[Musik] Para pendengar dan pemirsa TV di Manun anda [Musik] berada bag and pemirsa t lagiir untuk and programaraars t dan kajian Isam simak radio Roja Bogor 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio roj Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah Asalamualaikum warahmatullah [Musik] wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waasta’inuhu wa nastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayyiati a’alina Man yahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlilhu Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’dah Q Allahu Taala Fi kitabihil ya auhinaah wutunna illa wa Anum muslimun ya ayyuhanasuttaqu rbakumulladzi khalaqokum Min nafsin Wahidah wakalaqa minha zaujaha wabata minhuma rijalan katstir waisaa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi Wal Arham Innallaha KAA alaikum rqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulah Wa quulu quulan sadida ylihlakum aalakum waagfirlakum dunubakum Wam yutiillaha wa rasulahu faqad faa Fauzan adima faainna asdaqal hadit kitabullahi Azza wall wa iniral Hadi hadyu nabiina Muhammadin Shallallahu Alaihi Wasallam wasarral umuri muhdatatuha waulla muhdatatin bidah waulla bidatin dolalah waulla dolalatin finar Amma ba’du akhwati fillah maasyiral muslimat rahimani warahimakunallahu ajmain jemaah sekalian yang semua kita dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kita mengawali majelis kita di kesempatan sore hari ini di penghujung hari yang ke-19 dari bulan Rabiul Aal di tahun 14 45 Hijriah dengan Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala atas semua karunia serta kenikmatan yang Allah berikan kepada kita semuanya wabil khusus nikmat yang sangat Agung yang paling layak untuk kita syukuri adalah nikmat iman dan nikmat Islam nikmat diberikan Taufik untuk senantiasa istikamah di atas jalan-jalan kebaikan di atas jalan ubudiah menghambakan diri kepada Allah subhanahu wa taala di atas jalan thaabul Ilmi Syari mempelajari ilmu agama serta berusaha untuk mengamalkan ilmu-ilmu yang kita miliki Karena itulah Jalan kebahagiaan bagi seorang hamba di dunia ataupun di akhiratnya dan kita senantiasa memohon kepada Allah subhanahu wa taala untuk diberikan niat-niat yang ikhlas serta tulus di dalam beramal saleh semata-mata hanya karena Allah subhanahu wa taala kita berkumpul di tempat yang mulia ini karena Allah subhanahu wa taala dalam rangka bertqarub kepadanya dengan ibadah yang sangat mulia yang Allah wajibkan kepada orang-orang beriman itu ibadah yang bernama thaabul Ilmi Syari sehingga ilmu-ilmu yang kita pelajari Allah jadikan sebagai ilmu yang bermanfaat dan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat allahumma inna nas’aluka Ilman nafi’an warizqan thayiban wa amalan mutaqobbalan wa naudubika Min ilmin la yanfa Wamin qbin la yaksya Wamin nafsin la tasba’ Wamin d’watin la yustajabu Laha selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Qudwah Hasanah orang-orang beriman nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada seluruh keluarga beliau kepada seluruh sahabat beliau dan kepada seluruh umat rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam Sampai Akhir zaman yang senantiasa berusaha untuk istikamah berjalan di atas petunjuk dan tuntunan nabi yang mulia alaihiam wasalam jemaah yang Allah muliakan di kesempatan sore hari ini kembali kita melanjutkan pelajaran kita di dalam melanjutkan atau mengkaji risalah mauidatun Nisa buah karya fadilatus Syekh profesor Dr Abdur razq bin Abdil Muhsin Al Abbad albadr hafidahumallahu tabaraka wa taala dan di kesempatan sore hari ini kita masuk pelajaran yang keesembil dari risalah tersebut tentang nikmat pakaian yang Allah berikan kepada umat manusia kita membahas tema tentang Nikmatul libas nikmat pakaian serta fitnahnya berkata penulis hafidahullahu tabaraka wa taala innaikr nikmati sababun lukril munimi Subhanahu sesungguhnya mengingatingatkan adalah di antara sebab agar seseorang bersyukur kepada sang pemberi nikmat yaitu Allah subhanahu wa taala mengingat-ingat ya akan karunia Allah subhanahu wa taala adalah di antara sebab mensyukuri zat yang memberikan nikmatuk sababun Lil mazid sedangkan mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala adalah sebab ditambahnya kenikmatan seorang hamba Q Allahu Taala sebagaimana yang Allah subhanahu wa taala firmankan di dalam al-quranul Karim di Surah Ibrahim ayat yang keet7 Allah tabaraka wa taala berfirman um kafum inad kata Allah subhanahu wa taala dan ingatlah ketika rabmu memaklumkan kepada [Musik] kamu jika sekiranya kamu bersyukur maka aku akan tambah nikmatku atasmu W kafum namun jika sekiranya kamu kufur nikmat tidak mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala innaabiadid maka sesungguhnya azabku sangatlah pedih maka jemaah yang Allah muliakan mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala adalah satu kewajiban atas orang-orang beriman karena tatkala seseorang ya mengkufuri nikmat Allah subhanahu wa taala yang ada Allah akan timpakan kepadanya azab yang sangat pedih ya maka dari sini para ulama mengambil istinbat hukum bahwasanya syukrun nikmati wajibun ala kulli muslim bahwasanya mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala hukumnya wajib atas setiap muslim karena orang yang kufur nikmat diancam dengan azab Allah subhanahu wa taala ya Kalau seandainya mensyukuri nikmat itu bukan satu kewajiban maka tidak mungkin pelakunya diancam dengan dengan azab Allah subhanahu wa taala kemudian mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala adalah di antara sebab mendapatkan kelanggengan nikmat yang sudah kita dapatkan selama ini dan di antara sebab ditambahkannya nikmat-nikmat yang lainnya para ulama kita mengatakan asyukru qidul maujud wasidul mafqud kata para ulama Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala adalah qid Al Majud yakni tali mengikat dari nikmat-nikmat yang sudah kita dapatkan diikat nikmat-nikmat tersebut dilanggengkan nikmat-nikmat tersebut dengan cara mensyukurinya wasaidul mafquud dan menjadi pembuka nikmat-nikmat yang belum kita dapatkan ya maka manfaat bersyukur akan kembali kepada diri kita sendiri kemudian kata Syekh Abdul razq wa inna Min niamillahilimati ala ibadihi nmatal libasi bianwiil mukhtalifati wa asnafihilidati maka di antara nikmat-nikmat Allah yang sangat Agung atas hamba-hambnya adalah nikmat pakaian dengan berbagai macam jenisnya ya nikmat pakaian ya yang kita kenakan dengan berbagai macam ragamnya dengan berbagai macam jenisnya itu semua bagian dari karunia Allah subhanahu wa taala bagian dari nikmat Allah subhanahu wa taala yang wajib untuk kita syukuri fahiya nikmatun udma wa minnatun Kubro Maka nikmat libas nikmat pakaian adalah nikmat yang sangat Agung dan karunia yang sangat besar yang Allah berikan kepada hamba-hambanya walidza fainnallaha Azza waallada Hadin nikmata wakaraha Subhanahu fi jumlati niamihilimati allatiadaha fi suratin nahli almarufati ahlil Ilmi oleh karenanya Allah subhanahu wa taala menyebutkan nikmat pakaian ini di antara nikmatnikmat yang agung yang Allah sebutkan di dalam surah an-nahl yang mana surah an-nahl ini Makruf di kalangan ahli ilmu ya dengan nama surah Niam ini surat nikmat-nikmat Allah subhanahu wa taala Kenapa surah an-nahl dikatakan surah anniikam ya surat tentang nikmat-nikmat Allah subhanahu wa taala likatrati maadallahu fiha Min niami ala ibadihi karena saking banyaknya nikmat-nikmat yang Allah sebutkan di surah tersebut untuk hamba-hamb-nya ya Sehingga surah an-nahl Makruf di kalangan para ulama dengan nama surah anniam ya surat tentang nikmat-nikmat Allah subhanahu wa taala karena Allah sebutkan di dalam surat tersebut ya berbagai macam kenikmatan-kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambanya yang wajib untuk mereka syukuri Ahi tabaraka wa taala di mana disebutkan ya di akhir dari nikmat-nikmat yang Allah sebutkan di surah tersebut firman Allah subhanahu wa taala di ayat yang ke-80 sampai 83 dari surah an-nahl ya ayat 80 sampai 83 di surah Nahl Allah subhanahu wa taala berfirman tentang sebagian nikmatnya wallahu ja’ala lakum Min buyutikum Sakana waa’ala lakum Min juludil an’ami buyutan tastakhiunaha yaumnikum wa Yauma iqamatikum W aswaiha waha Wa asaran waanahin kata Allah subhanahu wa taala dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan rumah-rumah dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan membawanya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan dijadikannya pula dari bulu domba bulu unta dan bulu kambing alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu tertentu itu semua bagian dari karunia Allah subhanahu wa taala kemudian di ayat yang berikutnya Allah subhanahu wa taala berfirman akumumumakumaahuikumum kata Allah subhanahu wa taala dan Allah menjadikan tempat tempat bernaung bagimu dari apa yang telah dia ciptakan dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung dan dia menjadikan pakaian bagimu ini Syahid ya di antara Dalil yang menunjukkan nikmat pakaian kata Allah subhanahu wa taala dan dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dari terik matahari dan juga pakaian ya Baju besi yang memelihara kamu dalam peperangan demikianlah Allah menyempurnakan nikmatnya kepadamu agar kamu Berserah diri kepada Allah subhanahu wa taala maka Allah sebutkan di antara nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepada hamba-hambanya adalah nikmat pakaian baik pakaian di waktu aman ya Yang mindungi manusia dari panasnya terik matahari ataupun nikmat baju perang ya nikmat baju baju besi yang melindungi fisik-fisik mereka dari senjata-senjata lawan tatkala berperang kemudian di ayat yang berikutnya Allah subhanahu wa taala berfirman Fain tawallau fainnamaikalagul mubin maka jika mereka berpaling wahai Muhammad maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atas engkau hanyalah menyampaikan risalah Allah secara terangberang kewajiban seorang nabi dan rasul hanyalah mengajak manusia memberikan Irsyad memberikan Bayan memberikan bimbingan kepada manusia selebihnya manusia menerima Hidayah Allah hati manusia menerima Hidayah Allah berjalan di atas Hidayah Allah Subhan wa taala maka semuanya berpulang kepada Taufik dan rahmat Allah subhanahu wa taala kemudian di ayat yang ke-83 Allah subhanahu wa taala berfirman ya’rifuna nikmatallah tumma yunkirunaha wa aksaruhumul Kafirun mereka mengetahui nikmat Allah kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan manusia adalah orang yang ingkar kepada Allah subhanahu wa taala ini apa Kondisi kebanyakan manusia ya mungkin kita termasuk di dalamnya alangkah banyak nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan kepada kita Namun seringki kita ingkar kepada Allah subhanahu wa taala tidak Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala sebagaimana mestinya Ya oleh karenanya jemah yang Allah muliakan kan menjadi seorang hamba yang bersyukur kepada Allah itu bukan perkara yang mudah bukan perkara yang ringan ya kebanyakan manusia itu ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah subhanahu wa taala ya mayoritas manusia itu mengingkari nikmat Allah subhanahu wa taala tidak mensyukuri nikmat Allah Subhanahu subhanahu wa taala oleh karenanya ya orang-orang yang mampu Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala jumlah mereka tidak banyak dan hal ini Allah tegaskan dalam alquranul Karim Allah sebutkan di dalam surah Saba ayat yang ke-13 ya surat Saba ayat yang ke-13 yang menunjukkan bahwasanya hamba-hamba yang mampu mensyukuri nikmat Allah itu jumlah mereka tidak banyak mereka adalah orang-orang yang minoritas dibandingkan kebanyakan manusia kata Allah subhanahu wa taala waqalilun Min ibadi Syakur dan sedikit sekali dari hamba-hambaku yang mampu menjadi hamba yang bersyukur Allah katakan qalil ya sedikit dari hamba-hambaku yang mampu menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala ini Dalil yang menunjukkan bahwasanya bersyukur kepada Allah bukan perkara yang ringan bukan perkara yang mudah kalau seandainya mensyukuri nikmat Allah itu gampang mudah Allah katakantirun dan sangat banyak diantara hamba-hambu yang mu menjadi hamba yangers uk tapi Allah mengatakan wailun dan sedikit dari hamba-hambaku yang mampu menjadi hamba yang bersyukur maka ini memberikan isyarat ya kepada Ulil Albab kepada orang-orang beriman bahwasanya untuk menjadi hamba yang bersyukur itu bukan perkara yang ringan bukan perkara yang yang mudah Kenapa demikian kata para ulama karena bersyukur kepada Allah itu dibangun di atas tiga pondasi ya Sebab kenapa sedikit di antara hamba-hamba Allah yang mampu menjadi hamba yang bersyukur karena bersyukur yang Hakiki itu dibangun di atas tiga pondasi Pondasi yang pertama adalah aliktirau bilqalbi meyakini dengan hati hati Yang yang yakin hati yang mengakui bahwasanya segala kebaikan yang kita dapatkan itu datang dari kemurahan Allah subhanahu wa taala ya bukan karena kecerdasan kita bukan karena semata-mata usaha kita bukan karena kekuatan fisik kita bukan karena kekuatan finansial kita tapi semua kebaikan yang kita dapatkan itu semuanya berpulang ke P rahmat Allah subhanahu wa taala semuanya berpulang kepada Taufik dan karunia Allah yang Allah berikan kepada kepada hamba-hamb-nya ya itu rukun yang yang pertama kita wajib mengakui bahwasanya semua nikmat yang kita dapatkan itu datang dari Allah subhanahu wa taala karunia dan pemberian Allah subhanahu wa taala kemudian asas yang kedua rukun yang kedua di antara asas Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala adalah bersyukur dengan lisan-lisan kita senantiasa kita memuji Allah subhanahu wa taala senantiasa kita menyanjung Allah subhanahu wa taala karena Allah adalah zat yang layak untuk mendapatkan segala macam pujian semua nikmat yang kita dapatkan datang dari Allah maka kewajiban orang hamba adalah menggunakan lisannya untuk Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala kemudian asas yang ketiga kata para ulama di antara asas syukur seorang hamba adalah tasrifu Hadin Niam fiabili mardti musdiha wa mutiha berusaha untuk mempergunakan semua kenikmatan yang dia dapatkan di atas jalan yang mendatangkan Rida sang pemberi nikmat nah ini yang berat yang berusaha untuk menggunakan Setiap kenikmatan yang Allah berikan kepada kita di atas jalan yang mendatangkan Rida sang pemberi nikmat di atas jalan yang mendatangkan Rida Allah subhanahu wa taala Allah berikan kita nikmat fisik maka gunakan fisik tersebut di atas jalan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala Allah berikan kita nikmat kesehatan Allah berikan kita nikmat waktu luang Allah berikan kita nikmat lisan nikmat penglihatan nikmat pendengaran maka gunakan nikmat-nikmat tersebut di atas jalan yang mendatangkan R Allah subhanahu wa taala kalah seorang hamba ya mempergunakan nikmat yang Allah berikan kepada dirinya di atas jalan-jalan kemaksiatan Allah berikan dia nikmat lisan dia gunakan lisannya untuk berbuat maksiat untuk gibah untuk Namimah ya untuk memfitnah untuk membicarakan hal-hal yang sifatnya maksiat kepada Allah subhanahu wa taala maka dia adalah orang yang kufur nikmat Allah an seorang hamba nikmat ya penglihatan tapi dia gunakan penglihatannya untuk melihat perkara-perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala maka dia adalah orang yang kufur nikmat Allah berikan seorang hamba nikmat pendengaran tapi dia gunakan pendengarannya untuk perkara-perkara yang sifatnya maksiat kepada Allah subhanahu wa taala maka dia adalah orang orang yang kufur nikmat ya maka seorang hamba yang berusaha untuk menjadi hamba yang bersyukur dia wajib untuk menggabungkan tiga perkara tersebut bersyukur dengan hatinya bersyukur dengan lisannya dan bersyukur dengan cara mempergunakan setiap nikmat yang Allah berikan kepada dirinya di atas jalan-jalan yang mendatangkan Rida Allah subhanahu wa taala ya maka dengan tiga perkara ini kita tahu Sebab kenapa Allah subhanahu wa taala mengatakan waqilun Min ibadiakur ya dan sangat sedikit di antara hamba-hambaku yang bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala karena syukur itu bukan hanya sebatas ucapan lisan Alhamdulillah ya tapi kita gunakan nikmat yang Allah berikan di atas jalan kemaksiatan ya maka bukan seorang hamba dikatakan hamba yang bersyukur sampai dia mampu menggabungkan tiga asas syukur di atas bersyukur dengan kalbu dengan hatinya bersyukur dengan lisannya dan bersyukur dengan cara mempergunakan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada dirinya di atas jalan-jalan yang mendatangkan cinta dan Rida sang pemberi nikmat Allah subhanahu wa taala kemudian kata Syekh Abdur razzaq hafidahullahu taala setelah membawakan ayat-ayat di surah an-nahl ayat 80 sampai 83 Beliau berkata fabayana Jalla waala Fi hadil ayatilimatiu wilani wasfi yattaquuna bihal Har Wal Barda watajamaluna biha waurun biha atihim maka Allah subhanahu wa taala menjelaskan pada ayat-ayat di atas ya nikmatnya atas hamba-hambanya di mana Allah memberikan kepada mereka karunia berupa sarabil berupa pakaian Ya baik terbuat dari ya dari yakni kapas terbuat dari ya kain wall ataupun yang lainnya yang dengan pakaian tersebut manusia menjaga badan mereka dari dari teriknya panas matahari dari cuaca dingin ya watajamaluna biha Dan mereka bisa yakni berhias diri memperindah diri mereka dengan pakaian-pakaian tersebut wasasturun biha auratihim dan dengan pakaian-pakaian tersebut manusia bisa menutup aurat-aurat mereka itu bagian dari nikmat Allah subhanahu wa taala dengan adanya nikmat pakaian ya maka kita bisa melindungi fisik kita dari teriknya panas matahari dengan adanya nikmat pakaian yang Allah berikan kepada kita kita bisa menjaga fisik kita dari cuaca dingin ya dengan adanya nikmat pakaian maka kita bisa berhias diri dengan nikmat pakaian tersebut dan kita bisa menjaga aurat-aurat kita agar tidak tampak di hadapan manusia fbasatunatun wa minnatun kabiratun yajibu ala abdillahil Mukmin anquuma bisukriha maka tidak Syak lagi Tidak diragukan lagi bahwasanya adanya pakaian adalah nikmat yang sangat Agung karunia yang sangat besar yang wajib atas setiap orang-orang beriman untuk mensyukurinya Ya wajib atas setiap mukmin dan mukminah untuk Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala atas adanya nikmat pakaian ini bayangkan jemah ya Kalau seandainya enggak ada pakaian ya kita keluar apa di siang hari yang sangat terik maka ya sangat panas terasa pada tubuh kita ya Kalau seandainya tidak ada nikmat pakaian yang Allah berikan kepada kita ya tatkala kita berada di kondisi yang sangat dingin ya Maka sangat memudaratkan fisik kita maka Ini semua adalah bagian dari nikmat Allah subhanahu wa taala yang wajib untuk disyukuri oleh orang-orang beriman wa dan hendaknya seorang mukmin seorang mukminah berusaha mempergunakan nikmat pakaian tersebut di atas jalan ketaatan kepada Allah di atas jalan yang mendatangkan Rida Allah dan di atas perkara-perkara yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah subhanahu wa taala karena sekali lagi menggunakan nikmat di atas jalan ketaatan itu salah satu pondasi syukur ya salah satu rukun syukur kalau seandainya seseorang diberikan nikmat oleh Allah namun tidak dia gunakan nikmat tersebut di atas jalan ketaatan kepada Allah tapi justru dia gunakan nikmat tersebut di atas jalan kemaksiatan maka berarti ya si hamba tersebut bukanlah hamba yang bersyukur kepada Allah Subhanahu ala ya berarti dia termasuk orang yang kufur nikmat ya Dan orang yang kufur nikmat itu sangat berat ya ancamannya ya sangat berat diancam oleh Allah subhanahu wa taala waahar asadal Hadar Min mukhalafati amrillahi fbas dan hendaknya seorang mukmin seorang mukminah waspada ya dari menyelisihi perintah Allah subhanahu wa taala dalam masalah pakaian ingat pakaian itu bagian dari nikmat Allah subhanahu wa taala maka hendaknya kita waspada jangan sampai isihi perintah Allah subhanahu wa taala dalam masalah pakaian baik dalam ya bentuk pakaian tersebut atau jenis pakaian tersebut ya atau yang terkait dengan syarat-syarat dan adab-adab berpakaian yang telah dijelaskan oleh syariat orang-orang beriman senantiasa berusaha untuk menyesuaikan diri dengan syariat Allah subhanahu wa taala ya bukan semata-mata menyesuaikan diri dengan hawa nafsunya tidak seorang mukmin seorang mukminah seorang muslim seorang muslimah dalam kehidupannya sehari-hari senantiasa berusaha untuk menyesuaikan diri dengan adab-adab Islam dalam masalah berpakaian Islam telah menuntunkan adab-adabnya maka tidak ada ya Jalan kebaikan bagi seorang muslim dan muslimah kecuali ya dengan cara berusaha untuk menyesuaikan diri dengan adab-adab yang dituntunkan di dalam agama kita baik adab berpakaian bagi laki-laki ataupun ada berpakaian bagi wanita semuanya ada adabnya ya dan asas kebaikan dan asas kemuliaan orang-orang beriman adalah tatkala berjalan di atas petunjuk allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata penulis Walahar Al muslimu fial bab minidit warii dan hendaknya seorang muslim seorang muslimah waspada dalam Bab pakaian ini hendaknya kita senantiasa Waspada dari tipu daya setan dari makar-makar setan wa turuqihil kfiayati laddil insaniil haqqi fi hadal bab waqi Fi anwain Minal mukhalafat hati-hati kata Syekh ya dalam Bab pakaian hati-hati karena setan punya makar ya setan punya tipu daya punya cara-cara tertentu untuk memalingkan manusia dari jalan kebenaran dalam masalah pakaian ya setan punya makar-makar terhadap orang-orang beriman bagaimana mereka melanggar syariat dalam masalah berpakaian faqad bayyanallahu taala Anna adawiton Lil Insani Fi hadal Amri wairihi qadimatun Allah subhanahu wa taala telah menjelaskan bahwasanya permusuhan setan terhadap manusia dalam masalah pakaian ataupun selainnya itu sejak dahulu kalah dimulai dari nenek moyang kita Nabi Adam alaih salam bersama dengan dengan Hawa alaihalam yaak Qur waswuah liub lahumauma Min satihima Allah sebutkan dalam alquranul Karim Bagaimana tipu daya setan terhadap dua orang tua kita yakni Nabi Adam dan Hawa bagaimana setan berusaha ya memberikan waswas memberikan ya bisikan kepada kedua orang tua kita untuk menjermuskan mereka ke dalam perkara yang dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala untuk menampakkan aurat-aurat mereka yang sebelumnya terjaga W dan setan masuk dalam ya makar ini dengan cara-cara yang tersembunyi dengan cara-cara yang halus ya tapi tujuannya buruk wahar lahuma bisuratin nasihil Amin di mana setan mendatangi Adam dan Hawa tatkala berusaha membujuk keduanya untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala setan menampakkan diri seolah-olah sebagai seorang pemberi nasihat yang amanah ini di antara makar setan ya menampakkan diri seolah-olah apa sebagai seorang pemberi nasihat orang yang amanah orang yang berusaha tulus memberikan nasihat ternyata menjerumuskan ya ternyata niatnya jahat maka Setan Pun ya bersumpah kepada keduanya kepada Nabi Adam dan Hawa ya bahwasanya setan berusaha untuk memberikan nasihat dengan tulus ya padahal isinya adalah racun ya maka Setan Pun yakni menjerumuskan keduanya ke dalam perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala maunubaliha maka setan menjerumuskan Adam dan Hawa sehingga membuat keduanya turun dari martabat yang tinggi itu martabat ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala kemudian di jatuhkan kepada martabat yang rendah menjadi pelaku maksiat kepada Allah Subhanahu subhanahu wa taala ya maka itu misi terbesar iblis laknatullahi alaih berusaha untuk ya menggiring anak cucu Adam berusaha untuk memperdaya anak cucu Adam bagaimana mereka terjumus terjerumus ke dalam per perkara yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala maka tatkala seorang hamba berbuat maksiat kepada Allah subhanahu wa taala Dia turun manzilahnya Dia turun martabatnya dari martabat yang tinggi ya menjadi martabat yang yang hina itu di antara tujuantujuan setan sebagaimana yang Allah subhanahu wa taala firmankan di dalam surah A’raf ayat yang ke19 sampai 23 Ya Allah bercerita tentang Nabi Adam alaih salam bersama dengan Hawa dan Bagaimana usaha setan untuk menipu Keduanya menjerumuskan Keduanya ke dalam kehinaan ke dalam lembah maksiat kepada Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman adamunah kata Allah subhanahu wa taala wahai Adam tinggallah engkau bersama istrimu di dalam surga kata Allah subhanahu wa taala wahai Adam tinggallah engkau bersama istrimu Hawa di dalam surga Allah subhanahu wa taala dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai silakan makan dari semua kenikmatan-kenikmatan surga Allah subhanahu wa taala apa yang kalian inginkan dari nikmat-nikmat surga silakan kalian makan kata Allah subhanahu wa taala namun janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini ya jangan kalian makan pohon yang satu ini silakan makan dari nikmat-nikmat yang lain yang Allah sediakan di dalam surga Allah subhanahu wa taala hanya satu pohon Yang hendaknya kalian [Musik] jauhiun minimin apabila ya kalian mendekati pohon tersebut maka kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim Ya Allah hanya minta kepada Adam dan Hawa untuk menjauhi satu pohon ya dan silakan makan dari berbagai macam nikmat-nikmat surga yang lain dari berbagai macam buah-buahan surga Ya silakan makan kata Allah subhanahu wa taala di ayat yang berikutnya Jelaskan tentang tipu daya setan Bagaimana setan berusaha untuk menjerumuskan Adam dan Hawa ke dalam larangan Allah subhanahu wa taala fawaswasahumyaitanu liyubdiya lahuma Ma wuriya anhuma Min sawaatihima kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka berdua agar menampakkan aurat mereka yang selama ini tertutup ya agar tampak aurat Adam dan Hawa yang selama ini tertutup setan berusaha untuk membisikkan kepada Adam dan Hawa agar keduanya makan dari pohon yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taala apa yang setan ucapkan kepada keduanya waqala Ma nahakumabukuma ar takun takun minalidin ya setan berkata Wahai Adam Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal di dalam surga Ya Allah melarang kamu dan istrimu dari makan ya pohon ini karena Allah tidak ingin kamu jadi malaikat karena Allah tidak ingin kamu menjadi orang yang kekal di surga Allah subhanahu wa taala ya Maka kalau seandainya kamu ingin menjadi orang yang kekal di surga makan dari pohon ini ya kalau kamu ingin mendapatkan kekekalan di dalam surga maka ambil pohon itu kemudian makan bersama istrimu ya lihat tipuaya setan bukan hanya memberikan nasihat ya yang sejatinya adalah menjerumuskan Nabi Adam dan Hawa tapi setan juga bersumpah ya setan juga bersumpah kepada keduanya Sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang yang memberikan nasihat wahai Adam ya saya enggak ada kepentingan Saya hanya memberikan nasihat yang yang tulus kepada engkau dan istrimu kalau kamu ingin kekal di dalam surga Allah subhanahu wa taala maka ambil ya buah dari pohon itu ya saya enggak ada kepentingan Saya hanya memberikan nasihat kepada engkau ya Saya ingin kebaikan untuk kamu agar kamu kekali dalam surga Allah subhanahu wa taala Maka makanlah dari pohon itu fadallahuma burur kata Allah subhanahu wa taala maka Setan Pun membujuk ya keduanya dengan tipu daya ya dengan tipu daya yang sangat menghanyutkan datang sebagai seorang pemberi nasihat padahal hakikatnya menjerumuskan kepada Jalan keburukan itulah di antara karakter iblis laknatullahi alaih di antara karakter Syan ya datang dalam rupa pemberi nasihat kepada Adam dan Hawa Tapi sejak jatinya ingin membinasakan keduanya ingin menjerumuskan keduanya ya kepada jalan-jalan kebinasaan falamma dazaq saajarata badat lahuma sauatuhuma watofiq yaksifani alaihima Min warqil Jannah kata Allah subhanahu wa taala ketika mereka berdua mencicipi buah dari pohon itu maka tampaklah oleh mereka auratnya yang awalnya terjaga aurat Adam dan Hawa setelah memakan buah dari pohon yang dilarang tersebut maka Allah singkap aurat mereka tampaklah aurat mereka watiq yaksifani alai warqil Jannah maka mulailah mereka menutupi aurat mereka dengan daun-daun surga nah ini menunjukkan bahwa tabiat manusia itu berusaha untuk menjaga auratnya agar tidak terlihat oleh orang lain ya agar tidak tampak oleh pandangan mata orang lain maka setelah tampak aurat ya Adam dan Hawa keduanya berusaha untuk mencari daun-daun di surga ya dalam rangka menjaga aurat mereka dalam rangka menutup aurat mereka akum Muin kata Allah subhanahu wa taala maka Allah pun menyeru mereka bukanah aku telah melarang kamu wahai Adam dari pohon itu dan aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu Ya bagi kalian berdua Kenapa kamu lebih memilih ya Bisikan Setan daripada mendengarkan ya yang diperintahkubanaamna anfusana waamfiranaamnaalirin setelah keduanya berbuat kesalahan setelah Adam dan Hawa melanggar larangan Allah subhanahu wa taala maka keduanya ui kesalahannya kepada Allah subhanahu wa taala dan memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa taala seraya berucap rabbanana an ya Allah ya Tuhan kami kami telah menzalimi diri kami sendiri dengan melanggar perintahmu Ya Allah melanggar laranganmu ya Allah kiranya engkau tidak mengampuni kami dan memberi Rahmat kepada kami niscaya kami termasuk orang-orang yang yang merugi maka dengan sebab ya satu kesalahan yang dia lakukan Allah subhanahu wa taala ya menyingkap aurat Adam dan Hawa dan memerintahkan keduanya untuk turun ke bumi keluar dari surga Allah subhanahu wa taala karena ya termakan oleh hasutan setan makan oleh tipu daya setan termakan oleh ya makar setan laknatullahi Alaihi fatadarokahumallahu birahmatihi wanna alaihima bfwihiagarahumik maka Allah pun meliputi Adam dan Hawa dengan rahmatnya Allah anugerahkan kepada keduanya ampunannya ya maka Allah subhanahu wa taala berkehendak untuk mengampuni kesalahan Adam dan Hawa dan Allah berkehendak membiarkan iblis di atas jalan kesesatannya kamaqala Subhana sebagaimana ya firman Allah subhanahu wa taala di Surah Thaha ayat yang ke-111 dan 112 Allah subhanahu wa taala berfirmanam dan Adam pun bermaksiat kepada rabnya bermaksiat kepada Tuhannya maka dia pun tersesat dari jalan Allah subhanahu wa taala kemudian Tuhan memilihnya Allah berikan ya Anugerah kepada Adam maka dia menerima tbatnya dan mikan tunjuk kepada Nabi Adam alaih salam ya sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang Allah kepada Adam dan Hawa alaihimalam h wa iblisu mustamirun fi kata Syekh Abdul razq itulah di antara ya Salah satu bentuk Bagaimana jelasnya permusuhan iblis kepada kedua orang tua kita ya kepada nenek moyangnya manusia kepada Adam dan Hawa Bagaimana iblis telah berhasil menjerumuskan keduanya ya dari jalan-jalan kebaikan kepada Jalan keburukan dari Jalan ketaatan kepada Jalan kemaksiatan wa iblisu mustamirrun fi thyanii sedangkan iblis ya senantiasa di atas ya perbuatan lalimnya senantiasa di atas ya kedurhakaannya kepada Allah subhanahu wa taala tidak pernah meninggalkan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa taala dan iblisangat bers kas sungguh-sungguh untuk memalingkan keturunan Adam dan Hawa dari jalan kebenaran dari siratal mustaqim sebagaimana dahulu iblis telah memalingkan ya kedua orang tua kita walihadza itajahal khitabu Fi had siyaq alkarim ilazriyati oleh karenanya khitab pada ayat-ayat di atas ya kepada anak cucu Adam ya khitab tentang bagaimana makar-makar setan terhadap kedua orang tua kita sebagaimana berlaku kepada Adam dan Hawa maka Ayat tersebut juga berlaku untuk kita ya yakni hati-hati dari waswas setan hati-hati dari makar setan hati-hati dari tipu daya iblis sebagaimana dahulu iblis ya telah menjerumuskan orang tua kalian kepada jalan-jalan kehinaan kepada jalan-jalan kemaksiatan maka iblis pun berusaha bagaimana untuk menjerumuskan anak cucu Adam kepada perkara yang sama kepada jalan-jalan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa taala ya Q Allahu Taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam surat al-a’raf ayat yang ke26 kata Allah subhanahu wa taala ya bani Adama qad anzalna alaikum libasan yuwarikum warqwa khairika Min ayatillahi laallahum yzakarun kata Allah subhanahu wa taala wahai anak cucu Adam Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu pakaian adalah di antara nikmat yang Allah anugerahkan kepada manusia ya kata Allah subhanahu wa taala Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutup aurat kamu dan untuk perhiasan bagi kamu ya ini dua fungsi utama ya pakaian yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamb-anya fungsi yang paling asas adalah untuk menutup aurat-aurat kita ya maka di antara tuntunan syariat dalam berpakaian bagi kaum muslimin dan kaum muslimat hendaknya kita berpakaian ya yang dengannya kita bisa menutup aurat kita jangan kita berpakaian tapi telanjang jangan kita berpakaian tapi seolah-olah kita tidak berpakaian ya karena enggak ada fungsinya sebagaimana kondisi sebagian manusia berpakaian tapi tidak mengindahkan tujuan utama dari nikmat pakaian tersebut Allah menyebutkan bahwasanya yang paling asas dari nikmat pakaian adalah untuk menutup aurat seorang hamba ya maka jadikan pakaian-pakaian kita untuk menutup aurat-aurat kita ya yang kedua sebagai fungsi untuk perhiasan ya menambah keindahan ya seorang seorang anak manusia itu bagian dari anugerah Allah subhanahu wa taala walibasut taqwaika Kir kata Allah subhanahu wa taala tapi pakaian ketakwaan itu yang lebih baik ya pakaian takwa itu Yang lebih Yang lebih baik dalalika Min ayatillahi la’allahum yadzakarun demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah mudah-mudahan mereka mereka ingat akan kebesaran Allah subhanahu wa taala ya akan kemaha agungan Allah Subhanahu subhanahu wa taala kata Syekh Abdur razq wahuna dakarallahu Jalla waala anikmata ala ibadihi bbasaini pada ayat tersebut al-a’raf 26 Allah menyebutkan ya nikmat atas hamb-nya berupa dua pakaian yang Allah anugerahkan kepada kepada umat manusia yang pertama adalah libasul batin pakaian batin bqwa berupa ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala wahua yastamirru maaldi W yabla wabid Ma pakaian yang pertama yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba adalah pakaian batin ya pakaian batin berupa ketakwaan kepada Allah subhanahu wa taala dan pakaian batin ini akan senantiasa membersamai seorang hamba tidak pernah usang ya tidak pernah koyak selama seorang hamba berusaha a ketakwaannya kepada Allah subhanahu wa taala dan pakaian takwa inilah yang menghiasi hati dan ruh seorang hamba ini pakaian yang pertama yang Allah anugerahkan kepada kepada seorang anak Adam ya pakaian ketakwaan berupa ketakwaan hati kepada Allah subhanahu wa taala pakaian yang kedua wbasir pakaian lahiriah ya pakaian yang Zahir yang tampak dalam pandangan mata manusia biabati tasturul Aur watuar sauah wat wat takunu jamalan Linnas pakaian yang kedua berupa pakaian Zahir pakaian lahiriah pakaian luar ya berupa pakaian yang berfungsi untuk menutup aurat-aurat kita ya sebagai sesuatu yang memperindah manusia di hadapan ya mata-mata manusia yang yang lainnya maka Allah subhanahu wa taala menganugerahkan dua macam pakaian tersebut ya kepada umat manusia pakaian dalam ya bukan Afan bukan pakaian dalam ya ya yakni pakaian yang sifatnya batin ya yang sifatnya batin yang menghiasi batin kita yang menghiasibu kita itulah pakaian ketakwaan yang kedua pakaian ya yang sifatnya Zahir yang sifatnya lahiriah yang berfungsi untuk menutup aurataurat kita dari pandangan mata manusiair seorang insan ya menanggalkan pakaian zahirnya maka tampak auratnya di pandangan mata manusia ya tatkala kita menanggalkan pakaian luar kita ya tatkala kita melepaskan pakaian luar kita maka tampak aurat kita di hadapan mata manusia maka dalam perkara ini terdapat dalil bahwasanya menyingkap aurat di khalayak atau di hadapan khalayak manusia termasuk perkara yang besar ya bagi orang yang memiliki Fitrah yang lurus menyingkap aurat di hadapan mata-mata manusia ya di hadapan khalaya itu termasuk ya perkara yang dibenci yang tidak sesuai dengan tabiat-tabiat yang yang masih lurus orang kalau tabiatnya masih lurus fitrahnya masih lurus maka akan menutup auratnya namun tatkala seseorang fitrahnya rusak ya Im oleh hawa nafsunya Im oleh bisikan maka dia menganggap tampaknya aurat bukan perkara yang besar bagi dirinya ya maka kita bisa menilai kebaikan fitrah-fitrah kita lurusnya atau tidaknya Fitrah kita dari segi berpakaian kita ya seseorang tatkala fitrahnya masih lurus maka Insyaallah dia akan berusaha untuk menjaga auratnya bagaimana agar tidak tampak dalam pandangan mata manusia namun kala Fitrah itu sudah rusak ya imma rusak karena syahwat imma rusak karena syubhat maka dia akan menganggap bahwasanya menampakkan aurat adalah perkara yang ya perkara yang tidak bermasalah perkara yang dianggap baik-baik saja ya padahal tabiat yang lurus Fitrah yang lurus akan berusaha ya untuk menjaga auratnya agar tidak terlihat ya oleh mata-mata manusia ya walalika sumiatatan liaha yuuohibaha inkisyafuha oleh karenanya aurat itu dinamakan sauah dari kata su ya dari kata su ya kenapa Karena orang yang tersikap auratnya ya dia akan merasa malu ya sesuatu yang tidak mengenakkan tatkala seseorang tersingkap auratnya di hadapan manusia orang yang tabiatnya lurus akan merasa tidak nyaman tatkala auratnya tersingkap di hadapan mata manusia maka aurat dinamakan sauah ya karena orang yang tabiatnya lurus merasa tidak nyaman tatkala auratnya tersingkap di pandangan mata-mata manusia nah wallahuam ini yang bisa kita bahas di kesempatan se hari ini akhwati fillah azakunallah Insyaallah kita lanjutkan ya Di pertemuan yang akan datang kelanjutan dari pembahasan tentang Nikmatul libas nikmat pakaian ini ya karena waktu yang tidak mencukupi Insyaallah kita lanjutkan di pertemuan yang akan datang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semuanya apa-apa yang hak semata-mata Taufik dan karunia dari Allah Subhanahu wa taala sedangkan yang kurang dan yang salah karena kesalahan dan kekurangan ilmu yang saya miliki wallahu taala Aam bisawab wasallallahu ala nabiina Muhammadin wa alihi wasohbihi ajmain wa akhiru dawana anilhamdulillahi rabbil alamin subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfirukaubu ilai asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, Lc., M.A. | Mau’izhatun Nisa’
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply