radio r Bogor dan radio Roja Bandung menebaraha pendengar dan pemirsa TV di Manun anda berada akan hadirkan [Musik] ke bagi anda pemirsa TV lagi hadirkan untuk Anda program acaraaras Roja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhamdillah ahaillallah wdahuik waadu Anna muhammadan abduhuasul la nabi ba isakumullah para pemerhati rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani maidahullah dalam pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis namat Islam azakumullah pembahasan di kesempatan ini berkaitan dengan tipu daya iblis terhadap kaum sufi yang meninggalkan berbekal dalam perjalanan Nam Berikut kita akan simak penjelasan dari materi yang akan disampaikan Selanjutnya kami persilakan kepada Al Ustaz falatafadol Masykur Ustaz namam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nah agfirubillahuri anfusinatiina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqq tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun wa’du para pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah Rabb semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan segenap umat yang mengikuti beliau sampai hari kemudian para pemarhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita kembali melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnul jauzi pada kesempatan ee siang yang berbahagia ini kita sampai pada poin yaitu sebagian ee kaum sufi yang meninggalkan berbekal di dalam bersafar atau bersafar tanpa bekal ini Tentunya bertolak belakang dengan ee firman Allah subhanahu wa taala ya Di mana Allah memerintahkan kita untuk berbekal maka siapa saja ya musafir yang tidak membawa bekal dalam perjalanannya berarti dia telah menyelisihi perintah Allah subhanahu wa taala artinya dia tidak salah seharusnya bersafar ya Jika dia tidak memiliki bekal Allah berfirman watazawadu Dan berbekallah kamu Fa in khairzadi takqwa dan sebaik-baik bekal itu adalah takwa watazaadu di sini adalah perintah untuk berbekal yaitu bekal yang biasa dipakai ataupun dibawa oleh para musafir ya Misalnya pakaiannya ataupun makanannya atau e uang ataupun segala sesuatu yang dibutuhkan di dalam Safar ya Misalnya contohnya kita akan bersafar ke tempat yang dingin Maka jangan lupa berbekal dengan ee membawa baju-baju ee untuk menahan dingin misalnya jaket dan sejenisnya ya Nah demikian pula ee membawa perkara-perkara yang perlu dibawa di dalam Safar ya sebagaimana kita ketahui hari ini ya ya ketika kita bersafar tentunya kita mempersiapkan segala sesuatunya ya Misalnya identitas diri ya kalau misalnya berpergian ke ee luar negeri kita harus membawa paspor dan kelengkap kelengkapan lainnya surat-surat dan lain sebagainya ya Nah demikian ya maka Allah berfirman watadu berbekallah kamu karena ini akan merepotkan kita di dalam perjalanan jika kita tidak membawa bekal yang cukup ya Nah demikian Adapun kaum Sufi mereka justru ee menganggap ini adalahatu yang eh bertentangan dengan e sikap tawakal seperti yang di diriwayatkan dari Abu Hamzah assufi dia menuturkan Dia berkata Ya aku benar-benar merasa malu kepada Allah jika sampai mengarungi padang pasir dalam keadaan perut kenyang Aku juga benar-benar bersikap tawakal kepada Allah agar rasa kenyangku tidak menjadi bekal yang akan aku bawa dalam mengarunginya ya jadi dia ber Safar mengarungi padang pasir dengan perut yang kosong membwa bekal makanan nah ini menjadi kebanggaan dan banyak cerita-cerita seperti ini yang dinukil yang dinisbatkan kepada kaum sufi yang Tujuannya adalah untuk mencari pujian ataupun ee e Sanjungan dari manusia atau untuk menasbihkan diri sebagai seorang wali ataupun ya seorang yang sudah mencapai derajat yang tinggi ya derajat takwa dan ta ak yang tinggi Ibnu jauzi mengatakan masalah ini sudah dibahas sebelumnya sebenarnya mereka mengira Tawakal adalah meninggalkan segala sebab dan upaya Andaikan ini benar kata beliau berarti tindakan rasulullah yang membawa bekal tatkala pergi ke gua ya telah keluar dari hakikat tawakal yaitu Ketika Nabi hendak ee ber ee ee Hijrah ya ke Madinah Ya dalam sejarah Ee kita membaca ya bahwa Asma binti Abi bakar itu adalah eh orang yang membawa bekal untuk mereka berdua yaitu Rasulullah dan Abu Bakar assiddiq hingga asma dikenal dengan eh sebutan zatun niqatain ya karena eh ee pinggang beliau ataupun ee sabuk beliau di belah dua untuk membawa bekal ya demikian di dalam sirah jadi nabi berbekal ya Nah kalaulah itu menafikan keluar dari hak tawakal maka nabi tentunya tidak menyuruh ya para sahabat untuk menyiapkan bekal bagi beliau untuk keluar berhijrah ya bersafar dari Makkah ke Madinah yang jaraknya itu sangat jauh menempuh lebih kurang 450 KM dengan ya bukan dengan kendaraan yang yang cepat ya tidak ada ee mobil bas kereta api seperti hari ini Ya dengan menunggang unta ataupun ee keledai ataupun menunggang unta ya tentunya membutuhkan ee waktu yang lumayan lama ya mungkin sepekat atau lebih ya Nah dan tentunya ini akan sulit kalau tidak menyiapkan bekal yang cukup untuk melewati perjalanan yang panjang seperti itu maka nabi menyuruh para sahabat di antaranya asma binti Abi bakar untuk menyiapkan bekal bagi mereka berdua Dan selama mereka berada di dalam gua ya Di guaur Di mana nabi bersembunyi di situ ya untuk menghindari kejaran dari orang-orang kafir Quraisy Makkah Nah demikian juga dengan tindakan Musa Nabi Musa alaih salam saat membawa bekal berupa ikan dalam keranjang ketika mencari Nabi Khidir ya yang kisahnya disebutkan di dalam surah ee alkahfi ya Di mana Nabi Musa alaihalam membawa bekal ya dalam perjalanannya mencari Nabi Khidir ya Nah demikian jadi ini adalah satu kebiasaan dan Sunah para nabi dan rasul ya berbekal di dalam Safar dan juga ini perintah di dalam al-qur’an ya demikian pula ya kisah di dalam ee surat alkahfi juga yaitu para pemuda penghuni gua yang membawa uang dirham dan menyembunyikannya tatkala mereka bersembunyi di di dalam gua ya ya Nah demikianlah ya jadi ee di dalam al-qur’an Allah subhanahu wa taala menceritakan ya Ee kisah-kisah para nabi dan rasul yang mana mereka di dalam Safar mereka mereka berbekal ya dan itu sebenarnya sudah menjadi suatu Fitrah ya ataupun suatu yang tertanam dalam diri manusia bahwa ketika mereka ingin berjalan jauh ya mereka akan berbekal menyiapkan bekal untuk ee mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka di dalam perjalanan ya dan kaum Sufi tidak mengetahui makna tawakal yang sesungguhnya nah ini disebabkan karena kejahilan mereka ya Ee Abu Hamid al-ghazali menguatkan argumen para sufi ini dia mengatakan tidak boleh mengarungi padang pasir tanpa membawa bekal kecuali katanya Apabila seseorang memenuhi dua syarat ya syarat pertama katanya seseorang harus sudah melatih dirinya untuk itu sehingga memungkinkan untuk bisa bertahan hidup pada saat tidak makan selama sepekan atau beberapa waktu tertentu ya yang kedua seorang bisa atau biasa makan rerumputan ya apa yang dijumpainya di jalan e ee di sini ee al-ghazali menyebutkan dua syarat itu ya boleh dia tidak membawa bekal apabila satu dia adalah orang yang sudah terlatih untuk tidak makan dalam waktu yang lama sepekan dua pekan mungkin yang kedua dia terbiasa dan bisa makan makanan yang ditemukannya di jalan makan rumput misalnya makan daun dan sejenisnya wallahuam sa Nah demikian ya Ee seolah-olah ingin menguatkan ataupun membenarkan argumentasi kaum Sufi tadi maka Ibnu jauzi mengatakan hal terburuk dari pernyataan di atas adalah yaitu pernyataan ini keluar dari lisan seorang yang dianggap Fakih Ya bukanlah Bukankah boleh jadi orang yang memaruhi padang pasir tap membawa bekal untuk tidak bertemu dengan seorang pun atau tersesat di jalan atau mengalami sakit sehingga rumpun tidak lagi cocok untuk tubuhnya demikian ya E di sini IBN jazi berusaha untuk mematahkan argumentasi Abu Hamid alghazali satu Katanya boleh kalau tidak membawa bekal tidak berbekal jika dia orang yang terlatih yang kedua dia biasa Survive ya dengan memakan makanan yang ditemukan di dalam perjalanan IBN jauzi mengatakan bukanah mungkin ya suu yang sangat mungkin dalam perjalanan dia tidak menemukan apa-apa apalagi di padang pasir dia bisa jumpa apa ee Apakah dia bisa jumpa rerumputan di sebarang tempat ya belum tentu ya Nah demikian ya Atau dia sakit sehingga rerumputan itu tidak lagi cocok bagi tubuhnya atau boleh jadi dia hanya bertemu seseorang yang tidak bisa memberinya makan atau bertemu dengan orang yang tidak mau menjamunya ya Nah bahkan sangat lah mungkin dia meninggal ataupun meregang nyawa tanpa ada siapapun yang mengetahuinya jadi ada kemungkinan-kemungkinan terburuk ya Yang bisa menimpa dirinya saat dalam perjalanan seperti itu maka dikatakan Safar itu adalah potongan azab qit’atun Minal adzab ya Mengapa kita harus bekal bersiap-siap di dalam perjalanan karena apapun kemungkinan bisa terjadi ya maka apalagi sekarang ya ya E misalnya di perjalanan kita mengetahui bahwa ini sedang musim hujan misalnya ya sedang musim hujan misalnya perjalanan yang kita tempuh nanti Misalnya akan melewati daerah yang yang yang sering turun hujan ya maka kita berbekal dengan apa jaket Hujan Payung ee atau e hal-hal yang bisa kita ee pakai Ya untuk ya melindungi diri kita dari hujan kalau tidak mungkin kita basa kuyub dan mungkin jatuh sakit dan mungkin kita akan bisa membahayakan diri kita sementara Allah subhanahu wa taala mengatakan W anfusakum jangan kamu bunuh dirimu sendiri jangan kamu bahayakan dirimu sendiri maka Safar itu kita Artinya kita menghadapi berbagai macam kemungkinan-kemungkinan ya yang berbeda pada saat kita mukim ya pada saat kita mukim mungkin kemungkinan-kemungkinan itu tidak ada tapi pada saat Safar maka banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi ya apalagi sekarang misalnya kita bersafar dengan menggunakan kendaraan kendaraan roda empat misalnya mobil misalnya maka kita harus berbekal kalau tidak mungkin kita akan misalnya kita tidak bawa uang misalnya tidak bawa dompet tidak bawa ee sesuatu alat bayar kartu atau sejenisnya Lal gimana kita bisa mengisi apa bisa diisi air gitu seperti Banyak cerita-cerita kaum Sufi kemudian bisa jalan lagi kendaraannya ya Nah tentunya kita harus menyiapkan uang ya berbekal uang untuk bisa membeli bensin Kalau tidak Mak Ee Kita akan terputus Terhenti Di tengah jalan itu baru Ee Kita Katakan bbm-nya belum lagi yang lain-lainnya kita harus persiapkan itu termasuk berbekal misalnya kita cek kondisi kendaraan kita maka ada cek ee kendaraan ee untuk jalan jauh misalnya ya Nah orang bengkel mengerti itu apa saja yang harus dicek kalau kita ingin mengadakan perjalanan jarak jauh ya Nah supaya kita tidak kesulitan nanti di tengah jalan misalnya kondisi ban yang sudah botak misalnya gundul enggak layak untuk berjalan ke luar kota untuk bersafar panjang maka jangan digunakan karena ini membahayakan ya membahayakan keselamatan diri kita dan orang lain ya beda kondisinya mungkin kita pakai kendaraan itu di dalam kota kalau ada apa-apa ya mungkin banyak bengkel yang bisa ee membantu ya atau kendaraan tidak eh digunakan dalam kondisi yang yang kita katakan yang yang berat n ya hanya di dalam kota tapi kalau k luuar kota maka itu terhitung Safar ya maka banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi maka dari itulah Allah perintahkan kita untuk wataadu ini sangat luas cakupan maknanya apalagi hari ini ketika kita bersafar dengan menggunakan menggunakan kendaraan pribadi maka kita pastikan itu banyak sekali Kan kita lihat rambu-rambu ataupun papan-papan ee pengumuman ataupun papan-papan pemberitahuan yang mengingatkan kita untuk mengecek kondisi kendaraan kita Sebelum bersafar itu termasuk eh tazawud ya yang diperintahkan Allah di dalam al-qur’an ya watazawadu fainnairad Taqwa ya Nah demikian Jadi bukan modal nekad lalu mengatas namakan tawakal dia pergi bersafar begitu saja tanpa persiapan tanpa berbekal nah ini e menyalahi ya sebenarnya ee ayat yang kita bacakan tadi ya perintah Allah untuk ee berbekal ya sebelum kita bersafar jadi hal banyak hal-hal yang harus kita perhatikan misalnya kalau kita menggunakan kendaraan pribadi misalnya ya Nah banyak kita lihat kelal kelalaian dari para pengguna jalan raya dia tidak mengecek kondisi kendaraannya sehingga eh ternyata rimnya belong ya kendaraannya tidak bisa berhenti Padahal sudah diinjak rimnya karena memang sudah aus ya apa namanya ee ampas rimnya dan EE kondisi-kondisi yang lainnya yang ya kalau itu menyusahkan dirinya sendiri mungkin ya mudaratnya sedikit ya tapi kalau sudah merugikan orang lain atau menimbulkan mudorat terhadap orang lain maka ini masuk dalam kaidah la daror wala diror tidak boleh memudaratkan diri sendiri dan orang lain ya Nah di dalam Safar Apalagi kita pakai kendaraan pribadi ada hal-hal yang itu menjadi responsibility kita tanggung jawab kita ya Misalnya kita masuk jalan tol ya untuk Safar panjang misalnya ke Surabaya misalnya tapi kita tidak mengecek kondisi kendaraan bisa saja bannya meledak di tengah jalan rimnya belong ya malam-malam ternyata lampunya putus ya atau kondisi kendaraan yang tidak layak seingga bisa menimbulkan kecelakaan Nah ini mungkin karena tidak mengamalkan perintah untuk berbekal watazawadu berbekallah kamu itu masuk dalam ee bab berbekal itu ya Nah demikian wallahuam bisawab di sampingnya memang kita bawa makanan itu yang suatu hal yang mungkin ee yang yang apa ya yang sudah pasti dan jelas yang bisa kita pahami dari perintah untuk berbekal tapi sebenarnya bukan hanya berbekal makanan saja segala yang kita bawa itu kita pastikan layak untuk dibawa ya Nah demikian wuam baawab nah ee kalau dulu mereka melintas padang pasir Nah kalau kita sekarang kan bukan melintas padang pasir kita melintas Ee Jalan Tol misalnya atau Jalan Raya atau ee Jalan luar kota atau lintas ee antar kota antar provinsi misalnya ya Nah demikian Nah kalau kita menggunakan kendaraan umum ya kita pastikan kita punya tiketnya kita bawa uang yang cukup untuk e kebutuhan makanan selama dalam perjalanan dan lain sebagainya ya wallahuamwabb dan beliau mengatakan ya sebelumnya kami sudah mengungkapkan hadis-hadis dan arar-atar tentang larangan Safar sendirian ya ya kita sudah jelaskan sebelumnya Safar itu kalau bisa jangan sendirian yaitu kita cari teman sebagai ee pendamping kita di dalam Safar ya lalu ee apa solusi hanya bersandar pada kebiasaan atau bertemu seseorang atau bertahan dengan makan rumput seperti yang disebutkan oleh al-ghazali tadi ya berharap ya kita Safar sendiri nanti ketemu orang ya kalau ketemu kalau enggak ketemu bagaimana atau enggak bawa bekal makanan nanti jumpa rumput makan rumput ya Iya kalau bisa makan rumput dan juga kalau ketemu rumputnya Nah demikian jadi ini adalah suatu hal yang ya kita katakan terlalu dipaksakan ya Kemudian beliau mengatakan di sini Ibnul jauzi mengatakan Siapakah ulama Salaf yang pernah melakukan hal seperti itu yang jelas nabi tidak melakukan seperti itu nabi berbekal bahkan bekal nabi itu cukup Gitu ya beliau bawa kendaraan beliau bawa makanan dan lain sebagainya ya tidak modal nekad lalu mengarungi padang pasir begitu saja ya ya Nah kemudian ulama Salaf Adakah ulama Salaf yang melakukan seperti ini ya tentunya tidak ada artinya kalau kita tidak bisa bawa bekal jangan Safar Jangan memaksakan diri untuk Safar itu membahayakan diri sendiri ya Allah mengatakan wulqu biidikum tahlukah jangan lemparkan dirimu kepada kebinasaan atau bahaya nah demikian wallahuam bisawab mereka seakat mewajibkan ya kaum Sufi Ini kata beliau kata Ibnu jauzi seakan mewajibkan Allah untuk memberi rezeki di tengah padang pasir lu beralasanah rezeki dari Allah Allah akan menurunkan rezeki ya tentunya kalau di tengah padang pasir segitu Gimana Gimana caranya dapat rezeki begitu ya di suatu hal enggak masuk akal padahal Siapa yang mencari makanan di tah di tengah padang pasir ya atau yang bisa mencari suatu di tempat yang tidak biasa ada makanan di situ ya lu siapa yang memberinya makan ya Lalu apakah dia pantas dan patut berhujah bahwa Allah yang memberi rezeki nah ini tidak masuk akal sama sekali Nah demikian wallahuam bissawab ya Ee ketika kaum Musa meminta sayur-mayur mentimun bawang putih kacang Adas dan Bawang Merah Allah pun mewahyukan kepada nabinya yaitu FirmanNya Albaqarah ayat 61 ihbitu misro fainna lakum maaltum ya ini ketika kaum Musa mereka minta kepada Nabi Musa sayur-mayur mentimun bawang putih kacang Adas bawang merah ya maka Allah mewahyukan kepada Nabi Musa yaitu FirmanNya ihbitu Misra fana lakum maaltum Pergilah ke satu kota pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta di situ apa yang kamu inginkan di situ Di kota itu ya Albaqarah ayat 61 Kenapa karena makanan-makanan yang disebutkan itu adanya di kota ya di kota di padang pasir enggak ketemu makanan-makanan seperti itu ya bawang mentimun sayurmayur bawang putih kacang Adas bawang merah Ah pergi ke kota itu kata Allah subhanahu wa taala kepada kaum Musa Bani Israil ya ihbitu Misra ya Ee Pergilah kamu ke kota itu ke suatu kota ya kota yang sudah di e ee Tentukan ya Ee yang Allah wayukan kepada nabinya Musa alaih salam faainna lakum Ma saaltum di sana kamu akan memperoleh apa yang kamu minta ya jangan kamu cari makanan-makanan seperti itu di tengah padang pasir enggak ketemu ya enggak ketemu Nah maka Pergilah ke kota di sana ada makanan-makanan yang kamu inginkan tersebut Jadi kau kaum Sufi benar-benar menyelisihi syariat bahkan juga menyelisihi akal sehat mereka hanya berbuat sesuatu sebenarnya sesuai dengan keinginan nafsu belaka atau berdasarkan waham yaitu halusinasi ya atau ee khayal ya yang enggak nyata sebenarnya ataupun Ya enggak mungkin mustahil juga ya dan kenyataannya ya kadang-kadang Ini kisah kisah-kisah seperti yang diceritakan mereka melewati padang pasir selama 40 hari enggak makan itu cuma cerita bohongan belaka kadang-kadang seperti itu ya sebuah dongengan saja yang wujudnya di dalam alam nyata enggak ada sebenarnya dan enggak mau juga mereka melakukan seperti itu ya kalau mereka mau membuktikan silakan mereka lakukan tapi Adakah yang melakukannya dari kalangan mereka itu belum terbukti juga di atas kertas ee ya di lapangan ya di atas kertas mungkin kita baca cerita-cerita seperti itu di dalam buku-buku mereka diceritakan itu bahkan dinisbatkan kepada ee ulama-ulama juga seperti dinisbatkan banyak dinisbat kepada Abdul Qadir aljailani tapi ya kebanyakannya tidak benar cerita-cerita seperti itu ya atau atau ulama-ulama yang lain untuk mendukung Sikap mereka seolah-olah ulama melakukan apa yang mereka ceritakan itu padahal tidak ya terbukti banyak kisah-kisah yang bohong nah ini masalahnya sehingga ada buku ya yang sudah kita Terjemahkan judulnya ee ee e tasawuf bualan kaum Sufi atau sebuah konspirasi gitu Jadi cerita-cerita yang kadang-kadang enggak wujud di dalam alam nyata begitu ya seperti cerita yang banyak berkembang di tengah-tengah manusia ya berkelana dengan alasannya berdakwah dengan menggenakan sepeda motor cuma diisi dengan air bisa jalan lagi motornya itu kan ya untuk menunjukkan bahwa ini ada karamah bahwa enggak perlu bawa duit ya kalau Allah menolong Allah tolong ya Enggak seperti itu juga para para Sal ee para nabi ya berperang dengan membawa senjata berperang dengan siasat perang ya nabi berperang dengan menggunakan baju perang ya nabi pakai baju perang Baju perang itu berat ya zirah itu berat lebih enak enggak pakai baju perang gitu ya modalnya tawakal aja begitu kalau kena ya kena Kalau enggak ya enggak begitu kan semua atas kehendak Allah Enggak seperti itu juga prinsipnya kalau seperti itu prinsipnya Mengapa Nabi harus susah payah mengenakan baju perang yang terbuat dari besi yang itu berat ya ya Nah demikian wallahuam bissawab jadi kaum Sufi di sini benar-benar menyelisihi syariat ya Yang Kedua mereka menyelisihi akar sehat juga ya wallahuam bissawab Nah demikian ee banyak juga riwayat-riwayat lain ya ya dinisbatkan Misalnya riwayat yang dinisbatkan dari Ibnu Abbas bahwa orang-orang Yaman ya Ee Afwan ee ketika di riwayatkan ya dari Abdullah bbin Abbas radhiallahu anhuma bahwa ia berkata orang-orang Yaman melaksanakan Haji tanpa bekal mereka berkata kami bertawakal ketika tiba di Mad di Makkah merekaemta-minta maka Allah pun menurunkan firmannya watazawwadu fainna khairzad Taqwa berbekallah kamu karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa ini ee menjelaskan kepada kita eh asbab e nuzul dari ayat tersebut ya yaitu tentang berbekal dalam Safar memang tadu di sini walaupun ayat itu lanjutannya adalah takwa beralih dari bekal materi kepada bekal maknawi ya yang juga penting untuk kita miliki selain bekal materi berbekallah kamu ini bekal materi ya bekal maknawi yaitu bekal takwa bukan hanya bawa uang tapi juga kita harus berbekal takwa di dalam perjalanan sehingga kita terhindar dari hal-hal yang buruk maksiat dosa dan lain sebagainya ya Nah yang sangat mungkin terjadi pada saat kita Safar apalagi Safar jauh ya Nah demikian jadi ada dua ee perbekalan yang harus kita bawa di dalam perjalanan yang pertama bekal materi itu Firman Allah subhanahu wa taala watazawadu kemudian bekal maknawi yaitu bekal takwa dua-duanya harus kita bawa itu di dalam perjalanan ya wallahuam bissawab Nah Asbabul asbabun nuzul dari ayat ini adalah ketika ada orang-orang dari Yaman berhaji tanpa bekal mereka berkata kami bertawakal nah ketika tiba di Makkah mereka justru jadi peminta-minta pengemis meminta-minta karena mereka tidak punya bekal maka Allah pun menurunkan firmannya watazawwadu fainnahairadi Taqwa wallahuamawab diriwayatkan dari Muhammad bin Musa aljurjani Dia bercerita aku bertanya kepada Muhammad bin Katsir assana’ani mengenai orang-orang zuhud yang tidak membawa bekal tidak memakai sandal tidak memakai khuf maka asan’ani mengatakan kamu bertanya kepadaku tentang anak-anak setan tapi tidak bertanya kepadaku tentang orang-orang zuhud aku bertanya lagi apakah zuhud itu lalu ia menjelaskan berpegang teguh pada sunah dan Ya berusaha untuk menadani para sahabat nabi ya Jadi ini bukan orang zuhud ini ini justru mengikuti setan ya tidak bawa bekal dalam perjalanan berjalan tidak pakai sandal tidak pakai khuf juga mengarungi padang pasir tanpa bekal tanpa sandal tanpa khuf alas kaki kita tahu bagaimana panasnya itu padang pasir itu ya ditambah lagi enggak bawa bekal ya ini mungkin mirip enggak mirip mustahil kita katakan Ya atau Ya enggak mungkin dilakukan juga ini ini namanya bunuh kalau ada yang melakukan seperti itu itu namanya dia mau bunuh diri maka apa kata eh Muhammad bin Katsir asan’ani mereka ini pengikut setan ya kamu tidak bertanya tentang orang zuhud orang zuhud tidak seperti itu maka ketika ditanyakan Apa itu zuhud maka beliau menjelaskan zuhud itu adalah berpegang teguh dengan asunah dan menyerupai para sahabat nabi meneladani para sahabat nabi itulah zuhud ya para jemaah yang dimuliakan Allah ya Para pemerhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah wallahuam baawab diriwayatkan dari Ahmad IBN Husain Bin Hasan bahwasanya Abu Abdillah Ahmad Ibnu hal ditanya ihwal seseorang yang hendak mengarungi padang pasir tanpa bekal tanpa menyiapkan bekal maka Imam Ahmad mengingkarinya dengan keras sambil menyerukan cih cih tidak boleh tidak boleh dengan memanjangkan suara ya Nah demikian kecuali dengan membawa bekal dan bergabung bersama kafilah yaitu bersama rombongan begitu ya Nah demikian ya pernyataan dari Ahmad Ibnu hambal ya rahimahullah demikian Abu Bakar almarwazi juga menceritakan seseorang menemui Abu Abdillah Imam Ahmad Ibnu hambal dan berkata seseorang hendak berpergian Manakah yang lebih anda sukai dia membawa bekal atau dia cukup dengan tawakal maka Imam Ahmad Abu Abdillah Imam Ahmad bin hambal menjawab membawa bekal dan bertawakal ya membawa bekal dan bertawakal zadi attqwa dia bawa bekal dan dia bertawakal bawa bekal saja tanpa tawakal juga jangan berbekal materi saja tidak berbekal takwa juga kurang ya bekal takwa aja tanpa bawa bekal materi juga ya tidak benar maka apa kata Imam Ahmad dia bawa bekal dia bertawakal agar tidak meminta-minta kepada orang lain ya Nah demikian ya nah Kemudian dari Ahmad Ibnu Nasr seorang bertanya kepada Imam Ahmad bolehkah seseorang pergi ke Makkah dengan tawakal tanpa bawa bekal apa-apa Ya kadang-kadang ada juga orang berangkat umrah bisa beli paketnya tapi perginya nanti enggak bawa apa-apa dia Sampai ya di sana it tentunya ada keperluan-keperluan yang ya namanya perjalanan Safar hari ini ya akhirnya dia jadi beban ee apa namanya rombongan yang lain ya anggota rombongan yang lain ya terpaksa meminjamkannya ini itu dan lain sebagainya karena dia tidak bawa apa-apa ya nah jadi ada yang bertanya ini kepada Imam Ahmad Bolehkah seorang pergi ke Makkah dengan tanpa dengan tawakal tanpa bekal dengan tawakal tanpa bekal apa-apa maka Imam Ahmad menjawab aku tidak menyukai sikap seperti itu dari mana dia makan orang itu menyaahut bertawakal maka diberi makan orang-orang ya P Mungkin maksudnya pasang wajah melas gitu ya ya kayak orang patut dikasihani kemudian dikasih makan begitu mungkin seperti itu maksud dia maka orang ee Imam Ahad bertanya Apabila mereka tidak memberinya makan Bagaimana Bukankah dia minta-minta sampai mere mereka memberinya Makan artinya apa kalau orang-orang tidak memberinya gimana apa dia harus minta-minta dan aku tidak menyukai sikap seperti itu Aku tidak pernah mengetahui riwayat bahwa ada seorang sahabat nabi atau tabiin yang melakukan hal seperti itu ya enggak ada sahabat nabi yang melakukan hal seperti itu wallahuam baawab Nah demikian jadi eh kita lihat ya Para ulama ataupun para imam selalu merujuk Apakah ada Salaf melakukan hal semacam itu ya kalau tidak ya kita tidak lebih baik dari mereka ya dan kita juga tidak lebih Saleh dari mereka tidak lebih bertakwa tidak lebih dicintai Allah sehingga dengan iman takwa dan EE ketinggian derajat kita kita bisa melakukan apa yang tidak mereka lakukan ya tentunya tidak seperti itu wallahuam n demikianlah mudah-mudahan bermanfaat asagfirullahakum muslimin inahuahim jazakahir Barakallah fikum Ustaz atas penjelasan materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini islamakumullah para pendengar dan pemirsa R di manaun anda berada Alhamdulillah telah kita simak pembahasan dari kitab talbis iblis tipu daya iblis terhadap sebagian kaum yang melakukan perjalanan tanpa bekal Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam meraih Hidayah dan petunjuknya allahum Amin kami yang bertugas mohon pamin undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan terima kasih jazakumullahirakah atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka waubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply