radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah para pemerhati Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah senang sekali rasanya di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kita masih bisa bersua kembali dalam program kajian ilmiah yang akan disampaikan secara langsung oleh guru kita Ustadz Ali Nur hafizahullah dari kota Medan Sumatera Utara pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan ringkasan dari kitab al-qiyamah Al Kubro Hotel setelah penyampaian materi silahkan nantinya Anda dapat bertanya secara langsung di Line telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui singkat di charge WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilahkan kepada Al Ustadz Valet Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] kaum muslimin kaum muslimat para pemerhati Rodja TV dan pendengar Radio Rodja di manapun Anda berada Alhamdulillah kita kembali bertemu dalam kajian kita bertemu dalam kajian perjalanan setelah kematian yang kita ambil dari kitab yang kita ambil dari kitab al-qiyam atau Kubro kita sudah memberikan 3 kali pertemuan Ringkasan buku ini kita masuk pada pertemuan yang keempat ya dimana di kajian yang lalu kita telah bahas terkait dengan hisab sekarang kita lihat Bagaimana kaidah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghisap hambanya [Musik] dalam menghisap para hamba yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang pertama yaitu keadilan yang sempurna keadilan yang sempurna yang tidak ada sedikitpun kezaliman di dalamnya sempurna dan murni keadilan yang sempurna dan murni tidak terkotori sedikit pun kezaliman Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian setiap jiwa setiap manusia akan diwafatkan dan mereka tidak akan pernah terzalimi Oleh karena itu ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan vonis hukum nanti di Mahkamah pengadilan Allah di hari kiamat maka vonisnya itu benar-benar vonis yang tidak mengandung kezaliman sedikitpun yang kedua yaitu Prinsip kedua tidak ada satupun manusia menanggung dosa yang lain artinya masing-masing manusia menanggung dosa yang dia perbuat makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mengemban bertanggung jawab terhadap manusia yang lain tidak ada seorangpun yang bertanggung jawab ataupun mengemban dosa orang lain Jadi kalau si A melakukan dosa maka dia tanggung sendiri kalau si B melakukan dosa ya dia tanggung jawab sendiri di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun ayat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Al Ankabut ayat 13 dimana Allah mengatakan sesungguhnya mereka akan mengemban dosa mereka dan dosa orang lain loh ini kenapa bagaimana tadi prinsip dasarnya yaitu tidak ada yang mengemban yang bertanggung jawab terhadap dosa yang dilakukan oleh orang lain tapi dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan wilayah mereka akan mengemban bertanggung jawab terhadap dosa mereka dan dosa orang lain ikhwah Kenapa orang ini bertanggung jawab terhadap dosa orang lain karena dialah penyebab orang tersebut berdosa jadi tentunya itu saja Misalnya dialah yang menawarkan narkoba kepada orang lain yang merayu orang lain untuk menggunakan narkoba misalnya sabu-sabu misalnya maka ketika orang tersebut akhirnya menjadi pengguna maka yang menawarkan itu juga ikut berdosa karena dialah penyebab orang tersebut berdosa inilah makanya dikatakan sungguh mereka akan mengemban bertanggung jawab terhadap dosa mereka dan sekaligus dosa dosa orang lain dikarenakan sekali lagi dikarenakan orang lain itu berdosa gara-gara dia makanya kan Rasulullah pernah mengatakan [Musik] Siapa yang melakukan sunnah yang buruk perbuatan yang buruk kemudian kemudian diikuti oleh orang lain perbuatan buruk tersebut maka dia akan berdosa dia akan mengemban dosa dan dosa orang yang ikut melakukannya orang yang ikut melakukannya juga berdosa Tapi orang yang pertama melakukan perbuatan buruk maka dia mengemban dosanya dan dosa orang yang mengikuti dia ya karena dia sebagai penyebab bukan berarti orang yang kedua yang mengikuti orang yang pertama ndak berdosa berdosa juga dan orang yang pertama double dosanya dia melakukannya dosa karena orang lain mengikuti dosa dia maka dia juga mengemban dosa orang tersebut karena dialah penyebab orang tersebut makanya tidak dikatakan tidak ada yang namanya dosa orang lain dibebankan oleh seseorang nggak tidak ada saya tetap ada hubungan dosanya kemudian prinsip ketiga yaitu nanti Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan apa namanya akan memberitahukan kepada setiap hamba itu akan dosa-dosa yang pernah dia lakukan makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan atau Almaidah ayat 105 kepada Allah semua kalian akan kembali jami’an ya walau akan beritahukan kepada kalian akan apa yang pernah kalian lakukan semasa di dunia makanya kalimat nafsu makan 5 Seorang akan mengetahui apa yang pernah dia lakukan baik yang yang lama maupun yang baru itu intinya ya’mal miss barangsiapa yang melakukan kebaikan dia akan lihat Allah akan beritahukan kebaikannya barangsiapa yang melakukan perbuatan buruk dia juga akan melihatnya Jadi intinya bahwasanya ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan hukum hukuman ya memvonis hukum terhadap orang tersebut maka Allah akan memperlihatkan dahulu kepadanya akan dosa-dosa yang pernah dia lakukan Jadi bukan apa namanya bukan sebuah dosa yang dia lupa nggak Allah Ingatkan akan dosa-dosa yang pernah dia lakukan kemudian apalagi Prinsip keempat yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan melipat gandakan amalan kebaikan yang pernah dilakukan oleh seorang hamba tidak dilipatgandakan perbuatan buruk Jadi kalau seandainya seorang hamba itu melakukan sebuah perbuatan baik Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan lipat gandakan dan hampir dan semua perbuatan baik yang jadi dilaksanakan itu dilipatgandakan Allah tidak ada yang satu kebaikan dikasih kebaikan tidak tidak ada satu kebaikan diberikan satu kebaikan secara umum satu kebaikan umumnya dibalas dengan 10 kebaikan itu minimal dan saya ulangi bahwa saya satu kebaikan umumnya dibalas oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan 10 kebaikan Adapun mereka yang berniat niat kuat azab untuk melakukannya ini baru dicatat oleh satu kebaikan sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk melakukan suatu perbuatan baik Tapi dia nggak jadi lah melakukannya kata Allah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan Tuliskan untuk dia satu pahalapun tapi kalau dia lakukan maka dia akan mendapat 10 kebaikan hingga 7700 kebaikan dan bahkan pada kebaikan lipat ganda yang tidak terbatas ya lipat ganda yang yang tidak terbatas demikian Ikhwan seperti Allah sebutkan Man ja’ah barangsiapa yang melakukan suatu kebaikan maka untuk dia 10 lipat ganda Demikian maka untuk dia dituliskan 10 kali kebaikan jadi yang ditulis oleh Allah subhanahu wa ta’ala satu perbuatan baik akan ditulis 10 itu minimal ya bahkan sampai 700 bahkan ikhwah seperti sabar Allah mengatakan sesungguhnya seorang yang sabar diberi kan pahalanya dengan tanpa hisab itulah rahmatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap hambanya Adapun perbuatan baik satu perbuatan Adapun perbuatan buruk satu perbuatan buruk akan ditulis satu perbuatan buruk tidak ada Jadi dua perbuatan kecuali seperti yang kita katakan tadi perbuatan buruk itu diajarkan kepada orang lain akhirnya setiap orang lain yang berbuat buruk dia juga dapat kena dia juga terkena dosanya demikian 3 kali dia lakukan tiga kali dia dosanya karena dia mengajarkannya itulah Ikhwan namun begitupun ada satu lagi yaitu dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala merubah keburukan menjadi kebaikanlah kita katakan bahwasanya satu kebaikan akan diganjar oleh Allah subhanahu wa ta’ala minimal 10 kebaikan nanti dari akhirat minimal tuh dan maksimalnya tidak ada karena tanpa batas Adapun keburukan satu keburukan akan ditulis satu keburukan kecuali kalau keburukan ini di ajarkan pada orang lain maka dia mendapat dosa Jariyah lah kita katakan ada juga keburukan itu diubah oleh Allah dengan kebaikan sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim di mana ikhwah rahimahullah Nanti di hari akhirat akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala keluarkan dia dari api neraka jadi orang ini adalah orang yang terakhir keluar dari api neraka dan orang yang terakhir masuk ke dalam surga dan dengan ikhwan dan pada saat itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukkan Bagaimana dosa-dosa kecilnya dan dia mengakui dan dia khawatir cemas Allah menunjukkan dosa-dosa besarnya ya khawatir dan sangat cemas Allah menunjukkan dosa-dosa besarnya sedangkan Allah tunjukkan dosa-dosa kecilnya saja dia sudah cemas minta ampun sangking cemasnya apalagi Allah tunjukkan dosa-dosa Besarnya tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan kepada hambaNya ini ya satu keburukanmu akan aku tukar dengan satu kebaikan satu dosanya akan ditukar dengan satu kebaikan jadi kan kalau biasa yang yang standarnya satu kebaikan jika dilakukan akan diberikannya 10 kebaikan satu keburukan ya satu keburukan Tapi kali ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan ada orang-orang tertentu di mana satu keburukan Allah tukar dengan kebaikan Jadi kalau dia melakukan 10 keburukan Allah Ubah menjadi 10 ke kalau ada seorang melakukan satu keburukan Allah ubah dengan 10 kebaikan demikian apa kriterianya tapi intinya ada nanti di hari Dahsyat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan ganjaran seperti ini kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam pengadilannya hisabnya ya dalam dalam hisabnya Allah akan datangnya saksi-saksi di samping Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tunjukkan Ingatkan Kembali dosa-dosa yang telah dia lakukan Allah akan datang dan saksi-saksi yang terbesar adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri itu saksi yang terbesar Allah subhanahu wa ta’ala itu atas segala sesuatu maha menyaksikan jadi Allah saksinya yang pertama saksi terbesar yang kedua yaitu para rasul akan menjadi saksi terhadap setiap umatnya ya setiap umatnya nabi Musa akan menjadi saksi untuk umatnya jadi apa saja perbuatan-perbuatan umatnya itu Nabi Musa yang akan menjadi saksi demikian juga pengikut-pengikut Nabi Isa maka Apa yang dilakukan oleh umatnya nabi Isa akan menjadi saksi demikian juga Rasulullah SAW akan menjadi saksi atas umatnya bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan umat Rasulullah akan menjadi saksi atas umat-umat sebelumnya atas umat-umat sebelum umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Ikhwan apalagi yang menjadi saksi manusia atas perbuatan manusia nanti di hari akhirat yaitu bumi hari malam itu semua menjadi saksi bumi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan pada waktu itu bumi akan menceritakan laporannya akan menyampaikan laporannya para sahabat rasul mengatakan hal tadri hal tadrun Maaf baru tahu nggak kalian apa laporannya pada saat itu bumi akan menceritakan tingkah laku manusia yang pernah terjadi ketika berada di atas di atas Si Fulan pada hari ini di tempat ini dan melakukan ini Demikian akan menjadi saksi demikian juga Ikhwan para malaikat juga akan menjadi saksi ya para malaikat juga akan menjadi saksi terutama malaikat yang mencatat amalan-amalan Manusia itulah rahimanillah itulah dasar-dasar kaidah dalam Allah Subhanahu Wa Ta’ala melakukan hisabnya terhadap hamba-hambanya kemudian kita lihat apa saja yang akan ditanya nanti dihadapan apa saja pertanyaan yang akan ditanyakan diajukan kepada hamba pada para hamba yang pertama yang pertama nanti akan ditanya yaitu tentang kekufuran kesyirikan kekufuran yang pernah dilakukan oleh para manusia kesyirikan yang pernah dilakukan oleh para manusia itu akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dalam satu suara ayat 92 93 waktu lalu Dikatakan kepada mereka datangkan bisa nggak dia membela mana yang kalian sembah-sembah selain Allah apakah mereka pada hari ini bisa menolong kalian ataukah mereka bisa menolong diri mereka sendiri tidak perlu jawaban Ini pertanyaan yang menghinakan yang mengolok orang-orang yang dahulu semata dunia merasa apa yang mereka sembah itu punya sesuatu punya kekuatan hari ini kata Allah di hari kiamat nanti Mana dia yang kalian sembah-sembah benar mereka punya kekuatan benar mereka punya kekuasaan ini akan ditanya di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala nantinya dan dengan ikhwah rahimanya Allah kemudian apalagi yang akan ditanyakan kepada para hamba tentang nanti di apa namanya di padang mahsyar yaitu tentang Amalan apa saja yang pernah dilakukan semasa jadi dunia akan ditanyakan ikhwan dalam sebuah Hadis disebutkan bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Firman dalam surat al-hijr ayat 92 93 demi Tuhanmu kami akan menanyakan kepada semua mereka atas apa yang pernah mereka lakukan dalam sebuah hadis yang sangat Rasulullah pernah mengatakan laa tazarukota tidak akan beranjak dari tempat yang menjadi hari kiamat dari sisi allah subhanahu wa ta’ala sampai dia ditanya tentang 4 hal ya tentang usianya hanya ilmu tentang ilmunya Seberapa jauh ilmunya sudah dia amalkan umrihi FII maafna usia dia nikmat usia Kemana dia habiskan usianya Allah berikan dia nikmat usia 70 tahun 60 tahun 80 tahun 50 tahun dihabiskannya kemana kemudian akan ditanya tentang hartanya tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan kemana dia habiskan kemudian wa Anjas di Fima ablah tentang jasadnya apa yang sudah dia gunakan jasadnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala amanahkan kepadanya apa yang sudah dia dia lakukan dengan jasad tersebut akan ditanya amalan manusia di dunia kemudian apalagi ikhwah yang ditanyakan tentang lain kalian akan ditanya nanti di hari kiamat tentang nikmat yang pernah kalian yang pernah kalian Terima akan diberi akan ditanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahkan kalau kata apa namanya kata Hasan al-bashri Beliau mengatakan bahkan tentang makan siang makan malam kalau di jubir mengatakan bahkan tentang madu yang dia minum Mujahid mengatakan tentang semua kelezatan dunia kalau abuki lebah mengatakan yang makan minyak saman yang makan roti Ibnu Abbas menyebutkan tentang kesehatan badan tentang pendengaran tentang penglihatan itu semua akan ditanyakan semua nikmat-nikmat tersebut akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kalian akan ditanya tentang nikmat yang pernah diberikan kepada kalian semua nikmat padahal ikhwah Allah mengatakan kalau kalian hitung-hitung nikmat yang Allah berikan kepada kalian kalian nggak sanggup kalian tidak sanggup untuk menghitungnya tak sanggup terus itu yang akan ditanyakan akan ditanyakan satu persatu tentang nikmat-nikmat tersebut akan ditanyakan juga tentang perjanjian-perjanjian yang pernah kita lakukan ya tentang perjanjian-perjanjian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan atau israf wahai manusia laksanakan perjanjian yang telah kamu janjikan ini adalah ada perjanjian itu akan ditanyakan perjanjian ini termasuk akad-akad akad jual beli akan sewa menyewa Apakah kalian melanggarnya apa tidak termasuk demikian janji kita kepada orang-orang itu semua akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala demikian juga dengan pendengaran penglihatan pikiran itu juga akan ditanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala Firman kalian Jangan bicara kalau kalian tak punya ilmu Kenapa sesungguhnya pendengaran penglihatan dan pikiran semuanya itu akan ditanya dimintai pertanggungjawaban nanti dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala rahimahullah kemudian apa yang pertama Karena dia sudah di sebutkan apa saja apa namanya poin-poin yang akan ditanyakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala nanti di hari akhirat jadi kekufuran amalan manusia di dunia kemudian nikmat yang telah dia diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian tentang perjanjian-perjanjian yang telah dia lakukan semasa di dunia kemudian pendengaran penglihatan dan pikiran ya sekarang dari itu semua apa yang pertama sekali yang akan dihisab apa yang pertama sekali yang pertama sekali dihisab ya yang Nanti dihisabkan secara global ada dua yaitu akan dihisap hak Allah terhadap manusia dan hak manusia terhadap manusia yang baik ya hak Allah terhadap manusia dan hak manusia terhadap manusia yang lain maka dalam masalah ini yang pertama sekali dihisab adalah masalah salat sebenarnya para ulama ada perbedaan pendapat antara yang pertama sekali dihisab itu masalah salat kah atau masalah darah ya masalah sedekah ataukah masalah darah maka para ulama membedakan ya antara masalah salat dengan masalah darah Adapun masalah memang ada juga disebutkan dalam sebuah hadis bahwasanya awal sekali akan dihisap dari seorang hamba adalah masa darah itu ada ya sama-sama di awal tapi kalau kita klasifikasikan ya apabila bicara tentang masalah Allah maka yang pertama sekali yang akan dihisap adalah masalah salat apabila bicara tentang hak manusia muamalah manusia dengan manusia yang lain maka yang akan yang pertama sekali yang akan di hirup adalah masalah darah namun dari itu semua Mana lebih dahulu hak Allah kah yang akan dihisab ataukah hak manusia karena mungkin nggak mungkin berbarengan maka para ulama banyak yang menyebutkan bahwasanya yang pertama sekali akan dihisap adalah hak Allah terhadap manusia maka dari semua itu yang pertama sekali yang dihisab adalah hak Allah terhadap manusia yaitu masalah salat sebagaimana hadis yang sudah sangat masyhur ya kemudian Ikhwan Bagaimana dengan Apakah hisab itu ada ada jenisnya ada ya hisab itu ada jenisnya kalau kita bicara manusia terkait dengan hisab nanti di hari kiamat pertama ada manusia-manusia itu yang masuk surga dengan tanpa hisab bila hisabin tidak ada hisab dan juga tidak ada azab ini yang kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ya ini yang sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya nanti di hari kiamat akan ada dari kalangan umat Rasulullah yaitu 70.000 orang masuk surga dengan tanpa hisab dengan ciri-ciri yang beliau Sebutkan dalam hadis tersebut ya dengan ciri-ciri yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sebutkan di hadis tersebut kemudian ikhwah dalam hadis yang diriwayatkan oleh yang Tirmidzi tadi abi umamah beliau menambahkan setiap 1000 orang dari 70.000 orang itu setiap 1000 orang itu membawa 70.000 orang berarti kalau kita total 70.000 dibagi 1070 70 kali 70 70 kali 70.000 ditambah dengan 70.000 sekitar 4 juta 900 an nah Gitulah itulah yang masuk surga dengan dengan tanpa tanpa hisab bila hisabin pada azab kemudian ada juga orang yang masuk surga itu setelah dihisap yang masuk surga setelah dihisab hisab ini ada dua ada hisabai yasiro seorang yang dihisab tapi hisabnya muda Bagaimana cara Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghisap dengan mudah yaitu ketika Allah mengintrogasi ketika Allah menanyakan apa yang pernah dia lakukan itu dalam kondisi tertutup tidak diperlihatkan dihadapan makhluk-makhluk Allah diharap manusia-manusia yang lain di hadapan di Padang di padang mahsyar kemudian Allah introgasi dia Bukankah kamu telah melakukan ini Bukankah kamu telah melakukan ini kemudian dia pun terserah ya karena dia tahu apa yang dikatakan Allah itu benar tidak ada sedikitpun kezaliman di sana dan pasrah dia dah mana lagi memang sudah pernah dia lakukan kemudian Allah ampunkan itu semua Allah Allah ampuni dosa-dosa yang dia lakukan kemudian Allah pun beri dia kitab catatan amalan melalui sebelah kanan sehingga dia ketika ketika dia selesai dalam hisabnya Allah introgasi Allah dia bawa kitabnya kalian baca ini buku-buku saya ini dia sangat bangga dengan kitab itu demikian itu yang bisa ini masuk surga jadi yang satu kelompok masuk surga dengan tanpa hisab nggak ada ditanya-tanya langsung masuk ya daerah ada yang masuk surga setelah dihisab setelah dihisab tapi mudah hisabnya hisap mudah tuh pengampunan-perngampunan pengampunan kata Rasul Wasallam dia pasti akan diazab jadi bagaimana mereka yang dihisab dengan cara yang rumit ya detail maka dia akan masuk neraka demikian Ikhwan kalau dia seorang muslim kalau dia seorang muslim satu hari nanti dia akan masuk ke dalam surga kalau dia seorang kafir dihisap dengan hisab yang sangat sulit kemudian dia masuk neraka dan kekal di dalamnya itulah yang terkait dengan masalah selanjutnya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah dihisab ini ya setelah dihisab Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan catatan amalan jadi ada yang diberi catatan amalan yang dari sebelah kanan ada yang diberi catatan dari sebelah kiri demikian yang diberi jari sebelah kanan tadi itulah yang telah mendapatkan histabah adapun yang diberi catatan sebelah kiri inilah sahabat jadi pemberian kitab catatan amalan itu ya itu setelah dihisab seperti yang pernah kita pelajari ya Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan seorang itu 99 buku catatan amalan yang Satu buku saja panjangnya sejauh mata memandang selanjutnya apalagi kejadian berikutnya yaitu setelah hisap setelah pemberian buku catatan amalan kemudian mulailah mengkisos antar makhluk isos yang terjadi antar sesama makhluk Apabila ada manusia yang terzalimi ya dia akan menuntut maka akan di qisos ya dia nanti akan ini dengan cara memberikan amalan-amalan ya berikan amanah amalan bagi siapa yang pernah menzalimi saudaranya maka dia kasihkan maka dia dia kasihkan kemudian [Musik] terkait dengan dengan darah di qisos nanti adanya pengkhisahan ini di hari kiamat yaitu terkait dengan dengan darah yang pernah terjadi juga ada qisos antar sesama hewan jadi mungkin para pemirsa pernah mendengar firman Allah Subhanahu wa ta’ala dan saya yakin sudah seringlah dengar ya disitu disebutkan orang kafir mengatakan wahai Seandainya aku adalah tanah aku menjadi tanah Kenapa ucapan ini muncul karena nanti di hari kiamat ketika orang kafir yang sudah yang tahu bakal kemana tempatnya di hari kiamat sudah tahu dia bakal kemana Jadi hari kiamat ya dia melihat bagaimana para hewan itu saling mungkin SOS dimana dahulu hewan yang yang Corona yang punya tanduk yang dahulu semasa di dunia yang punya tanduk menanduk kawannya ini nanti akan membalas setelah selesai semuanya kemudian kata Allah Jadilah kamu tanah melihat hewan-hewan ini setelah di qisos mereka Allah ta’ala maka orang-orang kafir ya mereka itu menghayal ataupun berharap mereka juga ikut dijadikan tanah seperti itu Jadi tidak ada yang namanya neraka demikian karena mereka tahu setelah adanya qisas antar sama manusia itu nanti Ima surga Iman neraka Iman surga Iman neraka demikian Ikhwan Jadi mereka sudah orang kafir-kafir ini sudah melihat Kemana mereka perginya kemana arah tujuan mereka mereka yakin sekali mereka akan digiring akan masuk ke dalam api neraka makanya ketika mereka melihat bagaimana hewan-hewan itu dijadikan Allah jadi tanah Mereka pun berkata wayaqulul kafiru Ya laitani kunturun dan orang-orang kafir mengatakan wahai Seandainya aku menjadi menjadi tanah terus sebabnya ya ucapan ini muncul kemudian kita masuk pembahasan Mizan ya ditimbangnya amalan-amalan perlu kita ketahui dan sebagaimana dikatakan Imam qurthubi yaitu sudah selesai karena apa setelah itu amalan akan ditimbang kata Imam al qudrofi apabila hisab sudah selesai maka setelah itu adalah penimbangan amalan karena hasil dari timbangan itu adalah Aljazair yaitu ganjaran balasan apakah balasan baik ataukah balasan buruk kemudian Apakah timbang timbangan ini hanya satu Apakah timbangan ini hanya satu nanti hari akhirat ikhwah zahirnya bahwasanya timbangan yang Allah letakkan nanti di hari kiamat itu banyak karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan kami meletakkan timbangan-timbangan Jadi bukan kami meletakkan timbangan-timbangan nanti di hari kiamat Barang siapa yang timbangan-timbangannya berat berarti kan banyak timbangannya tidak hanya hanya satu makanya ikhwah Zahir ayat menyebutkan nanti di hari kiamat timbangan tidak hanya satu tapi timbangan itu banyak demikian Ikhwan bisa jadi timbangan yang khusus untuk menimbang orangnya langsung bisa jadi untuk menimbang amalannya saja bisa saja bisa jadi untuk menimbang buku catatan amalannya demikian mungkin masing-masing punya timbangan-timbangan tersendiri khusus bisa jadi seperti itu tapi intinya intinya adalah tidak hanya satu timbangan ya untuk menimbang amalan manusia itu tidak hanya satu timbangan karena disebutkan Taman Barang siapa berarti kan satu nih Barang siapa satu kan tidak satu timbangannya untuk satu orang allahualam kemudian Ahlussunnah Wal Jamaah menyatakan bahwasanya timbangan itu Hakiki ya bukan maknawi timbangan Hakiki Makanya kalau kita lihat ikhwah dalam hadis-hadis Rasulullah SAW menyebutkan bentuk tim apa namanya sifat timbangan pertama beliau mengatakan bahwasanya timbangan ini besar sangat luas beliau katakan bahwasanya Seandainya langit bumi ini ditimbang cukup timbangan itu cukup jadi begitu luasnya langit bumi ini bisa timbangan timbangan itu berarti betapa luasnya timbangannya disediakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kemudian ikhwah timbangan itu juga sebagaimana disebut Rasulullah timbangan itu punya dua daun kemudian timbangan itu bisa bicara kemudian apa saja yang ditimbang apa saja yang ditimbang dari hadis-hadis yang disebutkan disini kita bisa simpulkan yang ditimbang pertama yaitu amalan kebaikan Ya aman kebaikan makanya disebutkan zaman barangsiapa yang timbangannya baik maka lah yang timbangannya ringan maka mereka akan menjadi orang yang sangat merugi dan mereka tempatnya dalam neraka jahanam kekal selamanya Jadi yang pertama ditimbang adalah amalan kemudian apalagi ikhwah yang ditimbang yaitu amilnya orang yang ditimbang orang yang timbang tapi ikhwah berat ringan orang yang ditimbang itu bukan berdasarkan bentuk fisiknya karena Rasul pernah mengatakan bahwasanya nanti akan didatangkan seorang yang besar seorang besar tapi ternyata beratnya beratnya tidak melebihi dari berat sayap nyamuk ya kalau kita sekarang di dunia orang yang tinggi besar tentu berat tapi senang walaupun orang yang ditimbang namun yang menjadikan berat dan tidaknya tetap amalannya kemudian ikhwah apalagi yang ditimbang yaitu amal yaitu buku catatan amalan jadi buku catatan amal ditimbang ya maka tapi tetap yang menjadi berat berat dan tidaknya tetap amalan yang yang menjadi berat dan tidaknya adalah tetap amalan apabila amalan buruknya lebih banyak maka dia akan menjadi berat apa buruknya lebih berat dibandingkan amalannya dibandingkan amalan baiknya apabila lebih banyak amalan baiknya maka amalan baiknya akan lebih berat dibandingkan amalan buruknya jadi misalnya ikhwah rahimahullah tentang timbangan jadi timbangan itu adalah Hakiki ya Hakiki bukan maknawi sebagaimana dikatakan oleh sebagian orang itu jelas salah karena Rasulullah SAW menyebutkan tentang sifatnya luas punya lisan bisa ngomong dan punya dua tahun timbangan demikian rahimanya Allahuma Iya kok kemudian ikhwah kita masuk pada pembahasan tentang haul ini yaitu apa namanya yahood ini yaitu Telaga yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini banyak sekali fasilitas yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sediakan untuk Rasulullah dan untuk orang-orang mukmin yang Insyaallah akan kita bahas pada pertemuan terakhir yang akan datang Insyaallah demikian para pemuda sekalian saya kira itu saja untuk ringkasan di yang keempat ini Insyaallah sekali lagi habislah kita ringkas buku ataupun kitab Al kiamatul kubur allahualam berarti kita tinggal masalah haul masalah Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian apa saja fasilitas yang Allah berikan di telaga telaga tersebut kemudian tentang digiringnya manusia menuju surga dan neraka kemudian bagaimana orang-orang kafir dan orang-orang kafir akan mengikuti sesembahan mereka dan kemudian tersisalahkan orang mukmin orang munafik Bagaimana pula terpisahnya antara orang munafik orang mukmin kemudian Bagaimana pula orang-orang mukmin yang melewati shirat nanti di hari kiamat itu semua ada the rincikan dalam hadis-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semoga bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan ringkasan dari kitab al-qiyamah Al Kubro penjelasan tentang hisab dan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung dalam telepon 021 8236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di Chad WhatsApp di nomor 081983 pertanyaan pertama kita awali dari pesan singkat di kesempatan Ini dari Ibu Yulianti Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz Saya pernah mendengar katanya kelak di akhirat sepasang suami istri bisa menjadi musuh diantara keduanya pasangan suami yang seperti apa yang kelak di akhirat bisa menjadi musuh musuh ustadz dan Apakah seorang istri juga akan menanggung dosa yang akan dilakukan oleh suaminya Mohon penjelasan dan nasihatnya start jazakallahu Khairan silahkan Ustaz Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan yaomayyah pada hari seorang itu akan lari dari saudaranya akan lari dari ibu dan ayahnya akan lari dari pasangannya dan dari anak-anaknya dan masing-masing akan mengurus dirinya masing-masing Kenapa demikian apabila dia pernah menzalimi kalau suami istri dengan pasangannya dia lari dari pasangannya dan lari dari dari anak-anaknya Kenapa demikian-kezaliman yang pernah dia lakukan semasa di dunia ketika seorang suami yang menjabat sebagai seorang suami dia punya tanggung jawab terhadap anak dan istrinya ketika dia pernah menzalimi mereka Maka anak dan istrinya akan menuntut sang istri akan menuntut suami anak akan nurut ayahnya demikian ketika si anak merasa Dia pernah terzalimi di semasa di dunia mungkin seorang ayah yang tidak bertanggung jawab tidak memberikan nafkah tidak memberikan nafkah kepada anaknya tidak mau peduli dengan kebutuhan sandang pangan papan anak-anaknya maka dituntut ini anak akan menuntut ayahnya demikian juga sang istri yang tidak dipedulikan oleh suaminya dia akan menuntut sang suami nanti hari kiamat di dunia gak peduli kalau pernah ada kezaliman yang dilakukan oleh seorang suami dia akan tuntut karena yang penting bagi seorang pada waktu itu bagaimana caranya memperbanyak kebaikan agar terhindar dari api neraka tak peduli Siapa yang ditutup pokoknya apa saja yang pernah kezaliman makanya dari kiamat nanti Allah akan memberikan pengumuman barangsiapa yang pernah merasa terzalimi maka untuk sekarang Maka orang yang paling bahagia pada saat itulah orang yang paling banyak terzalimis masa di dunia demikian juga kalau dia seorang istri maka suaminya akan menuntut dia kalau seandainya sang suami istri tidak melakukan hak-hak suami anaknya juga akan apa namanya menuntut ibunya demikian juga seorang ibu atau ayah akan menuntut anaknya akan menuntut anaknya kalau anaknya pernah menzalimi jadi pada saat itu tidak ada satupun yang menjadi apa namanya yang menjadi teman tidak ada pokoknya kalau pernah dizalimi sudah diangkat untuk sekecil apapun kezaliman itu akan dituntut nanti dari kiamat ini yang dimaksud dengan saling bermusuh nanti yaitu saling tuntut menuntut ingat masing-masing manusia pada saat itu yang paling penting bagi dia Bagaimana caranya selamat dari api neraka yang sudah ada di hadapannya yang dia sudah mendengar Bagaimana marahnya siap membakar habis mereka yang tidak akan pernah mati demikian itu mereka tak peduli Dia akan cari orang-orang yang pernah menzalimi dia Kenapa karena dengan cara itu dia bisa akan selamat dari api neraka minimal akan meringankan azabnya jadi Dengan apa Dengan cara mengambil kebaikan-kebaikannya itu yang dimaksud Ikhwan rohimanya Allah wa iyyakum makanya Allah menyebutkan Al Aqila ubah Allah dan orang yang dekat dan kesayangan demikian pada saat itu nanti akan menjadi musuh kecuali orang-orang yang bertakwa orang mereka akan jadi terus akan berteman sampai di akhirat demikian seorang istri akan mengemban dosa suami setiap dosa yang dia dilakukan setiap dosa kemungkaran yang dilakukan di hadapan kita ya Apakah itu kemungkaran yang dilakukan oleh istri apakah kemungkaran yang dilakukan oleh sang suami dihadapan istri apakah kemungkaran anak yang dilakukan oleh si anak dihadapan kedua orang tuanya maka dalam masalah ini konsepnya adalah man roamikum diantara kalian yang melihat kemungkaran maka dia berubah dengan tangannya jadi dengan kuasanya kalau di rumah tangga Siapa yang berpuasa yang berkuasa terhadap anak dan istri adalah sang suami kepala rumah tangga dia harus rubah dengan kuasa dia hilangnya Status kalau nggak sanggup dengan lisan Siapa itu Ikhwan seperti antara istri dan suami istri tidak bertanggung istri tidak punya kuasa Terhadap Suami anak tidak punya kuasa terhadap ayahnya Jadi bagaimana tidak sanggup ada nggak punya kuasa jadi Bagaimana apakah berhenti dakwah tidak kalau mereka melihat kemungkaran sang anak melihat kemungkaran dari ayahnya sang istri melihat kemungkaran dari suaminya maka stabilisa nih dia bisa berdakwah dengan lisan dengan cara dalam kalau nggak sanggup juga tidak suka dengan kemungkaran itu demikian itulah sebuah tanggung jawab tadi itu demikian Ketika sang istri melihat suaminya nggak salat misalnya merokok misalnya apa reaksi istri untuk mencegah kemungkaran itu apakah dia diam-diam saja para ulama kita mengatakan mereka yang diam saja ketika melihat kemungkaran setan yang tuli demikian Jadi gimana dia harus ada aksi dia nasehati dengan malam-malam posisinya sebagai seorang istri menasehati tentang atasan dia harus Letakkan posisi dia jangan dia menasehati suaminya bagaikan dia seorang dosen terhadap anak mahasiswinya nggak dibolehkan posisinya seorang anak dia harus cegah kemungkaran orang tuanya dengan cara lisan tapi jangan dia memposisikan dirinya sebagai seorang pusat kepada murid-muridnya jangan dia adalah orang tuamu Jadi segala dengan cara yang terbaik dengan posisi anda sebagai seorang anak demikian Allahu a’lam Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikumsalam atas jawaban yang disampaikan semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya masih dari pesan singkat kembali dari Ummu azmir Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustad dan dari beberapa penanya pesan Apakah kita akan bertemu dengan hewan peliharaan kita di dunia dan di akhirat nanti Apakah kita bisa bertemu dengan hewan tersebut dan tadi dikatakan bahwasannya hewan-hewan akan setelah di qisos akan menjadi tanah atau debu dan Apakah ada hewan-hewan yang berada di surga mohon penjelasannya Apakah kita akan bertemu dengan hewan-hewan kesenangan kita di surga Allahu a’lam kita belum sampai pembahasan tentang surga Insyaallah setelah buku ini kita akan masuk pada buku aljanna ada hewan-hewan yang masuk surga tapi saya kurang ingat ya Adapun sebelum masuk ke dalam surga Apakah memang kita sempat bertemu misalnya ketika hewan tersebut saling mengkios Apakah kita sempat bertemu dengan hewan-hewan kita yang di sana ya allahualam disebutkan allahualam dari Sebutkan jadi untuk di padang mahsyar Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada acara mempertemukan manusia dengan hewan-hewannya tidak ada tapi di surga Apakah ada yang jelas ada hewan-hewan yang di surga hewan-hewan tertentu tapi apakah hewan-hewan kesayangan kita masuk ke surga ya apakah hewan yang kita masuk surga Allahu a’lam tetapi apabila kita minta kepada Allah kita di surga nih kita minta ya Allah Saya kepingin kucing saya yang di dunia Insya Allah ya karena Allah kan mengatakan bahwasanya kamu di dalam surga itu akan diberikan apa yang kamu inginkan kalau kamu ingin hewan yang selesai surga mungkin kamu punya kesayangan unta bisa di dunia dan masuk surga kamu minta agar unta itu Allah wujudkan di surga Insya Allah bisa melakukannya karena untuk penduduk surga apa saja yang dia inginkan atau dia punya kesayangan seekor kucing misalnya dia Masya Allah pencinta kucing dia ingin di surga juga ada kucing ya dia minta kepada Allah ya kalian akan diberikan apa yang kalian inginkan sama seperti iswah nanti di surga itu ada pasar ada pasar ya para pedagang-pedagang mungkin rindu dia waktu semasa dia di dunia berdagang jadi dia kepingin juga Gimana kumpul-kumpul di pasar Allah akan buatkan pasar ya jadi setiap laki-laki yang pergi ke pasar begitu dia angin surga ketika dia pulang Apa kata istri-istri yang sedang menunggu Masya Allah kamu semakin tampan dibandingkan sebelumnya si suami juga melihat istri-istrinya sebelum dia pergi dengan Setelah dia pergi Kok tambah cantik begitu Nantilah kita bicarakan Detailnya nanti ketika kita bicara tentang masalah surga dan juga nanti ketika kita bicara masalah nerakallah Semoga apa yang kita bahas tadi bermanfaat demikian full holida wastaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Ali Nur hafidzahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan foto demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin dari ringkasan kitab al-qiyamah Al Kubro Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya semoga semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala nah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan wabarakallah kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta subhanaka wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ali Nur – Perjalanan Setelah Kematian
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply