pebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahu uahaillallah wdahuu Muhammad Abdu maat islamakumullah para pemerhati ra di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis n pembahasan di kesempatan ini berkaitan dengan beberapa pelanggaran syariat yang dilakukan oleh kaum Sufi terhadap perjalanan dan pengembaraannya islamakumah Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu Ihsan alathari almaidani maahullah dan selanjutnya kita persilakan kepada alustazur Ustaz Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh alhamdulillah agf wubillahu anfusinatialinaahdihillah Fala mudillalah W yudlil Fala hadialah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih Wal tamutunna illa Wa Antum muslimun Amma ba para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat rahim warahimakumullah pertama kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala atas setiap nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita selawat dan salam tidak lupa juga kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sahabat beliau keluarga beliau dan siapa saja yang meniti sunah beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pada kesempatan siang ini kita ee kembali ee melanjutkan ee pembahasan dari yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnu jauzi kita masih berbicara talbiz iblis terhadap kaum sufi dalam ee ee masalah perjalanan pengembaraan yang menjadi ciri khas mereka dan ini sudah berlalu beberapa bab berkaitan dengan ee masalah ini karena salah satu di antara amalan mereka adalah melakukan perjalanan dan pengembaraan ya ber ee bersafar di muka bumi dengan tujuan pengembaraan ya salah satu kisah yang mereka angkat di dalam bab ini adalah kisah yang dinukil dari Abu Hamzah alkhurasani Dia bercerita Pada suatu hari aku melakukan perjalanan untuk menunaikan Haji saat berada di tengah perjalanan aku terjatuh terjerembab dalam sebuah sumur itu dia masuk ke dalam sumur Dia berkata dia melanjutkan kisahnya jiwaku mendorong agar berteriak minta tolong tapi aku meyakinkan diri dengan berkata tidak demi Allah aku tidak akan minta tolong kepada siapun saat pikiran itu berlalu tiba-tiba dua orang melintas di pinggir sumur salah satunya berkata kepada temannya Mari kita tutup sumur yang terletak di tengah jalan ini Tak lama kemudian keduanya membawa kayu dan tikar maka aku berkomatkamit Seraya bergumbam mohonlah pertolongan yang lebih dekat denganmu maksudnya Allah daripada kedua orang itu ya Jadi maksudnya di sini adalah dia tetap bertahan untuk tidak minta tolong kepada orang yang ada di atas sumur itu dia Mungkin saja bisa menolongnya dia tetap Kukuh untuk tidak minta tolong kecuali kepada Allah subhanahu wa taala yang lebih dekat dengannya katanya gitu ya maka aku pun tetap diam hingga keduanya menutup sumur tersebut I ini Tentunya kisah-kisah seperti ini sering diangkat oleh kaum Sufi ya untuk menjelaskan sesuatu yang menerangkan tentang kehebatan tawakal mereka bergantungnya mereka kepada Allah dan sejenisnya kepasrahan mereka tapi ada Sisi kekonyolan di sini ya Ya tentu saja dalam kondisi seperti ini ya eh naluri manusia pasti minta tolong ya untuk bisa selamat gitu apalagi dua orang yang ada di atas sumur itu mau menutup sumur tersebut Tapi Begitulah Ya kisah-kisah seperti ini masyhur Makruf di kalangan mereka dan mereka suka dengan kisah-kisah seperti ini ya Nah tiba-tiba datang sesuatu membuka ee lubang sumur itu yang sudah ditutup dan menjulurkan kedua kaki ya ke bawah dengan bahasanya dia berseru berpeganglah spontan aku berpegangan padanya sampai dia mengeluarkanku dari sumur dari dalam sumur itu saat aku lihat ternyata sesuatu itu adalah binatang buas ya ini ee lebih konyol lagi ya di sini dia minta bantuan kepada binatang buas kalah dia minta tolong kepada Allah ya tentunya dia tidak perlu menyambut kedua kaki binatang buas itu ketika terjulur ke bawah dia tetap aja minta tolong sama Allah ya tapi demikianlah Ya kisah-kisah seperti ini kadang-kadang enggak masuk akal dan terlalu mengada-ngada ya kemudian seorang memanggilku wahai Abu Hamzah bukanah itu baik adanya kami menyelamatkanmu dari keinasaan dengan kebinasaan setelah keluar dari sumur itu Abu Hamzah bersyair rasa maluku padamu mencegah diri ini untuk utarakan keinginanku minta tolong kepada makhluk kedekat kedekatanku dengan Allah telah mencukupi jiwa ini Hingga aku tak perlu tak perlu kuungkapkan Harapan itu jadi di sini dia menjelaskan tentang tawakalnya yang tinggi kepada Allah subhanahu wa taala sehingga dia tidak mau minta tolong kepada siapapun walaupun dalam kondisi seperti ini ya yang berkaitan dengan keselamatan jiwa ini kalau kisahnya benar ya tapi kebanyakan kisah-kisah seperti ini enggak benar ya kisah-kisah fiktif gitu ya Ibnu jazi mengatakan kalangan Sufi berbeda pendapat tentang sosok Abu Hamzah yang jatuh ke dalam sumur ini ya ya jadi ee tokoh yang ada di dalam kisah ini juga masih diperselisihkan siapa ini Abu Hamzah ada yang mengatakan seperti abu Abdurrahman assulami mengatakan dia adalah Abu Hamzah alkurasani ya seorang sufi yang sebaya dengan Aljunaid Tapi menurut riwayatriwayat lainnya ada yang mengatakan dia adalah abu HAM adimaski dari damaskus bukan dari khurasan sementara yang lain itu abu nuaim alhafiz mengatakan bahwa dia adalah Abu Hamzah albaghdadi dari Baghdad yang nama aslinya Muhammad bin Ibrahim ya alkhatib juga menyebut nama Abu Hamzah itu di dalam tarikhnya Tarikh Baghdad ya dan dia juga menyebut kisah tersebut jadi ini sosok belum jelas juga siapa ini Abu Hamzah di ini apakah khurosani dari khurosan apakah dia adalah Abu Hamzah adimaski dari damaskus atau dia adalah Abu Hamzah al-baghdadi dari Baghdad ini sudah tiga negara Abu Hamzah ini kalau sekarang ya ada yang mengatakan dari Suriah ada yang mengatakan dari Irak ada yang mengatakan dari Iran ini porosan di Iran damaskus di Suriah AB Baghdadi di irq Baghdad Lalu siapa ini Abu Hamzah ya dari situ aja kita sudah tahu ini kisah diada-adakan saja ya tidak e belum bisa dipastikan tidak bisa dipastikan kebenarannya ya maka ee Ibnu jauzi mengatakan siapapun Abu Hamzah di dalam kisah tersebut ya siapunlah dia kata beliau kata Ibnu jauzi siapapun orang ini yang disebutkan tokoh itu di dalam kisah tersebut yang jelas dia telah bertindak keliru ya Kalau benar ini kisah ini jelas salah dia enggak ada benarnya menyalahi syariat dengan sikap diamnya ya membantu hawa nafsunya dengan tidak minta tolong kepada orang lain sudah seharusnya dia berteriak dan mencegah sumber itu ditutup oleh dua orang yang dilihatnya tadi sebagaimana dia wajib membela diri dari orang yang bermaksud membunuhnya ya tentunya ketika kedua orang di atas sumur itu Ingin menutup sumur itu ini sama dengan ingin mencelakakan dirinya taruklah dia tidak minta tolong Mungkin dia bisa berusaha sendiri naik ke atas sumur tapi tindakan yang akan dilakukan oleh dua orang tadi dengan menutup sumur itu ini jelas membahayakan dirinya seharusnya dia berteriak ya Karena nabi mengatakan l poadiror tidak boleh mencelakakan diri sendiri dan orang lain apalagi keduanya enggak tahu ada ada orang di dalam sumur itu ya kalau mereka tahu ada orang di dalam sumur itu mereka tidak akan tutup sumur itu ya jadi tindakan mereka berdua itu membahayakan dan dia harusnya teriak gu ya Adapun kemudian ada kaki yang masuk t kaki binatang kaki hewan buas Ah ini ini juga kisah enggak jelas ya ya Ee ya terlihat sekali fiktifnya begitu macam cerita film jadinya ya enggak ya tapi ya kadang-kadang kaum Sufi suka hal-hal seperti ini begitu ya dan itu juga yang yang yang yang terjadi pada mereka hari ini suka dengan cerita-cerita yang fiktif ya dan ahli bidah ya salah satu cirinya adalah suka dengan kisah terutama kisah-kisah yang enggak benar gitu ya di sini ya suka ber berkisah jadi salah satu sebab bidah itu juga dari kalangan qasas qusas yaitu para ee penutur kisah penutur cerita begitu yang senangnya cerita ya Dan cerita-cerita ini ya kebanyakannya itu ee fiktif enggak benar enggak bisa dipastikan kebenarannya Tapi anehnya cerita-cerita seperti ini justru dijadikan sebagai dasar ya atas apa yang mereka yakini dan apa yang mereka lakukan nah ini lebih jauh lagi menyimpangnya ya kisah ini aja enggak bisa kita ee terima bulat-bulat ya apalagi kita menjadikan isinya itu sebagai satu ee prinsip ya bahwa memang kita enggak perlu minta tolong kepada siapapun hanya kepada Allah walau bagaimanapun kondisinya dan ini Tentunya ya kita Katakan Tidak ee realistis ya tidak Ee tidak real ini seperti ini ada kalanya kita juga perlu dalam hidup ini saling taawun Alal birri wa Taqwa Ada ayatnya Wat taawanu Alal birri wa Taqwa saling tolong-menolong ya Nah dan seorang itu juga enggak boleh membahayakan dirinya sendiri seperti yang disebutkan dalam kisah ini ya ketika dia sumber itu akan ditutup ini kan samasama artinya dia ingin mencelakakan dirinya sendiri ya lah ketika sumber itu ditutup bagaimana dia bisa keluar ya bagaimana dia bisa keluar ya secara logika itu enggak mungkin ya Lain halnya kalau misalnya sumber itu enggak ditutup ya mungkin saja dia bisa keluar atau dia masih bisa berteriak minta tolong ya kepada orang lain ya ini justru ada orang lain dia biarkan orang lain itu menutup sumur tersebut ya jadi kisah-kisah seperti ini terlihat konyol ya wallahuam bisawab dan ucapan Abu Hamzah Aku tidak akan minta tolong kepada siapapun ini sama dengan ucapan Aku tidak akan makan dan minum Ibnu jauzi mengatakan ini satu bentuk kebodohan manusia yang mengucapkannya ya bahwa q-nya ini mungkin rendah begitu ya Ee ini adalah ee bapak apa namanya ee bukti kebodohannya begitu sekaligus pelanggaran terhadap hikmah penciptaan dunia karena Allah menciptakan segala sesuatu berdasarkan hikmah Allah menciptakan tangan bagi manusia sebagai alat penangkal menciptakan lidah untuk bicara akal untuk bisa menimbang mana mana mara bahaya mana maslahat mana ee mudarat ya supaya dia bisa menolak mudarat dan bisa membawa manfaat atau maslahat ya demikian pula makanan dan obat-obatan untuk kepentingan manusia maka itu dari maka dari itu ya Siapa yang menolak Menggunakan sesuatu yang telah sudah diciptakan ya untuk kita berarti dia menolak perintah syariat dan mengabaikan hikmah yang Allah letakkan pada semua ciptaan-ciptaannya wallahuam bisawab ya jadi ini justru bukan menjelaskan tentang keutamaannya dan kehebatannya walaupun yang menutur kisah ini inginnya orang-orang yang membacanya terpanah kan begitu ya terheran-heran kagum takjub luar biasa kan begitu tapi secara tidak langsung dia menunjukkan kebodohannya ya Nah demikian ya Bagi yang memakai akal sehat sedikit saja Tentu saya dapat menilai sekonyol apa kisah ini ya wallahuam bisawab maka dari itu Ibnu jazi mengatakan ini bentuk kebodohan manusia yang menceritakan kisah ini gitu yang mengucapkannya wallahuam bisawab ya Nah kalau ada orang bodoh yang berkata apakah aku perlu menjaga diri sementara segala sesuatu telah ditakdirkan ini orang jahil ya Dia berkata apakah aku perlu menjaga diri sementara segala sesuatu sudah ditakdirkan artinya Apa perlu aku cari Selamat kalau takdir sudah ditentukan ya kalau selamat enggak Selamat sudah ditetapkan ya apa apa aku perlu mencari selamat gitu ya cari Selamat ya maka jawabannya ya bagaimana kita tidak harus menjaga diri ya Arya kita harus cari Selamat ya atas apa yang ditakdirkan tersebut apapun takdirnya kita enggak tahu ya selamat enggak selamatnya tapi wanisia diperintahkan untuk cari selamat bukan cari bahaya Nah demikian Ya Allah subhanahu wa taala berkata dalam surah Annisa ayat 71 H bersiapsiagalah kamu Allah per perahkan kita untuk bersiapsiaga artinya mencari Selamat ya mencari selamat bukan Bersandar kepada takdir selamat enggak Selamat ya terserah Enggak seperti itu lalu di mana akal kita gitu ya Ee hewan saja ya dia cari selamat gitu hewan saja pun punya naluri untuk cari selamat dan dia berusaha untuk menghindar dari apa mudarat itu hewan lu Bagaimana dengan manusia gitu ya Lalu di mana akalnya hewan saja yang enggak berakalah kita katakan Ya dia juga tetap cari selamat nalurinya mengatakan seperti itu ya Nah apalagi kita manusia maka Allah perintahkan kita untuk bersiap-siaga khudu hidrakum artinya kamu harus cari selamat bersiap-siaga artinya ada persiapan untuk untuk bisa selamat dari mudarat ya nah misalnya kita berkendara pakai safy belt ya tali pengaman sabuk pengaman itu ya mungkin kalau orang jahil mengatakan untuk apa aku pakai ini ya kalau tabrakan selamat enggak selamat itu kan sudah takdir walaupun pakai ini ya mati juga kalau mati ya mati juga katanya kan gitu ya lalu dia memilih enggak pakai enggak pakai safety belt sabuk pengaman ya Apa ini dibenarkan Apakah bisa dibenarkan logika orang yang berpikir seperti ini Lalu kenapa produsen mobil melengkapi semua kendaraannya dengan safety bel wa itu menjadi standar wajib karena akal manusia menuntut itu Ya kita harus selamat kalulah ada terjadi kecelakaan Minimal kita bisa ya menyelamatkan diri amat kita dengan menggunakan memakai safety belt itu ya lalu kalau ada mengatakan seperti yang disebutkan di sini kalau ada orang bodoh mengatakan Wah saya enggak usah pakai itu pakai enggak pakai ya kalau ditakdirkan Selamat ya selamat kalau enggak Selamat ya enggak selamat tentu ucapan seperti itu enggak bisa diterima akal sehat Kalau punya akal sehat ya ya itu Ewan monyet kalau kita Contohkan monyet kalau ya apa ya ya tahu dia ya dia pakai safety bel itu kalau naik kendaraan Kenapa karena nalurinya cari Selamat kalau dia tahu ya Apa aturan apa namanya Bagaimana Naik mobil itu ya itu simpansi atau monyet itu monyet Kalau ngerti dia dia akan pakai helm naik sepeda motor ya Kenapa karena dia tahu dengan pakai helm dia kemungkinan selamat lebih besar Karena dia cari selamat l kalau ada orang jahil mengatakan Nah aku enggak pakai helm enggak pakai helm kalau ditetapkan Selamat ya selamat kalau enggak Selamat ya enggak selamat nah ini ucapan yang ya kita katakan betul-betul tidak bersumber dari akal sehat ya ini ini orang yang akalnya enggak sehat wallahawab ya n Demikian maka ya kita berusaha untuk selamat gitu ya walaupun kita pakai itu belum tentu selamat juga kita tahu itu orang pakai safety belt misalnya berkendaraan dia pakai naik mobil dia pakai safety belt ya dia tahu belum tentu selamat juga tapi Ya sekurang-kurangnya dia telah menempuh jalan untuk selamat gitu wallahuam bisawab apalagi apa seperti yang diceritakan di dalam kisah itu ini sangat-sangat konyol begitu ya artinya kalaulah kita analogikan dengan naik mobil tadi ya dia sudah tahu celaka tapi dia tetap tidak pakai safety belt juga ya dia sudah tahu akan kecelakaan tapi dia tidak pakai safety belt juga e kira kira logika mana yang bisa membenarkan itu ya wallahuam bisawab Nah sendiri Sallallahu Alaihi Wasallam ketika bersembunyi di dalam Goa beliau tidak pernah berkata aku pergi dengan modal tawakal ya fisik beliau tetap melakukan segala sebab dan hati beliau tetap terkait kepada Allah yang Maha mencipta semua sebab itu ya Nah demikian ya kita tahu bagaimana perjalanan nabi hijrah ke Madinah nabi bersembunyi di guaur letaknya di selatan Mekah sementara tujuannya Madinah ada di utara Makkah beliau sengaja mengambil jalan yang tidak biasa supaya bisa menghilangkan jejak apa namanya mengelabui orang-orang musyrik yang mungkin mereka tahu ke mana Tujuan hijrah Nabi dan mereka akan mencari ke arah itu ini siasat kalulah nabi ee ee mengabaikan keselamatan diri ya beliau ya jalan saja ke arah utara nanti kalau dikejar orang-orang musyrik kalau Selamat ya selamat kalau enggak Selamat ya enggak Selamat ya Enggak seperti itu juga ya nabi juga ingin selamat maka nabi melakukan tipu muslihat di dalam peperangan ya karena enggak enggak mungkin ya kita perang mau enggak selamat begitu ya itu namanya bunuh diri nabi juga perang pakai pakai baju besi berat panas ya Kayaknya lebih lincah kalau enggak pakai baju besi ya tapi nabi tetap pakai baju besi Karena nabi ingin selamat dari tebasan pedang musuh nabi enggak kebal kalau nabi kebal ya nabi enggak usah pakai baju besi ya telanjang ee dada menghadapi musuh ibaratnya seperti itu ya enggak usah pakai baju-baju besi begitu ya bagai baju biasa aja kan lebih nyaman lebih ringan tapi enggak ya nabi mengajarkan kita sesuatu yang ya kita katakan ini menjadi satu sunatullah yaitu manusia memang cari selamat walaupun dalam peperangan Walaupun dia tahu di dalam peperangan itu kalau dia mati mati syahid para sahabat bukan enggak tahu itu mereka tahu kalau saya mati dalam peperangan ini saya mati syahid tapi mereka tetap pakai baju besi mereka tetap tetap pakai perisai mereka tetap pakai pedang mereka tetap bersiasat ya enggak gegabah gitu ya Enggak konyol-konyolan seperti yang disebutkan di dalam kisah tadi begitu ya yang sangat-sangat konyolitu Nah itu dalam peperangan yang sudah pasti dia akan menghadapi bahaya ya Dan mereka juga paham kalau mereka mati di dalam peperangan itu mereka mendapat surga mati syahid tapi enggak ada di dalam benak mereka untuk cari mati dengan cara seperti itu gitu ya ya tanpa berikhtiar untuk selamat gitu ya tetap ikhtiar utamanya ya Selamat ya agar dia tidak tertebas pedang musuh ya pakai perisai ya supaya berimbang menghadapi musuh bisa juga menghadapi musuh mereka memakai pedang bukan tangan kosong menghadapi pedang dan tombak itu kan cari mati namanya bukan cari Selamat ya Nah demikian wallahuam bisawab jadi banyak sekali contoh-contoh dari nabi ya bahwa Beliau juga sebagai nabi tetap berikhtiar untuk selamat bukan cari bahaya enggak kita dilarang untuk mencari bahayaemta bahaya atau membahayakan diri sendiri ya Allah subhanahu wa taala mengatakan wulidikum tahlukah jangan Kamu sengaja melemparkan dirimu kepada kebinasaan ya Nah demikian wallahuam bawab tiib eh eh dan dalam peperangan yang lainnya juga ya nabi tetap menggunakan ee siasat ya perang ya sampai nabi mengatakan alhbu khud’ah perang Itu tipu daya boleh bersiasat supaya mendapatkan kemenangan dan selamat gitu ya bukan mencari mati dan mencari bahaya enggak walaupun ya kita tahu bahwasanya kalaulah mati dalam peperangan seperti itu matinya mati syahid wallahuam bisawab Nah demikian dan juga ucapan Abu Hamzah di sini aku dipanggil oleh batinku katanya ini ni ini sering sering jadi landasan bagi orang-orang Sufi ya I panggilan jiwa bisikan batin G ini apa ini apakah dia bisa membedakan Bisikan Setan ya dan bisikan malaikat apa dia bisa melihat setan dan Malaikat Enggak dia tahu ini yang bisiki malaikat ini oh ini yang bisiki setan ini ya maka Allah menurunkan syariat sebagai pedoman dan pegangan bukan kepada insting seperti ini gitu ya Menurut kata batinku gitu ya ya maka kita diajari untuk berpegang dengan nas-nas syariat ya maka ee Ilham itu dulu ada tapi ketika al-qur’an sudah diturunkan maka Allah tidak lagi menurunkan Ilham itu kepada manusia karena sudah cukup dengan pedoman yang Allah turunkan dalam bentuk Wahyu yaitu al-qur’an sampai akhir zaman Nabi mengatakan dulu umat-umat terdahulu ada almuhaddatun yaitu mulhamun orang-orang yang mendapat Ilham kalau di kalau itu ada di kalangan umat ini maka orang yang ber yang paling pantas untuk mendapatkan Ilham itu adalah Umar ya kalau kalau itu artinya Enggak ada enggak ada lagi Ilham setelah diturunkannya al-qur’an Karena manusia tidak perlu ilham-ilhaman lagi karena sudah ada pedoman di tangan mereka yaitu al-qur’an maka tidak ada orang-orang yang dapat Ilham seperti umat-umat terdahulu karena di di tangan kita ada pedoman ya yaitu al-qur’an itu yang harus menjadi acuan tapi kadang-kadang orang-orang seperti ini lebih suka dengan ya ee hal-hal ya kita katakan ee aneh seperti ini ya seperti aku dipanggil oleh batinku ini bisikan batin dan sejenisnya ya ini Ilham ya Ada lagi yang lebih konyol dengan mimpi ya kita tahu mimpi itu bukan tidak bisa menetapkan apapun di dalam agama tidak bisa menetapkan halal dan haram Ya nah tapi banyak juga yang berpegang dengan dengan mimpi dan menjadikan sebagai landasan hukum ya ya mimpi itu ada ya dan ada takwil mimpi juga tapi tidak boleh mimpi dijadikan landasan hukum ya karena hukum itu harus berlandas kepada suatu yang real dan jelas enggak boleh asumsi itu tertolak wallahuam bissawab ya Nah Ibnu jazi mengatakan ini merupakan bisikan jiwa yang bodoh dia yang kebodohan tertanam ee tertanam kuat di situ sehingga Dia mengira inti Tawakal adalah meninggalkan sebab dan segala upaya ya karena syariat tidak pernah memerintahkan sesuatu yang terlarang jadi jelas ini bukan bisikan yang benar ya jangan-jangan ini Bisikan Setan itu kepadanya untuk meninggalkan tawa untuk meninggalkan ee ikhtiar atau asbab sebentara Allah perintahkan kita untuk akul asbab jadi bisikan-bisikan seperti ini ini bisikan-bisikan yang bisa Jadi kalau benar kisah ini ya ini dari setan ini maka kita perlu belajar ya karena setan enggak terlihat ya supaya dengan pedoman al-qur’an yang ada di depan kita ini kita bisa tahu ah ini ini Bisikan Setan ini enggak benar kenapa bertentangan dengan syariat nas-nas syariat itu Perlunya kita belajar ya ya kalau kita tidak belajar hanya mengandalkan insting ya bisikan jiwa dan lain-lain sebagainya ya berdasarkan perasaan dan logika semata kita bisa sesat ya karena logika bisa menyesatkan bisikan hati juga kadang-kadang bisa menyesatkan ya wallahualam kalau tidak ada panduan ilmu ya maka di dalam Islam kita diperintahkan untuk menuntut ilmu berilmu dan itu dijadikan sebagai landasan untuk menetapkan sesuatu tu ya Bukan menurut kata hati menurut kata hatiku ya menurut pikiranku menurut hematku Enggak seperti itu wallahuam bissawab ya Nah demikian lalu ini ini perkataan Ibnu jauziyah Lalu kenapa batin orang ini tidak menampik uluran tangan orang-orang yang bisa membantunya menyelamatkannya dan malah ya bergantung ya kepadanya lalu dijadikan pegangan ya artinya Kenapa batin orang ini ya tidak menerima uluran tangan orang yang bisa membantunya dan dia bisa bergantung ee kepadanya dan bisa menyelamatkan diri melaluinya lalu batin seperti ini jadikan pegangan ya ini jelas menyesatkan wallahuam bawab ya Nah demikian ya Kemudian beliau mengatakan Memangnya Apakah perbedaan antara pemberitahuan aku berada di dalam sumur dengan perbuatannya Yang berpegang kepada benda yang menjulur ke arahnya tadi tadi yang disebutkan seperti kaki binatang ya ternyata binatang buas Setelah dia naik ke atas lu enggak tahu bagaimana binatang buas ini bisa membuka tutup sumur tadi gu ini enggak enggak dijelaskan detailnya gimana itu ceritanya itu ya tiba-tiba ada kaki yang menjulur Terata kaki binatang buas ya yang jadi pertanyaan itu kan suuur sudah ditutup tadi l gimana Kakinya bisa menjulur ke bawah ini juga bisa dikatakan mengada-ngada jadinya kisahnya Ya wallahuam bawab jadi Ya jelas eh sudah kita singgung sebelumnya bahwa ada buku ya eh yang ditulis oleh Ihsan Ilahi Zahir yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia judulnya ya tasawuf ajar bualan kaum Sufi atau sebuah konspirasi ya Nah di situ dijelaskan tentang penyimpangan-penyimpangan kaum Sufi kaum Sufi berkaitan dengan kisah-kisah yang sering mereka angkat dan itu kebanyakan kisah-kisah yang konyol seperti ini W enggak masuk akal sama sekali dan terlihat dari kisah ini ini terlalu mengada-ngada kan begitu ya ya terlalu mengada-ngada tadi dikatakan bahwa ada dua orang yang bisa menyelamatkannya di di atas sumur itu dia terjerembab jatuh ke dalam sumur ya terjerembab jatuh dalam sumur aja itu sudah bisa membuat orang mati kan begitu ya Nah tiib dia terjerembab dalam sumur Anggaplah seperti itu ah ee Entah dari mana sumur ini ada di tengah gurun kan begitu ya ya taruklah ada seperti itu Lalu ada dua orang yang datang ya tiba-tiba dua orang ini mau menutup sumur itu ini keanehan juga ini ya sumur itu bukan punya mereka dan sumur itu kan penting gu apalagi bagi para musafirin ya Lalu kenapa keduanya mau menutup sumur itu ada indikasi dua orang ini orang jahat gitu ya ya kemudian dia bisa minta tolong kepada orang itu tapi dia tidak mau minta tolong ya berikutnya dia tahu orang ini akan menutup sumur itu dia malah diam Nah setelah sumur itu ditutup ya tiba-tiba ada kaki menjulur ke bawah gitu lalu dia berpegangan pada kaki itu kalau dia memang menunggu Pertolongan Allah dia jangan ambil raih itu kaki itu ya ternyata saat di atas bukan manusia lagi kaki binatang buas itu entah gimana binatang buas itu bisa menjelurkan kakinya sementara sumur itu ditutup yang nutup manusia yang buka hewan buas gimana kisah ini bisa masuk akal gitu ya sangat tidak masuk akal dan mengada-ngada wallahuam bawab ya maka yang kita perlu belajar supaya agama ini menjadi suatu hal yang ya kita katakan sejalan dengan fitrah Git karena agama ini adalah agama Fitrah ya nabi mengatakan innamau bilifitiha Sesungguhnya aku diutus dengan membawa agama yang Hanif yang sejalan dengan fitrah ya dan samhah mudah ya bukan hal-hal yang sulit diterima akal sulit juga untuk dilakukan jika memang harusnya seperti itu gitu ya wallahuam baawab Nah demikian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ini salah satu di antara ya kita katakan Ya kisah-kisah yang e mungkin eh cuma sekedar ya E hiburan saja ya untuk membacanya bukan di jadikan sebagai landasan apalagi pedoman ya wallahuam baawab Dan ini juga tadi kita sebutkan mereka juga juga ee masih berselisih tentang tokoh yang ada dalam kisah itu ada yang mengatakan ini orang dari Baghdad ada yang mengatakan dari khurosan ada juga yang mengatakan ini dari damaskus wallahuam bawab Nah demikian saja mudah-mudahan bermanfaat Astagfirullah wakumiril muslimin innahu gurahim Nam jazakallahiran Barakallah fikum Ustaz atas penjelasan dari kitab talbis iblis tipuda iblis berkaitan dengan pelanggaran syariat yang dilakukan oleh kaum Sufi terhadap pengembaraannya Nam ikhwat Islam azakumullah Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat kita ambil manfaat atau pelajaran yang berharga dan hendaknya kita waspada terhadap pelanggaran syariat tersebut Dan kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Nam kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka Allahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply