Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

dan Radio Rodja Bandung menebar cahaya sunnah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi saudaraku seiman dan sakidah sahabat Roja di manapun Anda berada Masih bersama dengan kami di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan insya Allah sesaat lagi kami akan sambungkan anda dengan sebuah kajian ilmiah yang kami baca luaskan dari Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya bersama Ustadz Mubarak Mualim LC MHI hafizallahu ta’ala saudaraku seiman dan sakidah kembali kita akan mengkaji di pagi hari ini kita penuh manfaat kitab Riyadus Shalihin kali Al Imam an-nawawi rahimahullah ta’ala Baiklah saudaraku seiman dan sakidah untuk selanjutnya kita akan sambungkan anda bersama Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya bersama Ustadz Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Shallallahu Alaihi Wasallam dimanapun anda berada Semoga senantiasa dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kita kembali bertemu di pertemukan oleh Allah Azza wa Jalla dalam kajian dan pembahasan hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam buah tangan dari Al Imam Abu Zakaria Yahya pembahasan Kita Masih pada pembahasan tentang Karomah yaitu Karomah Aulia keramat para Wali dan sudah kita Jelaskan pada pertemuan yang lalu bahwa keramat para Wali itu adalah benar-benar ada dan diimani oleh para Salaf para sahabat tabiin dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik Imani pula oleh Ahlussunnah Wal Jamaah namun yang patut untuk di ketahui dan digarisbawahi siapakah wali-wali Allah itu sudah dijelaskan pada pertemuan yang lalu bahwa Wali Allah itu adalah yang disebutkan oleh alquranul Karim di dalam surat Yunus ayat yang ke-62 dan ayat yang ke-63 bahwasanya para wali-wali Allah itu mereka tidak bersedih hati mereka tidak takut tidak ada rasa takut dan tidak pula mereka bersedih hati Siapa mereka itu alladzina amanu yaitu orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa maka Kullu mukminin Muttaqin bahwa waliyun Min Aulia Illah setiap orang beriman yang dia bertakwa kepada Allah maka dia adalah Wali diantara wali-wali Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini semua sebaiknya kita waspada dari perbuatan-perbuatan para tukang sihir perbuatan para dukun perbuatan para peramal ya dan lainnya yang mereka menampakkan diri seakan-akan mereka itu memiliki Karomah padahal hal-hal luar biasa yang mereka lakukan itu adalah dari bantuan syaitan bukan dari Allah subhanahu wa ta’ala bukan Karomah dan sudah juga saya sampaikan makna dari perkataan Imam Syafi’i rahimahullah ta’ala apabila anda melihat seorang berjalan di atas air atau terbang di udara Maka jangan serta-merta kamu percaya pada orang itu sehingga kamu melihat betul Bagaimana sikap dia perilaku dia terhadap Alquran dan sunnah nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kalau orang yang betul-betul berpegang kepada alquranul Karim dan Sunnah Rasul wasallam maka dia adalah Wali Allah tapi kalau orang yang tidak jelas namun dia bisa melakukan hal-hal yang luar biasa maka berarti ini dari syaitan apalagi jika dia dikenal dengan seorang yang tukang sihir misalnya ya Atau Dia seorang yang peramal atau yang lainnya ya dari hal-hal yang biasa disebut dengan paranormal atau orang yang luar biasa yang luar biasa padahal itu semua adalah dari bantuan-bantuan syaitan atau jin bersama mereka kemudian kita lanjutkan pembahasan hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berikutnya kata Imam an-nawawi orang yang mengatakan diantara 10 orang yang dijanjikan atau disebutkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai penghuni surga ya dalam satu Hadis yang beliau menyebutkan 10 orang yang dijamin masuk surga salah satunya adalah Said bin Zaid bin Zaid bin Amr Bin nufail radhiyallahu anhu pernah suatu ketika datang seorang wanita yang bernama arwah pintu aus arwah binti aus dia menggugat ya kepada Said bin Zaid dia menggugat permasalahan dia dengan Said bin Zaid kepada Marwan Ibnu Hakam yang dia adalah gubernur kota Madinah yang disampaikan oleh arwah binti aus kepada Marwan sedikit tanah milik milik milik dia miliar hal ini disampaikan kepada Marwan Marwan dan menanyakan hal tersebut ini apa benar kamu mengambil tanahnya maka kata Said bin Zaid anak untuk Apakah aku mengambil ya tanah wanita ini ya setelah aku mendengar dari Rasulullah SAW akan sabdanya kol kata Marwan apa yang kamu dengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Tepuk tangan] bersabda yang mengambil Sejengkal Tanah dengan cara yang zalim maka akan dikalungkan di lehernya pada hari kiamat kelak dengan tujuh lapis tanah kata Marwan dia di tanahnya sendiri [Tepuk tangan] maka tidaklah wanita itu meninggal arwah binti aus tidaklah dia meninggal kecuali Setelah dia buta dan ketika dia sedang berjalan di tanahnya kemudian dia jatuh di tanah yang tersebut Lalu meninggal [Tepuk tangan] Abdillah [Tepuk tangan] dari Muhammad bin Zaid bin Abdullah bin Umar bahwa Abdullah bin Umar itu melihat wanita tersebut dalam keadaan buta Kalau kami memegang tembok kalau berjalan takut dan dia berkata wanita itu aku ini tertimpa doanya Said [Tepuk tangan] di tanah yang dia gugat kepada Marwan kemudian dia terjatuh sumur tersebut dan meninggal dan dia meninggal nah ini diantara contoh tentang doa seorang yang dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi wanita ini arwah binti aus dia mendakwakan bahwa Said bin Zaid salah seorang diantara 10 orang ahli surga yang disebutkan satu Hadis yang dijamin dan ternyata tidak benar maka Allah ta’ala tentang apa yang dia tuntut kepada aku dihadapan Marwan dan Matikanlah dia di tanah di tanahnya sendiri ini doanya maka hati-hati kita terhadap doa seorang yang terzolimi apalagi orang-orang yang sholeh orang-orang taat kepada Allah ta’ala dan sampai berbuat sesuatu ya yang akan berdampak buruk kepada diri kita yang diambil dari hadis ini diantaranya adalah haramnya mengambil tanah seseorang dan cara kezaliman mereka itu termasuk perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Karomah yang Allah berikan kepada beliau yaitu doanya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala disebutkan bahwa beliau adalah seorang yang diberikan yang Allah kepadanya karena beliau betul-betul orang yang berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam baik ketika Nabi Isa Alaihi Salam hidup maupun setelah wafatnya Said bin Zaid tetap menerima tetap menjalankan atau berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian juga kita lihat bahwa Said bin Zaid ini diberikan Karomah oleh Allah ta’ala Apa yang dilakukan oleh Marwan Bin al-hakam yang mana Marwan Ibnu Hakam ini setelah dijelaskan oleh Said bin Zaid ya bahwa dia tidak mengambil tanah itu Apalagi setelah mendengar hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mengatakan Barang siapa mengambil sebidang tanah ya dengan cara zalim maka akan digalungkan di lehernya 7 lapis tanah sejak mendengar itu beliau beliau tidak mungkin mengambil tanah orang-orang lain dan ini diterima oleh Marwan Ibnu Hakam rahimahullah Ta’ala Dan ini juga menunjukkan bahwa saya bin Zaid adalah orang yang terhormat orang yang dimuliakan yang dihormati oleh para penguasa di saat itu kemudian juga di sini menjelaskan kepada kita tentang Karomah Said bin Zaid yang mana beliau doanya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala doanya dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di sini juga memberikan pelajaran kepada kita tentang menerima berita dari satu orang jadi berita ada satu orang orang yang kita percaya orang yang betul-betul dia tidak pernah bohong ya Maka kalau dia menyampaikan suatu berita ini termasuk berita yang diterima yang diterima makanya marwani berhakam ketika mendengar apa yang disampaikan oleh Said bin Zaid dia langsung menerima tanpa memanggil saya langsung percaya bahwa aku tidak akan bertanya Aku tidak akan minta bukti kepadamu setelah ku mendengar apa yang kamu katakan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian yang terakhir bahwa hadis ini menjelaskan pada kita ya tentang peringatan dari menzalimi menyakiti orang-orang yang mereka adalah orang-orang yang Saleh orang-orang taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena doa mereka dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla sampai kita menzalimi mereka karena Allah bersama orang-orang yang bertakwa Allah mencintai mereka Allah menolong mereka Allah membela mereka ini hal yang patut kita ambil pelajaran dari hadits ini kemudian hadis yang berikutnya dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma Beliau berkata ketika menjelang perang Uhud pada malam harinya Ayahku memanggil aku jadi ketika besok akan terjadi perang Uhud Jabir bin Abdillah dipanggil oleh ayahnya di malam hari dipanggil oleh ayahnya namanya Abdullah ya dua-duanya juga Abdullah seorang sahabat bahwa aku melihat aku Pergilah bahwasanya besok aku adalah orang pertama yang terbunuh dalam Perang Uhud diantara sahabat-sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan tentu tidak ada orang yang aku tinggalkan tidak ada sesuatu yang Aku tinggalkan yang paling bernilai bagi aku ya anakku kecuali diriku sendiri kecuali Rasulullah jadi aku melihat ya aku berpandangan bahwa tidak ada yang lebih berharga lebih bernilai bagi aku nggak akan kutinggalkan seperti atau melebihi engkau kecuali aku ini memiliki hutang ku ini pesan dari Abdullah kepada anaknya Artinya bahwa yang bisa melaksanakan membayar hutang tanya engkau saya punya utang tolong dibayarkan Dan tolong jaga saudari-saudarimu dengan baik ini pesan dari Abdullah kepada perempuan Tolong kamu perhatikan kamu jaga betul saudari-saudarimu ini dan ternyata benar ketika keesokan harinya terjadi peperangan Perang Uhud ternyata Abdullah orang pertama yang meninggal yang terbunuh dalam peperangan tersebut dengan salah seorang yang juga terbunuh dua orang Abdullah dan salah seorang sahabat lainnya yang juga meninggal pada perang [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] kalau aku biarkan dia bersama yang lainnya artinya dikuburkan dua orang ini di satu setelah 6 bulan wafatnya mereka aku Keluarkan dia dari kuburnya ya ini mau dipindahkan ke tempat lain supaya tidak bercampur dengan yang satunya ternyata kondisinya Tetap sama seperti hari ketika aku maunya selain aku membuat kubur untuknya secara sendirian ya campur dengan yang satu hadis riwayat Imam Al Bukhari dalam surat Al Bukhari menjelaskan kepada kita tentang kemuliaan yang Allah berikan kepada Abdullah Al Anshori Ayah Jabir radhiyallahu anhu yang mana beliau telah diberikan satu Firasat oleh Allah subhanahu wa ta’ala bahwa beliau adalah orang pertama yang akan terbunuh dalam Perang Uhud dari sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini yang pertama Kemudian yang kedua ketika dia dikeluarkan dari kuburnya dipindahkan ke tempat yang lain setelah 6 bulan ternyata fisiknya seperti hari ketika dikuburkan ketika dikuburkan Ia juga menunjukkan satu kemuliaan Karomah yang Allah berikan kepada beliau tentang kewajiban seorang ayah yaitu untuk membimbing anak-anaknya bagaimana kita melihat bagaimana Abdullah menasehati putranya Jabir supaya memperhatikan saudara-saudaranya hal ini terutama setelah mereka meninggal setelah orang tua itu meninggal orang tua mempunyai kewajiban untuk mengarahkan anak-anaknya ya sebelum matinya akan mereka tetap berbuat baik ya Misalnya tetap mengerjakan salat jangan sampai meninggalkan salat ya tetap menjaga hubungan mereka yang baik saling memperhatikan satu dengan yang lainnya saling melihat satu dengan yang lainnya sering membantu satu yang lainnya terutama berkaitan dengan Akidah agar mereka tetap bertauhid dan suami melakukan kesyirikan dan seterusnya ini termasuk wasiat-wasiat yang mulia yang orang tua menyampaikan pada anak-anaknya Sebelum meninggal kemudian di sini juga menjelaskan kepada kita tentang kemuliaan dan kecintaan para sahabat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan utama untuk dimuliakan dan dihormati ini terlihat dari apa yang dikatakan oleh Abdullah sang ayah yang mengatakan kepada anaknya putranya Jabir bahwa tidak ada yang lebih mulia yang lebih bernilai bagi aku yang aku tinggalkan setelah aku mati ini ya seperti kamu kecuali hati yang lebih dari itu adalah Rasulullah SAW jadi lebih dari kamu dalam hatiku ini menunjukkan kemuliaan Abdullah yang dia sangat memuliakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian juga di sini menjelaskan tentang keutamaan Jabir sang anak yang mana Dia adalah orang yang mengamalkan apa yang diwasiatkan oleh ayahnya yaitu untuk melunasi membayar hutang-hutang ayahnya nah ini keutamaan bagi Jabir radhi kemudian kita tentang dibolehkannya mengeluarkan atau memindahkan mayat jika memang ada kemaslahatan dalam hal tersebut jadi hal yang dibolehkan dalam kondisi tertentu karena satu hal satu hal yang darurat maka boleh memindahkan mayat apalagi kalau untuk satu kemaslahatan kemudian yang berikutnya bolehnya menjadikan seorang ahli waris sebagai orang pemegang wasiat bagi orang yang memegang Bagaimana Jabir Dia adalah satu-satunya anak laki-laki dari Abdullah yang memegang wasiat yang diberikan kepada kepadanya oleh ayahnya itu wasiatnya adalah untuk membayar hutang dan ini menunjukkan juga pentingnya melunasi hutang kita ini tidak boleh meringan-ringankan masalah hutang hutang piutang itu kalau tidak dilunaskan di dunia ini maka di akhirat jika orang yang memberikan piutang pada kita tidak maka akan dituntut di akhirat kelak maka dari itu jangan kita gampangkan kita mudah-mudahkan masalah hutang piutang punya hutang bayar kalau belum mampu bayar sampaikan pada orangnya kita banyak melihat dalam realita kehidupan kita ini ya bahwa ada sebagian orang datang misalnya meminjam duit ketika meminjam duit akan pertama kali dia meminta itu betul-betul dengan kesungguhan ya bahkan kadang-kadang sampai bersumpah nah ternyata di saat yang memang dia harus membayar hutangnya dia bersikap diam seakan-akan tidak punya masalah tidak punya hutang ya ini sangat kita sayangkan jangan gampang gampang kan masalah utang piutang kalau tidak dibayar di dunia ini dan orangnya tidak Ridho maka di akhirat kelak akan dituntut tuntutan di akhirat Itu bukan lagi berupa duit nanti berubah amal-amal sholeh amal sholeh orang yang berhutang diberikan kepada orang yang memberi hutang maka hati-hati dalam selalu utang piutang apalagi Yang berpegang teguh pada Quran dan Sunnah Manhaj hati-hati ini juga banyak yang kita jumpai berhutang tapi tidak mau bayar hutangnya hati-hati kemudian hadis yang berikutnya Beliau berkata bahwasanya ada dua sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika mereka keluar dari Nabi SAW pada suatu malam yang gelap gulita tiba-tiba bersama mereka itu semacam ada dua lampu yang mengikuti mereka ya dua lampu yang berada di depan mereka ketika mereka berpisah yang satu akan ke rumahnya yang satu ke rumahnya juga cahaya itu terpisah juga yang satu bersama yang satunya dan yang kaya yang lain bersama yang lain sampai mereka tiba di rumah mereka dari banyak jalur dan sebagian adalah menyebutkan dua sahabat itu adalah usaid Bin khubair dan Abbad Bin bisyir radhiyallahu anhuma Jadi dua orang ini adalah usaid bin Khoir dan Abbad bin bisyir radhiallahu anhu mah yang Allah berikan kepada dua orang ini di malam yang gelap mereka dari rumah Rasulullah ketika kembali ke rumahnya mereka dua cahaya di depan mereka menerangi Jalan mereka setelah mereka berpisah masing-masing dengan cahayanya ini satu Karomah dari Allah subhanahu wa ta’ala yang Allah berikan kepada kedua sahabat ini maka kita beriman tentang ada yang Karomah para wali orang-orang Saleh taat taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimanapun anda berada kemudian kita lanjutkan dengan hadis yang berikutnya [Tepuk tangan] jadi kata Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu anhu mendengar Umar Bin Khattab mengatakan sesuatu Misalnya ini Sesungguhnya aku mengira ya aku menduga akan seperti ini melainkan semua yang disebutkan oleh Umar Bin Khattab itu seperti apa yang dia suka jadi aku aku mengira ini akan seperti ini itu terjadi Karomah dari sini oleh Abdullah mengatakan sesuatu inilah Allah Sesungguhnya aku mendengar Sesungguhnya aku menduga aku mengira akan seperti ini ini terjadi seperti yang diduga oleh Beliau [Musik] kemudian pernah suatu ketika Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu sedang duduk tiba-tiba lewat di depannya seorang yang tampan aku telah salah menduga tentang orang tersebut berpegang pada agama dia di zaman Jahiliyah [Tepuk tangan] dia menduga bahwa orang ini salah seorang yang masih tetap beragama jahiliyah Atau Dia adalah seorang memanggil Tolong bawa orang itu ke maka dipanggillah orang tersebut dan Umar Bin Khattab mengatakan demikian apa yang dia duga sebelumnya [Tepuk tangan] najih ya jalia tentang apa yang disebutkan oleh kemudian di sini ada sebuah hadis yang kita belum membacanya itu tadi siang Sebutkan pada pertama dari bab tentang Karomah ini lanjutkan pada kesempatan yang akan datang Alhamdulillah dengan demikian maka berakhir atau kitab dari yang Jilid kedua dari kitab Shalihin ini selesai dan juga pada yang berikutnya pada kesempatan yang baik ini Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah Azza wa Jalla ya Ada satu hal yang ingin saya sampaikan ya sebagai penutup dari kajian ini sebelum tanya jawab yaitu tentang ada empat hal penting yang hendaknya seorang mukmin memilikinya dalam kehidupan di dunia ini yang pertama adalah Al Iman oleh Allah subhanahu wa ta’ala oleh Allah subhanahu wa ta’ala karena hidayah itu dari Allah Azza wa Jalla seorang beriman penikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada nikmat yang lebih besar daripada nikmat iman dan nikmat Islam maka dari itu hendaknya seorang mukmin dia bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat iman yang Allah berikan kepadanya bagaimana dia mensyukurinya dan menjaganya mensyukuri nikmat Allah itu dengan pertama kita mengakui dengan hati kita bahwa semua nikmat yang ada pada diri kita baik nikmat agama nikmat Iman nikmat Islam nikmat duniawi ini semua dari Allah ta’ala nikmat apa saja yang ada pada kalian maka itu semua dari dari Allah subhanahu wa ta’ala itu dia berhasil dalam sesuatu kemudian dia merasa bahwa itu dari dirinya padahal keberhasilannya itu benar-benar dari Allah subhanahu wa ta’ala ini yang pertama kemudian mensyukuri Allah cara yang kedua dengan lisan tidak mengucapkan pujian-pujian pada Allah Alhamdulillah syukurillah dan seterusnya intinya memuji Allah Adapun nikmat dari Tuhanmu maka ucapkanlah Sebutkanlah ini mensyukuri nikmat Allah dengan lisan kemudian yang ketiga mensyukuri nikmat Allah dengan mengerjakan dan anggota badan kita mensyukuri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala seorang yang diberikan nikmat Allah ta’ala hendaknya dia betul-betul mensyukuri nikmat Allah dalam tiga bentuk ini pengakuan dalam hatinya ucapan dengan lisannya dan diwujudkan dalam perbuatan mengerjakan amal-amal kebaikan amal sholeh yang mana setiap amal saleh itu adalah salah satu cabang dari cabang-cabang Al Iman itu lebih dari 70 cabang iman yang paling tinggi yang paling Afdal seseorang bertauhid Ucapkan kalimat Lailahaillallah zaman dahulu kemudian kata nabi ini menunjukkan bahwa setiap amal-amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang mukmin Ya baik itu yang wajib ataupun yang sunnah inilah merupakan bagian dari iman maka kita mensyukuri nikmat Allah yang Allah berikan kepada kita berupa iman dan mengerjakan amal-amal keimanan amal-amal sholeh amal kebaikan ini yang nikmat yang pertama itu nikmat iman yang diberikan oleh Allah kepada kita kalau ada pada diri kita dalam hati kita ini beriman kepada Allah Azza wa Jalla beriman pada rasulnya beriman kepada hal-hal yang wajib kita imani maka tugas kita selanjutnya adalah mensyukuri nikmat Iman tersebut dengan mengerjakan mengamalkan amalan-amalan sholeh amalan-amalan kebaikan dan orange memiliki Iman dia mengerjakan amal sholeh ini termasuk hamba-hamba Allah yang Kemudian yang kedua yang kedua yang harus kita miliki Dan kita berupaya mempertahankannya adalah ilmu yang pertama tadi iman yang kedua adalah ilmu Mengapa ilmu ini penting karena dengan ilmu dan kita mempelajari agama Allah dan kita akan mengetahui dengan keyakinan kalau seorang punya ilmu dengan dia belajar maka akan menambah keyakinan pada dirinya karena dia mempelajari ilmu itu tidak sekedar mendengarkan Tetapi betul-betul dia mempelajari yang mendapatkan dari sumbernya sehingga akan lebih mantap keyakinannya kepada agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan ilmu kita akan mengetahui mana yang hak mana yang batil mana tauhid mana Syirik mana yang halal mana yang haram mana yang baik mana yang buruk kita mengetahui dan apa di sini pentingnya ilmu sehingga kita ini dalam beragama tidak ikut-ikutan hanya sekedar mengikuti arus nya kita beragama ini berdasarkan pada ilmu yang kita miliki kita tahu dalilnya kerjakan Kalau tidak ada dalilnya tinggalkan ini semua dengan ilmu dan kita melihat para sahabat setelah mereka diberikan Hidayah oleh Allah beriman kepada Rasulullah maka mereka kemudian Apa langkah yang mereka lakukan kemudian mereka duduk di majelis menuntut ilmu dari Rasulullah SAW bahkan ada di antara mereka kalau misalnya dia kerja mungkin pergi ke pasar Dia titip pesan kepada sahabat yang lainnya untuk mendengarkan dan mengajarkan apa yang diajarkan atau disampaikan oleh rasul salam ketika dia tidak hadir dalam majelisnya karena mungkin saat itu dia pergi ke pasar atau ke kebun akhirnya menjual semangat yang mereka setelah mendapat Hidayah berupa Iman Taufik dan beriman kepada Allah dan rasulnya kemudian mereka menghadiri Majelis Rasulullah SAW untuk menuntut ilmu untuk menuntut ilmu sangat penting oleh karena itu ilmu adalah jalan menuju surga Bagaimana disabdakan oleh Nabi dan siapa menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu itu jalan menuju surga jalan menuju surga ada ilmu kalau kita di dunia kita berjalan menuju satu tempat itu ada rambu-rambunya ada yang ini membimbing sekarang itu sudah dengan satelit kita kalau mau pergi satu tempat minta kepada orang yang tujuan kita tolong share loc kirim lokasinya di mana Nanti diarahkan ini contoh di dunia kita memerlukan rambu-rambu jalan itu belok kiri belok kanan lurus ya pada surga tidak ada rambu-rambunya untuk menuju ke surga ada pedomannya petunjuk arahnya nah bagaimana dengan surga Allah ta’ala mana mungkin surga tidak tepat pedoman untuk menuju surga Nah itu ilmu adalah jalan yang memudahkan seorang hamba menuju ridho Allah subhanahu wa ta’ala menuju surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah pentingnya maka dari itu juga Nabi SAW bersabda Kalau boleh ilmu Fani menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim wajib bagi setiap dunia islam ini adalah para ulama Bagaimana Allah menjaga agama Allah ini dengan para ulama-ulama tersebut mereka mendalami ilmu Allah ilmu agama Allah ini mereka ajarkan mereka sebarkan dan penuh keikhlasan kesabaran ketabahan maka kami terjaga dengan ilmu tadi itu ada ulama hadis ada ulama ada ulama tafsir cara Allah menjaga agama Allah dengan para ulama ini menunjukkan keutamaan ilmu dan ulama pekerjaan pernah merasa puas dan ilmu yang kita miliki terus kita berusaha supaya kita ini ya belajar menuntut ilmu kemudian yang ketiga ya yang ketiga yang harus kita berupaya untuk memilikinya pertama tadi iman dan ilmu yang ketiga adalah amal diamalkan ilmu yang kita miliki hendaknya kita amalkan kita kerjakan kita terapkan karena tujuan dari ilmu diajarkan kepada kita untuk diamalkan untuk diamalkan ilmu itu dan amal-amal kebaikan maka amal adalah buah dari ilmu diamalkan berarti ilmunya membuahkan sesuatu itu amal yang dia kerjakan dan amal-amal kebaikan sangat banyak yang satu kemudahan satu nikmat dari Allah Azza wa Jalla Kalau amal yang wajib salat Imam waktu puasa di bulan Ramadan menunaikan zakat pelaksanaan ibadah haji dan seterusnya dari amal-amal yang wajib sehingga seseorang apabila ingin dia mengerjakan amalan tambahan dari amalan-amalan sunnah dia ingin mengerjakan semuanya dia tidak akan mampu sesuai kemampuan ada diantara manusia diantara kaum muslimin misalnya satu contoh dalam masalah puasa ada yang sanggup yang mampu puasa mengambil Puasa Daud sehari berpuasa sehari tidak berpuasa puasa Nabi Daud diberikan yang lebih ringan dari puasa Daud yaitu puasa Senin dan Kamis juga kadang-kadang ada orang yang tidak mampu diberikan yang lebih ringan lagi 3 hari setiap Bu setiap bulan tanggal 13 14 15 setiap bulan kemudian amalan yang lain zikir misalnya banyak macamnya memperbanyak membaca Alquran ada amalan sedekah Sedekah Yang sunnah hukumnya selain zakat jadi amalan-amalan dalam Islam ini yang bersifat anjuran ini sangat banyak Oleh karena itu tidak perlu Islam tidak memerlukan amalan-amalan baru atau bidah apa yang diajarkan diarahkan oleh rasul salam kepada umat ini itu sudah cukup sangat banyak maka tidak perlu lagi kita membuat sesuatu yang lain cari soal amalan yang lain untuk kemudian menggantikan amal yang sudah diajarkan oleh Allah dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam adalah amal yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW yang dikerjakan yang ikhlas karena Allah Ta’ala itulah amal yang dikerjakan karena Allah Ta’ala dan sesuai dengan tuntunan sunnah ajaran Rasulullah SAW mengharapkan pertemuannya dan Allah dan Tuhannya maka hendaknya dia melakukan amal saleh dan jangan menyekutukan Allah dengan suatu apapun dalam beribadah pada Allah ta’ala dan amalan itu meskipun sedikit tapi rutin terus-menerus ya ini sangat dicintai oleh Allah ada para sahabat bertanya kepada nabi Alaihissalam amal apa yang paling dicintai Allah kata nabi amal yang paling dicintai oleh Allah ta’ala yang terus-menerus dilakukan walaupun sedikit tapi istiqomah dalam amal itu maka seorang yang dia yang mengerjakan salat duha dua rakaat setiap hari itu lebih baik dan dicintai Allah lebih mengerjakan salat Dhuha 8 rakaat atau lebih dari itu ya tapi sebulan sekali dua bulan sekali amal yang paling dicintai oleh Allah ya sedikit tapi terus-menerus dikerjakan kemudian yang keempat yang kita perlu untuk berpegang padanya memilikinya dalam iman kita dalam ibadah kita istiqomah dalam menuntut ilmu ya Allah barangsiapa yang akhir ucapannya meninggalkan dunia ini yang mengucapkan Lailahaillallah maka dia akan masuk surga jaga iman kita Tiada hari tanpa menuntut ilmu walaupun sedikit Jangan Pernah Berhenti Jangan pernah merasa bahwa aku sudah Alim sudah pintar ini menunjukkan kebodohan orang orang yang menganggap dirinya paling alim itu menunjukkan kebodohan beribadah tujuan peringatan bagi semuanya sembahlah Tuhanmu beribadahlah kepada Allah sampai datang kematian menjemput istiqomah dalam ibadah kepada Allah kemuliaan yang Allah berikan kepada seorang hamba selalu menjaganya mensyukurinya mempertahankannya yang pertama adalah iman yang kedua adalah ilmu yang ketiga adalah amal yang keempat adalah demikian kita akan mendapatkan dengan empat hal tersebut mendapatkan husnul khotimah mati dalam keadaan baik mati dalam keadaan beraqidah yang benar mati dalam keadaan beribadah yang benar jadi ini yang perlu kita ingat dan upayakan untuk senantiasa menjaga dan memelihara demikian mudah-mudahan apa yang disampaikan bermanfaat bagi kita semuanya insya Allah kita lanjutkan pada pertemuan akan datang akul kau lihat selanjutnya sesi berikutnya jawab kami kembalikan kepada Abdul Luqman kami sampaikan kepada Ustadz Mubarok Mualim LC MHI Hafiz yang telah membimbing kita dalam mengkaji kitab Riyadus Shalihin dan juga memberikan nasehat kepada kita terkait dengan yang paling penting kita miliki Dan untuk selanjutnya kita akan memasuki sesi tanya jawab Kami undang Anda sahabat Roja di manapun Anda berada untuk berpartisipasi dengan mengirimkan pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 081989 6543 atau melalui telepon di nomor 021 8236543 Oke kita akan coba angkat pertanyaan pertama melalui pesan Whatsapp dari seorang ibu di Bogor tidak disebutkan namanya ingin bertanya Assalamualaikum Ustadz Apabila ada yang salah pada doa kita ternyata doa itu sepertinya terkabul Bagaimanakah cara memperbaiki doa kita yang salah yang sepertinya sudah terkabul mohon nasehatnya Z Surabaya kita coba angkat kembali pertanyaan kita pertanyaan dari hamba Allah tidak disebutkan namanya dari seorang ibu di Bogor ingin bertanya Ustadz Apabila ada yang salah pada doa kita ternyata doa itu sepertinya terkabul Bagaimanakah cara memperbaiki doa kita yang salah yang sepertinya sudah terkabul mohon penjelasannya baik tentang pertanyaan ini ya sebetulnya kalau ada gambaran dan contoh itu mungkin lebih lebih bisa dipahami ya karena tidak bisa dibayangkan seorang kok salah doa gitu ya tapi mungkin saja yang mengalaminya yang bertanya mungkin pernah mengalami hal tersebut jadi disini pentingnya kita berhati-hati di dalam kita itu apa berdoa pada Allah Ta’ala karena pernah kita bahas masalah hadis tentang jangan kalian mendoakan buruk atau keburukan pada diri kalian padahal anak-anak kalian dan harta kalian jadi satu peringatan ini seorang apabila dia akan berdoa pada Allah ta’ala memikirkan apa yang dia mohon kepada Allah jangan sampai dia itu dalam memohon kepada Allah mohon misalnya keburukan dan bisa jadi disaat terkabulnya doa itu maka apa yang dimohonkan terkabul oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi nasihat kami dalam masalah ini supaya tetap berhati-hati dalam kita berdoa supaya kita tahu Betul apa yang kita Mohon pada Allah ta’ala ya dan mohon kebaikan dunia dan akhirat Adapun misalnya ada sesuatu seperti yang digambarkan tadi kelihatannya doanya sudah terkabul karena dia doa Padahal maksudnya lain tapi maka di sini silahkan mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala misalnya untuk mengangkat ya apa yang telah dikabulkan Tadi apa Yang dimohonkan jawabannya dan penjelasannya untuk berikutnya kita angkat pertanyaan melalui telepon kami persilahkan ya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana bapak dengan Abu Fatih di Jakarta Ana mau minta nasehatnya terkait dengan alami Sekarang saatnya anda tidak bekerja alhamdulillah ada usaha sendiri kemudian di tengah usaha anak sekarang anak ditawari pekerjaan oleh beberapa orang ya nah salah satu pekerjaan ini memiliki penghasilan yang menurut anda pribadi ini cukup menggiurkan gitu saat ya cuma izin kalau boleh disebutkan angkanya gitu ya hampir 3 digit gitu nah cuma kalau Anda ambil pekerjaan tersebut maka anda kurang merasa mendapatkan nikmat seperti yang sekarang gitu karena Alhamdulillah bisa hadir rutin di kajian salah satu guru kita gitu ya Kemudian Anda bisa membantu beliau untuk antar jemput beliau Baik nanti akan jauh dari beliau gitu jauh dari ilmu gitu Pertanyaan beliau ya Secara umum saya pahami saya bisa paham maka arahan kami kepada yang bertanya ya teruslah bersama ilmu ya teruslah bersama ilmu ya jangan sampai Anda tergiur oleh apa yang disebutkan tadi Maka insya Allah dan insya Allah Allah akan memberikan ganti yang lebih dari itu ya Yang jelas bahwa niat misalnya betul-betul niat anda untuk tetap bersama ilmu selalu menuntut ilmu bisa berhikmat kepada agama Allah maka ini satu amal yang sangat mulia ya Walaupun mungkin ada pekerjaan tapi penghasilannya mungkin lebih sedikit dari yang dijanjikan atau ditawarkan Maka kalau saya pribadi menganjurkan kepada anda untuk tetap istiqomah dalam hal ilmu dan ilmu bersama orang-orang berilmu ya dan karena di situ Anda mendapatkan kenikmatan yang besar dari dalam kehidupan ini maka Tetaplah bersama ilmu itu dan insya Allah mudah-mudahan Allah menggantikan dari apa yang ditawarkan dijanjikan lebih dari lebih dari yang dijanjikan itu ini nasihat dan alasan kami karena memang pada dasarnya Hidup itu adalah atau kebahagiaan itu adalah ketenangan dalam diri seseorang tanya orang punya harta tapi tidak tenang dalam hidupnya ya Banyak orang yang sedikit hartanya tapi tenang hidupnya dia lebih bahagia daripada orang yang punya harta punya jabatan punya berbagai macam hal namun tidak mendapatkan kenikmatan ketentraman dalam hati mereka maka dari apa yang Anda Gambarkan tadi yang digambarkan oleh penanya ya itu satu nikmat yang Allah berikan kepada anaknya Semoga Allah terus memberikan istikamah dan terus saya istiqomah dalam bidang ini Insyaallah akan diberikan ya juga oleh Allah yang lebih baik daripada yang ditawarkan kepada Anda ini arahan kami wallahu Ta’ala jazakallah penjelasan dan nasehatnya dan untuk berikutnya saya kembali kita angkat pertanyaan melalui pesan Whatsapp dari hamba Allah di Jakarta Barat dan juga penanya lainnya Mohon penjelasan ustadz tentang wajibnya menuntut ilmu Apakah menuntut ilmu yang dimaksud adalah ilmu tentang agama saja Ustadz mohon pencerahannya baik tentu yang pertama dan utama jika disebutkan tentang ilmu bahkan dan kitab-kitab para ulama ilmu dimaksud pertama kali dan ilmu agama ini tidak bisa dipungkiri ya baik dalam ayat alquran atau hadis nabi salam kitab-kitab para ulama ketika membahas tentang ilmu yang pertama kali dimaksud adalah ilmu agama tapi kemudian tidak tidak mengesampingkan ilmu-ilmu yang lainnya karena dalam kisah Nabi Yusuf Alaihissalam ini ini contoh juga bahwa ternyata Nabi Yusuf Alaihissalam selain beliau Seorang nabi diberikan ilmu oleh Allah diberikan keahlian dalam ilmu dunia duniawi Bagaimana mengatur perekonomian maka tetap ilmu yang lain pun apalagi yang dibutuhkan oleh masyarakat Ya itu tetap dipelajari dan itu tidak mengapa ya tapi yang jelas yang pertama adalah kalau dikatakan ilmu yang pertama adalah ilmu agama karena dalam ilmu agama ini ada yang merupakan fardhu ain bagi setiap orang muslim mengetahuinya seperti masalah akidah rukun Iman rukun Islam salam-salam yang dilakukan sehari-hari salat lima waktu dan yang lainnya makanya wajib diketahui oleh setiap orang selama itu muslim Adapun ilmu duniawi itu ya boleh dikatakan yakni fardhu kifayah ilmu agama maka Apabila Anda bertanya apakah hanya ilmu agama kami katakan yang pertama kali memang dalam kitab-kitab para ulama yang dimaksud dengan ilmu ada ilmu agama dengan tidak menutup kemungkinan atau kebutuhan kaum muslimin pada ilmu yang lainnya maka juga silahkan seorang mempelajarinya Ya silahkan dia mempelajarinya ya kalau sudah cukup ya cukup ada beberapa agama kita terus meningkatkan ilmu agama itu dan mendalaminya dan untuk berikutnya kembali kita angkat pertanyaan melalui telepon kami persilahkan baik kami persilahkan [Tepuk tangan] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa di mana [Tepuk tangan] tempat usaha saya ini atau perusahaan Mohon maaf Bapak untuk lebih jelas suaranya mohon dikecilkan terlebih dahulu televisinya bapak ini yang digunakan untuk tempat usaha itu tanyanya pemerintah di atas Parit di depan saya itu ada depannya ada jalan Kemudian pada pemerintah daerah yang menguasai itu itu bagaimana baik jazakallahu Khairan bapak tafadholsat [Tepuk tangan] mohon Abu Lukman mengulangi sok pertanyaannya karena tadi suaranya kecil saya kurang dengar tolong ulangi Pertanyaan beliau baik pertanyaan dari bapak di Trenggalek ini Ustad terkait dengan usaha beliau dimana beliau membuka usaha potong rambut yang tempatnya ini di atas Parit di atas Parit milik pemerintah yang dicor oleh Beliau dan beliau sudah izin kepada pemerintah setempat Ustaz mohon penjelasannya Ustadz terkait pemakaian tempat seperti itu baik jadi Pertanyaan beliau yang pertama bahwa jika memang Bapak yang bertanya tadi sudah apa namanya sudah meminta izin kepada pemerintah setempat ya untuk menggunakan tempat tersebut Maka insya Allah tidak tidak mengapa Insyaallah tidak mengapa dan selama tidak mengganggu lalu lintas atau jalannya manusia maka kami melihat hal yang insya Allah tidak mengapa karena sudah di apa sudah diizinkan oleh pemerintah setempat atau mereka yang berwenang telah memberikan izin ya maka Insyaallah tidak mengapa Insyaallah usahanya tetap halal ya dan silahkan lanjutkan tapi kalau misalnya mereka minta untuk pindah ya Bapak harus pindah jangan kemudian misalnya menuntut ini sudah saya buat saya sudah ngecord tempat ini ya kalau disuruh pindah-pindah lah karena kita lebih mengutamakan untuk kepentingan yang kepentingan umum karena Selatan penjelasannya dan pertanyaan terakhir saya di kesempatan sesi tanya jawab kita di pagi hari ini dan hamba Allah tidak disebutkan di mana ustadz semoga Allah merahmati imam nawawi keluarga beliau guru-guru beliau dan juga menjaga ustadz dan keluarga serta segenap Rodja TV Amin pertanyaannya Ustadz pertanyaan mohon maaf terkait hutang piutang Apakah salah Ustaz ketika Pihak yang memberikan hutang tidak memberikan tenggat waktu hanya mengatakan kembalikan saja ketika sudah punya uangnya Bolehkah seperti ini Ustadz mohon penjelasannya baik disebutkan dalam alquranul Karim pada hakekatnya kalau masalah utang piutang itu hendaknya ada waktu yang ditentukan ya tetapi misalnya orang ini ya mungkin dia orang ini mungkin yang memberi hutang Dia mungkin orang yang cukup ya dan dia ingin memberikan kemudahan kepada yang diberikan hutang kemudian dia tidak dia tidak menentukan Ya sudahlah Kapan kamu punya kembalikan uang itu ya Misalnya maka ini Insyaallah tidak mengapa Insya Allah tidak tidak mengapa meskipun lebih utamanya dia Dia memberikan ketentuan waktu tapi kalau memang demikian karena dia ingin berbuat baik ya tidak ingin mengikat orang ini atau mendesak orang ini dan waktu dengan waktu yang yang ditentukan maka Insyaallah tidak mengapa ini dari pihak orang yang mengatakan demikian yang memberi piutang yang memberi hutang sekarang yang terpenting adalah yang diberi hutang itu dia itu jangan kemudian karena orang yang memberi hutang itu mengatakan terserah kapan kamu punya duit Kamu bayar kembalikan hutangnya lalu dia menggampang-gampangkan ya ini berbahaya atau dia meremehkan kemudian misalnya sudah punya duit untuk membayar hutangnya tetap ditunda padahal kita sudah mampu membayarnya ini justru yang kedua ini yang harus lebih lebih memperhatikan ya tentang masalah ini karena apa hadis nabi wasallam mengatakan hutang bagi orang yang sudah mampu untuk membayar hutang ini sebuah perbuatan kezaliman jadi lebih di titik ada pihak yang sudah mempunyai harta untuk membayar hutangnya supaya dia segera membayar jangan menunda-nunda Adapun dari pihak yang yang memberikan hutang terserah kapan kamu punya duit bayar itu perbuatan baik darinya Insyaallah dibolehkan maka penekanan di sini kepada yang diberi hutang itu jangan sampai dia gampang kan meremehkan atau bahkan naudzubillah mungkin niat untuk tidak membayar hutangnya jangan sampai demikian atas jawaban dan bimbingannya dan Alhamdulillah kita telah menyelesaikan sesi tanya jawab kita di kesempatan pagi hari ini tafadhol iftitam dari Antum Ustadz kaum muslimin kaum muslimat para pemirsa Para pendengar televisi Radio Rodja dimanapun anda berada Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT dan semoga apa yang disampaikan tadi menambah ilmu kita dan juga menambah keyakinan kita kepada Allah dan kepada rasulnya serta kepada Islam ya kita Semoga selalu diberikan kesadaran oleh Allah Azza wa Jalla agar kita senantiasa memikirkan atau mengamalkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita di dunia ini yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala teruslah menuntut ilmu dan kita berupaya mengamalkan ilmu yang kita miliki Semoga Allah Azza wa Jalla selalu memberikan Taufik pada kita semuanya dan kami haturkan kepada semuanya semoga juga Terus semangat dalam belajar dan dalam menuntut ilmu lebih kurangnya saya mohon maaf aku lupa selamat beraktifitas Semoga semua aktivitasnya lancar dan mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa ta’ala untuk mendapatkan ridho Allah Azza wa Jalla akhirnya yang telah membimbing kita di sesi kajian pagi hari ini langsung dari Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya dan kami ucapkan pula jazakumullah Khairan untuk Anda sahabat Roja di manapun Anda berada Semoga kebersamaan kita memberikan kebaikan dengan bertambahnya ilmu dan semakin baiknya amal-amal kita dan anda bisa kembali menyaksikan kajian bersama Ustadz Mubarok ba Mualim LC MHI Hafiz Allahu ta’ala di setiap hari Selasa pagi pukul 06 kurang lebih sampai dengan selesai waktu Indonesia bagian barat kami mohon maaf atas segala kekurangan Sampai bertemu kembali di lain kesempatan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *