Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Fiqih Pendidikan Anak

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

radio Roja Bogor dan radio Roja Bandung menebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam Alhamdulillahi wa Kafa wasalatu wassalamu ala rasulihil Mustofa waa alihi wasohbihi wamaniktafa Amma ba kita panjatkan puja dan puji syukur keadirat Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini hari Senin tanggal 1 rabiutani 1445 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 16 Oktober 2023 kita kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah Jalla waala sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di Kompleks pondok pesantren Tunas Ilmu di desa Kedung wuluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah Azza wall berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla wa alala Allahumma Amin selawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang kami hormati serta para pendengar juga pemirsa rahimani warahimakumullah Alhamdulillah kita kembali melanjutkan pembahasan tentang fikih pendidikan anak kali ini memasuki serial nomor 183 mengangkat sebuah tema yang berjudul menunaikan hak anak Kenapa Bu menunaikan hak anak tidak ada di antara orang tua yang mau dikatakan menelantarkan anaknya gak ada orang tua yang mau dikatakan telah menelantarkan siapa anaknya Kenapa Karena itu adalah sebuah aib sebuah aib malu kalau ada orang dikatakan telah menelantarkan anaknya Tapi sayangnya kenyataan yang kita saksikan ternyata enggak sedikit orang tua yang telah menelantarkan siapa anaknya Kapan ketika mereka tidak menunaikan hak hak anaknya jadi orang tua yang tidak menunaikan hak anak-anaknya sejatinya mereka telah menelantarkan anaknya Kenapa itu bisa terjadi ada dua kemungkinan kemungkinan yang pertama Dia Nak Tahu kemungkinan yang pertama dia ndak ndak tahu ndak tahu bahwa anak itu punya hak atau kemungkinan yang kedua dia ndak tahu Eh maaf dia tahu tapi ndak peduli kemungkinan yang pertama dia no Bu Nak Tahu kemungkinan yang kedua dia tahu tapi nak peduli kemungkinan yang pertama dia ndak tahu kenapa ndak tahu karena ndak karena ndak [Musik] belajar ada enggak sekolah orang tua wonten sekolah orang tua ada atau tidak gak ada adanya sekolah untuk jadi jadi Insinyur sekolah untuk jadi pilot sekolah untuk jadi masinis sekolah untuk jadi dokter sekolah untuk jadi orang tua ada teng pundi fakultas orang tua jurusan orang tua wonten ndak ada sayangnya banyak orang menjadi orang tua tanpa tahu apa iban yang harus dia lakukan itu realita realita yang pahit sehingga tidak sedikit anak-anak yang terlantar Kenapa karena orang tuanya enggak tahu apa saja hak anak yang harus dia tunaikan atau kemungkinan yang kedua orang itu sudah tahu tapi [Musik] cuek ndak pe ndak p Uli padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim beliau sudah mewanti-wanti para orang tua apa kata Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wa inna liwaladika Alaika haqqo sesungguhnya anakmu punya hak Hak yang harus engkau tunaikan dan hak itu kalau tidak ditunaikan buntutnya pan panjang buntutnya panjang bukan hanya akan dituntut di dunia tapi juga akan dituntut di akhirat makanya salah satu penafsiran yang disebutkan oleh para ulama saat mereka menafsirkan firman Allah Azza waalla Yauma yafirrul Maru Min akhih wa Ummi wa abih waohibatihi wa banih pada hari kiamat nanti masing-masing dari kita akan meninggalkan orang-orang terdekatnya siapa orang-orang yang terdekatnya perhatikan Yauma yafirrul Maru Min akhih akhih niku artine nopo dulur Kakak atau Adik wa ummihi wa abih siapa lagi Ibunya dan bapaknya wasahibatihi wa banih dan istri serta anak annya tahu jenengan kenapa orang-orang saat itu akan meninggalkan manusia-manusia yang sangat biasanya ketika di dunia Salah satu penafsiran yang disebut oleh para ulama adalah karena kita takut akan dituntut oleh manusia-manusia tersebut saking takutnya kita nanti bakal dituntut oleh Kakak kita oleh Adik kita oleh siapa tadi ibu kita oleh Bapak kita oleh istri kita suami kita anak kita saking takutnya kita bakal dituntut kita pergi dan kita tinggalkan mereka karena mereka nanti akan menuntut hak yang seharusnya mereka dapatkan dari kita tapi tidak kita tunaikan kakak kita akan menuntut haknya adik kita akan menuntut haknya ibu kita akan menuntut haknya Bapak kita akan menuntut haknya suami kita akan menuntut haknya istri kita akan menuntut haknya anak kita akan menuntut [Tepuk tangan] haknya dan saat itu penebusan hanya dengan dosa dan pahala pripun niku hanya dengan dosa dan pahala pahala jenengan dicabut kemudian diberikan kepada orang-orang tersebut atau dosa-dosa mereka dicabut dan dibebankan kepada jenengan itulah penuntutan hak nanti di hari kiamat meden meden mboten Bu meden ini mengerikan wong pahala yang kita kumpul-kumpulkan itu nanti di akhirat itu adalah modal kita modal utama kita supaya bisa masuk masuk surga pahala yang capek-capek kita kumpulkan yang sedikit sedikit demi sedikit kita tabung pahala tersebut tahu-tahu pahala itu dicabut sama Allah Azza waalla orang yang seharusnya bisa sukses masuk surga gara-gara pahalanya dicabut gagal masuk surga masuk neraka naudubillahim minalik maka tidak menunaikan hak manusia-manusia tersebut itu buntute panjang Enggak cuma di dunia sampai di akhirat ya maka wajib bagi kita bapak-bapak ibu-ibu untuk mengetahui apa sebenarnya hak anak kita atas kita supaya bisa kita tunaikan secara maksimal di dunia ini sehingga nanti di akhir kita tidak dituntut sama anak-anak kita banyak tentunya hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tuanya tapi karena keterbatasan waktu kita hanya akan membahas dua hak saja yang pertama adalah nafkah nopo nafkah yang kedua adalah pendidikan apa yang pertama nafkah yang kedua pendidikan orang tua wajib memberikan nafkah kepada Putra dan putrinya apa nafkah yang wajib nafkah yang wajib adalah kebutuhan primer kebutuhan primer itu satu makanan pangan yang kedua sandang alias Pa pakaian apa kata Allah Azza waalla di dalam al-qur’an surat Albaqarah ayat 233 surat noo Albaqarah ayat pinten 233 waal mauludiahu rizquhunna wa kiswatuhunna Bil mak’ruf seorang ayah Sinten Ayah bapak punya kewajiban untuk memberikan nafkah salah satunya makanan dan pakaian kepada anak-anaknya n dengan cara yang patut cara yang noo patut patute kepriwe Ustaz patute ya anak itu pertama jenengan itu punya kemampuan berapa untuk memberikan nafkah kepada anak tersebut tentunya antara yang penghasilannya besar dengan yang penghasilannya kecil sama atau beda beda kemudian juga harus diperhatikan tingkat kepantasan masyarakat tempat dia tinggal Jadi dia tinggalnya itu di masyarakat apa di masyarakat orang yang mampu atau masyarakat yang kurang mampu Nah patutnya itu Seberapa ya disesuaikan juga dengan kondisi masyarakat dia tinggal kemudian apa kata Allah Azza waalla masing-masing itu tidak dibebani kecuali sesuai dengan kemampuannya maka di sini Allah Azza waalla sangat bijaksana dikembalikan kepada kemampuan orang tua dan dikembalikan kepada apa yang umum di masyarakat situ kalau umumnya di masyarakat situ nasi sama lauk pauk ya jenengan punya kewajiban untuk ngasih nopo nasi dan lauk pauk nah lauk pauknya ini yo tergantung kemam kemampuan nek jenengan itu mampu untuk ngasih lauk pauknya itu daging yo aja lauk kerupuk terus itu namanya ndak pa paut tapi kalau memang mampunya cuma ngasih kelupuk ya gimana lagi Wong mampunya segitu makanya kata Allah Azza wa Jalla orang itu tidak dibebani kecuali sesuai dengan kemam kemampuannya Sampai kapan Ustaz Sampai kapan kita punya kewajiban untuk menafkahi anak kita sampai dia punya kemampuan untuk bekerja sampai dia punya kemampuan untuk be bekerja anak kita balik umur berapa Hah 12 12 itu anu kelas berapa itu SMP satu kelas 1 SMP kata para ulama kalau anak sudah balig dan dia sudah bisa bekerja sudah gak wajib lagi untuk menafah kira-kira anak jjenengan kelas 1 SMP sudah bisa kerja atau belum urung wong SMA urung kerja kerja gara-gara apa itu gara-gara kita kurang memperhatikan pendidikan kemandirian kepada anak kita masih lebih mending mbah-mbah kita dulu mbah-mbah kita dulu itu ngajari anak-anaknya untuk be kerja sejak kecil bantu di sawah bantu ke pasar apalagi bantu Angon Angon wedus Angon bebek ya putrane jenengan Angon wedus mboten Bu Lah malu mereka suruh Angon wedus rata-rata pada dolanan apa HP HP makanya anak-anak dahulu itu lebih tahan banting daripada anak-anak sekarang banyak di antara mereka tamat SD Merantau tamat SD nopo merant bisa hidup bisa buktinya Urip ya maka di sini dikatakan bahwa kewajiban orang tua menafkahi anaknya sampai dia bisa be kerja memenuhi kebutuhannya sendiri dan kalau kita tidak menjalankan kewajiban memberikan nafkah kepada anak-anak kita maka itu sudah termasuk perbuatan dosa apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kafa Bil Marman yaqu seorang itu sudah cukup dianggap berdosa apabila dia menelantarkan orang yang menjadi [Musik] tanggungannya hadis riwayat Abu Daud dan di sahih oleh Ibnu Hibban dan al-arnaud jadi orang itu dianggap bedus kalau dia tidak memberikan nafkah kepada orang-orang yang berada di patangnya apalagi kalau anak itu anak perem perempuan dan belum ni nikah dan ndak bisa bekerja Wah sudah itu kewajibannya jenengan untuk menafkahi anak-anak tersebut ya ini adalah hak yang pertama apa hak yang pertama na ah Kita pindah hak yang kedua hak yang kedua adalah [Musik] pendidikan Kenapa Bu pendidikan yang punya kewajiban untuk mendidik anak itu guru di sekolah atau orang tua hah Nomor satu itu siapa orang tua jadi yang nanti akan dituntut nomor satu di hadapan Allah guru SD apa orang tua orang tua maka pendidikan ini dibebankan nomor satu kepada orang tuanya dulu maka ketika kita mendengar kata pendidikan itu bukan hanya berhenti Oh saya sudah sekolahkan anak saya dari SD sampai S S1 berarti kewajiban saya sudah gugur pendidikan itu satu akidah dua ibadah tiga akhlak apa satu akidah dua ibadah tiga akhlak Apakah tiga hal ini didapatkan oleh anak kita di tingkat SD sampai S1 itu pertanyaannya lah wong ada guru mengingatkan anak siswanya SD suruh salat malah malah dituntut ke pengadilan J Wong Tua zaman kiy kan Masyaallah udu Masyaallah naudubillah [Musik] ya Manja banget ya jenengan dulu pernah enggak anu digitik nang gurune ngert ditik apa diitik Siapa apa disabet pakai apa rotan terusi penggaris ketika pemeriksaan kuku masih ingat enggak ya kukune S Dawa blet sekarang ada guru kayak gitu diapain laporin polisi Jan Wong Tua zaman sengie pancen Allah Musta ya saya tanya apakah tiga unsur tadi akidah ibadah dan opo wau akhlak itu didapatkan anak-anak kita di sekolah mereka atau tidak lah wong pelajaran agama di sekolah umum itu satu pekan cuma dapat 2 jam pelajaran 2 jam pelajaran itu pun seringnya jam agama itu ditaruh di jam terakhir mangsane ngantuk bebeh kencot ngantuk males lapar mana fokus jam pertama buat apa matematika gitu [Musik] ya jam pelajaran agama di sekolah-sekolah umum kita itu di anak tirikan sudah cuma sedikit ditaruhna di jam terakhir yang lebih mengenaskan kadang-kadang gurune gole murang ora menarik ya gurunya ngajarnya kurang menarik akhirnya anak-anak yo tambah parah bolak-balik ngelihat jam perut sudah keroncongan sudah bunyi sudah enggak fokus maka pendidikan ini adalah tanggung jawab nomor satu atas orang tua pendidikan akidah kewajiban kita menanamkan akidah yang benar makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendidik anak-anak kecil di zaman beliau sejak belia nasihati Ibnu Abbas radhiallahu anhuma Sata fasalillah waastant fastain Billah Le kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada siapa tadi bu Ibnu Abbas radhiallahu anhuma kalau kamu minta Mintalah kepada Allah kalau kamu butuh pertolongan Mintalah pertolongan itu kepada Allah dari kecil anak ini sudah ditanamkan akidah sampai disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kenapa kita harus minta kepada Allah bayangkan loh minta kepada Allah Nabi enggak mengatakan saalta fas’alni kalau kamu minta Mintalah kepadaku kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam enggak Mintalah kepada Allah banyak di antara kita kalau menasihati anaknya pesan sama anaknya ketika mau ditinggal ke mana nak nanti kalau butuh apa-apa jangan lupa wa siapa Bapak WA ibu kalau bapak ibu enggak jawab kamu Wa Pak Le bude pakde Bu Le gitu kan ada enggak di antara jenengan yang kalau mau bepergian pesan sama anak-anak kalau butuh apa-apa minta sama Allah ada ngacung jajal ranana Nah kalau sakit itu minta kesembuhan kepada siapa Allah yang ada adalah Bu minta mainan nanti ya nunggu bapak gajian jarang di antara kita Bu minta mainan Nak minta ya sama Allah jarang Ya tapi kan kalau kita minta sama Allah apa ujuk-ujuk mainannya jatuh dari langit loh terserah Allah caranya gimana itu bukan urusan kita urusan kita adalah ngajari diri kita dan anak kita untuk minta sama Allah bagaimana teknis Allah ngasih itu bukan urusan kita Allah bisa ngasih lewat orang tua Allah bisa ngasih lewat tetangga Allah bisa ngasih lewat sekolah Allah itu Maha maha kuasa terserah Allah mau ngasih pakai cara apa akidah setelah akidah nopo mau ibadah ibadah nomor satu adalah salat maka sejak kecil orang tua nyontoni memberi contoh anaknya salat makanya ibu-ibu itu sunahnya salatnya di mana Di rumah Supaya apa supaya anak pertama kali membuka matanya bisa ngelihat yang dilihat adalah ibunya yang lagi salat sehingga yang terekam di dalam benaknya adalah Oh begitu toh cara salat bapaknya juga sunahnya Lukan salat sunah di mana Di rumah lagi-lagi supaya anak itu ngelihat Bapaknya lagi salat Semenjak dia bisa membuka matanya sampai umur 7 tahun sampai umur berapa 7 tahun setiap hari lima kali dalam sehari dia melihat Bapak dan ibunya salat kalau sudah setiap hari selama 7 Tahun berapa tahun 7 tahun ngelihat Bapak dan ibunya salat kira-kira umur 7 tahun disuruh salat gampang apa susah gampang karena setiap hari sudah melihat ya manusia itu adalah pencontoh peniru Ulung manusia itu peniru u Ulung Apa yang dia lihat itu yang akan dia tiru berarti kalau ada anak umur 7 tahun kon salat Angel ku mergane apa Nah ada anak umur 7 tahun disuruh salat kok susah banget itu karena apa bu kena apa bu ya karena enggak pernah ngelihat Bapak ibunya salat ya salat puasa Ramadan jadi para sahabat dulu itu ngajarin puasa itu sampai anak-anaknya ini diselimurakkan diselimurakkan itu diapain selimur siapa ya bahasa Indonesianya ya bismillah Hm diapain Bu di dialihkan dialihkan perhatiannya makanya mereka anak-anak yang disuruh latihan puasa itu dikasih nopo mainan begitu perjuangan para sahabat supaya anak-anak mereka Terlatih untuk puasa walaupun belum wajib belum balik kan belum wajib tapi mereka pengin anak-anak mereka terbiasa untuk berpuasa sehingga nanti ketika balig sudah enggak susah lagi untuk berpuasa ibadah nomor satu tadi nopo Bu akidah nomor dua ibadah nomor tiga akhlak akhlak kepada orang tua akhlak kepada kakak akhlak kepada adik adab makan adab masuk rumah adab masuk kamar mandi adab tidur adab berpakaian banyak banget ya jadi penanaman akhlak itu sangat beragam penanaman adab itu sangat beragam masuk rumah kemarin kita sudah ajari masuk rumah kita ucapkan opo salam anak kita masuk rumah diajari sama itu namanya penanaman Adab Adab kepada tamu masih kecil Kalau ketemu dilatih untuk sa Salim Adab Adab kepada tamu ya Kakak Adik tukaran berkelai ya cekcok setelah selesai disuruh apa salaman minta maaf itu adab kepada saudara anak minta kepada orang tuanya angkat suara diingatkan Nah Enggak boleh angkat suara suaranya sama orang tua harus harus enggak teriak-teriak volumenya yang rendah yang sopan ya ketika orang tua konsisten untuk menunaikan hak-hak ini maka anak akan merasa dihargai keberadaannya kalau anak dihargai keberadaannya oleh orang tuanya maka Insyaallah anak itu akan betah tinggal di rumah Kenapa banyak anak yang tidak betah tinggal di rumah karena ada dan tidak adanya dia sama saja enggak dipedulikan alias dicuwekin sama orang tua Tapi kalau anak itu merasa dihargai hak-haknya dipenuhi sama orang tuanya nafkahnya diberikan pendidikannya diberikan ketika anak Melakukan kebaikan di apresiasi sama orang tuanya ketika anak melakukan kesalahan ditegur dengan cara yang baik maka anak ini merasa dihargai Oh ternyata Saya dianggap ada karena hak-hak saya dipenuhi dan kalau dia sudah terbiasa untuk mendapatkan haknya maka dia pun juga akan hargai hak orang lain Kenapa karena haknya dihargai maka dia akan menghargai orang lain Kapan anak tidak menghargai hak anak hak orang lain ketika hak-hak dia tidak dipenuhi saya tutup dengan sebuah kejadian yang sangat luar biasa di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam suatu hari nabi sallallahui wasallam minum nopo minum bersama para sahabatnya sebelah kanan beliau ada anak-anak kecil ada satu anak kecil ada satu anak kecil di samping kirinya ada orang-orang dewasa yang sudah sepuh-sepuh Biasanya kalau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam habis minum yang disuruh minum sesudah beliau anak kecil atau orang tua Jeng sepi anak kecil kita itu biasanya mendahulukan orang tua atau anak Kecila orang tualah biasanya Nabi Sallallahu alai wasallam kalau minum habis minum itu yang suruh minum sesudahnya adalah orang tua bukan anak kecil tapi yang jadi masalah apa yang jadi masalah yang duduk di samping kanannya adalah anak kecil biasanya nabi itu akan mendahulukan orang yang duduknya di sebelah kanan bukan yang sebelah kiri karena nabi lebih menyukai arah kanan daripada arah kiri berarti dalam kondisi seperti ini nabi mau kasih orang tua Tapi sayangnya orang tua itu duduk di sebelah kiri sebelah kanannya anak kecil maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tahu bahwa hak anak kecil ini adalah minum setelah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena anak kecil itu duduk di sebelah kanan nabi pengin mendahulukan orang yang lebih tua tapi hak ini dimiliki saat itu oleh anak kecil apa yang dilakukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Apa yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam minta izin bayangkan minta izin sama siapa anak kecil anak kecil nabi minta izin kenapa Karena nabi tahu ini haknya anak kecil tersebut dia duduk di sebelah kanan ini hak dia maka ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan mengambil haknya nabi minta izin Apakah kita pernah melakukan itu sama anak-anak kita jatahnya anak anak kita jatahnya anak kita contoh misalnya anak kita dikasih uang lebaran anak kita dikasih uang lebaran sama pakde-pakdenya bulik-buliknya biasanya uang itu dititipkan sama siapa hah ibune Bapake ibune Bu jenengan pernah enggak pakai duit anak itu buat belanja sering jenengan izin gak izin gak bu Nah kursi citok sing jawab izin liane laporan itu hak anake jenengan l Bu mau ngambil itu izin dulu kalau dia oke oke tapi kalau dia Enggak oke Jangan jenengan pakai Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam minta izin sama anak tadi toh minta izin boleh enggak ini saya dahulukan buat orang tua ini adalah hak kamu karena kamu duduk sebelah kanan apa kata anak itu wahai Rasul enggak boleh gak boleh kata an Kenapa karena mungkin anak ini nunggu-nunggu Kapan saya bisa minum habisnya apa Rasul S Al wasallam langsung maka kata anak kecil itu wahai nabi sehinggak akan berikan hakku kepada siap pun maka Apa yang dilakukan nabi dikasih haknya didahulukan anak kecil itu baru kemudian nomor tiganya baru orang-orang tua tadi begitulah Nabi Sallallahu alaii wasallam mengajarkan kita menghargai hak anak padahal ini gak Wajib Pak Bu gak wajib seandainya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam enggak memberikan hak itu kepada anak kecil tadi langsung diberikan kepada orang tua-orang tua yang ada di samping kirinya Insyaallah enggak dosa karena ini setahu kami sunah bukan kewajiban kalau hak-hak yang sunah saja Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam minta izin apalagi hak yang sifatnya waajib maka tunaikan hak-hak anak kita yang wajib-wajib maupun yang sunah sunah mudah-mudahan akan bermanfaat buat kita semuanya Masih sisa beberapa menit silakan ada pertanyaan bisa disampaikan baik Ustaz Terima kasih jazakumullah atas materi yang disampaikan Eh ada satu pertanyaan yang masuk Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warmatullah wabarakatuh ee Ustaz boleh mereka memaksa anak bangun salat Subuh karena usia mereka sudah 10 tahun Apakah hal ini tidak berpengaruh terhadap kejiwaan mereka Ustaz jazakumullah Khairan Apakah boleh memaksa anak bangun karena usianya sudah 10 tahun untuk salat subuh boleh boleh wong anaknya sudahah berapa 10 tahun kecuali kalau anaknya belum 7 tahun atau sudah 7 tahun sekalipun kalau belum 10 tahun belum wajib tapi kalau sudah 10 tahun maka sudah wajib makanya apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wribuhum alaiha wahum ABN asrin kalau anak kalian sudah sampai umur 10 tahun kok belum mau salat boleh dipukul boleh dipukul tapi pukulannya bukan pukulan yang sampai bikin babak belur ya jadi pukulan yang tidak ee meninggalkan bekas hanya sekedar untuk menakut-nakuti anak Jadi kalau anak enggak bangun boleh dipaksa bangun kalau umurnya sudah berapa tadi sudah 10 tahun tapi Bapak Ibu yang kami hormati yang namanya penyuluhan Kenapa Bu penyuluhan penyuluhan siapa ya Ee pengajaran penyadar itu penting Jadi kita itu sebelum maksa anak itu kita perlu memberikan pengertian kepada anak kita bahwa kamu ini umurnya sudah 10 tahun kamu ini wajib salat Kenapa kita wajib salat alasannya disebutkan karena Allah Azza waalla memerintahkan itu karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam nyuruh itu karena kalau kita enggak Salat nanti kita akan sengsara di dunia dan di akhirat sebaliknya kalau kita salat kita akan bahaagia di dunia dan di akhirat jadi kewajiban kita itu menjelaskan kepada anak dulu jadi jangan ujuk-ujuk langsung dipaksa untuk salat tanpa ada penjelasan sebelumnya satu kemudian anak itu biasanya susah bangun karena apa karena apa Karena tidurnya kemalaman karena tidurnya Kem lemah biasanya anak tidur kemalaman gara-gara apa mainan hp maka anak ini perlu dijelaskan nak yang diajarkan sama nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itu habis Isya segera tidur orang tuanya perlu perlu nyontoni nyuruh anaknya Habis Isa cepat tidur malah Wong tuane nonton HP baik yang enggak matching namanya maka orang tuanya ngasih contoh ayo nak kita waktunya tidur kasik Subhanallah Bapak Ibu tubuh kita itu punya ritme punya nopo ritme ritme siapa ya kebiasaan punya nopo Kebiasaan kalau kita tidurnya gasik Insyaallah tanpa dibangunkan pun tanpa dibangunkan pun itu waktunya bangun bakalan apao bangun jadi tubuh kita itu punya ritme dan ritme ini perlu dibiasakan perlu dibangun perlu dibikin perlu dilatih ritme itu kalau kita tidur jam 0.30 misalnya kemudian kita bangun jam .30 atau bangun jam 3 itu kira-kira tubuh kita ini sudah cukup istirahatnya atau belum cukup misal ya 9 10 11 12 1 2 3 berapa 7 jam cukup atau tidak cukup tidur 7 sudah cukup Kenapa susah bangun subuh Karena tidurnya jam 12.00 yang lebih parah jam 12.00 tidur gara-gara maksiat ya lebih parah lagi ya sudah telat tidur telat tidurnya Itu gara-gara maksiat Ya tambah parah susah bangun maka anak ini perlu dijelaskan nak ini ajaran Nabi habis Isya tidur nanti kalau sudah tidurnya cukup dibangunkan Insyaallah gamang tidurnya kasih kemudian Salah satu cara yang lain untuk memudahkan bangun tidur adalah mengamalkan sunah-sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sebelum tidur baca baca doa wuu menghid ee tidur menghadap sebelah kanan sebelum tidur bersih-bersih nopo Bu bersih-bersih dapur kasur bersih-bersih noo kasur itu sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya kalau sunah-sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini dilakukan insyaallah Allah bangunnya akan gampang apalagi siang-siangnya juga menjalankan sunah Nabi sallahui wasallam yaitu tidur siang Wah itu lebih gampang lagi jadi enggak sekedar memaksa anak bangun tapi juga ngajari anak Bagaimana supaya gampang bangun masih ada pertanyaan Ya baik terima kasih Ustaz jazakullah atas Jawabannya kami bacakan pertanyaan berikutnya nya Ustaz Bagaimana cara mengatasi anak korban perceraian kita sudah mengajari yang baik dari hal tentang Agama sampai tentang aturan sehari-hari di rumah misalkan salat mengaji pada saat diingatkan dan disuruh dia kerjakan tetapi kemudian dia lalai lalai lagi begitu juga dengan pelajar dengan belajar mohon nasihatnya Ustaz nasihatnya adalah tidak bosan untuk mengingatkan itu nasihatnya sudah diajak salat mau salat besoknya lalai lagi ya berarti besoknya di ajak lagi kan nabi S wasallam katakan muru aulakumti W abna perintahkan anak kalian untuk salat umur 7 tahun 7 sampai 10 tahun berapa tahun tiga kita itu 3 tahun nyuruh anak kita salat Sehari berapa kali lima kali lima kali dalam sehari kali 3 tahun kali 360 kali pinten I guru matematika * 3 * 300 eh maaf Kok 3 5 5 * 3 karena 3 tahun kan Ya kali 360 hari berapa ribuan kali jadi yang namanya membiasakan anak salat itu ribuan kali bukan sehari du hari sekali tiga kali [Musik] bukan Maka kalau anda pengin anak Anda atau anak yang anda rawat itu rajin beribadah ya Harus tidak bosan-bosan untuk mengingatkan dan mengajar Mungkin ini yang bisa kita sampaikan dan kita pelajari pada kesempatan yang berbahagia kali ini Terima kasih atas perhatiannya mohon atas segala kekurangannya kita akhiri dengan doa kafaratul majelis subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaih asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *