Ustadz Anas Burhanudin, M.A. – Wasiyat Shughra Ibnu Taimiyyah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya Sunda tentang para pendengar dan pemirsa Rojak TV dimanapun anda berada jazakumullah secara langsung [Musik] assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahiro kafarollah Shallallahu Alaihi Wasallam dimana saja anda berada Alhamdulillah di kesempatan sore hari yang berbahagia ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan Al wasiah atau Kubro bersama Ustadz Anas Burhanuddin Jember dan Alhamdulillah kita telah terkoneksi bersama beliau dan setelah kita akan memberikan kesempatan bagi para pendengar untuk bisa bersoal jawab dan bertanya terkait dengan pembahasan sore hari ini anda bisa menyampaikan secara langsung di lain telepon 021 82365 43 dan demikian juga untuk pertanyaan via chat WhatsApp Anda bisa sampaikan di 0819 8965 43 baik kita mulai Dan kita mulai pembahasan di kesempatan sore hari ini kepada ustad [Tepuk tangan] kembali kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat umur panjang nikmat kesehatan nikmat kesempatan untuk beramal saleh dan juga nikmat Taufik atas tergeraknya hati kita untuk mengambil kesempatan beramal saleh itu ini semuanya adalah anugerah dan pilihan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang harus kita syukuri shalawat dan salam semoga terlimpah kepada imam dan Teladan Kita Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga para sahabat para tabiut tabiin pada tabiin para tabiut tabiin dan semua umat Islam yang meneladani beliau sampai akhir zaman para pemirsa dan dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Masih bersama kajian kitab Al wasiyah Islam Ahmad bin Abdul Halim bin Abdul Salam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang wafat pada tahun 728 Hijriyah dan ini adalah sesi ke-10 dari kajian ini telah kita pada sesi sebelumnya telah tertinggi pada sisi sebelumnya telah kita kaji bersama bahwasanya salah satu amalan Saleh yang paling utama setelah amalan-amalan yang wajib adalah berzikir dengan mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Ibnu Taimiyah menyebutkan ada tiga macam dzikir yang pertama adalah dzikir yang sudah ditentukan waktunya seperti dzikir di pagi hari dzikir di sore hari dzikir di malam hari sebelum kita tidur Kemudian yang kedua adalah dzikir yang terkait dengan amalan dan kegiatan tertentu seperti dzikir saat makan dzikir saat masuk masjid dzikir saat keluar masjid dzikir saat keluar dari rumah dzikir saat masuk dan keluar dari toilet misalnya ini semuanya sudah kita kaji bersama contoh-contohnya beserta dalil-dalilnya pada kajian sesi kesembilan Insyaallah pada kajian kita akan membahas jenis dzikir yang ketiga yaitu adalah dzikir yang tidak terkait dengan waktu dan tidak terkait dengan amalan tertentu jadi ini adalah dzikir yang bebas yang tidak terikat dengan waktu ataupun amalan mengenai dzikir yang ketiga ini syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dzikir yang mutlak yang tidak terikat dengan waktu dan amalan hendaknya seorang muslim senantiasa menjaga dzikir secara mutlak bibirnya lisannya senantiasa bergemuruh senantiasa sibuk dengan berzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana wasiat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat yang bertanya tentang amalan yang bisa dia pegang sehingga amalan-amalan yang lain bisa ikut terpegang maka Nabi Muhammad SAW mengatakan lidahmu senantiasa dengan dzikir memuji Allah subhanahu wa ta’ala ini adalah salah satu amal saleh yang utama ada banyak zikir yang bisa kita ucapkan yang tidak terikat dengan amalan atau waktu diantaranya adalah membaca Alquran kemudian mengucapkan subhanallah subhanallah mengucapkan subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar dzikir apa saja yang tidak terikat dengan waktu dan amalan maka disebut sebagai dzikir mutlak dzikir yang bebas dan tidak terikat dengan waktu atau amalan ini adalah yang artinya tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini adalah kalimat tauhid kalimat tauhid ini adalah intisari ajaran agama Islam maka tidak heran kalau dia merupakan dzikir yang utama karena dia adalah dzikir tentang pengesahan Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan intisari ajaran agama Islam bahkan intisari dari semua ajaran para nabi jadi kandungannya adalah kandungan yang paling tinggi maknanya makna yang paling Agung dan dalam dan yang paling penting ditambah lagi ada hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan demikian diantaranya adalah hadis riwayat al-hakim yang dihukumi shahih oleh Beliau disetujui oleh Albani Rahmatullah yang Abdullah radhiyallahu anhu mengatakan Saya telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda Alhamdulillah zikir yang paling utama adalah Lailahaillallah dan yuk dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah jadi hadits ini tegas menunjukkan bahwasanya maka hendaknya seorang muslim memperbanyak dzikir berupa Lailahaillallah dan Masya Allah ini bisa kita ucapkan tanpa kelihatan bibir kita bergerak kita bisa mengucapkannya tanpa bibir kita bergerak karena Lailahaillallah ini semua kalimatnya bukan huruf bibir jadi kita bisa mengucapkannya dengan lebih ikhlas tanpa dilihat oleh orang lain tanpa berusaha menunjukkannya kepada orang lain dengan mengucapkan misalnya dengan menggerakkan lidah kita saja kita sudah bisa mengucapkannya ditambah hadis yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau menjelaskan tentang doa terbaik pada hari Arafah doa doa terbaik adalah doa pada hari Arafah nama Alhamdulillah sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah dan sebaik-baik yang aku ucapkan pada hari itu juga diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah Lailahaillallah wahdahu la syarikalah lahul munkar di sini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut Lailahaillallah sebagai doa sebagai doa demikian juga di hadis riwayat al-hakim tadi beliau menyebutkan sebaik-baik doa adalah Alhamdulillah padahal keduanya adalah mengingatkan kembali pada hubungan kuat antara dzikir dan doa dimana kadang-kadang Dzikir itu mengandung doa dan doa itu ada dua macam yang pertama adalah doa masalah yaitu doa berupa permintaannya ini ketika kita meminta Hidayah kepada Allah meminta rezeki kepada Allah meminta keturunan meminta kemudahan dalam urusan ini adalah permintaan-permintaan yang disebut sebagai doa dan jenis doa yang kedua adalah doa ibadah yakni doa berupa dzikir dan tidak mengandung permintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti Lailahaillallah ini murni dzikir pengagungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa ada permintaan seorang hamba kepada Tuhannya di situ alhamdulillah juga adalah murni pujian untuk Allah subhanahu wa ta’ala tanpa ada permintaan dari seorang hamba kepada Tuhannya maka para ulama menjelaskan bahwasanya doa ibadah lebih utama daripada doa masalah doa yang berupa ibadah Dzikir itu lebih baik daripada doa yang berupa permintaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kenapa karena dia adalah Murni penganggungan Murni ibadah dan murni penyiksaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta murni pengagungan untuknya Jadi dua hadis ini menegaskan apa yang disampaikan oleh Ibnu Taimiyah bahwasanya zikir terbaik diantara dzikir-zikir yang mutlak adalah maka hendaknya kita menyadari pentingnya dzikir ini keagungan dan keutamaannya sehingga kemudian berusaha memperbanyak mungkin Kapan kita punya waktu untuk mengucap dzikir ini Mari kita perbanyak tidak hanya setelah kita salat tidak hanya di waktu-waktu zikir yang populer tapi kita sambil mengucapkannya sambil kita berjalan sambil kita menyetir kendaraan kita sambil kita melakukan kegiatan-kegiatan kita yang tidak butuh fokus atau sambil kita bekerja yakni kegiatan dan pekerjaan yang tidak membutuhkan fokus kita sambil mengerjakan tugas yang tidak perlu Fokus dari pikiran dan hati kita ya dengan mengerjakan pekerjaan tangan kita sambil lidah kita bergerak mengucapkan Lailahaillallah Ini adalah sebuah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala Jika seorang hamba bisa melakukannya jadi tulisannya senantiasa basah dengan zikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dia berusaha untuk mengisi hari-harinya menit-menitnya detiknya dengan berpikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama dengan kalimat Lailahaillallah ini Kemudian beliau menjelaskan tapi kadang-kadang kita mengalami kondisi-kondisi di mana dzikir yang lain bisa menjadi lebih Afwan misalnya dzikir berupa Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa Billah jadi ada kondisi-kondisi yang kita lewati dimana dalam kondisi-kondisi tertentu itu dzikir yang lain selain jadi secara jenis dzikir secara jeans yang paling utama adalah Lailahaillallah jadi tahlil itu lebih baik daripada Tahmid daripada takbir daripada tasbih tapi kadang-kadang ada kondisi-kondisi tertentu di mana dzikir yang lain Lebih afdol daripada Lailahaillallah misalnya ketika seseorang melihat aib dirinya kemudian dia ingat dengan keagungan Allah dan kesucian Allah dari kekurangan kita sebagai manusia banyak Kurangnya banyak dosanya tapi Ketika kita melihat kekurangan diri kita kita ingat kekuasaan dan kemuliaan serta kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kita ucapkan Subhanallah dalam kondisi seperti itu ucapan Subhanallah lebih baik daripada Lailahaillallah saat kita mendengar azan dan iqomat maka sunnahnya yang terbaik adalah kita mengulangi bacaan adzan seperti yang diucapkan oleh muadzin ketika dia mengucapkan Allahu akbar Allahu akbar maka yang terbaik adalah kita mengucapkan setelah itu Allahu Akbar Allahu Akbar ketika dia mengucapkan yang terbaik adalah kita mengucapkan Ashadualla ilaha illallah saat dia membaca terbaik yang kita ucapkan adalah mengucapkan jadi pada kondisi itu pada waktu adzan dan iqomat itu kita mengulangi bacaan muadzin itu lebih baik daripada kita mengucapkan lailahaillallah dan menurut sebagian besar ulama mengulang bacaan adzan ini tidak hanya khusus adzan tapi khamar juga Nah untuk adzan Kita sudah sering sudah populer di masyarakat kita tapi untuk mengulangi bacaan iqamah yang dilantunkan oleh muadzin barangkali masih banyak yang tidak tahu dan tidak melakukannya jadi kesempatan sambil kita menunggu sholat dimulai sambil menunggu bacaan hormat kita ikut mengulangi bacaan mu’azin itu Allahu akbar Allahu akbar asyhadualla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah Allahu Akbar Allahu Akbar La ilaha illallah itu adalah dzikir terbaik yang kita ucapkan dan itu lebih baik daripada lailahaillallah atau karena malah Subhanallah lebih baik dari kondisi yang pertama adalah ketika kita melihat pada diri kita juga ketika kita sedang turun kita jalan kemudian ada jalanan menurun maka yang terbaik kita mengucapkan Subhanallah dan kalau Jalannya jalannya menanjak maka yang terbaik adalah kita mengucapkan Allahu Akbar sebagaimana diriwayatkan oleh al-bukhari dari Jabir bin Abdillah Beliau mengatakan kami Dahulu ketika kami berjalan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka ketika jalannya naik Kami mengucapkan takbir nya dahulu bersama Rasulullah SAW dalam Safar beliau Kalau kami mendapati jalanan naik kami bertakbir mengucapkan Allahu Akbar jadi ini yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam posisi Jalan turun dan jalan naik Maka itulah yang terbaik untuk diucapkan pada kondisi itu dan itu lebih baik daripada lailahaillallah dan berpikir yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah di sini subhanallah walhamdulillah wallahu akbar amalan-amalan yang abadi dan sholeh sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Said al-khudri radhiyallahu Anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda istagfirullah Perbanyaklah oleh kalian membaca kalimat-kalimat yang abadi dan sholeh kalimat-kalimat yang abadi dan baik maka para sahabat dzikir yang abadi dan baik itu adalah kesempurnaan agama kalian kalau kita mengucapkan zikir ini maka ini menunjukkan kesempurnaan agama seorang muslim kesempurnaan agama kita itu apa wahai Rasulullah maka beliau menjawab lagi ilmiah agama yang sempurna kemakmu kemudian baru setelah pertanyaan yang ketiga beliau menjawab walau amalan dan dzikir yang Abadi lagi baik yang merupakan kesempurnaan agama kita adalah Takbir yang pertama Allahu akbar kemudian tahlil Lailahaillallah kemudian tasbih yaitu Subhanallah kemudian Tahmid yaitu mengucapkan Alhamdulillah dan mengucapkan dalam kondisi tertentu sebagian dzikir ini bisa menjadi lebih afdol daripada Lailahaillallah sebenarnya juga Ketika seseorang melihat banyak pekerjaan yang di situ dia merasa berat dia merasa membutuhkan Bantuan dan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala untuk menyelesaikan pekerjaan yang saat begitu maka dzikir terbaik dalam kondisi seperti itu adalah mengucapkan tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan izin dan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada daya tidak ada keunggulan kecuali dengan Allah subhanahu wa ta’ala yang memberikan kita daya Allah yang memberikan kita kekuatan maka zikir terbaik adalah Lailahaillallah tapi ada kondisi-kondisi tertentu dimana dzikir yang lain seperti Alhamdulillah Allahu akbar Subhanallah engkaulah menjadi lebih baik daripada dzikir La Ilaha Illallah kemudian beliau menjelaskan Dengan mengatakan yang sudah kita sebutkan tadi Tapi semua amal saleh dalam agama kita dihitung sebagai Dzikrullah semua amal saleh yang bisa diucapkan oleh lisan kita semua amal saleh dan ibadah yang bisa dibayangkan oleh hati kita apa saja amal sholeh semua yang Allah cintai berupa amalan lahir dan amalan batin maka itu adalah dzikir di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi ini dzikir dengan makna yang lebih luas Dzikir itu bukan hanya dzikir dengan lidah kita bukan hanya dzikir dengan hati kita tapi semua amal saleh semua yang Allah cintai baik berupa amalan lahir maupun amalan batin disebut sebagai contohnya adalah mempelajari suatu ilmu maka kita yang duduk menyimak kajian seperti yang disiarkan oleh radio dan TV Dakwah seperti ini ini adalah kita mendengarkan kita menyimak kita berusaha untuk memahami apa yang disampaikan oleh pemateri lidah kita tidak bergerak berdzikir tapi kita menyimak memperhatikan itu terhitung sebagai Makanya kalau setelah Subuh misalnya ada kajian atau Majelis Taklim sampai terbit matahari kemudian kita mengerjakan dzikir setelah Subuh yakni kita sholat subuh berjamaah kemudian kita dzikir setelah sholat subuh tapi karena ada kajian kemudian kita tinggalkan dzikir dulu kemudian kita ikut Majelis Taklim setelah Subuh itu sampai terbit matahari Kemudian kita akhiri dengan salat dua rakaat maka kita menghadiri kajian itu kita menyimak Majelis Taklim itu terhitung sebagai dzikir maka kita bisa mendapatkan keutamaan yang dijanjikan oleh kita bisa mendapatkan keutamaan yang dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Sabda beliau yang dihasankan oleh Sebagian ulama Barang siapa yang salat subuh berjamaah kemudian duduk berzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai terbit matahari kemudian setelah itu dia bangun untuk salat dua rakaat maka itu seperti pahala haji dan umroh yang sempurna sempurna dan sempurna jadi tidak harus dengan dzikir pagi dan sore atau membaca Alquran menyimak kajian pun juga terhitung sebagai yang menyimak dihitung berdzikir yang menyampaikan juga dihitung berpikir oleh Allah subhanahu wa ta’ala Allahu akbar sungguh ini adalah keluasan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah tanpa terasa kita menyimak setengah jam satu jam ternyata Allah menghitungnya sebagai dzikir dan mungkin kalau kita dzikir dengan dzikir yang kita kenal dzikir yang populer berupa tasbih tahlil Tahmid takbir Mungkin kita jarang-jarang bisa kuat sampai satu jam atau setengah jam jadi Alhamdulillah dengan menyimak kajian bahkan kita kadang-kadang menyimak kajian sampai 2 jam 3 jam Enggak keras tapi ternyata tanpa kita sadari Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghitung kita sedang berdzikir karena dalam agama kita semua ibadah adalah mengajak kepada kebaikan ketika seorang muslim mengajak temannya untuk salat mengajak keluarganya untuk menghadiri majelis taklim mengajak anak-anaknya memfasilitasi mereka mendorong mereka untuk berpuasa pada bulan Ramadan atau mengerjakan puasa-puasa sunnah memberikan motivasi memberikan hadiah kepada anak-anaknya untuk berlatih puasa mengajak orang lain kepada amal saleh membuka kesempatan kepada orang-orang untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid ini adalah ajakan kepada kebaikan maka Amr Bin Ma’ruf mengajak kepada kebaikan juga dihitung sebagai dzikir oleh Allah subhanahu wa ta’ala alhamdulillah juga mencegah dari kemungkaran mencegah orang yang akan bermaksiat baik maksiat itu berupa Syirik berupa Bid’ah berupa judi zina khamar musik dan lain sebagainya maka ini juga dihitung sebagai dzikir oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka semua yang diucapkan oleh lisan berupa kebaikan semua yang bisa dibayangkan oleh hati kita berupa amal sholeh dan ibadah itu semuanya dihitung sebagai dzikir oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang sudah kita kenal berupa tahlil takbir Tahmid tasbih juga ada dzikir dalam arti yang lebih luas yaitu semua ibadah dan semua amal saleh yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian beliau mengatakan siapa yang menyembuhkan diri dengan mencari ilmu yang bermanfaat setelah menunaikan ibadah-ibadah yang wajib atau duduk di suatu majelis di mana dia di situ mendalami ilmu agama atau mengajarkan agama kepada orang lain yakni fikih yang oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya disebut sebagai fiqih jadi ilmu yang benar-benar fikih ilmu agama yang Shahih yang diwariskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukan ilmu agama yang ditambah-tambahkan dalam agama ini bukan ilmu yang disebut oleh orang-orang sebagai ilmu tabiah hakikatnya bukan ilmu seperti ilmu sihir ilmu Nujum atau yang semacamnya tapi yang diajarkan atau dia pelajari adalah ilmu yang benar-benar ilmu ilmu yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW yang diwariskan oleh Beliau maka barangsiapa yang menyembuhkan diri dengan menuntut ilmu seperti ini atau menghadiri majelis yang mempelajari ilmu seperti itu berarti dia telah dihitung berzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan itu termasuk Dzikir yang paling utama membaca Alquran dzikir yang utama maka Alhamdulillah Ini adalah kemudahan dan keluasan rahmat dan anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian beliau menambahkan lagi maka dari itu berdasarkan apa yang disampaikan tadi Kalau Anda merenungkan apa yang sudah disampaikan tadi kalimat Anda mendapati bahwasanya tidak ada perbedaan yang mendasar diantara para Salafus Saleh para ulama terdahulu tentang jawaban mereka Saat ditanya Apakah amalan yang paling afdol setelah amalan-amalan yang wajib jadi setelah kita mengetahui bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwasanya amalan terbaik adalah dzikir kemudian kita mendengar penjelasan dari para ulama bahwasanya Dzikir itu tidak hanya takbir tahlil tasbih Tahmid tapi juga membaca Alquran mengajak kepada kebaikan mencegah dari kemungkaran menghadiri Majelis Taklim itu termasuk dzikir berarti kalau begitu tidak ada perbedaan mendasar diantara para ulama Salaf para ulama terdahulu dalam jawaban mereka ketika ditanya apa itu amalan yang paling afdol setelah amalan-amalan yang wajib karena biasanya jawaban mereka mengerucut kepada dua jawaban ini kalau tidak menjawab dzikir atau dzikir Allah mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka jawaban mereka adalah sebagaimana diriwayatkan dari Imam Syafi’i rahimahullah ta’ala bahwasanya boleh mengatakan setelah amalan-amalan yang fardhu Tidak ada yang lebih utama daripada menuntut ilmu Jadi ucapan beliau ini ucapan beliau ini tidak bertentangan dengan hadits dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan bahwasanya amalan terbaik adalah dzikir tidak bertentangan Kenapa karena tholabul Ilmi pun termasuk dzikir menuntut ilmu pun termasuk dzikir jadi tidak ada perbedaan mendasar diantara jawaban-jawaban para ulama ketika mereka ditanya apa itu amalan sunnah yang paling utama setelah amalan-amalan yang ya intisarinya ujung-ujungnya adalah dzikir juga memuji Allah subhanahu wa ta’ala Meskipun sebagian mungkin menjawab dengan tholabul Ilmi sebagian menjawab dengan amalan yang sesuai dengan orang yang bertanya tapi pada intinya semuanya kembali kepada Dzikrullah maka Dzikrullah itu sangat penting hendaknya lidah kita senantiasa dengan dzikir hendaknya hati kita senantiasa gemuruh dengan dzikir hendaknya anggota tubuh kita juga senantiasa sibuk dengan amal saleh dan itu semuanya adalah itu semuanya adalah dzikir Alhamdulillah kemudian selanjutnya beliau menyampaikan sebuah pesan penting untuk kita semuanya yaitu bahwasanya kalau ada perkara-perkara yang kita ragukan kalau kita bingung menghadapi beberapa pilihan yang sulit maka hendaknya kita melakukan istikharah dengan cara sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Beliau mengatakan wa mustabaharuhu adalah perkara-perkara apapun yang rancu yang diragukan yang membuat kita bingung maka hendaknya kita melakukan istikharah yang disyariatkannya istikharah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena tidak akan menyesal orang yang beristirahat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan menyesal orang yang meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seperti apa itu istikharah yang disyariatkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam istikharah yang disyariatkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah seperti yang terangkum dalam hadis riwayat al-bukhari dari Jabir bin abdillahu anhu beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajari kami istikharah dalam semua urusan sebagaimana beliau mengajari kepada kami satu surat dari Alquran jadi saking pentingnya mereka sampai menghafal istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan nabi mengajari mereka sebagaimana sebagaimana beliau mengajari mereka satu surat dari Alquran ini pentingnya doa istikharah Beliau mengatakan kepada kami kalau seorang diantara kalian bertekad untuk suatu perkara Jika seorang diantara kalian bertekad melakukan suatu perkara maka hendaknya dia salat dua rakaat Allahumma ini potongan pertama dari dua istikharah yang panjang ini yang artinya setelah kita salat dua rakaat kita duduk kemudian kita angkat tangan kita dengan mengucapkan Ya Allah sungguh aku meminta petunjuk kepadamu dengan ilmumu dan aku meminta kekuatan kepadamu dengan kekuatanmu dan aku meminta darimu anugerahmu yang agung Aku meminta kepadaMu Anugrahmu yang besar sungguh engkau maha berkuasa dan aku tidak berkuasa engkau maha mengetahui dan aku tidak mengetahui dan engkau mengetahui hal-hal yang gaib engkau maha mengetahui hal-hal yang ghaib Allah Kalau engkau mengetahui bahwasanya perkara ini adalah baik untukku dalam duniaku kehidupanku dan akhir urusanku maka takdirkanlah ia mudahkanlah ia dan berkahilah ia jadi kita di sini meminta agar dimudahkan urusan tersebut kita meminta agar Allah mentakdirkan untuk kita perkara itu kemudian memudahkannya untuk kita juga membekahinya untuk kita kapan Jika sekiranya Allah mengetahui bahwasanya perkara itu adalah perkara yang terbaik untuk kita Perkara apa kita sebutkan di situ mungkin membuka suatu usaha memilih suatu lokasi untuk usaha kita menikahi wanita yang kita lamar memilih sekolah memilih tempat pendidikan untuk anak juga perkara-perkara yang membuat kita ragu dan bingung maka sertakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam urusan kita apalagi kalau urusan yang penting yang besar ini disebutkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengajari para sahabat istikharah dalam semua urusan baik yang besar maupun yang kecil kita sebutkan urusannya apa kemudian kita mintakan Ya Allah kalau memang engkau mengetahui bahwasanya perkara ini adalah yang terbaik untukku untuk duniaku kehidupanku dan akhir urusanku atau untuk akhiratku maka takdirkanlah hal itu untukku kita minta ditakdirkan kemudian minta dimudahkan kemudian juga minta untuk diberkahi maka ini adalah doa yang sangat Agung maka para ulama menyebutnya sebagai Al istikharah yang agung yang kita semuanya minta di situ kita pasrahkan urusan kita kita ini lemah kita nggak tahu kita nggak berkuasa nggak punya kekuatan dan Allah yang punya kekuatan Allah yang Maha Tahu Allah yang Maha mampu kita pasrahkan kepada Allah mana yang baik ya Allah berikan kepadaku takdirkan mudahkan berkahi Jadi kalau kemudian Allah memudahkan suatu urusan Maka insya Allah itu yang terbaik untuk kita dan kalau itu terbaik untuk kita maka Allah akan mudahkan Allah akan berkahi jadi ini adalah keutamaan dari istikharah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwasanya perkara ini adalah buruk untukku atau lebih buruk untukku dalam urusan duniaku dalam kehidupanku dalam urusan akhiratku maka jauhkanlah perkara itu dariku jauhkanlah aku dari perkara itu waktu itu kemudian takdirkanlah untukku yang terbaik di manapun dia berada dan jadikan aku Ridho dengan pilihanmu itu Allahu Akbar yang agung yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Jadi kalau perkara yang akan kita pilih itu adalah perkara yang buruk maka kita meminta kepada Allah agar perkara itu dihindarkan dari kita kita dihindarkan dari perkara itu kemudian kita meminta Allah untuk mentakdirkan bagi kita yang terbaik mungkin bukan itu tapi gantinya yang lebih baik dari itu kemudian kadang-kadang ketika hati kita sudah condong pada sesuatu ternyata itu bukan yang terbaik untuk kita dan setelah kita istikharah maka akhirnya Allah menjauhkannya dari kita dan menjauhkan kita darinya kadang-kadang hati ini masih belum legowo hati ini masih ingin mengejar apa yang menjadi kecenderungan kita tadi itu maka kita sesuai dengan berdoa agar Allah membuat kita Ridho dengan pilihannya Jadi apa yang kita incar apa yang kita harapkan setelah kita minta kepada Allah tidak dimudahkan maka berarti itu tanda bahwasanya itu bukan yang terbaik untuk kita kita meminta gantinya yang lebih baik kemudian kita juga minta Allah menghilangkan penyesalan kita saat tidak bisa mencapai hal itu sebaliknya kita meminta dari Allah agar kita dibuat Rida dengan pilihan yang terbaik yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada kita jadi Subhanallah Allahu akbar benar-benar Istiqarah dengan kandungan yang dalam yang sudah mencakup semua aspek yang kita butuhkan dalam perkara-perkara kita kalau memang itu baik dan terbaik kita minta agar Allah mentakdirkannya untuk kita memudahkannya untuk kita dan memberkahinya sebaliknya kalau itu adalah perkara yang buruk atau yang lebih buruk maka kita meminta kepada Allah agar menjauhkannya dari kita menjauhkan kita darinya menggantinya dengan yang lebih baik dan satu lagi menjadikan kita Rida dengan pilihan yang dia berikan hajat kita itu apa Apakah tentang pernikahan pilihan wanita yang akan kita suntik Apakah itu adalah urusan pekerjaan urusan sekolah Urusan pendidikan anak urusan kuliah urusan memilih profesi atau memilih lokasi untuk usaha ini semuanya kita perlu untuk mintakan petunjuknya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sering-sering istikharah dalam berbagai urusan kita terutama urusan-urusan yang besar kemudian juga perbanyak doa itu adalah pintu dari setiap kebaikan doa adalah pintu dari setiap kebaikan jadi perbanyak istikharah perbanyak doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan ketika berdoa jangan buru-buru jangan istikharah Apa itu istinja mengatakan aku sudah berdoa sudah berdoa sudah berdoa Sudah istikharah tapi Allah tidak menjawab doaku ini namanya istinja berburu-buru nggak boleh kita mengatakan Aku sudah banyak berdoa tapi Allah tidak menjawab doa-doa ku hal ini dilarang oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Sabda beliau di Shahih al-bukhari Dari Abu Hurairah radhiyallahu Anhu Beliau mengatakan akan dijawab doa seorang diantara kalian selagi dia belum isti’ah selagi dia tidak istija selagi dia tidak buru-buru akan dijawab doa seorang diantara kalian akan dikabulkan doa seorang diantara kalian selagi dia tidak terburu-buru Dengan mengatakan aku sudah berdoa tapi Allah tidak mengabulkan doaku ya ini dilarang oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sabar Insya Allah Allah akan menjawab doa kita Allah Subhanahu Wa Ta’ala berjanji akan menjawab doa-doa kita Allah akan mengabulkan doa-doa kita tapi pengabulan doa dalam agama kita itu tidak harus dengan jawaban instan yang kita lihat di depan mata kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwasanya terkabulnya doa itu bisa secara instan dan insya Allah banyak dari kita bahkan mungkin masing-masing dari kita sudah pernah merasakan doa yang dijawab instan oleh Allah subhanahu wa ta’ala langsung kita lihat hasilnya dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam atau dalam hitungan menit Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha berkuasa atas itu semuanya tapi kadang-kadang terjawabnya doa bisa berupa ditabungnya kebaikan untuk kita di akhirat jadi Allah memberikan apa yang kita minta di akhirat dengan pemberian yang lebih baik dan lebih besar dan bentuk pengabulan yang ketiga adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghindarkan dari kita suatu musibah yang seharusnya terjadi pada kita jadi tanpa kita sadari dengan doa kita itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghindarkan kita dari suatu marabahaya dan musibah yang seharusnya menimpa kita tapi tidak jadi menimpa kita maka pengabulan doa oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak harus dilihat secara instan di dunia tapi bisa berupa ditabungnya kebaikan untuk kita di akhirat dan bisa juga dalam bentuk dihindarkan dari musibah yang seharusnya menimpa kita dan ternyata dengan doa itu Allah hindarkan kita darinya tanpa kita sadari baik Para pengurus yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala barangkali ini yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini kita berhenti pada titik ini Insyaallah kita lanjutkan poin-poin selanjutnya pada kajian sesi ke-11 dan seterusnya dan hari ini kita belajar tentang keutamaan zikir yang mutlak yakni zikir yang tidak terkait dengan waktu dan amalan dan zikir mutlak yang terbaik adalah Lailahaillallah namun kadang-kadang ada kondisi tertentu di mana tasbih Tahmid takbir atau La haula wala quwwata illa Billah bisa lebih baik daripada lailahaillallah kemudian juga kita telah pelajari bersama bahwasanya Dzikir itu tidak hanya yang kita kenal itu dzikir mencakup semua ibadah yang bisa dilakukan oleh hati kita lidah kita dan anggota tubuh kita semua ibadah dan amal saleh dihitung sebagai dzikir termasuk Majelis Taklim menghadiri Majelis Taklim menyampaikan ilmu berdakwah Amar ma’ruf nahi mungkar membaca Alquran itu semuanya adalah dzikir dan dihitung sebagai Dzikrullah oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga pada intinya amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib adalah dzikir atau mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi inilah Jawaban dari pertanyaan kedua Apakah amalan sunnah terbaik setelah amalan yang wajib jawabannya adalah dzikir dengan maknanya yang luas kemudian kita belajar juga tentang sunnah istikharah dalam perkara-perkara dan urusan-urusan kita kemudian kita juga telah kupas bersama betapa Agungnya dua istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat beliau maka hendaknya kita meneladani beliau dalam hal ini dan berusaha untuk menghafal doa istikharah ini karena kita sangat membutuhkannya baik barang kali ini yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat wallahu ta’ala alam Rasulullah Alhamdulillah dan pemirsa Roja TV bagi Anda yang ingin bertanya terkait dengan pembahasan silakan di handphone 021 823 6543 [Tepuk tangan] [Musik] kita adzannya ada kalimat tambahan antara hail Falah dan Allahu Akbar assholatu khairum minannaum itu kita dilarang mengikuti muadzin atau membaca Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh maka kita disyariatkan atau disunahkan untuk mengulangi bacaan yang diucapkan oleh muadzin kecuali jika ada dalil yang Shahih yang menunjukkan bahwasanya kita disunahkan untuk mengucapkan dzikir yang lain jadi untuk Allahu Akbar La ilaha illallah asyhadualla ilahaillallah maka kita mengucapkan seperti yang diucapkan oleh tapi dalil saya menunjukkan bahwasanya saat muadzin mengucapkan maka Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk mengucapkan La haula wala quwwata illa Billah Adapun memang Masyur di sebagian kitab bahwasanya yang diucapkan adalah shodaqta Wa borota Saya dari kecil pun juga sudah hafal itu tapi saya ingat saya Setahu saya ini tidak dikuatkan oleh para ulama maka hukumnya kembali kepada hukum asal yaitu mengucapkan lafaz sebagaimana diucapkan oleh muadzin maka ucapkanlah seperti apa yang dia Ucapkan jadi ini yang menjadi dalil ketika pengecualian tersebut tidak kuat jadi saya ingat saya Setahu saya sunnah tersebut dilemahkan oleh para ulama maka yang Shahih yang sesuai dengan sunnah nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah kita mengucapkan seperti yang diucapkan oleh muadzin wallahu ta’ala alam Semoga menjadi pencerahan dan kita angkat kembali Pertanyaan selanjutnya masih via telepon 236543 baik kita sampai kembali penerapan yang kedua halo [Tepuk tangan] langsung mengeluarkan badan ke seluruh tubuh itu sudah saya bosan Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kita itu ada sifat minimalisnya atau yang disebut oleh para fuga sebagai sifat minimalis sifat minimalis adalah mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh Jadi kalau seorang sudah pasang niat dalam hatinya bahwasanya mandi itu adalah mandi wajib untuk mengangkat hadas besar kemudian dia mengalirkan air ke seluruh tubuhnya baik melalui shower atau dengan air yang diambil dengan gayung atau bahkan dengan menceburkan diri ke kolam renang maka ketika dia naik dia selesai dari mandinya maka dia sudah suci dari hadas besar setiap orang itu mendapatkan apa yang dia niatkan karena itu yang dia niatkan dan mandi itu dalam istilah adalah mengalirkan air ke seluruh anggota badan nah ini adalah sifat minimalis sifat yang kedua adalah sifatul atau sifat maksimal sifat sempurna sifat sempurna dari mandi wajib adalah dengan memulai dengan wudhu dulu jadi kita wudhu ya kita basuh anggota wudhu kita dahulu baru kemudian kita mengalirkan air ke seluruh tubuh kita sedangkan air ke seluruh anggota tubuh kita dan dalam satu riwayat boleh membasuh kakinya di akhirkan jadi bisa wudhu dulu sempurna baru kemudian kita menguyurkan air ke seluruh badan kita atau kita membasuh muka kemudian tangan kemudian kita mengusap kepala kita siram air dengan kita siram badan kita dengan air sampai semuanya kena baru kemudian di akhir ya terakhir kali kita membasuh kedua kaki kita ini juga diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadi keduanya dihitung sebagai sifat utama yaitu sifat sempurna atau maksimalis yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka kembali kepada pertanyaan yang disebutkan oleh Bapak dari Palembang tadi ya berarti yang Bapak Sebutkan adalah sifat minimalis dan sudah cukup untuk disebut sebagai sah sebagai mandi wajib alhamdulillah tapi kalau bapak ingin pahala lebih banyak maka mulailah dengan wudhu dahulu maka itu lebih sempurna dan lebih besar pahalanya wallahul [Musik] kita berikan kesempatan selanjutnya sebelum kami angkat dari WhatsApp di 021 8236543 baik kita siapa penanya yang ketiga halo halo Assalamualaikum Pak Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh pertanyaannya terkait dengan Pertanyaan beliau sampaikan terkait dengan ujian yang Allah berikan Apakah cukup dengan berdzikir kepada Allah Alhamdulillah bisa bisa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang paling banyak manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi kemudian yang terbaik setelah mereka kemudian yang terbaik setelah mereka jadi ujian yang berat itu adalah tanda keutamaan seorang muslim maka yang diuji paling berat adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kita para pendakwah di zaman kita kita tentunya tidak lepas dari ujian-ujian dan kesulitan-kesulitan tapi kalau Kita membandingkannya dengan apa yang dihadapi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dimana dahulu Beliau pernah terancam nyawa beliau hampir dibunuh ya kemudian diserang ya kemudian juga dimusuhi oleh keluarga beliau sendiri oleh orang-orang di Mekkah maka kita akan menganggap bahwasanya apa yang kita hadapi pada zaman kita ini tidak ada bandingannya dengan apa yang dihadapi oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kenapa karena memang itulah sunnah para nabi kalau kita melihat ujiannya Nabi Musa Nabi Ayub Ya Nabi Ibrahim Alaihissalam ujian mereka adalah ujian yang berat-berat maka kita juga akan diuji sesuai dengan kadar keimanan kita maka Kapan kita diuji dengan kesulitan-kesulitan Padahal kita barangkali sudah banyak beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka husnuzan kepada Allah bahwasanya itu adalah ujian untuk menaikkan derajat kita Maka kalau kita bisa bersabar kemudian kita bisa menjadikan ujian itu sebagai sarana untuk menaikkan derajat kita di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yakni dengan bersabar menghadapi ujian itu maka akan semakin tinggi derajat kita dan bisa jadi itu akan membuat kita diuji dengan ujian yang lebih berat lagi Tidak masalah tapi kita ingat bahwasanya dunia memang adalah tempatnya untuk diuji kita semuanya diuji sebagian diuji dengan kemudahan sebagian diuji dengan kesulitan dan bisa jadi ujian berupa kesulitan itu lebih mudah untuk kita taklukkan daripada ujian berupa kemudahan-kemudahan seperti kekayaan jabatan wanita dan lain sebagainya dahulu sebagian Salaf mengatakan oh betul kami diuji dengan kesulitan-kesulitan dengan musibah-musibah dan kami bisa sabar Kemudian kami diuji dengan kemudahan-kemudahan ternyata kami tidak bisa sabar maka ujian yang kita hadapi hendaknya kita hadapi dengan tabah dengan Rasulullah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwasanya itu adalah ujian untuk menaikkan derajat kita dan kalau kita sabar maka kita berhasil mengubah yang negatif menjadi positif ya aljabar sungguh ajaib perkara seorang mukmin semua urusannya adalah kebaikan untuknya semua kondisinya adalah kebaikan untuknya dan itu tidak terjadi kecuali bagi seorang mukmin kalau dia mendapatkan kemudahan-kemudahan dan nikmat dia bersyukur Maka nikmat itu menjadi kebaikan baginya Wain asobat dan jika dia diuji dengan musibah musibah dan kesulitan dia sabar maka kesulitan-kesulitan dan musibah itu berubah menjadi kebaikan untuk Dia seorang muslim mengubah yang kelihatan negatif menjadi positif itulah seorang mukmin dan kalau bapaknya ingin berdakwah di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ingin berkontribusi dalam dakwah Islam maka bersiaplah bahwasanya Di sana akan ada ujian-ujian akan ada anak dan duri tapi Teladan Kita Adalah para nabi yang sudah diuji dengan ujian yang lebih berat daripada kita maka jangan takut hadapi ujian itu dengan sabar Insya Allah itu akan menjadi pahala besar di akhirat Semoga bisa dipahami dengan baik Selanjutnya kami akan angka pertanyaan atau beberapa pertanyaan dari pesan chat WhatsApp Assalamualaikum Warahmatullahi Apakah atau Bagaimanakah hukumnya membaca tasbih Tahmid takbir atau beberapa dzikir setelah menunaikan salat Tahajud dan juga salat Apakah di perbolehkan secara hukum syariat dan ketentuan sunnah mohon pencerahannya untuk membaca beberapa dzikir secara terus-menerus setelah ibadah-ibadah tertentu maka berarti kita menjadikan Dzikir itu sebagai dzikir muqayyad maka zikir Muakkad yang terikat dengan waktu atau dengan amalan ini membutuhkan dalil khusus tapi kalau kita membacanya sesekali tidak menjadikannya sebagai sebagai dzikir yang selalu kita ucapkan pada momen-momen itu setelah Dhuha misalnya kita ada kesempatannya kita pakai dulu untuk dzikir sebanyak mungkin maka itu jatuhnya adalah dzikir yang mutlak yang boleh kita lakukan di manapun dan kapanpun yang membedakan adalah kita tidak terus-menerus membaca zikir tersebut tapi kita kita selang-seling ya di kesempatan hari ini ya kita mungkin setelah salat kita isi dengan membaca Alquran kemudian di Lain kali kita membaca tasbih tahlil Tahmid maka itu jatuhnya adalah dzikir yang mutlak yang boleh diucapkan kapan saja dan di mana saja Adapun kalau kita menjadikannya sebagai dzikir yang rutin selalu itu yang kita ucapkan maka berarti kita secara tidak langsung menjadikannya sebagai dzikir yang muqayyid yang kita tempelkan yang kita ikatkan atau kita kaitkan dengan waktu tertentu atau amalan tertentu yang ini butuh butuh dalil khusus seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berupa dzikir pagi zikir sore dzikir malam sebelum tidur Kemudian dzikir saat setelah salat dzikir saat kita masuk kamar mandi saat kita masuk masjid keluar toilet keluar dari masjid maka itu semuanya adalah zikir yang ada dalilnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam secara khusus seperti itu Semoga bisa dipahami dengan baik dan kami yang ada Pertanyaan selanjutnya dari pesan chat WhatsApp tadi disebutkan bahwa ucapan yang utama atau Dzikir yang paling utama adalah ucapan dan lafadz Lailahaillallah pasar Bagaimanakah penerapannya dalam dzikir keseharian sebagian mengucapkan Mbak ada salat secara rutin dengan Berjamaah dengan ucapan Lailahaillallah Adakah Ketentuan dan bilangan khusus dalam dzikir Lailahaillallah mohon pencerahannya jazakallah kadang-kadang menjadi dzikir yang muqayyad atau zikir yang dikaitkan dengan amalan tertentu seperti misalnya saat kita wukuf di Arafah atau setelah kita salat fardhu ketika shalat fardhu maka dzikirnya adalah diajarkan ketika kita sedang melempar jumrah bukan melempar jumrah Tapi saat kita setelah salat kita diantaranya diajarkan untuk membaca Lailahaillallah Kapan sebagai penutup dari dzikir yang 100 Subhan Allah 33 kali Alhamdulillah 30 kali Allahu akbar 33 kali pun diakhiri dengan satu saja ada riwayat juga yang menunjukkan bahwasanya Lailahaillallah ini diucapkan 25 kali ini Shahih jadi zikir 100 itu dibagi menjadi 4 Subhanallah 25 kali Alhamdulillah 25 kali Allahu akbar boleh 5 kali kemudian Lailahaillallah juga diucapkan 25 kali ini adalah variasi yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadi untuk sholat ini untuk Lailahaillallah maka berapa Kita mengucapkannya ya Tergantung variasi yang kita pakai kalau kita memakai variasi yang 33 atau 33 maka kita akhiri dengan satu Lailahaillallah satu kali saja kalau kita mengambil variasi yang 25 25 maka berarti Lailahaillallah adalah sebanyak 25 kali ini soalnya diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti itu ya Kita mengucapkannya dan dzikir setelah salat ini Nabi Muhammad SAW mengajarkannya secara Lirih tidak dikeraskan dan juga tidak bersama-sama Adapun Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dahulu beliau mengeraskan ya mengeraskan itu pun dipahami oleh Imam Syafi’i sebagai mengajari orang yang belum paham Karena pada dasarnya diucapkan secara lirih tidak dikeraskan kecuali yang ada dalilnya untuk dikeraskan jadi cuma secara lirih dan itu yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan kalau jamaah suatu masjid sudah hafal Dzikir itu maka kita kembali kepada asal Ya kembali kepada asal yaitu dengan Dengan berpikir sendiri-sendiri masing-masing tanpa dikomando Nah itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW Maka itulah yang terbaik Alhamdulillah yang bertanya Barakallah dan Ini pertanyaan kami terakhir saya di kesempatan sore hari ini sebagai khitan dan kesimpulan kajian kita silakan [Musik] kesimpulan dari kajian kita adalah penjelasan bahwasanya ibadah yang terbaik yang bisa kita lakukan setelah amalan-amalan yang wajib adalah dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala namun dzikir ini ada banyak macamnya tidak hanya terbatas pada dzikir yang sudah kita kenal tapi zikir itu mencakup semua amal saleh yang bisa dilakukan oleh hati kita lisan kita ataupun anggota badan kita yang lain termasuk tholabul Ilmi dan menghadiri Majelis Taklim sebagaimana dijelaskan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah maka Mari kita perbanyak zikir dengan berbagai bentuknya Semoga dengan begitu kita menjadi hamba-hamba yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan coba kita akan lanjutkan kembali TV demikian kajian kita di kesempatan sore hari ini pembahasan dari kita atau risalah yang sangat bermanfaat ada beberapa pertanyaan tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada semoga yang sedikit ini bermanfaat dan kami tutup akhirnya kajian ini dengan cover atau majelis subhannatullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama Rodja TV ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini [Musik] progres pembangunan masjid Jamil Barkah hingga Agustus 2023 [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *