Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung 104 poin 3 MM radio Rejo Bogor dan Radio Rodja bando menebar cahaya sunnah bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahirobbilalamin washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihillah para pemerhati Roja di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustadz Abu Ihsan Al Asy’ari al-maidani Ma fizahullah dalam pembahasan kelanjutan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis dan di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan talbis iblis terhadap kaum sufi yang tidak mau menikah penjelasan dari materi yang akan saya sampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz falet Fathul masyroster Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah Arab semesta alam Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan nikmat dan karunianya kepada kita pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu dan masih melanjutkan buku talbis iblis kita sampai pada poin masih bercerita tentang televisi iblis terhadap kaum Sufi dan Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu diantara talbis iblis terhadap mereka adalah mengambil sikap tidak menikah atau menjalani kehidupan tanpa menikah atau membujang bahkan ada yang mengebiri diri ya Nah mungkin mereka melakukan ini dengan anggapan bahwa menikahi itu dapat menyibukkan mereka dari ibadah melalaikan dan memalingkan mereka dari ibadah mereka lupa bahwa menikah itu sendiri adalah ibadah ya lalu mereka menghindarinya karena mereka khawatir mengganggu ibadah-ibadah mereka m Ibnu jauzi mengatakan menikah karena takut berbuat zina wajib hukumnya sementara saat tidak takut berbuat zina maka hukumnya Sunnah muakkadah menurut pendapat mayoritas fukoha atau ahli fiqih sedangkan menurut mazhab Abu Hanifah dan Imam Ahmad Ibnu hambal saat dalam kondisi itu hukumnya hukum menikah lebih baik daripada seluruh amalan nafilah ya Alasannya karena menikah merupakan sebab ya seseorang mendapatkan keturunan atau anak Nabi Shallallahu alaihi wasallam menjelaskan di dalam hadis bahwa tujuan ya terpenting dari menikahi itu adalah mendapatkan keturunan ya tujuan utama dari menikah itu adalah mendapatkan keturunan Oleh karena itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh kita ya kaum pria untuk mencari wanita yang subur tujuannya adalah agar bisa dipastikan Dia memiliki keturunan ya walaupun ya kita katakan anak itu adalah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala tapi tentunya ada sebabnya ya kalaulah seorang wanita itu mandul maka sebabnya itu tidak ada ya atau sebabnya hilang maka Nabi memerintahkan kita untuk memilih wanita yang subur bahkan nabi melarang menikahi wanita yang mandul ya jika tujuannya untuk menjadi keturunan Ya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan penyayang dan subur yaitu yang memiliki sifat penyayang karena dia bakal menjadi Ibu merawat anak-anaknya dan merawat anak itu mendidik anak itu perlu kasih sayang maka sifat ini disebutkan nabi pertama yaitu nikah-nikahlah atau nikahilah wanita yang memiliki sifat penyayang ya karena seorang wanita tugasnya bukan melahirkan anak saja walaupun itu salah satu kita katakan kodrat wanita yaitu melahirkan anak tapi lebih dari itu ya dia dituntut untuk bisa mendidik anak-anak tersebut ya mendidik anak-anak tersebut wanita punya bisa punya anak banyak tapi wanita bisa mendidik anak Nah itu mungkin sedikit ya nggak banyak ya maka dari itu nabi mewanti-wanti kita untuk memilih wanita yang memang siap untuk mendidik anak bukan hanya siap untuk memiliki anak atau melahirkan anak ya untuk yang pertama Nabi Sebutkan yang siap mendidik anak ya maka sifat yang paling penting untuk dia miliki adalah sifat penyayang maka nabi menyebutkan pertama itu kemudian alwalud yaitu wanita yang bisa punya anak bisa melahirkan anak ya Yang bisa melahirkan anak bukan wanita yang mandul Maksudnya kenapa Karena aku akan berbangga dengan jumlahmu yang banyak pada hari kiamat nanti di hadapan manusia ya dihadapan semua umat ini salah satu tujuan mulia dan tujuan Agung dari menikah yaitu menghasilkan keturunan ya maka dia adalah ibadah yang sangat Agung maka aneh kaum Sufi mereka menghindari menikah karena dianggap bisa mengganggu ibadah padahal menikah itu ibadah yang sangat Agung saat bin Abi waqqash mengutarakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menolak menolak membujangnya Utsman Ibnu jika beliau mengizinkannya yaitu Utsman ya punya keinginan untuk membujang tapi nabi melarangnya nabi tidak menerima permintaannya itu atau keinginannya itu ya jika nabi mengizinkan niscaya kami akan mengebiri diri sendiri tapi nabi tidak mengizinkan itu ya Nah jadi hal itu dilarang di dalam syariat itu mengebiri diri ya dari Anas bin Malik bahwa sejumlah sahabat nabi bertanya kepada ummahatul mukminin mengenai amalan nabi saat sedang sendiri maka istri-istri nabi memberitahukan kemudian salah seorang dari mereka bertekad ya bahwa aku tidak akan makan daging selamanya yang lain mengatakan Aku tidak akan menikahi wanita yang lain lagi berkata aku tidak mau tidur semalaman Aku tidak mau tidur di atas kasur Maksudnya aku tidak mau tidur malam ya aku akan salat terus-menerus ya Aku tidak akan makan daging yaitu aku tidak akan aku akan berpuasa terus menerus ya satu lagi bertekad untuk membujang terus-menerus tidak akan menikahi wanita maka mengetahui hal itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berkata bersabda dengan mereka yang bertekad ini dan itu orang-orang yang mengatakan ini dan itu bahwa dia akan melakukan ini dan itu akan puasa terus-menerus tidak berbuka salat terus-menerus tidak tidur dan membujang terus-menerus tidak menikah selama-lamanya Mengapa mereka bertekad ini dan itu ya aku walaupun mengerjakan salat dan aku juga tidur aku berpuasa dan aku berbuka dan aku menikahi wanita barangsiapa yang membenci sunnahku dia tidak termasuk golonganku Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim jadi dalam hadis ini Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang menyalahkan Sikap mereka yang ya salah satunya ingin membujang tidak menikahi wanita ya tujuan mereka melakukan itu mungkin baik ya supaya mereka bisa fokus ibadah supaya mereka mereka bisa meningkatkan ibadah berpuasa terus-menerus tidak makan tidak berbuka salat terus-menerus tidak tidur ini adalah suatu kita katakan puncak ke zuhudan mungkin ya ibadah yang luar biasa tapi ini tidak sejalan dengan sunnah nabi sunah Nabi tidak seperti itu ya nabi mengerjakan kedua-duanya salat dan tidur puasa dan berbuka ya nabi menikahi wanita ya nabi sendiri dan kemudian nabi menikah kemudian nabi menegaskan bahwa barangsiapa membenci sunnah yaitu tidak melaksanakan mengamalkan sunnahku dalam hal-hal seperti ini maka dia bukan dari golonganku ya Nah demikian Ahmad bin hambal mengatakan membujang bukan merupakan ajaran Islam ya itu tidak termasuk ajaran islam itu adalah ajaran rohbaniyah yang dijalankan yang dijalani dan diamalkan oleh umat-umat sebelum kita misalnya umat Nasrani mereka ya para pemuka-pemuka agama mereka membujang yaitu tidak menikah ya karena mereka mengatakan bahwa memandang bahwa menikah itu adalah sesuatu yang pantang ataupun tabu dilakukan oleh pemuka agama yang harusnya mereka memfokuskan diri untuk terus ibadah ya kepada Tuhannya ya Nah demikian jadi itu bukan merupakan ajaran Islam ya atau Ya sebagian umat lainnya memilih untuk menyendiri ataupun bersemedi ya tidak menikah-menikah ya tidak punya keturunan ya Nah demikian Nah maka di sini Ahmad bin Abdul mengatakan ya Secara hidup secara hidup seperti itu Bukan cara hidup yang Islami bukan merupakan ajaran Islam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi 14 wanita dalam hidup beliau dan beliau wafat dengan meninggalkan sembilan orang istri jadi dalam kesempatan lainnya Imam Ahmad mengatakan anda semua orang tidak menikah bisa mereka tidak berperang tidak berhaji dan tidak beramal ini dan itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering melalui hari tanpa memiliki apapun Namun demikian beliau memilih ya lagi mendorong untuk menikah bukan membujang Siapa yang membenci terhadap perbuatan beliau ini maka dia tidak berada di atas kebenaran dia berada di atas jalan yang salah dan keliru Nabi Yakub Alaihissalam dalam kesedihannya beliau tetap menikah dan memiliki anak Ya Nabi Yakub memiliki anak dengan kesedihannya ya dengan masalah hidupnya beliau tetap menikah dan memiliki anak Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam juga pernah bersabda dunia Annisa jadi buat aku suka dari urusan dunia ini adalah salah satunya ya Anisa parfum dan wanita itu satu hal yang dia sudah tertanam secara alamiah natural pada manusia Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan di dalam hati manusia ya tertanam dalam pikiran mereka ya kecenderungan-kecenderungan keinginan kepada an-nisa yaitu wanita yang merupakan pasangan ya Adam diberi pasangan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yaitu istrinya ya maka itu sudah Fitrah yang tertanam pada manusia ya bahkan pada hewan makhluk-makhluk lainnya seperti hewan mereka juga punya Fitrah itu mereka punya naluri itu yaitu berkembang biak dan kawin gitu ya istilahnya karena nggak ada istilah nikah mereka kawin ya Nah demikian untuk ya menghasilkan keturunan begitu Itu ada ada kita katakan ada fitrah yang tertanam pada mereka nah sungguh sangat aneh jika manusia yang punya akal sehat tidak punya Fitrah ke situ tidak punya kecenderungan dan kecondongan untuk memiliki keturunan ya Nah demikian Allahu a’lam Nah di sini Ibnu jauzi memberikan kritik atas kaum sufi yang memilih hidup membujang tidak menikah Beliau mengatakan iblis telah berhasil membenamkan talbisnya terhadap mayoritas kaum Sufi hingga menghalangi mereka dari menikah para sufi generasi awal tidak mau menikah lantaran sibuk beribadah ya Mereka sibuk beribadah hingga mereka mengabaikan nikah melalaikan nikah lebih dari itu mereka menilai menikah sebagai penghalang dalam menaati Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya Nah penilaian ini muncul karena tipu daya iblis karena manusia-manusia terbaik yaitu para nabi dan rasul ya para sahabat mereka menikah namun hal itu tidak menjauhkan mereka dari ibadah tidak mengabaikan dan melalaikan mereka dari ibadah padahal jika mereka kata beliau di sini ya memerlukan atau menginginkan pernikahan maka dengan tidak menikah otomatis berarti membahayakan raga dan agama mereka ya ya tentunya naluri alamiah manusia ya mereka menikah untuk mempertahankan garis keturunan dan juga ya ini untuk kebaikan kesehatan fisik mereka dan juga agama mereka kita menjaga pandangan menjaga hati ya menjaga diri dari perbuatan yang keji ya itu dengan menikah makanya Nabi SAW mengatakan ya di dalam sebuah hadis jika pandangan kalian tertumbuk pada seorang wanita yang membuat kalian takjub maka hendaklah dia segera pulang dan menemui istrinya karena dia akan mendapati pada istrinya Apa yang dia lihat pada wanita tersebut bagi bagi yang punya istri ya mungkin dia bisa mengamalkan hadis itu Lalu bagaimana dengan yang tidak punya istri dia melihat wanita yang membuat takjub hatinya lalu dia mau pulang ke mana ya untuk menyalurkan hasrat birahinya ya yang itu pasti ada pada manusia tidak mungkin ya Nah demikian walaupun berusaha untuk ditolak ataupun diingkari dinafikan ya keinginan dan kecondongan itu pasti ada Maka jangan heran kalau terjadi hal-hal yang Justru lebih keji ya di kalangan mereka yang tidak menikahi itu wallahualam ya Nah demikian sementara jika mereka tidak memerlukan pernikahan tidak memerlukan pernikahan maka dengan tidak menikah itu berarti mereka tidak mendapatkan tidak memperoleh keutamaan dia tidak memperoleh keutamaan salah satunya adalah keturunan dengan keturunan kita bisa mendapatkan doa-doa mereka ya kita juga bisa menjadikan itu sebagai ladang amal kita karena apa yang kita ajarkan kepada anak-anak itu akan menjadi aset pahala bagi kita ya dan juga usaha kita membesarkan mereka itu terhitung shodaqoh nafkah yang kita keluarkan untuk anak-anak itu shodaqoh ilmu kita ajarkan itu menjadi ilmu yang bermanfaat ya yang bisa menghasilkan pahala amal jariyah yang enggak tahu sampai batasnya sampai mana Nah itu adalah satu keutamaan yang luar biasa dari menikah dan kalau mereka memilih sikap tidak menikah ya Dari mana mereka mendapatkan segala keutamaan yang kita sebutkan tadi nah disebutkan juga di dalam Kitab as Sholihin dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu Anhu dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda dan pada kemaluan seseorang dari kalian itu ada sedekah bagian tubuh ya yang tertentu itu alat vital kamu itu bisa menjadi alat untuk bersedekah para sahabat bertanya apa mungkin salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya birahinya lalu dia mendapatkan pahala karena itu ya maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab itu Menurut kalian Bagaimana jika dia melampiaskannya pada perkara yang haram Bukankah dia berdosa para sahabat menjawab tentu saja ya Rasulullah maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda maka Zalika dia melampiaskannya secara halal itu pada tempat yang halal maka dia mendapatkan pahala ya dia mendapatkan pahala nah kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Ya bagaimana mungkin kalian memperhitungkan keburukan namun kalian tidak memperhitungkan kebaikan ya kalian tidak memperhitungkan kebaikan Nah demikian ya kita katakan keutamaan dari menikah itu merupakan ladang beramal bahkan ya kita katakan Ya satu amal yang pasti dilakukan kalau menikah yaitu berhubungan intim dengan istri itu bisa terhitung sedekah ya karena sedekah ini kan luas ya kalau sedekah dalam bentuk harta itu bisa disebut infaq kan gitu Ya nah tapi kalau sedekah secara umum itu meliputi berbagai macam kebaikan-kebaikan sampai senyum pun bisa dihitung sedekah ya demikian kata-kata yang baik juga dihitung sedekah ya Nah di sini kita mendatangi istri untuk menjaga kehormatan diri itu termasuk juga sedekah ya kita bersedekah dengan kebaikan tersebut wallahualam nah sebagian dari kaum muslimin berdalih ini dalih mereka buat nikah mewajibkan kita untuk memberi nafkah sementara bekerja itu sulit ini sebagian lainnya mereka mengatakan konsekuensi dari menikah itu berat ya mereka khawatir jatuh kepada kezaliman ya Nah bekerja sulit mencari harta yang halal sulit ya memberi nafkah kepada anak istri itu juga sulit ya maka mereka memilih ya untuk tidak menikah ini sebenarnya merupakan alasan untuk hidup enak-enakan ya bersantai ya tanpa mau bersusah payah mencari nafkah tanpa ada konsekuensi konsekuensi yang ya harus dia lakukan karena menikah ya maka ya alasannya alasan orang-orang yang malas sebenarnya kemalasan mereka itu dengan seolah-olah mereka adalah orang yang kita katakan gemar dan giat beribadah ya padahal sebenarnya mereka ingin menutupi sisi lain yang Sisi Gelap yang lain pada diri mereka yaitu sifat malas maka kadang-kadang kita lihat sebagian dari mereka bermalas-malasan di masjid tidur-tiduran kan begitu ya tidak mencari nafkah ya tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban yang lain selain ya duduk di masjid berdoa dan salat ya menurut mereka itulah dia amalan yang paling utama ya Nah demikian jadi ini alasan lain ya dari mereka dia sebenarnya alasan ini dorong Karena rasa malas dan kebiasaan mereka menjalani hidup dengan kemalasan sehingga malas juga bekerja dia mencari nafkah itu kan sulit kata mereka apalagi yang halal zaman sekarang pula maka ia sudah kami tidak memilih tidak menikah saja kata mereka disebutkan di dalam Kitab shahihin ya dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda di narun anfaktahu fisabilillah satu Dinar yang engkau infakkan di jalan Allah itu adalah infaq shodaqoh satu Dinar yang engkau infakkan bagi Bunda Ya baik itu menghidupi mereka menafkahi mereka atau membebaskan dan memerdekakan mereka itu sedekah ya engkau keluarkan untuk bersedekah memberi orang-orang yang yang kamu ingin beri wadinaron anfaktahu dan satu Dinar yang engkau keluarkan untuk keluargamu yang menjadi tanggunganmu ya itu harta kita ya ada yang keluar untuk infak fisabilillah ada yang keluar untuk membiayai ataupun menghidupi khadim pembantu atau Budha ada uang yang kita keluarkan untuk bersedekah dan ada uang yang kita keluarkan untuk Iyal yaitu untuk keluarga dari semua bentuk mengeluarkan harta atau uang tadi adalah Dina Dinar uang yang kamu keluarkan nafkahkan untuk keluargamu yang kau infakkan untuk keluarkan kau belanjakan itu untuk kepentingan dan kemaslahatan keluargamu ya Jadi ini adalah bentuk infaq ataupun shadaqoh yang paling yang paling baik kata nabi ya yang paling utama afdalluha yang paling Afdal ya yaitu infak yang kita keluarkan untuk keluarga justru ya untuk anak istri kita lalu Bagaimana jika orang itu tidak punya anak istri bagaimana dia bisa mendapatkan shodaqoh ataupun infaq yang paling utama ini Ya sementara Dia tidak punya istri apalagi punya anak kalau nggak punya istri bagaimana dia punya anak ya Nah demikian itu alasan salah satu alasannya kaum Sufi memilih tidak menikahi yaitu sebenarnya didorong oleh rasa malas dan gaya hidup malas yang selama ini biasa mereka jalani mereka ada juga yang beralasan nikah itu mengharuskan kecintaan terhadap dunia ya mereka identik kan wanita itu adalah dunia yang menggoda ya mungkin ada juga punya asumsi bahwa yang mengeluarkan Adam dari surga itu adalah wanita ini Keliru bukan ya ini adalah satu asumsi yang salah itu berkembang Juga beredar di tengah-tengah manusia bahwasanya yang menyebabkan Adam keluar dari surga itu wanita hingga wanita dipandang ya rendah dan hina karena menjadi sebab Adam keluar dari surga tidak seperti itu kita katakan apa yang Allah sebutkan di dalam Alquran tidak seperti itu itu adalah anggapan asumsi yang salah ya ya sehingga apa yang kita katakan Ya menuduh wanita adalah biangnya begitu ya ya kambing hitam kan kaum wanita sehingga ada ada sikap membenci kaum wanita membenci jenis kelamin salah satu jenis kelamin Allah ciptakan ini yaitu wanita ya karena anggapan bahwa Inilah dia yang menggoda Adam ya dialah yang menggoda Adam dan hingga akhirnya keluar dari surga kisah yang Allah sebutkan di dalam Alquran tidak seperti itu Dan kalau ulang-ulang itu kisah di dalamnya di dalam Alquran di dalam Kitab sucinya tujuannya apa agar manusia tahu sejarahnya Bagaimana yang benar ya nggak seperti mungkin ya itu kisah-kisah dari Israel lihat atau dari kitab suci terdahulu yang sudah diselewengkan menceritakan yang sebenarnya bahwa yang membuat Adam tergoda mendatangi pohon itu mengambil buahnya adalah iblis bukan wanita ya Apa kata iblis ya Adam kepadamu satu pohon Keabadian dan kerajaan yang tidak Fana dengan makan buah itu kamu akan abadi mendapatkan kerajaan yang yang tidak fana tidak akan binasa jadi tidak benar anggapan bahwa wanita lah yang menjadi biang keroknya yang menjadi yang keladi dari semua ini yang membuat Adam keluar dari surga tidak nah ini hingga akhirnya sebagian orang ya membenci wanita mereka tidak suka kepada jenis kelamin wanita ini yang dianggap menjadi beban begitu ya hingga di kalangan masyarakat jahiliyah Dulu mereka tidak menyukai jika yang lahir itu adalah bayi wanita bayi perempuan lalu mereka menguburnya hidup-hidup gitu ya nggak demikian nah ini adalah penilaian yang sangat-sangat kita katakan sesat ya terhadap wanita Islam tidak seperti itu memberikan gambaran tentang wanita Ayah Adam Allah beri pasangan ya Dan Allah perintahkan Adam dan pasangannya untuk masuk ke dalam surga nah ini pandangan asumsi seperti yang harus diluruskan ini ya kaum Sufi ini beralasan ya mereka tidak menikahi itu karena nikah mengharuskan kecintaan terhadap dunia ya akan muncul cinta kepada dunia maka mereka pun menghindari menikah ya Ada riwayat dari Abu Sulaiman adaroni bahwa ia mengatakan ketika seorang pergi mencari hadis berpergian mencari penghidupan atau menikah berarti dia telah condong kepada dunia ya ini pandangan kaum Sufi ya ya mereka mengkategorikan mencari hadis ya mencari nafkah dan menikah menikahi wanita ini adalah sikap condong kepada dunia aneh juga ini ya karena mencari hadis itu kan nggak ada kaitannya dengan dunia itu kan ilmu ya lalu mencari kehidupan juga ya kita kan hidup di dunia perlu kehidupan perlu nafkah untuk menegakkan tulang punggung kita lalu wanita inilah pasangan yang Allah buat-buat ciptakan untuk kita untuk mendapatkan anak keturunan Bagaimana kita bisa berkembang biak jika tidak ada wanita yang mana mereka punya rahim setelah diproses anak manusia yang berikutnya yang akan datang generasi mendatang Nah demikian jadi agak aneh jika memandang bahwa 3 perkara itu adalah perkara dunia yang menjauhkan kita dari Allah subhanahu wa ta’ala pandangan Ya sebagian atau kita mayoritas kaum Sufi di dalam bab ini juga mengatakan ini berseberangan dengan syariat Bagaimana mungkin seseorang ya kita katakan tidak pergi mencari hadits sementara para malaikat meletakkan saya mereka untuk para penonton ilmu ya jadi mencari hadits ini maksudnya menuntut ilmu mendatangi majelis-majelis ilmu ya bagaimana tidak dilakukan karena sebab para malaikat itu meletakkan sayap mereka untuk para penuntut ilmu dikategorikan itu sebagai apa tindakan mencintai dunia ini nggak nyambung istilahnya Lalu bagaimana mungkin seorang tidak mau mencari penghidupan sementara Umar Bin Khattab pernah mengutarakan sungguh Lebih baik aku mati berjalan kaki demi mencari rezeki untuk mencukupi diri sendiri agar tidak meminta-minta dan mengemis daripada aku mati saat berperang di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dikatakan bahwa mencari nafkah itu juga jihad ya Salah satu bentuk jihad ya kita mencari nafkah yang halal ya demikian wallahualam jadi kata beliau Ibnu jauzi mengatakan menurutku semua kondisi sufi yang dijadikan alasan bagi mereka itu jelas-jelas menyalahi syariat Islam mulai dari pandangan bahwa menikahi itu bisa melalaikan mereka dari ibadah nikah itu adalah bentuk simbol kecintaan kepada dunia dan sikap mereka yang membenci wanita yang yang kambing hitamkan wanita yang kemudian alasan mereka bahwa konsekuensi menikah itu adalah berat ya sulit harus mencari mencukupi kebutuhan nafkah anak istri dan lain sebagainya jadi semua alasan-alasan ini jelas-jelas kata beliau menyalahi syariat Islam ya menyalahi syariat Islam nah kemudian ada sekelompok Sufi generasi akhir mereka menyengaja tidak menikah supaya dikatakan dianggap sebagai orang yang zuhud ya supaya dianggap ataupun dikira orang yang zuhud nah ini akan kita bicarakan lebih lanjut ya Apa hubungannya kezuhudan dengan tidak menikah apakah tidak menikah sudah pasti zuhud ya orang yang menikah pasti tidak zuhud nah ini akan kita bahas pada pertemuan yang akan datang Insya Allah ya Nah mungkin sampai di sini dulu materi kita pada kesempatan siang ini ya mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua aku luka oleh Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Abdul Ihsan Al Azhari al-maidani Ma fidzahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat demikian tadi foto Islam mozakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kita palbis iblis tipu daya iblis dan penjelasan berkaitan dengan talbis iblis trip today iblis terhadap kaum sufi yang tidak mau menikah Semoga apa yang disampaikan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita semua dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam meraih Hidayah dan petunjuknya Amin ya robbal alamin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih atas kebersamaan anda semua apabila taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *