simak radio Roja Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio Roja Bogor dan radio Roja Bandung menebar cahaya sunah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wasatu wasalamu ala rasulillah wa alihibihi wala saudaraku seiman dan seakidah sahabat rja di manaun anda berada Masih bersama dengan kami di saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan insahes kempatan pagi hari ini kembali kami akan hadirkan sebuah kajian ilmiah yang kami Pancar luaskan dari Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya bersama Ustaz Mubarok Bam mu Alim LC MHI hafidahullahu taala dan kembali kita akan mengkaji kitab penuh manfaat kitab Riyadus shihin karya Al Imam annawawi rahimahullahu taala saudaraku seiman dan seakidah kita akan segera sambungkan anda dengan Studio di STAI Ali Bin Abi Thalib dari studio kami sampaikan selamat menyimak kepada ustazfadol Maskur asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdalillahiahmaduhuuhuagfiruhubillahiu anusinatiah AB um muslimin Danum muslimat pemirsa dan pendengar radio televisi di Manun anda berada Semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kita k Beru kajian ahuaihi wasam dan pembahasan kita Insyaallah memasuki bab yang baru bab tentang eh hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala kitabul umur alhi kata Imam anwawi rahimahullah taala kitab Um ya tentang hal-hal yang dilarang ya oleh Allah subhanahu wa taala dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam ee pembahasan kita Insyaallah masuki bab tahrimul gibah Wal Amar biil lisan eh yang pertama dibawakan oleh Imam annawawi rahimahullah taala dalam bab tentang hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala yaitu bab Tahrim alghibah bab tentang diharamkannya gibah Wal Amr bil lisan dan perintah untuk menjaga lisan karena memang Lisan Ini sesuatu yang sangat berbahaya seorang yang tidak menjaga lisannya maka ini akan menjerumuskan dirinya sendiri dalam bahaya besar dalam bahaya yang amat besar baik di dunia maupun di akhirat ya Nah Oleh karena itu kita perlu untuk mempelajari ya tentang masalah ini ya masalah giibah itu membicarakan tentang orang lain ya nanti akan dibahas apa sebenarnya giiba itu ee para ulama Ahlul Ilmi semua bersepakat tentang diharamkannya gibah ya dari setiap orang setiap muslim ya pada hakikatnya dilarang dan diharamkan ribah yaitu membicarakan orang tentang orang-orang lain ya misalnya cacatnya ya kekurangannya atau apa saja ya ini di ee hal yang dilarang ya dan di dalam alquranul Karim juga hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan kita lihat ya akan kita dengar Bagaimana Allah melarang demikian pula rasulah Wasallam ya mengharamkan atau melarang tentang giibah di anara ayat yang dibawakan oleh Imam annawawi rahimahullah taala dalam bab ini yaitu surah alhujurat ayat yang ke-12 ayat ke-12 dari surah alujurat Allahu Taala Allah subhanahu wa taala berfirman Dan janganlah sebag di anara kalian sebagian yang lainu Maukah kalian ya salah seorang di anara kalian makan bangkai atau daging saudaranya yang sudah mati ya memakan bangkai saudaranya kamu pun tu kalian akan benci kepada perbuatan itu wattaqulaha inallaha tawabur rahim dan bertakwalah kepada Allah Sesungguhnya Allah zat yang Maha Penerima tobat dan zat yang maha penyayang nah di dalam ayat ini jelas Allah subhanahu wa taala ya mengharamkan atau melarang ribah ya di antara kaum muslimin satu dengan yang lainnya dan Allah memberikan perumpamaan tentang mengghibah seseorang itu sama dengan memakan bangkainya ya seorang ketika dia e membicarakan tentang saudaranya itu diibaratkan dia memakan bangkai saudaranya ya diibaratkan dia memakan Bang bangkai saudaranya yang tentu perbuatan ini adalah perbuatan yang keji perbuatan yang menjijikkan ya seorang muslim memakan bangkai saudaranya ya seorang muslim makan bangkai saudaranya makanya Allah Taala kemudian memerintahkan kita untuk bertakwa wattaqulah takutlah kamu kepada Allah ya Innallaha tawwabur rahim Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat ya Jadi kalau seorang pun dia berbuat dosa dia bertobat kada Allah Taala mohon ampun P Allah kemudian meminta maaf kepada orang yang dia gibahi maka sesungguhnya Allah Maha Penerima bat dan Allah Maha penyayam Nah gibah itu ya para ulama menyebutkan Giba itu ialahikruk ak Bimi ya bimaakuikruka ya jadi kamu membicarakan menyebut tentang saudaramu yaitu satu hal yang dia benci kamu membicarakannya ya tentang di dirinya ya zikruka akhoka ya Bima fihi kamu menyebut tentang saudaramu sesuatu yang ada pada diri saudaramu itu Bima yakrahu tetapi hal tersebut dia itu tidak senang kalau dibicara dibicarakan kemudian fainakartahu bimaisa fihi fahual buhtan kalau kamu membicarakan tentang saudaramu itu sesuatu yang tidak ada pada dirinya ya maka inilah namanya sebuah fitnah ya bukan sekedar dusta tapi memfitnah seseorang apa yang dia tidak melakukannya yang tidak ada pada dirinya itu dibicarakan dibilang dia berbuat demikian ya ini hal seperti ini jangankan pada seorang muslim seorang kafir Jika dia tidak mencuri misalnya tidak boleh dan haram kita mengatakan dia mencuri itu orang orang kafir apalagi kepada sesama kaum muslimin memfitnah ya maka dari itu orang yang memfitnah atau membicarakan seseorang tanpa ada buktinya ya dia dikenakan haddul iftira kalau ada seorang si A membicarakan tentang si B yang tidak dilakukan oleh si B ini maka apabila di angkat ke pengadilan ya dan ternyata si A tetap menuntut kepada si b maka dia akan terkena yaitu ee had hukuman orang yang iftira orang yang mengada-ngada suatu perkataan yang dituduhkan pada orang orang lain dan itu sebagaimana dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib dicambuk sebanyak 80 kali jambuk selama sebanyak 80 kali nahleh karena itu al-quranul Karim ya telah melarang ya ribah membicarakan tentang seseorang ya Yang yang sesuatu ya tentang apa yang ada pada dirinya namun dia tidak senang kalau dibicarakan nah ini termasuk masuk riba dan ini yang diharamkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi W alihi wasallam kemudian Sebagian ulama juga ya menjelaskan tentang masalah ini riba ini ya dari ayat yang dibacakan tadi surat al-hujurat ayat ke-12 bahwa gibah itu yaikrul riba itu adalah menyebut tentang aib seseorang di saat orang itu tidak berada depan depan kita kita membicarakan aib seseorang dan orang itu di di lain tempat dia tidak bersama kita itu giibba namanya ya oleh kena itu orang yang Giba orang yang diibahi tadi itu diumpamakan sebagai orang yang karena dia tidak ada orang itu dia tidak mendengar apa yang kita bicarakan Maka dia diumpamakan sebagai bangkai orang yang orang yang mati karena dia gaib dari tempat itu ya karena dia orang itu tidak ada di saat dia dibicarakan tentu dia tidak mampu untuk membela dirinya ya dia tidak mampu membela dirinya ya dia tidak mampu untuk men Kis omongan yang disampaikan yang dibicarakan tadi itu sama halnya dengan Ma mayat ya seorang telah mati dibicarakan dia gak bisa apa-apa ya dia bisa membela di dirinya Bahkan dia tidak tahu ya Apa yang dibicarakan tentangnya Nah jadi ini di antara hal-hal yang perlu disampaikan dalam hal berkaitan dengan Giba ini kemudian eh ayat yang kedua yang dibawakan oleh annawawi rahimahullah taala yaitu surat alisra ayat 36 Allah a berfirman dan janganlah kamu membicarakan sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya sesungguhnya pendengaran dan pendengaran atau telinga dan mata juga hati semua itu akan dimintai pertanggungjawaban J penglihatan pendengaran penglihatan dan hati ini akan dimintai pertanggungjawaban di apan Allah subhanahu wa taala nah ayat ini jelas larangan dari membicarakan sesuatu yang seorang tidak punya ilmu tentangnya dia hanya Z hanya berprasangka ya kepada S seseorang ya maka dilarang sorang itu berbicara atau gibah atau ikut nimbrung dalam membicara ak Tentang Seseorang yang dia tidak tahu tentang orang tersebut ya kemudian ayat yang ketiga yang dibawakan oleh annawawi rahimahullah taala yaitu firman Allah Azza waalla dalam surah qf ayat yang ke-18 Allah Azza walla berfirman ya tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan oleh seor oleh manusia melainkan ada dua malaikat yang mengawasi ya dua malaikat yang mengawasi yang mana mereka mencatat Apa yang diucapkan apa dilafazkan oleh orang tersebut yaagaimana Allah taal juga berfirman sesungguhnya ya pada kalian itu ada para penjaga yaitu para malaikat ya malaikat yang menjaga manusia mengawasi manusia semua perbuatannya mereka adalah malaikat-malaikat yang mulia Kiraman katibin dan mereka mencatat Apa yang dibicarakan oleh Apa yang dilafazkan dibicarakan oleh seseorang yalamuna Ma tafalun malaikat-malaikat yang menjaga seseorang itu ya atau manusia itu mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan makanya para ulama menyebutkan di antaranya Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah taala ee tentang malaikat yang menjaga manusia ada empat malaikat ya ini bisa dibaca dalam tafsir Ibnu Katsir dalam surah arraad ya Lahu muibatun ya setiap manusia itu mempunyai muibat para malaikat yang menjaga yang mengawasi jadi ada malaikat yang bertugas menjaga fisik manusia seorang hamba dan ada malaikat yang bertugas mencatat ya disebutkan Imam Ibnu Katsir dari ucapan ucapan para ulama mufirin bahwa dua malaikat yang menjaga seorang hamba satu di depan satu di belakang ya sedangkan dua malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia satu di sebelah kanan satu sebelah kiri yang di sebelah kanan mencatat amal-amal kebaikan yang di sebelah kiri mencatat amal-amal keburukan yang dikerjakan oleh seorang hamba tersebut Nah di sini kita melihat ketika Allah menyebutkan Wa innaikumin kan katibin sesungguhnya pada kalian itu ada malaikat-malaikat yang menjaga ya Yang mana merekalah para malaikat yang mulia dan mereka mencatat atau menulis ya mereka menulis mencatat Apa yang dilakukan oleh manus manusia nah ini yang dicatat di sini adalah segala sesuatu ucapan dan perbuatan yang dilakukan oleh seorang hamba itu dicatat ya baik yang ada sanksinya ataupun yang yang tidak ada sanksinya baik yang ada pahalanya ataupun yang tidak ada pahalanya semua dicatat oleh malaikat-malaikat pencatat amal perbuatan manusia ya Jadi tidak sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa para malaikat itu mencatat Hanya dua dua hal hal-hal yang berkaitan dengan ada pahala dari apa yang dilakukan atau diucapkannya dan yang kedua hal-hal yang di sana ada sanksi ee dari perbuatan atau ucapannya ya namun yang benar adalah bahwa para malaikat itu mencatat semua perbuatan perkataan tingkah laku yang dilakukan oleh manusia baik yang ada pahalanya atau tidak baik yang ada dosanya atau tidak semua itu di dicatat nah tentu di sini ketika Allah menyebutkan tentang masalah ini ya bahwa manusia ada malaikat yang menjaganya memeliharanya ya atau mengawasinya ini bagi seorang yang memiliki iman kepada Allah iman kepada para malaikatnya iman kepada semua yang wajib diimani tentu dia akan lebih waspada lebih hati-hati di dalam dia ber berbicara Ya tentu lebih berhati-hati lebih waspada dalam Dia berbicara sehingga dia menjaga lisannya ya menjaga lisannya Adapun hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang dibawakan oleh Imam annawawi rahimahullah taala di anaranya adalah yang pertama hadis Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu hadis Abu Hurairah radhiallahu ala an Q Nawawi rahimahullah wa Abi H radhiallahu Anhu nabi shallallallahu Alaihi wasallamq dan Dari Abu Hurairah radhiallahu anh dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda manana Yu Billahi walumil akhir falaklir a hadis muttaf alai ya manana yminu billahialumil akhir Barang siapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhir hendaknya Dia berbicara yang baik yamut dalam satu riwayat akut atau diiam jadi Hanya dua kemungkinan yang diberikan oleh Nabi alaihiatu wasalam kepada seorang mukmin bicara yang baik atau di diam ya bicara yang baik atau di atau diam salah satu di antara dua ini hadis ini muttafaun alaih e diwayat Imam Bukhari dan imam muslim dalam sahih Bukhari dan Sahih Muslim jadi hadis ini jelas sekali ya memberikan pelajaran kepada kita tentang keterkaitan seorang hamba semua perbuatannya semua perkataannya ya dengan masalah akidah masalah keimanan kepada Allah dan iman kepada hari hari akhir ya maka dari itu Islam adalah agama yang universal agama yang menjelaskan kepada kita tentang hal-hal secara umum dari yang paling besar sampai yang paling kecil ya Islam mendidik umatnya untuk takwa kepada Allah ya agar takut pada Allah Taala baik dalam masalah perbuatannya atau perkataannya ketika sendirian atau di tengah keramaian orang ya karena semua perbuatannya dan perkataannya itu ter tercatat ya maka tentu sebagai seorang beriman dia meng endaki agar catatan amalnya yang yang baik ucapannya yang baik makanya orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia akan senantiasa ya menjaga lisannya dia tidak berbicara kecuali yang baik atau dia bersikap di Diam tidak bak bisa bicara ya Jadi ini menunjukkan betapa semua kalahan berkaitan dengan Akidah ya termasuk ucapan ya perbuatan demikian pula semua aktivitas seorang hamba ini ada kaitannya dengan keimanan pada Allah dan iman kepada hari hari akhir ya maka semua aspek kehidupan seorang mukmin itu adalah ada kaitannya berhubungan erat dengan masalah akidah ya dengan masalah keimanan kepada Allah dan keimanan pada hari hari akhir sebagaimana Allah Taala berfirmanir Barang siapa mengerjakan suatu amal kebaikan walaupun satu titik debu maka dia akan melihatnya melihat balasannya ya dan barang siapa yang dia mengerjakan suatu amal keburukan walaupun setitik debu dia akan melihatnya Nah di sinilah bahwa ya Islam itu adalah akidah ibadah muamalah akhlak suluk dan seterusnya tidak ada yang luput Ya semua dicatat semua termaktub ya dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah subhanahu wa taala hadis yang baru kita dengar ini memberikan pelajaran kepada kita tentang ya salah satu cabang dari cabang-cabang keimanan ya adalah ucapan yang baik karena iman itu ada bidunah iman itu lebih dari 70 cabang ya dalam satu riwayat cabang iman yang paling AFD atau yang paling tinggi kalimatahillallahucapkan dan cabang iman yang paling rendah menyingkirkan gangguan di jalan Cang keim keimanan ya di antara cabang keimanan adalah seorang menjaga lisannya ya mengucapkan kalimat-kalimat yang baik atau dia di diam ya kemudian hadis yang berikutnya Q Imam annawawi rahimahullah waab Musa alasy’ari radhiallahu Anhu Q dari Abu Musa al-asy’ari radhiallahu Anhu Beliau berkata katalu Ya Rasulullah muslim aku bertanya yakni kepada rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Rasulullah orang muslim manakah yang paling Afdal yang paling mulia yang paling baik ya orang mukmin manakah yang paling Afdal dijawab oleh Nabi alaihiatu Wasalam kata beliau yakni orang muslim yang paling baik keislamannya manimal muslimun lisani wadihi seorang yang mana seorang muslim itu selamat dari lisannya dan dari tangannya ya itu orang muslim yang paling paling baik yang paling Afdal yang mana kaum muslimin selamat dari lisannya dan Dar tangannya ini menunjukkan bahwa keislaman seseorang itu bertingkat-tingkat ya ada yang mencapai tingkat yang tertinggi paling Afdal dan ada yang di bawah itu ya tentang keislaman seseorang ya makanya ada yang paling Afdal ada yang di bawah di bawahnya Kemudian yang kedua yang juga diambil dari hadis ini yaitu peringatan agar seorang tidak menzalimi atau menyakiti saudaranya sesama muslim baik dengan lisannya maupun dengan tangannya ya karena menyakitkan manusia itu ada dua dua hal menyakitkan seseorang dengan ucapan dengan lisannya dan menyakitkan seseorang dan perbuatannya ya jadi kezaliman ada kezaliman dalam bentuk ucapan ya ucapan lisan ada kezaliman dalam bentuk perbu perbuatan ya Dan kita dilarang dua-duanya dan sampai menzalimi sesama muslim Ya baik dengan ucapan dengan lisan ataupun dengan tangan perbu dengan perbuatan tangan ya kemudian juga di sini menjelaskan kepada kita bahwa ketika Allah ya melarang atau rasulnya sallallahuaih wasallam melarang dari menyakiti seorang muslim Baik itu dengan lisan maupun dengan tangan dan perbuatan ini menunjukkan bahwa di balik itu ada hikmah larangan ini jika benar-benar ditinggalkan oleh kaum muslimin ini akan mendatangkan kebaikan bagiagi umat ini ketika setiap muslim mereka menjaga lan-lisan mereka menjaga tangan-tangan mereka perbuatan mereka dari menzalimi saudara mereka ini tentu mempunyai hikmah yang besar ya mempunyai hikmah yang maslahat yang amat besar bagi kaum muslimin ya akan Mempererat hubungan mereka mereka akan saling cinta Mencintai satu dengan yang lainnya mereka akan saling membela dalam kebenaran ya karena mereka menjaga lisan mereka mereka dan tangan mereka dari menyakiti orang orang lain sesama sesama muslim yang yang lainnya ya jadi orang muslim yang paling baik keislamannya yang paling Afdal keislamannya adalah orang muslim yang senantiasa menjauhkan dirinya dari menzalimi saudaranya atau menyakiti saudaranya baik dengan lisan ataupun dengan perbu dan perbuatan kemudian hadis yang berikutnya Q Imam anwawi rahimahullah waahal bin Saad dari bin Saad radhiallahu an Beliau berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallahu Ali wasam bersabda ManMan Li ya hadis muttaf alaih Rat Imam Bukhari dan Imam muslimi wijiul Jannah Barang siapa yang bisa memberikan jaminan kepada aku kata nabi su wasallam ya kata beliau Barang siapa yang mampu memberi jaminan kepada aku ya Kepada beliau Sallahu alai wasallam yaitu bahwa dia senantiasa menjaga yang di antara dua gerahannya yaitu mulutnya dan dia senantiasa mampu menjaga yang berada di antara kedua kakinya ya Dia menjaga kehormatannya kemaluannya maka Rasul wasam akan memberikan jaminan surga baginya J seorang mukmin yang senantiasa menjaga lisannya ya Dan menjaga kehormatan dirinya menjaga kemaluannya tidak melakukan hal yang dilarang oleh Allah Taala maka Rasul si wasallam menjamin baginya surga ya rasul S wasam menjamin baginya Sur surga Nah di sini kita melihat apa yang disebutkan oleh Nabi alaihialatu wasalam ya bahwa beliau memberikan jaminan kepada setiap orang yang menjaga lisannya dan menjaga kemaluannya yaitu jaminan adal surga ini menunjukkan apa memberikan pelajaran kewajiban kita untuk menjaga semua anggota badan kita memelihara semua anggota badan kita dari hal-hal yang dilarang yang diharamkan oleh Allah Taala dengan kita menggunakan semua anggota badan kita pada hal-hal yang berkaitan dengan dengan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala ya jadi menunjukkan betul menunjukkan P kita kewajiban untuk menjaga diri kita menjaga seluruh anggota badan kita lisan kita tangan kita kaki kita kemaluan kita pendengaran kita penglihatan kita dan yang lainnya ya kita menjaga memeliharanya dari melakukan apa-apa yang dilarang oleh Allah Taala artinya kita dianjurkan untuk memanfaatkan tubuh kita anggota badan kita yang telah disempurnakan oleh Allah Taala ini untuk melakukan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala kemudian juga hadis ini memberikan pelajaran kepada kita tentang perintah untuk menjaga lisan Siapa yang bisa memberikan jaminan pada aku kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu dengan dia menjaga apa yang ada di antara dua gerahannya yaitu menjaga lisannya maka dia akan diberikan jaminan oleh Allah Taala eh oleh Nabi Sallallahu alaih wasallam untuk masuk surga ya ini bagi yang mampu mengendalikan lisannya dan juga yang mampu mengendalikan hawa nafsunya syahwatnya maka akan dijamin oleh R S wasallam dengan surga dan memang apabila dicermati ya dalam kehidupan seorang hamba bahwa ujian yang paling berat dalam kehidupan ini ada dua ya ujian Allah pada kita yaitu lisan ya kebanyakan manusia tidak mampu mengendalikan lisannya kita melihat orang-orang pendiam itu mungkin bisa dihitung jari dihitung dengan jari sedikit tapi kalau kita melihat orang-orang yang banyak ngomongnya itu jauh lebih lebih banyak kadang membicarakan hal-hal yang tidak ada manfaatnya tidak ada gunanya ya atau bahkan menzalimi orang lain dengan lisannya ya jadi ee dua hal yang diuji oleh Allah kepada kita dari anggota badan kita yang pertama adalah lisan yang kedua adalah kemalu kemaluan ini juga ujian ya kalau ada orang tidak mampu mengendalikan dirinya manahal syahwatnya maka dia akan melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa taala kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat Ya baik itu maksiat lisan maksiat anggota badan lainnya ini termasuk sebab di antara sebab-sebab seorang dimasukkan dalam surga Allah subhanahu wa taala ya dan dia menghindar menjauhi perbuatan maksiat kemudian hadis yang berikutnya an abiadallahu anu Dari Abu Hurairah radallah Beliau berkata was bahwasanya beliau mendengar nabi si wasam bersabda hadai riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Abu hahadah mendengar nabiu wasam bersabda Sesungguhnya seorang hamba Dia berbicara satu kalimat ya yang mana satu kalimat yang dibicarakan ini ya Ma fha kalimat yang diucapkan ini tidak jelas baginya tentang status kalimat ini ya tentang beratnya kalimat ini ya maka dengan sebab kalimat yang diucapkannya itu dia bisa tergelincir jatuh dalam neraka abad mainal masriq Wal magrib ya Yang mana jauhnya masuk ke dalam neraka ya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat waliubillah ya naudubillah minzalik ini juga peringatan ya kepada kita dari berbicara ya yang tidak ada manfaatnya atau kalimat-kalimat tanpa disadari diucapkan kalimat itu ternyata kalimat tersebut ya menjatuhkan seorang hamba ke dalam api neraka ya waliadubillah Ini juga perintah untuk menjaga lisan lisan yang tidak bertulang ini ya yang sangat berbisa ini dia bisa membunuh seeseorang membina akan pemiliknya ya itu lisan Jang membinasakan orang yang memilikinya itu karena dia tidak menjaga apa yang dibicarakannya itu nah ini menunjukkan bahwa orang yang berbicara ya hendaknya harus berbicara dan dia renungkan dia pikirkan sebelum dia ucapkan sebelum dia ucapkan sehingga terjaga lisannya dan sampai dia melepas ucapannya ternyata kalimat yang diucapkannya itu menjerumuskan dia ke dalam api neraka Nah jadi hadis ini memberikan dan mendidik kita sebagai umat Rasul sahu alhi wasallam agar senantiasa menjaga lisan ya Kemudian yang kedua supaya seorang hamba ketika akan berbicara sebelum dia berbicara hendaknya dia berpikir ya Sebelum mengeluarkan apa dari lisannya itu ya kalau ada kebaikan dalam ucapannya Ya silakan bicarakan tapi kalau tidak ada kebaikan diam ya kendalikan lisan itu tutup mulut jangan berb berbicara ya jadi berpikirlah sebelum kita berbicara kemudian kita juga dilarang membicarakan sesuatu yang kita tidak tahu ada kebaikannya atau keburukannya sebbaiknya seorang menghindar ya dari membicarakan sesuatu dan dia berbicara tidak tahu ini ada kebaikan atau keburukannya at selamat jangan bicarakan masalah itu Diam itu lebih baik dan lebih utama ya kemudian hadis ini juga memberikan pelajaran kepada kita tentang akibat dari suatu perbuatan atau ucapan tanpa disadari ya Karena bagaimanapun seorang ketika dia berbicara Atau Dia berbuat sesuatu dicatat oleh malaikat ya dicatat oleh para malaikat nah terkadang seorang berbicara tanpa sadar ya tanpa berpikir sebelumnya sehingga keluarlah ucapan-ucapan yang dia itu tidak tahu bahwa ucapan itu menjerumuskan dia ke dalam api neraka ya waliyadubillah kemudian lanjutan hadis ini juga ya yang semakna Dengan hadis ini Dari Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu Beliau berkata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari Nabi Sallallahu alh wasallam bersabda inalahi taalaulqahan yahwiha Fi jahanama ya bahwa sesungguhnya seorang hamba itu itu dia berbicara dengan satu kalimat ya Yang mana ya Inal abidahanarah ya jahanama ya jadi nabi sahu alai wasallam bersabda Sesungguhnya seorang hamba itu dia berbicara satu kalimat yang mana kalimat ini merupakan kalimat yang diridai oleh Allah Taala ya kalimat yang diridai oleh Allah Taala namun dia ketika berbicara dia tidak menyangka hal itu ya dia tidak menyangka Dia peduli dan Apa yang dibicarakan itu ternyata dan kalimat yang diucapkan yaitu Allah mengangkat derajatnya beberapa derajat kemuliaan dan kalimat tersebut Allah mengangkat derajatnya yaitu derajat kemuliaannya ya dengan beberapa derajat kemulia kemuliaan lalu kata nabi alh wasalam sama dengan hadis sebelumnyaa dan sesungguhnya seorang hamba Dia berbicara dan satu kalimat yang mana kalimat ini ternyata kalimat yang dimurkai oleh Allah taalaan namun dia tidak peduli ketika dia berbicara maka yahwi jahanam maka dengan kalimat itu dia terjatuh dalam neraka Jah jahanam nah ini juga sama dengan e pelajaran yang sebelumnya yang menunjukkan bahwa memang ucapan itu ada ucapan yang baik ada ucapan yang yang buruk tidak bisa dipungkiri ya ucapan-ucapan manusia dalam pembicaraan mereka ada dua jenis pembicaraan dua jenis ucapan dua jenis perkataan ada yang baik dan ada yang buruk ya Nah makanya kita diperintahkan UN berbicara membicarakan yang yang baik y billahiil akhirir Barang siapa yang dia beriman pada Allah dan hari akhir hendaknya dia Ma mengucapkan kalimat yang yang baikasmut atau diam ya jangan sampai membicarakan yang bu yang buruk ya itu artinya nah kalimat yang baik itu adalah Kalimat yang diridai oleh Allah Taala dan kalimat yang buruk itu adalah Kalimat yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala ya J kalimat yang baik kalimat-kalimat yang diridai oleh Allah Taala dan ada kalimatnya atau ucapan yang buruk ini yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala kemudian bahwa surga dan neraka itu ada tingkatan-tingkatannya ya surga ada derajatnya yang tinggi manusia ditempatkan oleh Allah seorang mukmin yang beramal saleh ditempatkan oleh Allah surga sesuai dengan tingkatan amalnya Ya sebaliknya pun demikian neraka pun ada tingkatan ke ke bawah ada yang sangat dalam di dasar neraka sebagaimana Allah sebutkan tentang orang-orang munafikin Innal munafikina fidil asfali minanar sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di neraka yang paling bawah ya ini menunukan bahwa ada yang di di atas itu ya tapi sama-sama dalam neraka waliadubillah ya kita Mohon pada Allah Taala perlindungan dari azab api neraka kemudian hadis ini menjelaskan pada kita memberikan pelajaran ya berupa anjuran agar kita senantiasa menjaga lisan dan berbicara hal-hal yang baik ya serta melarang kita dari melepas lisan ini tidak menjaga lisan ya dan melarang dari ucapan-ucapan yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala kemudian kata Imam annawawi rahimahullah taala wa Abi Abdurrahman Bilal bin alhit almuzani radhiallahu Anhu dari Abu Abdurrahman namanya Bilal Ibnu harit almani radhiallahu Anhu Beliau berkata Ana Rasulullah Sallallahu Alaihi wasallamq bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda inahala Sesungguhnya seorang berbicara dan satu kalimat yang mana kalimat ini diridai oleh dan dia tidak menyangka ternyata kalimat ini bisa menikan dia ke satu tempat yang mulia ternyata Allah mencatatan Allah pada apa yang diucapkanleh orang ini dan Allah mencatat k [Musik] dan sgnya ada juga orang yang dia berbicara ya sat Kal yang kalat ini yang ya kemur dan orang yang mengucapkannya sampai hari k kiamat ya sampai hari kiamat hadisat Imam Malik dalam kitabnya almuwatta ya juga imamtirrmidzi dan hadis ini ad hadis yang EE sahih kaum muslimin kaum muslimat rahimani warahimakumullah hadis-hadis yang baru kita dengar ini maknanya kandungannya ya sama kita juga berbeda intinya adalah seorang hendaknya menjaga lisannya seorang memikirkan apa yang akan dia bicarakan sebelum dia bicarakan sebelum keluar dari lisannya dan hendaknya seorang dia memikirkan juga akibat dari UC ucapannya kalau ak ucapannya baik dan berdampak kebaikan maka dia akan mendapatkan Rida Allah Taala dan ucapannya buruk dan berdampak pada keburukan maka dia akan mendapatkan murka Allah subhanahu wa taala danah di sini tentu ya mengandung misi dari apa yang disampaikan oleh Nabi Alaihi Wasalam itu tentang menjaga lisan ya tentang menjaga lisan maka Islam adalah agama yang ya memerintahkan umatnya untuk ya menjaga mengendalikan lisan-lisan mereka dalam berb berbicara ya kemudian juga tentang pembicaraan ini dalam hadis yang kita dengar tadi itu ini kadang-kadang orang itu ketika berbicara dia itu lalai dia itu gfil lupa apa yang dia bicarakan sehingga kemudian dia membicarakan hal-hal yang dimurkai oleh Allah Taala yang pada akhirnya dia mendapat murka Allah subhanahu wa taala ya hadis yang berikutnya W Sufyan bin Abdillah radhiallahu Anhu qal dari Sufyan bin Abdillah radhiallahu Anhu Beliau berkata qulu Ya Rasulullah aku berkata Wahai Rasulullah Ya sampaikan pada aku katakan pada aku suatu perintah yang aku berpegang teguh pada perintah tersebut kata nabi Alaihi [Musik] wasamah Katakanlah Ucapkanlah Ya Allah ad rabku Allah ad Tuhanku kemudian istiah ya Ya [Tepuk tangan] Rasulullah Ya Wah Rasulullah perkara apakah yang paling engkau khawatirkan pada aku ya wahai Rasulullah perkara apakah yang paling engkau khawatirkan padaku maka kata Sufyan bin Abdillah radhiallahu maka beliau kemudian memegang lisan beliau ya ya kemudian bel mengatakan ini jadi Dua pertanyaan dari Sufyan bin Abdillah kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang pertama adalah sufan meminta kepada Allah Eh kepada rasulullah mengajarkan kepada beliau satu kalimat satu ucapan yang menjadi pegangan hidupnya ya maka kata nabi alaih wasalam Kepada beliau ya kepada Sufyan bin Abdillah Katakanlah rabku adalah Allah kemudian istikamahlah ini yang pertama kemudian sfyan bin Abdullah bertanya kepada nabi alaihiatu wasalam Apakah sesuatu yang paling engkau khawatirkan menimpa diriku ya atau apakah sesuatu yang paling khawatirkan dari diriku ini maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memegang lisan beliau beliau lisan Rasul sahu alhi wasallam ya beliau keluarkan lisannya dipegang Kemudian beliau mengatakan kepada Sufyan bin Abdillah had ya ini menunjukkan tentang perintah untuk menjaga lisan nah hadis ini diwat imam at-tirmidzi dan hadis ini adalah hadis yang EE Sebagian ulama mendhaifkan hadis ini namun hadis ini juga ada penguatnya ya dalam hadis yang lain riwayat yang lain yang sahih yaitu itu ketika Sufyan bin Abdillah radhiallahu taala Anhu mengatakan wahai Rasulullah ajarkanlah kepada aku satu kalimat yang mana kalimat itu Aku tidak bertanya pada selain Engkau maka kata nabi alaihiatu wasalam Kepada beliau Qul amantu billahqim katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian Eh istiqamahah nah yang diambil dari hadis ini tentu adalah ya seorang hendaknya ketika dia telah diberikan oleh Allah Taala nikmat Hidayat nikmat Taufik sehingga dia beriman kepada Allah dan beriman kepada rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam hendaknya seorang menjaga menjaga imannya menjaga atau memelihara imannya tadi ya kemudian iman yang Allah berikan tadi berupa Hidayah dari Allah Azza wa Jalla ini mengharuskan seorang agar dia selamat yaitu mengharuskan dia untuk is istikamah istikamah ya yaitu seorang menepati agama Allah perintah-perintah Allah dikerjakannya larangan-larangan Allah ditinggalkannya is ya istikamah dalam berakhlak mulia ya Jadi istikamah ini sangat penting bagi orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan kepada rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam ya Bahkan Allah Taala berfirman tentang orang-orang Istiqamah ya inallah suesungguhnya orang-orang yang mereka mengucapkan kami Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istikamah sampai akhir hidup mereka nah di akhir hidup mereka ketika dicabut nyawa merekaik ya turunlah para mereka para malaikat ya pada orang-orang istikamah ini sampai akhir hidup mereka turun para malaikat sambil berbicara pada mereka allu w tahzanu jangan kalian takut jangan pula kalian bersedih bersedih hati dan berita gembira untuk kalian dan surga yang dijanjikan kepada kalian surah fusilat ayat yang KE30 n ini semua menunjukkan pentingnya istiamah dalam keimanan kita dalam ibadah kita dalam bermuamalah yang baik ya dalam segala hal kita diperintahkan ya untuk istiamah baik kaum muslimin kaum muslimat rahimaniahimakumullah demikian kajian kita pada kesempatan yang baik ini Insyaallah dilanjutkan pada kesempatan akan datang ya Dan kami kembalikan kepada Abu luukman untuk yang berikutnyaallahu taalaam jazakahuir kami sampaikan kepada Ustaz mubar LC Hi hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di kesempatan kajian pagi hari ini dalam membahas kitab Riyadus shihin karya Al Imam annawawi rahimahullahu taala dan untuk selanjutnya kami undang Anda sahabat Roja di mana pun anda berada kita memasuki sesi tanya jawab Anda dapat berpartisipasi dengan mengirimkan pertanyaan melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 atau melalui line telepon di nomor 021 8236543 baik pertanyaan pertama kita akan angkat melalui pesan Whatsapp Ustaz dari Anwar di Cilodong Depok pertanyaannya Ana mempunyai seorang teman yang sering berbicara mencemarkan nama baik orang lain Ana sering menasehhatinya tapi dia tetap belum berubah dan perbuatannya itu sudah menjadi kebiasaannya dan kadang-kadang dia melakukannya dengan alasan niatnya baik Ustaz Apakah orang seperti ini boleh kita kucilkan Ustaz mohon penjelasannya tafadol Ustaz ulang kembali pertanyaan Ustaz dari bapak Anwar di Cilodong Depok pertanyaan Ana mempunyai seorang teman yang sering berbicara mencemarkan nama baik orang lain dan Ana sering menat hatinya tapi dia tetap belum berubah perbuatannya itu sudah menjadi kebiasaannya dan kadang-kadang melakukannya dengan alasan niatnya baik Ustaz Apakah orang seperti ini boleh kita kucilkan Ustaz mohon penjelasannya kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio rjaasul alaihiu wasalam yang diutus oleh Allah subhanahu wa taala untuk menyebarkan Islam ketika beliau pertama kali menyebarkan Islam di kota Makkah beliau mengajarkan akidah selama lebih kurang 13 tahun beliau menetap di Makkah menyebarkan akidah menyebarkan tauhid Meru manusia kepada Allah subhanahu wa taala saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja ee Tugas anda sudah mengingatkan orang itu teman itu ada suatu amal kebaikan ya Sehingga ee anda sudah menjalankan tugas kewajiban Anda Adapun Anda terus bersamanya supaya jangan sampai demikian karena tidak mustahil hari ini dia berbicara tentangor lain kepada anda dan besok diaan berbicara tentang Anda pada orang lain jadi orang-orang seperti ini harus dijauhi ya teman-teman yang buruk yang sering yang mematan bangkai saudaranya ini harus dijauhi ya Jadi tidak boleh kita tetap bersama bersamanya Dan ini berbahaya ya Yang penting tugas kita sudah kita jalani yaitu memberi nasihat padanya tapi ternyata dia itu tidak mau dinasihati dengan alasan niatnya baik ya Ini juga termasuk ee godaan setan kepada kepadanya ya Nah ini yang mungkin jawaban kami tentang yang ditanyakan tadi jadi tidak usah mendekati orang ini ya cukup anda nasihati tetap menjaga ya menjaga jarak dengan orang tersebut ya jangan banyak berbicara dan orang seperti seperti itu Kara suatu saat Anda pun akan dibicarakan ya Dan mungkin akan lebih dari itu yang dilakukan oleh orang tersebut naudubillahi minalik maka kita mohon perlindungan k Allah dari teman-teman yang buruk ya maka selamatlah dan bersyukurlah orang yang telah dijauhi oleh Allah Taala dari teman-teman yang yang buruk ya ini kita bersyukur P Allah subhanahu wa taala Allah selamatkan kita dari mereka wallahu taala Aam jazakallahu Kiran Ustaz atas penjelasannya dan untuk berikutnya masih pertanyaan melalui pesan Whatsapp Ustaz dari hamba Allah di Bogor pertanyaannya Ustaz beberapa waktu lalu saya terbawa suasana lingkungan yang membuat saya tidak sadar membicarakan aib orang pertanyaannya Ustaz Bagaimanakah cara meminta maaf kepada pihak yang saya gibahi apakah harus menyebutkan kesalahan atau meminta maaf secara umum contoh seperti Maaf ya kalau saya ada salah atau yang semisalnya mohon penjelasannya Ustaz tentang masalah ini ee ada e beberapa ulama yang membicarakannya di antaranya adalah Al Imam Ibnu qayyim rahimahullah kalau seorang ya dia ee membicarakan keburukan orang lain apa yang harus dia lakukan e pertama tentu yang dilakukan oleh orang yang membicarakan tentang keburukan orang lain dia pertama istigfar minta ampun P Allah Taala Kemudian yang kedua ya hendaknya kalau dia bisa bertemu dengan orang yang dia gibahi tersebut ya dia minta maaf pada orang itu tetapi tidak mesti dia menyebutkan ya bahwa saya telah membicarakan tentang anda tentang keburukan Anda ini dan itu ya ini tidak tidak tidak harus demikian karena bisa jadi dampaknya Justru lebih lebih buruk daripada dari kebaikannya dengan dia Bertus Serang pada orang tersebut nah Oleh karena itu dia e langkah yang dilakukan berikutnya adalah dengan dia ee meminta maaf kepada orang itu seperti yang ditanyakan tadi boleh secara secara umum ya Kalau mungkin aku ada kesalahan saya Minta maaf Maf kemudian yang ketiga terhadap orang-orang yang telah dibicarakan keburukan orang tadi hendaknya dia membicarakan kebaikan mereka kebaikan orang-orang tersebut kebaikan orang tersebut jadi kalau kita misalnya di satu majelis pernah membicarakan keburukan seseorang ya dengan beberapa teman misalnya lalu kita ini menyesali perbuatan kita maka upaya berikutnya kita berupaya untuk membicarakan kebaikan orang tersebut di majelis yang pernah kita jelekkan tentang orang itu kita ucapkan kebaikan orang yang tadi kita ee berkata berbicara tentang kejelekannya kita berupaya untuk membicarakan Kebaikan dia setelah kita berbicara tentang keburukannya itu di antara arahan-arahan yang disebutkan oleh e Sebagian ulama tentang Bagaimana seorang meminta maaf atau berbuat Setelah dia menghib saudaranya ya pertama di istigfar minta ampun kepada Allah atas perbuatannya yang menyesali perbuatannya yang kedua adalah Dia ee meminta maaf kepada orang yang dia gibahi walaupun tentu secara secara umum kemudian yang ketiga dia membicarakan kebaikan orang itu di tempat yang dia membicarakan keburukannya dia membicarakan kebaikan orang tersebut ini yang diarahkan oleh Sebagian ulama tentang masalah ini wallahu taala alam jazakallahu Khairan Ustaz atas jawaban dan penjelasannya dan berikutnya kita akan coba angkat pertanyaan melalui l telepon di 0218236543 kami persilakan iya ada sedikit gangguan teknis eh koneksi kami dengan Studio di St Ali Bin Abi Thalib Surabaya kami mohon maaf kepada anda sahabat Roja di mana pun anda berada Insyaallah untuk kajian kita bersama Al Ustaz kita akan Sambung kembali di kesempatan yang akan datang dan kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyiaran kita di kesempatan pagi hari ini dan anda dapat menyimak kembali Insyaallah kajian bersama Al Ustaz Mubarok B Mualim LC MHI hafidahullahu taala di setiap hari Selasa pagi waktu Indonesia bagian barat kurang lebih pukul 6.00 sampai dengan selesai dan kami undur diri wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply