Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

nawawiyah hadis-hadis karya Al imam nawawi rahimahullahu taala kita masuk kepada hadis yang keenam hadis Nu’man bin Basyir radhiallahu taala Anhu Semoga Allah meridainya kita baca terlebih dahulu hadis yang keenam dari sahabat yang mulia Nu’man bin Basyir radhiallahu taala anh Al haditus sadis an Abi Abdillah an Abi Abdillah Abi an Abi Abdillah numan ini basyirin radhiallahu taala anhuma Q rasulullahahu Alaihi was tir minqq haramar himik jas jasad waat jasad Al walbu raahul bukhar wa muslim artinya hadis yang keen dari sahabat Abu Abdillah an bin bir Semoga Allah meridai keduanya ia berkata Saya pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sungguhnya yang halal sudah jelas dan suungguhnya yang haram sudah jelas dan di antara keduanya adalah perkara syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia maka Barang siapa menjaga diri dari perkara syubhat maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya dan barang siapa berani bermain pada perkara-perkara syubhat akan terjatuh kepada yang haram seperti kata nabi seorang penggembala kambing yang menggembalakan kambingnya di batas tanah larangan ini tanah orang lain yang boleh jadi akan masuk di anara kambing tersebut ke dalam tanah larangan tersebut ketahuilah bahwa setiap Raja memiliki tanah larangan ketahuilah bahwa larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkannya ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumbal daging apabila dia baik maka baiklah seluruh anggota tubuhnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh anggota tubuhnya ketahuilah bahwa segumpal daging tersebut adalah kalbu hadis riwayat Bukhari dan Muslim para jemaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala hadis ini berasal dari sahabat yang mulia yaitu Nu’man bin Basyir Abu Abdillah ann’man bin Basyir Abu Abdillah adalah salah seorang sahabat nabi yang mulia dan tergolong dari sighar asahabah yakni Sahabat Kecil artinya dari versi umur beliau radhiallahu taala anhuma pada saat nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam wafat kurang lebih beliau itu berumur 8 atau 9 tahun dan sahabat Abu Abdillah ann’man bin Basyir adalah termasuk sahabat yang pertama kali lahir dari golongan Ansar di awal-awal kedatangan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di di negeri Madinah ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Hijrah Ke Negeri Madinah maka di antara golongan Ansar yang pertama kali lahir pada saat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berada di negeri Madinah adalah sahabat yang mulia ini Nu’man bin Basyir Abu Abdillah beliau radhiallahu taala anhuma wafat di tahun 65 Hijriah Ada pula yang mengatakan tahun 66 Hijriah para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kita lihat di sini keterangan dari Syekh Abdul Muhsin albadr hafidahullahu taala dalam kitabnya Fathul qawi berkaitan dengan Nu’man bin Basyir radhiallahu taala anhuma Beliau mengatakan kepada kita anmannu basyirin radhiallahu taala anhuma minahab bin bir Semoga Allah merai keduanya tergolong dari sahabat kecil artinya dari umur beliau masihlah sangat muda beliaasullahi was ketika nabiahu Alaihi was wafat umur dari anman bin bir adalah kurang lebih 8 tahun Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaakul dan Nu’man bin Basyir berkata dalam periwayatan hadis yang mulia ini dengan lafaz Saya telah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda wahuaadutiahamulirayiz riwayat seperti ini menunjukkan tentang sahihnya riwayat ini yang dibawa oleh sahabat yang masih muda belia umurnya ya namun mumayiz yakni dapat membedakan mana yang benar mana yang salah waama wa anama tahammalahu fiigharih waadahu FII kibarih fahua makbul dan apa yang diriwayatkan oleh sahabat yang masih muda belia dari sisi umurnya ini lalu dia sampaikan ketika berusia dewasa maka yang seperti ini diterima dibenarkan oleh para ulama dan seperti yang yang seperti ini pula adalah alkafir ini orang yang kafir pada masa dahuluahamfri Isam kemudian dia mendengar apa yang Nabi sampaikan lalu dia sampaikan pula atau diriwayatkan olehnya pada saat ia masuk agama Islam dan hal ini sangat banyak sekali contoh-contoh yang bisa kita lihat berkaitan dengan riwayat-riwayat hadis yang dibawakan oleh sahabat-sahabat Nabi yang mulia yang dahulunya pernah mendengar nabi bersabda Begini Begitu dan sebagainya lalu dia bawakan atau riwayatkan setelah ia masuk agama Islam seperti contoh kisah Abu Sufyan pada saat ia berjumpa dengan Raja Romawi Raja heraklius di kaj Romawi Timur kemudian dibawakan riwayat ini atau kisah ini dalam periwayatannya pada saat ia telah masuk agama Islam dan masih banyak lagi riat-riwayat yang semisalnya yang berkaitan dengan hal ini Baik para jemah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kita lihat sekarang kepada isi dari hadis yang mulia ini hadis yang keen Di mana nabi sallallahuaihi wasam menjelaskan kepada kita tentang perkara halal dan haram dan set nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada kita Innal halala bayin wa Innal harama bayin Sungguhnya yang halal sudah jelas dan suungguhnya yang haram juga sudah jelas yakni dikatakan yang halal sudah jelas ini apa-apa yang Allah halalkan dalam AlQur’an Al Karim dan kebalikannya Inal harayin dan sesungguhnya yang haram juga sudah jelas yakni apa-apa yang telah Allah haramkan dalam al-qur’an alkarim dalam syariatnya ini Nah inilah berkaitan dengan halal dan haram kemudian kita lihat dalam surat an-nahl ayat 116 di mana Allah subhanahu wa taala singgung terkait dengan orang-orang yang berani mengatakan halal padahal telah diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala atau berani berkata yang haram padahal telah nyata halal dari Allah subhanahu wa taala Allah berfirman dalam surat annahl ayat 116 W Allah subhanahu wa taala yang artinya Dan janganlah kalian berucap dan janganlah kalian berkata-kata dari apa yang diucapkan oleh lisan-lisan kalian tentang kedustaan ini jadi dikatakan ini halal ini haram kalian berdusta atas nama Allah subhanahu wa taala sesungguhnya orang-orang yang berdusta atas nama Allah subhanahu wa taala maka tidak akan beruntung kata Allah subhanahu wa taala Nah inilah berkaitan dengan peringatan keras dari Allah subhanahu wa taala berkaitan dengan sebagian manusia yang berani menghalalkan apa yang Allah haramkan atau kebalikannya mengharamkan apa yang Allah halalkan Artinya bahwa berkaitan dengan halal dan haram mutlak dari Allah subhanahu wa taala mutlak merupakan syariat milik Allah subhanahu wa taala tidak boleh seorang manusia mencap ini halal atau haram kecuali jelas ada dalilnya ada dasarnya apa yang Allah halalkan kita halalkan apa yang Allah haramkan kita haramkan nah begitulah berkaitan dengan masalah ya halal dan haram kemudian dikatakan di sini kembali oleh Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam waainahuma umurun mustytabihat dan antara keduanya itu ada perkara-perkara yang syubhat kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Apa makna syubhat para ahli ilmu membagi makna syubhat dengan dua makna makna yang pertama adalah asyak yakni keraguan fil wujudi Wal Adam berkaitan dengan adanya suatu itu atau tidak adanya suatu itu dan hal ini akan hilang dengan sebuah keyakinan akan hilang dengan sebuah keyakinan contoh berkaitan dengan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika seorang dalam keadaan salat kemudian ee terdapat keraguan pada dirinya Apakah salatnya ini sudah batal atau belum berkaitan dengan hal ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan Hatta yaj Ran yasmautan sampai betul-betul ia mendapatkan yakni ee mencium baunya atau mendengar suaranya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nah yang seperti ini ya mungkin bagi sebagian orang yakni bisa terus dalam keraguan-keraguan maka keraguan ini akan hilang dengan keyakinan yang diambil Apakah yakni sudah keluar yakni ee yang membatalkan ibadah salat tersebut angin yang keluar dari dubur ya nabi mengatakan tadi Hatta yajan yasmautan sampai betul-betul ia mendapatkan baunya atau mendengar suaranya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam inilah berkaitan dengan syubhat yang bermakna asyak yaitu keraguan kemudian makna syubhat yang kedua adalah alikhtilat yakni bercampur bercampur Baur maknanya bercampur Baur di anara contohnya adalah Misalnya seorang yakni merasa ragu misalnya berka an dengan air yang ada di hadapannya itu Apakah air ini telah terkena najis atau belum terkena ya Najis ataukah belum atau misalnya berkaitan dengan harta seorang ketika bercampur harta yang halal dengan harta yang haram maka menjadi syubhat menjadi apa syubhat maka ini makna syubhat yang kedua yaitu alikhtilat yaitu bercampur aduk bercampur Baur nah ini berkaitan dengan masalah ini adalah diambil sikap Al sikap hati-hati sikap hati-hati dari hal seperti ini inilah berkaitan dengan makna yakni ee syubhat baik para jemah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala kembali kita kepada keterangan Syekh Abdul Muhsin albadr hafidahullah dalam hal ini dalam kitabnya Fathul qawi beliau menjelaskan tentang makna halal haram dan syubhat Beliau mengatakan kepada kita uhu Innal halala bin wa Inal Har bayin wa umat k belia sungguh yang halal sudah jelas dan yang haram sudah jelas dan yang ada di anara keduanya perkara syubhat yang tidak diketahui oleh orang banyak maka pembagian seperti ini kata beliau adalah kepada tiga bagianal pertama alhalul bayyin yakni halal Yang jelas-jelas kehalalannya Kal hububi watimari wahimatil anami lamil Ilal Insani bqil haram yaitu di antara contohnya adalah biji-bijian kemudian buah-buahan binatang ternak apabila semuanya ini sampai kepada manusia ya Yakni dengan cara yang tidak haram dengan cara yang halal maka Ini semua adalah halal Yang jelas jelas-jelas kehalalannya yakni dapat dikonsumsi oleh umat Islam oleh kaum muslimin kemudian yang kedu haram yang sudah jelas keharamannya seperti minumuman keras yakni makan bangkaiikikahian yang mah yang haram dinikahi Wam nah dua hal tadi berkaitan dengan halal dan haram yang jelas Keduanya dapat diketahui baik oleh orang awam ataupun ulamanyaalit Adapun bagian yang ketiga almabihatu almutaradidatual walmah yang ketiga adalah perkara-perkara syubhat yang berada di antara halal dengan haram dari hal yang jel dan dari haram yang jelel Mak perkaraat ini diketahui orang banyak hanya diketiki yakni dapat diketahui oleh sebagian dari manusia dari kalangan ahli ilmu Para jamaah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala ini berkaitan dengan masalah syubhat ini bisa kita lihat lebih rinci dari keterangan Syekh Abdur razzaq bin Abdul Muhsin albadr hafidahullahu taala dalam kitabnya as qawaid Istiqamah 10 kaidah tentang Istiqamah itu pada kaidah yang ke9 di Halaman 33 di mana beliau hafidahullahu taala membawakan kaidah yang kees9 dari kaidah-kaidah Istiqamah judul dari kaidah yang keesemb adalah almawani Minal istiqtiahwatul di anara penghalang keistiamahan seorang hamba adalah syubhat dan syahwat Nah di sini beliau ingin menjelaskan tentang dua perkara yang dapat membuat seorang hamba tidak akan istikamah dalam kehidupannya di dunia ini yakni imma terjerumus kepada syubhat atau terjerumus kepada syahwat dalam hal ini beliau hafidahullahu taala mengatakan kepada kita fubhatuahwat Q syubhat dan syahwat jelas-jelas sebagai penghalang dari sikap istiamah seorang hambaahat dan orang yang berusaha berjalan di atas jalan yang lurus maka akan menghadapi yakni perkara-perkara syubhat dan syahwat yang dapat menghalanginya dari jalan yang lurus tersebut faku manharifu mananharifil istiqomti immaanharifha bisahwatin bisubhatin wasyahwatu fasadun fil Amali wasyubhatu fasadun fil Ilmi orang yang menyimpang dari Istiqamah Apakah penyimpangan itu b disebabkan dengan syahwat atau syubhat maka ketahuilah bahwa syahwat dapat merusak amal sedangkan syubhat dapat merusak ilmu jadi sekali lagi syahwat dapat merusak amal ibadah sedangkan syubhat dapat merusak ilmu Q Allahu Azza waall dibawakan sini dalil dari firman Allah subhanahu wa taala yang terdapat dalam surat al-an’am ayat 153 ya Dan inilah Ju yang Lus iktilan jalan yang Lus ini Inil manaj yang Lus iktilajusangan Jal [Musik] manajaj di bawah ayat ini dibawakan riwayat dari atau hadis dari Abdullah Bin Masud yang menjelaskan Ayat tersebut di atas ja had Abdullah bin masudin Radiallahu musnadi Al Imam Ahmad telah terdapat dalam hadis Abdullah Bin Masud Semoga Allah meridainya dalam musnad Imam Ahmad ia mengatakan rasahaihi was u Kia nabiuaii wasgaris sebuah garis lurus di tanah kemudian nabi katakan ini jalan Allah yang lurus kemudan di kan k darisisis men Lus Kemudian beliau bersabda inilah jalan-jalan yang pada setiap jalan ada yang mengajak kepadanya kemudian makyat yang tadi telah dibaca kemudan Diat di setan yang mengarahkan manusia untuk menyimpang dari jalan Allah yang lurus mengajak manusia kepada penyimpangan tersebut Im dengan syubhat atau dengan syahwat jadi ada dua cara setan mengajak manusia untuk menyimpang dari jalan Allah dari jalan Allah subhanahu wa taala yang lurus yang pertama Apakah dengan syubhat yang kedua ataukah dengan syahwatah setan akan melihat kepada manusia yang akan digodanya yang akan diganggunya apabilaan melihat bahwa si hamba ini yakni betul-betul dalam keadaan meremehkan agama ya meremehkan agama tidak peduli dengan agama maka akan diberikan kecintaan kepada si hamba ini cinta terhadap syahwat dan kebalikannya jika setan melihat si hamba ini semangat dalam beragama semangat betul dalam beragama namun tanpa ilmu semangat dalam beragama maka akan diberikan kepada si hamba ini kecintaan dalam syubhat dalam berbagai macam syubhat-syubhat Nah inilah cara setan untuk mengganggu manusia menggoda manusia agar tidak berjalan di atas jalan Allah yang lurus Ma amahuir Sebagian ulama salf mengatakan apapun yang diperintahkan Allah subhanahu wa taala dari ee kepada seorang hamba y apa saja yang Allah perintahkan kepada seorang hamba melainkan setan akan menggodanya dengan dua godaan imma kepada tafrd yakni kepada sikap peremehan agama kepada sikap yakni ee bersemangat dalam beragama sebagai Sekali lagi saya ulangi yakni kepada sikap peremehan terhadap agama atau kepada sikap Gulu berlebih-lebihan dalam beragamaah jika kita lihat dilihat oleh setan tersebut jika si hamba ini menuju kepada peremehan agama tidak peduli kepada agamanya maka tentunya akan dimasukkan berbagai macam syahwat dan jika si hamba dilihat oleh setan betul-betul semangat dalam beragama tanpa ilmu maka akan diberikan berbagai macam syubhat puli yni dari dua jalan tersebut mana yang akan dia tempuh artinya Jika jalan yang pertama memungk dia tempuh dia akanuh Jika jalan yang kedua memungkinkan diauh maka akan ditempuh hleh setan tersebut berkata [Musik] alimam qay menjelaskan kepada kita sungguh banyak diantara manusia terjerumus kepada salah satu dari dua Jalan Setan tadi dan sedikit dari mereka yang berhasil selamat dari tipu daya set tersebut Im Diara manusia ada yang menuju kepada sikap peremehan dalam beragama atau ada pula di antara mereka yang berlebih-lebihan dalam beragama dan sedikit sekali di antara manusia yang betul-betul yakni kokoh dan kuat di atas jalan yang lurus jalannya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat beliau radiallahua anhum AJ w bin radallahu rasallahu Alaihi wasallamqah di sini kita bisa memberikan sebuah permisalan yang bagus sekali yakni perumpamaan yang bagus sekali yaitu sebuah riwayat dalam musnad dan riwayat Imam Tirmidzi dan yang lainnya dari hadis Nawas bin sam’an Di mana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang hal iniallahu matalanatan mustaqima Allah memberikan sebuah permisalan tentang jalan yang lurusatan dan di kanan kiri jalan yang Lus tersebut ada dua tembok F abwabun mufah dan di atas dua tembok tersebut terdapat pintu-pintu yang terbuka dan pada pintu-pintu terbuka itu hanyalah yakni ditutup Dengan sehelai kain sehelai kain dan di atas jalan yang Rus tersebut ada yang menyeru yaakul yang menyeru berkata ayuhanas Wahai manusia udulat Jamian masuklah kalian semua di atas atau masuklah kalian semua dan Berjalanlah kalian semua di atas jalan yang lurus Ini jalan yang lurus ini jangan kalian berpaling ke kanan dan ke kiri dan ada pula yang menyeru di atas jalan tersebut maka jika ada di anara hamba yang ingin membuka pintu yang hanya dibatasi dengan kain selembar tadi jadi pintu tersebut tidak memiliki daun pintu tidak memiliki daun pintu dia hanya dibatasi atau ditutup oleh sehelai kain jika ada di anara hamba yang ingin membuka kain tirai yang menutupi pintu-pintu tersebut maka yang menyeru akan berseru cakaimu jangan kau buka jangan kau buka J engau Buka sedikit saja engkau akan masuk ke dalamnya ketahuilah DII jalan yang lurus tersebut adalah alislam jalan lurus tersebut adalah Islam agama islamun dubok yang membatasi jalanus tersebutalatbatas agama Allah subhu wa ta adapun pintu-pintu yang terbuka yang terdapat di atas dua tembok tersebut adalah maharimullah hal-hal yang diharamkan Allah subhanahu wa taala yang menyeru di atas Sirat tersebut adalah kitabullah itu Alquran alkarim yang menyeru tadi bahwa para hamba diminta untuk berjalan di atasat adalah alqurankim dan yang menyeru di atas jalan tersebut adalah yaitu e waidullah penasihat ya yang berada di hati setiap muslim penasihat yang ada di hati setiap muslim yakni hati kecil seorang muslim tentu menolak seluruh perbuatan dosa dan maksal dari e hati kecil seorang muslim para jmaah yang dimul Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan kembali dari keterangan Syekh Abdul Min albadr Syekh Abdul rq di sini hafidahullahu taalaaar almalah maka perhatikanlah permisalan yang tadi diberikan oleh Nabi Sallallahu wasallam Semoga Allah memberikan manfaat kepada dirimuah mustqim di mana Allah subhanahu wa taala memberikan permisalan tentangat ya dengan jalan yang lurus tadi dan di atas atau di kanan kiri dari tersebut adalah dua tembok jikaau berjalan di atas jalan yang lurus makaau akan melihat di kanan kiri dari jalan yang lurus tersebut adalah tembok tembok kemudian kau akan melihat di atas tembok-tembok tersebut ada pintu-pintu yang hanya ditutup oleh kain kain ya atau selembar-selembar kain dan ini disebut oleh sebagian para ulama sebagai hijabul muharramat ya hijabul muharramat hijab dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala dan inilah yang dikatakan sebagai syubhat perkara-perkara yang syubhat artinya jika seorang berani membuka tirai kain tadi sedikit saja maka dia bisa melihat yakni berbagai macam keburukan berbagai macam kemaksiatan dan jika ia masuk waliadubillah ke dalam pintu tersebut maka akan terjerumus ke dalam perkara-perkara yang diharamkan Allah subhanahu wa taala wa anta Tam anal bab alladzi alai sitarah Laisa kalabadzi alai abwab wa mafatih dan engkau mengetahui bahwa pintu yang digambarkan oleh hadis ini bukanlah seperti pintu yang biasa kita lihat ada daun pintunya ada kunci-kuncinyaulfah pintu yang Nabi jelaskan dalam hadis ini hanya ditutupi oleh selembar kain yakni tidak memiliki atau tidak perlu kita berpayah-payah untuk membuka yakni e yakni Tire tersebut kemudian dikata lagi di sini dan tidak pula engkau kesulitan untuk masuk dalam pintu tersebut Wal muslim almaqim Arat nafsu anadkula Fi syahwah tajidu Anna qbahu yanqabidu walfaduha w yajidu rahatan winatan f waidullah fibiulli muslimin seorang muslim apabila dia ingin masuk ke dalam pintu syubhah tersebut atau syahwat tersebut maka akan didapati bahwa hatinya ini menolak hatinya berbicara seolah-olah berbicara yakni Agar engkau tidak masuk ke dalam pintu itu bahwa hati seorang muslim tidak akan mendapatkan ketenangan tidak akan mendapatkan kebahagiaan Jika ia masuk ke dalam pintu syubhat atau pintu syahwat tersebut inilah waidullah yakni yang menasihati ya pada hati seorang muslim tersebut yang menjadi Syahid dalam hadis yang mulia ini adalah bahwa pada kanan kiri jalan yang lurus tersebut ada pintu-pintu yang dapat mengeluarkan seorang hamba dari Jalan Istiqamah Wil abwab jumlah Amra imubhat syahwat dan pintu-pintu tersebut yakni gambaran dari dua hal imma syubhat wa imma syahwat wujq imubtin byahwatin dan keluarnya seorang hamba dari keistikqamahannya itu adalah imma dengan syubhat atau dengan syahwat qa Ibnu qayyim rahimahullah dibawakan di sini keterangan dari Al Imam IBN qayyim rahimahullah Beliau mengatakan kepada kita waqad nasaballahu Subhana Al jisro sungguh di negeri akhirat kelak Allah subhanahu wa taala telah membentangkan jembatan atau Titian atauat yang akan mengantarkan seorang hamba kepada dan di kanan kiri di kanan kiri at tiersbilil akan mengail Siapa saja yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa taala dengan Sebab amal-amal mereka faliul batil Min tasbihatid doal wasahawatil gay tamnaahibaha Minal istiqomti ala thil Haqi wihi Wal masum Man asamahullah dan di antara hamba ya di antara hamba ada yang terkena dengan kail syubhat atau kail syahwat jadi di akhirat nanti akan terdapat Sirat yang membentang di atas neraka yang akan mengantarkan seorang mukmin ke surga dan di kanan kiri dari Sirat tersebut ada kalalib ada kail-kail neraka yang akan mengail siapa saja dan perlu dipahami bahwa kail yang satu adalah kail jelmaan dari syubhat dan Kaili yang kedua jelmaan dari syahwat Nah tinggal Bagaimana Amal seorang hamba ketika di dunia Apakah amalnya yakni cenderung kepada syahwat maka akan terkena dengan kail syahwat atau cenderung kepada syubhat Maka nanti di akhirat akan terkena kail syubhat waliyadubillah nasalullah salamata walfiah dan tentunya sedikit dari orang yang dijaga oleh Allah subhanahu wa taala seorang hamba dalam kehidupannya di dunia sangat membutuhkan dua Hidayah Allah subhanahu wa taala perhatikan ada dua Hidayah Allah Subhanahu Wa Ta Hidayah Yang Pertama Hidayah Allah untuk menuju Sirat mustaqim menuju jalan yang lurus jadi Hidayah Yang pertama dari Allah subhanahu wa taala adalah Hidayah agar si hamba ditunjukkan oleh Allah menuju jalan yang lurus Hidayah yang kedua adalah alhidayatu fisiratil mustaqim hidayah untuk dapat berjalan di atas jalan yang lurus tadi Nah tadi telah dijelaskan dalam hadis Nawas bin sam’an bahwa di kanan kiri dari jalan yang lurus tersebut ada pintu-pintu yang pintu-pintu ini terbuka Hanya ditutup dengan tirai sehelai kain begitu ah kemudian pintu-pintu tersebut adalah pintu-pintu syahwat dan pintu-pintu syubhat artinya ketika seorang berjalan meniti jalan yang lurus tadi diperlukan Hidayah Allah subhanahu wa taala agar begitu dia melalui jalan yang lurus tadi tidak belok ke kanan tidak belok ke kiri tetap berada pada jalan yang lurus dengan Hidayah Allah subhanahu wa taala tidak menuju kepada pintu syahwat dan tidak pula menuju kepada pintu syubhat kemudian kita lihat kembali di sini keterangan dari Imam qayim dibawakan oleh Syekh Abdul rq hafah Hidayah menuju jalan yang lurus adalah yakni satu sisi dan hidayah untuk dapat berjalan di atas jalan yang lurus tersebut adalah sisi yang lain suatu yang berbeda antara Hidayah Yang pertama tadi atau dengan Hidayah Yang pertama tadi Tidakkah engkau melihat ada di antara manusia mengetahui jalan menuju suatu Negeri ya jalan menuju suatu daerah misalnya jalan menuju suatu kota misalnya dia tahu jalannya namun dia tidak bisa ketika melewati jalan tersebut jalan dengan selamat artinya alamat kepada kota tersebut dia tahu ya namun ketika ia berada di atas jalan tersebut dia tidak mampu berjalan dengan baik ya dengan selamat Nah inilah diantara orang seperti itu keadaannya maka diutuhkan uan seorang ketika melewati jalan tersebut agar ia selamat agar ia selamat misalnya ee diketahui informasi bahwa jalan yang memungkinkan dia lewati jalan tersebut pada jam sekian misalnya pada jam-jam tertentu misalnya karena karena pada jalan-jalan tersebut pada jam-jam tersebut memungkinkan dia untuk melewati jalan tersebut dengan selamat adapun jam-jam yang lainnya tidak memungkinkan bagi seorang untuk melewati jalanan tersebut para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala inilah Berkaitan dengan keterangan di sini tentang makna syubhat tadi Semoga kita dapat memahami dari apa yang diterangkan oleh Syekh Abdul razq di sini berkaitan dengan makna syubhat dan juga yang kedua adalah syahwat bahwa dalam kehidupan di dunia ini kita menghadapi dua hal dua cobaan kita ketika kita akan beristiqamah di atas jalan yang benar imma ya rintangan tersebut adalah syubhat ataukah syahwat baik para jemah yang dimulan Allah subhahu wa taala kembali kita kepada hadis yang keen ini penjelasan dari hadis yang keen dari penjelasan Syekh Abdul abbadfahullah taala Beliau mengatakan kepada kita di sini Dar Sabda nabiuaih was makaang siapa menjaga dari perkara-perkara syubhat maka ia telah menjaga kehormatan agama dan dirinya Danang siapa berani bermainada perkara-perkara syubhat akan jatuh kepada yang haram k kemudian mikik seb contoh kepada kita tentang seorang penggembala kambing yang yang menggembalakan kambingnya di dekat tanah larangan di dekat tanah orang lain yang boleh jadi akan masuk di antara kambingkambing tersebut kepada tanah orang lain itu Al ketahuilah bahwa pada setiap raja atau penguasa memiliki tanah larangan ketahuilah bahwa ee yakni larangan Allah subhanahu wa taala adalah hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala inilah keterangan dari nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam berkaitan dengan yakni contoh yang sangat bagus sekali bagi kita semua untuk kita perhatikan agar kita tidak berani bermain pada perkara-perkara yang syubhat yakni yang tidak jelas halal dan haramnya Apakah perkara itu yakni suatu perkara yang meragukan atau perkara yang sudah bercampur aduk antara yang halal dengan yang yang haram di sini kita dengarkan keterangan dari Syekh Abdul mussin e hafidahullahu taala harism ini semua kembali kepada pembagian yang ketiga tadi yang ketiga tadi yaitu syubhat wahua almabihatajaba Al Insan hendaknya seorang dapat menjauhi perkara-perkara yang seperti inialah keselamatan antara dirinya dengan Allah subhanahu wa taala dan keselamatan bagi dirinya dalam pergaulan antar sama manusia Arya ketika seorang berani bermain pada perkara-perkara yang syubhat tidak peduli dia tentang perkara-perkara syubhat maka jelas orang ini akan jatuh kepada hal-hal yang haram atau halhal yang jelasjelas haramnya hal ini telah memberikan ee contoh yang sangat gamang sekali kepada kita berkaitan dengan orang yang menggembalakan hewan ternaknya menggembalakan kambingnya di mana penggembala ini sengaja menggembalakan hewan ternaknya itu di dekat tanah orang lain di dekat tanah ya penguasa atau raja atau yang semisal begitu yang boleh jadi ada di antara hewan ternak tersebut yang bakal masuk ke dalam tanah orang lain ke dalam tanah orang lain Nah inilah berkaitan dengan orang-orang yang berani bermain pada perkara-perkara syubhat yang tidak jelas halal dan haramnya maka akan masuk dan terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala waana qibanuak W yakni si penggembala ini tidak akan merasa ya tidak akan merasa bahwa di antara hewan ternaknya bisa masuk ke dalam tanah orang lain tersebut Wal muradu bilima Ma yahmil Muluk wirum Minal aradhi almuksibah wamnaun girahum Min qurbiha falladzi Yar haulaha yusikqa fiha yang disebut dengan tanah larangan di sini adalah yakni tanah larangan yang dimiliki oleh para penguasa para raja atau yang selain mereka dari tanah-tanah yang mereka kuasai itu dan tidak boleh orang lain masuk ke dalam tanah mereka itu adapun penggembala yang menggembalakan hewan ternaknya dekat dari tanah larangan tersebut maka akan yakni masuklah sebagian dari hewan ternaknya ke dalam tanah larangan atau tanah orang lain tersebut dan boleh jadi dia akan mendapatkan sanksi akan mendapatkan hukuman wahah Adapun larangan Allah Subhanahu Wa taalaal yaitu hal-hal yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta hendaknya seorang hamba menjauh dari apa yang telah diharamkan Allah subhahu wa taa dan hendaknya seorang hamba dapat jauh atau dapat menjauhkan diri dari perkara-perkara syubhat dalam kehidupannya di dunia ini Nah inilah berkaitan dengan masalah yakni syubhat tadi hendaknya kita bisa memahami dari apa yang Nabi sabdakan ini kita bisa menjaga kehormatan diri kita menjaga kehormatan agama kita itu dengan cara kita tidak mendekat kepada perkara-perkara yang syubhat apalagi yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala kemudian kita lanjut dari hadis yang mulia ini keterangan dari nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadisman bin bir sabda Nabi yang [Musik] mulia ketahuilah kata nabi ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging apabila daging tersebut maka baiklah seluruh anggota tubuhnya dan jika daging tersebut telah rusak rusaklah seluruh anggota tubuhnya ketahuilah bahwa segumpal daging tersebut dinamakan denganbu ya denganbu J dalam bahasa dakwah sudah terlanjur diartikan dengan makna hati baik para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala berkaitan dengan hadis yang mulia ini sahabat nabi yang mulia Abu Hurairah menjelaskan kepada kita tentang sabda Nabi yang mulia ini apa kata Abu Hurairah Inal sungguh bahwa hati manusia itu adalah bagaikan raja dan anggota tubuh manusia lainnya adalah prajuritnya apabila sang rajaik maka baiklah prajuritnya namunika sang raja sudah rusak maka rusaklah Anga tubuhnyaah inilah Berkaitan dengan keterangan dari sahabat yang mulia Abu hairahallahu DII kita akan lanjutkan keterangan dari Syekh ABD abadah kitabnya di mana beliaat segumal daging itu Beliau mengatakan bahwa yang namanya almudah adalah yakni sekerat daging yang biasa dikunyah atau dimakan oleh orang yang memakannya maka ini menunjukkan atau hadis ini menunjukkan tentang e Mulianya atau Agungnya masalahbu ini pada tubuh manusia dan kedudukan kalbu adalah bagiikan raja Adapun anggota tubuh manusia lainnya adalah prajuritnya apabila sang raja baik maka baiklah anggota tubuh dan jika ia sudah rusak rusaklah seluruh anggota tubuh kata beliau hafidahullahu taala baik para jemah yang dimulakan Allah subhanahu wa taala kalau ada yang bertanya Apa hubungan antara hati dengan masalah syubhat yang tadi telah dijelaskan sebelumnya hubungannya adalah yakni orang yang memiliki hati yang bersih hati yang baik hati yang dijaga ya dari berbagai macam nodanya dari berbagai macam penyakitnya tentu akan terhindar terlindung dari perkara-perkara syubhat tidak mau bermain pada perkara syubhat apalagi dari perkara-perkara yang diharamkan oleh agama yang mulia ini Nah inilah berkaitan dengan hubungan antarabubun Salim hati yang selamat hati yang bersih dengan redaksi hadis sebelumnya berkaitan dengan perkara syubhat yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam para jemaah yang dimulan Allah subhanahu wa taala kita akan jelas kita akan dengarkan penjelasan dari Syekh Syekh Abdul razf rahullahu taala berkaitan dengan hadis yang mulia tadi ya ala wa inna jasadi Al wahalbu dari kitab beliau tentang Istiqamah ituu dari kaidah yang ketiga ya dari kaidah yang ketiga ketika dibawakan hadis ini hadis Nu’man bin Basyir ini beliau bawakan keterangan dari Imam Ibnu qayyim keterangan dari Imam Ibnu qayyim di mana Al Imam Ibnu qayyim berkata kepada kita semua dalam Mukadimah kitab beliau Ahfan Beliau mengatakan rahimahullahik Jun am ketika hati bagaikan raja atau hati manusia itu sebagai raja bagi tubuh manusia dan itu dan anggota tubuh manusia lainnya adalah yakni prajuritnya di mana sang raja ini dapat mengatur prajuritnya dapat mengatur prajuritnya atau memberikan perintah kepada prajuritnya wasil Fiya dan yakni tergantung dengan apa yang dikehendaki oleh sang raja atau kalbu tadi apapun yang diinginkan oleh sang raja apapun yang diinginkan oleh kalbu manusia maka anggota tubuh manusia lainnya itu akan mengikutinya akan mentaati perintah sang rajanyaahta seluruh anggota tubuh manusia itu tergantung kepada sang raja tergantung dengan keinginan Sang Raja dan dari hati itulah manusia bisa istiamah dan kebalikannya bisa menyimpang jalannyauu dan dari hati tersebut yakni ada semacam keyakinan untuk melakukan sesuatu ataupun tidak melakukan sesuatu Q nabiallahu Alaihi Wasallam J Di mana nabi su wasam tadi mengatakan kepada kita ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging apabila dia baik baiklah seluruh anggota tubuh n ketahuilah bahwa suumal daging tersebut dinamakan denganbu kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian dikat lagi di sini dikatakan kembali di sini Hua malikuha Wah almunah limaur Bih alqiluha hadh w bahwa hati ini adalah raja bagi anggota tubuh yang memerintahkan ini dan itu dan seterusnya dan istikamahnya hati dalam kehidupan ini dan juga berkaitan dengan masalah niat dan tujuan yang ada di hati Maka hati jelas merupakan yang bertanggung jawab dari kehidupan si hamba Jadi hati si hamba itulah yang bertanggung jawab atas kehidupannya baik buruknya ya istikamah atau menyimpangnya Jalan si hamba tergantung dengan hatinya tersebut Apakah ketika hatinya itu dapat menerima Hidayah Allah atau tidak maka ini tergantung dengan hati si hamba itu sebagaimana Allah subhanahu wa taala Ingatkan kita dalam ayat yang mulia dalam surat asyuara ayat 88 dan 89 di mana Allah subhanahu wa taala berfirman yang artinya suatu hari yang tiada bermanfaat harta dan keturunan kecuali hamba yang menghadap Allah dengan hati yang selamat hati yang selamat Oleh sebab itu para jemah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala hendaknya kita masing-masing memperhatikan hati kita kita ini masing-masing memperhatikan hati kita masing-masing jangan kita urusi orang lain hendaknya kita perhatikan yakni hati kita ah kita lihat kebanyakan manusia memperhatikan dari ujung kepala ujung rambut sampai ujung kaki namun lalai dari memperhatikan hatinya dari memperhatikan hatinya tersebut justru yang paling penting yang wajib kita perhatikan adalah hati kita masing-masing dari hati inilah yakni akan tergambar selamat atau tidaknya kehidupan kita diterima atau tidaknya amal-amal kita semua oleh Allah subhanahu wa taala dan seterusnya dan seterusnya maka Ini semua tergantung dengan hati kita akja kita sekali lagi memperhatikan hati kita dan di antara doa nabi yang mulia berkaitan dengan hati ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan doa yang bagus sekali kepada kita dibawakan di sini oleh Syekh Abdul razq hafidahullah Wana Min duai nabiina Sallallahu Alaihi Wasallam dan di antara doa nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam terkait dengan hati apa kata beliau Allahumma inni asaluka Ya Allah sungguh aku memohon kepada engkau hati yang salim hati yang selamat sekali lagi doa Nabi Sallallahu Ali wasallam ini adalah Allahumma inni asalukaban saliman Allahumma inni asalukaban saliman Ya Allah sungguh aku memohon kepada engkau hati yang selamat hati yang bersih hati yang bersih dari berbagai macam nodanya Nah inilah yang datang dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam doa yang bagus sekali yang bisa kita ee pajjatkan kepada Allah subhanahu wa taala agar hati kita dibaguskan dibersihkan oleh Allah subhanahu wa taala dari berbagai macam nodanya Semoga kita semua tergolong dari hamba-hamba Allah yang dimasukkan oleh Allah kelak ke dalam surganya dengan hati yang bersih amin Ya rbalamin baik para jemah yang dimulan Allah subhanahu wa taala kembali kepada keterangan Syekh Abdul Musin Abbad hafahullah taala dalam kitabnya fahulqwi di mana beliau membawakan keterangan dari Imam Nawawi rahimahullah Nawawi berkata Imam nawawiuahu Alaihi Wasallam dari Sabda nabiallallahu Alaihi wasallamang siapa jatuh kepada yang syubhat yakni berani bermain kepada perkara-perkara syubhat maka akan jatuh kepada yang haram yahamil amraini maka ada dua makna yang terkandung di dalamnya yang pertama ahaduhuma ayqa fil Harami wahua yunu anahuaisa biam yaitu seorang jatuh kepada yang haram namun dia tidak sadar dia belum sadar atau tidak sadar bahwasanya dia telah jatuh kepada yang haram nah ini makna yang pertama seperti ini jadi seorang jatuh kepada yang haram Tetapi dia belum sadar atau tidak menyadari bahwa Sebenarnya dia telah terperosok telah terjatuh kepada yang haram tersebut kemudian watani adapun yang kedua ayakunal makna qqq haram y seorang betul-betul telah mendekat kepada yang haram ya betul-betul telah mendekat kepada yang yang haram jadi ini yang dimaksud dengan perkara syubhat ya perkara syubhat W sebagaimana ungkapan Ya sebagian orang mengatakan alfri perbuatan maksiat mengantarkan seorang kepada kekufuran perbuatan maksiat mengantarkan seorang kepada kekufuran apabila seorang jatuh kepada sebuah dosa kecil misalnya atau kesalahan yang kecil maka lama-kelamaan dia akan jatuh kepada yakni keburukan yang lebih besar atau dosa yang lebih besar isi taala dan dalam hal ini ada isyarat dari firman Allah subhanahu wa taala di mana Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surah Ali Imran ayat 112 biri haqin dalika Bima wau yadun yuriduahumu Maya yakni dikatakan di sini berkaitan dengan orang-orang Yahudi yang arti ayat ini adalah dan mereka membunuh para nabi dengan cara yang tidak benar yang demikian itu karena mereka berbuat maksiat dan mereka melampaui batas yaitu yang diinginkan dari ayat yang mulia ini adalah bahwa orang-orang Yahudi sedikit demi sedikit mereka berbuat maksiat dalam agama mereka di zaman dahulu sampai akhirnya mereka berani membunuh nabi-nabi mereka bayangkan sampai akhirnya mereka berani yni membunuh nabi-nabi mereka had dan di dalam hadis dikatakan id dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di mana Nabi mengatakan Semoga Allah melaknat orang yang mencuri mencuri apa yang pertama mencuri albaidah mencuri telur kemudian dipotonglah tangannya dengan sebab mencuri dengan pencurian nya tersebut lalu dia mencuri alhabla yakni tali ya yakni tali tentun tali yang berharga di sini kemudian dipotonglah tangannya dengan sebab pencuriannya tersebut makna hadis ini adalah bahwa seorang yang mencuri itu yakni ee bertingkat-tingkat terlebih dahulu dari yang kecil dia curi dari yang perkara yang kecil dia curi atau barang yang kecil dia curi sampai kepada barang yang besar dia curi Nah inilah berkaitan dengan yakni perbuatan manusia itu bisa berangsur-angsur ya dari yang kecil terlebih dahulu kemudian menuju kepada yang yang besar baik para jemaah yang dimulan Allah subhanahu wa taala inilah keterangan-keterangan dari Syekh Abdul muhin Abbad hafidahullahu taala berkaitan dengan hadis Nu’man bin Basyir tentang perkara halal perkara haram kemudian perkara syubhat sampai kepada ee manusia yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah terangkan dalam hadis yang mulia ini Nah sekarang kita dengarkan berkaitan dengan pelajaran-pelajaran yang bisa dipetik dari hadis Nu’man bin Basyir yang dibawakan oleh Syekh Abdul Muhsin hafidahullahu taala di sini beliau hafidahullahu taala mengatakan kepada kita mimma yustafadu Minal hadis yang dapat diambil pelajaran penting dari hadis ini adalah pertama bayansimil Asya ahuma yaitu pembagian dalam agama kepada halal haram dan syubhat jadi dalam agama kita ini kita mengenal tiga istilah ini yang pertama halal Y perkara-perkara yang jelaselas halalnya yang kedua haram ini perkara-perkara yang jelas keharamannya dan yang ketiga adalah syubhat yakni yang berada di antara halal dan haram yang tadi sudah kita Jelaskan bahwa makna syubhat ada dua yang pertama pengertiannya adalah yakni asyak keragu-raguan Apakah ada atau tidaknya dia ya ragu-ragu seorang maka haruslah yakni ee diambil sikap yakni keyakinan dalam hal ini alyaqinu ya eeuzalu b bahwa keraguan bahwa keyakinan tidak dapat dihilangkan dengan keraguan artinya bisa diambil sebuah sikap yakin apa yang diyakini tentang ada atau tidaknya suatu itu Nah inilah berkaitan dengan makna pertama Adapun makna syubhat yang kedua adalah al-ikhtilat bercampur aduk bercampur Baur yakni misalnya harta yang halal dengan harta yang haram sudah bercampur aduk bercampur Baur tidak diketahui lagi mana yang halal mana yang haram sehingga dikatakan bahwa harta tersebut adalah minimal harta yang syubhat begitu Kemudian yang kedua dikatakan di sini kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara syubhat nah ini perlu dipahami jadi banyak orang-orang banyak manusia tidak mengetahui perkara yang syubhat misalnya beg banyak di anara orang-orang begitu ya diantarayarakat sudah suatu baru bertanya ya sudah jatuh kepada yang syubhat apalagi yang haram baru bertanya ini kan keliru mestinya bertanya dulu sebelum melangkah sebelum berbuat suatu sebelum melakukan hal ini hal itu dan sebagainya hendaknya bertanya kepada ahlinya ahumam bertanyalah kalian kepada ahlinya jika tidak mengetahui dan nabi mengatakan dalam hadis yang mulia in hanya saja obat dari kebodohan bertanya kepada ahlinya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi sekali lagi dikatakan di sini oleh Syekh Abdul muhin hafidahullah bahwa perkara-perkara syubhat banyak di antara manusia tidak mengetahuinya dan hanya sedikit yang mengetahui dengan dalil yakni para ulama maknanya yang ketiga taruanil mustabih Hatta yam hilluh meninggalkan perkara-perkara syubhat sampai betul-betul diketahui posisin nya ya yakni halal jika telah diketahui halal kehalalannya maka silakan dilakukan yang keempatbulalril maani alnawiah bitasbihha Bil hisiah memberikan contoh memberikan contoh ya yakni yang tadinya bersifat maknawi kepada hal-hal yang konkret Ya seperti tadi dibawakan contoh dari oleh Nabi Sallallahu Ali Wasallam seorang penggembala hewan ternak penggembala kambing yang mengembalakan kambingnya itu di dekat tanah orang lain tanah yang terlarang dikatakan seperti itu Nah ini berkaitan dengan contoh Artinya bahwa jika seorang dapat memberikan contoh yang nyata maka ini lebih mudah untuk dipahami kemudian yang kelim Jika seorang berani bermain pada perkara-perkara syubhat maka akan jatuh kepada perkara-perkara yang jelas-jelas haramnya Nah inilah konsekuensi Ya bagi siapa saja yang berani bermain pada perkara-perkara syubhat dalam kehidupan di dunia ini Maka tentu akan jatuh kelak kepada hal-hal yang haram hukumnya kemudian yang keenam dikatakan oleh Syekh di sini penjelasan tentang Agungnya masalah hati dan anggota tubuh manusia akan ikut dengan Haya akan rusak anggota tubuh jika si hati itu rusak dan akan baik anggota tubuh jika hati tersebut baik kemudian yangu batin kerusakan yang nyata atau kerusakan yang EE secara Zahir adalah sebagai dalil atau sebagai yakni petunjuk bahwa batinnya seorang itu rusak artinya ketika seorang melakukan perkara-perkara yang syubhat apalagi yang haram ahah ini menunjukkan bahwa hatinya rusak hatinya seperti itu ya Jika seorang suka bermain pada perkara-perkara syubhat atau bahkan senang kepada perkara-perkara yang diharamkan oleh agama itu menunjukkan tentang batinnya menunjukkan tentang hatinya yang yang sudah rusak seperti itu kemudian yang kedelapan yang terakhir dikatakan oleh Syekh di sini hafidahullah Anna fittiqubhat muhafadatal Insan ala dinih Minan naqs waihi minalibi watalbi yakni ketika seorang menjauhi perkara-perkara syubhat maka ini dapat menjaga kehormatan diri dan agamanya menjaga kehormatan agama dan dirinya Nah inilah Berkaitan dengan keterangan dari Syekh Abdul muhin hafidahullahu taala Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan pada sore hari ini dan sampai di sini keterangan berkaitan dengan hadis yang keenam hadis Nu’man bin Basyir Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari apa yang disampaikan semoga kita semua bisa yakni memahami dan mengamalkan dari apa yang disampaikan semoga kita semua mendapatkan hidayah Taufik dari Allah subhanahu wa taala dan mohon maaf atas e kesalahan jika ada kesalahan dari apa yang disampaikan tadi kita akhiri kajian kita di sore hari ini dengan doa pert majelis subhanakallahumma wabihamdik asadu allaahaa Anta astagfirukau alamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *