Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Fiqih Pendidikan Anak No: 180 | Hindarilah Mencela Anak

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Alhamdulillahi Wahdah Assalamualaikum pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini tanggal 4 Safar 1445 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 21 Agustus 2023 kita kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah SWT sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi ini masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa kedungbulu Purbalingga ini kita berharap semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla wa ala Allahumma Amin sholawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga akhirnya para hadirin dan hadirat sekalian dan juga segenap pendengar serta pemirsa rahimani wa rahimakumullah Alhamdulillah kita kembali mengkaji fikih pendidikan anak serial nomor 180 mengangkat tema hindarilah mencela anak jenengan pernah nggak marah sama anak pernah Bu sering ketika marah itu apalagi emosinya memuncak kadang-kadang kita nggak bisa mengontrol kata-kata tidak bisa mengontrol kata akibatnya ucapan yang keluar itu adalah ucapan yang kasar atau yang lembut [Musik] bahkan kita merasa semakin kasar itu semakin ini gara-gara terpancing eh padahal Sadarkah kita bahwa kata-kata yang kasar itu bisa melukai perasaan anak kita dan ketika perasaan anak kita terluka bisa jadi itu akan terus teringat bahkan sampai anak kita nanti tua dan menjadi orang tua melupakan kata-kata kasar itu kemungkinan lebih susah daripada melupakan hukuman contoh misalnya dulu sama orang tua kita mungkin kita pernah dicubit ya atau dijewer atau bahkan mungkin dipukul sama orang tua kita dari sekian cubitan dari sekian pukulan yang kita alami mungkin nggak banyak yang kita ingat tapi kata-kata kasar kata-kata yang menyakitkan itu bisa teringat bertahun-tahun bahkan mungkin sampai kita mati nggak Terlupakan itulah efek mengerikan dari kata kata kasar dan cacian sebagian orang tua biasa untuk mengatakan anaknya nakal betul siapa Bu [Musik] bahkan maaf ya maaf mengatakan anaknya Maaf ya goblok mengatakan anaknya bodoh dan kata-kata kasar lainnya karena itu sering terucap dalam sehari bisa berkali-kali Sehingga dalam setahun kata-kata kasar tadi didengar oleh anak ratusan kali apa yang terjadi Bu yang terjadi adalah terpatri di bawah sadar anak bahwa dia memang dia memang nakal dia memang bodoh dia memang seperti kata-kata kasar yang diucapkan oleh orang tuanya dan yang lebih mengerikan Bapak Ibu yang kami hormati bisa jadi kata-kata kasar dan cacian itu menjadi doa menjadi doa yang dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pas lagi mengucapkan kata-kata tersebut waktu yang mustajab contoh Ustad waktu yang Mustajab ketika hujan ketika hujan berarti kalau musim hujan itu harus harus hati-hati hati-hati dalam mengeluarkan ucapan dan kata-kata Karena itu waktu yang mustajab waktu yang Mustajab lainnya antara azan dengan apa kita membangunkan anak kita supaya salat hati-hati kalimat-kalimat yang terucap Apalagi kita membangunkannya setelah adzan berarti itu waktu yang setiap bangunkan anak dan bangunkannya setelah adzan itu Kalimat yang diucapkan bener apa yang terjadi Bu gara-gara siapa gara-gara orang tuanya [Musik] perkembangan perilaku anak yang tidak ideal tadi ternyata adalah akibat dari perilaku orang tuanya maka apabila kita bermaksud untuk keras kepada anak kita atau terpaksa kita bersikap keras kepada anak kita jaga lisan kendalikan lisan latihan mengendalikan lisan jangan sampai saat kita terpancing emosi itu kita mengeluarkan kata-kata kasar mengeluarkan cacian mengeluarkan Makian yang akhirnya di kemudian hari kita akan Mari kita lihat suri tauladan kita siapa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beliau adalah orang yang paling lembut paling apa Bu dan beliau sangat menghindari cacian celaan Makian dan kata-kata kasar kepada anak-anak yang beliau didik Mari kita lihat salah satu contohnya seorang anak kecil yang dididik oleh Nabi SAW yang bernama Anas alhamdulillah ada yang tahu [Musik] Bagaimana kok Anas bin Malik itu bisa dibesarkan di bawah bimbingan Rasul SAW karena Ketika Nabi SAW datang ke Kota Madinah ibunya Anas ibunya Sinten datang kepada Nabi SAW dan beliau menyerahkan Anas untuk menjadi pembantunya dan ketika Anas itu diserahkan kepada Nabi SAW anda mungkin masih umur 7 tahun 8 tahun masih SD kalau sekarang kita katakan beliau serahkan kepada Nabi SAW Kemudian beliau katakan wahai Rasul Ini anakku Aku enggak bisa memberikan apa-apa untukmu aku berikan anakku supaya melayanimu wahai Rasulullah [Musik] beliau selama sekitar 10 tahun berapa tahun 10 tahun dan selama 10 tahun itu Anas bukan hanya melayani Nabi SAW tapi juga beliau menyerap ilmu yang sangat banyak dari Nabi SAW sehingga hasilnya ribuan Hadits [Musik] beliau hafal dari lisan nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan yang menakjubkan apa kita akan lihat Bagaimana pengalaman Anas melayani apa kata beliau [Tepuk tangan] aku menjadi pembantu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melayani keperluan beliau selama berapa tadi 10 tahun [Musik] [Tepuk tangan] demi Allah sampai bersumpah kata Anas demi Allah selama 10 tahun itu saya tidak pernah mendengar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengucapkan nakal goblok bodoh itu lebih kasar mana lebih kasar mana Gus apa bodoh apa goblok atau atau lebih kasar mana kalimat-kalimat sekarang mendidik anak sudah berapa tahun Bu Coba kita nggak nanya 10 tahun ya selama seminggu ini ya ini hari apa hari Senin berarti mulai dari Senin pekan kemarin sampai Senin hari ini jenengan pernah nggak mengucapkan kata-kata kasar kepada anaknya seminggu ini seminggu Oh udah nggak ada anaknya Ya udah nggak udah nggak usah putus anak tetangga sudah ya atau pembantu atau anaknya pembantu anak ini anak kandung Rasul sama-sama atau bukan bukan pembantu biasanya majikan sama pembantu itu mengucapkan kata-kata kasar atau tidak biasanya Iya umumnya majikan seperti itu ada yang nggak Tapi umumnya seperti bayangkan 10 tahun Allahu Akbar 360 hari kali berapa 10 berarti Berapa hari itu 3 600 hari betul ya 3600 hari kita baru 7 hari saja Sudah berapa kalimat-kalimat tidak baik yang kita ucapkan kepada anak kita kemudian apalagi kata Anas dan selama 10 tahun itu tidak pernah Rasulullah SAW mengucapkan kepadaku kenapa kamu kerjakan ini Seharusnya kamu lakukan itu Kenapa kamu kerjakan ini Seharusnya kamu lakukan itu memarahi Anas ndak pernah Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim coba saksikan perhatikan renungkan Bagaimana cara Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendidik anak-anak nggak pernah Anas dicela sama Nabi SAW nabi nyuruh sesuatu kepada Anas Kok belum dilakukan nyuruh sesuatu nyuruh sesuatu tapi belum dilakukan Kenapa nggak pernah karena ada kesempatan untuk melakukan kalau memang dibutuhkan masih ada kesempatan untuk melakukan Coba sekarang kita suruh anak kita belanja bocahnya tumbar Lagi goreng mendoan beras apa dicampur adanya cuma tepung beras tepung terigunya habis gara-gara hal-hal seperti itu nyuruh Anas untuk belanja ternyata anak ini di tengah jalan sebelum sampai ke warung ketemu teman-temannya lagi main terus apa Bu sama Nabi SAW didatangi terus dipegang telinganya cuma dipegang oleh cewek kesabaran beliau dalam mendidik anak-anaknya nggak ada kata-kata kasar sehingga lisannya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan perasaan Anas juga terjaga sama-sama diuntungkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lisannya Tidak kotor ya dan perasaan hati Anas itu tidak tersakiti sama-sama untung kalau anaknya nggak salat loh itu berarti lain cerita ya itu lain cerita ini lagi membahas masalah-masalah pribadi terkait dengan urusan pribadi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tapi kalau terkait dengan salat terkait dengan dusta itu sudah Urusan Agama kalau urusan agama itu ya harus Amar Ma’ruf itupun Amar ma’ruf nahi mungkar pun juga harus dilakukan secara bijaksana anak umur 6 tahun ndak salat umur berapa Bu 6 tahun ndak salat dosa nggak dosa 6 tahun 6 tahun Berarti belum yang dosa itu ramane ora sholat kecil 6 tahun 5 tahun nggak salat nggak perlu digebuki kan harus Amar ma’ruf bijaksana namanya situasinya ngelihat kondisinya melihat umurnya dia sudah wajib salat atau belum itu harus diperhatikan jadi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu sangat lembut di dalam mendidik anak-anak ada yang komentar kalau kita berlemah lembut sama anak-anak kita dan kita banyak mentolerir perilaku mereka Wah nanti bahaya Ustad Lho kenapa nanti tambah berani melakukan pelanggaran nanti ujung-ujungnya kalau dibiarkan nggak dimarahi nanti ke banjur susah untuk mengingatkan lagi ini Komentar sebagian orang Bagaimana menjawabnya maka kita jawab apa yang Anda khawatirkan tadi terjadi enggak sama anak-anak yang dididik oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terjadi kan khawatir Nanti anaknya tambah nakal tambah nggak bisa diatur saya tanya Anas bin Malik dilembutin sama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] apa kemudian jadi tambah nggak karu-karuan [Musik] selain Anas bin Malik siapa lagi coba Ibnu Abbas Zaid bin hari anaknya Zaid Sinten anaknya putra-putranya Jakfar bin Abi Thalib setelah Ja’far bin Abi Thalib meninggal dunia dalam peperangan yang mendidik siapa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan masih banyak anak-anak kecil lainnya di zaman Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang dididik oleh Rasul SAW dengan kelemah lembutan Apakah mereka menjadi-jadi Atau malah jadi tambah baik itu kan anak-anak di zaman Nabi beda dengan beda dengan anak-anak di zaman ini [Musik] yang dihadapi oleh Nabi Isa Alaihissalam di zaman itu hanya anak-anak yang baik saja atau juga anak-anak nakal yang dihadapi oleh Nabi SAW di zaman itu hanya anak-anak yang nurut atau juga anak-anak yang nakal anak-anak nakal juga dihadapi oleh Nabi SAW Enggak cuma anak-anak yang baik saja pemabuk pemabuk tukang mabok di zaman Nabi ada atau tidak ahli maksiat di zaman Nabi ada atau tidak ada pezina di zaman Nabi ada atau tidak ada orang kafir juga ada di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam orang yang kencing Maaf buang air kecil di dalam masjid [Musik] bukan di toilet loh ada orang masuk masjid mojok turut [Musik] ada nih zaman nabi itu jadi yang dihadapi oleh Nabi SAW itu bukan hanya anak-anak yang baik saja termasuk yang nggak bener juga dihadapi oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan itu oleh Beliau disikapi dengan sikap yang lembut enggak ada kata-kata kasar enggak ada caci Makian dan Apa hasilnya hasilnya mereka sadar dan kembali ke jalan yang benar ada anak yang seperti itu berarti sebenarnya apa sih masalah kita Ustad masalah kita rata-rata kita ini punya sifat-sifat [Musik] bocah diomongi itu penyakit kita termasuk sing ngomong termasuk saya kita itu punya sifat ketergesa-gesahan segala sesuatunya pengen instan karena kebiasaannya makan mie instan [Musik] akhirnya dikira mendidik anak juga [Musik] masalah kita pak masalah kita Bu Kita ini kurang sabar Kita ini kurang telaten pendidikan anak itu membutuhkan proses mendidik itu tidak mengenali ya mendidik itu tidak [Tertawa] mendidik itu tidak mendadak-ujug mendidik itu mendidik itu proses dan proses panjang itu diawali dari perbaikan orang tua nya disit pendidikan anak itu diawali dari perbaikan perilaku orang tua seharusnya orang tua itu perilakunya mengagungkan anak Jadi anak itu kalau melihat bapaknya melihat ibunya itu bangga kagum pertanyaannya Bu putra-putri putra-putrine Ibu putra putri Bapak itu kalau cerita tentang jenengan kepada teman-temannya ceritane apik-apik apa elek-elek jadi ketika anak jenengan itu cerita kepada teman-temannya di sekolah kepada teman-temannya yang ada di samping rumah kepada tetangganya kepada teman lainnya yang diceritakan itu adalah cerita tentang kekaguman dia kebanggaan dia kepada jenengan atas balik jadi kita sebagai orang tua perlu memperbaiki perilaku kita lah kalau sehari-hari kerjanya cuma marah-marah nggak perhatian sama anak ketika anak ingin cerita malah kita sibuk sibuk dolanan HP anak sudah cerita panjang lebar kemudian anak minta komentar kita terus respon kita apa Le apa Kenapa karena mata kita bukan kepada anak kita tapi kepada HP maka mata kita bukan kepada anak kita telinga kita bukan kita Arahkan kepada omongan anak kita tapi telinga kita kita Arahkan kepada tontonan yang ada di mana yang ada di televisi kalau itu Perilaku kita kepada anak-anak kita kata-kata kita nggak terukur sering mengucapkan kalimat-kalimat kasar Maka jangan kaget kalau hasil perkembangan pendidikan anak kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka PR kita adalah memperbaiki Citra orang tua di hadapan siapa di hadapan caranya bagaimana Ustad caranya latihan menjaga lisan kalau ngomong ngomonglah yang baik kita nyuruh anak kita untuk salat berarti orang tuanya harus nyontonisa salat kita pengen anak kita enggak kecanduan hp maka orang tuanya juga harus nyontoni ndak kecanduan aktif Terus kalau sudah seperti itu apa Ustad Kalau sudah seperti itu omongan orang tua akan berbobot akan apa berbobot berbobot gue maksudte apa Ustad Maksude begitu omongan itu diucapkan dengan izin Allah Azza wa Jalla akan masuk ke dalam hati anak kita bukan masuk telinga kanan keluar telinga kanan burung sempat apa burung sempat melepuh belum sempat masuk sudah keluar duluan Kenapa karena omongannya nggak berbobot [Musik] itu jadi omongan orang tua itu akan berbobot ketika perilaku orang tuanya baik karena omongan akan semakin berbobot tergantung Siapa yang mengucapkan katanya Nabi SAW nasehat-nasehat yang beliau ucapkan itu dahsyat satu kalimat beliau ucapkan diingat sama yang dinasehati seumur hidup bukan dahsyat coba saya sama njenengan itu kalau ngomong sama anak kita berapa kali bu Kenapa karena perilaku kita belum ideal maka Bapak Ibu yang kami hormati Ayo kita berilah perbaiki perilaku kita kita jaga lisan kita sehingga apa yang kita lakukan dan apa yang kita ucapkan selalu baik-baik kalau apa yang kita ucapkan dan apa yang kita lakukan baik-baik Insyaallah nasehat-nasehat yang kita sampaikan kepada anak kita akan masuk ke dalam hati mereka mudah-mudahan kita dibimbing oleh Allah Azza wa Jalla untuk bisa menjadi orang tua ideal Allahumma Amin masih sisa seperempat jam silakan kalau ada pertanyaan Baik terima kasih saja sudah materi yang disampaikan kami bacakan pertanyaan pertama datang dari pendengar radio Insani yang ada di Cilongok Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi yang pertama ketika kecil sering membuat jengkel Saya pernah marah dan beberapa kali beberapa kali menjewer dan mengucapkan kata-kata yang mungkin melukainya itu karena ketidaktahuan saya tentang pendidikan anak sekarang dia sudah jadi orang tua dan apa yang harus saya lakukan kalau ingat itu saya menangis karena menyesal sekali Terima kasih jazakumullah Khairan Terima kasih atas pertanyaannya mungkin ini mewakili banyak orang tua [Tertawa] yang mesti dilakukan adalah minta maaf Nggak cukup banyak istighfar enggak cukup Kenapa karena ini dosa terkait dengan sesama Bani Bani Adam kalau dosa hanya terkait dalam tanda kutip dengan Allah saja itu cukup istighfar cukup tau kepada Allah tapi kalau sudah hubungannya dengan orang lain Bapak kepada anak anak kepada bapak suami kepada istri istri kepada suami kita kepada tetangga kita kepada teman kerja kita kepada teman main berarti sudah ada hubungannya dengan orang lain maka harus minta maaf malu nggak Bu minta maaf gengsi nggak minta maaf penyakit gengsi dan malu minta maaf itu banyak Jangan mau kita terkungkung penyakit jenengan sudah menyesal itu sudah baik itu adalah langkah awal menyesali perbuatan buruk itu adalah langkah awal untuk memperbaiki diri langkah berikutnya adalah jenengan minta maaf kepada anak terus terang saja kepada anak dulu bapak ibu belum banyak belajar seperti sekarang ya dulu bapak ibu banyak melakukan kesalahan Biasanya kalau anaknya baik itu malah akan mengatakan sami-sami gitu Ya saya juga banyak salahnya itu kalau anaknya baik Kalau ternyata anaknya enggak baik ya jenengan yang sabar Kalau ternyata kemudian anak-anak itu malah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan ya paling ora store jadi siji-siji jadi jangan marah-marah kalau jenengan kemudian keluar kata-kata dari anak jenengan yang gak enak Sabar ya sabar begitulah kira-kira perasaan anak kita saat itu ketika kita ucapkan kata-kata yang tidak mengenakkan sabar minta maaf lagi didoakan supaya dia mau memberikan maaf kepada orang tuanya ya silakan pertanyaan berikutnya Ustadz Bagaimana hukumnya seorang wanita bepergian tanpa mahram semisal untuk pergi umroh ke tanah suci karena ada atasan yang memerintahkan karyawannya perempuan Indonesia untuk berangkat umroh Ustaz Sementara sudah dijelaskan larangan bepergian tanpa mahram hukum asalnya wanita itu tidak boleh bepergian jauh kecuali dengan siapa mahram kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] tidak halal apa kata rasul tidak halal berarti nopo haram tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan rasulnya bepergian jauh kecuali bersama mahramnya Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam membuat Aturan itu untuk kebaikan siapa untuk kebaikan siapa untuk kebaikan wanita tersebut karena bepergian jauh berpotensi untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan ketemu dengan orang jahat ketemu dengan manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab kalau wanita itu ditemani mah haramnya maka mahram ini nanti akan melindungi wanita tersebut tapi kalau misalnya nggak ada yang nemenin ada orang jahat melakukan hal-hal yang tidak terpuji Apa yang bisa dilakukan oleh wanita tersebut jadi aturan yang dibikin oleh Nabi SAW tadi berdasarkan Wahyu dari Allah Adalah untuk kebaikan kita berarti kalau ditawari begitu Ustaz sampaikan kepada atasan Saya ndak bisa kalau nggak pakai mahram dia berarti kalau gitu nggak jadi berangkat nggak papa nggak papa dosa atau tidak Bu Sebagian ulama mengatakan kalau ada seorang wanita punya harta untuk berangkat haji atau umroh tapi ndak ada mahramnya berarti dia belum terkenal kewajiban untuk berangkat haji atau umroh karena dia nggak punya kalau sampai meninggalnya ternyata dia nggak bisa berangkat haji atau umroh gara-gara nggak ada mahramnya dosa atau tidak tidak mampu kok wajib berangkat haji bagi yang mampu loh ini nggak mampu kok berarti nggak sampaikan saja seperti itu kepada atasannya dengan cara yang baik dengan cara yang baik Allah akan ganti kok barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan berikan ganti yang lebih baik Kapan Ustaz yo terserah Allah timingnya itu waktunya itu terserah Allah bukan terserah kita dan timing yang terbaik itu adalah tim yang diberikan oleh Allah waktu yang terbaik adalah waktu yang diberikan oleh Allah bukan sesuai dengan apa yang kita inginkan ya terima kasih jazakumuran pertanyaan berikutnya Ustaz masih di luar tema Ustaz jika ada seorang wanita manakah yang harus diprioritaskan apabila di saat bersamaan seperti sekarang Ada kajian yang ilmunya dibutuhkan untuk mendidik anak kemudian ada keperluan untuk eee menjadi tim jenazah yang memberikan sosialisasi kepada ee tim ibu-ibu mohon penjelasannya Ustaz tergantung mendesak sekali atau tidak mendesak sekali atau tidak terkait dengan pelatihan tadi kaidahnya adalah kalau bisa dikerjakan semuanya itu lebih baik misal pelatihan jenazahnya dilakukan sebelum pengajian kasih sehingga bisa selesai sebelum pengajian atau dilakukannya setelah pengajian jadi diatur waktunya kalau bisa seperti itu kalau nggak bisa dikompromikan waktunya terpaksa harus bersamaan dan pelatihan jenazah itu mendesak Alhamdulillah pengajian seperti yang kita dengarkan hari ini rekamannya ada [Musik] videonya Ada audionya ada tinggal kita menyempatkan waktu untuk mendengarkan rekamannya di youtube di youtube kami di Facebook kami ada tinggal kapan besok atau lusa diklik lagi sambil dengerin bisa ya Artinya kita harus berusaha untuk mendengarkan sesuatu yang tidak sempat kita dengarkan karena adanya halangan [Musik] pertanyaan berikutnya Ustadz Saya seorang single Mom single parent Bagaimana nafkah untuk anak perempuan saya sedang mantan suami saya tidak menafkahi minta minta kepada mantan suaminya karena nggak ada mantan bapak yang ada adalah mantan minta kepada suami mantan suami untuk menafkahi anak karena itu anak dengan sudah minta kemudian dia tetap tidak mau menunaikan tugasnya Ya berusaha semampunya bekerja sama punya kalau memang masih bisa berumah tangga lagi maka berumah tangga kalau memang sudah tidak bisa lagi maka kamu tidak mau harus bekerja ya harus bekerja karena anak itu sekarang di bawah asuhan Anda ya kecuali kalau anak itu bukan di bawah asuhan Anda mau tidak mau anda tertuntut ya untuk mencari pekerjaan dan tentunya ketika wanita bekerja Banyak syarat-syarat yang harus diperhatikan Jangan sampai pekerjaan itu berada di tempat yang campur Baur antara laki-laki dengan apa perempuan jangan sampai di situ terbuka auratnya pekerjaannya juga harus yang halal Alhamdulillah sekarang ini kita banyak dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla dengan sarana teh teknologi Coba sekarang banyak sekali kan ibu-ibu yang jualan online kan Coba lihat statusnya ibu-ibu isinya dolan apa panganan dodolan buku ya Artinya kita di rumah bisa mencari uang bisa mencari uang tanpa harus kita keluar-keluar dari rumah kita tanpa keperluan yang mendesak ini yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini Semoga apa yang kita pelajari bermanfaat bagi kita semuanya terima kasih atas perhatiannya mohon maaf atas segala kekurangannya kita akhiri dengan doa kafarat majelis Subhanallah ilaha illa Anta Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *