak untuk memahami hadis ini harus melihat hadits yang lain karena sebagian orang Pak ada yang memahami begini Apa yang dimaksud dengan ganjil itu semua jadiin satu termasuk takbir allahu akbar asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah Allahu Akbar La ilaha illallah dasarnya kata mereka harus bilang ini padahal ini tidak ada satupun ulama yang berpendapat dengannya Terus gimana dong Apa yang dimaksud dengan mengganjilkan dijelaskan dalam hadis Abdullah bin Zaid yang pertama tadi yang sudah kita sebutkan dalam mimpi tersebut ya dia mengajarkan iqomah Bagaimana yaitu allahu akbar allahu akbar asyhadu alla ilaha illallah asyhadu anna muhammadar rasulullah Lailahaillallah 11 itu kemudian dikenal oleh para ulama dengan disebut adanya bila yang benar bagaimana dong yang benar tadi takbirnya tetap dua kali Allahu Akbar Allahu Akbar Sebagian ulama mengatakan bahwa ucapan Allahu akbar Allahu akbar sebetulnya satu makanya ya Sebagian ulama mengatakan bahwa tidak boleh orang adzan itu seperti ini Allahu akbar Allahu akbar nggak boleh tapi yang benar disatukan karena sebetulnya itu satu Allahu akbar Allahu akbar 1 maka ketika diganjilkan menjadi Allahu akbar Allahu akbar 1 ya Allah mengambil muadzin rasulillahi Rasulullah Ibnu Umar Semoga Allah meridainya ia berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki dua muadzin yang pertama yaitu Bilal dan yang kedua yaitu Ibnu Umi maktum nanti itu menunjukkan bahwa hendaknya Masjid itu ada muadzin yang sudah ditunjuk nggak masalah dua orang tiga orang yang jelas mereka ditugaskan dan sifat muadzinnya bagaimana sudah kita sebutkan tadi yang paling utama pertama apa suaranya lantang Jangan memilih muadzin yang suaranya nggak lantang yang kedua makhorijul hurufnya benar panjang pendeknya benar Allahu Akbar Allahu Akbar tidak sah adanya Kenapa karena berubah maknanya Apa makna Akbar kalau Akbar artinya yang paling besar tapi kalau Akbar dipanjangkan artinya gendang besar ya Allahu akbar berarti Allah gendang besar lailahaillallah ini kan sudah berubah banget pak terkadang kita juga mendengar ada Muazin begini asyhadu alla ilaha illallah dipendekan itu kan asyhadu alla ilaha illallah Coba kalau dipanjangkan Lailahaillallah artinya tidak ada Ilahi yang berhak disembah kecuali Allah tapi kalau lamnya dipendekkan jadi rambut tauhid aku bersaksi bahwa benar-benar ada ilah selain Allah maknanya hancur sudah makanya mau adzan itu harus dites bukan sebatas suaranya lantang tapi kalau makhorijul huruf Panjang pendeknya juga salah ini harus dibenerin supaya Kenapa ini bisa berpengaruh kepada keabsahan azan kota Islam kemudian sifat muadzin yang ketiga apa Pak amanah Kenapa karena muadzin itu harus betul-betul melaksanakan tugasnya karena tugasnya adalah mengingatkan orang salat jangan sampai kemudian muadzin keamanan makanya adanya sebelum waktu nya sebelum apa waktu atau misalnya sudah masuk lama baru adzan ini Tentunya muadzin yang menyia-nyiakan apa amanah Islam saudara bab mengambil muadzin yang buta Oke boleh nggak muadzin tuh buta jawabnya boleh tadi 194 anak Aisyah adzan untuk Rasulullah SAW padahal beliau buta Terus gimana dong masuknya waktu sementara di zaman beliau kan nggak ada nggak ada apa itu diingatkan oleh para sahabat Ibnu maktum beliau baru adzan setelah diingatkan oleh para sahabat udah Subuh udah Subuh baru kemudian kita masuk ke bab fadlil adzan bab keutamaan adzan dan keutamaan adzan ini luar biasa pak mana yang lebih utama adzan atau Imam jawabnya azan lebih utama daripada apa Imam Makanya kalau kita lihat hadis-hadis tentang keutamaan muadzin jauh lebih banyak dibandingkan dengan keutamaan Iman bahkan keutamaan Imam saya belum dapat riwayat yang shahih ya mengatakan bahwa Imam itu sama dengan kedudukan dan itu fitnah dan itu apa fitnah karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] ia berkata adalah Rasulullah SAW Biasanya kalau menyerang suatu kaum ya beliau Serang itu saat terbit fajar dan beliau mendengar dulu azan kalau ternyata ada azan maka beliau tidak jadi menyerang suatu ketika Rasulullah mendengar seorang laki-laki berkata Allahu Akbar Allahu Akbar lalu dia berkata asyhadu alla ilaha illallah maka Rasulullah bersabda kamu telah keluar dari api neraka lalu mereka pun melihat Siapa itu yang azan ternyata ia penggembala kambing hadis ini menunjukkan dalil diantara tanda negara itu negara Islam [Musik] yaitu tegak padanya syiar-syiar Islam berupa azan Jumat dan yang lainnya tapi apakah kalau misalnya azan itu ada di negeri kafir menjadikan negara itu jadi negara Islam seperti misalnya di Inggris boleh sekarang itu masjid-masjid apa azan dengan pengarah suara Apakah jadi negara Islam makanya pendapat yang shahih disebut negara Islam itu kalau dua perkara terpenuhi yang pertama negara tersebut di bawah kendali umat Islam mayoritas umat Islam pemimpinnya umat dari umat Islam yang kedua tegak padanya syiar-syiar Islam yang besar seperti adzan Jumatan dan yang lainnya dari syiar Islam yang besar maka itu disebut dengan negara apa negara negara islam beda yang kedua yang bisa kita petik dari hadits ini pak di sini menunjukkan dan didirikan menjawab adzan itu tidak wajib menjawab Agan itu tidak apa wajib Kenapa karena Ketika Nabi mendengar seseorang adzan Allahu akbar Allahu akbar Rasulullah tidak menjawab semua hanya mengatakan apa ketika mengucapkan Ashadualla ilaha illallah nabi mengatakan keluar dari api neraka demikian sepertinya sudah masuk waktu Isya kita tutup wabillahi Taufik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Mukhtasar Shahih Muslim
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply