Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin – Hadits Hadits Perbaikan Hati

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Anda bisa menyimak siaran kami Insya Allah sesaat lagi kami akan hadirkan kajian ilmiah dalam format rekaman semoga bermanfaat kami yang bertugas mengucapkan selamat raja TV rumah gajian Islam Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda mengarahkan kedua jarinya ke kedua telinganya yaitu dia ingin menjelaskan bahwasanya dia benar-benar mendengar langsung dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas dan perkara yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada perkara-perkara yang syubhat Kebanyakan orang tidak mengetahuinya karenanya pemerintah Siapa yang menghindarkan dirinya dari perkara-perkara syubhat maka dia akan bersih agamanya dan akan bersih harga dirinya siapa yang terjerumus dalam syubhat maka tentu saja akan terjerumus dalam perkara yang haram karena penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar daerah terlarang hampir-hampir atau lama-lama dia akan hewan gembalanya tersebut akan masuk di daerah terlarang setiap Raja itu ada daerah larangannya daerah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan oleh di akhir Hadis Rasulullah SAW bersabda ketahuilah bahwasanya dalam tubuh itu ada segumpal daging kita langsung Kalau segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh anggota tubuh dan jika rusak Maka rusak pula seluruh anggota tubuh ala wahya qolbu ketahuilah dia adalah kalbu muttafaqun Alaihi hadis riwayat Bukhari dan Muslim hadis ini merupakan landasan yang sangat Agung tentang bagaimana kita harus memperbaiki hati kita ya memperbaiki kalbu kita dan bahwasanya anggota tubuh yang lainnya mengikuti hati kalau hati baik maka yang lain juga baik kalau hati buruk maka menjadi buruk pulang anggota tubuh yang lain Jadi tidak jelaskan oleh Rasulullah ta’ala Beliau berkata kesimpulannya bahwasanya hati itu adalah landasan ini sebagaimana perkataan Abu Hurairah radhiyallahu Anhu bahwasanya hati adalah raja anggota tubuh dan anggota tubuh adalah anak buahnya dari raja tersebut Kalau Raja baik maka baik pula pasukannya buruk maka buruk pula pasukannya ini juga sebagaimana yang diisyaratkan adalah hadis yang kita bahas tadi yang kita baca hadis Nu’man bin Bashir yang diriwayatkan oleh makhluk muslim bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda di akhir hadis tersebut ala Inna Fil jasadi mutlak ketahui dalam jasad itu ada segumpal daging Jika segumpal daging tersebut baik maka baik pula seluruh tubuh dan jika segumpal daging tersebut rusak Maka rusak pula seluruh tubuh adalah hati yaitu kalbu oleh karenanya baiknya hati atau rusaknya hati ber konsekuensi rusaknya anggota tubuh atau baiknya anggota tubuh yang lain ya maka Perhatikan semua yang Allah wajibkan kepada hamba maka sebenarnya tertuju pada hati semua yang Allah wajibkan pada hamba perintah maupun yang Allah larang untuk ditinggalkan semuanya kembali kepada hati karena hati dan menjadi pusat perhatian ya Meskipun tentunya diwajibkan bagi anggota tubuh yang hanya ngekor ngikutin hati tersebut jika seorang hamba diperintah dengan satu perintah untuk dikerjakan atau larangan untuk ditinggalkan maka sesungguhnya hati yang mengetahui ya hati yang yang mengetahui ya hati yang diharapkan ketaatannya karena kalau hati taat maka yang lain akan taat contoh seperti Karena hati mengetahui perintah tersebut sebelum anggota tubuh yang lain laksanakan hati yang tunduk Yang mengetahui yang taat baru anggota tubuh yang lain melakukannya contoh seperti salat salat ya Secara dhohir dia adalah perbuatan tubuh rukuk sujud ya kemudian zakat secara zahirnya juga adalah mengeluarkan uang puasa demikian juga ya tetapi kalau seorang dengan hatinya tidak mau mengerti tentang salat zakat dan puasa bagaimana dia bisa menjalankan ibadah tersebut demikian juga kalau hatinya tidak mau menjalankan perintah tersebut ya maka dia tidak akan bisa salat tidak akan zakat tidak akan puasa jadi kembali lagi kepada hati hati mau salat enggak Kalau mau salat badan nurut hati membayar zakatnya Kalau hatimu bayar zakat maka Seorang akan mudah mengeluarkan uangnya hatimu berpuasa nggak Kalau hatimu berpuasa maka orang akan puasa maka kita di sini nggak tahu bahwasanya hati adalah landasan anggota tubuh yang lain hanyalah ngekor kemudian dibeli yang mengatakan Wali hadzal oleh karenanya Allah berfirman tentang orang yang masuk neraka kata Allah Falah dia tidak membenarkan dan dia tidak salat Allah mendahulukan dia tidak membenarkan hatinya bermasalah Makanya makanya tidak salat walau akan tetapi orang tersebut karena mendustakan maka dia berperang melihat hatinya mendustakan maka anggota tubuhnya berpaling jadi semuanya kembali kepada kepada hati dan sebaliknya Allah berfirman tentang visual ada Allah berfirman tentang orang-orang penghuni surga kata Allah mendahulukan iman adalah di hati orang yang beriman maka dia mudah untuk beramal saleh melanjutkan perkataannya untuk menjelaskan anak-anak hal ini beliau mengatakan bahwasanya yang Allah perintahkan ada dua model model pertama yaitu amalan Zahir kepada anggota tubuh amalan kedua terkait dengan perkataan dengan lisan ya Nah kalau amalan perintah Allah terkait dengan anggota tubuh anggota tubuh yang mengerjakannya pakai ini tidak mungkin terjadi kecuali dengan ilmu dari hati dan kehendaknya jadi hati harus ngerti dulu apa perintah Allah ini dan dia mau nggak melakukannya ya karena hati adalah landasan kalau dia tidak mau dan tidak ngerti tidak bisa terjadi contoh wudhu contoh mandi junub misalnya atau salat yang terdiri atas berdiri rukuk sujud atau Haji misalnya dengan berbagai macam kegiatan seperti wukuf di Arafah tawaf ya maka Coba kalau hati tidak mau belajar Ini semua tidak mau belajar wudhu tidak mau belajar mandi junub tidak mau belajar salat tidak mengerti tentang haji gimana melaksanakan Haji Kalaupun dia sudah belajar hati sudah mengerti sudah mengerti tapi dia tidak mau melakukannya jadi Allah salat tidak mau haji tidak mau gimana Mau menjalankan eee ibadah-ibadah tersebut maka ini kembali menunjukkan semuanya kalau Allah perintah itu sebenarnya tertuju kepada hati demikian juga perintah Allah yang model kedua adalah lingkaran terkait dengan eee perkataan maka hati lebih khusus lagi tentang perkataan maka hati harus tahu tentang apa yang hendak dia ucapkan ya dengan atau apa yang dia wujudkan apa yang diutarakan ya maka lebih jelas lagi Bagaimana pengaruh hati terhadap kata-kata misalnya Allah suruh berzikir Allah suruh baca Quran yakni hati yang mau ngerti nggak berzikirnya ngerti nggak tujuan baca Quran kalau hati nggak mau dan hati tidak ngerti bagaimana bisa terjadi ibadah yang terkait dengan pernyataan dari sini kita mengetahui bahwasanya qolbu adalah landasan utama dalam segala perkataan dalam segala perbuatan yang kadang jadi sorotan utama Allah adalah hati maka apapun yang Allah perintahkan dari perbuatan Zahir ya maka harus terpenuhi dua syarat yaitu hati mengetahui ya hati mengetahui dan hati menghendaki melakukannya Bagaimana yang telah kita Jelaskan dan semua yang perkara perintah Allah untuk ucapan untuk dikerjakan maka demikian juga hati harus mengerti ucapan tersebut dan menghendaki untuk mengucapkannya kalau tidak maka tidak akan terjadi dari sini kita tahu jika ternyata hati atau kalbu diisi dimakmurkan dengan iman kepada Allah cinta kepada Allah Penanggungan terhadap Allah takut kepada Allah berharap kepada Allah tawakal kepada Allah mengikhlas kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala hatinya Indah hatinya penuh dengan keimanan maka seluruh anggota tubuh menjadi baik ya dan tidak mungkin ada suatu amal saleh bisa terjadi kecuali jika Hatinya baik dia mengerti dan dia ingin melakukannya Adapun Jika seorang melakukan amal saleh tapi hatinya buruk maka itu munafik itu munafik dari sini kita semua ingin menuju pada satu kesimpulannya bahwasanya ini menunjukkan semua tentang pentingnya hati bahwasanya mengenal tentang hukum-hukum terkait hati lebih penting lebih urgent daripada mengenal tentang hukum-hukum terkait dengan anggota tubuh yang lain karena bisa demikian karena hati adalah pokok dari anggota tubuh yang lainnya dan anggota tubuh yang lain hanyalah cabang dari hati tersebut dan hatilah mautinunazah yang menjadi pusat perhatian Allah adalah hati seseorang kalau seseorang ini dijelaskan dalam Shahih Muslim Dari Abu Hurairah radhiyallahu Anhu lebihkum Allah tidak melihat kepada jasad kalian kalau tidak melihat kepada bentuk rupa parah sekalian tetapi Allah lihat kepada hati kalian mengisyaratkan dengan jarinya ke dadanya demikian juga diriwayatkan oleh imam muslim dan Ahmad dari hadis Abu Hurairah juga radhiyallahu Anhu bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda at-taqwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan takwa tempatnya di sini sambil mengisyaratkan tangannya ke dadanya Rasulullah ulang tiga kali Taqwa tempatnya di sini sambil menuju kepada dada Taqwa tempatnya di sini takwa tempatnya di sini oleh karenanya hati merupakan landasan maka jika hati Istiqomah di atas taqwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan benar dengan tulus maka anggota tubuh yang lain akan mengikut akan ekor untuk taat kepada Allah untuk mendapatkan keridhaan allah subhanahu wa ta’ala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Iman seorang hamba tidak akan lurus sampai lurus hatinya ketika menjelaskan hadist ini Apa yang dimaksud dengan iman seorang hamba tidak akan lurus sampai lurus hatinya maksudnya Iman seorang hamba yaitu Istiqomah yaitu anggota tubuhnya tidak mungkin lurus tidak mungkin istikamah sampai hatinya Istiqomah terlebih dahulu jadi Istiqomah Kalau hatinya Istiqomah baru anggota tubuh bisa ekor yang lainnya yang dimaksud dengan Istiqomah rahimahullah yaitu hatinya penuh dengan cinta kepada Allah cinta dengan ketaatan kepada Allah benci kepada maksiatnya ini disebut dengan hati yang istiqomah kita cek diri kita apakah kita cinta sama Allah cinta kepada taatan benci kepada maksiat kepada Allah Ya itu menunjukkan istiqomahnya hati seseorang [Musik] obati hatimu Sesungguhnya Allah butuhkan dari hamba adalah baiknya hati mereka yaitu maksud dari Allah subhanahu wa ta’ala yaitu agar orang-orang manusia memperbaiki hati mereka karena tidak bisa hati itu menjadi baik sampai hati terisi dengan mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengganggukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala takut kepada Allah berharap kepada Allah tawakal kepada Allah ya dan hatinya penuh dengan itu semuanya disebut Istiqomah Telkom sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rajab Dan inilah hakikat tauhid jadi kalau kita ingin hati kita Istiqomah ingin hati kita disembuhkan maka isi dengan tauhid dan itulah makna Lailahaillallah tidak ada yang pernah kecuali Allah maka tidak ada kebaikan bagi hati sampai dia menjadikan sesembahannya hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai dia menjadikan sembahyang yang sangat dia cinta yang dia takutkan yang dia tawakal kepadanya yang dia berharap kepadaNya hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Jika hati telah demikian berarti dia adalah hati yang baik bukan Hati Yang Sakit oleh karenanya jika di langit dan di bumi ada Tuhan selain Allah yang disembah maka rusaklah langit dan bumi sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman laukana fihi ma’alihatun illallah lafasa data Seandainya di langit dan di bumi ada 99 Allah maka akan rusak langit dan bumi tersebut maka diketahui dengan demikian bosnya tidak ada kebaikan ya di baik alam atas ya maupun alam yang dibawa langit maupun bumi sampai seluruh gerakan hati-hati penghuninya semuanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala dan jika gerakan hati penghuni langit dan penghuni bumi semuanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Gerakan tubuh Mereka pun akan mengikuti dengan gerakan hati mereka dan mengikuti kehendak hati mereka dan jika kehendak hati mereka hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka lurus pulalah seluruh gerakan jasad mereka Adapun Jika ternyata kehendak hati gerakan hati menuju kepada selain Allah maka rusaklah hati tersebut kalau hati tersebut sudah rusak Maka gerakan jasa seluruhnya juga rusak dengan rusaknya gerakan hati dan dalam Sunan dari nabi bersabdaman siapa yang memberikan Allah kemudian dia mencegah karena Allah mencintai karena Allah membencikan Allah maka dia telah sempurna imannya makna dari hadis ini bahwasanya jika gerakan hati kita ulangi hadisnya Siapa yang memberikan Allah mana Alila dia tidak menahan tidak mencegah tidak lain kecuali karena Allah tidak mencintai kecuali karena Allah subhanahu wa ta’ala dan dia tidak membenci kecuali karena Allah maka orang seperti ini Iman maka telah sempurna imannya maknanya jika gerakan hati dan gerakan anggota tubuh semuanya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka telah sempurna iman seorang hamba Zahir maupun batin maka konsekuensi dari lurusnya gerakan-gerakan hati Maka lurus pula gerakan-gerakan anggota tubuh jika dalam hati tidak ada kehendak dan tujuan-tujuan hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka anggota tubuh akan nurut ngekor kepada apa yang dikehendaki oleh hati dan jika hati tidak ingin maka anggota tubuh juga akan berhenti sesuai dengan kehendak hati Jika hati takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala anggota tubuh yang juga akan takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini semua menjelaskan ulama tadi semuanya ya untuk menjelaskan bahwasanya masalah lurusnya hati adalah perkara yang agung Kenapa demikian karena banyak orang hanya perhatian terhadap zhohirnya perhatian tetap tubuhnya kebersihan tubuhnya atau amalan dhohir namun lupa untuk meluruskan batinnya meluruskan hatinya untuk taat kepada Allah untuk bisa Serius menuju kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala lupa untuk membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit hati yang bisa menjauhkan dia dari istiqomah ini kondisi banyak manusia oleh karenanya ini semakin menunjukkan pada kita tentang urgensinya pentingnya kita meluruskan hati kita [Musik] saya [Musik] aqidulsan Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] hati ini sering didatangi oleh penyakit-penyakit kotoran-kotoran masuk ke dalam hati sehingga melemah iman yang ada dalam hati mengurangi ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala oleh karenanya diantara bentuk Istiqomah pada ketaatan Allah itu seorang berusaha untuk membersihkan hatinya mengobati hatinya mengobati jiwanya ini perlu perjuangan akan membersihkan hatinya dari penyakit-penyakit dari kotor-kotoran yang selalu datang menerpa hati menjadikan hati sakit menjadikan hati lemah sebagaimana badan ya jasad sakit ada penyakit yang menimpanya demikian juga qolbu atau hati juga ada penyakit yang menimpanya Bahkan penyakit hati lebih parah daripada penyakit badan dan lebih berbahaya oleh karenanya diantara perkara yang hendaknya kita perhatikan dengan perhatian yang besar terkait dengan hati yaitu bagaimana kita berusaha agar hati kita bersih selamat dari penyakit-penyakit yang kotoran-kotoran inilah yang bermanfaat bagi seorang hamba dengan manfaat yang besar pada hari pertemuannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala bila yang bermanfaat bagi hamba ketika dia berdiri di hadapan rabbul alamin Bagaimana hatinya bersih Allah berfirman yaumalah yang hari di mana tidak begitu hari kiamat dimana tidak bermanfaat harta dan anak-anak ilaman atau Allah Habib qolbin Salim kecuali yang datang bertemu dengan Allah dengan hati yang bersih apa itu hati yang bersih Al qolbul Salim jadi Al kalbul Salim hati yang bersih yang selamat adalah hati yang selamat dari Syirik dari keraguan selamat dari segala penyakit yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala selamat dari ngeyel di atas Bid’ah terus-terusan di atas maksiat terus-terusan di atas Bid’ah itu namanya hati yang bersih-bersih dari Syirik dari keraguan dari hal-hal yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah terus-terusan dalam bidah kalau begitu konsekuensinya hati harus bersifat dengan lawan dari ini semua berarti hati yang salim hati yang bersih yang selalu adalah ikhlas kepada Allah hati yang dipilih dengan Keyakinan Hati yang semangat untuk taat kepada Allah cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengagungkan Allah mengagumkan syariat Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini hati yang bersih menggabungkan syariat Allah jika hati telah memiliki sifat-sifat seperti ini maka inilah hati yang bersih orang yang memiliki hati seperti akan mendapatkan keselamatan pada hari kiamat dan akan mendapatkan derajat yang tinggi di surga ketika dia bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’ala ibnullah menjelaskan tentang makna tentang [Musik] banyak ibarat ibarat ungkapan-ungkapan yang variatif tentang makna hati yang bersih qolbul Salim akan tetapi yang menggabungkan itu semua Kesimpulannya adalah yaitu hati yang bersih dari segala syahwat yang menyelisi perintah Allah dan larangan Allah subhanahu wa ta’ala dan hati yang bersih dari segala syubhat yang menentang kabar dari Allah subhanahu wa ta’ala maka jadilah hati itu bersih dari peribadatan kepada selain Allah dan hati itu bersih tidak berhukum kepada selain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka hati yang bersih adalah hati yang selamat dalam mencintai Allah subhanahu wa ta’ala dan selamat dalam berhukum dengan hukum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadilah takutnya harapannya tawakalnya inabahnya perendahannya semuanya untuk mencari ridho Allah subhanahu wa ta’ala dan dia menjauhkan dirinya menjauhkan hatinya dari segala yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah hati-hati yang zalim qolbul Salim yang ubudiyahnya hanya untuk Allah subhanahu wa ta’ala demikian penjelasan hati yang bersih hati yang salim yaitu tidak ada Syirik dalam hadis tersebut sama sekali Syirik dalam bentuk apapun tidak ada karena semua tujuannya kepada Allah Subhanahu Wa tawakalnya sama Allah wajahnya sama Allah maka tidak ada masuk kesyirikan dalam hatinya keinginannya untuk Allah cintanya kepada Allah tunjukkannya kepada Allah rajanya kepada Allah kemudian juga kalau dia beramal maka amalnya murni untuk Allah jika dia mencintai cinta karena Allah jika dia membenci membenci karena Allah jika dia memberi karena Allah jika dia mencegah atau menahan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Ini semua tidak cukup sampai dia juga harus tunduk ya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dia tidak berhukum kepada selain hukum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam makauman Alal intimal boleh tidak disini yaitu maka hatinya benar-benar ya berikrar dengan ikrar yang kuat untuk tidak berteladan tidak ber ukhuwah kecuali hanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak Uswah tidak berteladanan kepada selain nabi baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan ya yang dimaksud perkataan di sini terbaik dalam perkataan perbuatan termasuk dalamnya adalah akidah perkataan hati maksudnya aqidah ya jadi itu hati yang bersih dia hanya mencintai Rasulullah dalam aqidahnya dalam pembicaraannya dalam amalan-amalan hatinya ya dalam amalan Jawanya semuanya mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini kenapa Karena sebagian orang mengatakan hati yang bersih maksudnya Cuma terkait dengan akhlak nggak hati yang bersih itu terkait dengan amalan hati tentang akidah aqidah sesuai dengan Akidah nabi tidak aqidah sembarangan ya kemudian sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam amal jawari juga sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka jadilah Rasulullah sebagai hakimnya dalam segala urusannya ya perkara yang kecil maupun perkara yang besar semuanya dia mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dia tidak berani mendahului Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akidah dia enggak berani bikin aqidah sendiri dia enggak berani mendatangkan akidah menyelisi akidah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak berani beramal yang tidak dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam itulah hati yang bersih hati yang selamat tidak mendahului Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Allah berfirman tuqaddimah Rasulullah Wahai orang beriman janganlah kalian mendahului Allah dan rasulnya Mur yaitu janganlah kalian berucap sampai Apa yang diucapkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan janganlah kalian melakukan sampai diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] tidak diketahui [Musik] [Musik] [Musik] sebagian salah berkata tidak ada satu perbuatan pun tidak satu perbuatan pun meskipun kecil ya kecuali akan dibentangkan baginya dua catatan atau Dua pertanyaan lima Kaifa 2 5 Kenapa kau berbuat dan bagaimana kau berbuat apapun yang kita lakukan sekecil apapun pasti akan ada dua Pertanyaan kenapa kau berbuat dan bagaimana cara kau berbuat pertanyaan pertama Kenapa berbuat ini adalah pertanyaan tentang motivasi apa ya Kenapa kau berbuat demikian Kenapa kau beramal dengan amalan ini amalan apapun Apakah engkau mengamalkannya karena dunia Apakah mereka ingin dipuji oleh orang-orang atau sebaliknya karena kau takut dicela oleh orang itu kok ingin dipuji oleh mereka atau kau melakukan amal Ini amal apapun karena kau hendak menyembah Allah karena kau ingin dicintai oleh Allah karena kau ingin dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanyakan pada dirimu sebelum kau melakukan ingin cari pujian manusia ingin dicintai manusia ataukah karena ingin dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang pertanyaan kedua kaifah Bagaimana kau melakukan perbuatan tersebut atau amal terus bagaimana aku melakukannya maka ini pertanyaan terkait dengan mutabah Teladan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Apakah amal perbuatan yang kau lakukan tersebut termasuk yang disyariatkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu yang Allah syariatkan melalui rasulnya atau itu adalah amalan yang tidak disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan aku tidak meridainya kalau kita kembali lagi maka pertanyaan pertama terkait dengan ikhlas Kenapa kau melakukannya pertanyaan kedua terkait dengan mutabah itu apakah sesuai dengan Teladan Nabi atau tidak karena kita tahu bahwasanya Allah tidak menerima amalan apapun kecuali terpenuhi dua syarat tersebut ikhlas dan mutaba’ah mengikuti contoh Nabi SAW maka agar kita bisa menjawab pertanyaan pertama tidak ada cara lain kecuali dengan memurnikan keikhlasan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak ada cara untuk bisa selamat dari cara kedua ya pertanyaan kedua kecuali dengan mewujudkan almutabah benar-benar kita melakukan amal tersebut mencontohi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pemirsa yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala inilah hakikat hati yang salim hati yang selamat ikhlas kepada Allah dan martabak kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam inilah hati yang salim yang memberi jaminan untuk selamat dan bahagia di akhirat hati yang salim punya tanda-tanda alamat-alamat ya kalau ada alamat-alamat tersebut menunjukkan itu hati yang bersih yang salim yang selamat kalau tidak ada tanda tersebut atau sebaliknya menunjukkan itu hati yang tidak selamat diantara tanda-tanda hati tersebut yang selamat bahwasanya hati tersebut jauh dari dunia benar-benar orientasinya adalah untuk akhirat dia tidak terpedaya dengan dunia ia tahu tentang hakikat dunia bahwasanya dunia ini adalah Darul fana Dunia Fana akan hilang hanya untuk sekedar menyeberang bukan tempat Darul bukan tempat yang selamanya tidak Abadi Sebagaimana telah dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu taala sesungguhnya dunia pergi semakin jauh dan akhirat semakin datang menuju kita walikulli Wahida masing-masing ada pengikutnya ada yang orientasinya dunia ada yang orientasinya akhirat kalian sebagai orang-orang pengikut akhirat orientasinya akhirat jangan kalian menjadi orang-orang yang orientasinya dunia final hari ini kita bisa hanya beramal beramal berbuat tidak ada yang menghisap kita amal akan tetapi nanti di akhirat karena yang ada cuma Hisap tidak bisa lagi beramal dan diantara tanda-tanda hati yang salim qolbul salim ya bahwasanya tujuan dia cuma satu mencari keridaan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhkan dirinya dari kemurkaan Allah itu aja yang selalu dalam benaknya bagaimana Dapat keridaan Allah Bagaimana tidak dimurkai oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diantara tanda-tanda Al kalbul Salim semangatnya dan perjuangannya Untuk jauh dari maksiat dan dosa-dosa semangat dan perjuangannya agar amalnya bersih dari Bid’ah dia tidak ingin melakukan perkara yang haram dan Allah telah berfirman tentang hati seperti ini dan orang-orang yang berjuang di jalan kami sungguh kami akan bukakan jalan-jalan bagi mereka dan Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik dan diantara tanda-tanda Hati yang dia perhatian terhadap Bagaimana amalnya itu itu bener lebih dari perhatiannya untuk beramal sebagai orang bagaimana dia bisa beramal Bagaimana tapi hati yang bersih Tidak dia cuma bukan sekedar Perhatian untuk bisa beramal tapi bagaimana amalnya benar atau tidak Ini penting lebih dia perhatikan daripada bagaimana dia Bagaimana kalau dia beramal Jadi bukan hanya Sumatera amal tapi dia lebih perhatian terhadap Bagaimana benarnya amal tersebut Apakah dia melakukannya ikhlas kepada Allah apakah dia melakukannya tulus dia evaluasi diri introspeksi diri selama ini benar atau tidak Apakah dia melakukannya benar-benar untuk menasehati hamba-hamba Allah atau tidak ya Apakah ketika dia melakukannya dia benar-benar merasa bahwasanya ini karunia Allah buat saya bisa beramal beramal saleh dia mencurigai dirinya saya ini masih kurang ataukah dia ujub ini bener-bener diperhatikan dan dia terus berjuang dalam memperhatikan amalnya ini dia lebih berjuang memperbaiki amalannya daripada berjuang dalam semangat beramal ini diantara ciri-ciri hati yang bersih Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] seorang mukmin benar-benar perhatian terhadap hatinya ya terus berjuang untuk memperbaiki hatinya bersungguh-sungguh dalam mensucikannya meluruskannya dan diantara doa yang dianjurkan jadi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Nabi pernah berdoa Allah maati nafsihitaqwa Ya Allah berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya dan sucikanlah hatiku Ya Allah bersihkanlah hatiku Sesungguhnya engkau yang terbaik dalam mensucikannya antara engkaulah pengurus hati tersebut yang menguasainya karena dalam hadis juga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berkata kepada syaddad Bin Aus Beliau berkata tidak orang-orang mengumpulkan yaitu dollar dan duit fakta nisuha kumpulkan emas dan perak Jakarta maka Semangatlah kalian untuk memiliki kalimat-kalimat ini itu doa-doa ini apa doa-doa tersebut Allahumma Ya Allah aku mohon kepada engkau sungguhan dalam kebaikan itu tekad yang kuat dalam kebaikan dalam kebenaran hal yang lurus meminta kepada engkau perkara-perkara yang bisa mendatangkan rahmatmu dan aku mohon kepada engkau agar bisa bersyukur atas Nikmatmu wa Husna ibadah tik dan agar bisa beribadah kepada engkau dengan baik ini kemudian nabi berkata berdoalah aku mohon kepada engkau korban tadi Iman hati yang bersih hati yang selamat walisa dan sodiqon dan lisan yang jujur aku mohon kepada engkau kebaikan yang kau ketahui berlindung kepada engkau dari keburukan yang kau ketahui dan aku mohon kepada engkau atas dosa-dosa yang kau ketahui Maha Mengetahui ini adalah hadis yang Shahih yang mencakup kunci-kunci kebaikan pintu-pintu kebaikan mencakup hal-hal yang mulia dan Nabi SAW menekankan dengan penekanan yang besar ya itu di awal hadis rasulullah mengatakan jika mereka mengumpulkan emas dan perak maka kuasailah doa-doa ini nabi ingin kita perhatian terhadap doa ini dan perhatian untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang tercakup dalam doa ini terutama minta kepada Allah agar hati ini selamat Jelaskan itu dengan membersihkannya meluruskannya mensucikannya dari segala perkara yang membuat mendatangkan kemurkaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama Syirik bersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan atau ragu tentang agama Allah Ragunan syariatnya dan juga Al Israel tidak terus-menerus di atas kebijakan terus-menerus melakukan maksiat dan hal-hal yang semisal ini yang merupakan penyakit-penyakit hati dan bisa merusak hati dengan kerusakan yang parah kita mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Agar memberi Taufik kepada kita untuk melaksanakan segala kebaikan dan untuk meluruskan segala urusan kita semuanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mendengar lagi maha menjawab mengabulkan permohonan hamba-hambanya demikian yang lain Assalamualaikum warahmatullahi anda berada demikianlah program acara dalam format rekaman yang kami hadirkan ke layar kaca Anda semoga bermanfaat kami yang bertugas mohon pamit undur diri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *