radio Roja Bogor dan radio Roja Bandung menebar cahaya sunah Para pendengar dan pemirsa TV di Manun anda berada akan bagi anda para pemirsa Roja TV yang lagi kami hadirkan untuk Anda program acara Kian secara langsung Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam simat radio RJ Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio ro Bogor dan radio Roja Bandung menebar cahaya sunah pendengar dan pemirsa TV di Manun anda berada bagi anda pemirsa TV yang andarar t saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi rabbil alamin Hamdan katstiraniban mubarakan fihi Kama yuhibbubuna ward wasatu wasalamu ala asrofil mursalin waa alihi wa ashabihi ajmain waman tabiahum biihsan yaumilqiamah Amma Badu ikhwatam allahuakum para pemerhati ra pemirsa Ra dan pendengar rja di mana pun Antum berada di kesempatan pagi hari ini kita bersyukur P Allah subhanahu wa taala di hari ini kembali kita dipertemukan dan juga semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita keberkahan di pagi hari ini hingga menjelang malam nanti ikhwat sama Azani Allahu wyakum kembali kami hadirkan di ruang dengar anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah dari pembahasan Kitab fawaidul Fawaid buah karya dari seikul Islam Abu Abdillah sudin Muhammad bin Abi bakrin Ibnu qayim aljziyah rahimullahu taala Insyaallah kita akan simak kembali satu faedah-faedah yang akan disampaikan oleh guru kita Al Ustaz alfadil Abdullah Taslim Ma hafullahu taala yang akan membahas membacakan kitab tersebut yaitu Kitab fawaidul Fawaid dan juga akan memberikan penjelasan dari poin-poin yang terdapat di dalam kitab tersebut Alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau yang saat ini berada di studio Roja Kendari sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini kami informasikan terlebih dahulu kepada Antum semua setelah kajian disampaikan oleh Beliau kami m Bua sesi interaktif soal jawab dan bagi Antum yang ingin bertanya secara langsung bisa menghubung kami di 0218236543 ataupun Antum dapat bertanya m chat wa di 0819896543 allahakum untuk selanjutnya kita simak bersama dan kepada Ustaz kami persil silakanad Maskur Barakallah fikum asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh waubillahiuri anfusina wiatialinaahdiillahu Fala mudillalah wudlil Fala hadalah waadu allaahaillallah wahdahuarikalah waadu an Muhammad Allah W muhammibiiumidin ammau Alhamdulillah maasir muslimin maasir ikhw wal akhwat fidin rahimakumullah kaum muslimin para pemerhati R TV dan radio ro di Manap pun Antum berada Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali di pagi hari ini dalam majelis ilmu yang mulia meskipun secara online di pembahasan kitab yang sangat bermanfaat kitab alfawaid buah karya dari Al Imam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu qayyim jauziyah rahimahullahu taalab kita masih melanjutkan pembahasan di kitab tentang akidah dan tauhid masih penjelasan tentang ubudti hak dan tingkatan-tingkatan Al ubudiyah penghambaan diri kepada Allah yakni bahwa seorang hamba itu dituntut untuk selalu menunaikan ubudiah bukan dalam keadaan senang atau lapang saja tapi juga dalam keadaan susah dalam keadaan dia mendapatkan musibah dia dituntut untuk melaksanakan ibadah dan ketika dia bisa menegakkan ibadah tersebut maka dialah hamba Allah yang sejati karena selalu menunaikan hak penghambaan diri kepada Allah dalam semua keadaannya tib kita akan lanjut membaca keterangan Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala dalam kitab ini setelah yang pertama beliau Jelaskan tentang ubudiah penghambaan diri kita ketika ditimpa musibah sekarang yang berikutnya wa ubudiatu wa ubudiyatuhu wa ubudiyatuhu fiqil maayib dan penghambaan diri kepada Allah ketika melakukan hal-hal yang menjadi celaan bagi hamba itu yakni berbuat dosa dan maksiat Apa yang harus kita tegakkan ubudiah dalam keadaan seperti ini aluisar bersegera untuk bertobat darinya serta tanasul menjauhkan diri kemudian berdiri pada kedudukan iktidar memohon ampun kepada Allah dan al-inkisar merasa diri penuh dengan kekurangan dan kelemahan di hadapan Allah Aliman biahu La yiu laaru u dengan dia meyakini mengetahui bahwasanya tidak ada yang bisa mengangkat keburukan tersebut selain Allah dan tidak ada yang bisa menjaganya melindunginya dari keburukan perbuatan maksiat dampak bur perbu maksiat Allah dan bahwanyaan keburukan maksiat tersebut Kalau terusmenerus adauh dia dari pintu Allah Subhanahu Wa [Tepuk tangan] taalaak maka hamba ini memandang keburukan-keburukan maksiat tersebut Min termasuk kecelakaan ya yang tidak bisa diangkat kecuali oleh Allah Bahkan dia sampai memandangnya lebih besar dibandingkan kecelakaan atau penyakit yang menimpa pada anggota badannya bahaya yang menimpa pada anggota badannya jadi ketika kita melakukan perbuatan maksiat dan sudah kita sebutkan ya manusia tidak mungkin luput dari kesalahan bahkan disifati di dalam hadis yang sahih Rasulullah Sallallahu Ali wasallam bersabda Bani Adam KH semua manusia itu KH banyak berbuat salah bukan hanya sekali dua kali tapi sering berbuat salah tapi sebaik-baik orang yang banyak berbuat salah sebaik-baik orang yang banyak berbuat salah adalah orang yang banyak bertobat dan selalu kembali kepada Allah Nah inilah penghambaan diri kita sewaktu kita lalai sehingga berbuat maksiat melanggar ketentuan syariat Allah atau melakukan perbuatan yang dilarangnya naudubillahalik kita segera bertobat ya bersegera untuk bertobat dan menempatkan diri kita pada posisi alar memohon pengampunan dan merasa diri penuh dengan kekurangan yang seperti ini menunjukkan kepada kita ya bahwa seseorang hamba ketika dia menatkan ubudiah ini dengan benar maka Allah subhanahu wa taala akan mencintainya memang perbuatan buruk Dici Allah subhanahu wa taala itu pasti pasti akan mengurangi iman kita akan tetapi jika dengan sebab melakukan perbuatan buruk tadi seorang hamba kemudian sungguh-sungguh bertobat sungguh-sungguh kembali kepada Allah maka Allah subhanahu wa taala mencintai tobat yang di permohonan tobat yang dilakukan oleh hamba tersebut makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim lallahu Asan ah sungguh Allah subhanahu wa taala lebih sangat gembiranya dengan tobatnya salah seorang hamba ketika dia bertobat kepadanya dibandingkan dengan seseorang yang pernah yang melakukan perjalanan di padang pasir dengan membawa unta di atasnya semua peralannya makan minum dan semua ternyata tiba-tibataersebut peri dan hilang lari darinya ketika orang ini keadaan putus asa dia menunggu mencari untaanya dia bernaung di bawah sebuah pohon ya dia menunggu kematiannya tiba-tiba ketika dia terbangun Dia mendapat onta tersebut di sampingnya lengkap dengan semua perbekalan makan dan minumnya sehingga gembiranya saking ganya orang ini dia berdoa kepada Allah Allahumma Anta abdiuk Ya Allah engkau adalah hambaku dan aku adalah R aku adalah Tuhan ini saking gembiranya dia sampai salah ngomong sampai salah mengucapkan dalam doanya ini kegembiraan yang sangat tapi Allah lebih senang menerima tobatnya seorang hamba yang bertobat dan kembali padanya dibandingkan dengan kegembiraan yang bisa dibayangkan pada diri manusia seperti kondisi orang orang yang disebutkan di hadis tadi makanya ini menunjukkan kepada kita bahwa bertobat dicintai oleh Allah ini salah satu di antara yang diterangkan oleh para ulama kenapa perbuatan maksiat itu Allah tetap takirkan menimpa hamba-hamba yang beriman k mereka tidak dijaga saja agar tidak berbuat maksiat skali ternyata ada hikmah untuk menyempurnakan penghambaan diri hamba dalam semua keadaannya yaitu dengan cara ketika dia berbuat dosa dia akan segera bertobat kembali kepada Allah dia Takut jauh dari Allah dia selalu akhirnya dia mengakui dirinya hamba yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan yakni kalau seandainya seorang hamba dijaga terus tidak pernah berbuat dosa dia taat terus dihawatir kan dia akan sombong dia akan membanggakan dirinya merasa dirinya hebat tapi ketika dia terjerumus ke dalam perbuatan maksiat dia tahu bahwa dia adalah hamba yang penuh dengan kelemahan tidak ada yang bisa menyelamatkannya dari Segala kelemahan tersebut kecuali Allah subhanahu wa taala nah tiib fahua birui Wi TII wihhu mustajirununu maka hamba ini akan selalu berlindung dengan keridaan Allah dari kemurkaannya berlindung dengan pemaafan Allah dari siksaannya berlindung dengan Allah darinya yakni hamba ini akan selalu berlindung mencari keridaan Allah tapi dia juga takut dengan kemurkaannya dia berlindung dengan pemaafan Allah untuk menghindari siksaannya dia berlindung kepada Allah dari Allah ini makna doa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah Sallallahu alaii wasallam dalam hadis riwayat Imam muslim ini menunjukkan penghambaan diri yang sempurna seorang hamba yang beriman Rasulullah wasam pernah mengajarkan doa seperti ini Allah in ya Allah Sesungguhnya aku berlindung dengan kanmu dari kemurkaanu Aku berlindung denganemanu dars akul Dar ya Allah tidak mampu membatasi pujian dan Sanjungan yang pantas bagimu Engkau adalah seperti Sanjungan dan pujian yang engkau peruntukkan bagi dirimu sendiri Masyaallah inilah hakikat penghambaan diri yang sesungguhnya ketika seorang hamba menyadari bahwa tidak ada tempat berlindung tempat berlari kecuali hanya kepada Allah dan dia menyadari tidak ada yang ditakutkan segala keburukan kecuali itu berasal dari Allah subhanahu wa taala kalau Allah menghendaki akan terjadi kalau tidak maka tidak tidak akan tidak akan terjadi sehingga dia selalu berlindung dengan pemaafan Allah dari azabnya berlindung dengan keridaan Allah dari kemurkaannya selalu berlindung kepada Allah darinya mustajirun multajiun ilaih dia akan selalu berlindung dan bersandar hanya kepada Allah dia meyakini Jika Allah membiarkan dirinya Jika Allah berpaling darinya atau membiarkan dirinya dengan hawa nafsunya maka dia ada akan dapatkan keburukan dia akan dapatkan di sisi Allah musibah-musibah bahkan yang lebih buruk darinya dan bahwasanya tidak ada jalan bagi hamba ini kecuali melepaskan diri dan bertobat dari perbuatan maksiat tersebut ya Bahkan dia tidak memiliki cara tidak ada jalan untuk bisa melepaskan diri dan bertobat kecuali juga dengan Taufik dan pertolongan dari allah Dan ini semua ada di tangan Allah bukan di tangan hamba yakni sampai kita ingin berbuat baik bertobat kepada Allah ini dengan Taufik dari Allah setelah itu tobat kita diterima mendapatkan balasan yang baik ini juga karena rahmat dan sifat pemurah Allah subhanahu wa taala menerima tobat kita dari semua dari awal dan akhir semua adalah dari Allah dengan pertolongan Allah dan untuk mencari keridannyau maka hamba ini ajazu sangat tidak mampu terlalu lemah dan lebih sedikit kemampuannya untuk bisa memberi Taufik kepada dirinya sendiri atau melakukan hal yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala tanpa izinnya tanpa pertolongannya maka hamba ini selalu Bersandar kepada Allahu merendah diri tunduk dan merasa butuh kepadanya mulkfsahuadaiabih hamba ini akan selalu ya melemparkan dirinya di hadapan Allah merendahkan dirinya di hadapan Allah dan tunduk di depan pintunya mustahin lahu selalu menghinakan diri di hadapannya [Tepuk tangan] u wa aksaru wau wawajuai hamba inilah yang paling rendah paling penuh dengan kekurangan paling miskin dan paling butuh kepada Allah subhanahu wa taala wau Fi wa ahahu fi W lahu Wu dialah yang paling berharap kepada Allah dan paling cinta kepadanya waahuillahi W Wu dan bahwasanya semua kebaikan itu ada di tangan Allah ya Wai dan ada pada kedua tangannya kebaikan itu dengan pertolongannya dan berasal darinyaua maka Allah subhanahu wa taala yang mencurahkan nikmat kepada hambaNya dan juga permulaan berasal darinya tanpa ada hak dari hamba untuk mendapatkannya mujriha Alaihi maamaqutii ilaihi BII wlatihi wastih Allah senantiasa melimpahkan melimpahkan limpahan nikmat ini kepada hambaNya meskipun hamba selalu berpaling Dan lalai kepadanya Masyaallah ini gambaran Bagaimana seorang hamba menempatkan dirinya agar dia bisa menempati kedudukan ubudiah penghambaan diri yang sempurna maka dengan sikap-sikap ini dia menunjukkan dirinya benar-benar sebagai hamba yang menghambakan dirinya kepada Allah subhanahu wa taala kata beliau fahuhu subhanahul hamdu wasyukru maka hak Allah subhanahu wa taala adalah selalu dipuji disyukuri nikmatnya dan disanjung sedangkan Bagian untuk hamba adalah celaan kekurangan dan cacat Allah subhanahu wa taala mengkhususkan bagi dirinya dengan pujian-pujian Sanjungan Sanjungan ya dengan pujian-pujian sanjung dan Sanjungan baginya dan Allah menyerahkan kepada hamba alam sikap tercela penuh dengan kekurangan dan aamillah maka pujian semua adalah milik Allah kebaikan semua ada pada kedua tangannya karunia semua adalah miliknya Sanjungan adalah miliknya serta anugerah dari Allah subhanahu wa taala adalah miliknya ihanal abiluadai maka dari allahah segalaangkan hambnya dengan keb Allahu wa taal kepada hamb mahbagamik perbuatan maksiat maka dari Allahlah annush kebaikan bagi hamba-hambanya sementara hamba membalasnya dengan algis menipu atau berlaku curang dalam bermuamalah kepada Allah subhanahu wa taala inilah Bagaimana seorang hamba yang sejati ketika memperlakukan dirinya di hadapan Allah subhanahu wa taala dia mengakui segala kekurangan ada pada dirinya dan segala kelebihan hanya ada pada Allah subhanahu wa taala makanya Allah subhanahu wa taala berfirman ya ayyuhanasu antumul fuqallahi wallahu hu ganiul Hamid wahai sekalian manusia Kalian adalah hamba-hamba yang miskin penuh dengan kekurangan butuh kepada rahmat Allah sedangkan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji nah baik itulah penghambaan diri dalam keadaan kita melakukan perbuatan perbuatan buruk atau perbuatan maksiat kepada Allah subhanahu wa taala Adapun penghambaan diri ketika kita mendapatkan limpahan nikmat ya pertama kita mengenal dan menetapkannya itu adalah milik Allah mengakuinya itu adalah milik Allah kemudian hamba ini berlindung kepada Allah agar dalam hatinya dia tidak menisbatkan nikmat ini atau menyiyakan menisbatkannya kepada selain Allah jadi jangan Dianggap kalau ada sebab dia mengatakan dengan sebab inilah terjadi hal tersebut tidak tetap dia nisbatkan kepada Allah sebab ini dia lakukan karena Allah juga perintahkan atau Bolehkan dalam syariatnya waana asbab meskipun suatu Itu sebab yang Allah jadikan fahua musabibuhu waimu ya karena Allah dialah yang musabibuhu menciptakan hasil dari sebab tersebut dan menegakkan sebab tersebut agar bisa membawakan hasil Maka nikmat semua berasal dari Allah semata-mata dari semua segi dan sudut pandang kemudan Setelah itu kita memuji Allah atas nikmat terseb atunnyaahik kemudian mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala tersebut dengan mengamalkannya di jalan-jalan ketaatan yang diridainya inilah ubudiah penghambaan diri dalam keadaan mendapatkan nikmat kemudian termas edah yang tersembunyi dalam hal menyempurnakan penghambaan diri ketika mendapatkan nikmat kata DII hendaknya hamba ini Mer banyak limpahan nikmat yang sedikit kepadanya jangan dia mengangapedikit karena Allah berikan yang cukup denganbuhan sebaliknya syukur yang dia ungkapkan dianggap kurang untuk membalas nikmat tersebut jadi nikmatnya dia selalu merasa cukup merasa besar meskipun kecil sebaliknya ketika dia Bersyukur kepada allah dia selalu merasa syukurnya kurang dibandingkan dengan nikmat tersebut dan hendaknya hamba ini meyakini nikmat tersebut sampai kepadanya dari rabnya dari Allah subhanahu wa taala tanpa ada balasan yang dicurahkan untuk mendapatkan nikmat tersebut ya dapatkan dengan gratis tanpa ada imbalan tanpa ada pembayaran W [Tepuk tangan] wasilu tawalhaai juga dia tidak menggunakan sarana untuk mencapaikannya mencapaikan dirinya menyampaikan dirinya pada nikmat tersebut dia juga tidak berhak tidak ada hak untuk mendapatkannyaillahi dan bahwasanya nikmat tersebut hakikatnya adalah milik Allah bukan milik hamba maka ketika datang nikmat kepadanya tidak menambah baginya kecuali semakin merendahkan diri semakin tuk di hadapannya dia semakin merendahkan diri dan semakin mencintai lilim zat yang berikan nikmat tersebut yaitu Allah subhanahu wa taala makanya semakin turun banyak nikmat hamba semakin bersyukur hamba hamba ini semakin bisa mengungkapkan syukurnya kepada Allah dengan banyak beribadah [Tepuk tangan] kepadanyauan dan setiap kali Allah memperbaharui memberikan kembali nikmat yang baru kepada hamba ini maka ini akan semakin meningkatkan penghambaan diri hamba tersebut kecintaannya ketundukannya dan sikap merendahkan dirinya waama ahdasa lahu qd ahd lu Rid waama ahdasban ahdu maka ketika setiap kali Allah subhanahu wa taala mengambil nikmat tersebut hamba ini akan Allah subhanahu wa taala mudahkan dia untuk dengan ketentuan Allah tersebut kemudian setiap kali hamba ini melakukan perbuatan dosa maka Allah berikan Taufik kepadanya untuk segera bertobat merasa dirinya rendah dan kurang di hadapan Allah Subhanahu ta inilah hamba Allah yang cerd inilah hamba Allah yang sejati yang menunaikan penghambaan diri bukan cuma satu keadaan tapi dalam semua keadaan sedangkan orang yang jahil sangat jauh dari sifat-sifat seperti ini willahaufik dan ditangan Allah subhanahu wa taala segala Taufik kebaikan untuk kita semua Alhamdulillah Ini pembahasan yang sangat menarik ya yang menjelaskan tentang kepada kita tentang bagaimana menempatkan ubudiah di setiap keadaan agar kita benar-benar sebagai hamba Allah subhanahu wa taala sejati orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat ketika dia mendapatkan nikmat pandai bersabar dan Rida kepada Allah ketika diuji dan sifat-sifat terpuji lainnya sebagaimana yang kita sebutkan di dalam pembahasan ini tib Barakallah fikum ya sampai di sini selesai ya pembahasan di bab tadi mudah-mudahan kita bisa mengambil faedah dan manfaat untuk kebaikan yang kita prakkkan dalam kehidupan kita di dunia supaya kita selalu mendapatkan penjagaan Allah subh subhahu wa taala sampai di akhir hayat kita demikianlah Sebelum saya akhiri kalau ada pertanyaan saya persilakan Barakallah fikum nah Nam Ustaz Wafi Barakallah jazakumullah kir Ust atas materi yang sampaikan di kesempatan pagi hari iniitu pasal 10 tentang hak pahaman diri dan tingkatannya yang merupakan bagian kedua dari pembahasan yang telah disampaikan oleh Beliau danat islamani Allah wakum untuk berikutnya membuka sesi interaktif soal jawab bagi Antum yang ingin bertanya secara langsung bisa menghubungi kami di 021 8236543 atau bisa mengirim pertanyaan mulai chat wa di 0819896543 kita angkat pertama dari telepon ya silakan iya silakan Halo asalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana Aku di Pamulang Pak ustaz iya silakan Bu reswati maaf aku mau bertanya Pak ustaz ee perbedaan antara perbedaan antara manusia itu mendapatkan ini ujian ini teguran ini musibah ini ajab itu cara membedakannya bagaimana Pak ustaz Baik Ibu Terima kasih Ibu Terima kasih Asalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kepada Ustaz kami PG menjawab silakan Ustaz iyaak barakallahu fikum pertanyaan sangat baik sekali dari ibu yang ada di Pamulang tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan kebaikan bagi beliau keluarga dan juga bagi kita semua ya Barakallah fikum ibu ya untuk membedakannya secara pasti tentu kita tidak tahu karena cuma Allah subhanahu wa taala yang mengetahuinya yang jelas misalnya ketika Allah menimpakan ee musibah bisa jadi untuk seorang hamba itu merupakan teguran ada hamba yang lain sebagai penghapus dosa-dosanya ada hamba yang lain untuk Allah meningkatkan derajatnya jadi bisa jadi satu ujian yang Allah pakan ya bisa berbeda-beda untuk masing-masing hambanya ketika hamba itu mendapatkan musibah dalam keadaan dia bergelimang kepada perbuatan maksiat kita katakan iniaheguran agar dia kali kepada allah allah subhanahu wa taala berfirman nampak bencana di daratan maupun di lautan akibat dari dosa-dosa yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka akibat dari sebagian perbuatan mereka agar mereka mau kembali kepada kebenaran sementara ujian ini bagi hamba lain cobaan ini bagi hamba yang lain ketika kita mengetahui dia tidak melakukan perbuatan maksiat contoh para nabi dan para rasul ya orang-orang yang terjaga kenapa mereka malah semakin kuat imannya semakin besar musibah yang menimpanya di jalan Allah jelas untuk meningkatkan derajat mereka untuk semakin meninggikan memuliakan kedudukan mereka di sisi allah subhanahu wa taala ini keadaannya berbeda tentu saja ya maka seperti itu Jadi yang jelas musibah ketika Allah turunkan ini banyak hikmahnya ini yang perlu kita imani dan yakini banyak hikmahnya ketika Allah menimpahkan musibah itu kepada h dan kita ingat Allah memiliki nama alhakim yakni memiliki hikmah yang sempurna Hikmah itu artinya menempatkan sesuatu selalu tepat persis pada tempatnya maka musibah-musibah yang Allah berikan cobaan-cobaan tidak mungkin luput selalu ada hikmah yang besar dan mendatangkan kemanfaatan bagi hamba tersebut jika dia menghadapinya dengan benar dengan bersabar dengan Rida dan selalu bersangka baik kepada Allah subhanahu wa taala Barakallah Fik Nam Ustaz Wafi Barakallah jazakumullah Kiran Ustaz atas jawaban yang telah Antum sampaikan danam allahakum masih kami angkat pertanyaan ber telepon di 0218236543 na silakan Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Pak ustaz di Medan Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan Pak Mul ya di Medan silakan Pak Mul izin bertanya Ustaz di fenomena di tengah-tengah masyarakat Ustaz yang kami lihat ada seorang itu yang EE rajin beribadah baik salat maupun puasanya kehidupannya tidak sesuai dan tidak sebanding dengan orang yang tidak salat tidak puasa bahkan salatnya pun kadang-kadang seminggu sekali aja Ustaz di hari Jumat Jadi apakah EE bahkan bahkan kehidupannya mapan ee keluar k pun baik-baik saja Apakah ada yang salah ini Ustaz di di fenomena ini Ustaz mohon pencerahannya Ustaz semoga kami dapat ilmu yang bermanfaat Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Pak Mul dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab silakan Ustaz Iya Barakallah Fik pertanyaan sangat baik dari Pak Mul tadi Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan keberkahan dan Taufik kebaikan bagi beliau dan juga untuk kita semua ya yang salah dalam hal ini Pak mulia yang salah itu adalah pemahaman kita atau cara kita menyikapinya ya seorang hamba yang melaksanakan ketaatan kepada Allah dibandingkan dengan hamba lain yang EE melakukan pelanggaran-pelanggaran syariat terus kita ukur dari pandangan urusan dunianya ini salah salah salah memandang namanya karena Allah subhanahu wa taala tidak menjadikan itu sebagai ukuran ya para nabi dan para Rasul alaihiatu wasalam nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itu hidupnya pas-pasan bahkan beliau yang berdoa dalam hadis riwayat Bukhari Muslim Allahumma jaal rizq Ali Muhammadin Sallallahu Alaihi wasallamutan Ya Allah jadikanlah rezeki yang engkau berikan kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah rezeki yang secukupnya tidak lebih dan tidak kurang kita tahu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal dunia dalam keadaan masih menggadaikan baju perang beliau kepada seorang Yahudi yakni menunjukkan beliau sangat kekurangan dalam hidupnya makanya Allah subhanahu wa taala berfirman di surat alfajr ketika membantah persangkaan sebagian manusiaun ketika dia diuji dengan kesenangan oleh Allah subhanahu wa taala diberikan berbagai macam nikmat dimuliakan dengan berbagai macam fasilitas duniawi maka dia akan mengatakan Rabbi akraman berarti Allah memuliakanku Allah cinta kepadaku Allah senang kepadaku Adapun sebaliknya ketika dia diuji dengan kesusahan disempitkan rezekinya dijadikan dia hidupnya pas-pasan maka dia akan mengatakan berarti Allah menghinakanku Allah tidak sayang tidak cinta kepadaku maka Allah membantah kah sekali-sekali Tidak bukan itu ukurannya ya tadi ketika dikatakan ada orang yang Salatnya bolong-bolong ya sepekan sekali bahkan tidak tidak taat beribadah kepada Allah bahkan banyak melakukan pelanggaran ternyata dia hidupnya lebih mapan ya mapan di sini apa artinya Apakah kita tahu permasalahan yang terjadi antara dirinya dengan keluarganya Mungkin dia dari segi materi banyak kelihatan penghasilannya tapi kita tidak tahu hakikatnya yang jelas pasti dia tidak tenang hidupnya karena Allah menjanjikan dan menyebutkan di dalam Alquran dan kita pasti yakin dengan apa yang Allah sebutkan dalam FirmanNya dalam ayat-ayatnya ya tentang orang-orang yang disebutkan dalam firmannya Ingatanku maka pasti dia merasakan penghidupan yang sempit di dunia dan di hari kiamat dia akan dikumpulkan dalam keadaan buta jadi Jangan menilai hanya dengan dilihat kemegahan rumah mereka atau fasilitas kendaraan yang mereka miliki ya mereka pasti akan berusaha menampakan yang baik-baik padahal ketidak hararmonisan ketidaktenangan dalam hidup ya kemudian kegundahan yang mereka Rasakan ini pasti ada pada diri mereka karenaik diterangkan di dalam ayat-ayat Alquran had-hadis Rasulullah Sallahu Alaihi wasam bahkan kata sebagian dari para ulama salafang yangcai duniaara berlebihan hendaknya dia mersiapkaninya untuk menanggung berbagai macam penderitaan Sara hamba yang sebaliknya tadi dia taat kepada Allah kitaapzekinya pasan lebih teratur dan lebih terarah terbukti dia ternyata bahagia dengan keluarganya dia betah di rumahnya dia juga tetap tenang melaksanakan ibadahnya inilah ketenangan yang Hakiki dalam hadis riwayat Imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda q aflaha man aslama warziqo kafafan waqahullahu Bima sungguh beruntung berbahagia benar-benar sukses ya orang yang masuk Islam diberikan rezeki yang secukupnya nya dan Allah Jadikan Dia qanaah menerima pemberian yang Allah subhanahu wa taala berikan untuknya inilah Kebahagiaan yang sejati yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak mengamalkan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala nah Barakallah Fik Nam Ustaz tfikq Barakallah jazakumullah Khair at yang Antum berikan Ustaz dan islamuakum kita angkat satu pertanyaan terakhir di kesempatan pagi hari ini telepon ya di 0218236543 Nam silakan kesempatan pagi hari ini telepon ya silakan 2365436 silakan Asalamualaikum warahmatullah Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana Eh dari ibu Akbar di Jakarta silakan Ibu Akbar Oh ya Ee begini Pak ustaz yang mau ditanyakan apakah EE zikir Lailahaillallah itu boleh dibaca cuma di dalam hati saja tanpa ee menggerakkan bibir dan lidah e mohon penjelasannya jazakallahu Khair Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Umu Akbar dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab silakan Ustaz ya barakallahu fikum pertanyaan yang baik sekali dari ibu Ummu Akbar tadi ya Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan kebaikan dan keberkahan bagi beliau keluarganya dan bagi kita semua pertanyaan tentang zikir Lailahaillallah hanya dibaca dalam hati tanpa menggerakkan lisan menggerakkan bibir jawabannya ini tidak benar bagaimana kita mengetahui zikir yang disyariatkan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam seandainya beliau praktikkan zikir yang seperti ini tanpa diucapkan dari mana kita tahu ada zikir subhanallah alhamdulillah allahahu Akbar zikir sebelum setelah selesai salat Zikir pagi dan petang jadi kesalahan zikir itu adalah ibadah lisan yang direnungkan dalam hati jadi hati merenungkan maknanya lisan mengucapkannya ya karena pemahaman seperti ini nanti akan mengatakan kalau begitu kita salat tidak usah dengan gerakan Takbiratul Ihram cukup dalam hati kita salat ini salah nanti kita baca Alquran tidak perlu digerakkan lisan cukup dalam hati saja ini semua salah ya jadi kata para ulama yang namanya zikir baca doa membaca al-qur’an itu harus dengan gerakan lisan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain ketika menjelaskan tentang bacaan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam salat apa kata para sahabat naahuihyatihiihyatihi kami mengetahui bacaan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam salatnya dengan gerakan janggut beliau yakni berarti mulutnya bibirnya bergerak membaca zikir atau membaca bacaan al-qur’an di dalam salat beliau Sallallahu Alaihi Wasallam maka orang yang mengatakan zikir-zikir tertentu diucapkan hanya dalam hati saja ini salah itu bukan zikir namanya itu tidak bernilai ibadah zikir karena zikir itu ibadah yang disyariatkan pada lisan kita hati merenungkan dan memikirkan kandungan maknanya sehingga lahir dan batinnya semua melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala sama dengan salat tadi anggota badan kita melaksanakan Takbiratul ada ruku ada sujud ya kemudian ada tahiyat dan seterusnya sampai mengucapkan salam tapi hati kita merenungkan tentang makna dari bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan kita dalam salat tersebut sehingga kita melaksanakan salat bukan cuman anggota badan kita tapi hati kita juga ikut mengamalkannya dengan khusyuk dan selalu e dengan ketundukan kepada Allah subhanahu wa taala itulah ibadah yang benar yang dicariatkan dalam Islam baik Barakallah fikum pertanyaan ini merupakan pertanyaan terakhir dari perjumpaan kita di kesempatan pagi hari yang berkah ini ya semoga Allah subhanahu wa taala memberikan faedah dan manfaat dari apa yang kita kaji maupun pertanyaan-pertanyaan kita jawab di kesempatan pagi hari ini dan menjadi sebaik-baik bekal untuk kita menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti demikianlah mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kami akhiri Shallallahu wasallam wabak Al Nab Muhammad wa alihibihi ajmainalhamdulillahbilamin Amin subhanakallah wihamdika asadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waauubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan terima kasih banyak kepada Al Ustaz alfadil Abdullah talim Ma hafullahu taala atas waktu yang telah beliau berikan dan juga materi telah beliau sampaikan serta jawaban-jawaban yang telah beliau paparkan untuk kita semuanya di kesempatan pagi hari ini kami mengucapkan jazakumullah Khairan wabarakallah fikum Kepada beliau dan semoga Allah subhanahu wa taala menjaga beliau dan keluarga beliau di sana serta meluaskan keiman beliau sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dalam setiap perjumpaan bersama beliau Insyaallah allahum Amin tak lupa pula kami ucapkan terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami koroja Kendari dan juga rekan-rekan kami Koja challengi dengan kerjasama dan juga petolongan dari Allah subhanahu wa taala acara ini Dat berjalan dengan lancar kami ucapkan jazakumullah Khairan wabarakallah fikum dan juga untuk Anda semuanya ikhat Islam aani Allahu wakum para pemerhati rja para pendengar rja dan juga pemirsa Roja kami ucapkan terima kasih banyak jazakumullah Khair Barakallah fikum atas kebersamaan anda dari awal hingga akhir di kesempatan pagi hari ini dalam acara kajian kita Fawaid Al Fawaid nantikan kembali kajian beliau Insyaallah Pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti pembahasan pasal berikutnya atau penjelasan lainnya yang akan beliau sampaikan untuk kita semuanya dan ilmu yang telah kita dapatkan faedah yang telah kita ambil Dar dari kaji ini semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi kita untuk mengamalkannya Barakallah fikum dan buat Anda semuanya tetap menjaga kesehatan Billahi taufik wal hiidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio roj Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply