Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. – Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsar

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran dan kajian Islam bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah di kesempatan Sabtu Siang pekan ketiga yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustadz Dr Abdullah dari Pandeglang Banten pembahasan di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan kitab situ Duror karya Syekh Abdul Malik Romadhoni hafizahullah namun setelah penyampaian materi silahkan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di lantal van0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di 0819896 543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Valet nahrohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan senantiasa memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan banyak kenikmatan karunia dan juga anugerah yang tidak terhingga kepada kita semuanya tentunya nikmat yang paling besar Para pemirsa sekalian adalah nikmat Islam dan juga iman dan hidayah kepada sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selawat dan salam Semoga senantiasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala curahkan kepada nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai akhir zaman para pemirsa TV yang dimuliakan oleh Allah mulai hari ini kita akan bersama-sama mempelajari sebuah Kitab yang ditulis oleh guru kami beliau adalah Ibnu Ahmad Han yang berjudul [Musik] 6 mutiara diantara pondasi pondasi Ahlul Azhar dan pada kesempatan yang pertama ini sebelum kita masuk pada mukadimah yang dibawakan oleh alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengenal meskipun hanya sedikit tentang biografi beliau adalah bernama Abdul Malik Ramadan karena memang beliau berasal dari negara jazair kemudian beliau berpindah dari jazair ke kota Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu Al Madinah beliau adalah termasuk [Musik] yang Ma’ruf yang terkenal di termasuk ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dan beliau Hafiz Allah kalau kita melihat sejarah beliau dan bagaimana sejarah negara jazair dan fitnah yang terjadi di sana ketika di sana terjadi fitnah yang berasal dari jamaah-jama’ah yang mereka menentang penguasa memberontak kepada penguasa maka kita lihat beliau dahulu sampai sekarang memiliki usaha yang luar biasa dalam membantah orang-orang tersebut dan membongkar sebuah-sebutan-kerasulan mereka mulai dari dasarnya sehingga tidak heran kalau sampai orang-orang khawatir tersebut yang mereka mengkafirkan pemerintah kafirkan kaum muslimin akhirnya mereka pun menghalalkan darah sampai akhirnya beliau pun terpaksa meninggalkan kota atau Negeri beliau sendiri dan tinggal di kota Madinah dan melanjutkan perjuangan beliau di sana dan beliau tidak berhenti untuk menulis membantah golongan tersebut yang membawa kerusakan bagi negara dan juga masyarakat menulis sebuah kitab yang Masya Allah disitulah beliau menjelaskan dengan baik hakikat dari fitnah yang terjadi di negara beliau dan bagaimana peran dari orang-orang khawarij dan yang mereka ini sebenarnya merekalah yang mengorban mengobarkan dan juga menyulut fitnah yang ada di negara jazair dan menjelaskan bagaimana kebodohan dan juga kebanyakan dari dai-dai fitnah daidah fitnah yang saat itu dianggap Dia adalah orang yang paling paham tentang [Musik] [Musik] disebut dengan Madani menyebutkan hakikat dari fitnah besar yang terjadi di negara beliau [Musik] faedah ilmiah kaidah-kaidah yang Sangat kokoh kaidah-kaidah agama yang Sangat kokoh dan dalil-dalil yang membantah sebab-sebab yang dimiliki oleh orang-orang tersebut sehingga tidak hilang kalau para ulama memuji kitab ini berkenan untuk membacanya bahkan menulis di zaman ini yaitu Syekh Muhammad nasiruddin Al Albani untuk menulis taqriril yaitu semacam mukadimah terhadap kitab ini demikian pula hadits kota Madinah yaitu [Musik] sehingga tentunya ini menunjukkan tentang keutamaan kita sampai ada dua orang ulama besar di zaman ini memberikan semacam mukadimah terhadap kitab Syekh Abdul Malik Ramadan menunjukkan tentang bagaimana isinya Dan kalau kita melihat dan membaca kitab ini Memang luar biasa disitu kita mengetahui tentang bagaimana keilmuan beliau dan bagaimana ketelitian beliau adalah termasuk ulama salafin Ahlussunnah Wal Jamaah di zaman ini dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala selain kitab ini beliau juga memiliki kitab-kitab yang lain diantaranya adalah [Musik] kemudian juga kitab yang akan kita pelajari yaitu situs dan asal usul dari kitab ini asal usul dari kitab ini adalah diambil dari apa yang ada di dalam materi ratusan halaman kemudian beliau menyebutkan di awal-awal kitab ini dan itu sebagai mungkin istilahnya dalam kitab beliau beliau menyebutkan 6 pondasi yang dimiliki oleh diantara pondasi-pondasi Ahlussunnah Wal Jamaah ketika banyak penuntut ilmu yang mereka membaca kitab ini dan mereka tentunya membaca sebagai pendahuluan atau pengantar dan disitu beliau menyebutkan tentang enam pondasi ini mereka melihat 6 pondasi ini pantas untuk di sendirikan menjadi sebuah kitab tersendiri akhirnya muncullah kitab ini adalah sejarah singkat dari kitab beliau kemudian juga biografi singkat dari penulis kitab ini Ahmad Ramadan kita untuk bisa mengambil faedah sebanyak-banyaknya dari apa yang beliau tulis di dalam kitab artinya adalah 6 mutiara situ artinya adalah mutiara [Musik] 6 mutiara Min usuli ahlil Azhari dari pondasi-pondasi Ahlul Azhar dan ahlul Azhar mereka adalah Ahlussunnah Al Azhar terkadang maknanya adalah sunnah adalah nama lain dari Ahlussunnah pondasi maksudnya adalah sesuatu yang dijadikan dasar sehingga kita memahami memahami maksud beliau dimana 6 mutiara ini adalah termasuk pokok-pokok Ahlussunnah Wal Jamaah yang menjadi prinsip dasar mereka yang [Musik] mereka di dalam prinsip-prinsip ini ini yang beliau maksud dari judul kitab beliau itu dinamakan mutiara wallahualam karena memang dia adalah prinsip yang sangat-sangat berharga prinsip yang sangat penting di dalam agama ini sebagaimana berharganya mutiara di mata manusia dan tentunya prinsip-prinsip agama tidak bisa dihitung dan bisa dinilai dengan uang atau sesuatu dari dunia ini dan maksud beliau di sini adalah menunjukkan tentang pentingnya menunjukkan tentang keutamaannya betapa berharganya prinsip-prinsip yang akan disebutkan di dalam Kitab beliau masuk pada pembahasan atau tauhid dari kitab beliau ini mengatakan [Musik] setelah menyebutkan [Musik] membuka kitabnya dengan basmalah kemudian memuji Allah SWT memohon pertolongan kepada Allah memohon ampun kepada Allah berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa dan dari jeleknya amalan barangsiapa yang diberikan Hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberikan kesesatan atau menyesatkan dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang bisa memberikan Hidayah dan bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahyang berat disembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa saya Muhammad adalah hamba Allah dan juga rasulnya memulai dengan basmalah Hamdalah kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat dan yang disebutkan di sini adalah bagian dari khutbah Hajah yang dahulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering membuka nasehat beliau dan khutbah beliau dengan menggunakan kata-kata ini atau khutbah ini kemudian setelahnya tokoh telah mengusulkan untukku sebagian orang yang mereka membaca kitabku pada likun kita mengusulkan supaya aku mengambil darinya itu adalah pintu masuk dalam kitab tersebut sebelum pembahasan intinya yang di situ aku kata beliau menulis 6 yang merupakan pondasi Ahlussunnah ada sebagian ikhwah yang membaca kitab materi ingin supaya aku ya menyendirikan [Musik] dalam sebuah tulisan yang ringan sehingga menjadi itu bisa menjadi tulisan untuk mengenalkan manhaj salaf 5 dengan sesuatu yang tidak boleh ada seorangpun yang berselisih di dalamnya Makassar beliau menceritakan di sini maka aku pun beberapa tahun setelah mendengar usulan itu Aku tidak melakukan sesuatu apapun Kenapa demikian [Musik] adalah ada orang yang lebih mampu untuk melakukannya daripada aku Karina Karena aku tahu bahwasanya di sana ada beberapa penuntut ilmu yang mereka telah menjelaskan kitab ini di beberapa negeri Islam jadi memang sudah lama ya kitab tersebut yaitu materi disana ada beberapa orang yang mereka Berusaha menjelaskan tentang beberapa negeri Islam sehingga harapan beliau merekalah yang nanti akan memisahkan antara 6 pondasi tadi dari kitab aslinya atau maksudnya adalah 6 budaya tadi ada kitab tersendiri ada yang khusus penyebutan tentang enam pondasi tadi sehingga tidak terlalu panjang lebar dan sebagian orang bisa mengenal Manhaj dari kitab yang ringkas tadi jadi di kitab darinya tetap ada disebutkan cuma ya 60 dari tadi ada kita khusus yang memuatnya sehingga banyak orang yang bisa mengenal Salaf dari kitab yang ringkas tadi itu maksudnya ketika mereka sudah terus meminta bukan hanya sekali tapi terus meminta kepada saya untuk memisahkan untuk membuat kitab yang khususnya orang yang Sulit Bagiku Untuk menolaknya secara [Musik] akhirnya aku pun memohon pertolongan kepada Allah dan aku Munculkan keluarkan kitab ini sebagaimana aslinya bersama dengan sedikit penjelasan sebelumnya di dalam kitab aslinya itu kita pada 6 pondasi tadi adalah sebagai berikut yang pertama Jalan hanya satu Tani Pondasi yang kedua jalan tersebut adalah Jalan Alquran dan juga hadis Dengan pemahaman pada Salafus Sholeh yang ketiga adalah [Musik] mendapatkan atau meraih keutamaan ketinggian dengan cara ilmu kemudian yang keempat adalah dan juga kekalahan adalah dengan mengikuti Alquran dan yang kelima membantah orang yang menyimpang sedang menyimpang dari Alquran dan hadis adalah termasuk Amar ma’ruf nahi mungkar kemudian yang keenam ala sadis atasfiyah yaitu membersihkan agar biaya itu mentarbiyah nah ini 6 Pondasi yang asalnya itulah yang disebutkan oleh Beliau di dalam kitab pada [Musik] Kemudian beliau mengatakan adanya perubahan [Musik] kepada pondasi tersebut Pondasi yang lain yang namanya manusia Terkadang ketika menulis sesuatu belum nampak tapi Ketika dilihat kembali sepertinya ada yang kurang akhirnya beliau ingin untuk menambah apa yang beliau ingin tambahkan bahwasanya yang ingin aku tambahkan adalah tentang mengikhlaskan agama hanya untuk Allah yaitu mentauhidkan Allah karena itu jelas merupakan pondasinya pondasi tanpa dilakukan lagi wa address dan aku masukkan Pondasi yang keempat yaitu simamul aman cara selamat dari kekufuran dan juga kekalahan adalah dengan mengikuti Alquran dan juga Sunnah dimasukkan di bawah Pondasi yang ketiga jadi Pondasi yang keempat itu digabungkan dengan Pondasi yang ketiga meraih ketinggian keutamaan dengan ilmu Kenapa dimasukkan oleh Beliau ke dalam Pondasi yang ketiga karena ternyata yang keempat itu adalah merupakan buah dari yang ketiga yang keempat ini merupakan buah dari yang ketiga jadi kalau di cermati Pondasi yang keempat ini adalah buah dari yang ketiga sehingga apa dimasukkan oleh Beliau Pondasi yang keempat ke dalam yang ketiga sesuai dengan apa yang diisyaratkan oleh sebagian [Musik] ikhwah yang mulia jadi ada yang mengusulkan kepada beliau tentang perubahan ini sehingga akhirnya berubah di dalam kitab ini yaitu Duror maka urutannya menjadi sebagai berikut yang pertama adalah mengikhlaskan agama untuk Allah kemudian adalah Sultan yang kedua adalah adalah yang ketiga sunnah Dengan pemahaman para Salafus Sholeh yang keempat adalah dengan ilmu itu adalah tentang meraih keutamaan dengan ilmu yang kelima [Musik] orang yang menyimpang hanya adalah termasuk Amar ma’ruf yang keenam nah ini adalah Susunan urutan dari 6 pondasi tersebut yang beliau Sebutkan di dalam situ blur logo Aku menulis tentang pondasi-pondasi ini untuk menjelaskan tentang Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah yang mereka adalah Ashabul Hadits diantara nama mereka adalah Ashabul hadits dan mereka adalah pengikut asar bahkan diri mereka kepada para Salaf itu para pendahulu kita dari kalangan para sahabat radhiyallahu Ta’ala [Musik] tersebut pondasi-pondasi tersebut Yang memang seharusnya kita konsentrasi di dalam membenahi diri sendiri demikian pula dalam mendakwahi manusia maka kita hendaklah konsentrasi di dalam penyebutan 6 perkara ini karena dengannya itu dengan ahlussunnah membedakan dirinya dari yang lain mereka adalah orang-orang yang menyelisi Ahlussunnah dengan pondasi-pondasi ini mereka membangun agama ini dalam keadaan dia terus dalam keadaan Mulia dalam keadaan tinggi malam Ketika aku melihat orang-orang yang menyelisihi mereka menzalimi Manhaj ini dengan kezaliman yang berlebihan dan mereka berlebihan ya dalam menjelek-jelekkan cahayanya menjadi tertutup dengan hijab tertutup cahaya dari pondasi-pondasi tadi dari orang yang tidak mengambil ilmu itu dengan jalan yang benar sehingga aku pun berusaha untuk aku pun berazam untuk memberikan nasehat kepada manusia secara umum dan kepada orang-orang yang menyelisih secara khusus karena banyak orang yang tidak tahu tentang 6 perkara ini adalah pokok Ahlussunnah Wal Jamaah ya sebabnya adalah karena mereka mengambil ilmu bukan dari tempatnya bukan dari ahlinya sehingga yang banyak di antara mereka yang kurang mengetahui tentang keutamaan tauhid bahwasanya jalan menuju Allah hanyalah satu tidak mengetahui tentang pentingnya kembali kepada manhaj salaf kurang mengetahui tentang keutamaan ilmu atau mengatakan bahwasanya membantah orang yang menyimpang ini dianggap sebagai sebuah radikalisme atau berlebihan di dalam agama dan seterusnya sehingga sangat perlu menurut beliau untuk menjelaskan tentang Manhaj ini yang terakhir dan yang terakhir yang menyelisihi ahlussunnah secara khusus maka mungkin dia adalah seseorang yang merasa gerah dengan Manhaj karena ketidaktahuan dia dan karena kebodohan dia terhadap hujjah yang sangat kuat yang dimiliki oleh Ahlussunnah dia apabila dia mengetahuinya maka dia akan merasa tenang dengan Manhaj Ahlussunnah dan akhirnya dia pun mengikuti Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah tidak meninggalkannya atau yang kedua ada di antara mereka yang berusaha untuk menutupi itu memang di dalam hatinya adalah ingin menghalangi manusia dari bukan karena kebodohan seperti yang pertama tadi sehingga dia berusaha dengan berbagai upaya untuk menghalangi manusia dari manhaj salaf sodun anhu [Musik] dengan hartanya dengan kekuasaan dia dia berusaha untuk menghalangi manusia dari [Musik] [Musik] [Musik] Kenapa dia melakukannya demikian karena mengikuti hawa nafsunya Padahal dia tahu tentang Bagaimana kuatnya hujjah yang dimiliki Ahlussunnah dan bagaimana pengaruh dari hujjah tersebut baik kepada masyarakat secara umum maupun kepada individu kemudian ketika datang sesuatu yang jelas setelah sesuatu yang jelas maksudnya bertubi-tubi datang hujan-hujah tersebut dan diingatkan setelah sebelumnya diingatkan kemudian ternyata dia masih berada di atas jalan yang bengkok Maka manusia setelah itu mengetahui tentang [Musik] kerancuan-keracuan yang dilakukan oleh orang tersebut mereka mengetahui tentang kekurangan dan juga aib kejelekan yang dimiliki oleh orang tersebut sampai akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala membinasakannya sehingga manusia pun bisa beristirahat bisa terhindar dari kejelekan orang tersebut mengatakan supaya binasa orang yang binasa di atas sesuatu yang jelas ya dan hidup orang yang hidup di atas sesuatu yang jelas maksudnya adalah telah ditegakkan hujjah jadi yang dia menerima maka dia menerima di atas hujjah yang jelas kalau di sana ada orang yang menolak maka dia menolak setelah ditegakkan baginya hujjah yang jelas-jelas kemudian [Musik] Sebab kenapa diambil pembahasan ini dari asalnya yaitu dari kitab dari Jadikan Dia sebagai kitab Yang Tersendiri adalah karena aku menyebutkan di dalam kitab sebagian dakwah-dakwah yang mereka mengajak untuk menolak itu mengajak untuk membantah membangkang pondasi-pondasi [Musik] dan mereka membuat bantahan-bantahan banyak dan Karena manusia ini mereka adalah [Musik] tempat dan bahwasanya Manhaj yang menyimpang tersebut mereka punya markas-markas yang [Musik] banyak orang tua yang menjadi tua di atas mana yang salah dan banyak anak-anak muda yang mereka berkembang tumbuh di atas Manhaj yang salah tersebut Artinya mereka memiliki banyak ada memiliki banyak pengikut khawati maka membersihkan kitab yang ini yaitu dibersihkan dari penyebutan nama penyebutan nama orang yang menyimpang jadi dibuat secara umum karena maksudnya di sini bukan hanya untuk orang-orang yang berada di dasar beliau ingin supaya manfaatnya lebih besar sehingga ini demikian tidak menghalangi tidak menghalangi yang demikian dari mengambil faedah ya mengambil faedah dari Ya maksudnya adalah orang-orang yang mereka mungkin sudah berada di aliran-aliran tersebut sebagian mereka ketika dikritik tokohnya ini menghalangi mereka untuk mengambil faedah dari sebuah buku itu maksudnya sehingga ketika dihilangkan dari nama-nama tokoh-tokoh tersebut yang dikritik akhirnya mereka pun mau membaca buku tersebut dan maksudnya adalah ingin mengambil faedah dari buku tersebut jadi sebagian orang terkadang tidak mau membaca buku karena melihat di dalam buku tersebut ada kritikan terhadap orang yang dia cintai padahal orang yang dia cinta itu salah ingin supaya manusia banyak mengambil faedah dari kitab beliau sehingga Beliau mengatakan sehingga anak kata beliau sesuai dengan banyaknya manusia yang mengambil faedah dari kitab ini aku berharap tentunya pahala yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala jadi ingin supaya yang mengambil faedah dari kitabnya ini semakin banyak sehingga beliau pun semakin besar pahalanya [Musik] [Musik] belum menjelaskan di sini dan sepantasnya untuk menolehkan pandangan kita bahwasanya aku tidak melakukannya tidak menyebutkan nama-nama person individu bukan karena ingin menyetujui sebagian orang yang mereka sempit jiwa mereka ketika mereka membaca kitab-kitab yang isinya dalam yang akhirnya menghalangi mereka dari kebenaran yang kegilaan mereka itu menghalangi mereka dari kebenaran kegilaan mereka dengan pengikut-pengikut mereka tergila-gila dengan pengikutnya sehingga mereka pun merasa sempit dengan adanya kitab-kitab yang isinya adalah bantahan menganggap ini adalah kezaliman ini adalah bentuk riba atau fitnah dan seterusnya Saya ingin menjelaskan di sini bahwa saya ketika beliau menghilangkan nama-nama tersebut bukan berarti beliau seperti kaum itu ya bukan seperti orang-orang tersebut atau sebagian orang yang mereka tidak senang menyebutkan nama dianggap ini adalah bagian dari riba tidak seperti itu biasanya bukan itu maksud beliau karena sesungguhnya kita menemukan dan masih menemukan asal dari para salah dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari ini mereka membantah dakwah-dakwah yang menyimpang dari sunnah walai Islam dan mereka tidak menyombongkan diri mereka untuk menguliti dakwah-dakwah yang menyimpang tersebut membongkar dakwah-dakwah yang menyimpang tersebut dengan hujjah yang kuat yang berasal dari Alquran dan juga Sunnah walkuna tidak ragu-ragu untuk menyebutkan orang-orangnya dengan menyebutkan nama mereka atau kunyah mereka atau waqaf laqob gelar-gelar mereka dengan Dulu mereka menyebutkan mentah dan misalnya [Musik] [Musik] orang-orang yang menyebutkan nama-namanya kita pun meniru para Salaf kita tapi di sini beliau menghilangkan nama-nama tersebut karena hikmah yang tadi beliau sebut ada sebagian orang ketika disebutkan nama maka dia sudah sudah anti duluan tidak mau membaca kitab ini [Musik] namanya [Musik] Siapa yang meyakini ketika dia berpaling dari penyebutan nama tersebut secara mutlak menganggap dirinya telah berbuat baik maka semua Dia telah menjelek-jelekkan kaum Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan juga para nabi yang selama ini berabad-abad di berbagai negara mereka telah menyebutkan nama ya dalam kitab mereka menyebutkan salah terang-terangan [Musik] orang tersebut jelek hafalannya dan seterusnya maka siapa yang merasa lebih bertakwa daripada para Salaf para Muhajirin para ansor para tabiin Din terhadap ilmu sejarah dan mereka tidak ragu-ragu untuk menyebutkan ribuan Rawi dengan nama dan juga nasab mereka dan mensifati sebagian mereka dengan [Musik] mengatakan bulan orang yang Dhaif orang yang lemah atau mengatakan Fulan adalah seorang yang pendusta ini dilakukan oleh para pendahulu kita maka siapa diantara kita sekali lagi Yang merasa lebih baik daripada para sa laf Dimana mereka menambahkan menyebutkan nama al-ja wabu Liu hadirohum an-nas adalah supaya mengingatkan manusia atau mentah dari manusia dari kejelekan orang-orang tersebut atau keburukan orang-orang tersebut ada di inilah atas agama Allah karena kalau sampai orang yang Dhaif dianggap dia adalah dianggap Dia adalah orang yang dikhawatirkan ketika dia mendatangkan hadis itu adalah hadis yang shahih pada itu adalah hadis yang keliru hafalannya dikawatirkan ketika seorang Pendusta dianggap Dia adalah orang yang maka dia akan memasukkan di dalam agama Allah sesuatu yang bukan dari agama Allah jadi tujuannya adalah ingin menjaga agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Insya Allah untuk pertemuan pertama ini kita cukupkan sampai di sini dulu dan insya Allah kita lanjutkan pada kesempatan yang akan datang Allah ta’ala alam dan mungkin ada pertanyaan dari para pemirsa sekalian kami persilahkan jazakallahu Khairan Barakallah penjelasan materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan mukadimah dari kitab situ Duror Min usuli ahli Ashar karya Syekh Abdul Malik ramadhoni hafizahullah silahkan bagi Anda yang ingin bertanya dapat menghubungi kami Dilan telepon 021 8236543 atau Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor 081 9896 543 baik pertanyaan pertama kita coba angkat dari Pak Iyan di Bogor Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Apakah pahala orang yang menuntut ilmu secara online sama dengan orang yang datang langsung ke majelis ilmu di masjid Mohon penjelasan dan nasihatnya kalau kita melihat pada satu keutamaan maka bisa saja dia mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang datang offline contoh misalnya keutamaan tersebut dalam hadis masalah ketorial [Musik] [Musik] menempuh sebuah Jalan dalam rangka untuk mendapatkan ilmu mencari ilmu maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan menuju surga Barang siapa yang menembus sebuah jalan jalan apa saja untuk mendapatkan yang baik seorang [Musik] dengan cara mendatangi secara langsung majelis ilmu tersebut ini sebuah jalan atau dia Mendengarkan lewat YouTube misalnya maka ini juga sebuah jalan untuk mencari ilmu atau dia membaca ini juga merupakan sebuah Jalan dalam mendapatkan ilmu apa pahalanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memudahkan dia jalan menuju surga ini keutamaan menuntut ilmu Allah mudahkan dia jalan menuju surga maka dari sisi ini kita berharap orang yang menuntut ilmu dengan online sekalipun dia mendapatkan keutamaan tersebut karena dia meskipun secara online yang mendengar seperti yang didengar oleh orang yang offline memahami seperti yang dipahami oleh orang yang offline sehingga dia pun bisa akhirnya bisa mengamalkan ilmu tersebut sebagaimana yang offline pun dia mengamalkan dari sisi ini kita berharap semuanya mendapatkan keutamaan tersebut disana ada keutamaan-keutamaan yang lain yang mungkin tidak didapatkan oleh orang yang belajar secara online diantaranya adalah ketika seorang offline maka dia bertemu langsung dengan guru dan dia bermuamalah langsung dengan gurunya di sana ada sesuatu yang bisa dia lihat di majelis ilmu secara langsung yang tidak dia lihat di ketika dia belajar secara online diantaranya adalah adab yang dia dapatkan yang dia lihat dari gurunya ada tentang bermajelis ilmu ada bagaimana dia bermuamalah dengan murid-muridnya Bagaimana Dia mengingatkan bagaimana dia duduk bagaimana dia mengajar kemudian juga faedah ketika dia bertemu dengan para penuntut ilmu yang lain yang saling memberikan faedah satu dengan yang lain yang itu semua sulit untuk kita dapatkan ketika kita hanya sendiri di dalam kamar atau di rumah ya yang tentunya banyak gangguan kita dalam keadaan sendiri tidak bersama penuntut ilmu yang lain belum lagi melatih kita untuk tawadhu yang Ketika seseorang biasanya di kantor dia duduk paling tinggi sekarang dia sebagai penuntut ilmu harus duduk di depan gurunya di tempat yang lebih rendah daripada umurnya ini melatih seseorang untuk senantiasa merendahkan dirinya dan mengetahui bahwasanya keutamaan ketinggian derajat adalah dengan ilmu meskipun dia lebih tinggi jabatannya atau lebih banyak hartanya lebih ketika ilmu yang dia miliki adalah sangat sedikit dan terbatas maka orang yang memiliki ilmu lebih banyak dialah yang diutamakan jasa dan rasanya siapapun butuh kepada ini termasuk orang kaya Dia memiliki jabatan dia butuh dengan ilmu agama ini jadi katakan bahwasanya ada sebagian keutamaan yang kita berharap semoga semuanya mendapatkan yang demikian nabi disana ada faedah yang lain yang didapatkan oleh seseorang di dalam majelis ilmu yang offline yang mungkin sulit dia dapatkan di dalam online wallahu Ta’ala [Musik] Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak kata Islam masih kami buka kesempatan bagi anda yang ingin bertanya secara langsung Dilan telepon 021 8236543 Ya silahkan halo Ya silahkan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di telepon 021 8236543 ya Assalamualaikum Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan Ibu siapa di mana sekarang kan saya nih seorang ibu rumah tangga yang memang ditinggal anak-anak kami dan menantu kami sudah meninggal semua Ustadz Tapi dibalik itu kami ada hikmahnya mengenal sunah ustad jadi begini ustad saya ini kan rumahnya di depan masjid jadi ada ustadnya yang kajian-kajian Tapi setelah saya dengar-dengarkan gitu Ustadz kajiannya itu ndak sama dengan sunnah Iya pakai sholawat-shalatan itu jadi kata saya dulu sih Saya memang yang kayak itu tapi sekarang karena belajar sunnah Saya tidak lagi saya hati-hati jadi gimana saya Ustadz katanya kan mendatangi majelis ilmu itu pahalanya lebih besar sementara Saya mendengarkan di rumah yang yang sama dengan disunah saya ambil tapi kalau enggak Saya tidak melaksanakannya yang kedua Ustadz saya begini setelah bangun tidur malam itu atau tahajud atau apa Saya pasti sudah membaca doa saya begini Ustaz Ya Allah jangan diinginkan hamba masuk ke kamar mandi wudhu untuk salat tahajud ini apakah termasuk gimana ya ustad karena saya kan sering ngomong sendiri kayak gitu Ustad minta penjelasannya ya ustadz baik mohon ditunggu jawaban dari Ustad Ibu Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh silahkan ibu yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tentunya pertama kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan Hidayah kepada kita semua dan mengumpulkan kita semuanya di atas sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setelah sebelumnya kita adalah orang-orang yang jauh yang lalai dari sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam seperti yang tadi disebutkan oleh ibu penanya bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Hidayah dan di dalam apa yang Allah takdirkan di sana ada hikmah Terkadang seseorang ketika dia mungkin dari satu sisi dia bersedih ditinggal oleh anak ditinggal suami ditinggal menantu tapi kemudian ketika dia dalam keadaan sendiri dalam kesendirian disitulah dia punya banyak waktu untuk mendengar punya banyak waktu untuk belajar sehingga Ternyata Dari situlah dia mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala ini pelajaran yang penting bagi kita semuanya dalam setiap apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala takdirkan pasti di sana ada hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut tentunya ibu yang dimuliakan oleh Allah dan juga seluruh para pemirsa yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Ketika seseorang sudah mengenal sunnah dan mengetahui bahwasanya ilmu ini adalah agama yang kelak kita akan bertemu dengan Allah maka tentunya seseorang berhati-hati jangan sampai dia salah dalam mengambil ilmu Tidak semua orang yang berbicara di masjid berpakaian layaknya sebagai seorang ulama kemudian Dia adalah seorang ulama yang boleh untuk diambil ilmunya kita harus melihat Apakah dia membawa ilmu yang shahih akidah yang Shahih yang berdasarkan Alquran dan juga hadis kalau memang beliau adalah seorang Ahlussunnah Wal Jamaah berpegang teguh dengan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjauhi perkara-perkara yang bertentangan dengan agama maka silahkan kita mengambil ilmunya kalau ternyata beliau tidak demikian Justru malah menghidupkan di dalam amalan-amalan mereka Maka tentunya tidak boleh kita mengambil ilmu dari orang tersebut kalau kita mengambil ilmunya kita akan mengambil sesuatu yang salah itu akan merusak aqidah kita itu akan merusak Amalan kita dan itu ada resikonya di dalam agama Apabila seseorang sampai memiliki akidah yang tidak benar sampai seseorang melakukan amalan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu akan membawa mudharat bagi diri kita sehingga seseorang kalau sudah mengetahui Al Haq tentunya tidak boleh dia mengambil ilmu sembarangan dari ya sembarang orang ya harus mengambil ilmu dari ulama-ulama Ahlussunnah Wal Jamaah suatu saat yang mereka dikenal agendanya yang lurus berhasil yang shahih ini yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim dan juga muslimah dan dia harus bersabar mungkin ketika dia berubah dan manusia mengetahui tentang perubahannya tetangganya keluarganya yang ada di mesin yang ada di pasar ya mungkin ada muncul dari mereka mencapai yang tidak mengenakkan perilaku yang tidak menyenangkan Bagaimana sikap kita ya bersama dan terus kita bermuamalah yang baik bergaul yang baik dengan manusia kemudian tentang pertanyaan yang kedua tadi tentang apa yang dilakukan oleh ibu kenanya ketika bangun tidur untuk melakukan salat tahajud meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala supaya dijadikan dia tidak kedinginan sehingga dengan mudah dia berwudhu dan melaksanakan salat malam [Musik] maka Allah ta’ala ini menunjukkan tentang bagaimana hubungan beliau yang sangat dia kuat dengan Allah subhanahu wa ta’ala sampai dalam perkara yang Mungkin banyak diantara kita yang lalai meminta kepada allah minta kepada Allah semoga dijadikan atau dijauhkan dari kedinginan sehingga dia mudah untuk berwudhu kemudian mudah untuk melakukan salat malam dan yang lebih adalah [Musik] seorang meminta kepada Allah secara umum untuk dimudahkan [Musik] menjalankan dan juga menghidupkan sunnah secara umum saya yaitu meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya Allah mudahkan saya untuk salat malam dan masuk di dalam dimudahkan untuk salat malam dimudahkan untuk bangun ya dijadikan dia kuat atau bersabar dalam menghadapi dinginnya air dinginnya udara dimudahkan dia untuk berdiri di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala membaca dengan khusyuk secara umum saja meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudahan dalam melakukan amal saleh tersebut karena secara umum kita tidak mungkin bisa melakukan sebuah ibadah sebuah amalan kecuali apabila dibantu dan ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala ia kena STAIN hanya kepadamulah Ya Allah kami menyembah dan hanya kepadamulah Ya Allah kami mohon pertolongan tetapi engkau memohon pertolongan maka dalam engkau memohon pertolongan kepada Allah meminta kemudahan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk melakukan amal saleh tersebut Allah ta’ala jazakallahu Khairan Barakallah yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya Ibu Yani yang berada di Jambi kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat kembali dari hamba Allah Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bagaimana dengan seorang yang sudah berumur 60 tahun baru mendapatkan hidayah sunnah dan bingung apa yang harus dipelajari karena amalan yang sebelumnya banyak dilakukan nggak sesuai dengan sunnah Mohon penjelasan dan nasehatnya Ustadz Syukron silahkan Allah selalu tidak perlu ada yang dibingungkan kita mulai dari perkara yang paling penting dalam agama ini Alhamdulillah ini nikmat yang luar biasa dari Allah subhanahu wa ta’ala Meskipun kita sudah berumur 60 tahun atau lebih sebelum kita meninggal dunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan Hidayah kita kepada sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Allah menghendaki kebaikan bagi diri kita karena biasanya orang kalau sudah puluhan tahun di atas sebuah kesalahan sulit bagi dia untuk meninggalkan banyak disana orang yang sampai meninggal dunia dia tidak mengenal tentang berpegang teguh dengan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana caranya ya kita sesuai dengan kemampuan kita sekarang mulai mempelajari agama dan agama ini meskipun adalah luas secara umum di dalam diri kita kita niatkan Ana ingin kembali mengikuti agama Islam yang murni yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan mengikuti para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum dalam menjalankan agama ini tanamkan di dalam diri kita niat yang kuat tersebut kemudian kita ambil sebab sesuai dengan kemampuan kita belajar dan perkara yang paling penting di dalam agama ini adalah tentang masalah aqidah masalah keyakinan dan masalah keyakinan di dalam agama ini intinya adalah pada rukun iman yang enam beriman kepada Allah beriman kepada malaikat kepada kitab kepada rasul beriman kepada hari akhir dan beriman dengan takdir dan yang paling penting diantara Rukun Iman ini adalah yang pertama yaitu beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi secara umum kita harus yakin beriman kepada Allah beriman bahwasan di sana ada malaikat yang Allah ciptakan dan memiliki tugas-tugas beriman bahwa saya sangat ada kitab-kitab yang Allah turunkan sebagai hidayah bagi manusia beriman Bahwasanya Allah mengutus sebagian Rasul atau para rasul kepada manusia untuk mendakwahkan kepada Allah kepada tauhid yakin bahwasanya di sana ada hari akhir manusia setelah mati akan dibangkitkan beriman bahwasanya segala sesuatu sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini secara global harus kita imani kemudian kita mulai dengan mempelajari rukun iman yang pertama yaitu beriman kepada Allah meyakini Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala ialah yang mencipta satu-satunya memberikan rezeki satu-satunya yang mengatur alam semesta dan dialah yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan seluruh sifat kesempurnaan tersebut mencapai puncaknya dan tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah dan itu semua mengharuskan kita untuk mengisahkan Allah di dalam ibadah tidak boleh menyerahkan ibadah satupun kepada selain Allah berdoa tidak boleh diserahkan kepada selain Allah menyembelih hewan tidak boleh diserahkan kepada selain Allah meminta pertolongan Meminta perlindungan tidak boleh diserahkan kepada selain Allah perlu kita menyempatkan diri pada waktu untuk mempelajari agama Allah sesuai dengan kemampuan kita usaha Allah tidak membebani kita kecuali sesuai dengan kemampuannya kalau memang kita tidak mampu maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan membebani yang penting sisa waktu kita ke depan ini kita gunakan untuk kebaikan dan kita bertobat kepada Allah dari apa yang sudah berlalu sebelumnya berupa kesalahan keyakinan yang tidak benar kebijakan-kebitaan kemaksiatan kemaksiatan kalau kita setelah kita mengetahui kebenaran ini meskipun sudah berumur 60 tahun kita perbaiki Apa yang akan kita hadapi maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengampuni dosa yang telah berlalu Subhanallah ini adalah Rahmat yang luas yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada kita maka sesuai dengan kemampuan kita isi sisa umur kita dengan berbagai kebaikan dan tentunya kebaikan yang paling besar adalah kita mempelajari agama Allah dan yang paling penting untuk dipelajari adalah tentang beriman kepada Allah atau lebih singkatnya dikenal dengan ilmu tauhid kita ikuti kita hadiri kita simak pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan masalah atau demikian sampai akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengajarkan kita ilmu tersebut kemudian kita berusaha untuk mempelajari cabang-cabang aqidah yang lain dengan demikian kita berharap Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memperbaiki keadaan kita mengampuni dosa kita dan insya Allah akan memasukkan kita ke dalam surganya bersama orang-orang yang beriman jazakallah Barakallah jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk Bendanya dan kita semua yang menyimak dan itu merupakan pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini stan mungkin ada sebagai Iftitah atau penutup silahkan Ustadz para pemirsa TV yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari apa yang disebutkan oleh Syekh di dalam Muqaddimah kita mengetahui tentang pentingnya kitab yang insya Allah akan kita pelajari yang dengannya seseorang bisa mengenal lebih dalam tentang Ahlussunnah Wal Jamaah dan sebagian dari prinsip-prinsip mereka yang dengannya mereka beda dari orang-orang yang menyimpang dari Ahlussunnah Wal Jamaah semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemudahan dan istiqomah pada kita semuanya untuk bisa mempelajari agama Allah demikian yang bisa kita sampaikan jazakumullah Khairan atas perhatian Antum semuanya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustad Dr Abdullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian informasi pembahasan rutin dari kitab situ Duror karya Syekh Abdul Malik Romadhoni Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat Dan kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh Allahumma Amin dan kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kehilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah fiikum atas kebersamaan anda apabila taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *