Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Assalamualaikum anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengan anda dan keluarga anda kajian yang kami pancaluaskan dari Masjid Al Barkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi atau Komplek Radio Rodja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat [Musik] dan kajian Islam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ya ayyuhan [Tepuk tangan] Alhamdulillah ikhwan dan akhwat jamaah Masjid Al Barkah Al Mubarok Hafidz Allah juga kaum muslimin Para pendengar dan pemerhati Rojak TV dan radio Rojak di manapun Antum berada Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas semua limpahan nikmat dan karunianya kita senantiasa memuji Allah subhanahu wa ta’ala yang memudahkan Taufik kebaikan bagi kita sehingga kita selalu berusaha untuk mempelajari memahami dan mengamalkan petunjuknya dan petunjuk rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam kita selalu bersemangat untuk mengadakan majelis ilmu yang mulia mempelajari Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah utamanya dalam hal-hal yang berhubungan dengan prinsip dasar agama kita Alhamdulillah di malam hari ini kita dipertemukan kembali dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala di lanjutan kajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaat metode beragama golongan yang selamat yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala Syekh Muhammad bin Jamil zainu rahimahullah Barakallah saat ini kita masih melanjutkan pembahasan di judul manhiyallah Siapakah yang dimaksud dengan golongan yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala kita sudah ketahui bersama Allah adalah nama lain dari Ahlussunnah Wal Jamaah nama lain dari al-firqotunnajah golongan yang selamat kemudian mereka juga yang disebut dengan Ahlul Hadits ya Kita pernah Sebutkan beberapa kali nukilan pernyataan dari syaikhol Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala di awal-awal kitab Al Aqidatul Setia sewaktu beliau menjelaskan tentang aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah Beliau mengatakan maka buku ini kata beliau kitab ini menjelaskan tentang keyakinan prinsip dasar aqidah al-firqotin najiyah golongan yang selamat yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah yang mereka adalah Ahlussunnah Wal Jamaah jadi ini semua maknanya satu baik di pertemuan yang lalu telah kita nukilkan beberapa pernyataan dari para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah mulai dari Imam Abdullah Ibnu Mubarak Al marwaji dari kalangan kemudian Imam Bukhari [Musik] sebelumnya Imam Ahmad dan yang lainnya yang semua mereka sepakat mengartikan atau menyebutkan yang dimaksud dengan Ahlul Hadits yabul Hadits menurutku mereka itu adalah orang-orang yang selalu setia mempelajari hadits-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang selalu mengkaji ayat-ayat Alquran dan hadits-hadis yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdasarkan pemahaman para sahabat radhiallahu ta’ala anhum ajma’in wajar Kalau diartikan demikian karena merekalah yang paling sesuai dengan makna Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika menyebutkan tentang golongan yang selamat dari perpecahan yaitu Umang Kana Alaihi Yauma wa ashabi mereka adalah orang-orang yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku radhiyallahu Ta’ala anhum ajma’in karena siapa yang akan mempelajari membahas hadits-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membedakan mana hadis yang Shahih dan mana hadis yang tidak Shahih siapa yang akan mengkaji akar-akar para sahabat ketika menafsirkan ayat-ayat Alquran kemudian ketika menjelaskan makna hadis-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentu mereka adalah orang-orang yang mengkhususkan diri orang-orang yang selalu disibukkan dirinya dengan mempelajari kitab-kitab hadis yang memuat hadis-hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan nukilan dari pernyataan para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in baik makanya mereka adalah orang yang paling paham tentang bagaimana ibadah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat Bagaimana keyakinan mereka dalam agama bagaimana akhlak mereka Bagaimana cara dakwah mereka bagaimana cara mereka beramar ma’ruf nahi mungkar tentu merekalah yang paling paham dan paling kuat dalam melaksanakan semua ini kita lanjut di poin yang ke-7 di pembahasan Ini asyik Muhammad bin Jamil zainu rahimahullah Ta’ala berkata Ahmad Al imam asy-syafi’i imam besar Ahlul hadits yang terkenal ya Imam Muhammad Ibnu Idris asy-syafi’i rahimahullah ta’ala berkata kepada murid utamanya Al Imam Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu hambal saibani rahimahullah Imam mereka saling berbicara saling mengagungkan agama mengagungkan sunnah satu sama lainnya berkata kepada Imam Ahmad rahimahullahu Ta’ala Antum a’lamu Bil hadisi minni Faiza akumul Hadits shahihan engkau lebih mengetahui tentang hadis dibandingkan aku ya sikap tawadhu seorang guru kepada muridnya Meskipun tidak tahu mereka adalah sama-sama orang yang berilmu orang yang menjadi panutan dalam masalah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dia berkata engkau lebih mengetahui tentang hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam dibandingkan aku maka jika datang kepadamu sebuah hadis yang shahih ingat hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam ada yang Shahih dan ada yang tidak Shahih maka kita harus memastikan hadits itu adalah Hadits yang Shahih baru kita berpegang teguh dengannya [Musik] jangan ikut menyebarkan sebuah hadis yang belum kita ketahui Shahih atau tidaknya karena dikhawatirkan termasuk orang yang ikut menyebarkan hadis yang tidak benar penisbatannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dikhawatirkan masuk ke dalam keumuman makna sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam manhaddata Anni bihadin bahwa barangsiapa yang meriwayatkan sebuah hadis dariku dalam keadaan dia memandang hadis itu adalah dusta maka dia adalah salah satu dari dua orang Pendusta Pendusta pertama yang memalsukan hadis tersebut kemudian yang ikut menyebarkannya Jadi jika datang kepadamu sebuah hadis yang shahih maka Sampaikanlah kepadaku kata Imam Syafi’i rahimahullah Ta’ala Sampaikanlah kepadaku tentang hadis tersebut sehingga aku akan berpendapat dengannya baik hadis itu berasal dari Hijaz yakni diriwayatkan oleh penduduk Mekah dan Madinah atau berasal dari kufah diriwayatkan oleh penduduk kufah ataupun berasal dari Basrah diriwayatkan oleh penduduk Basrah yang penting hadisnya Shahih ya karena tentu semua berasal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian para sahabat yang kita tahu menyebar setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menyebarkan sunnah beliau ini contoh pernyataan seorang Ahlul Hadits ya dia mengatakan kalau ada hadis yang shahih sampaikan kepadaku sehingga aku akan berpendapat dengannya ini sama dengan makna ucapan Imam Syafi’i yang lain yang mengatakan semua hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itulah pendapatku meskipun engkau belum pernah mendengarkannya dariku Maksudnya di sini beliau membawakan pernyataan Imam Syafi’i ini untuk menunjukkan bahwa Ahlul hadits itu mereka adalah orang yang tidak fanatik kepada ucapan manusia selain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dan inilah contoh pernyataan dari para imam Ahlul hadits Ahlussunnah mereka yang mengatakan jika sebuah hadis setelah Shahih jika ada sebuah hadis yang shahih Maka itulah mazhab itulah pendapatku baik kata Syekh Muhammad maka Ahlul hadits orang-orang yang selalu mempelajari hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengumpulkan kita ke dalam golongan mereka pada hari kiamat nanti mengumpulkan mereka kita bersama mereka pada hari kiamat nanti mereka tidak berfanatik buta kepada pendapat seorang tertentu bagaimanapun tinggi dan mulia kedudukannya Muhammad dan Shallallahu Alaihi Wasallam selain ucapan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pernyataan ini bukan berarti menafikan bukan berarti mengatakan kita tidak perlu membaca keterangan para ulama sama sekali tidak demikian ya tidak boleh bersikap kafir dan ifrad kurang dalam menghargai para ulama tidak boleh juga berlebih-lebihan dalam memuliakan mereka kita menempatkan mereka pada tempatnya ya ucapan mereka kalau sesuai dengan hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka kita berpegang teguh dengannya kalau tidak sesuai dengan dalil maka kita ambil pendapat ulama lain yang sesuai dengan dalil sudah pernah kita Jelaskan bahwa seperti rahimahullah ta’ala menjelaskan kedudukan Dalil dan pendapat para ulama yang menjelaskan dalil tersebut dalil itu adalah tujuan setiap muslim setiap orang yang beriman wajib untuk mengenal hukum Allah yang disebutkan di dalam dalil ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk mencapai tujuan ini kita butuh sarana karena ilmu kita yang terbatas pengetahuan kita tentang ayat-ayat Alquran hadis-hadit yang Shahih yang hadis ini kita tahu adalah yang menjelaskan makna Alquran karena terbatasnya kita butuh sarana untuk itu yaitu membaca ucapan para ulama jadi para ulama ini ucapan mereka kedudukannya adalah sebagai penjelas dari ya Oleh karena itu ini tidak boleh kita balik ucapan ulama menjadi tujuan dalil hanya sekedar dicari untuk mendukung pendapat tersebut inilah fanatik buta namanya makanya ketika ucapan dari penjelasan para ulama menjelaskan makna dalil yang shahih berpendapat dengan dalil yang shahih ini yang kita ikuti ya tetapi ketika tidak sesuai dengan dalil yang shahih atau apalagi tidak ada dalilnya maka tidak boleh kita mengikutinya inilah sikap yang benar dalam menempatkan pendapat para ulama ya dan menempatkan kedudukan Dalil dari ayat-ayat AlQuran dan hadis-hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang shahih kata beliau ahlizi hifa innahuna sama orang-orang lain beda sama yang selain mereka yaitu orang-orang yang menisbatkan diri kepada yang tidak menisbatkan diri kepada jalannya Ahlul hadits Ahlussunnah dan tidak mengamalkannya karena mereka akan berfanati kepada pendapat dari pendapat para imam-imam atau tokoh-tokoh mereka melarang mereka dari perbuatan tersebut hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam apalagi ayat-ayat Alquran mempelajarinya itu ada keberkahan mempelajarinya itu ada petunjuk yakni orang yang menggelutinya bukan cuma sekedar dia mendapatkan ilmu tapi dia juga akan mendapatkan Taufik untuk bersikap benar dalam perselisihan pendapat mereka akan dimudahkan untuk Hidayah mengetahui yang benar mereka akan dimudahkan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk selalu berfarati kepada dalil bukan kepada pendapat ya karena ketika Rasulullah SAW menyebutkan kedudukan Alquran fainnakal hadits kitabullah wa Khairul Haji Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sesungguhnya sebenarnya ucapan adalah kitabullah Alquran dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam akan beda hasilnya dalam menjadi sebab turunnya petunjuk allah dalam membimbing sikap dan langkah seorang hamba ketika dia selalu membaca ayat-ayat Alquran merujuk kepada tafsir para ulama Salaf para sahabat radhiyallahu ta’ala Anhu majma’in ketika dia membaca langsung hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian membaca keterangan maknanya dari penjelasan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah berbeda dengan misalnya dia membaca ucapan Manusia Biasa menyibukkan dirinya dengan itu tidak ini sebaik-baik petunjuk Adapun Ini adalah ucapan manusia yang mungkin salah Dan mungkin benar ya kalau kita semua renungkan hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang kita kenal yang berkali-kali saya nukilkan di kajian kita Bagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam perumpamakan petunjuk yang beliau bawa dari sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari petunjuk dan ilmu yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepadaku seperti perumpamaan hujan yang baik yang diturunkan di muka bumi hati kita ibaratnya permukaan bumi wahyu Alquran dan Sunnah Dengan pemahaman para sahabat ini seperti hujan yang baik kita tahu sumber Hidayah adalah di dalam hati manusia kalau selalu kita perdengarkan hati kita untuk merenungkan ayat-ayat Alquran hadits-hadit yang shahih setiap yang kita baca selalu Alquran baru kita merujuk ke tafsir para ulama Salaf tafsir para sahabat selalu kita baca hadits-hadit Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian kita baca keterangan para ulama ini ibaratnya kita mengusahakan siraman air yang menghidupkan hati kita menumbuhkan Hidayah di hati kita jelas akan beda dengan yang kita perdengarkan atau yang selalu kita baca adalah ucapan ucapan Manusia Biasa waktu menjelaskan masalah ini beliau bertanya dengan pertanyaan sederhana para sahabat dulu radhiyallahu Ta’ala anhum ketika mereka belajar agama yang mereka Dengarkan apa yang mereka dengarkan yang mereka selalu renungkan yang selalu disampaikan di hadapan mereka apa ayat Alquran yang turun Iya kan kemudian sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam jadilah mereka generasi yang paling utama ini cara belajar yang terbaik tidak ragu lagi karena ini yang dilakukan oleh generasi pertama umat ini yang tidak mungkin baik umat di akhir zaman kecuali dengan petunjuk yang telah memperbaiki memperbaiki keadaan mereka Coba lihat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat Al Imron yang menyebutkan keadaan para sahabat yang iman mereka diakui atau direkomendasikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai iman yang tidak mungkin ada kekufuran padanya iman yang paling sempurna Bagaimana mungkin kalian wahai para sahabat menjadi kufur sementara kalian dibacakan di hadapanmu ayat-ayat Allah dan di kalangan Kalian ada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Masya Allah ketika ayat Alquran yang sering kita dengar yang sering dikaji ketika hadits-hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang langsung dibacakan di hadapan kita ini pengaruhnya dalam menyempurnakan Hidayah menyempurnakan Iman sangat besar karena yang kita baca selalu adalah sebaik-baik petunjuk yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada nabi kita yang mulia Nabi Muhammad SAW oleh karena itu rahimakumullah kaum muslimin rahimakumullah ya kita ingat setelah kita belajar kita butuh Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengamalkannya kita butuh Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk bisa bersabar menghadapi cobaan-cobaan ketika menegakkan agama ini maka orang-orang yang ditolong oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ragu lagi atau ifatul manshuroh mereka adalah orang yang selalu mempelajari petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dari sumbernya dengan tetap menjadikan penjelasan para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai sarana untuk memahami petunjuk tersebut Barakallah jadi orang-orang yang selain mereka berfanati kepada pendapat para imam tokoh-tokoh mereka padahal para imam ini telah melarang mereka dari hal tersebut kamayata ashabu Ahlul hadits Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana Ahlul Hadits yang selalu berfanatik dengan ucapan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kalau [Tepuk tangan] dikatakan dan ini penafsiran para ulama yang telah kita nugilkan tidak heran kalau dikatakan bahwa Ahlul hadits mereka itulah yang pantas menjadi Golongan atau ifatul manshuroh kelompok yang selalu ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala sekaligus mereka adalah al-fir kota najiyah golongan yang selamat ya karena siapa yang akan menyelamatkan kita dari fitnah pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala Bagaimana kita bisa dekat dengan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau kita selalu berpegang teguh dengan dengan agamanya dengan petunjuk yang dibawa oleh nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ya kita telah membaca ucapan seorang penyair yang juga dinukilkan oleh Syekh di dalam kitab ini di dalam buku kecil ini Ahlul hadifi home ahlun Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Il lam yashabu nafsahu anfasahu sahibu Ahlul hadits mereka adalah Ahlul Nabi orang yang terdekat dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kalaupun mereka tidak menyertai diri Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tapi mereka selalu menyertai nafas-nafas beliau Shallallahu Alaihi Wasallam karena mereka yang selalu mempelajari hadits-hadit tentang akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentang perbuatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam apalagi tentang ibadah beliau dan keyakinan akidah beliau Shallallahu Alaihi Wasallam yang ke-8 di poin yang ke-8 di sini Syekh menambahkan penjelasan kata beliau yaqulul khotibul Baghdadi Hadits Imam Al khatib Al Baghdadi berkata ketika menjelaskan hal ini di kitabnya kitab yang agung syaraful Hadits kemuliaan para ahli hadits orang-orang yang selalu setia mempelajari sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Setia mengikuti dalil Beliau berkata walau di sini beliau membandingkan dengan Ashabul raih orang-orang yang hanya suka mengikuti pendapat yang hanya gemar Mencari ucapan-ucapan Manusia Biasa [Musik] seandainya orang-orang yang suka mengikuti pendapat ya ini tanpa dalil maksudnya disibukan dengan ilmu yang bermanfaat bagi mereka dan seandainya mereka menuntut mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pasti mereka akan mendapatkan kecukupan mendapatkan yang cukup untuk kebaikan agama mereka sehingga tidak butuh kepada yang lainnya ya orang-orang yang tidak paham sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pasti mereka akan merujuk kepada akal pikirannya karena mereka miskin terhadap dalil sebagian dari para ulama Salaf ada yang mengatakan hati-hati kalian terhadap orang-orang yang suka mengikuti pemikiran tanpa dalil hanya mencari-cari pendapat tapi tanpa dalil karena mereka ini musuh-musuh sunnah ya Kalau seandainya mereka mendukung sunnah Kenapa harus ikuti pendapat tanpa dalil Apakah sunnah tidak cukup sehingga kita butuh kepada pendapat yang lain jawabannya tidak mereka adalah ada usunan musuh-musuh sunnah ayat menghafal hadits ini miskin mereka tidak punya dalil mereka berat untuk menghafal hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akhirnya karena tidak punya dalil berkata dengan pendapat semata-mata Rois semata-mata maka mereka sesat dan menyesatkan orang lain ya ini jauh dari petunjuk bagaimana mereka akan mendapatkan jalan yang akan membimbing kepada jalan yang lurus baik Jadi mereka pasti akan mendapati kecukupan sehingga tidak butuh kepada yang lain karena sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah sebaik-baik petunjuk yang Allah turunkan kepada manusia masih pernyataan al-khotib Al Baghdadi rahimahullah ta’ala makrifat ilmu [Musik] Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masalah mengenal memahami prinsip-prinsip dasar tauhid hadits lengkap semua Menjelaskan hal itu menjelaskan tentang segi-segi janji dan ancaman Allah tarki buat terhit lengkap di dalam hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan tentang sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala menceritakan mengabarkan tentang ciri-ciri surga dan neraka kenikmatan yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa dan azab bagi orang-orang yang durhaka yakni motivasi orang semangat beramal Mengejar Surga kemudian menjauhi amal-amal yang membawa kepada azab neraka di dalam hadis lengkap semua itu dan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala ciptakan makhluk yang Allah ciptakan yang menempati langit-langit dan buminya yakni para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in apa yang mereka pelajari lengkap petunjuk yang mereka pelajari dari ayat-ayat Alquran yang dibacakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dihadapan mereka dan juga sabda-sabda beliau sebagai penjelas atau pejabat makna Alquran ya Ini kalau ini telah dirasakan oleh para sahabat dan sepakat semua umat Islam bahwa mereka adalah generasi yang terbaik berarti Kenapa kita harus mencari jalan selain yang mereka tempuh kalau kita ingin mendapatkan keselamatan Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan syaratnya setelah Muhajirin dan Anshar adalah walladzilla dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan jadi tidak perlu lagi ada pengganti kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah kitab-kitab yang memuat riwayat-riwayat para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma’in telah dicetak telah dimudahkan telah bisa kita baca Kenapa kita harus mencari yang lain apalagi metode-metode yang jelas tidak terjamin keselamatannya apalagi di akhir zaman yang penuh dengan yang penuh dengan fitnah ini Barakallah kemudian wakil hadifi zatuhu Alaihi Salam di dalam hadis juga terdapat kisah-kisah para nabi kisah-kisah keteladanan sehingga tidak butuh kita dengan cerita-cerita yang tidak jelas kebenarannya cerita-cerita fiksi tidak dibutuhkan cukup dengan kisah-kisah di dalam hadis yang ini merupakan sebaik-baik teladan semua yang kami sampaikan kepadamu wahai Rasulullah tentang kisah-kisah para nabi yang dengan itu kami teguhkan hatimu ini adalah sebaik-baik kisah untuk menguatkan iman di dalam hadis lengkap ada penjelasan tersebut masalahnya siapa yang mau belajar Hadits Siapa yang mau merasa cukup dengan petunjuk allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya kemudian ada berita tentang orang-orang yang zuhud wali-wali Allah Kemudian nasehat-nasehat dari orang-orang yang fasih orang-orang yang sholeh dalam menyampaikan nasihat di dalam hadis ada kisah-kisah tentang orang-orang yang ahli ibadah baik dari kalangan Bani Israil kemudian kisah-kisah para sahabat yang merupakan sebaik-baik panutan dalam beribadah dalam tekunnya mengikuti petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Kemudian nasehat-nasehat dari orang-orang yang balig yang menyampaikan nasehat dengan bahasa yang indah ada ucapan orang-orang yang ahli fikih ya para sahabat orang-orang yang ahli dalam fikih dan mereka adalah sebaik-baik fuqaha ya kemudian khutbah dan mukjizat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang ini jelas sebaik-baik khotbah yang kita dengarkan sebaik-baik petunjuk kemudian Wafi tafsiril Quran Hadis di dalamnya terdapat tafsir dari Alquran bahkan inilah salah satu keyakinan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah seperti pernyataan Imam Ahmad di dalam Kitab Ushul sunnah Quran dan bahwasanya sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam inilah yang menafsirkan makna Alquran dan merupakan argumentasi argumentasi yang menunjukkan maknanya makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang shahih di dalam Sunan Abi Daud dinyatakan oleh Shahih oleh rahimahullah ta’ala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda alawa ini ketahuilah Sesungguhnya aku ini diturunkan kepadaku Alquran dan yang semisalnya bersamanya Apa kira-kira artinya yang semisalnya di sini penafsirannya Allah turunkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Alquran dan juga Makna yang menjelaskannya yang itulah yang beliau sampaikan di dalam hadis-hadis hadis-hadis beliau Shallallahu Alaihi Wasallam karena waktu sudah adzan dikumandangkan Barakallah fiikum semoga bermanfaat Sallallahu Alaihi Wasallam untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya adzan untuk salat Isya untuk daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar Allahu Akbar

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *