Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Talbis Iblis

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] peng bagi anda para pemirsa Roja TV yang tel lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kagian iniah secara langsung Roja TV seluran tilawah al-quran dan kajian Islam 100.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM radio roj Bogor dan radio roj Bandung menebar cahaya sunah bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah ahaall wuuna muhamm Abdu islamakumullah para pemerhati R di manapun Anda berada Alhamdulillah di kesempatan Senin siang yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Abu ihsaniani maahah dalam pembahasan kajian rutin kitab iblis tipu daya iblis Nam di kesempatan siang yang berbahagia ini pembahasan berkaitan dengan talbis iblis tipu daya iblis terhadap kaum Sufi pada saat mereka datang dalam perjalanan Nam ikhwat islamzakumullah Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada Al Ustaz fatafadol Maskur Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu wa nastaininuhu wa nastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina wasayiati ammalina May yahdihillah Fala mudhillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun Amma ba’du para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah harab semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemarti raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Allah pada kesempatan siang ini kita kembali bertemu dan kita kembali melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku talbis iblis tulisan Ibnu jauzi kita masih membicarakan tentang ee beberapa ajaran kaum Sufi di dalam ee Safar ataupun ee adab-adab Safar di antara talbiz iblis terhadap mereka adalah ini merupakan e talbiz iblis terhadap manusia yaitu menggiring mereka kepada perkara yang diada-adakan dalam agama atau dengan kata lain yaitu bidah ya Yang mana merobah-robah syariat menambah-nambahi atau meng mengada-ngadakan sesuatu yang tidak ada ini merupakan salah satu ee bis iblis terhadap manusia dalam semua bab-bab agama karena agama tidak perlu penambahan tidak perlu ditambah-tambahi dan tidak perlu juga dirobah-robah Karena Allah telah menyempurnakannya Allah telah menyempurnakan agama terakhir yang tidak ada lagi syariat yang turun sesudahnya tidak ada lagi petunjuk yang datang sesudahnya Al akakumumum Islam Madinah seiring dengan turunnya ayat tersebut maka Allah telah mengabarkan kepada manusia bahwa agama ini sudah sempurna maka Allah pun menyuruh kita untuk masuk ke dalam agama ini secara sempurna orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam agama ini secara sempurna artinya secara menyeluruh karena Allah telah menjelaskan segala sesuatunya di dalam kitabnya dan melalui sunah nabinya Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka salah satu pokok-pokok kaidah ahlusunah Wal Jamaah adalah ittiba kepada sunah Nabi dan menjauhi segala perkara-perkara yang diada-adakan yaitu albidah perkara-perkara bidah ya muhdasat di dalam agama dan salah satu talbis iblis juga kepada manusia adalah menggambarkan ya seolah-olah perkara bidah ini adalah baik ketaatan karena dia sebagaimana definisi bidah itu sendiri mudohatun byisyariah menyerupai syariat Serupa tapi enggak sama mirip tapi bukan dia seperti itulah bidah sehingga dengan mudah iblis bisa menyeret manusia kepada bidah ini tidak t pandang bulu orang yang enggak punya semangat Agama sampai orang yang punya semangat agama ya iblis menyeret mereka kepada eh perkara-perkara bidah ini Nah di sini masih berkaitan dengan ee pembicaraan tentang kaum Sufi berkaitan dengan ee beberapa ajaran mereka di dalam eh Safar ya di antara e Ibnu jauzi mengatakan di sini di antara paham yang dianut oleh kaum Sufi adalah ketika musafir datang dari Safar atau satu tempat ya Ee dan dia ee masuk ke dalam ee ribat ribat artinya tempat berkumpul ya di sana terdapat sejumlah jemaah maka dia tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka sebelum masuk ke tempat wudu dan berwudu setelah berwudu dia masuk lalu melaksanakan salat dua rakaat setelah itu barulah dia boleh mengucapkan salam kepada Syekh atau mengucapkan salam kepada para jemaah ya Ee tentunya ee adab ya yang diajarkan nabi adalah ketika kita masuk ke sebuah ee kumpulan ataupun majelis kita mengucapkan salam kepada mereka Ibnu jazi mengatakan ini merupakan ee hal yang dibuat-buat EE oleh kaum Sufi ya mutaakhirin yang datang belakangan dan tentu saja menyalahi syariat Allah sebab ahli fikih sepakat bahwa Siapa saja yang menemui satu kaum maka dia dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada mereka baik dalam keadaan suci maupun tidak Suci ya Ee Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan asalamu kalamadaam dahulukanlah salam sebelum berbicara maka dari itu siapa saja memulai ya dengan melontarkan pertanyaan perkataan sebelum salam Maka jangan dijawab pertanyaannya jangan ditanggapi ucapannya itu adab yang diajarkan ee Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya dan ini adalah adab yang mungkin semua semua orang sudah tahu itu ya dan Sudah menjadi kebiasaan kaum muslimin ketika bertemu salam ketika memulai suatu pbicaraan salam ya Asalamualaikum salam Islam itu adalah salam yang Bahkan orang-orang di luar Islam pun tahu dan ya mengerti hal itu ya Nah demikian sesuatu yang diketahui secara luas oleh manusia apalagi seorang muslim itulah yang kita lihat ya di dalam kehidupan Ee kita ya kaum muslimin ketika kita datang ke majelis kita mengucapkan salam ya ketika kita hendak mulai bicara kita mendahulukan dengan e salam Nah demikian nah nah kecuali jika kata Ibnu jauzi di sini Mereka mengambil ajarannya dari kebiasaan anak-anak kecil karena manakala ada anak kecil ditanya Mengapa kamu tidak Ucapkan salam kepada kami dia menjawab Aku belum basuh muka artinya belum berwudu gitu ya artinya ya ini ee bagi orang yang dewasa ya tentunya mereka sudah e mengerti ya adab ini nah kecuali anak kecil yang belum diajarkan adab mungkin ya Nah demikian wallahuam bawab nah diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu nabi mengatakan lusallim assir Alal Kabir Wal Mar Alal qaid walqolil Alal Katsir ini adab yang diajarkan nabi ya ketika ee hendaklah yang kecil mengucapkan salam kepada yang lebih tua yang muda mengucapkan salam kepada yang lebih tua orang yang melintas mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan orang ee jumlah ee jemaah yang sedikit rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang lebih besar yang banyak hadis hadis riwayat Bukhari dan Muslim dalam kitab sahih mereka nah ini adab yang diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya sebagaimana yang kita ketahui bersama ini adalah adab yang sangat basic ya yang sangat dasar hampir semua muslim tahulah ya sebagaimana mereka mengetahui ya Ee surah al-fatihah ya Salam Ini bahkan saya kita katakan tadi ya orang-orang di luar Islam pun kadang-kadang ya ketika dia berbaur dengan kaum muslimin dia ikut ikutan salam juga ya Nah demikian karena dia tahu ini adalah kebiasaan kaum muslimin nah itu yang kita ketahui ya Nah ini yang diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka di sini nabi mengatakan ya orang yang melintas ya orang yang datang ya dia mengucapkan salam kepada orang yang sudah duduk gitu ya jadi misalnya di majelis kita seorang diri datang di hadapan kita ada majelis maka kita ucapkan salam kepada mereka kata nabi yang sedikit mengucap salam mengucapkan salam kepada yang banyak orang yang melintas yang datang mengucapkan salam kepada orang yang sudah lebih dulu datang yang sudah duduk ya Nah demikian itu adab yang diajarkan nabi kepada kita ya karena ini adalah untuk menumbuhkan Sikap menghormati ya Nah kita menghormati ee seseorang itu dengan dalam Islam dengan salam salam itu kan doa ya nah jadi kita yang memulai jika kondisi kita yang terakhir datang kita yang sedikit kita yang muda mengucapkan salam kepada yang tua wallahuam misalnya begini berpapasan ya dengan orang yang lebih tua dari kita dia seorang kita seorang juga ya bukan rombongan Ya seperti ya kalau rombongan mungkin yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak seperti nabi kadang-kadang mengucapam mengucapkan salam kepada anak-anak rombongan anak-anak nabi mengucapkan salam kepada mereka ya Nah Karena nabi seorang diri mereka banyak itu anak-anak maka nabi mengucapkan salam kepada mereka ya Nah nabi tidak merasa jatuh martabatnya marwahnya Ee tidak merasa ee kata orang sekarang Gengsi ya mengucapkan salam kepada anak-anak karena mereka banyak gitu adabnya adalah yang Yang ee sedih it mengucapkan salam kepada yang banyak walaupun mereka anak-anak Nah demikian ya wallahuam baawab nah misalnya lah ya kita bertemu dengan orang yang lebih tua dari kita sama-sama seorang diri misalnya di jalan ya Nah sama-sama melintas enggak satu duduk satu berdiri ya satu melintas tidak tidak juga rombongan di sini ya kita bertemu dengan orang yang lebih tua dari kita maka ada adabnya adalah kita yang lebih muda lebih dulu mengucapkan salam kepada yang lebih tua ya kita mendahuluinya dengan mengucapkan salam kepadanya sebagai bentuk penghormatan ya kepada orang yang lebih tua nah ini adab yang diajarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nah demikian ya Nah akan tetapi di sini kaum Sufi membuat satu aturan gitu ya aturannya adalah kalau dia datang dari Safar atau dia masuk ke tempat berkumpulnya manusia maka dia enggak boleh mengucapkan salam sebelum dia wudu salat dulu gitu wudu dulu salat dulu baru selesai salat dia salam gitu Nah demikian ya ini aturan seperti ini ya tentunya tidak ada ya dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wallahuam bawab Nah demikian di antara talbis iblis lagi ya terhadap kaum Sufi adalah saat ada yang meninggal ya ya ketika mereka mengetahui ada muslim yang meninggal dunia maka di sini Mereka mengadakan suatu ataupun meyakini satu hal yang ya kita katakan ini merupakan talbis iblis ya terhadap mereka iblis melancarkan dua tipuan dalam hal ini kepada mereka tipuan pertama adalah orang-orang Sufi itu mengatakan orang mati tidak boleh ditangisi jadi siapapun yang menangisi orang mati berarti dia telah menyimpang dari jalur ahli makrifat ya Eh memang tidak boleh meratap ya tapi bukan berarti dilarang menangis itu berbeda meratap dilarang ya larut dalam kesedihan itu juga enggak boleh tasdidul huzni itu bukan merupakan ajaran Islam yaitu memperbaharui terus-menerus larut dalam kesedihan itu enggak boleh akan tapi menangis karena sedih ya Secara Ee kita katakan natural ya ya sebagaimana manusia ya punya perasaan ya ketika dia ditinggal oleh orang yang EE dicintainya dia menangis itu adalah air mata kasih sayang nabi juga melakukannya ketika Putra beliau Ibrahim wafat beliau menangis maka para sahabat bertanya ya Rasulullah kamu menangis juga Nabi mengatakan ini adalah Air Mata kasih sayang jadi nabi membedakan antara ratapan meratap ya dengan menangis ya ya itu juga menjelaskan bahwa boleh kita menangis karena sedih karena kasih sayang kita kepada orang yang kita cintai ya Nah demikian Jadi bukan suatu hal yang terlarang ataupun hal yang menyalahi keutamaan ya atau pelakunya ee jatuh dalam ee kekurangan dalam agama ataupun melakukan suu kekeliruan ya atau suatu yang tidak patut yang tidak ee pantas enggak itu dibolehkan nabi juga melakukannya ya Nah kita juga kadang-kadang enggak bisa memendung ketika ada orang yang kita kasih meninggal misalnya orang tua kita kita menangis itu enggak bisa ya kita katakan secara Fitrah ya Air mata tidak bisa dibendung tapi kita dilarang berlebihan yaitu meratap ya Adapun mengeluarkan air mata menangis karena kasih sayang itu suatu yang dibolehkan ya melarang hal itu ini suatu hal yang mengada-ngada kan begitu ya Ee tidak ee bertentangan ya tidak sejalan dengan fitrah manusia ya Yang juga ada rasa sedih gitu ya Nah kecuali dia dia sudah mati rasa begitu ya tidak ada kesedihannya Dan Dan menganggap itu kekurangan dalam agama seperti kaum Sufi ini ya mereka mengatakan orang mati enggak boleh ditangisi ya dia mereka juga mengatakan orang yang menangisi orang mati maka dia telah menyimpang dari ajaran Sufi ataupun jalur makrifah kata mereka wallahuam Ibnu Ail menanggapi pernyataan tidak bolehnya menangisi orang yang mati bahwa ini merupakan klaim anggapan pendapat yang jauh dari ee ketentuan syariat ya dari ee apa dari nas-nas syariat ya dan beberapa kita katakan contoh-contoh yang EE disebutkan Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an dan perata an seperti itu adalah suatu hal yang EE bisa dikatakan ee kisah-kisah yang khurafatlah ya Beliau mengatakan seperti itu di sini ya Ee yang menyimpang dari kebiasaan dan tabiat manusia karena menyimpang dari watak yang lurus maka pertanyaan ini perlu ditanggapi dengan apa yang bisa meluruskan watak ya yaitu terkait dengan ee kematian ya ya berita kematian berita kematian adalah berita musibah dan karena Allah menyebut kematian itu sebagai musibah waobatkum musibatul maut dan kamu tertimpa musibah yaitu musibah kematian yaitu berita kematian Nah demikian dan Allah mengabarkan kondisi Ayub saat kematian putranya ya yaitu Yusuf Allah mengatakan ee Nabi Yakub ketika menerima berita kematian putranya yaitu Yusuf ya walaupun sebenarnya Yusuf Nabi Yusuf Alaihi Salam tidak wafat ya tapi diberitakan oleh anak-anaknya ya bahwa Yusuf anak beliau eh wafat kan begitu ya diterkam Serigala itu berita bohong yang dibawa oleh anak-anaknya Nah maka Allah berkata menceritakan dan kedua matanya pun menjadi putih Karena sedih dia diam menahan amarah atas anak-anaknya yaitu fahuaim menahan amarahama itu artinyaim adalah orang yang menahan amarah ya Nah padahal Apa yang dilakukan oleh anak-anak Beliau ini ya nabi yaakub itu luar biasa ya mungkin kalau kita tumpah kemarahan kita tapi nabi ee Yakub di sini menahan amarahnya ya kepada anak-anaknya dan beliau mengatakan wa innama asqu biati wa huzni ilallah aku mengadukan segala kesedihan dan Kepedihanku kepada Allah subhanahu wa taala nah dem itu ee contoh yang baik di dalam al-qur’an ya al-qur’an memberikan kepada kita teladan Tentang Kesabaran kesabaran orang tua menghadapi anak-anaknya walaupun di sini anak-anaknya anak-anak beliau luar biasa ya berbohong kepada beliau ya kemudian ee mencelakakan saudaranya sendiri ya dan ya memfitnah e serigala dengan membawa darah yang dilumuri serigala seolah-olah Nabi Yusuf diterkam oleh serigala Ketika Nabi Yakub mengetahui semua itu beliau tidak mengutuk anak-anaknya Ya seperti banyak kisah-kisah rakyat orang tua mengutuk anaknya jadi batu jadi pohon jadi binatang Ya itu kan kisah-kisah yang enggak mendidik sebenarnya yang tidak mengajarkan orang tua untuk sabar gitu ya Nah menjaga lisannya untuk tidak mengucapkan kata-kata yang ya enggak ada faedahnya bahkan memudaratkan anaknya sendiri ya lebih kepada kata-kata putus asa begitu ya ujung-ujungnya melaknat Padahal selama kesempatan masih ada kita harus terus berikhtiar untuk membimbing menasihati mendidik mengarahkan anak-anak kita bukan langsung main fonas-fonis kaofarkafir fasak-fasik bodak-badik kan begitu ya dan EE mengeluarkan sumpah Safah laknat kut bukan dan sejenisnya bukan kisah seperti itu yang diajarkan diceritakan di dalam al-qur’an tapi yang diceritakan oleh yang diceritakan oleh Allah di dalam al-qur’an adalah tentang kesabaran orang tua di dalam mendakwahi membimbing mendidik mengarahkan anak-anak mereka yang luar biasa ya kisah-kisah Itu itu yang seharusnya kita tiru ya sebagai orang tua gitu bukan terinspirasi dengan kisah-kisah rakyat tentang orang tua yang suka mengutuk anaknya kemudian ya sedikit-sedikit Anak saya durhaka anak saya durhaka dia durhaka anak yang durhaka ya sebelum kita menjatuhkan vonis durhaka itu coba coba lihat kita dulu ya Apakah kita sudah melaksanakan kewajiban kita ya terhadap anak itu yaitu sudah mendidiknya menasihatinya membimbingnya ya sangat Naif jika kita tidak melakukan itu semua lalu mendapati anak kita kita melakukan hal-hal yang ya menyimpang lalu kita langsung vonis Dia anak durhaka Sepertinya itu tidak fair ya wallahuam bawab maka cobalah baca kisah-kisah al-qur’an ya yang itu jauh lebih baik gitu jelas ya Nah demikian kita sudah bahas buku yaitu mendidik anak tanpa amarah ya Ee sudah selesai kita bahas itu itu dan salah satunya kisah yang bisa kita ambil untuk menegaskan judul buku itu dan apa yang sudah kita bahas sebelumnya itu adalah ini Surat Yusuf ayat 84 ini bagaimanapun kesedihan nabi yaakub ya melihat anak-anaknya ini ya segala tingkah laku yang mereka lakukan ya yang membuat sesak di dada hingga beliau menangis Tapi beliau fahu tetap menahan amarahnya terhadap anak-anaknya ya kalau kita sudah enggak karuan mungkin ya ya melihat e anak-anak kita misalnya seperti itu Wah sudah mungkin segala jenis kutukan ataupun sumpah serapah keluar dari lisan kita ya segala vonis mungkin keluar dari lisan kita ya wallahuamab Nah demikian dan Allah meng katakan ya asfa ala Yusuf aduhai dukaacitaku terhadap Yusuf jadi beliau betul-betul sedih ya Jadi ini menunjukkan kepada Ee kita ya bahwa ee menangis ya karena kesedihan itu suatu hal yang EE sudah merupakan sunatullah ya artinya fitrah manusia manusia punya rasa sedih ya manusia punya rasa sedih ini kita hidup di dunia ya bukan di surga yang enggak ada kesedihan enggak ada keletihan di dunia penuh dengan kesedihan Ada suka duka ada tangis tawa itulah dunia ya maka ketika kita berduka kita menangis itu satu hal yang lumrah ya itu suatu yang wajar ya Nah demikian dan itu tidak menyalahi syariat yang dilarang itu kita meratap itu yang dilarang meratap-ratap ya lalu berteriak-teriak dengan teriakan jahiliah ya Nah yang isinya menyalahkan takdir menggugat takdir Allah subhanahu wa taala ya Nah itu yang dilarang ya niahah tapi air mata kesedihan karena kasih sayang itu tidak dilarang bahkan para para nabi nabi kita juga menangis ya wallahuam bissawab ya Nah demikian dan Rasulullah pun menangis saat putranya meninggal dunia ya yaitu Ibrahim Beliau berkata Sungguh mata ini memang menangis Fatimah berkata saat Rasulullah sakit keras yang membawa beliau menuju ajal aduhai betapa besarnya musibah yang menimpamu ya Nah demikian namun beliau tidak mengingkarinya yaitu kesedihan Fatimah ya ketika ee melihat Ayah Ayahnya ayahandanya dalam kondisi sakit sakit keras ya Nah demikian itu satu hal yang wajar nah siapapun yang tertiba musibah pasti hatinya Luruh sedih ya Nah demikian I karena siapa sa yang tidak tergerak karena suatu yang menggembirakan terusi oleh suatu yang menyedihkan maka berarti dia lebih mirip dengan benda mati ya ya Beliau mengatakan di sini orang yang tidak tergerak karena suatu yang menggembirakan misalnya dapat nikmat tidak nampak ekspresi gembira datar aja ini jangan-jangan orang yang kelainan jiwa ya yang enggak ada ekspresi dapat satu yang menyenangkan dia biasa aja enggak ada senyuman tersungging dari bibirnya ekspresi ceria tidak ada nampak dari wajahnya ya demikian pula tatkala dia mendapatkan sesuatu yang menyedihkan dia tidak terusi dengan perkara yang menyedihkan itu dapat musibah tidak nampak sedih ya ketika dia Dia mungkin kehilangan orang yang dicintainya ataupun hal-hal yang menyedihkan yang terjadi dalam hidupnya itulah hidup penuh dengan suka duka tapi orang ini enggak ada ekspresi sedih jadi orang yang EE gagal menampilkan ekspresi yang sebenarnya mungkin ada kelainan pada jiwanya seperti kita katakan sebagian orang yang terkena autis dia enggak enggak mengerti berekspresi ya enggak mengerti berekspresi maka salah satu yang perlu kita ajarkan kepada anak-anak adalah berekspresi bagaimana ekspresi sedih Bagaimana ekspresi gembira ya ketika dapat hal yang menyenangkan menunjukkan kegembiraan ketika dapat yanging sedih menunjukkan kesedihan ya karena yang punya kelainan jiw lah yang enggak bisa menampilkan ekspresi itu gagal menampilkan ekspresi itu misalnya orang yang kena autis lah sebagian gejala autis itu seperti itu enggak mengerti berekspresi ya datar aja begitu ya Nah demikian enggak ngerti sedih dan gembira itu Enggak normal enggak wajar itu makanya ya di dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak ya Kita juga harus bisa menampilkan itu ekspresi sedih gimana ekspresi gembira bagaimana supaya anak itu juga tahu rasa dia nah tapi kadang-kadang buku anak-anak itu kalau gambar wajah itu datar aja begitu ya anak itu pun bingung ini Apa ini Misalnya ada kegembiraan enggak nampak gitu ya enggak ngerti dia karena wajahnya datar aja begitu ya sementara menurut pendapat Sebagian ulama boleh untuk tujuan pendidikan menggambar-gambar utuh itu enggak jadi masalah karena gimana anak-anak belajar ekspresi dari gambar itu kalau datar gitu aja aneh juga itu sementara seperti salbani membolehkan untuk tujuan pendidikan ya ya gambargambar Itu dilarang ya kecuali hal-hal yang memang perlu misalnya untuk menampilkan wajah orang yang sedang dicari misalnya di KTP misalnya gimana KTP dipoloskan wajahnya gimana dia tahu gitu paspor misalnya untuk kepentingan-kepentingan yang tertentu itu dibolehkan termasuk yaitu dalam hal pendidikan untuk anak-anak apalagi untuk anak-anak n membolehkan boneka mainan boneka ya ya Yang itu ya jelas patung tapi kan itu bukan untuk disembah unuk mainan anak-anak nabi membiarkan ya jadi kadang-kadang sebagian orang terlalu taklek juga memahaminya begitu ya untuk anak-anak pun kadang-kadang kepalanya di diputung gitu dibelah ya ngeri juga ya anak-anak ngelihat seperti itu ya binatang dipotong kepalanya gu aneh juga sebenarnya ya aneh juga dan gimana anak bisa belajar gitu berekspresi gitu ya dia enggak ngerti ekspresi itu gimana ini gambar anak-anak sedang gembira tapi enggak ngerti dia gimana mengekspresikan gembira ini ceritanya sedang sedih ada gambarnya enggak ngerti ini gambarnya ini sedang sedih atau sedang gembira e nanti dia gagal berekspresi Ya sementara berkomunikasi ya dengan lawan bicara itu perlu ekspresi juga ya karena orang manusia itu berbicara perlu belajar karena ada di sana sebagian orang yang ketika berbicara itu tanpa ekspresi datar aja dan salah satu tuh ya kita katakan anak-anak hari ini ya itu ee cara komunikasinya itu buruk ya jadi bicara sama orang tua tanpa ekspresi begitu ya kadang-kadang Ada hal gembira dia datar aja ya sedih datar juga gitu ya ya Nah perlu diajarkan itu karena berekspresi itu adalah bagian dari cara berkomunikasi ya kita misal menyampaikan berita sedih bagaimana kita berbicara tentang kegembiraan Bagaimana ya Nah demikian wallahuam bissawab Ya itu kan pendapat Ya silakan dikaji lagi Ya wallahuam bawab Nah demikian tiib nah seperti di sini nih Beliau mengatakan ya Ibnu jauzi mengatakan orang yang gagal itu ya menampilkan ekspresi itu berarti dia lebih mirip dengan benda mati ya seperti benda mati ya ya sudahah mati Ya seperti itu Nah Nah demikian wallahuam bisawab ya dan nabi juga menerangkan sisi negatif menyimpang dari watak yang lurus saat ada seorang sahabat yang berkata ini ya kita katakan rasa ya empati itu perlu diajarkan kepada anak-anak ya agar mereka tidak tumbuh menjadi orang yang tidak punya empati tidak punya rasa ini mengkhawatirkan juga sebagian anak-anak itu ya tadi ya gagal berekspresi enggak ada rasa bahkan enggak kenal canda saklek istilahnya dan bingung juga kita menghadapi orang seperti ini dan banyak anak-anak seperti itu hari ini ya enggak tahu di pendidikan dari mana begitu ya Islam tidak mengajarkan seperti itu makanya nabi menampilkan semua ya kita katakan rasa ada ada kalanya nabi menampilkan kesedihan ketegasan ya nabi menampilkan kegembiraan dan sejenisnya Nah demikian wallahuam bisawab yaitu ketika ada seorang sahabat berkata aku tidak pernah mencium satuun dari anak-anakku ada orang tua yang enggak pernah senyum sama anaknya dan dia merasa itulah yang hebat yang Yang bagus itu jempol itu kenapa saya enggak pernah senyum sama anak saya tegas Masyaallah tegas gitu ya sampai senyum pun enggak pernah sama anak-anaknya supaya nampak Wibawa gitu nah ini kan ya Enggak seperti itu jugalah ya boro-boro mencium senyum aja dia enggak pernah kan begitu ya Nah apa kata orang ini aku tidak pernah mencium satu pun dari anak-anakku padahal orang itu memiliki 10 anak ya orang itu memiliki 10 anak maka nabi mengatakan apa yang sanggup aku lakukan untukmu Apa yang bisa aku lakukan untukmu Jika Allah telah mencabut kasih sayang dari dalam hatimu ya Jika Allah mencabut rasa kasih sayang itu dari hatimu yaitu kamu jadi orang yang rasa Allah cabut itu dan hya kamu menjadi orang yang enggak ada rasa begitu ya wallahuam bawab ya dengan demikian pihak-pihak yang menuntut untuk melakukan sesuatu yang menyimpang dari syariat maupun tabiat manusia seperti tidak boleh menangis tatkala ada orang yang meninggal dunia atau sedang sedih ya berarti dia adalah orang yang jahil yang mengunjukkan tuntutan atas ketidaktahuan yang yang berkata atas dasar ketidaktahuan ya Nah demikian wallahuam bissawab Nah demikian wallahualam Ya nah tapi juga syariat melarang kita meratap-ratap ya seperti ee ada batasannya ya kita tidak boleh menampar-nampar pipi merobek-robek baju berteriak-teriak meratap-ratap seperti ratapan jahiliah ya Nah ketika tertiba musibah Nah demikian jadi ee ya eh Adapun sekadar air mata dari hati yang sedih dari jiwa yang bersedih maka itu tidak tercela ya Nah demikian wallahuam bawab Nah demikian tiib itu tipuan pertama ya dalam bab ini kita akan lanjutkan nanti dengan tipuan kedua yang diilakukan oleh iblis terhadap kaum Sufi ini wallahuam ya Nah demikian saja mudah-mudahan bermanfaatagfirah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum k guru kita Ustaz abuan alathari almaidani Ma hafidahullah namamakumullah demikian program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab talbis iblis tipu daya iblis Semoga apa yang telah kita simak dengarkan bersama dapat kita ambil manfaat atau Ibrah dan tentunya kita pun berusaha untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam merai Hidayah dan petunjuknya amin ya rabbal alamin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kekhilafan Terima kasih jazakumullahu Khairan Barakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanak Allahumma wabihamdika asadu Alla ilahaa Anta astagfiruka wauubuaik wasalamualaikum War ahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *