radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah bismillah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustadz Abu Ihsan al-ashari al-maidani m.azahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis dan di kesempatan ini penjelasan berkaitan dengan tipu daya iblis terhadap kaum sufi yang tidak ingin mempunyai keturunan atau anak 6 Berikut kita akan simak penjelasan yang akan disampaikan selanjutnya ya kita persilahkan kepada Al Ustadz fileta fathol masyhur ustadz Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dimanapun saudaraku berada pertama kita bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu masih melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnul jauzi pada kesempatan siang ini kita akan melanjutkan poin-poin yang ada di dalam kitab tersebut sebelumnya shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada pembahasan yang lalu kita telah menjelaskan bahwa diantara talbis iblis terhadap kaum Sufi adalah memalingkan mereka dari sebuah ibadah yang mulia yang dengan ibadah itu ya kita bisa melangsungkan ya keturunan kita ataupun melanjutkan keturunan kita yaitu pernikahan menikah ya Beberapa syubhat yang muncul di benak mereka di dalam bab ini ya sehingga mereka memilih untuk menjalani hidup membujang bahkan ada yang mengebiri diri dan sebagai konsekuensi dari sikap tersebut adalah iblis juga memasukkan syubhat ke dalam hati mereka ya dalam hal keinginan untuk memiliki keturunan yaitu anak ya kita katakan kalaulah menikah saja mereka menghindarinya Bagaimana pula memiliki anak yang mana memiliki anak ini adalah kelanjutan dari ibadah yang disebut nikah kalau nikahnya saja tidak mereka jalankan Bagaimana ya dengan keinginan memiliki keturunan ya Nah ada beberapa penagihan-penuhilan dari tokoh-tokoh ya mereka atau orang-orang yang kadang-kadang dimanfaatkan namanya untuk dinisbatkan perkataan kepada mereka wallahualam benar atau tidaknya penukilan tersebut diantaranya dari adalah dari Abu Sulaiman ad-daroni bahwa ia berkata diklaim Dia pernah mengatakan orang yang ingin memiliki anak adalah orang yang bodoh Jadi mereka menilai bahwa keinginan punya anak itu adalah suatu keinginan yang bodoh keinginan orang bodoh ya tidak bermanfaat untuk dunia dan tidak pula bermanfaat untuk akhirat ya tentunya mereka memandang dari satu sisi saja ya tidak melihat dari sisi-sisi lainnya berkah kebaikan yang luar biasa dari memiliki keturunan ya Disamping itu memang merupakan suatu naluri yang ada pada makhluk hidup Ya semua makhluk hidup punya naluri memiliki keturunan bahkan hewan ya mereka juga punya naluri untuk memiliki keturunan apalagi manusia ya tentunya untuk melanjutkan keberlangsungan spesies manusia anak Adam di muka bumi ini adalah dengan ya satu menikah Kemudian dari situ ya memiliki keturunan yang baik nasab yang baik ya dengan melalui lembaga pernikahan demikian ya kita katakan sunnah yang dijalani oleh manusia sunnatullah yang dijalani oleh manusia dan Sunnah para nabi dan rasul yang dicontohkan oleh mereka kepada umat manusia ya namun orang orang-orang Sufi ini menganggap bahwa keinginan punya anak itu adalah suatu keinginan yang bodoh ya tidak bermanfaat kata mereka untuk dunia dan akhirat ya kita tahu bahwasanya untuk dunia ya anak itu dalam urusan dunia membantu kita apalagi ketika kita tidak punya kekuatan lagi karena kita tidak selamanya kuat ada masa-masa lemah kita kembali ke ardalil umur yaitu umur-umur di mana kita ya tinggal menunggu waktu dalam kondisi lemah ya Nah di situlah kita mungkin berharap dari anak-anak keturunan kita merawat ya kemudian mengasuh sebagaimana yang kita lihat orang-orang tua Renta yang diasuh dirawat oleh anak-anak mereka Siapa lagi yang dia andalkan diharapkan untuk merawat orang-orang tua seperti ini kecuali anak-anak mereka sebagai bentuk kebaktian anak-anak tersebut kepada orang tuanya ya namun dikatakan oleh mereka bahwa ini tidak bermanfaat untuk dunia Ya jelas ini sangat keliru ya tertolak ya berdasarkan realita yang ada bahwa maunya anak itu bermanfaat sekali akhirat lebih-lebih lagi ya karena kita tahu ada hadis bahwa ada seorang yang dinaikkan derajatnya di dalam surga lalu dia berkata kepada bertanya kepada Allah ya Allah dari mana semua ini aku dapatkan maka Allah berkata kepadanya dari istighfar anakmu untuk dirimu ya istighfar anakmu untuk dirimu dan salah satu perkara yang terus mengalirkan pahala ini merupakan aset pahala bagi seorang adalah anak saleh yang senantiasa mendoakannya lalu Mengapa mereka berkata bahwa memiliki anak itu tidak ada manfaatnya untuk akhirat ya ini bertentangan dengan syariat alasan mereka adalah Ini alasan mereka dan mungkin sangat aneh dan lucu ya kata mereka saat ingin makan tidur atau berhubungan badan keinginan tersebut selalu menyusahkan diri sendiri ya menyibukkan dirinya dengan hal itu begitu pula tatkala Anda beribadah keinginan itu pasti mengganggu dirinya istilahnya hal itu mengganggu ibadahnya ketika salat mungkin muncul dalam pikiran urusan anak ya jadikan seperti orang yang punya kendaraan di siang hari dan berkata ini lampu kendaraan mubazir nggak ada manfaatnya ini maka dia lepaskan lampu kendaraannya ketika tiba malam hari dia kebingungan Kenapa karena dia tidak punya sumber cahaya nah mereka katakan punya anak ini mengganggu ibadah Iya dari satu sisi Ya sebagian orang terganggu dan anak itu merupakan fitnah innama amwalukum fitnah ya tapi tidak tepat ya kita ambil satu nasari lalu ya kita pahami dengan cara serampangan lalu kita katakan karena anak itu fitnah maka lebih bagus gak punya anak karena banyak hal-hal yang Allah sebut sebagai fitnah dunia adalah fitnah wanita juga fitnah Apakah kita menjauhi wanita ataupun ya kita tidak memerlukan wanita di dalam kehidupan itu kan tidak realistis juga Karena Wanita itu bagian dari pria ya pria itu bagian dari wanita saling membutuhkan satu sama lainnya ya maka nggak boleh kita memahami syariat ini secara kita katakan setengah ya ataupun setengah-setengah kita ambil satu nassar’i lalu kita tinggalkan yang lain ya Bukankah nabi menganjurkan kita untuk menikahi wanita yang subur ya dan nabi berkata ini muka si runbikumul Umam aku berbangga dengan jumlahmu yang banyak pada hari kiamat dan salah satu tujuan pernikahan adalah kita bisa menghasilkan keturunan ya dari pernikahan tersebut demikian jadi harus ditempatkan ya secara benar ya harta misalnya Allah katakan fitnah hartamu fitnah Apakah kita tidak perlu harta lalu harta itu kita ya buang atau kita singkirkan seperti yang sudah kita sampaikan sebelumnya ya salah satu talbis iblis terhadap kaum Sufi adalah mereka melepas harta-harta mereka sehingga mereka hidup tanpa harta dan ini kan tidak realistis ya akhirnya mereka hidup bergantung kepada belas kasih orang lain nah ini karena kesalahan di dalam memahami nasna syariat ya mengambil satu dalil lalu meninggalkan dalil-dalil yang lain sama seperti orang yang membacalin Celakalah orang yang salat orang yang salat celaka maka ya dia pun tidak salat karena salat itu membuat orang celaka tanpa melanjutkan atau melihat ayat-ayat yang lain ataupun lanjutan dari ayat tersebut itulah bahayanya memahami agama sepotong-sepotong ya Nah demikian jadi kita juga dapati ayat-ayat dan hadis-hadis yang menganjurkan kita untuk memiliki keturunan ya berkembang biak di muka bumi ini salah satu naluri yang ada pada manusia demikian wallahualam ini merupakan kekeliruan yang fatal Kemudian beliau mengatakan kami akan Uraikan berikut ini sebagai berikut yazim mengatakan ketika menciptakan dunia Allah menginginkan agar dunia ini tetap berlangsung hingga batas yang tetap yang telah ditetapkan Ya bagi dunia tersebut ajalnya ada ya tentunya Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi adalah untuk mewarisi bumi dan menjaganya lalu Bagaimana jika manusia yang diwariskan kepada mereka bumi ini memilih ya Jalan Hidup tidak punya keturunan atau tidak memiliki hasrat memiliki keturunan tidak punya hasad memiliki keturunan Lalu bagaimana mereka jadi khalifah di muka bumi ya maka dari itu awal tanamkan naluri berkembang biak pada manusia dengan cara yang mulia dan terhormat daripada ya kita katakan makhluk-makhluk lainnya seperti binatang bukti tidak mengenal yang namanya lembaga pernikahan tidak ada nikah ya berkembang biak tanpa nikah manusia dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala ya mereka punya keturunan itu dibalut dengan ya kita katakan syariat nikah dengan itu melalui itu kita berkembang biak Nah demikian maka ketika Allah menciptakan dunia Allah ingin agar dunia ini terus berlangsung bahwa anak Adam ini mau saling mewarisi generasi demi generasi ya hingga batas waktu yang telah ditetapkan atas dunia ini sementara keberadaan manusia hidupnya di dunia ini tidak berlangsung lama Artinya kita tidak hidup selamanya sampai kiamat lalu Bagaimana menjaga keberlangsungan ya kita katakan anak Adam spesies anak Adam ya tentunya dengan Ya Melahirkan keturunan demikian ya kita sebentar saja lalu berganti dengan generasi-generasi yang baru penerus ya Nah demikian Lalu Allah mempergilirkannya dengan generasi-generasi manusia dari masa ke masa dari zaman ke zaman ya Nah demikian maka secara naluri Allah Subhanahu Wa Ta’ala mendorong manusia agar berpikir bagaimana memelihara keberlangsungan hidup yaitu dengan membenamkan atau menanamkan api syahwat di dalam jiwa manusia ada kecenderungan untuk itu sekaligus membuka keberkahan pintu syariat dengan syariat nikah demikianlah demikian itulah yang sesuai atau dengan apa namanya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat an-nur ayat 32 Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan lah orang-orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamu laki-laki maupun perempuan laki-laki maupun perempuan hingga budak saja didorong untuk punya keturunan walaupun yang lahir budak lagi kan begitu ya Nah kan ada alasan bahwa itu mungkin akan berkata saya budak nggak mempunyai keturunan karena saya kalau saya punya keturunan jadi budak lagi tidak Walaupun budak maka nikahkan budak-budak kalian yang laki-laki dan perempuan ya agar mereka punya keturunan juga nggak ada alasan ya bahwa status saya budak saya nggak usah punya anak saja itu aja nggak jadi alasan Bagaimana orang-orang yang merdeka kita bukan Buddha karena kita lahir nggak jadi budak kan budak saja Allah perintahkan untuk berkembang biak walaupun anaknya lahir statusnya ya tetap muda demikian wallahualam para nabi pun menginginkan anak dan itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan di dalam Alquran melalui doa-doa mereka yaitu kisah doa-doa para nabi yang berhasrat memiliki keturunan diantaranya ya doa yang dipanjatkan oleh Nabi Zakaria Robbi habliatan demikian juga doa Nabi Ibrahim Robbi habli minassholihin ya dan banyak lagi ayat-ayat yang sama seperti itu yang menceritakan bagaimana para nabi itu bersungguh-sungguh minta kepada Allah anak-anak keturunan ya anak-anak keturunan ya bahwa mereka salah satu Fitrah dan Sunnah para nabi dan rasul adalah memiliki keturunan demikian wallahualam maka menikah adalah sebab hadirnya orang-orang Saleh ya menikah adalah sebab hadirnya orang-orang Saleh Bukankah melalui hubungan badan antar laki-laki dan wanita lahir seorang Imam Syafi’i Imam Ahmad dan para orang-orang Mulia bagaimana mereka ini muncul kalau ya manusia tidak punya keinginan hasrat untuk memiliki keturunan ya Nah melalui itu Ya kita katakan manusia berkembang biak di muka bumi ini tapi kalau kita lihat hari ini ya ya pandangan hidup seperti ini ya itu juga dianut oleh orang-orang sekarang ada di sana satu aliran yang disebut Child free banyak juga diantara muslim-muslimah ya memilih kita katakan jalan seperti itu mereka menikah tapi mereka buat kesepakatan yaitu tidak punya anak ya Nah ini semua syarat yang tidak sejalan dengan kitabullah maka itu adalah syarat yang batil walaupun 100 syarat bahkan nggak boleh di dalam akad nikah disyaratkan saya menikah denganmu dengan syarat tidak punya anak itu tidak dibenarkan karena bertentangan dengan tujuan nikah itu sendiri ya maka tidak termasuk syarat yang tidak muktabar tidak boleh dijalankan karena bertentangan dengan kitabullah kalau ada misalnya yang apa namanya seorang wanita lah misalnya yang menerima Pindangan seorang laki-laki lalu dia berkata saya mensyaratkan kalau nikah sama saya diangkat disebutkan kita tidak punya keturunan maka ini tidak dibenarkan dan tidak mengikat juga ya kalau dilanggar itu tidak termasuk melanggar kita katakan perjanjian ya karena bertentangan dengan kitabullah bertentangan dengan syariat ya kan untuk untuk punya keturunan lah syarat nikah ini dijalankan ataupun ditetapkan ya Nah demikian wallahualam tapi ya kita katakan hari ini ya itu dikembangkan oleh manusia terutama orang-orang yang tak beragama ya kaum ateism ini akibat buruk dari atheism ini banyak ya seperti berkembangnya pemikiran lgbt ya kemudian anggapan semua agama itu sama ya kemudian juga salah satunya adalah ya pandangan hidup seperti cair free ini ya ya ada kehidupan seks bebas ya berkumpul tanpa ada ikatan pernikahan kumpul-kumpul dengan ikan dan pernikahan tapi tidak punya anak tidak mau punya anak ya dan yang mirisnya yang memperhatikan yang sangat memprihatinkan adalah ya gaya hidup seperti ini juga ditiru oleh banyak kaum muslimin dan muslimat ya dan merasa nyaman ya dengan kehidupan seperti itu tidak punya anak ya anak itu Anugerah Mungkin ada yang berkata saya mungkin nanti aja punya anak ya kita Katakan belum tentu nanti dia akan dapat anak maka Apabila ada ya kita katakan kesempatan untuk memilikinya maka lakukanlah Ya sebagian pasangan ada yang sengaja menunda-nunda sampai bertahun-tahun ya alasannya ingin menikmati masa-masa indah perkawinan ya enggak mau diganggu dengan kehadiran anak ya Nah ada yang berpandangan juga seperti itu kami bukan tidak mau punya anak tapi kami menunda dulu Kami ingin menikmati ya Artinya mereka ingin bersenang-senang dulu ya menikmati kehidupan kata mereka ya di sini ini ini satu pandangan yang keliru juga kenapa karena dia tidak tahu kedepannya Apakah Allah kasih dia kesempatan dan Anugerah untuk punya anak atau Iya justru ya dia terhalang nantinya untuk memiliki keturunan dan kebanyakannya seperti itu orang-orang yang menunda-nunda akhirnya apa mereka merasa nyaman hidup tanpa anak dan akhirnya sampai mati nggak punya anak kalau kepingin punya anak maka adopsi itu itu gaya hidup orang-orang di luar sana ya maka mereka mengadopsian aja punya anak enggak mau ya Nah demikian ya Ini juga kita katakan gaya hidup yang salah ataupun pandangan hidup yang salah ya saya nggak punya anak saya adopsi anak aja walaupun itu kita katakan boleh mengadopsi anak ya Salah satu bentuk kebaikan Asalkan kita nisbatkan dia kepada orang tuanya namun ya kita juga didorong untuk punya anak sendiri ya bukan mengasuh anak orang lain ya kalau demikian untuk apa Allah bercerita tentang para nabi yang seperti Nabi Zakaria sampai tua masih berdoa Robbi habli minassholihin atau meminta kepada Allah keturunan yang sholeh ya kan bisa aja misalnya Nabi Zakaria punya pemikiran ah Saya enggak mungkin lagi punya anak karena saya sudah tua ya istri saya juga sudah tua ya simpel ajalah itu apa mengadopsi anak Ya bisa aja kan Tapi kan tidak itu yang dilakukan oleh Nabi Zakaria belum Terus berdoa minta agar punya keturunan dan pada akhirnya beliau punya keturunan kami memberikan kabar gembira berupa hadirnya seorang anak bernama Yahya jadi bukan ya kita katakan memutus keinginan punya anak lalu mengupload mengadopsi anak bukan cara itu yang ditempuh oleh para nabi dan rasul ya tapi mereka menempuh jalan terus berdoa dan berusaha sehingga akhirnya mereka betul-betul memiliki anak keturunan tersebut ya wallahualam Ibnu jauzi mengatakan hadits yang menyebut pahala berhubungan badan pahala menafkahi anak keluarga ya pahala ditinggal mati anak ya kalau kita punya anak kemudian dia dipanggil Allah dan bersabar maka balasannya surga pahala orang yang meninggalkan anak saat telah berpulang ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Setelah dia meninggal ya anaknya menjadi kebaikan bagi dirinya melalui doa-doanya melalui kebaikan kebaikan yang Diteruskan oleh si anak itu hasil dari pendidikan orang tua yaitu semua akan menghasilkan kebaikan baginya ya demikian maka siapa yang enggan memiliki anak dan menit memiliki anak enggan menikah berarti telah menyelisihi sunnah dan dia akan terluput dari keutamaan-keutamaan tersebut dan tidak mendapatkan pahala yang besar dan mereka merasa enak hidup seperti itu mungkin enak sesaat ya nggak menikah nggak punya anak saat saja nanti ada masanya ketika ya kita katakan waktu terus berjalan usia merambat ya naik nah di situlah baru terasa mungkin ya ketika dia sudah lemah terkulai apa dia berharap belas kasih manusia Siapa yang mau mengurus ya sementara saat itu dia ingin punya anak mungkin nggak bisa lagi ya karena faktor-faktor usia misalnya Atau fakta-fakta lainnya menghalanginya untuk punya anak pada kondisi dalam kondisi seperti itu mungkin barulah dia sesali itu kenapa dulu saya tidak punya segera punya anak tidak menikah dan punya anak ya jelas talbis iblis terhadap mereka yang punya pandangan hidup seperti itu wallahualam ya sebenarnya Justru itu mengganggu mereka nanti ketika mereka kalau apa namanya diberi Allah Subhanahu Wa Ta’ala usia panjang pernah berkata anak adalah hukuman atas syahwat yang halal jadi anak dianggap dipandang sebagai hukuman itu atas syahwat yang halal lantas Bagaimana menurut kalian dengan hukuman atas syahwat yang haram ini juga keliru Bagaimana mungkin dia menyebut sesuatu yang mubah sebagai hukuman punya anak itu adalah anugerah lalu [Musik] Mengapa disebut sebagai hukuman itu dan adalah satu yang mubah dibolehkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya Lalu kenapa dipandang sebagai sebuah hukuman kalau dibikin adanya maka itu sama dengan menuduh Allah berbuat zalim kepada hamba-hambanya Ya karena ya punya dan nggak punya keinginan anak keturunan Jika seorang berhubungan badan ya akan terjadi ya tapi ya kita katakan setan dalam memberdaya mereka seolah-olah apa yang mereka pandang itu benar padahal ya kita katakan itu bisa mengancam ya keberlangsungan umat manusia wallahualam ya karena tidak mungkin suatu yang dibolehkan Allah kemudian hasilnya menjadi sebuah hukuman bagi hamba justru sebaliknya tidaklah sesuatu itu dianjurkan melainkan hasilnya bisa dipastikan akan mendatangkan pahala ya ini kaidah Sebenarnya ya sesuatu yang Allah suruh Allah anjurkan bahkan Allah perintahkan maka hasilnya bisa dipastikan akan membawa kebaikan di dunia dan pahala di akhirat ya pahala di akhirat karena masuk dalam kategori ibadah karena ibadah itu adalah satu ungkapan yang merangkum semua perkara yang disukai dan dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala termasuk memiliki anak keturunan maka itu ibadah mendidik anak adalah ibadah Allah bercerita tentang para nabi yang mendidik anak-anak mereka ya salah satunya adalah Nabi Nuh yang mendidik anaknya sampai 900 tahun ya ratusan tahun siang malam ya mendidik anak mendidik umat mendidik anak mendidik keluarga walaupun hasilnya tidak seperti yang mungkin diharapkan Tapi beliau telah melakukan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapkan dan wajibkan yaitu mendidik anak Nah demikian jadi kita lihat ya sebagian orang punya pandangan seperti itu ya lebih baik tidak punya anak karena punya anak itu ribet ya apa namanya mengganggu ibadah mengganggu amal-amal kebaikannya ya Nah kita katakan bahwa apa yang kita keluarkan ya untuk anak itu kan sedekah dan itu adalah ibadah mencari nafkah untuk keluarga adalah ibadah loh kalau kita tidak punya keluarga sebagian orang yang menjalani hidup seperti itu akhirnya justru menjadi hina Kenapa karena dia tidak punya hasrat untuk mencari nafkah karena nggak punya anak istri ya akhirnya hidupnya juga berantakan dan lebih parah lagi adalah justru dia menjadi hina karena dia tidak berusaha tidak mencari nafkah karena ada tidak ada merasa tidak ada tuntutan untuk itu akhirnya dia hidup dari belas kasih manusia meminta-minta mengemis ya Nah demikian wallahu alam bisa justru dia menjadi lebih hina dengan itu bukan Mulia ya wallahualam Jadi ya kita katakan ini salah satu talbis iblis yang luar biasa ya terhadap anak Adam ya yaitu memalingkan mereka dari sunnah yang agung ini yaitu menikah dan punya anak dan tentunya ya kita katakan memiliki anak mendidik anak membesarkan anak itu semuanya yang merupakan ladang pahala yang besar bagi seorang hamba ya Mulai dari a sampai z mulai dari dia kita katakan menanamkan benih itu ya berhubungan intim berhubungan badan dengan istrinya itu sudah termasuk kebaikan dan pahala kata nabi [Tepuk tangan] kita katakan Dia meninggalkan dunia ini ya kebaikannya tidak terhenti Bahkan dia setelah dia mati melalui doa anaknya yang sholeh bayangkan itu mulai dari dia menanam benih untuk agar muncul lah anak-anak Saleh ini itu sudah ibadah dan sudah mendatangkan pahala ya Belum lagi ya doa-doa mereka setelah dia wafat gitu ya ini kebaikan semua ini ladang pahala semua bayangkan Jika seorang hamba terluput dari itu semua betapa ruginya dia ya kerugian yang tiada tara ya tapi begitulah dia kerja iblis dan bala tentaranya memalingkan manusia dari kebaikan-kebaikan wallahualam Nah demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya salah satu talbis iblis terhadap kaum Sufi adalah ya mematahkan Keinginan mereka untuk memiliki anak keturunan ya menghembuskan ke dalam hati mereka bahwa memiliki keturunan itu akan menyibukkan mereka dari ibadah ya akan memalingkan mereka dari khusyuk dan lain sebagainya alasan-alasan yang mereka pakai untuk membenarkan ya Sikap mereka tidak punya anak keturunan dan jelas ini semuanya menyimpang dari sunnah ya para nabi dan rasul bahkan menyimpang dari kodrat manusia itu sendiri wallahualam nanti berikutnya kita akan lanjutkan talbis iblis berikutnya atas kaum Sufi terkait pengembaraan dan perjalanan jauh berjalan itu itu memang Ya sudah kita katakan alurnya Ya enggak nikah nggak punya anak ya ya ujungnya ya mengembara begitu ya enggak ada tujuannya enggak ada rumah tempat tinggal keluarga tidak ada keluarga tidak ada rumah tangga tidak ada istri tidak ada anak ya ya akhirnya Ya memang ini merupakan alur cerita mereka alur syubhat iblis itu kepada mereka yaitu apa menanamkan kesukaan mereka untuk mengembara berjalan sendiri dan begitu ke sana kemari seperti ya orang yang enggak ada tujuan hidup nah ini akan kita bahas pada pertemuan yang berikutnya ya salah satu talbis iblis terhadap konsumsi adalah ya ini salah satu yang banyak dilakukan oleh konsumen dalam mengembara berjalan ke sana kemari ya kadang-kadang Tanpa Tujuan ya tanpa tujuan ya karena nggak punya keluarga ya nggak punya anak istri ya ngapain lagi ya jalan ke sana kemari gitu Nah demikian wallahualam tapi Subhanahu Wa Ta’ala ilaha illa Anta Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fiikum kepada guru kita Ustadz Abdul Ihsan al-ashari al-maidani Ma fidzahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat dan waktu luang yang telah diberikan untuk kita semua demikian tadi Fateh selama jakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis dikuda iblis Semoga kita semua dapat merenungkan pesan yang sangat berharga ini dan semoga Allah menjaga kita semua untuk memahami betapa pentingnya peran keluarga dalam agama dan kehidupan kita mari kita selalu berusaha menjalani sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkah Amin ya robbal alamin nah kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala khilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fiikum atas kebersamaan anda apabila selamat beraktifitas wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply